Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Muhajir: Bismillah Saya Siap Menjadi Pembina Santri Tani HKTI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dilahirkan dari rahim anak petani dan kakeknya pernah menjadi komandan Banser maka tidak mengherankan sosok Muhajir siap mengemban amanah menjadi Pembina Santri Tani HKTI.

"Saya sudah siap lahir batin menjadi Pembina Santri Tani HKTI. Ini adalah panggilan amanah yang harus dijalankan sebab sudah galib (biasa) santri itu terbanyak lahir sebagai petani,"ujar pengusaha yang bergerak di bidang klinik kesehatan ini.

Muhajir siap akan melakukan segala program HKTI demi terwujudnya Santri Tani yang sejahtera.

"Kita siapkan kunjungan-kunjungan ke berbagai daerah dengan konsep hijau sehingga sinergitas program dan praktik lapangan bisa dirasakan,"tegas Muhajir kepada para awak media di Jakarta, Sabtu (10/4).

"Momentum pelantikan yang rencananya tertanggal 16 April 2021 adalah peristiwa amanah yang dinantikan demi kiprah pengabdian sebagai pengurus Santri Tani yang bertanggung jawab serta ber-integritas. Tentunya nanti dilanjutkan dengan terjun langsung ke lahan pertanian maupun agronya menuju Santri Tani berkemajuan dalam ruh kenusantaraan,"Ulasnya **

Share:

Sosok Aiptu Resiani Sagita Satu-Satunya Polwan Sebagai Bhabinkamtibmas Di Polres Metro Jakarta Barat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Sosok Polisi Wanita bernama Aiptu Resiani Sagita (46) menjadi Polwan satu-satu sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah Hukum Polres Metro Jakarta Barat.
Aiptu Resiani Sagita merupakan lulusan Bintara sepolwan Ciputat tahun 1993 dan menjadi Bhabinkamtibmas atas keinginan sendiri, bukan paksaan atau perintah dari pimpinan.

Aiptu Resiani menceritakan, dirinya daftar sebagai Polwan dari Timor-timur yang kini sudah berubah menjadia Timur Leste. Kemudian, ia menjalani pendidikan di Sukabumi, Jawa Barat.

Lulus pendidikan, wanita yang akrab disapa Ressy ini berdinas pertama kali di Shabara Polda Metro Jaya. Selama 11 tahun berdinas di Polda Metro Jaya, ia pun pindah tugas ke Staf Propam pada tahun 2004.


"Setelah 6 tahun di Propram Polda Metro Jaya, saya pindah ke Polres Metro Jakarta Barat di Polsek Kalideres pada 2010," kata Ressy, Kamis (25-2-2021).

Empat tahun sana menjadi anggota Buser Polsek Kalideres, Jakarta Barat, lanjut Ressy, ia pun pindah tugas ke Polsek Tambora pada tahun 2014. Selama 6 tahun sebagai staf Shabara Polsek Tambora, Ressy pun menawarkan diri sebagai Bhabinkamtibmas Jembatan Lima pada 9 November 2020 lalu.

"Saya menawarkan diri jadi Bhabinkamtibmas. Di Polres Metro Jakarta Barat, saya satu-satunya Bhabinkamtibmas Polwan (Polisi Wanita)," kata Ressy.


Ressy melanjutkan, dirinya tidak sulit untuk beradaptasi mengayomi masyarakat di wilayah hukum Polsek Tambora. Karena ia pernah berdinas di lapangan sebagai Buser yang sering bertemu banyak orang.

"Saya pengen jadi Bhabin itu karena 12 tahun lagi saya pensiun. Saya ingin mengabdikan diri sebagai pengayom masyarakat," tutur Ressy.

Jadi Bhabinkamtibmas, Ressy pernah Tangani Kasus Keributan Ojol (Ojek Online) dengan Pedagang.

Tanggungjawab yang berat kini diemban oleh Ressy karena ia harus bisa menjadi penengah ketika masyarakat menghadapi perselisihan. Selain itu, Ressy juga harus sigap ketika mendapatkan laporan dari masyarakat di wilayahnya.


Tiga bulan menjadi Bhabinkamtibmas, Ressy mendapatkan pengalaman menarik pertama kali beberapa waktu lalu. Dimana ada pertikaian antara driver Ojek Online (Ojol) dengan pedagang buah di Pasar Angke, Jembatan Lima, Jakarta Barat.

"Ketika itu saya mendapatkan laporan adanya keributan di Pasar Angke, saya datang kesana untuk melerai," jelas Ressy.


Ressy sempat diingatkan oleh salah satu warga agar tidak datang ke lokasi karena driver ojol sangat banyak dan siap menyerang pedagang. Tapi karena tanggungjawab sebagai Bhabinkamtibmas, Ressy pun tidak merasa takut karena ini adalah tugasnya menyelesaikan setiap masalah yang ada di wilayahnya.

"Saya datang, terus saya minta yang tidak ada kepentingan untuk bubar. Driver ojol (ojek online), saya ingatkan untuk bubar dan mencari rezeki di aplikasinya," ucapnya Ressy.


Driver ojol dan juga pedagang akhirnya dibawa ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, untuk menyelesaikan perselisihan. Disana Ressy menanyakan keinginan dari Driver ojol seperti apa dan menanyakan kronologisnya kepada kedua belah pihak.

"Pada saat kejadian, ada mobil bongkar muatan buah, jadi macet. Terus ojol ini gak sabaran dan sama pedagang buah mau diancam tusuk," tutur Ressy.

Akhirnya, ojol ini hanya ingin pedagang buah meminta maaf dan setelah ada permintaan maaf kedua belah pihak pun menyatakan damai. Ressy pun merasa senang karena bisa menyelesaikan masalah di lapangan secara kekeluargaan bukan dengan kekerasan apalagi saling melapor ke kantor polisi.


Membagi waktu dengan keluarga kecil.

Meski sibuk mengayomi masyarakat, tapi Ressy tetap mengutamakan keluarga dan mengurus anak. Hal ini terbukti, setiap pulang berdinas sebagai Bhabinkamtibmas, Ressy selalu mengajari anaknya mengerjakan PR sekolah.

Apalagi, Ressy mengaku tidak memiliki pembantu untuk membereskan rumahnya seperti menyapu, mengepel, dan memasak untuk anak-anaknya.

"Saya pulang ke rumah itu pasti saya ngecek tugas sekolah anak-anak. Kebetulan anak saya yang paling kecil itu baru 7 tahun. Saya kurang lebih sudah 6 tahun tidak pakai pembantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah," kata Ressy.

Sehingga, Ressy pun sudah terbiasa dengan kesehariannya membagi waktu antara dinas sebagai pengayom masyarakat dengan sosok sebagai seorang ibu. Terkadang, di waktu luang ia menyempatkan diri berbincang dengan anak-anaknya.

"Sebisa mungkin saya berbagi waktu dengan anak-anak," tutup Ressy. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Tokoh Nasional dan Toleransi Indonesia Laksanakan Gerakan Nasional Rakyat Bantu Rakyat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Program pemulihan kesehatan Covid-19 yang dilaksanakan pemerintah presiden Jokowi dan wapres Ma'ruf Amin selayaknya didukung bersama. Harapan ini disampaikan oleh Haidar Alwi tokoh nasional toleransi Indonesia kapada para awak media Senin (22/2) siang di Jakarta. 

"Saat ini kita lakukan melalui gerakan program Rakyat Bantu Rakyat berfokus bergerak di pemulihan ekonomi rakyat melalui berbagai aksi sosial kemasyarakatan seperti pemberian bantuan sembako langsung, nasi kotak, vitamin dan obat-obatan,"tukas Haidar.

"Kegiatan ini kita laksanakan secara gotong royong dimana rakyat bantu rakyat yang terus dilakukan untuk mewujudkan bakti kita kepada bangsa."Jelasnya.

 Menurut Gubernur Akademi Ilmu Pancasila ini, perlu adanya dukungan dari semua pihak agar gerakan nasional rakyat bantu rakyat ini dapat berjalan sukses dan lancar. 

Selama ini Haidar telah melaksanakan kegiatan tersebut melalui Haidar Alwi Care membantu 10.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat.


Sebagai informasi penanggung jawab utama kegiatan ini adalah
Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) sebagai tim pemenangan pilpres 2019 - 2024 dengan sejumlah 1200 organ yang tergabung di ARJ.

"Tetap berbuat baik dan tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf sampai 2024."Papar Haidar

"Selama musim pandemi program nasional rakyat bantu rakyat tetap dilaksanakan. Mari kita bergotong royong bahu membahu membantu rakyat dan membantu pemerintah,"tungkasnya.

"Tetap berbuat baik dan tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf sampai 2024."Papar Alwi yang sudah menyantuni hampir 500 ribu anak yatim dari rencana program satu juta anak yatim.

Di lain tempat, pengamat sosial ekonomi Suta Widhya SH berharap hendaknya Pemprop DKI Jakarta turun langsung ke bawah untuk melihat nasib para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM. Tujuan agar mengambil langkah _force major_ demi menyelamatkan para pelaku usaha.

"Kami berharap pemangku kekuasaan Pemprop DKI Jakarta mengurangi atau bahkan menggratiskan sewa warung, kios, toko dan jenis tempat usaha lainnya pada mereka yang menjadi pelaku usaha mikro, hingga kecil dan menengah. Minimal selama 2 tahun ke depan dimana ekonomi jatuh merosot sehingga diberlakukan moratorium membayar sewa ditiadakan atau maximal hanya 10%," tutup Suta. **
Share:

Kartika Oman Silaturahmi Bersama Wartawan Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pada kesempatan di hari Imlek, Kartika Oman nama sudah tidak asing di kalangan Media. Baik media cetak maupun media elektronik dan juga televisi. Dengan segudang Ilmu yang di milikinya. Tepat di hari Jumat malam di tempat makan wilayah Tebet Timur Raya No 20D, Jakarta Selatan. Mbak Tika panggilan akrabnya, bersilaturahmi dengan rekan-rekan Wartawan Jakarta. Jumat (12/02/2021).

Dalam Silaturahmi tersebut, mbak Tika bercerita tentang kehidupanya dari kecil hingga dewasa. Sambil bersenda gurau dengan rekan-rekan Wartawan Jakarta. Dalam ceritanya tersebut, mbak Tika yang Lahir dari Kalangan Orang Biasa, Ayahnya pun dulu seorang tukang becak sampai pembisnis besar rental mobil angkutan barang untuk beberapa perusahaan yang ada di wilayah Indonesia khususnya wilayah Bekasi baik Kabupaten maupun kota dengan nama perusahaannya “Oman Trans” mempunyai perusahaan dengan kendaraan Truk Fuso, Cold Diesel Engkel dan Double total memiliki 50 mobil, dan beberapa kontrakan daerah Cikarang, beberapa 4 villa di Bogor, dan Banten.

Ayahandapun ingin menyekolahkan anaknya harus minimal Sarjana / strata 1. Karena anak harus berpendidikan sangat penting modal hidup sukses, aman dan nyaman. Dengan ilmu bisa mendapatkan uang mudah dan berkarir masa depan cemerlang. Sangat di hargai orang lain dan menjaga nama baik keluarga.

Walaupun itu perempuan atau laki-laki harus berkarir dengan ilmu yang kita miliki, itu pesan almarhum Ayahanda. Dan pesan mama sering tingginya ilmu maupun karir harus bisa jadi ini rumah tangga yang baik menjadi ibu untuk anak-anaknya dan menjadi istri yang baik untuk suaminya. Mbak Tika pun sempat mondok selama 2 tahun, akan tetapi mbak Tika akhirnya pindah ke Sekolah Negeri. Orang Tua (Ayah) selalu menekankan kepada mbak Tika, bahwa Pendidikan Agama itu harus dikuatkan, supaya imanya tidak mudah goyah dan mempunyai prinsip hidup maupun akhlak yang baik untuk menjaga nama baik keluarga (kata Ayahnya mbak Tika).


"Sampai akhirnya mbak Tika Lulus Sekolah dan melanjutkan kuliah di luar negeri dengan mendapatkan bea siswa. Pertukaran kebudayaan selama 2 minggu perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia dengan beberapa mahasiswa lainnya sekitar 20 orang dan mbak Tika pun tes kembali mengikuti program aupair beasiswa kembali di Eropa Dan dari homestay dihadapkan pada 3 pilihan dalam kuliah di luar negeri tersebut. Yaitu : Newzeland, Jerman dan Paris. Akhirnya mbak Tika memilih negara Perancis, kala itu karena pilihan orangtuanya dan di negara Perancis pun mbak Tika tidak hanya kuliah, akan tetapi untuk menambah penghasilan mbak Tika rela menjadi pengasuh anak disana. dengan kegigihanya seorang Kartika Oman pun berhasil menyelesaikan kuliahnya di Perancis", tutur nya mbak Tika (Kartika Oman).

Kartika Oman dalam silaturahmi dengan rekan-rekan wartawan, sengaja mengambil momen pas hari Raya Imlek dan makan mie ayam. Karena Filosofi mie ayam itu sendiri adalah : bisa membuat panjang umur, memperpanjang kebaikan dan murah rizki.

Selesai bersilaturahmi dengan rekan-rekan wartawan, mbak Tika pun lanjut berbagi makanan dengan kaum duafa, lalu yayasan Bilpin (Bilik Pintar Indonesia) yang didirikan oleh mbak Kartika beserta rekan-rekannya yang peduli akan kemanusiaan di tempat penampungan yang didirikan mbak Kartika dan teman-temannya kurang lebih ada 60 anak-anak dan 100 orang dewasa yang latar belakang semua pemulung di daerah ibu kota Jakarta tempat Bilpin di daerah Menteng Pulo, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang sudah dibuatkan surat hukumnya atau legalitasnya berakta notaris yang dibantu oleh temannya mba Kartika, ibu Sari Dewi Layanan notaris dna PPAT, lalu warga masyarakat kaum duafa dan keliling pinggir jalan sambil bersedekah Jum'at.

Seiring berjalanya waktu, dan menjelajahi 23 negara dengan berbagai kesibukan yang digelutinya, selain menjadi sorang Reporter, Presenter, moderator dan Wartawan, mbak Tika pun mendapatkan segudang prestasi seperti mantan Juara model di Majalah Remaja Aneka Yes, juara penyanyi tingkat perwakilan sekolah SMA Negeri lalu penyanyi bergabung di Aneka Musik Center dan juara putri persahabatan di Tabloit Gaul semua diraih saat masa sekolah menegah ke atas tahun 2005 dan 2006. Pernah menjadi Juri penentuan Nilai dari 5 Juri finallis “Top Model Indonesia” pada saat tanggal (8/12/2018) di Mall Epicentrum Jakarta Selatan, bersama Brigjend Pol Victor dari BNN Indonesia, Dinas Pariwisata, Artis Sandi Tumiwa, Ivan Gunawan.

Tika pun lebih luar biasanya mendapatkan gelar kebangsawanan Dari Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat dengan gelar RAjT (Raden Ajeng Tumenggung... Putriwijaya) Gelar yang tidak mudah didapatkan. Hanya orang-orang tertentulah yang bisa mendapatkan Gelar Kebangsawanan dari Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, sebagai bentuk penghargaan keluarga kraton untuk mba Tika, dan sekarang mbak Tika mempunyai Nama Lengkap RADEN AJENG TUMENGGUNG KARTIKA OMAN PUTRIWIJAYA S,S.,S.H. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Sebagai Aktivis Kudu Membaca Buku Pemikiran Sang Revolusioner


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Buku Pemikiran Sang Revolusioner karya DR. Syahganda Nainggolan penting untuk dibaca bagi para aktivis. Buku setebal 370 halaman plus xxii ini bisa membuka pandangan Aktivis terhadap kondisi Indonesia saat  ini.

Buku yang diluncurkan selagi tokoh nya sedang di dalam tahanan ini dibuka dengan sambutan dari Hariman Siregar (xvi); Jenderal TNI Purn. Gatot Nurmantyo (xviii); M. Din Syamsuddin (xxi).

Buku ini dimulai dengan artikel tahun 2020,2019, 2018 - 2013 menunjukkan bagaimana kapasitas intelektual Syahganda dalam menorehkan pemikiran dengan konsisten terhadap semangat perjuangan membela rakyat kecil yang tiada henti.

Track record Syahganda sebagai aktivis dicatat dengan 1984. Ia sangat progresif dengan jiwa pemberontakannya terhadap pemasangan kebebasan berpendapat di kampus.

Hasil pemikiran Revolusioner Syahganda ini merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan sosial, di tengah keserakahan oligarki politik sosial dan ekonomi. Mayoritas dimuat di RM Online, FNN online dan lainnya.

Ikut sertanya Syahganda dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak lepas dari perhatiannya terhadap kemerosotan dalam berbagai bidang kehidupan yang dialami rakyat. Doktor dari Universitas Indonesia dengan disertasi Kesejahteraan Buruh mendirikan lembaga kajian Sabang Merauke Circle (SMC).

"Semangat perjuangan kebangsaan Syahganda takkan pernah bisa padam meski ia ditahan di Bareskrim," tulis Jenderal TNI Purn. Gatot Nurmantyo dalam sambutannya.

Menurut Gatot, sikap Syahganda merupakan semangat perjuangan kebangsaan yang telah mendarah-daging pada setiap diri rakyat Indonesia. Landasan teori - teori filsuf dunia secara komprehensif dibahas oleh Syahganda.

Syahganda demikian usil membandingkan pandangan seorang bupati dengan Bung Karno. Di halaman 283 (Dedi Mulyadi, Bung Karno dan Pemimpin Inlander) Syahganda membahas _"seeing is believing"_, dimana seseorang cenderung mempercayai apa yang dilihatnya tanpa mendalami lebih jauh apa di balik yang terlihat tersebut.

Dalam seeing is believing penglihatan fisik menjadi acuan utama tanpa melihat masalah esensi menjadi sekunder. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kagum dengan peninggalan Belanda atas infrastruktur irigasi karena kokoh bertahan hingga saat ini.

Sedangkan Bung Karno selain melihat infrastruktur pertanian, juga mengkritik apa yang dibangun Belanda adalah dengan tujuan memudahkan pengambilan rempah dan kekayaan alam lainnya.

Buku ini kaya dengan pandangan aktual saat ini. Banyak tokoh yang dibahas, mulai dari Anies Baswedan, Prabowo, Rachmawati, Eggi Sujana, hingga Habib Rizieq Shihab. Sehingga, rasanya para aktivis belum lengkap mengaku Aktivis bila tidak pernah membaca buku ini. **
Share:

Kapolresta Deli Serdang Dukung Program Positif Pemuka Agama Di Kabupaten Deli Serdang


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIK, menerima Audiensi pengurus Pemuka Agama Mitra Kamtibmas (PAMK) Polresta Deli Serdang, Rabu (2/12/2020).

Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIK, yang didampingi oleh Kasat Intelkam Kompol Amir Sinaga, SH, juga hadir Ketua PAMK Deli Serdang H. Surya Putra, Sekretaris PAMK Deli Serdang Edi Sundowo, Penasehat PAMK Deli Serdang Drs H. Mujahiduddin.

Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Polresta Deli Serdang mengawali pembukaan kata mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Deli Serdang yang telah bersedia menerima audensi dan silaturahmi tersebut.

“Kami Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Polresta Deli Serdang menyampaikan bahwa kepengurusan kami telah berakhir dan kepengurusan yang baru telah dibentuk yakni kami yg hadir saat ini yang terdiri dari perwakilan masing-masing agama yang diakui di Indonesia. Direncanakan akan dilakukan kegiatan pelantikan apabila telah mendapat rekomendasi dari Polresta Deli Serdang,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIK mengatakan Pihak kepolisian mendukung sepenuhnya apa yang menjadi program dari Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Polresta Deli Serdang sepanjang itu Positif.

“Mudah-mudahan dengan terbentuknya PAMK ini dapat membantu untuk menjalankan protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan dengan cara menunda kegiatan,” katanya. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Sosok Ksatria Ruslan Buton Yang Bikin Salut


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Selatan
Yudo Mulyadi karyawan PT Indo Tambang Raya Mega TBK (ITM) Mantan Atlit Volly Nasional sekaligus Pelatih Club Vobgard yang saat ini sering mengikuti kegiatan aktivis Gerakan Advokat dan Aktivis (GAAS). Bagi lelaki atletis ini menjadi kepuasan batin bila bisa mendampingi tahanan Ruslan Buton menikmati "cuti" 2 - 4 Nopember 2020 memperingati 40 Hari Meninggalnya almarhumah Erna, Istri dari Ruslan di Padalarang.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memberi izin untuk hadiri acara tradisi untuk memperingati kematian dari anggota keluarga. Ini dinilai oleh Yuda sebuah prestasi gemilang dari Kuasa Hukum Ir Tonin Tachta Singarimbun SH dkk. 

Seperti kita tahu, kasus Ruslan Buton dengan nomor perkara 845/Pid.Sus/2020 /PN JKT SEL pada Kamis (5/11) siang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berlanjut persidangannya dengan materi mendengarkan saksi fakta Andi Jumawi. 

"Saya ikut mengawal keberangkatan rombongan tahanan Ruslan Buton yang dijaga oleh aparat kejaksaan berjalan mulus hingga tiba di Padalarang, Bandung sekitar Senin (2/11) pukul 17.37 setelah berangkat dari Rutan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan sekitar pukul 14.34."Ungkap Yuda kepada awak media Jumat (6/11) pagi di Jakarta.

"Saya pun ikut menunggu kedatangan Ruslan Buton pada Rabu (4/11) malam sekitar pukul 20.20 malam. Ia sempat mengabadikan video ucapan terima kasih kepada Gus Nur yang memberikan perhatian sesama tahanan di depan lobi Bareskrim," tambah Yuda. 

Rasa puas memberikan perhatian kepada Ruslan Buton terasa komplet. Dirinya bersama anggota GAAS lainnya, Woelandari dan Penasehat Hukum Ruslan Buton, Suta Widhya SH yang sejak Senin hingga Rabu bersama Sekjen GAAS itu mengawal antar dan menyambut tahanan.

"Bagi saya, menunjukkan empati kepada seseorang memberi kepuasan tersendiri. Saya melihat tipikal Ruslan _bak_ pertarung tangguh dalam membela kebenaran dan prinsip kejujuran. Ruslan menantang pelaku kampanye hitam yang di medsos menulis hal negatif terhadap dirinya. Ia tantang untuk hadir dimana pernah bertugas di Sulawesi. Untuk membuktikan bahwa dirinya tidak seburuk penilaian yang tidak objektif tentang seorang Ruslan." Tutup Yuda. **
Share:

Fri Hartono Sosok Jaksa Yang Dekat Dengan Seluruh Elemen Masyarakat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Fri Hartono adalah pribadi yang baik, bahkan sangat baik. Sebagai seorang sahabat yang setia dan menyenangkan baik didalam pergaulan maupun sebagai pasangan dan partner dalam tugas dan pekerjaan yang  memiliki integritas,  memahami peran dan posisinya demi terjalinnya hubungan  harmonis didalam bekerja bersama.

Seorang yang pandai memegang teguh  kepercayaan  atas apa yang menjadi tugas, pekerjaan dan tanggung jawabnya. Baginya kesetiaan bukan hanya kewajiban bawahan terhadap atasan tetapi seorang pimpinan perlu juga loyal kepada anggota dan  bawahannya.

"Murah senyum, ramah dan santun serta suka bergaul dan mudah dikenal. Itulah sosok Fri Hartono yang merupakan Jaksa lulusan Sarjana Hukum PPPJ 1997 dan Magister Hukum PMI II 2010 di Corp Adhyasa  Kejaksaan Agung RI (Kejagung).

Fri Hartono, namanya. Dia adalah seorang jaksa  dari anak seorang eks  Polisi yang dikenal merakyat dan dekat dengan masyarakat, baik itu bersama awak media, dan Masyarakat umum.

Selain baik hati dan murah senyum Fri Hartono mendekatkan diri pada masyarakat tanpa memandang status, baik yang miskin maupun kaya. Hal ini ia lakukan karena dia ingin memberikan pelayanan sebagai jaksa pengayom  masyarakat.


"Sebagai seorang Jaksa, saya harus bergaul dengan masyarakat dari kalangan manapun, Namum karena kesibukan saya seorang Jaksa, saya tetap ada batasnya dalam bergaul," kata Fri Hartono saat diwawancarai di salah satu ruangannya. Jumat (19/6/2020).

Bahkan jaksa ini dikenal bukan hanya bersama awak media, ia bercengkrama, melainkan juga dengan Masyarakat biasa.

Ia juga sering terlihat bercengkrama dengan bawahanya. Menyampaikan kepada bawahnya tersebut untuk selalu belajar dan terus berbakti kepada kedua orang tua serta  banyak-banyak bersyukur.

Laki-Laki kelahiran palembang berusia 54 tahun, mengaku bangga bisa jadi Anggota Corp Adhyasa Kejaksaan Agung  (Jaksa), sebab menurutnya tugas dari Jaksa itu mulia sekali. Oleh karana itu dirinya sebagai Jaksa akan tetap berusaha untuk menjaga kinerjanya agar semakin bagus dan lebih baik lagi.

"Harapan saya kedepan adalah Jaksa semakin maju, selalu bisa diandalkan oleh masyarakat serta dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan tetap menjadi Jaksa untuk mengayomi dan melayani masyarakat," pungkasnya**

Wartawan DNM : Imam Sudrajat

Share:

Teguh Syuhada Lubis Tokoh Pemuda Deli Serdang Peduli Warga Terdampak Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Muhammad Teguh Syuhada Lubis SH.MH yang merupakan tokoh pemuda Kab Deli Serdang membagikan 100 paket sembako terhadap warga yang hari ini terdampak wabah covid-19 di kab Deli Serdang.  Teguh mengatakan bahwa bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dan momentum untuk kita semua bisa lebih meningkatkan rasa saling berbagi terutama disaat kondisi wabah covid-19 yang kita rasakan. 

Berbagi dengan orang lain adalah cara terbaik sebagai bentuk mensyukuri apa yg telah kita miliki, kami meyakini apa yg kita miliki sebagian ada hak orang lain di dalam nya. Apalagi di bulan ramadhan ini,  bulan yg produktifitas, selain mengejar pemuliaan terhadap allah kita juga dituntut untuk mampu memuliakan manusia yg itu saudara2 kita yg membutuhkan ujar Teguh yang merupakan Ketua Knpi Percut sei tuan dan Bendahara BKPRMI Deli Serdang.


Dosen Fakuktas Hukum UMSU & Direktur Kantor Hukum Teguh Syuhada Lubis ,SH MH & Associates ini juga menyampaikan dan berharap semoga gerakan ini mampu mengetuk dan menyentuh hati para dermawan dan hartawan yang memiliki rezeki berlebih untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, ayo mari kita berfastabiqul khairot di bulan yang penuh berkah ini.

Teguh juga berharap semua lapisan masyarakat dapat begerak, ikut membantu berbagi dan meringankan beban saudara2-saudara kita yang kurang beruntung, Namun disisi lain kita juga berharap Pemerintah mulai dari tingkat Lingkungan, desa dan kecamatan bisa memaksimalkan fungsi nya untuk hadir ditengah-tengah masyarakat, kami juga ingatkan kepada pemerintah desa sekecamatan Percut Sei tuan dan Pemerintah Kecamatan di Kab Deli Serdang Khususnya Kecamatan Percut Sei Tuan jangan ada yang main-main dengan anggaran Negara dan bantuan masyarakat terkhusus yang diperuntukkan untuk penanganan musibah bencana covid 19 ini, karena Berdasarkan pantauan kita masih ada riak-riak dalam pembagian bantuan kepada masyarakat yang di anggap tidak tepat sasaran, kami ingatkan hati-hati karena persoalan ini persoalan kemanusiaan tutup Teguh. **
Share:

Kongres Diaspora Indonesia ke-5 Usung Tema “Memperkuat Peran Diaspora Indonesia Dalam Peningkatan Kualitas SDM”


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kongres Diaspora Indonesia ke-5 “The Fifth Congress of Indonesian Diaspora” (CID-5) dibuka dengan agenda satu hari konferensi di hari Sabtu pagi, 10 Agustus 2019 di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Tokoh yang menghadiri acara ini yaitu CEO Crown Group Iwan Sunito, yang pada tahun ini dipercayakan menjadi Ketua Penyelenggara CID-5 sekaligus pembicara di sesi “Creating the Cities of the Future” bersama dengan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Kemudian Tokoh lainnya yang hadir yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada sesi “Diaspora Perspective: Steps for Indonesia To Thrive In The Era of Industrial Revolution 4.0”, gubernur provinsi Jawa Barat yang juga seorang arsitek Ridwan Kamil, mantan artis cilik dan penerima beasiswa LPDP Tasya Kamila, politisi muda Tsamara Amany, artis dan duta anti kekerasan terhadap perempuan & anak Cinta Laura, serta Direktur Konstruksi MRT yang juga merupakan Diaspora Indonesia di Singapura Silvia Halim.

Konferensi ini diharapkan akan menjadi pertemuan terbesar bagi Diaspora Indonesia untuk berkumpul di Tanah Air dengan target perkiraan sebanyak 5.000 partisipan dari dalam maupun luar negeri.

Indonesian Diaspora Network – Global (IDN-Global) menggelar Perhelatan akbar Kongres Diaspora Indonesia ke-5 “The Fifth Congress of Indonesian Diaspora” (CID-5) selama 3 (tiga) hari, yakni dari tanggal 10, 12, dan 13 Agustus 2019 di Jakarta. Dengan mengusung tema "Empowering Indonesia’s Human Capital”.

Kongres ini akan mempertemukan Diaspora Indonesia untuk berdiskusi mengenai isu dan tantangan pembangunan Sumber Daya Manusia dari berbagai sektor, baik itu dari sisi ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang dimana tujuan akhir dari konferensi ini akan berfokus pada penguatan peran Diaspora Indonesia dalam peningkatan kualitas SDM.

“Pada perhelatan kali ini kami berusaha menghadirkan semua topik utama dari isu ekonomi,
Sumber Daya Manusia, pekerja migran Indonesia hingga kebudayaan dalam sesi pararel pada tanggal 10 Agustus 2019. Kongres ini adalah salah satu bentuk dukungan kami atas visi 2045 yang digaungkan oleh Presiden Jokowi Widodo yang menyoroti Human Capital Development”, ujar Chairman Board of Trustees IDN-Global (2017-2019) Dr. Dino Patti Djalal kepada awak media di Jakarta. Sabtu siang (10/8)

Iwan Sunito, Ketua Penyelenggara CID-5  menambahkan, “Yang perlu digaris bawahi adalah acara ini terbuka untuk umum. Bukan hanya Diaspora Indonesia di luar negeri, namun masyarakat umum juga diharapkan menghadiri acara ini. Kami berharap bahwa misi yang kami bawa dapat tersampaikan kepada masyarakat Indonesia”.

Usai konferensi, kata Dino,  rangkaian acara kongres dilanjutkan dengan pertemuan internal pada tanggal 12 Agustus 2019 untuk memilih dewan eksekutif dan presiden IDN Global yang baru serta merencanakan kelompok kerja dan tugas diaspora dalam dua tahun kedepan. Sementara pada tanggal 13 Agustus 2019 akan dilaksanakan kegiatan diskusi dan dialog sektoral diaspora dengan sejumlah kementerian dan akan dilanjutkan dengan seminar untuk young diaspora.


Mark Gerald Eman, Presiden IDN Global 2017 – 2019  mengungkapkan, tema “Empowering Indonesia’s Human Capital” kami angkat karena kekayaan diaspora adalah SDM. Kami sungguh mempercayai bahwa pembangunan SDM merupakan kunci keberhasilan Pembangunan Indonesia”.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum IDN Global (2017 – 2019) Said Zaidansyah mengungkapkan bahwa tema kali ini juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi perihal pembangunan SDM dan Diaspora. “Bahwa salah satu tujuan utama dari kegiatan diaspora selama ini adalah pembangunan SDM sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada saat pidato kebangsaan di Sentul beberapa waktu yang lalu dimana beliau menyoroti perihal pembangunan SDM sebagai kunci masa depan Indonesia dan dukungan kepada Diaspora Indonesia untuk dapat memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan Indonesia," imbuh Said Zaidansyah.

Berhubungan dengan tujuan utama tersebut, lanjut Said Zaidansyah, Kongres Diaspora Indonesia pada tahun ini berkolaborasi dengan Indonesia Scholarship Network (ISN), menyelenggarakan Scholarship & Education Expo yang mendatangkan berbagai lembaga pemberi beasiswa, baik dari pemerintah Indonesia, pemerintah asing, Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan, dan juga dari perusahaan yang mendukung pendidikan di Indonesia.

"Harapannya adalah program-program beasiswa seperti Chevening (beasiswa dari negara Inggris), Erasmus+ (beasiswa dari Uni Eropa), LPDP (beasiswa dari pemerintah Indonesia), dan berbagai program beasiswa lainnya dapat lebih dikenal dan diakses oleh masyarakat Indonesia serta semakin efektif dalam menyerap sumber daya manusia yang potensial," ungkap Said Zaidansyah.

Selain itu, kata Said Zaidansyah, dalam penyelenggaraannya IDN-Global juga bekerjasama dengan aplikasi Diaspora Connect, yang nantinya dapat menjadi salah satu wadah pemersatu antar Diaspora Indonesia. Aplikasi ini juga turut mendukung kerjasama antara IDN-Global dan Kementerian Luar Negeri terkait database diaspora dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN), serta rencana penerbitan Diaspora Bonds oleh IDN-Global dengan Kementrian Keuangan.

"CID (Congress of Indonesian Diaspora) merupakan acara yang diselenggarakan oleh IDN Global setiap dua tahun sekali. Jaringan komunitas ini berhasil menghubungkan para Diaspora Indonesia, yang juga semakin terhubung dengan Tanah Air," tegas Said Zaidansyah.

"IDN-Global akan selalu menjadi pintu kolaborasi untuk mendukung kemajuan Indonesia dari berbagai sektor. IDN-Global percaya, melalui visi Connecting The Dots and Expanding The Opportunities, Diaspora akan menjadi aset potensial untuk pembangunan Indonesia, khususnya di bidang Sumber Daya Manusia ZX," tutup Said Zaidansyah. (Arianto)





Share:

Presiden Jokowi Terima Kunjungan 94 Ulama Bersama Tokoh Masyarakat Aceh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Selepas menunaikan ibadah salat Zuhur, Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat dari Provinsi Aceh di Istana Negara, Jakarta, hari Selasa, 5 Maret 2019. Kurang lebih 94 ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang datang mengunjungi Presiden dalam acara tersebut.

"Kami silaturahmi dengan Pak Presiden. Pak Presiden sudah pernah ke Aceh berapa kali, maka kami ke sini," ujar H. Nuruzzahri Yahya (Waled Munir Nu) selepas pertemuan.

Nuruzzahri Yahya, akrab disapa Waled Nu, menambahkan banyak program pemerintahan Presiden Jokowi yang amat menguntungkan umat, khususnya lingkungan pondok pesantren. Maka, kedatangan para ulama dan masyarakat Aceh ini dimanfaatkan untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas program-program itu.

"Banyak sekali program-program Pak Jokowi, yang telah dan yang akan dikerjakan, menguntungkan umat dan dunia pesantren. Pak Jokowi juga telah mengesahkan hari santri, kami di pesantren pasti terima kasih," tuturnya.

Menjelang pesta demokrasi lima tahunan, dirinya juga menyampaikan pesan kepada seluruh pihak agar selalu berbicara benar dan tidak turut menyebarkan kabar bohong yang dapat memecah belah umat. Ia juga berharap agar pemilihan presiden dan legislatif mendatang dapat dilalui dengan damai.

"Hadapi pesta demokrasi ini dengan damai dan penuh pengertian. Berlaku sopan, jangan menyebar fitnah, dan jangan sampai memecah belah bangsa," tutupnya.(Arianto)


Share:

Tokoh Pemuda Dua Pitue Sidrap Apresiasi Program Panca Siap Kapolres Sidrap


Duta Nusantara Merdeka | Sidrap
Muhammad Rizal (30) salah satu tokoh pemuda Kecamatan Dua Pitue Kabupaten Sidrap mengapresiasi program yang dicanangkan oleh Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono yakni Panca Siap.

Hal tersebut ia utarakan pada saat kegiatan kunjungan kerja (kunker) Kapolres Sidrap di Polsek Dua Pitue, Jalan Andi Cammi Kelurahan Tanrutedong Kecamatan Dua Pitue Kabupaten Sidrap, jumat (22/2/19) pagi

"Program ini sangat baik, tentunya kami apresiasi dan mendukung, ini merupakan program dalam rangka mendekatkan diri antara pihak polri bersama warga " ujar Rizal saat diwawancarai

Tokoh pemuda sekaligus pengurus DPD II KNPI Sidrap tersebut berharap program kerja Kapolres Sidrap ini terus berjalan dan senantiasa disosialisasikan serta diaplikasikan di lapangan 

"Semoga ini dipertahankan pak, selain mendekatkan dengan sang pencipta, program ini mampu merekatkan kebersamaan kita, sehingga polisi yang dicintai oleh masyarakat dapat terwujud " ucapnya

Diketahui bahwa panca siap adalah program unggulan bapak Kapolres Sidrap dalam bertugas, ada 5 isi dari panca siap yakni Siap Belajar, Beribadah, Bersedekah, Bersilaturrahim dan Bertutur kata yang baik. **
Share:

Peluncuran Website tokohinspiratif.id Inspirasi Bagi Negeri di Jakarta


DNM.com (Jakarta)
Tokohinspiratif.id didirikan oleh sekumpulan individu dan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Hari ini Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 13.00 – 16.00 wib  bertempat di Ocha & Bella - Hotel Morrissey. Jl. KH. Wahid Hasyim No.70, RT.7/RW.5, Kb. Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dihadiri oleh Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sedangkan Narasumber :

Prof. Dr. Dra. Sulistyowati Irianto, MA (Guru Besar Anti Korupsi), Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH (Sang Pengawas Pemilu), Sandra Hamid, PHD (Antropolog), Dr. Imam B. Prasodjo (Sosiolog), Ray Rangkuti (Pengamat Politik), Merah Johansyah (Penggerak Advokasi Pertambangan)*Titi Anggraini (Pejuang Demokrasi), Nur Hidayati (Pemimpin Gerakan Lingkungan Hidup Indonesia)

Tokohinspiratif.id adalah wadah terhubungnya para individu yang telah berbuat baik dan memberi inspirasi bagi bangsa dan kemanusiaan.

Melalui wadah tokohinspiratif.id diharapkan semakin banyak orang-orang yang ambil peran menjadi inspirator untuk Indonesia yang lebih baik, dan menularkan semangat tersebut agar lebih banyak lagi orang terinspirasi untuk mejadi inspirasi."

Mencakup sebelas kategori tipe inspirasi, website ini memuat banyak tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang, minat, yang memiliki semangat menyala-nyala mengajak semua orang dari berbagai kalangan, usia, latar belakang untuk berbuat baik. Karena satu perbuatan baik dari setiap penduduk Indonesia berarti negeri ini mempunyai tabungan yang sangat besar untuk kemauan bangsa. 

Melalui website ini, setiap orang berhak untuk nengusulkan dan ambil bagian dalam menjadi inspirasi bagi bangsa.

Sekilas 11 kategori inspirasi para Tokoh Inspiratif-

1. Tokoh Inspiratif Kategori Difabel.

Annisa Rahmania, Pegiat Young Voice Indonesia: "Tuli, Berprestasi, Mendunia"

Dia tak mau disebut tunarungu. Dia menganggap sebutan Tuli lebih membanggakan dan tak membuatnya rendah hati. Dengan segala keterbatasan, dara berusia 24 tahun ini mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dan dunia. Saat ini dia sedang mengerjakan proyek pembuatan buku ilustrasi tentang Undang-Undang Disabilitas yang mudah dipahami oleh disabilitas intelektual.

2. Tokoh Inspiratif Kategori Akademisi.

Prof. Dr. Sulistyowati Irianto, Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia:
"Tak Gentar Melawan Korupsi"

Menyandang gelar profesor di bidang antropologi, tak menghalanginya untuk aktif
dalam Gerakan Guru Besar Anti Korupsi. Baginya, korupsi bukan hanya sekedar pelanggaran hukum, lebih dari itu, korupsi juga merupakan pelanggaran terhadap hak asasi orang lain.

3. Tokoh Inspiratif Kategori Aktivis Organisasi Nonpolitik 

Nur Hidayati, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi): "Suara Lantang Pejuang Lingkungan"

Berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam isu-isu yang terkait dengan lingkungan hidup dan pembangunan. Sejak di bangku kuliah hingga saat ini, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk beraktifitas dalam organisasi non-pemerintah dan bersama masyarakat dalam berbagai macam isu di berbagai tingkatan. 

Mulai dari perencanaan komunitas dan pengorganisasian penanganan kasus-kasus masyarakat, hingga advokasi dan kampanye isu dan kebijakan dari level nasional, regional (ASEAN) dan global.

4. Tokoh Inspiratif Kategori Demokrasi

Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi
(Perludem): "Srikandi Pemilu dan Demokrasi"

Sosok ulet dan pekerja keras. Pemikiran-pemikiran jenihnya tentang bagaimana
arusnya demokrasi di negeri ini dijalankan telah mengisi rang-ruang kosong yang selama
ini tak tergali dan luput dari amatan publik. Bagi Titi Anggraini, demokrasi bukanlah pilihan sistem terbaik. Tetapi demokrasi dengan segala kekurangannya memungkinkan kita untuk mendebatkan dan mendiskusikan kelemahan demokrasi agar menjadi lebih baik.

5. Tokoh Inspiratif Kategori Kesehatan 

Dokter Gamal Albinsaid: "Mendunia dengan Visi Kemanusian"

Berderet prestasi tak membuat dokter Gamal Albinsaid terjebak dengan kebanggaan atas
semua hasil yang diraihnya. Dia tetap fokus dengan rencana yang harus diselesaikan.
Asuransi sampah yang dia rintis telah dikembangkan di sejumlah daerah dengan metode dan pendekatan kearifan lokal.

6. Tokoh Inspiratif Kategori Guru

Retno Listyarti, M.Si, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia: "Tak Gentar Membela yang Benar"

Sosok wanita tangguh ini pemah menjadi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran selama belasan tahun. Dia mengadvokasi para guru, baik di Jabodetabek maupun wilayah lain di Indonesia. Selain membantu guru, Retno juga aktif mengadvokasi siswi korban kekerasan seksual. Hal inilah yang mengantarkan dia terpilih sebagai 
komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk periode lima tahun sejak 2017.



7. Tokoh Inspiratif Kategori Komunitas

Syaifuddin Zuhri, Pendiri Komunitas Merah Putih, Batu, Malang: "Suluh di Lereng Panderman"

Menurut Gus Udin, kedekatannya dengan alam adalah bagian dari pendekatannya
kepada Sang Pencipta Dia prihatin karena luas hutan semakin menyempit akibat
penggundulan dan pebalakan liar. Baginva, hutan Harus kembali ijo royo-royo agar negeri
ini bisa selamat dan tegak sebagai negara.

8. Tokoh Inspiratif Kategori Masyarakat Adat

Afrida Erna Ngato, Kepala Sugu Pagu, Halmahera Utara: "Srikandi dari Suku Pagu"

Afrida Erna gato adalah perempuan petama di Nusantara yang dipilh menjadi kepala suku. Kepala Suku Pagu yang mendiami bagian utara Hamahera ini tak kenal lelah 
memperjuangkan wilayah adat dan kebudayaan leluhurnya yang terancam punah akibat konflik lahan dan gejala sosial lainnya. Dia adalah inspirasi bagi negeri ini untuk senantiasa berjuang demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

9. Tokoh Inspiratif kategori seniman: Glenn Fredly: "Cinta, Kejujuran, dan Totalitas"

Dikenal sebagai musikus genius yang mampu memadukan kreativitas dan idealisme,
kejujuran dan totalitasnya dalam bermusik tak diragu lagi. Di sisi lain, kepeduliannya
terhadap kelestarian lingkungan yang terwujud dalam berbagai macam aktifitas juga patut mendapat apresiasi.

10. Tokoh Inspiratif Kategori Aparatur Pemerintah: 

Dr. Ratna Dewi Petalolo, SH, MH
(Anggota Bawaslu RI Divisi Penindakan)
"Bergerak Membangun Peradaban Demokrasi"

Semangat mengawasi pemilu menjadi poin penting bagi Ratna Dewi Petalolo tertarik dengan lembaga pengawas pemilu. Baginya, peran Bawaslu sangat penting dalam menentukan kualitas pemilu dan demokrasi di Indonesia. Karena, pemilu bukan sekedar datang ke Tempat Pemungutan Suara dan menggunakan hak pilih, tetapi pemilu adalah proses membangun peradaban.

11. Tokoh Inspiratif kategori Nelayan

Muhammad Riza Adha Damanik, ST, Msi., PhD. Diplomat' Nelayan Nusantara Muda, enerjik, dan cerdas. 

Pemuda ulet ini tak kenal lelah bejuang membangkikan sektor kelautan indonesia dengan melakukan advokasi masyarakat nelayan untuk bangkit dari keterpurukan dari level lokal, nasional dan dunia. Baginya, lautan adalah masa depan bangsa yang harus dikelola secara baik oleh negara, nelayan, dan seluruh rakyat Indonesia secara bersama-sama.

12. Tokoh inspiratif kategori aktifis Organisasi Nonpolitik

Merah Johansyah Ismail, Koordinatir Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) "Gelora Perjuangan Aktivis Jatam"

Suaranya selalu lantang saat berbicara soal karut-marut pertambangan. Merah Johansyah tegas menyatakan bahwa generasi milenial harus menjadi bagian dari solusi atas ketidakadilan di sektor pertambangan dan lingkungan yang terus terjadi. Karena, kaum muda adalah yang paling bisa mengurus Negara. **(Red-55)

Reporter : Arianto
Share:

Ngobrol bersama Tokoh dengan tema “Apa Kata Mereka Tentang Konstitusi Indonesia”


DNM.com (Jakarta)
Dalam rangka memperingati HUT 73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, hari Sabtu pagi 4 AGUSTUS 2018 pukul 09.00-12.00 wib dalam Acara ngobrol bersama Tokoh dengan tema “Apa Kata Mereka Tentang Konstitusi Indonesia” digagas Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI), DPN IARMI

DPP IARMI DKI Datep, dan Radio Polemik TRI Jaya MNC. di hadiri oleh Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE, MM / Ketua MPR RI yang sekaligus menjadi Ketum DPN IARMI, Datep sebagai Ketua DPP IARMI, “Dan sejumlah tokoh sumber lainnya di antaranya: Dr. Ahmad Farhan Hamid, MS, Prof. Dr. Didik. J. Rachbini, Drs. HM. Hatta Taliwang, Jendral TNI ( Purn) Djoko Santoso Mantan Panglima TNI, Jendral TNI (Purn) Agustadi SP, Mantan KASAD TNI, Laksamana TNI (Purn)  Tedjo Edhi P Mantan KSAL, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufat Mantan KSAU, Irjen Pol ( Purn) Taufiequrachman Ruky, dan Salamuddin Daeng sebagai nara sumber di acara diskusi Kebangsaan ini.

Ketua DPN IARMI RI Zulkifli Hasan dalam arahannya mengatakan, yang terjadi inkonsistensi dalam pelaksanaan Pancasila Undang-Undang Dasar (UUD) 45. Cita cita Merdeka untuk mencapai rakyat adil makmur dan sejahtera, terjadi kesenjangan dimana 1 persen penduduk Indonesia bisa menguasai sumber perekonomian Indonesia dan ini harus diperbaiki. Pemilihan Presiden (Pilpres) kalau merasa bagus lanjutkan dan kalau tidak bagus diganti tetapi yang tidak boleh berantem, ungkap Zulkifli.

Ia melanjutkan, hadir sejumlah Tokoh berkumpul dari pelbagai instansi membahas tentang “Konstitusi Indonesia”, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-73, yang juga Hari Konstitusi Nasional, imbuhnya. **(Red-29)

Reporter : Arianto
Share:

Masuki Masa Purna Bakti, Wakapolsek Metro Gambir Jadi Panutan



DNM.com (Jakarta)
Tepat di pagi hari yang cerah ini seperti biasa Personil Anggota Polsek Metro Gambir sebelum melakukan aktifitas melayani masyarakat melaksanakan Apel pagi di depan halaman Mako Polsek Metro Gambir, masing-masing Unit berbaris rapih sebelum pukul 08.00 Wib, Apel pagi pun dimulai dipimpin oleh Kapolsek Metro Gambir AKBP Anggun Cahyono.S.IK., kemudian dilanjutkan oleh Wakapolsek Metro Gambir AKBP Slamet Subagyo.

Namun ada momen yang berbeda di Apel kali ini, Wakapolsek Metro Gambir AKBP Slamet Subagyo telah memasuki massa Purna Bakti. Beliau telah lama bergabung menjadi keluarga besar Polsek Metro Gambir sejak tahun 2015, awal mula ditempatkan menjadi Kanit Binmas dengan misi dan visi membangun fungsi Binmas menjadi yang terdepan.


Pada bulan Oktober 2016, Kompol Slamet Subagyo dipercaya pimpinan untuk menjabat sebagai Wakapolsek Metro Gambir, selama kepemimpinan beliau, Anggota merasa dekat dan sudah seperti Saudara karena sifat beliau yang selalu merangkul Anggota Polsek Metro Gambir.

Pada bulan Mei 2018, Kompol Slamet Subagyo Mendapat kenaikan pangkat penghargaan menjadi AKBP. Pada Apel hari ini beliau berpesan kepada seluruh Anggota Polsek Metro Gambir agar terus semangat dalam mengabdikan diri menjadi insan Polri, jangan mudah menyerah dan selalu kompak Anggota Polsek Metro Gambir.



Selesai melaksanakan Apel pagi seluruh Personil memberi salaman dan ucapan selamat kepada AKBP Slamet Subagyo karena telah memasuki masa Purna Bakti dan dilanjutkan foto bersama. **(Is/Red-98)
Share:

Di Usia 67 Alex Mulai Fokus Beribadah


DNM.com (Jakarta)
Tidak terasa sahabat senior saya, Alex Asmasoebrata Mencapai usia 67 tahun pada 23 Juni 2018. Yang bersangkutan mensyukuri mendapat bonus 4 tahun dari umur Rasulullah Muhammad saw.

Sejak pukul 11 pagi tamu undangan berdatangan kerumah Alex yang kini menjadi kantor Pordasi di Jalan Cikajang 60, Jakarta Selatan. Sekitar seratusan undangan hadir, seperti Roy Martin, Mandala, Atik Maruto dan suami, pengurus Advokat Bangsa Indonesia (ABI), anggota perempuan Indonesia Raya (PIRA) dan sahabat lainnya dari berbagai kalangan. 

Sebagai pembukaan sambutan Alex mengucapkan rasa syukur pada Allah yang telah memberi umur panjang pada dirinya. 

"Belakangan ini saya mulai 'agak waras' setelah mendapat dorongan dari istri saya tercinta untuk fokus beribadah. Maka itu saya kejar ketertinggalan saya dengan memperbaiki diri." kata Alex. 

Ia pun mengisahkan tentang gerakan sholat subuh berjamaah yang ia adakan setiap hari di Mesjid RNI di wilayah Rukun Warga yang ia pimpin di bilangan Mega Kuningan.

"Syukur alhamdulillah, jamaah yang awalnya sempat hanya saya berdua saja dengan imam mesjid, kini sudah puluhan bahkan ratusan  orang." Kata Alex lebih lanjut. 

Ia pun mengabarkan, secara periodik dalam sholat subuh memberikan door prize, mulai dari dari materi berupa alat rumah tangga, handphone, sampai door prize berupa pergi umroh haji ke Tanah Suci.

" Sudah ada 10 orang yang mendapatkan umroh haji," aku Alex pada para tamu undangan.

Ia pun mengisahkan bagaimana ada seorang sahabatnya yang sangat dekat dengan dirinya, menghibahkan sebagian besar hartanya untuk ummat sebelum wafat setelah mewariskan sebagian hak pada ahli warisnya (tentunya).

Giliran waktu penanggap atas sambutan tuan rumah Alex, tampil Mayjen (Purn) Saurip Kadi. Jenderal vokal yang pernah mengkritisi SBY terhadap data Pemilih dan pernah gagal masuk jadi anggota KPK ini tampil membuat para tamu terharu.

"Saya berdoa pada Tuhan agar mau memberikan jatah umur pada Saudaraku Alex. Karena orang ini lebih banyak manfaatnya bagi orang banyak. Alex yang setahu saya, kakinya pun jarang injak tanah kotor, karena kekayaan orang tuanya memungkinkan untuk itu,  tapi ternyata ia lebih peduli pada rakyat kecil.

Ia membela kami dari urusan tempat tinggal yang susah kami lawan karena berhadapan dengan pemilik modal yang kuat." Terlihat Saurip menahan haru karena ingin menahan tangis. Seseorang terlihat memberikan tisu kepada Saurip.

Kesadaran memang bisa datang belakangan pada diri seseorang. Alex yang dulu dikenal sebagai pembalap juga aktif di dunia politik menjadi pengurus Partai Demokrasi Indonesia. Kemudian ia keluar dan membangun Pemuda Demokrat sebagai pendukung SBY sejak 2004 sampai saat ini. **(Red-60)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Anti Korupsi Arisan Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Pameran Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini