Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Parawisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parawisata. Tampilkan semua postingan

GENPPARI : Pengaturan Tata Ruang Wisata Pantai Opatija - Kroasia Sangat Apik dan Teratur


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Berbicara wisata pantai tentu bukan hal yang aneh bagi masyarakat Indonesia karena Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Persoalannya pada rancangan tata kota pantai yang menarik. Warganya dididik disiplin untuk menjaga kebersihan sehingga membuat para wisatawan betah beristirahat menikmati keindahan alamnya.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi sekaligus Pemerhati Desain Objek Wisata ketika dimintai pendapatnya tentang pengaturan tata ruang pantai Opatija, Sabtu (15/12) mengatakan bahwa pantai Opatija merupakan kota di Rijeka, Kroasia yang menjadi tujuan wisata musim panas dan dingin, dengan suhu rata-rata 5 °C di musim dingin dan 25 °C di musim panas. Kota ini kaya akan bangunan bersejarah, baik yang bergaya klasik maupun modern. Ujar Dede.


" Kota ini mirip kota Monaco, sebuah negara kecil yang memiliki  kemewahan dan glamoritas kemegahan  200 tahun yang lalu. Hingga saat ini, Monte Carlo tetap jadi destinasi wisata judi dan pelesiran orang-orang kaya dunia, jet set, para pangeran, dan sosialita lainnya ", kata Dede.

Kawasan pantai ini merupakan daerah elit selama masa kekaisaran Austro-Hungaria. Barisan vila dan spa yang indah dengan arsitektur kuno nan gagah menjadi bukti bahwa Opatija pernah menjadi tempat persinggahan kaum mapan di masa lalu. Fakta tidak memungkiri sebuah realitas kejayaan masa lalu.


Kota ini sempat kehilangan kemilaunya di masa Yugoslavia, tetapi selama satu dekade Opatija telah berbenah diri dan berhasil menjadi permata tersembunyi di negara yang pernah sangat berpengaruh di masa reinassance.

" Keindahan alamnya sangat menawan, apalagi tata ruang teluknya sangat unik. Masyarakat nya juga sangat peduli dengan kebersihan sehingga siapapun yang datang pasti terpikat. Bahkan saat hujan lebat pun, tidak menyurutkan hati untuk mengambil beberapa gambar. Termasuk makanan di cafe dan restauran yang enak di bawah romantika temaram sang purnama ", pungkas Dede. **
Share:

GENPPARI : Dunia Parawisata Perlu Belajar Menjaga Keindahan dan Kebersihan dari Ottawa – Canada


Duta Nusantara Merdeka |
Menempuh sebuah perjalanan panjang adalah sebuah konsekuensi logis bagi para pecinta dunia pariwisata. Bisa melalui perjalanan darat, laut, udara atau mungkin juga harus disambung dengan berjalan kaki jika jalan yang harus dilalui memang tidak memungkinkan bisa dilewati dengan kendaraan. 

Begitupun dengan harga yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sebuah keindahan, bisa didapatkan dengan cara yang gratis, murah meriah bahkan bisa sampai mahal. Berbicara tentang keindahan alam tidak akan lepas dari kebersihan, yaitu kepedulian umat manusia untuk merawat dan menjaga alam agar tetap bersih dan lestari. 


Pada kesempatan ini, Senin (28/10) media mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi melalui sambungan seluler yang kebetulan sedang berada di pusat ibukota Kanada, yaitu kota Ottawa.

Menurutnya masalah utama kepariwisataan Indonesia adalah kepeduliaan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di tempat objek wisata dan umumnya tempat yang lainnya. Jika bicara perbandingan destinasi wisata di luar negeri, salah satu yang menonjol adalah soal kebersihannya.

Satu hal lagi yang harus diingat bahwa tanggung jawab dalam menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan saja, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Tegas Dede.

Selanjutnya Dede mencontohkan kota Ottawa yang terletak di Ontario di perbatasan Quebec, di samping kesejukan dan keindahan kotanya, seluruh masyarakat bias peduli dan tertib dalam menjaga kebersihan. Termasuk tidak boleh membuang sampah sembarangan.

Di kota ini juga mudah  mendengar orang – orang berbicara dalam bahasa Inggris dan Prancis di jalanan. Di sini banyak ditemukan warisan Kanada yang membanggakan di situs-situs nasional yang mengesankan dan landmark terkenal, termasuk Kanal Rideau (Situs Warisan Dunia UNESCO). Ini adalah kota yang penuh dengan budaya, dengan museum dan galeri kelas dunia yang memajang koleksi nasional yang menakjubkan.

Ottawa adalah tujuan yang hidup dengan perayaan, dimulai setiap tahun dengan Winterlude di bulan Februari, berlanjut hingga Festival Tulip Kanada di bulan Mei, memanas 1 Juli dengan perayaan Hari Kanada terbesar di negara ini, dan habis-habisan dengan festival musik musim panas yang terkenal. Kota ini adalah tempat yang unik dan indah.


Pusat kotanya di tepi alam dan dekat dengan sisi pedesaan di sekitarnya. Ada getaran kosmopolitan yang mudah di sini, dan Ottawa dikenal ramah dan bisa berjalan. Jelajahi lingkungan lokal yang khas, termasuk ByWard Market yang bersejarah. Pada siang hari daerah ini menawarkan pasar petani yang ramai dan toko-toko yang apik. Sementara pada malam hari ia bersenandung dengan aktivitas di restoran, pub, dan tiupan dinginnya malam yang merdu. Ujar Dede.

“Kita perlu belajar dari manapun untuk sesuatu yang baik, salah satunya tentang keindahan dan kedamaian kota yang dilengkapi dengan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan. Oleh karena itu, GENPPARI memiliki komitmen yang kuta dalam memajukan pariwisata Indonesia dengan salah satu caranya adalah mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan.

Tegurlah siapapun yang membuang sampah sembarangan, dan berilah contoh di lingkungan kecil kita agar selalu peduli dengan alam untuk tetap lestari, segar, bersih dan indah “, harap Dede menutup wawancara nun jauh di setengah belahan bumi. **
Share:

Dinas Pariwisata Kota Medan Gelar FGD Pengembangan Di Era Digital


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Perkembangan digital dan millenial saat ini sangat erat berkaitan. Sehingga pariwisata juga dapat tumbuh besar karena peran digital. Lifestyle saat ini sudah berubah ke arah digital, sehingga generasi milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia. Dengan dorongan teknologi, millenial menjadi generasi yang kreatif, aktif dan inovatif.

Demikian disampaikan Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suryono mewakili Plt Wali Kota Medan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Pariwisata Kota Medan di Hotel Garuda Plaza, Rabu (30/10/2019).

FGD yang mengusung Tema Pengaruh Pertumbuhan Industri Pariwisata di Era Digital terhadap Perkembangan Pariwisata Kota Medan bertujuan memajukan industri parwisata kepada wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

“Hal ini karena mereka mengenyam pendidikan yang jauh lebih baik daripada pendahulunya, sehingga generasi millenial mampu menyerap informasi lebih baik dan sangat aktif di media sosial,” ungkap Agus.

Dihadapan seluruh peserta dilingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Medan, Agus menjelaskan, hal ini salah satunya disebabkan karena Country Branding Indonesia, yaitu Wonderful Indonesia naik pesat di mata dunia. Ia juga mengatakan, pengakuan ini akan membuat kepercayaan diri para pelaku pariwisata di tanah air akan makin meningkat, serta akan mampu membuat wisatawan semakin yakin untuk mengunjungi Indonesia.

“Pengakuan ini akan makin membuat generasi millenial semakin penasaran akan keindahan pariwisata Indonesia. Generasi millenial inilah yang harus kita garap lebih serius, karena penggunaan teknologi digital oleh para generasi millenial yang sangat masif, membuat potensi mereka kian menarik untuk digali,” jelas Agus.

Seperti yang diketahui, tambah Agus, bahwa Presiden Joko Widodo secara resmi telah memperkenalkan jajaran kabinetnya yang akan bekerja untuk periode 5 tahun ke depan. Salah satu yang dilantik adalah seorang yang dikenal sangat kreatif dan masih berusia muda bernama Wishnutama.

“Beliau menjadi nahkoda yang akan membawa pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu bidang yang akan bisa diberdayakan untuk membangun Indonesia. Kita semua tentu berharap kegiatan pariwisata di bawah Bapak Wishnutama akan semakin bergairah dan mampu menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara kita diluar bidang Migas,” tambahnya.

Kemudian, FGD dilanjutkan dengan pemaparan dari Narasumber diantaranya, Kadis Pariwisata Kota Medan, Polrestabes Medan, Ketua DPD Asita Sumutj Solahuddin Nasution, Wakil Ketua Umum BPP PHRI Maulana Yusran. **

Wartawati DNM : Nora Tarigan
Share:

GENPPARI Semakin Kreatif, Rumuskan Format Wisata Industri


Duta Nusantara Merdeka | Purwakarta

Pembangunan pasti akan terus berjalan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu indikator kemajuan pelaksanaannya ditandai oleh berbagai proyek infrastruktur seperti gedung – gedung, jalan, jembatan, pelabuhan, dan lain – lain.

Proses pembangunan awalnya menggunakan metode konstruksi beton konvensional. Namun seiring dengan kemajuan teknologi konstruksi maka saat ini berkembang model beton pracetak (precast concrete). 


Terkait hal ini, media mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Parawisata Indonesia (GENPPARI) saat melakukan kunjungan wisata industri ke PT. Artha Mulia Beton di kawasan industri Purwakarta, Sabtu 5 Oktober 2019.

Dede menjelaskan bahwa teknologi dalam segala bidang terus berkembang dengan cepat, termasuk teknologi di bidang konstruksi. Salah satunya apa yang disebut dengan beton pracetak. Tentu banyak manfaat dan keunggulan dari penggunaan beton pracetak ini dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi. 



“Beton pra-cetak (precast concrete) adalah beton yang dicetak di luar area pekerjaan pembuatan suatu proyek. Selanjutnya produk tersebut dibawa ke lokasi proyek dan dipasang di sana. Secara keseluruhan total cost-nya akan lebih hemat, waktu penyelesaian proyek lebih cepat, dan kualitas struktur lebih homogen sehingga kualitasnya semakin bagus," ujar Dede.

Dalam konteks ini, maka pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai produk – produk beton pracetak perlu disosialisasikan baik secara teknis pengenalan produk maupun peluang bisnisnya.

Dalam perspektif pariwisata, GENPPARI memandang ada celah pengembangan potensi wisata industri, baik industri konstruksi, manufaktur, dan lain - lain. Dan pada kesempatan ini, GENPPARI sengaja mengunjungi PT. Artha Mulia Beton yang selama ini terkenal sebagai produsen beton pracetak terbaik di Indonesia.

Sebelum melakukan kunjungan, didahului dengan pelatihan teknis beton pracetak. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah mensosialisasikan wawasan teknik beton pracetak dan mengenalkan peluang bisnisnya.

Sementara subjek pembahasan meliputi Pengertian Beton Pracetak,  Perkembangan Sistem Beton Pracetak, Jenis-Jenis Beton Precast (Minipile, U-Ditch, Box Culvert, Barrier, Kansteen, dll), Keunggulan Beton Pra-cetak, Kelemahan Beton Pra-cetak, Peluang Kerjasama Bisnis. Jelas Dede Farhan yang juga dosen Construction Safety di beberapa perguruan tinggi ini. 

Pelatihan diselenggarakan di Rumah Para pecinta Ilmu (RUMPPI) pada Sabtu, 5 Oktober 2019. **
Share:

GENPPARI Inisiasi Program Pos Wisata Anti Narkoba (PosWan)


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Komitmen untuk memajukan pariwisata Indonesia sudah sejak lama dirintis oleh GENPPARI karena menyadari fungsi strategis kepariwisataan untuk masa depan Indonesia. Saat sumber daya alam menyusut, harga – harga komoditi ekspor sangat fluktuatif sehingga neraca perdagangan juga sering defisit, pajak sudah digenjot tetapi pos pemasukan masih kurang maka pinjaman luar negeri tak terhindarkan.

Oleh karena itu GENPPARI berfikir keras untuk mencari alternatif lain sumber pemasukan negara tanpa harus mengeksplorasi sumber daya alam. Salah satunya adalah sektor kepariwisataan yang dimiliki oleh 17 ribu pulau di Indonesia. 

Untk mengetahui lebih jauh hal tersebut, media mewawancarai Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi di Bandung, Sabtu (5/10).


Dede mengatakan bahwa seluruh jajaran Pengurus GENPPARI dari tingkat DPP sampai DPD kabupaten/ kota memiliki kesamaan pandangan, tekad dan komitmen untuk memajukan pariwisata Indonesia. Tak bisa ditawar lagi bahwa sektor pariwisata sanggup menjadi sektor unggulan dan andalan dalam meningkatkan kesejahterakan bangsa.

Namun demikian, GENPPARI juga tetap akan mewaspadai kemungkinan masuknya narkoba melalui jalur dan objek kepariwisataan. Oleh karena itu, GENPPARI juga akan membentuk Tim Khusus yang memantau dan memonitor kemungkinan adanya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh para “turis”. Ujar Dede.

“ Teknisnya GENPPARI akan membentuk Program Pos Wisata Anti Narkoba (PosWan). Tim ini akan memonitor dan mengawasi kemungkinan adanya peredaran gelap narkoba yang terhubung dengan jaringan internasional. 

Termasuk tempat – tempat hiburan yang seringkali disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai sarana dalam melakukan transaksi narkoba. Tim ini tidak sekedar memiliki komitmen dan tekad saja, melainkan juga akan dilatih dengan keterampilan khusus dalam mengelola berbagai pola pergerakan informasi dari para pelaku, salah satunya adalah keterampilan ilmu intelijen “, Ungkap Dede.

Di akhir pertemuan Dede mengingatkan dan meminta kepada seluruh anggota GENPPARI agar memajukan pariwisata dan juga mencegah kemungkinan adanya peredaran narkoba di tempat wisata. Jika menemkan hal – hal yang mencurigakan, maka dirinya meminta untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Dalam konteks ini, GENPPARI akan membantu menyampaikan segala macam informasi bila terlihat adanya indikasi peredaran dan penyalahgunaan pemakaian narkoba. Dalam hal ini GENPPARI bertekad untuk mengembangkan Objek Wisata Bersih dan Bebas Narkoba, Pungkas Dede mengakhiri wawancara. **
Share:

Diskusi Asyik Pariwisata Bersama Pengurus GENPPARI Sukabumi


Duta Nusantara Merdeka | Sukabumi
Villa dan Resort Yustik Selabintana Sukabumi menjadi salah satu tempat wisata favorit di Sukabumi. Selain tempatnya asyik, lokasinya dekat dari pusat kota, tempatnya juga indah dan lengkap. Sangat cocok juga bagi penyelenggaran model pelatihan outbound karena lokasinya dilengkapi dengan bumi perkemahan.

Media pada Selasa (6/8) menghubungi Dede Farhan Aulawi selaku Ketua Umum GENPPARI melalui sambungan telepon yang baru saja  mengunjungi objek wisata tersebut dalam rangka memenuhi undangan para calon pengurus GENPPARI Sukabumi.


Pada kesempatan tersebut Dede menjelaskan secara rinci apa saja yang mendasari latar belakang pendirian organisasi GENPPARI ini. Tataran mikro dan makro perekonomian dibahas secara detail dan rinci, dimana semua bermuara pada pentingnya memajukan pariwisata Indonesia yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan destinasi wisata yang dimiliki negara lain. Keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif yang dimiliki pariwisata Indonesia, harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Ujar Dede.

Pertemuan juga dihiasi dengan diskusi hangat model GENPPARI, yaitu DAHSYAT singkatan Dengan aangat, Asyik dan bermanfaat. Penguasaan Dede dalam bidang kepariwisataan menjadi modal dasar kenapa GENPPARI bisa berkembang dengan cepat di tanah air.


Daerah – daerah banyak yang menyambut hangat dan penuh antusias sekaligus menggantungkan harapan agar pariwisata di daerahnya bisa maju seperti daerah lainnya. Kreatifitas berfikir para pucuk pimpinan GENPPARI yang dilengapi dengan dinginnya sentuhan tangan bisnisnya melengkapi kemampuan yang banyak diharapkan oleh para investor yang berniat untuk menginvestasikan dananya di bidang kepariwisataan. Terang Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan, bahwa sektor pariwisata sesungguhnya adalah area pertandingan Indonesia di kancah Internasional. Jika pariwisata Indonesia maju, maka kecintaan warga negara terhadap negerinya bisa meningkat.


Di samping itu, sektor pariwisata juga akan menggerakan sektor ekonomi masyarakat lainnya seperti pelaku usaha bidang perhotelan, rumah makan, UKM, dan lain – lain. Itulah sebabnya GENPPARI atas dasar kesadaran kolektif secara bersungguh – sungguh ingin memajukan pariwisata tanah air. Jelas Dede mengakhiri percakapan. **
Share:

Wisata Budaya GENPPARI, Kunjungi Kampung Naga di Tasikmalaya


Duta Nusantara Merdeka |Tasikmalaya

Tasikmalaya selama ini dikenal dengan ikon sebagai kota Santri, tukang kredit, dan lain – lain. Padahal didaamnya banyak juga nilai – nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh Tasikmalaya. Salah satu kampung budaya yang ada di Tasikmalaya adalah Kampung Naga yang terletak di Desa Neglasari, kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Kampung Naga yang merupakan sebuah dusun yang unik berada di tengah kondisi alam pedesaan yang sangat asri, dihiasi oleh pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Meskipun memasuki musim kemarau, tidak pernah dilanda kekeringan. Di dusun ini masyarakatnya memegang teguh adat istiadat dari nenek moyang yang dipatuhi secara turun temurun.

Pada akhir pekan ini (27/7) Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) yang dipimpin oleh Dede Farhan Aulawi mengunjungi Kampung Naga sebagai bagian dari program kerja organisasi dalam melakukan wisata budaya.

Pada kesempatan ini, Dede menjelaskan bahwa Kampung Naga memiliki aturan adat tertentu yang mengikat seluruh masyarakatnya. Bahan bangunan untuk pembuatan rumah dan tata letaknya diatur oleh ketentuan yang mengikat semuanya. 

Jadi saat datang ke kampung Naga, para wisatawan akan disuguhi oleh pemandangan yang sangat berbeda. Di sini tidak ada listrik, jadi situasinya benar – benar unik dan sangat menarik. Ujar Dede.


Kampung ini dikelilingi oleh gunung, sawah – sawah dan sungai. Penduduknya sangat ramah dan tetap menjaga warisan budaya leluhur atau karuhunnya. Apabila ada warganya yang melanggar adat maka  dinilai tidak menghormati karuhun, dan bisa menimbulkan malapetaka. Itulah sebabnya seluruh warganya begitu taat dan patuh pada ketentuan – ketentuan yang ditetapkan sesepuh adatnya. 

“ Nah bagi siapapun yang mencintai wisata budaya, maka salah satunya berkunjunglah ke Kampung Naga ini. Sulit diungkapkan dengan kata – kata, tetapi setiap pengunjung pasti akan puas dengan kampung asri yang sangat menjunjung tinggi adat dan budayanya “, kata Dede mengakhiri percakapan. ** 
Share:

GENPARI : Majukan Pariwisata Indonesia Bergema Dari Bandung


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Sektor pengembangan pariwisata harus menjadi prioritas dan perhatian dari semua masyarakat Indonesia, di saat sektor migas, kelapa sawit dan batubara mengalami kelesuan.

Pariwisata Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa jika dipegang oleh tangan – tangan dingin yang piawai dalam pengelolaannya. Prospeknya sangat luar biasa, maka untuk memajukannya dipandang perlu menggelokansemakan berupa Gerakan Nasional agar pariwisata Indonesia semakin maju.

Berkaitan dengan hal tersebut, di Rumah Para pecinta Ilmu (RUMPPI) Bandung beberapa waktu lalu bergelora semangat dari puluhan para penggiat pariwisata yang berasal dari berbagai daerah untuk membangun sebuah komitmen dalam memajukan pariwisata Indonesia. 


Akhirnya lahirlah Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) yang dikomandani oleh aktivis kepariwisataan Dede Farhan Aulawi.

Pada kesempatan tersebut Dede menjelaskan bahwa kelahiran GENPPARI didasari oleh sebuah kesadaran kolektif masyarakat untuk memajukan pariwisata Indonesia. Ada idealisme yang dibangun untuk mewujudkan rasa cinta pada tanah air dan bangsa.

Industri pariwisata adalah sebuah industri yang beroperasi tanpa mengeksploitasi sumber daya alam secara destruktif, melainkan bisa menimbulkan kecintaan untuk merawat sekaligus menjaga keseimbangan alam. Hal ini penting bukan hanya saat ini saja, tetapi juga untuk masa depan dunia yang lebih ramah dan lebih beradab.


Dede yang memiliki hobi traveller ini pernah berpengalaman keliling Indonesia sampai ke pulau – pulau perbatasan, jadi memahami betul setiap hela nafas potensi pariwisata daerah.

Komitmennya yang tinggi dalam memajukan dunia kepariwisataan, selalu menginspirasi ide dan gagasan segar bagi berbagai komunitas masyarakat Indonesia. Tak lelah hatinya untuk berfikir dalam memajukan Indonesia di banyak bidang. Semua ditujukan demi kesejahteraan masyarakat dan kejayaan bangsa dan negara.

Lebih jauh Dede juga menambahkan bahwa berbicara tentang kepariwisataan Indonesia, tentu di dalamnya bicara juga tentang seni dan budaya yang memang luar biasa.


Beragam corak dan jenis, sehingga menimbulkan hentakan dan alunan jiwa yang mampu membuat bangga setiap jiwa yang tahu tentang Indonesia. Jadi melalui pariwisata, seni dan budaya ini, Indonesia juga bisa menyampaikan pesan – pesan perdamaian bagi seluruh umat manusia karena seni dan budaya tidak mengenal sekat bangsa.

Ayo majukan pariwisata Indonesia, seni dan budayanya akan menginspirasi lahirnya dunia yang penuh kedamaian. Menjaga keseimbangan ekosistem dan keharmonisan alam. Pungkas Dede dengan penuh semangat. **
Share:

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Jakarta Barat Menghibahkan Alat Musik Tradisional Ke 26 Group


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Kepala Suku Dinas dan Kebudayaan Jakarta Barat Achmad Syahrofi menyerahkan dan menghibahkan alat musik tradisional, dari 26 berbagai kelompok (group) penerima alat musik tradisional seperti marawis, rebana dan gambang kromong se Jakarta Barat, di Kantor Sudin Pariwisata dan Kebudayaan, Gedung Walikota Jakarta Barat, Jalan Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.4, Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (02/01/2019).

Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syahrofi mengatakan, pemberian ini sebagai bentuk keperdulian Pemda DKI Jakarta (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat) kepada warga Jakarta, agar lebih mengenal dan dekat dengan Kesenian dan Budaya terutama Kebudayaan Betawi. 26 dari berbagai kelompok (gruop) yang sudah diserahkan dan dihibahkan alat musik tradisonal, berupa Rebana, Marawis dan Gambang Kromong kepada masyarakat se Jakarta Barat," kata Ahmad Syahrofi.


"Karena ini hibah yang diambil dari uang rakyat, maka kami berharap semaksimal mungkin agar alat-alat ini supaya dijaga dan dirawat dengan benar dan jangan dibiarkan tergeletak tanpa manfaat," kata Ahmad Syahrofi.

Pada kesempatan itu, Ahmad Syahrofi juga berharap kepada generasi milenial untuk selalu menjaga dan memelihara seni dan budaya tradisonal asli Indonesia ditengah hiruk - pikuk budaya K-POP yang sedang digandrungi anak remaja jaman sekarang.

"Diera globalisasi seperti sekarang, remaja dan pemuda jangan terpengaruh oleh budaya negarif yang berasal dari luar. Cintailah budaya lokal," imbuhnya Kasudin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syahrofi.


Ahmad Syahrofi juga berpesan kepada generasi muda jangan terpengaruh oleh Narkoba. Lebih baik sibukanlah dengan hal - hal positif seperti berlatih musik tradisional, marawis, rebana atau gambang kromong.

Ketua Pemuda RW. 003 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Muhidin salah satu penerima alat musik tradisional, mengucapkan terima kasih kepada Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat yang telah menghibahkan seperangkat alat marawis kepada pemuda RW. 003 Kelurahan Kapuk.

"Semoga dengan adanya alat musik ini, kami bisa berkarya dan terhindar dari hal-hal negarif. Kami akan terus berlatih sampai mahir dan akan menjaga alat ini semaksimal mungkin," kata Muhidin.


Hal senada juga dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kebon Jeruk Mukroni, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat atas supportnya yang telah memberikan alat musik tradisional berupa marawis.

"Semoga dengan adanya alat-alat ini, kami dan pemuda-pemuda lainnya bisa melakukan hal-hal positif dan bisa terhindar dari hal-hal negarif seperti narkoba dan kejahatan lain nya," ujarnya Mukroni. 

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Wisatawan Muslim Generasi Milenial dan Generasi Z membawa US$180 Miliar Bagi Pasar Wisata Daring (Online Travel)



Meningkatnya ketergantungan wisatawan Muslim Milenial dan Generasi Z terhadap internet, media sosial, dan smartphone untuk menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan telah mendorong pasar daring (online) sebesar US$180 miliar.

Mastercard-CrescentRating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR2018) telah mengungkapkan pandangan (insights) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim di generasi mendatang. Yang dimana penelitian ini memproyeksikan pengeluaran perjalanan wisatawan Muslim secara online akan melampaui US$180 miliar pada tahun 2026. 

DMTR2018 merupakan laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT) pada Muslim Millenial Travel Report 2017. 

Laporan ini disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh CrescentRating di ITB Asia 2018. Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating dan HalalTrip mengatakan, “DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku dan preferensi online wisatawan Muslim. Laporan ini akan memberikan pandangan mengenai layanan platform online dan jejaring sosial untuk mengevaluasi potensi pasar Muslim bagi para pengelola tujuan wisata, operator tur, maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan lain di sektor pariwisata dan perhotelan.”

“Dengan cepatnya perkembangan teknologi online dan metode pembayaran, serta meningkatnya penduduk Muslim yang lahir di era digital, sebagai segmen utama dalam pasar perjalanan Muslim, maka prospek di ranah digital sangat positif. Destinasi-destinasi wisata harus memastikan bahwa pesan yang mereka sampaikan dapat menjangkau wisatawan Muslim melalui saluran online.

Laporan ini akan memberikan kriteria segmentasi yang praktis dan siap pakai bagi para pelaku di industri ini untuk menjangkau kelompok sasaran yang berbeda. Digital itu nyata dan melampaui generasi,” tambahnya. Davesh Kuwedekar, Vice Presidemt, Market Development, Mastercard, mengatakan, “Pasar perjalanan Halal senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat secara global, dengan kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017.

Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki pemikiran yang sama untuk menciptakan penawaran khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah, Mastercard juga melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan digital melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan selama bepergian.”

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, yang dirilis pada bulan April tahun ini, menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga mencapai US$300 miliar pada tahun 2026. Pada tahun 2017, diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global. Penelitian CrescentRating juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah Generasi Milenial ataupun Generasi Z.

Pasar Outbound Muslim Terbesar Secara Digital

Berdasarkan GMTI 2018, 30 Outbound Market Muslim teratas mewakili 90% kedatangan wisatawan Muslim secara keseluruhan. Studi ini mempelajari lanskap pemberdayaan digital (Digitally Enabled) dari negara-negara tersebut untuk memahami potensi transaksi-transaksi digital. Destinasi-destinasi wisata ini terbagi menjadi beberapa kelompok berbeda berdasarkan ukuran pasar dan akses digital. **(Red-96)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

11 Tahun Borong Jadi Ibukota Kabupaten Manggarai Timur Belum Bisa Menikmati Air Minum Bersih


DNM.com (Borong - NTT)
Hampir setiap hari dari lorong ke lorong dan jalan ke jalan di Kota Borong,ibukota Kabupaten Manggarai Timur (Matim) propinsi Nusa Tenggara Tinur (NTT) mengeluh soal air minum bersih.

Air di Borong sudah jadi keluhan klasik sejak Manggarai Timur di mekarkan dari  kabupaten induk Manggarai. Keluhan warga Borong soal air pun jadi bahan pemberitaan di media massa dari hari ke hari bahkan dari bulan ke bulan.

Ancaman warga dan desakkan sudah barang biasa yang tidak pernah dianggap serius oleh pemerintah kabupaten Manggarai Timur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat.

Kini,ibarat pepatah kuno masuk telinga kiri keluar telinga kanan bahkan hingga sekarang langkah cepat dan tepat pemerintah atas keluhan warga seolah tak kunjung datang.


Warga selalu berteriak agar segera diperhatikan  pemerintah namun jawabannya bukannya membantu warga mendapatkan air bersih malah program lain yang diperhatikan.

"Kami berharap pemerintah bisa urus serius air bersih di Borong. Potensi air ada tapi di mana-mana air membuat warga menderita, Keluhan warga belum dianggap serius.Buktinya,air bersih di Borong harus dicari di kali kami harus sewa mobil pick up dan antri berjam-jam serta berjalan kaki ke sumber mata air” ungkap silvester peluru warga desa nanga labang kota borong.

Kenapa air selalu jadi keluhan utama itu karena Kota Borong sudah semakin banyak penduduk tapi kepentingan masyarakat belum serius diurus,"kata Theo Pamput,warga Kelurahan Rana Loba-Borong saat ditemui media ini ,Rabu (15/08) siang.

Theo mengisahkan air yang diurus BLUD SPAM Borong sudah dibangun jaringannya sudah ada 10 tahun lalu ,tapi tidak pernah mengaliri.Tagihan air lancar tapi airnya tidak lancar,"ujar Theo.


Ia berharap pemerintah Jokowi perlu melakukan audit lapangan hendaknya pemerintah pusat menggerahkan semua daya upaya agar air bisa mengalir di rumah kami di Borong ini.

Pantauan media ini Mobil pick up yang berjualan air setiap hari mengambil air di kali Wae laku yang pasti airnya kotor dan tidak bersih.membeli air yang diambil di Kali Wae Bobo dan irigasi di Golo Mongkok,Kecamatan Rana Mese.

Persoalan air bersih di Borong kini menjadi hantu yang sangat sulit dilakukan oleh pemerintah kabupaten Manggarai Timur sejak 11 tahun di mekarkan. Pemerintah Daerah dianggap sibuk mengumpulkan harta tanpa memperhatikan warganya. **(Red-91)
Share:

Parawisata || Tugu Toga Sinaga Jadi Destinasi Wisata di Samosir

PARAWISATA SUMUT


DNM.com (Samosir)
Beberapa Objek Wisata yang ada di Kabupaten Samosir perlu di publikasikan melalui media cetak, elektronik,medsos,dan media lainnya karena dengan pemberitahuan ini masyarakat banyak mengetahui dimana lokasi dan apa saja objek wisata di Kabupaten Samosir.Kompleks Tugu Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) di Desar Urat II, Kecamatan Palipi dicanangkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.Bupati Samosir Rapidin Simbolon segera mengadakan MoU dengan PPTSB terkait hal ini.

Pencanangan Kompleks Tugu PPTSB sebagai destinasi wisata dilakukan setelah terlebih dahulu dilaksanakan pembangunan rumah adat dan revitalisasi Desa Adat Urat II.“Upaya ini dapat menambah pengembangan dan promosi pariwisata di Kabupaten Samosir,” ujar Bupati di Samosir.

Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap PPTSB yang telah membangun rumah adat dan revitalisai Desa Adat Urat II di Kecamatan Palipi. Rapidin menegaskan, pembangunan rumah adat itu bagian dari pelestarian budaya dan adat istiadat yang harus dipertahankan agar tidak punah.Untuk itu, Bupati berpesan supaya pembangunan rumah dan revitalisasi Desa Adat dijaga, dirawat, dan ditanami dengan pepohonan supaya tampak indah.

Objek Wisata di Samosir Sepi Pengunjung

Biasanya pada bulan Maret dan April pengunjung ketempat wisata Kabupaten Samosir agak berkurang terutama ke Daerah Pasir Putih Parbaba Pangururan.Beberapa pekan terakhir, beberapa objek wisata unggulan di Kabupaten Samosir sepi pengunjung atau wisatawan. objek wisata di Pantai Pasir Putih, pemandian air panas Pangururan, Samosir, tempat penjualan souvenir di Tomok dan  lainnya terpantau sepi saat akhir pekan.

Biasanya objek wisata andalan Samosir itu menjadi sasaran warga yang ingin menikmati liburan akhir pecan. Sebelumnya, sejumlah tempat wisata ramai dikunjungi wisatawan, sehingga usaha mikro kecil menengah yang berhubungan dengan pariwisata ramai pembeli.Pantauan wartawan, tak terlihat ada keramaian pengunjung. Hanya sejumlah anak-anak dan orang dewasa yang menikmati liburan akhir pekan pasca perayaan Tahun Baru 2017.Seorang pedagang di Pantai Pasir Putih, Saurma br Sihaloho, mengatakan tak mengetahui pasti penyebab sepinya objek wisata alam tersebut. Namanya objek wisata, kadang ramai, kadang sepi, ujarnya.

Berdasarkan keterangan Saurma, biasanya dalam sebulan tercatat pengunjung bisa mencapai 1.000 orang. Namun beberapa pekan terakhir jumlah pengunjung setiap harinya hanya puluhan orang saja.Namun, hari ini terpantau sepi. Begitu juga kegiatan wahana air yang disediakan pengelola seperti banana boat, speed boat, sewa sepeda air, dan sewa ban tampak menganggur di lokasi.Ketika disinggung adakah pengaruh issu yang beredar di tengah-tengah masyarakat yang menyatakan di Danau Toba banyak lintah, Saurma menjawab tidak mengetahuinya. **(Red-45)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini