Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Memaknai Kebebasan dan Hak Asasi dalam Elegi untuk Sebuah Negeri

Cover novel Elegi untuk Sebuah Negeri dengan latar Universitas Leiden.

Duta Nusantara Merdeka | Leiden 
Kepulangan Dokter Sutan Arifin ke Universitas Leiden pada tahun 1952 bukan hanya menjadi fase lanjutan studi kardiologi. Novel Elegi untuk Sebuah Negeri menggunakan latar historis ini untuk membedah dinamika intelektual Belanda dalam menanggapi kedaulatan Indonesia, sekaligus mempertanyakan apakah ilmu pengetahuan benar-benar bebas dari warisan paternalistik kolonial.

Arena Perdebatan Ilmiah Pasca-Kolonial

Dalam Elegi untuk Sebuah Negeri: Ketika Cinta di Ambang Revolusi, Leiden digambarkan sebagai ruang transisi. Sutan Arifin tidak hanya bergulat dengan ilmu medis, tetapi juga menjadi saksi bisu perdebatan paradigma di kalangan akademisi Belanda. Apakah hubungan ilmiah kedua bangsa telah benar-benar setara, atau masih dibayangi sisa-sisa mentalitas eurosentris?

Dinamika Pemikiran di Kampus Belanda

Novel ini secara cerdas menangkap fragmentasi pemikiran komunitas akademik Leiden saat itu. Di satu sisi, terdapat kelompok yang mulai mengakui kedaulatan Indonesia dan mendorong kerja sama setara. 

Di sisi lain, bayang-bayang masa lalu kolonial masih kuat mempengaruhi perspektif paternalistik sebagian peneliti dan dosen. Perdebatan ini menjadi inti dari arena intelektual yang dihadapi Sutan Arifin.

Ilmu Pengetahuan dan Martabat Manusia

Pertanyaan mendasar yang dilemparkan novel ini adalah universalitas nilai-nilai kemanusiaan. Apakah konsep kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia benar-benar telah melampaui kepentingan sejarah dan posisi kekuasaan bangsa? Elegi untuk Sebuah Negeri tidak memberikan jawaban hitam-putih.

Penulis justru mengajak pembaca merenungkan apakah ilmu pengetahuan mampu membebaskan manusia dari rasa superioritas kebangsaan yang sering kali mengaburkan objektifitas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#ElegiUntukSebuahNegeri #SastraIndonesia #SejarahRI #UlasanBuku #Leiden #Pascakolonial

    
 
Share:

ILUNI UI dan Bappenas Bedah Novel Prahara di Lembah Parau Karya Irfan

Diskusi dan bedah buku Prahara di Lembah Parau karya Mohamad Irfan yang diselenggarakan Bappenas dan ILUNI UI FIB di Jakarta.
   
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mengupas tuntas historiografi perburuhan kolonial dan isu ekologi manusia, Center for Policy and Culture Lab berkolaborasi erat dengan ILUNI UI FIB, ILUNI UI SIL, serta Kementerian PPN/Bappenas menggelar diskusi dan bedah novel Prahara di Lembah Parau karya aktivis Mohamad Irfan di Jakarta, Sabtu (11/7/2026). Diskusi lintas disiplin ini membongkar praktik eksploitasi, sistem "orang rantai", hingga tragedi kemanusiaan di tambang batu bara Sawahlunto.

Sastra sebagai Cermin Kemanusiaan

Karya fiksi sejatinya tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ketua Umum ILUNI UI FIB, Visna Vulovik menegaskan bahwa sastra lekat dengan kontradiksi sejarah, gejala sosial, dan kemanusiaan. Mengutip pandangan ahli asal Jerman, Robert Jauss, Visna menyebut bahwa pembaca menafsirkan teks berdasarkan realitas lintas generasi.

"Memunculkan bahwa di tengah industri batu bara yang begitu megah, ada darah yang ditumpahkan, ada darah orang miskin yang harus diperjuangkan," ujar Visna. 

Ia menyoroti plot novel yang mengisahkan mahasiswa idealis yang menyamar sebagai buruh di Lembah Parau. Archam Alie membongkar ketidakadilan, pemotongan upah, hingga tragedi maut ledakan tambang yang merenggut banyak korban jiwa demi mengamankan aset perusahaan.

Sejarah Hitam "Orang Rantai" Sawahlunto

Penulis novel Prahara di Lembah Parau, Mohamad Irfan, mengapresiasi keterlibatan Bappenas dalam membedah isu sastra berdimensi buruh ini. Berangkat dari latar belakangnya sebagai aktivis perburuhan dan pengalaman riset tambang di Kalimantan serta Ambillin. Irfan menyulam fakta sejarah menjadi narasi fiksi yang memikat. 

Tambang batu bara kolonial Sawahlunto merekam jejak kelam represi dengan kehadiran polisi bersenjata di dalam kamp, serta sistem pekerja paksa narapidana dari seluruh Indonesia yang kakinya dirantai saat bekerja.

Eksploitasi terstruktur dilakukan melalui pencurian upah dari manipulasi timbangan lori batu bara, hingga monopoli kebutuhan dasar buruh lewat penyewaan gubuk dan warung-warung hiburan yang berafiliasi dengan korporasi.

Ketidakadilan Hukum yang Sistematis

Klimaks cerita membedah perlawanan Archam bersama tokoh sentral lainnya seperti Mbah Samin—pelarian sistem orang rantai—dan senior penambang Muza Sukaria. Upaya komite buruh menuntut keadilan berujung pada fitnah yang didalangi kepala polisi tambang, Danpoi.

Tragedi ledakan tambang nomor dua menjadi titik kritis pembuktian keberpihakan negara. Perusahaan secara kejam memilih menutup lubang tambang untuk mengisolasi api, mengorbankan nyawa para penambang di dalamnya. 

Saat Archam mencoba mencari perlindungan hukum dan sorotan pers, ia dihadapkan pada realitas absolut korupsi: media arus utama telah dibeli, dan ketua pengadilan rupanya bertindak sebagai kuasa hukum korporasi tambang. Novel ini sukses menjadi medium reflektif mengenai urgensi intervensi negara dalam membela kemanusiaan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#PraharadiLembahParau #MohamadIrfan #SejarahSawahlunto #BuruhTambang #SastraIndonesia #ILUNIUI #Bappenas #TambangOmbilin #OrangRantai #EksploitasiBuruh
Share:

Buku Holopis Kuntul Baris Karya Iwenk MJC Bangkitkan Jiwa Bangsa


Sampul buku Holopis Kuntul Baris Jiwa Persatuan yang Mulai Dilupakan karya Iwenk MJC terbitan Nawasena Mediaksara Utama.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di tengah masifnya gempuran arus individualisme, karya literatur bertajuk Holopis Kuntul Baris: Jiwa Persatuan yang Mulai Dilupakan hadir sebagai alarm spiritual bagi bangsa Indonesia. Buku garapan Iwenk MJC yang diterbitkan oleh Nawasena Mediaksara Utama pada tahun 2026 ini, secara lugas merevitalisasi esensi gotong royong serta nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi krusial menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Secara historis, frasa "Holopis Kuntul Baris" merekam ritme kerja kolektif masyarakat Jawa tempo dulu, terinspirasi dari formasi terbang burung kuntul (bangau putih) yang rapi untuk memecah angin dan meringankan beban sesamanya. 

Buku bernomor ISBN 978-623-10-1234-5 ini menegaskan bahwa filosofi tersebut sejalan dengan pemikiran Aristoteles tentang manusia sebagai zoon politikon, pandangan eksistensialisme Jean-Paul Sartre, hingga kristalisasi nilai gotong royong dari Presiden Sukarno.
Karya ini memantik apresiasi luas dari lintas sektoral. 

Tokoh pers sekaligus Alumni PPRA-48 Lemhannas RI 2012, Wilson Lalengke, mendorong agar literatur ini dijadikan bacaan wajib (required reading) di lembaga pendidikan. 

Ia menilai generasi muda saat ini kian terasing dari akar budayanya. "Karya literatur seperti ini sangat krusial bagi generasi muda yang kian terasing dari akar budayanya sendiri," tegas Wilson.

Dukungan kuat juga mengalir dari kalangan ulama. Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul 'Ulum Cidahu, Abuya Muhtadi, menyebut buku ini menghidupkan kekuatan persatuan. 

Sentimen kerukunan dalam keberagaman ini turut disuarakan oleh K.H. Junaedi Al-Baghdadi, KH Ahmad Muwafig dari Yogyakarta, KH. Amin Maulana Budi Harjono dari Semarang, hingga KH Nuril Arifin Husein (Gus Nuril).

Dari kacamata sosiokultural, akademisi Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag., menjabarkan bahwa harmoni barisan burung kuntul mencerminkan ketiadaan ego sektoral. Pendapat ini diperkuat oleh M. Izzul Islam An Najmi, S.Ag., M.Ag., dosen UIN Syarif Hidayatullah, yang menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan publik.

Di ranah sosial keagamaan dan seni, Ketua PBNU Bidang Media, IT, dan Advokasi, Savic Ali, serta maestro legendaris Erros Djarot menyoroti bahwa kekuatan sejati bangsa lahir dari barisan yang rapat. 

Pesan untuk menjaga keguyuban ini juga dikumandangkan oleh komedian Gus Memed dan penyanyi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus (Opick). 

Melalui Holopis Kuntul Baris, Iwenk MJC membuktikan bahwa kemajuan peradaban Indonesia mutlak bergantung pada bangsa yang bergerak bersama secara harmonis.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

#HolopisKuntulBaris #IwenkMJC #GotongRoyong #BukuKebangsaan #LiterasiIndonesia #IndonesiaEmas2045 #FilsafatJawa #PendidikanKarakter #BudayaNusantara #BukuBaru2026

Share:

Wilson Lalengke Titip Buku Ijazah Jokowi lewat Iwan Piliang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di tengah polemik keaslian ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Joko Widodo yang belum reda, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke mengambil langkah terbaru. Ia membagikan buku karyanya yang bertajuk *Ijazah Jokowi: Pertaruhan Moralitas Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Renungan Filosofis)* kepada sejumlah tokoh, termasuk menitipkan satu eksemplar khusus untuk mantan Presiden RI tersebut.

Buku itu sebelumnya telah diserahkan kepada dokter Tifauzia Tyassuma, yang tengah berperkara terkait ijazah Jokowi. Kali ini, Wilson memberikannya kepada dua sahabat lamanya, Partono dan Iwan Piliang, yang dinilai turut berperan sentral dalam perjalanan politik Jokowi.

Jejak Dua Sahabat dalam Karier Politik Jokowi

Wilson memandang keduanya memiliki andil strategis yang jarang diketahui publik. Iwan Piliang merupakan salah satu penggerak inti tim sukses yang mengantarkan pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2012, momentum yang melambungkan nama Jokowi ke pentas nasional. Sementara Partono pernah menjabat anggota KPUD DKI Jakarta periode 2018–2023.

Penyerahan buku berlangsung pada waktu dan tempat yang berbeda. Partono menerima lebih dulu pada Kamis, 25 Juni 2026, di Lantai 6 Gedung Ombudsman RI Jakarta. Sepekan berselang, tepatnya pada Sabtu, 4 Juli 2026, giliran Iwan Piliang menerimanya di sebuah restoran di Jakarta Pusat.

Momentum itu dimanfaatkan Wilson, lulusan pascasarjana Global Ethics Universitas Birmingham Inggris, untuk menitipkan satu eksemplar khusus agar disampaikan langsung ke tangan Jokowi.

Harapan Wilson Lalengke terhadap Jokowi

Melalui perantara Iwan Piliang, Wilson berharap buku itu benar-benar sampai dan direnungkan oleh Jokowi. Ia menegaskan karyanya bukan alat serangan politik, melainkan media kontemplasi diri.

"Buku ini saya harapkan dapat memicu kesadaran moral demi menjaga integritas dan kepentingan besar bangsa," ujar Wilson dalam keterangan resminya.

Wilson menyandarkan gagasannya pada khazanah filsafat klasik. Ia mengutip kisah Diogenes dari Sinope yang mencari "manusia jujur" dengan lentera di siang hari, serta ajaran Marcus Aurelius dalam Meditations tentang kewajiban seorang pemimpin untuk senantiasa memeriksa jiwanya sendiri.

Bagi Wilson, penitipan buku pada pertengahan tahun 2026 ini pada akhirnya menjadi ujian moral praktis: apakah Jokowi bersedia menatap cermin kejujuran demi warisan sejarah yang bersih bagi generasi mendatang.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto


Share:

Buku Ijazah Jokowi Karya Wilson Lalengke Jadi Sorotan Publik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Buku "IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Renungan Filosofis)" karya Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kembali menjadi perhatian setelah diterima oleh dua tokoh nasional, Raffi Ahmad dan Habib Rizieq Shihab. Penyerahan buku yang berlangsung melalui anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DKI Jakarta pada Senin (30/6/2026) menjadi bagian dari upaya memperluas penyebaran gagasan mengenai kejujuran, integritas, dan moralitas di ruang publik.

Momentum tersebut turut diabadikan dalam sebuah foto yang memperlihatkan kedua tokoh sedang mengamati sampul buku. Distribusi karya tersebut diharapkan dapat memperluas diskusi mengenai nilai-nilai etika di berbagai lapisan masyarakat.

Wilson Lalengke Harapkan Pesan Moral Menjangkau Publik

Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah membantu mendistribusikan bukunya kepada sejumlah tokoh nasional.

"Terima kasih untuk Dion yang sudah menyampaikan buku penting ini kepada para pemimpin bangsa. Semoga pesan-pesan kejujuran, integritas, dan moralitas yang termaktub dalam buku saya akan menyebar melalui sikap, pernyataan, serta tausiah mereka kepada masyarakat," ujar Wilson.

Sebelum diterima Raffi Ahmad dan Habib Rizieq Shihab, buku tersebut telah dimiliki sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad, mantan Senator DPD RI asal Aceh Dr. Fachrul Razi, dan Ketua Umum PDKN Dr. Rahman Sabon Nama.

Mendapat Apresiasi dari Jurnalis Senior

Buku karya Wilson Lalengke juga telah menjangkau sejumlah tokoh internasional, termasuk Presiden Hippo Family Jepang Kenshi Suzuki, Councillor International WPF University Muhammad Jesues Chrishna, serta Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov.

Di kalangan media, jurnalis senior Idris Hady memberikan apresiasi terhadap isi buku tersebut. Menurutnya, karya itu tidak hanya mengangkat isu yang menjadi perhatian publik, tetapi juga menyajikan refleksi filosofis dengan bahasa yang mudah dipahami.

"Saya sangat bersyukur bisa memiliki dan membaca buku ini. Saya bahkan membacanya lebih dari sekali karena menikmati alur kata dan susunan kalimatnya. Gaya bahasanya mudah dipahami, namun tetap menghadirkan kedalaman pemikiran filsafat yang mengajak pembaca merenung," ujar Idris.

Ia menambahkan, kemampuan Wilson Lalengke menyusun pembahasan mengenai moralitas dan kejujuran dalam bentuk refleksi filosofis menjadi nilai tersendiri. Menurut Idris, karya tersebut dapat menjadi salah satu referensi yang mendorong diskusi mengenai integritas dan nilai moral dalam kehidupan berbangsa.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

The Algorithm: Formula Pertumbuhan Cepat Perusahaan Dunia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, banyak perusahaan berlomba mencari formula pertumbuhan berkelanjutan. Dalam bukunya berjudul The Algorithm, Jon McNeill mengungkap bahwa pertumbuhan luar biasa tidak semata-mata ditentukan oleh modal besar, teknologi canggih, atau keberuntungan. Faktor pembeda justru terletak pada cara organisasi berpikir dan menyelesaikan masalah.

Mantan eksekutif yang terlibat dalam perjalanan pertumbuhan sejumlah perusahaan besar ini memperkenalkan kerangka kerja yang disebut The Algorithm. Model tersebut berfokus pada penghapusan hambatan, penyederhanaan proses, percepatan pengambilan keputusan, hingga penerapan teknologi secara tepat guna untuk mendorong pertumbuhan bisnis secara eksponensial.

Mempertanyakan Semua Asumsi Lama

Langkah pertama dalam strategi hypergrowth perusahaan menurut The Algorithm adalah mempertanyakan setiap aturan, prosedur, dan persyaratan yang selama ini dianggap wajib. McNeill menilai banyak organisasi terjebak dalam praktik lama yang terus dijalankan tanpa evaluasi mendalam.

Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap aktivitas benar-benar memberikan nilai tambah. Jika sebuah prosedur tidak memiliki alasan yang kuat, maka keberadaannya layak dipertimbangkan kembali.

Hilangkan Proses yang Tidak Perlu

Setelah mengevaluasi berbagai persyaratan, organisasi didorong untuk menghapus sebanyak mungkin tahapan yang tidak produktif. Menurut McNeill, perusahaan sering kali lebih mudah menambah prosedur baru dibanding menghilangkan proses lama yang sudah tidak relevan.

Akibatnya, birokrasi membesar, biaya meningkat, dan kecepatan organisasi menurun. Pengurangan tahapan kerja menjadi salah satu cara tercepat meningkatkan produktivitas.

Sederhanakan, Lalu Optimalkan

McNeill mengingatkan bahwa banyak perusahaan terburu-buru melakukan optimasi terhadap sistem yang sebenarnya masih kompleks. Karena itu, penyederhanaan harus dilakukan lebih dahulu sebelum upaya peningkatan efisiensi.

Proses yang sederhana dinilai lebih mudah dipahami, diperbaiki, dan dikembangkan dibanding sistem yang penuh lapisan prosedur.

Kecepatan Menjadi Keunggulan Kompetitif

Dalam era perubahan yang berlangsung cepat, kemampuan mempercepat siklus kerja menjadi faktor pembeda utama. Organisasi yang mampu bergerak lebih cepat dari ide menuju eksekusi memiliki peluang lebih besar untuk belajar, beradaptasi, dan memenangkan pasar.

Budaya urgensi dan akuntabilitas juga menjadi elemen penting. Setiap individu harus memahami target, tenggat waktu, serta tanggung jawab yang diemban agar organisasi tidak kehilangan momentum.

Otomatisasi Adalah Langkah Terakhir

Salah satu pesan utama dalam buku ini adalah bahwa teknologi bukan solusi pertama. Otomatisasi sebaiknya dilakukan setelah proses berhasil dipertanyakan, disederhanakan, dan dioptimalkan.

McNeill menegaskan bahwa teknologi hanya akan memperbesar dampak sebuah proses, baik yang benar maupun yang salah. Karena itu, perusahaan perlu membangun budaya belajar, bereksperimen, dan beradaptasi secara berkelanjutan. Dalam pandangannya, keunggulan jangka panjang tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki jawaban terbaik, melainkan siapa yang mampu berubah dan belajar lebih cepat dibanding pesaingnya. 

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

AI Mengubah Dunia Kerja, Adaptasi Jadi Penentu Bertahan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gelombang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah pola kerja global secara cepat. Buku How to Get Ahead in the Age of AI menyoroti bagaimana perubahan teknologi tidak hanya menggeser pekerjaan lama, tetapi juga memaksa pekerja, perusahaan, hingga sistem pendidikan beradaptasi dalam waktu singkat.

Melalui 10 bab utama, buku tersebut menjelaskan bahwa ancaman terbesar bukanlah teknologi AI itu sendiri, melainkan ketidaksiapan manusia menghadapi perubahan. Dunia kerja kini bergerak lebih dinamis, tidak lagi bergantung pada jabatan tetap, pengalaman lama, atau jalur karier linear.

Dunia Kerja Berubah Cepat karena AI

Penulis menggambarkan revolusi AI sebagai perubahan besar yang dampaknya setara revolusi industri. Hampir seluruh sektor pekerjaan diperkirakan mengalami transformasi, mulai dari pekerjaan administratif hingga industri kreatif.

Dalam buku itu dijelaskan bahwa AI tidak selalu menggantikan seluruh profesi. Teknologi lebih banyak mengambil alih tugas-tugas tertentu yang bersifat rutin dan teknis. Karena itu, pekerja dituntut memahami keterampilan mana yang masih relevan dan mana yang mulai terotomatisasi.

Bab “Jobs Are Tasks, Not Titles” menekankan bahwa pekerjaan modern tidak lagi dipahami sekadar jabatan. Nilai pekerja kini diukur dari kemampuan menyelesaikan berbagai tugas yang terus berubah sesuai kebutuhan industri.

Perubahan itu juga memengaruhi pola karier. Buku tersebut menyebut karier masa depan tidak lagi menyerupai tangga lurus, melainkan seperti “memanjat dinding” dengan banyak arah dan peluang baru. Perpindahan bidang kerja dinilai menjadi hal yang semakin umum.

Kemampuan Manusia Tetap Jadi Faktor Utama

Di tengah percepatan AI, buku ini justru menilai kemampuan manusia tetap menjadi aset utama. Kreativitas, empati, komunikasi, dan kemampuan memahami konteks sosial disebut sulit digantikan mesin.

Bab “The Humans Are Coming” menegaskan bahwa kolaborasi manusia dan AI akan menjadi model kerja baru. Perusahaan diperkirakan lebih membutuhkan pekerja adaptif dibanding sekadar pekerja dengan jabatan formal.

Selain itu, buku tersebut mengkritik sistem pendidikan dan ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya mampu mengembangkan potensi manusia secara merata. Banyak talenta disebut gagal berkembang akibat keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan ekonomi.

Pada bagian akhir, penulis menekankan pentingnya pola pikir terbuka terhadap perubahan. Mereka yang mampu belajar ulang, mencoba keterampilan baru, dan berani keluar dari pola lama dinilai memiliki peluang lebih besar bertahan di era AI.

How to Get Ahead in the Age of AI memperlihatkan bahwa masa depan kerja tidak lagi ditentukan oleh stabilitas jabatan, melainkan kemampuan beradaptasi. Di tengah percepatan AI, keunikan manusia justru menjadi nilai yang paling sulit digantikan teknologi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

STIH Adhyaksa Luncurkan Buku Citra Tiongkok di Indonesia

 


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta - Nagantara Foundation bersama STIH Adhyaksa meluncurkan buku Citra Tiongkok di Mata Indonesia karya Santi Ding, Ph.D, melalui seminar reflektif, di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Acara ini menjadi ruang akademik membedah bagaimana masyarakat Indonesia membentuk persepsi terhadap Tiongkok melalui pendidikan, perdagangan, budaya, migrasi, hingga diplomasi modern lintas generasi.

Ketua STIH Adhyaksa, Hasbullah, SH., MH., CIIQA, menyebut kegiatan ini bagian dari implementasi kerja sama riset, hukum, investasi, serta kebudayaan Indonesia dan Tiongkok.

Menurutnya, kehadiran tamu dari Beijing memberi nuansa istimewa. Diskusi publik menjadi jembatan ilmu, menambah pemahaman mahasiswa terhadap relasi strategis kedua negara sahabat.

“Sebagai civitas akademika, kami bangga bisa menjalin kolaborasi dengan institusi Tiongkok, apalagi diskusi ini penting bagi kemajuan ilmu hukum dan kebudayaan,” jelas Hasbullah.

Peluncuran buku karya Santi Ding ini diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa tentang hubungan sejarah dan masa depan kebudayaan Indonesia-Tiongkok dalam berbagai aspek kehidupan modern.

Hasbullah menambahkan, STIH Adhyaksa mendorong penerbitan buku tersebut di lingkungan kampus sebagai referensi kajian hukum, kebudayaan, sekaligus persiapan pertukaran mahasiswa.

Ia menegaskan, program pertukaran mahasiswa Indonesia dan Tiongkok menjadi prioritas, agar generasi muda lebih siap memahami konteks hukum serta budaya internasional.

Selain itu, seminar ini membuka peluang lahirnya karya akademik baru dari dosen maupun mahasiswa, khususnya di bidang investasi, hukum, dan kebudayaan.

“Semoga ini memotivasi para dosen serta mahasiswa untuk melahirkan karya tulis baru, memperkuat pemahaman lintas budaya Indonesia dan Tiongkok,” pungkas Hasbullah.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 


Share:

Bedah Buku Rempah Ungkap Jejak Nusantara di Jalur Perdagangan Dunia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Bram Kushardjanto, perwakilan Yayasan Negeri Rempah, menegaskan bahwa gerakan pelestarian sejarah rempah bukanlah inisiatif elitis, melainkan lahir dari masyarakat. Sejak 2014, komunitas ini merintis perjalanan budaya lintas daerah.

"Dari perjalanan itulah mereka menyadari besarnya pengaruh jalur perdagangan global terhadap masyarakat. Pertukaran pengetahuan, bahasa, adat, hingga sistem ekonomi terbentuk melalui interaksi maritim yang berlangsung berabad-abad," ujar Bram usai acara bedah buku Tales of the Lands Beneath the Winds di Jakarta, Sabtu (16/08/2025).

Kegiatan ini membongkar peran besar kepulauan Nusantara dalam sejarah perdagangan rempah dunia. Buku tersebut menyoroti bagaimana jalur maritim menghubungkan bangsa-bangsa dan membentuk identitas kebudayaan yang masih terasa hingga kini.

Lebih lanjut, Bram mengisahkan pengalaman ketika tim berkunjung ke Afrika pada 2023. Masyarakat lokal menyebut leluhur mereka berasal dari Nusantara. Bukti lisan ini memperkuat ingatan kolektif tentang jejak bangsa Indonesia dalam diaspora perdagangan dunia.

Menurutnya, ingatan sejarah itu tidak hanya tersimpan di naskah atau arsip resmi, tetapi juga hidup dalam memori masyarakat. Jejak peradaban Nusantara terekam dalam tradisi, kuliner, bahasa, bahkan arsitektur di berbagai belahan dunia.

Komunitas Negeri Rempah juga memperluas gerakan ini ke kampus dan universitas sejak 2023. Tujuannya, mengembalikan kesadaran bahwa bangsa Indonesia memiliki pengaruh besar, bukan sekadar penerima budaya asing.

Bram menekankan, banyak kuliner dan kebiasaan global sejatinya berakar dari Nusantara. Ia menggambarkan bagaimana stasiun tua di kota-kota besar dahulu menjadi pusat perdagangan rempah, kini berubah fungsi namun tetap menyimpan jejak sejarah.

Melalui bedah buku ini, Yayasan Negeri Rempah berharap generasi muda mampu melihat pentingnya jalur maritim sebagai pembentuk identitas bangsa. Rempah bukan sekadar komoditas dagang, melainkan simbol kebinekaan dan kekuatan peradaban Nusantara.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pentingnya Mendaftarkan Hak Cipta Individu dalam Kolaborasi Penulisan Buku


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menulis buku bersama teman, rekan kerja, atau kolega bisa menjadi proses kreatif yang menyenangkan dan inspiratif. Namun, di balik semangat kolaborasi itu, ada satu aspek krusial yang sering diabaikan: hak cipta. Banyak penulis mengira hanya satu hak cipta dibutuhkan untuk karya kolektif. Faktanya, setiap kontributor memiliki hak kekayaan intelektual atas bagian yang mereka tulis.

Dalam hukum hak cipta Indonesia, penulis yang bekerja sama tetap berhak mendaftarkan karyanya secara individu. Ini berarti meskipun buku diterbitkan sebagai satu kesatuan, tiap penulis dapat mendaftarkan hak cipta secara terpisah dan sah secara hukum. Praktik ini memberikan banyak keuntungan strategis dalam mengelola hak dan royalti.

Hak cipta bukan milik penerbit, melainkan penulis. Meskipun penerbit memegang hak untuk mencetak dan menjual, kepemilikan tetap di tangan pencipta konten. Dengan mendaftarkan hak cipta sendiri-sendiri, penulis memiliki kekuatan hukum yang lebih besar dalam pengelolaan konten maupun sengketa.

Beberapa manfaat dari pendaftaran terpisah antara lain:

1. Bukti kepemilikan sah: Sertifikat hak cipta menjadi dasar hukum jika terjadi klaim kepemilikan.

2. Fleksibilitas pengelolaan: Penulis bebas memberikan lisensi atau menjual hak atas bagian karyanya.

3. Perlindungan hukum maksimal: Dalam kasus pelanggaran hak cipta, perlindungan akan lebih spesifik dan efektif.

Agar kolaborasi berjalan lancar dan adil, penting membuat perjanjian tertulis sebelum menulis. Perjanjian ini sebaiknya memuat pembagian hak cipta, sistem royalti, serta mekanisme pengambilan keputusan. Tanpa dokumen yang jelas, potensi konflik di masa depan akan meningkat.

Sebagai contoh: Penulis A menulis bab 1-3, sedangkan Penulis B menulis bab 4-6. Meskipun buku hanya memiliki satu judul, masing-masing berhak atas bagian yang ditulis. Dengan mendaftarkan bagian mereka secara terpisah ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), keduanya akan memperoleh sertifikat hak cipta masing-masing.

Kolaborasi penulisan tak harus rumit. Dengan memahami dasar HKI, mempersiapkan dokumen legal, dan mendaftarkan hak cipta masing-masing, proses kreatif menjadi lebih aman dan profesional. Jika ragu, penulis disarankan berkonsultasi dengan konsultan kekayaan intelektual untuk menghindari sengketa di masa mendatang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Indonesia International Book Fair 2023 Kembali Meriahkan Dunia Literasi


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menggelar Indonesia International Book Fair (IIBF) ke-43 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, mulai 27 September hingga 1 Oktober 2023. Dalam opening ceremony IIBF 2023, Ketua Panitia, Mappa Tutu, menyambut antusiasme karena IIBF kali ini digelar tanpa pembatasan akibat pandemi Covid-19.

IIBF 2023 mengusung tema “It’s time to read!”, menekankan pentingnya membaca dan memahami pengetahuan melalui karya-karya kreatif. Para penerbit buku berkumpul bersama pelaku perbukuan lainnya untuk menyajikan beragam acara, termasuk diskusi dan peluncuran buku, *meet and greet* dengan penulis, serta kegiatan kreatif seperti Zona Kalap, *wisata literasi*, dan *cosplay*. Komunitas-komunitas literasi juga turut memeriahkan IIBF dengan kegiatan khas mereka.

Salah satu daya tarik IIBF tahun ini adalah kehadiran Korea sebagai **Guest of Honor**. Korea, yang memiliki budaya baca dan industri penerbitan yang kuat, menghadirkan sejumlah acara menarik seperti pertunjukan kaligrafi, pembacaan puisi, dan *meet and greet* dengan penulis-penulis terkenal. 

Park Soo-deok, Deputy Head of Mission Embassy of the Republic of Korea, menyatakan kebahagiaannya menjadi Tamu Kehormatan IIBF dalam momen yang sekaligus merayakan 50 tahun hubungan diplomatik antara Korea dan Indonesia.

Tak hanya itu, Korea memperkenalkan budaya penerbitan dan buku Korea melalui terjemahan bahasa Indonesia. Para penulis terkenal, kaligrafer, desainer sampul buku, dan penulis *webtoon* langsung dari Korea akan berinteraksi langsung dengan penggemar sastra Korea di Indonesia. **Kang Byung In**, kaligrafer terkenal Korea, turut meramaikan acara pembukaan IIBF 2023 dengan pertunjukan seni kaligrafi menggunakan alat dan materi langsung dari Korea.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IKAPI, Arys Hilman Nugraha, menjelaskan, IIBF bukan hanya pameran buku biasa. IIBF merupakan upaya nyata untuk membuka akses terhadap bahan bacaan, membantu meningkatkan indeks literasi masyarakat, serta menjaga minat baca di era digital ini. Arys menambahkan bahwa IIBF juga bertujuan sebagai tempat dan penghubung bagi semua pemangku kepentingan dalam industri buku, termasuk penerbit, pembaca, penulis, dan pemerintah.

Pada pembukaan IIBF, juga dilakukan **Ikapi Awards 2023**, sebuah penghargaan yang rutin diselenggarakan oleh Ikapi sejak tahun 2010. Penghargaan ini diberikan kepada penulis, pegiat literasi, dan insan perbukuan yang berperan aktif dalam menggerakkan industri penerbitan buku di Indonesia. **Maya Lestari Gf** meraih gelar *Writer of the Year*, sedangkan buku *Insecurity is My Middle Name* karya **Alvi Syahrin** dinobatkan sebagai *Book of the Year*. Kategori baru, *Children’s Book of the Year*, diraih oleh buku *Kejutan Kungkang* karya **Andina Subarja**. Sementara itu, **Roosie Setiawan**, pendiri komunitas Read Aloud Indonesia, meraih gelar *Literacy Promoter*.

IIBF 2023 berlangsung meriah dengan kehadiran lebih dari 100 penerbit serta dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Acara ini diharapkan memberikan dampak positif dalam meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Indonesia. Dengan berbagai kegiatan menarik, IIBF 2023 menjadi ajang yang menginspirasi dan memperkaya dunia literasi di Indonesia.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



Share:

Lentera Gelar Diskusi "Buku Cetak vs Buku Digital: Membangun Ekosistem Literasi yang Kolaboratif"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, perdebatan tentang peran buku digital dalam dunia literasi semakin panas. Banyak yang khawatir bahwa buku digital akan menggantikan buku cetak, menghambat industri penerbitan, dan merampas royalti penulis. Namun, sejumlah pemangku kepentingan di dunia literasi merasa perlu untuk menjembatani kesenjangan antara buku digital dan buku cetak.

Lentera App, sebuah aplikasi perpustakaan digital dan pasar buku digital, menggelar diskusi berjudul "Buku Cetak vs Buku Digital: Membangun Ekosistem Literasi yang Kolaboratif dan Multifaset" dalam peluncuran aplikasinya. Diskusi ini digelar di International Book Fair di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD Tangerang, Rabu (27/09/2023).

"Lentera App dapat menjadi wadah untuk memasarkan karya literasi dari seluruh Indonesia hingga ke tingkat internasional. Ia menekankan bahwa Lentera App bukanlah ancaman bagi industri penerbitan cetak, tetapi sebuah solusi modern bagi dunia literasi. Lentera App bahkan merangkul beberapa penerbit cetak untuk berkolaborasi," kata Annastasia Puspaningtyas, CEO dan Founder Lentera di BSD.

Senada dengan itu, John H. McGlynn, Ketua Yayasan Lontar yang menaungi tiga penerbitan cetak, menegaskan pentingnya tetap membuka diri terhadap perubahan zaman. Ia menganggap kehadiran buku digital sebagai kemajuan menuju inklusi literasi yang lebih luas dalam dunia modern, asal ada kolaborasi yang tepat.

Dalam kesempatan ini, Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, yang telah melakukan safari literasi di berbagai wilayah di Indonesia, mengungkapkan bahwa tingkat literasi masyarakat di Indonesia masih belum merata. Kehadiran Lentera App diharapkan dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap buku-buku berkualitas.

Sementara itu, Reynald, Inisiator Komunitas Book Clan, yang mayoritas anggotanya adalah generasi Z, menyatakan bahwa buku digital lebih mudah diterima oleh generasi muda karena kemudahan akses yang ditawarkannya. Namun, ia juga menekankan bahwa buku cetak tetap memiliki tempatnya dan bahkan beberapa anggota komunitasnya membeli versi cetaknya untuk dijadikan koleksi.

Seperti diketahui, Lentera App tidak hanya berperan sebagai perpustakaan digital dan pasar buku digital, tetapi juga sebagai Literary Agent yang membantu penulis dan penerbit memasarkan hak ekonomi kekayaan intelektual mereka ke berbagai bentuk media, termasuk film, lagu, audio book, atau penerbitan dalam bahasa asing. Lentera App dapat diakses di seluruh dunia dan menjalin kerja sama dengan penerbit manca negara.

Selain itu, Lentera berkomitmen untuk memberdayakan komunitas literasi di Indonesia dan mengadakan berbagai kegiatan diskusi literasi selama Indonesia International Book Fair, mulai dari diskusi tentang membangun komunitas membaca yang kuat hingga strategi mengadaptasi naskah untuk layar. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia dan memperluas cakupan literasi.

Diskusi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah narasumber ternama dari berbagai bidang, termasuk John H. McGlynn, Direktur Penerbit Yayasan Lontar, Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, Reynald, Inisiator Komunitas Book Clan, dan Annastasia Puspaningtyas, Founder & CEO Lentera. Diskusi ini dimoderatori oleh Feby Indirani, seorang Penulis dan Jurnalis.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto





Share:

Catherine Mulyana: Tumbuhkan Minat Baca Melalui Aplikasi Perpustakaan Digital BukuAku


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam upaya menumbuhkan minat membaca sejak dini, Catherine Mulyana, Chief Operating Officer BukuAku, hadir dalam konferensi pers Indonesia International Book Fair (IIBF) 2023 yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Jakarta, Senin (25/09/2023). BukuAku adalah sebuah aplikasi perpustakaan digital yang ditujukan untuk pembaca muda, mulai dari balita hingga usia 14 tahun. Tujuannya adalah memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan guna membangun cinta membaca sejak usia dini.

Dalam penjelasannya, Catherine menyebut bahwa penting untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai aktivitas yang seru dan menarik bagi anak-anak. Hal ini akan memicu rasa ingin tahu mereka dan membantu mereka menjelajahi dunia imajinasi melalui karakter-karakter dalam buku favorit mereka.

BukuAku menawarkan berbagai fitur unggulan, seperti "Read-to-me Books," yang menggunakan fitur audio untuk membuat kegiatan membaca lebih interaktif. Setiap kata yang dibaca akan diberi tanda kotak saat audio diputar, membantu anak-anak menghubungkan suara dengan teks. 

Adapun, Fitur "Dictionary Look-up" membantu menerjemahkan buku cerita anak berbahasa Inggris dengan menghubungkannya langsung dengan kamus Oxford. Terdapat juga "Quizzes" yang berisi pertanyaan dari buku yang telah dibaca untuk menguji daya ingat dan imajinasi anak-anak, serta "Badges Award" yang memberikan penghargaan digital kepada anak-anak sebagai motivasi untuk membaca lebih banyak buku di aplikasi BukuAku.

Selain menyediakan pengalaman membaca yang komprehensif, BukuAku juga memikirkan orang tua dan guru. Dengan fitur "Data Analytic for Personalized Library," orang tua dapat melihat profil anak, jumlah buku yang dibaca, total durasi membaca, dan informasi lainnya. Para guru pun dapat melihat data membaca per kelas, seperti jumlah buku yang ditugaskan dan total durasi membaca melalui fitur ini. Ada juga fitur "Classroom Assignment" yang membantu guru dalam memilih buku untuk dibaca bersama muridnya di kelas.

Lebih rinci, Catherine mengungkapkan, "Budaya membaca adalah kegiatan esensial yang perlu ditanamkan pada setiap anak, sedini mungkin. Membaca adalah proses membangun literasi sebagai jalan untuk menyingkap pengetahuan, memantik potensi, dan membentuk kualitas diri. Sudah saatnya membaca menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak-anak."

Menariknya, Aplikasi BukuAku memiliki ribuan koleksi buku yang dikurasi dari penerbit buku lokal dan internasional seperti Scholastic, Kuark Internasional, Literaloka, dan Mizan Publishing. Semua buku di aplikasi ini telah melewati proses kurasi dari tim ahli yang terdiri dari pendidik dan pengembang perpustakaan dari berbagai institusi pendidikan.

Aplikasi BukuAku dapat diakses melalui App Store dan PlayStore dengan model berlangganan secara premium. Terdapat tiga opsi berlangganan, yaitu keluarga, standard, dan sekolah, dengan harga mulai dari Rp39.000 per bulan. Melalui inovasi ini, BukuAku berperan penting dalam membantu menumbuhkan minat membaca sejak dini di kalangan anak-anak Indonesia.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




Share:

Pameran Buku IIBF 2023: Korea-Indonesia Forwards to New 50 Years


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pameran buku yang dinanti-nantikan, Indonesia International Book Fair (IIBF) 2023, akan segera dibuka mulai tanggal 27 September hingga 1 Oktober mendatang. Pameran ini tak hanya menjadi ajang pameran buku biasa, melainkan juga merayakan peringatan penting, yaitu 50 tahun hubungan diplomatik antara Korea dan Indonesia. Dengan tema "Korea-Indonesia Forwards to New 50 Years," IIBF 2023 diproyeksikan menjadi acara spektakuler yang menghadirkan beragam kejutan bagi para penggemar buku, terutama buku Korea.

"Salah satu kejutan yang paling dinantikan adalah kehadiran seorang penulis buku novel best seller asal Korea. Karya-karyanya telah menjadi pembicaraan hangat dan tak asing lagi di kalangan pecinta buku. Pengunjung IIBF 2023 akan memiliki kesempatan langka untuk bertemu langsung dan berinteraksi dengan penulis hebat ini," kata Maya, Direktur Korean Culture Center di Jakarta, Senin (25/09/2023).

Selain penulis novel, acara ini juga akan menghadirkan penulis webtoon Korea. Webtoon telah menjadi fenomena di dunia maya dan memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia. Para pengunjung dapat memperoleh wawasan unik tentang industri webtoon Korea dan mengeksplorasi karya-karya terbaru dari para penulis webtoon terkemuka.

"Korea memang dikenal sebagai negara yang kaya akan seni kaligrafi dan desain. Di IIBF 2023, Anda akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan ahli kaligrafi Korea yang akan memperkenalkan Anda pada seni tulisan indah ini. Selain itu, desainer sampul buku terkenal Korea akan berbagi pengetahuan tentang proses kreatif mereka dalam menciptakan sampul buku yang menarik dan ikonik," ungkapnya.

Puisi adalah ungkapan seni yang mendalam, dan Indonesia serta Korea memiliki warisan puisi yang kaya. Para penyair dari kedua negara akan berkumpul di IIBF 2023 untuk melakukan pembacaan puisi bersama-sama. Ini adalah kesempatan langka untuk mendengarkan puisi-puisi indah yang menggambarkan kekayaan budaya dan perasaan yang mendalam.

Menariknya, Selain pertemuan dengan para tokoh sastra dan seni Korea, IIBF 2023 juga akan menawarkan berbagai pengalaman unik seputar Korea. Pengunjung dapat mencoba bermain permainan tradisional Korea, yang akan membawa mereka lebih dekat dengan budaya dan sejarah Korea. Selain itu, akan ada berbagai kegiatan menarik lainnya yang akan diumumkan secara berkala melalui situs web dan media sosial IIBF dan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI).

Pameran buku IIBF 2023 tidak hanya menjadi acara untuk pecinta buku, tetapi juga menjadi jembatan budaya dan literasi antara Korea dan Indonesia. Tema "Korea-Indonesia Forwards to New 50 Years" merayakan hubungan yang kuat antara kedua negara dan menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua pengunjung. Segera catat tanggalnya dan siapkan diri Anda untuk merayakan dunia sastra dan budaya Korea di IIBF 2023!

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



Share:

Mengatasi Tantangan Perbukuan di Desa: Kemendes PDTT dan IKAPI Gelar Seminar 'Penguatan Literasi'


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menggelar seminar nasional bertajuk "Penguatan Literasi Desa" di Jakarta, Senin (31/07/2023). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Indonesia International Book Fair yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 September hingga 1 Oktober 2023. 

Ivanovich Agusta, Kepala Badan Pengembangan Informasi Kemendes PDTT, mengungkapkan bahwa salah satu masalah dalam perbukuan adalah bagaimana mempermudah penjualan buku dan penyediaan buku, terutama bagi masyarakat desa dan daerah terpencil. Seminar ini menjadi kesempatan untuk mencari solusi dalam hal ini. Salah satu langkah maju yang telah dicapai adalah dengan adanya e-katalog, yang mempermudah pemasukan buku ke dalam katalog tersebut. Hal ini dianggap sebagai lompatan yang bagus dan akan segera diimplementasikan.

Pentingnya literasi juga diungkapkan oleh Arys Hilman Nugraha, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia. Literasi merupakan faktor penting dalam perkembangan sebuah bangsa. Oleh karena itu, penting untuk meyakinkan masyarakat desa akan pentingnya literasi ini. Meskipun buku mungkin terlihat sederhana atau kurang canggih, namun buku menyimpan kualitas yang dapat memajukan bangsa. 

Selain itu, perkembangan ini juga didukung oleh Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2022, yang menyebutkan bahwa dana desa dapat digunakan untuk pengembangan perpustakaan dan pengadaan buku, termasuk untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini merupakan langkah visioner dalam meningkatkan literasi di Indonesia.

"Dengan adanya seminar dan dukungan pemerintah serta penerbit, diharapkan literasi di desa-desa dapat ditingkatkan. Peningkatan literasi masyarakat merupakan kunci untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia suatu bangsa," pungkasnya.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



Share:

IKAPI Gandeng Kemendes PDTT Siap Gelar Pameran Buku Bertaraf Internasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) bakal menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali menggelar pameran buku bertaraf Internasional yaitu Indonesia International Book Fair (IIBF).

IIBF yang ke-42 itu bakal digelar secara hibrid atau perpaduan antara luring dan daring selama lima hari yakni pada 9-13 November 2022 di Hall B, Jakarta Convention Center dan rencananya akan dibuka oleh Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar.

Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendes PDTT, Ivanovich Agusta menjelaskan bahwa Bapak Menteri yang akrab disapa Gus Halim sangat antusias mendukung pelaksanaan IIBF 2022 itu. Menurut Ivan, sejak awal beliau sangat fokus terhadap data dan informasi dalam pembangunan desa.

“Bapak Menteri sendiri punya minat yang sangat kuat untuk menulis sehingga sudah ada buku yang beliau terbitkan dan karena yang menerbitkan Menteri langsung menjadi kebijakan dipakai se-Indonesia contohnya SDGs Desa,” kata Ivan saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (07/11/2022).

Tidak hanya itu, lanjut Ivan, salah satu bukti bahwa Gus Halim peduli dengan dunia literasi adalah kebijakan yang memperbolehkan dana desa untuk membuat Perpustakaan Desa. Hal demikian untuk meningkatkan kualitas SDM di desa sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Berdasar kebijakan tersebut, hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar 31 ribu desa di Indonesia yang memiliki Perpustakaan Desa atau setara 42 persen dan yang aktif 28 ribu Perpustakaan Desa atau 38 persen.

“Bapak menteri masih menginginkan supaya jumlah Perpustakaan Desa itu minimal 74.960, itu sesuatu jumlah desa se-Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia IIBF 2022 Wahyu Rinanto menjelaskan, pameran buku bertaraf internasional yang telah ada sejak tahun 1980 itu akan diikuti oleh 134 peserta dari dalam maupun luar negeri dengan target jumlah pengunjung sebanyak 25.000 orang. 

“Nanti juga akan diselenggarakan Get Inspiring, Bussiness Matchmaking dan Indonesia Rights Fair atau IRF. IRF ini merupakan program khusus untuk transaksi hak cipta atau copyrights,” jelas Wahyu. 

IIBF yang mengusung tema Empowering Creative People in a Creative Way itu juga akan dimeriahkan dengan beberapa kegiatan, salah satunya adalah diskusi yang menghadirkan tokoh mulai dari pejabat, aktivis, penulis hingga jurnalis.

Adapun tokoh yang dimaksud antara lain Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar; Menteri BUMN, Erick Thohir; Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko; Asma Nadia, Eje Kim, Ashley Kim, Dahlan Iskan, Vier Abdul Jamal, dan masih banyak lagi yang lainnya. (Lak/Tha)

Share:

IKAPI Bakal Gelar Indonesia International Book Fair ke-42


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) didukung Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia akan menggelar acara Indonesia International Book Fair (IIBF) ke-42 kalinya tahun ini. Acara ini akan d selenggarakan pada Rabu hingga Minggu tanggal 09-13 November 2022 secara hibrida di Hall 8 Jakarta Convention Center dan secara daring di lokapasar Shopee. 

IIBF 2022 diikuti total 134 peserta dari dalam dan luar negeri dengan target jumlah pengunjung 25.000 orang. Pameran di Hall 8 JCC dan di lokapasar Shopee akan dimulai di waktu yang bersamaan pada hari Rabu 09 November 2022. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar akan membuka secara resmi pameran ini dalam opening ceremony yang diselenggarakan pada Rabu pagi 09 November 2022 pukul 10.00 WIB. 

Acara opening ceremony ini juga akan dihadiri presiden, Bodour Al Oasimi, dan wakil presiden, Karine Pansa, dari International Publishers Association (IPA) yang bermarkas di Geneva, Swiss. IPA adalah organisasi nirlaba yang beranggotakan asosiasi-asosiasi penerbit dari seluruh dunia, saat ini beranggotakan 86 organisasi dari 73 negara. 

IIBF kali ini akan dilaksanakan bersamaan dengan International Publishers Congress ke-33 yang merupakan agenda rutin IPA setiap dua tahun dan dihadiri para insan dan tokoh perbukuan dari seluruh dunia. Ikapi telah menjadi anggota IPA sejak tahun 1973. Pada kongres ini, IKAPI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi tuan rumah. Event ini akan diselenggarakan selama 3 hari pada 10-12 November 2022 di Fairmont Hotel, Jakarta. 

Salah satu hal yang membuat IIBF ke-42 pada tahun ini istimewa adalah situasi pandemi yang mulai membalik dan sudah tidak ada pembatasan aktivitas sehingga masyarakat lebih leluasa pergi ke tempat kerja, destinasi wisata, pasar, mal, konser, dan pameran. Situasi ini mendorong kita semua untuk menyongsong IIBF baru dengan optimisme. Meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi oleh penerbit dan pelaku industri perbukuan, Ikapi berharap IIBF 2022 dapat menjadi salah satu upaya bagi industri penerbitan di Indonesia supaya dapat bangkit, lebih kreatif, dan bergerak maju. 

“Secara tatap muka maupun daring, IIBF adalah pusat kegiatan promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi internasional bagi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, dan pendidikan, serta pelaku industri kreatif. IIBF juga merupakan ikhtiar Ikapi dalam meningkatkan minat paca di kalangan masyarakat, sebagai bagian dari gerakan literasi dan pencerdasan bangsa,” kata Ketua Umum Ikapi, Arys Hilman Nugraha, mengatakan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (07/11).

Penyelenggaraan IIBF 2022 mengusung tema Empowering Creative People in a Creative way. Menurut Ketua Panitia IBF 2022, Wahyu Rinanto, beragam acara akan diadakan untuk memeriahkan IIBF. Acara akan dimulai dengan kegiatan pre event seperti NBF Goes to Campus, IIBF Goes to School, dan IIBF Goes to Mall. 

Kemudian pada hari H, Wahyu menuturkan, acara-acara yang akan diselenggarakan mulai dari Diskusi dan Peluncuran Buku, Jumpa Penulis, Seminar/Workshop untuk insan perbukuan dan penerbitan, hingga Anugerah Ikapi (Ikapi Award), yakni penghargaan dari Ikapi yang dianugerahkan kepada penulis dan tokoh/lembaga yang memiliki dedikasi serta kontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan perbukuan atau kegiatan literasi masyarakat. 

Selain acara-acara di atas, ujar Wahyu, juga akan diselenggarakan Get Inspiring (Sharing Knowledge) from The Expert, Business Matchmaking, dan Indonesia Rights Fair (IRF). IRF merupakan program khusus untuk transaksi hak cipta (copyrights) yang diselenggarakan tanggal 11-13 November 2022. 

"Di IRF, para penerbit, penulis, serta content creator dapat saling mempromosikan buku atau karyanya, melakukan transaksi hak cipta (copyrights) agar buku dan karyanya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, melakukan kerja sama penerbitan bersama (co-publishing), serta kerja sama dalam berbagai hal. Panitia juga akan memberikan fasilitas penggunaan meeting room bagi peserta IRF selama 2 jam untuk melakukan business meeting dengan client," pungkasnya. (Arianto)

Share:

NPC Gelar Sayembara Menulis "Memori Kemanusiaan"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Hari Kemanusiaan Sedunia atau yang dikenal sebagai World Humanitarian Day diperingati setiap tahun pada tanggal 19 Agustus untuk memberikan penghormatan kepada pekerja kemanusiaan yang mempertaruhkan diri mereka di bidang pelayanan kemanusiaan, bahkan terluka dan terbunuh dalam melaksanakan tugas-tugas mereka untuk memberikan perlindungan dan menyelamatkan jiwa orang-orang yang paling membutuhkan.

19 Agustus ditetapkan untuk mengenang serangan bom yang terjadi pada 19 Agustus 2003 di Hotel Canal di Baghdad, Irak, yang menewaskan 22 orang, termasuk kepala kemanusiaan di Irak, Sergio Vieira de Mello. 

Pada tahun 2009, Majelis Umum PBB meresmikan hari itu sebagai Hari Kemanusiaan Sedunia.

Dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia, Nusantara Palestina Center (NPC) mengajak Warga Negara Indonesia di manapun berada untuk turut serta mengikuti sayembara kontributif menulis "Memori Kemanusiaan," Kamis, (19/8/2021).

Pekerja kemanusiaan menjadi salah satu tujuan besar dari diciptakannya manusia. Dan pekerjaan itu memiliki manfaat dan pelayanan bagi umat manusia yang merupakan salah satu tindakan ibadah tertinggi dan terbaik.

Maka dari pada itu, kepada para aktivis dan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang di dalam dan di luar negeri untuk dapat menyumbangkan tulisan yang berisi pengalaman berharga dan menarik dalam menjalankan misi atau tugas kemanusiaan. 

Ceritakan pengalaman terbaik dan paling berharga sebagai relawan atau aktivis kemanusiaan. 

Cerita ini akan diangkat dalam sebuah buku bertajuk "Memori Kemanusiaan"

Berikut ini syarat dan kriteria dalam buku "Memori Kemanusiaan"

Syarat Penulisan

1. Naskah asli, bukan plagiat, belum pernah dipublikasikan, serta tidak bermuatan SARA.
2. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dengan format:
- Times New Roman
- Ukuran huruf 12 pt
- Spasi 1,5
- Ukuran kertas A4
- Panjang tulisan 2000 - 3000 kata
3. Naskah dikirimkan beserta lampiran foto pendukung atau kegiatan (jika ada) maksimal 2 foto ke email antologi.npc@gmail.com dengan subjek Memori Kemanusiaan_Nama Peserta.
4. Naskah terpilih akan menjadi milik NPC untuk diterbitkan pada tanggal 28 Oktober bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda.

Syarat Peserta

1. Peserta merupakan Warga Negara Indonesia tanpa Batasan usia dan domisili.
2. Memiliki pengalaman sebagai aktivis atau relawan kemanusiaan di lembaga/organisasi  sosial, komunitas, maupun yayasan.
3. Peserta wajib mengikuti minimal satu media sosial NPC berikut:
a.Instagram: @npc.or.id
b.Facebook: Nusantara Palestina Center
c.Twitter: @npc_id
4. Link pendaftaran: bit.ly/MemoriKemanusiaan

Narahubung: 0812-9694-6445

#MemoriKemanusiaan #BukuParaRelawan #BukuNPC #WorldHumanitarianDay. (Arianto)


Share:

Bazar Buku Big Bad Wolf Hadir Eksklusif di Tokopedia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Bazar Buku Big Bad Wolf akan hadir kembali di Official Store Tokopedia pada 1-4 Februari 2011, dengan datangnya tahun baru serta hari kasih sayang, Big Bad Wolf Books Sale Online datang dengan koleksi buku pilihan yang didiskon tiada ampun hingga 90%, nikmati juga sesi perburuan seru dan penuh kejutan! 

FLASH SALE 3 kali sehari (termasuk midnight flash sale), NEW ARRIVALS, SPECIAL TITLES dalam 2 kali Live shopping di Tokopedia Play dan tambahan diskon hingga 10% menggunakan produk BCA (info lanjut bca.co.id/bbwonline).

Presiden Direktur Big Bad Wolf  Indonesia, Hadriani Uli T.I. Silalahi yang kini dikenal sebagai Ibu Buku mengatakan, “Kini kita sudah memasuki tahun baru 2021, tahun yang baru, semangat yang baru, walaupun dalam masa pandemic covid 19 yang masih harus kita jalani. Tingkat literasi Indonesia memang mengalami kenaikan dalam masa pandemic ini.

"Untuk itu, Bazar Buku Big Bad Wolf tetap konsisten pada misinya yaitu menggalakkan budaya membaca sejak dini, terus berusaha untuk meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses yang lebih mudah untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan," kata Ibu Buku dalam keterangan tertulisnya. Senin (01/02)

AVP of Category Development for FMCG & Long Tail Categories Tokopedia, Jessica Stephanie Jap, mengungkapkan, “Menjelang akhir 2020 lalu, kami melihat antusiasme masyarakat dalam membaca terus meningkat. Terlihat dari peningkatan transaksi pada kategori Buku di Tokopedia sebesar hampir 2,5x lipat. Kenaikan ini didorong oleh sejumlah inisiatif yang dihadirkan oleh para mitra strategis bersama Tokopedia, salah satunya Big Bad Wolf melalui Bazar Buku Big Bad Wolf. ”

“Kolaborasi eksklusif dengan Big Bad Wolf pada kesempatan ini masih sejalan dengan komitmen kami untuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam mempermudah masyarakat meningkatkan literasi, serta pendidikan masyarakat secara umum, lewat pemanfaatan teknologi,” tambah Jessica.

Menariknya, lanjut Jessica, Akan ada banyak kejutan bagi para wolfies dari Sabang sampai Merauke, stok buku lebih banyak, aktifitas bazar lebih seru, diskon lebih besar dan fasilitas Bebas Ongkir ke seluruh Indonesia. 

Selain itu, imbuhnya, Lebih untung menggunakan produk BCA dan dapatkan diskon tambahan 10% untuk pembelanjaan minimal 1 juta rupiah, dan diskon 5% untuk pembelanjaan minimal 200 ribu rupiah. Jangan lupa juga untuk mendownload aplikasi Tokopedia untuk berburu buku favoritmu. Segera dapatkan persembahan ilmu bagi orang tersayangmu di hari kasih sayang nanti.

Buku adalah jendela dunia! "Sebarkan berita ini kepada teman-teman serta keluargamu dan jangan lewatkan kesempatan untuk membeli buku secara online," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Big Bad Wolf Hadir 1-7 Desember 2020 di Tokopedia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bazar Buku Big Bad Wolf kembali hadir di Official Store Tokopedia pada tanggal 1-7 Desember 2020, dengan koleksi buku pilihan yang didiskon tiada ampun hingga 90% dan nikmati juga sesi perburuan seru dan penuh kejutan! 

Menariknya, ada Midnight Flash Sale, Gift With Purchase, Special Bundle dalam Live Shopping di Tokopedia Play, tambahan Diskon hingga 10% menggunakan produk BCA dan bebas ongkos kirim ke seluruh penjuru Indonesia.

Presiden Direktur Big Bad Wolf  Indonesia, Hadriani Uli T.I. Silalahi yang kini dikenal sebagai Ibu Buku mengatakan, “Bazar Buku Online Big Bad Wolf hadir berpegang pada misinya untuk menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses yang lebih mudah untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan sehingga dapat meningkatkan literasi dan mencerdaskan bangsa. 

"Dan yang pasti, Buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya, mari kita bersama sama rajin membaca, untuk memajukan bangsa Indonesia." kata Ibu Buku dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (28/11)

Disaat yang sama, AVP of Business Tokopedia, Jessica Stephanie Jap, mengungkapkan, Keadaan pandemi saat ini ternyata mendorong masyarakat lebih banyak membaca selama di rumah. Ada beberapa kategori Buku di Tokopedia seperti buku tentang pengembangan diri, pendidikan, religi dan buku fiksi yang menjadi produk yang paling populer.

Melihat antusiasme tersebut, kata Jessica, Tokopedia kembali berkolaborasi dengan Bazar Buku Online Big Bad Wolf sebagai komitmen kami untuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai pilihan buku yang lebih banyak lagi untuk menunjang kegiatan membaca bersama keluarga selama di rumah. 

"Harapannya, kolaborasi eksklusif ini dapat meningkatkan literasi, serta pendidikan masyarakat secara umum, lewat pemanfaatan teknologi," ungkap Jessica.  

Selain itu, tambah Jessica, ada banyak kejutan bagi para wolfies dari Sabang sampai Merauke, stock buku dua kali lebih banyak, aktivitas bazar lebih seru, diskon lebih besar dan bebas ongkir ke seluruh Indonesia. 

Selanjutnya juga diharapkan, menggunakan produk BCA dan dapatkan diskon tambahan 10% untuk pembelanjaan minimal 1 juta rupiah, dan diskon 5%  untuk pembelanjaan minimal 200 ribu rupiah. 

"Buku adalah jendela dunia! So, yuk! kunjungi Tokopedia untuk berburu buku favoritmu," pungkasnya. (Arianto)

 

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional berita Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PLN PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini