Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Tidak Ada Pertumbuhan di Zona Nyaman


ARTIKEL 


Tidak Ada Pertumbuhan di Zona Nyaman

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pemerhati Perubahan)

Peradaban dunia terus mengalami banyak perubahan, baik karena loncatan teknologi yang pesat ataupun respon atas pandemi berbasis pemikiran dan perilaku baru yang adaptif. Digitalisasi yang terjadi di semua sendi kehidupan dan pandemi covid 19 dengan semua varian baru-nya, merupakan fakta dan realitas yang tidak terhindarkan. Persoalan kemudian adalah apa yang bisa kita lakukan dan apa yang harus kita fikirkan dalam melihat realitas yang ada.

Kita tidak bisa hanya diam menangis kalah melihat pelik, ruwet dan sulitnya keadaan karena hal itu sama sekali bukanlah pilihan yang bisa menjadi solusi dalam mensiasati keadaan. Kita perlu sedikit adaptasi dan cerdik dalam menganalisa sebuah fenomena agar bisa memilih ribuan peluang yang berjajar rapi di depan mata.

Berbasis pada realitas di atas, tak ada salahnya jika kita berkontemplasi diri secara spiritual agar mendapatkan titik cerah untuk menemukan kemungkinan – kemungkinan yang harus kita lakukan. Tidak ada waktu lagi untuk berkeluh kesah meratapi keadaan yang serba sulit, atau saling menyalahkan sebagai upaya pembenaran atas kegagalan sikap dan pola fikir yang kurang adaptif. Pada akhirnya kita sendirilah yang akan bertanggung jawab pada masa depan diri dan keluarga kita. Dengan semangat optimisme yang membara, singsingkan lengan baju untuk terus berusaha tanpa mengenal kata putus asa.

Jadikanlah Pengetahuan, Keterampilan, Pengalaman dan Jaringan yang kita miliki sebagai modal dasar untuk merangkak bangkit, berdiri dan terus berlari. Jangan pernah memeras orang lain, baik dengan cara keras ataupun halus. Jangan pernah menipu ataupun mengambil hak orang lain, baik secara terang – terangan, sembunyi – sembunyi ataupun kongkalingkong kolutif alias “tahu sama tahu”. Jangan pernah “memelas” sekedar mendapatkan rasa iba dan belas kasih dari orang karena hal tersebut akan membuat martabat kita jatuh tanpa bisa lagi berdiri tegap penuh kehormatan.

Tapi tentu juga tidak harus egois hanya memikirkan diri sendiri, tanpa peduli lagi pada lingkungan yang sangat membutuhkan. Boleh jadi saat kita masih berdiri tegak untuk tetap survive saat ini, mungkin ada sebagian orang di lingkungan kita yang sudah tidak sanggup lagi menahan terpaan turbulensi keadaan yang bisa membuat dirinya terhempas ke sudut – sudut kehidupan. Di sinilah hati nurani akan bicara dalam mengasah jeli dan luhurnya rasa kemanusiaan. 

Seorang pakar manajemen bernama Peter Drucker sudah pernah mengingatkan, tentang hal yang paling berbahaya dalam menghadapi Turbulensi. Bukan soal Turbulensinya itu sendiri, tetapi melakukan respond terhadap sebuah Turbulensi dengan cara - cara yang lama, pola pikir yang lama, dan tindakan – tindakan yang lama, yang sangat jauh dari efektif dalam menghadapi tatanan baru, kenormalan baru. Tanpa kemampuan dan kemauan untuk beradaptasi mengikuti irama perubahan tentu akan membuat kita jatuh tersungkur penuh luka sehingga merasakan betul pedih dan perihnya kesulitan. 

Begitupun dengan pernyataan Albert Einstain yang mengatakan bahwa adalah sebuah Insanity (kegilaan), bila ingin mendapatkan hasil yang berbeda tetapi dengan cara - cara yang sama. Disinilah perlunya kita berubah dan beradaptasi. Tinggalkan pola fikir lama, perilaku lama dan kebiasaan lama. Saat ini tidak ada pilihan atau alternatif lain, selain penyesuaian dalam melakukan perubahan. Perubahan yang sesuai irama zaman agar kita bisa berselancar menikmati buasnya gelombang, bukan perubahan tanpa arah dan kesungguhan yang akan membuat kita semakin nestapa di jurang gelap tanpa harapan. Konon, tak ada pertumbuhan di zona kenyamanan. 

Jadi bila saat ini kita merasakan “ketidaknyamanan”, itu berarti kita sudah on the right track. Artinya kita sedang tumbuh, karena untuk berubah dan beradaptasi tentu akan membuat kita kurang nyaman. Disinilah dibutuhkan keberanian, yaitu keberanian untuk menyeberangi samudera ketidaknyamanan agar bisa sampai di dermaga harapan dengan penuh kebahagiaan. Untuk itu, marilah melakukan proses Learn dan Re-Learn, agar memiliki insight dan pola pikir yang baru. Menjadi penting dan perlu, untuk melakukan proses UpSkill dan ReSkill, agar memiliki Capability yang baru, sehingga bukan hanya Siap, tetapi semakin Berdaya, dalam melewati tatanan baru dengan tegap dari anak tangga yang satu ke anak tangga lainnya.

Akhirul kata, kita berharap semoga Allah Yang Kuasa senantiasa membimbing langkah kita sehingga kita memiliki kekuatan dan semangat perubahan dengan penuh optimis dan prasangka baik serta peduli pada lingkungan. Aamiin YRA. **
Share:

Dede Farhan Aulawi Jelaskan Hubungan Kausalitas Radikalisme Verbal


ARTIKEL KEBANGSAAN

 Hubungan Kausalitas Radikalisme Verbal

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pemerhati Kebangsaan)

Iklim dan harmoni kehidupan bangsa saat ini sedang diuji dari berbagai dimensi. Mungkin ada oknum warga yang lupa bahwa tanggung jawab untuk menjaga keutuhan sebuah bangsa adalah tanggung jawab seluruh warga negaranya tanpa kecuali. Seluruh anak bangsa hakikatnya adalah keluarga besar kita semua, oleh karenanya satu sama lain seyogianya menjaga ucapan dan perilaku untuk tidak saling menyudutkan, mengejek, menghina satu sama lain. Karena saat kita mengejek atau menghinanya, sama saja kita menghina dan menjatuhkan martabat keluarga kita sendiri.

Radikalisme dianggap sebagai paham yang membahayakan keutuhan NKRI karena tidak hanya mengancam dari luar tetapi menyusupi ke dalam diri sehingga merubah cara berfikir dan cara bertindak yang radikal dalam menyikapi suatu fenomena. Jika merujuk pada hasil penelitian LIPI yang menyatakan bahwa ada 4 penyebab berkembangnya radikalisme di Indonesia yaitu faktor ekonomi, ideologi, agama dan politik, maka boleh jadi orang yang dipandang radikal tersebut karena dipengaruhi oleh salah satu atau kombinasi dari faktor – faktor tersebut.

Namun demikian, cara berfikir dan bertindak radikal tersebut seringkali memiliki hubungan kausalitas atau hubungan sebab akibat dengan suatu keadaan tertentu. Dalam ilustrasi yang sederhana, misalnya ada seseorang sebut saja si A melakukan tindakan pemukulan kepada si B, maka orang akan menilai bahwa si A tersebut radikal karena melakukan tindakan kekerasan atau memaksakan kehendak dengan caranya sendiri. Mungkin kita setuju, bahwa segala bentuk tindak kekerasan termasuk pemukulan harusnya dihindari dan di buang jauh – jauh dari perilaku kehidupan bernegara.

Masalahnya kemudian kita lupa untuk menggali lebih jauh faktor penyebab kenapa si A itu melakukan pemukulan terhadap si B. Padahal mungkin saja karena sebelumnya si B menghina, mengejek atau mengencingi keyakinan si A dan membuatnya marah sehingga membuatnya untuk tidak bisa lagi tinggal diam saat harga diri dan martabatnya diinjak – injak oleh si B. Kita terlalu bersemangat untuk menghukumi si A karena tindak kekerasan pemukulannya, tetapi kita lupa untuk mendidik dan mengajari si B agar tahu tata krama, sopan santun dan etika dalam menghargai satu sama lain.

Begitulah gambaran sederhana hubungan kausalitas sebuah cara berfikir dan bertindak yang radikal. Mungkin ilustrasi tersebut tidak terlalu utuh untuk mensimplifikasi konsep dasar radikalisme seperti di atas, namun kerangka sederhana hubungan sebab akibat suatu kejadian karena seperti itu. Meskipun tidak 100% selalu seperti itu.

Terkait dengan hal tersebut, guna mencegah tumbuhnya paham – paham baru radikalisme maka sebaiknya kita pun harus banyak mendalami dan meminimalisir kemungkinan – kemungkinan yang menjadi faktor penyebabnya. Jika kita mampu meminimalisir faktor “penyebab”, maka sesungguhnya merupakan awal keberhasilan dalam meminimalisir “akibat”. Inilah yang harus menjadi renungan kita semua, seluruh anak bangsa agar jangan sampai membiarkan lahirnya faktor – faktor penyebab berkeliaran bebas di tanah pertiwi ini.

Salah satu faktor penyebab yang saat ini sering tampak di permukaan adalah “kekerasan ucapan” atau “radikalisme verbal” terhadap satu sama lain sesama anak bangsa sendiri. Bahkan terkadang ucapan tersebut datang dari orang yang selama ini merasa sebagai bagian dari kaum “intelektual”, “terdidik”, “maju” dan lain – lain, tetapi sayang cara berfikir dan sikapnya seperti orang terbelakang. Dia tidak bisa mengendalikan “syahwat kebencian”, “syahwat kecurigaan”, dan “syahwat kecemburuan” untuk tidak menyinggung dan menyakiti sesama warganya sendiri.

Jika orang – orang yang seperti itu terus dibiarkan, tidak diingatkan dan tidak menghentikan kebiasaannya dalam melontarkan narasi – narasi penghinaan, ejekan yang penuh kebencian, maka apa mungkin kita akan bicara agar pihak yang lainnya disuruh diam. Kalaupun saat ini mereka terpaksa diam karena suatu “keadaan”, maka boleh jadi suatu saat emosinya tak lagi bisa diwadahi oleh bejana “kesabaran”. Bisa saja tiba – tiba mendidih dan bahkan meledak. Tentu hal ini tidak kita harapkan bersama demi keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karenanya, mari satu sama lain untuk saling mengingatkan dengan bijak dan arif. Mari kita bicara penuh empati dengan lontaran – lontaran yang santun sebagi ciri jati diri bangsa yang luhur. Semua harus bisa menahan diri, menahan dari ucapan dan perbuatan yang radikal. Kita semua adalah keluarga besar, dan kita semua berkewajiban untuk saling menjaga perasaan. Radikalisme jangan hanya dinilai karena ada bukti kekerasan fisik saja agar mudah dibuktikan dengan visum, tapi radikalisme juga bisa melukai perasaan, hati dan jiwa saudara kita sendiri. Semangat kebersamaan seperti ini yang harus senantiasa kita jaga, demi utuhnya Indonesia tercinta. **
Share:

Rumah Impian Rumah Penuh Berkah


Rumah Impian, Rumah Penuh Berkah

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Setiap manusia tentu mendambakan kehidupan yang baik, sejahtera lahir bathin dan penuh berkah. Hal ini bisa ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan – kebutuhan mendasar manusia, baik berupa kebutuhan pangan, sandang dan papan. Kebutuhan pangan berupa terpenuhi kebutuhan untuk makan dan minum yang sehat, kebutuhan sandang berupa pakaian layak pakai yang bersih dan sopan, serta kebutuhan papan berupa tempat tinggal yang layak huni, bersih, dan cukup untuk seluruh keluarga. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu pemenuhan sebuah kebutuhan tersebut, hendaknya juga mampu mengundang keberkahan hidup.

Dalam al Qur’an Allah SWT telah berfirman : 
وَقُلْ رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ
Dan berdoalah, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (QS.al-Mukminun : 29)
Hal tersebut menunjukan bahwa di samping mampu memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidup di atas, manusia juga akan selalu berharap untuk mendapatkan tempat (rumah) yang penuh berkah. Sebab tidak sedikit orang yang memiliki rumah megah yang mewah, tetapi kehidupannya terasa begitu sempit dan gersang. 


Rumah merupakan tempat berlindung dari sengatan panasnya mentari, guyuran hujan dan dinginnya hembusan angin, atau tempat kembali setiap kali bepergian. Di rumah pula, segenap anggota keluarga dapat melakukan berbagai aktivitas. Rumah juga berfungsi sebagai tempat pembinaan. Rumah adalah lokasi terbaik dalam menyemai benih-benih kebaikan serta keimanan dari sebuah keluarga. Oleh karenanya, tidak berlebihan jika setiap orang mendambakan rumah yang aman dan nyaman, sejuk dan bersih, agar mendukung terciptanya keluarga sakinah, yaitu rumah yang penuh berkah.

Rumah yang penuh berkah Allah SWT adalah rumah yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan karena dilimpahi berkah-Nya dan menjadi surga bagi seluruh penghuninya (baity jannati = rumahku adalah surgaku). 

Kemudian bagaimanakah kita mengetahui bahwa rumah kita tersebut diberkahi atau tidak ? Setidaknya ada beberapa ciri untuk mengenali sebuah rumah itu diberkahi atau tidaknya, yaitu pertama, selalu digunakan untuk ibadah. Tempat tinggal yang mententramkan seringkali digunakan sebagai tempat shalat, zikir dan pengajian untuk mengantarkan penghuninya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Rumah yang digunakan untuk shalat berjamaah akan turun rahmat di dalamnya, sehingga memberikan ketenangan dan ketentraman bagi penghuninya, dan akan selalu dikaruniai rezeki yang berkah. Bukan hanya memiliki nilai pahala, tetapi merupakan sebuah pelajaran dan pengajaran langsung bagi keluarga untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah. Dengan shalat berjamaah akan terjalin kebersamaan, saling menghormati serta kerukunan dalam keluarga, sehingga bisa memberikan solusi segala masalah keluarga.
  ....... وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
..... dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”. (QS Yunus 87).

Kedua, selalu dibacakan Al-Qur’an. Rasulullah saw bersabda :”Sinarilah rumah-rumah kamu sekalian dengan bacaan Al-Qur’an”.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ .......
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ....”. (QS Al-Isra 82).

Rasulullah saw bersabda: ”Manakala mengajari anaknya membaca Al-Qur’an, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Dan barangsiapa mengajarinya membaca Al-Qur’an dengan hafalan, lalu setiap anak membaca satu ayat, maka Allah mengangkat satu derajat untuk ayahnya sehingga pada akhir Al-Qur’an yang dibaca”.



Ketiga, selalu diisi dengan majelis zikir. Berdzikir dan bersyukur harus selalu menjadi bagian dari pendekatan ibadah kepada Allah. Apabila direalisasikan dalam kegiatan berumah tangga, maka akan terbentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Rumah tangga tersebut disinari cahaya Ilahi ke dalam hati penghuninya sehingga hati mereka menjadi tentram.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian kufur”. (QS Al-Baqarah 152).

Rumah yang dijadikan tempat berzikir akan diberi nur Ilahi bagi penghuninya. Cahaya ketenangan, ketentraman, keharmonisan dan kerukunan. Abu Hurairah ra dan Abu Sa’id r.a. menyaksikan Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah duduk suatu kaum yang berzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi dengan rahmat Allah dan diturunkan kepada mereka sakinah (ketentraman). Allah senantiasa menyebutkan mereka dihadapan para makhluk yang ada disisi-Nya. (HR. Ibnu Majah). **
Share:

Prawita GENPPARI, Giatkan Olah Raga Alam Guna Tingkatkan Sistem Kekebalan


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kebugaran dan stamina menjadi sangat penting, terutama di saat pandemi yang sedang melanda dunia saat ini. Namun tentu juga harus bisa memilih cara dan lokasi yang tepat untuk itu, dan tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah Tea Walk, yaitu kegiatan perjalanan atau berjalan-jalan menyusuri kebun teh yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Cukup dilakukan satu keluarga saja, artinya tidak perlu melibatkan banyak orang karena situasinya masih pandemi “, ujar Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, 


Lebih lanjut dia juga menjelaskan bahwa dengan kegiatan berjalan ringan sekitar 3 – 5 km di kebun teh, di samping berolah raga sederhana juga bisa menikmati panorama pegunungan dengan hamparan permadani hijau kebun teh yang indah, udara bersih dan sejuk serta keindahan yang tiada tara. Di samping juga tentu bisa membantu merelaksasi fikiran dari kepenatan kerja dan polusi udara kota. Kalau soal berfoto ria tentu tak boleh terlupakan, karena dokumentasi bisa menjadi sebuah kenangan indah dalam perjalanan hidup yang pernah dilalui dalam kebersamaan. Ujarnya.


“ Jika dalam kondisi normal, kegiatan semacam ini akan lebih asyik jika dilakukan oleh banyak orang dengan teman – teman atau komunitas tertentu. Berbagai kegiatan menarik yang biasanya dilakukan dalam rangkaian kegiatan Tea Walk seperti Treasure Hunt, Amazing Race, Fun Games, Team Building, dan lain – lain. Apalagi di Jawa Barat ini ada banyak pilihan lokasi perkebunan Teh. Namun dalam situasi seperti saat ini, kita sendiri harus bijak agar tidak terjadi penularan virus atau terbentuknya cluster baru “, ungkap Dede.

Tea walk ini merupakan salah satu jenis olah raga di alam bebas yang bisa dilakukan sambil menikmati keindahan panorama alam. Pada saat berolah raga, tubuh menggunakan lebih banyak oksigen dan menghasilkan lebih banyak karbon dioksida karena otot-otot bekerja lebih keras. Untuk mengatasi kebutuhan ekstra ini, tubuh merespon dengan bernapas lebih dalam dan lebih sering untuk mengambil oksigen yang dibutuhkan. Kecepatan pernapasan yang meningkat juga memfasilitasi pengantaran oksigen ke dalam aliran darah, yang kemudian diangkut ke otot-otot yang bekerja. Dengan demikian hal ini merupakan salah satu ikhtiar alami dalam meningkatkan saturasi oksigen.


Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa saturasi oksigen merupakan nilai yang menunjukkan kadar oksigen di dalam darah. Nilai ini sangat berpengaruh terhadap berbagai fungsi organ dan jaringan tubuh. Pengukuran nilai saturasi oksigen dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan analisis gas darah (AGD) atau menggunakan alat oximeter. Analisis gas darah adalah metode pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah arteri. Hasil analisis gas darah sangat akurat, karena pengukurannya dilakukan di rumah sakit dan dikerjakan oleh tenaga medis profesional.

Sedangkan, oximeter adalah alat pengukur saturasi oksigen yang berbentuk klip. Pengukurannya dilakukan dengan cara menjepitkan oximeter pada jari tangan. Saturasi oksigen kemudian akan diukur berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan oleh sinar inframerah, yang dikirim ke pembuluh darah kapiler. Hal ini tentu berbeda dengan analisis gas darah, karena pengukuran saturasi oksigen dengan oximeter bisa dilakukan sendiri dengan mudah di rumah sehingga bisa mengukur nilai saturasi oksigen secara berkala. Sambung Dede.


Hasil pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan analisis gas darah ditunjukkan dengan istilah PaO2 (tekanan parsial oksigen). Sementara itu, hasil pengukuran saturasi oksigen dengan menggunakan oximeter ditunjukkan dengan istilah SpO2. Adapun nilai saturasi oksigen normal pada orang dengan kondisi paru-paru yang sehat atau tidak memiliki kondisi medis tertentu, adalah :
Analisis gas darah (PaO2) : 80–100 mmHg
Oximeter (SpO2) : 95–100%
Sedangkan pada orang yang memang memiliki penyakit paru-paru, nilai saturasi oksigen normalnya bisa berbeda tergantung pada kondisi dan penyakit yang dideritanya, misalnya pada nilai SpO2 88–92%.

Kemudian untuk nilai saturasi oksigen rendah atau di bawah normal, adalah :
Analisis gas darah (PaO2) : di bawah 80 mmHg Oximeter (SpO2) : di bawah 94%
Orang yang memiliki saturasi oksigen rendah atau hipoksemia bisa merasakan berbagai gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, batuk, sakit kepala, detak jantung cepat, dan kulit membiru. Namun terkadang orang yang mengalami hipoksemia tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi ini yang disebut dengan happy hypoxia. Hipoksemia, baik yang menimbulkan gejala maupun tidak, bisa menganggu kerja organ dan jaringan tubuh. Bila dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital, seperti jantung, otak, dan ginjal, dan berisiko menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Pada orang yang sehat, kadar saturasi oksigennya terkadang bisa tinggi. Namun, umumnya kondisi saturasi oksigen tinggi lebih sering ditemukan pada orang yang mendapat terapi oksigen, baik dengan selang atau masker oksigen maupun pada pasien yang mendapatkan bantuan pernapasan lewat mesin ventilator. Untuk mendeteksi saturasi oksigen yang terlalu tinggi, ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan analisis gas darah, yakni dengan hasil PaO2 di atas 120mmHg.

“ Dengan demikian, olah raga yang teratur tentu perlu dilakukan agar badan tetap sehat dan sistem imun tubuh juga terus meningkat. Namun, sekali lagi karena saat ini situasinya masih pandemi, maka memilih lokasi dan jenis olah raganya harus tepat “, pungkas Dede. **
Share:

Seno Aji Apresiasi OMBUDSMAN RI Lampung Atas Penyelesaian Laporan Dugaan Maladministrasi Oleh Kantah Bandar Lampung


Duta Nusantara Merdeka | Lampung
Sehubungan dengan tindaklanjut dan penyelesaian laporan oleh OMBUDSMAN RI Perwakilan Provinsi Lampung atas laporan Seno Aji sebagai pelapor terkait dugaan maladministrasi penyimpangan prosedur oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bandar Lampung dalam penerbitan berita acara pengukuran pengembalian batas/penetapan batas nomor : 07/BA-08.01/II/2021, Seno Aji selaku pelapor memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada OMBUDSMAN RI perwakilan Provinsi Lampung yang disampaikan secara tertulis dan diterima oleh tim pemeriksa OMBUDSMAN RI perwakilan Provinsi Lampung, Tegar. 

Demikian dikatakan oleh Seno Aji melalui keterangan persnya di Bandar Lampung pada Selasa (3/8/2021) sore. 
 
Seno Aji menyampaikan bahwa sebagai pelapor, dirinya telah mendapat proses tindaklanjut sampai dengan penyelesaian laporan dengan baik oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, sehingga terhadap sejumlah persoalan yang dialami pelapor terkait mekanisme dan prosedur pelayanan pengembalian batas yang seharusnya diterapkan oleh Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung dapat terjawab dengan terang dan jelas.

"Sebagai pelapor telah mendapat jawaban melalui penjelasan secara langsung pada hari Kamis tanggal 22 Bulan Juli tahun 2021 oleh Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung melalui Koordinator Penata Kadastral Pertama, Hasbi Al Farisi, A.Md dan Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, Ferdinand, S,SIT atas tindaklanjut dari surat pengaduan dan sanggahan/keberatan yang Saya sampaikan kepada Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung", terang Seno Aji yang dikenal sebagai sosok aktivis muda ini. 

Masih jelas Seno Aji, "sebagai pelapor yang merupakan pemilik Sertipikat hak milik (SHM) nomor 7943/KD/Kedamaian atas nama Srinatun Pujiastuti telah mendapat informasi dari Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung terkait lokasi obyek tanah Sertipikat hak milik (SHM) nomor 7943/KD/Kedamaian yaitu berada disebelah barat lokasi tanah milik Saudari berinisial ATA SHM 7944/KD/Kedamaian, dimana lokasi obyek tanah SHM 7943/KD/Kedamaian atas nama Srinatun Pujiastuti telah berdiri bangunan (rumah tinggal) yang dibangun oleh Saudara berinisial HAR sedangkan alasan Saudara HAR mendirikan bangunan di atas lokasi obyek tanah milik SHM 7943/KD/Kedamaian karena berdasarkan SHM 7942/KD/Kedamaian atas nama inisial WYT (Istri Saudara HAR) yang diperoleh berdasarkan proses jual beli dari Saudara inisial Ewn yang sebelumnya SHM 7942/KD/Kedamaian menjadi anggunan pinjaman di Bank Niaga yang akan dilakukan proses pelelangan", ungkap Seno Aji yang juga sebagai ketua DPW Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD). 

Masih lanjut Seno Aji yang dikenal sebagai sosok sederhana dan low profil ini menegaskan, "jika SHM 7942/D/Kedamaian atas nama WYT seharusnya terletak di sebelah barat SHM 7943/D/Kedamaian atas nama Srinatun Pujiastuti", sambungnya. 

"Maka atas dasar tindaklanjut dan penyelesaian laporan oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terimkasih kepada Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Bapak Nur Rakhman Yusuf, S.Sos, bersama tim pemeriksa yaitu Bapak Tegar, Bapak Hardian Ruswan dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu-persatu", tutup Dia. (*)
Share:

Kebijakan Perawatan Engine Berdasar Reliability dan Availability


Kebijakan Perawatan Engine Berdasar Reliability dan Availability

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pemerhati Teknologi)

Teknologi pemeliharaan modern (modern maintenance technology) dapat meningkatkan performansi suatu instalasi pembangkit tenaga. Teknologi tersebut berdasar pada reliability, di mana besarnya kemungkinan dari komponen sistem dapat menunjukkan kemampuan yang diharapkan sesuai batasan periode waktu yang ditetapkan.

Gas turbine sebagai pembangkit tenaga harus menunjukkan reliability yang tinggi sesuai dengan aplikasi gas turbine dewasa ini yang menuntut performa tinggi. Beberapa aplikasi utama dari industrial gas turbine adalah sebagai generator set, mechanical drive dan compressor set. Instalasi gas turbine juga harus memiliki availability tinggi. Availability adalah kondisi kesiapan engine saat dibutuhkan untuk digunakan, atau dengan kata lain besarnya presentasi dari pengurangan waktu engine ketika tidak beroperasi dan pemeliharaan waktu operasi engine dibandingkan dengan waktu dari operasi engine tersebut.

Komponen-komponen dari perawatan berdasar reliability dan availability adalah preventive maintenance, predictive maintenance dan proactive maintenance. Preventive maintenance adalah sistem kegiatan perawatan yang dilakukan pada setiap interval waktu tertentu. Kondisi gas turbine diinspeksi dan dipelihara jika telah memasuki waktu tertentu untuk mengetahui dan meniadakan kerusakan yang terjadi. Predictive maintenance adalah menetukan kondisi dan keadaan engine tanpa menghentikan operasi normal, sehingga dari hal tersebut dapat dijadwalkan kebutuhan maintenance engine. Jadwal tersebut disusun berdasarkan trend data-data yang diperoleh.

Kemudian Proactive maintenance dilaksanakan untuk memfokuskan Preventive maintenance dan Predictive maintenance untuk mengurangi total maintenance yang dibutuhkan dan memaksimalkan umur komponen dengan cara menghilangkan sumber-sumber kerusakan. Keuntungan utama yang diperoleh adalah mengurangi downtime pemeliharaan engine dan menekan biaya pemeliharaan. Tentu saja peningkatan efisiensi, availability dan reliability dapat pula tercapai. Reliability based maintenance mengintegrasikan dan menyeimbangkan ketiga jenis maintenance tersebut. Informasi kondisi dan data trend yang disediakan predictive maintenance memberikan dasar bagi kegiatan preventive dan proactive.

Analisis vibrasi memberikan informasi paling banyak mengenai kondisi engine, dari berbagai pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan teknologi predictive maintenance, sehingga analisis vibrasi menjadi landasan yang kuat dalam predictive maintenance. Di Indonesia, PT. Nusantara Turbin dan Propulsi (PT. NTP) menyediakan fasilitas pemeliharaan industrial gas turbin. Solar Turbine, perusahaan milik Caterpillar adalah costumer yang menggunakan jasa overhaul pada repair center di PT. NTP tersebut.

Keberhasilah overhaul ditentukan saat pengetesan engine di Test Cell area. Salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan kondisi engine yang dioverhaul yaitu besarnya vibrasi saat engine running-test. Oleh karena itu, untuk mendapatkan data yang akurat mengenai vibrasi yang terjadi diperlukan teknik pengukuran vibrasi yang benar, agar data yang diperoleh merepresentasikan kondisi engine yang sebenarnya sehingga tindakan koreksi yang diberikan pun menjadi efisien. Engine yang sudah dioverhaul, kemudian dilakukan tes untuk mengetahui berbagai performa dan pemenuhan persyaratan yang ditentukan oleh Original Engine Manufacture (OEM). Vibrasi termasuk di dalam salah satu persyaratan performa tersebut. **
Share:

Waskita Membaca Alam Semesta, Peka Mendengar Pesan Alam



Waskita Membaca Alam Semesta, Peka Mendengar Pesan Alam

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pemerhati Kelestarian Alam)

Dengan berbagai proses sebab dan akibat, nampaknya dunia semakin menunjukan pola perubahan yang tidak berpola. Di sana sini lingkungan dengan ekosistemnya terus digerus dan dipaksa untuk mengikuti hasrat manusia untuk mengeksploitasi sumber daya, sehingga tidak heran jika alam dan manusia sudah semakin berjarak. Ada jarak nyata, sehingga alam sesekali merespon sikap manusia tersebut dengan apa yang disebut musibah.

Mungkin alam murka, mungkin alam kesal dengan perilaku manusia yang dengan sembarangan merusak tatanan alam yang lestari. Tangan – tangan manusia yang jahil akhirnya mengantarkan pada kerusakan dan ketidakseimbangan alam. Seandainya alam memiliki mata, mungkin setiap hari linangan air matanya selalu berkaca – kaca. Ingin mengingatkan dan menyadarkan manusia agar senantiasa menjaga kelestarian alam, agar ekosistem dan semua habitat yang ada senantiasa terjaga.

Apa yang terjadi di atas, akhirnya berdampak pada berbagai perubahan lingkungan. Dimana berbagai perubahan lingkungan tersebut diyakini dan diakui sebagai akibat ulah manusia, sehingga manusia dan alam berada dalam posisi dan relasi yang kurang baik.

Oleh sebab itu, berbagai upaya untuk membangkitkan kesadaran kolektif untuk mengingatkan manusia terkait dengan pentingnya menjaga kelestarian alam harus disosialisasikan secara masif dan intens. Kecerdasan natural akan menjadi modal manusia dalam menghayati percumbuannya dengan alam. Manusia semakin tidak mengerti, apalagi menghayati hubungan spiritualnya dengan alam yang menjadi rahim kedua dalam perjalanan hidupnya. 

Menukil pemikiran DR. Tauhid yang selalu kritis dan tajam dalam menganalisis fenomena alam, bisa dijadikan dasar dalam mengembangkan semangat yang sama dalam meningkatkan harmoni batiniah antara manusia dan alam sehingga keduanya sama – sama memiliki chemistry yang intens. Lihat saja bagaimana perubahan dan pergantian musim semakin tidak terbaca dan sulit diprediksi.

Berbagai fenomena seolah semakin tidak berpola, dan manusiapun lebih sering terkejut dan terpana karena mulai mendapati berbagai hal yang tidak terduga. Dulu kearifan lokal adalah modal yang menjadikan nenek moyang kita yang wasis, waskita terhadap sasmita alam semesta. Membaca bintang, dan membuat penanggalan berdasarkan fenomena alam, hingga cermat memperhatikan siklusnya yang tergambar dalam perulangan dalam sewindu.

Hal ini bisa dilakukan karena alam berpola dan dapat dijejaki dengan keluhuran ilmu yang peka terhadap tanda-tanda semesta yang senantiasa menyimpan makna untuk dicerna. Oleh karenanya ada tahun Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir, yang dilengkapi dengan hari neptu- pasaran dalam perhitungan weton. Seperti juga pendekatan Pat Kua atau Ba Gua, delapan diagram tiga garis dengan sifat 4 unsur elementer alam di tlatah Tiongkok. 

Manusia dengan kapasitas prokreasinya menjalin berbagai asoasiasi untuk membangun persepsi dan pada akhirnya melakukan kodifikasi agar pengetahuan dapat direplikasi. Tak hanya itu saja, manusia membangun sistem transliterasi simbol yang melahirkan semiotika. Dimana lambang menjadi unsur yang merepresentasikan makna.

Dimana tanda dapat dirangkai menjadi sebuah caraka yang memiliki daya guna untuk mengonstruksikan pengertian bersama. Sebagaimana Seksagesimal Sumeria dan Babilonia awal menjadi sistem koding numerik untuk menyelesaikan beberapa persamaan matematika dan juga analisa konstelasi model angkasa dalam pendekatan astronomi kuna. 

Dengan kemampuan prokreasinya pula, yang dilengkapi dengan kemampuan memproyeksikan secara imajinatif berbagai alternatif skenario yang akan terjadi di sepanjang dinamika ∆t atau lini masa, dengan segenap kemungkinan percabangan algoritma-nya, manusia mengintegrasikan data dan mengonstruksi pengetahuan sehingga dapat mereplikasi berbagai mekanisme di alam menjadi sebuah sistem terkontrol yang ditujukan untuk menghasilkan produk atau kondisi yang dikehendaki. Bahkan kemampuan berpikir pun saat ini direplikasi dalam konteks machine learning yang mencontoh cara bekerja jejaring syaraf (artificial neural network). 

Sifat dasar kognisi seperti identifikasi berbasis kemampuan menguji beda dan pengenalan pola seperti dalam konteks Naive Bayes menjadi dasar proses memilih dan memilah lalu bahkan "mengadu" untuk mencari pola yang paling sesuai (fit) bagi kebutuhan. Pendekatan convolusional dan sistem pengetahuan bertumbuh mengadopsi cara belajar otak dalam menyerap data lingkungan sehingga mampu mengekstrak berbagai fenomena yang seolah tak beraturan menjadi sebuah sistem harmoni yang dapat diatur dalam sebuah algoritma rentang kendali. 

Pendekatan stokastik dengan probabilitas acak di dunia ini dapat "dipetankan" sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan pendekatan – pendekatan yang bersifat deterministik. Diskritisasi dilakukan agar persamaan - persamaan kontinu dapat ditransformasikan menjadi persamaan diskrit agar dapat dievaluasi secara numerik dan dioperasikan oleh sistem komputasi. Konsep berbahasa yang semula menerjemahkan tutur menjadi simbol kini memasuki era numerik yang menjadi prasyarat lahirnya pendekatan linguistik matematik. 

Lalu simulacrum tercipta dari replikasi algoritma. Konsep percabangan tak sempurna membutuhkan pendekatan kuantum tentang super posisi dan super simetri. Realitas dibangun oleh persepsi yang berfungsi determinasi. Pengamatan ikut menentukan persepsi tentang realitas yang terjadi. Realitas adalah sekumpulan stimulus yang dimaknai oleh mesin kognisi sebagai suatu proses atau aksi yang tengah terjadi, maka konsensus tentang sebuah fenomena sebenarnya semata kesepakatan komunal yang antara lain diperantarai dengan proses neuro habituasi yang telah melakukan sirkuitisasi neuronal secara sistematik dan sistemik. 

Pola interaksi dan penubuhan nilai yang dikemas dalam pengalaman, pembelajaran, dan pengetahuan yang menghasilkan pendekatan berkonsekuensi reward, nilai, dan tujuan di sirkuit hedonik, orbitofrontal cortex, dan sebagian besar prefrontal cortex otak manusia. Itulah sebabnya, Peter Senge mendefinisikan bahwa esensi dari proses berpikir sistematik adalah interkoneksi dan holisme. Ketika rangkaian sebab akibat melahirkan suatu konsep sepakat munculah konsensus perseptual yang melahirkan "dunia". **
Share:

Masa Depan Pemasaran di Tangan Digital Marketer



Masa Depan Pemasaran di Tangan Digital Marketer

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pemerhati Digital Marketing)

Di tengah pandemi covid 19 yang melanda dunia saat ini, membuat Pemerintah di berbagai negara membuat kebijakan – kebijakan yang intinya membatasi interaksi orang dengan orang secara langsung guna menghindari kemungkinan terjadinya kluster baru penyebaran virus.

Di sisi lain, pembatasan tersebut jika tidak disikapi oleh pemikiran strategik yang bersifat inovatif tentu akan menjadi kendala terutama yang terkait dengan aktivitas ekonomi masyarakat itu sendiri. Guna menjembatani kedua sisi yang seolah bertolak belakang ini, maka pemanfaatan teknologi digital menjadi sebuah keniscayaan.

Inilah fungsi utama teknologi digital dalam menjembatani program pemulihan ekonomi masyarakat dengan program pembatasan aktivitas masyarakat. Artinya aktivitas ekonomi bisa berjalan namun tetap mengurangi pergerakan orang dari berbagai sudut yang memungkinkan timbulnya kerumunan – kerumunan yang tentu berpotensi menimbulkan penularan.

Oleh karenanya sangat wajar sekali jika saat ini booming melakukan bisnis dengan sistem online, dan melakukan pemasarannya dengan memanfaatkan teknologi digital yang disebut Digital Marketing. Sebagian pelaku usaha sudah bisa beradaptasi dengan teknologi tersebut, dan sebagian lagi belum. Itulah sebabnya banyak lahir para Digital Marketer yang memberikan layanan jasa di bidang pemasaran secara digital.

Dalam kondisi seperti itu maka para Digital Marketer memiliki banyak tantangan, terutama terkait dengan ketajaman dalam menciptakan ide – ide baru, pemanfaatan platform digital yang sesuai, serta kemampuan adaptasi dengan teknologi – teknologi baru.  

Taktik pemasaran konvensional yang masih berjalan tentu juga masih bisa bermanfaat bagi sebagian pelaku usaha dengan segmen pasar tertentu. Namun hal itu tentu tidak cukup sehingga perlu mulai memikirkan pemanfaatan jasa digital marketer untuk mempromosikan bisnisnya.

Digital Marketer harus piawai dan akrab dengan perkembangan teknologi. Teknologi seperti internet, handphone, media sosial, dan sistem manajemen customer service akan sangat memengaruhi cara perusahaan dalam berkomunikasi dengan calon pelanggan. Bentuk komunikasi digital ini akan mengubah lanskap media dan jenis strategi pengiriman pesan dengan cepat.

Banyak konsumen dan pebisnis profesional mencari informasi dan terhubung satu sama lain melalui komputer dan telepon mereka. Dengan akses ke banyak sumber informasi dan minat pada media yang interaktif, konsumen dapat mengumpulkan lebih banyak informasi produk secara independen.

Lingkungan kerja juga berubah, dengan lebih banyak orang yang memiliki teknologi virtual, mengirim SMS di ponsel mereka, atau berkomunikasi melalui situs media sosial seperti Facebook, LinkedIn, Pinterest, dan Twitter. Saat lanskap media berubah, uang yang dihabiskan di sebuah organisasi untuk berbagai jenis komunikasi dan teknologi juga akan berubah. Setelah perusahaan mengembangkan produk dan layanan bisnis, mereka juga harus menjelaskan nilai dan manfaat dari penawaran bisnis mereka kepada pelanggan dan calon pelanggan.

Apalagi populasi masyarakat saat ini didominasi oleh kaum milenial yang merupakan konsumen yang mendorong perubahan menuju teknologi komunikasi baru. Konsumen muda mungkin akan memilih untuk mendapatkan promosi iklan melalui pemasaran seluler atau melalui perangkat game seluler yang dapat terhubung ke situs web bisnis.

Demikian pula, iklan di Facebook juga menjadi populer karena bisnis terus memasarkan produknya di media sosial. Media tradisional seperti majalah, koran, televisi, bersaing dengan media digital seperti internet, layanan chatting, media sosial, konten buatan pengguna seperti blog dan YouTube.

Oleh karena itu, segala bentuk media pemasaran harus mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru agar tetap relevan dengan zaman. Dengan ekspektasi konsumen yang tinggi dan penggunaan perangkat digital yang begitu pesat, pemasar saat ini akan dihadapkan pada sebuah tantangan baru dalam menyikapi hal tersebut. 

Di samping itu, para Digital Marketer juga harus memperhatikan hal – hal yang terkait dengan privasi dan keamanan konsumen, karena semakin banyak peraturan dan pedoman privasi data yang diterapkan oleh pemerintah, industri, dan berbagai organisasi keamanan di seluruh dunia. Hal tersebut tentu menjadi sangat penting bagi pemasar untuk memahami aturan ini serta mengikutinya dengan atau akan menghadapi hukuman dan denda yang berlaku.

Namun demikian, infrastruktur jaringan internet yang belum merata di seluruh Indonesia biasanya menjadi salah satu kendala bagi Marketer Digital untuk menembus pasar yang lebih luas dan merata. Tapi tentu semua akan terus berkembang seiring dengan waktu dan program – program yang sedang dijalankan oleh Pemerintah, terutama yang terkait dengan pemerataan infrastruktur teknologi. Apalagi jika merujuk pada data dari GCI, bahwa Indonesia mencapai skor luar biasa dalam beberapa dimensi termasuk sistem hukum yang mengatur, investasi infrastruktur telekomunikasi yang kuat, serta tingginya persentase penduduk yang memiliki ponsel cerdas.

Itulah beberapa tantangan pemasaran yang dihadapi oleh Tim Digital Perusahaan ataupun yang memanfaatkan layanan jasa – jasa para Digital Marketer. Yang pasti semua perusahaan tentu ingin tetap bertahan dan terus maju, namun di sisi lain dinamika perubahan juga terus berjalan di seluruh sendi kehidupan. Termasuk karakteristik konsumen yang berubah sampai pada pemanfaatan media yang mampu menjawab sekaligus menjembatani antara produk yang dibutuhkan oleh konsumen dengan fasilitas media yang mampu memberikan informasi kebutuhannya. Semoga para Digital Marketer ini bisa terus berkiprah besar dalam membangun bangsa menuju Indonesia unggul dan maju.
Share:

Tazbir : Pers Ujung Tombak Pemulihan Industri Pariwisata



Duta Nusantara Merdeka | Surabaya 

Pers merupakan ujung tombak untuk pemulihan industri pariwisata di Indonesia.

Demikian ditegaskan Tazbir SH, M.Hum dikenal sebagai praktisi pariwisata yang pernah menjabat Direktur promosi pariwisata dalam negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Diskusi Publik Nasional Seri 7 mengangkat tema Tantangan dan Harapan Dunia Pariwisata Indonesia di Masa Pandemi, Senin (14/6/2021), mulai pukul 19.00 - 22.wib.

Dijelaskan Tazbir, yang di maksud dengan ujung tombak pemulihan industri pariwisata di Indonesia adalah  memberikan informasi kepada publik tentang kondisi pariwisata yang harus dibangkitkan.

"Pers harus mengkritisi tentang kebijakan Pemerintah yang implementasinya di lapangan banyak yang perlu diperbaiki," ujarnya.

Sementara itu, Yusuf Sugiyono, narasumber selaku pengiat pariwisata yang fokus alam, yakni arung jeram tubing di Banyuwangi menjelaskan pentingnya setiap pengelola obyek wisata di Indonesia mempromosikan wisata sehat.

"Promosi wisata sehat untuk semua jenis pariwisata, baik wisata budaya, religi, alam, buatan, tujuannya memberikan nyaman kepada para wisatawan yang akan datang, tentu yang di maksud wisata sehat adalah menjaga prokes," ujarnya.

Menyinggung wisata kuliner di masa pandemi, pemilik pondok makan Pelem Golek Yogyakarta Agus Thomas mengungkapkan menghadapi pandemi kita tidak bisa menghindar. Pilihannya cuma dua bagi pengelola wisata kuliner, buka atau tutup.


"Kunci utama menghadapi masa pandemi untuk pengusaha kuliner adalah perjuangan keras, ulet, semangat, optimis," tegas Agus.

Diskusi Publik Nasional Seri 7 diikuti 13 Provinsi dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jambi, Riau, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Tengah.

Diskusi Publik Nasional Seri 8 akan berlangsung 21 Juni 2021, tema yang di angkat tentang pembatalan keberangkatan haji tahun 2021. **
Share:

Pasteurisasi Jus Buah

 



 Pasteurisasi Jus Buah
Oleh : Medina Alia R

Apakah anda suka mengonsumsi jus buah namun kewalahan karena gampang rusak dalam jangka waktu yang singkat? Mungkin sebaiknya anda mencoba melakukan pasteurisasi terlebih dahulu. Pasteurisasi merupakan proses pemanasan yang dilakukan pada suhu di bawah 100oC dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk mematikan mikroba pembusuk seperti bakteri dan kapang. Proses ini ditemukan oleh ilmuwan Prancis, Louis Pasteur pada tahun 1850-an (Widodo 2016).

Pasteur berhasil memecahkan masalah pada industri wine dengan melakukan penelitian terhadap anggur yang baik dan yang tidak. Pasteur menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganisme yang sesuai akan menghasilkan wine yang bagus. Ia kemudian mematikan mikroorganisme pada sari anggur dengan cara memanaskannya selama beberapa menit dengan suhu 50-60oC. Wine yang sebelumnya dipanaskan hasilnya lebih baik dibandingkan dengan yang tidak.

Pasteurisasi sebenarnya mirip dengan proses sterilisasi, hanya saja panas yang digunakan lebih rendah namun waktunya lebih lama. Proses sterilisasi biasa dilakukan pada suhu 121oC selama beberapa detik. Proses pasteurisasi dapat mempertahankan nutrisi dan cita rasa pada produk minuman dibandingkan proses sterilisasi karena suhunya yang lebih rendah. Suhu yang tinggi seperti pada proses sterilisasi dapat merusak nutrisi, mengubah rasa, dan mengubah warna pada produk makanan.

Namun, proses pasteurisasi juga memiliki kekurangan yaitu daya simpannya yang tidak seawet produk sterilisasi. Produk sterilisasi bisa tahan hingga 12 bulan dalam kemasan ruangan terbuka, sedangkan produk pasteurisasi hanya tahan selama hitungan hari dan harus disimpan di kulkas. Selama ini proses pasteurisasi biasa kita temui pada produk susu. Ternyata proses pasteurisasi juga dapat dilakukan pada jus buah. Pasteurisasi pada jus komersil umumnya dilakukan selama 30 detik dengan suhu 80oC. Proses ini biasanya diikuti dengan proses pendinginan langsung sehingga lebih efektif dalam menghambat pembusukan jus buah.

Proses pasteurisasi pada jus jeruk dapat mempertahankan kandungan vitamin C hingga 91,7% pada jus jeruk pacitan (Kusuma et al. 2017), namun adanya pemanasan menyebabkan warnanya menjadi lebih cokelat. Penelitian lain yang dilakukan oleh Azzouzi et al (2012) pada jus jeruk maroko, proses pasteurisasi dapat menjaga kadar vitamin C sebesar 41.7 and 44mg/100mL.

Pasteurisasi jus jeruk juga dapat dilakukan di rumah, lho! Caranya adalah siapkan jus buah, thermometer untuk memasak, panci, dan kompor. Tuangkan jus buah ke dalam panci kemudian nyalakan kompor. Pasteurisasi dapat dilakukan dengan suhu 63oC selama 30 menit atau juga dapat 
dilakukan dengan menggunakan suhu tinggi pasteurisasi dilakukan dengan cepat pada suhu 72 oC selama 15 menit. Selama pemasakan pastikan suhunya stabil dan diaduk agar panasnya merata. 

Setelah itu, jus didinginkan di dalam panci dan tutup pancinya. Setelah dingin, masukkan jus ke dalam kemasan tertutup dan masukkan ke kulkas. Agar jusnya lebih awet, hindari meminum langsung dari botol, karena mulut kita memiliki banyak kontaminan yang dapat membusukkan jus. 
Untuk menghindarinya dengan menuangkan jus ke dalam gelas, barulah kita meminumnya. 

Nah sudah kenal kan dengan pasteurisasi pada jus buah? 



*Penulis Adalah Mahasiswa Pascasarjana
 Institut Pertanian Bogor jurusan Ilmu Pangan. 
Share:

Apa Yang Dimiliki Tidak Ada Yang Kekal


"Apa Yang Dimiliki Tidak Ada Yang Kekal"

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Motivator Kehidupan)

Setiap manusia pada dasarnya didorong untuk selalu berkiprah dan berusaha sesuai dengan bidang peminatannya masing – masing secara maksimal. Namun satu hal yang harus diingat adalah bahwa kewajiban manusia itu untuk “berusaha”, sementara hasilnya diserahkan pada Allah SWT karena Allah tahu yang terbaik buat umat-Nya.

Hal ini sebenarnya memiliki makna bahwa harta, kekayaan atau keberhasilan itu bukanlah tujuan dari usaha itu sendiri, sebab tujuan yang sebenarnya adalah ketaatan kita dalam melaksanakan kewajiban untuk senantiasa berusaha dengan penuh keikhlasan sesuai perintah-Nya. Apapun bentuk kekayaan atau kehormatan di dunia ini hanyalah titipan dan amanah. Semua tidak ada yang kekal, kecuali amal sholih yang ikhlas.

Semua yang ada di dunia ini bersifat sementara, dan yang kekal itu hanya kelak di akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ
“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” 
(QS.An-Nahl : 96)

Apapun yang kita miliki pada akhirnya akan kita tinggalkan. Ataupun berpindah tangan dan berganti nama kepada keluarga, saudara atau orang lain. Jika hari ini kita memiliki sebidang tanah misalnya, maka percayalah bahwa suatu saat kepemilikan sebidang tanah tersebut pasti akan berpindah tangan.

Sertifikat tanah atau akta jual belinya tidak akan kita bawa ke laing lahat. Bahkan ketika pertama kali Allah menurunkan Nabi Adam AS ke bumi, disebutkan bahwa bumi ini adalah tempat tinggalnya untuk menikmati apa yang telah disediakan, sampai pada waktu yang telah ditentukan, 

sebagaimana tercantum dalam QS.Al-Baqarah ayat 36 yang berbunyi :

وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ
“Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan “.

Coba perhatikan bahwa kalimat إِلَىٰ حِينٍ sering diulang dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang memberikan makna bahwa segala sesuatu itu memiliki batas tertentu. Oleh karenanya sikap terbaik kita adalah untuk tidak menyia – nyiakan apapun yang kita miliki saat ini, sebelum semuanya berakhir. 

Ketika Allah memberi kita harta, maka yakinilah bahwa semua itu ada waktunya. Manfaatkanlah harta itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagai bekal amal sholih di yaumul akhir nanti dan harus dipergunakan sesuai dengan perintah-Nya guna mendapatkan ridlo Allah SWT. Aamiin YRA

Begitupun ketika kita memiliki waktu, gunakanlah waktu yang sangat terbatas tersebut sebaikmungkin. Jangan sia – siakan waktu dengan kegiatan yang mubazir, hilang berlalu tanpa memberikan makna apapun dalam kehidupan kita.

Hanya orang – orang yang mengkhayati makna dalam kehidupannya bisa menghargai waktu. Waktu akan terus berjalan, silih berganti hari demi hari, bahkan tanpa terasa tahun demi tahun terus berlalu, hingga akhirnya kita akan memenuhi panggilan untuk menghadap Allah SWT.

Begitupun dengan nikmat sehat yang kita miliki saat ini. Ingatlah bahwa kesehatan kita pun sangat terbatas. Suatu saat disengaja ataupun tidak, dikehendaki ataupun tidak, mungkin kita akanmengalami sakit. Maka manfaatkanlah nikmat sehat yang kita miliki saat ini untuk meningkatkan kesyahduan kita dalam beribadah kepada-Nya. Ketuklah pintu langit itu tidak sekedar saat kita sakit. Justeru perbanyaklah menghadap-Nya saat kita sehat.

Begitupun dengan pangkat dan jabatan yang kita miliki saat ini, semua pasti ada batasnya dan akan berpindah tangan pada orang lain. “Kursi empuk kekuasaan dan kehormatan” yang kita duduki saat ini, sudah ditunggu dan diantri oleh para yunior yang sama ingin menduduki kursi kita saat ini. Esok atau lusa, kursi itupun akan kita serahkan kembali pada orang lain dengan bungkusan seremoni “serah terima jabatan”, maka semua itu tidak ada satupun yang patut kita sombongkan, karena semua pasti akan berakhir.

Manfaatkan harta kekayaan kita,
Manfaatkanlah nikmat sehat kita,
Manfaatkanlah nikmat waktu kita,
Dan laksanakanlah seluruh amanah jabatan, pangkat dan kehormatan yang kita miliki, Semata – mata untuk menggapai ridlo Allah SWT ... 

Semua akan berakhir dan pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak

Jangan biarkan kita menghadap di pengadilan-Nya dengan berlumuran dosa. Tidak ada lagi yang bisa kita sembunyikan. Tidak ada lagi saudara atau kerabat yang akan membela kita, kecuali amal sholih kita sendiri. **
Share:

Urgensi Pelaksanaan “Security & Safety Audit” Terhadap Sistem Keamanan Objek Vital



Urgensi Pelaksanaan “Security & Safety Audit”
Terhadap Sistem Keamanan Objek Vital

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Direktur Eksekutif LP2TK)

Peristiwa kebakaran kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan - Kabupaten Indramayu yang terjadi pada hari Senin (29/3/2021), seyogianya menjadi pintu masuk untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap sistem pengamanan objek vital.

Evaluasi bisa dimulai dengan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh sistem pengamanan yang ada agar mengetahui apa – apa yang harus diperbaiki atau ditingkatkan. Proses ini disebut dengan audit sistem keamanan (security audit), meskipun dalam pelaksanaannya agar bergandengan dengan audit sistem keselamatan (safety audit).

Oleh karenanya dalam berbagai literatur internasional sering disebut dengan “Security and Safety Audit”. Apalagi peristiwa kebakaran yang kemarin terjadi merupakan peristiwa kebakaran yang ketiga kalinya sebagaimana disampaikan oleh Ombudsman RI. 

Dalam perspektif Security & Safety Audit terkait dengan peristiwa kebakaran tersebut atau peristiwa lainnya yang sejenis maka tindakan yang harus dilakukan adalah :
1. Melakukan Scientific Accident/ Incident Investigation atas kebakaran yang terjadi, dan hal ini harus dan hanya dapat dilakukan oleh orang yang certified untuk melakukan investigasi tersebut karena menyangkut masalah metodologi, teknik dan keterampilan dalam menginvestigasi kasus – kasus khusus seperti kebakaran atau ledakan di objek vital. Jadi bukan hanya soal “kewenangan hukum” yang dimiliki saja, melainkan juga “keterampilan teknis” dan “otorisasi kompetensi” untuk melakukan investigasi.

Dengan menggunakan metodologi yang benar, maka kita akan mengetahui penyebab terjadinya kebakaran kemarin. Apakah benar karena ada petir atau tidak, tentu harus dibuktikan dengan sistem penyelidikan yang benar. Kemudian ada juga yang mengatakan bahwa penyebabnya adalah kebocoran pipa, padahal kebocoran pipa merupakan AKIBAT dari suatu sebab, maka analisa yang tajam sebagai bagian dari instrumen investigasi harus menyentuh sampai pada akar masalah menggunakan Root Cause Analysis.

2. Melaksanakan Security & Safety Audit secara komprehensif terhadap sistem keamanan dan sistem keselamatan yang ada. Semangatnya bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi mencegah agar hal yang sama tidak terulang kembali serta agar tahu apa yang harus diperbaiki. Hal ini pun harus dan hanya dapat dilakukan oleh orang yang certified dalam melaksanakan security dan safety audit, karena menyangkut ruang lingkup keahlian dan keterampilan dalam melaksanakan audit.

Terlebih dalam perisitiwa kemarin dikabarkan ada belasan warga yang mengalami luka-luka dan ada ribuan warga sekitar yang mengungsi, maka scientific accident/ incident Investigation dan pelaksanaan security audit menjadi sangat penting dan mendesak (urgent and important). Ada hal – hal penting yang harus diperhatikan seperti aturan yang berlaku terkait standar – standar yang ditetapkan, baik standar nasional maupun internasional.

Kemudian berbicara sistem yang dimiliki, baik sistem keamanan maupun sistem keselamatan. Lalu terkait pemenuhan kompetensi SDM-nya, mulai dari rekruitmen, pelatihan dan penempatan. Penyusunan training requirements untuk semua job title yang ada, yang dilanjutkan dengan penyususnan annual training plan. Tentu ini juga harus diperiksa kesesuaian dengan pelaksanaan dan bukti – bukti yang ada. 

Oleh karena itu Lembaga Pengembangan Profesi dan Teknologi Kepolisian (LP2TK) sangat konsen untuk membantu pelaksanaan investigasi maupun security & safety audit jika diminta. Di samping itu siap membantu untuk memberikan pelatihan – pelatihan yang diperlukan dalam hal tersebut. Misalnya pelatihan : “ Facility Security and Safety Plan” yang membahas :
- Understanding the Importance of Safety and Security
- Building Codes
- Assessing Risks Matrix
- Facilities Hazard Identification
- Preparing for Emergencies
- New Technology Spotlight - VR for Facility Safety
- Implementing Facility’s Security Plan

Dan berbagai pelatihan yang terkait lainnya guna menunjang profesionalitas dalam pelaksanaan tugas agar bisa presisi (akurat). **
Share:

Suta Widhya: Wajar Elvan Curigai Moeldoko


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Apa yang dikritik oleh Elvan Gomes terhadap keterangan Moeldoko Ketum Partai Demokrat versi KLB bahwa tindakan KUDETA yang dilakukan Moeldoko adalah demi selamatkan negara sebagian besar bisa dipahami. 

"Menurut Elvan apa yang dimaksud _" demi selamatkan negara"_ memang terlihat sebagai sinyal keinginan mengikis kedaulatan rakyat oleh oligarki. Itu bukti ketakutan atas kembalinya kedaulatan rakyat dan undang-undang dasar 45 yang asli yang mengemuka sejak adanya gugatan dr. Zulkifli S. Ekomei di PN Jakarta Pusat dan para aktivis seperti Fahri Lubis yang ingin kembalinya UUD'45 asli sebagai dasar menjalankan pemerintahan," kata Suta Widhya SH, Senin (29/3) sore di Jakarta. 

Pengamat Hukum Politik Suta Widhya SH mahfum terhadap kekuatiran Elvan Gomes atas yang dikatakan Moeldoko, “ada situasi khusus dalam politik nasional dalam 2024, yakni pertarungan ideologis dan ancaman Indonesia Emas 2045, dan karena Demokrat berubah arah, maka moeldoko bersedia memimpin Demokrat”  sudah dirilis di Media CNN Indonesia.Com (1).

"Sudah sangat nyata kok tindakan Moeldoko adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum dan sebuah perbuatan melawan hukum, yaitu melanggar pasal 4 sampai dengan pasal 8 undang-undang No 39 tahun 2008 seperti yang disinyalir oleh Advokat Senior Elvan Gomes," lanjut Suta. 

Baik Suta maupun Gomes mempertanyakan kepemimpinan Jokowi sampai 2024 mengapa bicara soal Program Indonesia Emas 2045?


"Memangnya ada amanat konstitusi yang spesifik bicara Indonesia 2045? Padahal seseorang yang paling sederhana pun warga negara yang (hanya) belajar di Sekolah Dasar sekalipun pun tahu bahwa amanat konstitusi hanya mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat," Tegas Suta. 

Untuk itu ia berharap agar Elvan Gomes yang juga menjabat Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI) Yogyakarta mau menginisiasi untuk menyeleraskan perpolitikan di negeri ini melalui hukum politik dengan mengajukan gugatan hukum di seluruh Pengadilan Negeri yang ada di tanah air. 

Dari penjelasan Moeldoko tersebut, telah terungkap dan nyata peritiwa KLB Partai Demokrat bukan semata persoalan internal Partai Demokrat. Ini mirip dengan peristiwa menjelang Reformasi dimana  ada KLB di PDI 1996, karena ketakutan oligarki, namun oligarki kalah lahirlah gerakan reformasi Mei 1998.


Semua birokrasi Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif, maupun Partai Politik hendaknya menyikapi kasus KLB Partai Demokrat dengan serius. Baik Elvan dan Suta keduanya menilai situasi kondisi yang yang terjadi saat ini di tubuh Partai Demokrat bakal menguntungkan posisi SBY dan AHY. 

"SBY sebaiknya  memposisikan Demokrat sebagai oposisi baik didalam birokrasi mau pun diluar birokrasi. Gunakan saja untuk hak interplasi yang dimiliki oleh anggota Dewan dari Partai Demokrat dengan cara menggalang pembentukan Pansus. Selain itu dekati tokoh Amien Rais, Anis Matta, Fahri Hamzah dan kelompok yang kecewa dengan Prabowo untuk menggalang poros baru Nasionalis-Religius secara intensif diluar birokrasi." Saran Suta. 

"Jangan lupa, SBY pun bisa menggalang solidaritas keluarga besar TNI-POLRI melalui jalur alumni 73, serta membuka komunikasi internasional. Ini demi melawan kekuatan oligarki yang seperti ingin" barter kasus" antara kasus kudeta KLB Partai Demokrat dan rencana membangun Wisma Atlit di Hambalang," Tutup Suta. **
Share:

Curah Pemikiran Optimisme, Tidak Takut Gagal dan Tidak Mengenal Putus Asa


Duta Nusantara Merdeka | Bandug
Berbicara kepemimpinan seringkali dipersepsikan dalam kepemimpinan pemerintahan atau kepemimpinan dalam berorganisasi. Padahal makna kepemimpinan itu sesungguhnya sangat luas, bahkan bisa sampai pada titik terkecil yaitu kepemimpinan diri sendiri. Ini bukan saja soal kompetensi tetapi juga masalah karakter, jiwa dan watak. 

“Orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, biasanya ingin bergerak serba cepat dan kompak. Orang yang lelet, santai atau sering beralasan akan ditinggalkan oleh gerbong. Paling hanya ngedumel di belakang. Dilakukan oleh orang lain TIDAK BOLEH, padahal dirinya sendiri TIDAK MELAKUKAN apa – apa. No Action Talk Only (NATO)”, kata Ketua Umum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi yang biasa dipanggil Kang Defa di Bandung, Kamis (25/2).

Itulah sebabnya dia selalu memotivasi ketika berbicara di berbagai kesempatan. Ia memiliki prognosa jauh ke depan terhadap estafeta perkembangan peradaban yang melaju super cepat. Visi dan misi-nya dirumuskan dalam program – program yang secara nyata dan signifikan menyentuh kepentingan masyarakat secara luas. Pemikiran dan kiprah nyatanya selalu melesat di atas ambang batas wajar.


Berbagai ilmu yang dimiliki dan dikuasainya disumbangkan untuk kepentingan masa depan yang lebih luas. Itulah berbagai warisan yang ia wariskan untuk generasi selanjutnya. Generasi muda Indonesia yang kompetitif dan memiliki daya saing yang unggul.

“Kita sudah tidak bisa berleha – leha lagi. Roda persaingan dalam kancah kompetisi dunia terus berputar semakin cepat. Lambat sedikit, kita bukan hanya disusul lagi, melainkan digilas oleh berbagai ketertinggalan zaman. Bangkitlah bangsaku, singsingkan lengan baju, bahu membahu terus berjuang untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Marwah dan kehormatan negara harus dalam satu gerak dan satu irama serta menjadi tanggung jawab kita bersama “, ujar Dede dengan penuh semangat.

Kemudian ia juga mengatakan bahwa ada beberapa orang yang memiliki bakat menjadi pemimpin secara natural, namun ada juga yang membutuhkan pengalaman dalam memimpin suatu grup agar tetap sejalan dan harmonis. Termasuk dalam kewirausahaan, wirausaha yang berhasil biasanya dimotori oleh kepemimpinan yang tegas, bijaksana, dan berani ambil resiko. 

“ Kepemimpinan adalah watak yang tidak takut jika akhirnya semua ikhtiarnya mengalami kegagalan, karena kegagalan bukan akhir sebuah perjalanan. Melainkan bagian dari proses transit yang harus ia lalui menuju anak tangga keberhasilan itu sendiri. Tidak ada pemikiran dan tindakan yang 100% selalu berhasil, tetapi keberanian untuk bersikap dan bertindak itu yang penting. Kegagalan dalam setiap usaha adalah hal yang wajar. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki letak kesalahan. Jangan pernah mengenal kata “putus asa”.

 Tetaplah untuk optimis, sehebat apapun badai menghantam. Optimis adalah sikap yang wajib untuk kepemimpinan, juga harus tetap selalu dan selalu memotivasi tanpa henti. Tidak perlu alergi jika ada yang mengkritik, karena kritikan adalah bagian dari proses menuju perbaikan. Jangan berharap untuk selalu mendapat pujian.

Jangankan kita berbuat salah, berbuat benarpun kadangkala masih ada orang yang memandang sinis dan nyinyir. Tapi ingatlah bahwa kita tidak akan kenyang dengan nyinyiran orang, melalui perjuangan bernafaskan jerih payah itulah yang bisa kita nikmati untuk masa depan “, pungkas Dede dengan tetap semangat. **
Share:

Hujan Diperkirakan sampai Mei 2021, Pengelola Wisata Harus Waspada Iklim Global La Nina


Duta Nusantara Merdeka |  Bandung
“ Merujuk pada keterangan yang disampaikan BMKG yang menyatakan bahwa musim penghujan diperkirakan sampai bulan Mei, maka Prawita GENPPARI menyampaikan pesan kepada seluruh pengelola objek wisata agar senantiasa berhati – hati terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi di objek wisata yang dikelolanya. Pesan ini juga tentu disampaikan kepada seluruh pecinta pariwisata agar selalu berhati – hati saat mengunjungi objek – objek wisata. Apalagi musim hujan tahun 2020/2021 ini diwarnai latar belakang fenomena iklim global La Nina, yang terjadi sejak awal Oktober 2020 dan diprediksi akan berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas La Nina Moderat menjadi La Nina Lemah pada Maret 2021," kata Ketua Umum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (23/2).

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa saat ini analisis anomali suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah menunjukan kondisi lebih dingin. Musim hujan lebih basah berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan prakiraan curah hujan bulanan, diperkirakan kondisi musim hujan hingga Maret 2021 akan bersifat normal hingga di atas normal atau cenderung lebih basah, bila dibandingkan dengan musim hujan tahun 2020. Secara umum, curah hujan pada Januari–Maret 2021 diprakirakan berkisar antara 200 – 500mm/bulan. Jumlah itu cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Peningkatan curah hujan berpotensi meningkatkan peluang banjir di Indonesia pada Januari-Maret 2021. Masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diimbau selalu waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat selalu memantau informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Imbuhnya. 

Iklim global La Nina diperkirakan berpengaruh dalam meningkatkan curah hujan hingga 40 persen saat musim hujan 2020-2021 di Indonesia dan berpeluang menyebakan musim kemarau basah. Diperkirakan bulan Mei mendatang merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga mulai bulan Juni diprediksikan sudah mulai masuk musim kemarau. Bulan Oktober memasuki transisi musim kemarau ke musim hujan dan diperkirakan November kembali memasuki musim hujan.

“ Dengan demikian maka potensi curah hujan kategori menengah dan tinggi pada Maret dan April perlu dimanfaatkan untuk mengisi waduk, bendungan, dan embung sebagai cadangan air untuk mengantisipasi musim kemarau. Termasuk di rumah – rumah juga perlu diantisipasi dengan pembuatan sumur resapan ataupun biopori guna menjaga kandungan air di dalam tanah agar tetap mencukupi. Termasuk penghijauan di halaman dan taman guna mengurangi laju penguapan air di saat musim kemarau. Hal ini juga mengingatkan seluruh pengelola objek wisata agar senantiasa waspada terhadap kemungkinan timbulnya bencana hidrometeorologi tersebut di kawasan wisata yang dikelolanya “, pungkas Dede mengakhiri keterangan. **
Share:

Prawita GENPPARI, Pengembangan Wisata Edukasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Cabai


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Sejak sekitar Maret 2020 pandemi covid 19 mulai melanda banyak negara. Perlahan tapi pasti akhirnya menjalar ke seluruh negara, termasuk Indonesia. Dampaknya sudah bisa diprediksi bahwa seluruh sendi kehidupan, baik kesehatan, perekonomian, pendidikan, pertanian dan lain sebagainya menderita dampak yang luar biasa. Begitupun dengan nasib para petani yang menghadapi masalah harga yang tidak stabil.

Rantai pasok melambat membuat komoditas tidak tersalurkan dengan baik serta banyaknya oknum nakal yang mengambil kesempatan ditegah pandemi membuat merosotnya sektor pertanian. Selain itu sebelum masa pandemi aspek sumberdaya lahan, usaha tani, sarana prasarana dan permintaan juga masih menjadi masalah “, ujar Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Jum’at (19/2).

Begitupun dengan nasib para petani cabai yang semakin kurang menentu. Penurunan harga cabai sangat dirasakan sekali, dimana dalam pasar para pedagang banyak yang tidak berani mematok harga tinggi. Hasil panen cabai yang biasanya dikirim ke kota-kota besar mulai menghadapi berbagai persoalan. Disamping adanya pembatasan ruang gerak masyarakat dalam rangka pencegahan penularan covid 19, juga mulai dirasakan sulit menjualnya. Kesulitan ini juga dipengaruhi oleh banyaknya restoran dan hotel tutup serta pembatasan aktivitas pasar. 

“ Jika kita berbicara komoditas cabai sebenarnya merupakan komoditas favorit di pasar – pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern. Baik cabai merah ataupun cabai keriting. Cabai diminati masyarakat Indonesia karena mampu memberikan rasa pedas pada suatu cita rasa makanan sehingga masakan tanpa cabai makanan yang akan terasa tawar dan hambar.

Kebutuhan cabai di Indonesia sangatlah besar sehingga harus diimbangi oleh hasil produksi yang besar pula. Hal ini terbukti secara statistik bahwa ada peningkatan produksi cabai secara cukup signifikan yang menunjukkan bahwa minat konsumsi cabai di Indonesia sangatlah tinggi. Namun akhir – akhir ini ada kecenderungan merosotnya harga cabai.

Merosotnya harga cabai ini tentu bisa membuat para petani semakin jauh dari kesejahteraan. Oleh karena itu, Prawita GENPPARI akan turut mendorong lahirnya kebijakan pemerintah dalam menaungi maupun mewadahi Petani cabai serta hasil panennya hingga mewujudkan kesejahraan bagi mereka “, jelas Dede.

Permasalahan yang dihadapi petani ini sebenarnya tidak dimulai karena ada covid 19 saja, karena sebelum munculnya pandemi ini pun sudah ada beberapa permasalahan yang dihadapi. Seperti masalah keterbatasan lahan yang bahkan cenderung mengalami penyempitan sebagai akibat pertambahan penduduk yang terus bertambah sehingga sebagian lahan pertanian telah berubah fungsi menjadi lahan pemukiman, jalan, pabrik dan aneka pembangunan infrastruktur lainnya. Belum lagi permasalahan yang terkait dengan serangan hama, cuaca yang berubah - ubah, rendahnya SDM pertanian, modernisasi alat pertanian dan lainnya yang bisa berakibat pada gagal panen.

“ Adapun terkait dengan SDM berkaitan dengan dua aspek, yaitu aspek kuantitas dan aspek kualitas. Aspek kuantitas berkaitan dengan penurunan jumlah petani karena banyak yang beralif profesi menjadi pekerja toko, pabrik, bangunan dan lainnya. Sementara terkait dengan kualitas berkaitan dengan tingkat produktivitas yang masih rendah sehingga tentu akan berdampak pada daya saing yang kurang kompetitif “, sambung Dede.

Sebagai salah satu jenis tanaman hortikultura, tanaman cabai banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia karena teknik pembudidayaannya tidak terlalu sulit, juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan pada saat harga cabai stabil. Jenis tanaman cabai yang banyak diminati adalah cabai rawit, paprika, cabai merah, dan cabai hijau, karena relatif sering dikonsumsi oleh masyarakat.

“ Namun demikian prospek yang baik ini bukan berarti tidak menghadapi permasalahan secara spesifik bagi petani cabai. Terutama terkait dengan hal – hal yang dapat menghambat produksi cabai, seperti ketersediaan lahan yang semakin sempit, usaha tani cabai dalam proses pembudidayaannya kurang dilakukan dengan benar, modal dan sarana prasarana petani cabai terbatas, sering terjadi fluktuasi harga cabai yang berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran cabai di pasaran. Oleh karenanya terobosan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut harus dibahas bersama, termasuk dengan Pemerintah selaku pengambil kebijakan agar tidak merugikan petani cabai.

Beberapa solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah menggunakan media tanam selain lahan pertanian, meningkatkan peran penyuluh dalam memberikan informasi pertanian tentang proses pembudidayaan sampai pemasaran cabai, fasilitas pinjaman lunak dari Pemerintah untuk memenuhi sarana dan prasarana dalam pembudidayaan tanaman cabai, dan juga kebijakan Pemerintah dalam hal penentuan harga cabai.

 Sementara dari sisi Prawita GENPPARI memandang sudah saatnya para petani dibekali konsep pengembangan wisata edukasi bidang agro, khususnya pertanian cabai. Disamping ada warisan pendidikan buat anak – anak sekolah, juga sekaligus bisa menjadi sumber pendapatan tambahan agar para petani cabai semakin meningkat kesejahteraannya “, pungkas Dede. **
Share:

Pembelaan Hukum Mayjen TNI Purn. Adam Rahmat Damiri Dihalangi Penyidik Gedung Bundar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta

Pembelaan Hukum
Mayjen TNI Purn. Adam Rahmat Damiri
Dihalangi Penyidik Gedung Bundar

Oleh
Ir Tonin Tachta Singarimbun SH

Telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahannya Mantan Direktur Utama Asabri oleh Penyidik Kejaksaan Agung penuh dengan kejanggalan dan skenario yang kasat mata. Mulai dari keterangan pers hari ini oleh Humas Kejagung menyatakan kerugian sementara negara dihitung oleh Jaksa dan hingga belum selesainya perhitungan oleh BPK.

Sebelum ditetapkannya kerugian Negara dapat ditetapkan tersangkanya akan menjadi parodi tipikor menunjukkan belum cukupnya alat bukti minimum 2 sesuai dengan KUHAP. 

Menjadi pertanyaan dari Advokat Ir Tonin Tachta Singarimbun SH, apa sebenarnya alat bukti Jaksa Gedung Bundar? Wong sudah memiliki kewenangan dan kekuasaan tapi masih melakukan kriminalisasi menahan Pak Adam Rahmat Damiri dan kawan kawan sehingga dengan demikian ini sudah menyimpang dari KUHAP dan tidak ada kewenangannya yang khusus dapat membaju-orange-kan sebelum ada kepastian alat bukti.

Apakah nanti alat bukti berupa kerugian itu dibuat atau ditemukan setelah ditahan atau ditetapkan tersangka? 

Dua Direktur Utama Asabri diselkan oleh Penyidik seolah-olah terjadi tindak pidana korupsi yang berkesinambungan dengan demikian tidak salahlah bila Pak Adam R Damiri meminta Bantuan Hukum Mabesad sejak hari Jumat lalu menjadi Kuasa Hukum dan meminta Advokat Ir Tonin Tachta Singarimbun SH dkk dari ANDITA'S LAW FIRM . 

Tonin dkk., sudah mendapat kuasa dari NY. Kun Kuadiah istri Tersangka Adam R Damiri dan mendapat kendala untuk penandatangan Surat Kuasa yang terhambat karena birokrasi Gedung Bundar dan Rutan Kejagung yang tidak mengizinkan penandatanganan sebelum 14 hari masa penahanan.

Jaksa Satria tidak memberikan celah kepada Tonin untuk memenuhi syarat Rutan harus ada pendampingan atau surat pengantar guna ditanda- tanganinya surat kuasa Adam R Damiri kepada advokat ANDITA'S LAW FIRM tersebut dengan alasan covid. 

Jadi covid dibuat menjadi alasan untuk tanda tangan surat kuasa oleh Penyidik? Sungguh sebuah ironi. **



Penulis  Adalah Advokat
 Ir Tonin Tachta Singarimbun SH
ANDITA’S LAW FIRM


Share:

Suta : Ternyata Ada Yang Ogah Program Gerakan Indonesia Melayani

Hans Suta

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta

Dua tahun setelah Jokowi berkuasa ia melembagakan gerakan Revolusi Mental melalui Inpres 12/2016. Inpres itu menyatakan ada 5 program Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu Program Gerakan Indonesia Melayani, Program Gerakan Indonesia Bersih, Program Gerakan Indonesia Tertib, Program Gerakan Indonesia Mandiri, dan Program Gerakan Indonesia Bersatu. (Pemikiran Sang Revolusioner, hal. 11, SYAHGANDA ) 

Bila bicara revolusi mental kabarnya mungkin sudah ke laut jauh. Apalagi jika bicara revolusi Akhlak di negeri ini. Tentu akan lebih sulit lagi diterima oleh akal dungu. Boleh kami jelaskan dengan sederhana di sini:

Sejak pukul 11 pagi pada Selasa(5/1) ini kami bertamu di Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia namun belum juga ada yang turun menemui kami di lobi _Front office_.

Pengamanan Dalam (Pamdal) mengatakan sebentar lagi turun staf bidang hukum yang menangani kasus tagihan Suku Sebyar, dari Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Hal itu dikatakan sejak pukul 12.22. Dengan alasan ada tamu di ruang biro hukum tersebut.

Lantaran percaya sebagai anggota Tim Kuasa Hukum dari klien yang tengah kami urus, akhirnya tetap memutuskan menunggu karena yakin pastilah tidak lama akan datang "tuan rumah" meski pun turun dari lantai 1.000 sekalipun. Eh, ternyata hingga pukul 13.13 saat tulisan ini dibuat pun belum juga nongol batang hidung tuan rumah dari ESDM.

Bila dibawa emosi gaya Karo, tentu awak tidak tahan menunggu lebih 2 jam hanya untuk mendapat jawaban disposisi surat kepada Menteri ESDM terkait pembayaran hak tanah Ulayat dari Suku Sebyar yang tengah kami tangani kasusnya.

Tapi untunglah awak orang Minang, rancak mangalah untuak Manang Sehingga alam takambang jadikan guru. Rezeki tidak kemana, mungkin saja sedang diuji kesabaran kami untuk tingkat tinggi.

Meski sudah kami minta untuk agak 3 menit turunlah perwakilan menteri untuk menjawab tagihan klien kami yang sejak 2015 belum dibayar senilai Rp. 32,4 miliar.

Sayangnya, hingga tulisan ini kami kirim ke media belum juga dilayani. Mungkin perlu ada Revolusi Adab sopan santun diajarkan ke para birokrasi di negeri ini.
Akhirnya, kami pamit dengan menitipkan kartu nama dengan pesan agar disampaikan kepada staf yang _ogah_ turun karena mungkin tidak setuju dengan isi Revolusi Mental yang dibajak di tengah jalan. **
Share:

LPPI : Bubarkan Ormas Yang Radikal, Intoleran Dan Tidak Taat Hukum

Dedi Siregar - Jubir LPPI
(Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia)

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia merupakan negara hukum. Semua elemen masyarakat harus taat pada aturan hukum yang berlaku, semua elemen harus bisa menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat," tidak terkecuali ormas. seluruh stakeholder ataupun ormas harus patuh pada payung hukum yang berlaku di Indonesia. Oleh sebab itu Ada ancaman pidana diatur dengan jelas untuk pihak yang menghalangi proses penegakan hukum."Ada sanksi pidana untuk mereka yang mencoba menghalangi petugas dalam melakukan proses penegakan hukum," .

Masyarakat sangat berharap polisi dapat melakukan penindakan tegas terhadap seluruh perilaku premanisme Ormas yang selama ini cukup meresahkan dan mengkhawatirkan, situasi politik pun menjadi gaduh sehingga dapat mengganggu pemerintah dalam menangani pandemi covid 19 ini.

Seperti diketahui kejadian di jalan tol Jakarta Cikampek penyerangan terhadap jajaran polda metro jaya yang saat itu bertugas sehingga menimbulkan bentrok fisik antara kedua belah pihak, berawal ketidak patuhan Rizieq Shihab pada pemanggilan pemeriksaan terkait persoalan pemeriksaan terkait kerumunan massa dalam acara hajatan putrinya di Petamburan beberapa waktu lalu yang dianggap melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dengan adanya penghadangan dari massa laskar FPI kepada penyidik ini merupakan sebuah contoh buruk seorang tokoh yang tidak taat proses hukum, sehingga proses hukum kepada habib Rizieq dapat berlarut-larut, maka sangat wajar apabila polisi dapat melakukan pemanggilan paksa kepada habib Rizieq agar dapat tuntas dalam melakukan proses hukum.


Selama ini FPI melakukan pengawalan terhadap HRS di jalan raya sudah sangat meresahkan dan mengganggu pengguna jalan lainnya, sehingga tidak jarang menimbulkan kemacetan ketika ada iring-iringan pengawalan habib Rizieq, ketika hendak berkunjung ke suatu tempat, patut di duga HRS menggunakan pengawalan di jalan raya dapat di kategorikan sebagai bentuk arogansi, selain itu juga HRS harus bertanggung jawab terhadap para pengawalnya yang bertindak arogan dan anarkis yang dapat mengarah pada tindakan yang melawan hukum. 

Selain itu juga perlu di telusuri bagaimana pola perekrutan dari para pengawalan pribadi HRS apakah mereka selama ini di gaji khusus dan memiliki keahlian khusus dalam menjalankan tugasnya dalam pengawalan, serta mereka di bekali izin resmi dari pihak kepolisian untuk melakukan iring-iringan di jalan raya dalam melakukan pengawalan di jalan, kenapa HRS perlu di kawal dengan pengawalan yang begitu banyak di jalan raya. 

Habib Rizik harus memberikan penjelasan secara terbuka, secara objektif, secara jujur dan masuk akal, kepada publik, mengenai persoalan pengawalan sipil yang dapat di kategorikan sebagai bentuk arogansi di jalan.

Sudah seharusnya habib Rizieq memberikan contoh yang baik sebagai tokoh agama untuk mentaati peraturan pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga penularan virus covid 19 ini dapat segera bisa di atasi oleh pemerintah, rakyat sangat mendukung polri dalam melaksanakan penegakan hukum dalam melaksanakan protokol kesehatan.**
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini