Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu berkolaborasi dengan Perhimpunan Hakka Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar donor darah massal bertajuk “Memberikan Darah, Memberikan Kehidupan” di Jakarta, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan ini menargetkan 1.000 pendonor darah dan menjadi bagian dari rangkaian event kesehatan masyarakat yang juga diisi seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, hingga lucky draw. Ketua Umum Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu, Sugeng Prananto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial lintas komunitas.
Donor Darah Bukan Sekadar Seremoni
Pagi itu, suasana aula sudah ramai bahkan sebelum acara resmi dimulai. Saya sempat melihat antrean peserta yang rela datang lebih awal hanya untuk memastikan mereka bisa ikut donor. Tidak ada wajah terpaksa, justru yang terlihat adalah semangat membantu sesama.
Sugeng Prananto mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir tanpa paksaan dan tanpa imbalan.
“Saya sangat terharu melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir dengan semangat membuat kebaikan, kebajikan, dan kegunaan untuk menyumbang darah yang suatu saat akan berguna bagi masyarakat,” ujar Sugeng di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, donor darah adalah bentuk sederhana tetapi sangat penting dalam menjaga kehidupan orang lain. Ia menegaskan, setetes darah bisa menjadi penentu keselamatan seseorang di ruang perawatan.
“Teman-teman hadir ini tanpa paksaan, tanpa pembayaran apa-apa, tapi dengan semangat hati nurani ikut membantu menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Kolaborasi Sosial dan Pesan Kebangsaan
Ketua Umum AREBI, Lukas, menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih hidup kuat di tengah masyarakat. Ia mengatakan tidak ada sekat antara pengusaha, komunitas, maupun warga biasa ketika tujuannya adalah membantu bangsa.
“Kita bergandengan tangan satu sama lain. Tidak ada pembedaan, semuanya satu, karena kita mau memberikan amal bakti kepada bangsa Indonesia,” ujar Lukas.
Sementara itu, Ketua Panitia Harti Hardijah menambahkan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa tidak cukup hanya lewat pidato, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata.
Saya teringat satu pengalaman lama saat meliput PMI beberapa tahun lalu. Seorang ibu menangis hanya karena stok darah yang dibutuhkan anaknya akhirnya tersedia. Sejak itu saya paham, donor darah bukan soal acara besar, tetapi soal kesempatan hidup yang datang tepat waktu.
“Setetes darah yang Bapak dan Ibu berikan sangat berarti dan membantu banyak orang yang membutuhkan,” kata Harti.
Pemeriksaan Gratis hingga Hadiah Menarik
Selain donor darah, panitia juga menyediakan cek gula darah, kolesterol, asam urat, kadar oksigen darah, breast scanner, akupuntur, acupressure, hingga stress analyzer.
Acara juga diisi senam bersama Andrie Wongso, seminar kanker, peluncuran buku “9 Konstitusi Tubuh”, serta edukasi hidup sehat.
Untuk menarik partisipasi, panitia menyiapkan hadiah lucky draw seperti sepeda motor listrik, televisi 32 inci, smartwatch, speaker bluetooth, hingga perangkat edukasi digital.
Setiap pendonor yang berhasil mendonorkan darah juga memperoleh beras 5 kilogram untuk 1.000 peserta pertama. Pendekatan ini dinilai efektif memperluas partisipasi publik sekaligus memperkuat pesan bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu kaya.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
































