Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Launching Album. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Launching Album. Tampilkan semua postingan

Peluncuran OST Film IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Musik merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah film. Baik itu lagu maupun musik latar, keduanya membangun suasana atau mood dalam film. Dari adegan sedih menjadi ceria, dari suasana tenang menjadi adegan mencekam. Semuanya itu bisa terbangun lewat musik.

Pentingnya unsur ini membuat Enest Prakasa tidak main-main dalam memilih musisi yang akan diajak bekerja sama untuk mengisi lagu atau musik dalam filmnya. Setelah The Overtunes, Jaz, hingga lsyana Sarasvati, kini Ernest menggaet Fiersa Besari untuk mengisi soundtrack IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan melalui sebuah lagu berjudul "Pelukku untuk Pelikmu" dan Audrey Tapiheru dengan lagunya berjudul "Cermin Hati". Tidak hanya itu, Reza Rahadian yang memerankan Dika dalam film ini turut menyumbangkan suaranya lewat lagu "Sempurna/Tak Sempurna."

Ernest Prakasa, Sutradara dan Penulis Naskah mengatakan, Saya pecinta karya-karya Fiersa Besari. Keistimewaannya terletak pada lirik-liriknya yang lugas, namun puitis. Sementara untuk Audrey, ia merupakan salah satu vokalis perempuan terbaik Indonesia.

"Kemampuannya dalam menyampaikan nyawa sebuah lagu sangatlah mengagumkan. Saya yakin, keterlibatan mereka dalam mengisi soundtrack film ini akan memberi warna tersendiri," ujar Ernest dalam konferensi pers di Hong Kong Cafe Jl. Sunda No.5, Menteng Jakarta. Selasa (29/10)

Fiersa Besari, Penyanyi dan Pencipta Lagu menuturkan, Bagi saya, Ernest Prakasa bukanlah sutradara yang bisa dianggap remeh. Film-filmnya mampu membekas di hati saya. Lucu, tapi juga ada momen nyess-nya. Makanya sewaktu dihubungi untuk mengisi soundtrack, kaget sekaligus senang. Apalagi, saya juga diberi kesempatan bekerja sama dengan Ifa yang waktu itu baru mendapat penghargaan atas karyanya di Keluarga Cemara.


Terbiasa dengan lirik-lirik puitis, Fiersa mengira bahwa lagu yang dibuatnya akan menghiasi adegan-adegan sendu, galau, dan sedih. "Tenyata, saya "ditugaskan" membuat lagu yang memberi semangat kepada orang-orang yang mendengarnya. Ini benar-benar tantangan bagi saya. Lagu saya bercerita dari sudut pandang pasangan si karakter protagonis yang berusaha selalu mendukung dan melíhat apa adanya.

"Seru" adalah kata yang dipakai Fiersa saat menggambarkan bagaimana lagu "Pelukku untuk Pelikmu" ini tercipta. "Dua kali saya mengirimkan nada dan lirik kepada Ernest dan Meira. Meski tidak dungkapkan secara langsung, tapi saya merasa kalau mereka masih kurang sreg. Kebetulan, saat itu saya baru pindah rumah, jadi tidak bisa fokus membuat lagu karena ramai orang-orang yang membantu pindahan. Saat saya mengatakan hal ini kepada istri, istri saya juga ikut-ikutan kesal, sehingga kami pun Jadi bertengkar. Tapi, karena bertengkar gara-gara hal sepele ini, saya Jadi melihat dari sudut pandang istri saya dan akhirnya berhasil menciptakan lagu yang disukai Ernest dan Meira."

Audrey Tapiheru pun juga senang bisa terlibat dalam film ini, setelah sebelumnya mengisi soundtrack Cek Toko Sebelah bersama Gamaliel dan Cantika dengan menyumbangkan lagu berjudul "Berlari Tanpa Kaki". Kini, Ia menantang dirinya sendiri menyanyikan lagu balada secara solo yang berjudul "Cermin Hati" untuk mengisi soundtrack IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan.

Selain itu, kata Audrey, Aku senang sekali bisa kerja dengan Kak Ernest untuk kedua kalinya dan yang pertama kali dengan Kak Ifa karena sangat terbuka dan penuh ide-ide. Yang pasti, aku tidak merasa di bawah tekanan. Pengerjaannya memakan waktu dua hari. Lagu pertama ditolak karena kurang lirih. Untunglah, lagu kedua diterima.

Inspirasi pun digali Audrey dari draft akhir naskah yang dikirimkan dan ia baca sampai habis. Dari situ, muncullah lagu "Cermin Hati" yang mengisahkan seorang perempuan yang sadar bahwa kesempurnaan bukanlah segalanya. "Inspirasinya dari naskahnya. Lagu ini mengisahkan seorang perempuan yang berada di titik saat dia tidak mengenali dirinya lagi. Tidak apa-apa untuk tidak sempurna. Dengan ketidaksempurnaan pun, kita tetap bisa bahagia."

Tidak hanya Fiersa dan Audrey, Ernest pun mempercayakan aransemen musik film ini kepada Ifa Fachir, yang sukses mengadu-aduk perasaan penonton lewat Keluarga Cemara, dan Dimas Wibisana. Sentuhan seperti apakah yang dihadirkan Ifa dan Dimas kali ini? "Film ini diberikan sentuhan musik yang mengambil referensi dari "feel good movies dengan genre serupa (komedi romantis). Rasa yang ingin disampaikan secara garis besar adalah "feel good', "hangat dan "percaya diri", tentunya dengan sentuhan "lucu, tapi romantis dan menyenangkan". Untuk membuat scoring dan lagu-lagu dalam film ini, saya terinspirasi dari cerita dalam IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan serta merupakan hasil kolaborasi dan diskusi antara saya, Dimas, Ernest, dan Meira. Dari sutradara dan penulis sudah ada gambaran referensi, dilanjutkan dengan saran referensi lanjutan dan akhirnya diterapkan dalam komposisi scorlng-nya," pungkas Ifa. (Arianto)




Share:

MALIQ & D'Essentials: Essential Hits Recorded Live in London Rilis September 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Untuk merayakan 17 tahun berkarya di industri musik, MALIQ & D'Essentials merekam lagu-lagu hits single mereka di studio yang telah membesarkan nama band The Beatles yaitu Abbey Road Studio, London pada bulan Februari lalu.

Tepat pada tanggal 1 September 2019, sebuah DVD dengan tajuk MALIQ & D'Essentials: Essential Hits Recorded Live in London telah rilis berkat kerjasama dengan Jagonya Musik dan Sport Indonesia dan sudah bisa didapatkan di seluruh gerai KFC se-Indonesia.

Album DVD ini diproduksi oleh Organic Records dan POP HARI INI bekerjasama dengan Signature Music Indonesia dan merupakan sebuah rangkaian dari perayaan ulang tahun MALIQ & D'Essentials yang selanjutnya akan dikuti oleh konser tunggal pada awal tahun 2020.

Widi Puradiredja mengatakan, Dengan total durasi 73 menit, DVD ini berisi 12 video live performance dan interview eksklusif para personil tentang cerita dibalik masing-masing lagu tersebut serta cerita-cerita seru tentang perjalanan MALIQ & D'Essentials selama 17 tahun. Lagu hits seperti Terdiam, Dia, Pilihanku, dan Setapak Sriwedari dipastikan ada di dalam tracklist. Tak lupa juga satu lagu terbaru yaitu Seja Teduh Pelita yang menjadi track nomor 19.

"Rekaman di Abbey Road menjadi salah satu dari mimpi terbesar dari MALIQ & D'Essentials sejak dulu. Ini mengapa rekaman ini menjadi sangat spesial selain dari merayakan 17 tahun MALIQ & D'Essentials," ungkap Widi dalam konferensi pers di KFC Kemang, Jakarta. Rabu (11/9)


Menurut Widi, Seluruh lagu di sesi rekaman ini digarap dengan baik oleh Andrew Dudman sebagai Recording Engineer dan Geoff Pesche sebagai Mastering Engineer.

Sebagai seorang mastering engineer, lanjut Widi, Geoff Pesche adalah nama yang berpengaruh di industri musik, terutama di Inggris. Karyanya banyak terdengar di banyak album musik pop lintas genre dari Gorillaz, Coldplay, Basement Jazz sampai Kylie Minogue dan Dizzee Rascal. Beberapa karyanya yang paling populer adalah single hit dari New Order - Blue Monday juga album hit Brothers In Mars mlik Dire Straits.

Menariknya, kata Widi, Andrew Dudman sendiri adalah seorang Senior Recording Engineer yang telah menghabiskan 21 tahun pengalamannya sebagai seorang engineer di Abbey Road. Penerima Pro Sound News Award di tahun 2014 sebagai Engineer of The Year ini telah mengerjakan banyak proyek dari scoring termasuk musik. Beberapa musisi pop seperti Gary Barlow, Robbie Williams, Elbow dan Underworld adalah satu dari sekian nama musisi yang pernah bekerjasama dengan Andrew.

"Saya sangat bangga dan senang bekerjasama dengan MALIQ & D'Essentials untuk DVD musik pertama yang kita rilis di KFC Indonesia, saya harap ini akan menjadi permulaan yang bagus untuk kedepannya" ungkap Steve Lillywhite selaku CEO Jagonya Musik & Sport Indonesia.

Dirilisnya DVD MALIQ & D'Essentials: Essential Hits Recorded Live In London ini menjadi catatan sejarah dari band yang berdiri sejak 2001 ini. Tertebih, DVD ini juga sekaligus menjadi kado bagi D'Essentials (fans mereka) tak terkecuali penikmat musik di tanah air untuk bisa menikmati dan mengapresiasi karya dari MALIQ & D'Essentials," tutup Steve. (Arianto)

Share:

Cokelat Luncurkan Single Terbaru, “ANAK GARUDA”


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
COKELAT semakin konsisten memposisikan diri sebagai band yang selalu berusaha menginspirasi para penggemar dan pendengarnya untuk menjaga rasa nasionalisme yang tinggi dan memupuk kebanggaan terhadap negara kesatuan Indonesia. Setelah selama ini dikenal luas lewat lagu “Bendera” yang kini sudah menjadi anthem ‘sejuta umat’ serta single “Garuda” yang dirilis pada 2017 lalu, kali ini band yang dihuni formasi EDWIN MARSHAL SYARIF (gitar), RONNY FEBRY NUGROHO (bass), JACKLINE “J” ROSSY (vokal) dan AXEL ANDAVIAR (drum) tersebut merilis single baru bertajuk “ANAK GARUDA”.

Sebenarnya, “ANAK GARUDA” ini bukan murni lagu baru, melainkan sebuah karya lagu ciptaan Julianto Eka Putra - pendiri Yayasan Selamat Pagi Indonesia (YSPI) yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur - yang lantas didaur ulang oleh COKELAT dengan gaya khasnya, atas permintaan YSPI tersebut. “ANAK GARUDA” merupakan lagu tema (theme song) yang dipersiapkan untuk kebutuhan film layar lebar bertajuk “ANAK GARUDA”, yang rencananya bakal dirilis pada Januari 2020 mendatang.

Ihwal kolaborasi COKELAT dengan YSPI sendiri berawal dari pertemuan tak terencana antara Ronny Febry Nugroho dengan pihak YSPI. Kebetulan, saat itu, YSPI sedang menyiapkan pembuatan film yang bercerita tentang impian anak-anak Indonesia berprestasi, anak-anak dari latar belakang kurang beruntung, yang akhirnya bisa mencapai impiannya di bawah arahan yayasan tersebut sehingga bisa menjadi manusia-manusia yang terdidik.

“Yayasan ini punya sekolah gratis yang mendidik anak muda Indonesia sampai bisa mencapai jenjang pendidikan tinggi, mereka berasal dari berbagai agama, ras, dari berbagai daerah di Indonesia. Saat pertama kali gue mendengar kabar kolaborasi ini tentunya sangat tertarik. Dan ternyata, obrolan selanjutnya, tim mereka juga bikin lagu yang berjudul ‘Anak Garuda”, dan lagunya keren banget. Dan akhirnya materi itu gue bawa ke COKELAT, dan kami semua excited untuk mengerjakannya,” ungkap Ronny semangat.


Bagi yang sudah akrab dengan lagu-lagu hits COKELAT sebelumnya, dijamin bakal langsung bisa mengenali karakter kuat COKELAT di olahan aransemen “ANAK GARUDA”. Tidak hanya enerjik dan mengobarkan semangat, namun juga mudah dicerna dan mengundang sing a long saat digaungkan di panggung. Namun di sisi lain, aransemen komposisinya juga terdengar semakin matang dan dewasa, berkat sentuhan ‘ajaib’ Irwan “Opung” Simanjuntak, produser yang sebelumnya juga memoles lima single terakhir COKELAT, yakni  “Dikhianati”, “Cinta Matiku”, “Garuda”, “Peralihan Hati” dan “5 Menit 5 Tahun”.

“Lagu ini berkarakter rock alternatif, menyajikan aransemen yang variatif, memperdengarkan berbagai bentuk bagan per bagan lagu khas ala COKELAT. Sebuah lagu energik bertema nasionalisme. Khusus untuk gitar,, sound fills dan riff  sound mewarnai lagu ini. Bagian solo gitar diisi dengan hal yang berbeda. Kesatuan musik dan vokal lagu ini bertujuan untuk membuatnya menjadi dinamis, agar pendengar bisa tumbuh rasa semangat dan bangga terhadap Garuda, tumbuh percaya diri sebagai anak Indonesia,” papar Edwin,

Bagi COKELAT, proyek ini benar-benar dipersembahkan buat Indonesia. Apalagi, momennya sangat pas, karena dirilis di Agustus, sehingga bisa diperdengarkan saat bangsa Indonesia tengah bersuka-cita memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-74.

“Kami di COKELAT,” lanjut Ronny lagi, “Sangat percaya bahwa niat baik akan selalu menemukan jalannya tersendiri. Terbentuk dengan caranya sendiri. Kami tak pernah merencanakannya, tiba-tiba bertemu, dan kita berdua (dengan YSPI) punya niat yang sama untuk membangun Indonesia. COKELAT meyakini, sebagai orang Indonesia, kita harus berkontribusi untuk bangsa kita. Karena COKELAT musisi, jadi yang bisa kita lakukan paling nyata adalah lewat musik. Mudah-mudahan hasil kolaborasi ini bisa menjadi penyemangat lagi, setelah bangsa kita sempat ‘terpecah terbagi dua’. Bisa menjadi satu lagi, menjadi ‘Anak Garuda’ yang tidak memandang perbedaan, maju sebagai bangsa yang kuat dan hebat, menjadi bangsa yang bisa kita banggakan.”

Saat ini, “ANAK GARUDA” yang diluncurkan melalui PRO M - label terbaru COKELAT - sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital. (Arianto)



Share:

Ikatan Alumni ITB Launching Lagu HARI BARU di JCC Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Di bulan kemerdekaan Republik Indonesia, kelompok bernama GANESWARA mempersembahkan sebuah lagu berjudul HARI BARU. Peluncuran karya ini dilakukan bertepatan dengan acara bertajuk Indonesianisme Summit, sebuah acara tahunan yang digelar oleh Ikatan Alumni ITB, yang pada tahun ini diadakan pada tanggal 13-14 Agustus 2019 di Jakarta Convention Center. Menandai
peluncurannya, videoklip lagu karya kelompok GANESWARA ini pertama kali diputar untuk umum dalam pembukaan acara Indonesianisme Summit.

When words fail, music speaks. Jika kata tak mampu lagi bersuara, maka musik yang akan berbicara. Sebuah rangkaian kata dari penulis H.C. Andersen ini menyampaikan arti bahwa pesan melalui musik bisa menyeruak diantara keriuhan kata yang kehilangan makna.


Toni Sianipar, Pencipta Lagu mengatakan, di saat Indonesia menuntaskan proses demokrasi pemilu yang sangat menghabiskan energi fisik maupun pikiran, banyak yang terpanggil untuk ikut melakukan sesuatu menyambut hari baru bagi negeri tercinta. Banyak keinginan untuk berbicara memberi pesan dan ajakan, memberi kata-kata penyemangat. Namun jagat pikiran bangsa kita masih menyimpan jutaan kata yang terlanjur terlontar, mencabik, memecah dan membuat begitu banyak hati dan fikiran terluka.

"Beberapa bulan yang lalu beberapa orang alumni ITB berbincang tentang keinginan memberi bagi negeri. Spontan timbul ide kecil yang terus meningkat menjadi serius untuk menyumbangkan pemikiran melalui lagu. lde ini segera dilemparkan ke beberapa komunitas di lingkungan Alumni ITB dan tanggapannya luar biasa," demikian penjelasan dari Toni Sianipar ketika bercerita mengenai awal gagasan ini lahir. Gagasan ini mendapat sambutan dari berbagai pihak, ditunjukkan melalui kegiatan untuk bergabung, dukungan pemikiran, dukungan fasilitas bahkan hingga kesediaan mendukung dengan dana dan yang kemudian bergulir menjadi satu gerakan "Panggilan Negeri".


Nama "Panggilan Negeri" ini muncul karena motivasi terbesar yang mengiringi terbentuknya gerakan tersebut adalah menyambut panggilan untuk memberi bagi negeri, dalam bentuk apapun. "Semangat memberi ini dilatarbelakangi pada kesadaran bahwa kita semua sudah menerima begitu banyak dari negeri tercinta, dan kini adalah saat untuk memberi," ujar Toni dalam jumpa pers di Media Room Jakarta Convention center, Jakarta. Rabu siang (14/8)

Proses kreatif dari bergulirnya ide hingga melahirkan suatu karya lagu ini pun berjalan dalam waktu yang relatif singkat. Lanjut Toni, Tak mau tanggung-tanggung, proses lanjutannya yaitu pembuatan video clip pun dikerjakan hanya dalam waktu seminggu. Bagaikan Bandung Bondowoso, kelompok GANESWARA ini sudah mewujudkan karya sebuah lagu lengkap dengan video-klipnya.


Menurut Toni, Lagu HARI BARU adalah ajakan bagi Indonesia untuk meninggalkan silang sengketa. Mengucapkan kata cinta, memadahkannya menyambut warna-warni fajar baru, harapan baru bagi negeri. HARI BARU adalah juga ajakan bagi Indonesia untuk teguh bersatu dalam tekad menuju Indonesia yang jaya. Ajakan ini disampaikan lewat nada serta harmoni yang terasa modern dan akrab di bawah arahan musik Erwin Badudu, dialunkan lewat suara penyanyi-penyanyi solo antara lain Annissa, Ferina Widodo, rocker Candil, dan disambut barisan koor dari berbagai generasi dan kalangan.

"Kelompok musik GANESWARA saat ini beranggotakan tak kurang dari dua ratusan Alumni ITB pencinta musik, musisi amatir dan profesional yang ingin ikut berperan dalam produksi lagu dan video ini. Konseptor, pencipta lagu, pengarah musik, musisi, penyanyi, penampil, pendukung dana, team produksi musik dan video, semua bertekad untuk menyampaikan pesan lagu ini ke seluruh negeri, suatu pesan optimisme menyambut kejayaan Indonesia," tutup Toni. (Arianto)




Share:

DJ Dipha Barus Rilis Single Terbaru “You Move Me”


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Disc Jockey (DJ) multitalenta Dipha Barus berkolaborasi dengan penyanyi Monica Karina merilis single terbaru bertajuk “You Move Me” hari Jumat siang, 19 Juli 2019 bertempat di Arena Gelora Bung Karno, Jakarta. Dalam “You Move Me”, Dipha menyertakan frekuensi sound healing yang dominan, dengan harapan bisa membantu pendengarnya kembali ke diri mereka masing-masing.

Dipha Barus mengatakan, Berangkat dari pengalaman berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, Dipha menemukan pandangan bahwa proses menemukan suara hati dan diri sendiri–yang ia sebut dengan analogi move in, tidak kalah penting dibanding move on.


“You Move Me” merupakan rilis perdana Dipha di bawah naungan label dance music global terkemuka Ultra Records. Dipha mengungkapkan, dia telah menandatangani kontrak kerja sama berdurasi satu tahun dengan perusahaan independen yang berpusat di kota New York, Amerika Serikat. Ultra Records merupakan label yang menaungi rilisan-rilisan dari musisi dance music ternama dunia, seperti Steve Aoki, Calvin Harris, Above & Beyond, dan Benny Benassi.

“Lagu “You Move Me” saya buat sebagai analogi untuk merapikan diri sendiri atau move in. Supaya kita bisa lebih mendengar yang ada di dalam hati, untuk memutuskan tindakan di kehidupan keseharian kemudian,” jelas Dipha.


Menurut Monica, lagu “You Move Me” adalah lagu tema (soundtrack) yang kita bisa nyanyikan untuk semua yang kita sayangi, untuk seluruh hal yang kita yakini, dan yang paling penting, untuk diri kita sendiri.

Selain itu, lanjut Monica, setiap individu perlu mencintai diri sendiri dan menerima kondisi mereka sepenuh hati, sebelum mampu melakukan dua hal tersebut kepada orang lain di sekeliling mereka.

"Melalui lagu ini, diharapkan adanya elemen sound healing, bisa menginspirasi pendengar untuk mulai proses move in," tutup Dipha. (Arianto)



Share:

Peluncuran Alat Bantu Daring untuk Anggota Parlemen tentang Kebebasan Beragama serta Berkeyakinan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Anggota DPR RI Eva Kusuma Sundari hari Senin, 1 April 2019 menyumbangkan bahan-bahan alat bantu daring (online toolkits) tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan. Eva Sundari adalah Ketua Kaukus Pancasila DPR RI yang juga Anggota Dewan Kehormatan ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR) sekaligus anggota Steering Group International Panel of Parliamentarians for Freedom of Religion or Beliefs (IPPFoRB). Selama ini dikenal aktif memperjuangkan isu-isu kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB).

Acara yang digelar di Media Center DPR-RI pada pukul 10.00 hingga 12.30 wib tersebut dihadiri Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sebagai pembicara kunci dan narasumber Bobby Adhityo Rizaldi, SE, MBA. CFE, Dra, Eva Kusuma Sundari, M.A.Mde, Dra. Hj. Lena Maryana Mukti, Desi Hanara, Lc, LL dan Meity Magdalena Ussu, SE., MBA.

Dalam acara tersebut, bahan-bahan daring yang telah diperkenalkan kepada anggota parlemen dan pemangku kebijakan terkait di beberapa forum di Manila, Bali, Kuala Lumpur dan Singapura diharapkan dapat diperluas pengenalannya di Indonesia.

Dengan sumbangan bahan-bahan tersebut diharapkan di bawah kepemimpinan Ketua DPR saat ini parlemen Indonesia dapat berkontribusi menjadi pusat ilmu keparlemenan, sehingga terbangun tradisi intelektual di DPR, dalam hal ini melalui sarana daring. Modul-modul yang ada dalam bahan-bahan itu saat ini belum tersedia dalam bahasa Indonesia. Karena itu, dengan peluncuran ini berbagai bahan itu diharapkan bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


Online toolkits ini merupakan kulminasi dari proyek bersama APHR dan National DemocraticbInstitute (NDI) terkait KBB yang bertujuan untuk meningkatkan peran anggota parlemen dalam memproteksi KBB di kawasan Asia Tenggara.

Proyek bersama yang telah diimplementasikan sejak bulan Oktober 2017 ini fokus pada pembangunan kelompok kerja dan jaringan anggota parlemen dan pemangku kebijakan Asia Tenggara yang berkomitmen terhadap isu-isu dan advokasi KBB. Selain itu, aktivitas proyek bersama ini meliputi dialog kebijakan dan misi pengungkapan fakta terkait isu-isu KBB di Kawasan. Saat ini, anggota kelompok kerja ini terdiri atas 17 anggota dan mantan anggota parlemen dari negara-negara di Asia Tenggara.

Upaya di atas tentunya akan membantu meningkatkan kualitas demokrasi dan perlindungan minoritas di lndonesia untuk masa yang akan datang.

Materi-materi yang termasuk dalam alat bantu daring ini dapat diakses dan diunduh pada tautan berikut: www.forb-asia.org.(Arianto)
Share:

ANIMA Launching Single Baru "Selalu Untukmu"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Lama tidak terdengar band pop asal Bandung, ANIMA, kembali menghadirkan single baru di tahun 2019 ini. Sotelah mengalami pergantian personil selama perjalanan musiknya, ANIMA kembali menghadirkan karya terbarunya berjudul "Selalu Untukmu".

ANIMA yang mempunyai hits "Bintang" dan "Andai Saja" kini kembali lagi eksis di tahun 2019, ANIMA launching single terbaru  "Selalu Untukmu" hari Senin, 25 Maret 2019 pukul  14.00 - 17.00 wib bertempat di Lobbyn Sky Terrace, Liberta Hotel 7th floor Hotel Jl. Kemang I no. 6,  Jakarta Selatan.

Single terbaru band yang saat ini mempunyai formasi Rio Sanda (vokal). Eldy (bass), Nunoz (gilar). Armin (keyboard) dan Caesar (drums) dirilis di bawah naungan DP Record. Kerennya DP Record sebagai label yang merilis single "Selalu Untukmu" merupakan sebuah label rekaman yang berasal dari kota Pinrang Parepare, Sulawesi Selatan dimana seluruh proses rekaman, mixing dan mastering dikerjakan di studio DP Record. Ini pula yang menepis segala alasan bahwa musisi-musisi di daerah harus melakukan produksi di Jakarta.


Rio Sanda menjelaskan bahwa Nama DP sendiri berasal dari kata dalam bahasa Bugis Dua Pattujui yang berarti keduanya harus maju dimana mengandung arti baik artis dan label harus sama-sama maju dalam berkarya dan melakukan pekerjaan.

Tidak hanya itu, secara marketing dan salesnya melalui kerjasama penjualan digital bersama Boleh Music, aktifitas di tempat operator telekomunikasinya akan menjadi lebih leluasa dalam penyebaran ke calon pengguna yang dimiliki oleh Boleh Music. jelas Rio Sanda.


Menurut Rio Sanda, Lagu "Selalu Untukmu' diciptakan oleh seluruh personil ANIMA dan menceritakan tentang seseorang yang berusaha untuk mempertahankan perasaan cintanya meskipun belum mendapatkan jawaban dari orang yang didambakan.

ANIMA yang terbentuk pada tahun 2007 silam sebelumnya pemah bergabung salah satu major label di tanah air dan melahirkan sejumlah hits seperti Bintang, Cinta Katakan Cinta dan Andai Saja, tutup Rio Sanda.(Arianto)
Share:

Bedah Buku GBI Negara Dikuasai Kaum Pemodal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Gerakan Kebangkitan Indonesia Gelar Bedah Buku Mengapa Kita Harus Kembali Ke UUD 45 hari Jum’at, 15 Februari 2019 pukul : 13.00 - 17.30 wib bertempat di Jakarta Theater Ballroom, Jl. Thamrin, no. 9. Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat dengan 
Keynote Speaker, Dr. Hariman Siregar

Pengantar ;
Drs. H. Taufiequrahman Ruky S. H

Pembicara ;
Haris Rusly Moti
Salamudin Daeng
M. Hatta Taliwang
Edwin Soekowati

Moderator ;
Ir. Wawat Kurniawan, Msc.

Para Pembicara, sebagaimana juga mereka kemukakan di dalam buku, berbicara blak-blakan sangat terbuka dan terang-terangan sebagaimana pula dirasakan dan dibicarakan masyarakat luas mengenai berbagai masalah yang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk perkiraan keadaan yang akan timbul apabila demokrasi yang berdasarkan individualisme dan liberalisme terus diberlakukan.

Demokrasi seperti itu menurut Taufiequrachman Ruky melahirkan pertarungan yang liar dan keras, yang hanya akan melahirkan segelintir elit penguasa.

Demokrasi seperti yang sekarang berlaku adalah demokrasi berbiaya tinggi yang membuat uang menjadi sangat berkuasa.

Artinya orang kaya, kaum pemodal dan kapitalis lah yang akan menguasai partai-partai politik dan bukan rakyat, dan selanjutnya mereka akan menguasai bangsa dan negara Indonesia.

Tentang Pancasila, Taufieq Ruki menyatakan, belakangan banyak beredar slogan dan ungkapan “Aku Pancasila” serta tuduhan terhadap kelompok lain sebagai tidak paham Pancasila bahkan anti Pancasila, anti NKRI. “Pancasila yang mana yang mereka maksudkan?. Pahamkah mereka yang mengaku Pancasilais, bahwa Pancasila yang digagas Bapak Bangsa Kita, Bung Karno dan dikukuhkan secara resmi sebagai Dasar Negara dalam UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 itu, semenjak tahun 2002 sudah tidak lagi menjadi Dasar Falsafah Negara dan tidak lagi menjadi sumber kebijaksanaan bagi penyelenggara Pemerintah serta pengelolaan negara ?”

Jenderal (Purn) Agustadi  menyatakan, Pancasila sebagai dasar negara perlu dirumuskan dalam batang tubuh UUD, di dalam Pembukaan UUD, susunan Negara memang disebutkan terdiri dari lima dasar, tetapi belum diberi nama Pancasila. Karenanya penegasan nama Pancasila sebagai Dasar Negara itu perlu disebutkan di salah satu pasal dalam batang tubuh.

Mengenai sistem Pemilu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga pernah menjadi anggota DPR/MPR selama tujuh tahun ini menyarankan agar disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila, yakni sistem perwakilan sebagaimana dalam sila keempat. Pemilu ditujukan hanya untuk memilih anggota DPR dan DPR Daerah, sedangkan Presiden, Gubenur, Bupati dan Walikota dipilih oleh MPR, DPRD Propinsi atau DPRD Kabupaten/ Kota.

Tokoh aktivis yang juga merupakan salah satu tokoh Gerakan Reformasi 1998 Hariman Siregar menyoroti reformasi yang telah di bajak menuju pembusukan politik dan ekonomi. 

Pembusukan politik merupakan persoalan kompleks bernuansa patologis dalam dinamika kehidupan bernegara akibat merapuhnya institusi-institusi demokrasi oleh banalitas politisi.

Realitas sosial yang centang perentang dan krisis moral di ruang publik adalah penyebab paling menentukan timbulnya pembusukan publik.

Pada hematnya, sejarah reformasi yang menjadi penerobos kebuntuan dan antitesa dari kerusakan di masa sebelumnya, memakan dirinya sendiri, dilumat kembali oleh krisis politik dan moral. Tak berjalannya kanal-kanal demokrasi dan terciduknya pemimpin lembaga tinggi negara serta para kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, menandai rusaknya sistem politik-kenegaraan.

Reformasi yang kita mau adalah reformasi yang tidak sekadar pemilu lima tahunan, melainkan berfungsinya pilar-pilar penyangga demokrasi yakni penegakkan hukum yang adil, partai politik yang modern, pers yang sehat dan masyarakat sipil yang konsisten, yang semuanya membawa pada perbaikan taraf hidup rakyat.


Namun Hariman Siregar menyayangkan, reformasi yang kemudian menghasilkan Amandemen UUD, kental nuansa liberalismenya dan tercerabut dari akar budaya bangsa. Amandemen UUD membuat rakyat terpecah belah dan sekaligus produk yang membuat orang asal ngomong, bohong, fitnah, adu domba dan sombong. Prinsipnya bikin gesekan sosial. Pemilihan capres dan cawapres saja, patut dinilai tidak sehat, transaksional, jegal menjegal yang penuh dengan nafsu haus kekuasaan.

Pakar hukum tatanegara yang khusus datang dari Surabaya, Dr. Soetanto Soepiadhy SH, MH menilai, perubahan UUD 1945 telah mengakibatkan terjadinya penyimpangan ketatanegaraan dan kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat, juga penyimpangan terhadap cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. 

Hal itu bisa memicu konflik baik horizontal maupun vertikal, dan solusi untuk mencegahnya adalah dengan kembali ke UUD 1945.

Tulisan dan pandangan tokoh-tokoh dalam 3 (tiga) buku tersebut, yaitu

(1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disertai Adendum;

(2) Bangkit Bergerak Berubah atau Punah dan

(3) Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945 sangat jelas, lugas dan tanpa tedeng aling-aling lagi mengupas keadaan sekarang, kajian perkiraan keadaan masa depan.

Sepanjang kegiatan mengkritisi UUD Amandemen semenjak awal 2000-an, baru kali ini tokoh-tokoh masyarakat tersebut bicara sekeras dan seterbuka seperti itu secara tertulis, baik tentang orang orang munafik yang sekarang sok Pancasilais sampai pada gambaran bahaya yang akan segera timbul jika UUD Amandemen terus dijalankan khususnya dalam Pemilihan Umum.

Usulan Para Tokoh Kepada MPR RI

1) Perlunya MPR RI melakukan program sosialisasi secara berkelanjutan tentang rangkaian sejarah lahirnya Dasar Negara yang kita kenal dengan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia dengan nama Undang Undang Dasar 1945, agar nilai-nilai, cita-cita dan tujuan didirikannya Negara Indonesia Merdeka oleh The founding fathers and mothers, tetap lestari.

2) Mengingat kandungan dan nilai-nilai hasil amandemen UUD 1945 tidak sama dengan UUD 1945 aslinya, maka untuk tidak diberi nama UUD 1945. 

Hasil amandemen UUD 1945 lebih tepat jika diberi nama UUD 2002, sehingga bisa dipertanggung-jawabkan secara akademis dan tidak membingungkan generasi demi generasi.

3) MPR perlu membentuk Komisi Konstitusi dengan anggota para pakar berbagai disiplin ilmu yang terkait, berjiwa Pancasilais, bukan anggota Parpol dan tidak terlibat amandemen, dengan tugas :

a) Mengkaji konstitusi hasil amandemen UUD 1945, baik secara akademis apakah pasal-pasalnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila maupun dampaknya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

b) Apabila dalam kajian ternyata pasal-pasalnya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan berdampak buruk terjadinya perpecahan bangsa sehingga membahayakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, agar menyarankan kepada MPR bentuk langkah penyelamatan bangsa dan negara.

c) Apabila saran yang diajukan untuk penyelamatan bangsa dan negara kembali ke UUD 1945, maka dalam rangka menyongsong kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, Komisi Konstitusi agar menyusun penyempurnaan UUD 1945 dengan cara memberikan adendum tanpa merusak aslinya.

4) Masa kerja Komisi Konstitusi tidak dibatasi hanya pada masa bakti MPR RI saat ini, tetapi berkelanjutan dengan masa bakti MPR RI berikutnya.

5) Buku “Bangkit, Bergerak, Berubah atau Punah” dan “Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945” serta buku “Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Disertai Adendum” dari Gerakan Kebangkitan Indonesia, kiranya dapat sebagai bahan pertimbangan Majelis Permusyawaratan Rakyat terhadap saran-saran di atas.



                                                             Reporter : Arianto
Share:

Musica Studios Launching DVD Karaoke Koleksi Terbaik Nike Ardilla


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau yang dikenal dengan nama Nike Ardilla adalah musisi legendaris Indonesia yang telah memulai kariernya sejak usia 5 (lima) tahun. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Nike Ardilla sukses mencuri hati para penikmat musik hingga sampai saat ini.

Di usia yang masih sangat muda, Nike Ardilla telah meraih sejumlah prestasi tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di luar negeri. Di Shanghai, China, Nike Ardilla berhasil mendapat Gold Prize Asian Song Festival tahun 1991 sebagai penyanyi remaja terbaik se-Asia.

Sedangkan di Malaysia, Nike Ardilla berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Indonesian Selling Album tahun 1994 dan Golden Prize Malaysia Musica Award untuk 1O tahun koleksi terunggul tahun 2005. Album "Sandiwara Cinta" menjadi album terakhir yang dirilis satu minggu sebelum Nike Ardilla meninggal berhasil terjual lebih dari 5 juta copy dan menjadi album terlaris sepanjang masa.

Musica studios menggelar konferensi pers NGINTIP MUSICA SPESIAL NIKE ARDILLA hari kamis siang, 27Desember 2018 pukul 13.00 - 15.00 wib bertempat di pisa kafe menteng, Jakarta.


Oleh karena itu, untuk menjaga eksistensi kelestarian karya lagu-lagu Nike, Musica studios mengeluarkan DVD Karaoke Koleksi Terbaik Nike Ardilla Vol.1 yang berisi rangkuman 10 lagu terbaik dari beberapa album Nike sebelumnya seperti diantaranya Menanti kejujuran, Nyalakan Api, Cintaku Padamu, Sanggupkan Aku, Bintang Kehidupan, Izinkan, Mama Aku Ingin Pulang, Khayal, Biarkan Cintamu Berlalu, dan Tinggalah Ku Sendiri.

Berbeda dengan album sebelumnya, di album ini Musica Studios turut melibatkan orang tua Nike, Ibu Nining Ningsihrat, dalam salah satu part video klip yang berjudul "Mama Aku Ingin Pulang"'. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi Musica Studios kepada orang-orang yang memiliki pengaruh besar terhadap kesuksesan karier Nike Ardilla.

Tak hanya itu, pada 27 Desember yang bertepatan dengan hari kelahiran Nike, Musica Studios juga mengadakan acara "NGINTIP Musica".

"NGINTIP Musica" merupakan singkatan dari Ngedengerin, Interview, dan juga Preview materi-materi baru yang dikeluarkan oleh musisi Musica Studios. Dalam acara tersebut beberapa musisi Musica Studios seperti Shima Band, Shakira, dan juga Geisha berkesempatan untuk menyanyikan lagu-lagu Nike sekaligus memperkenalkan lagu terbaru mereka.

                                                                 Reporter : Arianto

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini