Pembangunan jembatan gantung di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, terus dipacu Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026, progres fisik proyek strategis ini telah mencapai 47 persen.
Pengerjaan di lapangan dilakukan oleh Satgas Kodim 0313/KPR. Percepatan terlihat dalam beberapa hari terakhir, seiring cuaca yang relatif bersahabat dan memungkinkan pekerjaan konstruksi berjalan lebih stabil.
Progres Konstruksi Mulai Masuk Tahap Krusial
Fokus utama saat ini ada pada struktur bawah jembatan. Pengecoran beton untuk tower dan anchor atau jangkar seling sudah mendekati rampung, masing-masing mencapai sekitar 90 persen.
Di sisi lain, pekerjaan bekisting tercatat mencapai 60 persen. Tahap awal pemasangan tower atau pylon mulai berjalan, meski masih di kisaran 10 persen. Ini menandai proyek segera beranjak ke fase perakitan struktur atas.
Seorang anggota tim satgas di lapangan menyebutkan, percepatan ini bukan kebetulan. “Pengecoran struktur utama telah mendekati tahap penyelesaian. Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pembangunan ini segera rampung,” ujarnya.
Dalam beberapa proyek infrastruktur daerah yang pernah saya liput, fase peralihan dari fondasi ke struktur atas biasanya menjadi titik penentu. Jika fase ini mulus, proyek cenderung lebih terjaga dari keterlambatan.
Dampak Langsung bagi Mobilitas dan Ekonomi Warga
Jembatan sepanjang 100 meter ini akan menjadi penghubung utama tiga desa: Muara Musu, Sirombou Indah, dan Sungai Dua Indah. Total sekitar 3.000 jiwa akan bergantung pada akses ini.
Selama ini, warga kerap terisolasi saat musim hujan. Debit sungai bisa naik hingga 5–7 meter, membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan terganggu.
Saya pernah menemui kasus serupa di daerah lain, ketika warga harus memutar hingga puluhan kilometer hanya untuk menjual hasil kebun. Infrastruktur sederhana seperti jembatan justru menjadi pembeda antara stagnasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menekankan pentingnya kolaborasi antara prajurit TNI AD dan masyarakat setempat. Sinergi ini dinilai mempercepat pekerjaan sekaligus memastikan proyek tepat sasaran.
Dengan progres yang terus bergerak, jembatan ini diharapkan segera berfungsi sebagai akses vital yang memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah Rokan Hulu.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto





























