Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Balatkop Kota Bandung Gelar Pelatihan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha Mikro


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Saat ini seluruh negara dunia masih dilanda pandemi covid 19, termasuk Indonesia. Dalam kondisi yang penuh keprihatinan ini Pemerintah di setiap negara tentu harus membuat kebijakan untuk melindungi warga negaranya, baik berupa kebijakan lockdown ataupun pembatasan sosial berskala mikro.

Dalam konteks ini, terjadi dilema baru terkait dengan aktivitas ekonomi masyarakat untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari, maka Pemerintahpun melahirkan kebijakan yang terkait dengan program pemulihan ekonomi nasional. Kegiatan ekonomi masyarakat masih diperbolehkan, namun harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Disinilah letak strategis teknologi memfasilitasi kegiatan ekonomi agar tetap berlangsung dengan meminimalisir kemungkinan pertemuan antara penjual dan pembeli untuk mencegah kemungkinan terjadinya kluster baru penularan covid 19. Begitupun dengan strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal melalui apa yang disebut dengan Digital Marketing “, ujar Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (15/6).

Hal tersebut ia sampaikan ketika menjadi narasumber motivasi bisnis dalam pelatihan “Digital Marketing Melalui Pemanfaatan Marketplace dan Media Sosial Bagi Pelaku Usaha Mikro Kota Bandung” yang diselenggarakan oleh Balatkop Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung pada tanggal  15 – 18 Juni 2021. Adapun tempat penyelenggaraan pelatihan ini dilaksanakan di kampus LPKIA Jl. Soekarno Hatta No. 456 Bandung. Pada kesempatan tersebut, Dede mengapresiasi terobosan – terobosan inovatif Kepala UPT Balatkop Kota Bandung Herna Hendriana yang secara konsisten dan berkesinambungan terus melakukan pembinaan para pelaku UMKM di kota Bandung.

Kemudian Dede juga mengajak agar seluruh peserta pelatihan mengikuti pelatihan dengan sungguh – sungguh agar mampu mengambil manfaat secara maksimal. Hasil dari pelatihan ini harus mampu diterapkan dalam usahanya masing – masing untuk meningkatkan pangsa pasar dan sekaligus meningkatkan nilai omzet penjualan, serta tidak lupa mampu menggetoktularkan ilmunya kepada anak, adik ataupun pegawai yang bekerja di tempat usaha masing – masing. Ujarnya.

Dalam paparannya Dede juga menyampaikan terkait dengan tantangan masa depan bisnis bahwa salah satu prasyarat agar bisa leading dan kompetitif dalam bisnis adalah keinginan untuk selalu dan terus belajar. Hal ini tidak sekedar meningkan pengetahuan dan wawasan saja, melainkan untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman.

Sebagaimana diketahui bahwa teknologi IT saat ini terus mengalami lompatan perkembangan yang super cepat, maka tantangan bagi para pelaku usaha mikro adalah memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk menunjang perkembangan usahanya, termasuk dalam memperluas pangsa pasar yang mampu menyerap produk – produk yang dihasilkannya.

“ Orientasi pasar produk saat ini tidak hanya sebatas di kota Bandung saja. Silakan manfaatkan platform digital seperti marketplace – marketplace secara maksimal. Tidak hanya sekedar meng-upload gambar dan harga saja, melainkan juga harus mampu dikemas dalam bahasa bisnis yang tepat.

Begitupun seluruh instrumen media sosial seperti instagram, twitter, facebook, dan lain – lain juga harus dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis secara optimal. Seiring dengan hal tersebut maka kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Ingegeris juga perlu ditingkatkan. Bukan untuk gaya – gayaan, melainkan tuntutan zaman akan kemampuan praktis untuk mengenalkan aneka produk yang dihasilkan ke pasar internasional “, pungkas Dede mengakhiri keterangan. **
Share:

Prawita GENPPARI Rekomendasikan Wisata The Great Asia Africa - Lembang


Duta Nusantara Merdeka |  Bandung

“ Sesuatu yang biasa akan menjadi luar biasa jika dipoles dengan imajinasi kreatif, lalu diwujudkan dalam bentuk nyata sehingga bisa menjadi objek wisata yang luar biasa. Bandung telah menjadi ikon dimana masyarakatnya dinilai kreatif, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri agar karakter yang penuh kraetifitas ini selalu terpelihara.

Salah satu ide kreatif yang telah wujudkan dalam format yang rill adalah objek Wisata The Great Asia Africa yang berada di Lembang Bandung. Bandung yang selama ini dikenal sebagai pemersatu Asia Afrika dimana ada gedung merdeka yang bukti sejarahnya, kini budaya, bangunan dan suasananya dibangun di kawasan Lembang sehingga lebih mudah untuk pengembangan wisata edukasi sejarah “, ujar Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (6/6).

Lebih lanjut Dede juga menyampaikan bahwa objek wisata The Great Asia Africa merupakan objek wisata terbaru yang berada di Lembang, dimana lokasinya mudah dijangkau karena dipinggir jalan Bandung – Lembang serta tertata apik dengan berbagai replika negara dan budaya yang ada di belahan benua Asia dan benua Afrika. Dengan demikian maka mengunjungi objek wisata ini akan memberikan sensasi seperti telah menjelajahi beberapa negara di dua benua tersebut.


Siapa saja yang berkunjung akan merasakan seperti sedang berada di negara-negara tersebut dengan mengelilingi landmark yang mirip aslinya. Salah satunya adalah duplikat Fushimi Inari Taisha, kuil Shinto yang berada di Fushimi-ku, Kyoto, Jepang.

Kemudian pengunjung juga bisa membeli makanan, suvenir, dan belajar kebudayaan dari masing-masing negara. Ada pula sate khas Afrika yang dijajakan dengan potongan pisang. Salah satu areanya memperlihatkan miniatur desa tradisional Korea Selatan, sehingga seperti sedang berkunjung ke Bukchon Hanok Village. Ujarnya.

Kunjungan Tim DPP Prawita GENPPARI ke objek wisata ini diterima langsung oleh Ibu Novi dan Kang Ujang dengan penuh keramahan dan kehangatan, sebagai ciri dan identitas budaya oran Indonesia yang luhur. Objek wisata ini menjadi semacam taman mini nya Asia Afrika dengan mengusung konsep wisata edukasi sejarah yang ditata dengan super apik sehingga tampak sangat menarik dan artistik, sehingga didalamnya tersaji aneka bangunan representatif dari masing-masing negara, seperti Korea, Thailand, India, Indonesia, Turki, Jepang, Mesir, Maroco, dan lainnya.


Tidak hanya menyajikan refresentasi bangunan saja, tetapi juga para pengunjung bisa menikmati aneka makanan dan jajanan khas dari masing – masing negara tersebut. Bahkan juga ada penyewaan pakaian adat/ khas negara yang disewakan untuk digunakan dalam sesi foto sehingga suasananya lebih alami seperti sedang di negara yang bersangkutan.

Lokasi ini juga sangat ramah warga dimana disiapkan skylift yang ditujukan untuk lansia, wanita hamil, disabilitas, dan lainnya agar bisa membantu perjalanan dalam menikmati suasana objek wisata tersebut. Namun bagi pengunjung yang sehat sebaiknya dilakukan dengan berjalan kaki agar lebih menikmati suasana budaya, kesejukan alamnya dan tentu demi kesehatan dan kebugaran. 

Perjalanan pertama dalam kunjungan ini, Tim DPP Prawita GENPPARI di guide sama Kang Ujang ke kawasan negara Korea. Di area negeri Ginseng ini, terdapat rumah tradisional Korea lengkap dengan dapurnya. Di dalamnya bisa ditemukan etalase berisi replika makanan khas Korea seperti Kimchi. Termasuk kesempatan untuk mencoba dan berfoto mengenakan hanbok.

Setelah melalui kawasan negara Thailand dan Turki, kemudian memasuki kawasan yang sangat indah yaitu negara India. Di sini ada replika bangunan dari Jaipur yang terkenal sebagai “the pink city“. Setiap bangunan berhias warna dan dekorasi serta dilengkapi taman bunga yang menawan, sehingga tempat ini menjadi spot favorit para pengunjung. Selain itu di sini terdapat kuliner khas seperti roti canai. Tak lupa penyewaan pakaian tradisional dan foto – foto menjadi bagian yang sangat diminati.

Setelah puas mengambil foto dengan aneka gayanya, Tim melanjutkan perjalanan menuju kawasan negara Jepang atau dikenal dengan sebutan negeri Sakura. Jepang menjadi salah satu destinasi pengunjung yang paling ramai. Kawasan ini lengkap dengan kolam dan jembatan, pertokoan dengan arsitektur Jepang kuno, terowongan gerbang kuil, hingga aneka dekorasi khas negeri Jepang.

Seperti area sebelumnya, di sini juga tersedia penyewaan pakaian tradisional berupa kimono, yukata, dan hakama untuk berbagai kalangan usia. Jajaran gerai kuliner khas pun ada, mulai dari takoyaki hingga yaki imo alias ubi panggang. Hal yang berbeda dari area lainnya adalah booth permainan tradisional, yaitu menangkap ikan dengan menggunakan jaring kertas. Meskipun di tengah pandemi ini semua agak dibatasi dan seluruh pengunjung tentu diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Spot kunjungan terakhir adalah menuju kawasan negara Mesir dan Maroco. Dengan lahan rumput dan latar belakang tebing, pengunjung seolah langsung menginjakkan kaki di sabana Afrika yang luas dan memukau. Sementara bangunannya banyak terdapat batuan, atap rumput, dan dekorasi ornamen grafis yang unik.

“ Mengingat keindahan dan sejarah yang dimiliki di objek wisata ini, maka kami dari Pegiat Ragam Wisata Nusantara (PRAWITA) – GENPPARI sangat merekomendasikan agar setiap wisatawan yang berkunjung ke Bandung agar tidak lupa untuk mengunjungi The Great Asia Africa ini. Pasti semua akan pulang membawa sejuta kenangan indah. Siapkan memori handphone yang besar agar mampu menyimpan foto – foto yang menarik di setiap jengkal kaki yang kita langkahkan “, pungkas Dede mengakhiri percakapan. **
Share:

Pelatihan GRATIS, “Perawatan Kulit Sehat dan Cantik Alami


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Setiap orang pada dasarnya menginginkan kelihatan cantik atau tampan menawan. Itu sudah menjadi fitrah manusia. Baik kecantikan luar (outer beauty) maupun kecantikan dari dalam (inner beauty). Kecantikan luar terkait dengan penampilan fisik, baik kebersihan wajah, badan ataupun pakaian. Sementara kecantikan dalam terkait dengan sikap, budi pekerti, keramahan, sopan santun, etika pergaulan, dan lain – lain. Terlebih dalam pergaulan sosial hal – hal yang berkaitan dengan kecantikan ini tentu penting untuk diperhatikan karena akan berimplikasi pada tingkat akseptibilitas orang lain terhadap kita “, ujar Pimpinan Pusdiklat Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (28/3).


Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa perawatan kesehatan kulit jangan selalu digambarkan memerlukan biaya yang besar dan peralatan yang serba canggih, melainkan pada kemauan untuk merawatnya secara wajar, misalnya peduli untuk menjaga kebersihan kulit. Apalagi habis bepergian dari luar atau habis keringatan tentu harus segera dibersihkan dengan benar. Kulit wajah berbeda karakteristiknya dengan kulit di bagian badan yang lain, maka penggunaan sabun juga berbeda. Jadi perawatan kulit, khususnya kulit wajah perlu untuk dilakukan secara rutin agar kulit tampak bersih dan sehat. Ujar Dede.


Lebih lanjut ia juga menambahkan bahwa hal tersebut bukan soal wanita atau pria, karena keduanya sebenarnya perlu melakukan perawatan kebersihan dan kesehatan. Seorang suami akan senang melihat isterinya yang cantik, dan begitupun sebaliknya seorang isteri akan senang jika melihat wajah suaminya yang tampan. Ini bukan soal feminimisme atau maskulinisme, melainkan soal kepedulian merawat kebersihan dan kecantikan. 


Dalam terminologi kecerdasan, ini yang disebut dengan Kecerdasan Fisik (Physical Intelligence) yaitu kecerdasan seseorang dalam memelihara fisiknya. Apalagi jika di musim kemarau yang sering berdampak pada kulit kering dan kusam. Oleh karena itu, perawatan secara rutin menjadi sangat penting agar kulit tetap bersih dan sehat alami. Oleh karenanya pengetahuan dan keterampilan dalam merawat kesehatan dan kecantikan kulit secara tradisional dan alami ini menjadi sangat penting sekali untuk diketahui. 

Adapun penyelenggaraan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dalam merawat kesehatan kulit agar tampak senantiasa sehat alami dengan keterampilan dalam membersihkan kulit wajah, memberikan nutrisi dan mengurangi sel–sel kulit mati. Manfaatnya adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam merawat kesehatan dan kecantikan kulitnya secara sederhana dan murah serta mudah dilakukan di rumahnya masing – masing.

Adapun subjek materi yang dibahas dalam pelatihan ini adalah :
- Konsep Dasar Kesehatan dan Kecantikan Kulit
- Outer Beauty dan Inner Beauty
- Pola Hidup dan Pola Fikir yang Sehat
- Jenis – jenis Kulit (Kering, Normal, Berminyak, Sensitif, Kombinasi)
- Pemilihan Jenis dan Produk Perawatan
- Makanan, Minuman dan Tabir Surya
- Cara Tradisional Merawat Kesehatan Kulit
- Praktek Perawatan Sederhana
- Ujian TEORI dan PRAKTEK


“ Ini merupakan pelatihan perawatan kecantikan dan kesehatan kulit angkatan ke II, dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan angkatan – angkatan berikutnya dengan tempat dan waktu yang berbeda. Pada dasarnya kita ingin membantu agar wanita Indonesia memiliki kulit yang bersih, sehat dan cantik dengan biaya yang murah dan dengan bahan – bahan yang ada di sekitar kita sendiri.

Dengan demikian hal ini akan terjangkau oleh seluruh wanita Indonesia yang mengingkan kulitnya sehat dan cantik secara alami. Pusdiklat Prawita GENPPARI memiliki komitmen untuk terus memberikan dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara GRATIS sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat di sekitar kita, bangsa dan negara “, pungkas Dede.

Apabila ada bapak / ibu yang berminat untuk menyelenggarakan pelatihan ini di daerahnya masing – masing bisa menghubungi :
Ibu Nuni : 0813-8330-7997
Ibu Lilis : 0813-1253-5153
Ibu Nia : 0882-1864-5975
Ibu Ines : 0813-2498-5928.
Share:

Prawita GENPPARI, Pengembangan Wisata Edukasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Cabai


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Sejak sekitar Maret 2020 pandemi covid 19 mulai melanda banyak negara. Perlahan tapi pasti akhirnya menjalar ke seluruh negara, termasuk Indonesia. Dampaknya sudah bisa diprediksi bahwa seluruh sendi kehidupan, baik kesehatan, perekonomian, pendidikan, pertanian dan lain sebagainya menderita dampak yang luar biasa. Begitupun dengan nasib para petani yang menghadapi masalah harga yang tidak stabil.

Rantai pasok melambat membuat komoditas tidak tersalurkan dengan baik serta banyaknya oknum nakal yang mengambil kesempatan ditegah pandemi membuat merosotnya sektor pertanian. Selain itu sebelum masa pandemi aspek sumberdaya lahan, usaha tani, sarana prasarana dan permintaan juga masih menjadi masalah “, ujar Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Jum’at (19/2).

Begitupun dengan nasib para petani cabai yang semakin kurang menentu. Penurunan harga cabai sangat dirasakan sekali, dimana dalam pasar para pedagang banyak yang tidak berani mematok harga tinggi. Hasil panen cabai yang biasanya dikirim ke kota-kota besar mulai menghadapi berbagai persoalan. Disamping adanya pembatasan ruang gerak masyarakat dalam rangka pencegahan penularan covid 19, juga mulai dirasakan sulit menjualnya. Kesulitan ini juga dipengaruhi oleh banyaknya restoran dan hotel tutup serta pembatasan aktivitas pasar. 

“ Jika kita berbicara komoditas cabai sebenarnya merupakan komoditas favorit di pasar – pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern. Baik cabai merah ataupun cabai keriting. Cabai diminati masyarakat Indonesia karena mampu memberikan rasa pedas pada suatu cita rasa makanan sehingga masakan tanpa cabai makanan yang akan terasa tawar dan hambar.

Kebutuhan cabai di Indonesia sangatlah besar sehingga harus diimbangi oleh hasil produksi yang besar pula. Hal ini terbukti secara statistik bahwa ada peningkatan produksi cabai secara cukup signifikan yang menunjukkan bahwa minat konsumsi cabai di Indonesia sangatlah tinggi. Namun akhir – akhir ini ada kecenderungan merosotnya harga cabai.

Merosotnya harga cabai ini tentu bisa membuat para petani semakin jauh dari kesejahteraan. Oleh karena itu, Prawita GENPPARI akan turut mendorong lahirnya kebijakan pemerintah dalam menaungi maupun mewadahi Petani cabai serta hasil panennya hingga mewujudkan kesejahraan bagi mereka “, jelas Dede.

Permasalahan yang dihadapi petani ini sebenarnya tidak dimulai karena ada covid 19 saja, karena sebelum munculnya pandemi ini pun sudah ada beberapa permasalahan yang dihadapi. Seperti masalah keterbatasan lahan yang bahkan cenderung mengalami penyempitan sebagai akibat pertambahan penduduk yang terus bertambah sehingga sebagian lahan pertanian telah berubah fungsi menjadi lahan pemukiman, jalan, pabrik dan aneka pembangunan infrastruktur lainnya. Belum lagi permasalahan yang terkait dengan serangan hama, cuaca yang berubah - ubah, rendahnya SDM pertanian, modernisasi alat pertanian dan lainnya yang bisa berakibat pada gagal panen.

“ Adapun terkait dengan SDM berkaitan dengan dua aspek, yaitu aspek kuantitas dan aspek kualitas. Aspek kuantitas berkaitan dengan penurunan jumlah petani karena banyak yang beralif profesi menjadi pekerja toko, pabrik, bangunan dan lainnya. Sementara terkait dengan kualitas berkaitan dengan tingkat produktivitas yang masih rendah sehingga tentu akan berdampak pada daya saing yang kurang kompetitif “, sambung Dede.

Sebagai salah satu jenis tanaman hortikultura, tanaman cabai banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia karena teknik pembudidayaannya tidak terlalu sulit, juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan pada saat harga cabai stabil. Jenis tanaman cabai yang banyak diminati adalah cabai rawit, paprika, cabai merah, dan cabai hijau, karena relatif sering dikonsumsi oleh masyarakat.

“ Namun demikian prospek yang baik ini bukan berarti tidak menghadapi permasalahan secara spesifik bagi petani cabai. Terutama terkait dengan hal – hal yang dapat menghambat produksi cabai, seperti ketersediaan lahan yang semakin sempit, usaha tani cabai dalam proses pembudidayaannya kurang dilakukan dengan benar, modal dan sarana prasarana petani cabai terbatas, sering terjadi fluktuasi harga cabai yang berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran cabai di pasaran. Oleh karenanya terobosan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut harus dibahas bersama, termasuk dengan Pemerintah selaku pengambil kebijakan agar tidak merugikan petani cabai.

Beberapa solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah menggunakan media tanam selain lahan pertanian, meningkatkan peran penyuluh dalam memberikan informasi pertanian tentang proses pembudidayaan sampai pemasaran cabai, fasilitas pinjaman lunak dari Pemerintah untuk memenuhi sarana dan prasarana dalam pembudidayaan tanaman cabai, dan juga kebijakan Pemerintah dalam hal penentuan harga cabai.

 Sementara dari sisi Prawita GENPPARI memandang sudah saatnya para petani dibekali konsep pengembangan wisata edukasi bidang agro, khususnya pertanian cabai. Disamping ada warisan pendidikan buat anak – anak sekolah, juga sekaligus bisa menjadi sumber pendapatan tambahan agar para petani cabai semakin meningkat kesejahteraannya “, pungkas Dede. **
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini