Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Parawisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parawisata. Tampilkan semua postingan

Prawita GENPPARI Apresiasi Inisiasi BUMDES As Syifa Cangkuang Garut


Duta Nusantara Merdeka | Bandung

“ Objek wisata ini bagian wilayah yang tak terpisahkan dari kawasan wisata candi Cangkuang di kecamatan Leles kabupaten Garut. Hanya saja jika candi cangkuang di kelola oleh Pemda Kabupaten, maka spot wisata BUMDES As Syifa dikelola oleh BUMDES alias Badan Usaha Milik Desa.

 Inisiatif aparatur pemerintah desa Cangkuang untuk membangun dan mengelola kawasan wisata ini perlu diapresiasi, karena dengan penyertaan modal investasi yang tidak terlalu besar tapi mampu mengelolanya dengan baik. Dampaknya tersedia pilihan wisata yang menarik di kabupaten Garut ini dan juga sekaligus membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada masyarakat di sekitarnya.


Hal ini secara otomatis juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat “, demikian disampaikan oleh Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung setelah melakukan kunjungan kerja ke objek tersebut, Rabu (14/7). 

Lebih lanjut Dede juga menambahkan bahwa sampai saat ini upaya pembangunan untuk melengkapi berbagai fasilitas lain yang menarik terus dilakukan untuk memanjakan para wisatawan yang memang tampak sedang haus dengan kesempatan wisata.

Terlebih letak objek wisata ini tidak terlalu jauh dari jalan raya Garut. Lokasinya terbentang di pesisir bibir Situ Cangkuang, yang luasnya sekitar 40 hektare. Sedangkan kawasan wisata ini sendiri memiliki luas sekitar 4 hektare. Ujarnya.

“ Mudah – mudahan keberadaan spot wisata ini tidak sekedar mendatangkan pendapatan bagi BUMDES-nya saja, tetapi juga benar – benar dirasakan oleh manfaatnya bagi masyarakat. Baik masyarakat penikmat wisata, maupun bagi masyarakat sekitarnya. Hal ini ditunjang oleh fasilitas alam berupa panorama yang indah dengan suasana pedesaan yang memikat, dan keragaman aneka kuliner karya masyarakat sekitar “, pungkas Dede. **
Share:

Prawita GENPPARI Kunjungi Kebun Buah Tin FIRIZCO, Cisarua KBB


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Eksplorasi potensi wisata Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Disamping jumlah dan keragamannya yang sangat banyak, juga kreativitas masyarakatnya yang terus berinovasi di segala bidang. Hasil kreativitas tersebut tidak sekedar dipandang dari perspektif produknya saja, tetapi seluruh kegiatan dari proses untuk memproduksipun bisa dijual dengan kemasan wisata edukasi.

Inilah beberapa model yang bisa terus ditumbuhkembangkan di desa – desa wisata yang memiliki keunikan masing – masing di setiap daerah “, ungkap Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi saat mengunjungi Kebun Buah Tin FIRIZCO di Cisarua kabupaten Bandung Barat, Sabtu (19/6)


Kebun Buah Tin FIRIZCO yang terletak di Jl. Babakan Muncang Kidul, Padaasih, Kec. Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40551 ini merupakan salah satu spot wisata yang unik dan menarik. Di samping ada perkebunan buat Tin, juga ada perkebunan apel serta cafe yang asyik buat nongkrong anak muda ketika mencari inspirasi dan ide bisnis yang asyik. Itulah sebabnya secara khusus pengurus DPP Prawita GENPPARI mendatangi lokasi tersebut dan diterima langsung oleh pak Yanto selaku pemilik kebun dengan penuh keramahan.

Kemudian Dede juga menyampaikan bahwa buah Tin atau disebut juga dengan buah ara (Ficus carica) bentuknya menyerupai tetesan air mata berwarna hijau atau ungu, dan berisi daging buah berwarna merah muda dengan ratusan biji kecil yang membuatnya menjadi renyah. Disamping rasanya yang enak, buah Tin juga kaya dengan kandungan nutrisi yang melimpah sehingga sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Ungkapnya.

Lebih lanjut ia pun menyampaikan bahwa buah tin termasuk buah yang rendah kalori dan mengandung serat, vitamin B6, dan antioksidan. Oleh karenanya tidak mengherankan jika buah ini berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan dapat digunakan untuk mengobati masalah pencernaan, seperti sembelit karena adanya kandungan serat di dalamnya yang berfungsi sebagai prebiotik. Termasuk mengatasi gejala irritable bowel syndrome (IBS) yaitu gangguan pada sistem pencernaan yang bersifat kronis, seperti diare, kembung, hingga kram perut.

Sementara kandungan antioksidan seperti asam fenolik dan flavonoid banyak ditemukan pada kulit buah tin, terutama yang berwarna ungu gelap. Antioksidan dipercaya memiliki manfaat yang besar dalam mencegah berbagai penyakit kronis, serta dapat menangkal efek negatif dari radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh yang bisa menimbulkan penyakit kanker. Disamping itu juga bisa berkhasiat dalam menjaga kesehatan sel kulit, mengurangi kerusakan kolagen, dan memperbaiki kerutan pada kulit. Namun tentu masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya. Dengan demikian maka disarankan dikonsultasikan pada dokter agar bisa memperoleh manfaat buah tin secara maksimal.

“ Prawita GENPPARI sebagai organisasi para pegiat pariwisata tentu akan dan selalu mendukung lahir dan berkembangnya ide – ide kreatif dalam pengembangan wisata di tanah air. Terutama terus mendorong dengan motivasi, bimbingan dan arahan serta pendampingan desa – desa potensial menuju desa wisata guna menunjang tumbuhkembangnya kepariwisataan nasional Indonesia serta pemulihan ekonomi masyarakat di segala bidang “, pungkas Dede. **
Share:

Prawita GENPPARI Rekomendasikan Wisata The Great Asia Africa - Lembang


Duta Nusantara Merdeka |  Bandung

“ Sesuatu yang biasa akan menjadi luar biasa jika dipoles dengan imajinasi kreatif, lalu diwujudkan dalam bentuk nyata sehingga bisa menjadi objek wisata yang luar biasa. Bandung telah menjadi ikon dimana masyarakatnya dinilai kreatif, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri agar karakter yang penuh kraetifitas ini selalu terpelihara.

Salah satu ide kreatif yang telah wujudkan dalam format yang rill adalah objek Wisata The Great Asia Africa yang berada di Lembang Bandung. Bandung yang selama ini dikenal sebagai pemersatu Asia Afrika dimana ada gedung merdeka yang bukti sejarahnya, kini budaya, bangunan dan suasananya dibangun di kawasan Lembang sehingga lebih mudah untuk pengembangan wisata edukasi sejarah “, ujar Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (6/6).

Lebih lanjut Dede juga menyampaikan bahwa objek wisata The Great Asia Africa merupakan objek wisata terbaru yang berada di Lembang, dimana lokasinya mudah dijangkau karena dipinggir jalan Bandung – Lembang serta tertata apik dengan berbagai replika negara dan budaya yang ada di belahan benua Asia dan benua Afrika. Dengan demikian maka mengunjungi objek wisata ini akan memberikan sensasi seperti telah menjelajahi beberapa negara di dua benua tersebut.


Siapa saja yang berkunjung akan merasakan seperti sedang berada di negara-negara tersebut dengan mengelilingi landmark yang mirip aslinya. Salah satunya adalah duplikat Fushimi Inari Taisha, kuil Shinto yang berada di Fushimi-ku, Kyoto, Jepang.

Kemudian pengunjung juga bisa membeli makanan, suvenir, dan belajar kebudayaan dari masing-masing negara. Ada pula sate khas Afrika yang dijajakan dengan potongan pisang. Salah satu areanya memperlihatkan miniatur desa tradisional Korea Selatan, sehingga seperti sedang berkunjung ke Bukchon Hanok Village. Ujarnya.

Kunjungan Tim DPP Prawita GENPPARI ke objek wisata ini diterima langsung oleh Ibu Novi dan Kang Ujang dengan penuh keramahan dan kehangatan, sebagai ciri dan identitas budaya oran Indonesia yang luhur. Objek wisata ini menjadi semacam taman mini nya Asia Afrika dengan mengusung konsep wisata edukasi sejarah yang ditata dengan super apik sehingga tampak sangat menarik dan artistik, sehingga didalamnya tersaji aneka bangunan representatif dari masing-masing negara, seperti Korea, Thailand, India, Indonesia, Turki, Jepang, Mesir, Maroco, dan lainnya.


Tidak hanya menyajikan refresentasi bangunan saja, tetapi juga para pengunjung bisa menikmati aneka makanan dan jajanan khas dari masing – masing negara tersebut. Bahkan juga ada penyewaan pakaian adat/ khas negara yang disewakan untuk digunakan dalam sesi foto sehingga suasananya lebih alami seperti sedang di negara yang bersangkutan.

Lokasi ini juga sangat ramah warga dimana disiapkan skylift yang ditujukan untuk lansia, wanita hamil, disabilitas, dan lainnya agar bisa membantu perjalanan dalam menikmati suasana objek wisata tersebut. Namun bagi pengunjung yang sehat sebaiknya dilakukan dengan berjalan kaki agar lebih menikmati suasana budaya, kesejukan alamnya dan tentu demi kesehatan dan kebugaran. 

Perjalanan pertama dalam kunjungan ini, Tim DPP Prawita GENPPARI di guide sama Kang Ujang ke kawasan negara Korea. Di area negeri Ginseng ini, terdapat rumah tradisional Korea lengkap dengan dapurnya. Di dalamnya bisa ditemukan etalase berisi replika makanan khas Korea seperti Kimchi. Termasuk kesempatan untuk mencoba dan berfoto mengenakan hanbok.

Setelah melalui kawasan negara Thailand dan Turki, kemudian memasuki kawasan yang sangat indah yaitu negara India. Di sini ada replika bangunan dari Jaipur yang terkenal sebagai “the pink city“. Setiap bangunan berhias warna dan dekorasi serta dilengkapi taman bunga yang menawan, sehingga tempat ini menjadi spot favorit para pengunjung. Selain itu di sini terdapat kuliner khas seperti roti canai. Tak lupa penyewaan pakaian tradisional dan foto – foto menjadi bagian yang sangat diminati.

Setelah puas mengambil foto dengan aneka gayanya, Tim melanjutkan perjalanan menuju kawasan negara Jepang atau dikenal dengan sebutan negeri Sakura. Jepang menjadi salah satu destinasi pengunjung yang paling ramai. Kawasan ini lengkap dengan kolam dan jembatan, pertokoan dengan arsitektur Jepang kuno, terowongan gerbang kuil, hingga aneka dekorasi khas negeri Jepang.

Seperti area sebelumnya, di sini juga tersedia penyewaan pakaian tradisional berupa kimono, yukata, dan hakama untuk berbagai kalangan usia. Jajaran gerai kuliner khas pun ada, mulai dari takoyaki hingga yaki imo alias ubi panggang. Hal yang berbeda dari area lainnya adalah booth permainan tradisional, yaitu menangkap ikan dengan menggunakan jaring kertas. Meskipun di tengah pandemi ini semua agak dibatasi dan seluruh pengunjung tentu diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Spot kunjungan terakhir adalah menuju kawasan negara Mesir dan Maroco. Dengan lahan rumput dan latar belakang tebing, pengunjung seolah langsung menginjakkan kaki di sabana Afrika yang luas dan memukau. Sementara bangunannya banyak terdapat batuan, atap rumput, dan dekorasi ornamen grafis yang unik.

“ Mengingat keindahan dan sejarah yang dimiliki di objek wisata ini, maka kami dari Pegiat Ragam Wisata Nusantara (PRAWITA) – GENPPARI sangat merekomendasikan agar setiap wisatawan yang berkunjung ke Bandung agar tidak lupa untuk mengunjungi The Great Asia Africa ini. Pasti semua akan pulang membawa sejuta kenangan indah. Siapkan memori handphone yang besar agar mampu menyimpan foto – foto yang menarik di setiap jengkal kaki yang kita langkahkan “, pungkas Dede mengakhiri percakapan. **
Share:

Prawita GENPPARI Kunjungi Pusat Pembibitan Udang Vanamei di Kalianda – Lampung


Duta Nusantara Merdeka | Lampung
“ Sebagian besar masyarakat Indonesia tentu menyukai udang, bahkan permintaannya dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan seiring dengan semakin terbukanya pangsa pasar luar negeri alias ekspor. Di samping rasa dagingnya yang gurih, ternyata udang juga kaya dengan kandungan nutrisi, misalnya sebagai sumber protein yang penting untuk pembentukan sel-sel tubuh.

Selain itu, ada beragam manfaat bagi kesehatan, termasuk untuk mencegah penyakit. Jika dilihat dari perspektif kepariwisataan, udang tidak sekedar sebuah komoditas makanan semata, melainkan bisa dirancang menjadi wisata edukasi perikanan yang menarik “, ujar Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Kalinda – Lampung, Minggu (30/5).

Pada kesempatan tersebut rombongan DPP Prawita GENPPARI yang berkunjung ke Kalianda sebanyak lima orang dan diterima langsung oleh calon pengurus DPD Prawita GENPPARI kabupaten Lampung Selatan, Bung Uje. 

Setelah menikmati jamuan udang dan ikan bakar spesial, kegiatan dilanjut dengan kunjungan ke pusat pembibitan udang Vanamei. Bung Uje selaku salah satu pemilik pembibitan udang yang sukses ini, menjelaskan secara rinci dan detail mengenai teknis dan propek bisnis udang saat ini dan prognosa di masa yang akan datang.

Termasuk agresifitas dalam membuka pasar guna memastikan hasil panen langsung terserap karena demand yang tinggi. Customer atau pembeli benih udang ini adalah para pelaku budidaya pembesaran udang. Baik yang berada di kawasan Lampung Timur, maupun beberapa daerah lainnya di pulau Jawa.


Banyaknya pengusaha budidaya pembesaran udang berdampak pada tingginya permintaan terhadap benur atau bibit udang tersebut. Hal ini dikarenakan kebanyakan pembudidaya pembesaran udang tidak dapat membibitkan sendiri udang-udangnya. Oleh karena itu mereka lebih memilih membeli bibit-bibit unggul dari para pembibit udang. 

Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa udang termasuk hewan kecil tak bertulang belakang (invertebrata) yang tempat hidupnya adalah di perairan, baik air tawar, air payau atau air asin. Jenisnya sendiri ada lebih dari 2000 spesies. Dari anatominya, udang memiliki 10 pasang kaki dan 2 antena sensor. 

Lebih lanjut ia juga menambahkan bahwa udang pada dasarnya adalah hewan pemakan segala (omnivora) yang memakan tumbuhan dan hewan kecil. Dalam berkembang biak, udang betina mampu bertelur sampai ratusan butir dan diletakkan di kaki betina. Setelah menetas, anak-anak udang berukuran sangat kecil dan seukuran plankton. Benih – benih udang ini menghabiskan waktunya dengan melayang-layang di air.


“ Untuk mendapatkan benih unggul, kondisi induk sangatlah penting. Dalam proses perawatan induk, perhatikanlah suhu, pH, oksigen dan juga kedalaman airnya. Pilihlah indukan yang mempunyai gerakan lincah dan tubuh berwarna jernih, organ tubuh tampak lengkap, dan bentuk tubuh ramping memanjang.

Termasuk dalam menyiapkan kolam perawatan untuk membantu pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang vanamei. Jangan lupa memberi pupuk urea dan TPS setiap satu minggu sekali. Kemudian untuk menjaga keseimbangan plankton dalam kolam, berikan juga urea dan fermentasi probiotik.

 Saat proses pemeliharaan, suhu air harus dijaga agar tetap berada dalam suhu normal yaitu antara 28°C-30°C, apabila suhu terlalu tinggi maka dapat terjadi reaksi kimia yang bisa meningkatkan pH dan NH3 “, ujar Bung Uje menekankan.

Di samping itu, hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah induk yang dikawinkan harus memiliki perbandingan yang seimbang agar benih yang dihasilkan maksimal. Setelah dilakukan penyortiran, indukan yang telah siap memijah harus dipindahkan ke kolam pemijahan. Ukuran kolam juga harus diperhatikan agar efektif. Kolam juga harus dipasang filter untuk menyaring telur udang yang kemudian dipindahkan untuk proses penetasan.

 Untuk membantu pemberantasan hama saat pemijahan, bagusnya kolam diberi saponin sebanyak 10-12 ppm, lalu dibiarkan selama beberapa hari sebelum digunakan agar reaksi kimianyanya hilang terlebih dahulu. Pungkas Uje. **
Share:

Prawita GENPPARI, Pemanfaatan Platform Digital UMKM Harus Ditingkatkan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
“ Sebagai organisasi pegiat pariwisata yang mana didalamnya juga mendukung pemberdayaan UMKM yang terpukul di masa pandemi covid 19 ini, organisasi Prawita GENPPARI terus melakukan terobosan inovatif untuk memperluas pangsa pasar dan penyerapan produk – produk UMKM di tanah air. Salah satu bentuk riil-nya adalah optimalisasi penggunaan marketplace bernama potensiana.com sebagai sarana promosi dan transaksi online yang berbasis blockchain technology “, ujar Ketua Umum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Jakarta, Sabtu (13/3). 

Hal tersebut ia sampaikan ketika melakukan pendampingan kepada Tim Digital Prawita GENPPARI yang sedang melakukan pemantapan pelatihan penerapan dan pemanfaatan fasilitas marketplace potensiana.com untuk meningkatkan pemasaran bagi produk – produk UMKM yang menjadi binaan Prawita GENPPARI. 


Pada kesempatan tersebut tampak seluruh peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang mana pada tahap pertama sudah dilakukan secara online. Selanjutnya karena menyangkut masalah praktikum penggunaan maka tidak bisa dilakukan secara online, sehingga terpaksa harus dilakukan secara offline dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Untuk itulah peserta pun dibatasi hanya 6 orang saja guna menghindari kemungkinan adanya penularan cluster baru. 

Kemudian Dede juga menyampaikan harapannya yang penuh dengan optimis bahwa transaksi perdagangan online (e-commerce) di tanah air memiliki pasar yang semakin luas. Hal ini terlihat dari nilai transaksi yang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Ujarnya.


“ Seiring dengan waktu dan pemahaman masyarakat serta percepatan adaptasi terhadap teknologi digital, aktivitas jual beli secara online semakin meningkat. Oleh karena itu pemanfaatan teknologi tersebut untuk meningkatkan omset penjualan atau pemasaran produk – produk UMKM harus terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pelatihan – pelatihan dan sosialisasi yang senantiasa dilakukan oleh Prawita GENPPARI diberbagai wilayah di tanah air “, pungkas Dede mengakhiri keterangan yang dihubungi via telpon. **
Share:

Hujan Diperkirakan sampai Mei 2021, Pengelola Wisata Harus Waspada Iklim Global La Nina


Duta Nusantara Merdeka |  Bandung
“ Merujuk pada keterangan yang disampaikan BMKG yang menyatakan bahwa musim penghujan diperkirakan sampai bulan Mei, maka Prawita GENPPARI menyampaikan pesan kepada seluruh pengelola objek wisata agar senantiasa berhati – hati terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi di objek wisata yang dikelolanya. Pesan ini juga tentu disampaikan kepada seluruh pecinta pariwisata agar selalu berhati – hati saat mengunjungi objek – objek wisata. Apalagi musim hujan tahun 2020/2021 ini diwarnai latar belakang fenomena iklim global La Nina, yang terjadi sejak awal Oktober 2020 dan diprediksi akan berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas La Nina Moderat menjadi La Nina Lemah pada Maret 2021," kata Ketua Umum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (23/2).

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa saat ini analisis anomali suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah menunjukan kondisi lebih dingin. Musim hujan lebih basah berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan prakiraan curah hujan bulanan, diperkirakan kondisi musim hujan hingga Maret 2021 akan bersifat normal hingga di atas normal atau cenderung lebih basah, bila dibandingkan dengan musim hujan tahun 2020. Secara umum, curah hujan pada Januari–Maret 2021 diprakirakan berkisar antara 200 – 500mm/bulan. Jumlah itu cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Peningkatan curah hujan berpotensi meningkatkan peluang banjir di Indonesia pada Januari-Maret 2021. Masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diimbau selalu waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat selalu memantau informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Imbuhnya. 

Iklim global La Nina diperkirakan berpengaruh dalam meningkatkan curah hujan hingga 40 persen saat musim hujan 2020-2021 di Indonesia dan berpeluang menyebakan musim kemarau basah. Diperkirakan bulan Mei mendatang merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga mulai bulan Juni diprediksikan sudah mulai masuk musim kemarau. Bulan Oktober memasuki transisi musim kemarau ke musim hujan dan diperkirakan November kembali memasuki musim hujan.

“ Dengan demikian maka potensi curah hujan kategori menengah dan tinggi pada Maret dan April perlu dimanfaatkan untuk mengisi waduk, bendungan, dan embung sebagai cadangan air untuk mengantisipasi musim kemarau. Termasuk di rumah – rumah juga perlu diantisipasi dengan pembuatan sumur resapan ataupun biopori guna menjaga kandungan air di dalam tanah agar tetap mencukupi. Termasuk penghijauan di halaman dan taman guna mengurangi laju penguapan air di saat musim kemarau. Hal ini juga mengingatkan seluruh pengelola objek wisata agar senantiasa waspada terhadap kemungkinan timbulnya bencana hidrometeorologi tersebut di kawasan wisata yang dikelolanya “, pungkas Dede mengakhiri keterangan. **
Share:

Prawita GENPPARI, Berbagi Tips Sehat dan Irit di Athena - Yunani


Duta Nusantara Merdeka | Athena - Yunani
“ Setiap orang pada dasarnya sudah menyadari bahwa olah raga itu penting, apalagi jika bisa dilakukan secara rutin dan teratur. Persoalannya bukan pada pengetahuan penting atau tidak penting, melainkan pada rasa MALAS untuk melakukannya. Ditambah lagi dengan beberapa argumen yang menguatkannya, seperti alasan sibuk, jadwal yang padat, tidak sempat, dan lain – lain. Apapun bentuk permasalahannya yang dihadapi setiap orang dalam mengatur waktu yang dimilikinya, semua orang pasti sepakat ingin bisa olah raga teratur dan sehat “, ujar Ketua Umum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di sela – sela olah raga paginya di bukit Acropolis kota Athena – Yunani, Senin (22/2).

Kemudian Dede juga menyampaikan bahwa olah raga pada dasarnya bisa dilakukan dimana saja, terutama di area atau kawasan yang masih memiliki kualitas udara yang bersih dan baik, misalnya di pedesaan yang alam dan udaranya relatif masih terjaga dengan baik. Tidak seperti udara perkotaan yang umumnya sudah penuh dengan polusi, baik polusi pabrik, polusi kendaraan, dan sebagainya. Oleh karena itu, begitu ada kesempatan dirinya menyempatkan diri untuk berolah raga dalam rangka menjaga stamina sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terlebih dalam suasana pandemi covid 19 seperti saat ini. Pilihan tempat olah raga pagi ini jatuh ke atas perbukitan Acropolis yang berada di kota Athena Yunani. Katanya.


“ Pada umumnya di Indonesia banyak orang yang berolah raga di pagi hari karena udaranya relatif masih bersih. Lalu di siang hari atau sore pun kini sudah mulai ramai. Suasana ini agak berbeda dengan kota London Inggeris, dimana banyak orang yang berolah raga termasuk lari di malam hari, sehingga tidak mengherankan jika pada malam hari di beberapa kawasan kota Inggeris kita bisa melihat banyak orang yang sedang lari malam. Kita mungkin belum tahu pasti manakah jam yang terbaik untuk olah raga, apakah pagi, siang, sore atau malam. Namun daripada memperdebatkan masalah waktu, lebih baik kita melakukannya secara teratur sesuai dengan kelonggaran waktu yang dimiliki masing – masing orang “, lanjut Dede.

Mungkin semua sudah pada tahu bahwa jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya berolahraga di pagi hari dengan kondisi perut kosong, sebab olahraga saat perut kosong dapat membakar lemak 20% lebih banyak dibandingkan bila sudah sarapan. Jadi perlu berusaha untuk melakukan lari pagi atau jogging selama 10 menit dalam keadaan perut kosong sebagai cara terbaik untuk membakar lemak yang tersimpan, dan menurunkan berat badan.


Kemudian ketika ditanya kenapa memilih tempat olah raga pagi saat itu di bukit Acropolis ? Dirinya menjelaskan bahwa disamping udaranya yang segar dan bersih, bukit Acropolis juga menyajikan pemandangan yang sangat indah. Dimana bisa melihat kejayaan Yunani pada masa lampau. Beberapa peninggalan sejarah berupa bangunan kuno masih tampak meskipun sebagian sudah tidak utuh lagi.

Menurutnya, acropolis di Athena merupakan acropolis paling terkenal dari banyak acropolis di zaman Yunani kuno. Bangunannya merupakansimbol dari Yunani kuno, dan memiliki banyak pengaruh pada arsitektur neo-klasik. Meskipun banyak orang mengenalnya sebagai Acropolis, bagi orang-orang sezamannya dikenal sebagai Cecropia. Nama itu merujuk pada Cecrops, yang merupakan raja pertama Athena yang legendaris. Menurut cerita masyarakat setempat, Cecrops bukan raja biasa, karena ia dikatakan memiliki kepala dan tubuh seorang pria, tetapi bagian bawah dari seekor ular.

Dewi Athena pernah bersaing melawan dewa Poseidon dalam perebutan kepemilikan Athena, dan Cecrops yang menyatakan Dewi Athena pemenang. Pentingnya Cecrops bagi orang Yunani kuno (dan khususnya orang Athena) berarti Acropolis dinamai Cecropia untuk menghormatinya. Kata acropolis dapat diterjemahkan sebagai 'kota di langit' atau 'kota di udara' dan itu adalah istilah yang digunakan untuk setiap kota yang dibangun di atas bukit yang tinggi. 

Agama dinilai sebagai bagian penting dari kehidupan di Yunani kuno pada saat itu. Mereka politeistis dan menyembah 12 dewa utama, yaitu Zeus, Hera, Poseidon , Demeter, Athena, Ares, Aphrodite , Apollo , Artemis , Hephaestus, Hermes, dan Hestia atau Dionysus. Ketika Dewi Athena berada di puncak kekuasaannya, pekerjaan membangun kuil dimulai.

Dibangun di situs Pre-Parthenon, Parthenon sekarang dianggap sebagai contoh arsitektur Yunani kuno yang paling signifikan. Meskipun banyak Acropolis di Yunani, namun Acropolis Athena adalah yang paling terkenal. Acropolis Athena adalah benteng kuno yang terletak di atas pegunungan batu di atas kota Athena dan berisi bangunan kuno. Salah satu bangunan kuno yang paling terkenal adalah Parthenon. 


Jadi saat kita berolah raga pagi di sini, selain menyehatkan fisik juga memanjakan mata dalam memandang seluruh keindahan di masa lampau. Apalagi objek – objek kunjungan wisata di kota Athena itu, hampir semuanya berdekatan sehingga menjadi kawasan Situs Warisan Dunia UNESCO. Di kawasan ini juga terdapat bangunan-bangunan yang menandai kehidupan masyarakat Athena seperti Parthenon, Odeon of Herodes Atticus, Erechtheion, Propylaea, Temple of Athena Nike dan Theatre of Dionysus. Masuk kawasan acropolis Athena bayar sekitar USD 50, kecuali kalau bisa menunjukan kartu ID Travel Jurnalist (wartawan kepariwisataan) free of charge alias gratis.

“ Tidak terlalu jauh dari Acropolis Athena tersebut, kita juga bisa jalan - jalan cuci mata di Plaka yang berada di kawasan toko-toko kecil. Di sana ada pedestrian yang nyaman untuk jalan kaki dan toko-toko suvenir berjajar di jalan-jalan sempit. Yang beda dari toko-toko ini adalah bangunannya kuno bergaya neo-klasik. Jadi kita bisa menikmati kecantikan bangunannya sambil belanja.


Tidak jauh dari Plaka, kita juga bisa melihat Syntagma Square sebuah kawasan sejarah saksi penentuan konstitusi Yunani modern. Di kawasan ini juga ada Gedung Parlemen Yunani, dimana kita bisa menyaksikan pergantian penjaga dengan seragam dan cara berjalan yang unik di halaman Gedung Parlemen. Seragamnya berwarna coklat muda dengan bagian bawah seperti rok yang panjangnya di atas lutut, dilengkapi kaos kaki putih panjang.

Dengan topi seperti peci berwarna merah dengan untaian seperti rambut panjang dan tebal di sebelah kanan topi. Yang lebih menarik lagi bagian depan sepatunya berbulu dan bulat membesar. Oleh karenanya tidak heran jika para turis yang datang ke sini sering menantikan momen tersebut untuk menyaksikan sekaligus berfoto ria “, lanjut Dede.

“ Selanjutnya turun ke bawah sedikit, kita juga akan sampai ke distrik Monastiraki. Inilah enaknya olah raga, di samping menyehatkan juga bisa mengirit biaya transportasi di negeri orang. Area ini terkenal dengan kafe dan bar yang menawarkan keindahan Acropolis di malam hari. Di sekitar Monastiraki Station terdapat Athens’ Flea Market, Hadrian’s Library dan gereja tua. Di Flea Market dijual paperback books, koin peninggalan masa Yunani kuno, hand painting, perangko, postcard dan barang-barang antik seperti machine gun peninggalan zaman Nazi.

Jadi untuk bisa menikmati sebuah kota di luar negeri dengan konsep sehat dan irit biaya, ya jalan kaki dan jogging. Kita juga bisa lebih mudah untuk menghapal jalan, daripada harus naik mobil umum atau kereta. Oleh karenanya sebelum bepergian ke luar negeri untuk berolah raga, sebaiknya biasakan olah raga teratur dulu di daerah kita masing – masing, agar saat di sana bisa tetap sehat dan irit “, pungkas Dede mengakhiri cerita dengan senyuman ringan. **
Share:

Dukung UMKM, Prawita GENPPARI Gelar Pelatihan Manajemen Ekspor Impor


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
“ Indonesia memiliki banyak pelaku UMKM dan sebenarnya memiliki potensi pasar yang besar di luar negeri terhadap produk – produk yang mereka buat. Tentu mereka ingin meningkatkan pangsa pasarnya dengan melakukan penjualan ke luar negeri. Namun permasalahannya kebanyakan mereka belum memahami terkait dengan berbagai seluk beluk perdagangan luar negeri atau yang biasa disebut dengan ekspor dan impor.

Oleh karena itu, pembekalan pengetahuan dan wawasan dalam ekspor dan impor menjadi sangat penting sekali. Pemberdayaan pelaku UMKM sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Prawita GENPPARI selaku organisasi pegiat pariwisata, seni, budaya dan UMKM “, ujar Ketua Umum DPP Prawita GENPPAI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (21/2).

Kemudian dia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan keterampilan serta pemahaman dasar mengenai ekspor impor, prosedur dan mekanismenya serta dokumen – dokumen yang terkait baik yang berhubungan dengan kepabeanan dan kepelabuhan serta instansi terkait lainnya untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tentang hal-hal yang berkaitan dengan alur kerja transaksi ekspor impor, kepabeanan dan pelabuhan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan pajak guna meminimalisir high cost, resiko serta biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Ujar Dede.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan wawasan para pelaku UMKM agar bisa meningkatkan pangsa pasarnya di luar negeri dengan melakukan ekspor produk – produk yang dibuatnya. Semangat dan keinginan untuk memperluas pangsa pasar di luar negeri, menurutnya harus diimbangi oleh pengetahuan dan wawasan yang baik terhadap mekanisme ekspor itu sendiri. Sebab jika tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, bisa menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari.

Sementara itu subjek materi yang dibahas dalam pelatihan tersebut meliputi, Konsep Dasar Perdagangan Internasional, Tarif, Kuota dan Kurs, Prosedur Ekspor dan Impor, Metode Pembayaran Internasional, Dokumen Ekspor Impor, Letter of Credit (L/C), Bill of Lading (B/L), asuransi dan freight forwarder. Sebuah proses pembelajaran singkat yang dipadatkan dalam satu hari.

“ Harapan kita, para pelaku UMKM yang memiliki orientasi untuk pengembangan pasar ke luar negeri bisa mengikuti program ini di angkatan berikutnya. Apalagi pelatihan ini bersifat gratis, kecuali pengganti administrasi saja. Meskipun sangat singkat, tetapi semua peserta pelatihan merasakan manfaat berupa pemahaman yang mendasar terhadap rencana pengembangan pasar produknya ke luar negeri “, pungkas Dede.

Pelatihan Manajemen Perdagangan luar negeri atau Manajemen Ekspor Impor ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Februari 2021. Dimulai pada jam 10.00 dan berakhir pada jam 15.00 wib. Tidak sekedar mengikuti pelatihan saja, karena setelah selesai langsung dilakukan ujian untuk mengukur kemampuan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Adapun tempat pelatihan diselenggarakan di Rumah Para Pecinta Ilmu (RUMPPI) yang beralamat di Jl. Mega Asri I no. 8 Bandung. Kemudian apabila ada calon peserta yang berminat untuk mengikutinya di kemudian hari bisa menghubungi Ibu Nuni : 0813-8330-7997, Ibu Lilis : 0813-1253-5153 atau Ibu Ines : 0813-2498-5928. **
Share:

Prawita GENPPARI, Pengembangan Wisata Edukasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Cabai


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Sejak sekitar Maret 2020 pandemi covid 19 mulai melanda banyak negara. Perlahan tapi pasti akhirnya menjalar ke seluruh negara, termasuk Indonesia. Dampaknya sudah bisa diprediksi bahwa seluruh sendi kehidupan, baik kesehatan, perekonomian, pendidikan, pertanian dan lain sebagainya menderita dampak yang luar biasa. Begitupun dengan nasib para petani yang menghadapi masalah harga yang tidak stabil.

Rantai pasok melambat membuat komoditas tidak tersalurkan dengan baik serta banyaknya oknum nakal yang mengambil kesempatan ditegah pandemi membuat merosotnya sektor pertanian. Selain itu sebelum masa pandemi aspek sumberdaya lahan, usaha tani, sarana prasarana dan permintaan juga masih menjadi masalah “, ujar Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Jum’at (19/2).

Begitupun dengan nasib para petani cabai yang semakin kurang menentu. Penurunan harga cabai sangat dirasakan sekali, dimana dalam pasar para pedagang banyak yang tidak berani mematok harga tinggi. Hasil panen cabai yang biasanya dikirim ke kota-kota besar mulai menghadapi berbagai persoalan. Disamping adanya pembatasan ruang gerak masyarakat dalam rangka pencegahan penularan covid 19, juga mulai dirasakan sulit menjualnya. Kesulitan ini juga dipengaruhi oleh banyaknya restoran dan hotel tutup serta pembatasan aktivitas pasar. 

“ Jika kita berbicara komoditas cabai sebenarnya merupakan komoditas favorit di pasar – pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern. Baik cabai merah ataupun cabai keriting. Cabai diminati masyarakat Indonesia karena mampu memberikan rasa pedas pada suatu cita rasa makanan sehingga masakan tanpa cabai makanan yang akan terasa tawar dan hambar.

Kebutuhan cabai di Indonesia sangatlah besar sehingga harus diimbangi oleh hasil produksi yang besar pula. Hal ini terbukti secara statistik bahwa ada peningkatan produksi cabai secara cukup signifikan yang menunjukkan bahwa minat konsumsi cabai di Indonesia sangatlah tinggi. Namun akhir – akhir ini ada kecenderungan merosotnya harga cabai.

Merosotnya harga cabai ini tentu bisa membuat para petani semakin jauh dari kesejahteraan. Oleh karena itu, Prawita GENPPARI akan turut mendorong lahirnya kebijakan pemerintah dalam menaungi maupun mewadahi Petani cabai serta hasil panennya hingga mewujudkan kesejahraan bagi mereka “, jelas Dede.

Permasalahan yang dihadapi petani ini sebenarnya tidak dimulai karena ada covid 19 saja, karena sebelum munculnya pandemi ini pun sudah ada beberapa permasalahan yang dihadapi. Seperti masalah keterbatasan lahan yang bahkan cenderung mengalami penyempitan sebagai akibat pertambahan penduduk yang terus bertambah sehingga sebagian lahan pertanian telah berubah fungsi menjadi lahan pemukiman, jalan, pabrik dan aneka pembangunan infrastruktur lainnya. Belum lagi permasalahan yang terkait dengan serangan hama, cuaca yang berubah - ubah, rendahnya SDM pertanian, modernisasi alat pertanian dan lainnya yang bisa berakibat pada gagal panen.

“ Adapun terkait dengan SDM berkaitan dengan dua aspek, yaitu aspek kuantitas dan aspek kualitas. Aspek kuantitas berkaitan dengan penurunan jumlah petani karena banyak yang beralif profesi menjadi pekerja toko, pabrik, bangunan dan lainnya. Sementara terkait dengan kualitas berkaitan dengan tingkat produktivitas yang masih rendah sehingga tentu akan berdampak pada daya saing yang kurang kompetitif “, sambung Dede.

Sebagai salah satu jenis tanaman hortikultura, tanaman cabai banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia karena teknik pembudidayaannya tidak terlalu sulit, juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan pada saat harga cabai stabil. Jenis tanaman cabai yang banyak diminati adalah cabai rawit, paprika, cabai merah, dan cabai hijau, karena relatif sering dikonsumsi oleh masyarakat.

“ Namun demikian prospek yang baik ini bukan berarti tidak menghadapi permasalahan secara spesifik bagi petani cabai. Terutama terkait dengan hal – hal yang dapat menghambat produksi cabai, seperti ketersediaan lahan yang semakin sempit, usaha tani cabai dalam proses pembudidayaannya kurang dilakukan dengan benar, modal dan sarana prasarana petani cabai terbatas, sering terjadi fluktuasi harga cabai yang berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran cabai di pasaran. Oleh karenanya terobosan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut harus dibahas bersama, termasuk dengan Pemerintah selaku pengambil kebijakan agar tidak merugikan petani cabai.

Beberapa solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah menggunakan media tanam selain lahan pertanian, meningkatkan peran penyuluh dalam memberikan informasi pertanian tentang proses pembudidayaan sampai pemasaran cabai, fasilitas pinjaman lunak dari Pemerintah untuk memenuhi sarana dan prasarana dalam pembudidayaan tanaman cabai, dan juga kebijakan Pemerintah dalam hal penentuan harga cabai.

 Sementara dari sisi Prawita GENPPARI memandang sudah saatnya para petani dibekali konsep pengembangan wisata edukasi bidang agro, khususnya pertanian cabai. Disamping ada warisan pendidikan buat anak – anak sekolah, juga sekaligus bisa menjadi sumber pendapatan tambahan agar para petani cabai semakin meningkat kesejahteraannya “, pungkas Dede. **
Share:

GENPPARI : Pengaturan Tata Ruang Wisata Pantai Opatija - Kroasia Sangat Apik dan Teratur


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Berbicara wisata pantai tentu bukan hal yang aneh bagi masyarakat Indonesia karena Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Persoalannya pada rancangan tata kota pantai yang menarik. Warganya dididik disiplin untuk menjaga kebersihan sehingga membuat para wisatawan betah beristirahat menikmati keindahan alamnya.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi sekaligus Pemerhati Desain Objek Wisata ketika dimintai pendapatnya tentang pengaturan tata ruang pantai Opatija, Sabtu (15/12) mengatakan bahwa pantai Opatija merupakan kota di Rijeka, Kroasia yang menjadi tujuan wisata musim panas dan dingin, dengan suhu rata-rata 5 °C di musim dingin dan 25 °C di musim panas. Kota ini kaya akan bangunan bersejarah, baik yang bergaya klasik maupun modern. Ujar Dede.


" Kota ini mirip kota Monaco, sebuah negara kecil yang memiliki  kemewahan dan glamoritas kemegahan  200 tahun yang lalu. Hingga saat ini, Monte Carlo tetap jadi destinasi wisata judi dan pelesiran orang-orang kaya dunia, jet set, para pangeran, dan sosialita lainnya ", kata Dede.

Kawasan pantai ini merupakan daerah elit selama masa kekaisaran Austro-Hungaria. Barisan vila dan spa yang indah dengan arsitektur kuno nan gagah menjadi bukti bahwa Opatija pernah menjadi tempat persinggahan kaum mapan di masa lalu. Fakta tidak memungkiri sebuah realitas kejayaan masa lalu.


Kota ini sempat kehilangan kemilaunya di masa Yugoslavia, tetapi selama satu dekade Opatija telah berbenah diri dan berhasil menjadi permata tersembunyi di negara yang pernah sangat berpengaruh di masa reinassance.

" Keindahan alamnya sangat menawan, apalagi tata ruang teluknya sangat unik. Masyarakat nya juga sangat peduli dengan kebersihan sehingga siapapun yang datang pasti terpikat. Bahkan saat hujan lebat pun, tidak menyurutkan hati untuk mengambil beberapa gambar. Termasuk makanan di cafe dan restauran yang enak di bawah romantika temaram sang purnama ", pungkas Dede. **
Share:

GENPPARI : Dunia Parawisata Perlu Belajar Menjaga Keindahan dan Kebersihan dari Ottawa – Canada


Duta Nusantara Merdeka |
Menempuh sebuah perjalanan panjang adalah sebuah konsekuensi logis bagi para pecinta dunia pariwisata. Bisa melalui perjalanan darat, laut, udara atau mungkin juga harus disambung dengan berjalan kaki jika jalan yang harus dilalui memang tidak memungkinkan bisa dilewati dengan kendaraan. 

Begitupun dengan harga yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sebuah keindahan, bisa didapatkan dengan cara yang gratis, murah meriah bahkan bisa sampai mahal. Berbicara tentang keindahan alam tidak akan lepas dari kebersihan, yaitu kepedulian umat manusia untuk merawat dan menjaga alam agar tetap bersih dan lestari. 


Pada kesempatan ini, Senin (28/10) media mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi melalui sambungan seluler yang kebetulan sedang berada di pusat ibukota Kanada, yaitu kota Ottawa.

Menurutnya masalah utama kepariwisataan Indonesia adalah kepeduliaan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di tempat objek wisata dan umumnya tempat yang lainnya. Jika bicara perbandingan destinasi wisata di luar negeri, salah satu yang menonjol adalah soal kebersihannya.

Satu hal lagi yang harus diingat bahwa tanggung jawab dalam menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan saja, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Tegas Dede.

Selanjutnya Dede mencontohkan kota Ottawa yang terletak di Ontario di perbatasan Quebec, di samping kesejukan dan keindahan kotanya, seluruh masyarakat bias peduli dan tertib dalam menjaga kebersihan. Termasuk tidak boleh membuang sampah sembarangan.

Di kota ini juga mudah  mendengar orang – orang berbicara dalam bahasa Inggris dan Prancis di jalanan. Di sini banyak ditemukan warisan Kanada yang membanggakan di situs-situs nasional yang mengesankan dan landmark terkenal, termasuk Kanal Rideau (Situs Warisan Dunia UNESCO). Ini adalah kota yang penuh dengan budaya, dengan museum dan galeri kelas dunia yang memajang koleksi nasional yang menakjubkan.

Ottawa adalah tujuan yang hidup dengan perayaan, dimulai setiap tahun dengan Winterlude di bulan Februari, berlanjut hingga Festival Tulip Kanada di bulan Mei, memanas 1 Juli dengan perayaan Hari Kanada terbesar di negara ini, dan habis-habisan dengan festival musik musim panas yang terkenal. Kota ini adalah tempat yang unik dan indah.


Pusat kotanya di tepi alam dan dekat dengan sisi pedesaan di sekitarnya. Ada getaran kosmopolitan yang mudah di sini, dan Ottawa dikenal ramah dan bisa berjalan. Jelajahi lingkungan lokal yang khas, termasuk ByWard Market yang bersejarah. Pada siang hari daerah ini menawarkan pasar petani yang ramai dan toko-toko yang apik. Sementara pada malam hari ia bersenandung dengan aktivitas di restoran, pub, dan tiupan dinginnya malam yang merdu. Ujar Dede.

“Kita perlu belajar dari manapun untuk sesuatu yang baik, salah satunya tentang keindahan dan kedamaian kota yang dilengkapi dengan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan. Oleh karena itu, GENPPARI memiliki komitmen yang kuta dalam memajukan pariwisata Indonesia dengan salah satu caranya adalah mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan.

Tegurlah siapapun yang membuang sampah sembarangan, dan berilah contoh di lingkungan kecil kita agar selalu peduli dengan alam untuk tetap lestari, segar, bersih dan indah “, harap Dede menutup wawancara nun jauh di setengah belahan bumi. **
Share:

Dinas Pariwisata Kota Medan Gelar FGD Pengembangan Di Era Digital


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Perkembangan digital dan millenial saat ini sangat erat berkaitan. Sehingga pariwisata juga dapat tumbuh besar karena peran digital. Lifestyle saat ini sudah berubah ke arah digital, sehingga generasi milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia. Dengan dorongan teknologi, millenial menjadi generasi yang kreatif, aktif dan inovatif.

Demikian disampaikan Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suryono mewakili Plt Wali Kota Medan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Pariwisata Kota Medan di Hotel Garuda Plaza, Rabu (30/10/2019).

FGD yang mengusung Tema Pengaruh Pertumbuhan Industri Pariwisata di Era Digital terhadap Perkembangan Pariwisata Kota Medan bertujuan memajukan industri parwisata kepada wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

“Hal ini karena mereka mengenyam pendidikan yang jauh lebih baik daripada pendahulunya, sehingga generasi millenial mampu menyerap informasi lebih baik dan sangat aktif di media sosial,” ungkap Agus.

Dihadapan seluruh peserta dilingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Medan, Agus menjelaskan, hal ini salah satunya disebabkan karena Country Branding Indonesia, yaitu Wonderful Indonesia naik pesat di mata dunia. Ia juga mengatakan, pengakuan ini akan membuat kepercayaan diri para pelaku pariwisata di tanah air akan makin meningkat, serta akan mampu membuat wisatawan semakin yakin untuk mengunjungi Indonesia.

“Pengakuan ini akan makin membuat generasi millenial semakin penasaran akan keindahan pariwisata Indonesia. Generasi millenial inilah yang harus kita garap lebih serius, karena penggunaan teknologi digital oleh para generasi millenial yang sangat masif, membuat potensi mereka kian menarik untuk digali,” jelas Agus.

Seperti yang diketahui, tambah Agus, bahwa Presiden Joko Widodo secara resmi telah memperkenalkan jajaran kabinetnya yang akan bekerja untuk periode 5 tahun ke depan. Salah satu yang dilantik adalah seorang yang dikenal sangat kreatif dan masih berusia muda bernama Wishnutama.

“Beliau menjadi nahkoda yang akan membawa pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu bidang yang akan bisa diberdayakan untuk membangun Indonesia. Kita semua tentu berharap kegiatan pariwisata di bawah Bapak Wishnutama akan semakin bergairah dan mampu menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara kita diluar bidang Migas,” tambahnya.

Kemudian, FGD dilanjutkan dengan pemaparan dari Narasumber diantaranya, Kadis Pariwisata Kota Medan, Polrestabes Medan, Ketua DPD Asita Sumutj Solahuddin Nasution, Wakil Ketua Umum BPP PHRI Maulana Yusran. **

Wartawati DNM : Nora Tarigan
Share:

GENPPARI Semakin Kreatif, Rumuskan Format Wisata Industri


Duta Nusantara Merdeka | Purwakarta

Pembangunan pasti akan terus berjalan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu indikator kemajuan pelaksanaannya ditandai oleh berbagai proyek infrastruktur seperti gedung – gedung, jalan, jembatan, pelabuhan, dan lain – lain.

Proses pembangunan awalnya menggunakan metode konstruksi beton konvensional. Namun seiring dengan kemajuan teknologi konstruksi maka saat ini berkembang model beton pracetak (precast concrete). 


Terkait hal ini, media mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Parawisata Indonesia (GENPPARI) saat melakukan kunjungan wisata industri ke PT. Artha Mulia Beton di kawasan industri Purwakarta, Sabtu 5 Oktober 2019.

Dede menjelaskan bahwa teknologi dalam segala bidang terus berkembang dengan cepat, termasuk teknologi di bidang konstruksi. Salah satunya apa yang disebut dengan beton pracetak. Tentu banyak manfaat dan keunggulan dari penggunaan beton pracetak ini dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi. 



“Beton pra-cetak (precast concrete) adalah beton yang dicetak di luar area pekerjaan pembuatan suatu proyek. Selanjutnya produk tersebut dibawa ke lokasi proyek dan dipasang di sana. Secara keseluruhan total cost-nya akan lebih hemat, waktu penyelesaian proyek lebih cepat, dan kualitas struktur lebih homogen sehingga kualitasnya semakin bagus," ujar Dede.

Dalam konteks ini, maka pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai produk – produk beton pracetak perlu disosialisasikan baik secara teknis pengenalan produk maupun peluang bisnisnya.

Dalam perspektif pariwisata, GENPPARI memandang ada celah pengembangan potensi wisata industri, baik industri konstruksi, manufaktur, dan lain - lain. Dan pada kesempatan ini, GENPPARI sengaja mengunjungi PT. Artha Mulia Beton yang selama ini terkenal sebagai produsen beton pracetak terbaik di Indonesia.

Sebelum melakukan kunjungan, didahului dengan pelatihan teknis beton pracetak. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah mensosialisasikan wawasan teknik beton pracetak dan mengenalkan peluang bisnisnya.

Sementara subjek pembahasan meliputi Pengertian Beton Pracetak,  Perkembangan Sistem Beton Pracetak, Jenis-Jenis Beton Precast (Minipile, U-Ditch, Box Culvert, Barrier, Kansteen, dll), Keunggulan Beton Pra-cetak, Kelemahan Beton Pra-cetak, Peluang Kerjasama Bisnis. Jelas Dede Farhan yang juga dosen Construction Safety di beberapa perguruan tinggi ini. 

Pelatihan diselenggarakan di Rumah Para pecinta Ilmu (RUMPPI) pada Sabtu, 5 Oktober 2019. **
Share:

GENPPARI Inisiasi Program Pos Wisata Anti Narkoba (PosWan)


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Komitmen untuk memajukan pariwisata Indonesia sudah sejak lama dirintis oleh GENPPARI karena menyadari fungsi strategis kepariwisataan untuk masa depan Indonesia. Saat sumber daya alam menyusut, harga – harga komoditi ekspor sangat fluktuatif sehingga neraca perdagangan juga sering defisit, pajak sudah digenjot tetapi pos pemasukan masih kurang maka pinjaman luar negeri tak terhindarkan.

Oleh karena itu GENPPARI berfikir keras untuk mencari alternatif lain sumber pemasukan negara tanpa harus mengeksplorasi sumber daya alam. Salah satunya adalah sektor kepariwisataan yang dimiliki oleh 17 ribu pulau di Indonesia. 

Untk mengetahui lebih jauh hal tersebut, media mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi di Bandung, Sabtu (5/10).


Dede mengatakan bahwa seluruh jajaran Pengurus GENPPARI dari tingkat DPP sampai DPD kabupaten/ kota memiliki kesamaan pandangan, tekad dan komitmen untuk memajukan pariwisata Indonesia. Tak bisa ditawar lagi bahwa sektor pariwisata sanggup menjadi sektor unggulan dan andalan dalam meningkatkan kesejahterakan bangsa.

Namun demikian, GENPPARI juga tetap akan mewaspadai kemungkinan masuknya narkoba melalui jalur dan objek kepariwisataan. Oleh karena itu, GENPPARI juga akan membentuk Tim Khusus yang memantau dan memonitor kemungkinan adanya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh para “turis”. Ujar Dede.

“ Teknisnya GENPPARI akan membentuk Program Pos Wisata Anti Narkoba (PosWan). Tim ini akan memonitor dan mengawasi kemungkinan adanya peredaran gelap narkoba yang terhubung dengan jaringan internasional. 

Termasuk tempat – tempat hiburan yang seringkali disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai sarana dalam melakukan transaksi narkoba. Tim ini tidak sekedar memiliki komitmen dan tekad saja, melainkan juga akan dilatih dengan keterampilan khusus dalam mengelola berbagai pola pergerakan informasi dari para pelaku, salah satunya adalah keterampilan ilmu intelijen “, Ungkap Dede.

Di akhir pertemuan Dede mengingatkan dan meminta kepada seluruh anggota GENPPARI agar memajukan pariwisata dan juga mencegah kemungkinan adanya peredaran narkoba di tempat wisata. Jika menemkan hal – hal yang mencurigakan, maka dirinya meminta untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Dalam konteks ini, GENPPARI akan membantu menyampaikan segala macam informasi bila terlihat adanya indikasi peredaran dan penyalahgunaan pemakaian narkoba. Dalam hal ini GENPPARI bertekad untuk mengembangkan Objek Wisata Bersih dan Bebas Narkoba, Pungkas Dede mengakhiri wawancara. **
Share:

Diskusi Asyik Pariwisata Bersama Pengurus GENPPARI Sukabumi


Duta Nusantara Merdeka | Sukabumi
Villa dan Resort Yustik Selabintana Sukabumi menjadi salah satu tempat wisata favorit di Sukabumi. Selain tempatnya asyik, lokasinya dekat dari pusat kota, tempatnya juga indah dan lengkap. Sangat cocok juga bagi penyelenggaran model pelatihan outbound karena lokasinya dilengkapi dengan bumi perkemahan.

Media pada Selasa (6/8) menghubungi Dede Farhan Aulawi selaku Ketua Umum GENPPARI melalui sambungan telepon yang baru saja  mengunjungi objek wisata tersebut dalam rangka memenuhi undangan para calon pengurus GENPPARI Sukabumi.


Pada kesempatan tersebut Dede menjelaskan secara rinci apa saja yang mendasari latar belakang pendirian organisasi GENPPARI ini. Tataran mikro dan makro perekonomian dibahas secara detail dan rinci, dimana semua bermuara pada pentingnya memajukan pariwisata Indonesia yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan destinasi wisata yang dimiliki negara lain. Keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif yang dimiliki pariwisata Indonesia, harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Ujar Dede.

Pertemuan juga dihiasi dengan diskusi hangat model GENPPARI, yaitu DAHSYAT singkatan Dengan aangat, Asyik dan bermanfaat. Penguasaan Dede dalam bidang kepariwisataan menjadi modal dasar kenapa GENPPARI bisa berkembang dengan cepat di tanah air.


Daerah – daerah banyak yang menyambut hangat dan penuh antusias sekaligus menggantungkan harapan agar pariwisata di daerahnya bisa maju seperti daerah lainnya. Kreatifitas berfikir para pucuk pimpinan GENPPARI yang dilengapi dengan dinginnya sentuhan tangan bisnisnya melengkapi kemampuan yang banyak diharapkan oleh para investor yang berniat untuk menginvestasikan dananya di bidang kepariwisataan. Terang Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan, bahwa sektor pariwisata sesungguhnya adalah area pertandingan Indonesia di kancah Internasional. Jika pariwisata Indonesia maju, maka kecintaan warga negara terhadap negerinya bisa meningkat.


Di samping itu, sektor pariwisata juga akan menggerakan sektor ekonomi masyarakat lainnya seperti pelaku usaha bidang perhotelan, rumah makan, UKM, dan lain – lain. Itulah sebabnya GENPPARI atas dasar kesadaran kolektif secara bersungguh – sungguh ingin memajukan pariwisata tanah air. Jelas Dede mengakhiri percakapan. **
Share:

Wisata Budaya GENPPARI, Kunjungi Kampung Naga di Tasikmalaya


Duta Nusantara Merdeka |Tasikmalaya

Tasikmalaya selama ini dikenal dengan ikon sebagai kota Santri, tukang kredit, dan lain – lain. Padahal didaamnya banyak juga nilai – nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh Tasikmalaya. Salah satu kampung budaya yang ada di Tasikmalaya adalah Kampung Naga yang terletak di Desa Neglasari, kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Kampung Naga yang merupakan sebuah dusun yang unik berada di tengah kondisi alam pedesaan yang sangat asri, dihiasi oleh pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Meskipun memasuki musim kemarau, tidak pernah dilanda kekeringan. Di dusun ini masyarakatnya memegang teguh adat istiadat dari nenek moyang yang dipatuhi secara turun temurun.

Pada akhir pekan ini (27/7) Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) yang dipimpin oleh Dede Farhan Aulawi mengunjungi Kampung Naga sebagai bagian dari program kerja organisasi dalam melakukan wisata budaya.

Pada kesempatan ini, Dede menjelaskan bahwa Kampung Naga memiliki aturan adat tertentu yang mengikat seluruh masyarakatnya. Bahan bangunan untuk pembuatan rumah dan tata letaknya diatur oleh ketentuan yang mengikat semuanya. 

Jadi saat datang ke kampung Naga, para wisatawan akan disuguhi oleh pemandangan yang sangat berbeda. Di sini tidak ada listrik, jadi situasinya benar – benar unik dan sangat menarik. Ujar Dede.


Kampung ini dikelilingi oleh gunung, sawah – sawah dan sungai. Penduduknya sangat ramah dan tetap menjaga warisan budaya leluhur atau karuhunnya. Apabila ada warganya yang melanggar adat maka  dinilai tidak menghormati karuhun, dan bisa menimbulkan malapetaka. Itulah sebabnya seluruh warganya begitu taat dan patuh pada ketentuan – ketentuan yang ditetapkan sesepuh adatnya. 

“ Nah bagi siapapun yang mencintai wisata budaya, maka salah satunya berkunjunglah ke Kampung Naga ini. Sulit diungkapkan dengan kata – kata, tetapi setiap pengunjung pasti akan puas dengan kampung asri yang sangat menjunjung tinggi adat dan budayanya “, kata Dede mengakhiri percakapan. ** 
Share:

GENPARI : Majukan Pariwisata Indonesia Bergema Dari Bandung


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Sektor pengembangan pariwisata harus menjadi prioritas dan perhatian dari semua masyarakat Indonesia, di saat sektor migas, kelapa sawit dan batubara mengalami kelesuan.

Pariwisata Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa jika dipegang oleh tangan – tangan dingin yang piawai dalam pengelolaannya. Prospeknya sangat luar biasa, maka untuk memajukannya dipandang perlu menggelokansemakan berupa Gerakan Nasional agar pariwisata Indonesia semakin maju.

Berkaitan dengan hal tersebut, di Rumah Para pecinta Ilmu (RUMPPI) Bandung beberapa waktu lalu bergelora semangat dari puluhan para penggiat pariwisata yang berasal dari berbagai daerah untuk membangun sebuah komitmen dalam memajukan pariwisata Indonesia. 


Akhirnya lahirlah Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) yang dikomandani oleh aktivis kepariwisataan Dede Farhan Aulawi.

Pada kesempatan tersebut Dede menjelaskan bahwa kelahiran GENPPARI didasari oleh sebuah kesadaran kolektif masyarakat untuk memajukan pariwisata Indonesia. Ada idealisme yang dibangun untuk mewujudkan rasa cinta pada tanah air dan bangsa.

Industri pariwisata adalah sebuah industri yang beroperasi tanpa mengeksploitasi sumber daya alam secara destruktif, melainkan bisa menimbulkan kecintaan untuk merawat sekaligus menjaga keseimbangan alam. Hal ini penting bukan hanya saat ini saja, tetapi juga untuk masa depan dunia yang lebih ramah dan lebih beradab.


Dede yang memiliki hobi traveller ini pernah berpengalaman keliling Indonesia sampai ke pulau – pulau perbatasan, jadi memahami betul setiap hela nafas potensi pariwisata daerah.

Komitmennya yang tinggi dalam memajukan dunia kepariwisataan, selalu menginspirasi ide dan gagasan segar bagi berbagai komunitas masyarakat Indonesia. Tak lelah hatinya untuk berfikir dalam memajukan Indonesia di banyak bidang. Semua ditujukan demi kesejahteraan masyarakat dan kejayaan bangsa dan negara.

Lebih jauh Dede juga menambahkan bahwa berbicara tentang kepariwisataan Indonesia, tentu di dalamnya bicara juga tentang seni dan budaya yang memang luar biasa.


Beragam corak dan jenis, sehingga menimbulkan hentakan dan alunan jiwa yang mampu membuat bangga setiap jiwa yang tahu tentang Indonesia. Jadi melalui pariwisata, seni dan budaya ini, Indonesia juga bisa menyampaikan pesan – pesan perdamaian bagi seluruh umat manusia karena seni dan budaya tidak mengenal sekat bangsa.

Ayo majukan pariwisata Indonesia, seni dan budayanya akan menginspirasi lahirnya dunia yang penuh kedamaian. Menjaga keseimbangan ekosistem dan keharmonisan alam. Pungkas Dede dengan penuh semangat. **
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini