Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Forum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forum. Tampilkan semua postingan

Fraksi PKS Gelar Forum Parlemen Muslim Internasional ke-4


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Penyelenggaraan pertemuan International Islamic Forum of Parliamentarins (lIFP) ke-4 yang dihelat sejak 13 Februari berakhir pada Sabtu (15/2). Fraksi PKS DPR RI selaku tuan rumah mengucapkan selamat dan berharap hasil-hasil yang dicapai dapat memperkuat peran IIFP dalam memperkuat kerjasama antaparlemen dan dunia internasional.

Ketua IIFP Dr. Abdul Majid Menasrah (Aljazair) menyampaikan, Terima kasih kepada Fraksi PKS atas kepanitiaan acara yang dinilai berhasil optimal dan kepada Indonesia atas keramahannya dalam menyambut delegasi lIFP dari negara-negara peserta. Semua fasilitasi dan keramahan itu membuat lIFP merasa berada di rumah sendiri.

Jazuli Juwaini menjelaskan IIFP dicetuskan di Indonesia pada 2007 yang saat deklarasi dihadiri delegasi anggota parlemen dari 28 negara dan diresmikan langsung oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sejarah IIFP itu sangat istimewa bagi lndonesia. Semangatnya saat itu adalah anggota parlemen muslim di seluruh dunia dapat berbagi pandangan dan pengalaman serta bekerja sama erat dalam menghadirkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat dunia melalui peran-peran kolektif parlemen," ungkap Jazuli saat jumpa pers di Jakarta. (15/02)

Oleh karena itu, kata Jazuli, Fraksi PKS selaku panitia dan tuan rumah punya tanggung jawab moral untuk kembali merevitalisasi peran lIFP sebagai forum yang berkontribusi bagi kemaslahatan dunia.

"Selama tiga hari penuh anggota parlemen muslim yang hadir bertukar pikiran tentang isu-isu hak asasi manusia dan kemanusiaan universal. Disamping itu kita juga membahas isu-isu demokratisasi, reformasi, pelayanan publik, hingga lingkungan hidup," tandas Jazuli.

Menurutnya, Sejumlah Poin kesepahaman IIFP ke-4 yang dihasilkan dari pertemuan ini antara lain:

Pertama, IIFP akan terus memperluas keanggotaannya dengan aktif berkomunikasi dan berkirim surat resmi kepada anggota parlemen muslim khususnya di negara-negara yang bukan mayoritas muslim seperti Eropa dan Amerika. Hal ini dimaksudkan agar perspektif dan kontribusi IIFP semakin luas dan dirasakan dunia.

Kedua, anggota IIFP berkomitmen untuk mempromosikan dan menampilkan wajah Islam yang ramah, bersahabat, dan berkemajuan dalam interaksi dan peran-peran parlemen khususnya, sehingga benar-benar mampu mewujudkan Islam yang rahmatan lilalamin.

Ketiga, melalui peran-peran parlemen, IIFP terus mendorong upaya perdamaian dunia di wilayah-wilayah yang berkonflik serta menunjukkan keberpihakan dan kepedulian atas permasalahan kemanusiaan universal yang menimpa masyarakat dunia terutama kepada masyarakat dan bangsa yang tertindas seperti di Palestina, Rohingya, dan Uighur.

Keempat, IIFP mendorong agenda perbaikan atau reformasi pemerintahan dan pelayanan publik juga pelestarian lingkungan yang berorientasi pada pemenuhan kesejahteraan dan pencapaian kemajuan peradaban di negara masing-masing dan.dunia internasional.

"Dalam hal ini, anggota IIFP berusaha menjadi yang terdepan (menjadi teladan) dalam mewujudkannya melalui peningkatan profesionalitas dan akuntabilitas kinerja parlemen," pungkasnya. (Arianto)




Share:

IHC Gelar ‘1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum’


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia Healthcare Corporation (IHC) merupakan Holding Rumah Sakit BUMN yang dibentuk pada 22 Maret 2017. Dengan penunjukan Pertamedika sebagai operatorship nya, IHC bersinergi dengan seluruh member yang terdiri dari 65 rumah sakit BUMN yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Dalam upaya sinergi layanan kesehatan yang dimiliki oleh perusahaan BUMN dan koordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan arahan Kementerian BUMN Republik Indonesia, PT Pertamina Bina Medika IHC menggelar ‘1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum’ pada Senin, 10 Februari 2020 di Ballroom Fairmont Hotel Jakarta. Perhelatan yang baru pertama kali digelar ini dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) serta para direktur rumah sakit BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam sambutannya menegaskan, “Kami selalu mendorong BUMN untuk fokus kepada core business-nya. Dengan adanya penggabungan RS dan dipimpin oleh holding company yang memiliki fokus di bidang tersebut tentu RS milik BUMN dapat dikelola lebih profesional. Yang terpenting dari penggabungan RS BUMN adalah menjadi market leader RS di Indonesia."


Pada kesempatan yang sama, Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp. BTKV (K), MPH, Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC mengatakan, Potensi kekuatan sinergi RS BUMN mempunyai nilai lebih dalam banyak hal, terutama dalam segi supply chain dan penguatan pasar. Tak hanya itu lewat transfer teknologi kedokteran, manajemen rumah sakit, dan sumber daya manusia antar sesama member nya, IHC berupaya untuk menjadi semakin terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang optimal.

"Forum medis ini mengetengahkan materi terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan tujuan dari acara ini, antara lain tentang optimalisasi kontribusi rumah sakit milik BUMN dalam mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat demi Ketahanan Kesehatan Nasional," ujar Fathema di sela-sela acara "1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum" di Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, yang tak kalah penting adalah langkah-langkah standarisasi pelayanan kesehatan rumah sakit milik BUMN dan digitalisasi layanan rumah sakit serta pentingnya sinergi antar rumah sakit milik BUMN di berbagai kegiatan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Fathema juga memaparkan, peran rumah sakit BUMN dalam kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam menghadapi Coronavirus dengan berbagai aktivitas seperti edukasi kepada masyarakat lewat media, baik media televisi, sosial media maupun penyuluhan secara langsung.


Menurutnya, Mengusung tema ‘Percepatan Integrasi & Peningkatan Nilai Rumah Sakit BUMN’, acara berskala nasional ini menghadirkan para narasumber ahli, yaitu yaitu PWC Strategy Mrs. Rachel Armstrong, Secretary of National Economic Committee and Economy Expert Dr. Aviliani , SE, MSi, Konsultan IT RS Pelni San Emirza Harahap BSc, Bain & Company Eddy Widjaja, dan Managing Director Makki Makki Strategic Trasnformastion Consultant Sakti Makki.

Selain narasumber diatas, Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur RS Pertamina Balikpapan dr. Syamsul Bahri, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI dr. Tri Hesty Widyastoeti M., SpM, Ketua POKJA PINERE (penyakit infeksi, new emerging, & reemerging) RSPI Sulianti Saroso dr. Pompini Agustina, Sp.P (K).

"Guna mendukung upaya percepatan integrasi dan peningkatan nilai rumah sakit BUMN, lebih dari 100 dokter spesialis dari berbagai rumah sakit BUMN turut hadir mengikuti acara tersebut. Pada kesempatan ini, para peserta dan tamu undangan termasuk Wakil Menteri Negara II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengikuti sejumlah rangkaian acara yang diantaranya adalah sesi Hospital Tour ke Rumah Sakit Pelni Jakarta yang dilaksanakan dalam rangka pengenalan sistem pelayanan kesehatan moderen berbasis digital," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Forum A1 Gelar Diskusi Bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam laporan The Global Competitiveness Report 2018, skor pilar infrastruktur Indonesia berada di level 66,8 (skala 0-100) dan berada di peringkat 71 dari 140 negara yang disurvei. Di tingkat ASEAN, Indonesia berada di posisi ke-5, di bawah Thailand dan di atas Vietnam. Skor daya saing infrastruktur Indonesia tersebut terpaut 28,388 poin dari Singapura yang merupakan negara dengan peringkat daya saing tertinggi di Asia Tenggara maupun di tingkat global.

Sementara itu, di Sektor Perhubungan, menurut studi Frost and Sullivan, Indonesia memiliki ongkos kirim termahal di Asia, yakni sebesar 24% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya logistik di Malaysia yang hanya 15%, apalagi Amerika Serikat dan Jepang yang masing-masing sebesar 10%. Artinya, barang di Indonesia atau dari Indonesia-lebih mahal karena ongkirnya juga mahal.

Kabar baiknya, pemerintah tidak tinggal diam. Pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif; mulai dari jalan raya, jalan tol, bandar udara, pelabuhan dan lain sebagainya.

Hambatan-hambatan yang merintangi kegiatan pembangunan selama ini juga terus dibabat.

Hal tersebut yang melatari diskusi Forum A1 kali ini. Bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur", diskusi Forum A1 ingin menularkan optimisme bahwa kita semua benar-benar akan menjadi Negara Maju pada 2045, sebagaimana menjadi visi Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa infrastruktur dan sumber daya manusia merupakan pondasi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Karena kedua hal tersebut menjadi fokus dalam pemerintahannya.

Namun, ada tahapan besar selanjutnya menuju negara maju, yakni pengembangan inovasi dan teknologi. Tetapi, infrastruktur dan SDM tetap menjadi pondasi utama untuk menyongsong Indonesia menjadi negara maju," ujar Presiden Jokowi saat diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" di Jakarta. Kamis (14/11).

Basuki Hadimuljono, Ph.D, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan saat bekerjasama dengan Presiden Jokowi dalam 5 tahun terakhir susah libur, dan kerja dengan tiga shift, libur adalah barang mewah.

Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa pembangunan di bidang perhubungan dapat berkontribusi bagi Indonesia untuk menjadi negara maju, juga langkah-langkah pemerintah ke depan agar transportasi Indonesia menjadi lebih unggul. (Arianto)





Share:

Greeneration Foundation Gelar ICEF 2019 untuk Ke-3 Kalinya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sebagai upaya untuk mempercepat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia, Greeneration Foundation kembali menggelar Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) untuk ke-3 kalinya pada tanggal 11 & 12 November 2019. ICEF 2019 diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkuat komitmen para pemangku kepentingan dan menghasilkan dokumen rekomendasi dalam mewujudkan implementasi ekonomi sirkular di Indonesia.

Forum yang tahun ini mengangkat tema “Towards a Sustainable Future through Circular Business Practices”, dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, dunia industri dan sektor swasta, akademisi, praktisi profesional, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Founder Greeneration Foundation, Bapak M. Bijaksana Junerosano, menjelaskan bahwa Indonesia perlu membawa Ekonomi Sirkular ke arah kebijakan negara, melalui Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Menengah yang terintegrasi dengan kebijakan ekonomi, lingkungan dan sosial sebagai upaya perwujudan target SDG's.

Menurut Bapak M. Bijaksana Junerosano, Dilihat dari sektor pengelolaan persampahan saja kebijakan Ekonomi Sirkular bisa menumbuhkan ekonomi senilai 101 trilyun atau setara 4,1 persen APBN 2019 dengan dampak yang lebih positif terhadap kualitas lingkungan.

“Perubahan menuju ekonomi sirkular mensyaratkan partisipasi semua pihak. Melalui forum ini, kami menghadirkan berbagai narasumber, baik dari dalam maupun luar negeri, yang akan membantu mengidentifikasi tantangan dan potensi ekonomi sirkular di Indonesia, serta berbagi pengalaman kolaborasi mereka dengan berbagai pihak,” ujar Bapak M. Bijaksana Junerosano dalam ICEF 2019 di Hotel Pullman Jakarta. Senin (11/11)


Charge de'Affaires a.i. Kedutaan Norwegia, Bapak Bjørnar Dahl Hotvedt menyampaikan, “Seperti yang kita semua ketahui, penggunaan sumber daya yang efisien sangat logis secara ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah negara harus secara aktif mempromosikan pengembangan ekonomi sirkuler.

Menjadikan ekonomi kita lebih sirkuler adalah syarat mutlak jika kita ingin menciptakan masyarakat yang makmur, sekaligus menjaga planet kita. Ekonomi sirkuler adalah ekonomi masa depan.

"Tetapi itu tidak akan terjadi dalam jangka waktu dekat; kita perlu contoh, inspirasi, dan belajar dari satu sama lain. Inilah yang akan kita peroleh dari Indonesia Circular Economy Forum, dan itu pula yang menjadi alasan mengapa forum ini sangat penting," terangnya.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Piket mengatakan, Transisi dari konsep linear menjadi Ekonomi Sirkular adalah satu-satunya langkah menuju masa depan. Ekosistem bumi sudah menanggung beban yang begitu besar. Saat ini manusia telah menggunakan sumber daya bumi sebanyak 1.7 kali dari yang dapat digantikan secara alami.

Kita menghabiskan modal alam yang seharusnya dinikmati oleh generasi masa depan. Ekonomi Sirkular telah menjadi elemen utama dalam kegiatan industri dan strategi ekonomi Uni Eropa.


"Di tengah dunia dengan sumberdaya terbatas ini, transisi menuju Ekonomi Sirkular sangat mungkin terjadi juga di Indonesia. Kita dapat bekerjasama untuk mempercepat dan memfasilitasi perubahan tersebut, bersama-sama," tandasnya.

Sejalan dengan Norwegia dan Uni Eropa, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Bapak Rasmus Abildgaard Kristensen menegaskan bahwa Ekonomi Sirkular adalah sebuah transisi besar menuju konsep ekonomi yang hijau dan berkelanjutan.

Kini kita memiliki pemahaman yang lebih baik bahwa aliran secara sirkular akhirnya menggugah cara-cara inovatif dalam merancang, memproduksi, membangun dan mengonsumsi sebuah materi, yang akhirnya dapat mengurangi jumlah limbah.

Hal ini dapat menciptakan peluang baru bagi sektor swasta, dan dalam jangka panjang dapat mengurangi pengeluaran negara terkait pengelolaan sampah. Ini tentunya sangat baik untuk ekonomi.

"Oleh sebab itu, saya merasa senang dengan kerjasama antara Denmark dan Indonesia dalam agenda ini. Inilah mengapa Denmark berkomitmen untuk berkontribusi dalam studi-studi yang mengeksplorasi potensi  Indonesia  dalam mengimplementasikan konsep Ekonomi Sirkular,” jelasnya.

Ketua Umum PRAISE, Sinta Kaniawati menambahkan, Transisi dari ekonomi linier menuju ekonomi sirkular membawa tantangan sekaligus kesempatan bagi Extended Sustainable Responsibility (ESR), yaitu Industri, Pemerintah dan Masyarakat. PRAISE percaya bahwa kemasan paska konsumsi memiliki peran besar dalam rantai ekonomi sirkular.

"Penanganan kemasan paska konsumsi yang strategis dan sistemis tidak hanya akan mencegah degradasi lingkungan, namun juga membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan. Sementara dari sektor industri, ekonomi sirkular dapat
membantu bisnis berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, PRAISE telah menjadi mitra ICEF sejak pertama kali forum ini diadakan, untuk mengajak para pemangku kepentingan saling berkolaborasi dan mendukung terlaksananya ekonomi sirkular di Indonesia," ungkap Sinta.

Selain oleh Norwegia, Uni Eropa dan Denmark, ICEF 2019 juga disponsori oleh Pemerintah Belanda dan the Academy of Medical Sciences. Forum tahun ini juga mendapat dukungan dari dari Pemerintah Finlandia, Waste4Change, PRAISE, SYSTEMIQ, Universitas Indonesia, Coventry University, Blue Economy Foundation, Indonesia Global Compact Network, GIZ, IATL ITB, Most Valued Business Indonesia, McKinsey.org, Napindo, dan IA ITB. (Arianto)



Share:

Indonesia Circular Economy Forum akan Digelar pada 11-12 November


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Uni Eropa mendukung penyelenggaraan 3 rd Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) yang akan berlangsung pada 11-12 November 2019 di Jakarta.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Piket mengatakan, “Transisi dari konsep linear menjadi Ekonomi Sirkular adalah satu-satunya langkah menuju masa depan.

Sedangkan, Ekosistem bumi sudah menanggung beban yang begitu besar. Saat ini manusia telah menggunakan sumber daya bumi sebanyak 1,7 kali dari yang dapat digantikan secara alami. Kita menghabiskan modal alam yang seharusnya dinikmati oleh generasi masa depan.

Begitupun, "Ekonomi Sirkular telah menjadi elemen utama dalam kegiatan industri dan strategi ekonomi Uni Eropa. Di tengah dunia dengan sumberdaya terbatas ini, transisi menuju Ekonomi Sirkular sangat mungkin terjadi juga di Indonesia. Kita dapat bekerjasama untuk mempercepat dan memfasilitasi perubahan tersebut, bersama-sama," ujar Bapak Vincent Piket saat konferensi pers di Kantor Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Menara Astra Lt. 39, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Kamis (07/11)

Duta Besar juga menguraikan bahwa ekonomi sirkular merupakan pendekatan yang strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan mendapat perhatian besar dunia karena dipercaya dapat membantu mencapai 134 target dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebagai upaya mempercepat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia, kata Bapak Vincent Piket, Greeneration Foundation kembali menggelar ICEF untuk ke-3 kalinya. Forum yang tahun ini mengangkat tema “Towards a Sustainable Future through Circular Business Practices”, akan dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, dunia industri dan sektor swasta, akademisi, praktisi profesional, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Ibu Vanessa Letizia, Direktur Eksekutif Greeneration Foundation, menjelaskan bahwa Indonesia telah menuangkan konsep ekonomi sirkular dalam hal pengurangan limbah dan
penanganan sampah terpadu, sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden No. 97/2017S tentang strategi dan Kebijakan Nasional (Jakstranas).

“Perubahan menuju ekonomi sirkular mensyaratkan partisipasi semua pihak. Kami menghadirkan berbagai narasumber, baik dari dalam maupun luar negeri, yang akan membantu mengidentifikasi tantangan dan potensi ekonomi sirkular di Indonesia, serta berbagi pengalaman kolaborasi mereka dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Selain oleh Uni Eropa, ICEF 2019 juga disponsori oleh Pemerintah Norwegia, Pemerintah Denmark, Pemerintah Belanda dan the Academy of Medical Sciences. Forum tahun ini juga mendapat dukungan dari dari Pemerintah Finlandia, Waste4Change, PRAISE, Systemiq, Universitas Indonesia, Coventry University, Blue Economy Foundation, Global Compact Network GIZ, IATL ITB, MVB, McKinsey.org dan Napindo. (Arianto)




Share:

Globalisasi Konfusianisme


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Peringatan Nabi Kongzi, Ini adalah suku bangsa Tionghoa untuk menghormati dan mengenang Nabi Kongzi, dengan mengadakan upacara akbar. selama lebih dari 2.500 tahun tidak pernah terputus, merupakan sejarah pengorbanan dunia, sebuah keajaiban dalam sejarah budaya umat manusia.

Pemikiran Nabi Kongzi selama dua puluh lima abad, filsafat orang-orang suku bangsa Tionghoa, Itu adalah prinsip suku bangsa Tionghoa dan karakter nasional yang membedakan Tiongkok dari bangsa lain. Terutama untuk perantauan suku bangsa Tionghoa yang berada di luar negeri merindukan negara asal mereka, menenangkan jiwa.

Dalam rangka Peringatan Zhisheng Dan 2570 (Hari Lahir Nabi Agung Kongzi ke 2570) Kongzili, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar Kongres Agama Khonghucu Internasional 2019 pada Senin, 7 Oktober 2019 bertempat di Hariston Hotel & Suites JI. Terusan Bandengan Utara No.1 Penjaringan Pejagalan, Jakarta Utara. Turut dihadiri 7 negara antara lain: Indonesia, China Taipei, Mexico, Jepang, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

Hadir juga Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, selaku Keynote Speech, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Umum MATAKIN, Bapak Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, Ir. Ws. Wawan Wiratma, ketua Panitia MATAKIN, dan President The Confucian Academy Hong Kong, Dr. Tong Yun Kai serta Soegianto, General Manager Hotel Hariston.

Acara ini turut dihadiri: Teddy Sugianto, Ketum INTI, Haris Chandra,  Ompu Sri Paduka Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon, Dr. Joonner Rambe SE., MM, Tokoh Lintas Agama Dan Tokoh Masyarakat serta para undangan.


Fu Chun Lin, Professor Universitas Beijing dalam paparannya mengatakan, Klasik Konfusianisme, implikasi dari tiga prinsip dan lima kebajikan adalah prinsip inti dan kode perilaku, juga digunakan untuk menilai skala etika perilaku. Karena ada nya permintaan persyaratan kepribadian ini, ada kekhawatiran tentang perilaku etis kaligrafer. "Bulat dan bujur sangkar, bujur sangkar bisa bulat, bisa aneh, aneh tidak salah, itu akan netral, itu untuk kebaikan."

Saat ini, kata Fu Chun Lin, pertukaran antara Cina, Jepang, Korea dan negara-negara Asia Timur di bidang ekonomi, perdagangan, budaya dan pariwisata semakin dalam. Laju integrasi ekonomi semakin cepat, dengan daya tarik Konfusius, pemimpin spiritual, mengguunakan platform budaya bersama untuk pengorbanan bersama untuk memperkuat persahabatan yang baik-bertetangga antara negara-negara Asia Timur, mempromosikan pertukaran dan pembangunan di Asia Timur, mempromosikan stabilitas dan kemakmuran regional, tidak hanya dapat menemukan lebih banyak kesamaan, melakukan usaha kecil dengan hasil yang berlipat.

Ini juga moralitas Konfusianisme untuk negara-negara Asia Timur, lanjut Fu Chun Lin, Pemikiran Konfusius dapat tercerahkan oleh revolusi borjuis Barat seperti Perancis, (Lunyu) merupakan kunci utama untuk memasuki PBB. Orang Barat berpendapat bahwa jika seseorang tidak percaya pada agama, orang ini tidak layak untuk diajak bersosialisasi. Kami mengatakan bahwa meskipun Nabi Kongzi berpikir bukan agama, tidak seperti agama yang menggunakan kehidupan masa lalu untuk menghibur orang, Digunakan untuk melahirkan untuk membimbing orang, tetapi untuk memberitahu orang Tiongkok, harus menjalani kehidupan ini dengan perasaan yang nyaman. Menjadi seorang Junzi,...

"Kita dapat menggunakan (Lunyu) untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari seluruh dunia, untuk hidup dalam harmoni dan berbicara dengan ramah," tutup Fu Chun Lin. (Arianto)







Share:

MATAKIN Gelar Kongres Agama Khonghucu Internasional 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka Peringatan Zhisheng Dan 2570 (Hari Lahir Nabi Agung Kongzi ke 2570) Kongzili, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar Kongres Agama Khonghucu Internasional 2019 pada Senin, 7 Oktober 2019 bertempat di Hariston Hotel & Suites JI. Terusan Bandengan Utara No.1 Penjaringan Pejagalan, Jakarta Utara. Acara ini dihadiri 7 negara antara lain: Indonesia, China Taipei, Mexico, Jepang, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

Hadir juga Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, selaku Keynote Speech, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Umum MATAKIN, Bapak Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, Ir. Ws. Wawan Wiratma, ketua Panitia MATAKIN, dan President The Confucian Academy Hong Kong, Dr. Tong Yun Kai serta Soegianto, General Manager Hotel Hariston.

Acara ini turut dihadiri: Teddy Sugianto, Ketum INTI, Haris Chandra,  Ompu Sri Paduka Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon, Dr. Joonner Rambe SE., MM, Tokoh Lintas Agama Dan Tokoh Masyarakat serta para undangan.


Lukman Hakim Syarifudin selaku Menteri Agama dalam sambutan pembukaan mengatakan, Tidak ada aturannya mencoba memutus hubungan vertical dan horizontal, vertikal terutama kepada Tuhan maupun horizontal kepada sesama manusia, itu sama sekali tidak diajarkan kepada sesama manusia.

Kung Tsuichang, selaku Generasi ketujuh puluh Konfusius garis utama Penerus Pejabat Pemimpin Upacara persembahyangan Nabi Besar Guru Pendahulu, Ketua Chinese Association of Confucius dan Ketua Foundation dalam sambutan tertulisnya mengatakan, Lebih dari 2.500 tahun yang lalu, leluhur Konfusius mendirikan Konfusianisme di Tiongkok. Belakangan, budaya Konfusianisme sangat memengaruhi dan mempromosikan perkembangan hanyak negara di Asia Timur, Asia Tenggara, dan dunia.

Menurut Kung Tsuichang, Konfusianisme juga menjadi kekayaan spiritual yang berharga yang dimiliki oleh umat manusia. Dalam masyarakat modern yang didominasi oleh perkembangan ckonomi, sangat penting untuk mengeksplorasi nilai-nilai dan peran Konfusianisme dan Islam dalam pengembangan bisnis dan pengembangan ekonomi.


Mulai dari leluhur Konfusius, kata Kung Tsuichang, dalam ajaran Khonghucu sangatlah mementingkan mata pencaharian orang. dan dengan demikian tentu kegiatan komersial yang kondusif untuk peningkatan mata pencaharian masyarakat.

Dalam konfusianisme percaya bahwa promosi komersial sirkulasi material dapat meningkatkan kehidupan masyarakat dan mempromosikan pembangunan sosial. Pada saat yang sama, Konfusianisme memberi
perhatian besar pada etika bisnis dan menekankan perdebatan keadilan dan kepentingan. Konfusianisme percaya bahwa untuk mencari untung dan mencari untung, seringkali tidak menguntungkan, untuk membimbing kepentingan moral dengan moralitas, untuk mencapai keuntungan besar. Tema konferensi ini adalah "Nilai-nilai Islam dan Konfusianisme berkontribusi pada pengembangan bisnis dan ekonomi," ungkap Kung Tsuichang.

"Setelah saya menjabat sebagai penerus Pejabat Pemimpin Upacara persembahyangan (Jabatan yang ditujukan untuk keturunan Nabi) bertanggung jawab untuk menyebarkan dan mengenalkan budaya Konfusian, ia juga melakukan kegiatan sosial Konfusianisme dan mempromosikan budaya Konfusianisme dalam masyarakat kontemporer pada platform Asosiasi Konfusianisme, dan Institut Konfusius. Inovasi dan aplikasi, kami berharap dapat semakin banyak pertukaran dan kerja sama yang mendalam di antara kami," tutup Kung Tsuichang. (Arianto)



Share:

150 Delegasi ASEAN Bakal Hadir pada AJAFA-21 RLF Ke-25 di Bali


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Tidak kurang dari 150 orang akan menghadiri kegiatan ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century Regional Leaders Forum (AJAFA-21 RLF) ke-25 yang akan diselenggarakan di Bali pada 4-7 Oktober 2019 mendatang. Para peserta itu berasal dari 8 negara ASEAN dan Jepang. Dua negara ASEAN lainnya, Singapore dan Brunai Darusalam, berhalangan mengirimkan wakilnya pada pertemuan kali ini.

Presiden Kappija-21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21), Mulyono Lodji, ketika dikonfirmasi media ini terkait kesiapan pelaksanaan event internasional tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah siap menggelar acara RLF dimaksud. “Panitia sudah mempersiapkan acaranya dengan baik, hampir 100 persen telah siap. Peserta yang sudah konfirmasi akan hadir di acara ini lebih dari 150 orang,” ungkap Mulyono yang merupakan alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang angkatan tahun 2001 itu, Minggu (29/9/2019).

Terpisah, Ketua Panitia AJAFA-21 RLF 2019, Yusron Fuadi, menjelaskan bahwa dari jumlah peserta yang akan hadir, delegasi dari Kamboja menempati urutan pertama terbanyak dengan total peserta 44 orang, terdiri dari 17 pria dan 27 wanita. Jepang menjadi negara pengirim delegasi terkecil dengan jumlah peserta 3 orang. Sementara itu, Indonesia mengirimkan 33 peserta. “Dari segi jumlah delegasi yang akan hadir, RLF kali ini cukup besar pesertanya. Antusiasme kawan-kawan alumni dari negara-negara ASEAN cukup besar untuk datang ke Bali, mengikuti acara yang dirancang untuk membangun persahabatan dan kerjasama antar masyarakat negara-negara Asean maupun Jepang,” jelas Yusron, alumni progam ini yang berangkat ke Jepang pada tahun 1996.

Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia yang menjadi sponsor utama kegiatan Kappija-21 selama ini, akan hadir dalam helatan tahunan AJAFA-21 itu. Tidak tanggung-tanggung, Chief Representative JICA, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama tiga pejabat program officers-nya akan hadir pada acara pembukaan RLF ke-25 yang dipusatkan di Kutabex Beach Front Hotel, Jalan Pantai Kuta, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ini. Selain itu, pejabat dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia juga akan hadir dan memberikan materi kunci (keynote speech) di pembukaan acara tersebut.

“Alhamdulillah, dari JICA akan hadir Chief Representative JICA Indonesia Office, Mr. Shinichi YAMANAKA, bersama beberapa pejabat JICA lainnya. Juga dari Kedubes Jepang, Mr. Jinno KOSUKE, pejabat bagian kerjasama ekonomi, akan hadir dan memberikan keynote speech di opening ceremony RLF Bali nanti,” imbuh Yusron.

Sebagai informasi, Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 adalah sebuah kegiatan pengiriman pemuda-pemudi Indonesia calon pemimpin bangsa di abad ke-21. Program ini merupakan gagasan dari mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, yang dimulai sejak tahun 1984. Angkatan-angkatan awal dari program tersebut kini sudah banyak yang menduduki jabatan penting di negeri ini, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Yuherman Yusuf, anggota DPRD Riau tiga periode, merupakan salah satu alumni yang berangkat ke Jepang tahun 1984 bersama Patrialis Akbar, mantan hakim MK. Di tingkat nasional, ada Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian, Ketua Umum Golkar), Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri, Politikus PDI-P), Ferdiasyah (Anggota DPR RI, politisi Golkar), Rafdinal (Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kemendes RI), dan Ilham Bintang (pemilik media mainstream Check & Recheck). Hingga saat ini, jumlah alumni program tersebut mencapai 4.200 orang tersebar di seluruh Indonesia, bekerja di berbagai bidang, baik pemerintah maupun swasta.

Selain Indonesia, Jepang juga menyelenggarakan program yang sama dengan negara-negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, semua negara ASEAN mempunyai organisasi asosiasi alumni program persahabatan negaranya dengan Jepang. Keseluruhan asosiasi alumni (10 organisasi) negara-negara ASEAN itu, ditambah satu asosiasi Jepang, bergabung dalam satu wadah organisasi di lingkup ASEAN Jepang yang diberi nama AJAFA-21 (ASEAN Japan Friendship Association for the 21st Century).

Organisasi AJAFA-21 mempunyai dua agenda pertemuan tahunan, yakni Executive Council Meeting (ECM) dan Regional Leaders Forum (RLF). ECM biasanya dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret tahun berjalan, sedangkan RFL di pertengahan hingga akhir tahun berjalan, menyesuaikan kesiapan negara tuan rumah. ECM maupun RLF dilaksanakan di negara-negara ASEAN secara bergilir. Kappija-21 mendapatkan giliran menjadi tuan rumah RLF tahun 2019 ini.

Menurut Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam persiapan dan penyelenggaraan event RLF di Bali. Hingga saat ini, empat perusahaan sponsor telah menyatakan siap mendukung dan membantu terselenggaranya acara dengan baik dan lancar. “Atas nama Pengurus Pusat Kappija-21 dan panitia, saya menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak, terutama para sponsor yang akan membantu kelancaran terselenggaranya acara AJAFA-21 RLF di Bali. Hingga saat ini, beberapa perusahaan sudah menyatakan siap bantu panitia, antara lain PT. Astra International, PT. WiKA (Persero), PT. Nindya Karya, dan PT. JNE,” ungkap Wilson Lalengke, alumni program persahabatan angkatan tahun 2000 ini.

Selain dukungan dan bantuan dari para sponsor, Wilson juga menyampaikan bahwa support dari pemerintah, termasuk Pemda Bali, juga sangat besar bagi terselenggaranya kegiatan RLF. “Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah baik pusat maupun Pemda Bali yang sudah mendukung kegiatan ini. Terutama pihak Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Bali. Tanpa kerjasama yang terjalin baik ini, niscaya kegiatan yang akan berlangsung tanggal 4 hingga 7 Oktober nanti tidak mampu kami persiapkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Wilson yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional itu. (Arianto).






Share:

Gramedia Writers and Readers Forum 2019 dengan Tajuk Keberagaman Dalam Literasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia telah dikenal sebagai salah satu negara dengan keberagaman dan tingkat perbedaan suku, budaya, dan bahasa tertinggi di dunia. Guna menjaga persatuan dalam keberagaman ini, diperlukan tingkat Iiterasi yang baik. Dalam upaya mendukung tujuan tersebut. Gramedia bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI menggelar Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2019 Jum'at, 02/08 di Jakarta.

Acara ini merupakan forum bertemu, berinteraksi, diskusi dan sharing antara penulis dan pembaca. GWRF digelar pada 02-04 Agustus 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Selatan, No. 11, Jakarta Pusat.

Bapak Prio Utomo, CEO PT Gramedia Asri Media mengatakan, Di tahun kedua ini, GWRF 2019 mengusung tema "Literacy in Diversity', sebagai simbol atas keberagaman di dalam dunia literasi. Seperti halnya kemajemukan di Indonesia, literasi juga tertuang pada banyak hal. Rentang usia, wilayah, dan latarbelakang, mampu memberikan inspirasi berbeda dalam dunia literasi. Pun demikian di acara GWRF 2019, penulis, pemateri, dan tema tiap kelas yang dihadirkan akan beragam. Selain kelas talkshow dan workshop, GWRF 2019 akan menghadirkan Editor's Clinic, Film Review, Book Bazaar, Music Performance, dan Awarding Gramedia Short Film Festival.


"Sebanyak 45 penulis buku dan pemateri profesional akan berbagi pengalaman serta praktik nyata dunia keliterasian dalam balutan tema yang berbeda. Sederet nama tokoh dan penulis ternama seperti Fiersa Besari, Ayu & Ditto, Aan Mansyur, Sapardi Djoko Damono, Rintik Sedu, A.Fuadi, Budiman Sudjatmiko, Maman Suherman, Naela Ali, Ayu Utami, dan lainnya dipastikan akan memeriahkan GWRF 2019 selama 3 hari. Talkshow dan workshop dari masing-masing penulis akan mengusung ragam tema ringan hingga serius, khas milenial, budaya dan sastra, pemantik kreatifitas, hingga spiritualitas.

"Dalam sesi Editor's Clinic, peserta memiliki kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para editor dari penerbit buku besar di Indonesia, guna memberikan masukan terhadap naskah yang telah ditulisnya. Para pengunjung juga dapat menikmati Music Performance, Book Bazaar dan area Food and Baverage yang berlokasi di Plaza Perpustakaan Nasional dengan harga spesial," jelas Prio.


Hal spesial lainnya dari GWRF 2019 ini adalah terdapat acara Awarding untuk Pemenang Gramedia Short Film Festival (GSFF) 2019 yang pertama kali pada Sabtu, 3 Agustus. Lanjut Prio, GSFF adalah kompetisi film pendek yang inspirasinya bersumber pada buku puisi karya penulis terkenal seperti Sapardi Djoko Damono, Maman Suherman, dan Rachel Amanda feat Keshia Deisra. Terdapat kurang lebih 600 peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi ini.

"Seperti pada tahun sebelumnya, animo masyarakat terhadap acara ini sangat tinggi. Pemesanan tiket secara online melalui aplikasi MyValue langsung diserbu dalam waktu singkat. Gramedia Writers and Readers Forum ini merupakan komitmen Gramedia untuk terus membantu meningkatkan literasi di Indonesia, melalui acara inspiratif dan inovatif," tutup Prio. (Arianto)




Share:

BKPM Gelar Regional Investment Forum 2019 dan Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Koordinasi Penanaman Modal terus melakukan langkah-langkah aktif untuk mendorong investasi bagi peningkatan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat. Langkah yang dilakukan adalah dengan melaksanakan tiga kegiatan utama pada tanggal 11-14 maret 2019 di International Convention and Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

Tiga kegiatan yang akan diselenggarakan yaitu Regional Investment Forum (RIF) pada tanggal 11 Maret 2019, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2019 pada tangal 12 Maret 2019, dan Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (KOPI MANTAP) pada tanggal 13-14 Maret 2019.

Badan Koordinasi Penanaman Modal menggelar Konferensi Pers Regional Investment Forum (RIF) 2019 dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2019, hari Rabu, 6 Maret 2019 pukul 09.30 WIB - 11.00 wib, bertempat di Ruang Rapat Makassar, Lantai 3, Gedung Ismail Saleh, Kantor BKPM Jl. Jend. Gatot Subroto 44, Jakarta Selatan. dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong, Indra dan Founder Crowde, Yohanes Sugihtononugroho,

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong menegaskan bahwa pelaksanaan RIF 2019, Rakornas Investasi 2019, dan KOPI MANTAP dimaksudkan untuk dapat meningkatkan investasi sekaligus meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.

"Rakornas Investasi sebagai kegiatan yang bertujuan untuk melakukan konsolidasi program dan kegiatan bersama aparatur penanaman modal baik di pusat dan di daerah, kemudian KOPI MANTAP sebagai upaya untuk mengkoordinasikan pengawalan investasi di daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi, serta RIF bertujuan untuk mengkomunikasikan berbagai kemajuan dan peluang investasi langsung kepada investor," ujarnya dalam konferensi pers terkait rencana pelaksanaan kegiatan BKPM tersebut, Rabu (6/3) di Jakarta.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan memberikan arahan dan meluncurkan KOPI MANTAP pada kegiatan Rakornas Investasi pada tanggal 12 Maret 2019. Peserta ditargetkan sebanyak 850 orang meliputi Kepala Daerah, baik Gubernur maupun Bupati/Walikota se-Indonesia, DPMPTSP Provinsi, Administrator KEK/KPBPB, serta perwakilan Kementerian/Lembaga.

"Rakornas Investasi 2019 bertujuan untuk konsolidasi seluruh pemangku kepentingan guna mendorong kegiatan investasi untuk mendorong perluasan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat'", lanjut Tom.

Kegiatan Rakornas investasi merupakan kegiatan tahunan untuk mengkonsolidasikan seluruh program dan kegiatan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan, promosi, pelayanan dan pengendalian dan pelaksanaan penanaman modal.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Rakornas tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perindustrian, Airlanga Hartanto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan beberapa pembicara dari sektor swasta.


Gelar Pitching Session Untuk Startup Unggulan

Dalam kegiatan RIF 2019, BKPM mengangkat tema "Indonesia's Digital Drive:Utilizing Digital Technology in Developing Regional and Tourism Investment Opportunities."

Kepala BKPM Thomas Lembong menyampaikan bahwa yang membedakan RIF tahun ini dengan penyelenggaraan RIF di tahun tahun sebelumnya adalah dengan dilibatkannya para perusahaan rintisan (startup) digital.

"Saat ini digitalisasi atau penggunaan teknologi digital di berbagai aspek telah terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Dari sisi ekonomi, kemajuan teknologi, revolusi digital, dan digitalisasi telah melahirkan konsep ekonomi baru yang merubah sudut pandang manusia dan model bisnis dari business as usual menjadi tanpa batas atau yang dinamakan sebagai ekonomi digital, urai Tom.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani menegaskan bahwa teknologi digital menjadi suatu kebutuhan untuk menghadapi perkembangan ekonomi digital yang cepat, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat duduk bersama untuk menyamakan visi dan misi guna menciptakan ekosistem ekonomi digital yang berdaya saing, terbuka atas perubahan dan berkelanjutan.

Farah menilai pemerintah daerah dapat berperan aktif dengan memanfaatkan teknologi digital untuk membantu pengembangan ekonomi di daerahnya. "Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapat bekerjasama dengan para startup yang menyediakan platform marketplace untuk membantu akses pasar dan akses permodalan kepada para pelaku usaha daerah yang memiliki produk/komodití unggulan," imbuh Farah.

RIF akan menampilkan beberapa sesi diantaranya digital startup pitching menampilkan 9 startup dari berbagai sektor (agritech, fishery tech, pendidikan, kesehatan, pariwisata/event, makanan, dan properti). Founder Crowde, Yohanes Sugihtononugroho, salah satu peserta pitching menyampaikan bahwa ajang RIF sangat baik dimanfaatkan sebagai eye opener kepada para pemangku kepentingan.

Kegiatan RIF 2019 terdiri dari seminar nasional pada sesi pagi yang menghadirkan pemangku kepentingan meliputi pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, serta pelaku usaha terkait, untuk membuka wawasan tentang pengaruh dan masa depan ekonomi digital di Indonesia.

Selanjutnya akan diselenggarakan beberapa kegiatan parallel yang terdiri dari Digital Startup Pitching session untuk memfasilitasi beberapa startup terpilih. Selain itu juga kegiatan One-on-One Meeting (O3M) antara calon investor dan stakeholder terkait termasuk startup, dalam rangka membuka jalur komunikasi dengan Pemerintah.


Hadir sebagai pembicara pada seminar RIF 2019 dari kalangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BUMN: Menkominfo, Rudiantara, Kepala BKPM, Thomas Lembong, Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Ratman, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugene, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Waki Subernur Jawa Timur, Emil Dardak, serta Vice President Media and Digital Wiseto Prasetyo Agung.(Arianto)







Share:

Indonesia-Korea CEO Business Forum Gelar Penandatanganan Reaktivasi IK-CEPA



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia-Korea CEO Business Forum menggelar penandatanganan reaktivasi IK-CEPA hari Selasa, 19 Februari 2019 pukul 09.30-11.15 wib bertempat di Hotel Shangrila, Kota BNI Kav 1, Jl. Jend. Sudirman, RT.10/RW.9, Karet Tengsin, Tanahabang, Jakarta Pusat. dihadiri Menteri Perdagangan Republik Indonesia, H.E Engartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan Republik Korea, H.E Hyun Chong Kim.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, H.E Engartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan Republik Korea, H.E Hyun Chong Kim bertemu pada tanggal 19 Februari 2019 di jakarta, Indonesia. Kedua Menteri membahas cara untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan ekonomi antara Republik Indonesia dan Republik Korea.

Kedua Menteri sepakat untuk mengaktifkan kembali perundingan tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Korea (IK-CEPA) lndonesia. Kedua Menteri percaya bahwa negosiasi yang berhasil menuju perjanjian yang bermakna secara ekonomi akan berfungsi sebagai platform baru menuju kemitraan ekonomi modern dan dinamis yang mencerminkan ikatan yang kuat antara kedua negara. Inisiatif ini menandakan tekad kuat kedua pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif  untuk memperluas perdagangan dua arah dan investasi dan untuk memaksimalkan potensi kemitraan ekonomi.


Mencerminkan visi bersama dari kedua belah pihak, disepakati bahwa pengaktifan kembali negosiasi IK-CEPA akan berjalan berdasarkan prinsip-prinsip inti berikut:

-   Memastikan perjanjian akhir berkualitas tinggi, saling menguntungkan, dan selengkap mungkin, yang meliputi perdagangan barang dan jasa, investasi, kerja sama ekonomi, dan bidang-bidang lain yang akan disepakati; dan

-  Membangun perjanjian multilateral dan regional yang ada sesuai hasil negosiasi antara Republik Indonesia dan Republik Korea.

Negosiasi bertujuan untuk mencapai tujuan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah kedua negara dengan secara substansial meningkatkan volume perdagangan bilateral dan investasi ke tingkat lebih tinggi. Kedua belah pihak bermaksud bahwa IK-CEPA akan menjadi perjanjian yang dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu. Kedua Menteri akan menginstruksikan para pejabat untuk segera mulai bekerja dan mencapai kemajuan pada IK-CEPA dengan tujuan mencapai hasil segera mungkin pada akhir tahun ini.

                                                                  Reporter : Arianto

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini