Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Perayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perayaan. Tampilkan semua postingan

MATAKIN Gelar Perayaan Imleknas MATAKIN XXI di JCC Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Hari Raya Tahun Baru Imlek adalah satu hari suci keagamaan bagi umat Khonghucu, disamping hari suci lainnya seperti : Duan Yang (Puncak Musim Panas), Zhong Qiu (Pertengahan Musim Rontok), Dong Zhi (Puncak Musim Dingin), Qing Ming (Sadranan) dan Zhisheng Dan (Hari Lahir Nabi Kongzi, Confucius).

Karena sejarah agama Khonghucu (Ru Jiao) banyak berimpitan dengan sejarah orang Tionghoa dan agama Khonghucu telah mempengaruhi kehidupan masyarakat di Kawasan Asia Timur sejak beberapa abad lamanya, tidak heran bila Tahun Baru Imlek juga dirayakan dan menjadi tradisi bagi masyarakat Tionghoa, dan luas dirayakan di Tiongkok, Korea, Vietnam, Mongolia, Taiwan dan Jepang dengan nama berbeda-beda.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) kembali menggelar Perayaan "Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili" secara nasional, terhitung sejak Perayaan Imleknas pertama, 17 Februari 2000, yang waktu dihadiri Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden : Megawati Sockarnoputri, Ketua MPR : Prof. Dr. Amin Rais, Ketua DPR: Ir. Akbar Tanjung, serta beberapa tokoh bangsa, termasuk Menteri Pertambangan: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Seminggu kemudian Presiden Gus Dur juga menghadiri Perayaan Capgomeh yang diadakan MATAKIN KOMDA Jawa Timur. Selain menyapa umat Khonghucu di Jakarta dan Surabaya, Gus Dur juga memberikan hadiah Imlek sebagai Hari Libur Fakultatif, dan sebelumnya beliau mencabut Inpres 14/1967 dengan Keppres 6/2000. KTP Khonghucu yang sebelumnya dilarang dipulihkan 31Maret 2000. Presiden Gus Dur hadir dalam Perayaan Imleknas I dan II MATAKIN.

MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menggelar Perayaan Imleknas MATAKIN XXI, pada Minggu, 02 Pebruari 2020 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center Jakarta. Perayaan ini dihadiri 5.000 Undangan dari seluruh Indonesia, dengan mengusung tajuk "Wibawa Kebajikan Menumbuhkan Takut-Hormat; Gemilang Kebajikan Menumbuhan Kecerahan".

Xs Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Umum Matakin dalam sambutannya mengatakan,  Perayaan tahun baru Imlek 2571 tingkat nasional adalah agenda tahunan Matakin yang diprakarsai oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tahun 2000.


"Saat Gus Dur jadi presiden, saya menghadap ke beliau minta izin untuk membuat acara Imlek untuk Khonghucu, lalu beliau  mengatakan Gus Dur ngotot Imlek harus diadakan dua kali," kata Budi dalam sambutannya di Jakarta. Minggu (02/02)

Budi menambahkan, Tema yang dipetik dari Kitab Suci Shu Jing V, Bab XXVII : 7 ini menegaskan bahwa di samping kita semua wajib menanamkan, merawat dan menyebarkan Kebajikan, tetapi proses, cara atau metodologinya juga harus dilaksanakan dengan baik dan dijalankan dengan keteladanan.

"Bila dilakukan dengan kekuasaan atau semata karena mengandalkan kewibawaan tetap masih bisa menumbuhkan rasa takut atau keterpaksaan. Namun bila dilaksanakan dengan contoh teladan dari Sang Pemimpin atau melalui pendidikan karakter, niscaya tercerahkan semuanya," jelas Budi.


Menurutnya, Pada Perayaan Imleknas III, dalam amanatnya di hadapan ribuan umat Khonghucu yang hadir, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai Hari (Libur) Nasional. Presiden Mega hadir pada Perayaan Imleknas II1, IV dan V.

Selain itu, lanjutnya, SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono hadir berturut-turut 15 kali dalam Perayaan Imleknas MATAKIN, terhitung sejak tahun 2551 Kongzili/2000 sampai tahun 2565/2014 5 kali sebagai menteri dan 10 kali dalam kapasitas sebagai Presiden RI.


Pada kehadirannya di Imleknas 2557/2006, kata Budi, SBY memulihkan seluruh hak-hak sipil umat Khonghucu secara tuntas pencatatan sipil bagi pasangan Khonghucu yang akan menikah, pelajaran Khonghucu di sekolah, pendirian rumah ibadah, serta pelayanan di Kementerian Agama.

"Bahkan diakhir pemerintahannya beliau menyetujui dan membuka peluang pendirian Bimas Khonghucu di Kementerian Agama. Namun sayang sampai sekarang belum terealisasi," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Keluarga Besar MPR, DPR dan DPD RI Gelar Perayaan NATAL 2018 Dan Tahun Baru 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perayaan Natal ini merupakan salah satu program kegiatan tahunan Keluarga Besar MPR RI - DPR RI - DPD RI yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, kesatuan, kerukunan, sekaligus untuk menjalin tali silaturahmi Lintas Agama.

Perayaan Natal Tahun 2018 Dan Tahun Baru 2019 mengambil tema "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" telah membawa berkah bagi para  Keluarga Besar MPR RI - DPR RI - DPD RI di seluruh Indonesia karena bisa diperingati dengan sangat meriah dan sukacita hari Rabu, 6 Februari 2019 pukul 17.00 - 21.00 wib bertempat di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD RI JAKARTA PUSAT.

Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dihadiri sekitar 1.000 orang dari warga se-Jabodetabek dan dari luar daerah serta dihadiri Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, Dr (HC) H Zulkifli Hasan SE MM selaku Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat/MPR, H Bambang Soesatyo SE MBA selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat/DPR, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Dirjen Imigrasi mewakili Menteri Hukum dan Ham, Wakil Ketua MPR RI E.E Mangindaan, dan pimpinan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) serta Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Markus Nari dan mewakili Papua, Pdt. Carles Simaremare.

Hadir juga sejumlah Duta Besar negara sahabat untuk Indonesia antara lain Duta Besar Norwegia H.E. Mrs. Vegard Kalee, Duta Besar Ethiopia H.E Mr. Admasu Tsegaye, dan Duta Besar Irlandia H.E. Mrs. Olivia Leslie.


Ibadah dibuka dengan Perjamuan Kasih, lalu dilanjutkan dengan Ibadah Natal dan ditutup dengan Perayaan Natal.

“Dengan tema Yesus Kristus Hikmat bagi Kita (1 Korintus 1: 30a), dengan Sub Tema:
Melalui Perayaan Natal Ini Kita Tingkatkan Berbagi Kasih Damai dan Kepedulian dalam Toleransi dan Kemajemukan Indonesia untuk
Kesejahteraan Sesama

Dalam sambutan Pembukaan Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina yang menjadi khadim pada perayaan Natal ini.

“Kotbah Pdt Hein Arina yang menyampaikan tentang pentingnya Toleransi dan Kemajemukan Indonesia untuk Kesejahteraan Sesama, maknanya Yesus Kristus Tuhan kami lahir untuk mempersatukan umat manusia dalam rangka karya penyelamatan dan menjadi terang dan garam dunia. sangat luar biasa dan menginspirasi,” ujar Bara.


Anggota komisi VII DPR RI, Dapil Sulawesi Utara, Dr. Bara Krishna Hasibuan Walewangko yang mendapat kepercayaan ditunjuk sebagai ketua panitia Perayaan Natal 2018 dan Tahun baru 2019 MPR, DPR dan DPD RI untuk Pertama kali dari Fraksi Partai Amanat Nasional menjelaskan ini adalah sebuah kehormatan bagi saya karena ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana perayaan natal 2018 dan tahun Baru 2019, selanjutnya dalam sambutan Pembukaan, Bara menjelaskan Perayaan Natal kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya, mengingat adanya pilpres dalam kontes pemilu 2019 yang semakin mendekat.

Persiapan Perayaan Natal kurang dari satu bulan, semua panitia harus bekerja keras untuk kesuksesan perayaan Natal ini, Puji Tuhan pada hari ini semua berjalan dengan baik, sehubungan tahun ini tahun politik, kita sebarkan toleransi dan kemajemukan untuk Kesejahteraan sesama, ini adalah momentum untuk merajut kebersamaan dan persaudaraan untuk memancarkan semangat bagi sesama, menjadi lilin kecil untuk menerangi sekeliling. pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Sosesatyo dalam sambutannya mengajak  semua pihak untuk senantiasa menghormati satu sama lain. Perluas hati, pikiran dan rayakan perbedaan dan toleransi di tahun politik. Karena diantara begitu banyak perbedaan, bangsa Indonesia sejak dahulu selalu dipersatukan oleh semangat perasaan senasib dan sepenanggungan.

Perbedaan dan toleransi adalah sesuatu yang layak dibanggakan. Sikap toleransi menjadi kebanggaan bangsa untuk kita, sehingga kemajemukan tidak boleh memecah belah kita. Oleh karena itu kami menolak penggunaan agama dalam kepentingan politik “Kita masih Indonesia,”. ujarnya.


Perayaan Natal ini menurut saya momen penting bagi keIndonesiaan kita, penting bagi toleransi kita, dan penting bagi masa depan bangsa kita.  Karena itu perkenankan saya menyampaikan selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bagi semua yang merayakan,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini juga  dilakukan pemberian sumbangan diakonia sosial kepada pensiunan PNS setjen MPR, DPR dan DPD RI, panti asuhan, panti jumpo, gereja yang sangat membutuhkan dana dalam pembangunan dan korban bencana alam.

Hakekat perayaan Natal adalah merayakan kasih dan solidaritas Tuhan kepada manusia. Untuk itu kita harus membangun aksi nyata dalam rangka bersolidaritas dalam berbangsa dan bernegara, menumbuhkembangkan persatuan Indonesia dengan semboyan Kita Bhineka Kita Indonesia.
Kita harus turut serta mengobarkan solidaritas, karena kita semua adalah saudara. Tanpa adanya sikap rasa kasih yang diwujudkan dengan solidaritas maka tidak ada arti dalam diri kita sendiri. Untuk merayakan Natal dengan benar manusia harus memiliki solidaritas yang dilandasi kasih terhadap sesama terutama kaum yang terpinggirkan. tutup Bara Krishna Hasibuan.

                                                                Reporter : Arianto

Share:

Presiden Hadiri Perayaan Imlek Nasional di Jakarta International Expo Kemayoran


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Imlek Nasional di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, hari Kamis, 7 Februari 2019. Dalam perayaan tersebut, tema yang diangkat adalah "Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan".

"Saya ingin mengucapkan _xin nian kuai le_, selamat tahun baru," ujar Presiden yang hadir dengan mengenakan kemeja batik berwarna biru tua.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa perayaan imlek ini dirayakan hampir di semua daerah di Indonesia. Bahkan perayaan ini juga turut dihadiri oleh 29 raja dan sultan di seluruh Tanah Air.

"Kita melihat bahwa Semakin terasa indah ketika rakyat Indonesia dari suku lain juga gembira dan mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Bahkan banyak sekali yang ikut dalam kegiatan perayaan bersama ini," tuturnya.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

"Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak kepada kita untuk terus memelihara persatuan, menjaga persaudaraan, dan merawat kerukunan. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan," ucapnya.

Perayaan Imlek Nasional tahun ini juga dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Soetrisno, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.


                                                                 Reporter : Arianto
Share:

Keluarga Besar Maluku Utara Gelar Perayaan Natal 2018 dan Syukur Tahun Baru 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perayaan Natal 2018 dan Syukur Tahun Baru 2019 Keluarga Besar Maluku Utara Se-Jabodetabek diadakan hari Sabtu, 2 Februari 2019 pukul 14.00 - 17.00 wib bertempat di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD RI JAKARTA PUSAT.

Perayaan Natal 2018 dan Syukur Tahun Baru 2019 cukup meriah dan dihadiri sekitar 800 orang dari warga Maluku Utara se-Jabodetabek dan dari 10 Kabupaten Kota Maluku Utara, turut hadir Wakil Bupati Halmahera Maluku Utara, Walikota, Anggota Dewan yang dengan antusias serta sukacita mengikuti ibadah ucapan syukur dan puji Tuhan perayaan ini baru pertama kali diadakan dan rencananya akan dilakukan setiap tahun, sekaligus memperkenalkan Maluku Utara ke seluruh daerah dan bangsa di dunia.


Panitia semuanya dari Halmahera Maluku Utara, ini adalah momentum untuk merajut kebersamaan dan persaudaraan untuk memancarkan semangat bagi sesama, menjadi lilin kecil untuk menerangi sekeliling, ujar Ketua Panitia, Oktowisno Dobiki.


Ibadah dibuka dengan Puji-pujian Vocal Group dari Daerah, disusul kata sambutan Ketua Panitia, Oktowisno Dobiki.

“Dengan tema Yesus Kristus Hikmat bagi Kita (1 Korintus 1: 30a), Ibadah Natal  dipimpin Pelayan Firman, Pdt. Henry Salakparang dari Gereja GBI Depok yang menyampaikan tentang pentingnya kebersamaan, maknanya Yesus Kristus Tuhan kami lahir untuk mempersatukan umat manusia dalam rangka karya penyelamatan dan menjadi terang dan garam dunia.

Sejumlah penyanyi turut tampil dalam sesi Perayaan Natal 2018 dan Syukur Tahun Baru 2019, yaitu Joy Tobing membawakan lagu natal “O Holy Night” dan sejumlah artis diantaranya John Tanamal, Yopie Latul, Obed Mahino, dan grup pujian dari Big Voice VG, Peace Acapella.

Perayaan Natal 2018 dan Syukur Tahun Baru 2019 ditutup dengan pujian dan tarian sekaligus diadakan Pejamuan kasih.
   
                                                             Reporter : Arianto


Share:

PERAYAAN NATAL 2018 & TAHUN BARU 2019 PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perayaan Natal ini merupakan salah satu program kegiatan tahunan PB-PWRI yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, kesatuan, kerukunan, sekaligus untuk menjalin tali silaturahmi Lintas Agama.

Perayaan Natal Tahun 2018 mengambil tema "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" telah membawa berkah bagi para anggota PWRI di seluruh Indonesia karena bisa diperingati dengan sangat meriah hari Minggu, 20 Januari 2019 pukul 10.00-12.00 wib bertempat di Gedung Pertemuan Pusat Direktorat Jenderal Pajak JL Gatot Subroto Kav. 40-42 Jakarta Selatan yang akan bergema ke seluruh cabang PWRI di seluruh Indonesia.

Perayaan Natal dengan tema Yesus Kristus Hikmat bagi Kita (Bdk 1 Kor 1:30) dengan Subtema "Dengan Semangat Natal Wredatama Republik Indonesia Keutuhan dan Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia"


Dalam Subtema tersebut PWRI ingin menunjukkan bahwa dengan dilandasi perjalanan panjang pengabdian kepada Negara dan pengalaman keberagaman berbangsa selama bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). PWRI konsisten dan berkomitmen bagi Keutuhan dan Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perayaan Natal adalah merayakan kasih Tuhan kepada manusia. Untuk itu kita harus membangun aksi nyata dalam rangka bersolidaritas dalam berbangsa dan bernegara, menumbuhkembangkan persatuan Indonesia dengan semboyan Kita Bhineka Kita Indonesia.

Ada dua kegiatan yang dilaksanakan pada Perayaan Natal PWRI berupa pemberian tali asih, yaitu kepada :

1. Yayasan Anugerah Kencana Buana dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat.
2 Yayasan Piatu Muslim (Tuna Ganda) di Cimanggis.
3. Yayasan Karya Kasih di Kwitang untuk Sekolah Anak Kolong.


Perayaan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019 diisi dengan pujian, paduan suara, Musik angklung oleh Sandy Angklung PW DKI Jakarta serta drama natal dengan judul "Cinta Kasih Yang Tidak Terbatas.

Hakekat perayaan Natal adalah merayakan kasih dan solidaritas Tuhan kepada manusia. Untuk itu kita harus turut serta mengobarkan solidaritas, karena kita semua adalah saudara. 

Tanpa adanya sikap rasa kasih yang diwujudkan dengan solidaritas maka tidak ada arti dalam diri kita sendiri. Untuk merayakan Natal dengan benar manusia harus memiliki solidaritas yang dilandasi kasih terhadap sesama terutama kaum yang terpinggirkan.

Kisah "Orang Samaria yang Murah Hati" adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya.

Kisah yang tercantum di dalam Lukas 10 : 25 - 37 ini menggambarkan cinta kasih yang tidak terbatas, bahkan cinta kasih kepada orang yang membenci sekalipun.

Kisah tersebut bukan sekedar kisah teladan menolong orang lain tanpa pamrih, tetapi juga mencerminkan tembok-tembok keangkuhan diri yang membuat kita mencari pembenaran diri dan mendefinisikan perintah Tuhan sesuai dengan standar penilaian sendiri. 

Bahkan selama ini kita menjalankan kebenaran dengan menutupi ketidak taatan kita melalui berbagai aktivitas pelayanan. Betapa perlu Tuhan menghancurkan tembok-tembok keangkuhan itu agar kita dapat benar-benar mengasihi sesama seperti diri sendiri, sesuai dengan yang Tuhan inginkan.

"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu".


                                                                 Reporter : Arianto

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini