Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Launching Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Launching Buku. Tampilkan semua postingan

Kivlan Zen Luncurkan Buku 'Personal Memoranda Dari Fitnah ke Fitnah'


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Buku 'Personal Memoranda Dari Fitnah ke Fitnah' mengambarkan tentang perjalanan hidup Mayjen (Purn) Kivlan Zen dari masa kecil hingga dikriminalisasikan dengan tuduhan berencana membunuh Wiranto, Gories Mere dan Budi Gunawan. 

Mayjen (Purn) Kivlan Zen saat jumpa pers mengatakan, isi buku Personal Memoranda adalah merupakan pengalaman/perjalanan hidup dia pribadi, sejak dia lahir sampai dewasa dan masuk Akabri.

Selain itu, lanjutnya, dia sudah pernah mengalami 7 pemerintahan di Indonesia mulai dari pemerintahan Soekarno, pemerintahan Soeharto, pemerintahan Habibie, pemerintahan Gusdur, pemerintahan Megawati, dan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sampai dengan pemerintahan Jokowi. 

"Meskipun begitu, dia menulis didalam buku ini apa adanya, semua peristiwa yang dia alami, yang dia hadapi, adanya pemberontakan, adanya makar, adanya usaha-usaha yang melawan Undang-undang Dasar, dia beberkan semuanya didalam buku sampai dengan yang terakhir bangkitnya komunis," kata Kivlan Zen kepada awak media saat Launching dan Bedah Buku 'Personal Memoranda Dari Fitnah ke Fitnah' di Gedung IS Plaza, Jakarta. Senin (05/10)

Menurutnya, Apabila ada yang tersinggung dengan buku ini, dia akan minta maaf terlebih dahulu, kemudian dia akan perbaiki pada cetakan buku berikutnya, itupun harus sesuai dengan yang dia alami atau silahkan bikin buku baru.

Kegiatan ini turut dihadiri kolega Kivlan Zen antara lain: Letjen TNI Purn. Yayat Sudrajat, Mayen TNI Purn. Soenarko, Brigjen TNI Muslimin, Aktifis Demokrasi Adhi Masardi, Sekjen GAAS Suta Widya, SH, perwakilan ormas Islam, awak media serta para aktivis lainnya.

"Harapannya, semoga buku ini dapat bermanfaat bagi banyak orang dan terutama generasi muda sebagai pelajaran," pungkasnya.(Arianto)



Share:

Peluncuran Buku "Evaluasi Pemilu Serentak 2019 Dari Sistem ke Manajemen Pemilu"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Revisi UU Pemilu (UU No. 7/2017) adalah salah satu prioritas legislasi DPR untuk tahun 2020. Banyak hal yang sudah mengemuka terkait revisi ini. Mulai dari evaluasi atas model keserentakan, pilihan sistem pemberian suara (sistem pemilu), kenaikan ambang batas parlemen, penggunaan teknologi dalam pemilu, dan lain-lain.

Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perludem mengatakan, Perludem mempublikasi buku itu pada konteks rencana Pemerintah dan DPR merevisi UU Pemilu sebagai undang-undang prioritas 2020. Hendaknya revisi ini memang berdasar niat perbaikan, bukan mempertahankan/memperluas kekuasaan.

"Pemilihan sistem pemilu dan perubahan manajemen pemilu seharusnya berdasar studi kepemiluan dan evaluasi praktik pemilu. Jangan sampai revisi UU Pemilu mengulang jual beli kepentingan seperti UU No.7/2017 yang jadi sebab utama buruknya Pemilu 2019 secara sistem dan manajemen pemilu," ujar Titi saat Diskusi dan Peluncuran Buku "Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Dari Sistem ke Manajemen Pemilu" pada Minggu, 2 Februari 2020 di D HOTEL Jakarta.

Semoga temuan Perludem, kata Titi, dalam buku "Evaluasi Pemilu Serentak 2019: dari Sistem ke Manajemen Pemilu" menjadi salah satu pertimbangan perbaikan Pemilu Indonesia, khususnya pada konteks revisi UU Pemilu.

"Apalagi jika kita sampai membiarkan 2024 menjadi tahun pemilu serempak borongan yang menyelenggarakan semua pemilu di Indonesia: Pilpres, Pileg (DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota), juga Pilkada di semua provinsi dan kabupaten/kota. Indonesia sering menjadi lebih bodoh dari keledai karena pemerintahannya beberapa kali jatuh pada lubang yang sama karena nafsu berkuasa elite yang mengesampingkan capaian studi dan amanah konstitusi," pungkasnya.

Turut hadir dalam diskusi dan peluncuran buku ini, para Narasumber: Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perludem, Moch. Nurhasim, Peneliti LIPI, dan Tim Peneliti Perludem serta para undangan. (Arianto)



Share:

Pemerintah Gelar Diskusi Telematika Akhir Tahun 2019 dan Peluncuran Buku Putih


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kedeputian Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kemenko Perekonomian menggelar Forum Diskusi Telematika Akhir Tahun 2019 dan Peluncuran Buku Putih "Indonesia Digital for Future Economy & Inclusive Urban Transformation" pada Senin, 23 Desember 2019 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta.

Buku Putih ini, untuk tercapainya target Indonesia untuk masuk jajaran 10 negara di dunia dengan ekonomi terbesar pada tahun 2030 dan Visi Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diproyeksikan akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Wahyu Utomo selaku Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kemenko Perekonomian mengatakan, Disusunnya buku putih ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam sebuah sinergi yang diharapkan akan menjadi dasar dalam kebijakan pemerintah untuk mendorong pemeriksa sekaligus seluruh manfaat dalam pembangunan, khususnya ekonomi digital yang inklusif, adil dan merata untuk seluruh masyarakat.


Menurutnya, peran serta semua elemen masyarakat bersama dapat mengoptimalkan setiap perubahan yang terjadi di kancah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam meningkatkan nilai tambah di setiap kegiatan pembangunan. Pada saat bersamaan pengembangan dan berbagai aplikasi TIK juga bisa dimaksimalkan untuk pembangunan wilayah, pemerataan hasil pembangunan dan memperbanyak pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Sejalan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru ke provinsi Kalimantan Timur, diharapkan buku putih ini dapat memberikan awal kemampuan digital lintas sektor pemerintahan untuk aplikasi layanan publik seperti kependudukan, kesehatan, logistik dan perhubungan, manajemen masalah keuangan, serta layanan finansial," ujar Wahyu.

Di samping itu, lanjutnya, beberapa target standar pita lebar (Broadband Standard Recommendation), ketentuan / kebutuhan kinerja (persyaratan kinerja) untuk data rate tinggi, dan strategi ITU 2020-2023 diharapkan dapat memberikan spesifikasi kebutuhan awal pemindahan IKN berbasis TIK.


Pada kesempatan yang sama, Eddy Satriya, Asisten Deputi Telematika dan Utilitas, Kemenko Perekonomian mengatakan, Arah kebijakan strategis yang disampaikan dalam buku putih ini membahas pembangunan dan pemerataan infrastruktur digital untuk memacu tumbuhnya inovasi pada industri vertikal dan pengembangan sumber daya di bidang TIK yang andal.

Selain itu, lanjutnya, Kebutuhan konetivitas teknologi Broadband terkini seperti 5G, layanan Wireless Broadband di rumah-rumah, UKM dan penggelaran fiber optik teknologi yang kokoh menjadi fondasi paling esensial dalam merancang pembangunan infrastruktur digital, sekaligus menjadi motor penggerak utama terjadinya digitalisasi yang akan mendorong tumbuhnya inklusivitas dan memupus kesenjangan digital di tanah air, efisiensi di segala sektor, serta inovasi-inovasi baru, sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan menuju terwujudnya Indonesia maju.

Buku Putih terdiri dari 6 bab antara lain:
-  Outlook Ekonomi Digital,
-  Membangun Indonesia Digital,
-  Konektivitas, Infrastruktur TIK, dan Big Data,
-  Regulasi dan Ekosistem,
-  Digitalisasi Sektor Indonesia, dan
-  Ringkasan dan Rekomendasi. (Arianto)




Share:

Value Consult Launching Buku sekaligus Rayakan HUT ke-20


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Value Consult menggelar Launching buku "The Flow of Productivity" sekaligus Perayaan HUT Value Consult ke-20 pada Sabtu, 21 Desember 2019 di Jakarta Desain Center Lt 6 Jakarta.

G.Suardhika selaku Founder Value Consult dalam Launching buku The Flow of Productivity menjelaskan, Dari hasil diskusi dengan ratusan eksekutif berbagai perusahaan yang mengikuti pelatihan saya selama puluhan tahun, saya menyimpulkan perlunya perspektif yang lebih comprehensive dan efektif dalam meningkatkan "produktivitas diri" di tempat kerja ataupun dalam kehidupan kita.


Selain itu, kata G.Suardhika, "Produktivitas diri" adalah sebuah pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk seseorang bisa meningkatkan output dari kehidupannya dalam mencapai apa yang penting baginya.  Ini adalah salah satu soft skill penting yang perlu dimiliki setiap orang.

"Untuk mencapai optimasi output tersebut, pengembangan konsep produktivitas diri memanfaatkan dan mengintegrasikan pemahaman dan temuan ilimiah terkini dalam berbagai hal, termasuk: manajemen waktu, pengelolaan enerji, pengelolaan fokus, pengelolaan emosi, engagement, dan lain sebagainya," jelas G.Suardhika saat Launching buku ke-2 "The Flow of Productivity" di Jakarta. Sabtu (21/12)


Dalam sesi sharing,  G.Suardhika mengungkapkan, selama 20 tahun berdirinya Value Consult, mengalami up and down, dimana Value Consult pernah mengalami kesulitan keuangan, sehingga kantornya digembok, karena telat membayar  sewa dan gaji karyawan juga tertunda.

Tapi sekarang, lanjutnya, cash flow sudah membaik, walaupun tidak sebaik tahun 2013, selanjutnya kami akan investasi dan ekspansi, sistem sudah ada, tinggal jalan saja.


"Harapannya, semoga bisa memberikan manfaat buat stakeholder serta terus bisa berjalan dengan baik dan bisa memberikan inovasi-inovasi baru," pungkasnya.

Di penghujung acara, digelar perayaan HUT Value Consult ke-20, dilanjutkan acara Sharing memories, awarding, & gathering bersama para karyawan dan para undangan. (Arianto)




Share:

Rhenald Kasali Luncurkan Buku SENTRA Inspiring School


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sekolah harus Inspiring. Pemahaman itulah yang membuat Rhenald memiliki concern kuat pada pendidikan anak usia dini. Selain sebagai pakar manajemen, kiprah Rhenald Kasali lebih banyak dikenal di bidang pendidikan tinggi sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI). Namun sebenarnya, Rhenald juga aktif bergerak di bidang pendidikan anak usia dini.

Kisahnya berawal dari 1998. Saat kembali ke Indonesia usai menamatkan studi S3 di University of Illinois at Urbana-Champaign di Amerika Serikat, Rhenald bersama istrinya, Elisa Kasali, tergerak untuk terjun dalam pendidikan anak usia dini. Inisiatif itu dipicu oleh kesadaran betapa jauhnya kualitas kesehatan dan pendidikan anak di Indonesia dibanding dengan di Amerika Serikat.

Indonesia pernah mencoba memberikan soal kategori HOTS pada saat Ujlan Nasional (UN) 2018 lalu. Hasilnya, siswa-siswa kesulitan karena memang dalam proses belajarnya belum terlatih dengan soal kategori HOTS.

Rupanya, taraf pendidikan yang diterima siswa selama ini lebih menitikberatkan pada menghafal, memahami, dan mengaplikasikan. Ini merupakan level bawah dan masuk kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS).

Makin naik levelnya, siswa dituntut untuk bisa berpikir kritis, analitis, memecahkan masalah, dan melakukan evaluasi. Mayoritas siswa Indonesia, ternyata belum mencapai tahap tersebut. Itulah yang dilihat oleh Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof. Rhenald Kasali dari pengalamannya yang telah mengabdi selama 35 tahun dalam bidang pendidikan.

Dari pengalamannya di kampus, bersama lisa istrinya, Prof. Rhenald lalu mendirikan Yayasan Rumah Perubahan yang salah satu kegiatannya adalah menyediakan sekolah bermutu untuk anak-anak kurang mampu pada level dasar.

Sebuah lab dibangun dengan rujukan dari Beyond Centers and Circle Time (BCCT) yang dibimbing ahli perkembangan anak dari Florida State University. Dan perkembangan anak dipantau, bahkan sebuah bengkel dikembangkan untuk membuat alat permainan edukatif yang bisa merangsang anak berpikir.

Rhenald mengatakan, ketika teknologi bergerak begitu cepat dan mengubah berbagai lini kehidupan, ada bidang yang masih harus dibongkar sampai ke akarnya yakni bidang pendidikan. Padahal para pemangku kepentingannya selalu ingin melompat pada content-nya, apakah itu matematika, bahasa, science, dan fisika. Padahal di balik itu semua ada kecerdasan mendasar yang masih harus dibangun guru untuk memudahkan tahap berikutnya dalam menerima ilmu-ilmu canggih itu.

"Kami menaruh perhatian dalam bidang pendidikan anak usia dini. Inilah fase paling krusial dalam pendidikan," katanya saat launching buku SENTRA, Inspiring School "Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang" di FX Jakarta, Jum'at (13/12) 

Menurut Rhenald, untuk menaikkan level pengetahuan siswa, tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk membangun daya analitis, critical thinking, dan problem solving, tidak bisa hanya dilakukan melalui uji coba dan les bimbingan belajar sebelum ujian dilakukan. 

"Untuk membangun kemampuan itu, butuh waktu panjang dan harus dilakukan sejak usia dini," jelasnya.

Kegiatan Posyandu di garasi rumah mereka di Jatimurni, Bekasi, menjadi benih tumbuhnya gerakan perubahan di bidang pendidikan anak usia dini. Setelah Posyandu, muncullah Rumah Baca. Kemudian setelah membeli sebidang tanah, lahirlah PAUD dan TK. Rhenald dan Elisa memberi nama Kutilang.

"Nama Kutilang ini bukan singkatan. Kami hanya mengambil filosofinya. Harapan yang kami sematkan, semoga kutilang-kutilang kecil itu nanti bisa tumbuh besar menjadi rajawali-rajawali hebat. Rajawali yang akan terbang tinggi mengarungi luasnya alam, lalu kembali turun untuk membangun kehidupan," kata Elisa Kasali.

Dan untuk menjadi rajawali, sekolah harus inspiring, harus dimulai dari prinsip bermain. Jangan biarkan guru menghapuskan suasana bermain di sekolah, namun dengan bermain anak bisa dibentuk disiplin, kemampuannya untuk tetap fokus dan melatih imajinasi serta menghidupkan kemampuan motorik kasar dan halusnya," imbuhnya.


Posyandu, Rumah Baca, PAUD, dan TK Kutilang bukanlah kegiatan komersial, melainkan gerakan sosial dari Rumah Perubahan. Sebagian besar muridnya adalah anak-anak yang tinggal di tengah-tengah perkampungan padat penduduk di kawasan Jatimurni, Bekasi.

Meskipun berawal dari kegiatan sederhana, PAUD dan TK Kutilang kini tumbuh menjadi salah satu institusi percontohan untuk pendidikan anak usia dini. Di sini, anak-anak dari keluarga sederhana mendapatkan kualitas pendidikan yang tak kalah dengan instituşi pendidikan terkenal. Maka, tak mengherankan jika Kutilang kini menjadi ajang studi banding para guru dan orang tua dari berbagai daerah.

Rhenald Kasali mengatakan, PAUD dan TK Kutilang lahir dari mimpi sederhana, yakni bagaimana agar anak-anak di tengah perkampungan padat di kawasan Bekasi menjadi anak-anak hebat di masa depan dan memutus mata rantai kemiskinan.

"Kami memulainya dengan sangat sederhana. Mendirikan Posyandu, Rumah Baca, lalu PAUD dan TK," kenangnya.

Awalnya, Rhenald dan Elisa berpikir, tidak begitu sulit untuk menjalankan PAUD dan TK. Toh, semua pernah menjalaninya di waktu kecil. Maka, di tahap awal, proses belajar mengajar dilakukan layaknya rata-rata sekolah biasa. Guru mengajari murid berhitung, mengeja, menggambar, membacakan cerita, dan seterusnya.

Tetapi setelah pendidikan berjalan, Rhenald dan Elisa menyadari ada sesuatu yang kurang tepat. Tatanan ekonomi dan bisnis berubah dengan cepat, masa depan yang akan dihadapi anak-anak juga akan jauh lebih menantang. Tetapi, mengapa sistem pendidikan anak masih seperti cara konvensional yang dijalankan beberapa puluh tahun silam?

Eksplorasi dan riset pun dilakukan. Buku-buku tentang pendidikan anak, tahap perkembangan anak, perkembangan otak atau neuroscience, hingga alat-alat permainan edukasi diresapi dan didalami.

Beberapa metode pendidikan yang berkembang di negara-negara maju juga dipelajari. "Makin kami pelajari, makin kami sadar bahwa ilmu mendidik anak itu seluas samudera," kata Rhenald.

Dia menyebut, 2019 adalah tahun ke-35 nya dalam berkecimpung di dunia pendidikan. "Saya menyadari, ternyata menjadi pendidik di tingkat dasar, di usia dini, sesungguhnya jauh lebih rumit ketimbang mendidik calon doktor di perguruan tinggi," imbuhnya.

Karena itulah, lanjutnya, eksplorasi dan riset terus dilakukan. Dalam proses tersebut, Rhenald dan Elisa kemudian bertemu dengan Wismiarti Tamin, seorang praktisi pendidikan dan pendiri Sekolah Al-Falah di Jakarta Timur. Wismiarti adalah sosok yang membawa dan mengenalkan Metode Sentra di Indonesia.

Dia dan guru-guru Sekolah Al-Falah belajar langsung dari Dr. Pamela Phelps, tokoh pendidikan asal Florida, Amerika Serikat, yang mendesain Beyond Centers and Circle Time (BCCT), metode pendidikan yang kemudian dikenal dengan nama Sentra Konsep Metode Sentra adalah non-direct teaching. 

Jadi, proses belajar dilakukan melalui aktivitas main yang didesain untuk menstimulasi perkembangan otak anak. Intinya, pendidikan anak di-delivery dalam suasana yang menyenangkan, sehingga anak bisa belajar dengan optimal. "Kami merasa, inilah metode yang tepat untuk mendidik anak. Sebab, pendidikan seharusnya menyenangkan, bukan membuat anak stress dan terbebani," jelas Rhenald.

Dalam Metode Sentra, proses belajar mengajar disesuaikan dengan tahap perkembangan setiap anak. Tujuannya, agar dapat mengembangkan semua titik kecerdasan (multiple intelligence) dan keterampilan hidup anak (essential life skills).

Kecerdasan dan skill itulah yang akan membangun pondasi karakter dan menjadi bekal anak dalam mengarungi masa depan.

Rhenald dan Elisa pun bergerak total dalam penerapan Metode Sentra di PAUD/TK Kutilang. Totalitas dalam keluarga ini diikuti oleh anaknya, Fin Kasali yang kemudian ikut terjun dalam pembuatan alat permainan edukasi dari kayu yang diberi nama Indiblocks.

Dalam Metode Sentra, ada permainan peran, yakni bermain peran besar dan bermain peran kecil. Kelihatannya sederhana, anak-anak bermain menjalankan peran berbagai profesi seperti dokter, guru, pemadam kebakaran, maupun orang tua.

Padahal, jika diarahkan dan didesain dengan benar, permainan peran ini tidak hanya bisa melatih daya kreativitas dan intelektualitas siswa, tetapi juga melatih siswa untuk menjalani perannya nanti dalam kehidupannya. "Kuncinya adalah membangun karakter anak," jelasnya.

Dengan bermain peran, anak belajar bagaimana berkomunikasi, berinteraksi, saling berbagi, saling menghargai, memupuk empati, bertoleransi, menekan ego ingin menang sendiri, belajar berpikir kritis, menganalisa, dan memecahkan masalah yang dihadapi, hingga belajar mencapai tujuan bersama melalui kolaborasi.

"Tentu, kita tidak ingin anak-anak kita melalui masa kecilnya tanpa diisi dengan nilai-nilai dasar yang menjadi bekal berharga dalam hidupnya. Tentu, kita tidak ingin anak remaja kita tumbuh menjadi sosok yang beringas, hobi tawuran, dan terjerat narkoba. Tentu, kita tidak ingin anak-anak kita menjadi orang dewasa yang intoleran, ingin menang sendiri, dan tidak mandiri," urainya.

Karcna itulah, Rhenald menyerukan agar gelombang perubahan digerakkan untuk mereformasi dunia pendidikan di Indonesia. Skor PISA yang rendah tak bisa diatasi dengan cara-cara instant. Butuh perbaikan mendasar dalam proses belajar mengajar.

"Perbaikan harus dimulai dari pendidikan usia dini. Sebab, inilah fase paling krusial dalam pembentukan pondasi karakter yang akan menentukan sosok manusia seperti apa yang akan dilahirkan oleh sistem pendidikan kita," tutup Rhenald. (Arianto)



Share:

KPAI Rilis Catahu Pendidikan sekaligus Launching Buku


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis Catatan akhir tahun (catahu) bidang Pendidikan yang menunjukkan tingginya angka kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai jenjang SMA/SMK. Kekerasan terdiri dari bullying, kekerasan fisik, kekerasan seksual dan anak korban kebijakan.

Pelaku kekerasan fisik dan Bullying di sekolah didominasi oleh sesama siswa dan guru. Kekerasan seksual di sekolah  dilakukan oleh Guru dan Kepala Sekolah.  Sedangkan anak korban kebijakan di dominasi oleh kasus PPDB sistem zonasi dan siswa pelaku kekerasan di keluarkan dari sekolah.

Dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) pada Selasa (10/12), KPAI meluncurkan buku “Kekerasan Terhadap Anak Di Lingkungan Sekolah Sepanjang 2019” sekaligus menyampaikan catahu bidang pendidikan KPAI tahun 2019, yang dikemas dalam kegiatan “Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Di satuan Pendidikan” yang digelar pada Senin, 9 Desember 2019 di Hotel RIVOLI Jl. Kramat Raya No. 41 Jakarta Pusat

Dr. Susanto selaku Ketua KPAI dalam sambutannya menyampaikan, pelaku kekerasan fisik dan bullying di sekolah, didominasi oleh sesama siswa dan guru. Sedangkan kekerasan seksual di sekolah umumnya dilakukan oleh Guru dan Kepala Sekolah.


"Menurutnya, anak korban kebijakan di dominasi oleh kasus PPDB sistem zonasi dan siswa pelaku kekerasan di keluarkan dari sekolah, ujar Susanto saat Launching buku “Kekerasan Terhadap Anak Di Lingkungan Sekolah Sepanjang 2019” di Jakarta. Senin (9/12)

Retno Listyarti, M.Si, selaku Komisioner KPAI mengatakan, sangat positif untuk mengetahui peta masalah anak di satuan pendidikan.

“Saya berharap buku ini memberikan khazanah baik bagi upaya penguatan perlindungan anak disatuan pendidikan,” pungkasnya.

Turut hadir Dr. Susanto selaku Ketua KPAI dengan Narasumber Retno Listyarti selaku Komisioner KPAI dan Najeela Shihab selaku Pemerhati Pendidikan dan Psikolog serta para Guru dan Kepala Sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.(Arianto)





Share:

Paradigma Gelar Bedah Buku "Dari Sabang sampai Merauke Lasksamana Soleman B. Ponto untuk Negeri"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bangsa Indonesia dewasa ini sedang dihadapkan dengan berbagai ancaman konflik kekerasan, kriminalitas, ujaran kebencian, hoax, diskriminasi sosial politik dan lain lain. Kesemuanya itu merupakan permasalahan bangsa yang bukan saja tanggungjawab pemerintah, TNI dan Polri tetapi juga memerlukan partisipasi aktif berbagai elemen bangsa, khususnya Universitas sebagai ujung tombak perubahan dan pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik. Merupakan tugas moral mahasiswa, mahasiswi dan insan akademis untuk memecahkan permasalahan dan tantangan bangsa ditengah konstelasi global dan geopolitik kawasan Asia Pasifik yang sangat dinamis dalam satu dasawarsa terakhir.

Paradigma Bicara untuk ke-3 kalinya bekerjasama dengan Puska Otoda UKI menggelar Bedah Buku  berjudul "Dari Sabang sampai Merauke Lasksamana Soleman B. Ponto untuk Negeri" bersama Laksamana (Purn.) Soleman B. Ponto,S.T., MH. Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI pada Senin sore, 30 September 2019 bertempat di Paradigma Kafe & Resto Jl. Pegangsaan Barat No.4 Cikini Menteng. Jakarta Pusat.

Laksamana (Purn.) Soleman B. Ponto,S.T., MH. Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI dalam sambutan pembukaan mengatakan, Buku pertama berjudul TNI dan Perdamaian ACEH, Catatan 880 Hari Pra dan Pasca-MoU Helsinki dan buku kedua berjudul Jangan Lepas PAPUA, Mencermati Pelaksanaan Operasi Militer di Papua, Sebuah kajian Hukum Humaniter dan Hukum HAM. Dua buku ini merupakan hasil dari penugasan, pengakuan dari korban menyebutkan konflik itu kejam, jangan sampai terulang lagi, dunia memotret Papua dengan hukum internasional dan hukum HAM, pelanggaran HAM ada sanksi dari PBB, yaitu diisolasi, diembargo dan lain lain.


Bedah buku karya Laksamana Muda Soleman B. Ponto tentang Aceh dan Papua itu memiliki beberapa poin penting yang relevan dengan konstatasi tersebut di atas. Pertama, dua buku karya Soleman Ponto merupakan satu kesatuan gagasan penting dari mantan perwira tinggi TNI yang terlibat langsung dalam mendamaikan Aceh setelah melewati proses peacemaking dan peace building yang menguras energi sosial, ekonomi politik dan pertahanan serta keamanan. Kedua, buku yang visioner membahas upaya strategik memecahkan masalah Papua. Gagasan Laksamana Ponto itu dirumuskan dalam perenungan yang diperkaya dengan pengalaman empirik sebagai praktisi pertahanan, bahkan praktisi hukum humaniter dan peacemaker di Indonesia dan
internasional.

Menurut Soleman Ponto, pencegahan dan penyelesaian konflik, peacemaking dan peace building serta pembangunan sosial, ekonomi dan politik melalui nilai-nilai kemanusiaan. Perdamaian adalah konstruksi sosial yang perlu dipelihara melalui kemajuan intelektual dan social. Masyarakat sipil dan dunia akademik harus berada di garis depan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk semua.

Acara ini dihadiri oleh Laksamana (Purn.) Soleman B. Ponto,S.T., MH. Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Fransiskus X, Gian Tue Mali, M.Si. Kaprodi Ilmu Politik UKI, dan Dr. Audrey Tangkudung M.Si Ketua Umum ILUNI Pascasarjana(SPs) Universitas Indonesia dimoderatori oleh Dr. Sidratahta Mukhtar, Direktur Puska Otoda Prodi lImu Politik Fisipol UKI, dan Indah Novitasari, M.Si (Han), Wakil Ilmu Politik UKI. (Arianto)











Share:

JICA Indonesia Dukung Penerbitan Buku Perdana Kappija-21


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia menyatakan dukungannya atas rencana Pengurus Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21) untuk menerbitkan buku berjudul “Dari MRT Tsunami Hingga Doraemon”. Hal itu terungkap saat Sekretaris Jenderal Kappija-21, Wilson Lalengke, berbincang-bincang dengan Chief Representative JICA Indonesia Office, Mr. Shinichi Yamanaka, di sela-sela acara silahturahmi dan berbuka puasa bersama Kappija-21 dan JICA, di Jawa Room, Kantor JICA Indonesia, Gedung Sentral Senayan 2, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.

Dalam perbincangan itu, terlihat Mr. Yamanaka sungguh tertarik dengan ide penerbitan buku, yang isinya merupakan hasil karya para peserta essay contest yang diadakan Kappija-21 bersama JICA dan PPWI Nasional bersempena peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia Jepang tahun 2018 lalu. “I am very interested on this book, MRT is one of our JICA Project in Indonesia. I support this book to be published,” ujar Mr. Yamanaka dalam Bahasa Inggris, sehubungan beliau belum lama menjabat di Indonesia, sehingga masih belajar berbahasa Indonesia.

Dummy atau contoh buku tersebut yang diperlihatkan saat diskusi sempat dibolak-balik, dibuka-buka isinya ke kiri dan ke kanan oleh Mr. Yamanaka. Sambil tersenyum cerah, beliau terlihat amat terkesan dengan hasil karya buku perdana yang akan diterbitkan Kappija-21 sebagai organisasi alumni yang dilahirkan dan diasuh oleh JICA selama ini. “It is very nice work,” imbuh Mr. Yamanaka sambil membolak-balik bukunya. Dummy buku tersebut berkenan dibawa pulang oleh beliau saat acara berbuka puasa bersama usai untuk dibuatkan kata sambutan oleh Mr. Yamanaka atas nama JICA Indonesia.

Bagi Kappija-21, penerbitan karya tulis seperti ini dipandang sangat penting dan mendesak. Alumni program persahabatan yang digagas oleh PM Jepang, Yasuhiro Nakasone di tahun 1984 itu, saat ini telah mencapai hampir 5 ribu orang. Para alumni ini semuanya tergolong sukses, baik sebagai pejabat pemerintah, profesional, wirausahawan, politikus, dan bahkan pekerja informal serta relawan. Tercatat antara lain, ada anggota Kappija-21 yang jadi menteri, yakni Tjahjo Kumolo dan Erlangga Hartarto; yang jadi anggota DPR RI, antara lain Tengku Juwarno dan Ferdiasyah; yang jadi Direktur di Kemendes DDT, yakni Bang Rafdinal; yang jadi Komisaris PT. Taman Impian Jaya Ancol, Bang Geizs Chalifah, dan ribuan anggota lainnya yang sukses-sukses.

“Pada kondisi kekuatan Kappija-21 yang sedemikian besar ini, sudah selayaknya jika Kappija-21 dapat menghasilkan karya-karya terbaiknya dalam bentuk karya tulis yang terdokumentasi, yang akan menjadi catatan sejarah bagi peradaban bangsa ke masa depan,” jelas Wilson Lalengke selaku editor dari buku ini.

Sehubungan dengan itu, Wilson yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional itu berharap kiranya rencana penerbitan buku “Dari MRT Tsunami Hingga Doraemon” tersebut dapat terwujud. “Kami berterima kasih kepada JICA yang sudah menyatakan mendukung penerbitan buku ini, juga akan membuatkan kata sambutan dalam buku tersebut; serta semua pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung dalam melahirkan karya ini. Terutama terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua peserta lomba menulis essay lalu. Karya Anda semua pasti berguna bagi generasi kedua bangsa, Indonesia dan Jepang,” tutup Wilson yang merupakan lulusan PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu. (Arianto)



Share:

Fraksi Partai Golkar MPR RI Gelar Seminar Pemilu Damai, Berintegritas dan Menyejahterakan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Fraksi Partai Golkar MPR RI menggelar Seminar dan Peluncuran Buku dengan tema: Pemilu Damai, Berintegritas dan Menyejahterakan hari: Senin, 1 April 2019 pukul 09.00-13.00 wib bertempat di Ruang GBHN, Gedung Nusantara V Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Senayan, Jakarta. dengan Pembukaan oleh Ketua Umum DPP Partai GOLKAR Ir. H. Airlangga Hartarto, MBA
- Topik 1 Partai Politik Pemilu dan Kesejahteran Sosial
oleh Dr. Alfan M. AIfian selaku Direktur Pascasarjana Ilmu Politik UNAS,
-Topik II Penyelenggaraan Pemilu yang Berintegritas oleh Titi Anggraini selaku Direktur Perludem,
-Topik llI Pemilu Menuju Kesejahteraan Masyarakat oleh Dr. Valina Singka Subekti (Dosen llmu Politik Ul)
-Topik lV Catatan Akhir Pemikiran Senior Partai GOLKAR oleh M. Andi Mattalatta, SH, MH
-Moderator: Andini Efferndi selaku Presenter MetroTV.

Hari-hari ini ialah hari-hari hiruk-pikuk menuju pemungutan suara pemilu serentak (pileg dan Pilpres 2019). Banyak catatan yang terkait dengan tema akhlak berpemilu, terutama terkait dengan konteks cara pemenangan kandidat. Mungkin kandidatnya sendiri tidak menyarankan atau memerintahkan hal-hal yang terkait dengan propaganda atau kampanye hitam.

Tetapi, yang kita rasakan, itu masih terjadi di lapangan, dan jauh lebih hebat lagi di media sosial yang diwarnai aneka hoaks. Dalam pemilu, selalu ada pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperkeruh suasana, dan karenanya kita tidak boleh terpancing.

Di sisi lain, etika pemberitaan pemilu oleh media massa kita, seringkali tidak mencerminkan keberimbangan informasi. Berita-berita tumpang tindih dengan kepentingan dukung-mendukung kandidat tertentu. 

Masalah-masalah etis dalam pemilu demikian, kerap tidak terjangkau oleh mekanisme hukum formal kita, sehingga kasus-kasus yang dilaporkan ke Bawaslu yang kemudian ditindaklanjuti ke aparat penegak hukum pun sering tak efektif.
Penegakan hukum memang suatu keharusan dalam kontestasi pemilu. Tetapi, yang paling mendasar lagi, tetapi ada pada sisi akhlak atau etika berpemilu para aktor dan konstituennya.

Saya kira yang perlu diperjuangkan adalah mewujudkan suatu iklim kompetisi pasar sempurna dalam pemilu. Jor-joran yang ada pun diharapkan dalam tingkat yang wajar, dan yang memenangkan pemilu ialah bukan yang uangnya paling banyak, melainkan karena daya pikat visi dan misinya. Orang mendukung karena ada harapan yang ia yakini bisa diwujudkan oleh kandidat, bukan karena faktor lain, apalagi faktor uang. Sehingga dengan demikian, semua pihak sama-sama berkepentingan untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan kondusif bagi terpilihnya kandidat-kandidat yang terbaik.

Dalam konteks inilah, politik dimaknai sebagai politik nilai. Bahwa dalam pemilu ada seperangkat nilai yang harus dijunjung tinggi, seperti nilai kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kemajuan. Akhlak berpemilu menjamin cara memilih pemimpin tidak dinodai oleh hal-hal yang merusaknya, sehingga pemilu itu sendiri akan membuahkan hasil yang optimal, para pemimpin yang baik dan fungsional dan rakyat tetap dalam persatuan. Persatuan merupakan prasyarat dasar bagi terwujudnya kesejahteraan sosial yang lebih luas. Adalah rumus baku, dalam pembangunan politik (political development, sebagai lawan dari political decay) bahwa stabilitas politik merupakan landasan penting bagi suatu bangsa. (Arianto)
Share:

Islamic Book Fair 2019 Usung Tema Literasi Islam untuk Kejayaan Bangsa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pameran Buku Islam atau Islamic Book Fair (IBF) ke-18 tahun 2019 yang merupakan Pameran tahunan terbesar buku Islam digelar di Hall A dan B  Jakarta Convention Center (JCC)  Senayan Jakarta selama lima hari, 27 Februari 2019 sampai 3 Maret 2019.

“Islamic Book Fair 2019 dibuka hari Rabu 27 Maret 2019 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin. Pameran akan berlangsung hingga hari Ahad 3 Maret 2019,” ujar Ketua Panitia Islamic Book Fair (IBF) 2019, Anis Baswedan di Jakarta.

Anis menambahkan, IBF 2019  mengusung tema  “Literasi Islam untuk Kejayaan Bangsa”.  IBF 2019 diikuti  213 penerbit buku dari  Indonesia maupun mancanegara dengan 48.250 judul dan 3,6 juta eksemplar buku. “Penerbit luar negeri berasal dari Mesir, Arab Saudi ada, Malaysia, Brunei Darussalam, Turki," ucap Anis.

Ada banyak mata acara selama  IBF berlangsung.  Salah satunya adalah pemberian pengharaan Islamic Book (IB) Award untuk buku terbaik, tokoh penulis legendaris, dan Tokoh Perbukuan Islam.

IB Award untuk karya terbaik mencakup buku Islam kategori fiksi dewasa;  buku Islam kategori nonfiksi dewasa; buku Islam kategori fiksi anak;  buku Islam kategori nonfiksi anak;  buku Islam kategori terjemahan terbaik;  buku Islam kategori sampul terbaik;  buku Islam kategori ilustrasi terbaik; dan kategori lifetime achievement;  serta tokoh perbukuan Islam.  “Adapun penghargaan untuk penulis legendaris atau lifetime achievement  diberikan kepada tokoh  yang sudah berkontribusi besar dalam memajukan dan mencerdaskan masyarakat melalui buku,” ujarnya.

Anis menambahkan IBF 2019 mengangkat konsep Wisata Literasi. Pasalnya, banyak pengunjung yang tidak hanya datang untuk mencari buku, tapi juga sekalian berwisata. 


“Selain membeli buku, pengunjung juga bisa mengikuti kegiatan bedah buku, book signing, seminar, talkshow, dan kegiatan lainnya.   Tersedia pula Kids Zone yang bisa dimanfaatkan orang tua bersama buah hatinya,” paparnya.

Wakil Ketua Panitia IBF 2019, Syahruddin El-Fikri menambahkan, salah satu yang berbeda di IBF 2019 adalah adanya  midnight sale atau program belanja buku tengah malam yang memberikan diskon mulai dari 30 persen hingga 70 persen.  Midnight sale diadakan pada Jumat malam dan Sabtu malam. Pada hari biasa, pameran dibuka pukul 09.00 - 21.00. Khusus Jumat malam dan Sabtu malam, pameran dibuka pukul 09.00 - 23.00 wib.

Menurut Syahruddin, hal tersebut dilakukan karena banyaknya permintaan agar pameran diselenggarakan lebih panjang. Ia mengatakan, pameran akan dibuka pukul 09.00 sampai 21.00 WIB dengan potongan harga hingga 70 persen.  “Buku-buku di IBF pada midnight sale akan diberikan diskon hingga 70 persen.   Buku didiskon 30 persen, di midnight sale mungkin sampai 70 persen," ujar Syahruddin.

Koordinator acara IBF 2019, Abdul Hakim menjelaskan, sejumlah tokoh akan hadir mengisi acara Islamic Book Fair 2019.

Mereka antara lain Habiburrahman El Shirazy, Tere Liye, Asma Nadia, Salim A Fillah, Prof Dr Nasaruddin Umar, Ustaz  Dr Oni Sahroni, MA, Fahd Pahdepie, Ustaz Abdul Somad, Ustaz  Syarif Baraja, dan masih banyak lagi yang lainnya, baik pejabat pemerintah maupun pihak swasta.

IBF merupakan pameran buku islami yang rutin diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta.  IBF 2019 merupakan IBF yang ke-18.

Menurut Ketua Ikapi DKI Jakarta Hikmat Kurnia, market share buku-buku Islam di Indonesia sebesar 30 persen dan tiga besar yang paling diminati.

"Secara umun buku Islam itu termasuk salah satu yang banyak penggemarnya di samping masyarakat lndonesia, anstusiasme masyarakat Muslim juga baik sehingga perlu merasa harus ada wadahnya," tutup Hikmat.


                                                                                              Reporter : Arianto
Share:

Workshop Khatib dan Launching buku Khutbah Jumat Islam Penuh Rahmat



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI yang dibentuk tahun 2015 sebagai wujud tanggung jawab terwujudnya konten keislaman yang mencerdaskan di dunia perbukuan dan media elektronik menggelar "Workshop dan Launching buku Khutbah Jumat Islam Penuh Rahmat" hari Minggu,24 Februari 2019 pukul 14.00 – 20.30 wib bertempat di Hotel Sari Pacific Jl. M. H. Thamrin No.6 Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan Narasumber:

-  Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Umum MUI,
-  Dr. Imam Addaruqutni selaku Sekjen Dewan Masjid Indonesia/DMI dan
-  Drs. SolahuddinAl-Aiyub, M. Si selaku Wasekjend MUI.
-  Dr. KH. Abduh Al-Manar selaku Ketua Panitia
-  Prof. Dr. Endang Soetari selaku Ketua LPBKI-MUI

dihadiri Peserta :
-  Utusan Komisi, Lembaga dan Badan MUI Pusat,
-  Perwakilan Khatib Se Jabodetabek
-  Stakeholders LPBKI-MUI dan
-  Penerbit.

Islam diturunkan ke bumi sebagai rahmat untuk semesta alam. Itulah misi profetik yang disandang Rasulullah Saw yang tertuang dalam Al-Qur an, "Dan Aku (Allah Saw) tidaklah mengutusmu (Muhammad Saw) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.


Ketua LPBKI-MUI, Prof.Dr.H.Endang Soetari,Ad.,M.Si menyampaikan bahwa Perintah A-Qur'an agar Islam menjadi rahmat tentunya menjadi landasan bagi seluruh umat Islam untuk menjadi teladan bagaimana Islam dimanifestasikan dengan penuh nuansa kedamaian, persaudaraan, kerukunan, mempersatukan, dan meneduhkan dalam segala lini kehidupan khususnya dalam aktualisasi ritus islam itu sendiri dalam kancah pluralitas mazhab, agama, peradaban, dan suku bangsa.

Petugas khatib yang menyampaikan pesan-pesan mulia Islam di atas mimbar ibadah shalat Jumat pun menjadi bagian sangat penting bagi manifestasi Islam penuh rahmat tersebut. Sebabnya adalah pesan-pesan agung yang disampaikan para Khatib di atas mimbar disampaikan secara massif karena ibadah Jumat hukumnya wajib dilaksanakan oleh seluruh umat muslim (khususnya laki-laki). Khutbah Jumat juga bersifat rutin dilaksanakan setiap hari Jumat sehingga khutbah Jumat sangat efektif bagi media pendidikan dan pemberdayaan kualitas umat.

Dalam konteks itulah, Workshop Khatib ini digelar sebagai upaya optimalisasi peran dan kualitas Khatib dalam menyampaikan pesan-pesan ibadah Jumat untuk mengarusutamakan nilai-nilai Islam Rahmatan lil 'Alamin Islam yang ramah, wasathiyah/moderat, penuh tuntunan kemaslahatan umat dan bangsa, meneguhkan harmonisasi nilai-nilai lslam dan komitmen berbangsa-bernegara, serta memperkuat kesejahteraan umat dan bangsa Indonesia baik mental maupun spiritual. tutup Prof.Dr.H.Endang Soetari,Ad.,M.Si

                                                                                              Reporter : Arianto
Share:

Gerakan Kebangkitan Indonesia Gelar Bedah Buku Mengapa Kita Harus Kembali Ke UUD 45


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Hampir enam ratusan tokoh masyarakat yang terdiri dari para Purnawirawan Perwira Tinggi TNI – Polri, cendikiawan, aktivis organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa, hari Jum’at 15 Februari 2019 pukul 13.00 - 17.30 wib bertempat di Jakarta Theater Ballroom, Jl. Thamrin, no. 9. Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat dengan  Keynote Speaker, Dr. Hariman Siregar, berdialog dan menyampaikan aspirasi serta menyerukan agar Indonesia kembali ke Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk diadendum, serta menyertakan Pancasila sebagai dasar negara yang tercantum jelas di dalam UUD 1945 yang diadendum tersebut.

Gerakan Kebangkitan Indonesia menyerahkan rumusan hasil kajian dan dokumentasi yang dituangkan ke dalam 3 (tiga) buku kepada Delegasi besar tokoh masyarakat dalam acara Bedah Buku dengan tema  “Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945.

-  Buku Pertama “Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disertai Adendum” yang disusun oleh suatu tim terdiri dari 125 orang antara lain terdapat beberapa mantan Kepala Angkatan.

-  Buku Kedua “Bangkit Bergerak Berubah atau Punah” yang merupakan perkiraan keadaan dan ajakan untuk mengantisipasinya, yang ditulis oleh sejumlah pengamat dan dirangkum oleh Mayjen Purn Prijanto.

-  Buku Ketiga, “Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945” yang merupakan kumpulan kajian, tulisan dan pendapat dari sejumlah negarawan senior bahkan sangat sepuh antara lain Sayidiman Surjohadiprojo (92 th) dan Widjojo Soejono (91 th), para aktivis dan pakar hukum tata negara serta catatan perjuangan berbagai organisasi masyarakat dan kampus dalam memperjuangkan agar kita kembali ke Pancasila dan UUD 1945. Buku ketiga setebal 388 halaman ini dihimpun oleh aktivis dan wartawan senior B Wiwoho.

Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) adalah suatu Gerakan Moral dan Intelektual yang dicanangkan pada 7 Januari 2018 dengan visi Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Aman, Tentram, adil dan Makmur. Demi mewujudkan visi tersebut GKI mencanangkan salah satu misinya “Mengedukasi dan Mengajak Kembali ke UUD 1945 Asli untuk disempurnakan”.

Bertindak sebagai juru bicara delegasi yaitu Mayjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruky selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2003 – 2007, Jenderal TNI( Purn) Agustadi Sasongko Purnomo selaku Kepala Staf Angkatan Darat tahun 2007 – 2009, aktivis pejuang Hariman Siregar, pakar hukum tata negara, Dr. Soetanto Soepiadhy SH, MH. Serta mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat yang juga Wakil Gubernur DKI Jaya, Mayjen TNI (Purn) Prijanto.

                                                             Reporter : Arianto
Share:

Dialog Kebangsaan dengan Tema Memupuk Kesadaran Kebangsaan Dalam Bingkai KETUHANAN


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dialog Kebangsaan dengan Tema Memupuk Kesadaran Kebangsaan Dalam Bingkai KETUHANAN
Agama sejatinya adalah panduan dan peta perjalanan untuk seseorang agar sampai di tempat tujuan, menurut cara dan kemampuannya dalam memahami peta yang dipegang serta diyakini kebenarannya itu. Sehingga, selayaknya peta, ada orang yang bisa membaca dengan mudah, ada juga yang harus berusaha keras untuk bisa memahami rambu-rambu yang ada agar cepat dan selamat sampai tujuan yakni kepada Yang Maha Kuasa.

Namun dalam proses dan perjalanannya, tidak sedikit yang gagal memahami panduan yang dimiliki tersebut. Bahkan tidak jarang. pemeluk agama itu menjadikan panduan, sebagai tujuan dan melupakan Sang Pemberi tempat dimana tujuan akhir itu berada.

Akibat kekhilafan kecil tapi mendasar itu, dampak yang muncul sesudahnya tenyata sungguh di luar dugaan. Perubahan orientasi yang secara tak sadar itu telah menciptakan beragam jebakan yang pada akhirnya menggagalkan manusia kepada tujuan awal penciptaan, yaitu seperti yang dikatakan Al Qur'an, yakni menjadi Khalifah Allah Di muka Bumi.

Berdasarkan hal tersebut Yayasan NIRMANA BUMI SAHAJA menggelar Dialog Kebangsaan dengan Tema Memupuk Kesadaran Kebangsaan dalam bingkai Ketuhanan, hari Senin, 11 Februari 2019 pukul 13.00 -16.00 wib bertempat di Merak Room, JCC Senayan Jakarta Selatan. dihadiri Narasumber :
-  Jilal Mardhani
-  Drs. H. Aminudin Yakub. MA
-  Kaspudin Noor, SH MSi
-  Vasco Ruseimy, ST
-  Dr Arrazy Hasyim, MA
-  Prof. DR, Ananda Faizar, SH, MH
-  Heri Suherman, SH selaku Moderator.

Mayorítas penafsir Al Qur'an, Khalifah itu berarti Wakil Tuhan. Sebagai wakil tentu harus memahami peta serta petunjuk yang diberikan melalui Nabi atau kitab suci ini sendiri. Menjadi khalifah artinya mewujudkan apa yang menjadi kehendak Tuhan, Atau mengikuti instruksi yang sesuai dengan sifat yang dimiliki- Nya, melalui ajaran yang diberikan yang terbagi kepada sejumlah aturan, baik umum maupun khusus.

Jebakan yang tercipta secara tak sadar itu pada hakikatnya dari cara pemeluk itu memaknai tugas yang telah ditetapkan itu. Jebakan tersebut kalau ditelusuri lebih dalam, berpokok pangkal pada manusia dalam menempatkan hubungannya dengan sang Pencipta. Bermula dari Perintah-Nya yang sederhana, "Hai Manusia sembahlah Aku., dan jangan sekutu dengan yang lain. Karena pesan sederhana dan langsung itu, manusia banyak yang secara tak sadar memandang enteng atau menganggap semua sudah berjalan sesuai yang diperintahkan, padahal masih jauh.

Itu semua bisa terlihat dari apa yang banyak dilakukan saat ini. secara praktek zahir manusia memang telah menjadikan Allah sebagai sembahan tunggal dalam makna vertical. Namun jika ditelisik lebih dalam, secara bersamaan juga manusia telah mempersekutukan Nya dalam aspek horisontal. Padahal ayat lain dalam al qur'an sudah mengatakan. "manusia akan rugi jika tidak mampu menyeimbangkan hubungannya secara vertical (Hablun Minallah) dan horizontal (Hablun min Annas)".

Dari sinilah awal mula ketidakseimbangan tersebut itu bermula, Sifat bertauhid Vertikal itu tak berwujud dalam tindak horisontal. 

Banyak yang mengaku telah menjalankan perintah dalam ayat-ayat serta panduan dari Nabi. Secara kasat mata pengakuan itu dapat terlihat dari ragam perilaku sehari-hari, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan dirinya dan sang pencipta.

Namun pada saat bersamaan, kita juga melihat, manusia jenis itu tak memperlihatkan sisi lain sifat Sang Pencipta, seperti sabar, penyayang, penyantun, pemaaf kala berurusan dengan sesama makhluk, baik dengan manusia, hewan atau lingkungan. 

Bahkan pada titik tertentu, ada yang berani menjual nama Tuhan untuk kepentingan pribadi atau material atau pilihan politiknya. Atau meminggirkan Tuhan dan lebih memilih ilmu pengetahuan sebagai pengganti yang dipercaya akan mengantarkannya kepada Tuhan yang dikreasi oleh pemikiran materialistic.

Pemikiran yang lebih mengagungkan ke Aku an dalam memandang kondisi sekitar yang pada akhirnya berujung pada hitungan untung rugi. Hitungan untung rugi itu terlihat dari sikap jiwa atau spiritualitas pelaku yang menempatkan keyakinannya sebagai berhala (tujuan. Red). Pada level lebih rendah, berhala ilmu pengetahuan, diikuti oleh hedonisme kapitalis media yang semuanya bermuara pada berhala egoism (keakuan).

Pemikiran dan ide materialistis tersebut tak hanya terjadi pada ilmu-ilmu yang sifatnya sekuler, untuk disiplin sifat ukhrawi, atau berurusan dengan akhirat, fenomena sama juga mulai banyak terjadi. Namun untuk ilmu terkait akhirat ini kesannya jauh lebih halus dan canggih dalam mendorong manusia untuk menjadi penyembah berhala ilmu tadi.

Jebakan penyembahan berhala ilmu akhirat tadi berawal dari sikap penganutnya dalam menjalani praktek praktek keberagamaan. Seperti disinggung pada paragraph pertama bahwa agama adalah jalan yang hakiki panduan menuju sang pencipta. Maka jalur yang tersedia tidak Cuma satu, melainkan belasan bahkan puluhan, untuk sama-sama menuju SATU tujuan akhir.

Sebuah jalan yang ditempuh sang musafir, bisa berbeda dengan proses serta jalur yang dimiliki oleh musafir lain. Karena sifatnya yang beragam, maka si musafir tak bisa mengklaim bahwa jalannya adalah yang paling benar dan jalan yang ditempuh secara berbeda oleh pihak lain adalah salah.

Ide serta klaim merasa paling benar inilah yang sedang marak terjadi di republik. ini yang celakanya justru konon dilakukan oleh para pemuka atau mereka-mereka yang semestinya bertindak menjadi pencerah untuk mereka yang merasa ragu-ragu dengan jalan yang sedang ditempuh. 

Pencerahan yang dimaksud adalah, menjadi pembimbing bagi ummat yang tidak hanya perlu mendapat panduan jelas, namun juga membuka wawasan untuk tidak bersikap picik atau dangkal dalam menjalankan fungsinya dalam mencapai tujuan akhir yang sama-sama diharapkan.

Karena sikap pemberhalaan material dan non materi tadi, adalah jebakan lebih lanjut dari cara beragama atau cara memaknai panduan secara lugu ala anak Sekolah Dasar. Maka disinilah peran dan tanggungjawab besar harus disadari ada di pundak banyak pihak. Mulai dari pemerintah yang sudah harus berpikir tentang cara mengajak para pimpinan ummat, pimpinan politik, ormas, pengusaha untuk bersama-sama dengan masyarakat menjalankan tugas dan fungsinya secara benar dan tepat tentang ayat, "Khalifah Tuhan di Muka Bumi".

                                                                Reporter : Arianto

Share:

Peluncuran Buku Serial Literasi Agama Untuk Remaja


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Peluncuran buku ini merupakan puncak dari rangkaian acara Festival Keragaman yang dilakukan di Bandung (14 Desember 2018), Jogjakarta (15 Januari 2019), dan Padang (26 Januari 2019). Kedua buku ini merupakan Serial literasi Agama untuk Remaja dalam rangka mengedukasi nilai-nilai keragaman lndonesia bagi generasi milenial.

Peluncuran Buku MEYAKINI MENGHARGAI DAN MERAYAKAN KERAGAMAN digelar hari senin, 28 Januari 2019 pukul 15.00 - 18.00 wib bertempat di Auditorium Perpusnas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No.11 Gambir, Jakarta Pusat dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Yudi Latief selaku Pemikir Kebangsaan.

Indonesia kini "diberkahi" 90 juta milenial. Artinya generasi milenial memiliki peran penting untuk masa depan negeri ini. Wajah masa depan Indonesia tergantung dari pandangan, interaksi, dan nilai-nilai yang diserap generasi milenial negeri ini. Sayangnya, generasi milenial negeri ini masih rentan dengan pertarungan hoaks, isu intoleransi, sikap-sikap antikeragaman, dan riuhnya ujaran kebencian. Terlebih lagi, dinamika di media sosial turut memengaruhi persepsi generasi milenial dalam membangun cara pandang serta melihat masa depan negeri ini.

Dengan latar belakang yang masih rentan tersebut, kami selaku Penerbit Expose (Mizan Group) bersama PPIM Universitas Islam Negeri Jakarta, dan Convey lndonesia terpanggil untuk menerbitkan buku bernutrisi keragaman Indonesia untuk generasi muda (milenial) Indonesia. Kami sekadar mengingatkan generasi muda bahwa Bangsa Indonesia sebetulnya telah memiliki "DNA Keragaman" dengan budaya dan sejarah keragaman dan kerukunannya yang begitu panjang.
Indonesia adalah negeri paling majemuk, paling toleran, tapi juga dengan keunikannya menyimpan potensi disharmoni. Faktanya, lndonesia dihuni 1340 suku bangsa, memiliki 742 bahasa, ada 6 Agama Resmi dan 187 Penghayat Kepercayaan atau agama lokal. Terlalu majemuk bukan? 

Wajarlah jika ada yang berpikir bahwa keragaman yang sangat tinggi ini menyimpan potensi disintegrasi yang juga sangat tinggi. Apalagi Indonesia bukan negara daratan, melainkan negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan yang luas.

Namun, kekuatiran itu menjelma ketakjuban ketika Anda membaca dua buku terbaru kami, yakni Meyakini Menghargai dan Merayakan Keragaman terbitan Expose (Mizan Group), PPIM UIN Jakarta, dan Convey Indonesia.


“Simfoni" Keragaman Indonesia

Ketika membaca kedua buku ini, kita akan menemukan keajaiban dari kemajemukan Indonesia pada halaman-halaman awal buku Meyakini Menghargai. Kita disajikan banyak fakta yang semuanya menyimpulkan betapa ajaibnya lndonesia. Bayangkan, Eropa merupakan daratan, tetapi mereka ”terpecah" menjadi 50 negara.

Di belahan lain, mereka hidup di satu daratan yang luas, dengan satu bahasa, satu agama, tapi terus bertikai dan berperang sampai hari ini. Timur Tengah salah satu contohnya. 

Menariknya, dibandingkan Eropa dan Timur Tengah, kemajemukan Indonesia Iebih kompleks, tetapi negeri ini tetap bertahan dan nyaris tidak ada ancaman disintegrasi yang serius.

Artinya keragaman atau kemajemukan itu bukan pemecah, malahan pemersatu. ibarat orkestra, kemajemukan itu menciptakan simfoni yang indah, yang bisa dinikmati kemerduannya bersama-sama. ltulah message besar yang hendak disampaikan kedua buku yang dikemas secara menarik dan popular ini. Buku ini ditujukan untuk pembaca milenial, sehingga kemasannya pun sengaja dibikin ringan, baik bahasa maupun artistik lay out-nya.

Kedua buku ini hadir di saat yang tepat, mengisi kerinduan publik akan buku-buku toleransi dan kerukunan umat beragama yang cocok dan friendly bagi kalangan milenial. Menguatnya budaya hoax dan pemikiran radikal yang antikemajemukan, dapat menjadikan kedua buku ini sebagai media edukasi alternatif.

Pendekatan narator dengan "melibatkan” karakter setiap pemeluk agama membuat penyajian materi dalam buku ini terasa unik, menarik, dan mudah dimengerti. Pembaca akan mengetahui ajaran, konsep ketuhanan, kitab suci, hari raya masing-masing agama dan aliran kepercayaan. Buku ini dilengkapi ilustrasi, foto dan aplikasi virtual reality UID360 yang berisi wisata religi dan bisa diunduh di Google Playstore secara gratis sehingga membuat buku ini semakin asyik dinikmati.

Buku ini merupakan oase bagi semua pemeluk agama : satu buku untuk semua agama. Seorang pemeluk agama tidak hanya mengentahui agamanya saja, tapi juga dapat mengetahui agama dan aliran kepercayaan lainnya. Hanya dengan mengetahui agama lain akan muncul rasa empati dan saling menghargai. Harapan kami akan tercapai cita-cita #MeyakiniMenghargai dalam Keragaman Indonesia.
  
                                                              Reporter : Arianto
Share:

Peluncuran Buku Panduan Praktis Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi menjadi tantangan tak terelakkan saat ini. Kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi, berkolaborasi, mengembangkan kreativitas dan inovasi serta kemampuan kepemimpinan merupakan kompetensi yang dibutuhkan ditengah tantangan zaman. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai model pembelajaran yang bertumpu pada kekayaan kearifan lokal dipandang mampu menjadi solusi alternatif untuk mempersiapkan generasi emas di Indonesia tahun 2045.

Wahana Visi Indonesia (WVl) menggelar Peluncuran Buku Panduan Praktis Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual hari Selasa, 22 Januari 2019 pukul 09.00 – 12.00 wib bertempat di Gedung A Lt 2, Ruang Seminar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia. dihadiri Narasumber :
Dr.Arie Budhiman M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter, Kemendikbud mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),
-  Patrisius Pederiko selaku Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Sikka,
-  Aspansius, S.IP, M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Landak,
-  Yusuf MT selaku LPMP Provinsi Sumatra Utara,
-  Amiruddin, M.Pd. selaku LPMP Provinsi Papua dan
-  Mega Indrawati selaku Education Team Leader, WVI.

Wahana Visi Indonesia (WVl) sebagai yayasan kemanusiaan fokus anak, turut berupaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satunya melalui program pendidikan karakter kontekstual di 18 wilayah dampingan WVI di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di lndonesia. Upaya dan pengalaman WVI sejak tahun 2009 berkecimpung di program pendidikan karakter kontekstual telah berhasil mendokumentasikan berbagai modul pelatihan dan buku panduan untuk para guru. "Berdasarkan pengalaman kami di lapangan, WVI berinisiatif memformulasikan strategi penerapan pendidikan karakter kontekstual ke dalam versi yang lebih generik. Diharapkan buku Panduan Praktis Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual ini dapat menjadi salah satu rujukan bagi penggiat pendidikan dalam penerapan penguatan pendidikan karakter di skala nasional terutama di wilayah, ujar Mega Indrawati.

PPK merupakan salah satu prioritas pemerintah saat ini. Prioritas ini lantas diterjemahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Untuk itu, mewakili Kemendikbud, Arie memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang secara aktif memberikan kontribusi terhadap implementasi PPK utamanya di daerah 3T. "Kami mengapresiasi komitmen dan konsistensi WVI dalam implementasi PPK di wilayah 3T dampingan WVI hingga akhirnya buku Panduan Praktis Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual yang dibuat berdasarkan pengalaman langsung dari sekolah, para guru, dan masyarakat dapat rampung dan dipublikasikan. Kiranya buku ini dapat mendorong pemangku kepentingan di sektor pendidikan untuk memiliki tujuan yang sama dalam implementasi PPK di Indonesia," ujar Arie.

Selaras dengan apa yang telah disampaikan oleh perwakilan Kemendikbud, pihak Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) diwakili oleh LPMP Sumatera Utara memberikan dukungannya bagi implementasi PPK dan buku panduan ini "Ada 5 karakter utama yang hendak ditumbuhkan kepada peserta didik melalui PPK, yakni religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Dalam konteks LPMP, integrasi nilai-nilai karakter tersebut dalam kegiatan pembelajaran menjadi prioritas. LPMP sebagai salah satu lembaga implementer PPK di Indonesia, berharap melalui buku yang dilengkapi dengan praktik baik dan mudah dipahami ini mampu digunakan bagi para pelaku implementer PPK di daerah-daerah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan terciptanya generasi Indonesia yang berkompetensi unggul yang dibarengi dengan keunggulan dan keseimbangan dari sisi olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga," disampaikan oleh Yusuf MT.D itambahkan oleh Amiruddin bahwa dalam konteks Papua, masih banyak anak-anak yang putus sekolah. 

Penyebabnya antara lain karena kurikulum dan materi kegiatan belajar yang tidak sesuai dengan lingkungan hidup anak sehingga tidak merangsang gairah belajar untuk mengoptimalkan kreativitas dan daya imajinasi anak. Untuk itu, PPK yang dikemas dalam buku panduan ini diharapkan mampu mendukung setiap guru untuk mengembangkan kegiatan belajar berbasis kearifan lokal.

Peluncuran buku Panduan Praktis Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan mutu pendidikan dan generasi penerus negara Indonesia yang siap menghadapi tantangan global. Keterlibatan pemangku kepentingan di dunia pendidikan, keluarga, guru, dan masyarakat menjadi mutlak diperlukan untuk keberhasilan implementasi program pendidikan karakter kontekstual sebagai modal awal revolusi mental dan perwujudan generasi emas Indonesia 2045.
                                                               

                                                             Reporter : Arianto

Share:

Neona gadis cilik Nola B3 launching buku KIDS ZAMAN NEO di Gramedia Matraman Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Neona yang memiliki nama lengkap Anodya Shula Neona Ayu merupakan gadis cilik nan energik dari pasangan Riafinola Ifani Sari (Nola B3) dan Baldy. Neona mengikuti jejak sang ibu yang merupakan personel kelompok vokal B3, juga jejak sang kakak, Naura, untuk terjun di dunia musik.

Neona mulai mencuri perhatian saat ikut tampil pada konser dongeng musikal Naura yang telah digelar pada bulan Oktober 2015 di TIM Jakarta dan konser dongeng musikal 2 di Ciputra Artpreneur pada bulan Februari 2017 lalu. Dalam konser tersebut, Neona tidak hanya ikut tampil bernyanyi, tapi juga berakting, menari, hingga gymnastic.


Pada usianya yang masih 9 tahun, Neona sudah merilis tiga single lagu, yaitu Aduh Neik, Ada Deh, dan warbiasyak. untuk para penggemar dan anak-anak seusianya, Neona akan terus menghasilkan karya-karya musik yang menginspirasi.


Acara peluncuran Buku "KIDS ZAMAN NEO" karya Neona digelar hari sabtu,15 Desember 2018 pukul 10 30 - 13 00 wib bertempat di Gramedia Matraman Jakarta, dihadiri Neona selaku penulis buku, keluarga Neona, dan beberapa tamu undangan. Neona juga menyanyikan dua lagu.


Buku "KIDS ZAMAN NEO" ditujukan untuk memberi inspirasi kepada anak-anak Indonesia. Dalam buku KIDS ZAMAN NEO, Neona membagikan ceritanya bersama kedua orangtuanya dan dua kakaknya Naura dan Bevan. 

Tak hanya itu, Neona juga bercerita tentang keseruan dalam kesehariannya menjalani latihan bernyanyi dan menari bersama para pelatih dan teman-teman DNEO. Kolom activity dalam buku bisa diisi oleh anak dengan didampingi orangtua. Selain itu, Neona membagikan tips-tips sederhana dan fun tentang banyak hal.

                                                                    Reporter : Arianto

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini