Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kekerasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kekerasan. Tampilkan semua postingan

Polisi Tangkap Warga Taman Sari Yang Terlibat Pencurian Dengan Kekerasan



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Unit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat menangkap inisial DE (37) warga Kel. Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, lantaran terlibat aksi pencurian dengan kekerasan di Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Jakarta Barat, Selasa (02/04/2019).

Kapolsek Tambora Jakarta Barat Kompol Iver Son Manossoh,SH, didampingi Kanit Reskrim AKP Supriyatin,SH.,MH,  mengatakan, pencurian yang dilakukan oleh tersangka bermula saat tersangka bertemu dengan AN di daerah Tanah Sereal, Jakarta Barat.

Kemudian mengajak AN untuk mencari sasaran. Setelah sampai tempat kejadian tersangka melihat pintu gerbang ditempat kejadian tidak terkunci lalu meminta AN menunggu diluar untuk melihat situasi.

"Saat itu tersangka DE naik ke lantai 2 dan melihat orang-orang sedang pada tidur. Setelah itu tersangka mencari barang berharga dan melihat 1 unit HP sedang dicas. Tanpa berfikir panjang tersangka langsung mengambil mengambil HP tersebut dengan menggunakan tangan kanan lalu memasukkannya kedalam kantong celana belakang sebalah kanan," tutur Kapolsek,  Selasa (2/4/2019).

Masih kata Kapolsek, setelah berhasil menguasai HP tersebut tersangka langsung bergegas turun kebawah untuk melarikan diri. Namun sampai di bawah ternyata ada orang yang mengetahui aksi dari tersangka tersebut dan meneriakinya maling. Karena terdesak tersangka kemudian mengembalikan HP tersebut.

"Tersangka kemudian diamankan oleh anggota Polsek Tambora yang sedang berpatroli dengan di bantu warga sekitar," katanya Kapolsek.

Selanjutnya, atas kejadian tersebut  tersangka berikut barang bukti diamankan dan diserahkan ke Polsek Tambora, Jakarta Barat. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

PKS Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Di tahun politik yang kian memanas, publik kembali tersentak dengan aksi penolakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) oleh sejumlah ormas. Selanjutnya diberitakan juga bahwa Parpol berbasis Islam, PKS menolak RUU P-KS. Di sisi lain,
sebilangan kelompok pendukung kuat RUU P-KS menggelar konferensi pers Melawan Hoax RUU P-KS".

Fraksi PKS DPR RI menggelar Diskusi Publik dengan tema : "Kontroversi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual" hari Rabu, 13 Februari 2019 pukul 12.30 - 16.00 wib bertempat di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS, Lt. 3 Gedung Nusantara 1 DPR RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat. dengan KEYNOTE SPEECH Dr. H. Jazuli Juwaini, M.A selaku Ketua Fraksi PKS DPR RI. serta PEMBICARA dan MODERATOR

-  Drs. H.M Iqbal Ramzi selaku Anggota Komisi VIII FPKS DPR RI dengan Sub-tema:  ”Proses Perjalanan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.”
-  Dr. Dinar Dewi Kania selaku Peneliti INSISTS dengan Sub-tema: “Menimbang Kekerasan Seksual Di Indonesia”
-  Prof. Topo Santoso, SH., MH., Ph.D selaku Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan Sub-tema: “ Perspektif Hukum Pidana Terhadap Terminologi Kejahatan, Penyimpangan Dan Kekerasan Seksual.”
-  Khariroh Ali selaku Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan periode 2014-2019 dengan Sub-tema: “Potret Kejahatan, Kekerasan Dan Penyimpangan Seksual Di Masyarakat.”

Umumnya masyarakat dengan pandangan sekilas akan mengatakan," "RUU ini bagus, melindungi perempuan dari tindak kekerasan seksual, kenapa ditolak?" Ada lagi yang bergumam, "Hanya orang yang keras hati dan tidak berperasaan saja yang tega menolak RUU P-KS ini". Memang tidak mudah untuk menjelaskan muatan ideologi Feminis Radikal (baik yang Libertarian atau Kultural), serta dampak negatif atau positif. RUU ini bila sampai disyahkan. Namun juga tidak telalu sulit untuk mengidentifikasi bahwa ruh RUU ini tidak berkeindonesiaan.

Salah satunya adalah definisi kekerasan seksual yang panjang berbaris-baris dalam satu kalimat, dan terkesan terjemahan dari bahasa asing, sehingga kurang akrab dalam nalar pikir orang Indonesia.

"Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang, dan/atau Fungsi reproduksi secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang, yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau relasi gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan secara fisik, psikis, seksual, kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan/atau politik".

Masyarakat Indonesia sangat memerlukan perlindungan hukum terkait dengan tindak kejahatan seksual. Namun demikian, keberadaan RUU P-KS yang diusulkan ini terkesan hanya melindungi sekelompok perempuan dan mengabaikan kaum perempuan lainnya. Dan ini juga merupakan bentuk kekerasan yang ingin dilembagakan melalui konstitusi yang bersifat binding dan compulsory, Sebab jika ingin melakukan aborsi, misalnya, sesuai dengan ide kebebasan yang diyakini, kenapa meski mempidanakan pihak-pihak yang melarang aborsi berbasis hukum agama.

Sekiranya RUU ini dipandang mendesak dan diperlukan untuk wanita dan menjamin ketahanan keluarga Indonesia, kenapa istilah yang di kekerasan, bukan kejahatan seksual? istilah kekerasan seksual adalah istilah manipulatif, penuh intrik/ jebakan, Karena istilah ini digunakan lebih untuk maksud pemaksaan dari pada maksud-maksud yang lebih positif dan akurat dalam pandangan masyarakat. Jadi RUU ini kesannya tidak mempidanakan segala kegiatan seksual yang tidak ma'ruf dan tidak legal selama dilakukan tanpa unsur paksaan, Sebab yang dipidanakan hanyalah aborsi paksa, homo paksa, lesbi paksa, dan lain-lainnya yang terkait dengan konsep kontrol seksuał dalam ideologi feminism dan tertulis jelas dalam Naskah Akademik RUU ini. Maka dalam batasan tertentu tidak berlebihan jika RUU ini adalah parasit bagi ketahanan keluarga Indonesia.

                                                                Reporter : Arianto




Share:

Polisi Tangkap Enam Orang Pengancaman Dengan Kekerasan Anggota Dishub Jakarta Barat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Unit Reskrim Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap enam orang yang diduga melakukan pengancaman dengan kekerasan terhadap Anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Barat yang sedang melaksanakan tugas, dan melawan petugas menggunakan ancaman kekerasan saat melakukan pengaturan lalu lintas di perempatan Lampu merah Joglo Kembangan, Jakarta Barat.

Keenam Pelaku Pengancam anggota Dishub tersebut Berhasil Dibekuk berkat kesigapan Polisi setelah Mendapatkan Aduan dari Korban dan adanya laporan dari media Sosial melalui Akun resmi Instagram Siehumas Polsek kembangan.


Kapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Handono mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang didapat, kejadian terjadi pada hari Minggu 03 Februari 2019, sekira jam 17.20 Wib, saat korban Andri Nugroho Priyono (28) yang merupakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Barat sedang bertugas mengatur lalu lintas di perempatan Lampu merah Joglo Kembangan, Jakarta Barat, karena macet dan kegiatan rutin.

Ketika sedang mengatur lalu lintas  dari lampu merah Joglo ke  arah Komplek DKI, tiba-tiba salah satu pengendara yang menggunakan sepeda motor dari arah jengkol Joglo langsung memberhentikan mobil yang harusnya jalan (lampu hijau) dengan teriakan tidak jelas.


"Korban yang mendengar suara teriakan tersebut,  langsung menghampiri sambil mengatakan  “woi bang… ayo jalan…”.  Pelaku yang tidak terima dengan perkataan korban langsung menghampiri sambil berkata  “kenapa lo.. songong lo.. gw anak joglo..jangan macam-macam gw matiin loh...”  sambil jari telunjuk sebelah kanan menunjuk muka korban," Ungkap Kompol Joko Handono,  Jumat (08/02/19).

Kompol Joko menambahkan, beruntung insiden tersebut tidak berbuntut panjang, korban maupun pelaku di lerai. "Setelah mendapat perlakuan tersebut, korban langsung membuat laporan ke Polsek Kembangan guna proses lebih lanjut," Tambah Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono.


Sementara, Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra SIK, MSi,  menjelaskan, berangkat dari laporan yang diterima, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mencari petunjuk dari Nomor Polisi sepeda motor yang digunakan salah satu teman pelaku hingga berhasil mengamankan pelaku inisial YP (23) dirumah nya di Jalan Masjid Babul Minan RT 007/08 Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Setelah mengamankan pelaku YP,  anggota berhasil ikut mengamankan kelima teman yang ada pada saat kejadian yaitu inisial AP (38), BK (31), DR (38), A (28), dan FN (29).


"Dari hasil interogasi, mereka yang diamankan dalam pengaruh minuman keras, karena sebelum nya mereka minum minuman keras jenis anggur intisari di lokasi Orkes Dangdut Family Joglo (Belakang TVRI)," Jelas Iptu Dimitri Mahendra.

Lebih Jauh ia mengatakan, terlepas dari pada pelaku yang diamankan hanya YP yang bisa ditetapkan sebagai tersangka, karena kelima temannya tidak ikut mengancam korban melainkan berusaha melerai. Dari hasil tes urine terhadap enam orang tersebut, didapati positif narkoba, mereka positif menggunakan ganja.

"Satu orang kita tetapkan sebagai tersangka (YP), sedangkan lima orang kita ajukan ke Panti Rehabilitasi," Katanya. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Ketua AAB " Rezim Stoplah Bertradisi Menghina Ulama


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Tidaklah pantas menguji seorang ulama, " Apakah sang ulama setia kepada ketuhanan yang maha esa dengan hanya menandatangi selembar surat pengakuan, " tungkas Ketua AAB/Aliansi Anak Bangsa dan juga Korlabi, Ustad DH Lubis.

Sementara kalian melarang TNI merazia Buku berfaham komunis yang Atheis. " Rezim Stoplah Bertradisi menghina ulama " tutur DH Lubis yang juga pengacara Habib Riziq Shihab tersebut melalui media, Selasa (22/1).

Diwawancarai melalui sambungan telpon, Ustad DH Lubis mengatakan, " Selaku yang juga ketua Korlabi dan Ketua AAB/ Aliansi Anak Bangsa, seorang ulama pastilah bertauhid atau mengakui ke Esaan Tuhan " tuturnya.

Penguasa pemerintahan pusat republik ini, segala perbuatan dan ucapan haruslah tetap mengacu pada dasar konstitusi dan searah, tidak saling Overlapping antara perkataan dengan perkataan lainnya pada semua aspek. Bukan acak - acakan " tutupnya.

Diketahui, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bukan seorang anggota kelompok separatis. Ba'asyir tidak pernah menolak keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terpidana kasus terorisme itu hanya ingin syariat Islam diberlakukan di Indonesia, sehingga umat Islam di Indonesia dapat menjalankan syariat secara sempurna. (*)
Share:

Suami Bacok Istri Sirih Karena Gadai Sepeda Motor


Duta Nusantara Merdeka | Karawaci - Tangerang
Khilaf dan rasa penyesalan tiada berguna, usai membacok istri sendiri Unit Reskrim Polsek Karawaci langsung menangkap Tugiran als iyan (45) yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan yang di rencanakan sebagaimana yang di maksud dalam pasal 353 KUHP sub 351 yang terjadi di Halaman samping Masjid Jami Al Anshor Jln. Bima No 63 Kav Agraria Rt.02/Rw.08, Kel. Nusa Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang.

Dalam konferensi Pres, Kasubag Humas Polrestro Tangerang Kota Kompol Abdul Rochim didampingi Kapolsek Karawaci Polres Metro Tangerang Kota Kompol Doddy Ginanjar.SH,  serta Kanit Reskrim Iptu James Herizanto.SH,  mengatakan, bahwa benar ketika korban Diana Ipa.(57) sedang berdagang di sekitar lingkungan Masjid Al Anshor, lalu datang pelaku Tugiran Als Iyan (45) menanyakan masalah sepeda motor milik pelaku yang di gadai oleh korban hingga terjadi cekcok mulut yang kemudian pelaku emosi, lalu dengan menggunakan sebilah golok pelaku membacok bagian kepala dan tangan korban berulang kali hingga korban jatuh.


Tak hanya itu, Kapolsek Karawaci Polres Metro Tangerang Kota Kompol Dody Ginanjar.SH,  bahwa benar akibat dari perbuatan pelaku korban mengalami luka-luka sobek berdarah di bagian kepala, siku, telinga, tangan kanan dan kiri korban, Di beritakan bahwa pembacokan terhadap korban yang tak lain adalah istri sirih tersangka sendiri.

Lanjut Kompol Dody,  ”bahwa pelaku sempat membawa korban ke rumah sakit seusai melakukan perbuatan nya, dan meninggalkan korban dalam keadaan kritis. Berkat Informasi dari masyarakat,  pelaku berhasil diamankan di Polsek Karawaci atas kesigapan Anggota Unit Reskrim Polsek Karawaci.


Sebelum kejadian ini, Korban dengan Pelaku sudah sering cekcok, puncaknya, pelaku yang memang sudah menyiapkan golok dan di selipkan di punggungnya dan langsung membacok secara membabi buta terhadap korban”. ucap Kapolsek Karawaci Polres Metro Tangerang Kota Kompol Dody Ginanjar.SH.

Adapun barang bukti yang diamankan :  1 (Satu) buah senjata tajam jenis golok bertanggung kayu warna coklat, 1 (Satu) buah celana jaens warna biru merk Goviboss yang terdapat bercak darah, 1 (Satu) buah Kaos Oblong warna putih di bagian depan bertuliskan NYPD merk Solfado yang terdapat bercak darah,  1 (Satu) buah jaket sport warna merah motif hitam merk Joma yang terdapat bercak darah hingga kini masih dalam proses pemeriksaan dan di amankan di Polsek Karawaci.

Selanjutnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, tersangka dijerat dengan Pasal 353  KUHP Sub 351 KUHP dengaan ancaman pidana 7 Tahun Penjara.  **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Polsek Cengkareng Amankan 26 Anak Yang Akan Tawuran Antar Kelompok


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Kanit Reskrim AKP Antonius mengamankan  26 anak yang akan melakukan perkelahian antar kelompok, Minggu (12/01/2019) dini hari.

Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol H Khoiri.SH,.MH,  menjelaskan, sebelum nya Anggotanya yang dipimpin langsung Kanit Reskrim AKP Antonius menggelar apel Cipta Kondisi pada jam 01.00 Wib, di lanjutkan patroli sekala sedang di titik - titik rawan baik curat, curas dan ke rawan gesekan antar kelompok.

Pada pukul 02.00 Wib, patroli diarahkan ke wilayah Kapuk bongkaran dan didapati sekelompok anak yang akan melakukan perkelahian dan berhasil mengamankan 4 orang anak. Kemudian  pada jam 03.00 Wib, patroli sekala sedang berhasil mengamankan 11 anak yang akan melakukan perkelahian di depan Puri Agung Cengkareng Timur.

"Petugas juga mengamankan 11 anak yang akan melakukan perkelahian di jembatan kampung duri, Duri Kosambi, Cengkareng pada pukul 04.30 Wib," Jelas Kompol H Khoiri.


Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius mengatakan, dari operasi Cipta Kondisi yang berhasil mengamankan 26 anak yang diduga akan melakukan perkelahian antar kelompok, beruntung tidak ada korban. Adapun barang bukti yang diamankan, katanya, sebuah senjata tajam berbentuk gergaji.

"26 anak yang kita amankan akan kita data dan dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi kembali, mengingat mereka masih di bawah umur," Katanya AKP Antonius. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Bastian Mengutuk Aksi Pengeroyokan Ibu Ratna Sarumpaet

Bastian P Simanjuntak - Politisi Gerindra 
Aksi premanisme terhadap Ibu Ratna Sarumpaet dengan cara mengeroyok merupakan aksi pengecut. Kita kutuk aksi pengeroyokan tersebut dan mendesak pihak kepolisian untuk cepat bertindak. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut sebagaimana kasus Novel Baswedan.

Aksi main Hakim sendiri dengan cara-cara premanisme semakin menguatkan dugaan bahwa rezim ini telah gagal mengayomi warga negaranya. Bayangkan saja bila penyidik KPK, dan kini aksi pengeroyokan menimpa aktivis nasional Ibu Ratna Sarumpaet terjadi dinegara hukum. Kemana pemimpin negeri ini, patut diduga aksi pengeroyokan tersebut sudah di skenario.

Pihak kepolisian harus cepat bertindak, harus adil menangani kasus pengeroyokan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet. Jangan karena beliau selama ini kritis dan dianggap oposisi, pihak kepolisian lamban menanganinya.

Foto Ratna Sarumpaet Yang Beredar di Media Sosial

Sebelumnya kita ketahui, Ibu Ratna Sarumpaet sangat sering dihalangi mengadakan diskusi tentang Pancasila bersama GSI (Gerakan Selamatkan Indonesia). Harusnya pihak kepolisian sudah bisa mencegah aksi pengeroyokan tersebut kalau memang pihak kepolisian tidak termasuk yang menghalangi kegiatan tersebut.

Kita kutuk aksi pengeroyokan itu dan pihak kepolisian pasti mudah mengungkapnya kecuali pihak kepolisian enggan mengungkapnya. Insiden ini semakin memperburuk wajah demokrasi dan penegakkan hukum di Indonesia. Sepertinya ada pembiaran persekusi dan aksi premanisme terhadap tokoh-tokoh kritis dan oposisi. **(Rel/Red-10)
Share:

Aniaya Istri Seorang Pria Diamankan Polsek Kebon Jeruk


DNM.com (Jakarta Barat)
Gegara menganiaya istri, IS (29) di tangkap Polisi, dia di amankan Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat atas tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kejadian tersebut terjadi di Jalan Musyawarah RT.013/16  Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Marbun mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang di lakukan pihak Kepolisian terhadap tersangka, kejadian bermula ketika pelaku berbicara dengan korban rencana membangun rumah di kampung halaman pelaku dan meminta korban tinggal di sana.

Dengan alasan belum ada dana untuk membangun rumah, korban pun tak menyetujuinya. Penolakan korban ternyata membuat pelaku marah, lalu menampar wajah korban dan meludahi wajah korban.

Tak sampai di situ,  pelaku kemudian  menarik tangan kanan korban ke arah kamar mandi lalu mengguyur badan korban lalu menarik korban keluar dari kamar mandi kemudian pelaku meninggalkan korban.

"Istrinya (NF) membuat laporan kepada kita kalau ia sudah dianiaya sama suaminya (IS). Makanya kami tangkap pelaku ini," Tutur Kompol Marbun. (15/09)

Sejauh ini, lanjut Kompol Marbun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, kuat dugaan IS sering tempramen di rumahnya

"Masih kita lakukan pemeriksaan, dan akan kita jerat Pasal 6 Jo pasal 5 UURI No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," Katanya.  **(Red-93)

Reporter : Imam Sudrajat
Share:

Tangkap!! Oknum Yang Melempari Jamaah Pengajian Muhammadiyah


DNM.com (Medan)
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan meminta kepada Kapolres Pelabuhan Belawan, untuk menindak tegas aksi pelemparan jamaah pengajian Muhammadiyah Ranting Keluran Terjun demikian di ungkap Ketua Pejabat sementara dan Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Ebit Prayugo Radityo dan Datuk Imam Marzuki, S.Sos.I, MA didampingi Wakil-wakil Ketua dan sekretaris Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, Rafid Febri Ismadi S.Pd, Partaonan Harahap, ST.MT, Untung Suropati, S.Pd dan Hidayat Muslim, M.Kom (11/7) pada awak media ini.

Di dalam pengajian agama terdapat manfaat yang positif untuk umat, Hal seperti ini pada masyarakat muslim pada umumnya dapat memanfatkan pengajian untuk mengubah diri atau memperbaiki diri dari perbuatan yang keji dan mungkar, ini malah sebaliknya ada oknum masyarakat yang melempari Jemaah melaksanakan pengajian uangkap Datuk Imam. 

Tindakan yang dilakukan oknum masyarakat di Kelurahan Terjun sudah melewati batas-batas aktifitas orang beragama. Ini jelas melanggar pasal 175 KUHP melarang melaksanakan pertemuan agama yang sebenarnya dilindungi negara. 

Karena setiap insan melaksanakan  itu dilindungi oleh Undang-undang dan  Watak Pancasila “ Ini harus di tindak tegas karena sudah menggangu  aktivitas jamaah dalam memperdalam keilmuan agama” seraya berkoordinasi dengan teman-teman Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Medan Marelan dan Belawan.

Rafid Febri menambahi Kapolres Pelabuhan Belawan harus tuntaskan persoalaan mesjid Muhammadiyah Ranting Kel. Terjun karena sudah menggangu kenyaman dan ketentraman Jamaah dalam melaksanakan ibadah.

“ Kami meminta Kepada penegak hukum di wilayah Kapolres Pelabuhan Belawan, dan kapolsek Medan Labuhan untuk tangkap Oknum pelemparan tersebut, Kami sudah berkoordinasi dengan Komandan Kokam Pemuda Muhammdiyah untuk terjun kelokasi tersebut” Tegas Rafid. **(Red-41)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini