Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Pekanbaru menyerahkan bantuan peralatan sekolah berupa tas dan buku kepada Ayla Azzuhra Balqis, seorang siswi kurang mampu di Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru, Minggu (5/7/2026).
Langkah sosial ini diambil setelah DPC GRIB Jaya Pekanbaru berhasil mengadvokasi pemenuhan hak pendidikan Ayla yang sempat dinyatakan tidak lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Intervensi Kemanusiaan untuk Korban Sistem Zonasi
Ayla merupakan putri kandung dari pasangan Abdul Manan, seorang buruh harian pasar, dan Nurhalizah, buruh pengupas jengkol berpenghasilan Rp40 ribu per hari.
Kondisi finansial yang memprihatinkan tersebut sempat membuat cita-cita Ayla untuk mendalami bidang Tata Boga di SMK Negeri 3 Pekanbaru hampir pupus setelah gagal dalam penyaringan reguler. Kedua orang tuanya mengaku sama sekali tidak memiliki kemampuan finansial untuk mengalihkan putri mereka ke sekolah swasta.
Merespons ketimpangan sosial tersebut, jajaran pengurus DPC GRIB Jaya Pekanbaru melakukan penelusuran lapangan dan verifikasi faktual bersama Dinas Pendidikan Riau. Berdasarkan data valid mengenai kemiskinan ekstrem keluarga tersebut, Dinas Pendidikan Riau akhirnya mengeluarkan rekomendasi khusus agar Ayla dapat diterima di SMK Negeri 3 Pekanbaru melalui pemenuhan hak afirmasi pendidikan.
Konsistensi Transformasi Gerakan Sosial Ormas
Sebagai bentuk syukur atas kepastian hak belajar tersebut, Ketua DPC GRIB Jaya Pekanbaru, S. Hondro, bersama Ketua DPC Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru, Nurhayati, mengantarkan langsung perlengkapan belajar ke kediaman penerima manfaat.
"Ini merupakan bagian dari visi dan misi GRIB Jaya untuk meningkatkan peran organisasi di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui kepedulian terhadap dunia pendidikan," ujar S. Hondro, Ketua DPC GRIB Jaya Pekanbaru.
Hondro menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen penuh menghapus stigma negatif dan tindakan anarkis yang kerap melekat pada organisasi kemasyarakatan. Ia menekankan pentingnya kehadiran konkret yang menawarkan rasa aman serta kemanfaatan riil bagi kelompok marjinal.
Ketua DPC Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru, Nurhayati, selaku inisiator gerakan kemanusiaan ini turut memberikan motivasi psikologis.
Nurhayati menegaskan jajarannya siap melakukan pendampingan berkala guna memastikan seluruh hak konstitusional Ayla selaku peserta didik prasejahtera terpenuhi secara utuh selama masa studi di SMK Negeri 3 Pekanbaru.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#GRIBJayaPekanbaru #SMKN3Pekanbaru #SPMBSMKRiau2026 #BantuanSekolah #DinasPendidikanRiau #SHondro #AylaAzzuhraBalqis #AdvokasiPendidikan #PekanbaruHariIni #SrikandiGRIBJaya




























