Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan

Tiga Jokowi Hadir di Gelora Bung Karno Senayan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ada tiga “Jokowi” hadir di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 13 April 2019 sore ini. Satu adalah Jokowi yang sesungguhnya. Yang dua adalah kembarannya dalam bentuk hologram.

Di antara ratusan ribu massa yang membanjiri kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ketiganya menyengat semangat warga yang datang menyemut pada ‘Konser Putih Bersatu’. Konser itu sekaligus menjadi puncak dan penutup kampanye akbar pasangan calon presiden dan wapres #01.

Jelang pukul lima sore, saat orang-orang mulai keluar dari salah satu penjuru stadion kebanggaan Indonesia ini, langkah mereka mendadak terhenti di depan salah salah satu booth pengisi pesta besar para pendukung Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin.

Di salah satu akses menuju pintu keluar GBK itu, dua hologram Jokowi saling berhadapan. Suaranya kencang membahana, tak kalah seperti pidato capres Jokowi yang begitu bersemangat membakar massa sejam sebelumnya. Hologram Jokowi memaparkan pencapaian pemerintahan periode pertama, rencana program periode berikutnya, serta ajakan memilih paslon berbagi putih pada Rabu, 17 April mendatang.

“Sebentar lagi kita dihadapkan pada satu pilihan. Satu tekad. Satu semangat, untuk Indonesia Maju. Kita menatap Indonesia dengan optimistis untuk mewujudkan Indonesia Maju. Coblos nomor 01, Nol Satu. Saya ingin mengajak Bapak Ibu untuk menjadi bagian dari perjuangan kita semua. Saya dan Kiai Haji Ma’ruf Amin membutuhkan dukungan Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu bersedia berjuang? Bapak Ibu setuju? Coblos nomor berapa?”


Para peserta ‘Konser Putih Bersatu’ pun berteriak menjawab, “Bersedia…. Setuju…. Nol Satu…”

Endang Insani, seorang ibu dari Ciparigi, Bogor Utara, mengaku senang bisa melihat terobosan kampanye memakai model hologram.

“Bagus banget ya. Komunikatif sekali. Rasanya jadi dekat dengan Pak Jokowi dan tahu program-programnya secara langsung. Makin yakin deh pilih 01,” ujar Endang yang hadir ke GBK bersama suaminya menggunakan KRL dari Bogor.

Kekaguman serupa datang dari Rokta Tarigan, pria asal Berastagi, Karo, Sumatera Utara. “Bagi saya, jologram ini sangat bermanfaat. Kita bisa dengar langsung apa rencana kerja Pak Jokowi ke depan. Rasanya seperti benar-benar beliau ada di hadapan kita,” jelasnya.

Pun demikian kata Raskita Ulina, mahasiswi asal Ciracas, Jakarta Timur. “Keren sekali. Selain bisa mendengar dan melihat sosok Pak Jokowi dari dekat, bisa juga buat foto-foto selfie dan diunggah ke media sosial,” imbuh Ulina.

Triawan Munaf pun juga menyempatkan mampir dan merekam hologram Jokowi melalui ponselnya. “Ini luar biasa. Dengan teknologi ini, kampanye bisa dilakukan di mana-mana tanpa harus tergantung dengan seorang Jokowi,” ujarnya.

Selain menayangkan hologram pidato Jokowi dan doa oleh KH Ma’ruf Amin, lokasi hologram di GBK juga dipakai untuk meriung bersama, serta sebagai sarana komando joget para pendukung Jokowi. Layar lebar di sisi kiri dan kanan hologram tak hanya berguna menampilkan ilustrasi pencapaian pembangunan pemerintahan Jokowi, tapi juga untuk memutar lagu-lagu penyemangat seperti ‘Meraih Kemenangan’-nya Via Vallen dan ‘Goyang Jempol Jokowi Gaspol’ karya Marzuki Mohammad Kill The DJ.



Menjangkau Titik-titik Terpencil

Kehadiran hologram Jokowi disiapkan secara khusus untuk memompa semangat dan menghadirkan antusiasme dari para pendukung Jokowi. Selain di kantong-kantong paslon 01, hologram Jokowi juga kerap hadir di ‘kandang lawan’ ataupun merangsek ke desa-desa terpencil yang tak masuk hitungan sebagai spot kampanye tim pemenangan kedua kubu.

Selama tiga pekan terakhir, hologram Jokowi-Amin sudah tampil di 87 lokasi, baik di lapangan sepakbola, balai pertemuan, pusat perbelanjaan, alun-alun kabupaten, gedung tempat pernikahan, terminal angkutan kota, pool bus antar kota, bunderan perumahan, monumen perjuangan, maupun tempat-tempat terbuka lain di desa dan kampung, di pelosok hingga ke gunung-gunung.

Hologram Jokowi-Amin telah menyapa masyarakat dari Lebak, Serang, hingga Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Jakarta, Bekasi, Bogor, Karawang, Depok, Pangandaran, Brebes, Slawi, Kebumen, Klaten, Solo, Bantul, Purworejo, Ciamis, hingga Kuningan.

Secara khusus, Jokowi mengapresiasi karya anak bangsa berteknologi tingkat tinggi ini, baik dari sisi kualitas maupun sebagai alat pergerakan penyampaian pesan.

“Jadi ini hologram buatan kita sendiri yang disiapkan oleh anak-anak muda kita. Yang paling penting pesan kita ke masyarakat sampai, pesan kita ke rakyat sampai, program kita ke rakyat sampai. Saya lihat tadi bagus sekali,” ucap Jokowi.


Jika Jokowi pada umumnya hadir di tempat-tempat terbuka yang menampung puluhan ribu massa, atau gedung-gedung pertemuan yang juga mampu menampung ribuan manusia, hologram Jokowi justru bergerak dari desa ke desa, dari lapangan ke lapangan, di tempat-tempat yang sangat sulit dijangkau.

Direktur Program TKN Aria Bima menjelaskan, ada empat keunggulan yang dimiliki oleh kampanye berbasis hologram yang tidak ada dalam kampanye model konvensional.

“Pertama adalah kebaruan. Pada Pemilu 2019 untuk pertama kali ada kontestan yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi ini untuk menyosialisasikan gagasan dan program-programnya. Kedua, kampanye hologram ini dapat bergerak lincah, cepat, dan fleksibel,” ujarnya.

Kampanye hologram ini, lanjut Aria Bima, dapat dihadirkan di medan-medan yang sulit ditembus dan mustahil dilaksanakan dengan menggunakan kampanye konvensional.

Keunggulan ketiga, ujar Aria Bima, adalah kemampuan hologram untuk dapat menghadirkan paslon tanpa harus datang mengingat jadwal yang sangat padat.

Yang terakhir, kampanye hologram mampu menghadirkan kegembiraan bagi warga yang menonton, karena konten hologram dikemas sebagai sebuah pertunjukan atau berkonsep entertainment. Tutup Aria Bima.(Arianto)



Share:

Capres #01 Jokowi Pesan Jangan Kendor Harus Terus Gaspol


Duta Nusantara Merdeka | Solo
Jangan kendor harus terus gaspol. Pesan ini disampaikan Calon Presiden nomor urut #01 Joko Widodo (Jokowi) kepada simpatisannya yang memenuhi Stadion Sriwedari Solo, Selasa sore, 9 April 2019.

Dalam orasinya, Jokowi mengingatkan bahwa pada pemilihan presiden 2014, saat dirinya berpasangan dengan Jusuf Kalla, berhasil meraup 66 persen suara di Provinsi Jawa Tengah.

“Tapi melihat antusiasme, militansi sore hari ini, saya tidak mau lagi 66 persen. Minimal 70 persen, setuju? Nanti kalau dapatnya 75 persen boleh, 80 persen boleh, 85 persen boleh, 90 persen juga boleh. Angkat jarinya!!” kata Jokowi menyemangati simpatisannya.

Untuk kota Solo, pada tahun 2014 pasangan Jokowi-JK memperoleh 84 persen suara. “Jangan sampai dapatnya sama seperti 2014, harus lebih dari 84 persen. Dapat berapa nanti? Di atas 90 persen. Tunjuk jarinya!,” seru Jokowi.

Capres petahana ini yakin dan optimis akan perolehan suaranya nanti. “Insyaallah apa yang kita sepakati hari ini akan terjadi, tapi harus kerja keras,” imbuh Jokowi.

“Hati-hati. Jateng akan sangat menentukan menang dan tidaknya kita, karena tambahan presentase elektabilitas di Jateng akan kita pakai untuk menutup di tempat lain. Oleh sebab itu, kita harus bekerja keras,” tutup Jokowi.(Arianto)




Share:

Capres #01 Jokowi Yakin Raih 60 Persen Suara di Karawang


Duta Nusantara Merdeka | Karawang
Setelah berkampanye bersama di Kota Tangerang hari Minggu Kemarin, hari ini, Selasa 9 April 2019, Calon presiden nomor urut #01 Joko Widodo (Jokowi) kembali berkampanye bersama Calon Wakil Presiden Kiai Maruf Amin di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam kampanyenya di Stadion Olahraga Singaperbangsa, Jokowi lagi-lagi mengingatkan simpatisannya untuk tingkatkan militansi.

Apalagi tinggal 1 minggu lagi jelang pencoblosan tanggal 17 April. Jokowi menargetkan bisa meraup suara minimal 50 persen sampai 60 persen.

"Perlu saya ingatkan 2014, (pasangan) Jokowi-JK di Kabupaten Karawang (menang) 40 persen. Tapi dengan militansi hari ini saya meyakini diatas 60 persen," ujar Jokowi di Karawang, Jawa Barat, Rabu 9 April 2019.

"Siapa yang setuju target kita minimal 60 (persen) tunjuk jari? Kalau semangat seperti ini saya juga semangat banget. Saya meyakini insyaallah minimal 60 persen," lanjut dia.

Artinya kata Jokowi, boleh saja kalau 65 persen sampai 80 persen. Tapi minimal 60 persen.

"Di sini tadi saya sudah bisik-bisik ke Abah Junaidi. Tadi saya sampaikan ini kalau Kabupaten Karawang minimal 50 persen, Abah Junaidi yang tanggung jawab dan seluruh jamaahnya juga ikut tanggung jawab," ucap Jokowi.

Jokowi lalu menuturkan agar pesta demokrasi ini diisi penuh dengan kegembiraan. Jangan ada rasa ketakutan dari masyarakat dengan adanya pesta demokrasi.

"Jangan sampai ada yang menakuti, pesimis, jangan sampai ada yang marah-marah. Betul pesta demokrasi adalah kegembiraan," tuturnya.

Terakhir Jokowi mengingatkan tanggal 17 April jangan lupa pilih paslon yang pakai baju putih.

"Tinggal 8 hari, marilah kita gerakkan saudara kita untuk nanti tanggal 17 (April) berbondong-bondong ke TPS, setuju? Memakai baju putih karena yang mau dicoblos bajunya? (putih), nomor kosong satu," tutup Jokowi.(Arianto)
Share:

Capres #01 Jokowi Optimis Raih 60 Persen Suara di Jawa Barat


Duta Nusantara Merdeka | Jawa Barat
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo optimistis bisa unggul dalam pemungutan suara di Provinsi Jawa Barat dalam pemilihan presiden 2019. Dirinya meyakini raihan suaranya bersama Kiai Ma'ruf Amin bisa mencapai minimal 60 persen.

Hal tersebut ia tegaskan saat berkampanye sekaligus menghadiri Apel Akbar Kesetiaan Gerak Lurus Bersama Relawan Buruh #01 di Gedung Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hari Selasa, 9 April 2019.

"Di Provinsi Jawa Barat dulu (2014) Jokowi-JK dapat 40 persen. Tahun ini 2019 setelah melihat antusiasme siang hari ini saya yakin insyaallah di atas 60 persen. Asal seluruh pekerja dan buruh semuanya bergerak. Setuju?" ujar Jokowi.

Jokowi mengaku ia merasakan sendiri dukungan dari rakyat Tanah Pasundan itu setiap dirinya bersalaman dan menyapa masyarakat di daerah-daerah yang dikunjunginya. Oleh karena itu, menurutnya 60 persen suara bukanlah angka yang sulit untuk dicapai.

"Kalau saya lihat semangatnya hari ini angka 60 persen bukan angka yang sulit. Dari 40 meloncat ke 60. Itu minimal ya. Artinya 65 (persen) boleh, 70 (persen) boleh, 80 (persen) boleh. Tapi minimal 60 (persen)," tegasnya.

Di hadapan ribuan relawan pekerja dan buruh yang hadir, Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya akan membentuk tim bersama dengan KSPSI dan seluruh federasi untuk membahas revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Yang ingin saya sampaikan kepada pekerja. Nanti kita bentuk tim bersama dengan KSPSI dan seluruh federasi untuk revisi PP 78. Kita bicara bareng-bareng duduk satu meja. Setuju?" ungkapnya.

Tak hanya itu, capres petahana ini juga berjanji akan melanjutkan pembangunan rumah murah untuk pekerja dan buruh. Menurut Jokowi, program ini sudah dimulai dan ia sendiri sudah meninjau rumah-rumah yang telah dihuni.

"Kedua, pembangunan rumah murah untuk pekerja dan buruh. Sudah kita mulai sebetulnya. Saya sudah tinjau yang sudah dihuni. Dan akan kita lanjutkan dalam jumlah yang lebih besar. Ini penting sekali," tutupnya.(Arianto)



Share:

Capres #01 Jokowi Bangun 7 Bendungan di NTT


Duta Nusantara Merdeka | Kupang
Air merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karenanya tidaklah heran jika di NTT dibangun tujuh bendungan.

Hal ini disampaikan Calon Presiden nomor urut #01 Joko Wododo (Jokowi) ketika berkampanye di Lapangan Bola Lasiana, Jln. Timor Raya, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

“Di tempat lain hanya dua, tiga bendungan. Di sini tujuh bendungan,” ujar Jokowi.

Upaya pembangunan bendungan itu adalah untuk mengatasi sulitnya air, termasuk untuk bercocok tanam.

“Dengan air bisa bercocok tanam, tanam padi, tanam singkong,” tutur Jokowi.

Tujuh bendungan itu adalah Raknamo berada di Kabupaten Kupang, Rotiklot (Belu), Napun Gete (Sikka), Temef (Timor Tengah Selatan), Manikin (Kabupaten Kupang), Mbay (Nagekeo), dan Kolhua (Kota Kupang).

Dalam orasinya itu, Jokowi mengingatkan sewaktu pemilihan presiden 2014, ia yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapat 66 persen.

Melihat animo simpatisan yang menghadiri kampanyenya hari ini, Jokowi yakin akan mendulang 80 persen.

“Saya yakin minimal 80 persen. Minimal loh ya, bisa 85 persen boleh, 90 persen boleh, 95 persen boleh,” tutup Jokowi yang disambut teriakan “setujuu....” (Arianto)
Share:

Capres #01 Jokowi Sarankan Kampanye Jangan Korbankan Kesatuan Kita


Duta Nusantara Merdeka | Kupang
Calon presiden nomor urut #01 Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya sependapat apabila dalam setiap kampanye selalu menampilkan keberagaman dan kebinekaan.

“Saya sepakat sekali bahwa setiap kampanye itu yang dikemukakan kebinekaan, keberagaman, dan yang penting adalah kesatuan kita sebagai negara," ujar Jokowi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 8 April 2019.

Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya wartawan mengenai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengkritik konsep atau 'run down' kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK. SBY di surat yang ditujukan kepada Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsudin, Waketum Syarief Hasan itu, menyebut konsep kampanye pasangan 02 tidak lazim dan tidak inklusif.

"Saya kira memang seperti itu, payung yang bagus untuk mengingatkan kita semuanya bahwa kontestasi politik ini ada setiap 5 tahun. Jangan mengorbankan kesatuan kita, persatuan, persaudaraan, kerukunan," lanjut dia.

Sejak awal kampanye, Jokowi menyampaikan ia selalu mengusung kampanye yang tidak berbau sara dan politik identitas.

“Ya sejak awal saya tunjukkan itu keberagaman, kebinekaan dalam seni budaya, karnaval. Saya kira itu yang memang kita hindari politik identitas, politik sara," tutup Jokowi. (Arianto)
Share:

Millenial Kebumen Nobar Hologram Jokowi-Amin


Duta Nusantara Merdeka | Kebumen
Minggu malam, 7 April 2018, Stadion Candradimuka dipenuhi anak muda dan ribuan warga dari beragam komunitas. Mereka datang berbondong-bondong dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Kebumen, untuk menyaksikan event besar bertajuk ‘Millenial Nobar Hologram Jokowi-Amin’ yang digelar oleh TKN dan TKD Kebumen serta Komunitas Se-Kebumen

Para pengunjung yang terdiri dari beberapa komunitas anak muda seperti ‘Santri Milenial’, ‘Mafia Sholawat’, dan warga berbagai usui ini sangat antusias menyaksikan cara kampanye yang berbeda dan belum pernah ada. Cara Kampanye yang sangat Mileneal menurut mereka. Saat pidato hologram Jokowi dimulai, semua dengan cermat memperhatikan penampilan capres 01 itu. Sesekali mereka pun berswafoto karena merasa sayang jika sampai melewatkan kampanye yang menggunakan teknologi modern tersebut.

Baik salam, maupun pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan Jokowi ditanggapi dengan semarak oleh ribuan ‘Cah Ngapak Kebumen’, Kampanye Jokowi melalui hologram ini tampak seperti nyata. Ada interaksi antara Jokowi dan para pendukungnya. Terutama saat Jokowi memaparkan program-program yang langsung bersentuhan dan dirasakan oleh masyakarat kelas menengah ke bawah di desa-desa.


“Untuk meningkatkan kesejahteraan bapak dan ibu,
pemerintah sudah meluncurkan berbagai program

Ada MEKAAR, membina ekonomi keluarga sejahtera
ada pembiaayaan ultra mikro atau UMi
ada kredit usaha rakyat atau KUR
ada Bank Wakaf Mikro
ada bank mikro nelayan

Semua tujuannya sama, mempermudah akses permodalan untuk kesejahteraan Bapak dan Ibu
katanya dulu susah dapat bantuan modal usaha

Sekarang masih susah atau sudah gampang?
Senang nggak dapat bantuan?
Mau dilanjutkaaaan?
Mau ditambah lagi modalnya?” tanya Jokowi.

Warga pun serentak menjawab, “Mauuuuuu…”

Jokowi pun melanjutkan pidatonya,

“Sebentar lagi kita dihadapkan pada satu pilihan
satu tekad
satu semangat
untuk Indonesia Maju

kita menatap Indonesia dengan optimistis
untuk mewujudkan Indonesia Maju
coblos nomor 01, Nol Satu

Saya ingin mengajak Bapak Ibu untuk menjadi bagian dari perjuangan kita semua
Saya dan Kiai Haji Ma’ruf Amin membutuhkan dukungan Bapak Ibu sekalian
Bapak Ibu bersedia berjuang?
Bapak Ibu setuju?
Coblos nomor berapa?”


Semua pun kompak berteriak menjawab, “Bersedia…. Setuju…. Nol Satu…”

Salah seorang milenial Kebumen yang hadir, Wati Surmini, mengaku kagum dengan cara kampanye yang baru dilihatnya.

“Bagus banget. Keren. Pak Jokowi seperti nyata. Gambarnya jelas, bicaranya juga jelas. Tutur katanya santun, bijak. Tidak menjelek-jelekkan orang lain. Wah, saya jadi tambah suka pada Pak Jokowi. Saya makin percaya pada Pak Jokowi. Ya Allah, Pak Jokowi 1 periode lagi...” kata perempuan 18 tahun yang bakal menunaikan hak pilihnya untuk kali pertama ini.

Apresiasi serupa datang dari Acmad Sobir, 28, yang sengaja jauh-jauh datang dari Kecamatan Kutowinangun ke Stadion Candradimuka begitu mendengar ada Kampanye Hologram Jokowi-Amin. Achmad Sobir merasa penasaran.

Setelah menyaksikan kampanye era baru ini, Sobir bukan hanya terpesona pada hologramnya, tapi juga sangat kagum pada apa yang disampaikan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Dengan antusias ia menceritakan pengalamannya hadir di acara tersebut.

“Ini sangat bagus, lompatan teknologi yang sangat keren dari Pak Jokowi terlebih ini produk anak bangsa. Kita seakan-akan berhadapan langsung dengan calon presiden. Pasangan yang luar biasa. Pasangan Pak Jokowi, KH Ma'ruf Amin sosok religius yang dekat dengan masyarakat. Harapannya bisa membawa masyarakat ke depan lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu Gus Fachrudin Achmad, pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo Kebumen, yang ditemui di lokasi menyatakan paparan berbentuk hologram ini sangat membantu masyarakat terutama kalangan milenial memahami program-program Pak Jokowi.

“Teroboson seperti ini juga sangat membantu masyarakat di daerah-daerah yang tidak bisa dihadiri Pak Jokowi untuk mengetahui program kampanye Pak Jokowi,” tutup pria 40 tahun itu.(Arianto)





Share:

Jokowi Sapa Jokowi di Tangerang


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang
Kirab karnaval politik di pusat kota Tangerang pada Minggu sore, 7 April 2019 berjalan amat meriah. Ribuan warga Banten mengarak pasangan calon presiden dan cawapres Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin diarak dari Alun-Alun Kota Tangerang sampai panggung utama di Jl. Ki Samaun, Tangerang.

Momen karnaval menjadi makin meriah saat memasuki kawasan Masjid Agung Al Ittihad, Jokowi bertemu dengan Jokowi. Capres Jokowi berhenti sejenak dari iring-iringan mobil parade yang ditumpanginya untuk menyaksikan hologram Jokowi, yang sejak siang hari menyuarakan pidato pencapaian program pemerintahan serta visi Jokowi di kepemimpinan periode berikutnya.

Momen spesial dalam karnaval ini sangat istimewa, karena untuk kali pertama Jokowi bertemu dengan hologram Jokowi, yang sejak akhir Maret lalu telah menyapa masyarakat di 51 titik, dari Lebak Banten, hingga Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Jakarta, Cikarang, Bekasi, Bogor, Depok, Brebes, Slawi, dan Kebumen.

“Ini super istimewa karena Jokowi meets Jokowi. Jokowi menyapa Jokowi,” ujar Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir yang hadir dalam iring-iringan parade budaya itu.

Erick Thohir menekankan, hologram dalam kampanye ini seratus persen dirancang oleh anak-anak muda milenial kita yang memiliki kreativitas dan kemampuan teknologi tinggi. “Pihak TKN hanya memberikan arahan apa yang dibutuhkan dalam kampanye yang inovatif,” tegasnya.

Dalam pidatonya di panggung utama didampingi Direktur Program Tim Kampanye Nasional Aria Bima, Jokowi menggarisbawahi pesta demokrasi sebagai sebuah kegembiraan bersama.

“Jangan sampai pesta demokrasi diisi dengan ketakutan-ketakutan atau marah-marah. Siapa yang setuju pesta demokrasi harus diisi dengan kegembiraan dan tidak boleh marah-marah, tunjuk jari?” tanya Jokowi.


Ribuan warga Banten pun bersama-sama mengacungkan jari telunjuknya.

Jokowi menyebut secara khusus sapu raksasa yang dibawa alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta. “Sapu raksasa ini digunakan untuk membersihkan hoaks. Membersihkan hasutan-hasutan. Dan membersihkan Indonesia dari korupsi,” jelasnya.

Setelah menjelaskan program tiga kartu sakti baru di program pemerintahan mendatang –yakni Kartu Sembako Murah, Kartu KIP Kuliah, dan Kartu Pra Kerja- Jokowi mengingatkan pelaksanaan pilpres yang kian dekat.

“Pilpres tinggal 9 hari lagi. Jangan lupa 17 April nanti pakai baju putih, karena yang akan dicoblos yang bajunya warna putih. Setuju?” seru Jokowi.

Dari arena kampanye hologram ‘Jokowi Meets Jokowi’ di pusat kota Tangerang itu, Djudju Siti Nurali mengaku senang bisa berinteraksi dengan hologram Jokowi.

“Ini sangat kreatif ya. Bisa mendengarkan langsung Pak Jokowi menyampaikan hasil kerja keras pemerintahan periode pertama yang akan dilanjutkan di periode berikutnya. Saya yakin, Pak Jokowi akan terpilih kembali jadi Presiden Indonesia,” ucap perempuan asal Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan itu.

Sukacita serupa disampaikan Agus Hidayat. “Saya senang melihat hologram Pak Jokowi. Ini bentuk kampanye yang sangat kreatif, inovatif, dan sesuai perkembangan zaman,” ungkap bapak asal Karawaci, Tangerang ini.

Direktur Program TKN Aria Bima menjelaskan, ada empat keunggulan yang dimiliki oleh kampanye berbasis hologram yang tidak ada dalam kampanye model konvensional.

“Pertama adalah kebaruan. Pemilu 2019 untuk pertama kali ada kontestan yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi ini untuk menyosialisasikan gagasan dan program-programnya. Kedua, kampanye hologram ini dapat bergerak lincah, cepat, dan fleksibel,” ujarnya.

Kampanye hologram ini, lanjut Aria Bima, dapat dihadirkan di medan-medan yang sulit ditembus dan mustahil dilaksanakan dengan menggunakan kampanye konvensional.

Keunggulan ketiga, kata Aria Bima, adalah kemampuan hologram untuk dapat menghadirkan paslon tanpa harus datang mengingat jadwal yang sangat padat.

Yang terakhir, kampanye hologram mampu menghadirkan kegembiraan bagi warga yang menonton, karena konten hologram dikemas sebagai pertunjukan.(Arianto)

Share:

Antusiasme Warga Asahan Sambut Capres #01 Jokowi


Duta Nusantara Merdeka | Asahan
Calon Presiden (Capres) #01 Joko Widodo (Jokowi) meminta simpatisannya untuk terus bersemangat hingga saat pencoblosan 17 April 2019.

“Di Kabupaten Asahan di tahun 2014, kita menang 53 persen. Tapi kalau melihat antusias pagi hari ini di jalan sampai di gedung ini, saya memperkirakan di atas 70 persen,” ujar Jokowi di Gedung Serba Guna Rambate Rata Raya, Kabupaten Asahan, Sabtu 6 April 2019.

Optimisme Jokowi untuk mendulang 70 persen suara didasari antusiasnya warga Asahan menyambut dirinya.

“Tadi dari helipad sampai sini 4 kilometer, harusnya 15 menit tapi ini 1,5 jam karena di jalan dicegat terus. Bukan saya terlambat ya, harusnya saya sebelum jamnya sudah sampai, tapi karena di jalan dicegat, mungkin ratusan ribu masyarakat ya,” imbuh Jokowi menggambarkan suasana penyambutan.

Untuk bergerak pun sulit, sehingga capres #01 harus turun untuk menyalami warganya. “Harus turun nyalami dulu baru jalannya dibuka, saya naik mobil lagi dicegat lagi, keluar lagi nyalami,” ucap Jokowi.

Dalam kesempatan itu, lanjut Jokowi, ia meminta simpatisannya untuk meluruskan berita bohong, hoaks yang beredar di masyarakat. Berita-berita bohong itu seperti, jika Jokowi-Maruf Amin menang maka azan dilarang, pendidikan agama akan dihapus.

“Itu semua bohong, fitnah, harus dilawan, direspons, diluruskan. Jangan didiamkan,” ucap Jokowi.

Capres #01 ini pun sempat melantunkan pantun.

_Tajam mata pedang diasah,_
_diasah tekun penuh harapan_
_Ini bukan datang biasa,_
_datang kesini karena cinta Asahan_

Simpatisannya pun menyambut riuh pantun yang dibacakan capres #01 itu.(Arianto)
Share:

Capres #01 Jokowi Kampanye di Indramayu


Duta Nusantara Merdeka | Indramayu
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) terus tancap gas untuk berkampanye jelang Pilpres 17 April 2019. Setelah dari Cirebon, sore ini Jokowi berkampanye di Indramayu, Jawa Barat.

Saat berkampanye di Indramayu, Jokowi kembali mengingatkan simpatisannya untuk melawan hoaks atau berita bohong. Selain itu, Jokowi harap warga Indramayu bisa membuat daerahnya 65 persen memilih capres dan cawapres nomor urut 01.

"Perlu saya ingatkan bahwa di Pilpres 2014, catatan saya di sini Jokowi-JK menang 59 persen. Di Indramayu tahun 2014. Di 2019 pengin berapa? Saya tidak ingin membebani yang berat-berat. Kalau dulu 59 (persen), tahun ini minimal 65 (persen). Sanggup? Yang sanggup tunjuk jari," kata Jokowi di Sport Center Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jumat 5 April 2019.

"Oke sekarang gini, ini waktunya tinggal 2 minggu. Jangan sampai di Indramayu yang kondisinya sudah baik, dalam 2 minggu tahu-tahu ada isu fitnah hoaks, kabar bohong. Hati-hati. Kalau ada tetangga kita terkena isu, harus berani lawan, meluruskan. Diluruskan jangan sampai ada isu," lanjut dia.


Jokowi kemudian menuturkan melihat militansi warga Indramayu yang hadir di kampanyenya siang ini, membuatnya percaya diri. Yang terpenting Jokowi menuturkan adalah bekerja keras.

"Kalau saya melihat militansi seperti sore hari ini, 65 (persen) kurang. Tapi enggak apa-apa, minimal 65 (persen) setuju? 70 boleh. 75 boleh. 80 boleh. Minimal 65. Sanggup semuanya bekerja keras? Waktu kita tinggal 14 hari lagi. Hati-hati," ucap Jokowi.

Jokowi kemudian menjelaskan hoaks seperti pendidikan agama akan dihapus, perkawinan sejenis diperbolehkan lalu azan dilarang itu semua tidak benar. Jokowi pun bersyukur warga Indramayu sudah mengerti.

"Kalau sudah ngerti semua rapatkan barisan, konsentrasi ke tanggal 17 April. Pertama, ajak teman-teman, saudara-saudara, teman sekampung untuk datang berbondong-bondong ke TPS tanggal 17 April, setuju? Ajak semua," bebernya.

Terakhir Jokowi ingin saat 17 April semua memakai baju putih. Karena yang dicoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) paslon nomor urut 01 yang pakai kemeja putih.

"Tanggal 17 April kita ke TPS memakai baju? (putih). Karena yang dicoblos bajunya? (putih)," tutur Jokowi. (Arianto)
Share:

Capres #01 Jokowi Kampanye di Deli Serdang


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Setelah berkampanye di Cirebon dan Indramayu, Calon Presiden nomor urut #01 melanjutkan safari kampanyenya ke Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tiba di GOR Futsal, Kabupaten Deli Serdang, Jumat 5 April 2019, hampir pukul 22.00 WIB, namun simpatisan capres #01 ini masih setia menanti kehadiran Jokowi. Begitu capres #01 memasuki gedung, serempak simpatisan tersebut meneriakkan,”Jokowi.... Jokowi.... Jokowi.”

Menghangatkan suasana, Jokowi memulai kampanyenya dengan sebuah pantun.

_Seuntai kapas menjadi benang,_
_benang ditenun menjadi kain_
_Kami datang ke Deli Serdang,_
_doakan menang Jokowi Amin_

Pembacaan pantun ini mendapat respons dari pendukungnya dengan mengacungkan jempol.

“Saya kagum bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian masih menunggu, padahal ini sudah hampir jam 10 malam. Ini menunjukkan militansi, kekuatan kita semua di Sumatera Utara,” puji Jokowi.


Lebih jauh Jokowi mengingatkan ketika dirinya berpasangan dengan Jusuf Kalla dtahun 2014, berhasil meraup 55 persen suara.

“Tapi di tahun ini, Jokowi-Maruf Amin seharusnya hitungan saya, kalkulasi saya, seharusnya Jokowi Maruf Amin dapat lebih dari 65 persen, sanggup? Sanggup? Angkat jempolnya? Sudah diangkat semuanya,” kata Jokowi.

Tahun 2014, ucap Jokowi, kita dapat 55 persen, padahal saat itu dirinya belum memiliki keluarga di Sumatera Utara. Kini capres #01 telah memiliki keluarga di Sumatera Utara. Ia pun meminta menantunya, Bobby untuk maju ke atas panggung.

“Awas kalau tidak nambah, awas kalau tidak nambah. Karena banyak kabupaten yang mengatakan ‘sudah saya hitung Pak’, ada yang menyanggupi 90 persen, ada yang di atas 80 persen,” tutur Jokowi.

Target 65 persen itu, bukan sesuatu yang sulit. “Itu barang yang mudah, kalau kita bekerja, tinggal waktu 13 hari bekerja keras. Jangan sampai ada isi-isu fitnah, hoaks, kabar bohong, semua harus berani melawan, merespons siap?” tanya Jokowi.

“Siaaappp,” sahut pendukungnya. (Arianto)
Share:

Deklarasi Jaringan Kyai - Santri Nasional Kabupaten Brebes Dukung Jokowi


Duta Nusantara Merdeka | Brebes
Ribuan massa pendukung pasangan calon capres - cawapres 01 Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin berkumpul mengikuti kampanye di Lapangan Asri Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jumat 5 April 2019. Massa yang menamakan diri Jaringan Kyai - Santri Nasional (JKSN) Kabupaten Brebes, mendeklarasikan untuk mendukung Jokowi dalam Pilpres 17 April nanti.

Meski turun hujan, massa tetap bertahan di Lapangan Asri. Massa yang didominasi kalangan santri, bahkan tetap semangat menyerukan dukungan kepada calon petahana tersebut.

Yang menarik dalam kampanye terbuka ini ditayangkan kampanye hologram Jokowi yang telah ditata di sebuah truk. Isinya untuk memompa semangat para warga untuk berpartisipasi aktif memenangkan pasangan calon nomor 01 dalam pemilihan presiden 17 April 2019 mendatang.

Dalam hologram tersebut, Jokowi menjelaskan sejumlah program yang sudah dikerjakannya selama lima tahun ini.

Kata Jokowi, "Saya tegaskan, kerja kita belum selesai. Sekarang ini sudah banyak perubahan. Sudah banyak kemajuan. Tapi, dibandingkan dengan apa yang akan kita kerjakan, di periode lima tahun berikutnya. Ini belum ada apa-apanya. Periode ini, akan jauh lebih hebat. Lebih dahsyat. Karena kita sudah punya modal kuat. Apa yang sudah kita kerjakan, akan kita sempurnakan, akan kita pakai, untuk menggenjot ekonomi kita, menuju Indonesia maju."

Jokowi juga mengajak warga untuk melawan fitnah-fitnah yang berkembang makin kencang seperti tuduhan pro dan antek asing, komunis, mengkriminalkan ulama, melarang adzan, dan sebagainya.

"Saya tegaskan, semua itu fitnah. Bohong! Tidak usah dipercaya. Kita harus lawan fitnah-fitnah itu. Jelaskan kepada yang sudah termakan fitnah. Tegur dan ingatkan yang suka nyebar fitnah. Kalau tetap ngotot, laporkan saja ke polisi," terang Jokowi dalam hologram tersebut.


Jokowi pun mengatakan kepada pendukungnya tiga program kartu yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) telah berhasil.

"KKS, KIS, KIP kita telah berhasil. Apakah mau dilanjutkan?. Kedepan kita juga siapkan tambahan Kartu Pra Kerja 1,2 juta. Kita Pra Kerja adalah jurus anti nganggur," tuturnya.

Hologram yang menghadirkan Jokowi diusung dalam satu panggung bergerak yang diangkut dengan truk, dan bisa dibuka tutup secara cepat dalam hitungan jam dan dipindahkan ke lokasi lain yang diinginkan.

Khadijah, warga Brebes, sangat senang dengan kehadiran teknologi hologram Jokowi.

“Canggih dan bagus. Seperti ketemu langsung. Benar-benar dekat. Saya optimis Jokowi-Maruf akan maju,” ungkapnya.

Dia yakin dengan teknologi baru ini, warga di kampungnya akan semakin bulat memilih capres 01 Jokowi – Kiai Ma’ruf Amin.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Mustalih. Santri asal Desa Benda, Brebes, itu juga antusias dengan kampanye menggunakan teknologi hologram.

“Baru pertamakali lihat. Rasanya seakan bertemu langsung, sehingga ajakan Pak Jokowi segera direspon oleh kami,” ungkapnya.

Ia pun akan berjuang untuk memenangkan kemenangan Jokowi khususnya di kalangan santri.

Usai kegiatan, Ketua JKSN Kabupaten Brebes Hj Farah Evi mentargetkan kemenangan Jokowi-Maruf Amin sebesar 80 persen.

“Tugas ke depan kami adalah menjaring suara ke polosok daerah. Kita juga akan menjadi penasehat keduanya dalam masa kampanye ini,” ungkapnya.

Evi mengungkapkan, kampanye hologram di Kabupaten Brebes merupakan yang ke-16 kalinya. Sebelumnya, kampanye hologram itu perdana dilakukan di Lebak, Kabupaten Banten, lalu berlanjut ke berbagai titik di Jawa Barat, seperti Depok, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Cianjur, dan Garut.

“Kalau di Jateng ini baru yang pertama. Kita memanfaatkan kecanggihan teknologi. Tujuannya agar masyarakat seperti bertemu langsung dengan Pak Jokowi,” tutupnya.(Arianto)

Share:

50 Ribu Buruh Akan Hadiri Kampanye Akbar Prabowo - Sandi 7 April di GBK


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sedikitnya 50 ribu buruh yang tergabung dalam Relawan Rumah Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan hadir dalam Kampanye Akbar Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menggelar Konferensi Pers Kampanye Akbar Prabowo - Sandi 7 April di GBK, hari Sabtu, 6 April 2019 pukul 13.30 – 15.00 wib bertempat di Hotel Mega Proklamasi. Jl. Proklamasi No.42, RT.10/RW.2, Pegangsaan, Menteng, Kota Jakarta Pusat, dihadiri Presiden KSPI Said Iqbal dan beberapa pemimpin buruh lain, seperti SPN, FSPMI, ASPEK Indonesia dan lain lain.

Selain mengkonsolidasikan struktur organisasi, Presiden KSPI Said Iqbal juga menyampaikan seruan terbuka agar kaum buruh hadir dalam kampanye akbar tersebut.

“Ayo beramai-ramai, berbondong-bondong, dan bergembira ria seluruh buruh DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten datang di acara kampanye akbar Prabowo – Sandi di GBK. Biayai dirimu sendiri dengan biaya swadaya masing-masing demi perubahan nasib kaum buruh dengan memenangkan Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia Periode Tahun 2019 – 2024,” ujar Said Iqbal.


Selain itu, lanjut Iqbal, puluhan ribu buruh ini juga akan menyambut rekan-rekan mereka yang melakukan longmarch (jalan kaki) Surabaya – Jakarta sejak tanggal 24 Maret 2019.

“Tanggal 7 April nanti mereka akan tiba di Jakarta,” tegas Iqbal. "Kami siap menyambut kedatangan para pejuang buruh, yang dengan penuh keihlasan dan kesungguhan melakukan perjalanan ratusan killometer untuk melakukan sosialiasi guna memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden Periode Tahun 2019 - 2024," lanjutnya.

Buruh Indonesia mendukung Prabowo Subianto, karena Calon Presiden Nomor Urut 02 ini telah menandatangani kontrak politik dengan kaum buruh yang disebut Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat (SEPULTURA), yang isinya antara lain: Menghapus kebijakan upah murah dengan cara mencabut PP 78/2015 tentang Pengupahan dan menambah komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item; Menghapus outsourcing dan penyalahgunaan pemagangan; Merumuskan kebijakan agar guru dan tenaga honorer diangkat menjadi PNS; Meningkatkan manfaat dan pelayanan BPJS Kesehatan dan Jaminan Pensiun; Meningkatkan pendapatan dan status kepastian hukum terhadap pengemudi transportasi online (ojol); Penyediaan perumahan dan transportasi murah; dan lain sebagainya. tutup Iqbal.(Arianto)
Share:

Ribuan ASN Pemkot Bekasi Antusias Saksikan Hologram Pencapaian Kinerja Jokowi


Duta Nusantara Merdeka | Bekasi
Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Pemerintah Kota Bekasi menggelar sosialisasi keberhasilan program pembangunan pemerintah kepada Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemerintah Kota Bekasi. Acara ini dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi Kemkominfo berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.

Event yang berlangsung di Islamic Centre Bekasi Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi hari Jum’at, 5 April 2019 ini dihadiri ribuan ASN Pemkot Bekasi yang sangat antusias saat disuguhkan pidato Presiden Jokowi dalam bentuk hologram.

Di awal tayangan hologram, Menkominfo Rudiantara mengatakan, pihaknya bertanggungjawab untuk menginformasikan sosialisasi hasil pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, penyampaian informasi itu telah dilakukan melalui beberapa sarana komunikasi publik seperti media cetak, TV, radio,  media online dan juga media sosial. Selain itu, informasi capaian pembangunan pemeritah juga dipaparkan melalui atraksi kesenian budaya, seperti wayang kulit, ludruk, wayang golek, dan lain-lain.

“Hologram ini seperti jalur komunikasi baru. Bagaimana program dan pencapaian pemerintah dilihat dari cara baru, dengan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi,” ujar Rudiantara.

Selanjutnya, hologram menampilkan pidato Presiden RI Joko Widodo selama 10 menit. Warga sangat antusias menyaksikan teknologi canggih tersebut. Saat Presiden Jokowi memaparkan pencapaian-pencapaian kerjanya secara detail, ASN dan hadirin lain asyik mengambil gambar melalui telepon genggam masing-masing.

“Waktu saya kecil dulu, keluarga kami sangat sederhana. Pernah tinggal di bantaran kali, mengontrak rumah ke sana sini, pernah digusur.

Tapi, bapak ibu saya punya tekad kuat. Walaupun cuma penjual bambu dan kayu, tapi punya prinsip, sekolah anak-anaknya adalah nomor satu.

Makanya saya tidak rela, kalau anak-anak kita harus berhenti sekolah karena tidak ada biaya

Saya juga tidak rela… kalau ada warga kurang mampu, harus bersusah payah, saat mendapatkan bantuan yang sebenarnya menjadi hak mereka.

Dulu…. mereka harus antri berkepanjangan...kepanasan…  kehujanan… kelelahan…bahkan ada yang harus dibopong-bopong segala menguras tenaga… kadang-kadang bertaruh nyawa, lalu kita ubah caranya, kita buat sistemnya memakai kartu-kartu. Hak-hak mereka langsung kita transfer uangnya langsung bisa diambil kapan saja...tanpa antrian… tanpa kepanasan…”

Wakil Walikota Bekasi Tri Ardhianto yang hadir di acara ini mengaku ia tahu persis betapa sederhananya kehidupan Jokowi. “Keluarga saya bertetangga dengan Pak Jokowi di Solo. Beliau memang dikenal sangat sederhana, dan murah senyum. Kesederhanaan itu tetap berlaku sampai sekarang beliau menjadi presiden.


Fitri Widyati, salah seorang audiens, menyebutkan dirinya baru pertama kali melihat tayangan hologram seperti ini. “Penggunaan teknologi canggih hologram membuat saya bisa menikmati paparan pemerintah dengan tidak membosankan,” ucap perempuan 30 tahun ini.

Pendapat senada datang dari Indah Puspitasari. “Wah keren banget ya, ini cara baru untuk menyampaikan informasi secara kekinian, kesannya tuh bapak Jokowi ada dihadapan kita,” imbuh Indah.

Wanita berkerudung itu mengaku, setelah menonton hologram merasa yakin Indonesia kini telah mengalami kemajuan yang luar biasa.  Mulai dari perbaikan pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Tadi di hologram menampilkan keberhasilan membangun Tol Trans Sumatera dan Trans Papua. Artinya tidak ada lagi kesenjangan pembangunan antara daerah. Jadi saudara-saudara kita yang ada di Papua sana juga bisa merasakan pembangunan infrastruktur, sehingga pembangunan ekonomi juga semakin merata di seluruh Indonesia,” tegas Indah.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Agung Prasetyo. Pria berusia 28 tahun itu mengatakan, sempat trenyuh saat Joko Widodo menyampaikan kepeduliannya terhadap warga yang kurang mampu. Sebab, pada dasarnya Joko Widodo merupakan pemimpin yang berasal dari keluarga sederhana.

“Saya terkesan ketika melihat di awal tayangan hologram, Pak Jokowi menceritakan jika dahulunya beliau terlahir dari keluarga yang sederhana, dan sempat tinggal bantaran kali juga hidup di hidup kontrakan bersama kedua orangtuanya,” tutur Agung.

Agung juga melihat, kepedulian dan pengalaman hidup Jokowi membawanya ke berbagai program kerja saat menjadi presiden. Saat ini, sambung Agung, beberapa program itu dinilainya dapat dirasakan langsung ke seluruh lapisan masyarakat.

“Kepedulian itu kemudian dirancangnya melalui beberapa program kerja, yang tadi saya lihat Pak Jokowi  membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah, seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga seluruh masyarakat dapat berobat secara mudah tanpa harus memikirkan beban biaya yang berat,” tutup Agung.(Arianto)

Share:

Masyarakat Tasikmalaya Bangga Atas Keberhasilan Pembangunan Periode Pertama Jokowi


Duta Nusantara Merdeka | Tasikmalaya
Kehadiran Jokowi dalam bentuk virtual hologram, disambut antusias masyarakat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Suasana itu tampak dalam Kampanye Terbuka ‘Holojokowi di Kecamatan Singaparna Perum Pojok Desdes Cikunir, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis malam, 4 April 2019.

Dalam sambutan 20 menit melalui hologram ini, Jokowi memaparkan program-program yang telah dibuatnya selama menjadi presiden, dan program yang akan datang pada periode pemerintahan selanjutnya.

Kata Jokowi, “Saya tegaskan, kerja kita belum selesai. Sekarang ini sudah banyak perubahan. Sudah banyak kemajuan. Tapi, dibandingkan dengan apa yang akan kita kerjakan, di periode lima tahun berikutnya. Ini belum ada apa-apanya. Periode ini, akan jauh lebih hebat. Lebih dahsyat. Karena kita sudah punya modal kuat. Apa yang sudah kita kerjakan, akan kita sempurnakan, akan kita pakai, untuk menggenjot ekonomi kita, menuju indonesia maju.”

Jokowi juga mengajak warga untuk melawan fitnah-fitnah yang berkembang makin kencang seperti tuduhan komunis, pro asing dan aseng, mengkriminalkan ulama, melarang adzan, dan sebagainya.

“Saya tegaskan, semua itu fitnah. Bohong! Tidak usah dipercaya. Kita harus lawan fitnah-fitnah itu. Jelaskan kepada yang sudah termakan fitnah. Tegur dan ingatkan yang suka nyebar fitnah. Kalau tetap ngotot, laporkan saja ke polisi,” papar Jokowi dalam hologram tersebut.

Hologram yang menghadirkan Jokowi diusung dalam satu panggung bergerak yang diangkut dengan truk, dan bisa dibuka tutup secara cepat dalam hitungan jam dan dipindahkan ke lokasi lain yang diinginkan.

Terus Berkeliling di Priangan Timur

Ratusan warga Kota dan Kabupaten Tasikmalayam Jawa Barat, antusias ketika melihat pemaparan Jokowi dalam bentuk hologram.

Tak sedikit warga yang mayoritas ibu rumah tangga tersebut, mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel cerdasnya.

Hologram yang diangkut menggunakan mobil truk tersebut, merupakan layanan virtual karya anak bangsa, yang pertama kali ditampilkan di wilayah Tasikmalaya.

Di Tasikmalaya, penampilan hologram Jokowi tersebut, diputar berkeliling di delapan titik, di antaranya Kecamatan Rajapolah, Kecamatan Tamansari, Kecamatan Mangkubumi, Kecamatan Singaparna, Kecamatan Tanjung Jaya, Kecamatan Puspahiang dan berakhir di Kecamatan Manonjaya.

Warga bersemangat saat Jokowi bercerita keberhasilan pemerintah yang dipimpinan, seperti pembangunan jalan trans sumatra, trans papua, sejumlah bendungan, kehadiran listrik di perbatasan yang selama ini terisolasi. “Mari kita bangun bangsa, mari kita kerja.. kerja... kerja..,”kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga memparkan keunggulan pelayanan kesehatan, penyelesaian sengketa tanah melalui sertifikat gratis, bahan bakar minyak satu harga dan pembukaan lapangan kerja.

Aah Sopiah, ibu rumah tangga asal Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, merasa terbantu dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH).

“Meskipun tidak bisa bertemu secara nyata, tapi melalui hologram ini saya gembira sekali bisa melihat Pak Jokowi yang banyak membantu kehidupan keluarga kami,” kata Aah Sopiah.

Sementara itu, menurut Didin Sujani, tokoh masyarakat Kecamatan Tamansari, dalam pemaparan program melalui hologram, Jokowi sangat  konsen dalam sektor pertanian.

“Konsep program dalam sektor pertanian sinergis dengan karakteristik wilayah Tasikmalaya sebagai daerah agraris. Poin-poin yang disampaikan Pak Jokowi dalam memajukan dunia pertanian meyakinkan masyarakat untuk mendukung Pak Jokowi menjadi Presiden untuk periode selanjutnya,” tegas Didin.

Jum’at malam, 5 April hari ini, HoloJokowi kembali dijadwalkan menyapa masyarakat Tasikmalaya. Malam ini, Hologram Presiden Jokowi hadir untuk mensosialisasikan capaian pembangunan di Lapangan Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjung Jaya, Kabupaten Tasikmalaya, pukul 19.00 sampai selesai.(Arianto)



Share:

Capres #01 Jokowi Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Penghadangan Capres/Cawapres


Duta Nusantara Merdeka | Brebes
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan penghadangan atau penolakan terhadap calon presiden atau calon wakil presiden ketika mengunjungi suatu daerah untuk berkampanye.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam keterangannya kepada jurnalis seusai berkampanye di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis, 4 April 2019.

"Ada calon presiden yang datang kemudian ditolak, janganlah. Ada cawapres yang datang ke sebuah provinsi ditolak, janganlah. Ini kan pesta demokrasi," ujar Presiden.


Dalam sebuah pesta demokrasi seperti pemilihan presiden, menurutnya, perbedaan pilihan politik adalah hal yang biasa. Ia tidak ingin jika pesta demokrasi lima tahunan tersebut justru membuat masyarakat menjadi tidak rukun.

"Sekali lagi pesta demokrasi. Beda pilihan itu biasa. Beda pilihan itu wajar. Jadi jangan sampai beda pilihan di Pilpres, terus antartetangga enggak saling ngomong, antarkampung enggak saling bicara," ungkapnya.

Untuk itu, calon presiden petahana ini menekankan pentingnya kedewasaan dan kematangan semua pihak dalam berpolitik.

"Inilah pentingnya sebuah kematangan, sebuah kedewasaan kita semua para politikus, masyarakat, agar dilihat itu, oh inilah kematangan kita dalam berdemokrasi," tuturnya. (Arianto)
Share:

Hujan Deras Sambut Capres #01 Jokowi di Tegal


Duta Nusantara Merdeka | Tegal
Selama satu hari ini, Kamis, 4 April 2019, Calon Presiden nomor urut #01 Joko Widodo dan istrinya, Iriana berkampanye di Jawa Tengah. Setelah Banyumas pagi tadi, safari kampanye capres #01 Jokowi dilanjutkan di Tegal.

Guyuran hujan lebat tidak mematahkan semangat pendukungnya untuk hadir di Lapangan Sepak Bola
Dukuh Salam, Kabupaten Tegal. Bahkan puluhan ribu pendukung Capres #01 tidak beranjak dari tempatnya hingga Jokowi selesai menyampaikan orasi politiknya.

Tahun 2014 di Kabupaten Tegal mendapatkan suara 63 persen. “Melihat antusias pada siang hari ini meskipun kehujanan tidak ada yang bergerak satu pun. Saya ingin memastikan di Kabupaten Tegal dan sekitarnya, kita harus dapat 75 persen ke atas,” ujar Jokowi.

Melihat antuasiasme dan militansi pendukungnya, Capres #01 Jokowi meminta agar semangat hari ini, juga dapat ditularkan pada 17 April memdatang.

“17 April tinggal dua minggu lagi, jaga semangat seperti ini, setuju?” tuturnya.

“Setujuuuuu.....,” jawab pendukungnya serempak.(Arianto)
Share:

Capres #01 Jokowi Optimis Menang 80 persen di Banyumas


Duta Nusantara Merdeka | Banyumas
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo meyakini akan menang 80 persen di Banyumas. Perkiraan Jokowi didasari banyaknya massa yang mendatangi kampanye capres #01 di Halaman Sasana Krida, Komplek GOR Satria Purwokerto, Kamis 4 April 2019.

Sebelum berkampanye, Jokowi bersama istrinya, Iriana menaiki sebuah jip terbuka dalam Karnaval Kebangsaan di Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

“Tahun 2014, perlu saya ingatkan jika di Banyumas kita menang 64 persen. Tapi tahun 2019 kita ingin menang disini 80 persen setuju?” tanya Jokowi.

“Setujuuuuu.......,” jawab puluhan ribu pendukungnya.

Jokowi memuji militansi dari pendukungnya. “Saya melihat pagi hari ini sangat militan. Oleh sebab itu saya sampaikan minimal 80 persen, nggih?” ujar Jokowi.(Arianto)
Share:

Capres #01 Jokowi Pamer Kartu di Hadapan Simpatisan di Tegal


Duta Nusantara Merdeka | Tegal
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) terus melakukan kampanye jelang pemilihan umum pada Rabu 17 April 2019. Seperti siang ini, Jokowi berkampanye di Lapangan Sepak Bola, Dukuh Salam, Kabupaten Tegal, Kamis 4 April 2019.

Meski hujan cukup lebat saat Jokowi berkampanye namun capres petahana itu tetap semangat berorasi. Orasi yang disampaikan Jokowi di hadapan simpatisannya di Tegal yaitu soal kartu.

"Baiklah, saya mulai dengan Kartu Sembako Murah ini. Kartu Sembako Murah ini nanti bisa dipakai oleh ibu-ibu untuk berbelanja mendapatkan diskon yang banyak, baik untuk beli beras, beli gula, beli minyak dan yang lain-lainnya," ujar Jokowi.

"Kartu Sembako Murah, karena disini akan disubsidi dari pemerintah, siapa yang setuju Kartu Sembako Murah tunjuk jari! Ini nantinya kenapa ini muncul? Supaya anak-anak kita semuanya baik yang ada di kandungan maupun balita semuanya memiliki gizi yang baik sehingga sehat dan pintar, setuju ya?" lanjut dia.

Kemudian Jokowi menjelaskan nanti juga ada yang namanya Kartu KIP Kuliah. Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah ini lanjutan dari KIP yang 4,5 tahun lalu sudah keluar.

Bedanya KIP saat itu diperuntukkan bagi SD, SMP, SMA-SMK. Nantinya, Jokowi menjelaskan dengan KIP Kuliah, lulusan SMP-SMK bisa meneruskan ke perguruan tinggi atau ke universitas dan akademi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Setuju? Setuju? Tunjuk jari semuanya setuju? KIP Kuliah. Yang ketiga, akan muncul yang namanya Kartu Pra Kerja. Ini Kartu Pra Kerja, ini, ini, ini," ucap Jokowi sambil menunjukkan kartunya.

"Kartu Pra Kerja ini diperuntukkan untuk lulusan SMA-SMK akademi perguruan tinggi atau yang masih kerja kemudian kena PHK," bebernya.

Jokowi menuturkan dengan Kartu Pra Kerja ini akan diberikan pelatihan-pelatihan, diberikan training-training oleh kementerian, BLK (Balai Latihan Kerja), dan BUMN. Kemudian juga oleh lembaga swasta yang menyebabkan yang dilatih nanti akan mendapatkan skill yang baik.

"Sehingga diterima di dunia kerja, di dunia industri, di BUMN. Setuju ndak Kartu Pra Kerja? Kalau yang belum mendapatkan kerja nanti di kartu ini akan diberi insentif honor, setuju?" imbuh Capres 01 Jokowi ini.

Sehingga nantinya anak-anak muda bisa semuanya mendapatkan pekerjaan. Oleh sebab itu Kartu Pra Kerja ini selain diadakan training di dalam negeri, juga ditraining di luar negeri.

"Siapa yang setuju Kartu Pra Kerja tunjuk jari! Tunjuk jari yang setuju Kartu Pra Kerja! Yang tidak setuju silakan maju, saya beri sepeda, awas kalau ada yang maju," terang Jokowi.

Jadi tiga kartu ini, ditambahkan Jokowi akan dimulai tahun depan. Karena Jokowi menyampaikan ini adalah programnya sebagai capres.

"Tahu semuanya? Anggarannya akan kita siapkan tahun ini, tahun depan sudah bisa dipakai, siapa yang setuju tiga kartu ini?" tutur Jokowi disambut riuh para simpatisannya. (Arianto)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini