Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Kesehatan. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Kesehatan. إظهار كافة الرسائل

Cegah Stroke Usia Muda, Ini Solusinya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kasus stroke pada usia muda menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir. Studi dalam International Journal of Stroke mencatat kenaikan sekitar 14 persen pada kelompok usia 18–44 tahun di Amerika Serikat.

Di tengah tren tersebut, penelitian jangka panjang menemukan bahwa diet Mediterania dapat menjadi strategi efektif untuk menekan risiko stroke, termasuk pada kelompok usia produktif.

Studi Panjang Ungkap Efektivitas Diet Mediterania

Penelitian yang dipimpin tim peneliti dari Amerika Serikat dan Yunani menunjukkan diet Mediterania berkaitan dengan penurunan risiko stroke secara signifikan.

Studi ini melibatkan 105.614 perempuan di California dengan usia rata-rata 53 tahun. Seluruh peserta tidak memiliki riwayat stroke saat penelitian dimulai.

Peneliti menilai kepatuhan peserta terhadap diet Mediterania menggunakan skor nol hingga sembilan. Semakin tinggi skor, semakin konsisten pola makan yang dijalankan.

Sekitar 30 persen peserta berada pada kelompok skor tertinggi, sementara 13 persen berada pada kelompok skor terendah. Sisanya berada pada kategori menengah.

Setelah pemantauan rata-rata selama 21 tahun, kelompok dengan skor tertinggi tercatat memiliki risiko stroke 18 persen lebih rendah dibanding kelompok terendah.

Pola Makan Nabati dan Lemak Sehat Jadi Kunci

Diet Mediterania menekankan konsumsi makanan berbasis nabati, seperti sayuran, buah, kacang, dan biji-bijian, serta penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama.

Hasil penelitian menunjukkan kelompok dengan kepatuhan tinggi terhadap diet ini memiliki risiko stroke iskemik 16 persen lebih rendah dan stroke hemoragik 25 persen lebih rendah.

Analisis juga telah memperhitungkan faktor lain yang memengaruhi risiko stroke, termasuk kebiasaan merokok dan tekanan darah tinggi.

“Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan. Sangat menggembirakan bahwa perbaikan pola makan dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini,” ujar Sophia Wang, penulis utama penelitian.

Temuan ini memperkuat peran pola makan sehat sebagai faktor penting dalam pencegahan stroke, khususnya di usia muda yang kini semakin rentan.

Diet Mediterania dinilai tidak hanya menjaga kesehatan jantung, tetapi juga menjadi langkah preventif yang relevan dalam menghadapi tren peningkatan stroke global.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Perut Buncit Bisa Picu Penyakit, Kenali Tanda Berbahaya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perut buncit bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi dapat menjadi indikator gangguan kesehatan serius. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak visceral yang berisiko memicu penyakit seperti diabetes, jantung, dan stroke, serta sering luput disadari hingga terlambat ditangani.

Perut Buncit Fase Bahaya dan Risiko Kesehatan

Penumpukan lemak di area perut disebut sebagai “bom waktu” karena berkaitan erat dengan gangguan metabolisme tubuh. Lemak visceral yang menyelimuti organ dalam dapat mengganggu fungsi normal tubuh secara bertahap.

Kondisi ini tidak selalu disertai gejala awal yang jelas. Banyak orang baru menyadari risiko kesehatan tersebut ketika komplikasi mulai muncul, seperti tekanan darah tinggi atau gangguan gula darah.

Padahal, tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang tepat. Perubahan sederhana dapat membantu menstabilkan metabolisme dan menurunkan lemak tubuh.

5 Tanda Perut Buncit Sudah Masuk Fase Bahaya

Terdapat sejumlah indikator yang dapat dikenali sejak dini. Tanda-tanda ini sering dianggap sepele, padahal menunjukkan risiko kesehatan yang lebih besar.

Pertama, lingkar perut yang terus membesar menjadi sinyal utama. Pada wanita, ukuran di atas 80 cm dan pria di atas 90 cm menunjukkan potensi gangguan metabolisme.

Kedua, rasa begah disertai sesak napas. Lemak berlebih dapat menekan diafragma sehingga pernapasan menjadi lebih pendek dan tubuh cepat lelah saat beraktivitas.

Ketiga, perubahan warna kulit di leher belakang menjadi lebih gelap. Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans dan sering dikaitkan dengan resistensi insulin.

Keempat, tekanan darah yang mulai meningkat. Lemak perut berlebih dapat memicu gangguan metabolisme yang berujung pada risiko penyakit jantung.

Kelima, kebiasaan mendengkur saat tidur. Penumpukan lemak di area leher dapat menyempitkan saluran napas dan meningkatkan risiko sleep apnea.

Dampak dan Upaya Pencegahan

Perut buncit fase bahaya perlu ditangani sejak dini untuk mencegah komplikasi lebih serius. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin menjadi kunci utama.

Selain itu, menjaga kualitas tidur dan mengelola stres juga berperan penting dalam menstabilkan hormon tubuh. Perubahan gaya hidup secara konsisten dapat membantu tubuh melakukan “reset” metabolisme.

Kesadaran terhadap tanda-tanda awal menjadi langkah penting agar risiko penyakit dapat ditekan sebelum berkembang lebih jauh.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Obesitas dan Lemak Visceral Tingkatkan Risiko Fatty Liver


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Risiko fatty liver akibat lemak visceral berlebih perlu diwaspadai masyarakat, terutama pada mereka dengan obesitas dan pola hidup tidak sehat. Kondisi ini kerap muncul tanpa gejala jelas, namun berpotensi berkembang menjadi gangguan hati serius jika tidak ditangani sejak dini.

Fatty liver atau perlemakan hati terjadi akibat penumpukan lemak di organ hati. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh peminum alkohol, tetapi juga individu dengan lemak visceral tinggi, pola makan buruk, dan minim aktivitas fisik.

Lemak Visceral Tinggi Jadi Pemicu Utama

Fatty liver terbagi menjadi dua jenis, yakni Alcoholic Fatty Liver (AFL) akibat konsumsi alkohol berlebih, serta Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) yang terjadi tanpa kaitan alkohol.

NAFLD menjadi jenis yang paling umum, terutama pada individu dengan obesitas, kelebihan lemak visceral, konsumsi gula berlebih, serta gaya hidup sedentari. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya cenderung ringan.

Lemak visceral yang menumpuk di sekitar organ dalam berperan besar dalam memicu fatty liver. Lemak ini dapat menyebabkan peradangan kronis, mengganggu keseimbangan hormon, serta meningkatkan resistensi insulin.

Akibatnya, metabolisme tubuh terganggu dan memicu penumpukan lemak di hati secara perlahan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan organ vital.

Risiko Komplikasi dan Cara Pencegahan

Jika tidak ditangani, fatty liver dapat berkembang menjadi peradangan hati, fibrosis, hingga sirosis yang bersifat permanen. Risiko penyakit lain seperti diabetes dan gangguan jantung juga ikut meningkat.

Gejala yang muncul umumnya tidak spesifik, seperti mudah lelah, rasa tidak nyaman di perut, serta peningkatan enzim hati yang sering baru terdeteksi melalui pemeriksaan medis.

Upaya pencegahan menjadi langkah krusial untuk menekan risiko. Masyarakat disarankan menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta mengontrol berat badan agar tetap ideal.

Selain itu, konsultasi medis secara berkala penting dilakukan, terutama bagi individu dengan faktor risiko tinggi seperti obesitas dan gaya hidup tidak aktif.

Kesadaran terhadap bahaya lemak visceral berlebih menjadi kunci utama dalam mencegah fatty liver berkembang ke tahap yang lebih serius.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Waspadai Nyeri Berbahaya saat Lebaran, Jangan Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Nyeri berbahaya yang sering diabaikan saat lebaran perlu diwaspadai masyarakat. Di tengah aktivitas silaturahmi, banyak orang cenderung menunda pemeriksaan meski merasakan keluhan yang berpotensi serius.

Padahal, sejumlah jenis nyeri bisa menjadi sinyal awal gangguan kesehatan berat. Penanganan yang terlambat berisiko memperparah kondisi hingga membutuhkan tindakan medis lanjutan.

Jenis Nyeri Berbahaya yang Sering Diabaikan

Nyeri dada menjadi salah satu gejala yang tidak boleh dianggap ringan. Rasa tertekan yang menjalar ke lengan, leher, atau rahang dapat mengindikasikan serangan jantung.

Sakit kepala hebat yang datang mendadak juga perlu diwaspadai. Kondisi ini, terutama jika disertai mual atau gangguan penglihatan, dapat berkaitan dengan stroke atau pecah pembuluh darah.

Nyeri saat bernapas, seperti rasa sakit di dada saat menarik napas atau sesak, bisa menjadi tanda infeksi paru atau gangguan serius lainnya.

Selain itu, nyeri perut tajam yang semakin parah, terutama jika disertai demam atau muntah, dapat mengarah pada radang usus buntu atau masalah organ dalam.

Nyeri punggung yang menjalar ke kaki dan disertai mati rasa juga patut diwaspadai. Gejala ini sering dikaitkan dengan saraf terjepit yang memerlukan penanganan medis.

Keluhan lain yang kerap diabaikan adalah nyeri gigi berkepanjangan. Rasa berdenyut yang tidak kunjung hilang hingga menyebabkan pembengkakan bisa menandakan infeksi serius.

Pada perempuan, nyeri haid ekstrem hingga mengganggu aktivitas juga tidak boleh diabaikan. Kondisi ini dapat menjadi indikasi gangguan seperti endometriosis.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan tidak mengabaikan nyeri yang berlangsung lebih dari tiga hari. Mengenali lokasi dan karakter nyeri menjadi langkah awal yang penting.

Penggunaan obat sebaiknya tidak dilakukan sembarangan tanpa diagnosis yang jelas. Penanganan yang tidak tepat justru berpotensi memperburuk kondisi kesehatan.

Kompres dingin atau hangat dapat digunakan sesuai jenis nyeri. Namun, istirahat yang cukup tetap menjadi faktor utama dalam proses pemulihan tubuh.

Jika nyeri semakin parah atau disertai gejala lain, pemeriksaan ke dokter harus segera dilakukan. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Nyeri berbahaya yang sering diabaikan saat lebaran dapat berdampak serius jika tidak ditangani tepat waktu. Kesadaran mengenali gejala dan respons cepat menjadi kunci menjaga kesehatan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 

Share:

Cara Efektif Kurangi Lemak Perut Usia 40, Ini Kuncinya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Cara efektif mengurangi lemak perut usia 40 tahun ke atas menjadi perhatian banyak orang seiring perubahan metabolisme tubuh. Pola makan, olahraga, stres, dan kualitas tidur menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pengendalian berat badan.

Memasuki usia 40 tahun, tubuh mengalami penurunan metabolisme sehingga lemak, khususnya di area perut, lebih mudah menumpuk. Karena itu, pendekatan yang terukur dan konsisten diperlukan untuk menjaga kebugaran.

Strategi Pola Hidup untuk Mengurangi Lemak Perut

Pengaturan pola makan menjadi langkah awal yang krusial dalam mengurangi lemak perut. Konsumsi gula berlebih perlu ditekan untuk menghindari penumpukan kalori yang tidak terpakai.

Asupan protein tinggi membantu menjaga massa otot, sementara karbohidrat kompleks dari sayur dan biji-bijian utuh memberikan energi stabil. Lemak sehat serta vitamin C dan D juga berperan dalam menjaga metabolisme tetap optimal.

Di sisi lain, aktivitas fisik harus dilakukan secara rutin. Latihan kekuatan diperlukan untuk membangun otot, sedangkan kardio efektif membakar kalori. Kombinasi keduanya, termasuk latihan intensitas tinggi atau HIIT, dinilai mampu meningkatkan pembakaran lemak secara signifikan.

Peran Stres dan Tidur dalam Pengendalian Berat Badan

Pengelolaan stres menjadi aspek yang kerap diabaikan, padahal berpengaruh langsung terhadap hormon tubuh. Stres memicu peningkatan hormon kortisol yang dapat mempercepat penumpukan lemak, terutama di perut.

Karena itu, aktivitas relaksasi seperti meditasi atau hobi ringan penting untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik. Stabilitas emosi berkontribusi pada pengendalian berat badan yang lebih efektif.

Selain itu, kualitas tidur tidak kalah penting. Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan mengganggu keseimbangan hormon, sehingga berat badan cenderung naik.

Menjaga durasi tidur yang cukup setiap malam membantu tubuh mengatur metabolisme dengan lebih baik. Dengan pola tidur yang terjaga, proses pembakaran lemak dapat berlangsung lebih optimal.

Cara efektif mengurangi lemak perut usia 40 tahun ke atas memerlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari pola makan sehat, olahraga teratur, hingga pengelolaan stres dan tidur berkualitas. Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga hasil jangka panjang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Tips Cegah Autoimun Usia Muda, Ini Penyebabnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena meningkatnya kasus autoimun pada usia muda kini menjadi sorotan. Dalam beberapa tahun terakhir, diagnosis penyakit ini makin sering ditemukan, bahkan pada kelompok usia produktif. 

Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus pertanyaan besar: apa penyebab utamanya dan bagaimana cara mengatasinya?

Autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali sel sehat sebagai ancaman. Akibatnya, tubuh justru menyerang dirinya sendiri dan memicu berbagai penyakit kronis. Tren ini dinilai berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup modern.

Pola Makan Modern Picu Peradangan

Salah satu faktor utama adalah konsumsi makanan ultra processed yang semakin dominan. Pola makan tinggi gula, tepung olahan, makanan instan, serta minuman manis berkontribusi terhadap peradangan kronis dalam tubuh.

Kondisi ini berbeda dengan pola makan generasi sebelumnya yang cenderung lebih alami. Perubahan tersebut diduga menjadi salah satu alasan mengapa kasus autoimun kini lebih sering muncul pada usia muda.

Kesehatan Usus Jadi Kunci

Sekitar 70 persen sistem imun manusia berada di usus. Ketika kesehatan usus terganggu, misalnya dalam kondisi yang dikenal sebagai “leaky gut”, zat asing dapat masuk ke aliran darah dan memicu respons imun berlebihan.

Kondisi ini terjadi akibat meningkatnya permeabilitas dinding usus. Akibatnya, bakteri, racun, dan partikel makanan yang tidak tercerna bisa bocor ke dalam tubuh dan memicu inflamasi, alergi, hingga gangguan kronis.

Gaya Hidup Modern Perburuk Risiko

Tekanan hidup modern juga berperan besar. Stres berkepanjangan, kurang tidur, minim aktivitas fisik, serta paparan polusi dan bahan kimia membuat tubuh terus berada dalam kondisi inflamasi.

Kombinasi antara pola makan buruk dan gaya hidup tidak sehat mempercepat munculnya gangguan sistem imun. Hal ini menjadi tantangan utama bagi generasi muda saat ini.

Diet dan Perubahan Gaya Hidup

Meski demikian, autoimun bukan kondisi yang sepenuhnya tidak bisa dikendalikan. Banyak faktor pemicunya berkaitan dengan gaya hidup, sehingga masih bisa dikelola melalui perubahan kebiasaan.

Pola makan yang tepat berperan penting dalam menurunkan inflamasi, menyeimbangkan sistem imun, serta memperbaiki kesehatan usus. Sementara itu, pengobatan medis membantu mengontrol gejala yang muncul.

Perpaduan antara terapi medis dan perbaikan gaya hidup menjadi kunci utama dalam menekan risiko serta memperlambat perkembangan autoimun pada usia muda.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Cara Kenali Tanda Kekurangan Vitamin yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tubuh manusia secara alami memberikan sinyal ketika mengalami kekurangan nutrisi tertentu. Memahami cara kenali tanda kekurangan vitamin menjadi penting agar gejala awal tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Sejumlah tanda fisik kerap dianggap sepele, padahal dapat menjadi indikator defisiensi vitamin dan mineral. Mulai dari rambut rontok hingga gusi berdarah, kondisi ini berkaitan langsung dengan kebutuhan nutrisi harian yang tidak terpenuhi.

Gejala Umum yang Sering Diabaikan

Beberapa keluhan ringan seperti bunyi pada sendi siku dan lutut saat bergerak dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin D. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi.

Selain itu, rambut rontok berlebihan, munculnya uban di usia muda, hingga kuku rapuh bisa menjadi tanda tubuh kekurangan biotin, zat besi, dan vitamin B12. Ketiga nutrisi ini berfungsi mendukung pertumbuhan sel dan jaringan tubuh.

Masalah Mulut dan Kulit

Sariawan yang sering kambuh juga dapat menjadi indikator tubuh kekurangan vitamin B dan zinc. Kedua zat ini berperan dalam menjaga kesehatan jaringan mulut serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Sementara itu, munculnya bintik putih pada kuku sering dikaitkan dengan defisiensi zinc. Kondisi ini mencerminkan gangguan pada proses regenerasi sel tubuh yang membutuhkan asupan mineral cukup.

Gangguan Gusi dan Area Mata

Gusi yang mudah berdarah saat menyikat gigi dapat menandakan kekurangan vitamin C dan K. Kedua vitamin ini penting dalam menjaga kekuatan jaringan serta proses pembekuan darah.

Di sisi lain, mata yang tampak bengkak atau sembap dapat menjadi tanda kekurangan vitamin B12 atau vitamin K. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan sirkulasi darah yang tidak optimal.

Pentingnya Deteksi Dini

Memahami cara kenali tanda kekurangan vitamin memungkinkan seseorang mengambil langkah pencegahan lebih cepat. Perbaikan pola makan menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayur, buah, dan protein, menjadi kunci menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika gejala berlanjut, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Diabetes Melitus Dijuluki Ibu Segala Penyakit, Ini Alasannya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Diabetes melitus (Kencing manis) menjadi perhatian serius dunia medis karena penyakit ini dapat merusak berbagai organ tubuh jika tidak dikendalikan sejak dini.

Diabetes melitus kerap dijuluki sebagai “ibu dari segala penyakit”. Istilah tersebut muncul karena penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius yang berdampak pada banyak organ vital dalam tubuh.

Dalam dunia kedokteran, diabetes bukan hanya persoalan kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan metabolisme yang dapat memengaruhi sistem pembuluh darah, saraf, hingga fungsi organ penting.

Kondisi tersebut membuat penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit lain seperti gangguan jantung, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, hingga kerusakan saraf.

Mengapa Diabetes Memicu Banyak Penyakit

Para ahli menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil maupun besar. Kerusakan ini kemudian mengganggu aliran darah ke berbagai organ tubuh.

Ketika aliran darah terganggu, organ-organ seperti jantung, ginjal, mata, dan otak menjadi rentan mengalami penurunan fungsi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius.

Di bidang kesehatan, komplikasi diabetes yang paling sering terjadi antara lain penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, neuropati atau kerusakan saraf, serta retinopati yang dapat menyebabkan kebutaan.

Karena itulah banyak dokter menyebut diabetes sebagai penyakit yang membuka pintu bagi berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Pentingnya Pengendalian Sejak Dini

Meski berisiko menimbulkan komplikasi, diabetes sebenarnya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat. Pengaturan pola makan, aktivitas fisik rutin, serta pemantauan kadar gula darah menjadi langkah utama yang disarankan.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi sejak dini. Dengan pengelolaan yang baik, penderita diabetes tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif.

Kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menekan risiko kerusakan organ akibat diabetes.

Karena itu, pemahaman bahwa diabetes bukan sekadar penyakit gula darah, melainkan gangguan metabolik yang berpotensi merusak banyak organ tubuh, perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Dokter Ungkap 7 Cara Alami Kurangi Retensi Cairan Tubuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dokter Thalia F menjelaskan sejumlah langkah alami yang dapat membantu mengurangi retensi cairan atau Edema (penumpukan cairan) pada pasien gagal jantung dan penyakit ginjal kronis.

Edema (penumpukan cairan) dalam tubuh kerap terjadi pada pasien dengan gangguan jantung maupun ginjal. Kondisi ini membuat tubuh menahan air berlebih sehingga memicu pembengkakan, terutama di kaki dan pergelangan.

Secara medis, pasien biasanya mendapatkan obat diuretik untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine. Namun, dokter juga kerap menyarankan beberapa langkah alami sebagai pendamping terapi agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.

Pendekatan ini tidak menggantikan pengobatan utama, tetapi dapat membantu meringankan gejala jika dilakukan secara konsisten dan sesuai anjuran tenaga medis.

Mengurangi Penumpukan Cairan

Salah satu langkah paling penting adalah membatasi konsumsi garam. Natrium dalam garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga pembengkakan lebih mudah terjadi.

Karena itu, pasien umumnya dianjurkan mengurangi makanan olahan, makanan instan, serta penggunaan saus atau kecap yang tinggi natrium. Sebagai alternatif, bumbu alami seperti bawang dan rempah dapat digunakan untuk memberi rasa pada makanan.

Sebagian dokter menyarankan asupan natrium harian sekitar 1.500 hingga 2.000 miligram, meski jumlahnya dapat berbeda pada tiap pasien.

Cara lain yang sering disarankan adalah mengangkat posisi kaki lebih tinggi dari jantung selama 15 hingga 30 menit. Posisi ini membantu cairan yang menumpuk di kaki kembali masuk ke sirkulasi darah.

Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu memperbaiki aliran cairan tubuh. Jalan santai selama 20 hingga 30 menit atau peregangan ringan dapat merangsang kontraksi otot yang membantu memompa cairan kembali ke pembuluh darah. Namun intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi jantung pasien.

Membantu Sirkulasi dan Deteksi Dini

Pada beberapa kasus, dokter juga merekomendasikan penggunaan stoking kompresi. Alat ini membantu meningkatkan sirkulasi vena dan mencegah cairan menumpuk di jaringan kaki.

Selain itu, pengaturan asupan cairan juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Sebagian pasien mungkin diminta membatasi jumlah cairan yang diminum agar tubuh tidak kelebihan cairan. Namun keputusan ini harus mengikuti arahan dokter karena kebutuhan setiap pasien berbeda.

Pemantauan berat badan harian juga menjadi langkah sederhana untuk mendeteksi retensi cairan lebih awal. Pada pasien gagal jantung, kenaikan berat badan sekitar satu hingga dua kilogram dalam beberapa hari dapat menjadi tanda adanya penumpukan cairan.

Pasien juga dianjurkan menghindari duduk atau berdiri terlalu lama. Menggerakkan kaki secara berkala, berjalan singkat setiap 30 hingga 60 menit, atau melakukan gerakan pergelangan kaki dapat membantu memperlancar sirkulasi.

Para dokter mengingatkan bahwa langkah-langkah tersebut hanya berfungsi sebagai pendamping terapi medis, bukan pengganti pengobatan utama.

Jika pembengkakan semakin berat, muncul sesak napas, atau berat badan meningkat cepat, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Ramadan 1447 H: 5 Risiko Kesehatan Saat Puasa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Memasuki Ramadan 1447 H, umat Muslim di Indonesia bersiap menjalankan ibadah puasa dengan menjaga pola makan, cairan, dan kondisi kesehatan.

Bulan suci selalu dimaknai sebagai waktu memperkuat iman sekaligus mempererat kebersamaan keluarga. Namun di balik suasana hangat itu, disiplin menjaga tubuh tetap menjadi kunci agar ibadah berjalan lancar.

Puasa menuntut perubahan ritme harian. Pola sahur, berbuka, hingga waktu tidur ikut bergeser. Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan.

dr. Tengku Raya Sharin, Operations Group Head Astra Life, mengingatkan setiap orang memiliki kondisi medis berbeda. Mereka yang memiliki riwayat penyakit, kata dia, perlu memahami batasan selama berpuasa agar tidak memicu kondisi yang lebih serius.

Ia menekankan pentingnya mengantisipasi risiko sebelum muncul gangguan yang berujung perawatan rumah sakit dan pengeluaran mendadak.

Lima Pemicu Gangguan Kesehatan Saat Puasa

Pertama, melewatkan sahur atau langsung tidur setelah sahur. Sahur berperan menjaga energi dan kestabilan gula darah sepanjang hari.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan roti gandum dapat dipadukan dengan protein—telur, ayam, tahu, atau tempe—serta sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat.

Tidur kembali segera setelah sahur berisiko mengganggu pencernaan. Posisi berbaring mempermudah asam lambung naik, terutama bagi penderita maag atau GERD.

Kedua, kurang minum air. Pola sederhana dua–empat–dua gelas antara berbuka hingga sahur dapat membantu mencegah dehidrasi.

Kekurangan cairan dapat memperberat kerja jantung, memicu kelelahan, bahkan memperburuk kondisi pernapasan pada individu tertentu.

Ketiga, berbuka berlebihan. Disarankan berbuka secara bertahap, diawali air putih dan kurma atau buah sebelum makanan utama.

Lambung membutuhkan waktu beradaptasi setelah kosong seharian. Konsumsi berlebihan secara tiba-tiba berisiko menimbulkan mual, pusing, atau gangguan pencernaan.

Keempat, kurang serat dan protein. Komposisi gizi seimbang dalam satu piring membantu menjaga stamina sepanjang hari.

Mengurangi gorengan, makanan tinggi gula, bersantan, pedas, serta produk ultra-proses juga dianjurkan untuk mencegah gangguan pencernaan dan risiko kesehatan jangka panjang.

Kelima, tidak disiplin mengonsumsi obat rutin. Penyesuaian jadwal minum obat perlu dikonsultasikan dengan dokter agar tetap aman selama berpuasa.

Jaga Kebugaran dan Antisipasi Risiko

Olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka dapat membantu menjaga kebugaran. Aktivitas berat pada siang hari sebaiknya dihindari.

Puasa sebaiknya dibatalkan jika muncul gejala berat seperti pusing hebat, jantung berdebar, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi serius.

Selain menjaga pola hidup, kesiapan finansial menghadapi risiko kesehatan juga menjadi perhatian. Biaya rawat inap yang tinggi dapat mengganggu stabilitas keuangan keluarga.

Karena itu, perencanaan perlindungan kesehatan sejak awal dinilai penting agar ibadah dan perayaan Idulfitri tetap berlangsung dengan tenang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Panduan Lengkap Makanan Sehat Jantung dan Pantangan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panduan resmi Kementerian Kesehatan menjelaskan pola makan sehat jantung yang wajib diterapkan untuk mencegah gejala serius penyakit kardiovaskular.

Prinsip Pola Makan untuk Menjaga Jantung

Penyakit jantung berkembang perlahan dan kerap tidak disadari. Tanpa perubahan gaya hidup dan pola makan, penumpukan plak di arteri dapat menghambat aliran darah menuju jantung.

Ketika aliran darah berkurang, gejala seperti nyeri dada dan sesak napas bisa muncul. Dalam kondisi berat, gangguan ini berpotensi berujung serangan jantung atau henti jantung mendadak.

Pedoman kesehatan menekankan pembatasan garam, terutama bagi penderita hipertensi. Asupan karbohidrat berlebih juga perlu dikontrol, khususnya pada individu dengan berat badan berlebih.

Makanan tinggi lemak sebaiknya dibatasi dan diganti sumber protein rendah lemak, seperti ikan segar atau daging tanpa lemak. Konsumsi buah dan sayur dianjurkan karena kaya nutrisi dan rendah kalori.

Makanan olahan tinggi sodium, gula, dan lemak trans perlu dikurangi. Porsi makan juga harus dijaga agar berat badan tetap stabil dan metabolisme tubuh tidak terbebani.

Minuman berkafein dan alkohol disarankan dibatasi. Bumbu terlalu pedas atau merangsang sebaiknya dihindari karena dapat memicu respons tubuh yang tidak stabil.

Daftar Makanan Baik dan Pantangan

Buah serta sayuran menjadi komponen utama diet jantung sehat. Kandungan antioksidan dan serat membantu melindungi pembuluh darah sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

Sayuran hijau seperti bayam dan sawi dikenal kaya vitamin serta antioksidan. Buah seperti beri, jeruk, melon, dan pepaya juga dinilai mendukung kesehatan kardiovaskular.

Ikan berlemak, termasuk salmon dan sarden, mengandung omega-3 yang bersifat anti-inflamasi. Nutrisi ini membantu menurunkan risiko gangguan jantung jika dikonsumsi rutin dalam porsi wajar.

Biji-bijian utuh dan kacang menyediakan serat serta lemak baik. Namun karena padat kalori, konsumsinya tetap perlu disesuaikan kebutuhan energi harian.

Sumber lemak sehat seperti minyak zaitun dan alpukat dapat membantu menurunkan kolesterol. Produk susu rendah lemak juga dianjurkan sebagai alternatif lebih aman.

Cokelat hitam dengan kadar kakao minimal 70 persen mengandung flavonoid yang berpotensi melindungi jantung. Konsumsinya disarankan terbatas, maksimal beberapa porsi per minggu.

Bawang putih dikenal mengandung allicin. Riset yang dikutip Healthline menunjukkan ekstraknya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Studi dari Harvard Medical School dan Brigham and Women's Hospital menemukan konsumsi tahu mingguan berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, makanan seperti daging merah berlemak, soda, makanan olahan tinggi gula, serta karbohidrat olahan perlu dibatasi. Jenis makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko kardiovaskular.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


 

Share:

Bahaya Memencet Jerawat, Pria di China Alami Pneumonia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kebiasaan memencet jerawat kerap dianggap sepele. Namun sebuah kasus di China timur menunjukkan, tindakan kecil itu dapat berujung pada kondisi medis yang serius.

Seorang pria bernama Chen, warga Provinsi Jiangsu, dilaporkan mengalami demam tinggi dan pembengkakan di area mulut setelah memencet bintik merah yang tampak seperti jerawat.

Gejala tersebut muncul tak lama setelah jerawat di dagunya dipencet. Awalnya, Chen mengira kondisi itu tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya.

Namun kondisinya justru memburuk. Infeksi yang bermula di sekitar mulut dilaporkan menjalar dan mulai memengaruhi fungsi paru-parunya.

Media lokal menyebutkan, Chen kemudian didiagnosis menderita pneumonia ganda. Kondisinya dinilai kritis dan membutuhkan penanganan medis intensif.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah dilaporkan oleh Jiangsu Television pada Selasa, 12 Januari 2021, dan kemudian dikutip oleh sejumlah media internasional.

Chen diketahui tinggal di Kota Changzhou, Jiangsu. Gejala awal berupa demam dan kesulitan bernapas muncul pada awal Desember, tak lama setelah insiden memencet jerawat itu.

Selain demam, bagian mulut Chen dilaporkan mengalami pembengkakan dan kemerahan yang cukup parah. Kondisi tersebut membuat keluarganya panik.

Istri Chen, Tian, mengatakan dirinya sempat memperingatkan suaminya agar tidak memencet jerawat tersebut. Ia mengingat pengalaman serupa yang pernah terjadi sebelumnya.

“Dia memiliki jerawat di dagu. Saya sudah melarangnya memencet, karena dia pernah melakukan hal serupa,” ujar Tian kepada media setempat.

Melihat kondisi Chen yang terus memburuk, Tian akhirnya membawa suaminya ke First People’s Hospital di Changzhou untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasus ini kembali mengingatkan risiko infeksi serius akibat luka terbuka di area wajah. Para tenaga medis kerap mengimbau masyarakat agar tidak memencet jerawat secara sembarangan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 



Share:

Peringati Hari Kanker Sedunia, Golkar Dorong Pencegahan dan Edukasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar menggelar seminar “Bersama Melawan Kanker Menuju Masa Depan Lebih Sehat” di Jakarta, Rabu (4/2/2026), menekankan pentingnya kesadaran kolektif pencegahan kanker.

Sri Suparni Bahlil, menyampaikan tema tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat kepedulian masyarakat. Ia menilai peningkatan literasi kesehatan harus berjalan seiring dengan gerakan nyata pencegahan kanker sejak dini.

Sri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan oleh Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, forum seperti ini membuka ruang edukasi yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kalangan perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga.

Ia menyinggung data Kementerian Kesehatan yang memproyeksikan peningkatan kasus kanker menuju 2050. Sri menyebut setiap individu memiliki potensi mengalami pertumbuhan sel abnormal, sehingga upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama.

Berdasarkan data kesehatan nasional, sekitar 400.000 kasus baru kanker terdeteksi setiap tahun di Indonesia. Angka kematian diperkirakan mencapai 240.000 kasus, menegaskan urgensi penguatan strategi deteksi dan penanganan sejak dini.

Sri menekankan pentingnya pemahaman ilmiah mengenai perkembangan sel kanker. Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh dapat memperbaiki kerusakan DNA atau mematikan sel bermasalah melalui mekanisme alami yang dikenal sebagai apoptosis.

Ia menilai pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak hidup dalam ketakutan berlebihan. Sebaliknya, kesadaran ilmiah diharapkan mendorong masyarakat lebih disiplin menjalankan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama.

Sri menegaskan prinsip pencegahan lebih efektif dibandingkan pengobatan. Menurutnya, menjaga kesehatan melalui gaya hidup aktif, asupan gizi seimbang, pengelolaan stres, dan pemeriksaan rutin menjadi investasi kesehatan jangka panjang.

Ia juga menyoroti kegiatan olahraga rutin yang dilakukan anggota Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar. Aktivitas tersebut dinilai mampu menjaga kesehatan fisik sekaligus membantu pengelolaan stres, yang menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Sri berharap meningkatnya prediksi kasus kanker dapat direspons dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Ia menilai pengetahuan harus diterjemahkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam seminar tersebut, peserta juga mendapat paparan dari sejumlah narasumber. Salah satunya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, yang memaparkan strategi nasional pencegahan kanker.

Selain itu, hadir perwakilan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia, Yani Nirmalasari, serta Ketua Divisi Onkologi Ginekologi RSCM, dr. Fitriyadi Kusuma. Keduanya memberikan perspektif medis dan pengalaman pendampingan pasien kanker.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, menyoroti kompleksitas deteksi kanker. Ia menyebut sejumlah jenis kanker sulit terdeteksi karena gejala awalnya sering menyerupai penyakit lain.

Sarmuji membagikan pengalaman pribadi terkait putranya yang pernah didiagnosis kanker darah. Ia menuturkan proses diagnosis berlangsung panjang karena hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan peningkatan leukosit secara signifikan.

Menurutnya, diagnosis baru ditegakkan setelah pemeriksaan lanjutan melalui pengambilan sampel sumsum tulang. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ketelitian medis dalam menilai gejala yang memiliki kemiripan antarpenyakit.

Ia menilai kesiapan tenaga medis menjadi faktor krusial dalam mendeteksi kanker. Dokter diharapkan membuka berbagai kemungkinan diagnosis agar kesalahan penanganan dapat diminimalkan sejak tahap awal pemeriksaan.

Sarmuji menambahkan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Ia menyebut sebagian pasien kanker terlambat mendapatkan penanganan karena kurangnya deteksi dini dan keterbatasan akses pemeriksaan lanjutan.

Ia menegaskan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja, termasuk individu dengan gaya hidup sehat. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci agar peluang penanganan lebih efektif dan angka kesembuhan meningkat.

Sarmuji juga menekankan pentingnya dukungan keluarga bagi pasien kanker. Ia menyebut keberadaan sistem pendukung menjadi faktor psikologis yang berperan dalam proses pengobatan dan pemulihan pasien.

Seminar tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat terhadap pasien kanker. Para pembicara menilai perjuangan melawan kanker membutuhkan kolaborasi antara tenaga medis, keluarga, dan komunitas.

Melalui forum edukasi tersebut, peserta diajak menjadikan Hari Kanker Sedunia sebagai titik awal meningkatkan kepedulian kesehatan. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu membangun masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Otak Dipengaruhi Usus: Peran Mikrobiota dalam Mood dan Fokus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Selama ini, otak kerap dianggap pusat tunggal pikiran dan emosi. Namun riset modern menunjukkan, kendali itu tidak berdiri sendiri. Ada jalur komunikasi aktif yang menghubungkan otak dengan usus.

Hubungan tersebut dikenal sebagai gut-brain axis, sistem dua arah yang mengaitkan saraf, hormon, dan sinyal imun. Lewat jalur ini, kondisi usus dapat memengaruhi cara otak bekerja dan merespons stres.

Di dalam usus manusia hidup triliunan mikroorganisme yang disebut mikrobiota usus. Mereka bukan sekadar membantu mencerna makanan, tetapi juga berperan dalam regulasi suasana hati dan fungsi kognitif.

Salah satu peran penting mikrobiota adalah keterlibatannya dalam produksi serotonin. Lebih dari 90 persen hormon ini justru diproduksi di usus, bukan di jaringan otak.

Serotonin dikenal sebagai penopang rasa tenang dan bahagia. Ketika keseimbangan mikrobiota terjaga, produksi serotonin cenderung stabil, membantu menjaga emosi tetap terkendali dalam aktivitas sehari-hari.

Mikrobiota usus juga berpengaruh terhadap respons tubuh terhadap stres. Komposisi mikroba yang sehat dapat menekan pelepasan kortisol, hormon stres, sekaligus meningkatkan sinyal relaksasi ke otak.

Dalam konteks fungsi kognitif, keseimbangan mikrobiota dikaitkan dengan memori, fokus, serta kejernihan berpikir. Gangguan pada ekosistem usus sering dihubungkan dengan penurunan konsentrasi.

Sebaliknya, ketidakseimbangan mikrobiota atau dysbiosis dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, hingga munculnya kabut otak yang mengganggu produktivitas.

Faktor gaya hidup memegang peran besar dalam menjaga hubungan usus dan otak. Pola makan, kualitas tidur, serta cara mengelola stres ikut menentukan komposisi mikrobiota.

Temuan ini menggeser cara pandang lama tentang kesehatan mental. Otak tidak bekerja sendirian. Apa yang terjadi di usus turut menentukan kejernihan pikiran dan kestabilan emosi.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 




Share:

Enzim PRDX2 Ungkap Harapan Baru Terapi CTEPH Langka


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penelitian terbaru mengungkap enzim antioksidan PRDX2 meningkat alami pada CTEPH, berperan melindungi pembuluh paru sekaligus memperbaiki fungsi jantung dan paru.

Sebuah studi ilmiah terbaru menunjukkan PRDX2 meningkat sebagai respons protektif pada chronic thromboembolic pulmonary hypertension, membantu menekan kerusakan pembuluh darah paru akibat tekanan dan peradangan kronis.

Temuan ini diperoleh dari riset berbasis model tikus laboratorium yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, meneliti mekanisme biologis CTEPH yang selama ini masih minim pemahaman medis mendalam.

CTEPH terjadi ketika bekuan darah lama menyumbat arteri pulmonalis, memicu tekanan tinggi dan memaksa jantung kanan bekerja ekstra hingga berujung pada gagal jantung progresif.

Peneliti menemukan PRDX2 bekerja menekan stres oksidatif, peradangan, serta gangguan mitofagi, proses penting pembersihan mitokondria rusak yang menentukan kesehatan sel pembuluh darah.

“Overekspresi PRDX2 terbukti mengurangi remodeling pembuluh paru, menegaskan perannya sebagai pelindung alami sekaligus kandidat target terapi masa depan,” tulis tim peneliti dalam laporannya.

Pada jaringan paru tikus, PRDX2 dominan ditemukan di sel endotel pembuluh darah, meningkat seiring waktu bersamaan dengan memburuknya tekanan darah paru pada model CTEPH.

Saat PRDX2 diturunkan, protein peradangan seperti interleukin dan TNF-alpha melonjak tajam, memperparah kerusakan jaringan dan mempercepat kehancuran mitokondria penghasil energi.

Sebaliknya, peningkatan PRDX2 mampu menormalkan proses mitofagi, memperbaiki mitokondria, menekan ROS, sekaligus menurunkan peradangan pembuluh paru secara signifikan.

Dampak paling nyata terlihat pada fungsi jantung kanan, di mana peningkatan PRDX2 memperbaiki RVSP dan TAPSE, indikator penting kekuatan kontraksi jantung menuju paru-paru.

Para peneliti menggunakan vektor virus untuk meningkatkan PRDX2 sebelum induksi CTEPH, hasilnya angka kematian menurun dan remodeling pembuluh paru berkurang drastis.

“Temuan ini menyoroti PRDX2 sebagai pelindung biologis alami yang bekerja saat tubuh menghadapi tekanan vaskular ekstrem,” tulis peneliti menegaskan relevansi klinisnya.

Meski masih berbasis model hewan, hasil ini membuka peluang besar pengembangan terapi baru yang menargetkan PRDX2 untuk penderita CTEPH yang selama ini pilihan terapinya terbatas.

Studi ini menegaskan PRDX2 bukan sekadar enzim pelindung, melainkan harapan baru terapi CTEPH berbasis mekanisme alami tubuh manusia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Diduga Arogan, Pelayanan Puskesmas Tambora Picu Protes Lansia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pelayanan Puskesmas Tambora menuai keluhan serius setelah pasien lansia mengaku dipaksa antre berjam-jam, meski tersedia jalur khusus prioritas yang semestinya memudahkan akses layanan kesehatan.

Pelayanan Puskesmas Tambora kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pasien lansia menyampaikan kekecewaan atas proses pendaftaran yang dinilai lambat, tidak ramah, serta mengabaikan hak prioritas kelompok rentan.

Keluhan ini mencuat setelah pasien berinisial LA mengalami penolakan saat mendaftar melalui jalur prioritas, Jum'at (02/01/2026), di Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, meski telah menjelaskan kondisi usia lanjut.

Menurut pengakuan pasien, satpam dan dokter yang bertugas tetap meminta lansia mengikuti antrean umum, memicu rasa kecewa, kelelahan fisik, serta mempertanyakan tujuan keberadaan jalur prioritas pelayanan kesehatan.

“Kalau lansia tetap harus antre umum, untuk apa ada jalur khusus prioritas,” ujar LA dengan nada kecewa, menggambarkan harapan sederhana akan pelayanan manusiawi bagi pasien lanjut usia.

Pengamat sekaligus jurnalis Surat Kabar Duta Nusantara Merdeka menilai kasus ini mencerminkan lemahnya empati layanan publik, serta kurangnya pengawasan terhadap implementasi standar pelayanan puskesmas di wilayah perkotaan padat.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan sinergi, kepedulian sosial, dan kedekatan aparat medis dengan pasien, terutama lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus.

“Banyak pasien lansia merasa dipinggirkan, padahal pelayanan kesehatan adalah hak dasar,” tegasnya, seraya mendorong evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Kasus Puskesmas Tambora menjadi pengingat penting bagi Kementerian Kesehatan untuk segera membenahi sistem layanan, demi memastikan keadilan, empati, dan martabat pasien tetap terjaga.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Ngeri! Ini Penyebab Batu Ginjal dari Kebiasaan Buruk Sehari-hari


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Batu ginjal kembali jadi ancaman serius. Dokter mengingatkan bahwa kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan dapat merusak kesehatan ginjal tanpa disadari masyarakat.

Ginjal adalah organ penting yang bekerja menyaring darah agar tubuh tetap sehat. Namun banyak orang tidak sadar, kebiasaan buruk bisa memicu batu ginjal.

Spesialis Urologi Urology Center of Florida, Dr Craig Herman menjelaskan batu ginjal adalah endapan keras dari mineral dan garam yang terbentuk dalam saluran kemih manusia.

la menegaskan, risiko batu ginjal meningkat mulai usia tiga puluh tahun ke atas. Urine yang terlalu pekat akibat kurang cairan memicu terbentuknya kristal berbahaya.

Tubuh membutuhkan cairan cukup untuk membuang limbah seperti kalsium, oksalat, hingga asam urat. Ketika cairan sedikit, zat berbahaya ini mengendap dan berubah menjadi batu.

Ada lima kebiasaan paling sering memicu batu ginjal. Pertama, tidak menjaga berat badan. Obesitas memicu resistensi insulin dan menurunkan pH urine, mempercepat pembentukan batu asam urat.

Kedua, terlalu banyak konsumsi garam dan gula seperti fruktosa dalam gula pasir dan sirup jagung. Garam meningkatkan kalsium ginjal hingga memicu batu.

Ketiga, konsumsi berlebihan protein hewani seperti daging merah, unggas, telur dan makanan laut, yang meningkatkan kadar asam urat dan memicu kristalisasi.

Keempat, makanan tinggi oksalat seperti bayam, kacang-kacangan, cokelat dan beberapa buah, dapat mempercepat pembentukan kristal kalsium oksalat di saluran kemih.

Kelima, kurang minum air. Banyak kasus batu ginjal terjadi karena dehidrasi. Risiko semakin tinggi pada daerah beriklim panas dan aktivitas berat setiap hari.

Meski faktor keturunan dan usia tidak bisa dihindari, dokter mengingatkan masyarakat tetap bisa mencegah dengan minum air cukup, menjaga pola makan dan rutin cek kesehatan ginjal. "Pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati," ujar Herman.

Para ahli mengingatkan, batu ginjal dapat menyebabkan nyeri hebat, infeksi hingga kerusakan ginjal permanen. Gaya hidup sehat dan hidrasi cukup tetap menjadi benteng utama perlindungan ginjal.

Dengan mengenali kebiasaan pemicu batu ginjal sejak awal, masyarakat dapat mengubah pola hidup, menjaga kesehatan ginjal, dan menghindari risiko komplikasi berbahaya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Waspada! Inilah Makanan Pemicu Kreatinin Tinggi yang Merusak Ginjal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kadar kreatinin tinggi dalam darah sering menandakan gangguan fungsi ginjal. Para ahli menegaskan, pola makan berperan penting menjaga kestabilan kadar tersebut.

Kreatinin merupakan zat limbah hasil pemecahan kreatin, yaitu senyawa yang dipakai otot untuk menghasilkan energi. Ginjal sehat bertugas membuang kreatinin melalui urine.

Namun, bila ginjal tak berfungsi optimal, kadar kreatinin akan menumpuk dalam darah. Gejala seperti mual, lemas, kram otot, dan sulit buang air kecil bisa muncul.

Ahli gizi menyarankan penderita gangguan ginjal memperhatikan asupan makanan. Sebab, beberapa jenis makanan dapat memperburuk kondisi ginjal dan meningkatkan kadar kreatinin secara signifikan.

Daging merah dan seafood seperti tuna atau salmon mengandung kreatin tinggi yang berubah menjadi kreatinin saat dimasak. Disarankan mengganti dengan protein nabati seperti tahu atau tempe.

Selain itu, produk olahan susu-termasuk keju, yogurt, dan susu sapi-tinggi protein serta fosfor yang membebani ginjal. Pilihan terbaik adalah susu almond atau kedelai yang lebih ringan.

Konsumsi natrium berlebih dari makanan kaleng atau olahan juga meningkatkan tekanan darah dan memperparah kerusakan ginjal. Gunakan bumbu alami sebagai alternatif penyedap alami.

Ginjal lemah juga sulit mengatur kadar kalium dan fosfor. Hindari pisang, jeruk, kacang, serta gandum utuh yang dapat memicu ketidakseimbangan mineral.

Selain itu, makanan tinggi gula dan minuman manis memperbesar risiko obesitas dan diabetes-dua kondisi yang mempercepat kerusakan ginjal dan menaikkan kadar kreatinin.

Alkohol dan kafein pun sebaiknya dihindari. Kedua zat ini dapat menaikkan tekanan darah serta menimbulkan dehidrasi, membuat ginjal bekerja lebih berat dari biasanya.

Menjaga kadar kreatinin tetap normal bukan hanya soal obat, tapi disiplin menjaga pola makan sehat dan rutin konsultasi ke dokter.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pemimpin Muda IPM Siapkan Rencana Aksi Total TAPS Ban di Sekolah dan Kampus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Para pemimpin muda dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menyusun rencana aksi konkret pengendalian tembakau melalui Tobacco Control Leadership Training with Young Leaders di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

Dalam forum bertajuk "Peran Pemimpin Muda dalam Advokasi Total TAPS Ban", peserta muda IPM menyusun strategi kebijakan pengendalian tembakau berbasis metode SMART-spesifik, terukur, realistis, relevan, dan berbatas waktu.

Melalui Worksheet TCLTYL, setiap peserta diajak merumuskan tujuan kebijakan di instansi masing-masing, termasuk langkah awal implementasi, sumber daya pendukung, serta indikator keberhasilan jangka pendek dan panjang.

Ketua PP IPM Bidang Perkaderan Ganis K. Nisa menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis aksi nyata, bukan hanya kampanye moral. Menurutnya, "Pemuda harus menjadi contoh, bukan sekadar pengingat bahaya rokok."

Ganis menilai, upaya mewujudkan Total TAPS Ban (pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok) harus dimulai dari lingkungan pendidikan, tempat generasi muda tumbuh dan membangun identitas.

Setiap peserta pelatihan diarahkan menyusun tiga program utama: advokasi kebijakan, kampanye media sosial, serta kolaborasi lintas komunitas untuk memperluas jangkauan edukasi bahaya tembakau.

Dari hasil diskusi, mayoritas peserta menilai paparan iklan rokok di ruang publik dan digital menjadi tantangan terbesar, karena menggiring remaja untuk melihat rokok sebagai simbol gaya hidup keren.

Selain itu, masih lemahnya penegakan regulasi kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah dan kampus membuat kebijakan pengendalian tembakau sulit diterapkan secara efektif di tingkat akar rumput.


Untuk menjawab tantangan tersebut, para pemimpin muda menyepakati strategi dual approach. advokasi berbasis kebijakan dan kampanye kreatif berbasis komunitas digital yang ramah anak muda.

Mereka juga menyiapkan rencana timeline implementasi selama enam bulan, mencakup riset perilaku siswa, pembentukan youth ambassador anti-rokok, dan kolaborasi dengan guru untuk mengintegrasikan literasi kesehatan ke dalam kurikulum.

Pendekatan ini diharapkan mendorong terciptanya ekosistem pendidikan bebas rokok serta membangun budaya baru di kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Ini bukan hanya soal larangan, tapi tentang hak anak untuk tumbuh di lingkungan sehat," tegas salah satu peserta dari IPM Surabaya.

Forum juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia dan dukungan kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan grassroot menuju Indonesia Bebas Tembakau 2045.

Para fasilitator TCLTYL menilai keterlibatan IPM sebagai langkah penting membangun jejaring pemuda yang berdaya untuk memengaruhi kebijakan publik secara asertif dan humanis.

Dengan semangat "Gerakan dari Diri Sendiri", IPM berharap rencana aksi ini menjadi model percontohan bagi sekolah dan kampus Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Gerakan ini menandai lahirnya generasi pemimpin muda yang tidak hanya sadar bahaya rokok, tetapi juga siap menantang dominasi industri yang mengancam masa depan bangsa.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Ganis K. Nisa Dorong Kolaborasi Pemuda Lawan Iklan dan Promosi Rokok


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gerakan pengendalian tembakau di Indonesia memasuki babak baru. Pemimpin muda kini tampil sebagai motor perubahan melalui inisiatif Tobacco Control Leadership with Young Leaders.

Acara yang digelar di Jakarta, Sabtu (25/10/2025), mempertemukan puluhan aktivis muda, akademisi, dan perwakilan organisasi masyarakat untuk membahas arah kebijakan pengendalian tembakau nasional.

Dalam forum ini, isu Total TAPS Ban-pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok-menjadi fokus utama yang dibawa oleh generasi muda ke ruang advokasi publik.

Ketua Bidang Perkaderan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ganis K. Nisa, menegaskan bahwa upaya pengendalian tembakau tidak bisa berhenti pada wacana moral, melainkan harus menjadi gerakan sosial.

"Pemimpin muda harus berani mengambil sikap. Iklan rokok di ruang publik telah menjebak generasi kami dalam normalisasi adiksi," ujar Ganis penuh semangat.

la menyebut, data menunjukkan lebih dari 60% pelajar SMP dan SMA pernah terpapar Iklan rokok secara langsung, baik di media sosial maupun lingkungan sekitar sekolah.

Fenomena itu, menurut Ganis, menjadi alarm moral bagi generasi muda untuk menolak segala bentuk eksploitasi citra positif rokok di mata anak muda.

Sementara itu, Ketua Umum PB Matahari Pagi, Sutia Budi S.E., M.Si, mengapresiasi keberanian para pemimpin muda membawa isu ini ke ruang publik dan kebijakan.

"Regulasi pengendalian tembakau di Indonesia masih lemah karena belum ada larangan total TAPS. Ini PR besar bagi kita semua," ungkap Sutia.

la menilai, masih banyak celah hukum yang dimanfaatkan industri untuk mempromosikan produk tembakau melalui sponsor acara musik, olahraga, hingga beasiswa.

Dalam pandangan Sutia, perlu ada leadership reform di kalangan muda yang berani melawan narasi industri rokok, terutama yang menyasar segmen Gen Z.

"Generasi muda kini bukan hanya konsumen, tapi agen perubahan yang bisa mengarahkan opini publik," tegasnya di hadapan peserta forum.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran media sosial dan influencer dalam memperkuat kampanye pengendalian tembakau di era digital.

Menurut panelis, generasi muda memiliki kekuatan naratif yang luar biasa untuk membentuk budaya hidup sehat dan menolak gaya hidup merokok.

Dalam sesi ide kolaboratif, peserta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang menekankan integrasi pendidikan bahaya rokok di kurikulum sekolah dan kampus.

Mereka juga mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) yang benar-benar efektif dan berorientasi pada perlindungan anak.

"Masalahnya bukan sekadar rokok, tapi bagaimana industri memanfaatkan lemahnya regulasi untuk menanamkan citra keren di kepala remaja," kata salah satu peserta.

Forum ini menjadi simbol perlawanan moral dan intelektual terhadap dominasi industri rokok yang selama ini bersembunyi di balik retorika tanggung jawab sosial.

Para pemimpin muda juga menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor. sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, ormas, dan komunitas kreatif harus ditingkatkan.

Kampanye "Young Leaders for Tobacco-Free Generation" yang diluncurkan dalam forum ini akan berlanjut ke berbagai kota besar di Indonesia.

Program tersebut menargetkan terbentuknya 1000 kader muda pengendalian tembakau yang terlatih dalam advokasi, komunikasi publik, dan gerakan kampanye kreatif.

"Ini bukan sekadar kampanye, tapi gerakan pembebasan dari manipulasi industri rokok," tegas Ganis dalam sesi penutupan forum.

Momentum Tobacco Control Leadership with Young Leaders menjadi refleksi bahwa isu kesehatan publik kini menemukan sekutu strategis pada generasi muda yang berpikir progresif.

Mereka tak lagi hanya menjadi objek kebijakan, tapi subjek perubahan yang berani menantang struktur industri besar demi masa depan Indonesia bebas tembakau.

Dengan semangat kolaborasi lintas generasi, forum ini menandai babak baru kepemimpinan muda Indonesia dalam perjuangan menuju Total TAPS Ban dan generasi sehat tanpa rokok.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini