Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pertama masa kepengurusan 2024–2029 di Jakarta, Kamis (5/3/2026), membahas konsolidasi organisasi serta kontribusi alumni menghadapi dinamika global.
Acara dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong oleh jajaran pengurus pusat, mulai dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, hingga perwakilan Majelis Pertimbangan Organisasi dan Dewan Pakar.
Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, menegaskan Rapimnas menjadi momentum penting untuk merumuskan arah organisasi sekaligus merespons perkembangan ekonomi dan politik nasional.
Menurutnya, forum ini juga menyoroti pentingnya membangun optimisme ekonomi nasional di tengah tantangan global. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen dalam beberapa tahun ke depan.
Diskusi dalam Rapimnas turut menyoroti perlunya sinergi kebijakan moneter dan fiskal. Sejumlah tokoh dari Kementerian Keuangan dan mantan pejabat Bank Indonesia dihadirkan untuk memberikan perspektif strategis terkait situasi ekonomi 2026.
“Pembahasan ini menjadi landasan bagi alumni PMII untuk ikut memberi kontribusi pemikiran dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik,” kata Fathan.
Selain isu ekonomi, Rapimnas juga menjadi ruang konsolidasi organisasi pada awal periode kepengurusan. Tahun pertama difokuskan pada penguatan struktur dan koordinasi internal.
Hingga saat ini, PB IKA PMII telah melantik sekitar 16 hingga 17 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di berbagai daerah. Antusiasme tinggi juga datang dari wilayah Indonesia Timur yang aktif membangun kepengurusan baru.
Konsolidasi Organisasi dan Agenda Strategis Nasional
Rapimnas kali ini mengusung tema “IKA PMII Mengawal Indonesia Berdaya, Berkeadilan, dan Kontributif dalam Konstelasi Global.”
Tema tersebut menegaskan upaya organisasi memperluas kontribusi alumni, tidak hanya dalam skala nasional, tetapi juga dalam isu internasional seperti ekonomi, energi, dan ketahanan pangan.
Fathan menjelaskan, tahun pertama kepengurusan diarahkan pada fase konsolidasi atau tandhim al-harakah. Tahapan ini mencakup penguatan kepengurusan wilayah, mengaktifkan kembali DPW yang belum optimal, serta memperkuat jaringan organisasi di tingkat daerah.
Setelah konsolidasi dianggap solid, organisasi akan memasuki tahap berikutnya yang berfokus pada transformasi gerakan. Pada fase ini, alumni diharapkan lebih aktif berkontribusi dalam berbagai sektor strategis.
Rapimnas juga dirancang menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan di bidang politik, ekonomi, dan ketatanegaraan yang akan menjadi panduan gerak organisasi ke depan.
Ketua panitia pelaksana, Muhammad Rodli Kaelani menyampaikan Rapimnas pertama PB IKA PMII tahun 2026 ini dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
“Meski berlangsung di bulan Ramadan, antusiasme alumni tetap tinggi. Peserta sudah memenuhi ruangan sejak siang hari,” ujarnya.
Acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi alumni PMII lintas generasi. Sejumlah tokoh nasional dari pemerintahan, legislatif, organisasi keagamaan, hingga kalangan akademisi turut hadir.
Di antaranya Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, serta Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda.
Selain itu hadir pula tokoh agama Said Aqil Siroj, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, pimpinan Majelis Ulama Indonesia, serta sejumlah tokoh organisasi kemahasiswaan.
Rapimnas ini juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus penyusunan proyeksi kerja empat tahun ke depan. Hingga kini, perwakilan dari sekitar 30 pengurus wilayah IKA PMII telah bergabung dalam struktur organisasi.
PB IKA PMII berharap konsolidasi yang tengah berjalan dapat memperkuat peran alumni dalam mendukung pembangunan nasional serta memperluas kontribusi Indonesia di tingkat global.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























