Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Segera Tayang, Film Titip Bunda di Surga-Mu Jadi Medium Refleksi Jelang Ramadan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Suasana khidmat seketika berubah haru saat lampu studio perlahan menyala. Isak tangis menyambut berakhirnya special screening film drama keluarga terbaru, "Titip Bunda di Surga-Mu".

Acara yang digelar menjelang rilis resmi pada 26 Februari 2026 ini menyisakan kesan mendalam. Para tamu undangan tampak terpaku, mencoba mencerna narasi emosional yang baru saja mereka saksikan.

Hadir di tengah kerumunan, pakar neuroparenting Dr. Aisah Dahlan memberikan sorotan khusus. Kehadirannya bersama bintang kawakan Meriam Bellina dan Acha Septriasa mempertegas bobot pesan moral dalam film ini.

Zora Vidyanata, yang merangkap sebagai penulis skenario dan pemeran, turut mendampingi produser Dono Indarto. Film ini diproyeksikan menjadi tontonan reflektif yang kuat menyambut momentum bulan suci Ramadan tahun ini.

Dr. Aisah Dahlan menyebut dinamika antara karakter Ibu Moza dan anak-anaknya sebagai potret jujur keluarga modern. Baginya, film ini bukan sekadar hiburan, melainkan medium pembelajaran komunikasi yang krusial.

"Banyak pelajaran tentang bagaimana keluarga mengatasi konflik," ujar Dr. Aisah. Ia menekankan pentingnya menyampaikan rasa sayang sebelum waktu memisahkan, sebuah pesan yang relevan bagi semua lapisan masyarakat Indonesia.

Reaksi penonton di dalam studio menjadi bukti nyata kekuatan cerita. Mata sembab dan genggaman tisu yang erat terlihat di hampir setiap baris kursi, menunjukkan betapa dalamnya hantaman emosional film ini.

Salah seorang penonton mengaku ingin segera menghubungi ibunya setelah keluar studio. "Film ini menyadarkan saya bahwa waktu tidak akan pernah menunggu kesibukan kita," ungkapnya dengan nada yang masih bergetar.

Secara naratif, film ini mengisahkan tiga bersaudara yang terjebak himpitan ekonomi hingga nekat merencanakan pencurian warisan. Namun, keputusan keliru tersebut justru menjadi titik balik yang mendefinisikan ulang arti kepulangan.

Diperkuat akting mumpuni Ikang Fawzi, Kevin Julio, hingga Asri Welas, "Titip Bunda di Surga-Mu" adalah sebuah ajakan untuk berdamai. Penonton diingatkan untuk tidak menunda ungkapan cinta selagi kesempatan itu masih ada.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Dowajuseyo: Horor Korea, Jeritan Trauma Mahasiswa Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Adegan gelap dan jeritan minta tolong membuka kisah Dowajuseyo, film horor yang menyatukan trauma, mitos roh Korea, dan pengalaman nyata mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Adegan pembuka yang muram mengusik kehidupan Tania, diperankan Saskia Chadwick, setelah dirasuki roh korban perkosaan Min Yong, perempuan malang Korea yang membawanya pada Dokter Park.

Tokoh Dokter Park diperankan Kim Geba alias Bung Korea, hadir sebagai figur penyembuh sekaligus pria yang jatuh cinta pada Tania, memperkuat konflik emosional di tengah teror supranatural.

Film Dowajuseyo menegaskan kuatnya kepercayaan masyarakat Korea terhadap dunia roh, kesurupan, dan ritual pengusiran energi jahat yang masih hidup berdampingan dengan realitas modern.

Dalam konferensi pers Rabu, 21 Januari 2026, Baby, kandidat doktor yang terlibat penulisan skenario bersama Nuke, mengungkap kisah ini terinspirasi pengalaman nyatanya saat masih menempuh pendidikan diploma.

“Kepercayaan pada arwah dan kesurupan masih sangat kuat di Korea. Ritual khusus dilakukan saat merasa diikuti roh jahat, dan saya beruntung kisah ini diangkat Heart Pictures,” ujarnya lugas.

Praktik mendatangi peramal juga digambarkan lewat karakter perempuan gopay yang diperankan aktris senior Yati Surahman, mempertegas lapisan budaya mistik dalam cerita yang terasa dekat.

Herti Purba memastikan karya perdana Heart Pictures yang digarap di Busan, Korea Selatan, menjadi ruang perempuan bersuara, sekaligus menyisipkan pesan kewaspadaan bagi pelajar Indonesia di luar negeri.

Disutradarai Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, Dowajuseyo dijadwalkan tayang 29 Januari 2026, membawa horor, trauma, dan pesan reflektif ke layar bioskop Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Jangan Seperti Bapak, Drama Aksi Keluarga Penuh Luka dan Dendam


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film drama aksi Jangan Seperti Bapak siap tayang Februari 2026, menghadirkan kisah ayah dan anak dengan konflik kriminal, emosi mendalam, dan aksi menegangkan.

Jayashree Movie Production bersama Amazing Grace Production resmi mengumumkan film layar lebar Jangan Seperti Bapak, karya sutradara Daniel Tito Pakpahan, dengan balutan drama keluarga dan aksi intens.

Film berdurasi 100 menit ini akan tayang serentak mulai 12 Februari 2026 di bioskop Indonesia, menyoroti hubungan ayah dan anak, trauma masa lalu, serta konflik kriminal yang berlapis.

Mengangkat kisah Angel, gadis muda yang kehilangan ayahnya secara tragis, cerita berkembang menjadi pencarian kebenaran yang menyeretnya ke pusaran mafia dan dunia kejahatan.

Tema keluarga menjadi napas utama, dipertajam isu sosial seperti judi online dan premanisme, menggambarkan realitas pahit yang kerap menghantui keluarga kelas menengah Indonesia.

Sutradara Daniel Tito Pakpahan menyebut film ini dirancang sebagai hiburan lengkap, memadukan aksi keras dengan emosi mendalam, serta kejutan cerita yang terus memancing rasa penasaran penonton.

“Jangan Seperti Bapak bukan sekadar tontonan aksi, tetapi refleksi tentang luka keluarga dan pilihan hidup yang diwariskan tanpa disadari,” ujar Daniel Tito Pakpahan.

Kekuatan cerita diperkuat jajaran pemain lintas generasi, termasuk Zee Asadel, Donny Damara, Aulia Sarah, Verdi Solaiman, Zack Lee, hingga Coach Justin, menghadirkan dinamika karakter yang kuat.

Kolaborasi Daniel Tito Pakpahan dan produser Nico Rosto kembali berlanjut setelah kesuksesan Gereja Setan, menandai konsistensi mereka menghadirkan warna baru perfilman nasional.

Jangan Seperti Bapak hadir sebagai tontonan reflektif di bulan Februari, mengajak penonton merenungkan arti keluarga, luka masa lalu, dan keberanian menentukan jalan hidup.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Trailer Film Titip Bunda di Surga-Mu Rilis, Hangatkan Lebaran


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menjelang Lebaran 2026, film drama keluarga Titip Bunda di Surga-Mu resmi merilis trailer dan poster, menghadirkan kisah hangat tentang cinta ibu, keluarga, dan arti pulang.

Kolaborasi RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures secara resmi memperkenalkan trailer serta poster Titip Bunda di Surga-Mu dalam konferensi pers di Metropole XXI, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Film drama keluarga ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026, menghadirkan refleksi emosional tentang relasi keluarga, konflik batin anak, serta cinta ibu tanpa syarat.

Poster resmi menampilkan sosok Bunda Mozza yang diperankan Meriam Bellina, tertidur dalam pelukan keluarga, merepresentasikan rasa aman, kehangatan rumah, serta makna kebersamaan yang sering terlupakan.

Sutradara Hanny R. Saputra menyebut film ini sebagai karya paling personal dalam kariernya, terinspirasi memori tentang pelukan ibu, kebersamaan keluarga, dan cinta yang kerap dianggap abadi.

Trailer resmi memperkenalkan konflik tiga bersaudara, Alya, Adam, dan Azzam, yang terjebak tekanan ekonomi, jarak emosional, serta kekecewaan pada orang tua hingga memicu keputusan berisiko.

Benturan antara warisan, ego, dan kasih sayang orang tua menjadi inti konflik, memperlihatkan bagaimana pilihan anak dewasa kerap menguji makna keluarga, pengorbanan, dan tanggung jawab emosional.

Meriam Bellina tampil berbeda sebagai Bunda Mozza yang lembut dan penuh empati, meninggalkan karakter antagonis yang melekat, sekaligus menghadirkan transformasi emosional yang menyentuh penonton lintas generasi.

Diangkat dari novel Dono Indarto dan Zora Vidyanata, film ini dibintangi Acha Septriasa, Kevin Julio, Abun Sungkar, Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Chiki Fawzi, hingga Asri Welas.

TITIP Bunda di Surga-Mu menjadi pengingat untuk pulang, memeluk, dan berdamai dengan keluarga, menghadirkan kehangatan yang relevan bagi Indonesia menjelang Lebaran 2026.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Drama Keluarga Titip Bunda di Surga-Mu Siap Hangatkan Lebaran


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film drama keluarga Titip Bunda di Surga-Mu resmi merilis teaser video, menampilkan konflik emosional keluarga yang dekat dengan realitas sosial masyarakat masa kini.

Kolaborasi RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures merilis teaser video Titip Bunda di Surga-Mu, melanjutkan antusiasme publik setelah teaser poster lebih dulu menarik perhatian.

Film ini dijadwalkan tayang 26 Februari 2026 di bioskop seluruh Indonesia, menghadirkan kisah keluarga modern dengan latar tekanan ekonomi, perbedaan generasi, serta komunikasi yang rapuh.

Teaser memperkenalkan tiga bersaudara, Alya, Adam, dan Azzam, yang berada di fase sulit kehidupan, terjepit masalah finansial dan ambisi pribadi yang belum menemukan jalan keluar.

Relasi mereka dengan Bunda Mozza dan Ayah Akbar digambarkan renggang, memunculkan konflik batin antara cinta keluarga dan ego anak-anak yang tengah mencari jati diri.

Acha Septriasa menilai karakter Alya merepresentasikan kegelisahan banyak anak muda yang mencintai orang tua, namun kerap tersesat oleh tuntutan hidup dan tekanan ekonomi.

“Konflik ini sangat manusiawi, tentang anak yang merasa tidak didengar dan orang tua yang mencintai dengan caranya sendiri,” ungkap Acha dalam keterangannya.

Meriam Bellina menghadirkan sosok Bunda Mozza sebagai ibu penuh nasihat, kerap dianggap menyebalkan, namun menyimpan cinta besar dan pengorbanan yang tak pernah terucap.

“Di balik sikap tegas dan terlihat pelit, sering ada cinta tanpa syarat yang tidak pernah diminta untuk dimengerti,” tutur Meriam Bellina tentang perannya.

Diadaptasi dari novel Dono Indarto dan Zora Vidyanata, sutradara Hanny R. Saputra menegaskan film ini memotret realitas sederhana yang kerap terabaikan dalam keluarga.

“Ini kisah hal-hal kecil yang sering luput karena kesibukan, kami ingin mengajak penonton pulang secara emosional,” ujar Hanny R. Saputra.

Didukung jajaran aktor lintas generasi, film ini menjadi refleksi tentang rumah, luka, dan cinta yang selalu memberi ruang untuk memaafkan.

Titip Bunda di Surga-Mu hadir sebagai pengingat lembut tentang arti pulang, sebelum waktu bersama orang tua berubah menjadi penyesalan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Arena Tangkas Timur Resmi Dibuka, M Bloc Jadi Medan Laga Iko Uwais


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Uwais Pictures menghadirkan Arena Tangkas Timur di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Desember 2025, menghadirkan pengalaman langsung dari dunia film laga Timur.

Didukung BNI, arena ini terbuka bagi penonton yang menunjukkan tiket film Timur, menghadirkan konsep imersif yang memadukan hiburan, aksi, dan promosi sinema Indonesia.

Lokasi M Bloc disulap menjadi hutan rimba mencekam oleh art director Ananta Harshawardhana, membawa pengunjung merasakan suasana misi penyelamatan seperti dalam film.

Wahana utama berupa permainan paintball bertema penyelamatan sandera menjadi daya tarik, memacu adrenalin pengunjung lewat simulasi tempur yang aman namun intens.

Keseruan bertambah dengan kehadiran langsung Iko Uwais, yang turun sebagai sutradara, menyapa pengunjung bersama para pemain film Timur.

Panitia juga menyiapkan hadiah saldo Wondr by BNI total Rp5 juta serta Tapcash edisi khusus Timur bagi peserta terpilih.

Arena Tangkas Timur menjadi cara Uwais Pictures mengajak publik merasakan langsung semangat film sebelum menyaksikannya di bioskop.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pertarungan Mertua dan Menantu Makin Panas, Mertua Ngeri Kali Picu Emosi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kehidupan rumah tangga penuh tekanan kembali menjadi sorotan setelah film Mertua Ngeri Kali menghadirkan konflik keluarga besar yang begitu dekat dengan pengalaman banyak pasangan Indonesia.

Kisah bermula dari dinamika rumah peninggalan keluarga Raja yang dihuni banyak anggota keluarga, memicu benturan karakter tajam dan berbagai letupan emosi sehari-hari yang terasa sangat nyata bagi penonton.

Cerita memperkenalkan Raja dan Andara, pasangan muda yang berusaha menjaga keharmonisan sejak tinggal serumah bersama mertua dominan bernama Donda, diperankan memukau oleh Bunda Corla.

Situasi semakin kompleks ketika Andara harus menghadapi tekanan pekerjaan sebagai penulis skenario, sementara suara gaduh keluarga besar terus mengusik konsentrasinya setiap waktu.

Tekanan bertambah ketika Donda menilai setiap tindakan Andara tidak pernah benar, mulai dari bekerja hingga beristirahat, sehingga pertentangan nilai generasi makin mencuat kuat.

Konflik emosional antara tuntutan karier dan kewajiban keluarga melahirkan pergulatan batin menyentuh yang dialami banyak perempuan muda dalam kehidupan modern kini.

Interaksi Donda yang cerewet namun penuh kasih sayang mencerminkan dinamika mertua dan menantu khas Indonesia yang selalu menghadirkan drama sekaligus tawa hangat.

Ketika ketegangan mencapai puncaknya, hubungan keluarga besar justru menemukan kembali makna kebersamaan melalui situasi sederhana yang membuka pintu empati antara mereka.

Film ini menekankan bahwa sebesar apa pun tekanan keluarga, adanya ruang dialog dan cinta tetap bisa menyatukan mereka yang terjebak dalam perbedaan.

Mertua Ngeri Kali kemudian menjadi refleksi sosial kuat tentang rumah besar yang sering kali melelahkan, namun selalu mampu menghadirkan kehangatan pada akhirnya.

Penonton diajak memahami bahwa konflik keluarga bukan sekadar keributan, melainkan perjalanan emosional yang membentuk hubungan lebih dewasa dan penuh pengertian.

Raja, Andara, dan Donda menunjukkan bahwa setiap anggota keluarga membawa luka, harapan, dan cinta yang membutuhkan tempat untuk diperjuangkan bersama.

Perjalanan mereka mengingatkan publik bahwa kedekatan tidak selalu mudah, tetapi selalu bernilai bagi siapa pun yang ingin mempertahankan hubungan keluarga.

Mertua Ngeri Kali siap menghibur dan menggugah hati masyarakat ketika tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025 mendatang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gala Premiere Mertua Ngeri Kali Pecah, Aksi Bunda Corla Bikin Heboh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Suasana Kamis, 27 November 2025, mendadak dipenuhi gelak tawa ketika Im-a-gin-e sukses menggelar Gala Premiere film terbaru mereka bertajuk "Mertua Ngeri Kali" di Jakarta.

Sorakan riuh mewarnai seluruh ruangan saat penonton menikmati aksi ikonik Bunda Corla sebagai Donda, mertua super heboh yang tampil memukau dan mengundang tawa tiada henti.

Kehadiran produser Chetan A. Samtani, Nisha A. Samtani, sutradara Key Mangunsong, serta seluruh pemain lintas generasi memperkuat kemeriahan gala premiere tersebut di Jakarta.

Para pemain seperti Dimas Anggara, Naysilla Mirdad, Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu berbagi pengalaman produksi yang penuh kehangatan.

Produser Nisha Samtani menuturkan bahwa Bunda Corla memberikan energi segar, sekaligus menjadikan proyek ini salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kariernya yang panjang.

"Energi seluruh pemain luar biasa, dan Bunda Corla memberi warna khusus. Saya tidak sabar publik menyaksikan aksi 'meledak' dirinya sebagai Donda," ujar Nisha.

Sutradara Key Mangunsong menekankan bahwa film ini menghadirkan komedi hidup yang dibalut dinamika keluarga, menggambarkan tekanan generasi muda untuk memenuhi ekspektasi rumah tangga modern.

la menyebut banyak pasangan muda terjebak tuntutan menjadi istri atau suami sempurna, menjadikan film ini relevan dengan realitas sosial masyarakat Indonesia masa kini.

Dengan gaya spontan dan hebohnya, Bunda Corla mengungkapkan kegembiraan besar karena akhirnya debut sebagai aktris film Indonesia melalui karakter Donda yang penuh tantangan.

"Bunda tuh senang sekali bisa main di sini. Seru nian! Bunda bisa marah, cerewet, ngeriii kali, tapi tetap cantik," serunya sambil memancing tawa.

Keseruan gala premiere semakin meriah berkat kehadiran MK Skin sebagai official partner yang menghadirkan pengalaman eksklusif bagi seluruh tamu undangan malam itu.

Setelah sukses besar, Bunda Corla dan tim Mertua Ngeri Kali akan melanjutkan roadshow ke Surabaya, Nganjuk, Solo, Yogyakarta, Makassar, Lampung, dan Jakarta.

Publik kini menantikan aksi penuh tawa keluarga Batak dalam film "Mertua Ngeri Kali" yang tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025.

Kehebohan gala premiere menguatkan ekspektasi bahwa film ini menjadi salah satu tontonan wajib akhir tahun, menghadirkan tawa sekaligus kedekatan emosional bagi penonton.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 





Share:

Capaian Mengejutkan! Sampai Titik Terakhirmu Tembus Satu Juta Penonton


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film Sampai Titik Terakhirmu terus mencuri perhatian publik setelah menembus 1.064.347 penonton hanya dalam 11 hari penayangan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Capaian ini menyoroti kekuatan kisah nyata Albi dan Shella yang telah lebih dulu menyentuh publik di media sosial, sebelum akhirnya diangkat LYTO Pictures ke layar lebar nasional.

Produser Marcella Daryanani menyampaikan kebanggaannya atas dukungan publik yang begitu hangat, mengakui bahwa membawa kisah cinta penuh perjuangan ini merupakan kehormatan besar bagi seluruh tim.

la menegaskan apresiasi mendalam untuk semua penonton yang memilih merayakan emosinya melalui film ini, serta seluruh kru yang bekerja menghadirkan cerita secara menyentuh dan autentik.

Selama dua minggu, tim produksi menggelar roadshow keliling Pulau Jawa, Palembang, hingga Medan, mempertemukan para pemain dengan penonton yang menunjukkan antusiasme luar biasa.

Suasana penuh haru turut terasa ketika keluarga Albi menyambut sambutan hangat publik, membuat perjalanan promosi menjadi momen yang mempererat hubungan emosional antara film dan masyarakat luas.

Albi Dwizky menyampaikan rasa terima kasih tulus karena kisah cintanya dengan Shella kembali hidup melalui film, memberi ruang bagi banyak orang merayakan cinta dan kehilangan bersama-sama.

la mengakui bahwa melihat jutaan orang ikut merasakan perjuangannya menjadi pengalaman berharga yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, terlebih setelah kehilangan mendalam yang ia alami.

Film ini mengangkat perjalanan Albi dan Shella menghadapi kanker ovarium, menggambarkan keteguhan cinta dalam situasi paling rapuh dan memberi inspirasi luas mengenai makna ketabahan.

Capaian satu juta penonton menegaskan posisi film ini sebagai salah satu karya emosional paling berpengaruh tahun ini, terus bertahan kuat di jaringan bioskop nasional.

Kisah ini mengajak publik merayakan cinta yang bertahan melewati batas waktu, meninggalkan pesan bahwa kenangan indah selalu hidup dalam hati yang mencintai tulus.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


 


Share:

Film Mertua Ngeri Kali Hadir, Bunda Corla Debut dan Chemistri Memikat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film komedi drama Mertua Ngeri Kali siap tayang 11 Desember 2025, menghadirkan debut memukau Bunda Corla serta pasangan emosional Naysilla Mirdad dan Dimas Anggara.

Rumah produksi Im-a-gin-e menegaskan film ini memadukan humor pedas dan konflik keluarga, menjadikan kisah mertua-menantu sebagai inti cerita yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia.

Mengisahkan pasangan muda Andara dan Raja, film yang menggambarkan dinamika tiga karakter menghadapi tekanan rumah tangga karena perilaku mertua dominan.

Andara digambarkan sebagai perempuan mandiri yang berjuang menjaga karier sekaligus ketenangan keluarga, menghadapi tuntutan mertuanya Donda yang selalu mengomentari setiap keputusan kecil dalam hidupnya.

Tokoh Andara dianggap relatable karena memperlihatkan dilema banyak perempuan yang sulit diterima mertua, meski berusaha maksimal menjaga keharmonisan rumah tangga dan kebutuhan emosional suami serta anaknya.

Raja hadir sebagai penengah terjepit, digambarkan selalu menenangkan ibunya dan mendampingi istrinya. "la mencoba adil, tapi tetap kewalahan," ungkap tim produksi.

Konflik antara Donda, Andara, dan Raja menciptakan kehangatan sekaligus kekacauan emosional yang menarik, membawa penonton memahami dinamika keluarga modern melalui humor serta empati mendalam.

Mertua Ngeri Kali diharapkan menjadi film keluarga yang menghibur sekaligus menyentuh, menghadirkan cerita dekat kehidupan nyata dengan karakter kuat dan pesan emosional penuh kehangatan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 

Share:

Film Sampai Titik Terakhirmu: Cinta Abadi di Tengah Derita Kanker


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kisah cinta sejati antara Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah kini diangkat ke layar lebar lewat film Sampai Titik Terakhirmu produksi Lyto Pictures.

Kisah ini sempat mengguncang media sosial pada 2024, ketika perjuangan cinta mereka melawan kanker ovarium menyentuh hati jutaan warganet di seluruh Indonesia.

Shella wafat pada 29 Agustus 2024 setelah bertahun-tahun berjuang. Namun Albi tetap setia mendampingi, bahkan menikahinya di tengah kondisi Shella yang semakin melemah.

Kini, kisah cinta mereka dihidupkan kembali oleh Arbani Yasiz dan Mawar de Jongh di bawah arahan sutradara Dinna Jasanti. Film ini menjadi perayaan cinta dan ketulusan tanpa batas.

Arbani mengaku mendalami karakter Albi dengan intens. "Aku banyak ngobrol dengan Albi, sampai akhirnya kami jadi dekat. Sekarang kami saling panggil 'Bil'," ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Mawar de Jongh, peran sebagai Shella terasa emosional. "Aku banyak menonton video Shella dan berbicara dengan keluarganya agar bisa memahami sosoknya yang kuat dan lembut," katanya haru.

Ketika trailer film diputar pada 8 Oktober 2025, Albi tak kuasa menahan air mata. la merasa seperti melihat Shella hidup kembali lewat sosok Mawar di layar lebar.

"Kalau aku bisa bicara dengan Shella sekarang, aku mau bilang terima kasih karena sudah jadi bagian terbaik dalam hidupku," ucap Albi lirih.

Film Sampai Titik Terakhirmu tayang serentak di bioskop mulai 13 November 2025, menjadi simbol cinta abadi yang terus hidup meski maut memisahkan.

Cinta Albi dan Shella membuktikan, kasih sejati tak berhenti pada kematian, tetapi terus hidup dalam kenangan, doa, dan karya yang menginspirasi jutaan hati.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Air Mata di Ujung Sajadah 2: Gala Premiere Solo Banjir Haru


Duta Nusantara Merdeka | Solo
Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 sukses menggelar Gala Premiere penuh haru di kota kelahirannya, Solo, sebelum tayang nasional 23 Oktober 2025.

Rangkaian acara dimulai dengan Press Conference di Balai Kota Solo yang dihadiri produser Ronny Irawan, Titi Kamal, Citra Kirana, dan penyanyi Fadhilah Intan.

Gala Premiere di Solo Paragon XXI menjadi puncak emosional, ketika ribuan penonton menjadi saksi pertama lanjutan kisah yang telah menyentuh jutaan hati Indonesia.

Ronny Irawan menjelaskan pemilihan Solo sebagai lokasi premiere bukan kebetulan, melainkan bentuk penghormatan terhadap "rumah" yang melahirkan semangat cerita AMDUS 2.

"Solo bukan hanya latar, tapi jiwa film ini. Rasanya seperti pulang ke rumah," ujar Ronny dengan nada haru saat menyapa para penonton.

Titi Kamal yang kembali memerankan Aqilla mengaku menangis saat menonton. "Film ini mengingatkan arti rumah dan perjuangan seorang ibu dalam cinta," ucapnya penuh emosi.

Usai pemutaran, suasana bioskop dipenuhi tangis haru. Banyak penonton keluar dengan mata sembap, namun tersenyum bahagia karena merasa tersentuh oleh makna keluarga sejati.

Air Mata di Ujung Sajadah 2 menghadirkan refleksi mendalam tentang cinta dan keluarga, siap mengajak penonton seluruh Indonesia meneteskan air mata mulai 23 Oktober 2025.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kisah Nyata Mengharukan, Sampai Titik Terakhirmu Siap Bikin Nangis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kisah cinta sejati Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah kembali menggetarkan publik lewat film Sampai Titik Terakhirmu, yang resmi dirilis LYTO Pictures, Rabu (8/10).

Film ini mengangkat perjalanan cinta nyata Albi dan Shella yang mematahkan hati jutaan warganet Indonesia. Cerita mereka kini dihidupkan lagi melalui layar lebar LYTO Pictures.

Dalam konferensi pers emosional di Jakarta, produser Andi Suryanto dan sutradara Dinna Jasanti memperkenalkan trailer serta poster resmi Sampai Titik Terakhirmu yang siap menguras air mata penonton.

Film ini menghadirkan deretan bintang ternama seperti Mawar de Jongh, Arbani Yasiz, Unique Priscilla, Kiki Narendra, Yasamin Jasem, dan Onadio Leonardo, memperkuat emosi dalam setiap adegannya.

Turut hadir pula Albi Dwizky, sosok nyata dari kisah mengharukan ini. la berharap film tersebut dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dalam mencintai.

"Aku ingin orang tahu, cinta itu tidak berakhir ketika maut datang. Ini penghormatan untuk Shella, cinta sejatiku," kata Albi dengan mata berkaca-kaca.

Trailer film menampilkan momen manis sekaligus memilukan, ketika Albi berkata lirih kepada Shella, "Aku bersyukur jadi suami kamu, di dunia dan di akhirat nanti."

Poster resmi memperlihatkan adegan simbolis, Albi melindungi Shella di bawah payung saat hujan turun-menggambarkan cinta yang tetap bertahan di tengah badai kehidupan.

Sampai Titik Terakhirmu bukan sekadar film, tapi surat cinta abadi untuk mereka yang percaya bahwa kasih sejati tak pernah mati, bahkan setelah kehilangan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Roadshow Air Mata di Ujung Sajadah 2, Cinta Ibu Bikin Nangis Massal


Duta Nusantara Merdeka | Makassar 
Roadshow Air Mata di Ujung Sajadah 2 menyapa Kota Makassar, menghadirkan gelombang haru dan antusiasme penonton di Nipah Mall XXI, Minggu (13/10/2025).

Suasana penuh emosi mewarnai special screening film Air Mata di Ujung Sajadah 2 di Nipah Mall XXI. Tangis penonton pecah saat menyaksikan kisah cinta seorang ibu.

Acara berlanjut ke sesi meet and greet di Rooftop Ja & Joy, Nipah Mall Makassar. Ribuan penggemar hadir menyambut hangat produser Ronny Irawan, Daffa Wardhana, dan Fadhilah Intan.

Ronny Irawan menuturkan, film ini merupakan "surat cinta untuk para ibu." la berharap pesan ketulusan dan kasih sayang ibu tersampaikan ke hati penonton Indonesia.

Sementara Daffa Wardhana, pemeran Fathan, mengaku bersyukur menjadi bagian dari film yang sarat makna keluarga. "Melalui Fathan, kita belajar memahami dan mengasihi," ujarnya tulus.

Momen haru semakin terasa ketika Fadhilah Intan menyanyikan langsung OST Air Mata di Ujung Sajadah 2, "Pura-Pura Bahagia," disusul lagu legendaris "Dawal" yang viral di Spotify.

Makassar menjadi penutup roadshow penuh emosi pekan ini. Film produksi Beetle Production itu kembali membuktikan daya magisnya dalam menyentuh hati penonton di berbagai kota.

Melanjutkan sukses film pertama dengan 3,1 juta penonton, Air Mata di Ujung Sajadah 2 siap tayang serentak di seluruh bioskop 23 Oktober 2025.

Film ini menjadi pengingat abadi bahwa cinta seorang ibu tak pernah lekang waktu-sebuah karya yang meneguhkan makna keluarga di tengah derasnya arus modernitas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Titi Kamal dan Farel Prayoga Sukses Guncang Roadshow Air Mata di Ujung Sajadah 2


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gelombang haru menyapu kota Cirebon dan Medan! Roadshow Air Mata di Ujung Sajadah 2 memikat ribuan penonton dengan kisah cinta ibu yang menggetarkan hati.

Ratusan pengunjung memadati Mall Ramayana Cirebon Square saat special screening Air Mata di Ujung Sajadah 2, diikuti sesi meet and greet bersama Titi Kamal, Daffa Wardhana, dan Faqih Alaydrus.

Sutradara Key Mangunsong dan pengisi soundtrack Farel Prayoga turut hadir memeriahkan acara di Ramayana Cirebon XXI, yang berlangsung meriah penuh kehangatan dan tangis bahagia penonton.

Usai sukses di Lampung dan Cirebon, roadshow Air Mata di Ujung Sajadah 2 berlanjut ke Medan. Antusiasme warga Sumatera pecah di Cinepolis Plaza Medan Fair bersama produser Ronny Irawan.

Momen emosional terjadi ketika Farel Prayoga naik ke panggung membawakan lagu “Cinta untuk Mama”, membuat pengunjung larut dalam nyanyian dan kenangan tentang kasih ibu yang abadi.

Aktris utama Titi Kamal berbagi kisah menyentuh dalam meet and greet. “Lewat film ini, kami ingin menunjukkan bahwa cinta ibu tak pernah terbatas,” ungkapnya penuh haru.

Banyak penonton mengaku tak kuasa menahan air mata. Cerita Aqilla, Yumna, dan Baskara dianggap lebih menyayat dari film pertama, menghadirkan pesan mendalam tentang arti keluarga sesungguhnya.

Melanjutkan kesuksesan film pertamanya yang tembus 3,1 juta penonton, Air Mata di Ujung Sajadah 2 siap tayang serentak di seluruh bioskop 23 Oktober 2025.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Jakarta Film Week 2025 Hadirkan Sinema Global di Ibu Kota

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Film Week 2025 resmi dibuka melalui konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa (30/09). Festival edisi kelima ini menghadirkan ruang pertemuan film, penonton, dan industri.

Mengusung tema REIGNITE, festival berkomitmen menyalakan kembali percakapan, gairah, serta energi kolektif ekosistem film Indonesia melalui kompetisi, forum, hingga program kolaborasi internasional.

Direktur Festival Jakarta Film Week, Rina Damayanti, menegaskan festival ini menjadi ruang berkembangnya talenta muda, memperluas jaringan profesional, sekaligus membuka jalan karya menuju panggung global.

Sejak 2021, Jakarta Film Week tumbuh pesat. Jumlah film bertambah 55%, penonton melonjak 250% mencapai 170 ribu lebih, baik daring maupun luring pada 2024.

Program JFWNET-Industry yang dimulai 2023 memperluas kolaborasi industri, memperkuat posisi Jakarta di kancah internasional, dan mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan lewat Program MTN Seni Budaya.

Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menekankan festival ini sebagai bagian menuju visi “Jakarta Kota Sinema 2027” sekaligus memperkuat identitas kota global.

Festival dibuka film The Fox King karya Woo Ming Jin, diperankan Dian Sastrowardoyo. Penutupan diisi film Dopamine karya Teddy Suryatmaja dengan Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda.

Kompetisi yang digelar mencakup Global Feature, Global Short, Global Animation, Direction Award, serta Jakarta Film Fund yang mendanai ide cerita sutradara muda.

Tiga film pendek baru akan lahir dari Jakarta Film Fund 2025: Amelia, Amelia, Duka Cita, dan Salon Gue Aje karya sineas muda berbakat.

Selain kompetisi, hadir program tematik Emergency Broadcast, Herstory, Fantasea, Classique, serta kolaborasi internasional dengan Made in Hong Kong, Bioscoop Belanda, dan Clermont Ferrand ISFF.

Manager Program Novi Hanabi menyebut tantangan kurasi semakin kompleks. Tahun ini sorotan jatuh pada film animasi, genre segar, serta film ramah keluarga dan anak.

Untuk pertama kalinya, film dari Afrika ikut meramaikan. Hal ini menandai ekspansi global Jakarta Film Week yang semakin luas dari Asia, Amerika, hingga Eropa.

Program industri JFWNET didukung MTN Seni Budaya. Inisiatif meliputi Producers Lab, Pitching Forum, Masterclass, Producers Network, Industry Talks, hingga Talents Hub.

Dirjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan JFWNET selaras dengan MTN Seni Budaya dalam melahirkan talenta berkelanjutan, memperkuat jejaring profesional, serta membuka peluang kerja sama internasional.

Masterclass menghadirkan pakar musik film dan penyutradaraan. Sementara Industry Talks membahas international co-production, film festival, exhibition, hingga genre development.

Tahun ini, aktris muda Claresta Taufan didapuk sebagai Festival Ambassador. Namanya mencuat lewat Ronggeng Kematian, Badarawuhi, dan Maryam: Janji dan Jiwa yang Terikat.

Claresta baru saja meraih Rising Star Award di Marie Claire Asia Star Award 2025 dalam rangkaian Busan International Film Festival, mengharumkan perfilman Indonesia.

“Festival ini kesempatan emas bagi penonton dan sineas untuk merayakan sinema bersama di Jakarta,” ungkap Claresta penuh semangat menyambut festival internasional tersebut.

Jakarta Film Week 2025 berlangsung 22–26 Oktober di CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, TIM, Mercure Cikini, Galeri Indonesia Kaya, serta daring via Vidio.

Tiket tersedia mulai 13 Oktober di TIX.ID dan on-the-spot. Jadwal resmi bisa diakses melalui situs jakartafilmweek.com dan media sosial @jakartafilmweek.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 


Share:

Jakarta Film Week 2025 Tampil di Busan, Bukti Kolaborasi Perfilman Asia

 


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Film Week kembali menegaskan eksistensinya di kancah internasional dengan berpartisipasi pada Busan International Film Festival (BIFF) 2025 melalui Asian Contents & Film Market (ACFM).

Keikutsertaan ini merupakan bentuk kolaborasi erat dengan Platform Busan 2025, sekaligus langkah strategis memperluas jejaring perfilman Indonesia dalam lingkup Asia hingga pasar global.

Melalui program JFWNET Industry, Jakarta Film Week mengirimkan tiga emerging producers dari Producers Lab 2024: Andreas B. Sihombing, Bella Nabila, dan Wildan Aji Gumelar.

Ketiganya hadir dengan proyek film inovatif yang siap dipitching, membuka kesempatan kolaborasi lintas negara, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di forum internasional bergengsi tersebut.

Selain itu, produser sekaligus Festival Board Jakarta Film Week, Yulia Evina Bhara, terpilih menjadi juri utama BIFF 2025 setelah sebelumnya dipercaya di Cannes Critics’ Week.

Film produksinya, The Fox King karya Woo Ming Jin, menjalani Asian Premiere di program A Window on Asian Cinema, memperkuat eksistensi Indonesia dalam peta sinema Asia.

Yulia juga terlibat sebagai co-producer film Renoir (2025), kolaborasi Jepang, Prancis, Singapura, Filipina, dan Indonesia yang melakukan Korean Premiere setelah bersaing di Cannes.

Jakarta Film Week pun membuka booth khusus di ACFM 2025, memperkenalkan program festival, menjajaki potensi kerjasama, dan memperluas interaksi dengan stakeholders perfilman internasional.

Momen bersejarah lainnya, Claresta Taufan diumumkan sebagai Festival Ambassador. Ia juga hadir di BIFF lewat film Pangku (2025) garapan Reza Rahadian.

Prestasinya semakin gemilang setelah berhasil meraih penghargaan Winner of The Rising Star Award di ajang Marie Claire Asia Star Award, bagian dari BIFF 2025.

Festival yang memasuki tahun kelima ini akan kembali digelar pada 22–26 Oktober 2025 di Jakarta, menghadirkan pemutaran film, talks, masterclass, hingga pitching forum.

Tidak hanya merayakan karya terbaik, Jakarta Film Week juga membuka ruang dialog publik, mencetak sineas baru, serta menghubungkan industri film dengan isu sosial budaya kontemporer.

Festival ini diyakini akan terus menjadi ajang penting bagi lahirnya talenta perfilman Indonesia, sekaligus menempatkan karya bangsa dalam radar internasional yang semakin kompetitif.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 


Share:

Tukar Takdir Hadirkan Drama Petaka Pesawat Penuh Emosi, Tayang 2 Oktober


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta, 25 September 2025 — Film Tukar Takdir siap menggebrak layar lebar dengan genre drama petaka pesawat, tayang perdana 2 Oktober 2025 mendatang.

Nicholas Saputra berperan sebagai satu-satunya penumpang selamat dari tragedi pesawat Jakarta Airways 79. Sebanyak 132 penumpang lain dipastikan tewas dalam peristiwa itu.

Film ini diadaptasi dari novel laris karya Valiant Budi, disutradarai Mouly Surya, serta diproduksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures dengan nuansa sinematik megah.

Kisahnya mempertemukan tiga karakter: Rawa (Nicholas Saputra), Dita (Marsha Timothy), dan Zahra (Adhisty Zara) yang terhubung lewat takdir tragis pesawat jatuh.

Dita hancur karena kehilangan suami, sementara amarahnya tertuju pada Rawa, yang secara takdir selamat setelah bertukar kursi dengan almarhum suaminya.

Pertemuan Rawa dan Zahra, putri pilot pesawat, menambah lapisan emosional. Ketiganya harus berdamai dengan luka, kehilangan, dan takdir yang kejam.

Mouly Surya mengemas film ini dengan pendekatan investigasi kecelakaan pesawat dipadukan drama emosional, menghadirkan ketegangan sekaligus melankolia mendalam.

Menurut produser Chand Parwez Servia, film ini menawarkan genre baru yang belum pernah dieksplorasi sineas Indonesia, sekaligus refleksi atas makna keselamatan transportasi.

Visual detail, efek realistis, serta musik mendalam dirancang membawa penonton ikut merasakan kepanikan dalam kabin, juga perjalanan batin karakter utama.

Selain tiga bintang utama, Tukar Takdir juga menampilkan jajaran aktor kenamaan seperti Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Teddy Syach, Tora Sudiro, hingga Ringgo Agus Rahman.

Nicholas Saputra menyebut film ini spesial karena memperlihatkan bagaimana moda transportasi paling aman pun masih bisa menghadirkan pelajaran penting.

Marsha Timothy mengaku terhanyut memerankan Dita yang didera duka. Namun karakter itu justru mengubah rasa kehilangan menjadi energi untuk bangkit.

Sementara Adhisty Zara menuturkan Zahra adalah gadis yang menutupi duka besar dengan senyuman, meski sebenarnya sangat merindukan sosok sang ayah.

“Tukar Takdir” bukan sekadar film tragedi, tetapi perjalanan menyembuhkan luka batin, refleksi kehidupan, serta cara manusia menerima takdir yang tak bisa ditolak.

Film Tukar Takdir tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025. Ikuti pembaruan resminya melalui Instagram @tukartakdirfilm dan @starvisionplus.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Air Mata di Ujung Sajadah 2 Siap Bikin Penonton Tersedu-Sedu

 


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta kembali diselimuti suasana haru. Gala premiere Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2) digelar megah di Plaza Senayan XXI, Jumat (26/9).

Sekuel yang paling ditunggu ini hadir setelah film pertamanya sukses menguras air mata penonton. Kali ini, konflik batin dua ibu semakin menyesakkan.

Acara premiere dihadiri produser Ronny Irawan, sutradara Key Mangunsong, serta para bintang utama: Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, hingga Jenny Rachman.

Ronny Irawan mengungkapkan film ini dipersembahkan bagi seluruh ibu. “Kami ingin menghormati cinta ibu yang abadi, meski sering penuh pengorbanan luar biasa,” katanya menyentuh.

Sutradara Key Mangunsong menambahkan, AMDUS 2 memperdalam pesan film pertama. “Cinta ibu adalah kekuatan abadi, bahkan saat harus menanggung luka yang tak terbayangkan,” ujarnya penuh emosi.

Suasana bertambah syahdu dengan penampilan pengisi soundtrack. Farel Prayoga membawakan "Cinta Untuk Mama" dengan penghayatan mendalam, membuat ruangan hening dalam air mata.

Tak ketinggalan, Keke Adiba dan Yogie Nandes melantunkan "Bintang-Bintang", Andmesh menghadirkan "Bukan Lagi Rumahmu", sementara Fadhilah Intan menyayat lewat "Dawai" dan "Pura-Pura Bahagia".

Cerita AMDUS 2 bukan sekadar melanjutkan kisah lama. Sekuel ini hadir dengan pertanyaan menikam: jika harus memilih, di pihak siapa Anda berdiri?

Konflik berpusat pada Aqilla (Titi Kamal), ibu kandung yang berjuang merebut hati anaknya kembali, dan Yumna (Citra Kirana), ibu pengasuh dengan cinta tulus.

Titi Kamal mengaku perannya sangat emosional. “Membaca naskahnya saja membuat saya menangis. Aqilla adalah gambaran nyata perjuangan seorang ibu,” ungkapnya penuh air mata.

Film ini resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Oktober 2025. AMDUS 2 menjanjikan pengalaman emosional yang akan meninggalkan bekas mendalam di hati penonton.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 


Share:

Badik Tayang 30 Oktober: Film Aksi Kearifan Lokal Bugis Makassar

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta – Film Badik siap tayang nasional mulai 30 Oktober 2025. Drama aksi ini mengangkat tema harga diri, cinta, dan keluarga berbalut budaya Bugis Makassar.

Senjata tradisional Badik tak hanya sekadar pusaka, tetapi sarat filosofi tentang kehormatan dan cinta keluarga, yang menjadi roh cerita film produksi Indora Global Film.

Indora Global Film berkolaborasi dengan Pandawa Lima, mempercayakan Dicky R. Maland sebagai sutradara, menghadirkan adegan tarung sarung, laga epik, hingga drama haru biru.

Ira Kusmira, mewakili jajaran produser eksekutif, menyebut kolaborasi Prisia Nasution, Mike Lucock, Donny Alamsyah, serta Wahyudi Beksi sebagai tokoh Badik, menjadi daya tarik utama.

Film ini juga memperkenalkan talenta muda berbakat seperti Fandy AA sebagai Unru, Aulia Yayan sebagai Dinda, serta aktor pendukung lainnya dari Bumi Sawerigading.

Proses syuting memanfaatkan lanskap indah Makassar, Pangkep, Malino Gowa, Taman Batu, Ramang-Ramang, hingga Leang-Leang Maros, yang memberi visual memukau pada kisah perjuangan Badik.

Cerita film mengisahkan dua kakak beradik, anak guru silat, yang memiliki jalan berbeda: Unru berkuliah di kota, Badik menjaga padepokan dan budaya leluhur.

Namun tragedi menimpa Unru saat ospek kampus berujung maut. Kabar simpang siur mendorong Badik mencari kebenaran atas kematian kakaknya.

Penelusuran Badik makin mencekam ketika dua mahasiswa senior juga tewas tragis. Bersama Nur, jurnalis kampus, ia membongkar skandal kelam di balik ospek brutal.

Alur cerita kian menarik dengan kombinasi aksi, penyelidikan, dan romansa, diperkaya dialog bertutur kearifan lokal serta plot twist yang penuh kejutan emosional.

Menurut sutradara Dicky R. Maland, Badik tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai kekeluargaan.

Film ini membawa pesan mendalam tentang harga diri, solidaritas, serta keberanian menegakkan kebenaran di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Badik menjadi tontonan inspiratif semua kalangan. Jangan lewatkan penayangan perdananya pada Kamis, 30 Oktober 2025 di bioskop seluruh Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini