![]() |
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp161 miliar sepanjang 2026. Dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit melalui program penanaman baru, replanting, perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta pengadaan aset tetap.
Rencana capex GZCO 2026 untuk replanting dan aset tetap itu disampaikan Direktur Keuangan, Pajak & Akuntansi GZCO, Yongki Tedja, dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (10/6/2026). Perseroan menilai investasi tersebut penting untuk menjaga produktivitas kebun dan mendukung operasional jangka panjang.
Mayoritas Capex Dialokasikan untuk Pengembangan Kebun
Yongki menjelaskan, dari total anggaran Rp161 miliar, sekitar Rp93 miliar akan digunakan untuk penanaman baru, kegiatan replanting, dan perawatan tanaman masa TBM. Sementara itu, Rp68 miliar lainnya dialokasikan untuk pembelian aset tetap yang mendukung kegiatan operasional perusahaan.
Strategi tersebut dilakukan di tengah tantangan yang masih dihadapi industri kelapa sawit, terutama terkait fluktuasi harga komoditas dan dinamika permintaan pasar.
Kinerja Kuartal I 2026 Tertekan
Di sisi kinerja keuangan, Yongki menjelaskan, GZCO mencatat penjualan sebesar Rp139,42 miliar pada kuartal I 2026. Angka tersebut turun 35,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp215,68 miliar.
Penurunan terdalam berasal dari penjualan crude palm oil (CPO) yang merosot 51,43 persen menjadi Rp73,02 miliar dari sebelumnya Rp150,36 miliar. Sementara penjualan produk kernel juga turun 26,31 persen menjadi Rp19,2 miliar dibandingkan Rp26,05 miliar pada kuartal I 2025.
Melemahnya pendapatan berdampak pada profitabilitas perusahaan. GZCO membukukan rugi bersih Rp4,86 miliar pada tiga bulan pertama 2026. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, emiten perkebunan sawit tersebut masih mencatat laba bersih sebesar Rp6,67 miliar.
Kondisi Aset dan Permodalan
Per Maret 2026, Yongki menuturkan, total aset GZCO tercatat sebesar Rp2,16 triliun, turun tipis 1,01 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,19 triliun.
Adapun total liabilitas perusahaan mencapai Rp943,15 miliar, sedangkan ekuitas tercatat sebesar Rp1,23 triliun. Dengan dukungan struktur permodalan tersebut, perseroan tetap melanjutkan agenda investasi melalui capex GZCO 2026 untuk replanting dan aset tetap guna memperkuat fondasi bisnis di tengah tekanan kinerja jangka pendek.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
































