Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Visinema Rilis Teaser Poster Film Nussa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Visinema merilis teaser poster Film Nussa yang menampilkan sosok Abba. Meski karakter Abba tidak pernah ditampilkan di series, sosok ini digambarkan menjadi figur Ayah yang sangat perhatian dan sayang dengan keluarganya, seperti yang terlihat di trailer yang telah dirilis, Abba kerap berkomunikasi dengan mereka.

"Kehadiran dan kasih sayang orang tua sangat dibutuhkan oleh anak-anaknya. Semoga ketika para orang tua menemani anaknya menonton Nussa di bioskop, film ini dapat membuka ruang diskusi untuk keluarga terutama dengan anak-anak," kata Ricky Manoppo, produser dari Film Nussa dalam keterangan tertulis. Jum'at (05/03)

Ricky menambahkan, cerita dan karakter-karakter dalam film Nussa ini diharapkan dapat memberikan kehangatan bagi para penontonnya. Tidak hanya pada penonton anak, Ricky berharap sosok Abba dan Umma dapat menginspirasi keluarga Indonesia. 

Berangkat dari karakter yang sama dengan web series-nya, Film Nussa bercerita tentang seorang anak bernama Nussa (9) sang juara bertahan kompetisi sains di sekolahnya, yang harus menghadapi kehadiran Jonni (9), murid baru yang tidak kalah hebatnya. 

Melihat anaknya yang sedang berusaha keras, Abba pun terus memberikan dukungan dan semangat untuk Nussa. Apakah semangat dari Abba mampu membawa Nussa menjadi juara di kompetisi sains tersebut? 

Film Nussa arahan sutradara Bony Wirasmono dengan duet penulis naskah Muhammad Nurman dan Widya Arifianti. Duduk di bangku produser adalah Ricky Manoppo dan Anggia Kharisma. Sedangkan produser eksekutif dari film ini adalah Aditya Triantoro. (Arianto)


Share:

Bayu Skak Bakal Rilis Film Lara Ati


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film “Lara Ati” menjadi awal dari kolaborasi BASE Entertainment bersama Bayu Skak; sekaligus debut Bayu Skak sebagai penulis cerita dan sutradara penuh. Selain itu, Bayu akan membawa unsur lokal dan gaya tutur dalam Bahasa Jawa untuk film “Lara Ati”. Ciri khas lokal ini adalah yang menjadi keunikan dan kekuatan dari karya-karya Bayu Skak. 

"BASE sangat tertarik dengan storytelling Bayu terutama semangatnya untuk mengangkat budaya lokal dari tempat dia berasal," ujar Shanty Harmayn dalam keterangan tertulis. Jum'at (05/03)

Menurut Shanty, Bayu sendiri melalui film Lara Ati mengangkat berbagai kisah tentang sakit hati yang menjadi bagian dari perjalanan hidup semua orang. 

Senada, Bayu mengatakan, Film Lara Ati adalah bagian dari proses sebagai kreator yang terus berusaha membuat karya baru. "Lara Ati artinya sakit hati; dan semua orang pasti pernah merasakan momen sakit hati dalam hidupnya," ucapnya.

Film Lara Ati berkisah tentang sepasang sahabat, Joko dan Ayu yang sama-sama tengah lara ati. Joko, seorang akuntan muda yang ditinggal kekasihnya; dan Ayu yang ‘digantung’ dan diacuhkan oleh sang pacar karena kepindahannya ke Surabaya. 

Kemudian, terjadi saling membantu, Joko dan Ayu bekerjasama untuk bisa kembali mendapatkan hati sang kekasih masing-masing. Tapi, apakah usaha mereka akan berhasil?

Selain Bayu Skak sebagai pemain dan sutradara, film “Lara Ati” juga dibintangi oleh banyak bintang muda seperti Tatjana Saphira, Sahila Hisyam, Keisya Levronka, Dono Pradana, Ciccio Manassero, Benidictus Siregar, dan Indra Pramujito. 

"Menariknya, Produksi “Lara Ati” akan dilakukan di pertengahan bulan Maret ini, sepenuhnya di Surabaya dan sekitarnya. Film diharapkan dapat tayang di Bioskop di akhir 2021," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Teaser Poster “Akhirat: A Love Story” Resmi Dirilis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Setelah di bulan November yang lalu, film arahan Jason Iskandar ini mengeluarkan foto-foto First Look, kini Teaser Poster “Akhirat: A Love Story” resmi dirilis pada Senin (08/02). 

Seperti foto-foto yang ramai beredar di media sosial sebelumnya, Teaser ini menampilkan pula dua orang bergandengan tangan yang menjadi fokus utama dalam poster. Gambar ini memberikan petunjuk mengenai kehangatan juga misteri yang akan muncul di filmnya. 

"Film ‘Akhirat: A Love Story’ itu berangkat dari cerita yang personal kemudian menjadi suatu film romantis yang ingin menggugah perasaan. Melalui Teaser Poster, kami ingin menyampaikan bahwa ini bukanlah sebuah kisah cinta biasa. Ada harapan dan kerinduan akan satu bentuk keintiman yang terwujud dengan gestur genggaman 
tangan," kata Shanty Harmayn selaku produser dalam keterangan tertulisnya. Senin (08/02)

Dalam pembuatan teaser poster, kata Shanty, produser berkonsultasi dengan Ernanda Putra dari Makna Creative untuk membuat komunikasi desain yang modern, cool, dan sesuai dengan semangat filmnya. 

Bukan hanya teaser, tambah Shanty, Makna Creative juga membuat logo, key visual untuk media sosial promosi, dan nantinya poster utama “Akhirat: A Love Story”
 Film “Akhirat: A Love Story” merupakan produksi BASE Entertainment bekerja sama dengan Studio Antelope. 

Shanty menjelaskan, Film ini telah menyelesaikan proses syuting dari 2 - 26 September 2020 (21 hari syuting) dengan menjalankan protokol kesehatan ketat dan sekarang sedang dalam tahap pasca produksi. Rencananya proses pasca produksi akan selesai pada pertengahan 2021 ini. Film diproyeksi akan rilis di tahun 2021.


Film “Akhirat: A Love Story” berkisah tentang Timur, seorang akuntan muda yang jatuh cinta kepada Mentari, seorang seniman berjiwa bebas. Dengan perbedaan yang mereka punyai, mereka tetap teguh untuk bersama. 

Tapi lalu tragedi melanda, Timur dan Mentari mengalami kecelakaan mobil yang membuat mereka koma. Di dalam ketiadaan tersebut, mereka menemukan diri berada di persimpangan di antara alam manusia dan alam baka. 

Tak ingin dipisahkan, Timur dan Mentari kini menjelajahi ruang antar dunia akhirat dan bertemu dengan jiwa-jiwa lain yang juga memilih nasib yang sama. Akankah cinta mereka kekal dan mereka dapat kembali ke dunia?

"Asal tahu saja, Film ini merupakan debut film panjang dari Jason Iskandar, seorang sutradara muda yang telah lama berkarier di sirkuit film pendek. Mengusung genre Fantasy Romance, film “Akhirat: A Love Story” akan memberikan warna baru untuk penonton film Indonesia," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Film Nussa Bakal Tayang di Bioskop


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mengawali tahun 2021, Visinema Pictures yang berkolaborasi dengan studio animasi The Little Giantz merilis Official Trailer dari Film Nussa pada Minggu (10/01). 

Film yang diproduseri oleh Ricky Manoppo dan Anggia Kharisma ini merupakan film animasi pertama dari Visinema. 

Sedangkan Anggia selaku produser berharap dengan dirilisnya trailer ini bisa mengobati kerinduan masyarakat pada tokoh Nussa. 

Anggia mengatakan, Sebagai rilisan animasi pertama dari Visinema yang bekerjasama dengan The Little Giantz kami sangat excited dalam proses film ini, perlu keseriusan dan kesabaran selama memproduksi filmnya. 

"Sebagai kado awal tahun, kami persembahkan Official Trailer dari filmnya yang akan segera tayang di bioskop," kata Anggia dalam keterangan tertulis kepada media. Senin (11/01)

Selain itu, kata Anggia, Film Nussa berada dalam arahan sutradara Bony Wirasmono dengan duet penulis naskah Muhammad Nurman dan Widya Arifianti. 

Film ini bercerita tentang Nussa (9) sang juara bertahan kompetisi sains di sekolahnya, yang harus menghadapi kehadiran Jonni (9), murid baru yang tidak kalah hebatnya. 

Apakah Nussa mampu memenangkan kompetisi sains tersebut?  

Film yang diadaptasi dari web series Nussa ini, akan lebih banyak mengangkat karakter dari tokoh – tokohnya. 

Disisi lain, lanjutnya, Duduk di bangku eksekutif produser, Aditya Triantoro (CEO The Little Giantz) dan Angga Dwimas Sasongko (CEO Visinema Pictures) berusaha menghadirkan film animasi yang didukung teknologi keren dan kekuatan cerita tentang Nussa yang bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.  

Aditya berharap dengan hadirnya film Nussa di bioskop, bisa membawa angin segar untuk industri animasi di Indonesia.  

"Dengan hadirnya Film Nussa di bioskop, dapat menunjukan kualitas animasi di Indonesia yang sangat siap bersaing di jajaran internasional. Bukan hanya sebatas kualitas Animasi nya saja, tapi juga bersaing dari segi storytelling, yang menurut saya itu salah satu kunci rahasianya kesuksesan sebuah film animasi," pungkas Adit. (Arianto)
 
 
Share:

PB PARFI Akan Tempuh Jalur Hukum Bagi Penyelenggara Pencatut Atribut Logo


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Organisasi profesi keartisan film yang terbesar dan tertua di Indonesia, Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)  Pimpinan Alicia Djohar melalui Ketua Humas, Evry Joe, mempertegas dan kembali melarang pihak penyelenggara kegiatan  untuk tidak memakai logo atau mencatut atas nama PB PARFI.

Pernyataan  ini muncul dikarenakan banyaknya pihak – pihak secara ilegal Penyelenggara kegiatan yang banyak mencatut logo PARFI serta mengatasnamakan PB PARFI .

Evry Joe, Rabu (30/12) Mengungkapkan bahwa, PB PARFI yang sah telah memiliki ketetapan Badan Hukum telah tercatat di Kemenkumham RI serta telah membentuk LBH Hukum.  

PB Parfi akan menempuh jalur hukum kepada pihak – pihak pencatut logo dan nama PB PARFI

“ Saya menghimbau kepada pihak–pihak tanpa sepengetahuan PB PARFI untuk menghentikan hal tersebut, karena mengingat bahwa PB PARFI telah mendapatkan legalitas Kemenkumham RI dengan ini bahwa PB PARFI yang sah bersekretariat di gedung pusat perfilman H. Usmar Ismail lt. 4, Kuningan, Jakarta Selatan ” Tukasnya.

"Siapapun diluar sana yang untuk mencoba memakai logo PARFI atau nama PARFI akan berhadapan dengan hukum. Sebelum kita melangkah lebih jauh. Saya sebagai humas PARFI, seyogyanya, selayaknya menyampaikan hal baik tersebut terlebih dahulu sebelum bidang hukum LBH Hukum yang sudah terbentuk  di PB PARFI dibawah pimpinan  Ketua umum Alicia Djohar dan sekretaris bapak Gusti Randa SH.MH, Saya sekali lagi menghimbau untuk  menghentikan setiap kegiatan atau apapun namanya memakai nama PARFI, PB PARFI atau logo PARFI sejenis apapun saya sekali lagi mengharapkan hentikan sebelum berhadapan dengan hukum. Saya humas Parfi Evry Joe. “ menutup pernyataannya.

Persatuan Artis Film Indonesia atau yang disingkat PARFI adalah sebuah organisasi yang menaungi para peseni-peran (aktor/aktris) film, baik di Jakarta maupun yang ada di cabang – cabang PARFI daerah seluruh Indonesia.

Kehadiran PARFI ditengah masyarakat peseni-peran film ini dimaksudkan agar aktor/aktris mendapat pengayoman, pembinaan, peningkatan kapasitas diri sehingga dapat terus berkarya, menjaga pertahanan budaya bangsa melalui perfilman nasional secara optimal, profesional, berintegritas dan berkeadaban.

Sejak PARFI  berdiri 1956 telah banyak mengalami momentum penting dalam perjalanannya.

Sebagai sebuah organisasi yang sudah melengenda dibutuhkan profesionalisme dan integritas yang tinggi dalam mengelolanya. Untuk itu, PARFI dibawah kepemimpinan Alcia Djohar ini bertekad untuk menyatukan kembali potensi positif para anggotanya, agar tujuan mulia organisasi ini dapat dicapai. **
Share:

Nobar Generasi 90-an: Melankolia di Jakarta dan Bali


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Setelah Film Generasi 90an: Melankolia tayang perdana pada 24 Desember 2020, para cast mengadakan nonton bareng (nobar) di beberapa lokasi sekaligus. Nonton bareng tersebut diadakan dua hari berturut-turut, pada Senin (28/12/2020) dan Selasa (29/12/2020). 

Pada Senin, 28 Desember 2020 nobar diadakan di CGV Central Park pada pukul 13.10 WIB, XXI Senayan City pukul 14.50 WIB dan di CGV Bekasi Trade Center pukul 14.00 WIB. 

Sementara pada Selasa, 29 Desember 2020 nobar akan diadakan di Plaza Indonesia XXI pukul 14.50 WIB, CGV Grand Indonesia pukul 16.55 WIB dan di TSM XXI Denpasar pukul 13.15 dan 15.20 WITA.  
 
Untuk nobar yang diadakan di Jakarta dan sekitarnya, dihadiri oleh dua pemeran utama Generasi 90an: Melankolia, yaitu Ari Irham dan Aghniny Haque. Selain itu, sutradara M. Irfan Ramli juga ikut meramaikan acara nobar tersebut. 
 
"Seru dan seneng banget bisa ke bioskop lagi, nobar lagi sama temen-temen. Ayo yang belum bisa ikutan hari ini, ke bioskop ya nanti waktu liburan. Karena ini aman selama kita tetap pakai masker dan ikutin protokol kesehatan," ujar Ari Irham, cast yang menghadiri acara nobar tersebut. Selasa (29/12)
 
Senada dengan Ari Irham, Aghniny Haque juga merasakan keseruan  bisa kembali nonton di bioskop bersama penonton lainnya. "Seru banget dan semoga film Generasi 90an: Melankolia bisa jadi tontonan yang berkesan di akhir tahun," ujar Aghniny. 
 
Sedangkan nobar yang diadakan di Denpasar, Bali, diramaikan oleh Marcella Zalianty, pemeran Ibu di Film Generasi 90an: Melankolia.  
 
Sebelumnya, Visinema Pictures selaku rumah produksi Film Generasi 90an: Melankolia juga melakukan tur di beberapa kota. Tur tersebut dilakukan mulai dari tanggal 8 hingga 13 Desember 2020. Cast dan crew dari film Generasi 90an: Melankolia ikut hadir dalam tur tersebut, yang diadakan di Jakarta, Jogja, Semarang, Cirebon, dan Bandung.  
 
Film Generasi 90an: Melankolia sendiri adalah hasil adaptasi dari buku berjudul Generasi 90an karya Marchella FP. Di filmnya, bercerita tentang Indah (Aghniny Haque) yang mengalami kecelakaan pesawat terbang, saat akan melakukan perjalanan ke luar negeri.  
 
Kepergian Indah yang tiba-tiba itu meninggalkan duka untuk sang adik, Abby (Ari Irham), ibu (Marcella Zalianty) dan juga ayahnya (Gunawan Sudrajat). Bukan cuma keluarga, tetapi rasa duka juga dirasakan oleh Sephia (Taskya Namya) sahabat Indah, yang ternyata menyimpan rahasia besar tentang Indah. 
 
Menonton film ini kamu harus siap dengan cerita keluarga yang menguras air mata. Tentang orang-orang yang mencari cara untuk melepaskan kedukaan mereka. (Arianto)


Share:

Generasi 90an: Melankolia Siap Tayang 24 Desember 2020 di Bioskop


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka promosi film Generasi 90an: Melankolia, Visinema Pictures telah menggelar Roadshow Gala Premier di beberapa kota, dimulai di Jakarta, Jogja, Semarang, Cirebon, dan Bandung. 

Ternyata, Antusiasme penonton di daerah tinggi sekali, terlihat dari penjualan tiket yang ludes habis terjual di setiap kotanya. Visinema dan pihak bioskop tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat selama melaksanakan roadshow dan pemutaran film berlangsung.

Irfan Ramli selaku sutradara film Generasi 90an: Melankolia mengatakan, film ini akhirnya tayang di akhir tahun membuat saya merasa mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjadi teman penutup tahun–waktu yang biasanya dipakai untuk merefleksikan banyak hal yang terjadi dalam satu tahun terakhir. 

"Saya berharap film ini bisa menjadi hiburan yang memberi kesan mendalam, menjadi cermin yang memantulkan diri kita sebagai yang telah berjuang melampaui segala kesulitan dan kehilangan yang tiba-tiba terjadi tahun ini," ungkap Irfan pada saat konferensi pers di Jakarta. Selasa (15/12)

Selain itu, kata Irfan, Film ini adalah surat cinta untuk masa remaja saya, untuk keluarga dan pada akhirnya untuk kehidupan ini. Mari menikmati film ini dengan mengikuti semua protokol kesehatan yang berlaku supaya bioskop menjadi tempat yang aman untuk kita semua. 


Turut hadir dalam kegiatan ini Angga Dwimas Sasongko selaku produser, Irfan Ramli yang menjadi sutradara, dan Marchella FP sebagai penulis dari Generasi 90an, Ari Irham, Taskya Namya, Aghniny Hague, Jennifer Coppern, dan Wafda Saifan. 

Film Generasi 90an: Melankolia bercerita tentang upaya menghadapi rasa kehilangan yang hadir secara tiba tiba dan merenggut nyawa orang orang terdekat. 

Tak cuma itu, Cerita film ini dekat dengan apa yang sedang terjadi saat ini, dimana banyak orang yang sedang berjuang untuk bertahan menghadapi kehilangan. 

Disaat yang sama, Taskya Namya yang berperan sebagai Sephia mengungkapkan, Kita cuma pengen bilang kalau temen-temen di luar sana yang sedang merasa kehilangan, kalian gak sendirian. 

"Menariknya, Film ini akan menjadi pengingat bahwa kita pernah ada di situasi sulit, hilang arah, and that’s ok. Selama bisa bertahan, kita pasti bisa melewati kesulitan hidup ini," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Film Quarantine Tales Tayang 18 Desember 2020 di Bioskop Online


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bioskop Online berkolaborasi dengan Base Entertainment dengan bangga mempersembahkan poster film Quarantine Tales.

Quarantine Tales adalah kumpulan cerita dari 5 sutradara Indonesia yang bercerita tentang kehidupan yang dialami selama pandemi berlangsung.

Poster film ini mewakili 5 cerita yang ada di dalamnya dan menampilkan para pemeran utamanya, yaitu Adinia Wirasti yang akan berperan dalam cerita Nougat, disutradarai oleh Dian Sastrowardoyo.

Arawinda untuk cerita Happy Girls Don't Cry, yang disutradarai oleh Aco Tenri.

Verdi Solaiman untuk cerita Cook Book, yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah.

Abdurrahman Arif untuk cerita The Protocol, disutradarai oleh Tata Sidharta.

Serta Roy Sungkono untuk cerita yang berjudul Prankster, disutradarai oleh Jason Iskandar.

Cerita-cerita tersebut akan dirajut oleh banyak karakter yang mengalami keterpisahan: terpisah dari keluarga, berjarak dari masa lalu, terputus hubungan dengan kawan baik, bahkan berjarak dari identitasnya sendiri.

Tokoh-tokoh dalam setiap film mewakili berbagai emosi yang dominan dirasakan manusia selama pandemi: marah, cemas, bingung, takut, bahkan menjadi oportunis.

Film Quarantine Tales adalah medium untuk memahami manusia, mengenal diri kita, karena pada akhirnya #IniCeritaTentangKita.
Kabar baiknya, film Quarantine Tales segera tayang eksklusif mulai 18 Desember 2020, hanya di www.bioskoponline.com. (Arianto)



Share:

Saksikan Film Kaiji Final Game di Bioskop Kesayangan Anda


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Komik “KAIJI” pertama kali diterbitkan serialnya pada “Young Magazine” yang dipublikasikan oleh Kodansha pada tahun 1996. Saat ini, penjualannya tercatat lebih dari 21 juta kopi dan masih tetap populer setelah 23 tahun sejak publikasi pertamanya. 

Selain itu, film “KAIJI” sebelumnya di tahun 2009 dan 2011 juga laris di box office dan menjadi representasi serial film jepang. Setelah 9 tahun, serial terkenal ini kembali ke layar lebar dengan pemain hebat dan cerita yang orisinil. 

Di seri terakhir ini, penulis Fukumoto Nobuyuki akan menghadirkan game orisinil baru, seperti "Tower of Babel", "The Last Judgment", "Dream Jump", dan "Golden Scissors-Paper-Stone". 

Penonton sekuel sebelumnya akan terpikat sekali lagi dalam dunia "KAIJI" yang dipenuhi intensitas yang ditulis oleh penulis aslinya. Bersiaplah untuk mendapatkan kejutan dan kharisma para pemerannya, dimana film ini menyampaikan pesan unik di era baru Reiwa ini. 

Film “KAIJI” menceritakan, Akhir dari Olimpiade Tokyo 2020 membawa ekonomi Jepang ke dalam ambang kehancuran. Hanya orang-orang kaya yang mampu bertahan di negara tersebut. Sedangkan orang lemah dan miskin harus berada pada kondisi rentan dan berjuang dalam hidupnya.

Kemudian Kaiji menjalani gaya hidup yang sangat mengenaskan, dan perusahaan tempat ia bekerja memberikan gaji yang sedikit. Kaiji marah bertanya-tanya tentang sekaleng bir yang harganya telah meningkat hingga seribu yen. 


Selanjutnya, Dia bertemu dengan Otsuki, mantan pimpinannya yang telah ditunjuk sebagai presiden dari anak perusahaan Teiai Group. 

Lalu Otsuki memperlihatkan Kaiji selebaran berjudul "Acara Bantuan Pemuda ke-51: Tower of Babel ”, suatu acara yang dipandu oleh orang kaya. 

Menariknya, Acara ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk menjadi kaya, tetapi dibutuhkan sebuah strategi untuk memenangkan permainannya.

Roda takdir telah bergerak untuk Kaiji. Apakah surga atau neraka menunggunya?

Taruhan terakhir Jepang akan segera dimulai …

Tatsuya Fujiwara berperan sebagai Kaiji Ito mengatakan, Dalam film ini, saya sangat terkesan dengan cara penulis Fukumoto mengekspresikan perspektif uniknya tentang dunia. Dibutuhkan akting yang lebih dari rata-rata untuk mengekspresikan dunia "Kaiji", jadi itu benar-benar membuat otak saya pecah. 

"Disisi lain, sangat menarik untuk bekerja dengan para pemain baru yang berbakat, dan saya telah belajar banyak. Kami telah melakukan banyak hal untuk film ini, jadi saya harap penonton akan menontonnya," kata Tatsuya Fujiwara dalam keterangan tertulis kepada media. Jum'at (11/12)

Disaat yang sama, Sota Fukushi berperan sebagai Kousuke Takakura menuturkan, Saya tidak pernah berpikir untuk bisa bergabung ke dunia Kaiji. Tetapi saya senang mendapatkan tawaran ini. Selalu menjadi mimpiku untuk bekerja dengan Fujiwara dan saya dapat belajar banyak darinya. Final Game merupakan film yang bagus, jadi saksikan film ini.

Sementara itu, Koutarou Yoshida berperan sebagai Yoshihiro Kurosaki mengutarakan, Saya sangat senang bisa berhadapan langsung dengan Tatsuya Fujiwara alias "Kaiji". "Saya telah berakting beberapa kali dengan Fujiwara, tetapi perannya sebagai "Kaiji" benar-benar merupakan penggambaran karakter yang kuat," ucapnya. (Arianto)


Share:

Mendikbud: FFI 2020, Penanda Kemajuan Budaya di Tengah Keterbatasan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2020 mencapai puncaknya pada Malam Anugerah Piala Citra. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi dan penjurian terdapat 21 kategori yang mendapat apresiasi pada penyelenggaraan FFI ke-40 ini. Informasi daftar pemenang dapat diakses pada situs resmi Festival Film Indonesia yaitu festivalfilm.id

Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, FFI tahun 2020 dapat menjadi penanda kemajuan budaya di tengah keterbatasan. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955, FFI digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia.

"Melalui berbagai penghargaan yang diberikan, publik dan kalangan perfilman sendiri bisa membaca pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir," kata Mendikbud dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (05/22)

Selain itu, Mendikbud menyampaikan, perkembangan perfilman Indonesia patut dirayakan melalui penghargaan kepada para pembuat film.

Menurutnya, FFI tahun ini menjadi catatan sejarah karena di saat yang sama, bangsa Indonesia tengah berjuang melewati pandemi Covid-19. “Melalui karya-karya yang membahagiakan dan menggerakkan (kita bangkit),” tuturnya dalam sambutan yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube FFI dan Kemendikbud RI, Sabtu (5/12).

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Hilmar Farid berharap, penghargaan FFI tahun 2020 dapat menjadi penyemangat agar film Indonesia dapat lebih dicintai di rumah sendiri, lebih banyak berkiprah di kancah nasional dan internasional, serta menjadi inspirasi masyarakat dalam menjalani hidup dan mengejar mimpi.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan. Kiranya nyala semangat FFI terus hidup pada tahun-tahun yang akan datang,” imbuh Hilmar.

Turut hadir secara langsung pada perhelatan yang diselenggarakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center ini adalah Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018 – 2020, Lukman Sardi; Duta Festival Film Indonesia 2020, Chicco Jerikho; Laura Basuki; Tissa Biani; Karina Salim; Mawar de Jongh; Aurelie Moeremans; Lyodra; Andi Rianto; Dr. Twindy Rarasati; Yayan Ruhian; dan Erwin Gutawa. Adapun keseluruhan acara disutradarai oleh Jay Subiakto.

Disaat yang sama, Jay Subiakto menjelaskan bahwa acara Malam Anugerah Piala Citra konsepnya terinspirasi dari pekerja film dan keadaan Indonesia terkini.

“Ide saya melihat dari perkembangan selama ini dari orang-orang film. Ide pembuka terinspirasi dari akun Instagram KKFauzi yang menggambar Save of Our Cinema dengan tokoh-tokoh yang terkenal di film Indonesia,” ungkap Jay.

Lebih lanjut ia mengisahkan, konsep acara mencerminkan kerinduan orang untuk kembali ke bioskop. Dihadirkan pula tokoh-tokoh dari film yang masuk nominasi seperti ‘Susi Susanti: Love All’ dan ‘The Science of Fictions’, pahlawan super seperti Gatot Kaca, Gundala, Wiro Sableng dan lain-lain. Selain itu ditampilkan juga dokter dan tenaga kesehatan sebagai bentuk tribut kepada para tenaga media yang masih berjuang hingga saat ini.

Jay Subiyakto menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Jumlah penonton dibatasi di area bawah dan balkon. Juga semua kursi-kursi disusun untuk berjarak 1,5 meter. Mematuhi 3 M yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan,” tegasnya.

Selanjutnya juga disampaikan, Pemenang Piala Citra ditentukan dengan voting yang dilakukan oleh member FFI yang sudah terdaftar. Member FFI tersebut adalah mereka yang pernah dinominasikan atau menang Piala Citra sejak tahun 1955 hingga 2019.

Berikut daftar pemenang Piala Citra 2020.

Film Cerita Panjang Terbaik: Perempuan Tanah Jahanam - Produksi: BASE Entertainment, Ivanhoe Pictures, CJ Entertainment, RAPI FILMS - Produser: Shanty Harmayn, Tia Hasibuan, Aoura Lovenson, Ben Soebiakto

Sutradara Terbaik: Joko Anwar - Perempuan Tanah Jahanam

Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik: Adriyanto Dewo - Mudik

Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik: Ernest Prakasa, Meira Anastasia - Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan - Skenario Adaptasi dari buku dengan judul sama, karya Meira Anastasia terbit tahun 2018

Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung, I.C.S - Perempuan Tanah Jahanam

Pengarah Artistik Terbaik: Vida Sylvia Pasaribu-Abracadabra

Penata Efek Visual Terbaik: Gaga Nugraha - Ratu Ilmu Hitam

Penyunting Gambar Terbaik: Dinda Amanda - Perempuan Tanah Jahanam

Penata Suara Terbaik: Mohamad Ikhsan, Anhar Moha - Perempuan Tanah Jahanam

Penata Musik Terbaik: Aksan Sjuman - Humba Dreams

Pencipta Lagu Tema Terbaik: Judul Lagu “Fine Today” - Musik/Lirik: Ardhito Pramono - Film: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Penata Busana Terbaik: Hagai Pakan - Abracadabra

Penata Rias Terbaik: Eba Sheba - Abracadabra

Pemeran Utama Pria Terbaik: Gunawan Maryanto - The Science of Fictions (Hiruk-Pikuk Si Alkisah)

Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Laura Basuki - Susi Susanti: Love All

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Ade Firman Hakim - Ratu Ilmu Hitam

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Christine Hakim - Perempuan Tanah Jahanam

Film Cerita Pendek Terbaik: Jemari yang Menari di Atas Luka-Luka - Sutradara: Putri Sarah Amelia

Film Dokumenter Pendek Terbaik: Ibu Bumi - Sutradara: Chairun Nissa

Film Dokumenter Panjang Terbaik: You and I - Sutradara: Fanny Chotimah

Film Animasi Pendek Terbaik: Prognosis - Sutradara: Ryan Adriandhy.

Sementara itu, Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018 - 2020, Lukman Sardi mengatakan, “Penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2020 tahun ini merupakan tantangan luar biasa bukan hanya dalam penyelenggaraan tapi juga jumlah film yang berkurang.

Ia mengemukakan, keadaan pandemi yang mempengaruhi seluruh lini kehidupan adalah cobaan yang berat. Semua pekerja film terdampak dan banyak pula pekerjaan yang terhambat maupun melambat.

“Namun dengan semangat yang tangguh dari semua pihak, keadaan ini jadi momentum luar biasa, karena justru banyak hal yang dapat terwujud dalam bentuk empat pilar yaitu kerendahan hati, karya, inklusif, kolaborasi yang saling terhubung di setiap langkah,” pungkasnya. (Arianto)


Share:

Generasi 90-an: Melankolia The Series Tayang 4 Desember 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Visinema Content bekerja sama dengan Toyota Indonesia merilis sebuah karya terbaru web series 'Generasi 90-an: Melankolia'. Hadir dengan 4 episode, web series ini akan mulai ditayangkan perdana pada 4 Desember 2020, di laman youtube Toyota Indonesia. 

Sonny Laksamana produser Generasi 90-an: Melankolia The Series mengatakan, Di film Melankolia banyak sekali romansa 90an yang pernah kita alami dan ingin kami tunjukkan ke penonton. Namun akhirnya kita merasa masih lebih banyak lagi romansa 90an yang bisa kami tunjukkan.

"Begitu juga, dengan karakter di film melankolia yang juga sebenarnya memiliki cerita yang menarik untuk digali. Sehingga kami memutuskan untuk memberikan lebih melalui webseries Melankolia," ujar Sonny dalam keterangan tertulis kepada media. Jum'at (27/11)

Selain itu, kata Sonny, Generasi 90-an: Melankolia The Series ditulis dan disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan Irfan 
Ramli. Kehadiran series ini disiapkan untuk menyambut rilisnya film 'Generasi 90an: Melankolia', yang dijadwalkan akan tayang pada 24 Desember 2020 di bioskop seluruh Indonesia.

Menurutnya, Generasi 90-an Melankolia The Series diinspirasi dari buku "Generasi 90an" karya Marchella FP, sosok di balik buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" yang juga diadaptasi Visinema Pictures pada awal 2020. 

Series mengambil latar cerita tahun 90 an dengan lini masa sebelum film ‘Generasi 90-an: Melankolia’. Menceritakan tentang Indah (Aghniny Haque) dan Abby (Ari Irham), dua bersaudara yang mengunjungi sebuah toko barang-barang antik, kemudian menemukan barang yang akhirnya menghantar Indah untuk bertemu dengan masa lalu, dan mengalami petualangan dengan Iqbal (Roy Sungkono), mantan kekasih saat masih menduduki bangku sekolah. 

Tidak hanya Aghniny Haque yang berperan sebagai Indah, series ini juga diperankan oleh Ari Irham (Abby), Taskya Namya (Sephia) dan Roy Sungkono (Iqbal). 

So, Saksikan Generasi 90-an Melankolia The Series mulai 4 Desember 2020. (Arianto)

Share:

Program Wonders Tayang di Kanal Youtube


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Hype Festival berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menginisiasi suatu program unggulan dalam bentuk serial video sinematik bertajuk Wonders yang akan mempromosikan 5 Destinasi Super Prioritas Indonesia. 

Michael Devant selaku Creative Strategist Hype Festival mengatakan, Dengan Program Wonders, kami ingin semua orang merasakan keajaiban Indonesia. 

"Program ini merupakan sebuah cara untuk mengirimkan pesan cinta bagi alam kita, pengingat akan bumi kita yang luar biasa, dan ajakan bagi semua untuk menghargai, memelihara, dan melindungi keajaiban ini untuk generasi mendatang," kata Michael dalam keterangan tertulis kepada media. Selasa (24/11)

Saat ini, kata Michael, program Wonders direncanakan untuk berada di ranah digital, dimana semua informasi dan konten dapat dinikmati secara gratis pada setiap layar di seluruh dunia.

Hal senada disampaikan Charlie Surjana, Chief Marketing Officer Hype Festival, Kami percaya masa depan adalah digital, dimana informasi, interaksi dan hiburan tersedia kapan saja, dimana saja. 

Begitu juga, katanya, Kanal sosial media Wonders dimaksudkan untuk menjadi platform konten yang menyuguhkan pariwisata Indonesia dengan pendekatan kreatif yang berkualitas dan dapat diakses selamanya oleh siapapun yang ingin mengenal Indonesia.

Selain itu, ucap Charlie, kegiatan ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi pelaku industri di bidang pertunjukkan dalam menciptakan peluang di tengah pandemi.

Sebagai event musik yang disajikan secara virtual, sambungnya, Wonders memiliki preposisi yang kuat di benak target audiensnya, yaitu generasi muda Indonesia penikmat musik indie. 

Selanjutnya juga disampaikan, Event ini juga akan disiarkan melalui channel YouTube dan Twitch Kemenparekraf serta Hype Festival,” katanya. 

"Dan yang pasti, Kami percaya dengan menyuguhkan warna musik dan suasana yang berbeda pada setiap episode, Wonders dapat mencerminkan keindahan, keberagaman dan keunikan Indonesia," pungkasnya.

Menariknya, Episode Labuan Bajo Wonders - Apsara akan tayang pada tanggal 25 November 2020 dan Wonders - Nadin Amizah pada tanggal 3 Desember 2020  secara eksklusif di kanal Youtube IDWONDERS serta kanal Youtube KEMENPAREKRAF. (Arianto)


Share:

Video Klip Melankolia Resmi Dirilis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Visinema Pictures bekerja sama dengan Visinema Music merilis video klip “Melankolia” dari original Motion Pictures film “Generasi 90-an Melankolia”. 

Lagu yang dipopulerkan oleh band Efek Rumah Kaca ini dibawakan kembali oleh Sitha Marino. 

Sedangkan warna vokal yang berbeda dari Sitha Marino, membuat lagu ini hadir dengan versi yang berbeda dengan yang dibawakan Efek Rumah Kaca.

Alhasil, Video klip "Melankolia" digarap oleh sutradara Mizam Fadilah Ananda. Konsep yang diangkat untuk video klip ini adalah menggabungkan dua perspektif dari dua sisi manusia tentang kehilangan. 

Selain itu, Video klip ini akan berfokus pada gambaran perasaan seseorang yang kehilangan dan gambaran perasaan orang yang ia tinggalkan.

"Ketika pertama kali ditawari dan mendengar lagu versinya Sitha, terasa sangat deep dan relate dengan filmnya," kata Mizam dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (21/11)

Berangkat dari situ, katanya, kita mencoba untuk mengangkat dua warna: merah dan biru. 

Merah menggambarkan sisi Ari Irham yang sedang kacau karena ditinggalkan, ucapnya, sedangkan biru untuk Sitha yang menggambarkan kondisi seseorang yang baik – baik saja. 

"Menariknya, properti dari film sengaja dimasukkan ke dalam video klip untuk menjadi pengingat serta benang merah yang menghubungkan keduanya," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Film The Raid 2 Tayang 20 November 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Film The Raid bisa mulai ditonton mulai 13 November 2020,  disusul The Raid 2: Berandal yang dapat disaksikan di Bioskop Online mulai 20 November 2020  mendatang, penonton cukup membayar tiket dengan harga yang terjangkau sebesar Rp5.000,-.

“The Raid adalah film berkualitas yang juga sukses secara komersil baik di lokal maupun  internasional. Ini juga merupakan  salah satu komitmen kami untuk terus menghadirkan film Indonesia yang berkualitas dengan harga  terjangkau.” ungkap Ajeng Parameswari selaku President Digital Business Visinema Group yang  mengungkapkan alasan menghadirkan The Raid untuk penonton Bioskop Online.

Sebelumnya Bioskop Online telah memiliki daftar film layar lebar seperti 3 Dara Restorasi, Turah,  Tengkorak, Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran, Nay, Keluarga Cemara serta beberapa film  lainnya.

Selain itu, Bioskop Online juga memiliki konten orisinil seperti film Story of Kale: When  Someone’s in Love dan Filosofi Kopi: Aroma Gayo.

Satu lagi karya orisinil terbaru, hasil kolaborasi  dengan BASE Entertainment, berupa film omnibus berjudul Quarantine Tales akan segera dirilis akhir  tahun ini. Seluruh film - film yang tayang, dapat diakses di www.bioskoponline.com. (Arianto)



Share:

Film Akhirat: A Love Story Tayang 2021


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Film Akhirat: A Love Story, film panjang perdana Jason Iskandar hasil kerjasama BASE Entertainment dan Studio Antelope baru saja merilis dua foto First Look di Ideafest 2020. 

Foto ini dirilis dalam panel bertajuk Breaking Into The Industry bersama Shanty Harmayn, Produser dan Chief Executive BASE Entertainment, Jason Iskandar, dan Della Dartyan, pemeran karakter Mentari di film ini. 
 
Setelah sebelumnya mengumumkan dua pemeran utama di bulan Agustus, Akhirat: A Love Story telah menyelesaikan masa produksinya pada bulan September 2020 dengan protokol kesehatan yang ketat dan sekarang masuk ke dalam masa pasca produksi. 
 
Jason Iskandar sebagai penulis sekaligus sutradara film Akhirat: A Love Story mengungkapkan alasan pemilihan kedua foto untuk First Look ini. Lewat first look film Akhirat: A Love Story ini, saya ingin memberi gambaran bukan cuma penampilan dua karakter utamanya saja, tetapi juga dunia yang ada di dalamnya. 

"Mudah-mudahan memberikan gambaran journey seperti apa yang akan kalian nikmati di filmnya nanti," ujar Jason dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (14/11)
 
Disaat yang sama, Produser Shanty Harmayn menjelaskan bahwa perilisan foto ini bertujuan mendekatkan calon penonton kepada filmnya, Dua foto First Look yang dipilh ini bisa memberikan sedikit gambaran chemistry kedua pemain dan sajian genre Romance Fantasy di film Akhirat: A Love Story." 

Lebih lanjut, kata Shanty, Akhirat: A Love Story memang sebuah kisah yang tak biasa dan belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia. Kisah fantasy romance tentang Timur, seorang akuntan muda yang jatuh cinta kepada Mentari, seorang seniman berjiwa bebas. 

Dengan perbedaan yang mereka punyai, sambungnya, mereka tetap teguh untuk bersama. Tapi lalu tragedi melanda, Timur dan Mentari mengalami kecelakaan mobil yang membuat mereka koma. 

Di dalam ketiadaan tersebut, imbuhnya, mereka menemukan diri berada di persimpangan di antara alam manusia dan alam baka.  

Tak ingin dipisahkan, tutur Shanty, Timur dan Mentari kini menjelajahi ruang antar dunia akhirat dan bertemu dengan jiwa-jiwa lain yang juga memilih nasib yang sama. Akankah cinta mereka kekal dan mereka dapat kembali ke dunia? 

"Patut disyukuri, dengan telah rampungnya produksi, film diharapkan dapat tayang di bioskop pada semester pertama 2021," ucapnya. (Arianto)


Share:

Detention Bakal Tayang Di Bioskop 18 November 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Detention merupakan film bergenre horor, kisah film ini berawal tahun 1962 yang penuh dengan atmosfer sunyi dan tegang diantara masyarakat. 

Dikisahkan Fang, seorang siswa kelas 12 SMA Tsuihua, jatuh cinta pada Zhang, yang merupakan seorang guru konseling. 

Tetapi Fang memiliki masalah di sekolah dan di rumah, Fang merasa hanya Zhang yang mengerti dirinya. 

Tidak berhenti sampai disitu, Fang menginginkan kebebasan, kemudian Zhang membentuk kelompok belajar dengan teman dan muridnya, termasuk Yin dan 
Wei. 

Selain itu, mereka membaca buku-buku yang dilarang pemerintah, sehingga memungkinkan mereka untuk dapat merasakan kebebasan, namun pada saat bersamaan hal ini menempatkan hidup mereka dalam bahaya. 

Suatu hari, Zhang tiba-tiba menghilang, dan hanya Fang dan Wei, siswa kelas 11, yang dapat mengingat Zhang. 

Selanjutnya, Fang dan Wei mulai mencari Zhang yang hilang, tetapi perlahan dunia mereka mulai berubah. 

Ternyata, mereka berada di dunia yang dihuni oleh hantu dan arwah, sehingga mereka harus menghadapi kenyataan yang menyeramkan.

Sutradara film Detention, John HSU mengatakan, sebagai pemain game, ternyata visual yang menyeramkan dan kisah yang mengharukan dari game Detention menciptakan kesan mendalam bagi diri saya. 

"Sejak saat itu dia berharap dapat mengadaptasi game ini ke dalam sebuah film dan menggugah hati para penonton," kata John HSU kepada awak media di Taiwan. Sabtu (14/11)

Selanjutnya Ia menyampaikan, Film TV-nya yang berjudul Real Online, berhasil memenangkan "Best Director Award" pada Golden Bell Awards 2005, ajang penghargaan televisi terbesar di Taiwan. 

Selain itu, kata John HSU, Detention adalah film layar lebar pertama dia yang bertujuan untuk setia pada cerita aslinya, lalu dia berusaha meningkatkan visual uniknya dan emosi yang coba disampaikan, sehingga membuat film ini menjadi thriller yang unik dalam segi cerita maupun style.

Selanjutnya, Yuk! Saksikan keseruan film di bioskop kesayangan 18 November 2020, jangan lupa, ya, bro n sis. (Arianto)

Share:

Festival Film Indonesia 2020 Umumkan Dominasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sejak pertama kali digelar pada 1955, Festival Film Indonesia (FFI) digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia. Melalui berbagai penghargaan yang diberikan, publik dan kalangan perfilman sendiri bisa membaca pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir. 

Festival Film Indonesia 2020 mengumumkan daftar nominasi. Total dua puluh satu kategori yang diapresiasi pada penyelenggaraan ke-40 ini. Malam pengumuman nominasi diselenggarakan secara virtual disiarkan secara langsung di YouTube Festival Film Indonesia dan Kemendikbud RI. 

Sedangkan, Malam penganugerahan Piala Citra 2020 akan dilaksanakan tepat sebulan sesudahnya yaitu 5 Desember. 
 
Mereka yang meramaikan malam pengumuman nominasi adalah presenter acara Ge Pamungkas, para pembaca nominasi yaitu Winky Wiryawan, Marthino Lio, Niken Anjani, Aimee Saras, Teuku Rifnu Wikana, Kelly Tandiono, Imelda Therinne, Putri Ayudya, Asmara Abigail, Sha Ine Febriyanti dan Duta FFI Tissa Biani. 
 
Secara umum,  Asosiasi Profesi yang telah melakukan seleksi terhadap film-film Indonesia yang dianggap layak untuk masuk dalam Nominasi Piala Citra 2020 terdiri dari beberapa Asosiasi Perfilman di Indonesia yaitu: Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Karyawan Film Dan Televisi Indonesia (KFT), Indonesian Film Directors Club (IFDC), Indonesian Cinematographer Society (ICS), Indonesian Motion Picture Audio Association (IMPACT), Penulis Indonesia Untuk Layar Lebar (PILAR), Rumah Aktor Indonesia (RAI), Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Persatuan Artis Film Indonesia 1956 (PARFI1956), Perkumpulan Artis Film Indonesia (PAFINDO), Asosiasi Casting Indonesia (ACI). 
 
Yang pasti, setelah proses seleksi dari Asosiasi Profesi selesai dilakukan, film yang terpilih menjadi nominasi kemudian akan masuk dalam tahapan voting untuk ditentukan sebagai pemenang. Pelaku proses voting ini merupakan anggota FFI yang sudah mengonfirmasikan dirinya untuk mengikuti voting pada tahun ini. (Arianto)
 


Share:

Film "Story of Kale : When Someone’s in Love" Tayang 23 Oktober 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Film "Story of Kale : When Someone’s in Love" merupakan pengembangan cerita dari universe Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP dengan skenario yang ditulis oleh Irfan Ramli. Film ini diproduseri oleh Sonny Laksamana dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko.

Bioskop Online resmi merilis official poster dan trailer dari konten orisinil pertama film "Story of Kale: When Someone’s in Love".

Film yang mengangkat kisah masa lalu dari karakter Kale (Ardhito Pramono), tokoh yang diambil dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, dijadwalkan akan mulai tayang di Bioskop Online tanggal 23 Oktober 2020. Pembelian tiket pre-order sudah dapat diakses melalui www.bioskoponline.com dengan hanya Rp10.000,-.

"Sebetulnya ide awal dari Story of Kale ini karena kita melihat karakter Kale ini sangat menarik. Dan setelah diulik cerita masa lalunya seorang Kale relevan dan relate ke banyak orang," kata Sonny dalam keterangan tertulis kepada media. Kamis (15/10)

Film ini bercerita tentang dua karakter yang berusaha memberi yang terbaik untuk kekasihnya, berupaya untuk membahagiakan, menyembuhkan luka dan berdamai dengan trauma. Namun kemudian mereka jadi dua orang asing yang menempuh jalan berbeda karena ekspektasi yang berbeda.

Ardhito Pramono akan beradu akting dengan Aurelie Moeremans (Dinda), yang berperan sebagai kekasih dari Kale. Selain itu pemain yang akan hadir yaitu para personil dari band Arah, diantaranya Arya Saloka, Roy Sungkono, Tanta Ginting, Gilbert Pohan, dan Hanum Azizah. (Arianto)



Share:

Festival Film Indonesia Rilis Podcast Cerita Sinema


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Melalui saluran mengobrol Podcast Cerita Sinema, para bintang dan pembuat film tanah air akan berbagai cerita kepada pencinta film Indonesia mengenai seluk beluk dunia perfilman. Berkolaborasi bersama Inspigo, Podcast ini diharapkan akan hadir reguler.

Untuk episode pertama, ada nama Tissa Biani, duta termuda Festival Film Indonesia 2020 yang juga merupakan pemenang penghargaan khusus Piala Citra untuk anak-anak melalui perannya di film “3 Nafas Likas”. Dipandu oleh Inspihost Daniel Wibowo, Tissa bercerita mengenai kariernya yang sudah lumayan panjang meskipun berusia muda.

Episode berikutnya akan ada juga Lukman Sardi (Ketua Komite FFI 2018-2020) dan Nia Dinata (Komite Seleksi dan Penjurian FFI 2018-2020) yang akan berbagi cerita seputar seleksi dan penjurian Festival Film Indonesia 2020. Selain itu ada sineas-sineas film hebat lainnya yang akan tampil di episode selanjutnya.

Festival Film Indonesia di awal Oktober telah mengumumkan daftar pendek film-film cerita panjang, film cerita pendek, film animasi, dan film dokumenter panjang dan pendek yang telah lolos kurasi.

Untuk film cerita panjang, 12 film yang telah terkurasi dengan 10 film tambahan khusus kategori tertentu akan dinilai oleh perwakilan asosiasi pekerja film yang nantinya merumuskan nominasi.

Sedangkan untuk film cerita pendek, film animasi juga film dokumenter panjang dan pendek akan ditonton oleh pemenang tahun-tahun sebelumnya untuk dikerucutkan menjadi nominasi.

Pengumuman nominasi akan dilaksanakan pada 7 November dan malam penghargaan Festival Film Indonesia 2020 akan diadakan pada 5 Desember. (Arianto)



Share:

STASIUN SANTUY Bakal Digelar 07 November 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Otello Asia bekerjasama dengan KIOSTIX sebagai streaming & ticketing partner sudah membuka penjualan tiket secara online untuk acara “STASIUN SANTUY”, acara ini merupakan pilihan hiburan live entertainment untuk target penonton daring dengan usia 18+ secara Virtual/Daring nonton weekend #dirumahaja sambil  menikmati malam minggu-an.

STASIUN SANTUY atau dengan kata lain STreaming ASIk UNtuk SANTUY, akan diselanggarakan 2 kali weekend, setiap hari Sabtu, 07 November 2020 bersama OM PMR, Feel Koplo, Rahmat Ababil (Stand Up Comedy) dan Sabtu, 14 November 2020  bersamam Alffy Rev, Weird Genius secara online atau ‘Virtual Hangout Streaming’ secara daring #dirumahaja mulai pukul 20.00 – 21.30 wib. 

STASIUN SANTUY 01: Sabtu, 07 November OM PMR akan memberikan dedikasi musik dan Tribute to untuk mendiang sang Gitaris almarhum Budi Padukone.

Sysan Ibrahim selaku CEO dari Otello Asia mengungkapkan “
Segenap tim dan keluarga besar Otello Asia mnegucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Budi Padukone sang gitaris OM PMR pada hari Senin yang lalu 05 Oktober 2020, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Pada saat penyelengaraan Stasiun Santuy episode Perdana Sabtu 07 November 2020 nanti OM PMR akan memberikan tribute dan dedikasi kepada mendiang almarhum Budi Padukone sebagai musisi legendaris yang telah ikut membesarkan nama OM PMR di blantika musik Indonesia, Selamat jalan Mas Budi Padukone," kata Sysan dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (10/10)

STASIUN SANTUY akan di selenggarakan secara virtual streaming pada hari Sabtu, 07 November dan Sabtu berikutnya, 14 November 2020 mulai pukul 20.00 – 21.30 WIB dan akan dimeriahkan oleh OM PMR, Feel Koplo, Rahmat Ababil (Stand Up Comedy), Alffy Rev, Weird Genius, Contemporer Dancer serta LED Robotic Dancer. Tiket dapat dibeli secara online melalui www.kiostix.com atau www.otelloasia.com. (Arianto)


Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Anti Korupsi Arisan Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN Bobby Nasution BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KSAD Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pameran Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Senjata Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini