Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Film "Story of Kale : When Someone’s in Love" Tayang 23 Oktober 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Film "Story of Kale : When Someone’s in Love" merupakan pengembangan cerita dari universe Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP dengan skenario yang ditulis oleh Irfan Ramli. Film ini diproduseri oleh Sonny Laksamana dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko.

Bioskop Online resmi merilis official poster dan trailer dari konten orisinil pertama film "Story of Kale: When Someone’s in Love".

Film yang mengangkat kisah masa lalu dari karakter Kale (Ardhito Pramono), tokoh yang diambil dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, dijadwalkan akan mulai tayang di Bioskop Online tanggal 23 Oktober 2020. Pembelian tiket pre-order sudah dapat diakses melalui www.bioskoponline.com dengan hanya Rp10.000,-.

"Sebetulnya ide awal dari Story of Kale ini karena kita melihat karakter Kale ini sangat menarik. Dan setelah diulik cerita masa lalunya seorang Kale relevan dan relate ke banyak orang," kata Sonny dalam keterangan tertulis kepada media. Kamis (15/10)

Film ini bercerita tentang dua karakter yang berusaha memberi yang terbaik untuk kekasihnya, berupaya untuk membahagiakan, menyembuhkan luka dan berdamai dengan trauma. Namun kemudian mereka jadi dua orang asing yang menempuh jalan berbeda karena ekspektasi yang berbeda.

Ardhito Pramono akan beradu akting dengan Aurelie Moeremans (Dinda), yang berperan sebagai kekasih dari Kale. Selain itu pemain yang akan hadir yaitu para personil dari band Arah, diantaranya Arya Saloka, Roy Sungkono, Tanta Ginting, Gilbert Pohan, dan Hanum Azizah. (Arianto)



Share:

Festival Film Indonesia Rilis Podcast Cerita Sinema


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Melalui saluran mengobrol Podcast Cerita Sinema, para bintang dan pembuat film tanah air akan berbagai cerita kepada pencinta film Indonesia mengenai seluk beluk dunia perfilman. Berkolaborasi bersama Inspigo, Podcast ini diharapkan akan hadir reguler.

Untuk episode pertama, ada nama Tissa Biani, duta termuda Festival Film Indonesia 2020 yang juga merupakan pemenang penghargaan khusus Piala Citra untuk anak-anak melalui perannya di film “3 Nafas Likas”. Dipandu oleh Inspihost Daniel Wibowo, Tissa bercerita mengenai kariernya yang sudah lumayan panjang meskipun berusia muda.

Episode berikutnya akan ada juga Lukman Sardi (Ketua Komite FFI 2018-2020) dan Nia Dinata (Komite Seleksi dan Penjurian FFI 2018-2020) yang akan berbagi cerita seputar seleksi dan penjurian Festival Film Indonesia 2020. Selain itu ada sineas-sineas film hebat lainnya yang akan tampil di episode selanjutnya.

Festival Film Indonesia di awal Oktober telah mengumumkan daftar pendek film-film cerita panjang, film cerita pendek, film animasi, dan film dokumenter panjang dan pendek yang telah lolos kurasi.

Untuk film cerita panjang, 12 film yang telah terkurasi dengan 10 film tambahan khusus kategori tertentu akan dinilai oleh perwakilan asosiasi pekerja film yang nantinya merumuskan nominasi.

Sedangkan untuk film cerita pendek, film animasi juga film dokumenter panjang dan pendek akan ditonton oleh pemenang tahun-tahun sebelumnya untuk dikerucutkan menjadi nominasi.

Pengumuman nominasi akan dilaksanakan pada 7 November dan malam penghargaan Festival Film Indonesia 2020 akan diadakan pada 5 Desember. (Arianto)



Share:

STASIUN SANTUY Bakal Digelar 07 November 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Otello Asia bekerjasama dengan KIOSTIX sebagai streaming & ticketing partner sudah membuka penjualan tiket secara online untuk acara “STASIUN SANTUY”, acara ini merupakan pilihan hiburan live entertainment untuk target penonton daring dengan usia 18+ secara Virtual/Daring nonton weekend #dirumahaja sambil  menikmati malam minggu-an.

STASIUN SANTUY atau dengan kata lain STreaming ASIk UNtuk SANTUY, akan diselanggarakan 2 kali weekend, setiap hari Sabtu, 07 November 2020 bersama OM PMR, Feel Koplo, Rahmat Ababil (Stand Up Comedy) dan Sabtu, 14 November 2020  bersamam Alffy Rev, Weird Genius secara online atau ‘Virtual Hangout Streaming’ secara daring #dirumahaja mulai pukul 20.00 – 21.30 wib. 

STASIUN SANTUY 01: Sabtu, 07 November OM PMR akan memberikan dedikasi musik dan Tribute to untuk mendiang sang Gitaris almarhum Budi Padukone.

Sysan Ibrahim selaku CEO dari Otello Asia mengungkapkan “
Segenap tim dan keluarga besar Otello Asia mnegucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Budi Padukone sang gitaris OM PMR pada hari Senin yang lalu 05 Oktober 2020, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Pada saat penyelengaraan Stasiun Santuy episode Perdana Sabtu 07 November 2020 nanti OM PMR akan memberikan tribute dan dedikasi kepada mendiang almarhum Budi Padukone sebagai musisi legendaris yang telah ikut membesarkan nama OM PMR di blantika musik Indonesia, Selamat jalan Mas Budi Padukone," kata Sysan dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (10/10)

STASIUN SANTUY akan di selenggarakan secara virtual streaming pada hari Sabtu, 07 November dan Sabtu berikutnya, 14 November 2020 mulai pukul 20.00 – 21.30 WIB dan akan dimeriahkan oleh OM PMR, Feel Koplo, Rahmat Ababil (Stand Up Comedy), Alffy Rev, Weird Genius, Contemporer Dancer serta LED Robotic Dancer. Tiket dapat dibeli secara online melalui www.kiostix.com atau www.otelloasia.com. (Arianto)


Share:

Festival Film Indonesia Luncurkan Program Cerita Sinema


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka Road to Festival Film Indonesia 2020, digelarlah sebuah program berbentuk kelas online workshop bernama Cerita Sinema. Dalam empat episode, 10 orang terpilih akan diberikan kesempatan untuk mempelajari lebih dalam seluruh proses dari pembuatan film; mulai dari penulisan naskah, pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. 

Pengajarnya tak tanggung tanggung para tokoh perfilman Indonesia yang sudah teruji sukses pernah dinominasikan maupun memenangkan Piala Citra. 
 
Episode pertama akan tayang pertama kali pada tanggal 8 November dengan penulis skenario/produser/sutradara Gina S. Noer (‘Dua Garis Biru’, ‘Posesif’) sebagai pengajar untuk materi Development. 

Episode kedua akan tayang pada tanggal 11 November dengan produser Lala Timothy (‘Tabula Rasa’, ‘Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212’) sebagai pengajar untuk materi Pre Production. 

Episode ketiga akan tayang pada tanggal 15 November dengan sutradara Yandy Laurens (‘Keluarga Cemara’) sebagai pengajar untuk materi Production. 

Episode keempat akan tayang pada tanggal 17 November dengan sutradara/penulis skenario/produser Ernest Prakasa (‘Cek Toko Sebelah’. ‘Imperfect’) sebagai pengajara untuk materi Promotion. 
 
Seluruh aktivitas workshop dari Cerita Sinema dilakukan menggunakan aplikasi Zoom. Durasi event selama 60 menit termasuk session presentasi dan diskusi film terkait. Acara akan ditayangkan di Instagram dan YouTube. 
 
Lukman Sardi, Ketua Komite Festival Film Indonesia mengatakan, Kolaborasi kami bersama Samsung Electronics Indonesia merupakan salah satu wujud semangat FFI untuk melatih talenta muda Indonesia menjadi kreator film. 

"Hadirnya Galaxy Movie Studio yang berkolaborasi dengan Cerita workshop dari FFI menjadi upaya kami memberikan akses, wawasan, dan ilmu yang dapat langsung mereka praktekkan melalui pelatihan khusus," kata Lukman dalam keterangan tertulis kepada media. Selasa (06/10)

"Menariknya, Galaxy Movie Studio akan diadakan mulai pertengahan bulan Oktober hingga awal Desember 2020. Kompetisi film pendek yang dibuat oleh peserta dimulai pada 7 Oktober 2020 dan terbuka untuk umum. (Arianto) 
 

Share:

Festival Film Indonesia 2020 Umumkan Daftar Film Lolos Kurasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Festival Film Indonesia 2020 mengumumkan daftar film cerita panjang yang lolos kurasi. Dalam tahapan awal ini, komite seleksi dan penjurian yaitu Nia Dinata bekerja sama dengan tujuh kurator yang terdiri dari pekerja film, akademisi dan jurnalis. 

Mereka adalah Nungki Kusumastuti, Prima Rusdi, Hera Diani, Makbul Mubarak, Tam Notosusanto, dan Rangga Wisesa yang melanjutkan tugas sebagai kurator seperti tahun sebelumnya. Memperkuat nama-nama kurator tersebut, kini bergabung jurnalis senior Leila S. Chudori. 
 
Untuk dasar penilaian utama di tahap seleksi masih berpegang teguh pada kualitas teknis dan estetika. Kemudian profesionalisme kerja yang tercermin dari filmnya sendiri. Lalu orisinalitas cerita. 

Nia mengatakan, Kami masih mengusung keberagaman, film-film yang akan terseleksi ada perspektif keberagaman, Bhinneka Tunggal Ika. 

"Keberagaman yang kita pertajam. Film-film yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang setara akan kami pilih," kata Nia dalam keterangan tertulis kepada media. Senin (05/10)
 
DAFTAR PENDEK FILM LOLOS KURASI 

- ABRACADABRA 
- GURU-GURU GOKIL  
- HUMBA DREAMS
- IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN 
- ISTRI ORANG 
- MEKAH I’M COMING 
- MOUNTAIN SONG
- MUDIK
- PEREMPUAN TANAH 
- JAHANAM
- RATU ILMU HITAM
- SUSI SUSANTI LOVE ALL
- THE SCIENCE OF FICTIONS 

Selain itu, lanjutnya, tahun ini para kurator serta komite seleksi dan penjurian setelah berdiskusi dengan persetujuan Ketua Komite Lukman Sardi memberikan rekomendasi khusus untuk 10 film yang menonjol di kategori tertentu. 
 
"Setelahnya, pemilihan pemenang akan dilakukan dengan mengikuti mekanisme tahun lalu melalui sistem voting oleh Member FFI yang mengkonfirmasikan diri untuk ikut voting tahun ini," pungkasnya. (Arianto)


 
 
Share:

Konser Online Generasi 90-an Melankolia Bikin Nostalgia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Konser Generasi 90-an Melankolia yang berlangsung pada Jumat (2/10) tepat pukul tujuh malam itu disaksikan secara virtual melalui platform www.bioskoponline.com dipandu oleh Sarah Sechan (Sarseh).

Konser dibuka dengan penampilan PADI yang membawakan lagu ‘Sobat’, dilanjutkan oleh Dul Jaelani yang melantunkan lagu ‘Cintakan Membawamu Kembali’ dan ‘Separuh Nafas’. Sedangkan ARAH kembali tampil di konser kali ini dengan membawakan lagu milik PADI ‘Begitu Indah’.

Konser juga menghadirkan kolaborasi Gamaliél ft. Jevin Julian yang membawakan ‘Sephia’ dari Sheila On 7, serta Efek Rumah Kaca ft. Sitha Marino yang membawakan lagu ‘Melankolia’.

Keduanya merupakan soundtrack dari Generasi 90an Melankolia. Efek Rumah Kaca juga turut melantunkan lagu ‘Desember’ dengan syahdu dan ‘Cinta Melulu’ yang menjadi penutup konsernya.

Sementara itu, Wave of Cinema turut menghadirkan 30 musisi dengan konsep acara semi live yang menarik benang merah dari film -film produksi Visinema Pictures.

Begitu juga, Masih ada penampilan dari Andien, Gamaliél, Cantika Abigail hingga Maliq & D’Essentials yang akan menutup rangkaian konser Wave of Cinema di Konser Surat Dari Timur pada tanggal 9 Oktober 2020 nanti.

Menariknya, Konser terakhir ini merupakan konser gabungan dari 2 film produksi Visinema Pictures: Cahaya Dari Timur dan Surat Dari Praha.

Sedangkan, Tiket konser masih bisa dibeli di Bioskop Online, Loket, GoTix, dan BookMyShow. Harga tiket untuk menikmati konser Surat Dari Timur dibandrol hanya Rp50.000. (Arianto)


Share:

Konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Memukau Penonton


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bioskop Online dan Visinema Musik menuai sukses atas pagelaran Konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini pada Jumat malam (25/9) secara virtual melalui www.bioskoponline.com.

Isyana Sarasvati membuka konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dengan Lexicon. Sedangkan Hindia meramaikan dengan lagu Secukupnya dan Evaluasi di akhir konser.

Hadir juga Sisir Tanah, Chiki Fawzi dan Arah. Penampilan Ardhito Pramono melengkapi konsernya dengan membawakan Fine Today dan Bitter Love.

Disisi lain, Rachel Amanda yang berperan sebagai Awan dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) turut hadir menemani penonton di rumah sebagai host.

Sementara itu, Kunto Aji yang juga tampil dengan lagu Rehat dan Pilu Membiru menuturkan, Saya merasa sangat tertarik, ketika diajak untuk ikut mengisi konsernya.

"Apalagi setelah mengetahui Mas Angga yang men treatment lagu Rehat di film NKCTHI dengan sangat baik. Jadi ketika datang tawaran untuk ikut konsernya, langsung ok," ungkap Kunto.

Di akhir pertunjukan konser, Bioskop Online memberikan kejutan dengan memutarkan Teaser perdana dari film Story of Kale: When Someone’s in Love yang diperankan oleh
Ardhito Parmono (Kale) dan Aurelie Moeremans (Dinda) dan akan tayang pada Oktober 2020 di Bioskop Online. (Arianto)



Share:

When Someone’s In Love Bakal Rilis di Konser Wave of Cinema


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Film Story of Kale: When Someone’s In Love akan merilis Teaser perdananya di Konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), yang merupakan rangkaian Wave of Cinema pada Jumat, 25 September 2020. Film yang menjadi konten original pertama dari Bioskop Online ini, disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan ditulis oleh Irfan Ramli.

Kisah yang diangkat dari universe film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), memilih karakter Kale untuk menjadi pusat cerita dari film ini. Diperankan oleh Ardhito Pramono, ‘Story of Kale’ akan bercerita tentang kisah cinta yang kerap terjadi pada setiap orang. Bagaimana cinta yang selalu digambarkan indah bisa membuat kita kehilangan diri sendiri.  

Irfan Ramli yang didapuk menjadi penulis skenario mengungkapkan, Film ini ditulis dan diproduksi di tengah pandemi, sejak awal ‘Story of Kale’ memang dibuat dengan kesadaran untuk mensiasati berbagai keterbatasan yang ada. Ini membuat pemilihan cara bercerita film ini sendiri jadi begitu menantang. 

"Selain itu, Proses pengembangan cerita dilakukan dari rumah  secara online sehingga menuntut energi yang besar. Sebagai sebuah cerita cinta, kami coba untuk mendekatkan kenyataan bahwa sebuah hubungan seringkali tidak berjalan sesuai harapan dan bagaimana itu terjadi," ungkap Irfan dalam keterangan tertulis. Rabu (23/09)

Lebih lanjut, Irfan mengatakan, film ini juga akan menampilkan lagu – lagu terbaru dari Ardhito Pramono. ‘Story of Kale’ rencananya akan ditayangkan secara eksklusif di Bioskop Online pada akhir tahun ini.

"Selain Ardhito yang akan tampil dalam konsernya, hadir juga Isyana Sarasvati, Hindia, Kunto Aji, Arah, Chiki Fawzi dan Sisir Tanah," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Bioskop Online dan Visinema Music Rilis Konser Online “Wave of Cinema”


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bioskop Online berkolaborasi dengan Visinema Music merilis konser online “Wave of Cinema”. Wave of Cinema akan menghadirkan 30 musisi dengan konsep acara semi live yang menarik benang merah dari film-film yang di produksi Visinema Pictures. Maliq & D’Essentials, Isyana Sarasvati, Padi Reborn, Andien, Fourtwnty, Ardhito Pramono, Kunto Aji, Gamaliel, Efek Rumah Kaca, Hindia, Ananda Badudu, hingga Nadin Amizah akan tampil meramaikan konsernya.  

Saron Sakina yang didapuk menjadi produser konsernya mengatakan, Wave of Cinema akan menyajikan sebuah cerita tentang isu yang dekat dengan masyarakat saat ini melalui musik dan film, dilakukan dengan memproduksi video tapping yang setelahnya akan disusun, disiarkan dan dipandu oleh host secara langsung, sehingga tetap bisa #terasadekat dan berinteraksi dengan penontonnya.

"#TerasaDekat adalah pendekatan Wave of Cinema dalam menyajikan rangkaian konser ini dengan berbagai fitur seperti interactive live chat dan multiple angle camera yang memungkinkan penonton merasa dekat dengan para artis dan bahkan penonton lainnya, sehingga memberikan pengalaman seperti layaknya menonton konser langsung," kata Saron saat virtual meeting. Kamis (10/09)

"Konser live yang kita rindukan selama ini adalah tentang kedekatan, dapat dirasa dan dilihat secara langsung. Dalam bentuk virtual, kami merasa kedekatan ini harus dibalut oleh sesuatu, tidak semata-mata memindahkan panggung live. Ternyata, balutan itu adalah sebuah cerita, dimana kita akan merasa dekat karena emosi yang dibangun dari sebuah cerita. Untuk itu Wave of Cinema adalah sebuah konser yang bercerita," ujar Saron .

Meskipun demikian, tutur Saron, Rangkaian Wave of Cinema akan berlangsung setiap hari Jumat selama 1 bulan yang dibuka dengan Konser Filosofi Kopi (18/9), Konser Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (25/9), Konser Generasi 90an: Melankolia (2/10), dan ditutup dengan Konser Surat dari Timur (9/10), gabungan dari film Cahaya Dari Timur dan Surat Dari Praha.

“Ada banyak banget musisi yang terlibat dan konsep yang diangkat sangat kreatif di tengah pandemi, visual yang digarap dijamin berbeda dan berkelas. Syutingnya juga asyik banget, prosesnya juga mengikuti protokol kesehatan, shotnya pakai kamera film, jaminan visual akhir nanti juga akan keren banget!”, tambah Fadly dan Rindra dari Padi Reborn.

Dan yang menarik, lanjut Saron, Pembelian tiket sudah dibuka sejak awal September. Tiket dapat dibeli di Bioskop Online, Loket, GoTix, BookMyShow, Blibli, JD.ID, Tokopedia, Shopee, Traveloka, dan Tiketapasaja.com. Harga tiket yang sangat terjangkau dibandrol hanya Rp99.000,- untuk 4 konser selama program Early Bird berlangsung atau harga normal di Rp125.000,-. Bioskop Online dan Visinema Music pun menawarkan tiket harian per konser yang dibandrol hanya Rp50.000,- untuk masing – masing konser. (Arianto)


Share:

JFW Series #RoadtoJFW2021 Tayang 29 Agustus 2020



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
The Search for Jakarta Fashion Week 2021 Icons: A Web Series diluncurkan Jakarta Fashion Week sebagai bagian dari JFW Series #RoadtoJFW2021 dengan episode perdana tayang pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020 pukul 20.00 WIB. 


Inilah serial web 6 episode dari Jakarta Fashion Week bersama Fremantle yang menampilkan perjalanan 12 Finalis dalam menaklukkan berbagai tantangan dari para juri, untuk nantinya 2 model pria dan wanita terpilih sebagai Jakarta Fashion Week 2021 Icons.

JFW 2021 Icons bakal menjadi model dari campaign Jakarta Fashion Week 2021, dan tentu saja meramaikan runway Jakarta Fashion Week 2021.

Para finalis JFW 2021 Icons dipilih dari para pemenang JFW Model Search 2020 yang berlangsung di lima kota sejak Februari 2020, yaitu di Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan Jakarta. Mereka tak hanya berasal dari kota-kota tempat Model Search diadakan, tapi juga kota-kota lain di Indonesia, kata Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.

Kedua belas Finalis JFW 2021 Icons adalah Agustina (Jakarta), Amos (Pekanbaru), Brayen (Lampung), Ciquita (Medan), Daffa (Jakarta), Douglas (Sidoarjo), Gea (Tangerang), Lung (Surabaya), Maria (Surabaya), Raihan (Bandung), Nuzula (Bogor), dan Rizal (Surabaya).

Mereka mengikuti karantina selama lima hari, serta dipantau progresnya oleh Resident Judges yang terdiri atas Ai Syarif (Creative Advisor Jakarta Fashion Week), Wita Juwita (Face of Jakarta Fashion Week), dan Panca Makmun (Koreografer Senior).

Tidak hanya itu, Jakarta Fashion Week juga mengundang juri tamu, baik memberikan tantangan khusus untuk mereka, menilai mereka, maupun masukan-masukan yang berguna untuk karier modeling mereka.

Guest Judges JFW 2021 Icons adalah Erwin Suganda (Creative Director UBS Gold), Ayla Dimitri (Content Creator/Influencer)¸ Samuel Rizal, Ivan Gunawan, Yoland Handoko (Fashion & Celebrity Stylist), Nicoline Patricia (Fotografer), dan Margaretha Untoro (Editor-in-Chief Dewi).

Saksikan The Search for Jakarta Fashion Week 2021 Icons: A Web Series yang didukung oleh UBS Gold, Make Over, dan Aston Kartika Grogol ini di kanal YouTube Jakarta Fashion Week Official mulai 29 Agustus 2020 pukul 20.00 WIB (alamat URL: https://www.youtube.com/jakartafashionweekofficial) juga di Vidio.com pukul 17.00 WIB. Enam episode The Search for Jakarta Fashion Week 2021 Icons: A Web Series akan ditayangkan selama 6 hari berturut-turut mulai 29 Agustus 2020 hingga 3 September 2020. (Arianto)



Share:

Film Akhirat - A Love Story Akan Diproduksi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
BASE Entertainment bekerja sama dengan Studio Antelope mengumumkan film terbaru yang akan segera diproduksi, Akhirat - A Love Story. Setelah sukses di bioskop nasional maupun internasional melalui Perempuan Tanah Jahanam dan rilis internasional Guru-Guru Gokil, film ketiga dari BASE Entertainment ini dibintangi oleh Adipati Dolken dan Della Dartyan. Film Akhirat - A Love Story merupakan debut panjang pertama dari Jason Iskandar, sutradara yang sebelumnya telah banyak berprestasi di sirkuit film pendek. 
 
BASE Entertainment berkomitmen untuk selalu bekerja sama dengan sineas terbaik Indonesia. Setelah sebelumnya membuat film bersama Joko Anwar, Perempuan Tanah Jahanam yang berhasil menjadi salah satu box office di Indonesia dan diputar di Sundance Film Festival, hingga kini ditayangkan di layanan streaming spesialis horor Amerika Serikat, Shudder lalu menggandeng Dian Sastrowardoyo sebagai produser dan aktris untuk film Guru-Guru Gokil yang ditayangkan di lebih dari 190 negara melalui layanan streaming Netflix. 
 
Kini pemilihan Jason Iskandar sebagai sutradara dan Florence Giovani sebagai produser dari Studio Antelope yang merupakan sineas muda potensial adalah usaha BASE Entertainment untuk memberikan jalan bagi generasi baru untuk bersinar di industri perfilman Indonesia. Shanty Harmayn menjelaskan, Perfilman Indonesia membutuhkan bakat segar yang dapat memperkaya penceritaan. Jason adalah salah satu anak muda yang sejak usia remaja sudah berprestasi baik di kancah film pendek nasional maupun internasional. 
 
Film-film pendek Jason Iskandar yang sebelumnya masuk ke festival film berskala nasional maupun internasional adalah, Territorial Pissings (2010) mendapatkan Best 
Film - Jogja - NETPAC Asian Film Festival, lalu Seserahan (2014) Official Selection - Singapore International Film Festival. Kemudian The Day The Sky Roared (2018): 
Official Selection - Busan International Short Film Festival. Film pendek Elegi Melodi (2018) juga menjadi nominasi pada Festival Film Indonesia. 
 
Akhirat - A Love Story adalah kisah fantasy romance tentang Timur, seorang akuntan muda yang jatuh cinta kepada Mentari, seorang seniman berjiwa bebas. Dengan perbedaan yang mereka punyai, mereka tetap teguh untuk bersama. Tapi lalu tragedi melanda, Timur dan Mentari mengalami kecelakaan mobil yang membuat mereka koma. Di dalam ketiadaan tersebut, mereka menemukan diri berada di persimpangan di antara alam manusia dan alam baka.  Tak ingin dipisahkan, Timur dan Mentari kini menjelajahi ruang antar dunia akhirat dan bertemu dengan jiwa-jiwa lain yang juga memilih nasib yang sama. Akankah cinta mereka kekal dan mereka dapat kembali ke dunia? 
 
Adipati Dolken berperan sebagai Timur, sedangkan Della Dartyan memerankan Mentari. Sejak pertama kali menulis, yang sudah gue bayangin ya Adipati Dolken. Menurut gue Adipati punya semua layer yang dibutuhkan untuk karakter Timur di film ini. Dan setelah ngobrol pun gue ngelihat dia punya banyak memori dan energi yang sangat membantu membentuk karakter Timur, ujar Jason Iskandar.  
 
Sedangkan mengenai Della, Gue ingat waktu pertama kali ketemu dia, penampilannya sama persis dengan apa yang gue bayangin tentang Mentari. Pas ngobrol, sama seperti Adipati, dia punya banyak cerita, memori, dan energi yang gak cuma membantu membentuk karakter Mentari, tapi juga membantu kita mengolah cerita bareng-bareng. 
 
Bagi Jason sejauh ini prosesnya sangat kolaboratif, Semua menyumbang memori, energi, dan cerita untuk kita olah bareng-bareng. Itu sih yang paling menyenangkan: gue ngerasa mereka tulus untuk menjadi karakter dan menceritakan cerita film ini. 
 
Shanty Harmayn selaku produser dari BASE Entertainment mengatakan, Cerita dari Akhirat - A Love Story adalah sesuatu yang menyegarkan bagi perfilman Indonesia. Bukan hanya kisah romansa, tapi juga mendorong batas bagi penceritaan yang umum. 
 
Jason Iskandar yang juga menulis skenarionya mengatakan bahwa cerita tersebut sangat personal baginya, Idenya datang 2 minggu sebelum menikah. Waktu itu gue lagi parnoparnonya takut ada sesuatu yang terjadi sebelum hari H pernikahan. Terus gue mikir, kalau gue meninggal sebelum menikah, apa gue bisa ketemu pasangan gue di akhirat, apa kita masih akan kenal satu sama lain di akhirat nanti, dan banyak pertanyaan lainnya.  
 
Pas honeymoon, ide ini semakin mengganggu dan akhirnya gue mutusin untuk mulai nyorat-nyoret cerita awal film Akhirat ini. Selama proses development, gue jadi ngulik dan ngeksplor relationship gue dan istri gue, Florence (yang juga adalah produser film ini). Dan ternyata ada banyak hal yang selama ini tersembunyi dan belum gue sadarin, jadi keluar ke permukaan karena development cerita ini. So, its a very personal story. Produksi Akhirat - A Love Story akan dilakukan di bulan September dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Film diharapkan dapat tayang di Bioskop pada semester pertama 2021. (Arianto)
 

Share:

Film June dan Kopi segera Tayang di Bioskop


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perfilman Indonesia akan disemarakkan oleh kehadiran film persahabatan anjing dan manusia yang menghangatkan June dan Kopi. Film yang disutradarai oleh Noviandra Santosa akan segera tayang di bioskop. 
 
Film June dan Kopi bercerita tentang June yang merupakan anjing kampung (jalanan) dan Kopi yang sudah memiliki rumah. June, anjing berjenis Mongrel Street Dog. Sedangkan Kopi, berjenis Staffordshire Terrier. Bagi pecinta anjing maupun hewan pada umumnya, tentu akan dipuaskan dengan kehadiran anjing-anjing yang menggemaskan ini di layar lebar. 
 
Kedua anjing yang dipilih untuk berakting adalah anjing jalanan. Menurut sutradara Noviandra Santosa, Saya memilih untuk bercerita tentang anjing jalanan karena biasanya di film, semua anjingnya pure breed. Dan di Indonesia kita memiliki begitu banyak anjing jalanan dan banyak juga anjing yang ditelantarkan. Anjing-anjing yang memainkan karakter June dan Kopi pun adalah anjing dari shelter. Mereka ditemukan di jalanan atau dibuang oleh pemiliknya.  
 
Noviandra Santosa menceritakan ide awal cerita ini dibuat, Sewaktu saya di universitas, saya sering foster hewan dari rescue-rescue. Setelah saya mengurus banyak hewan, saya sadar bahwa ada masalah dengan over populasi hewan yang tidak mempunyai rumah, khususnya di Indonesia. June terinspirasi dari salah satu anjing yang saya foster. Dia hanya memiliki 3 kaki dan sangat takut pada laki-laki. Kopi terinspirasi dari Cody, anjing pertama yang saya foster. 
 
Saya ingin membuat film yang menyenangkan untuk ditonton semua orang dan berbeda dari film lainnya, ujarnya. Baginya film ini bukan hanya tentang anjing, Kami tetap harus menulis cerita yang solid. Kami tidak bergantung pada fakta bahwa kami akan membuat film pertama tentang anjing di Indonesia. Kami masih harus menulis cerita yang menarik dan centered with the theme of family yang relatable dengan semua orang. Kami pada dasarnya memperlakukan proyek ini seperti proyek lain dan mencoba menulis cerita yang bagus. 
 
Film June dan Kopi merupakan film panjang kedua dari Noviandra Santosa. Di tahun 2019, debut penyutradaraan panjang layar lebar dilakukan melalui film Pintu Merah. (Arianto)


Share:

KPK Luncurkan ACFFest 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyelenggarakan Anti-corruption Film Festival (ACFFest). Melalui ajang kompetisi film pendek dan vlog serta ide cerita film pendek fiksi berdurasi antara 10 - 15 menit, KPK mengajak anak-anak muda untuk tetap kreatif dan kritis lewat medium film.

Ada 2 kategori yang dikompetisikan pada ACFFest 2020. Pertama, kompetisi film pendek dan vlog. Terdapat empat jenis kompetisi film pendek yang dapat diikuti, yaitu film pendek fiksi komedi dengan durasi maksimal 15 menit, film pendek dokumenter dengan durasi maksimal 15 menit, film pendek animasi dengan durasi maksimal 5 menit, dan vlog antikorupsi dengan durasi maksimal 5 menit.

Kompetisi film pendek ini terbuka untuk umum dan pendaftaran dibuka mulai 19 Agustus hingga 15 November 2020.

Sedangkan kategori kedua, adalah lomba ide cerita film pendek fiksi berdurasi 10 – 15 menit. Sepuluh proposal ide cerita terpilih akan mendapat bantuan dana produksi sebesar Rp25 juta dan berhak mengikuti _Movie Camp Online_ serta mendapat pendampingan teknis dari mentor lokal.

Kompetisi ide cerita film pendek dibuka mulai 19 Agustus hingga 15 September 2020. Pembuat film yang ide ceritanya terpilih akan  diberikan waktu untuk produksi film selama 2 bulan pada Oktober -November 2020.

Film – film yang telah selesai diproduksi dan diberikan penilaian, kemudian akan diputar pada Malam Penganugerahan ACFFest 2020 di Jakarta pada Desember mendatang.

Baik kategori film pendek fiksi maupun proposal ide film pendek, keduanya harus mengangkat tema antikorupsi dengan memuat nilai-nilai integritas, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhaan, kemandirian, keberanian dan keadilan.

ACFFest 2020 merupakan ajang yang keenam sejak diselenggarakan pertama kali pada 2013. Penyelenggaraan ACFFest menjadi medium kampanye KPK untuk mendorong masyarakat mengaplikasikan nilai-nilai integritas di dalam kehidupan bermasyarakat. 

Visualisasi dalam bentuk film diharapkan dapat lebih menggugah masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan korupsi. (Arianto)





Share:

Disney+ Hotstar Jadi Rumah Bagi Film-film BCU


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bumilangit Cinematic Universe resmi bekerja sama dengan Disney+ Hotstar. Setelah pengumuman yang ditandai dengan sambutan oleh Presiden Marvel Studios dan Kepala Bidang Kreatif Marvel, Kevin Feige di acara Disney+ Hotstar Grandfest 2020 kepada Joko Anwar selaku salah satu produser Bumilangit Cinematic Universe, berikutnya bakal banyak konten menarik yang akan dihadirkan oleh Bumilangit Cinematic Universe. 
  
Bismarka Kurniawan, produser dari Bumilangit Cinematic Universe mengatakan, Kerja Sama antara Bumilangit Cinematic Universe dengan Disney+ Hotstar merupakan terobosan yang membanggakan bagi kami. 

"Kami sangat senang menjadikan Disney+ Hotstar rumah bagi film-film BCU Chapter I dan berencana untuk menceritakan lebih banyak cerita. Ke depannya kami akan bekerja sama dengan Disney untuk mengeksplorasi cara dan ide-ide baru yang menarik," kata Bismarka dalam keterangan tertulis kepada media. Selasa (18/08)
  
Pada kesempatan yang sama, Wicky V. Olindo, produser dari Bumilangit Cinematic Universe menambahkan, Bumilangit Cinematic Universe Chapter I akan muncul eksklusif di Disney+ Hotstar beberapa bulan setelah penayangan bioskop. Semoga kerja sama ini dapat menjadi alternatif pilihan yang menghibur bagi penonton Indonesia yang mengakses kanal streaming tersebut. Kerja sama ini merupakan langkah positif bagi perfilman Indonesia karena brand Disney+ Hotstar yang sudah teruji secara internasional. 
  
Dengan sambutan tersebut, lanjutnya, nantinya film-film dari Bumilangit Cinematic Universe produksi Screenplay Bumilangit akan ditayangkan di kanal streaming Disney+ Hotstar setelah penayangan bioskopnya. Film pertama dari Bumilangit Cinematic Universe yang tayang di Disney+ Hotstar adalah Gundala yang akan hadir pada Februari 2021. 
  
Selain itu, tutur Bismarka, Bumilangit Cinematic Universe merupakan jalinan cerita yang tersambung satu sama lain dibuat berdasarkan karakter yang tergabung di Bumilangit, sebuah perusahaan hiburan berbasis Intellectual Property Rights terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, sekitar 1,100 lebih karakter ciptaan banyak komikus legendaris Indonesia. 
  
"Setelah tahun lalu sukses dengan Gundala, film pembuka untuk Bumilangit Cinematic Universe yang merupakan box office. Dua film lagi sedang digarap yaitu Virgo and the Sparklings yang disutradarai oleh Ody C. Harahap dan Sri Asih disutradarai oleh Upi," pungkasnya. (Arianto)








Share:

Film dari Bumilangit Cinematic Bakal Tayang di Kanal Disney+ Hotstar

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam acara Disney+ Hotstar Grandfest 2020 pada Senin (10/08) diumumkan kerja sama Disney+ Hotstar dengan Bumilangit Cinematic Universe (BCU) Selain itu, Presiden Marvel Studios dan Kepala Bidang Kreatif Marvel, Kevin Feige memberikan dukungan kepada Joko Anwar dan Bumilangit Cinematic Universe dalam acara Disney+ Hotstar Grandfest 2020. 

Kevin Feige yang dikenal di dunia entertainment sebagai seseorang yang merupakan otak kreatif Marvel Cinematic Universe mengirimkan sebuah video greetings kepada Joko Anwar dan Bumilangit Cinematic Universe. 

Dalam video tersebut Kevin membuka dengan ucapan “Apa kabar Joko?” Lalu ia melanjutkan, “I know exactly what it was like to dream bringing epic stories to life and I’ve no doubt that the future of Indonesian filmmaking is in good hands. Don’t be afraid to expand that universe. All the best.”

Dengan sambutan tersebut, nantinya film-film dari Bumilangit Cinematic Universe produksi Screenplay Bumilangit akan ditayangkan di kanal streaming Disney+ Hotstar setelah penayangan bioskopnya.

Selain itu, Kevin mengumumkan di acara tersebut empat aktor aktris ternama Indonesia yang turut tergabung dalam Bumilangit Cinematic Universe. Mereka adalah Christine Hakim, Reza Rahadian, Dimas Anggara, dan Jefri Nichol. 

Ke empat aktor aktris tersebut bergabung dengan nama-nama yang telah diumumkan tahun lalu yaitu Abimana Aryasatya yang berperan sebagai Gundala, Chicco Jerikho sebagai Godam, Pevita Pearce sebagai Sri Asih, Chelsea Islan sebagai Tira, Tara Basro sebagai Merpati, Asmara Abigail sebagai Desti Nikita, Hannah Al Rashid sebagai Camar, Kelly Tandiono sebagai Bidadari Mata Elang, Joe Taslim sebagai Mandala.

Selanjutnya, Vanesha Prescilla sebagai Cempaka, Della Dartyan sebagai Nila Umaya, Ario Bayu sebagai Ghani Zulham, Bront Palarae sebagai Pengkor, Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri, Daniel Adnan sebagai Tanto Ginanjar, Tatjana Saphira sebagai Mustika Sang Kolektor, Adhisty Zara sebagai Virgo, Dian Sastrowardoyo sebagai Dewi Api, dan Nicholas Saputra sebagai Aquanus.

Setelah tahun lalu sukses dengan ‘Gundala’, film pembuka untuk Bumilangit Cinematic Universe yang merupakan box office. Masih ada dua film lagi sedang digarap yaitu ‘Virgo and the Sparklings’ yang disutradarai oleh Ody C. Harahap dan ‘Sri Asih’ disutradarai oleh Upi. (Arianto)









Share:

"Guru-Guru Gokil - Audio Series” Hadir di iRadio Network Serentak di 6 Kota


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menyambut film “Guru-Guru Gokil” yang akan tayang segera tahun 2020, BASE Entertainment meluncurkan serial audio bersambung “Guru-Guru Gokil - Audio Series” yang menceritakan tentang kehidupan sang tokoh utama Taat Pribadi (diperankan oleh Gading Marten) dan guru-guru di SMA Gunung Asri sebelum kejadian di film “Guru-Guru Gokil” dimulai. Serial audio bersambung ini diproduksi oleh BASE Entertainment yang ditulis oleh salah satu penulisnya, Ambaridzki Ramadhantyo.

“Guru-Guru Gokil - Audio Series” mulai tayang tanggal 4 Mei 2020, tiga hari seminggu (Senin, Rabu, Jumat) di iRadio Network serentak di 6 kota, dan tayang juga rerun setiap episodenya di Instagram resmi Guru Guru Gokil @gurugurugokil, YouTube BASE Indonesia, dan Spotify Guru-Guru Gokil. Episode terbaru GGG mengudara perdana di iRadio Network serentak di 6 kota (Jakarta, Bandung, Jogja, Makassar, Banjarmasin, dan Medan) setiap pukul 14.40 WIB, kemudian di Instagram, YouTube, dan Spotify BASE Entertainment di hari yang sama pada pukul 16.00 WIB. Total ada 8 episode.

Dalam serial audio bersambung ini, diceritakan Taat Pribadi yang sudah beberapa tahun mengadu nasib di kota besar sedang mencari pekerjaan untuk membayar tunggakan kosan yang sudah menumpuk atau dia terpaksa harus meninggalkan kosan tersebut. Sementara itu bapak dari Taat Pribadi, Pak Purnama, yang menjadi guru di SMA Gunung Asri, sedang mencari penggantinya sebagai Wakil Kepala  Sekolah.

Dengan keadaan sekarang di mana PSSB sedang berlaku, “Guru-Guru Gokil - Audio Series” diharapkan dapat menemani audiens di rumah sembari berkenalan dengan para karakter dan dunia film “Guru-Guru Gokil”.  Kisah keluarga yang menghibur tapi mengharukan ini dapat menjadi hiburan selama masa PSSB di mana semuanya sedang berkegiatan di rumah saja.

Sebagian besar pemain film “Guru-Guru Gokil” akan hadir di “Guru-Guru Gokil - Audio Series” sebagai karakter mereka di film. Antara lain: Gading Marten sebagai Taat Pribadi, Arswendy Bening Swara sebagai Pak Purnama, Faradina Mufti sebagai Ibu Rahayu, Boris Bokir sebagai Pak Manul, Kevin Ardilova sebagai Ipang, Ibnu Jamil sebagai Pak Gagah, Asri Welas sebagai Ibu Indah, Shakira Jasmine sebagai Saulina dan Dian Sastrowardoyo sebagai Ibu Nirmala.

Keunikan dari “Guru-Guru Gokil - Audio Series” ini adalah proses perekaman audionya dilakukan di rumah masing-masing di saat PSSB sudah berlaku. Tim BASE Entertainment mengirimkan alat rekaman ke rumah pengisi serial audio, lalu semuanya merekamnya sambil berkomunikasi via ZOOM agar interaksi antar karakter tetap mengalir. Rekaman dilakukan pada 11 dan 13 April.

“Guru-Guru Gokil” merupakan film pertama dari rangkaian tiga film Dian Sastrowardoyo yang berkolaborasi dengan BASE Entertainment dan yang direncanakan tayang tahun 2020, pencinta film Indonesia akan menyaksikan suatu hiburan yang jarang ditampilkan: kisah para guru dalam sebuah keadaan yang kocak dan tak terduga. (Arianto)


Share:

Fourtwnty Rilis Video ‘Nematomorpha’


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Fourtwnty merayakan 1 (satu) dekade perjalanan bermusiknya dengan merilis video lirik dari karya terbaru ‘Nematomorpha’. Video lirik dari ‘Nematomorpha’ sudah bisa disaksikan di kanal youtube ‘Fourtwnty Music’, mulai 20 April 2020. Band yang terbentuk sejak 20 April 2010 ini digawangi oleh Ari Lesmana, Nuwi dan Roots. Berdomisili di Jakarta, Fourtwnty mengambil genre musik Pop Alternative, yang memanjakan pendengarnya dengan nada-nada santai dan nyaman.

Ari lesmana mengatakan, Judul karya terbaru ini diambil dari kata Nematomorpha yaitu parasit yang hidup pada binatang belalang. ‘Nematomorpha’ menceritakan tentang sekumpulan anak muda yang mulanya memiliki mimpi yang sama, akan tetapi ditengah jalan mimpi mereka menjadi berbeda, tidak dengan tujuan yang sama.

“Fourtwnty ingin menyampaikan pesan untuk tetap berkarya apapun yang terjadi. Tujuan kami dalam berkarya untuk menyuarakan keresahan dan menjadi teman yang bisa menghibur bagi pendengar musik kami. Dalam perjalanannnya kami tidak pernah melihat materi sebagai yang utama, itu adalah bonus dari usaha yang kami lakukan.”, jelas Ari dalam keterangan tertulis. Senin (20/04)

Selain merilis ‘Nematomorpha’, Ari menambahkan, Fourtwnty juga merilis Logogram terbaru. Logogram ini berbentuk tangan yang punya makna memberi dan menerima. Ide Logogram bentuk tangan ini dipilih untuk menggambarkan segala upaya dan usaha yang dilakukan oleh Fourtwnty agar selalu bisa memberikan yang terbaik.

Fourtwnty pertama kali merilis album pada tahun 2015 yang berjudul “Lelaku”, lanjut Ari, disusul pada tahun 2018 album kedua berjudul “Ego & Fungsi Otak”. Album ketiga Fourtwnty dijadwalkan akan dirilis pada tahun ini. Bertepatan dengan perjalanan Fourtwnty yang sudah mencapai satu dekade, mereka akan merilis album ketiga dengan membuat konser tunggal.

"Konser ini dirancang secara spesial sebagai penanda perjalanan bermusik mereka. Konser launching album dan perayaan satu dekade Fourtwnty akan dikerjakan bersama dengan Arzillo Indonesia dan GoodWork. Selama menunggu proses album ketiga sekaligus konsernya, Fourtwnty sudah menyiapkan banyak kejutan lain bagi pendengar setianya," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Visinema Pictures Rilis Official Poster dan Trailer Film "Generasi 90-an: Melankolia"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Visinema Pictures kembali menggandeng aktor muda Ari Irham yang sebelumnya didapuk jadi pemeran utama film komedi "Terlalu Tampan". Dari sisi genre dan karakter, film terbaru ini jauh berbedadari film "Terlalu Tampan" yang baru tayang tahun lalu. Ari menyadari betul proyek teranyar ini memang menantang.

Film "Generasi 90-an: Melankolia" yang diproduseri oleh Angga Sasongko dan disutradarai Irfan Ramly, sutradara muda baru yang sebelumnya sering membantu Angga menulis berbagai skenario film, termasuk "Cahaya Dari Timur: Beta Maluku", "Filosofi Kopi 2" dan "Surat Dari Praha". Film ini terinspirasi dari buku "Generasi 90an" karya Marchella FP, yang juga menulis buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini".

Visinema Pictures secara resmi meluncurkan official poster dan trailer film terbaru "Generasi 90-an: Melankolia" setelah sebelumnya merilis teaser poster dan video pada 2 Maret 2020 silam. Film yang mengangkat kisah tentang kehilangan akan sosok yang tak tergantikan dalam hidup kita ini, akan dijadwalkan tayang serentak pada 9 April 2020 di bioskop seluruh Indonesia.

Sutradara Irfan Ramly mengatakan film "Generasi 90-an Melankolia" mengusung cerita tentang menghadapi kehilangan atas orang yang dikasihi, baik itu sebagai anak, saudara, kekasih, orang tua dan sahabat. Setiap orang pasti pernah mengalami kesedihan atau kehilangan orang yang dicintai.

"Satu-satunya cara menghadapi kehilangan adalah mengikhlaskan. Hal-hal seperti itu yang mau dibicarakan di film ini," ujar Irfan dalam keterangan tertulis. Rabu (11/03)

Ari yang berperan sebagai Abby mengatakan, Aku mikirnya mau sampai kapan berada di zona nyaman, kalau tetap di situ-situ saja namanya bukan tantangan.

Ari beradu akting dengan Taskya Namya, pemeran Sephia, sahabat kakak Abby yang hilang dalam kecelakaan. Skenario yang memikat membuatnya sangat tertarik untuk bergabung.

"Pas baca sinopsis, premis dan ceritanya, aku jatuh cinta banget. Film ini tentang kehilangan orang yang tak tergantikan, tapi ada tentang rasa yang menurutku dekat banget sama kehidupan sehari-hari," ujar Taskya.

Kisah dalam film juga terinspirasi dari tiga lagu tenar era 90-an dan awal 2000-an, yakni "Sephia" dari Sheila on 7, "Begitu Indah" dari Padi dan "Cintakan Membawamu Kembali" dari Dewa 19.

Film "Generasi 90-an: Melankolia" bercerita tentang, Abby (Ari Irham), anak muda yang sedang mencari jadi diri dan selalu menjadikan kakaknya, Indah (Aghniny Haque) sebagai sosok yang ia kagumi.

Tiba – tiba, Abby harus menerima kenyataan bahwa kakaknya hilang dalam sebuah kecelakaan pesawat. Di dalam kesedihannya, ia menemukan Sephia (Taskya Namya), sahabat kakaknya sebagai sosok pengganti Indah. Namun benarkah kehadiran Sephia bisa membantu Abby mengikhlaskan kakaknya atau justru membuat Abby kehilangan dirinya.

"Selain diperankan oleh banyak aktor muda seperti Aghniny Haque, Jennifer Coppen, dan Wafda, film ini juga dilengkapi dengan penampilan dari para aktor hits pada era 90-an seperti Gunawan, Marcella Zalianty. Frans Mohede, dan Amara Mohede," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Produksi Film Negara Resmikan Inkubator Bioskop Rakyat di Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Memasuki 75 tahun perjalanan sejarahnya, keberadaan Perum PFN (Produksi Film Negara) tidak terlepas dari kemitraan dengan pers dan media. Baik pada awał kemerdekaan, pada masa kejayaannya, pada periode keterpurukannya, dan sekarang ini peran pers dalam mengkawal berbagai kebijakan dan inisiatif Perum PFN untuk bangkit, dan kembali jaya.

Membuka kompleks perkantoran Perum PFN kepada publik di luar kalangan perfilman, bukan saja merupakan suatu kebijakan guna menimbulkan kesadaran akan pentingnya peran negara dalam pengadaan film yang bermutu dan bernilai pendidikan, serta berpijak pada kebudayaan nasional.

Judith J. Dipodiputro, Direktur Utama Perum PFN mengatakan, Inisiatif mengijinkan pagelaran the last IDEAL PARADISE oleh seniman ternama Claudia Bosse di beberapa studio dan area kompleks PFN, juga membuktikan komitmen Perum PFN dalam perannya membangun manusia Indonesia seutuhnya.

"Film adalah suatu bentuk kesenian, dan kesenian merupakan bagian dari budaya. Tidak saja mengapresiasi film, tetapi juga melengkapi diri dengan keterminatan pada bentuk seni lainnya, khususnya yang berinteraksi langsung antar-manusia, semisal teater dan pertunjukan hidup lainnya." ujar Judith saat syukuran dan silaturahmi dengan insan pers dan media massa, di kompłeks Studio Pers Nasional, Perum PFN, Jakarta. Jum'at (21/02)

Pada kesempatan yang sama, Rita M. Darwis, Kepala Produksi Multiple Platforms menjelaskan, Harapan kami, diawali kerjasama dengan Goethe-Institut Indonesien ini, semakin banyak seniman dan budayawan yang menyadari bahwa Studio produksi film juga bisa bertransformasi menjadi panggung pertunjukkan yang baik, terutama dalam kelangkaan Gedung-pertunjukan di negara kita.

Sementara ini, Erwin Arnada menerangkan, Di Indonesia baru ada 2000-an layar, sementara kebutuhan keseluruhannya hampir 10.000 layar di 521 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Minat nonton film Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Ini waktunya bagi anak muda Indonesia untuk dapat berkreaasi dan berkarya dalam dunia industri perfilman.

Lebih jauh, Erwin Arnada mengungkapkan, Belajar dari sukses pelaksanaan percobaan Bioskop Rakyat di Gedung Jasindo, Kota Tua yang dibuka selama berlangsungnya Festival Perempuan dalam Film, Seni dan Budaya pada Desember 2019 lalu, kami melihat bahwa konsep Bioskop Rakyat bisa dilanjutkan di tempat lain.

"Salah satunya adalah di studio PFN. Fasilitas yang ada di PFN memungkinkan bioskop rakyat ini berkesinambungan. Kami berharap program ini bisa menjadi inkubator lahirnya Bioskop Rakyat di tempat lain, yang dikelola oleh para pecinta film atau komunitas film," ungkap Erwin Arnada.

"Menariknya, Inisiatif mendekatkan Kompleks Studio dan Kantor Pusat Perum PFN kepada masyarakat, juga terkait dengan rencana kerjasama antara PT WIKA Realty dengan Perum PFN di atas lahan seluas 2 hektar milik PFN ini di mana akan dibangun sebuah kompleks dengan 4 Studio Produksi Film dan Creative Hub yang rencananya siap pada tahun 2023," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Rapi Films Rilis Film Terbaru ‘Bucin’


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Setelah sukses dengan Pengabdi Setan dan Dear Nathan Hello Salma, rumah produksi Rapi Films meluncurkan trailer film terbaru ‘Bucin’. Film yang diproduseri oleh Gope
T Samtani dan Executive Produser Sunil Samtani dan Jovial da Lopez ini menjadi debut penyutradaraan Chandra Liow yang dijadwalkan tayang pada Maret 2020.

Sunil Samtani selaku Executive Produser mengungkapkan, Ini kedua kali kami bekerjasama setelah membuat Modus. Kolaborasi ini menghasilkan unsur komedi dan percintaan yang fresh dan bisa dinikmati oleh remaja masa kini.

Chandra selaku sutradara mengungkapkan alasannya menyutradai film ini. Gue memang dari dulu selalu cinta dengan dunia filmmaking. 12 tahun gue berkarya sebagai content creator di dunia digital dan sosial media.

Suatu hari, teman-teman terdekat gue melahirkan kata Bucin, saat bertemu kesempatan untuk bisa mewujudkannya menjadi film, pasti banyak orang akan mengira film ini akan menjadi film-film komedi drama romansa yang biasa, dan disitulah gue tertantang untuk mengubah BUCIN menjadi suatu film drama komedi yang beda," tutur Chandra dalam keterangan tertulis. Selasa (18/02)

Jovial da Lopez yang ikut ambil peran sebagai Executive Produser, penulis skenario dan juga pemain mengungkapkan keterlibatan ia di film Bucin karena ia sangat tertarik untuk terlibat tidak hanya sebagai aktor, tapi juga belajar dan menentukan arah film secara konten dan promosi.

Bucin bercerita tentang empat sekawan (Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez) yang selalu dianggap BUCIN, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas ANTI BUCIN agar mereka bisa menjalankan hubungan yang lebih dewasa. Tanpa mereka ketahui metode pengajaran cinta di kelas ini, yang diajar oleh Vania (Susan Sameh), malah mengancam hubungan mereka dengan pasangannya.

Film ini dibintangi oleh Andovi da Lopez, Chandra Liow, Jovial da Lopez, Tommy Limmm, Susan Sameh, Widika Sidmore, Kezia Aletheia, Karina Salim, Gading Marten, Deddy Corbuzier & Uus. (Arianto)




Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini