Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Bazar Buku Online BBW Hadir Kembali


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bazar Buku terbesar di dunia Bazar Buku Big Bad Wolf telah hadir untuk pertama kalinya secara online dan ekslusif di Official Store Tokopedia yang bermula pada tanggal 27 April 2020 hingga 3 Mei 2020. Besarnya respone dan antusias dari masyarakat membuat buku-buku pada Bazar Buku online Big Bad Wolf pertama habis lebih awal, dalam kurun waktu 3 hari, hampir semua buku-buku terjual habis dan membuat Bazar Buku online Big Bad Wolf tutup lebih awal. Banyaknya permintaan dan antusiasme dari masyarakat membuat Bazar Buku Big Bad Wolf membuka kembali Bazar online keduanya di Tokopedia pada tanggal 24-30 Juni 2020.

Bazar Buku Online Big Bad Wolf kedua ini hadir dengan stok buku yang lebih banyak, layanan yang lebih prima, performa yang lebih cepat, serta bebas ongkos kirim ke seluruh penjuru Indonesia. Selain itu Bazar Buku Big Bad Wolf akan memberikan diskon menarik sebesar 50% -90% untuk semua buku international dan tambahan diskon lagi sebesar 5% kepada pengguna produk BCA, berlaku untuk minimum pembelanjaan nett Rp 350.000. Untuk mendapatkan diskon tersebut, pastikan untuk memasukkan kode promo BCABBWCARD (untuk pembayaran menggunakan kartu credit dan debit BCA), dan kode BCABBW (untuk pembayaran menggunakan Oneklik, KlikPay, dan Virtual Account BCA).

Presiden Direktur Big Bad Wolf Indonesia, Uli Silalahi yang dikenal sebagai Ibu Buku menyatakan, Kami sangat mengapresiasi kepada seluruh masyarakat Indonesia atas antusiasme serta pengambilan kegiatan yang positif yaitu memilih kegiatan membaca dalam mengisi waktu dalam masa pandemik covid-19 ini, serta mengobati rasa rindu para Wolfies (pelanggan BBW) yang saat ini belum mendapatkan buku yang diinginkan pada Bazar Buku online Big Bad Wolf pertama, kami akan membuka kembali Bazar Buku online Big Bad Wolf kedua ini.

"Berpegang teguh dengan misi kami untuk membantu masyarakat di seluruh Indonesia untuk mendapatkan akses luas terhadap pilihan bacaan yang bermutu tanpa harus keluar rumah, sekaligus meningkatkan minat dan kebiasaan membaca. Dengan membaca kita melawan dan dengan menulis kita bersuara. Buku adalah jendela dunia sebuah alat yang membentuk kerangka berpikir kita menjadi berwawasan luas," ujar Uli dalam keterangan tertulis kepada media. Jum'at (19/06)

Selain itu, lanjutnya, Berbagai buku dihadirkan pada Bazar Buku Online Big Bad Wolf mulai dari buku anak, fiksi dan juga non fiksi. Membaca memiliki banyak manfaat, membaca untuk anak bermanfaat memicu imajinasi mereka. Tak terbatas pada imajinasi, manfaat membaca untuk anak juga ternyata dapat merangsang kreativitas mereka. Bagi orang dewasa membaca juga dapat menghilangkan stress.

"Buku adalah jendela dunia merupakan ungkapan yang masih digunakan dari masa ke masa untuk mendorong masyarakat Indonesia agar melek permasalahan yang terjadi baik di Indonesia dan di seluruh dunia. Bukan hanya diperuntukkan bagi para pecinta buku, membaca itu penting sekali untuk memperkaya pengalaman dan pengetahuan," tutup Uli Silalahi



Share:

Bazar Buku Big Bad Wolf dengan Discon 60%-80% di ICE BSD


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Peningkatan minat baca menjadi salah satu tantangan dalam mendorong kemauan masyarakat untuk mengetahui lebih banyak mengenai informasi, pengetahuan dan ilmu. Salah satu faktor rendahnya minat dan kebiasaan membaca itu antara lain adalah kurangnya akses bacaan.

Untuk itu, Tahun 2020 Bazar Buku Big Wolf bakal digelar di lima kota besar di Indonesia untuk mewujudkan misi menggalakkan budaya membaca sejak dini serta menyediakan akses untuk memperoleh buku-buku yang baik dan berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau.

Berkat tingginya antusiasme masyarakat di tahun 2020 ini Bazar Buku Big Bad Wolf akan hadir kembali di ICE BSD Hall 7- 10 (4 Hall) dari tanggal 6- 16 Maret 2020 selama 24 jam non-stop, dengan penawaran diskon mulai dari 60% hingga 80% untuk semua buku internasional dan gratis biaya masuk gedung.

Uli Silalahi, Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia yang dikenal sebagai lbu Buku mengatakan, "Ini adalah tantangan yang tidak mudah bagi kita, ada cerminan kualitas pendidikan dan bahkan value masyarakat kita yang masih perlu dipupuk. Melalui Bazar Buku Big Bad Wolf, berbagai macam pilhan bacaan yang menarik, berkualitas dapat diperoleh dengan harga yang sangat terjangkau.

"Dengan adanya Bazar Buku Big Bad Wolf diharapkan dapat merangsang masyarakat untuk menjadikan buku sebagai sebuah kebiasaan, kami juga berharap semakin banyak informasi yang dapat dikaji dan dipahami melalui buku-buku di Bazar Buku Big Bad Wolf," kata Uli saat konferensi pers Bazar Buku Big Wolf di Jakarta. Rabu (26/02)


Pada kesempatan yang sama, Septi Herlina, Vice President Business Consumer Bank Central Asia (BCA) mengatakan, tahun ini BCA kembali mendukung gelaran Bazar Buku Big Bad Wolf. Ini karena kami melihat konsistensinya selama ini dalam menghadirkan buku berkualitas dengan harga terjangkau. BCA ingin ambil bagian dalam upaya menumbuhkan dan memelihara kecintaan membaca di Indonesia.

"Istimewa untuk nasabah tercinta, BCA memberikan berbagai macam promo dan diskon diantaranya diskon 5% untuk setiap pembelian buku internasional, cashback 20% dengan reward BCA Khusus untuk pemegang kartu kredit BCA, cicilan 0% dengan minimal transaksi Rp500.000 serta beli 3 gratis 2 Buku Ajaib dengan menggunakan produk BCA yaitu Kartu Kredit BCA, Debit BCA, Flazz, Sakuku, dan bayar dengan QR di BCA mobile & Sakuku. Bagi yang belum memiliki rekening BCA, bisa membuka rekening online via BCA mobile dan berhak mendapatkan F&B Voucher senilai Rp 40.000," tambah Septi.

Menurutnya, Berbagai genre buku tersedia dalam Bazar Buku ini. Mulai dari seni, budaya, novel, fiksi, referensi, romance, sastra, novel grafis, bisnis, arsitektur, kuliner dari penjuru dunia, fashion, buku aktivitas terbaik untuk anak dan masih banyak lagi. Tersedia juga buku untuk anak-anak seperti buku cerita, buku untuk mewarnai, sound books, board books, pop up books dengan harga yang sangat terjangkau.

Tahun 2020, kata Septi, Bazar Buku Big Bad Wolf hadir dengan membawa lebih banyak lagi judul buku baru, buku anak yang paling diminati dalam Bazar Buku Big Bad Wolf adalah Buku Ajaib. Buku ini merupakan salah satu terobosan terbaru yang menggabungkan antara teknologi dan literasi, yakni teknologi Augmented Reality (AR) dimana teknologi tersebut direspon dengan luar biasa oleh penduduk Indonesia pada tahun 2019 lalu. Teknologi ini dapat menjadikan cerita dan pembelajaran lebih interaktif serta mengembangkan imajinasi anak-anak.

Selain itu, tambahnya, Terdapat 17 judul buku ajaib. Selain itu ada juga empat kejutan judul baru yaitu ABC Fun With Mickey, Counting Fun With Mickey, Disney Frozen: A Sleepover Party, dan Disney Winnie the Pooh Fun With First Words yang hanya bisa didapatkan secara eksklusif di Bazar Buku Big Bad Wolf Indonesia.

Menariknya, imbuh Septi, Para pengujung yang hadir juga berkesempatan untuk pulang membawa lemari buku yang bisa di isi sendiri dengan buku BBW favorit mereka, dengan cara mengikuti kontes social media
#FOTODIBBwJAKARTA2020, #BARBUKBBWIAKARTA2020 dan #MOMENBUKUAJAIB2020 dan jadilah 30 pemenang cash voucher harian untuk masing-masing kontes.

"Dua orang pemenang harian dari seluruh kontéstan yang beruntung berhak untuk mendapatkan hadiah utama berupa satu lemari baru penuh buku-buku dari Bazar Buku Big Bad Wolf senilai Rp.108 juta rupiah, paket koper dan hampers dari Quadran dan Jims Honey. Info lengkap cara mengikuti kontes bisa dilihat di highlight Instagram Stories (@bbwbooks_id) atau Facebook Page (@bbwbooksindonesia) official Bazar Buku Big Bad Wolf," pungkasnya. (Arianto)

Share:

KULIAH CAFE IPPERMATO Datangkan Penyair Dan Penulis Serta Penerjemah Buku-Buku Best Seller Internasional


Duta Nusantara Merdeka | Makassar
Haz Algebra seorang penyair dan penulis berkiprah nasional, serta penerjemah berbagai buku best seller internasional datang bercengkrama di dalam Kuliah Cafe Ippermato Makassar 

Ippermato berkolaborasi dengan Intuisi Buku dan Filodemo Institute berupaya menghadirkan ruang epistimologis dalam kerangka kerangka milenial ucap Fadly Arifin sebagai Ketua Umum IPPERMATO..

Haz algebra sebagai penerjemah buku buku best seller internasional ini seperti The wealth of nation (adam smith), brief answer to the big question ( stephen hawking) dan 21 lessons (yuval noah harari) ini mencoba menjabah kuliah Cafe IPPERMATO dengan Tema : Mengurai, menelah, dan menelisik perihal manusia, peserta Menanggapi hal ini sebagai metode pembelajaran baru yang cukup efektif dan sustainable, bagaimana tidak,ilmu ilmu baru serta pengetahuan di dapat langsung dari sang penerjemah pertama buku-buku best seller tersebut.

Manusia menghadapi era berbeda yang membuat dasar-dasar kemanusiaanya bergeser serta tersaingi dengan mesin mesin dan robotik

Menurut yoval noah harari ,manusia membutuhkan 3 R untuk meretas kebringasan ini ... Relevansi , Reoriented,dan Repetited .. dengan formula 3 R ini di mungkinkan manusia bisa terus menghindari Irelevansi di setiap era yang di hadapinya ,tutup Haz Algebra dalam Kuliah Cafe nya. **
Share:

Kunokuniya Bookstore Gelar Movie Road To The Rise of Skywalker


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kinokuniya merupakan salah satu toko buku lifestyle terkemuka di Jakarta yang dapat menjadi destinasi bagi para pecinta buku dan lifestyle ibu kota dengan beragam produk yang ditawarkan.

Kinokuniya menggelar acara spesial kepada para pelanggan setianya untuk menyemarakkan rangkaian film Starwars. Acara yang bernama Movie Road To The Rise of Skywalker ini digelar pada hari sabtu, 21 Desember 2019 di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakata dari pukul 14:00-17:00 wib.

Fim ini merupakan rangkaian terakhir dan finale dari seri film Starwars, oleh karena itu, Kinokuniya Bookstore menyuguhkan acara yang sangat menarik untuk memanjakkan para pelanggan setianya dan para penggemar setia film Starwars.


Di acara ini, Kinokuniya akan menghadirkan special performonce dari professional cosplay dan pertunjukkan dari Lightsaber. Tidak hanya itu, selain adanya kehadiran dari professional cosplay, Kinokuniya juga menggandeng Komunitas Starwars untuk mengadakan lomba yang terbuka untuk umum dalam memeriahkan acaranya.

Lomba yang ditawarkan berupa kontes cosplay charocter yang terdapat di film Starwars, serta beragam games menarik lainnya. Kinokuniya juga sudah menyediakan berbagai hadiah menarik kepada para pemenang lomba, seperti hadiah Toys dari Multi, Notebook Cross, dan Kartu Brizzi Bank BRI Edisi Kinokuniya.

Untuk menambah kemeriahan acara tersebut, Kinokuniya bersama Komunitas Order 66+ mandoan Tribes mengundang komunitas Ichinogami untuk mengisi talkshow serta workshop di acara tersebut. Hadirnya acara Road to the Rise of Skywalker ini diharapkan dapat menarik customer lainnya untuk datang ke Kinokuniya serta menambah minat customer untuk membaca buku seri Starwars.

Kunokuniya Bookstore Indonesia juga memliki program menarik berupa diskon spesial Storewide up to 20% untuk semakin memanjakan para pecinta buku Indonesia. (Arianto)



Share:

Bedah Buku & Diskusi Panel “PKI Dalang dan Pelaku G30S/1965”


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Berangkat dari peristiwa yang didasarkan pada sumber Arsip Pusat Partai Komunis Tiongkok, telah terjadi Pertemuan Tingkat Tinggi antara delegasi PKC dipimpin oleh Ketua Mao Tse Tung dan delegasi PKI, yang dipimpin oleh DN. Aidit serta isterinya Tanti, dan Yusuf Aji Torop (Wasekjen PKI) pada 5 Agustus 1965.

Dalam pertemuan itu dari Partai Komunis Cina antara lain hadir: Deng Hsiao Ping, Peng Chen, Chenyi, Li Sao qi dan Chou En lai. Pertemuan itu mengakibatkan peristiwa dini hari 1 Oktober 1965, tujuh orang pimpinan tertinggi Angkatan Darat, yakni Panglima AD Ahmad Yani, lima orang jenderal terdekatnya, serta Menteri Pertahanan Jenderal A.H. Nasution, diserbu di tempat kediaman masing-masing di Jakarta.

Aksi ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung, Komandan Batalyon Resimen Cakrabirawa yang bertugas menjaga keamanan Presiden. Anak buahnyalah yang malam itu melakukan penyerbuan, dibantu oleh Brigade Infanteri Garnisun Jakarta yang dipimpin oleh Kolonel Abdul Latief.

Peristiwa tersebut dicoba dibedah lagi dalam buku “PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965” pada Sabtu, 23 November 2019 di Gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas Jl. Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta Pusat.
                                                                 
Acara bedah buku tersebut diawali dengan Pembukaan/Pembawa Acara Dr. Hj. Maria Zuraida. M.S dilanjutkan Pembacaan Do’a oleh Drs. H. Zulfi Syukur, MA., Sambutan Pimpinan GBN oleh Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo serta Sambutan Dan Pembukaan Menteri Pertahanan RI oleh Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Selanjutnya, Ringkasan Buku oleh Prof. Aminuddin Kasdi, MS. Sedangkan Keynote Speech oleh Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dengan para Pembahas antara lain: Prof. Dr. Salim Said, Dr. KH. As’ad Said Ali, Dr. Fadli Zon, S.s., M.Sc, dan Emha Ainun Nadjib dengan moderator Adhie Massardi dan Rofiqul Umam Ahmad

Acara ditutup dengan Pidato Kebudayaan oleh Dr. Taufiq Ismail dan Closing Speech oleh KH., Dr., Ir. Salahudin Wahid. (Arianto)





Share:

Ayo Buruan Datang Ke BBW Hari Ini Terakhir


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Big Bad Wolf (BBW) Bazar buku terbesar di Dunia.Kini hadir kembali di kota medan tepatnya di Gedung Ex Bandara polonia Medan tanggal 6  sampai 16 september  2019.

Kali ini untuk kamu para penggemar cerita tentang cinta dan hubungan antar manusia, maka kamu harus datang ke Bbw 2019. Karena disana banyak sekali buku romance terbaik dunia yang bisa kamu borong.Dengan harga super miring.

Ajak saudara,teman, dan kerabat juga, karena bajar buku terbesar di dunia ini buka 24 jam nonstop!  di medan yang hanya setahun sekali  berada.Tinggal menyisakan waktu 1hari lagi yang memberikan sale besar besaran.Dengan diskon 60-80 persen.Dan bagi Nasabah BCA bakal dapat promo spesial.

Pengunjung juga nggak perlu beli tiket alias free entry Dan juga banyak jutaan buku dengan berbagai genre.Juga koleksi eksklusif buku berteknologi  Augmented Reality, Buku ini berlangsung di Gedung Andromeda, Ex Bandara Polinia Medan tanggal 6 Sampai tanggal 16 September 2019.


“Pilihan buku-buku cerita cinta yang ada di pameran di antaranya, ACTS OF LOVE dengan harga 70 ribu, RHYS BOWEN dengan harga 80 ribu SARAH MORGAN dengan harga 70 ribu, How To Break a Heart dengan harga 70.000, ALICE HOFFMAN dengan harga 70.000, Santa Montefiore dengan harga 70.000, The Zanzibar Wife dengan harga 70.000, Bridget Jones dengan harga 70.000, The Singles Game dengan harga 70.000, dan masih banyak lagi buku yang sangat menarik untuk di baca. buku buku tersebut sangat cocok sekali bagi golongan anak muda yang sedang jatuh cinta.

Big Bad Wolf (BBW) bukan hanya buku tentang cerita cinta yang ada, masih ada banyak lagi buku buku yang lain seperti buku petualang, buku memasak, buku bisnis,buku kesehatan, dan olah raga.

Jika sering kita membaca maka sangat banyak sekali manfaat dan kelebihan yang kita dapat untuk membaca  buku. Karena dapat memberikan informasi yang sangat menarik,menghibur,menambah ilmu pengetahuan .membuat kita membiasakan diri "Budaya Membaca" 

Maka karena itu jangan lewatkan kesempatan berburu buku di BBW MEDAN 2019 ini! di sana selain buku, juga ada berbagai jajanan kuliner yang lezat- lezat yang membuat anda semakin betah untuk datang ke Big Bad Wolf (BBW) Medan 2019.       

Wartawan DNM : Nora Tarigan  
Share:

Bedah Buku GBI Negara Dikuasai Kaum Pemodal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Gerakan Kebangkitan Indonesia Gelar Bedah Buku Mengapa Kita Harus Kembali Ke UUD 45 hari Jum’at, 15 Februari 2019 pukul : 13.00 - 17.30 wib bertempat di Jakarta Theater Ballroom, Jl. Thamrin, no. 9. Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat dengan 
Keynote Speaker, Dr. Hariman Siregar

Pengantar ;
Drs. H. Taufiequrahman Ruky S. H

Pembicara ;
Haris Rusly Moti
Salamudin Daeng
M. Hatta Taliwang
Edwin Soekowati

Moderator ;
Ir. Wawat Kurniawan, Msc.

Para Pembicara, sebagaimana juga mereka kemukakan di dalam buku, berbicara blak-blakan sangat terbuka dan terang-terangan sebagaimana pula dirasakan dan dibicarakan masyarakat luas mengenai berbagai masalah yang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk perkiraan keadaan yang akan timbul apabila demokrasi yang berdasarkan individualisme dan liberalisme terus diberlakukan.

Demokrasi seperti itu menurut Taufiequrachman Ruky melahirkan pertarungan yang liar dan keras, yang hanya akan melahirkan segelintir elit penguasa.

Demokrasi seperti yang sekarang berlaku adalah demokrasi berbiaya tinggi yang membuat uang menjadi sangat berkuasa.

Artinya orang kaya, kaum pemodal dan kapitalis lah yang akan menguasai partai-partai politik dan bukan rakyat, dan selanjutnya mereka akan menguasai bangsa dan negara Indonesia.

Tentang Pancasila, Taufieq Ruki menyatakan, belakangan banyak beredar slogan dan ungkapan “Aku Pancasila” serta tuduhan terhadap kelompok lain sebagai tidak paham Pancasila bahkan anti Pancasila, anti NKRI. “Pancasila yang mana yang mereka maksudkan?. Pahamkah mereka yang mengaku Pancasilais, bahwa Pancasila yang digagas Bapak Bangsa Kita, Bung Karno dan dikukuhkan secara resmi sebagai Dasar Negara dalam UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 itu, semenjak tahun 2002 sudah tidak lagi menjadi Dasar Falsafah Negara dan tidak lagi menjadi sumber kebijaksanaan bagi penyelenggara Pemerintah serta pengelolaan negara ?”

Jenderal (Purn) Agustadi  menyatakan, Pancasila sebagai dasar negara perlu dirumuskan dalam batang tubuh UUD, di dalam Pembukaan UUD, susunan Negara memang disebutkan terdiri dari lima dasar, tetapi belum diberi nama Pancasila. Karenanya penegasan nama Pancasila sebagai Dasar Negara itu perlu disebutkan di salah satu pasal dalam batang tubuh.

Mengenai sistem Pemilu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga pernah menjadi anggota DPR/MPR selama tujuh tahun ini menyarankan agar disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila, yakni sistem perwakilan sebagaimana dalam sila keempat. Pemilu ditujukan hanya untuk memilih anggota DPR dan DPR Daerah, sedangkan Presiden, Gubenur, Bupati dan Walikota dipilih oleh MPR, DPRD Propinsi atau DPRD Kabupaten/ Kota.

Tokoh aktivis yang juga merupakan salah satu tokoh Gerakan Reformasi 1998 Hariman Siregar menyoroti reformasi yang telah di bajak menuju pembusukan politik dan ekonomi. 

Pembusukan politik merupakan persoalan kompleks bernuansa patologis dalam dinamika kehidupan bernegara akibat merapuhnya institusi-institusi demokrasi oleh banalitas politisi.

Realitas sosial yang centang perentang dan krisis moral di ruang publik adalah penyebab paling menentukan timbulnya pembusukan publik.

Pada hematnya, sejarah reformasi yang menjadi penerobos kebuntuan dan antitesa dari kerusakan di masa sebelumnya, memakan dirinya sendiri, dilumat kembali oleh krisis politik dan moral. Tak berjalannya kanal-kanal demokrasi dan terciduknya pemimpin lembaga tinggi negara serta para kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, menandai rusaknya sistem politik-kenegaraan.

Reformasi yang kita mau adalah reformasi yang tidak sekadar pemilu lima tahunan, melainkan berfungsinya pilar-pilar penyangga demokrasi yakni penegakkan hukum yang adil, partai politik yang modern, pers yang sehat dan masyarakat sipil yang konsisten, yang semuanya membawa pada perbaikan taraf hidup rakyat.


Namun Hariman Siregar menyayangkan, reformasi yang kemudian menghasilkan Amandemen UUD, kental nuansa liberalismenya dan tercerabut dari akar budaya bangsa. Amandemen UUD membuat rakyat terpecah belah dan sekaligus produk yang membuat orang asal ngomong, bohong, fitnah, adu domba dan sombong. Prinsipnya bikin gesekan sosial. Pemilihan capres dan cawapres saja, patut dinilai tidak sehat, transaksional, jegal menjegal yang penuh dengan nafsu haus kekuasaan.

Pakar hukum tatanegara yang khusus datang dari Surabaya, Dr. Soetanto Soepiadhy SH, MH menilai, perubahan UUD 1945 telah mengakibatkan terjadinya penyimpangan ketatanegaraan dan kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat, juga penyimpangan terhadap cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. 

Hal itu bisa memicu konflik baik horizontal maupun vertikal, dan solusi untuk mencegahnya adalah dengan kembali ke UUD 1945.

Tulisan dan pandangan tokoh-tokoh dalam 3 (tiga) buku tersebut, yaitu

(1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disertai Adendum;

(2) Bangkit Bergerak Berubah atau Punah dan

(3) Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945 sangat jelas, lugas dan tanpa tedeng aling-aling lagi mengupas keadaan sekarang, kajian perkiraan keadaan masa depan.

Sepanjang kegiatan mengkritisi UUD Amandemen semenjak awal 2000-an, baru kali ini tokoh-tokoh masyarakat tersebut bicara sekeras dan seterbuka seperti itu secara tertulis, baik tentang orang orang munafik yang sekarang sok Pancasilais sampai pada gambaran bahaya yang akan segera timbul jika UUD Amandemen terus dijalankan khususnya dalam Pemilihan Umum.

Usulan Para Tokoh Kepada MPR RI

1) Perlunya MPR RI melakukan program sosialisasi secara berkelanjutan tentang rangkaian sejarah lahirnya Dasar Negara yang kita kenal dengan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia dengan nama Undang Undang Dasar 1945, agar nilai-nilai, cita-cita dan tujuan didirikannya Negara Indonesia Merdeka oleh The founding fathers and mothers, tetap lestari.

2) Mengingat kandungan dan nilai-nilai hasil amandemen UUD 1945 tidak sama dengan UUD 1945 aslinya, maka untuk tidak diberi nama UUD 1945. 

Hasil amandemen UUD 1945 lebih tepat jika diberi nama UUD 2002, sehingga bisa dipertanggung-jawabkan secara akademis dan tidak membingungkan generasi demi generasi.

3) MPR perlu membentuk Komisi Konstitusi dengan anggota para pakar berbagai disiplin ilmu yang terkait, berjiwa Pancasilais, bukan anggota Parpol dan tidak terlibat amandemen, dengan tugas :

a) Mengkaji konstitusi hasil amandemen UUD 1945, baik secara akademis apakah pasal-pasalnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila maupun dampaknya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

b) Apabila dalam kajian ternyata pasal-pasalnya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan berdampak buruk terjadinya perpecahan bangsa sehingga membahayakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, agar menyarankan kepada MPR bentuk langkah penyelamatan bangsa dan negara.

c) Apabila saran yang diajukan untuk penyelamatan bangsa dan negara kembali ke UUD 1945, maka dalam rangka menyongsong kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, Komisi Konstitusi agar menyusun penyempurnaan UUD 1945 dengan cara memberikan adendum tanpa merusak aslinya.

4) Masa kerja Komisi Konstitusi tidak dibatasi hanya pada masa bakti MPR RI saat ini, tetapi berkelanjutan dengan masa bakti MPR RI berikutnya.

5) Buku “Bangkit, Bergerak, Berubah atau Punah” dan “Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945” serta buku “Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Disertai Adendum” dari Gerakan Kebangkitan Indonesia, kiranya dapat sebagai bahan pertimbangan Majelis Permusyawaratan Rakyat terhadap saran-saran di atas.



                                                             Reporter : Arianto
Share:

Gerakan Kebangkitan Indonesia Serahkan Buku Hasil Kajian serta Dokumentasi Kepada Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Hampir enam ratusan tokoh masyarakat yang terdiri dari para Purmawirawan Perwira, Tinggi, TNI Polri, cendekiawan, aktivis organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa, hari Rabu 6 Februari 2019 pukul 09.00 wib menemui Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) guna menyampaikan aspirasi dan menyerukan agar Indonesia kembali ke Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk diadendum, serta menetapkan Pancasila sebagai dasar negara yang tercantum secara jelas di dalam UUD 1945 yang diadendum tersebut. Mereka diterima oleh Ketua MPR Zulkifl Hasan di ruang Nusantara IV Gedung MPR.

Dengan tema pertemuan "Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945, delegasi besar ratusan tokoh masyarakat yang diprakarsai oleh Gerakan Kebangkitan Indonesia itu, menyerahkan rumusan hasil kajian dan dokumentasi yang dituangkan ke dalam 3 (tiga) buku.

Buku Pertama "Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disertai Adendum" yang disusun oleh suatu tim terdiri dari 25 orang antara lain terdapat beberapa mantan Kepala Staf Angkatan.

Buku Kedua "Bangkit Bergerak Berubah Atau Punah" yang merupakan perkiraan keadaan dan ajakan untuk mengantisipasinya, yang ditulis oleh sejumlah pengamat dan dirangkum oleh Mayjen Purn Prijanto.

Buku Ketiga, "Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945 yang merupakan kumpulan kajian, tulisan dan pendapat dari sejumpah negara senior, bahkan sangat sepuh antara lain Sayidiman Suryohadiprojo (92 th) dan Widjojo Soejono (91th), para aktivis dan pakar hukum tata negara serta catatan perjuangan berbagai organisasi masyarakat dan kampus dalam memperjuangan agar kita kembali ke Pancasila dan UUD 1945. Buku ketiga setebal 388 halaman ini dihimpun oleh aktivis dan wartawan senior B.Wiwoho.

Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) adalah suatu Gerakan Moral dan Intelektual yang dicanangkan pada 7 Januari 2018, dengan visi Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Aman, Tentram, Adil dan Makmur. Demi mewujudkan visi tersebut GKI mencanangkan salah satu misinya "Mengedukasi dan mengajak Kembali ke UUD 1945 Asli Untuk Disempurnakan."

Bertindak sebagai juru bicara delegasi yaitu Mayjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruky- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2003 -2007, Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo selaku Kepala Staf Angkatan Darat tahun 2007-2009, aktivis pejuang Hariman Siregar, pakar hukum tata negara, Dr.Soetanto Soepiadhy SH.MH. serta mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat yang juga Wakil Gubernur DKI Jaya Mayjen TNI (Purn) Prijanto.

Negara Hanya Akan Dikuasai Kaum Pemodal.

Para jurubicara, sebagaimana juga mereka kemukakan di dalam buku, berbicara blak-blakan, sangat terbuka dan terang-terangan sebagaimana pula dirasakan dan dibicarakan masyarakat luas mengenai berbagai masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk perkiraan keadaan yang akan timbul, apabila demokrasi yang berdasarkan individualisme dan liberalisme, terus diberlakukan.

Demokrasi seperti itu menurut Taufiequrachman Ruky melahirkan pertarungan yang liar dan keras, yang hanya akan melahirkan segelintir elit penguasa. Demokrasi seperti yang sekarang berlaku adalah demokrasi berbiaya tinggi yang membuat uang menjadi sangat berkuasa. Artinya orang kaya, kaum pemodal dan kapitalislah yang akan menguasai partai-partai politik dan bukan rakyat, dan selanjutnya mereka akan menguasai bangsa dan negara Indonesia.

Tentang Pancasila, Taufieq Ruky menyatakan, belakangan banyak beredar slogan dan ungkapan "Aku Pancasila" serta tuduhan terhadap kelompok lainnya sebagai tidak paham Pancasila bahkan anti Pancasila, anti NKRI. "Pancasila yang mana yang mereka maksudkan?

Pahamkah mereka yang mengaku Pancasilais, bahwa Pancasila yang digagas Bapak Bangsa Kita Bung Karno, dan dikukuhkan secara resmi sebagai Dasar Negara dalam UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 itu, semenjak tahun 2002 sudah tidak lagi menjadi Dasar Falsafah Negara dan tidak lagi menjadi sumber kebijaksanaan bagi penyelenggaraan Pemerintahan serta pengelolaan negara?"

Jenderal (Purn) Agustadi oleh karena itu menyatakan, Pancasila sebagai dasar negara perlu dirumuskan dalam batang tubuh UUD. Di dalam Pembukaan UUD, susunan Negara memang disebutkan terdiri dari lima dasar, tetapi belum diberi nama Pancasila, Karenanya penegasan nama Pancasila sebagai Dasar Negara itu perlu disebutkan di salah satu pasal dalam batang tubuh.

Mengenai sistem Pemilu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga pernah menjadi anggota DPR/MPR selama tujuh tahun ini menyarankan agar disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila, yakní sistem perwakilan sebagaimana dalam sila keempat. Pemilu ditujukan hanya untuk memilih anggota DPR dan DPR-Daerah, sedangkan Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota dipilih oleh MPR, DPRD Propinsi atau DPRD Kabupaten/Kota.

Tokoh aktivis yang juga merupakan salah satu tokoh Gerakan Reformasi 1998 Hariman Siregar menyoroti reformasi yang telah di bajak menuju pembusukan politik dan ekonomi.

Pembusukan politik merupakan persoalan kompleks bernuansa patologis dalam dinamika kehidupan bernegara akibat merapuhnya institusi-institusi demokrasi oleh banalitas politisi.

Realitas sosial yang centang-perentang dan krisis moral di ruang publik adalah penyebab paling menentukan timbulnya pembusukan politik.

Pada hematnya, sejarah reformasi yang menjadi penerobos kebuntuan dan antitesa dari segala kerusakan di masa sebelumnya, memakan dirinya sendiri, dilumat kembali oleh krisis politik dan moral. Tak berjalannya kanal-kanal demokrasi dan terciduknya pemimpin lembaga tinggi negara serta para kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, menandai rusaknya sistem politik-kenegaraan.

Reformasi yang kita mau adalah reformasi yang tidak sekedar pemilu lima tahunan, melainkan berfungsinya pilar-pilar penyangga demokrasi yakni penegakkan hukum yang adil, partai politik yang modern, pers yang sehat dan masyarakat sipil yang konsisten, yang semuanya membawa pada perbaikan taraf hidup rakyat.

Namun Hariman Siregar menyayangkan, reformasi yang kemudian menghasilkan Amandemen UUD, kental nuansa liberalismenya dan tercerabut dari akar budaya bangsa. Amandemen UUD membuat rakyat terpecah belah dan sekaligus produk yang membuat orang asal ngomong, bohong, fitnah, adu domba dan sombong. Prinsipnya bikin gesekan sosial. Pemilihan capres-cawapres saja, patut dinilai tidak sehat, transaksional, jegal-menjegal yang penuh dengan nafsu haus kekuasaan.

Pakar hukum tatanegara yang khusus datang dari Surabaya Dr.Soetanto Soepíadhy. SH.MH sementara itu menilai, perubahan UUD 1945 telah mengakibatkan terjadinya penyimpangan ketatanegaraan dan kesenjangan sosial-ekonomi di masyarakat, juga penyimpangan terhadap cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Hal itu bisa memicu konflik baik horizontal maupun vertikal, dan solusi untuk mencegahnya adalah dengan kembali ke UUD 1945.

Tulisan dan pandangan tokoh-tokoh dalam 3 (tiga) buku tersebut yaitu :

(1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Disertai Adendum;
(2) Bangkit Bergerak Berubah atau Punah dan
(3) Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945 sangat jelas, lugas dan tanpa tedeng aling-aling lagi mengupas keadaan sekarang kajian perkiraan keadaan ke masa depan.


Sepanjang kegiatan mengkritisi UUD

Amandemen semenjak awal 2000-an, baru kali ini tokoh-tokoh masyarakat tersebut bicara sekeras dan seterbuka seperti itu secara tertulis, baik tentang orang-orang munafik yang sekarang sok Pancasilais sampai pada gambaran bahaya yang akan segera timbul jika UUD Amandemen terus dijalankan khususnya dalam Pemilihan Umum.

Usulan Para Tokoh Kepada MPR RI

1). Perlunya MPR RI melakukan program sosialisasi secara berkelanjutan tentang rangkaian sejarah lahirnya Dasar Negara yang kita kenal dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dengan nama Undang-Undang Dasar 1945, agar nilai-nilai, cita-cita dan tujuan didirikannya Negara Indonesia Merdeka oleh The funding fathers and mothers, tetap lestari.

2) Mengingat kandungan nilai-nilai hasil amandemen UUD 1945 tidak sama dengan UUD 1945 aslinya, maka untuk tidak diberi nama UUD 1945. Hasil amandemen UUD 1945 lebih tepat, jika diberi nama UUD 2002, sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara akademis dan tidak membingungkan generasi demi generasi.

3). MPR perlu membentuk Komisi Konstitusi dengan anggota para pakar berbagai disiplin ilmu yang terkait, berjiwa Pancasilais, bukan anggota Parpol dan tidak terlibat amandemen , dengan tugas :

a) Mengkaji konstitusi hasil amandemen UUD 1945, baik secara akademis apakah pasal-pasalnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila maupun dampaknya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

b) Apabila dalam kajian ternyata pasal-pasalnya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan berdampak buruk terjadinya perpecahan bangsa sehingga membahayakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, agar menyarankan kepada MPR bentuk langkah penyelamatan bangsa dan negara.

c) Apabila saran yang diajukan untuk penyelamatan bangsa dan negara kembali ke UUD 1945, maka dalam rangka menyongsong kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, Komisi Konstitusi agar menyusun penyempurnaan UUD 1945 dengan cara memberikan adendum tanpa merusak aslinya.

4. Masa kerja Komisi Konstitusi tidak dibatasi hanya pada masa bakti MPR RI saat ini, tetapi berkelanjutan dengan masa bakti MPR RI berikutnya.

5. Buku "Bangkit, Bergerak, Berubah atau Punah" dan "Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945" serta buku "Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Disertai Adendum" dari Gerakan Kebangkitan Indonesia, kiranya dapat sebagai bahan pertimbangan Majelis Permusyawaratan Rakyat terhadap saran-saran di atas.
    
                                                             Reporter : Arianto

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini