Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label BANK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANK. Tampilkan semua postingan

Kuartal-II 2022, Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp750 Milyar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Citibank, NA, Indonesia (Citi Indonesia) mencetak Laba Bersih sebesar Rp750 Milyar di semester pertama 2022, meningkat 63% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya biaya cadangan penurunan nilai kredit di lini Institutional Banking.

Alhasil, Portofolio Kredit Citi di semester pertama 2022 meningkat 9,8% secara year-on-year menjadi Rp43,7 triliun. Kontribusi utama pertumbuhan portfolio kredit berasal dari lini bisnis Institutional Banking, terutama pada sektor industri manufaktur serta perantara keuangan.

"Pertumbuhan portofolio kredit Citi ditunjang oleh tingkat kualitas dana pihak ketiga berkelanjutan yang tumbuh sebesar 11,1% yang memungkinkan Bank untuk mencatatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat sebesar 64%. Selain sangat likuid, Citi Indonesia juga memiliki tingkat kecukupan modal yang sangat baik dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26%," kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam Konferensi Pers Economic Outlook & Pemaparan Kinerja Keuangan Citi Indonesia di Jakarta, Kamis (11/08).

Citi Indonesia mencatatkan penurunan gross Non-Performing Loan (NPL) dari 3,61% menjadi 2,86% dari periode yang sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas asset. Kami yakin bahwa kualitas portfolio kredit kami tetap dalam kondisi baik, karena penerapan prinsip kehati-hatian dalam manajemen resiko untuk mengatasi dampak dari pandemi. "Selain itu, kami juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit, dimana kami menjaga rasio Net NPL tetap rendah yaitu sebesar 0,26%," ucapnya.

Disisi lain, Batara mengungkapkan, "Kami terus memberikan kinerja keuangan yang kuat di paruh pertama tahun ini di tengah lingkungan pasar global yang bergejolak. Laba bersih meningkat pada paruh pertama tahun 2022, sementara momentum bisnis dan kualitas aset membaik. Indonesia tetap menjadi pasar utama bagi Citi dan kami akan terus mendukung klien kami untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Pada lini Institutional Clients Group, Citi terus menyediakan layanan dan solusi end to-end kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik. Per kuartal kedua 2022, jumlah kredit Institutional group berhasil tumbuh sebesar Rp 4,1 triliun atau 13% year-on-year dibanding tahun sebelumnya didorong dari pertumbuhan kredit di lini Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) dan lini Commercial.

Begitu juga, Global Subsidiaries Group pun terus membukukan pertumbuhan double-digit di semester pertama 2022 dan peningkatan pangsa pasar pada segmen MNC di tengah kondisi pasar yang menantang. "Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk Asia-ke-Asia yang meningkat 14% sampai akhir kuartal kedua 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu," imbuhnya.

Sejalan dengan inisiatif digital di bisnis Treasury and Trade Solutions, menurut Batara, Citi melihat pertumbuhan yang pesat dalam hal penggunaan dan jumlah transaksi di platform perbankan korporat berbasis web, CitiDirect Hampir semua transaksi pengiriman dana (99%) sudah dilakukan melalui platform elektronik sehingga jumlah transaksi yang mencakup pemindahan dana di dalam dan luar negeri meningkat sebesar 54% secara year-on-year. Pembukaan rekening juga sudah dilakukan secara elektronik sehingga mempercepat proses penerimaan nasabah. Peningkatan aset pembiayaan rantai pasok (supply chain financing) yang bertumbuh sebesar 28% didukung oleh adanya platform digital untuk memudahkan transaksi antara pemasok dan pembeli.

Selain itu, Citi Commercial Bank membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 24% selama kuartal kedua tahun ini dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Masih terdapatnya pertumbuhan kredit dibarengi dengan manajemen kas yang lebih variatif ikut menyumbang pertumbuhan pendapatan tersebut. Beberapa segmen nasabah tetap menjadi motor pertumbuhan sebagaimana yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini.

Selanjutnya dari sisi bisnis Retail Banking, Citi Indonesia bangga dapat berpartisipasi dalam peluncuran Obligasi Syariah Negara Republik Indonesia berdenominasi USD, yaitu INDOIS27NEW dan INDOIS32 pada bulan Juni 2022 untuk semakin melengkapi rangkaian produk yang ditawarkan oleh Citi. Dengan adanya volatilitas yang terjadi di pasar global, Citi Indonesia selalu merekomendasikan para nasabah untuk melakukan diversifikasi portofolio agar investor siap untuk menghadapi semua siklus investasi. Dalam bisnis Kartu Kredit, Citi telah mencapai pemulihan penjualan dan penerbitan kartu kredit ke tingkat pra-pandemi.

Menariknya, Citi Indonesia juga berhasil meningkatkan transaksi investasi digitalnya di sepanjang tengah tahun 2022, dengan perkembangan sebesar 181% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini merupakan salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management di tengah pandemi COVID-19.

Mengenai kemajuan proses penjualan consumer banking Citi kepada UOB Group (UOB), Batara menyatakan, "Citi telah menandatangani perjanjian Jual Beli Aset dan Kewajiban dengan UOB, sebagai pembeli waralaba Perbankan Konsumer kami yang sukses untuk memastikan transisi yang mulus bagi pelanggan, karyawan, dan mitra kami. Hingga selesainya akuisisi, semua produk dan layanan yang ditawarkan kepada nasabah consumer banking kami tetap sama. Kegiatan operasional kami, termasuk seluruh kantor cabang, call center dan karyawan tetap berjalan normal". Transaksi penjualan ini mencakup bisnis retail banking dan kartu kredit namun tidak termasuk bisnis institutional banking di mana Citi akan tetap berkomitmen dan fokus untuk melayani para klien institusional baik secara lokal, regional dan global.

"Prestasi ini ternyata mendapat perhatian berbagai pihak luar. Di tahun ini. Citi Indonesia merasa terhormat telah mendapatkan penghargaan dari berbagai institusi bergengsi, yaitu Best Global Bank in Indonesia, Best Bond in Indonesia dan Digital Bank of the Year in Indonesia dari The Asset Magazine, dan salah satu dari Best Bank Indonesia majalah Infobank, yaitu: Corporate Brand, Debit Card from Foreign Bank, Credit Card from Foreign Bank, dan Wealth Management for Citigold," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Jadi Juragan BRILink, Gajinya Dua Kali Gaji Menteri


Duta Nusantara Merdeka | Surabaya
Pertumbuhan ekonomi di masyarakat harus terus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, keberadan agen BRILink dalam memberikan layanan keuangan bagi seluruh masyarakat dengan penetrasi hingga pelosok tanah air harus menjadi andalan tak hanya untuk pemerataan ekonomi, tapi juga meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Hal itu ditegaskan Menteri BUMN, Erick Thohir dalam acara “Halal Bi Halal BRILinkers: Rumahnya Paguyuban Agen Brilink” yang berlangsung di Balai Pemuda, Surabaya, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (14/05). Dalam acara yang dihadiri Direksi BRI dan tak kurang dari 500 AgenBRILink dari Provinsi Jawa Timur hingga Malang itu, Erick mengapresiasi kiprah agen BRILink sebagai ujung tombak BRI dalam mencapai target 90% inklusi keuangan yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Saya memberikan selamat dan mengapresiasi kinerja BRIlinkers yang tak kenal lelah menjadi ujung tombak kekuatan ekonomi Indonesia. Apalagi di sini saya diinfokasikan ada juragan BRILink yang gajinya dua kali gaji menteri. Ini luar biasa. Jika ada Agen BRILink dengan gaji seperti itu, berarti betapa besar dan banyak cakupan masyarakat yang mendapat layanan inklusi keuangan dari BRI. Tepuk tangan untuk kita semua," ujar Erick Thohir yang disambut gempita para agen BRILink Jawa Timur.

Oleh karenanya, Erick berpesan agar para agen BRILink terus belajar dan kreatif dalam berinovasi serta mencari terobosan dalam layanan kepada masyarakat sehingga terus menjadi andalan bagi masyarakat di pelosok tanah air untuk mendapatkan akses-akses layanan keuangan. “Pesan saya, harus belajar terus untuk melek digital, melek teknologi. Agen BRILink jangan berpuas diri, harus terbuka terhadap perubahan. Semoga BRILinkers terus menjadi ujung tombak pembangunan dan UMKM Indonesia,” kata Erick.

Dalam mewujudkan inklusi keuangan yang lebih merata di masyarakat, Agen BRILink telah mencatatkan kinerja positif, sebagaimana terlihat dari capaian sales volume yang mencapai Rp433,75 triliun.  Sales volume Agen BRILink periode April 2022 meningkat sekitar 40,04% dari bulan sebelumnya yang senilai Rp309,73 triliun. Jumlah AgenBRILink ditargetkan bisa menyentuh 600.000 agen hingga akhir 2022.  Adapun per April 2022, jumlah Agen BRILink di seluruh Indonesia mencapai 552.709 agen.

Dalam acara tersebut, secara resmi dibentuk komunitas “BRILinkers” sebagai paguyuban AgenBRILink serta peluncuran BRILinkers App. Forum ini dibentuk untuk mendukung pertumbuhan bisnis AgenBRILink sekaligus media informasi, edukasi dan promosi untuk peningkatan kapabilitas AgenBRILink. “Brilinkers” juga ditujukan sebagai sebagai wadah komunikasi, silaturahmi serta meningkatkan kolaborasi antar AgenBRILink dan BRI melalui Paguyuban AgenBRILink untuk berkembang dan bertumbuh bersama baik dari sisi pengetahuan, kemampuan dan produktivitas AgenBRILink. (Lak/Tha)
Share:

BNI Sukses Garap Diaspora dan Ekspor Produk UMKM Sekaligus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Ini adalah ungkapan lama yang menganjurkan kita untuk melakukan sesuatu dengan benar agar hasil dari pekerjaan bukan satu banding satu, tetapi satu banding dua, atau bahkan satu banding tiga sekaligus. 

Ungkapan ini pula lah yang cukup tepat menggambarkan sebuah catatan pencapaian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI di Hong Kong. BNI berhasil membantu kesuksesan diaspora Indonesia di Hong Kong yang bisnisnya adalah mencari produk UMKM lokal Tanah Air untuk diekspor ke Negeri Mutiara Timur itu. 

Sebagai agen pembangunan pemerintah dengan mandat bank global, BNI terus mempromosikan program Xpora yakni ekspor dan diaspora dengan harapan menjawab semua kebutuhan layanan jasa perbankan untuk semua bisnis internasional Indonesia. 

Alex Chu merupakan keturunan Indonesia yang sudah lama tinggal di Hong Kong. Dia adalah adalah generasi kedua dari pasangan diaspora Indonesia, dan telah mendirikan tiga perusahaan keluarga yakni Surya Trading Company Ltd (Surya Trading), Forever Harvest Corporation Limited (Forever Harvest) dan Fast Access Corp Ltd (Fast Access).

Ketiga bisnis ini tercatat melakukan operasi bisnis ekspansif dan berdaya saing di Hong Kong. Bahkan, Surya Trading saat ini tercatat telah memiliki 10 toko dengan nama Surya Market yang menjual produk makanan, minuman dengan merek dan produksi buatan Indonesia. 

Sementara itu, Forever Harvest merupakan supplier wholesale dari 80 (delapan puluh) toko rekanan di Hong Kong, selain itu Fast Access menjadi agen pengiriman uang ke Indonesia. 

Adapun barang-barang yang diimpor oleh Surya Trading adalah barang kebutuhan sehari-hari termasuk food and beverage produksi UMKM Indonesia. Melalui toko milik sendiri dan toko-toko afiliasi, Surya Trading memiliki target market lebih dari 170.000 PMI yang ada di Hong Kong. 

Surya Trading juga mendistribusikan produk-produk dari Indonesia tersebut ke sekitar Hong Kong dan menargetkan penduduk China sesuai dengan kualitas barang yang mereka inginkan. 

Dalam menjalankan bisnisnya, Alex juga secara langsung membantu UMKM Indonesia untuk masuk pasar Hong Kong, dimana ini adalah salah satu baktinya sebagai keturunan Indonesia yang menetap di Hong Kong. 

BNI Hong Kong hadir memberikan pembiayaan untuk terus mendukung tumbuh kembang Surya Trading. Melalui BNI Xpora, Surya Trading pun diikut sertakan pada program business matching untuk dapat menambah varian produk UMKM Indonesia dalam penetrasi pasar Hong Kong dan negara sekitar. Beberapa produk dari UMKM binaan BNI Xpora telah di-export ke Hong Kong antara lain kopi, kripik ubi, kerupuk dan bakso cuanki. 

"Kami sangat berterima kasih terhadap semua dukungan yang telah BNI berikan kepada kami. Tentunya kami berharap hubungan kami dan BNI terus terjaga. Kami akan terus melakukan eksplorasi terkait produk Indonesia yang sekiranya dapat diterima di market Hong Kong," kata Alex dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (09/04). 

Selain Surya Trading, Alex juga memiliki bisnis yang bergerak di bidang jasa pengiriman uang yaitu melalui perusahaan Fast Access. Sebagai agen pengiriman uang, Fast Access memiliki 88 sub-agent yang membantu PMI dalam melakukan pengiriman uang, mengingat para PMI lebih nyaman untuk dibantu melalui jaringan orang Indonesia juga. 

Berkat gaya bisnis yang kekeluargaan, Fast Access  juga telah berhasil menggandeng sekitar 30.000 PMI sebagai nasabahnya, dimana volume kiriman uang rata-rata per bulan mencapai 70 juta dollar Hong Kong atau setara dengan Rp130 miliar. 

Saat ini, Fast Access juga telah menjadi partner BNI dalam melakukan kiriman uang dari Hong Kong ke Indonesia melalui system API yang aman dan juga real-time.

*Kisah Inspiratif dari BNI*

Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan menyampaikan cerita bisnis dari keluarga Alex merupakan salah satu dari ribuan diaspora yang terbantu oleh BNI. BNI berhasil menghubungkan diaspora dengan UMKM di Indonesia melalui diaspora loan.

Melalui kemitraan ini, BNI juga mampu memastikan produk-produk lokal masuk ke supermarket di Hong Kong dengan target pasar orang Indonesia sekaligus penduduk lokal.

"Kami berharap ini menjadi sebuah kisah inspiratif bagi banyak diaspora sekaligus pelaku UMKM di Indonesia untuk terus menjawab peluang bisnis yang besar di luar negeri," ujarnya. 

Adapun, Henry menerangkan Hong Kong memberikan berbagai kemudahan dan kepastian hukum dalam bisnis. Dari sisi kepastian hukum, Hong Kong memiliki undang-undang perlindungan terhadap pengusaha yang sangat jelas. Dari sisi kemudahan berusaha, pemerintah Hong Kong pun memberikan berbagai kebijakan bebas pajak untuk ekspor dan impor barang dari dan keluar Hong Kong. 

Kebijakan Ini yang membuat banyak orang membuat perusahaan di Hongkong untuk mengimpor barang dan kemudian mengekspornya ke negara lain. 

Dia menyampaikan BNI pun proaktif mengajak perusahaan-perusahaan besar, terutama asal Indonesia, untuk kemudian membuka usaha di Hongkong dan lebih aktif mencari peluang-peluang ekspor produk buatan Indonesia. 

"Salah satu bisnis yang kami lakukan di BNI Hongkong adalah mengajak perusahaan-perusahaan besar, terutama asal Indonesia, untuk kemudian membuka usaha di Hongkong, dan kemudian kami biayai ekspor impornya, dimana induk perusahaannya dibiayai BNI di Indonesia, kemudian di Hongkong kita biayai perusahaan trading arm-nya. Inilah pada dasarnya bisnis utama pada BNI Hongkong,” ujarnya. (Arianto)
Share:

Dirut BNI Royke: Transaksi QRIS Tumbuh Semakin Kuat dan Digemari


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pembayaran menggunakan gawai digital telah menjadi fenomena yang sangat lumrah dalam transaksi ekonomi akhir-akhir ini. Masyarakat Indonesia bahkan semakin aktif menggunakan pembayaran digital yang sifatnya lebih cepat, mudah, sekaligus murah. Ini merupakan dampak revolusi industri.

Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah salah satu sistem pembayaran yang kinerjanya terus meningkat di tengah upaya regulator bersama pelaku industri keuangan mendorong inklusi keuangan nasional.  

Masyarakat pun mulai semakin nyaman dalam penggunaan QRIS yang semakin mudah karena mampu menjangkau berbagai merchant dengan aplikasi mobile banking dan dompet digital terintegrasi.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono mengapresiasi peran perbankan nasional yang proaktif dalam pertumbuhan kinerja transaksi QRIS hingga sejauh ini. Selain memperkuat sistem back end, perbankan nasional aktif melakukan berbagai program sosialisasi yang membuat masyarakat semakin nyaman bertransaksi menggunakan QRIS.  

"Ke depan, sejalan dengan upaya untuk terus mendorong pemulihan ekonomi nasional, BI terus mengharapkan dukungan perbankan untuk mencapai tambahan sebanyak 15 juta pengguna QRIS baru sekaligus meningkatkan jumlah trasaksinya di tahun 2022," katanya.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) pun terus membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan seiring dengan konsumsi masyarakat yang meningkat, keandalan system back end perseroan dalam memproses transaksi lebih cepat, serta cakupan merchant yang semakin luas.  

Adapun, BNI telah melakukan akuisisi merchant  QRIS lebih dari 1,6 juta. Total volume transaksi QRIS BNI mencapai Rp 297 miliar per Maret 2022, naik signifikan dari awal optimalisasi penggunaan QRIS di Agustus 2021 yang tercatat Rp 14,9 miliar. Total transaksi QRIS bulanan BNI per Maret 2022 tercatat 1,5 Juta, naik dari Agustus 2021 tercatat 140 ribu. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menuturkan perseroan selalu berupaya memastikan keandalan dan respons dari QRIS dalam menunjang kecepatan dan kenyamanan transaksi nasabah sehingga terus mendorong transaksi semakin kuat di masa pemulihan ekonomi tahun ini.  

Di samping itu, BNI mengakuisisi merchant yang difavoritkan oleh masyarakat sehingga menstimulasi pertumbuhan jumlah penggunaan serta volume transaksi. 

“Tentunya, tren ini akan kami jaga dan terus kami tingkatkan lagi. BNI terus memudahkan masyarakat untuk bertransaksi di pasar, pintu parkir, donasi tempat ibadah, hingga loket pembayaran pajak dengan mendigitalkan prosesnya dengan akseptasi QRIS," ujar Royke.

Royke optimis dengan semakin banyak tempat pembayaran QRIS ini, kinerja transaksi QRIS ini akan lebih meningkat lagi sehingga mampu membantu pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan masyarakat. (Arianto)
Share:

Hikmahanto Juwana: Merancang Kontrak Leasing Tanpa Fidusia Pasca Putusan MK


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam kebanyakan perjanjian leasing saat ini mengingat ada pinjam meminjam uang, maka ditentukan barang jaminan berupa Barang Jaminan bergerak kemudian difidusiakan. Padahal perusahaan leasing tidak boleh memberikan pinjaman dalam waktu yang panjang.

Prof Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, Ketua umum DPP PAHKI mengatakan, Leasing pada dasarnya adalah sewa beli bukan pinjam meminjam. Pinjam meminjam hanya diberikan untuk memberi kemampuan nasabah membeli barang.

"Setelah itu, pinjam meminjam harus dilunasi dengan menjual barang yang dibeli. Kemudian perusahaan leasing menyewakan kepada nasabah barang yang telah dibeli dari nasabah. Pada akhir sewa menyewa dilakukan jual beli dari perusahaan leasing kepada nasabah," ujar Hikmahanto Juwana di sela-sela seminar "Merancang Kontrak Leasing Tanpa Fidusia Pasca Putusan MK" di Jakarta. Selasa (11/02)


Menurutnya, Perjanjian Leasing meliputi Empat Sub Perjanjian antara lain:

1. Perjanjian Hutang Piutang.

Perjanjian ini digunakan untuk memungkinkan nasabah membeli barangnya.

2. Perjanjian Jual Beli Obyek.

Perjanjian ini digunakan untuk nasabah rnendapatkan uang dari perusahaan leasing dengan catatan uang tersebut dikembalikan ke perusahaan leasing sebagai pelunasan hutang.

Pengalihan hak atas kebendaan beralih dari nasabah ke perusahaan leasing, meski tidak dilakukan pembalikan nama (pembalikan nama hanya syarat administratif).

3. Perjanjian Sewa Menyewa.

Perjanjian ini dilakukan agar nasabah dapat menggunakan barang yang telah dimiliki oleh perusahaan leasing.

4. Perjanjian Pengikatan Jual Beli.

Perjanjian ini untuk mengalihkan hak kebendaan dari perusahaan leasing ke nasabah.

Perjanjian ini merupakan pengikatan karena disepakati lebih awal dari saat transaksi dilakukan. (Arianto)







Share:

Penandatanganan Kerjasama Bank CTBC sebagai Agen Penjual Reksa Dana dari MMI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Bank CTBC Indonesia (CTBCI) hari selasa (28/05) secara resmi menandatangani perjanjian kemitraan untuk penjualan reksa dana dengan perusahaan manajer investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI). Acara penandatanganan kemitraan ini dihadiri oleh Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama MMI, dan lwan Satawidinata, Presiden Direktur CTBCI, beserta jajaran manajemen dari kedua perusahaan.

lwan Satawidinata, Presiden Direktur CTBCI menjelaskan, Kerja sama CTBCI sebagai Agen Penjual Reksa Dana [APERD] dari MMI ini merupakan salah satu strategi untuk memberikan lebih banyak pilihan instrument investasi bagi nasabah. Hal ini mengingat potensi produk MMI yang beragam dan sudah banyak dipasarkan.

Selain itu, Iwan menambahkan, kemitraan ini merupakan komitmen kedua perusahaan untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam hal inklusi dan literasi keuangan melalui investasi terkait reksa dana. Ada pun produk reksa dana yang diluncurkan adalah Mandiri Investa Pasar Uang (MIPU), Mandiri Investa Dana Utama (MIDU), dan Equity ASEAN 5 Plus (ASEAN5).

"Kami optimis dan menyambut baik kerja sama strategis dengan Mandiri Investasi sebagai mitra usaha terkemuka di industri reksa dana nasional. Kesamaan visi kami adalah dalam hal terus diupayakannya dukungan untuk pengembangan produk-produk investasi bagi para nasabah," ujar Iwan kepada jurnalis di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.

"Pengembangan kerjasama dengan Mandiri Investasi sebagai manajer investasi dengan total dana kelolaan terbesar di Indonesia ini pun akan membuka peluang lebih bagi Bank CTBC dalam peningkatan perolehan Fee Based Income (FBI) di tahun 2019," tegas Iwan.

Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa mengatakan, Kemitraan dengan CTBCI sebagai salah satu Agen Penjual Reksa Dana (APERD) Mandiri Investasi ini akan mempermudah dan memperluas akses masyarakat untuk dapat berinvestasi pada pada instrumen reksa dana melalui bank.

Kolaborasi dengan institusi perbankan ini pun merupakan salah satu strategi Mandiri Investasi dalam pengembangan bisnis dan perluasan customer base." Kami memiliki keyakinan bahwa ini adalah awal yang baik untuk berbagai potensi bisnis lainnya di masa yang akan datang," ujar Alvin.

Seusai penandatanganan peresmian kerja sama dilanjutkan dengan seminar bertajuk "Tinjauan Ekonomi lndonesia Pasca Pemilu 2019" dengan nara sumber Aldo Perkasa, Deputy ClO PT Mandiri Manajemen Investasi, Philips J Vermote dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) serta Eko P. Pratomo selaku pendiri dan penggagas Financial Wisdom dan Gerakan Indonesia Cerdas Finansial. Turut hadir para nasabah CTBCI dari berbagai kalangan dan profesi, mulai dari pengusaha hingga praktisi bidang keuangan dan ekonomi finansial," tutup Iwan. (Arianto)



Share:

PT. Bank Tabungan Negara Tbk Gelar Indonesia Property Expo 2019 di Jakarta Convention Center


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menyambut Hari Ulang tahun ke 69 yang jatuh 9 Februari 2019 mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) hari Sabtu, 02 Februari 2019 pukul 08.30 -10.30 wib bertempat di Lobby Hall B Balai Sidang Jakarta (JCC Senayan), Jakarta. dihadiri Rini  Soemarno selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara, Direktur Utama Bank BTN, Maryono dan jajaran Direksi Bank BTN.

Meski tahun ini suhu politik memanas menjelang Pemilihan Presiden dan ketidakpastian kondisi ekonomi global, Bank BTN optimistis mampu mencetak kredit baru senilai Rp5 triliun dari ajang IPEX yang digelar tanggal 2-10 Februari 2019.

“Permintaan properti terus tinggi karena rumah menjadi kebutuhan pokok manusia sehingga akan terus dikejar, selain itu faktor lain yang mendorong adalah meningkatnya kesadaran generasi milenial untuk memiliki rumah, komitmen pemerintah dalam menyukseskan Program Satu Juta rumah, pesatnya pembangunan infrastruktur jalan, serta sarana transportasi yang semakin baik  di samping faktor optimisme hasil Pilpres nanti,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela-sela acara pembukaan IPEX di Jakarta.

Dalam pesta perumahan tahunan Bank BTN yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut, total pengembang yang berpartisipasi berjumlah 167 pengembang yang terdiri dari 116 pengembang KPR Non Subsidi dan 51 pengembang KPR Subsidi dengan total proyek properti sebanyak ± 869 proyek yang tersebar di berbagai daerah mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.


Pada gelaran IPEX yang disponsori oleh BTN ke 17 tersebut, BTN menawarkan banyak kemudahan bagi calon debitur diantaranya Suku Bunga KPR yang murah mulai dari  6,69% fixed rate 1 (satu) tahun bekerjasama dengan pengembang pilihan, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas pengendapan dana, diskon asuransi jiwa sebesar 20% dan uang muka yang terjangkau mulai dari 1%.

Promo yang jitu menjadi strategi Bank BTN, karena terbukti sukses menggiring calon konsumen untuk membeli rumah. Sebagai informasi, setiap tahun Bank BTN menggelar 2 kali IPEX dengan pencatatan ijin prinsip KPR/KPA yang terus meningkat. Pada tahun 2016, ijin prinsip KPR/KPA mencapai Rp8,3 triliun, dan pada tahun 2017 melejit menjadi Rp12,8 triliun, sementara tahun lalu ketika suku bunga kredit merangkak naik, ajang IPEX masih mencatatkan persetujuan ijin prinsip untuk total KPR/KPA senilai Rp 18,4 triliun. 

“Sementara itu untuk menarik nasabah, terutama dari generasi milenial selain menawarkan KPR Gaeess yang menjanjikan kemudahan cicilan dan uang muka, kami juga meningkatkan pelayanan KPR via online melalui website www.btnproperti.co.id yang kami upgrade dengan sejumlah fitur tambahan,” ucap Maryono.

Portal properti BTN yang terdiri dari www.btnproperti.co.id untuk rumah baru dan  www.rumahmurahbtn.co.id untuk rumah lelang merupakan salah satu strategi Bank BTN membangun digital ecosystem di bidang pembiayaan perumahan. Per Februari ini, portal www.btnproperti.co.id hadir dengan wajah baru dan sejumlah fitur tambahan, diantaranya fitur 3D Proyek Perumahan, dimana konsumen bisa melihat langsung proyek perumahan atau unit rumah contoh dari developer Bank BTN dengan merasakan seakan-akan seperti berada di lokasi langsung karena ketersediaan data 3D unit.


Fitur baru selanjutnya adalah transactional booking fee, dengan fitur ini konsumen atau pengunjung BTN Properti bisa langsung memesan unit rumah dari developer yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN dan bisa langsung melakukan pembayaran booking fee atau tanda jadi pemesanan dengan kanal pembayaran yang disediakan Bank BTN mulai dari ATM/Virtual Account, Internet Banking, dan Mobile Banking. Selain itu pengajuannya juga langsung masuk ke Bank BTN untuk diproses. “Fitur baru selanjutnya adalah tracking status pengajuan KPR, dengan fitur ini nasabah dapat memantau status pengajuan KPR saat sudah melakukan pengajuan kredit secara online,” ujar Maryono.

Dengan fitur baru tersebut, Maryono berharap akses ke www.btnproperti.co.id terus meningkat. Berdasarkan pantauan Bank BTN, aplikasi KPR online yang mengalir lewat portal tersebut tercatat mencapai 42.661 aplikasi, atau melompat 208% dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebanyak 13.680 aplikasi. Seiring dengan peningkatan aplikasi, realisasi KPR lewat online pun melejit 238% secara year on year menjadi 10.853 unit pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai 3.214 unit. 

Alhasil nilai KPR yang cair pun meroket. Pada tahun 2017 nilai KPR yang tersalurkan lewat aplikasi KPR online sebesar Rp1,18 triliun menjadi Rp3,83 triliun pada tahun 2018.

                                                                Reporter : Arianto
Share:

Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas Gelar Mandiri Investment Forum 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019. Forum tahunan ini akan mempertemukan investor dalam dan luar negeri guna mendorong peningkatan investasi di Tanah Air.

Pada 2019, Mandiri Investment Forum yang bertajuk Indonesia: Invest Now! ini akan diikuti sekitar 600 investor dan pelaku bisnis dari dalam dan luar negeri, dan akan digelar pada 28 Januari hingga 1 Februari 2019 di Hotel Fairmont Jakarta.

Head of Mandiri Institute Moekti Soejachmoen mengatakan, forum ini sangat penting untuk menciptakan sinergi antara investor, pelaku usaha dan pemangku kepentingan, agar mampu menangkap peluang investasi yang dapat mendukung upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Untuk mengakselerasi investasi, perlu sinergi seluruh pihak. Untuk itu, Bank Mandiri berkomitmen membantu memfasilitasi kebutuhan tersebut agar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan berkelanjutan dapat dicapai," ujar Moekti Soelachmoen hari senin, 21 Januari 2019 pukul 10.00 wib di Ruang Transparansi Corporate Secretary, Plaza Mandiri Lt.3. Jakarta.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 diperkirakan naik menjadi 5,173% dari 5,07% di tahun 2017. Dan tahun ini, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.30%. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur yang baik untuk mendukung konektivitas, seperti jalan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dermaga penyeberangan dan pembangkit listrik.

"Perlu strategi dan dukungan semua pihak agar target pertumbuhan ekonomi Indonesla dapat terealisasi. Dasar itulah yang mendorong kami untuk mempertemukan investor dengan pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan dengan baik," ujar Tjandra Lienandjaja selaku Deputy Head of Equity Research Mandirl Sekuritas.

Mandiri Investment Forum juga bertujuan untuk mendorong investasi yang merata di berbagai daerah. Kegiatan ini juga akan diisi dengan site visit ke sejumlah perusahaan di Jakarta dan Yogyakarta yang berfokus kepada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Kemudian, pada 30 Januari 2019, akan dilakukan diskusi yang akan dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Chairman Mandiri Institute M. Chatib Basri dan pembicara lain yang berasal dari berbagai bidang.

Pada hari berikutnya akan dikemas dalam bentuk one-on-one meeting untuk memperoleh informasi terkait peluang investasi terkini, baik dari regulator maupun dari pelaku usaha yang hadir.



                                                                Reporter : Arianto




Share:

PT. Sarana Multigriya Finansial Tandatangani Penjanjian Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan penandatanganan Penjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Bank Penyalur KPR FLPP, hari Kamis, 17 Januari 2019 pukul 13.30 wib bertempat di Ruang Timor, Hotel Borobudur Jl. Lap. Banteng Selatan No.1, Ps. Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. dihadiri Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dan Jajaran Direksi / manajemen dari Bank Penyalur KPR FLPP.

Penandatanganan PKO ini merupakan wujud komitmen SMF beserta bank penyalur KPR FLPP dalam mewujudkan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penandatanganan PKO dilakukan oleh Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo bersama Jajaran Direksi / manajemen dari Bank Penyalur KPR FLPP, diantaranya yaitu Bank BTN, Bank Papua, Bank Kalbar, Bank Artha Graha, Bank Sultra, Bank NTT, Bank Jatim, Bank BJB, Bank Sulselbar, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel, UUS Bank BTN, UUS Bank BJB, UUS Bank Jatim, dan
UUS Bank Sumut.

Penandatanganan ini merupakan kerjasama lanjutan setelah PKO sebelumnya yang ditandatangani bersama, PPDPP, SMF dan Bank Pelaksana, pada 14 Agustus 2018 dan rencananya komitmen bersama ini akan ditegaskan ulang setiap tahun.

Sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP, kepada 28.932 debitur dengan total penyaluran dana sebesar Rp. 948 miliar melalui 10 bank penyalur KPR FLPP yang merupakan bagian dari realisasi Program FLPP 2018 sebesar Rp5,896 triliun.

Dukungan dari SMF memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penyaluran KPR FLPP dalam ketersediaan likuiditas bagi penyaluran KPR FLPP, sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

"Realisasi penyaluran KPR FLPP tersebut merupakan komitmen SMF dalam Program Penurunan Beban Fiskal, direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah lewat program KPR FLPP, yang berkoordinasi dengan BLU PPDPP, Kementerian PUPR, ungkap Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo.

Ananta juga mengaku optimis, dengan adanya sinergi yang kuat, program sejuta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah.

Adapun dalam Program penyaluran KPR FLPPini SMF memiliki peran dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%.

Adanya Surat Menteri Keuangan, No. S-163/MK.6/2018 tanggal 12 April 2018, perihal Penurunan Beban Fiskal dalam KPR Program FLPP dan SSB, dan Keputusan Menteri PUPR No.463/KPTS/IM/2018, tentang Proporsi Pendanaan Kredit / Pembiayaan Pemilikan dan Perumahan Rakyat, menjadi dasar bagi SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) menjalankan fungsi sebagai Fiscal Tools Pemerintah dalam penyediaan dana jangka menengah panjang guna merealisasikan penurunan beban fiskal Pemerintah.

                                                               Reporter : Arianto

Share:

Pengumuman Suku Bunga Penjaminan per Januari 2019, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin simpanan (LPS) hari Senin, 7 Januari 2019, telah melakukan evaluasi dan penetapan atas tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat.

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tentang Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan pada periode ini merupakan penetapan periode reguler Januari 2019, Pada rapat tersebut ditetapkan kenaikan tingkat bunga penjaminan masing-masing sebesar 25 bps untuk simpanan Rupiah dan asing di bank umum dan simpanan Rupiah di BPR.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Press Conference Pengumuman Suku Bunga Penjaminan per Januari 2019, hari Kamis, 10 Januari 2018 pukul  15.00 - 16.30 WIB bertempat di Collaboration Room LPS, Equity Tower Lt 20, SCBD, Jakarta.

Selanjutnya Tingkat Bunga Penjaminan tersebut berlaku untuk periode tanggal 13 Januari 2019 sampai dengan 14 Mei 2019, dengan rincian selengkapnya sebagai berikut:


Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan ditetapkan naik berdasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut ;
a. Suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren meningkat merespon kenaikan suku bunga kebijakan moneter BI sepanjang Mei-November 2018.
b. Kondisi likuiditas relatif terjaga namun terdapat risiko pengetatan yang berasal dari pertumbuhan kredit yang melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga.
c. Kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) berada dalam kondisi terjaga dengan baik di tengah mulai meredanya tekanan yang berasal dari depresiasi nilai tukar dan pasar keuangan.

Merujuk pada PLPS No. 2 Tahun 2014, LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada minggu kedua bulan Januari, Mei, dan September, kecuali terjadi perubahan pada kondisi perekonomian dan yang signifikan.


Mempertimbangkan bahwa proses penyesuaian atas kenaikan suku bunga simpanan di perbankan masih terus berlangsung, maka LPS akan melakukan
pemantauan terhadap perkembangan data suku bunga simpanan perbankan dan melakukan evaluasi yang berkesinambungan. selanjutnya LPS akan melakukan penyesualan terhadap kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dan hasil evaluasi atas perkembangan kondisi ekonomi serta stabilitas sistem keuangan.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjian antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas kedepan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.


                                                                 Reporter : Arianto





Share:

IKLAN

IKLAN



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN BRI Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market CCTV Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPR Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemenkes Kemenkumham KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPS LSM Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Mayday MDMC Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU ODGJ Office Ojek Online Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi PPKM PPWI Pra Kerja Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Ragam Rakernas Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini