Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Aktifis Lingkungan Gelar Aksi Menanam Untuk Kotaku Peringati Sumpah Pemuda

  
Dok. Foto

Medan (DNM)
Para Relawan dan Aktifis Lingkungan kembali melakukan aksi menanam pohon yang disebut sebagai Kegiatan "Menanam untuk Kotaku"  yang digelar di Belawan Kota Medan. (29/10).

Ratusan relawan dan aktifis dari berbagai elemen pencinta lingkunganpun tak dapat  dielakkan. Di hari peringatan Sumpah Pemuda, aktifis lingkungan ini menghiasi kegiatan dengan aksi menanam sekitar 1500 batang pohon. 

Sebelum melakukan aksi penanam, massa yang dari berbagai lembaga pencinta lingkungan ini melakukan Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di  lapangan parkir Pelabuhan Bandar Deli Belawan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan H. Muhammad Husni, SE. MSi. Dalam Pidato sambutannya panggilan akrab kak husni ini mengatakan " Yang kurang terkendali saat ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa lingkungan hidup telah rusak. Pencemaran udara mengakibatkan langit di  atas kurang cerah karena penuh dengan gas polisi. akibatnya musim hujan akan mengalami bencana banjir, sebaliknya pada musim kemarau kita mengalami kekeringan"tuturnya.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa laju kerusakan hutan harus dicegah sampai ambang batas minimal, kita harus prihatin terhadap hutan kita yang mengalami kerusakan  lebih dari dua juta hektar pertahun. kondisi buruk itu tidak boleh dibiarkan, oleh sebab itu gelar aksi menanam pohon yang di cananagkan melalui para lembaga pencinta lingkungan terlaksana dengan meriah.

Menurut pantauan tim kami, lebih dari 40 komunitas di Kota Medan bahkan dari luar  Kota medan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Duta Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan yang dipimpin oleh Abdul Latif, dan Yayasan Budaya Hijau Indonesia (BHI) dikomandoi  oleh bung Bathara Yusuf,  sebagai prakarsa kegiatan ini merasa bangga karena tingkat kepekaan masyarakat masih sangat tinggi terhadap  usaha pencegahan kerusakan  alam.

Kegiatan penanaman pohon dialokasikan ke sepuluh titik penanam di sekitar Kecamatan Medan Belawan. Acara berlangsung selama satu hari yang dihiasi dengan berbagai macam hiburan dan lomba dari adik-adik pramuka.

Selanjutnya dalam suasana aktivitas penanamn pohon, dilokasi pelaksanaan upacara dilakukan juga kegiatan Donor Darah yang diserahkan kepada PMI Kota Medan. **(SD)
Share:

Ayam Kinantan Naik ke Liga 1 Semen Padang Degradasi ke Liga 2



Medan (DNM)
Para Pendukung Klub PSMS Medan menaruh harapan Besar agar Team Ayam Kinantan dapat Lolos pada Liga 1 Karena Team PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru sama-sama lolos ke babak delapan besar Liga 2.

Tinggal beberapa langkah lagi untuk kedua tim mewujudkan mimpi lolos ke Liga 1, Namun sejumlah pengamat yakin PSMS Medan memiliki langkah yang lebih ringan ketimbang PSPS. Mengingat PSMS pembinanya adalah Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

Bagi pemain PSMS, lolos ke Liga 1 menjadi motivasi tersendiri. Pasalnya PSMS yang punya nama besar sudah lama tidak mencicipi Liga kasta tertinggi.

Sedangkan, Semen Padang yang berada di provinsi tetangga Sumut sudah nyaman main di Liga 1 selama ini.

Saat PSMS uji coba lawan Mencirim City akhir pekan lalu, seorang suporter nyeletuk "Kalau PSMS naik ke Liga 1, Bagusan Semen Padang Degradasi ke Liga 2 ya! Biar tetap seru Liga 2 Grup 1 tahun depan."

Uniknya! Bahkan dalam perebutan kuota di Liga 1, PSMS Medan berpeluang bertemu Semen Padang pada babak play off. Andai Semen Padang finish di peringkat 15 Liga 1, sedangkan PSMS finish sebagai juara keempat Liga 2. Maka kedua tim akan saling jegal di babak play off.

Akan kan hal ini terjadi? PSMS dan Semen Padang lah yang menentukan nasib mereka sendiri di laga yang tersisa. (SEP)
Share:

Kemhan Sumut Lakukan Bakti Sosial Peringati Sumpah Pemuda

Dok.DNM






Medan (DNM)
Program Pembinaan Bela Negara melakukan kegiatan sosial dan karya bakti di Hari Peringatan Sumpah Pemuda. Kegiatan  di adakan di Panti Asuhan perguruan Al-Washliah di Jl. TB. Simatupang No.67 Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal Medan. 

Program rutin  Kementerian Pertahanan (KEMHAN) Sumatera Utara kepada masyarakat ini dihadiri sejumlah anggota  Kader  Bela Negara, PCTA  dan anggota Kodim bersama-sama bergotong royong memperbaiki atap  seng, pengecatan gedung dan pembersihan areal panti asuhan Al-Washliah.

Selain itu dalam kegiatan ini juga dilakukan musyawarah pergantian kepengurussan Bela Negara dan PCTA. Musyawarah Bela Negara Sumatera Utara tersebut menghasilkan keputusan dengan ketua terpilih Supriadi menggantikan ketua demisioner Jhon Fery untuk masa bakti 2017-2018.

Ketua terpilih dalam sambutannya mengatakan akan membenahi sistem administrasi yang ada sekarang, sekaligus mendata keanggotaan Bela Negara di Sumatera Utara.

Saya akan berusaha memperbaiki sistem Administrasi ke anggotaan yang ada sekarang, karena anggota bela negara Sumatera utara sebenarya cukup banyak tersebar di Sumatera Utara, namun belum terdata secara maksimal berdasarkan data base”. Ungkapnya.
Share:

Kapoldasu Ultimatum Pengedar Narkoba Tembak Mati

Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw


Medan (DNM)

Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw mendadak mengeluarkan nada tinggi dan marahnya kepada puluhan bandar dan pengedar narkoba pada acara pemusnahan barang bukti narkotika di depan Gedung Ditresnarkoba.

Berdasarkan Ingo yang dihimpun "DNM" para pengedar dan pemakai yang berada disini masih beruntung karena masih diberi kesempatan untuk tidak ditembak mati ketika ditangkap mengedarkan barang haram tersebut.

“Anda berbahagialah masih berada di sini. Perintah saya, memang untuk para pengedar diberhentikan di tempat. Tapi Anda sekalian masih diberi kesempatan untuk berbuat baik,” kata Waterpauw dengan nada membentak.

Selain itu, Waterpauw melayangkan pesan dan Mengultimatum terhadap para pengedar yang masih berkeliaran mengedarkan narkotika, karena sanksinya,  tak akan segan-segan menembak mati para pengedar.

“Sampaikan pada jaringan yang lain, stop. Kalau dapat, pasti sudah jelas hentikan di tempat. Paham ya. Mau mengulang tidak. Anda mungkin bisa mendapat keuntungan dari hasil menjualnya, tapi kalian semua tidak menyadari, masa depan generasi penerus bangsa hancur karena perbuatan kalian,” ucap Waterpauw.

Pemusnahan Narkotika ini dipimpin Langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw. Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni dari jumlah 53 kasus dengan tersangka sebanyak 86 orang ini, yakni 34,7 kilo sabu, 318 kilogram ganja kering dan 733 butir ekstasi.

Namun dikarenakan untuk kepentingan proses persidangan dan laboratorium forensik, jumlah barang bukti itu terpaksa dipakai.

“Sabu menjadi 33,7 kg, ganja 317 kg dan ekstasi menjadi 680 butir. Tentu barang bukti ini kita pergunakan di labfor dan proses di pengadilan,” ujar Waterpauw. (SEP)
Share:

Peringati Hari Sumpah Pemuda Komunitas Anak Merdeka Lakukan Aksi Sosial

Ketua Komunitas Anak Merdeka Dewata Sakti sedang Memberikan Nasi Bungkus Kepada Inang-inang di Pusat Pasar Medan.

Medan (DNM)
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 89 Tahun, Komunitas Anak Merdeka Kota Medan melakukan Aksi Sosial dengan Membagikan Nasi Bungkus kepada Masyarakat di Sekitar Pusat Pasar Medan.

Aksi Sosial tersebut dipusatkan kepada kaum Ibu para Pedagang kaki lima yang berada di depan Gedung Nasional Medan  dan Gedung ex RRI dengan Tema Aksi " Inang-inang Adalah Kita"

Ketua Kordinator Komunitas Anak Merdeka Dewata Sakti mengatakan bahwa Kegiatan Sosial Pembagian Nasi Bungkus di daerah Pusat Pasar ini dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 89 Tahun.

Ini Bagian dari Program Karya Nyata Kepedulian Komunitas Anak Merdeka kepada Masyarakat "Membangun Semangat Kebangsaan dan Kesetiakawanan Sosial, Ayo Berlomba-lomba menjadi tangan di Atas" Ungkap Dewata. **(KHR)
Share:

Polsek Deli Tua Berikan Baju Khusus Bandar Narkoba

Tahanan menggunakan Baju Khusus Para Pengedar Narkoba Polsek Deli Tua

Medan (DNM)
Polsek Deli Tua memberikan Baju Khusus berwarna Oranye kepada para Pengedar Narkoba, Baso Andi Surbakti (42), warga Jalan Luku Pondok Gerompol, Kwalabekala, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) diberikan Reskrim Polsek Delitua agar mengenakan baju tahanan warna oranye tersebut, dimana pada bagian belakang bajunya tertulis : Saya Bertobat, Saya Kapok Jadi Bandar Narkoba.


Baso merupakan pelaku kepemilikan narkotika jenis sabu yang ditangkap Polsek Delitua.



Jadi, kami menyuruh pelaku tersebut mengenakan baju itu supaya memberikan efek jera dan malu. Selain memproses secara hukum, kami juga bermaksud supaya para bandar narkoba bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya,” ucap Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna.

Penangkapan Baso berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah bahwa di Jalan Luku Pondok Gerompol sering dijadikan tempat transaksi narkoba.



Unit Reskrim Polsek Delitua kemudian terjun ke lokasi dan melihat seorang pria yang gerak geriknya mencurigakan. Saat dihampiri, Baso berupaya menghilangkan barang bukti dengan cara melempar dan berusaha melarikan diri.




“Setelah kami tangkap, kami menyuruh pelaku mengambil benda yang dilemparkan. Saat diperiksa, ternyata didapati satu paket sabu ukuran sedang disimpan dalam bungkus rokok,” ucap Wira.




Saat diperiksa di Mapolsek Delitua, Baso mengaku memang selain mengkonsumsi sabu-sabu, ia juga kerap beraksi mengedarkan sabu di kawasan tersebut.


Hal ini dikuatkan temuan barang bukti berupa 29 plastik klip kosong dari tangannya. **(SEP)


Share:

Makna Sumpah Pemuda

Sang Proklamator Ir. Soekarno
          
       Sejarah lahirnya Proklamsi 17 Agustus 1945 embrionya tetap mencakup para pejuang pra kemerdekaan Indonesia. Misalnya perjuangan Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Patimura, dan lain – lain di abad 15 – 18. Kemudian disusul generasi 1908 Kebangkitan Nasional, ada Budi Utomo, Ki Hajar Dewantara, HOS Tjokroaminoto, KH Ahmad Dahlan dan lain-lain.

           Selanjutnya generasi 1928 ada Soekarno, Hatta, M. Yamin, WR Supratman dan lain-lain utusan dari wilayah nusantara Sabang – Merauke berkumpul di Jakarta dengan Deklarasi Sumpah Pemuda tepat pada tanggal 28 Oktober 1928. Sekarang sudah 28 Oktober 2017, tapi fakta sejarah tidak bisa dilupakan. Anak-anak Muda pada waktu itu tujuannya memiliki negara sendiri yang berdaulat dan dipimpin oleh bangsa sendiri, bukan oleh bangsa asing.

      Mereka bersumpah dengan tiga kalimat saja tapi bermakna multi dimensional yakni Berbahasa Satu, Berbangsa Satu, Bertanah Air Satu yaitu Indonesia. Lagu kebangsaan karya WR Supratman pertama kali dikumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928, Indonesia Raya.

     Generasi sekarang dan kedepan seharusnya menghargai karya besar bangsa dan pemuda kita waktu itu. Apa mungkin kalau generasi muda sekarang mau dicekoki narkoba bisa mengerti tentang makna Sumpah Pemuda. *(YH)

Share:

Aksi Damai Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Tuntut Dirut PDAM Tirtanadi Mundur

Komandan Kokam Kota Medan Cholish


Medan (DNM)
Organisasi Pemuda Muhammadiyah Kota Medan beserta dan Puluhan Mahasiswa dari barisan mahasiswa serta Elemen Masyarakat Menyuarakan aspirasi dan tuntutan kepada direksi PDAM Tirtanadi, Aksi damai ini adalah Sikap Pemuda Muhammadiyah Kota Medan dalam  menanggapi Kenaikan Tarif yang secara diam-diam dan sepihak di depan kantor PDAM Tirtanadi di  Jl. Sisingamangaraja No.1



Aksi Kenaikan tarif secara diam diam oleh pihak Dirut PDAM Tirtanadi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat pelanggan PDAM Tirtanadi, diduga Dirut PDAM telah Melanggar undang undang  Pelayanan Publik , Perda dan Permendagri, dan atas pelanggaran ini sedang di usut oleh elemen masyaratat kota dan Pemuda Muhammadiyah Kota Medan.

Eka Putra Zakran,SH selaku komando aksi demo tersebut Menyatakan Bahwa Pihak PDAM telah melanggar  Pelayanan Publik serta telah membuat masyarakat Menjadi Kecewa Terhadap adanya kenaikan Tarif Air Minum, Eka pun mengatakan pelanggaran ini disertai dengan kualitas yang buruk dengan  kontinitas air yang tidak  Menggalir di setiap rumah selama satu minggu terakhir sehingga menyebabkan masyarakat banyak yang mengeluh ,Ujar Eka.



Lanjutnya Eka mengungkapkan bahwa apabila pihak PDAM Tirtanadi tidak segera menurunkan tarif air mineral, kami akan menyuarakan aspirasi kami di depan kantor PDAM dan kantor GUBSU pada setiap hari Jum’at, ungkap Eka.


Kokam Kota Medan


Aksi damai Pemuda muhammadiyah dan Mahasiswa  kota medan ini pun menjadi sorotan Masyarakat Kota medan yang melintas di Kantor PDAM Tirtanadi. Aksi ini dikawal dari intern pemuda muhamadiyah yaitu KOKAM (Komando Kesiap siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) kota medan yang di komandani Cholis ST,MT,



Saat diwawancarai kru "DNM" Komandan Kokam Kota Medan cholis mengungkapkan "aksi damai ini mewakili kekecewaan masyarakat atas tindakan semena mena direktur PDAM Tirtanadi terhadap masyarakat kota medan dengan kualitas air buruk dan kenaikan tarif diam diam yang tentunya sangat merugikan warga, dan tentunya jika arogansi ini masih berlanjut kami akan datang dengan massa yang lebih besar lagi untuk menuntut direktur mundur dari jabatannya jika tak juga mendengar aspirasi kami" tegas nya 



Aksi ini pun didampingi oleh Polsek Medan Kota , Iptu Rezki Andi Rikzal Mengatakan Bahwa ada Belasan Personil yang hadir untuk pengamanan aksi demo tersebut .
(SEP)
Share:

Polisi Tembak Mati Ketua Begal di Medan

Kapolsek Medan Baru Viktor Ziliwu saat melakukan Pemaparan di RS Bhayangkara Sumut.


Medan (DNM)
Polisi akhirnya kembali menembak mati salah satu pemimpin kelompok begal di Medan, Sumatera Utara. Dia ditembak mati karena melawan dan mencoba merebut senjata petugas.

Setelah 2 bulan menjadi buronan polisi, akhirnya Chairul CS (25) warga Kec. Medan Baru, Sumut, yang berupakan ketua kelompok Begal, tewas di tembak petugas Polsek Medan Baru.


Polisi menangkapnya di Jalan Ayahanda. Polisi kemudian melakukan pengembangan ke pelaku lain yang bernama Baron. 


"Saat dilakukan pengembangan, pelaku melawan dan mencoba merebut senjata petugas yang ada di pinggang. Lalu anggota memberikan tembakan peringatan dan tidak diindahkan. Akhirnya pelaku ditindak tegas (tembak mati) dan meninggal dunia," jelas Kapolsek Medan Baru Kompol Victor Ziliwu.

Dalam paparannya Kapolsek Medan Baru Kompol Victor Ziliwu SH SIK MH di RS. Bhayangkara Medan Jalan KH Wahid Hasyim No. 1 Medan, mengatakan bahwa Chairul Cs merupakan ketua kelompok Begal, yang sebelumnya 2 orang rekannya tewas setalah ditindak tegas oleh petugas Kepolisian.

“Pelaku yang tewas ini, merupakan Ketua Kelompok Begal. Dimana beberapa waktu lalu, dua rekannya sudah tewas setelah diberikan tindakan tegas oleh petugas kepolisian,” kata Kompol Victor Ziliwu didampingi Kanit Reskrim Iptu Arrya Nusa Hindrawan Sik, Panit l Iptu Dwikora Tarigan SH, Panit ll Ipda Galih Yasir Mubaroq STK, dan Penyedik kepada wartawan.


Dari kasus ini, polisi menyita satu unit motor Honda Beat, sebuah sangkur, kunci T, 6 butir selongsong peluru, dan sepucuk airsoft gun. Terkait hal ini, polisi masih mengejar jaringan kelompok tersebut. **(PTN)
Share:

Pengguna Tol Kualanamu-Sergai Dilempari OTK



Medan (DNM) 
Kepolisian akan melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Marga untuk melakukan pengamanan terhadap aksi kejahatan di Jalan Tol, khususnya jurusan Kualanamu-Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) dan sebaliknya.

Itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat dan antisipasi kejahatan jalanan, seperti pelemparan kaca mobil.

“Kita akan segera melakukan kerjasama dengan pengelola Jalan Tol (Jasa Marga), berdiskusi membicarakan pola pengamanan di sana,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Disinggung soal teknis pengamanan, Nainggolan enggan membeberkan. Sebab, itu akan memudahkan bagi pelaku kejahatan mendeteksi pergerakan petugas keamanan.

Yang jelas, tegasnya, pihaknya akan melakukan pengamanan Patroli Jalan Raya (PJR) secara mobile di kawasan Jalan Tol untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Kalau teknis pengamanannya rahasia bos. Kalau kita beberkan, bisa dimanfaatkan pelaku untuk menghindari kejaran petugas. Tapi, kita akan melakukan pengamanan sesuai koordinasi dengan pihak Jasa Marga nantinya,” tegasnya.

Nainggolan mengaku, selama ini belum ada permintaan pengamanan secara intensif oleh pihak Jasa Marga di kawasan Jalan Tol. Dia menduga, pihak Jasa Marga sudah merasa tidak perlu dilakukan pengamanan.

Nainggolan meminta, kepada warga masyarakat yang telah menjadi korban kejahatan di Jalan Tol, seperti pelemparan kaca mobil segera melapor ke pihak berwajib, agar pelakunya bisa diproses secara hukum.

Demikian juga kepada masyarat, diimbau untuk tidak melakukan aksi kejahatan hingga mengganggu kenyamanan pengguna Jalan Tol, karena akan ditindak tegas.

“Pasti kita tindak tegas pelakunya. Apalagi, kalau sudah ada korban yang melapor ke kita (polisi). Untuk itu, masyarakat kita imbau jangan buat keributan di Jalan Tol,” pungkasnya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar sejumlah pengendara mobil pengguna Jalan Tol Kualanamu-Sergai mengalami pecah kaca setelah dilempar pelaku kejahatan. (SEP)
Share:

Polisi ‘Obok-Obok’ Kantor Disdik Langkat, Terkait OTT "sunat" dana BOS



Medan (DNM)
Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu ‘mengobok-obok’ Kantor Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (25/10/2017).

Informasi dihimpun, Kamis (26/10/2017), dari penggeledahan itu, petugas menyita dokumen-dokumen yang berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) sebelumnya.

“Benar, kita menggeledah ruangan Kadisdik Langkat. Kita sita dokumen-dokumen untuk menguatkan bukti-bukti,” aku Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Putu Yudha Putra tanpa merinci dokumen yang disita.

Putu mengatakan, pihaknya masih melengkapi berkas penyidikan ketiga tersangka untuk segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Hingga kini, sambung Putu, belum ada menyasar ke pejabat lain di Pemkab Langkat. “Pun demikian, kita masih terus mendalami dan melakukan pengembangan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Tipikor Poldasu melakukan OTT terhadap 11 pejabat Disdik Langkat.

Namun akhirnya setelah melakukan pemeriksaan intensif akhirnya menetapkan 4 orang tersangka.

Keempat tersangka adalah, Kadis Pendidikan Kab Langkat, Salam Syahputra, Bendahara BK2SN Patini, Korwil Langkat Hilir Sukarjo dan Korwil Langkat Teluk Haru Restu Balian. Sementara 7 orang lainnya dijadikan sebagai saksi.

“Hanya 4 orang yang dinyatakan cukup unsur untuk dilakukan penahanan sedangkan 7 orang lagi hanya saksi,” katanya.

Dalam pemeriksaan, tambah Putu, para tersangka sudah 3 kali melakukan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun baru yang keempat kalinya berhasil di-OTT. “Yang keempat kali baru mereka kena OTT,” jelas Putu.

Sebagai barang bukti disita uang Rp76.010.000, daftar hadir dan buku setoran ke Kadis Pendidikan Langkat.

Para pejabat Dinas Pendidikan Langkat ditangkap karena diduga melakukan pungli dana BOS sebesar Rp10 ribu persiswa se-Kabupaten Langkat.

OTT dilakukan di SMPN 4 Sei Lepan, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Keempat tersangka dipersalahkan melanggar Pasal 12 huruf e Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (SEP)
Share:

PEMUDA DESA DAN PEMBANGUNAN PERKOTAAN

Ilustrasi


Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017
PEMUDA DESA DAN PEMBANGUNAN PERKOTAAN

         Siapa pun tidak bisa disalahkan dan menyalahkan bahwa kehidupan di kota-kota besar terlihat serba megah dan mengundang hasrat keinginan orang, terutama anak-anak muda yang ingin hijrah mengadu nasib hidupnya dengan melakukan urbanisasi dari desa ke kota. Umumnya mereka anak-anak muda yang tamat sekolah lanjutan atas, apa itu melanjutkan studi atau mengadu nasib untuk mencari kehidupan baru dengan penuh harapan ada perubahan lebih baik dari pada kehidupan di desanya.
            Sejalan dengan perkembangan zaman dan perubahan sejarah, akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kehidupan masyarakat kota dan masyarakat desa memang sangat mencolok atau terjadi kesenjangan yang begitu tajam. D kota-kota besar misalnya, masyarakat hidup diantara sela-sela gedung megah yang saling berlomba mencakar langit. Pasar-pasar atau mall plaza yang mewah gemerlapan. Belum lagi megahnya kantor-kantor pemmerintah, kantor-kantor bisnis seperti bank-bank, property, dan lain-lain. Jasa hotel-hotel berbintang dan rumah mewah para elite politisi maupun pejabat pemerintah. Kesemuanya itu mengundang perhatian orang untuk berbaur hidup berhimpitan disudut-sudut kota tersebut.
Akan tetapi mampuhkah pemuda-pemuda desa yang melakukan urban atau hijrah ke kota-kota besar itu dengan ilmu masih sedikit bisa menaklukan kota besar yang penuh ragam tantangan ? mereka umumnya mempunyai jaringan kerabat atau keluarga yang bisa menjadi tumpuan dan jembatan untuk menggapai cita-citanya.

PERTUMBUHAN PENDUDUK
Apabila kita melakukan renungan retrospektif kebelakang dengan situasi dan kondisi tonggak sejarah bersatunya pemuda-pemuda Indonesia dan berbagai penjuru tanah air seperti dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan lain-lain berkumpul di Jakarta untuk mendeklarasikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, maka sejarah mencatat bahwa penduduk negeri ini waktu itu baru sekitar 60 Juta Jiwa.
Bersamaan dengan perjuangan dan perkembangan dunia, kini penduduk Indonesia sedah mencapai berkisar 250 Juta jiwa menjadi nomor empat setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat.
Kalau kita mau memperhatikan fakta sejarah bahwa keberadaan kota-kota besar itu dahulu kala didirikan oleh orang-orang desa yang hijrah ke daerah tersebut, dan lambat laun seiring perkembangan zaman dan peradaban manusia akhirnya sekarang menjadi kota-kota besar.
Bagaimanapun tidak mungkin sebuah kota besar akan membendung kehadiran pemuda-pemuda desa yang melakukan urbanisasi dari desa, karena fasilitas kehidupan warga kota memiliki kelebihan, seperti adanya Perguruan Tinggi dan sebagainya.
Sebagaimana diproyeksikan oleh DAC (Development Assintance Committe ) Perserikatan Bangsa-bangsa bahwa akibat kondisi kemiskinan terutama di negara selatan-selatan atau negara sedang membangun maka arus urbanisasi penduduk menurut DAC proyeksi antara tahun 2000 – 2020 terdapat sekitar 500 juta jiwa angkatan kerja di negara-negara berkembang akan semakin meningkat antara tahun 2015 – 2025.
Menurut data Bank Dunia (World Bank) di Tahun 1950 hanya satu kota yang berpenduduk 5 juta jiwa. Tapi di tahun 2000 – 2020 menjadi 40 Kota besar. Diantaranya 12 kota besar di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Kanada, Italia, Jerman, Jepang, Rusia,Tiongkok rata-rata berpenduduk 12 Juta Jiwa. Kemudian yang 28 Kota-Kota besar lagi terdapat di negara-negara berkembang dengan rata-rata berpenduduk 10 juta jiwa.
Dengan proyeksi gambaran tersebut, maka pembangunan Perkotaan Masa Depan termasuk Indonesia harus diperhitungan melalui master plan yang relevansinya mampu “menampung” penduduk baru yang secara simultan setuju atau tidak, akan terjadi urbanisasi. Tepatlah kiranya, jika pemerintah Indonesia telah meempunyai Menteri Desa dengan program pembangunan desa yang dilandassi Undang-Undang Dasar 1945 dan Unang-Undang Desa Nomor 6 tahun 2015.
Salah satu tujuannya mempercepat laju pembangunan desa dengan sendirinya mengurangi arus urbanisasi, jika di desa-desa dimaksud telah memiliki fasilitas hidup yang memadai bagi kebutuhan warganya disemua sektor kehidupan. Animo para pemuda desa untuk hijrah ke kota bisa dimanfaatkan dengan kemampuan skill yang ada dan sebagian dapat hidup di desa, tentu saja didukung sarana yang harus ada didesanya.

KONDISI RUANG PUBLIK
Presdieb Joko Widodo dalam kesempatan Peringatan Hari Habitat Dunia di Istana Negara Jakarta, Selasa 6 Oktober 2015 antara lain menyatakan kondisi ruang publik di suatu kawasan akan mempengaruhi kualitas masyarakatnya dan manusia yang hdup dikawasan tersebut. Membangun ruang publik yang berkualitas sama artinya membangun manusia yang hidupnya berkualitas (Harian Analisa, Rabu 7 Oktober 2015)
Pesan semacam itu berlaku untuk masyarakat yang tinggal di kota maupun di desa. Masyarakat yang hidup di kota apabila suasana gersang dan hanya tembok-tembok tinggi yang menyelemuti tanpa ruang publik yang segar, hijau, bersih dan berwawasan lingkungan, tentu berpengaruh buruk terhadap perilaku serta kualitas manusianya.
Sebaliknya demikian pula dengan masyarakat yang hidup dipedesaan. Apabila di desa kurang fasilitas sarana kehidupan misalnya sekolah terbatas, tidak ada Perguruan Tinggi, tinggal di perbukitan yang sewaktu-waktu tertimbun longsor akibat hutan diatasnya tidak ada lagi alias gundul. Anak-anak SD pergi dan pulang sekolah 3 km jalan kaki menyeberang sungai melalui jembatan gantung yang tinggal tali bajaa gantungan saja akibat papannya sudah copot berhilangan. Otomatis kondisi ruang publik seperti itu mempengaruhi pola hidup dan kualitas intelegen manusianya.
Sejalan dengan pemikiran diatas bahwa dahulu terdapat alun-alun di desa dan ruang terbuka untuk musyawarah warga desa. Tapi sekarang sudah langka, walau belum hilang sama sekali. Di Kota pun sudah mulai dihijaukan dengan tumbuhan, taman-taman, seperti di Jakarta, waduk-waduk dari zaman Belanda yang terlantar mulai dibangun kembali untuk dijadikan obyek wisata-wisata selain berfungsi penyimpanan air.
Sebagai negara agraris, Indonesia tentu mayoritas penduduknya petani, namun petani di desa lahannya itu ke itu saja sampai anak-anak menjadi besar. Tentu saja tidak cukup menghidupi kebutuhan suatu keluarga mereka.
Menurut data LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang baru mengadakan penelitian di lapangan tentang Program Ketahanan Pangan termasuk Sosial – Ekonomi dan Budaya untuk tahun 2015-2019 mendapat kesimpulan bahwa pemudaa desa banyak tak mau jadi petani dan tinggal di desa. Mereka memilih Urbanisasi ke kota dengan tujuan mencari kehidupan lain, yang berbeda dari desanya.
Peneliti LIPI YB Widodo dalam diskusi bertajuk “Modernisasi dan Krisis Regenerasi Petani” di Media Center di Gedung LIPI Jl. Gatot Suubroto Jakarta, Jum’at 9 Oktober 2015, menyimpulkan bahwa pemudaa-pemuda desa kurang berminat untuk meneruskan mengolah lahan pertanian di desa mereka sejak dahulu itu ke itu saja dan dirinya telah dibekali pola pikir modern. Bahkan menurut data Badan Pusat Statistik bahwa infrastruktur ekonomi sebagian besar desa-desa di Inndonesia variabel nya masih rendah sesuai IPD (Indeks Pembangunan Desa) tahun 2014 (Harian Analisa, Rabu, 21 Oktober 2015).
Tidak semua generasi muda desa mewarisi sistem pertanian dari orang tuanya. Sebaliknya keluarga petani di desa umumya berharap agar putera-puterinya bisa berkehidupan yang lebih baik dari orangtuanya.

Dengan demikian, kesimpulannya bahwa selain membangun desa yang maju, namun sejalan perkembangan zaman masalah pembangunan perkotaan harus disesuaikan dengan Tata Ruang Global yang mampu memelihara keseimbangan penduduk yang terus tumbuh anatar Kota Masa Depan dan Desa secara signifikan dan berkelanjutan kawasan lingkungan sehingga tidak terjadi benturan paradoxal bahkan justru hidup harmonis.(*)

                                                                                                   Penulis : Ebiet Prayugo Radityo


Share:

Valentino Rossi dengan Pemulihan Cedera yang cepat dan Ajaib



Jakarta (DNM)
Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memberi kejutan besar karena mampu tampil di beberapa seri MotoGP termasuk di seri philips island (pekan lalu) Padahal, tiga pekan sebelumnya Rossi mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami cedera patah kaki.

Sebagai atlet yang berkecimpung di dunia olahraga, biasanya mereka bersinggungan langsung dengan potensi cedera. Tak jarang, cedera menjadi momok yang dikhawatirkan oleh para atlet ketika sedang bertanding.

Ancaman cedera pun tidak main-main, bisa memaksa harus menepi dalam hitungan pekan hingga bulan. Bahkan, ada atlet yang harus menutup kariernya lebih dini karena cedera berkepanjangan yang sering kambuh dan tak kunjung sembuh. 

Akan tetapi, hal itu ternyata tidak berlaku untuk seorang Valentino Rossi. Pebalap asal Italia itu mengalami patah tibia dan fibula kaki kanan karena kecelakaan motorcross. Setelah naik meja operasi, tim dokter memprediksi pebalap berjuluk The Doctor itu harus menepi selama 30-40 hari.

Pada kenyataannya Rossi berhasil membuktikan diri untuk lebih cepat pulih dari waktu yang ditentukan. Rossi tercatat mampu kembali ke lintasan balapan setelah 24 hari waktu pemulihan.

Selain Valentino Rossi, pemulihan cedera yang ajaib atau sangat cepat pernah ditunjukkan beberapa atlet lain. Sebagian besar durasi pemulihan bisa dipersingkat karena tekad yang kuat dari atlet tersebut. (SEP)
Share:

Wasapadailah Cuaca Ekstrem di Medan




Medan (DNM)
Cuaca di Kota Medan semakin meningkat dan Cukup ekstrem, dimana kerap kali terjadi perubahan cuaca yg sangat drastis dari panas terik ke hujan, dan itu sudah.terjadi dari periode september dan sekarang memasuki akhir bulan oktober.

Warga Medan merasakan cuaca yang sangat ekstrim hingga suhu cuaca mencapai 36° C, cuaca panas ini lah yang dirasakan warga kota medan dan sekitarnya. sehingga dihimbau untuk warga yang mau keluar rumah untuk hal hal yang dirasa penting saja.

Berdasarkan pantauan kru media ini di seputaran kawasan setia budi pasar satu tanjung sari, medan selayang suhu tidak terlalu panas, dan hanya berada di kisaran 30° C. tapi demikian walau suhu tidak terlalu ekstrim, masyarakat tetap waspada dengan situasi yang bisa berubah demikian cepat. 

Dianjurkan kepada Warga Medan khususnya anak-anak agar memperbanyak Mengkonsumsi Air putih dan Istirahat yang cukup, karena cuaca ekstreme seperti ini sangat mudah penyakit menyerang anak-anak. ** (SEP)
Share:

Gerindra Lirik Gus, Romo dan Edy di Pilgub SUMUT

Salam Komando Pangkostrad Edi Rahmayadi Bersama Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu

Medan (DNM)
Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu yang di gadang-gadang untuk maju dibursa Pilgub Sumut belum bisa bernafas lega, walau pun belum lama ini ada statement yang disampaikan pengurus teras Partai Gerindra kepada Publik untuk Menentukan Calon Gubernur dati Partai Getindra.

Namun Keputusan tersebut belum tuntas, karena Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto belum final memutuskan sikap politiknya untuk sosok yang akan diusung di Pilkada Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang menyatakan hingga kini Partai Gerindra belum mengambil sikap apa pun, usai menghadiri  ‘Apel Siaga 10 Ribu Relawan Romo Centre’ yang digagas HR Muhammad Syafii, anggota Komisi III DPR-RI di Lapangan Merdeka, Medan (22/10).

“Belum diputuskan, nanti tanya Pak Prabowo saja,” ungkap Hashim singkat kepada wartawan.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Getindra Fadli Zon yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, saat ini sudah ada beberapa nama yang masuk dalam daftar sosok pilihan partai serta sudah disampaikan ke Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Namun Fadli Tidak dapat Menyebutkan siapa saja daftar nama yang masuk ke Meja Prabowo tetsebut, ujar Wakil Ketua DPR ini.

Masukan nama-nama kan sudah ada dimeja di Pak Prabowo. Saya kira bulan November ini bisa kita putuskan. Tentu saja harus menampung dan menghitung formasi power blocking-nya seperti apa, nanti akan dibicarakan lagi beberapa kali.Ada yang kader dan ada juga diluar kaderlah,” kata Fadli 

Lanjutnya Fadli menambahkan adabbeberapa sosok kader yang masuk ke radar partai Gus Irawan dan Muhammad Syafi’i alias Romo. Selain itu, sosok di luar Gerindra yang menarik perhatian partai adalah Edy Rahmayadi. “Nanti akan kita putuskan,” katanya. (SEP)

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini