Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia secara resmi dideklarasikan di Islamic Culture Center (ICC) Jakarta, Selasa (28/4/2026). Sebanyak 25 tokoh menandatangani deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat hubungan sosial, budaya, pendidikan, hingga kerja sama internasional antara Indonesia dan Iran.
Deklarasi dibacakan langsung oleh Ketua Panitia Jalaluddin Tapau Jahidin. Forum ini menegaskan posisinya sebagai gerakan masyarakat sipil yang mendorong perdamaian dunia, perdagangan global, dakwah internasional, serta penguatan pendidikan dan teknologi.
Deklarasi Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia
Dalam naskah deklarasi, poin pertama menegaskan komitmen menjaga dan mengawal perdamaian dunia yang kekal dan abadi. Pesan ini menjadi dasar utama pembentukan forum tersebut.
Poin kedua menyoroti kesiapan membangun kerja sama di bidang perdagangan global. Langkah ini dinilai penting karena hubungan antarnegara hari ini tidak hanya ditentukan diplomasi politik, tetapi juga kekuatan ekonomi masyarakat.
Poin ketiga deklarasi menyebut kerja sama untuk melakukan dakwah internasional. Jalaluddin menilai hubungan keislaman antara Iran dan Indonesia memiliki akar sejarah panjang yang perlu diperkuat lewat ruang dialog terbuka.
“Ini bukan government, tetapi murni dari masyarakat, tidak mewakili pemerintah. Kita ingin membentuk Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia,” ujar Jalaluddin.
Menurut dia, pemilihan kata “masyarakat” menegaskan semangat musyawarah dan ukhuwah, bukan agenda politik praktis.
Fokus Pendidikan, Teknologi, dan Peradaban
Poin keempat deklarasi menegaskan kesiapan bekerja sama di bidang pendidikan dan teknologi. Jalaluddin menyebut sektor ini menjadi fondasi penting untuk hubungan jangka panjang yang lebih konkret.
Banyak kerja sama gagal karena berhenti di seremoni. Pendidikan dan teknologi justru menjadi ukuran apakah sebuah persaudaraan benar-benar dibangun atau hanya berhenti di spanduk acara.
Poin kelima bahkan lebih besar: menjadikan Iran dan Indonesia sebagai pusat budaya dan peradaban dunia. Gagasan ini memang ambisius, tetapi bukan sesuatu yang mustahil jika ditopang kerja nyata.
Dalam forum itu, peserta juga menekankan pentingnya pertukaran gagasan lintas budaya agar hubungan kedua negara tidak hanya bersifat simbolik.
Deklarasi ini diharapkan menjadi awal bagi kolaborasi yang lebih luas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga penguatan posisi budaya Iran dan Indonesia di tingkat global.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto






























