Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Revolusi AI Dorong Inovasi, Munculkan Tantangan Baru


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memasuki fase baru yang mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, hingga mengelola bisnis. Dampak kecerdasan buatan terhadap dunia kerja dan industri kini menjadi perhatian utama karena teknologi tersebut tidak lagi terbatas pada laboratorium penelitian, melainkan telah menjadi fondasi transformasi digital global.

Percepatan perkembangan AI terjadi setelah hadirnya model berbasis Transformer yang mampu memproses dan memahami konteks informasi secara lebih komprehensif dibanding generasi teknologi sebelumnya. Kemampuan ini menjadi dasar lahirnya berbagai model AI modern yang digunakan untuk penerjemahan bahasa, pembuatan konten, analisis data, hingga pengolahan dokumen dalam skala besar.

Demokratisasi AI Percepat Inovasi Global

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan juga didorong oleh munculnya platform kolaboratif seperti Hugging Face yang menyediakan akses terbuka terhadap model AI, dataset, dan berbagai perangkat pengembangan. Kehadiran ekosistem terbuka tersebut mempercepat inovasi karena peneliti, pengembang, dan perusahaan dapat berkolaborasi tanpa hambatan yang signifikan.

Model pengembangan terbuka ini memperluas akses terhadap teknologi AI sehingga tidak lagi didominasi oleh perusahaan teknologi besar semata.

AI Masuk ke Berbagai Sektor Strategis

Transformasi digital berbasis AI kini menjangkau berbagai sektor. Dalam jaringan komputer, AI digunakan untuk memprediksi gangguan, mengoptimalkan lalu lintas data, dan mengotomatisasi konfigurasi sistem.

Di bidang keamanan siber, AI berperan dalam mendeteksi anomali, mengidentifikasi ancaman, hingga merespons serangan secara otomatis. Sementara pada sektor cloud computing dan Internet of Things (IoT), teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi operasional melalui analisis data dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Peluang dan Tantangan Dunia Kerja

Kemajuan AI menghadirkan dua konsekuensi sekaligus. Di satu sisi, otomatisasi berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan rutin di sektor manufaktur, transportasi, dan layanan pelanggan. Bahkan profesi berbasis pengetahuan mulai merasakan dampak perubahan tersebut.

Namun di sisi lain, muncul berbagai profesi baru seperti AI Trainer, Prompt Engineer, AI Ethicist, dan AI Transparency Analyst. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan sekadar hilangnya pekerjaan, melainkan perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja.

Ancaman Keamanan dan Persoalan Etika

Meningkatnya penggunaan AI juga melahirkan risiko baru, mulai dari manipulasi sistem melalui prompt injection, pencurian model, hingga kebocoran informasi sensitif. Selain itu, isu bias algoritma, diskriminasi otomatis, dan perlindungan data pribadi menjadi perhatian penting dalam pengembangan teknologi AI.

Karena itu, keberhasilan implementasi kecerdasan buatan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh regulasi, tata kelola, pendidikan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan. Di tengah pesatnya transformasi digital, keseimbangan antara inovasi dan perlindungan publik menjadi faktor krusial untuk memastikan AI memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat global.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Diskusi Publik Bahas Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis


Duta Nusantara Merdeka | Banten
Peran pemuda mengawal transparansi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus dalam Diskusi Publik 2026 yang akan digelar di Aula Kampus Institut Banten, Kota Serang, Senin (1/6/2026). Forum tersebut menghadirkan sejumlah aktivis mahasiswa dan tokoh kepemudaan untuk membahas pentingnya pengawasan masyarakat terhadap implementasi program strategis pemerintah.

Kegiatan ini bertujuan membangun ruang dialog yang kritis sekaligus konstruktif terkait akuntabilitas Program MBG, yang saat ini menjadi salah satu agenda prioritas dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pemuda Dinilai Memiliki Peran Strategis

Penyelenggara menilai generasi muda dan mahasiswa tidak dapat hanya menjadi pengamat dalam proses penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan publik. Sebaliknya, kelompok ini memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai prinsip transparansi, efektivitas, dan tepat sasaran.

Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya pengawasan publik sebagai instrumen untuk menjaga integritas tata kelola pemerintahan. Transparansi dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara.

Forum Dialog tentang Akuntabilitas Program MBG

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Mereka adalah Nana Supriatna selaku Ketua BEM Institut Banten periode 2025-2026, Bagas Yulianto sebagai Founder Pemuda Berdampak, Yogi Syahputra Alaydrus yang menjabat Koordinator Pusat BEM PTMA se-Indonesia, serta M. Nurul Hakim selaku Ketua Umum Permahi Banten periode 2025-2026.

Para pembicara dijadwalkan membahas berbagai aspek pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari transparansi penggunaan anggaran, mekanisme distribusi manfaat, hingga partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi program.

Mendorong Budaya Pengawasan Partisipatif

Forum ini juga menjadi upaya memperkuat budaya pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda. Dengan keterlibatan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, implementasi Program MBG diharapkan dapat berjalan lebih terbuka, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penyelenggara menegaskan bahwa transparansi akan memperkuat kepercayaan publik, sementara akuntabilitas menjadi kunci terciptanya program yang berdampak dan berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Fenomena Elephant Curve: Saat Pertumbuhan Ekonomi Tak Dinikmati Merata


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pertumbuhan ekonomi global selama beberapa dekade terakhir telah mengangkat ratusan juta orang keluar dari kemiskinan. Namun di balik pencapaian tersebut, muncul pertanyaan besar yang terus menjadi perdebatan para ekonom: mengapa banyak masyarakat justru merasa tertinggal ketika dunia semakin makmur?

Salah satu penjelasan yang sering digunakan adalah konsep elephant curve atau kurva gajah. Grafik ekonomi ini menunjukkan bagaimana manfaat globalisasi tidak tersebar merata kepada seluruh kelompok masyarakat. Bentuknya menyerupai seekor gajah, dengan bagian punggung yang menggambarkan lonjakan pendapatan kelompok tertentu dan belalai yang menjulang tinggi mewakili kelompok paling kaya di dunia.

Globalisasi Mengangkat Asia, Tetapi Tidak Semua Menang

Sejak dekade 1980-an, dunia memasuki era globalisasi yang ditandai dengan meningkatnya perdagangan internasional, perpindahan industri lintas negara, serta perkembangan teknologi informasi. Perusahaan mulai membangun rantai pasok global, memproduksi barang di berbagai negara untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

Perubahan ini memberi dampak besar bagi negara-negara berkembang. Kawasan industri tumbuh pesat di China, India, dan Asia Tenggara. Jutaan pekerja memperoleh kesempatan kerja yang sebelumnya sulit diakses, sementara tingkat kemiskinan turun secara signifikan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa globalisasi berhasil mempersempit kesenjangan ekonomi antarnegara. Namun keberhasilan itu tidak otomatis mengurangi ketimpangan di dalam masing-masing negara.

Kelas Menengah Negara Maju Merasa Kehilangan

Kelompok yang paling merasakan tekanan justru banyak berasal dari kelas menengah bawah di negara-negara maju. Selama puluhan tahun mereka menikmati stabilitas pekerjaan di sektor industri, upah yang relatif terjaga, serta biaya hidup yang masih terjangkau.

Situasi berubah ketika banyak pabrik berpindah ke negara dengan biaya tenaga kerja lebih murah. Bersamaan dengan itu, perkembangan teknologi menggantikan sejumlah pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang.

Keuntungan ekonomi kemudian lebih banyak terkonsentrasi pada perusahaan multinasional, sektor keuangan, dan kelompok yang menguasai teknologi. Akibatnya, sebagian masyarakat merasa tidak lagi memperoleh manfaat yang setara dari pertumbuhan ekonomi global.

Ancaman Baru Bernama AI

Negara berkembang pun menghadapi tantangan baru. Setelah berhasil menjadi pusat manufaktur, mereka dituntut naik kelas menjadi pusat inovasi dan teknologi.

Kini ancaman tidak lagi sekadar relokasi pabrik, melainkan otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI). Jika globalisasi dahulu memindahkan pekerjaan fisik ke negara lain, AI berpotensi menggantikan sebagian pekerjaan berbasis pengetahuan.

Meski bentuk ancamannya berbeda, kekhawatiran yang muncul tetap serupa: hilangnya kepastian kerja dan menurunnya peluang ekonomi di masa depan.

Pada akhirnya, elephant curve dan ketimpangan ekonomi global tidak hanya berbicara tentang angka pertumbuhan. Grafik tersebut juga menggambarkan perasaan masyarakat modern yang menghadapi perubahan cepat, ketidakpastian pekerjaan, dan kekhawatiran apakah generasi
berikutnya masih dapat hidup lebih baik dibanding generasi saat ini.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Bakti Sosial Seskoad Bantu Panti Asuhan dan Dokumen Anak


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
Program bakti sosial Seskoad untuk anak panti asuhan Bandung kembali digelar melalui kegiatan Karya Bakti dan Bakti Sosial yang menjadi bagian dari Program Kerja dan Anggaran TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di sejumlah panti asuhan di Kabupaten Bandung pada Sabtu (30/5/2026) itu difokuskan pada perbaikan fasilitas panti, pendampingan administrasi kependudukan anak, serta penyuluhan pendidikan karakter.

Melalui program tersebut, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) berupaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak panti asuhan sekaligus memperkuat akses mereka terhadap layanan publik yang memerlukan dokumen identitas resmi.

Rehabilitasi Panti Asuhan dan Penguatan Fasilitas

Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan di Panti Asuhan Katresna dan Panti Asuhan Al-Aqwam yang berada di kawasan Rancamanyar, Kabupaten Bandung. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi anak-anak yang tinggal di panti.

Selain mendukung kelayakan bangunan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengasuhan dan kesejahteraan penghuni panti dalam jangka panjang.

Fasilitasi Akta Kelahiran dan KIA

Seskoad juga memberikan pendampingan pembuatan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak-anak asuh di Panti Asuhan Katresna Rancamanyar, Panti Asuhan Alfitroh Bojongsoang, serta Panti Asuhan Taman Harapan di Jelekong.

Kepemilikan dokumen kependudukan dinilai penting karena menjadi syarat utama untuk memperoleh berbagai layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga administrasi publik lainnya. Melalui langkah tersebut, anak-anak panti diharapkan memiliki perlindungan hukum dan akses layanan yang lebih baik.

Penyuluhan Karakter dan Literasi Digital

Tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan administrasi, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan mengenai pembinaan mental, wawasan bela negara, kesehatan, serta penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Program Karya Bakti dan Bakti Sosial tersebut menjadi wujud kepedulian TNI AD terhadap masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga. Seskoad berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak panti asuhan serta mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki peluang masa depan yang lebih baik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Waisak 2570 BE, Kevin Wu Ajak Warga Jakarta Perkuat Harmoni


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam rangka memperingati Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kehidupan sosial yang harmonis di Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut merayakan Tri Suci Waisak yang tahun ini mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.

Menurut Kevin, nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Waisak tidak hanya relevan bagi umat Buddha, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang hidup dalam keberagaman. Ia menilai semangat Dharma dapat menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama antarkelompok masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang.

“Semua warga diajak untuk merayakan Tri Suci Waisak yang membawa kedamaian ini. Dengan tema Dharma Menjaga Perdamaian Dunia, setiap orang, dan bukan hanya umat Buddhist saja diundang untuk bekerjasama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis ke depannya,” ujar Kevin.

Apresiasi Dekorasi dan Festival Waisak Jakarta

Kevin juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ikut menyemarakkan perayaan Waisak melalui Festival Illumination of Jakarta: Glow of Peace. Program tersebut menghadirkan berbagai instalasi dan dekorasi bertema Waisak di sejumlah ruang publik ibu kota, termasuk kawasan Bundaran HI.

Menurutnya, penggunaan ruang publik untuk menampilkan simbol dan ornamen budaya menjadi langkah positif dalam memperkenalkan keberagaman yang menjadi identitas Jakarta. Selain mempercantik wajah kota, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat pesan inklusivitas dan toleransi di tengah masyarakat.

“Langkah Pemprov DKI turut memeriahkan perayaan Waisak ini patut diapresiasi. Karena tidak hanya itu mempercantik jalanan-jalanan Jakarta saja, tetapi juga mempromosikan keberagaman dan kehidupan inklusif di ibukota,” kata Kevin.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kevin menilai festival bertema budaya dan keagamaan juga memiliki dampak ekonomi yang positif. Kehadiran masyarakat untuk menikmati berbagai atraksi diyakini dapat menggerakkan aktivitas usaha dan meningkatkan daya tarik Jakarta bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia menambahkan, konsistensi penyelenggaraan acara semacam itu berpotensi memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang terbuka terhadap keberagaman budaya.

Menutup pernyataannya, Kevin berharap perayaan Waisak 2570 BE dapat membawa ketenangan bagi masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi hingga dinamika sosial. Ia optimistis semangat perdamaian yang diusung dalam Waisak dapat membantu mewujudkan Jakarta yang lebih aman, nyaman, harmonis, dan sejahtera pada masa mendatang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Djamari Chaniago: Sinergi Forkopimda Jadi Fondasi Stabilitas dan Pembangunan Daerah


Duta Nusantara Merdeka | Kendari
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa sinergi Forkopimda menjaga stabilitas daerah merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Djamari saat memberikan arahan kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sulawesi dalam kegiatan silaturahmi bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sabtu (30/5/2026).

“Pembangunan tidak mungkin berjalan apabila daerah tidak kondusif. Selain itu, pembangunan juga tidak akan berhasil tanpa kekompakan seluruh unsur yang ada di daerah,” ujar Djamari di hadapan kepala daerah, pimpinan TNI-Polri, kejaksaan, dan unsur Forkopimda.

Stabilitas Daerah Menjadi Syarat Utama Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga menyampaikan apresiasi Presiden Prabowo Subianto kepada kepala daerah dan Forkopimda yang dinilai berhasil menjaga keamanan wilayah sehingga program pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di daerah harus segera diidentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut dinilai penting mengingat tantangan yang dihadapi daerah tidak hanya berasal dari persoalan domestik, tetapi juga dipengaruhi dinamika geopolitik global.

“Kalau ada masalah, segera cari akar persoalannya dan selesaikan di daerah. Pemerintah pusat terus berupaya agar dampak kondisi global tidak terlalu dirasakan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Dorong Ketahanan Daerah dan Kualitas SDM

Djamari menjelaskan pemerintah saat ini menjalankan berbagai program strategis untuk memperkuat ketahanan nasional dan daerah. Beberapa di antaranya adalah menjaga keberlanjutan BBM bersubsidi, pembangunan batalyon teritorial, pembentukan Koperasi Merah Putih, pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga Program Sekolah Rakyat.

Menurut dia, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif di masa depan.

Tito Karnavian: Keamanan adalah Fondasi Pembangunan

Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian menegaskan bahwa keamanan merupakan prasyarat utama pembangunan. Ia mengingatkan agar forum Forkopimda terus diaktifkan melalui komunikasi rutin dan penguatan hubungan antarpemangku kepentingan.

“Mewujudkan keamanan adalah bagian dari hasil kekompakan Forkopimda. Forum ini harus terus dihidupkan dan diperkuat, baik secara formal maupun informal,” ujar Tito.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan data BPS, seluruh wilayah Indonesia mencatat tren pertumbuhan positif, termasuk Sulawesi yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sulawesi menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dan memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Amalia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, para gubernur, bupati, wali kota, pimpinan Forkopimda se-Sulawesi, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, serta Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Hubungan Toxic Sering Bersembunyi di Balik Rasa Sayang, Ini Penyebabnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa hubungan harus dipertahankan apa pun yang terjadi. Nasihat seperti "jangan menyerah pada orang yang kita sayangi" atau "persahabatan sejati tidak pernah pergi" terdengar bijak. Namun dalam praktiknya, tidak semua hubungan membawa kebaikan. Sebagian justru menguras energi, melukai mental, dan perlahan merusak kepercayaan diri.

Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara hubungan yang sedang mengalami masalah dan hubungan toxic. Keduanya sering terlihat mirip di permukaan, tetapi dampaknya sangat berbeda terhadap kehidupan seseorang.

Tidak Semua Hubungan yang Tidak Sehat Bersifat Toxic

Dalam kehidupan sehari-hari, konflik dalam hubungan merupakan hal yang lumrah. Pasangan bisa memiliki gaya komunikasi berbeda. Sahabat bisa saling mengecewakan. Anggota keluarga pun kadang gagal memenuhi harapan.

Saya pernah mendengar seorang teman mengeluhkan hubungannya yang penuh salah paham. Mereka sering bertengkar karena hal kecil. Namun setelah berbicara terbuka, masalah perlahan membaik. Situasi seperti ini memang tidak sehat, tetapi belum tentu toxic.

Hubungan yang tidak sehat biasanya ditandai rasa tidak puas, komunikasi yang buruk, atau kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Meski begitu, masih ada ruang untuk perbaikan apabila kedua pihak mau berubah.

Ketika Manipulasi dan Kekerasan Mulai Menguasai Hubungan

Kondisinya berbeda pada hubungan toxic. Dampaknya jauh lebih dalam karena mampu mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri maupun orang lain.

Menurut Tiera Couch, pekerja sosial klinis berlisensi yang banyak menangani trauma relasional dan trauma lintas generasi, hubungan toxic merupakan bentuk hubungan yang membawa pengaruh negatif secara kuat dan terus-menerus.

"Ketika seseorang menghadirkan kekerasan, manipulasi, atau pelecehan emosional dalam hubungan, dampaknya dapat mengubah korban dalam jangka panjang," jelas Couch.

Manipulasi dapat membuat seseorang kehilangan rasa aman. Kekerasan dapat memicu trauma berkepanjangan. Sementara pelecehan emosional sering kali menghancurkan rasa percaya diri hingga membutuhkan proses pemulihan bertahun-tahun.

Mengapa Banyak Orang Sulit Keluar?

Masalahnya, hubungan toxic jarang dimulai dengan keburukan. Pada awalnya, hubungan sering tampil dalam bentuk perhatian, kasih sayang, dan janji-janji manis.

Perubahan biasanya terjadi perlahan. Ketika pola manipulasi mulai terlihat, ikatan emosional sudah telanjur terbentuk. Banyak orang akhirnya bertahan karena takut sendirian, berharap pasangan berubah, atau merasa telah menginvestasikan terlalu banyak waktu dalam hubungan tersebut.

Padahal, hubungan yang sehat seharusnya menghadirkan rasa hormat, kejujuran, kepercayaan, dan ruang bagi masing-masing individu untuk berkembang.

Pada akhirnya, cinta bukan sekadar bertahan dalam segala keadaan. Cinta yang sehat membantu seseorang tumbuh menjadi versi terbaik dirinya. Ketika sebuah hubungan terus-menerus merampas kebahagiaan, merusak harga diri, dan menghambat perkembangan hidup, memilih menyelamatkan diri bukanlah tindakan egois. Justru itulah bentuk keberanian yang paling rasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Majelis Etik Ombudsman Rampungkan Pemeriksaan Hery Susanto


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Majelis Etik Ombudsman RI menyatakan telah menuntaskan seluruh tahapan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik Hery Susanto sebagai Ketua Ombudsman RI periode 2026–2031. Saat ini, tim etik tengah memasuki fase perumusan rekomendasi dan usulan sanksi yang akan disampaikan kepada pimpinan Ombudsman dalam waktu dekat.

Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Prof. Jimly Asshiddiqie, menjelaskan bahwa proses klarifikasi dan pemeriksaan telah selesai dilakukan. Fokus berikutnya adalah menyusun kesimpulan akhir berdasarkan fakta, dokumen, dan keterangan yang telah dihimpun selama proses pemeriksaan berlangsung.

Majelis Etik Susun Rekomendasi Sanksi

Dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026), Jimly mengatakan Majelis Etik masih memberikan kesempatan terakhir kepada Hery Susanto untuk menyampaikan jawaban tertulis sebagai bagian dari hak pembelaan diri.

"Kami masih menunggu jawaban tertulis dari Terlapor atas nama Hery Susanto. Terakhir kami tunggu sampai hari ini," ujar Jimly.

Menurutnya, mekanisme etik memiliki prosedur yang berbeda dengan proses pidana sehingga Majelis Etik tidak harus menunggu perkembangan penegakan hukum untuk mengambil keputusan internal. Penilaian etik dilakukan berdasarkan standar, aturan, dan tata cara yang berlaku di lingkungan Ombudsman RI.

Hasil pemeriksaan nantinya akan diserahkan kepada Wakil Ketua Ombudsman RI untuk dibahas lebih lanjut dalam forum Pleno Pimpinan sesuai ketentuan kelembagaan yang berlaku.

Independensi Majelis Etik Jadi Sorotan

Anggota Majelis Etik Ombudsman RI, Prof. R. Siti Zuhro, menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Menurut dia, penegakan etika merupakan fondasi penting dalam menjaga integritas lembaga negara.

"Majelis Etik tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. Nawaitunya adalah agar siapa pun menaati peraturan etik," ujar Siti Zuhro.

Dorongan Perbaikan Tata Kelola Ombudsman

Selain menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran etik Hery Susanto, Majelis Etik juga menilai perlunya evaluasi yang lebih menyeluruh terhadap sistem tata kelola di lingkungan Ombudsman RI. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat transparansi, profesionalisme, serta akuntabilitas lembaga dalam menjalankan fungsi pengawasan pelayanan publik.

Dengan rampungnya proses pemeriksaan, perhatian kini tertuju pada hasil musyawarah Majelis Etik yang akan menentukan rekomendasi akhir dan bentuk sanksi yang diusulkan dalam kasus dugaan pelanggaran etik Hery Susanto.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 





Share:

Krisis Keluarga Modern, Pelajaran Penting dari Sampo Generation


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena Sampo Generation yang berkembang di Korea Selatan dinilai bukan sekadar persoalan demografi, melainkan sinyal perubahan sosial yang berdampak langsung terhadap masa depan keluarga. Istilah tersebut merujuk pada generasi muda yang memilih melepaskan tiga aspek penting dalam kehidupan, yakni menjalin hubungan, menikah, dan memiliki anak akibat tekanan ekonomi serta perubahan budaya yang semakin kompleks.

Data menunjukkan tren tersebut terus menguat. Tingkat fertilitas Korea Selatan yang berada di angka 1,23 pada 2010 turun menjadi 0,84 pada 2020. Bahkan, berdasarkan laporan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), angka itu kembali merosot menjadi 0,72 pada 2023, menjadikannya salah satu yang terendah di dunia.

Fenomena ini dipicu berbagai faktor, mulai dari tingginya biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, budaya kerja yang panjang, hingga sulitnya menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.

Cermin bagi Keluarga Indonesia

Meski terjadi di Korea Selatan, fenomena Sampo Generation dinilai relevan untuk dibaca sebagai peringatan bagi masyarakat modern, termasuk keluarga di Indonesia. Ketika generasi muda tumbuh tanpa teladan yang kuat, komitmen terhadap pernikahan dan keluarga berpotensi mengalami pergeseran makna.

Dalam kondisi demikian, keluarga kerap dipandang sebagai beban ekonomi, sementara pernikahan dianggap membatasi kebebasan pribadi. Akibatnya, keinginan membangun rumah tangga dan memiliki keturunan semakin menurun.

Peran Ayah Menjadi Fondasi Utama

Di tengah perubahan sosial tersebut, peran ayah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan orientasi hidup anak. Ayah tidak hanya bertanggung jawab sebagai pencari nafkah, tetapi juga berperan sebagai pendidik, pembimbing moral, serta teladan dalam kehidupan keluarga.

Nilai-nilai keimanan, tanggung jawab, dan komitmen dinilai perlu ditanamkan sejak dini melalui kehadiran yang nyata di tengah keluarga. Kehadiran itu dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana seperti makan bersama, mendengarkan cerita anak, membangun komunikasi tanpa gangguan gawai, hingga melibatkan keluarga dalam aktivitas ibadah.

Selain itu, anak juga belajar mengenai makna pernikahan dari hubungan yang ditunjukkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Cara ayah menghormati ibu, menjaga komitmen, dan menjalankan tanggung jawab keluarga menjadi pembelajaran yang membekas bagi anak.

Keluarga sebagai Benteng Masa Depan

Penguatan keluarga dinilai menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan perubahan budaya dan krisis identitas yang dihadapi generasi muda. Kehadiran orang tua yang aktif dan konsisten dapat membantu anak membangun ketahanan mental, sosial, serta spiritual.

Fenomena Sampo Generation menjadi pengingat bahwa masa depan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kebijakan negara, tetapi juga oleh kualitas keluarga. Dari lingkungan keluarga yang kuat, lahir generasi yang mampu memandang relasi, pernikahan, dan tanggung jawab sebagai bagian penting dalam membangun masa depan yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kasus Under Invoicing Sawit Naik Penyidikan, Bareskrim Geledah Kantor dan Gudang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri meningkatkan penanganan perkara dugaan manipulasi data ekspor komoditas sawit atau praktik under invoicing yang diduga dilakukan salah satu perusahaan eksportir. Status perkara kini resmi masuk tahap penyidikan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang dinilai cukup untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut.

Sebagai bagian dari proses penyidikan, tim Subdirektorat I Dittipidter Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor PT MMS yang berlokasi di kawasan Jalan Ampera IV, Pademangan, Jakarta Utara. Langkah serupa juga dilakukan di gudang perusahaan yang berada di kawasan Pergudangan Laksana, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (29/5/2026).

Penggeledahan dipimpin langsung Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol. Setyo K. Heriyatno, bersama tim penyidik yang menangani perkara tersebut.

Penyidik Sita Dokumen Ekspor dan Perangkat Komputer

Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas ekspor perusahaan. Barang yang disita meliputi dokumen perusahaan, dokumen invoice, dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), serta sejumlah unit CPU komputer yang akan diperiksa lebih lanjut.

Penyidik menduga terdapat praktik pengurangan nilai transaksi ekspor yang dilaporkan atau under invoicing. Modus tersebut diduga dilakukan dengan mencantumkan nilai ekspor yang lebih rendah dibandingkan nilai transaksi sebenarnya.

Jika terbukti, praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara sekaligus mengganggu transparansi tata kelola perdagangan komoditas strategis nasional.

Bareskrim Telusuri Pihak yang Bertanggung Jawab

Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol. Setyo K. Heriyatno, mengatakan pihaknya masih melakukan analisis mendalam terhadap seluruh dokumen dan barang bukti yang telah diamankan selama proses penggeledahan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap dokumen-dokumen yang ditemukan saat penggeledahan untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang terjadi,” ujar Setyo.

Menurut dia, penyidik juga tengah menelusuri pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam praktik manipulasi data ekspor tersebut.

“Kami akan mendalami siapa saja yang bertanggung jawab dalam perkara ini serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” katanya.

Bareskrim Polri menegaskan komitmennya untuk menindak berbagai bentuk pelanggaran di sektor perdagangan dan ekspor, khususnya praktik under invoicing serta manipulasi data ekspor crude palm oil (CPO) yang berpotensi merugikan penerimaan negara dan mencederai integritas perdagangan ekspor Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Djamari Chaniago: Praja IPDN Harus Berani Membela Kepentingan Rakyat dan Lawan Korupsi


Duta Nusantara Merdeka | Jatinangor 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus tumbuh menjadi aparatur sipil negara yang berintegritas, disiplin, serta memiliki keberanian moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Pesan tersebut disampaikan Djamari saat memberikan pembekalan kepada ribuan praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan salam Presiden RI Prabowo Subianto yang menitipkan harapan agar para praja memanfaatkan masa pendidikan dengan sungguh-sungguh karena peran mereka dibutuhkan bangsa pada masa depan.

Menurut Djamari, birokrasi memiliki tanggung jawab menjaga kepentingan masyarakat meski kepemimpinan politik dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, aparatur pemerintahan harus memiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran kepada pimpinan daerah maupun pejabat politik demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang sehat.

“Pejabat politik bisa berganti, tetapi birokrasi harus tetap bekerja untuk kepentingan rakyat. Karena itu, keberanian menyampaikan hal yang benar menjadi sangat penting,” ujar Djamari.

Tantangan Global hingga Ancaman Korupsi

Dalam paparannya, Djamari menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik internasional, situasi keamanan kawasan Indo-Pasifik, hingga persoalan ketimpangan ekonomi dan kebocoran kekayaan negara.

Ia menilai bonus demografi yang akan berakhir sekitar 2035 harus dimanfaatkan secara maksimal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

“Memperbaiki bangsa harus dimulai dari memperbaiki manusianya. Karena itu pendidikan menjadi sangat penting,” katanya.

Korupsi Bentuk Pengkhianatan Negara

Djamari juga menyoroti masih adanya praktik yang merugikan negara, termasuk korupsi dan manipulasi perdagangan. Ia menegaskan bahwa korupsi dalam bentuk apa pun merupakan tindakan yang mengkhianati kepentingan bangsa.

“Sekecil apa pun korupsi tetap merupakan pengkhianatan terhadap bangsa. Itu tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Kepada para praja, ia mengingatkan bahwa tugas utama aparatur pemerintah adalah melayani masyarakat. Karena itu, calon birokrat harus memiliki sensitivitas sosial, memahami kebutuhan warga, dan menjadikan pengabdian sebagai komitmen sepanjang karier.

“Kalian hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Jangan pernah menyakiti hati rakyat,” ujarnya.

Tito Karnavian: IPDN Jadi Pilar Kekuatan ASN

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri menyampaikan bahwa ketahanan sebuah negara ditentukan oleh tiga unsur utama, yakni kekuatan pertahanan, keamanan dalam negeri, serta birokrasi yang profesional.

Menurut Tito, lulusan IPDN menjadi bagian penting dari sekitar 4,7 juta ASN yang menopang jalannya pemerintahan dan pembangunan nasional. Ia menyebut pendidikan IPDN tidak hanya berfokus pada ilmu pemerintahan, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, loyalitas, serta kesiapan kerja.

“Banyak kepala daerah menyukai lulusan IPDN karena mereka memiliki kemampuan pemerintahan, disiplin, loyalitas, dan kesiapan kerja yang tinggi. Bahkan banyak yang sudah diminta sebelum lulus,” katanya.

Tito juga menegaskan komitmen IPDN untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran dan menghapus praktik kekerasan di lingkungan pendidikan. Ke depan, IPDN diharapkan berkembang sebagai pusat pelatihan pemerintahan dan laboratorium kebijakan publik guna mendukung reformasi birokrasi serta peningkatan kualitas ASN Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Persiapan Atlet Pencak Silat


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai terus memantapkan kesiapan atlet yang akan berlaga pada ajang Pencak Silat Militer (PSM) Virtual antar satuan jajaran TNI Angkatan Darat. Upaya tersebut dilakukan melalui geladi latihan bersama Direktorat Jasmani Angkatan Darat (Disjasad) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M., didampingi Kepala Jasmani Kodam (Kajasdam) XIX/TT. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh atlet berada dalam kondisi terbaik dan siap tampil maksimal saat kompetisi resmi berlangsung.

Fokus pada Teknik, Kekompakan dan Mental Bertanding

Dalam sesi geladi, para atlet menjalani simulasi penampilan sesuai standar penilaian yang diterapkan dalam cabang Pencak Silat Militer TNI AD. Materi yang diuji meliputi ketepatan jurus, kualitas teknik dasar, sinkronisasi gerakan beregu, hingga kesiapan mental dalam menghadapi pertandingan.

Tim evaluator dari Disjasad turut memberikan sejumlah masukan teknis kepada para atlet. Evaluasi tersebut menjadi bahan penyempurnaan untuk meningkatkan kualitas penampilan sebelum memasuki fase perlombaan.

Untuk kategori tunggal putra, Kodam XIX/TT mempercayakan penampilan kepada Praka Doni Gunawan dari Denarhanud 004/WSBY. Sementara kategori tunggal putri diwakili Serda (K) Debora dari Bekangdam XIX/TT.

Pada nomor beregu putra, tim diperkuat Praka Ageng, Pratu Syahrul Ikhwan, dan Prada Marselinus Tiumlapu yang berasal dari Denarhanud 004/WSBY. Adapun beregu putri diperkuat Sertu (K) Mariana dari Kodim 0301/PBR, Serda (K) Cut Satriani dari Pomdam XIX/TT, serta Serda (K) Nazwa dari Kudam XIX/TT.

Kasdam Tekankan Disiplin dan Semangat Juang

Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga disiplin, kepercayaan diri, dan kekompakan tim.

“Setiap gerakan harus dilakukan dengan penuh keyakinan, disiplin dan kekompakan. Tampilkan kemampuan terbaik serta jaga semangat juang selama pertandingan,” ujar Brigjen TNI Rudi Hermawan saat memberikan arahan kepada para atlet.

Geladi berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan akhir persiapan Kodam XIX Tuanku Tambusai untuk menghadapi persaingan dalam ajang Pencak Silat Militer tingkat TNI AD sekaligus membawa prestasi bagi satuan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tanda Liver Capek dan Tubuh Terasa Berat, Kenali Pemicunya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Liver atau hati memiliki peran penting dalam membantu proses metabolisme, menyaring racun, hingga mengolah lemak dalam tubuh. Namun, pola hidup yang tidak sehat membuat organ ini bekerja lebih keras dan memicu berbagai keluhan fisik yang sering diabaikan.

Kondisi liver yang mulai tidak optimal umumnya ditandai tubuh terasa berat, mudah pegal, hingga bangun tidur dalam kondisi tidak segar meski waktu istirahat cukup. Gangguan pencernaan seperti perut kembung, nafsu makan tidak stabil, dan mulut terasa pahit juga bisa menjadi sinyal awal.

Pola Makan dan Begadang Jadi Beban Liver

Konsumsi makanan tinggi minyak, gorengan, makanan olahan, serta minuman manis berlebihan membuat liver harus memproses lebih banyak lemak dan sisa metabolisme. Beban kerja organ ini semakin meningkat ketika dibarengi kebiasaan tidur larut malam dan jadwal makan yang tidak teratur.

Selain itu, stres berkepanjangan dan kurang aktivitas fisik turut memperlambat proses detoks alami tubuh. Akibatnya, metabolisme menjadi tidak optimal dan tubuh lebih mudah lelah.

Sirkulasi Tubuh Ikut Melambat

Saat fungsi liver menurun, aliran energi dan metabolisme tubuh ikut terganggu. Kondisi ini memicu rasa penuh, begah, hingga nyeri pada beberapa bagian tubuh.

Kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang bergerak juga membuat sirkulasi tubuh kurang lancar. Banyak orang kemudian memilih makanan manis atau gorengan sebagai “pelarian” saat lelah, padahal kebiasaan tersebut justru memperberat kerja organ dalam.

Cara Sederhana Membantu Liver Tetap Sehat

Menjaga kesehatan liver dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Mengurangi makanan berminyak, mengatur jam makan, serta memperbanyak konsumsi makanan hangat dapat membantu kerja organ lebih ringan.

Aktivitas ringan seperti berjalan santai, peregangan, dan latihan pernapasan juga membantu memperbaiki sirkulasi tubuh. Ketika liver bekerja lebih optimal, tubuh biasanya terasa lebih ringan, energi lebih stabil, dan aktivitas harian menjadi lebih nyaman dijalani.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Target Pendapatan JTPE 2026 Tembus Rp3 T via Keamanan Digital


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) optimistis mengejar target pendapatan JTPE 2026 sebesar Rp3,05 triliun, atau tumbuh 10 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,78 triliun. Emiten penyedia solusi keamanan dokumen dan digital ini juga memproyeksikan laba bersih menembus angka Rp412,57 miliar, kendati sempat mencatatkan kontraksi keuangan pada kuartal pertama tahun ini.

Manajemen mengungkapkan bahwa hingga April 2026, perseroan telah berhasil mengamankan sekitar 60 persen dari total target pendapatan tahun fiskal berjalan. Fakta ini menjadi bantalan operasional yang kuat di tengah perlambatan awal tahun.

"Estimasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun 2026 di atas 10 persen," ujar Lukito Budiman, Direktur JTPE, dalam paparan publik secara virtual, Jumat (29/5/2026).

Kinerja Kuartal I Jasuindo dan Realisasi Laba

JTPE mencatatkan penjualan sebesar Rp265,05 miliar. Angka ini turun 23,9 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Rp348,32 miliar pada periode yang sama 2025. Perlambatan ini turut berdampak pada laba bersih perseroan yang terkoreksi 47 persen menjadi Rp27 miliar. Sementara itu, posisi EBITDA perusahaan tercatat senilai Rp40 miliar.

Meski demikian, manajemen enggan merevisi target pendapatan JTPE 2026. Penurunan pada kuartal pertama dievaluasi baru mencerminkan 8,68 persen dari total proyeksi tahunan, dan lonjakan kontrak yang diamankan usai kuartal pertama memberikan kepastian arus kas perusahaan ke depan.

Ekspansi Solusi Keamanan Digital dan Biometrik

Untuk merealisasikan target pertumbuhan dua digit tersebut, JTPE agresif memperluas penetrasi pasar melalui ekspansi solusi keamanan digital. Perusahaan memusatkan kompetensi inti pada manajemen sistem biometrik, pembuatan infrastruktur Radio Frequency Identification (RFID), serta produksi kartu telekomunikasi melalui skema usaha patungan (joint venture) yang strategis.

Lebih jauh, perseroan juga melakukan investasi teknologi biometrik tingkat lanjut guna mengokohkan ekosistem layanannya. "Kami akan mempertahankan keunggulan produk lanjutan dengan berinvestasi dalam teknologi dan keamanan paspor canggih, serta transformasi digital berupa solusi tanda tangan digital," tambah Lukito.

Hingga saat ini, perseroan tercatat telah bertransformasi total dari sekadar pabrik percetakan umum menjadi pemain sentral dalam industri produk keamanan digital berskala global. Portofolio JTPE terus berkembang dari produksi paspor, e-KTP, kartu pembayaran EMV, hingga dokumen kendaraan. 

Solusi keamanan ini mendapat kepercayaan penuh dari berbagai klien korporasi raksasa lintas sektor, mulai dari Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, Telkomsel, hingga ekosistem teknologi global seperti Google Play dan Spotify.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Fakta Medis Cara Mencegah Batu Ginjal Kambuh: Air Saja Ternyata Belum Cukup


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Selama bertahun-tahun, masyarakat luas dan praktisi kesehatan meyakini bahwa minum air putih minimal 2,5 liter per hari merupakan solusi mutlak untuk menjaga fungsi ginjal. Namun, riset berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal medis bergengsi, The Lancet (2026), mematahkan asumsi tunggal tersebut. 

Laporan ini mengungkap fakta bahwa hidrasi intensif semata tidak lagi memadai sebagai cara mencegah batu ginjal kambuh secara signifikan pada pasien berisiko tinggi.

Riset Terbesar Menguji Mitos Hidrasi

Tercatat sebagai salah satu penelitian urologi paling komprehensif, studi ini melibatkan 1.658 responden berusia di atas 12 tahun, di mana mayoritas memiliki riwayat batu ginjal berulang. Pengumpulan data berlangsung masif di enam pusat akademik terkemuka di Amerika Serikat sejak 2017 hingga 2024.

Secara metodologi, sebanyak 826 peserta diinstruksikan menjalani program hidrasi intensif selama enam bulan pertama. Sementara itu, 832 peserta lainnya sebagai kelompok kontrol hanya menerima terapi standar sesuai panduan urologi.

Usai melewati fase pemantauan komprehensif selama dua tahun, temuan klinis memunculkan anomali. Meski volume urine pada kelompok hidrasi intensif terbukti meningkat secara konsisten, tidak ditemukan perbedaan manfaat yang bermakna dibanding kelompok kontrol.

"Hasil riset membuktikan bahwa hidrasi secara intensif ternyata tidak menurunkan tingkat kekambuhan batu ginjal secara bermakna jika hanya mengandalkan air tanpa intervensi lain," urai laporan resmi The Lancet (2026).

Kunci Efektif Pencegahan Batu Ginjal

Lantas, apakah anjuran medis untuk rutin mengonsumsi air 2,5 liter per hari adalah sebuah kekeliruan? Secara medis, pemenuhan cairan tubuh tetap menjadi elemen esensial. 

Kendati demikian, mengandalkan minum air saja terbukti terlalu lemah untuk dijadikan strategi tunggal dalam pencegahan batu ginjal.
Riset mutakhir ini menitikberatkan pada urgensi modifikasi gaya hidup. 

Penerapan diet untuk batu ginjal yang meliputi asupan tinggi kalsium, rendah natrium atau garam, serta pembatasan konsumsi protein hewani—diklaim berdampak jauh lebih vital. Kombinasi nutrisi ini terbukti secara empiris mampu memangkas risiko kambuhnya batu ginjal hingga 50 persen dalam kurun waktu lima tahun.

Kesimpulannya, cara efektif mencegah batu ginjal kambuh tidak sekadar tentang hidrasi ekstra. Keberhasilan terapi harus bertumpu pada kolaborasi disiplin diet nutrisi, evaluasi profil metabolik secara rutin, hingga pemberian terapi farmakologis sesuai dengan rekomendasi spesialis urologi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Populisme Politik dan Ketakutan pada Kritik Publik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Narasi populisme dinilai semakin kuat digunakan dalam praktik politik modern melalui penciptaan “musuh bersama” untuk mempertahankan legitimasi kekuasaan. Kritik publik, data pembanding, hingga karya dokumenter kerap ditempatkan sebagai ancaman terhadap negara melalui permainan bahasa dan simbol politik.

Pandangan itu mengemuka dalam pembacaan ulang terhadap novel 1984 karya George Orwell yang memuat semboyan terkenal: “War is peace, freedom is slavery, ignorance is strength.” Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana rezim totaliter membalik makna bahasa demi mengendalikan persepsi publik.

Dalam praktik politik populisme, kritik tidak lagi dipandang sebagai bagian dari demokrasi, melainkan dikonstruksi sebagai ancaman terhadap negara dan nasionalisme.

Populisme Membutuhkan Musuh Bersama

Politik populisme disebut bekerja dengan membelah masyarakat menjadi dua kelompok besar, yakni “rakyat sejati” dan pihak yang dianggap bukan bagian dari rakyat. Pola itu, menurut teori populisme Jan-Werner Muller, menjadi cara efektif untuk memobilisasi emosi publik.

Istilah seperti “antek asing”, “propaganda”, hingga “tidak patriotis” dinilai bukan sekadar tuduhan politik, melainkan instrumen untuk menciptakan ketakutan massal.

Narasi anti asing juga dianggap mudah diterima di negara-negara yang memiliki sejarah kolonialisme panjang. Trauma sejarah tersebut kemudian dipakai untuk membangun legitimasi politik dan memperkuat sentimen nasionalisme.

“Begitu seseorang diberi label asing, ruang dialog seakan selesai. Rezim tidak perlu lagi menjawab argumen yang disampaikan”.

Kritik dan Data Alternatif Dianggap Ancaman

Fenomena itu terlihat dalam respons terhadap film dokumenter, riset akademik, maupun kritik masyarakat sipil. Film Pesta Babi, misalnya, disebut dipersoalkan bukan karena mengganggu keamanan negara, melainkan karena menghadirkan sudut pandang berbeda terhadap pembangunan dan konflik agraria.

Narasi populisme juga dinilai sering digunakan untuk mengalihkan perhatian dari persoalan struktural seperti konflik lahan, proyek food estate, hingga ketimpangan ekonomi.

Dalam konteks itu, negara dianggap lebih mudah menuding adanya campur tangan asing dibandingkan menjelaskan substansi kritik yang muncul di ruang publik.

Di sisi lain, nasionalisme populistik disebut kerap bersikap keras terhadap kritik domestik, tetapi cenderung lunak terhadap kekuatan modal global dan ekspansi korporasi besar.

Demokrasi seharusnya memberi ruang bagi kritik, data pembanding, dan perdebatan terbuka. Kekuasaan yang terlalu takut pada kritik justru dinilai menunjukkan krisis kepercayaan terhadap legitimasi dirinya sendiri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
 

Share:

Manfaat Melatih Otot Pantat untuk Panjang Umur dan Cegah Diabetes


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Otot bokong atau gluteus maximus kini dinilai bukan sekadar penunjang estetika fisik semata, melainkan organ vital yang memengaruhi harapan hidup seseorang. 

Melalui edukasi kebugaran digital terbaru, praktisi kesehatan Coach Ido mengungkapkan bahwa kekuatan otot terbesar manusia ini menjadi penentu utama dalam menjaga metabolisme tubuh. 

Penemuan mengenai manfaat melatih otot pantat untuk panjang umur ini menjadi urgensi medis baru di tengah meningkatnya risiko komplikasi penuaan dini pada masyarakat modern.

Mengontrol Gula Darah dan Memahami Fungsi Otot Gluteus Maximus

Secara biologis, "gluteus maximus" bertindak sebagai penampung glukosa terbesar di dalam tubuh. Jaringan otot ini mampu menyerap hingga 80 persen kadar gula darah untuk disimpan menjadi energi atau glikogen.

"Otot pantat yang kuat menyediakan ruangan lebih luas untuk menyimpan dan membakar gula darah, sehingga kadar insulin menjadi lebih stabil," ujar Coach Ido dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
 
Ketika massa otot menyusut, wadah penyimpanan berkurang dan memicu lonjakan gula darah yang berujung pada penyakit kronis. Pemahaman mendalam tentang fungsi otot gluteus maximus sangat krusial sebagai cara mencegah diabetes secara alami sejak dini.

Menjaga Keseimbangan Tubuh Lansia untuk Menghindari Cedera Fatal

Selain fungsi metabolik, otot bokong menjadi penggerak utama yang menstabilkan panggul serta tulang belakang. Kelemahan pada area ini berisiko memicu gangguan postur, nyeri punggung bawah (low back pain), hingga cedera lutut kronis.

Pada kelompok lanjut usia di atas 65 tahun, degradasi fungsi otot glutes berujung pada hilangnya kemampuan motorik. Kondisi tersebut meningkatkan risiko jatuh, yang mencatatkan angka tertinggi sebagai penyebab kematian lansia akibat cedera fisik. 

Oleh karena itu, penerapan latihan keseimbangan tubuh menjadi kunci utama dalam mempertahankan kemandirian hidup di masa tua.

Panduan Latihan untuk Optimalisasi Harapan Hidup

Masyarakat dapat menguji kondisi fisik secara mandiri melalui metode 5-times chair stand atau single leg balance. Guna membangun massa otot secara efektif, latihan jenis hinge & squat seperti hip thrusts, deadlift, dan full depth-squat sangat direkomendasikan dengan beban progresif.

Pola latihan ini harus ditunjang asupan protein sebesar 1,6 gram per kilogram berat badan per hari. Meminimalkan waktu duduk dan aktif bergerak terbukti mengembalikan fungsi biologis tubuh, sekaligus memaksimalkan manfaat melatih otot pantat untuk panjang umur secara optimal.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Riau Perkuat Solidaritas Lewat Kurban 2026


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau bersama DNT Tour and Travel melaksanakan penyembelihan empat ekor sapi kurban di SDIT Milatul Khoir, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan kurban PWMOI Riau Iduladha 2026 tersebut menjadi agenda perdana organisasi dalam memperkuat solidaritas internal sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Ketua panitia kurban, Fiqi Fernando, SE mengatakan, sebanyak 400 kupon telah disiapkan untuk pendistribusian daging kurban kepada pengurus DPW PWMOI Riau dan tim syiar DNT Tour and Travel.

“Alhamdulillah, tahun ini PWMOI Riau bersama DNT Tour and Travel dapat melaksanakan penyembelihan empat ekor sapi. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan mempererat kebersamaan,” ujar Fiqi dalam keterangannya, Kamis.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ibadah tahunan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antarpengurus dan mitra organisasi.

Distribusi Daging Kurban Difokuskan untuk Pengurus

Fiqi berharap kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas.

“Semoga PWMOI Riau dan DNT Tour and Travel semakin besar dan maju. Kami juga mendoakan Ketua DPW PWMOI Riau yang juga Owner DNT Tour and Travel, H. Rio Kasairy, S.Sos beserta keluarga selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PWMOI Riau, Rio Kasairy menyebutkan pelaksanaan kurban tahun ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan organisasi tersebut.

Rio menjelaskan, pada tahap awal penyaluran daging kurban masih diprioritaskan bagi pengurus DPW PWMOI Riau sebelum nantinya diperluas ke daerah.

“Untuk tahun pertama ini, penyaluran daging kurban masih difokuskan kepada pengurus DPW. Insya Allah ke depan bisa diperluas hingga ke DPD-DPD di daerah,” ujar Rio.

PWMOI Riau Targetkan Program Kurban Lebih Luas

Rio juga mengapresiasi dukungan seluruh pengurus PWMOI Riau dan tim syiar DNT Tour and Travel yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan kurban tersebut.

Ia berharap program kurban tahunan dapat menjadi agenda rutin organisasi sekaligus memperkuat kekompakan internal PWMOI Riau.

“Terima kasih atas dukungan dan doa dari seluruh rekan-rekan. Semoga PWMOI Riau dan DNT Tour and Travel semakin solid dan terus berkembang,” pungkasnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Korem 031/WB Bagikan Hewan Kurban, Warga Jadi Prioritas


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia kurban di Makorem 031/WB, Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan itu digelar menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Penyerahan hewan kurban tersebut menjadi bagian dari agenda sosial Korem 031/WB untuk membantu masyarakat sekitar, prajurit, serta pegawai negeri sipil di lingkungan satuan. Momentum Iduladha juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas internal dan kepedulian sosial.

Danrem 031/WB Tekankan Nilai Kepedulian

Brigjen TNI Agustatius Sitepu mengatakan ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana membangun keikhlasan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Melalui ibadah kurban ini, kita berharap dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Agustatius Sitepu.

Di lingkungan militer, kegiatan seperti ini biasanya punya makna lebih dalam. Bukan hanya soal pembagian daging kurban, tetapi juga menjaga hubungan emosional antara prajurit dan warga sekitar satuan. Suasana hangat itu terlihat sepanjang kegiatan berlangsung di Makorem 031/WB.

Beberapa prajurit tampak membantu proses persiapan bersama panitia kurban. Pemandangan seperti itu mengingatkan pada tradisi gotong royong lama yang masih bertahan di banyak satuan TNI hingga sekarang.

Daging Kurban Dibagikan untuk Warga dan Prajurit

Hewan kurban yang telah diserahkan selanjutnya akan disembelih sesuai syariat Islam oleh panitia kurban Korem 031/WB. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Selain warga sekitar, pembagian juga menyasar prajurit dan PNS di lingkungan Korem 031/WB. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga nilai kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial di internal satuan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para Kepala Seksi Korem, Kadisjan jajaran Korem 031/WB, prajurit, PNS, dan panitia kurban. Suasana kekeluargaan terlihat cukup kuat sepanjang acara berlangsung.

Melalui kegiatan kurban Iduladha 2026 ini, Korem 031/WB berharap nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh, baik di lingkungan TNI maupun masyarakat luas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

SINI Rights Issue, Ini Strategi Singaraja Putra Genjot Laba


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi mengumumkan langkah bisnis agresif untuk merambah sektor pertambangan batubara secara masif di Indonesia.

Keputusan strategis tersebut dipaparkan langsung oleh Amir Antolis, Direktur Utama SINI dalam acara Paparan Publik di Veranda Hotel Pakubuwono, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Melalui rencana aksi korporasi saham SINI tersebut, emiten holding ini optimistis mampu mendongkrak kinerja operasional hulu yang sempat melambat.

Rencana Aksi Korporasi Saham SINI dan Akuisisi Tambang Batubara KMS

SINI bersiap menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta lembar saham baru lewat skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu.

Langkah ini diproyeksikan bakal memperkokoh struktur permodalan untuk mendukung rencana jangka panjang korporasi secara terukur dan berkelanjutan.

Perseroan kini menargetkan akuisisi tambang batubara KMS dengan membeli 99,995 persen saham dari raksasa infrastruktur, PT Petrosea Tbk.

Sebelumnya, anak usaha mereka juga telah mengikat kontrak eksklusif operasional dengan kontraktor kakap seperti PT Bukit Makmur Mandiri Utama.

"Langkah korporasi ini menjadi katalis penting untuk mengamankan rantai pasok dan memperluas portofolio konsolidasi kami," kata Amir Antolis.

Evaluasi Kinerja Keuangan PT Singaraja Putra Tbk dan Target 2026

Dari catatan historis kinerja keuangan PT Singaraja Putra Tbk periode 2025, pendapatan perusahaan sebenarnya naik 21,90 persen mencapai Rp534,11 miliar.

Sayangnya, laba bersih tahun berjalan terkoreksi sedalam 46,55 persen menjadi Rp41,36 miIiar akibat pembengkakan biaya investasi awal logistik tambang.

Kendati demikian, SINI meyakini operasional penuh dari entitas anak seperti PT Pasir Bara Prima akan membalikkan keadaan tahun ini.

Perseroan pun menargetkan lonjakan pendapatan ambisius hingga Rp1,31 triliun pada akhir tahun buku 2026 lewat optimalisasi volume penambangan.

Pengawasan internal yang ketat sengaja diterapkan manajemen guna memastikan seluruh proses transisi bisnis baru ini berjalan transparan dan akuntabel.

Transformasi struktural ini dipandang sebagai eksekusi riil dari Strategi PT Singaraja Putra Tbk Genjot Laba di tengah ketatnya pasar global.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini