Peneliti Senior SETARA Institute Ikhsan Yosarie memaparkan laporan evaluasi kinerja 20 tahun organisasi di Jakarta.
SETARA Institute resmi merilis laporan evaluasi kinerja dua dekade bertajuk "20 Tahun SETARA Institute dalam Memperjuangkan Kesetaraan" di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Dalam pemaparannya, Peneliti Senior SETARA Institute, Ikhsan Yosarie, menegaskan bahwa meskipun lembaga telah memproduksi ratusan basis data kebijakan, indikator hak-hak sipil dan politik (Sipol) di Indonesia masih kerap mendapatkan rapor merah.
Rapor Merah Hak Sipol dan Metodologi Survei Ahli
Dalam paparan pilar Rule of Law dan Pemajuan HAM, SETARA Institute mencatat kelolaan Indeks HAM yang konsisten diproduksi setiap tahun sejak 2010 menunjukkan bahwa sektor sipil dan politik masih stagnan.
Pemetaan ini diperkuat oleh pilar ketiga mengenai Reformasi Sektor Keamanan dan Human Security. Berbeda dengan survei kepuasan publik generik yang seringkali dinilai bagus, studi komparatif SETARA menggunakan metode Survei Opini Ahli.
Riset mendalam tersebut melibatkan 167 ahli di 50 kota di Indonesia yang memiliki kompetensi di bidang HAM, tata negara, hukum, dan keamanan. Hasilnya berbanding terbalik dengan persepsi awam; para ahli memberikan rapor buruk pada beberapa indikator krusial Polri. SETARA mendorong agar perbaikan institusi kepolisian didasarkan pada riset berbasis bukti (evidence-based policy).
Masalah Berulang para Kapolri dan Catatan Era Gus Dur
Evaluasi periodik terhadap kinerja Kapolri pasca-reformasi menyingkap fakta pahit mengenai adanya pola keberulangan masalah yang sama, khususnya terkait isu kekerasan serta integritas aparat. Persoalan klasik ini terus terjadi dari masa ke masa jabatan kepemimpinan tanpa penyelesaian akar masalah yang tuntas.
"Hanya ada satu masalah yang tidak berulang, yaitu masalah insubordinasi atau pembangkangan antara Kapolri dengan Presiden, yang dahulu sempat terjadi di era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)," ujar Ikhsan.
Output Dua Dekade dan Ekspansi Sektor Bisnis
Hingga tahun 2024, lembaga think tank ini telah menelurkan 555 laporan penelitian, yang terdiri atas 138 buku/laporan, 10 modul, 255 siaran pers, serta 180 artikel ilmiah. Isu Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) mendominasi dengan 329 publikasi.
Kini, lembaga yang pernah meraih Pin Emas dari Kemendagri ini merambah sektor komersial melalui penguatan Bisnis dan HAM (B-HAM). Guna memastikan HAM menjadi nilai utama di sektor swasta, SETARA menjadwalkan agenda Training of Trainers (ToT) Inklusif Bisnis di 10 kota di Indonesia dalam dua pekan ke depan, dengan melibatkan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#SetaraInstitute #20TahunSETARA #IndeksHAM #ReformasiPolri #HakSipol #GusDur #BisnisDanHAM #KebijakanPublik




























