PT Pelangi Hotel Internasional (PHI Group) kembali mengukuhkan posisinya di industri hospitality nasional usai menerima penghargaan kategori Honored Class di Grand Ballroom Santika Premier, Jakarta, Sabtu malam (14/2/2026).
Penghargaan yang diberikan oleh PenghargaanIndonesia.com ini menjadi sinyalemen kuat bagi PHI Group di awal tahun.
Pasalnya, ini bukan sekadar piala seremonial. Bagi korporasi, momentum ini menegaskan keberhasilan strategi ekspansi agresif yang mereka terapkan sepanjang 2025.
Suasana malam penganugerahan terasa berbeda. Di tengah sorotan lampu dan karpet merah, hadir pula perwakilan korporasi raksasa seperti PLN dan PGN, serta delegasi bisnis dari Malaysia dan Singapura.
Kehadiran para pemain besar ini menempatkan PHI Group dalam radar kompetisi yang semakin serius di tingkat regional.
Raihan ini sekaligus mencatatkan hattrick prestasi bagi PHI. Secara konsisten, grup usaha ini berhasil mempertahankan tren penghargaan serupa sejak 2024, 2025, dan kini 2026.
Sebuah capaian yang merefleksikan stabilitas kinerja di tengah dinamika industri pariwisata yang fluktuatif.
Fokus penilaian juri kali ini menyoroti pergerakan PHI yang dinilai visioner. Mulai dari pengembangan destinasi wisata baru, revitalisasi aset mangkrak, hingga keberanian mengambil proyek hospitality skala besar.
Ketika banyak pemain lain memilih wait and see, PHI justru menekan pedal gas untuk memperluas portofolio bisnisnya.
Arsitektur Strategi dan Transformasi
Di balik agresivitas ekspansi tersebut, peran kepemimpinan menjadi faktor determinan. Sorotan utama tertuju pada Presiden Komisaris PHI Group, Made Hariyantha.
Sosoknya dianggap sebagai arsitek utama transformasi perusahaan. Made tidak hanya duduk di balik meja; ia terlibat aktif dari perencanaan strategis hingga eksekusi lapangan.
Keterlibatannya memastikan setiap akuisisi dan pengembangan aset berjalan sesuai blue print jangka panjang perusahaan.
"Penghargaan ini bukan soal capaian individu, melainkan tentang perjalanan kolektif," ujar Made saat ditemui usai acara.
Ia menegaskan bahwa PHI sedang berada dalam fase krusial. Bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan membangun ekosistem bisnis yang tahan uji.
"Kami membangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk 10 hingga 20 tahun ke depan. Fondasi yang kuat, tata kelola yang rapi, dan kualitas layanan adalah kuncinya," tambahnya.
Menurut Made, transformasi yang ia dorong melampaui sekadar fisik bangunan hotel. Ia fokus pada revolusi kultur kerja dan sistem manajemen agar setara dengan standar pemain global.
Soliditas Tim dan Visi 2026
Senada dengan Made, Presiden Direktur PHI Group, Donny Pur, menyebut penghargaan ini sebagai validasi atas kerja keras tim operasional di lapangan.
Alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini menekankan bahwa strategi di atas kertas tidak akan berarti tanpa eksekusi yang presisi.
"Ini adalah titik puncak dari kerja keras manajemen dan tim operasional yang sangat solid. Kami berharap ini menjadi trigger untuk mencetak lebih banyak prestasi di tahun 2026," ungkap Donny.
Acara yang digelar secara hybrid tersebut juga disaksikan secara daring oleh staf dan manajemen PHI di berbagai daerah. Bagi Donny, soliditas dari front office hingga level direksi adalah aset terbesar perusahaan.
Kini, PHI Group menatap 2026 dengan optimisme terukur. Jika 2025 adalah tahun akselerasi dan ekspansi, maka tahun ini diproyeksikan sebagai fase konsolidasi dan penguatan brand.
Mereka tidak lagi sekadar ingin menjadi pemain pelengkap, tetapi membidik posisi sebagai grup wisata berskala nasional yang diperhitungkan.
Langkah PHI Group jelas: mereka tidak hanya sedang berbisnis, tetapi sedang membangun legacy di industri pariwisata Indonesia.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto





























