Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Peran Sekolah Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Peredaran dan penggunaan Narkoba bisa disebabkan oleh tindakan iseng tanpa tujuan, tetapi bisa juga dipicu oleh tujuan-tujuan ekonomi dan atau tujuan-tujuan ideologis. Tetapi apapun yang melarbelakanginya, penyalahgunaan Narkoba berdampak sangat destruktif terhadap kehidupan dan masa depan para pelajar.

Sebagai lembaga pendidikan yang mendapat kepercayaan dari orang tua dan pemerintah, pihak sekolah tidak boleh berpangku tangan atau menjadi penonton dalam berbagai upaya memberantas penyalahgunaan Narkoba. Pihak sekolah dituntut untuk terus berperan aktif dengan mengambil inisiatif dan mengembangkan langkah-langkah edukatif, konsultatif, dan kooperatif untuk membentengi para pelajar dari pengaruh para pengedar dan pengguna Narkoba.

Sesuai dengan tugas dan fungsi mereka, guru-guru BK yang ada di sekolah-sekolah dapat menjadi leading sector dalam mengembangkan upaya-upaya pencegahan dan penanganan masalah- masalah yang  terkait  dengan  penyalahgunaan  Narkoba  di  kalangan  pelajar. 

Agar  mereka  dapat menjalankan fungsi tersebut dengan baik, guru-guru BK perlu secara periodik dilatih dan dilibatkan dalam berbagai program penanganan masalah penyalahgunaan Narkoba. Mereka harus diberi akses pada informasi dan perkembangan terbaru tentang penyalahgunaan Narkoba, agar pengetahuan dan wawasan mereka tentang masalah Narkoba selalu relevan dan up to date. Agar guru-guru BK dapat menjalankan tugas dan fungsi mereka secara sinergis, maka perlu dibentuk wadah bersama yang memungkinkan mereka terus berbagi informasi, saling membantu, dan bekerjasama.

Mengingat bahaya penyalahgunaan Narkoba terus mengintai para pelajar kita, maka program-program yang terkait dengan bahaya Narkoba harus built in dalam semua kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Misalnya, tema-tema pembinaan tentang bahaya Narkoba dapat diintegrasikan dengan pendidikan agama, pendidikan karakter, pendidikan olahraga, dan pendidikan budi pekerti.

Tema-tema tersebut juga harus menjadi salah satu menu utama dalam pidato-pidato atau arahan para kepala sekolah dan wakil-wakil mereka di hadapan para pelajar.  Jika di sekolah terdapat buletin atau majalah dinding, atau bentuk-bentuk publikasi lainnya, maka tema-tema pembinaan tentang bahaya Narkoba harus menjadi salah satu menu wajib di dalamnya.

Untuk  memberikan  efek  jera,  pihak  sekolah  perlu secara  periodik  melakukan  test  urine terhadap para guru dan pelajar melalui kerjasama dengan pihak-pihak berwewenang. Jika ditemukan kasus penggunaan Narkoba secara tidak wajar, maka pihak sekolah perlu mengambil tindakan tegas.

Untuk mendukung kebijakan kepala sekolah dan program-program yang dibuat oleh guru- guru, khususnya guru-guru BK, para petugas keamanan dan tenaga kependidikan di sekolah juga harus dibekali dengan informasi dan pengetahuan yang memadai tentang Narkoba, agar mereka dapat menjalankan fungsi-fungsi pengawasan dan pengamanan dengan baik. **
Share:

GENERASI MILLENIAL DI ERA DIGITAL


Duta Nusantara Merdeka |

GENERASI MILLENIAL DI ERA DIGITAL

Oleh :
Moh. Rofiq Risandi

Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. 

Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. 

Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Awal 2016 Ericsson mengeluarkan 10 Tren Consumer Lab untuk memprediksi beragam keinginan konsumen. 

Laporan Ericsson lahir berdasarkan wawancara kepada 4.000 responden yang tersebar di 24 negara dunia. Dari 10 tren tersebut beberapa di antaranya, adalah adanya perhatian khusus terhadap  perilaku generasi millennial. 

Dalam laporan tersebut Ericsson mencatat, produk teknologi akan mengikuti gaya hidup masyarakat millennial. Sebab, pergeseran perilaku turut berubah beriringan dengan teknologi. "Produk teknologi baru akan muncul sebagai akomodasi perubahan teknologi," ujar Presiden Director Ericsson Indonesia Thomas Jul.

Sepanjang tahun ini, beberapa prediksi yang disampaikan Ericsson berhasil terbukti. Salah satunya, perilaku Streaming Native yang kini kian populer. 

Jumlah remaja yang mengonsumsi layanan streaming video kian tak terbendung. Ericsson mencatat, hingga 2011 silam hanya ada sekitar tujuh persen remaja berusia 16 - 19 tahun yang menonton video melalui Youtube. 

Rata-rata mereka menghabiskan waktu di depan layar perangkat mobile sekitar tiga jam sehari. Angka tersebut melambung empat tahun kemudian menjadi 20 persen.
Waktu yang dialokasikan untuk menonton streaming juga meningkat tiga kali lipat.

Fakta tersebut membuktikan, perilaku generasi millennial sudah tak bisa dilepaskan dari menonton video secara daring. 
Teknologi juga membuat para generasi internet tersebut mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat. 

Tren tersebut sudah terbukti disepanjang 2016 melalui beberapa peristiwa penting, seperti aksi teror bom. Masyarakat benar-benar mengandalkan media sosial untuk mendapatkan informasi terkini dari sebuah peristiwa. 

The Nielsen Global Survey of E-commerce juga melakukan penelitian terhadap pergeseran perilaku belanja para generasi internet. Penelitian dilakukan berdasar penetrasi internet di beberapa negara. 

Nielsen melakukan riset terhadap 30 ribu responden yang memiliki akses internet memadai. Responden tersebut berasal dari 60 negara di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin dan Utara, serta Timur Tengah.

Studi tersebut menggambarkan perilaku generasi akrab internet ini memilih jalur daring untuk meneliti dan membeli beragam produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Nielsen mencatat, pertumbuhan penetrasi perangkat mobile di kota-kota besar Indonesia mencapai 88 persen. 

Kepemilikan perangkat mobile menjadi salah satu faktor paling signifikan terhadap perilaku belanja daring. Berdasarkan riset Nielsen tersebut, Indonesia memiliki peringkat teratas secara global dalam hal penggunaan ponsel pintar untuk belanja daring. 

Sebanyak 61 persen konsumen memilih berbelanja menggunakan ponsel pintar, dan 38 persen lainnya memilih tablet atau perangkat mobile lain. Sementara, 58 persen konsumen lebih memilih menggunakan komputer. 

Gaya hidup yang berbahaya 
Lekat dengan dunia maya, memiliki pengetahuan tinggi dalam menggunakan platform dan perangkat mobile, ternyata melahirkan titik lemah bagi para generasi internet. Titik lemah tersebut berdampak buruk terhadap keamanan generasi millennial di dunia maya. 

Salah satunya ancaman siber yang siap menerkam para pengguna. Norton Cyber Security mengeluarkan Insight Report November 2016. Penelitian yang dilakukan secara daring tersebut melibatkan 20.907 responden dari 21 negara dunia. 
Tiga negara Asia Tenggara, di antaranya Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Penelitian berlangsung pada 14 September sampai 6 Oktober 2016. Sampel di Indonesia melibatkan lebih dari seribu pengguna berusia 18 tahun ke atas yang dipilih secara random. "Generasi millennial secara mengejutkan menunjukkan kebiasaan keamanan daring yang mengendur," ujar Director Asia Consumer Business Norton by Symantec Chee Choon Hong. 

Data menyebutkan, 20 persen generasi millennial dengan senang hati berbagi kata sandi yang berpotensi mengorbankam keamanan daring mereka. Kemudian sebagian besar konsumen Indonesia atau sekitar 90 persen menggunakan koneksi Wi-Fi publik. 

Namun, hanya 51 persen dari mereka yang mengetahui cara mengamankan jaringan tersebut. Hanya 36 persen dari responden yang menghubungkan perangkat mobile dengan jaringan Wi-Fi dengan menggunakan VPN secara reguler. 

Sementara, 28 persen pengguna tidak mampu mengenali jenis email terinfeksi malware. Choon Hong menjelaskan, penelitian tersebut tidak berfokus pada jenis serangan siber. 

Riset Norton ini lebih menjelaskan mengenai perilaku generasi millennial dalam mengamankan perangkat mobile pribadinya. Sebenarnya, penelitian menyebutkan, pengguna makin menyadari kebutuhan perlindungan perangkat, terutama dalam melindungi informasi pribadi. 

Akan tetapi, pengguna tidak termotivasi mengambil langkah pencegahan. Sebanyak 76 persen pemilik perangkat mobile mengetahui kepentingan perlindungan informasi daring pribadinya. 

Hanya 22 persen yang melindungi perangkatnya. Hal tersebut menyebabkan 39 persen pengguna mengalami peretasan kata sandi, 28 persen pembobolan akun email, dan 26 persen peretasan data, dan akun media sosial.     rep: Nora Azizah, ed: Setyanavidita Livikacansera

Menuju Gaya Hidup Daring yang Aman

- Hindari Pengulangan Kata Sandi
Lindungi akun pribadi dengan sebuah kata sandi kuat, dengan menggabungkan huruf besar dan kecil ditambah karakter angka atau simbol. Ubahlah kata sandi seluruh akun daring minimal tiga bulan sekali.

- Kenali Sumber Wi-Fi Publik
Mengakses informasi pribadi saat terkoneksi dengan Wi-Fi publik yang tidak terlindungi akan menjadi pintu peretasan lebar. Sebaiknya hindari melakukan transaksi daring atau masuk ke akun media sosial dengan menggunakan jaringan Wi-Fi publik. 

Di Gerbang Awal Era Digital
Sepanjang 2016, dinamika masyarakat Indonesia diramaikan dengan berbagai disrupsi teknologi yang terjadi di berbagai industri. 

Disrupsi di sektor transportasi dengan hadirnya ride sharing, bahkan sempat membuahkan persaingan tajam dengan penyedia layanan transportasi konvensional.
Dinamika yang sempat begitu menyedot perhatian publik tersebut, hanya sebagian kecil perubahan yang timbul akibat dimulainya era 4G secara nasional. Republika berusaha mencatat berbagai hal menarik yang timbul sejak era digital dimulai di Tanah Air.

Menjelang datangnya tahun yang baru, berbagai tantangan besar pun sudah menanti bangsa ini. Berbagai tren, regulasi, dan lanskap industri pada tahun mendatang, juga coba kami sajikan dalam edisi-edisi mendatang.

Semoga dapat memberi gambaran seperti apa Indonesia pada era teknologi yang makin kencang berlari seperti saat ini.

Infografis
•    80 juta millennials lahir pada 1976 - 2001

•    Millennials rata-rata mengalihkan perhatiannya dari berbagai gawai, seperti PC, smartphone, tablet, dan televisi  27 kali setiap jamnya. Angka ini meningkat dari 17 kali per jam di generasi sebelumnya.

•    Dalam urusan bekerja, millennial lebih tertarik memiliki pekerjaan yang bermakna ketimbang sekadar bayaran yang besar.

•    Dalam urusan konsumsi hiburan, millennial menghabiskan 18 jam perhari untuk menikmati layanan tontonan on demand, bermain gim, atau sekadar menonton televisi konvensional. **

Penulis Adalah Mahasiswa
Universitas Islam Malang
Fakultas Ilmu Administrasi
Prodi Administrasi Publik

Share:

Jenis Kerusakan Aspal Jalan dan Penyebabnya


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Partisipasi masyarakat dalam bentuk pengawasan pembangunan harus di buka seluas – luasnya agar kualitas pembangunan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan guna menjamin umur pakai yang sesuai serta jaminan keselamatan bagi seluruh penggunanya.

Pembangunan jalan yang berkualitas rendah tidak saja merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan setiap pengguna jalan tersebut. Pertanyaannya bagaimana masyarakat bisa mengetahui kualitas aspal jalan yang baik ?

Jika ingin menguji kualitas aspal yang baik tentu harus dilakukan dengan pengujian di laboratorium. Bagi masyarakat tentu ukan hal yang mudah jika harus menguji aspal tersebut di laboratorium, oleh karena itu perlu mengetahui ciri-ciri visual aspal secara cepat untuk mencegah pembiaran kualitas aspal yang kurang baik dilakukan secara terus menerus.

Kualitas aspal jalan yang buruk bisa dicegah dengan Quality Control yang baik dan partisipasi pengawasan masyarakat dimulai saat pekerjaan aspal dimulai seperti pada saat pemilihan material, pencampuran hotmix, cara pemadatan aspal yang benar, dan sebagainya. Jika melihat kualitas aspal yang dirasa kurang baik agar segera mengambil sampel untuk diuji di laboratorium, agar kualitas aspal bisa terjaga dengan baik.

Sementara untuk melihat mengetahui kualitas aspal jalan yang kurang baik dapat dilakukan dengan memperhatikan ciri – cirinya secara visual, seperti (1) Warna aspal kurang hitam, (2) Banyak aggregat yang lepas dari aspal jalan, dan (3) Ada retak rambut di lokasi tertentu karena pemadatan aspal yang tidak merata dan kondisi tanah dibawahnya masih labil.

Dengan demikian, untuk mendapatkan kualitas aspal jalan yang baik harus mengikuti spesifikasi yang ditentukan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya.

Dari segi perencanaannya tentu harus mengikuti Jobmix Design yang disepakati antara kontraktor, konsultan dan Pemberi tugas. Sedangkan segi pelaksanaan harus mengikuti prosedur seperti trial pemadatan yang sudah disepakati.

Aspal jalan yang sering cepat rusak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti (1) Kadar aspal tidak sesuai Job Mix Formula, yaitu komposisi material penyusun aggregat aspal yang dibuat di laboratorium sebelum pelaksanaan di lapangan mulai. 

Misalnya jika dalam JMF menyebutkan kadar aspal yang harus dipakai min 6,2% maka kadar aspal yang digunakan di lapangan harus 6,2% juga. (2) Suhu penghamparan aspal di lapangan tidak sesuai spesifikasi, biasanya terjadi karena jarak AMP (Asphalt mixing plant) dengan lokasi pengaspalan terlalu jauh.

Suhu aspal yang normal pada saat dituangkan di asphalt finisher adalah 135-150 derajat celcius. (3) LPA dan LPB belum keras tetap dipaksakan dilakukan pengaspalan. Lpa adalah lapis pondasi atas yang terletak tepat di bawah aggregat aspal sedangkan Lpb adalah lapis pondasi bawah yang terletak di bawah lpa dan diatas tanah dasar.

Seringkali dalam pelaksanaan di lapangan lebih mengutamakan percepatan tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan. (4)  Aggregat aspal di atas tanah timbunan yang belum padat. (5) Jumlah passing pemadatan kurang. (6) Komposisi abu batu yang berpengaruh pada kualitas kerekatan, dan (7) Kurangnya pemadatan menggunakan alat berat. Pemadatan aspal biasa menggunakan 2 alat yaitu tandem roller dan PTR (pneumatic tire roller).

Aapun jenis – jenis retakan di aspal jalan yang sering terjadi, adalah (1) Retak Kulit Buaya (alligator cracks), yaitu kerusakan jalan berupa retak yang memiliki celah cukup lebar. 

Kemungkinan terjadi akibat bahan perkerasan jalan yang kurang baik, tanah dasar lapisan di bawah permukaan kurang stabil yang mungkin terjadi akibat tidak dilakukannya survey terhadap kondisi tanah sebelum dilakukannya perkerasan jalan. (2) Retak Pinggir (edge cracks) yaitu kerusakan jalan berupa retak yang terjadi pada daerah pinggir badan jalan. 

Kemungkinan yang menjadi penyebab kerusakan ini adalah bahan perkerasan/ kualitas material kurang baik, pelapukan permukaan, air tanah pada badan perkerasan jalan, tanah dasar di bawah permukaan kurang stabil. Selain itu retak ini kemungkinan juga terjadi akibat akar tanaman yang tumbuh di sekitar badan jalan. (3) Retak halus/rambut. **

Oleh : Dede Farhan Aulawi (Pengamat Konstruksi)
Share:

Filodemo institute Mengkaji : Percepatan Pemekaran Kota Raha


Duta Nusantara Merdeka |
Pemerintah Daerah provinsi kabupaten dan kota mengatur dan mengurus dirinya sendiri dalam urusan pemerintahan menurut dasar hukum otonomi daerah, konotasi di atas merupakan bunyi dari UUD 1945 pasal 18 ayat 2.

Landasan hukum di atas menjadikan cikal bakal terlaksananya dan terbentuknya daerah daerah otonom di indonesia,yang dimana bernilai asas asas ke Otonomian sebuah daerah dalam hal kepengurusan pemerintahan.

Kemudian uu tersebut kembali di perkuat pada peraturan perundang undangan lainya seperti TAP MPR RI nomor XV/MPR/1998 yang mengatur tentang penyelenggaraan otonomi daerah,pengaturan,pembagian, serta pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan dan perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam kerangka NKRI.

Dalam perkembangan hierarki perundang undangan , sebuah daerah yang berkehendak memekarkan diri menjadi sebuah daerah otonom baru perlu mengantongi dan memenuhi persyaratan persyaratan,seperti yang telah tercantum dalam UU NO, 32 Tahun 2004.

Dalam kajian ‘FILODEMO INSTITUTE’ Skema dan gagasannya cukup jelas bahwasanya peraturan di atas telah menjadi kerangka acuan pembentukan sebuah daerah otonom baru (DOB). Maka memang amanat uu tersebut memberikan nilai desentralisasi nagi tiap tiap daerah yang hendak memekarkan diri menjadi daerah otonom baru (DOB), dan pemerintah harus menjalankan perintah uu tersebut sebab pemekaan daerah adalah amanat dari undang undang.

Yang menjadi problem saat ini bagi daerah yg hendak memekarkan diri menurut Fadel Zein Haili (Direktur Filodemo Institute) adalah Kebijakan Moratorium,Namun berbeda hal nya dengan yang  terjadi di daerah saya Kota Raha misalnya Kota Raha tersebut telah mendapatkan Amanat Presiden (AMPRES) sejak tahun 2014 silam.

‘Kota Raha’ tak terkendala pada Moratorium serta secara bersyarat kota Raha telah mesti dan selayaknya mekar menjadi sebuah DOB, beiringan dengan Kab.Muna barat, Buton selatan & Buton tengah yang telah mekar semenjak 2014 lalu, namun Kota Raha  masih mengalami penundaan pemekaran hingga tahun 2019 ini.

Proses selanjutnya dan yang menjadi detik-detik krusial pemekaran kota raha adalah sidang paripurna DPR-RI tahun 2019 ini. Apabila tak terealisasi pemekaran tersebut maka sangat mungkin seluruh harapan terbentuknya DOB Kota Raha akan sirna bak di telan bumi.

Menurut  fadel Zein Haili (Direktur Filodemo Institute) Percepatan Pemekaran kota raha   ini memang menjadi fakta aktual yg harus terus di gulirkan agar menjadi isu yang stratetegis untuk di perbincangkan di lingkup masyarakat bukan hanya di kalangan elit politik Muna. 

Sepatutnya isu percepatan pemekaran ‘Kota Raha’ mampu menggiring Animo masyarakat untuk turut berpartisipasi. Sebab menjadi salah satu poin penting dari Percepatan Pemekaran sebuah daerah adalah “keinginan dan Animo  masyarakat yang tinggi”.

Jika pemekaran daerah hanya di perbincangkan di kalangan elit politik dengan mengandalkan lobi lobi humanistik ke pusat maka hal tersebut kurang energis,mestinya adalah di ciptakan gerakan masif yang terstruktur dari masyarakat guna mengebrak percepatan pemekaran “Kota Raha”.

Layaknya saudara saudara  Komite Penuntut Percepatan Pemekaran Kota Raha( KP3-KR ) Laksana burung pembawa berita ,secara tersistematis hadir untuk mengupayakan percepatan pemekran “Kota Raha” yang hampir saja terlupa dan terkubur dalam dalam dari benak masyarakat Muna.

Fadel Zein Haili (Direktur Filodemo Institute) mahasiswa asal Muna yang berkuliah di makassar ini selalu menyoal dan memperbincangkan Rencana pemekaran Kota tercintnya itu, dan dia mendukung  saudara saudara KP3-KR dalam niat suci mereka berupaya memekarkan Kota Raha. Mereka adalah pejuang dan berjiwa negarawan ,meski masifnya hiruk pikuk serta pro dan kontra terkait pemekaran tersebut mereka tetap Konsisten dengan Tujuan utamanya.

Saya juga berharap serta berupaya menggiring teman teman mahasiswa Muna maupun luar daerah yang terhimpun dalah “Filodemo Institute” untuk turut memberikan sumbangsi semangat,energi,dan aspirasi serta masukan berbobot intelektual. 

Harapan kita semua sebagai masyarakat Muna mesti terintegrasi dalam satu tujuan demi Kemajuan daerah, Kedamaian, serta Keharmonisan yang akan kita sumbangsikan kepada anak cucu kita nanti,_ tutupnya ketika berbincang dan diskusi dengan teman-teman Fildemo Institute. **
Share:

Pelajaran dan Hikmah dari Tragedi Christchurch, New Zealand


Duta Nusantara Merdeka |
Baru tahun lalu saya berkesempatan mengunjungi negara New Zealand. Perjalanan mulai dari Auckland, Rotorua, Wellington, Christchurh sampai Queenstown. Tidak heran jika dunia menjulukinya negara paling aman dan tenang, karena faktanya memang demikian adanya.

Kota – kota yang sejuk, indah dan bersih membuat siapun akan betah tinggal lama di sana. Terlebih saat di Queenstown kota paling selatan ini, bertepatan dengan turunnya salju yang sangat tebal membuat pemandangan alamnya semakin indah.

Namun sayang sekali, kedamaian negara teraman di dunia ini harus dikotori oleh sekelompok kecil manusia yang super biadab dimana sudah hilang urat kasih sayang dan kemanusiaannya. Secara tiba – tiba tanpa sebab musabab dan alasan yang jelas, mereka merencanakan pembunuhan bagi orang – orang tak berdosa yang sedang melaksanakan ibadah sholat Jum’at. 

Ntah iblis mana yang merasuki fikirannya atau kesombongan macam apa yang membuatnya dengan gagah perkasa membuat streaming terhadap seluruh prosesi ritual pembantaian itu. Lebih dari itu semua kronologis pembantaian inipun mereka sebarkan ke dunia. Inilah dahsyatnya teknologi dipakai sebagai instrumen propaganda kejahatan yang super masif dan real time. 

Lebih dari itu, pelakunya pun tidak sedikitpun memiliki mimik penyesalan atau rasa bersalah. Apakah hatinya tertukar dengan anjing serigala atau mungkin burung pemakan bangkai.

Ini bukan soal kekecewaan sekolompok orang, tetapi seluruh masyarakat dunia yang masih memiliki nalar yang sehat menyampaikan kutukan keras, sebagai tindakan biadab yang luar biasa. Nilai – nilai kemanusia diinjak – injak dan dipertontonkan kepada dunia, seolah – olah ingin dikatakan superhero bagi kelompoknya. 

Kalaupun didorong oleh rasa kekhawatiran membanjirnya kaum imigrant, lalu apa itu tindakan penyelesaiannya ? Nalar logik macam apa yang ada di kepalanya. Kalaupun dasarnya karena kebencian, kebencian karena apa sehingga mereka begitu teganya membantai sekitar 50 manusia yang tidak melakukan kesalahan pada mereka ? 

Meskipun kita tahu, bahwa aksi terorisme lone-wolf ini bukan yang pertama di dunia. Tetapi apa yang dilakukan oleh Brenton Tarrant memang berbeda dengan yang lainnya, dimana kebiadaban sengaja dipertontonkan dengan bangganya. 

Ada juga kasus yang mirip seperti kasus kelompok cow vigilante Hindu di India yang menyebarkan video pengeroyokan dan berujung kematian Alimudin Ansari yang nekat menjual daging sapi padahal ia tahu bahwa hukum di negara itu melarangnya.


Ada lagi potret kasus Robert Bowers yang melakukan penyerangan terhadap sebuah sinagog di Pittsburg AS. Dengan senjatanya ia membunuh 11 orang Yahudi yang dianggap membahayakan warga kulit putih.

Begitu juga kelompok ekstremis Buddha di Myanmar, Thailand, dan Srilanka yang menganggap bahwa kelompok Muslim akan melakukan Islamisasi di negeri mereka dan akan menghancurkan masyarakat dan agama Buddha yang telah lebih dahulu ada. Lalu Teori konspirasi dan propaganda – propaganda agitatif terus dilancarkan secara masif, sistemik dan terstruktur.

Lalu apa sebenarnya yang mendasari pemikiran penuh kekhawatiran yang berujung pada kebencian dan pembantaian ? Separah itukah nalar – nalar sehat mampu direcoki oleh berbagai racun naif. Tidak adakah serum yang efektif untuk mengatasi kekhawatiran dan kebencian itu ? Jika tidak segera ditemukan obat penawarnya sangat dikhawatirkan peristiwa semacam ini akan terus berulang di episode – episode berikutnya. Paling yang membedakan hanya soal peran pemain utama, pemain tambahan, tempat, waktu  dan lokasi shootingnya.

Segera temukan obat – obat mujarab untuk menyembuhkan fikiran Tarrant – Tarrant lainnya yang memiliki manifesto poltik super keras dengan jargon ”The Great Replacement”, dimana fikirannya dan keyakinannya menyebutkan bahwa imigrasi besar-besaran adalah genosida kulit putih. Oleh karena itu Ia dan kelompoknya bertekad untuk melawan kaum Muslim untuk ”menjamin eksistensi orang-orang kita dan masa depan anak-anak kulit putih”.



Lalu apakah manifesto Tarrant tersebut hanya ada di kelompok kecil New zealand atau Australia saja ??? Ini yang harus segera diidentifikasi dan dicegah oleh siapapun dan dimanapun, dengan cara segera melaporkannya ke aparat yang berwajib jika melihat hal – hal yang mencurigakan.

Sementara hikmah yang terjadi, sekarang banyak masyarakat nonmuslim yang ingin mengetahui dan mempelajari lebih dalam tentang Islam. Bukan hanya di New Zealand tetapi juga di seluruh dunia. Bahkan di New Zealand, tepat 4 hari setelah peristiwa Christchurch dikabarkan sudah lebih dari 350 orang warga New Zealand mengikrarkan masuk Islam. Di samping itu sentimen toleransi juga semakin menguat di dunia barat, seperti di AS, Inggeris, dan lain – lain.

Semoga jiwa para syuhada Christchurch akan bahagia melihat fenomena dunia yang semakin menghayati arti dan makna kedamaian, saling menghormati perbedaan, tepo seliro dan empati. Hal ini tentu menjadi harapan semua umat yang beradab, dan semoga dunia menjadi lebih aman dan damai. Aamiin YRA.

Penulis : Dede Farhan Aulawi 
Pengamat Terorisme
Share:

Mubazir Bila Apel Kebangsaan Sampai 18 Miliar Pakai Uang APBD


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sangat mubazir andai ada apel Kebangsaan yang berpotensi menghabiskan  dana hingga belasan miliar. Konon, selain Apel Kebangsaan 18 Milyar, semua Survei Capres Petahana Juga Dibayar Negara. Ini perlu diperiksa oleh BPK dan KPK. 

"Bila benar Jokowi  menghadiri apel akbar kebangsaan bertema "Kita Merah Putih" yang digelar Pemprov Jawa Tengah di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3), maka tentu akan menghebohksn blantika politik saat ini." Komentar Ketua Presidium Ikatan Polisi Mira Masyarakat Indonesia (IPMMI) Suta Widhya SH, di Jakarta. 

Suta menolak penghamburan uang sebanyak itu untuk hal yang tidak perlu. Ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi agenda yang direncanakan akan menghadirkan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu.

“Lembaga anti rasuah ini ada wajib mencegah apel kebangsaan untuk menyambut Jokowi di Jateng yang menghamburkan uang negara. Jangan sampai rakyat protes KPK mandul bila untuk urusan Jokowi, " Lanjut Suta. 

Acara apel akbar rencana mengundang grup musik Slank yang tentu  memakan biaya miliaran. Dari uang negara 18 M diokasikan antara lain untuk membayar Slank. Suta menilai apel kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3) itu merupakan skandal abuse of power yang dilakukan pejabat negara setingkat gubernur. 

Dirinya merasa  apel kebangsaan hanyalah kedok  untuk menguatkan rasa kebangsaan padahal  sebenarnya memenangkan calon presiden petahana Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Andai apel  kebangsaan untuk Jokowi tetap berlangsung, niscaya skandal anggaran yang melibatkan pembiaran KPK, kepolisian, kejaksaan dan birokrasi akan dibongkar habis oleh rezim berikut yang memerintah pasca Jokowi. Sebab, kami duga acara itu hanya untuk memenangkan Jokowi bukan untuk menguatkan rasa kebangsaan. Domain Lemhannas dan Wantanas lebih pas untuk itu, " Kilah Suta lebih lanjut.

“Negara ini sedang aman, meski migrasi warga Cina massif berdatangan setiap hari, namun  TNI belum melihat sebagai ancaman. Sehingga apel kebangsaan cenderung ditujukan untuk memenangkan Jokowi. Buktinya  TNI tidak pernah bersinyalemen bahaya komunis Cina? " Heran Suta. 

Agenda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar apel akbar kebangsaan banyak memanen protes banyak kalangan karena dana yang dikucurkan terlalu besar. Berbagai meme yang menggelitik viral dimana-mana. 

Pemerintah Propinsi Jateng konon mengganggarkan dana Rp 18 miliar untuk Apel Akbar Minggu (17/3) di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang itu. Anggaran negara rencana dihabiskan buat apel kebangsaan. 

Suta menduga apel kebangsaan ini bertujuan memenangkan Capres atau  presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang dari  PDIP berupaya memenangkan pemilu dengan fasilitas negara.

“Di era Orba kepala daerah menggunakan APBD untuk apel kebulatan tekad mendukung Soeharto. Tidak ada beda kali ini apel kebangsaan untuk menangkan Jokowi. Adakah ancaman nyata t musuh dari luar sehingga perlu apel? Percayalah ancaman luar pada TNI, " Tegas Suta. 

Suta menilai apel kebangsaan bukan bertujuan untuk menguatkan rasa kebangsaan, melainkan untuk memenangkan Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019. 

“Saya menduga apel kebangsaan besok untuk Jokowi, sehingga terindikasi adanya skandal anggaran yang melibatkan pembiaran KPK, kepolisian, kejaksaan dan birokrasi. Hanya untuk memenangkan Jokowi, bukan untuk menguatkan rasa kebangsaan,” Jelas Suta lebih lanjut. 

Rencana banyak  tokoh dijadwalkan hadir dalam acara itu, seperti Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KH Maimun Zubair, dan ulama asal Pekalongan Habib Luthfi. 

"Presiden Jokowi selayaknya mengambil cuti selama masa kampanye pilpres yang masih tersisa satu bulan ini. Jika tidak, akan terjadi penyalahgunaan wewenang (abuse of power) secara masif oleh calon petahana itu."Tutup Suta. **
Share:

Neuroleadership Membidani Pemimpin Yang Visioner, Profesional dan Kreatif


Duta Nusantara Merdeka |

Oleh :
Dede Farhan Aulawi

Seiring dengan bertaburannya tema – tema milenial terkait Revolusi Industri 4.0 dan ruang – ruang inovasi digital memunculkan kesadaran baru akan arti dan peran strategis dari Artifial Intelligence (AI). Untuk memahami AI secara substansial harus terlebih dahulu dipahami ilmu tentang bagaimana sistem syaraf dan otak bekerja pada manusia.

Ilmu pengetahuan tentang sistem syaraf dan otak pada manusia itu banyak dikenal dengan istilah Neurosains (Neuroscience). Dengan demikian Ilmu saraf (Neurosains) ini adalah bidang ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron. Area studinya mencakup struktur, fungsi, perkembangan genetika, biokimia, fisiologi, farmakologi, informatika, penghitungan neurosains dan patologi sistem saraf.

Jadi jika saat ini mulai banyak muncul istilah Neuroleadership yang menghiasi ruang media, maka Neuroleadership dapat didefinisikan sebagai penerapan Neuroscience dalam Pengembangan Kepemimpinan (Leadership Development). Penemuan – penemuan baru di bidang ilmu saraf dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam mengungkap fisiologi efektivitas kepemimpinan, dan pada akhirnya bisa digunakan dalam pengembangan kepemimpinan, pelatihan manajemen, pendidikan dan konsultasi manajemen perubahan, dan lain - lain. 


Hal tersebut bisa dibuktikan dari tulisan Kimberly Schaufenbuel yang menjelaskan tentang aplikasi praktus dari neuroscience dalam kepemimpinan. Termasuk contoh – contoh bagaimana menerapkan neuroleadership untuk meningkatkan praktik kepemimpinan, mengubah manajemen, inovasi, kreativitas, dan meningkatkan keterlibatan karyawan agar organisasi semakin kompetitif dan unggul.

Baca Juga : Peran Great Spirit Terhadap Perkembangan Neuroscience Terapan

Organisasi yang kompetitif dan unggul tidak bisa dihasilkan atas kerja individual, melainkan kolektifitas energi kebersamaan agar menghasilkan karya yang maksimal. Setiap karyawan harus menyadari akan arti peran, fungsi dan tanggung jawabnya sehingga bisa bekerja secara profesional, disiplin dan penuh tanggung jawab. Bagaimana meresonansikan energi fikiran yang positif yang dibangun atas dasar keyakinan, kesungguhan dan kepercayaan.

Kepemimpinan yang bisa mengorganisasikan setiap sumber daya yang terbatas semaksimalmungkin, seefektif mungkin, dan seefisien mungkin adalah kepemimpinan yang mampu mengoptimalkan peran syaraf dan otaknya agar senantiasa terlatih dan teruji menjadi manusia – manusia yang tangguh, survive dan terus berjuang untuk menyalakan lilin – lilin harapan.

Sebagaimana diketahui bahwa ada dua dua kemampuan otak manusia yang terkait dengan inovasi dan pemikiran kreatif, yaitu (1) Jaringan Default, yang memiliki kemampuan untuk melampaui atau membayangkan seperti apa rasanya berada di tempat atau waktu yang berbeda, dan (2) Jaringan Kontrol, yaitu area otak yang membuat orang tetap hidup. 

Artinya Jaringan Default untuk mendorong inovasi dan Jaringan Kontrol untuk mendorong fokus. Jadi berbagai kemajuan dalam bidang ilmu saraf dapat membantu untuk mengungkap misteri efektivitas kepemimpinan serta meningkatkan berbagai bidang kerja. Jadi neuroleadership memiliki ruang lingkup, tentang (1) Gambaran tentang bidang ilmu saraf, (2) Mengenal konsep "neuroleadership", (3) Aplikasi neuroscience dalam meningkatkan kinerja, praktik kepemimpinan, manajemen perubahan, inovasi, kreativitas, dan keterlibatan karyawan. **


Share:

Problem Fundamental SDM : Kompetensi Yang Tidak Bisa Mengimbangi Tuntutan Tugas Masa Depan


Duta Nusantara Merdeka |
Zaman terus berubah dan waktu terus bergulir. Waktu tidak pernah bertanya apakah manusia di zamannya sudah siap atau belum, tetapi kemajuan teknologi sudah pasti membawa banyak perubahan, termasuk perubahan peradaban yang semakin memanjakan manusia yang berkembang saat ini dan nanti. Terakhir dengan telah lahirnya konsep revolusi industri 4.0 yang digagas oleh Prof. Klaus Schwab seorang pakar ekonomi dari Jerman dalam bukunya, “ The Fourth Industrial Revolution “. Inti dari buku tersebut menjelaskan tentang perubahan cara hidup, cara bekerja, dan interaksi satu dengan yang lainnya.

 Kemajuan tidak pernah mengalami istirahat, dan perubahan peradaban juga tidak bisa dihentikan. Jangan berfikir karena ada yang belum siap lalu teknologi berhenti sejenak. Tidak pernah dan tidak akan ada kesempatan yang diberikan untuk suatu jalan perubahan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang, dan tentu tidak sedikit yang memandang sebagai ancaman zaman karena timbul rasa takut kehilangan pekerjaan misalnya. Meski demikian, tentu tidak semua orang merasa khawatir, karena ada sebagian orang justeru menyambut positif karena munculnya banyak peluang baru yang menumbuhkan cakrawala kesempatan dan bertaburannya bunga – bunga harapan.


Konsep Revolusi Industri 4.0 tidak sekedar berbicara terkait munculnya sistem otomasi industri, karena kalau bicara sistem otomasi sudah berlangsung cukup lama. Tetapi sistem otomasi yang diintegrasikan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) memunculkan fenomena akhir dari sistem otomasi penuh, dimana sistem atau robot yang diciptakan didesain bisa berfikir seperti manusia, sehingga peran manusia sebagai pekerja konvensional akan berkurang. Hal ini tentu akan memunculkan beberapa permasalahan baru, baik masalah sosial, masalah serapan tenaga kerja, dan lain – lain.

Konsep baru ini tentu memberi dampak positif dan negatif. Dampak positif seperti masalah efisiensi, kecepatan dan keakurasian kerja, hubungan industrial pekerja – pengusaha, kualitas produk, minimnya demo – demo pekerja, munculnya peluang – peluang baru dan lain – lain. Dampak negatifnya tentu terkait masalah pengangguran, kesenjangan ekonomi, kejahatan, dan lain – lain. Jadi di saat jumlah penduduk (angkatan kerja) terus meningkat sementara lapangan kerja tersedia semakin sedikit, maka berbagai masalah akan timbul. Meski demikian, sebenarnya akan muncul peluang – peluang baru bagi generasi yang bisa mengimbanginnya. Persoalannya adalah apakah kompetensi mayoritas angkatan kerja saat itu memenuhi kualifikasi yang dipersyaratankan sesuai tuntutan zamannya ???

Jadi pokok persoalan SDM yang akan terjadi di masa depan adalah terkait dengan apa yang disebut Talent Gap, yaitu kurangnya kemampuan yang sesuai dengan jenis pekerjaan pada masa yang akan datang. Jadi kemampuan atau kompetensi yang dimiliki apa (X), sementara tuntutan pekerjaan masa depan menuntut kemampuan apa (Y). Gap antara X dan Y inilah yang menjadi pokok persoalan masa depan SDM. Bukan hanya di Indonesia tetapi bisa terjadi di banyak negara. Bukan hanya di bidang sektor swasta, tetapi bisa juga di bidang – bidang pelayanan publik pemerintahan lainnya. Termasuk ketersediaan produk hukum yang bisa menaungi dan memprediksi permasalahan – permasalahan hukum yang mungkin terjadi di masa depan. Di dalam adagium hukum, ada istilah het recht hink achter de feiten aan yang artinya “ hukum selalu berjalan di belakang peristiwanya “. Jadi ada kejadian atau timbul masalah dulu, baru ribut dan sibuk memikirkan aturan mainnya. **

Oleh : Dede Farhan Aulawi ( Pemerhati Masalah SDM)

Share:

Manajemen Pengelolaan Hutang dan Tanggung Jawab Akhirat


Duta Nusantara Merdeka |

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Manusia sebagai mahluk sosial dalam kehidupannya selalu berinteraksi satu sama lain. Bukan sekedar interaksi komunikasi saja, tapi bisa terjadi interaksi ekonomi, interaksi politik, dan lain – lain.

Salah satu interaksi ekonomi yang sering terjadi adalah soal hutang piutang, yaitu pinjam meminjam uang karena ada satu kebutuhan yang harus segera dibayar. Hal ini bisa terjadi dalam satu lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, lingkungan kerja atau lingkungan teman – teman lain pada umumnya.

Sebagai sebuah warga masyarakat, jika kita menolong orang lain yang sedang kesulitan tentu baik. Daripada teman kita terjerat oleh lintah darat dengan tingkat suku bunga yang mencekik, maka sebaiknya jika kita punya uang, maka menolong meminjami uang tersebut tanpa diembel – embeli bunga adalah sebuah perbuatan yang mulia. Menolong orang lain untuk meringankan bebannya, bukan untuk menambah bebannya. Itu prinsip pertolongan.

Namun di sisi lain hal yang seringkali terabaikan adalah kewajiban dari si peminjam. Peminjam harusnya sesegera mungkin mengembalikan pinjaman saat ada uang. Jangan menunda – nunda atau membiarkannya. Apalagi sampai si peminjam harus nagih – nagih. 

Akhirnya menempatkan peminjam seperti pengemis dan ngejar – ngejar yang membuat lelah, capek, malu dan tidak akan percaya lagi. Padahal kepercayaan adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita ini. Jika kita sudah tidak dipercaya oleh orang lain, maka kebanggaan apalagi yang bisa kita banggakan.

Bahkan ada yang ekstrim misalnya seseorang yang saat butuh pinjam uang merengek – rengek minta dipinjami uang. Lalu setelah dikasih pinjaman dan lalu memiliki rejeki untuk mengembalikan pinjaman ditunda – tunda malah mendahulukan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting. 

Orang yang seperti itu akan kehilangan ruh pergaulan dengan sesamanya. Ia masih hidup dan masih bisa kesana kemari tetapi sudah tidak ada lagi orang yang mempercayainya. Hidupnya akan jadi bahan omongan dan pergunjingan orang.

Oleh karena itu manajemen hutang itu sebenarnya menganut prinsip – pinsip yang sederhana saja, yaitu (1) Jangan meminjam uang kepada siapapun jika tidak benar – benar dalam keadaan terpaksa untuk sesuatu yang sangat penting sekali, (2) jika terpaksa harus meminjam, maka pinjamlah nominal yang sesuai dengan kemampuan kita untuk mengembalikannya.

(3) usahakan pinjam ke orang yang tidak menggunakan model bunga, (4) beri kepastian ancer – ancer waktu untuk mengembalikannya, (5) jika sudah ada uang segera selesaikan hutang itu dan harus menjadi prioritas utama, (6) mengucapkan terima kasih.

Adapun hal – hal yang sering mencederai tata kelola hutang, adalah

(1) mengatakan meminjam padahal maksudnya meminta atau ada niat untuk tidak membayarnya.

(2) mengatakan akan membayar secepatnya dalam jangka waktu tertentu, tapi setelah waktu itu tiba tidak pernah menyinggung dan pura – pura lupa saja.

(3) ketika didatangi atau ditelpon oleh si peminjam, tidak mau angkat telpon atau tidak mau jawab sms-nya.

(4) ketika sudah ada uang tidak memprioritaskan untuk segera membayarnya.

(5) menghilang dari peredaran karena tidak mau ketemu dengan si peminjam.

Ketahuilah bahwa ketika seseorang meminjamkan uang pada kita, belum tentu saat itu dia memiliki kelonggaran uang. Mungkin saja karena memandang penting untuk membantu kita, maka orang lain bisa pinjam dulu atau menjual apa dulu agar bisa membantu kita.

Lalu setelah kita ditolong, kita pura – pura lupa ? Itu artinya kita hanya memindahkan kesulitan kita pada orang lain. Kita tertolong, lalu orang lain yang jadi bermasalah. Betapa dzolimnya jika kita berbuat demikian.

Bahkan beberapa hadist banyak yang menjelaskan tentang kewajiban untuk segera membayar hutang ini, termasuk resiko jika kita meninggal dunia dan meninggalkan hutang.

Beberapa diantaranya (1) Jika meninggal dan membawa hutang, ia akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.” Ada juga “Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya”.

Dan bagi orang yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasi , akan bertemu dengan Allah dengan status sebagai pencuri, seperti sabda Rasul “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri”. 

Kesimpulannya dalam berinteraksi satu sama lain, tolong menolong itu sesuatu yang baik. Menolong orang yang sedang kesulitan dan meminta tolong untuk meminjaminya uang, kemudian kita pinjami adalah baik. 

Namun demikian bagi peminjam hendaknya segera menapati janji untuk mengembalikan pinjaman itu sesegera mungkin. Jangan menunda – nunda, karena apabila sampai kita meninggal masih meninggalkan hutang maka banyak keterangan yang akan menjadi beban kita di akhirat kelak. Jadi sebaiknya jangan pernah berhutang kalau tidak benar – benar perlu. **
Share:

Ilmu dan Seni Dalam Bersilaturahmi


Duta Nusantara Merdeka |
Dalam manajemen kontemporer kita mengenal arti pentingnya networking, bahkan dikenal sebagai virtual capital. Artinya orang yang memiliki network yang bagus dan luas kelihatannya seperti tidak memiliki apa – apa dalam konteks materi, padahal sesungguhnya dia memiliki modal besar yang tidak terlihat yaitu jaringan (network).

Apa yang diambil oleh manajemen kontemporer ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, karena dalam ajaran Islam sudah ada perintah mengenai silaturahim, atau orang Indonesia biasa menyebutnya silaturahmi.

Silaturahmi ini sangat penting sekali, apalagi di era saat ini dimana banyak orang yang beralasan tidak bisa bersilaturahmi karena kesibukan, jarak, biaya dan lain – lain. Menjalin silaturahmi adalah salah cara mewujudkan ukhuwah islamiyah insaniyah dan wathaniyah.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”. Ini menunjukkan bahwa silaturahmi adalah bagian dari konsekuensi orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT.

Silaturahmi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya mengunjungi langsung sanak keluarga dan saudara. Silaturahmi juga memiliki banyak hikmah, diantaranya (1) Dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizqinya, (2) Penyebab masuk surga dan dijauhkan dari neraka, (3) Merupakan bentuk Ketaatan kepada Allah SWT, (4) Pahalanya seperti memerdekakan budak, (5) Bersedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain seperti dalam Hr Tirmidzi, “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi “.

Bahkan dalam beberapa hadist yang lain, Rasul juga mengingatkan tentang konsekuensi dari orang yang memutuskan silaturahmi, misal dalam HR Tirmidzi, “Tidak ada dosa yang Allah SWT lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi ”.

Ada juga dalam HR Ahmad, “ Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi “. Ini contoh beberapa hadist Rasulullah yang menekankan pentingnya silaturahmi.

Lalu bagaimana me-reaktualisasikan silaturahmi ini dalam konteks kekinian dimana kesibukan kerja, jarak dan biaya yang seringkali menjadi kendala ? Sebenarnya teknologi sidah sangat membantu orang yang mau silaturahmi ini setelah teknologi handphone banyak digunakan.

Meskipun memang ada beberapa persoalan lain, sebab secanggih apapun handphone yang dimiliki kebanyakan menggunakannya hanya untuk telpon dan sms-an saja. Jika itu yang terjadi maka percuma beli Hp yang mahal dengan berbagai fitur yang lengkap tetapi “tidak digunakan” karena memang “tidak tahu” bagaimana cara menggunakannya. 

Mungkin karena kebanyakan fikiran orang tua udah penuh masalah sehingga tidak ada waktu untuk baca brosur atau mempelajari utak atik hp tersebut. Itulah sebabnya anak – anak kita yang masih di SD atau SMP biasanya lebih pinter menggunakan hp daripada ibu bapaknya sendiri.

Lalu bagaimana seni untuk menjaga silaturahmi? Ada 2 hal yang perlu digarisbawahi selama ini, yaitu yang pertama seringkali kita ingin berkunjung pada seseorang dengan alasan silaturahmi padahal hanya karena memiliki masalah saja. Ya kalau basa basinya ingin silaturahmi, tapi selanjutnya ceritalah masalah yang sedang ia hadapi.

Coba kalau ia tidak memiliki masalah, apakah mungkin ia mau berkunjung ? Oleh karena itu seni bersilaturahmi yang penting adalah mau berkunjung dengan tanpa membawa masalah. Jauh lebih baik bawa “buah tangan” daripada bawa “masalah”, agar ketika suatu waktu kita punya masalah dan datang ke rumah seseorang, tidak terkesan datang kalau punya masalah saja.

Selanjutnya bagi yang memiliki hp, hp bisa digunakan sebagai alat untuk membangun silaturahmi secara intensif. Banyak hal – hal sederhana yang terabaikan sehingga tidak bisa mewujudkan silaturahmi dengan baik. Contohnya kita ada masuk wa secara japri atau di wag oleh teman kita, tapi kita tidak mau meresponnya, maka kita tidak bisa mengelola seni silaturahmi dengan baik.

Biasanya tipe orang seperti ini akan menjadi catatan. Lalu satu kali dia nge-wa japri atau telpon pasti karena ada masalah. Ceritalah dengan alasan sebagai saudara atau temen dekat dan sebagainya mau minta tolong ini atau itu.

Biasanya orang yang dimintai tolong malas untuk membantunya. Kenapa ? selama ini dia kemana ? di sms wa saja acuh tidak merespon, bagaimana orang lain mau berkorban waktu, harta atau waktu bagi orang yang selama ini acuh tak acuh. Oleh karena itu manfaatkan dan gunakan hp dengan tujuan baik untuk menjalin silaturahmi dengan sentuhan seni yang efisien.


Penulis : Dede Farhan Aulawi
Share:

Ketergantungan Manusia Pada Air yang Sehat


Duta Nusantara Merdeka |
Mungkin masih banyak diantara kita yang tidak tahu bahkan tidak peduli dengan jumlah kebutuhan air. Selama masih ada dan bisa membeli orang tidak begitu memperhatikan masalah air ini, karena kebanyakan pemikiran kita bersifat jangka pendek untuk saat ini saja. Padahal jumlah kebutuhan air masa depan menjadi ancaman umat manusia.

Untuk memberi kesadaran akan pentingnya air maka dipandang perlu untuk mengetahui seberapa besar sebenarnya kebutuhan kita akan air ini. Ada sebuah adagium akademik yang mengatakan bahwa manusia bisa bertahan lima minggu tanpa makanan, tetapi ia hanya mampu bertahap lima hari tanpa air.

Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa tubuh kita ini banyak mengandung air yang memiliki banyak fungsi, seperti sarana transportasi zat-zat gizi yang dikirim ke milyaran sel yang ada dalam tubuh kita. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan akan pencernaan.

Oleh karena itu, kebutuhan air bagi tubuh adalah menjadi hal utama dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia. Kalau kita lihat dari komposisinya, maka komposisi air dalam tubuh bayi sebesar 80%. Sementara komposisi air dalam tubuh orang dewasa sebesar 70%, dan komposisi air dalam tubuh usia lanjut sebesar 50%. 

Sementara organ-organ dalam tubuh pun sebagian besar terdiri dari unsur air, misalnya Paru-paru sebesar 90%, darah 82%, kulit 80%, otot 75%, dan otak 70%. Jadi, peran air sangat besar dan sangat penting dalam kehidupan manusia untuk bisa bertahan hidup. Namun sebagian besar dari kita belum memahaminya sehingga sering mengabaikan permasalahan air ini. 

Pada umumnya jumlah kebutuhan air untuk laki – laki lebih banyak dibandingkan wanita, sebagaimana kebutuhan air anak-anak lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Orang dewasa membutuhkan 2 – 3 Liter air per hari nya. 


Jadi kita minum bukan karena haus atau tidak haus, melainkan karena merupakan sebuah kebutuhan maka haus atau tidak haus kita harus minum secara teratur. Meskipun demikian, kondisi lingkungan kerjapun akan berpengaruh terhadap jumlah kebutuhan tubuh terhadap air, misalnya orang yang bekerja di tempat yang panas akan membutuhkan air lebih banyak dibandingkan mereka yang kera di tempat yang dingin.

Begitupun orang yang sifat kerjanya membutuhkan banyak aktifitas fisik tentu akan memiliki kebutuhan air lebih banyak untuk mengganti cairan yang hilang, dan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Meski demikian tentunya bukan asal minum saja, karena kita patut memperhatikan kriteria air yang baik untuk dikonsumsi, yaitu air yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mengandung logam berat dan zat berbahaya, serta tidak mengandung bakteri atau parasit. 

Lalu bagaimana menghitung jumlah kebutuhan air karena setiap orang memiliki jumlah kebutuhan yang berbeda- beda. Secara sederhana rumus untuk menghitungnya adalah per kilogram berat badan x 30 ml, hasil pengaliannya merupakan jumlah cc air yang dibutuhkan. Misalnya orang yang memiliki berat badan 80 kg, maka jumlah kebutuhan airnya adalah 80 x 30 ml = 2400 ml = 2,4 liter jumlah air yang dibutuhkan setiap hari untuk tubuhnya. Sementara untuk ibu hamil setelah didapatkan angka perhitungannya masih harus ditambah 300 ml per hari. Untuk Ibu menyusui ditambah 500-600 ml per hari.

Jika kebutuhan jumlah konsumsi air oleh tubuh ini tidak terpenuhi, akan berdampak pada kulit tubuh kering, pembuangan racun melalui kulit terhambat, dan kulit lebih mudah berpotensi mengalami penuaan dini. **

Penulis : Dede Farhan Aulawi
Share:

Hal Strategis Dalam Menjaga Kelestarian Sungai


Duta Nusantara Merdeka |

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pemerhati Kelestarian Lingkungan)

Bagi para pemerhati kelestarian lingkungan akan dengan mudah mengidentifikasi hal – hal strategis yang harus segera dilakukan jika lingkungan ini ingin tetap terjaga dengan baik. Apa yang sudah dilakukan oleh Kodam III Siliwangi beserta segenap aktivis lingkungan untuk menjaga sungai Citarum di Jawa Barat patut diapresiasi sebagai tindakan nyata untuk menunjukan kepedulian dan membangun kesadaran kolektif akan arti pentingnya Citarum bagi masyarakat Jawa Barat.

Inisiatif – inisiatif ini perlu terus dikawal secara konsisten dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Ingat beberapa tahun yang lalu kota bandung pernah dikenal dengan lautan sampah, karena sampah menumpuk dimana – mana dan tidak bisa diangkut untuk dibuang. Hal yang sama bisa terulang lagi dan dapat terjadi di kota manapun jika tidak ada kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, nyaman dan asri.

Salah satu isu strategis lingkungan saat ini adalah masalah ketersedian air bersih yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Kota Bandung yang selama ini dikenal sebagai kota yang berada di tengah cekungan gunung – gunung saat musim kemarau tiba sering mengalami kekeringan.

Air sungai yang mengalir di kota Bandung tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, karena airnya tercemar baik oleh perilaku masyarakat yang sering membuang sampah seenaknya, juga limbah industri yang banyak mengotori lingkungan. Hal yang sama juga banyak dihadapi oleh berbagai kota lainnya di Indonesia.

Aspek penegakan hukum masih menjadi kendala atas perilaku primitif masyarakat yang sering membuang sampah ke sungai atau gorong - gorong dengan seenaknya. Dalam konteks doktrin sebenarnya semua warga Indonesia tahu tentang istilah “Kebersihan sebagian dari Iman”, tapi tetap saja sebagian anggota masyarakat masih suka membuang sampah sembarangan. 


Akibatnya aliran air sering terhambat saat musim hujan, maka banjir menjadi konsekuensi logisnya. Lebih jauh dari itu resapan air dari sungai juga tidak bisa langsung dikonsumsi karena kekhawatiran akan kebersihan dan kesehatannya. Semua orang butuh air bersih dan sehat, tapi masih banyak perilaku yang menunjukkan seolah–olah mereka tidak membutuhkannya.

Oleh karena itu perlu segera dilakukan berbagai program untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya menjaga kebersihan sungai. Stop berbagai perilaku yang sering membuang sampah sembarangan. Kebersihan bukan sekedar untuk dirinya tetapi juga untuk masyarakat di sekitarnya.

Memang masalahnya tidak mudah, karena kompleksitas persoalan yang satu dengan yang saling saling terkait, misalnya soal kepadatan penduduk yang terjadi hampir di seluruh kota besar dimana mengalami pertumbuhan yang pasti tidak akan sebanding dengan ketersediaan lahan, akhirnya sebagian orang “memanfaatkan setiap centi lahan” untuk mendirikan bangunan yang bukan peruntukannya. 

Termasuk pemanfaatan sepadan sungai yang seharusnya kosong malah kini berdiri banyak bangunan “liar”. Dikatakan “liar” karena sebagian mereka tidak memiliki bukti sah atas kepemilikan tanah tersebut, apalagi izin untuk mendirikan bangunan di atas lahan itu.

Karena beratnya beban kehidupan banyak sekali warga yang masih sering memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari – hari, baik untuk mandi, cuci pakaian, cuci piring dan lain – lain, padahal tingkat kebersihan dan kesehatan air itu sangat diragukan.


Hal ini tentukan akan menghenyak rasa keprihatinan sekaligus kepedulian bahwa kelestarian sungat yang bersih dan sehat harus segera dipulihkan. Tidak bisa menunggu besok atau lusa, tetapi harus dilakukan sekarang juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi masyarakat yang terkecil adalah peduli untuk mencegah siapapun agar tidak membuang sampah semmbarangan, khususnya membuang sampah ke sungai.

Termasuk limbah industri, baik industri besar atau industri kecil harus memiliki sistem pengolahan limbah sendiri sebelum dibuang ke lingkungan. Masyarakat ikut mengontrol dengan serius dan semangat gotong royong. Jika ada industri yang mencemari lingkungan segera laporkan ke aparat yang berwajib, dan aparat yang berwajib harus menegakan hukum tanpa pandang bulu.

Mari untuk terus menggelorakan semangat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai – sungai yang banyak tercemar saat ini. Aparat berwenang harus secara reguler memeriksa sistem pengolahan limbah dari industri – industri. Pastikan mereka tidak membuang limbah seenaknya, karena kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar umat manusia.

Siapapun yang mencemari lingkungan, termasuk yang suka membuang sampah sembarangan harus dikenakan sangsi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sosialisasi tentang kebersihan lingkungan dan sungai harus dilakukan secara serentak sampai tingkat RT dan RW. **
Share:

Tantangan Kopdit/ KSP dalam Pusaran Financial Technology


Duta Nusantara Merdeka |
Koperasi sebagai salah satu badan usaha di Indonesia memiliki dinamika tantangan zaman yang terus berubah. Meskipun tantangannya banyak, tetapi mau tidak mau koperasi pun harus mampu beradaptasi dengan zaman.

Jika koperasi tidak bisa dengan segera untuk beradaptasi dengan zaman, maka hanya tinggal menunggu waktu keterpurukannya. Hal ini jangan lantas membuat koperasi menjadi pesimis, tetapi justru harus bersikap sebaliknya. Dimana koperasi bisa membuktikan pada dunia dan masyarakat bahawa koperasi bisa tetap survive di tengah gonjang ganjing zaman.

Lahir dan berkembangnya Teknologi Keuangan (Financial Technology/ Fintech) menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi, khususnya Koperasi Kredit atau Koperasi Simpan Pinjam. Koperasi yang selama ini sering diidentikan dengan teknologi jadul harus mampu beradaptasi dan segera meratifikasi teknologi – teknologi baru yang relevan. Terlebih fitech saat ini sudah masuk ke sektor peer to peer (P2P) lending.

Fintech sendiri pada dasarnya merupakan layanan jasa keuangan berbasis teknologi, yang tentu memberikan sejuta harapan pada industri keuangan. Misalnya bagaimana industri (lembaga) keuangan ini mampu menghadirkan pelayanan yang cepat dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Singkat kata bisa mempermudah proses pinjam meminjam antara lembaga keuangan dengan masyarakat yang membutuhkan jasa keuangan dari lembaga tersebut.

Kata kunci dalam koperasi, di samping harus mampu memberi kemudahan dalam layanan masyarakat tentu juga harus mampu menjamin agar kredit/ pinjaman yang diberikan tidak menjadi macet. Kata kuncinya tentu ada dalam proses kehati- hatian dalam pemberian kredit dan memberikan program untuk mengedukasi serta pendampingan atas penggunaan dana pinjaman.

Dalam fintech peer to peer, harus mampu menawarkan pinjaman secara cepat dengan syarat dan ketentuan yang mudah, biaya (bunga) rendah dan proses verifikasi yang sederhana. Inilah lembaga keuangan yang terus berkembang saat ini.

Lalu bagaimana Koperasi Kredit dan Koperasi Simpan Pinjam mengimbanginya ? Sekali lagi perlu duduk bersama merumuskan hal – hal strategis ini demi menjaga kelangsungan koperasi agar tetap ada di hati masyarakat Indonesia. Tetapi jika mau beradaptasi dengan perubahan, maka sama saja dengan menentukan hari kematian bagi koperasi.

Maju bersama dan bergerak bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan menjadi kata kunci keberlangsungan koperasi. Masalahnya adalah apakah semua koperasi saat ini sudah siap ? Sementara zaman terus berubah, dan teknologipun terus berkembang. **

Penulis :Dede Farhan Aulawi
(Penggiat Koperasi dan UKM)
Share:

Pentingnya Menjaga Keanekaragaman Hayati Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional


Oleh :
Dede Farhan Aulawi
(Pembina Perpadi Jawa Barat)

Duta Nusantara Merdeka |
Di tengah gegap gempita pembicaraan tentang Teknologi Digital, Revolusi Industri 4.0 – 7.0, Teknologi Penjelajahan Angkasa Luar, dan lain – lain, sesungguhnya ada hal – hal mendasar namun sangat strategis untuk dibahas yaitu Ketahanan pangan terutama yang berkaitan dengan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Bukan sekedar terpenuhinya kebutuhan hari ini atau esok saja, melainkan hari – hari kemudian di masa yang akan datang. Keberlangsungan kemampuan alam untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, cucu, dan buyut kita kelak.

Apa yang akan terjadi nanti saat planet bumi mengalami booming puncak jumlah populasi, sementara lahan pertanian sudah tidak ada atau minimal sangat sempit. 

Apakah anak cucu kita masih bisa menikmati makanan, sayuran dan buah – buahan segar seperti apa yang bisa kita nikmati saat ini ?

Memang saat itu kita sendiri mungkin sudah tidak ada, tetapi bukan berarti kita tidak harus memikirkan masa depan anak cucu kita. Jangan sampai kita meninggalkan bag legacy berupa bumi yang tidak lagi bersahabat dan ramah dengan umat manusia.

Saat ini kita masih memiliki banyak pilihan pangan, seperti 77 jenis sumber karbohidrat, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayur-sayuran, 110 jenis rempah-rempahan dan bumbu-bumbuan, 40 jenis bahan minuman serta 1.260 jenis tanaman obat. Coba fikirkan apakah anak cucu kita kelak masih bisa menikmati semua ini ???

Saat ini negara kita masih kaya dengan keanekaragaman hayati (biodiversitas), seperti gen, spesies tumbuhan, hewan dan mikroorganisme serta ekosistem dengan ekologisnya.

Tanya apakah anak cucu kita kelak masih memiliki hal yang sama ? jika tidak kita fikirkan dan upayakan kelestariannya mulai saat ini juga, jangan pernah bermimpi anak cucu kita akan merasakan hal yang sama.

Jika benar–benar mencintai dan menyayangi mereka, berusahalah untuk mewariskan kelestarian alam. Jika tidak bisa memberikan sesuatu yang terbaik, minimal jangan pernah wariskan berbagai masalah alam pada anak cucu kita.

Coba lihat Indeks Ketahanan Pangan (IKP) global Indonesia pada tahun 2014 yang menempati posisi pada urutan 64, jauh jauh di bawah Malaysia (33), China (38), Thailand (45), Vietnam (55) dan Philipina (63).

Coba lihat juga jumlah komiditi impor komoditas bahan pangan yang masuk ke Indonesia yang cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun, hal ini menunjukan gambaran bahwa Indonesia sebenarnya masih memiliki permasalahan di bidang ketahanan pangan.

Melihat fakta ini sebenarnya Pemerintah juga tidak tinggal diam, tetapi terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan bangsa dan negara, misalnya menemukan dan melepas berbagai jenis benih tanaman pangan untuk dapat dibudidayakan oleh masyarakat petani dengan jumlah varietas baru sebesar 844 Jenis. 

Di samping itu ada juga program penyediaan benih bersubsidi, peningkatan jumlah produksi benih unggul yang bersertifikasi serta melakukan kegiatan sosialisasi perbenihan pertanian di pedesaan.

Oleh karena itu, berbagai upaya yang berkaitan pada ikhtiar untuk melakukan peningkatan ketahanan pangan harus menjadi prioritas, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan juga masyarakat.

Tak terkecuali kalangan akademisi dimana memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kelangsungan pangan nasional ataupun pangan internasional sesuai dengan bidang ilmunya. Masalah pangan bukanlah tanggungjawab kementerian Pertanian saja, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Para Pengusaha jangan hanya sekedar mengeksploitasi sumber daya alam saja, tetapi juga kewajiban menjaga lingkungan harus inline dalam konsep bisnisnya.

Semoga hal ini bisa menjadi renungan buat kita semua untuk sama – sama berkontribusi menjaga Ketahanan pangan. Optimalkan setiap lahan non produktif menjadi lahan produktif untuk meningkatkan keaneragaman sumber pangan lokal ataupun nasional.

Semoga seluruh masyarakat akan peduli untuk menjaga negeri ini agar tetap subur dan makmur serta alamnya tetap lestari dan pangannya selalu melimpah. Aamiin YRA **
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini