Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Bekraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekraf. Tampilkan semua postingan

Bekraf akan Gelar Asia Content Business Summit


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menggelar Asia Content Business Summit (ACBS) 2019 di Jakarta pada Kamis-Minggu (19-22 September 2019). Sebagai hasil kolaborasi BEKRAF, Salon Media (Hong Kong) dan Kementerian Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, ACBS 2019 akan terdiri dari beberapa pertemuan, konferensi, festival film. Seluruh pertemuan dan konferensi diselenggarakan di Hotel Sultan, sedangkan ACBS Film Festival digelar di CGV fx Sudirman.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, Asia Content Business Summit (ACBS) adalah platform Pan-Asia pertama yang mempromosikan pengembangan media kreatif dan industri konten antarnegara di Asia (yaitu Indonesia, Jepang, Cina, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Filipina, India, dan Thailand). Sejak 2008, ACBS digelar untuk meningkatkan dan mengembangkan industri konten di Asia dan berupaya membawa para pemangku kepentingan terkait dari Asia dengan tujuan memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi yang melibatkan pemerintah dan sektor swasta dalam industri konten.

ACBS 2019 mengangkat tema 'Story of Asia: Strengthening the Competitiveness Together' akan membahas empat issue: mulai dari policy, pengembangan skill, bisnis model baru, hingga kolaborasi kawasan. "Kami mengharapkan pertemuan ini akan semakin memfasilitasi dan memperkuat kerja sama dan kolaborasi industri konten di Asia," ungkap Triawan Munaf dalam jumpa pers di CGV FX Sudirman, Selasa (17/9/2019).

Selain itu, kata Triawan Munaf, Konferensi akan mempertemukan perwakilan-perwakilan pemangku kepentingan industri konten, seperti content creator, pengusaha, masyarakat umum, pemerintah, media, dan para pakar terkemuka. Konferensi terbagi menjadi 4 sesi dengan subtema Policy Framework to Promote the Development of Content Industries: Lesson Learnt and Best Practices; Woys of Producing Highly-skilled Content Creators; ldentifying New Business Modelfor Cross Platform Content; serta Regional Collaboration Initiatives. Para pembicara yang akan tampil, antara lain, produser film Crazy Rich Asia John Penotti, Sutradara/Produser Riri Riza, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI Dr. Hilmar Farid, Komikus Marvel dan DC Comics, Chief Commercial Officer Viddsee Ario Anindito, Derek Tan, dan banyak lagi.

Pada kesempatan ini, lanjut Triawan Munaf, ACBS Film Festival akan menayangkan film-film, antara lain: Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Indonesia), Kahaani 2 (India), Huang Fu Mi (Cina), Daysleepers (Indonesia), Reflections (Jepang), Still Human (Hong Kong), Mencari Rahmat (Malaysia), A Land Imagination (Singapura), Sekala Niskala (lndonesia), Pro May Genius/Must/Build (Thailand), Tarling is Darling (Indonesia), dan film nasional yang telah direstorasi, yakni Bintang Ketjil.

"ACBS ke-7 akan menjadi platform untuk mempromosikan inklusivitas dalam industri konten Asia dan memungkinkan semua peserta untuk mengeksplorasi nilai kolaborasi dan rasa saling menghormati di Asia, serta mendorong interaksi yang dinamis di antara negara-negara Asia," pungkas Kepala BEKRAF.

Menariknya, kata Triawan Munaf, Acara ini digelar bersamaan dengan AKATARA, Indonesian Film Business & Market. AKATARA menghadirkan 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang dan 40 penyandang dana selama pitching forum dan speed dating. Sementara pengunjung dapat mengunjungi booth mini expo yang tahun ini lebih beragam.

"Dalam penyelenggaraan tahun ke-3, AKATARA 2019 memberikan perhatian besar pada penguatan badan usaha berupa film company start-up yang saat ini cukup banyak hadir di berbagai daerah. Banyaknya pemain baru ini dirasa penting untuk memperkuat pondasi dari ketahanan dan kesinambungan industri perfilman nasional ke depan," tutup Triawan Munaf. (Arianto)



Share:

Bekraf Gelar Pembekalan dan Pengikatan Perjanjian Kerja Sama Penerima Bantuan Insentif Pemerintah Tahun 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Akses Permodalan menggelar kegiatan Pembekalan dan Pengikatan Komitmen pada Perjanjian Kerja Sama Penerima Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) pada Penyaluran BIP dalam rangka Penyaluran Skema Hibah Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif di Harris Vertu Hotel Harmoni, Jakarta pada Selasa pagi (10/9/2019). Sebelum kegiatan pembekalan dan pengikatan komitmen ini, proses di awali dengan seleksi administrasi, wawancara dan verifikasi lapangan terhadap 76 peserta dilakukan secara simultan sejak Juni 2019 lalu. Setelah itu Bekraf secara resmi mengumumkan proposal terpilih pada 31 Agustus 2019 melalui laman http://bip.bekraf.go.id/

Dicky Djatnika Ustama, Inspektur Bekraf mengatakan, Bekraf menyalurkan insentif dalam bentuk penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap kepada pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf). Insentif yang diberikan Bekraf merupakan bantuan pemerintah untuk pelaku usaha ekraf subsektor aplikasi digital dan pengembangan permainan, fesyen, kriya, kuliner, dan film. Tahun ini adalah kali ketiga Bekraf memberikan bantuan kepada para pelaku ekraf melalui BIP setelah sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018 juga digelar  kegiatan yang sama. Setiap tahun terjadi peningkatan jumlah penerima BIP beserta subsektor asalnya. Jika tahun 2017 jumlah penerima 34 (dari 2 subsektor ekonomi), dan 2018 ditetapkan 52 penerima (dari 4 subsektor ekonomi). Maka tahun 2019 dipilih 62 penerima dari 5 subsektor ekonomi.

BIP menjadi sangat penting untuk mendorong kemajuan ekonomi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Lanjut Dicky, Diharapkan pula secara tidak langsung membawa peningkatan kemajuan ekosistem komunitas ekonomi kreatif dari dana yang disalurkan kepada pelaku ekonomi kreatif. Sekaligus menjadi stimulus serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat atau komunitas itu sendiri dalam proses pembangunan ekonomi kreatif atas hasil usahanya.

Fadjar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Bekraf menjelaskan, Kami berharap dengan adanya dana BIP ini, usaha para penerima bantuan dapat semakin berkembang dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan manfaat untuk orang-orang dan masyarakat di sekitar anda.

Dalam meyalurkan BIP kepada pelaku ekonomi kreatif, kata Fadjar, diawali dengan tahap seleksi administrasi. Seleksi administrasi oleh tim BIP dilakukan dengan pengecekan kesesuaian tujuan permohonan, kelengkapan dan kebenaran dari proposal dengan mekanisme program Batch. Hasil seleksi administrasi oleh Tim BIP akan diserahkan kepada Tim Kurasi untuk melaksanakan seleksi substansi. Tim Kurasi merupakan sekumpulan ahli (kurator) yang melakukan penilaian secara teknis proposal yang diajukan oleh pengusul. Dimungkinkan juga untuk kurator mempertimbangkan atau meminta pendapat ahli lain dibidang terkait jika diperlukan.

Selanjutnya dilakukan Seleksi Presentasi Substansi dan Wawancara dimana para peserta yang lolos tahap kurasi proposal diundang untuk mempresentasikan dan menjelaskan tentang profil, kegiatan usahanya sekaligus rencana penggunaan dana BIP yang sebelumnya dikirimkan oleh peserta. Selain itu, tambah Fadjar, juga dilakukan verifikasi lapangan ke lokasi usaha peserta untuk memastikan kesesuaian dari kegiatan maupun legalitas usaha masing-masing peserta. Hasil dari verifikasi seleksi wawancara dan verifikasi lapangan tersebut kemudian dibahas dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Pelaporan Verifikasi Lapangan dan merupakan dasar penetapan calon penerima BIP Tahun 2019.

"Jumlah penerima BIP tahun 2019 ini adalah 62 pelaku ekraf yang berasal dari 27 kabupaten/kota di Indonesia dengan rincian 15 peserta dari subsektor kuliner, 16 peserta dari subsektor aplikasi digital dan pengembangan permainan, 13 peserta dari subsektor fesyen, 13 peserta dari subsektor kriya, dan 5 peserta dari sektor film," tutup Fadjar. (Arianto)





Share:

IKAPI Siap Gelar Indonesia International Book Fair di JCC Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ikatan Penerbit Indonesia (lkapi) siap menggelar Pameran Buku Internasional Indonesia (Indonesia International Book Fair/IIBF) 2019. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia(Bekraf) Triawan Munaf dijadwalkan membuka pesta perbukuan tersebut pada 4 September 2019 di Balai Sidang Jakarta (JCC) - Hall A.

Triawan mengimbau para pencinta dan pembaca buku untuk hadir pada acara tersebut. Mereka dapat menyaksikan pameran, diskusi, talkshow, dan kegiatan-kegiatan menarik lainnya. "Buka jendela Anda ke dunia dengan membaca buku," katanya.

Dua puluh negara akan hadir sebagai peserta pameran tersebut dan membuka stan. Selain itu, akan datang pula 38 peserta internasional dari 14 negara pada acara Indonesia Partnership Program (IPP) untuk bertemu dan bertransaksi hak cipta terjemahan (copyright) dengan para penerbit Indonesia.

IIBF tahun ini merupakan acara ke-39 kali sejak lkapi pertama menggelarnya pada 1980. Semula menyandang nama Indonesia Book Fair (IBF), sejak 2014 acara ini bertransformasi menjadi Indonesia International Book Fair (IIBF). Di dalamnya, tercakup kegiatan perbukuan berupa promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, pendidikan, dan pelaku industry kreatif lainnya.

Bersamaan dengan IIBF 2019, Ikapi juga menyelenggarakan Indonesia Partnership Program (IPP) dan Simposium Internasional tentang Pendidikan. Kegiatan IPP diselenggarakan dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai sumber dan pusat pemasaran hak cipta terjemahan (copyright) di dunia internasional.

Para professional penerbitan, melalui IPP, diarahkan untuk hadir di Indonesia dan membeli copyright buku-buku Indonesia. Sebanyak 150 aplikasi dari 25 negara masuk kemeja panitia dan bersaing dalam proses seleksi untuk mendapatkan grant berupa tiket pesawat, akomodasi selama di Indonesia, dan kepesertaan di lIBF.

Atas dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ikapi juga menghadirkan tokoh-tokoh pendidikan dan praktisi buku pendidikan dunia melalui International Symposium on Education Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP akan membuka acara tersebut pada 3 September 2019 sekaligus menyampaikan paparan kunci. Pembicara lain, diantaranya, datang dari Asosiasi Penerbit Internasional (IPA) dan Oxford University Press. Dari dalam negeri, akan tampil akademisi Prof. Dr. Rhenald Kasali dan mantan deputi World Intellectual Property Organization (WIPO) Candra Darusman.

Bagi partisipan domestik, IIBF adalah pintu menuju pasar global. Bagi partisipan asing, IIBF adalah gerbang memasuki pasar raksasa Asia Tenggara. Ikapi berharap pameran ini menjadi ajang yang
luas bagi industry kreatif, bukan sekadar "book fair" melainkan "a book affair".

Ketua Umum IKAPI, Rosidayati Rozalina mengatakan saatnya Indonesia menyelenggarakan pameran buku dunia. "Jangan hanya jadi tamu yang mempesona di negara lain, tapi juga memiliki acara sendiri," kata dia.

Indonesia berkali-kali menjadi pusat perhatian di pameran buku internasional, antara lain menjadi guest of honor di Frankfurt Book Fair 2015, country of focus pada Asian Festival of Children's Content 2017 di Singapura, guest of honor di Kuala Lumpur International Book Fair 2018, dan terakhir menjadi market focus di London Book Fair 2019.

Sebagai penyelenggara, kata Rosidayati, lkapi berkomitmen untuk terus mengembangkan llBF, melakukan berbagai inovasi agar kehadirannya dapat mengikuti perkembangan zaman. "lIBF kini tidak lagi hanya menjadi ajang jual-beli buku dan hak cipta buku dari industry penerbitan, melainkan juga menjadi ajang promosi dan penjualan intellectual property (IP) produk non buku dari industry kreatif lainnya," ujarnya.

Tahun lalu, pada lIBF 2018, jumlah buku lIndonesia yang terjual untuk diterjemahkan ke dalam bahasa asing sebanyak 26 judul. Selain itu, terdapat 105 judul lainnya yang diminati dan proses transaksi berjalan setelah acara lIBF berlangsung.

Negara pembeli dan peminat right buku-buku Indonesia pada saat itu adalah Singapura, Malaysia, Inggris, Turki, Srilangka, Jepang, Maroko, China, Taiwan, Belanda, dan Korea Selatan. Sementara, peminat yang datang tahun ini berasal dari Albania, Australia, Mesir, AS, lran, Turki, Jamaika, China, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Pakistan, Korea Selatan, dan Jerman.

Ikapi juga tetap berupaya agar manfaat tradisional pameran buku sebagai ajang promosi literasi dan penjualan buku tetap dapat dinikmati oleh pengunjung, termasuk dengan menyediakan buku murah sesuai amanat UU no. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. "Untuk mewujudkan amanat tersebut dan mengakomodasi keinginan anggota lkapi, sejak tahun lalu di lIBF dibuat area khusus untuk penjualan buku dengan diskon tinggi yang dinamakan Zona Kalap," kata Rosidayati.

Ketua Panitia lIBF 2019 Djadja Subagdja mengatakan kehadiran peserta manca negara adalah wujud dari pemikiran bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menjadi tuan rumah yang menarik untuk dikunjungi. "Pemikiran ini muncul setelah kita menjadi tamu yang memesona dalam beberapa pameran buku internasional di Frankfurt, London, Singapura, dan Kuala Lumpur," katanya.

Di sisi lain, panitia juga menjalankan amanat Renstra lkapi untuk menghadirkan perhelatan yang menjadi sarana promosi dan komunikasi para penerbit dalam negeri. Ikapi juga tidak boleh lelah
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi masyarakat untuk mencintai buku.

"IIBF 2019 tetap menjadi pameran yang mengakomodasi kepentingan bisnis B2B dan B2C para penerbit," ujar Djadja. Istilah B2B merujuk pada kegiatan business to business atau transaksi sesama penerbit, sedangkan B2C mengarah kepada business to costumer atau antara penerbit dan pembaca.

Menurut Djadja, kedua kepentingan tersebut sama-sama memiliki nilai luhur bagi perkembangan penerbitan buku. Ikapi sadar bahwa mosyarakat berharap BF tetap menjadi tempat berinteraksi dengan dunia perbukuan, baik sekador belanja buku maupun ingin lebih mengenal para penulis yang selalu dihadirkan di IIBF.

Dalam pameran tersebut, akan berlangsung pula pengumuman dan penganugerahan lkapi Awards. Penghargaan perbukuan ini diberikan untuk tiga kategori, yaitu buku terbaik (book of the year, penulis terbaik (writer of the year), dan tokoh terpilih yang berperan dalam promosi literasi (literacy promoter). Selain itu akan ada talkshow, meet and greet dengan penulis ternama, lomba tari daerah, wisata literasi, kompetisi robotik, dan pelatihan menulis.

Panitia juga menyediakan Zona Kalap, yaitu tempat penjualan buku-buku dengan diskon besar-besaran 40 hingga 90 persen dari berbagai penerbit. Panitia menyediakan area seluas 600 meter persegi untuk Zona Kalap, lebih luas dari tahun lalu yang hanya 450 meter persegi. Akan tersedia 500 ribu eksemplar buku yang terdiri dari 5.000 judul terbitan 250 imprint (merek) penerbit. Pada zona ini terdapat pula produk non buku berupa mainan edukatif dan merchandise perbukuan.

Peserta dalam negeri yang sudah terdaftar adalah penerbit Gramedia, Mizan, Republika, Erlangga, Zikrul Hakim, Bumi Aksara, Niaga Swadaya, Obor, Tiga Serangkai, Gulali, Lentera Hati, Gramata, Rajagrafindo, Sabana, SPKN, BalaiPustaka, Pesona Edu, Al Kautsar, Maghfirah Pustaka, Andi Offset, Kompas, KBN, Katapel, UGM Press, Ul Press, UT, Ikapi Daerah, dan Perpustakaan Nasional. Selain itu turut hadir stan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Pemprov DKI, Kalsel, Kalbar, Badan Pengembang Bahasa dan Perbukuan, Kementan, dan Kemenkes.

Peserta luar negeri yang membuka stan antara lain dari Mesir, China, Malaysia, Korea, Jerman, dan Inggris. Sedangkan penerbit buku, di antaranya Harper Collines Publishers, Macmillan, Campbell,Penguin Random House, Priddy Books, Pan Macmillan, Simon & Schuster, dan Scholastic.

Selama pameran, terdapat 30 mata acara di Panggung Utama dan 20 mata acara di Panggung Lobi. Selain itu terdapat kompetisi robotic, story telling, dan lomba mewarnai. Panitia juga menjadikan IIBF sebagai destinasi wisata literasi dan sejumlah sekolah telah menyerahkan formulir kehadiran.

Panitia juga mengadakan workshop penulisan buku anak dan aneka talk show. Terjadwal hadir, para penulis seperti Ahmad Fuadi, Asma Nadia, Marcella FP, FazaMeonk/Si Juki, dan lain-lain. (Arianto)





Share:

Bekraf Gelar Awarding Deureuham 2019: Islamic Creative Economy Competition


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Akses Permodalan, Direktorat Akses Perbankan menggelar acara Awarding Deureuham 2019: Islamic Creative Economy Competition pada Minggu (1/9/2019) di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Acara ini akan dibuka oleh Kepala Bekraf, Triawan Munaf dan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi Government Talk dari Bekraf dengan tema Peran Kedeputian Bekraf Pada Ekosistem Deureuham. Sesi ini akan diisi oleh Sekretaris Utama Bekraf, Restog Krisna Kusuma; Deputi Akses Permodalan, Fadjar Hutomo; Deputi Infrastruktur, Hari Santosa Sungkari; Deputi Pemasaran, Joshua Puji Mulia Simandjutak; Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, Ari Juliano Gema; Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah, Endah Wahyu Sulistianti; Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Wawan Rismawan; Direktur Akses Perbankan Syariah, Yuke Sri Rahayu; dan GM Micro Business Division BNI Syariah, Budi Aristianto.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Deureuham 2019 berupa peningkatan kapasitas bisnis, penjurian nasional, dan penganugerahan bagi 30 finalis Bootcamp Nasional Deureuham 2019 dari 5 Regional penjurian Deureuham 2019.


30 finalis yang berhasil lolos adalah TXTURE, Kanung Bakery Bogor, Hey Jong, Cerebrum, Studio Dapur, PALA Nusantara dari Bandung; Pukis Badran, Social Kreatif, Fox and Bunny, Lactashare, OPA Order Pake Aplikasi, Gouni goods dari Jogjakarta; SAKOMBU, Katuju Indonesia, Frame Lite, MOWIEE, KEPUL, Rendang Mizaki dari Padang; De pumpkins, Learn Qur'an, JEDA SEJENAK, Kantan Sasirangan, Borneo Wood Work, Smart Private Indonesia dari Banjarmasin; Genjiwarestore, La Unti, Film Kecapi, Skydu, DEL MANGO, Dapur Tani dari Makassar.

Semoga tujuan acara ini dapat tercapai dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi serta terciptanya ekosistem ekonomi kreatif berbasis Syariah di Indonesia tumbuh dan
berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan halal lifestyle dunia," ujar Triawan Munaf.

Seleksi Deureuham diawali dengan roadshow di enam daerah, yaitu Bandung, Padang, Aceh, Banjarmasin, Makassar, dan Yogyakarta, kata Triawan Munaf, kemudian dilanjutkan dengan bootcamp nasional yang digelar di Bandung, 30 ekrafpreneur dari subsektor jasa kreasi digital, teknologi, kuliner, serta kriya dan desain produk lolos kurasi bootcamp dan menjadi finalis Deureuham 2019.

Di akhir kegiatan bootcamp, akhirnya terpilih delapan pemenang dari 4 subsektor. Pada subsektor kriya dan desain produk dimenangkan oleh Genjiwarestore sebagai juara pertama dan PALA Nusantara sebagai juara kedua. Pada subsektor jasa kreasi digital dimenangkan oleh Social Kreatif sebagai juara pertama dan Hey Jong sebagai juara kedua. Pada subsektor kuliner dimenangkan oleh Pukis Badran sebagai juara pertama dan Katuju Indonesia sebagai juara kedua. Pada subsektor teknologi dimenangkan oleh Learn Qur'an sebagai juara pertama dan Cerebrum sebagai juara kedua.

Kriteria penjurian peserta Deureuham 2019 yaitu usaha kreatif dan inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar, khususnya middle class moslem; usaha kreatif berbasis syariah yang memiliki spiritual benefit, memiliki manfaat, halal, dan tanpa riba; usaha kreatif yang memiliki sosial impact, yaitu mempunyai dampak positif terhadap lingkungan sekitar; serta usaha kreatif yang scalable, berpotensi tumbuh berkembang menciptakan lapangan pekerjaan di masa datang.

Deureuham juga dapat menjadi link para peserta untuk mengikuti ajang internasional. Kesempatan dalam berkompetisi di ajang internasional akan terbuka, sehingga setelah mengikuti Deureuham para peserta diharapkan dapat memulai membuat media sosial, website dan sebagainya dalam versi bahasa lnggris.

"Melalui Deureuham, Bekraf mendorong pelaku usaha ekraf berbasis syariah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan syariah, menstimulasi pertumbuhan bisnis berbasis syariah, sekaligus mengembangkan ekrafpreneur berbasis syariah di Indonesia," tutup Triawan Munaf. (Arianto)



Share:

Bekraf Kembali Luncurkan ORBIT


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali luncurkan ORBIT setelah sukses melahirkan 35 desainer terpililh pada 2017 dan 2018. ORBIT merupakan wadah desainer Indonesia yang bertalenta untuk mengaktualisasi diri, mengembangkan kompetensi dan tumbuh berkembang secara maksimal melalui program pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.

Ricky J. Pesik , Wakil Kepala Bekraf mengatakan, Dengan adanya ORBIT diharapkan dapat meningkatkan kemampuan desainer Indonesia dalam penciptaan produk dan bisnis, baik skala nasional maupun Internasional".

Ricky menambahkan, ORBIT pada dasarnya bukanlah perlombaan karena prinsipnya adalah memberikan reward kepada desainer bertalenta, ini adalah scenario planning dan modeling progam dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem desain di Indonesia.

"Desainer yang terpilih akan mendapat sertifikat penghargaan, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, publikasi dan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan Bekraf, magang di dalam maupun luar negeri dan studi banding internasional," ungkap Ricky saat Sosialisasi ORBIT 2019 di Kedasi @The Cause Event Spacee & Auditorium, Jakarta pada Jumat (2/8/2019).


Selain itu melalui program ini, lanjut Ricky, Bekraf juga berupaya untuk mempercepat desainer bertalenta Indonesia masuk ke pentas persaingan dengan memberikan fasilitasi pengembangan kapasitas yang berkelanjutan, sehingga mereka memiliki daya saing tinggi, inovatif, dan produktif dalam menciptakan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar global.

"Ruang lingkup desain pada ORBIT 2019 adalah: arsitektur, desain interior, desain fesyen, desain komunikasi visual, desain tata cahaya, desain "produk, desain tekstil, kriya dan lanskap. Para desainer yang terpilih dalam proses seleksi di tahun 2019 akan mengikuti tiga program yang berkelanjutan, yaitu basic program, program penguatan (design and product development, dan business development), dan program pengembangan (activation dan network and capacity building) yang semuanya akan dilakukan pada tahun 2020," jelas Ricky.

Bagi desainer yang berminat mengikuti ORBIT, kata Ricky, dapat mendaftarkan diri melalui platform BISMA (bisma.bekraf.go.id). Setelah itu, mengirimkan karya dan persyaratan lainnya melalui website http://orbit.bekraf.go.id paling larmbat 22 September 2019. Jakarta menjadi kota terakhir diselenggarakannya Sosialisasi ORBIT tahun ini setelah Bali, Malang dan Semarang.

Sesuai kriteria umum yang telah ditetapkan, desain yang dikirim harus merupakan karya orisinal berupa konsep atau karya yang diwujudkan dan bukan merupakan karya akademis. "Proses seleksi setelah submisi karya terdiri dari beberapa tahapan-tahapan lain, yaitu dua tahap kurasi, tahap penilaian dan konsolidasi, tahap purwarupa/prototyping,  yang terakhir adalah kurasi final," tutup Ricky.  (Arianto)




Share:

Indonesia Kenalkan ICINC di 3 Pameran Dagang Terbesar Amerika


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), memiliki komitmen untuk meningkatkan nilai ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) lokal menuju pasar global. Hal ini diwujudkan melalui Indonesia Creative Incorporated (ICINC), sebuah program akselerasi yang mempersiapkan perluasan pasar produk dan jasa kreatif ke luar negeri. Produk dan jasa kreatif yang siap dan lulus masuk ICINC adalah crème de la crème (best of the best) di subsektornya.

Joshua Simandjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf dalam sambutannya mengatakan, selaras dengan tujuan ICINC, bulan Agustus ini Bekraf akan mengikuti 3 pameran dagang terbesar di Amerika Serikat (AS) secara simultan.
-  Pertama, pameran dagang produk kriya New York (NY) Now 2019 yang akan berlangsung pada 10-14 Agustus 2019 di New York, AS. 
-  Kedua, pameran produk fesyen internasional Agenda Show, dan
-  Ketiga, Liberty Fairs yang rencananya akan beriangsung pada 12-14 Agustus 2019 di Las Vegas, AS.

Melalui 3 pameran ini, Bekraf akan menghadirkan sejumlah pelaku kreatif lokal beserta produk-produk unggulan mereka yang telah masuk ke dalam ICINC dalam subsektor kriya dan fesyen.


Fakta bahwa Bekraf kembali untuk mengikuti 2 dari 3 event ini setelah edisi tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa Bekraf borkomitmen untuk selalu konsisten mempromosikan produk-produk kreatif Indonesia ke seluruh dunia, lanjut Joshua, la menggarisbawahi konsistensi upaya Bekraf untuk meningkatkan ekspor ekraf nasional, Selain itu, la juga berharap agar dukungan ini dapat menjadikan industri fesyen dan kriya tanah air semakin berkembang pesat dan mendapat tempat di pasar global.

NY Now sendiri merupakan sebuah pameran dagang internasional yang secara eksklusif menampilkan produk-produk dari sub sektor kriya. Dihadiri lebih dari 25 ribu buyers dan menampilkan lebih dari 2.300 jenama home, lifestyle & gift dari berbagai negara, NY Now diklaim sebagai the most powerfut retail event in North America. Edisi 2019 kali ini adalah kali keempat sejak 2016 pertama kali Bekraf berpartisipasi dalam gelaran NY Now. "Tahun ini dengan mengusung tema 'ICINC presents IDentities at NY Now', keikutsertaan Bekraf di dalam event ini turut dipengaruhi oleh capaian menggembirakan para peserta, sejak edisi NY Now 2017 yang berhasil membukukan penjualan luar negeri sekitar Rp 11.494.270.800," ujar Joshua saat konferensi pers NY Now di Jakarta Theater XXI, Jakarta. Rabu siang, (31/7).


Pada kesempatan ini, kata Joshua, pameran yang direncanakan akan dilangsungkan di Jacob K. Javits Convention Center, New York, AS, ini, terpilih 8 jenama yang akan mewakili dunia kriya nasional di paviliun Indonesia, yaitu Djalin, Kayou, Sackai Bags, Indo Risakti, Du'Anyam, Studio Dapur, Rengganis dan Kana Goods.

Sementara itu dalam Agenda Show dan Liberty Fairs yang akan berlangsung di Sands Expo, Las Vegas terpilih 8 peserta yang akan diberangkatkan. Annas Tribe, KoolaStuffa, Niion dan Reinkarnasi akan mewakili paviliun Indonesia di Agenda Show, sedangkan Pot Meets Pop (PMP), Elhaus, Monstore dan Bluesville sebagai perwakilan di Liberty Fairs. Imbuh Joshua, jika Agenda Show adalah pameran untuk produk streetwear, maka Liberty Fairs adalah pameran untuk produk pria kontemporer. Mengulang tema tahun lalu saat berpartisipasi dalam Agenda Show 2018, paviliun Indonesia di Agenda Show dan Liberty Fairs tahun ini akan kembali memajang "ICINC presents +62Finest at Agenda Show & Liberty Fairs" sebagai penanda kreativitas tanpa batas yang dimiliki oleh subsektor fesyen Indonesia.

"Kembalinya Bekraf untuk kedua kalinya di event Agenda Show sendiri adalah untuk mengulang keberhasilan sejumlah peserta tahun lalu yang mendapatkan kontrak pembelian serta kerjasama dengan Urban Outfitters, Inc. sebuah perusahaan ritel multi-nasional yang bergerak di bidang lifestyle," tutup Joshua. (Arianto)




Share:

Bekraf Serahkan Sertifikat HKI Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah salah satu program unggulan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga menjadi prioritas nasional Indonesia. Sejak tahun 2016, Bekraf telah memberikan Fasilitasi Pendaftaran HKI kepada 5.671 pelaku ekonomi kreatif di 35 kota. Penyelenggaraan kegiatan Penyerahan Sertifikat HKI Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif Secara Simbolis merupakan kerjasama antara Bekraf dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Acara tersebut digelar di Hotel JS Luwansa, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling C-22, Jakarta Selatan hari Senin (8/4/2019).

Triawan Munaf menyampaikan bahwa melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, Bekraf telah melakukan Sosialisasi dan Fasilitasi HKI di lebih dari 80 kota berbeda di 34 provinsi.

"Pada periode yang sama, kami juga telah memfasilitasi sekitar 5.761 pendaftaran permohonan HKI produk bekraf ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM," ujar Triawan Munaf.

Melalui kegiatan ini, Bekraf dan Kemenkumham ingin menunjukkan kepada publik bahwa pemerintah sangat memperhatikan pelindungan dan pemanfaatan HKI sebagai salah satu aset terpenting bagi pelaku ekonomi kreatif, dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Sebagai bukti kepemilikan, sertifikat HKI dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan komersialisasi HKI, termasuk mengakses skema pembiayaan berbasis HKI nantinya.


Sementara itu, Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa sejak tahun 1998, sektor UMKM menjadi penggerak terbesar ekonomi Indonesia di dua dekade terakhir ini. Saat ini, kontribusi UMKM terhadap PDB di Indonesia baru 9,87%.

Berbeda dengan Yasonna Laoly, dalam acara ini, Wiranto selaku Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menjelaskan lebih lanjut mengenai fungsi HKI.

"Salah satu tujuan kegiatan ini dalah memberikan pemahaman kepada pemilik sertifikat HKI bahwa sertifikat HKI merupakan bukti kepemilikan dan dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan komersialisasi HKI", ujar Wiranto.

Sertifikat HKI yang diserahkan dalam kegiatan ini berjumlah 69 sertifikat merek dan 1 sertifikat desain industri. Selain sertifikat HKI, pada kegiatan tersebut juga akan diserahkan akta pendirian badan hukum Perseroan Terbatas (PT) kepada 10 unit usaha ekonomi kreatif sebagai perwakilan dari 95 unit usaha ekonomi kreatif yang telah difasilitasi Bekraf.


Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf dan Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM turut memberikan 11 sertifikat HKI dan 1 akta pendirian badan hukum PT secara simbolik. 12 orang perwakilan penerima sertifikat dan akta tersebut terdiri dari 2 orang dari Sumatera, 2 orang dari Jawa, 1 orang dari Kalimantan, 2 orang dari Sulawesi, 3 orang dari Bali-NTT, dan 2 orang dari Maluku-Papua.

Setelah sesi penyerahan sertifikat HKI dan akta pendirian badan hukum PT, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya dengan tema "Hak Kekayaan Intelektual'. Tujuan diadakan lokakarya ini adalah memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hal-hal yang berkaitan dengan HKI, khususnya mengenai pelindungan dan pemanfaatannya agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

Sinergi kerja sama antara Bekraf dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sejak tahun 2016 turut terimplikasi di kegiatan ini. Tutupnya.(Arianto)





Share:

Relawan RKLA Sumut Dan Aliansi Relawan Bersinergi Blusukan Dukung Jokowi - Ma'ruf


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Organisasi Masyarakat Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Provinsi sumut dengan ratusan relawan telah berikrar dan bertekad akan mendukung dan memenangkan pasangan calon Presiden Bapak Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin di pemilihan Presiden 17 April 2019.

Salah satu aksi nyatanya mendukung Capres no urut 01 tersebut adalah dengan turun blusukan ke jalan Sisingamangaraja Medan dengan membagikan kalender yang bergambar bapak Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin di seputaran jalan tersebut.



Menanggapi hal ini salah satu Masyarakat yang juga menerima kalender tapi tidak mau disebutkan namanya menegaskan bahwa “hal–hal seperti ini saya rasa hal yang sangat positif dan juga saya lihat yang ikut sebagian anak–anak milenial menandakan bahwa Bapak Jokowi masih sangat dicintai masyarakat, dan jujur saya sendiri juga sudah pasti mencoblos beliau di pilpres nanti” tegasnya.

Senada dengan hal itu, salah satu relawan ketika dikonfirmasi KoranDNM mengatakan, “kami anak – anak muda dan generasi milenial sangat antusias blusukan di jalan ini karena kami masih senang dan ingin Bapak Jokowi kembali terpilih untuk masa jabatan periode kedua.


Karena terlihat keberhasilan Beliau dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin yang sangat bijaksana, sudah tak terbilang lah reputasi di masa kepemimpinan Bapak Jokowi, dari mulai infrastruktur sampai kebijakan yang paling saya suka adalah mengusir kapal – kapal asing dari perairan Indonesia sehingga nelayan dan tentunya negara kita punya wibawa dan itu di kepemimpinan Bapak Jokowi yang sangat tegas dan tidak tebang pilih sehingga negara lain menjadi segan dengan kita” ungkapnya.

Pantauan di lapangan nampak masyarakat antusias dengan kehadiran relawan – relawan dari RKLA SUMUT  serta situasi kondusif sepanjang gelaran belusukan ini berlangsung. **


Wartawan DNM : Septian

Share:

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) gelar Festival Indikasi Geografis di Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menaruh perhatian serius terhadap pengembangan produk Indikasi Geografis (IG), karena sebagian besar produk IG adalah bahan baku dari subsektor ekonomi kreatif, yaitu kuliner, fashion, dan kriya, IG merupakan salah satu jenis Hak Kakayaan Intelektual (HKI) yang dimiliki secara kolektif oleh suatu kelompok masyarakat. Untuk mendapatkan perlindungan IG, kelompok masyarakat atau institusi yang mewakili atau memiliki kepentingan atau produk bersangkutan harus mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Kekayaan lntelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Produk IG menjadi istimewa karena setiap produk IG menunjukkan keterkaitan erat dengan daerah asalnya karena faktor lingkungan geografis masuk faktor alam faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada produk IG tersebut. Beberapa contoh produk IG, antara lain Carica Diang, Bandeng Sidoaro, Kopi Arabica Gayo, dan masih banyak lagi.


Sejak tahun 2016, Bekraf, melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, telah bergerak untuk membina dan memberikan dukungan terhadap perkembangan produk Indikasi Geografis, terutama bagi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) di seluruh Indonesia. Bekraf telah memfasilitasi desain ulang kemasan sebanyak 36 produk lndikasi Geografis di berbagai daerah di Indonesia.

Sedangkan pada tahun 2017 dan 2018. sebanyak 6 (enam) produk yang memiliki potensi untuk dilindungi sebagai Indikasi Geografis telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikat perlindungan Indikasi Geografis, bekerja sama dengan DJKI serta Tim Ahli Indikasi Geografis.


Hasil kerja keras Bekraf sejak tahun 2016 kini dikemas dalam sebuah kegiatan yang disebut dengan Festival Indikasi Geografis 2018, yang merupakan festival tentang lndikasi Geografis pertama di Indonesia. Acara ini diselenggarakan pada tangal 8 Desember 2018 di dua tempat, yaitu Seminar indikasi Geografis yang berlokasi di Hotel Pullman Jakarta dan Pameran yang berlokasi di Tribeca Park-Central Park JAKARTA.

Kegiatan ini memamerkan 61 booth produk Indikasi Geografis Indonesia yang telah terdaftar, pameran Repackaging produk-produk IG oleh Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGl), live perfomances oleh Tompi dan Ten2Five, Demo Masak dengan menggunakan bahan-bahan dari produk IG, seminar terkait indikasi Geografis, dan Fashion Show berupa peragaan busana yang dikembangkan sebagai hal kegiatan Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (KKON), Festival Indikasi Geografis ini mengundang seluruh perwakilan dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis lndonesia (MPIG) yang terdaftar per Januari 2018, ditambah perwakilan dar 6 (enam) MPIG yang difasilitasi oleh Bekraf sejak tahun 2017.

Mengusung tema "Kenali Asalnya", Festival Indikasi Geografis bermaksud untuk memperkenalkan produk-produk Indikasi Geografis Indonesia kepada masyarakat luas serta mendorong perkembangan ekosistem Indikasi Geografis di Indonesia. Nantinya, produk-produk Indikasi Geografis akan ditampilkan secara luas. Selain itu, kegiatan Festival Indikasi Geografis ini juga bertujuan sebagai penghubung produk Indikasi Geografis dengan konsumen secara langsung, memperkuat dan mengedukasi masyarakat perlindungan Indikasi Geografis, dan memberi manfaat ekonomi kepada pemerintah daerah setempat secara khusus dan pemerintah pusat secara umum.(Arianto)

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini