Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label BANK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANK. Tampilkan semua postingan

Hikmahanto Juwana: Merancang Kontrak Leasing Tanpa Fidusia Pasca Putusan MK


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam kebanyakan perjanjian leasing saat ini mengingat ada pinjam meminjam uang, maka ditentukan barang jaminan berupa Barang Jaminan bergerak kemudian difidusiakan. Padahal perusahaan leasing tidak boleh memberikan pinjaman dalam waktu yang panjang.

Prof Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, Ketua umum DPP PAHKI mengatakan, Leasing pada dasarnya adalah sewa beli bukan pinjam meminjam. Pinjam meminjam hanya diberikan untuk memberi kemampuan nasabah membeli barang.

"Setelah itu, pinjam meminjam harus dilunasi dengan menjual barang yang dibeli. Kemudian perusahaan leasing menyewakan kepada nasabah barang yang telah dibeli dari nasabah. Pada akhir sewa menyewa dilakukan jual beli dari perusahaan leasing kepada nasabah," ujar Hikmahanto Juwana di sela-sela seminar "Merancang Kontrak Leasing Tanpa Fidusia Pasca Putusan MK" di Jakarta. Selasa (11/02)


Menurutnya, Perjanjian Leasing meliputi Empat Sub Perjanjian antara lain:

1. Perjanjian Hutang Piutang.

Perjanjian ini digunakan untuk memungkinkan nasabah membeli barangnya.

2. Perjanjian Jual Beli Obyek.

Perjanjian ini digunakan untuk nasabah rnendapatkan uang dari perusahaan leasing dengan catatan uang tersebut dikembalikan ke perusahaan leasing sebagai pelunasan hutang.

Pengalihan hak atas kebendaan beralih dari nasabah ke perusahaan leasing, meski tidak dilakukan pembalikan nama (pembalikan nama hanya syarat administratif).

3. Perjanjian Sewa Menyewa.

Perjanjian ini dilakukan agar nasabah dapat menggunakan barang yang telah dimiliki oleh perusahaan leasing.

4. Perjanjian Pengikatan Jual Beli.

Perjanjian ini untuk mengalihkan hak kebendaan dari perusahaan leasing ke nasabah.

Perjanjian ini merupakan pengikatan karena disepakati lebih awal dari saat transaksi dilakukan. (Arianto)







Share:

Penandatanganan Kerjasama Bank CTBC sebagai Agen Penjual Reksa Dana dari MMI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Bank CTBC Indonesia (CTBCI) hari selasa (28/05) secara resmi menandatangani perjanjian kemitraan untuk penjualan reksa dana dengan perusahaan manajer investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI). Acara penandatanganan kemitraan ini dihadiri oleh Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama MMI, dan lwan Satawidinata, Presiden Direktur CTBCI, beserta jajaran manajemen dari kedua perusahaan.

lwan Satawidinata, Presiden Direktur CTBCI menjelaskan, Kerja sama CTBCI sebagai Agen Penjual Reksa Dana [APERD] dari MMI ini merupakan salah satu strategi untuk memberikan lebih banyak pilihan instrument investasi bagi nasabah. Hal ini mengingat potensi produk MMI yang beragam dan sudah banyak dipasarkan.

Selain itu, Iwan menambahkan, kemitraan ini merupakan komitmen kedua perusahaan untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam hal inklusi dan literasi keuangan melalui investasi terkait reksa dana. Ada pun produk reksa dana yang diluncurkan adalah Mandiri Investa Pasar Uang (MIPU), Mandiri Investa Dana Utama (MIDU), dan Equity ASEAN 5 Plus (ASEAN5).

"Kami optimis dan menyambut baik kerja sama strategis dengan Mandiri Investasi sebagai mitra usaha terkemuka di industri reksa dana nasional. Kesamaan visi kami adalah dalam hal terus diupayakannya dukungan untuk pengembangan produk-produk investasi bagi para nasabah," ujar Iwan kepada jurnalis di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.

"Pengembangan kerjasama dengan Mandiri Investasi sebagai manajer investasi dengan total dana kelolaan terbesar di Indonesia ini pun akan membuka peluang lebih bagi Bank CTBC dalam peningkatan perolehan Fee Based Income (FBI) di tahun 2019," tegas Iwan.

Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa mengatakan, Kemitraan dengan CTBCI sebagai salah satu Agen Penjual Reksa Dana (APERD) Mandiri Investasi ini akan mempermudah dan memperluas akses masyarakat untuk dapat berinvestasi pada pada instrumen reksa dana melalui bank.

Kolaborasi dengan institusi perbankan ini pun merupakan salah satu strategi Mandiri Investasi dalam pengembangan bisnis dan perluasan customer base." Kami memiliki keyakinan bahwa ini adalah awal yang baik untuk berbagai potensi bisnis lainnya di masa yang akan datang," ujar Alvin.

Seusai penandatanganan peresmian kerja sama dilanjutkan dengan seminar bertajuk "Tinjauan Ekonomi lndonesia Pasca Pemilu 2019" dengan nara sumber Aldo Perkasa, Deputy ClO PT Mandiri Manajemen Investasi, Philips J Vermote dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) serta Eko P. Pratomo selaku pendiri dan penggagas Financial Wisdom dan Gerakan Indonesia Cerdas Finansial. Turut hadir para nasabah CTBCI dari berbagai kalangan dan profesi, mulai dari pengusaha hingga praktisi bidang keuangan dan ekonomi finansial," tutup Iwan. (Arianto)



Share:

PT. Bank Tabungan Negara Tbk Gelar Indonesia Property Expo 2019 di Jakarta Convention Center


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menyambut Hari Ulang tahun ke 69 yang jatuh 9 Februari 2019 mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) hari Sabtu, 02 Februari 2019 pukul 08.30 -10.30 wib bertempat di Lobby Hall B Balai Sidang Jakarta (JCC Senayan), Jakarta. dihadiri Rini  Soemarno selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara, Direktur Utama Bank BTN, Maryono dan jajaran Direksi Bank BTN.

Meski tahun ini suhu politik memanas menjelang Pemilihan Presiden dan ketidakpastian kondisi ekonomi global, Bank BTN optimistis mampu mencetak kredit baru senilai Rp5 triliun dari ajang IPEX yang digelar tanggal 2-10 Februari 2019.

“Permintaan properti terus tinggi karena rumah menjadi kebutuhan pokok manusia sehingga akan terus dikejar, selain itu faktor lain yang mendorong adalah meningkatnya kesadaran generasi milenial untuk memiliki rumah, komitmen pemerintah dalam menyukseskan Program Satu Juta rumah, pesatnya pembangunan infrastruktur jalan, serta sarana transportasi yang semakin baik  di samping faktor optimisme hasil Pilpres nanti,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela-sela acara pembukaan IPEX di Jakarta.

Dalam pesta perumahan tahunan Bank BTN yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut, total pengembang yang berpartisipasi berjumlah 167 pengembang yang terdiri dari 116 pengembang KPR Non Subsidi dan 51 pengembang KPR Subsidi dengan total proyek properti sebanyak ± 869 proyek yang tersebar di berbagai daerah mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.


Pada gelaran IPEX yang disponsori oleh BTN ke 17 tersebut, BTN menawarkan banyak kemudahan bagi calon debitur diantaranya Suku Bunga KPR yang murah mulai dari  6,69% fixed rate 1 (satu) tahun bekerjasama dengan pengembang pilihan, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas pengendapan dana, diskon asuransi jiwa sebesar 20% dan uang muka yang terjangkau mulai dari 1%.

Promo yang jitu menjadi strategi Bank BTN, karena terbukti sukses menggiring calon konsumen untuk membeli rumah. Sebagai informasi, setiap tahun Bank BTN menggelar 2 kali IPEX dengan pencatatan ijin prinsip KPR/KPA yang terus meningkat. Pada tahun 2016, ijin prinsip KPR/KPA mencapai Rp8,3 triliun, dan pada tahun 2017 melejit menjadi Rp12,8 triliun, sementara tahun lalu ketika suku bunga kredit merangkak naik, ajang IPEX masih mencatatkan persetujuan ijin prinsip untuk total KPR/KPA senilai Rp 18,4 triliun. 

“Sementara itu untuk menarik nasabah, terutama dari generasi milenial selain menawarkan KPR Gaeess yang menjanjikan kemudahan cicilan dan uang muka, kami juga meningkatkan pelayanan KPR via online melalui website www.btnproperti.co.id yang kami upgrade dengan sejumlah fitur tambahan,” ucap Maryono.

Portal properti BTN yang terdiri dari www.btnproperti.co.id untuk rumah baru dan  www.rumahmurahbtn.co.id untuk rumah lelang merupakan salah satu strategi Bank BTN membangun digital ecosystem di bidang pembiayaan perumahan. Per Februari ini, portal www.btnproperti.co.id hadir dengan wajah baru dan sejumlah fitur tambahan, diantaranya fitur 3D Proyek Perumahan, dimana konsumen bisa melihat langsung proyek perumahan atau unit rumah contoh dari developer Bank BTN dengan merasakan seakan-akan seperti berada di lokasi langsung karena ketersediaan data 3D unit.


Fitur baru selanjutnya adalah transactional booking fee, dengan fitur ini konsumen atau pengunjung BTN Properti bisa langsung memesan unit rumah dari developer yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN dan bisa langsung melakukan pembayaran booking fee atau tanda jadi pemesanan dengan kanal pembayaran yang disediakan Bank BTN mulai dari ATM/Virtual Account, Internet Banking, dan Mobile Banking. Selain itu pengajuannya juga langsung masuk ke Bank BTN untuk diproses. “Fitur baru selanjutnya adalah tracking status pengajuan KPR, dengan fitur ini nasabah dapat memantau status pengajuan KPR saat sudah melakukan pengajuan kredit secara online,” ujar Maryono.

Dengan fitur baru tersebut, Maryono berharap akses ke www.btnproperti.co.id terus meningkat. Berdasarkan pantauan Bank BTN, aplikasi KPR online yang mengalir lewat portal tersebut tercatat mencapai 42.661 aplikasi, atau melompat 208% dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebanyak 13.680 aplikasi. Seiring dengan peningkatan aplikasi, realisasi KPR lewat online pun melejit 238% secara year on year menjadi 10.853 unit pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai 3.214 unit. 

Alhasil nilai KPR yang cair pun meroket. Pada tahun 2017 nilai KPR yang tersalurkan lewat aplikasi KPR online sebesar Rp1,18 triliun menjadi Rp3,83 triliun pada tahun 2018.

                                                                Reporter : Arianto
Share:

Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas Gelar Mandiri Investment Forum 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019. Forum tahunan ini akan mempertemukan investor dalam dan luar negeri guna mendorong peningkatan investasi di Tanah Air.

Pada 2019, Mandiri Investment Forum yang bertajuk Indonesia: Invest Now! ini akan diikuti sekitar 600 investor dan pelaku bisnis dari dalam dan luar negeri, dan akan digelar pada 28 Januari hingga 1 Februari 2019 di Hotel Fairmont Jakarta.

Head of Mandiri Institute Moekti Soejachmoen mengatakan, forum ini sangat penting untuk menciptakan sinergi antara investor, pelaku usaha dan pemangku kepentingan, agar mampu menangkap peluang investasi yang dapat mendukung upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Untuk mengakselerasi investasi, perlu sinergi seluruh pihak. Untuk itu, Bank Mandiri berkomitmen membantu memfasilitasi kebutuhan tersebut agar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan berkelanjutan dapat dicapai," ujar Moekti Soelachmoen hari senin, 21 Januari 2019 pukul 10.00 wib di Ruang Transparansi Corporate Secretary, Plaza Mandiri Lt.3. Jakarta.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 diperkirakan naik menjadi 5,173% dari 5,07% di tahun 2017. Dan tahun ini, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.30%. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur yang baik untuk mendukung konektivitas, seperti jalan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dermaga penyeberangan dan pembangkit listrik.

"Perlu strategi dan dukungan semua pihak agar target pertumbuhan ekonomi Indonesla dapat terealisasi. Dasar itulah yang mendorong kami untuk mempertemukan investor dengan pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan dengan baik," ujar Tjandra Lienandjaja selaku Deputy Head of Equity Research Mandirl Sekuritas.

Mandiri Investment Forum juga bertujuan untuk mendorong investasi yang merata di berbagai daerah. Kegiatan ini juga akan diisi dengan site visit ke sejumlah perusahaan di Jakarta dan Yogyakarta yang berfokus kepada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Kemudian, pada 30 Januari 2019, akan dilakukan diskusi yang akan dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Chairman Mandiri Institute M. Chatib Basri dan pembicara lain yang berasal dari berbagai bidang.

Pada hari berikutnya akan dikemas dalam bentuk one-on-one meeting untuk memperoleh informasi terkait peluang investasi terkini, baik dari regulator maupun dari pelaku usaha yang hadir.



                                                                Reporter : Arianto




Share:

PT. Sarana Multigriya Finansial Tandatangani Penjanjian Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan penandatanganan Penjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Bank Penyalur KPR FLPP, hari Kamis, 17 Januari 2019 pukul 13.30 wib bertempat di Ruang Timor, Hotel Borobudur Jl. Lap. Banteng Selatan No.1, Ps. Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. dihadiri Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dan Jajaran Direksi / manajemen dari Bank Penyalur KPR FLPP.

Penandatanganan PKO ini merupakan wujud komitmen SMF beserta bank penyalur KPR FLPP dalam mewujudkan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penandatanganan PKO dilakukan oleh Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo bersama Jajaran Direksi / manajemen dari Bank Penyalur KPR FLPP, diantaranya yaitu Bank BTN, Bank Papua, Bank Kalbar, Bank Artha Graha, Bank Sultra, Bank NTT, Bank Jatim, Bank BJB, Bank Sulselbar, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel, UUS Bank BTN, UUS Bank BJB, UUS Bank Jatim, dan
UUS Bank Sumut.

Penandatanganan ini merupakan kerjasama lanjutan setelah PKO sebelumnya yang ditandatangani bersama, PPDPP, SMF dan Bank Pelaksana, pada 14 Agustus 2018 dan rencananya komitmen bersama ini akan ditegaskan ulang setiap tahun.

Sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP, kepada 28.932 debitur dengan total penyaluran dana sebesar Rp. 948 miliar melalui 10 bank penyalur KPR FLPP yang merupakan bagian dari realisasi Program FLPP 2018 sebesar Rp5,896 triliun.

Dukungan dari SMF memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penyaluran KPR FLPP dalam ketersediaan likuiditas bagi penyaluran KPR FLPP, sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

"Realisasi penyaluran KPR FLPP tersebut merupakan komitmen SMF dalam Program Penurunan Beban Fiskal, direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah lewat program KPR FLPP, yang berkoordinasi dengan BLU PPDPP, Kementerian PUPR, ungkap Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo.

Ananta juga mengaku optimis, dengan adanya sinergi yang kuat, program sejuta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah.

Adapun dalam Program penyaluran KPR FLPPini SMF memiliki peran dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%.

Adanya Surat Menteri Keuangan, No. S-163/MK.6/2018 tanggal 12 April 2018, perihal Penurunan Beban Fiskal dalam KPR Program FLPP dan SSB, dan Keputusan Menteri PUPR No.463/KPTS/IM/2018, tentang Proporsi Pendanaan Kredit / Pembiayaan Pemilikan dan Perumahan Rakyat, menjadi dasar bagi SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) menjalankan fungsi sebagai Fiscal Tools Pemerintah dalam penyediaan dana jangka menengah panjang guna merealisasikan penurunan beban fiskal Pemerintah.

                                                               Reporter : Arianto

Share:

Pengumuman Suku Bunga Penjaminan per Januari 2019, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin simpanan (LPS) hari Senin, 7 Januari 2019, telah melakukan evaluasi dan penetapan atas tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat.

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tentang Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan pada periode ini merupakan penetapan periode reguler Januari 2019, Pada rapat tersebut ditetapkan kenaikan tingkat bunga penjaminan masing-masing sebesar 25 bps untuk simpanan Rupiah dan asing di bank umum dan simpanan Rupiah di BPR.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Press Conference Pengumuman Suku Bunga Penjaminan per Januari 2019, hari Kamis, 10 Januari 2018 pukul  15.00 - 16.30 WIB bertempat di Collaboration Room LPS, Equity Tower Lt 20, SCBD, Jakarta.

Selanjutnya Tingkat Bunga Penjaminan tersebut berlaku untuk periode tanggal 13 Januari 2019 sampai dengan 14 Mei 2019, dengan rincian selengkapnya sebagai berikut:


Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan ditetapkan naik berdasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut ;
a. Suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren meningkat merespon kenaikan suku bunga kebijakan moneter BI sepanjang Mei-November 2018.
b. Kondisi likuiditas relatif terjaga namun terdapat risiko pengetatan yang berasal dari pertumbuhan kredit yang melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga.
c. Kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) berada dalam kondisi terjaga dengan baik di tengah mulai meredanya tekanan yang berasal dari depresiasi nilai tukar dan pasar keuangan.

Merujuk pada PLPS No. 2 Tahun 2014, LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada minggu kedua bulan Januari, Mei, dan September, kecuali terjadi perubahan pada kondisi perekonomian dan yang signifikan.


Mempertimbangkan bahwa proses penyesuaian atas kenaikan suku bunga simpanan di perbankan masih terus berlangsung, maka LPS akan melakukan
pemantauan terhadap perkembangan data suku bunga simpanan perbankan dan melakukan evaluasi yang berkesinambungan. selanjutnya LPS akan melakukan penyesualan terhadap kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dan hasil evaluasi atas perkembangan kondisi ekonomi serta stabilitas sistem keuangan.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjian antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas kedepan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.


                                                                 Reporter : Arianto





Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini