Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan

JPPR Sumut: Pilkada 2020 Di Sumatera Utara Dalam Lingkaran Politik Dinasti


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Pilkada serentak lanjutan yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang menjadi perhatian serius bagi kita semua, secara khusus di Sumatera Utara 23 Kabupaten/Kota, selain persoalan inkonsistensi penerapan protokol kesehatan, sisi gelap lainnya pilkada di Sumut adalah adanya fenomena Politik Dinasti. 

Fenomena meningkatnya jumlah daerah yang berpotensi Politik Dinasti memang tak bisa dihindari , sejak digelarnya pilkada serentak tahun 2015 dan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 33 Tahun 2015 secara otomatis menghapus pasal 7 huruf r Undang-undang No 8 Tahun 2015, putusan MK ini memberikan landasan legal formal bagi politik Dinasti di Indonesia dengan alasan untuk mencegah terjadinya diskriminasi dalam pilkada. 

Dalam Pasal 7 huruf r disebutkan: Warga negara Indonesia yang dapat menjadi Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota adalah yang memenuhi persyaratan tidak memiliki konflik kepentingan dengan petahana.

Sebenarnya praktik politik dinasti bukanlah barang baru di Sumatera Utara, dimana kepemimpinan dikuasai oleh dinasti tertentu yang memiliki sumber daya politik, sumber daya uang dan juga sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya politik dan lainnya, yang menyebabkan system tidak lagi menjadi sebuah system yang baik dan sehat.

Pada pilkada serentak 2018 yang lalu  Kabupaten Padang Lawas Utara telah lebih dulu melaksanakan pilkada dengan praktik politik dinasti, dimana saat itu Bupati Paluta incumbent sudah dua periode, lalu kemudian menarik anaknya yang saat itu berstatus sebagai Walikota Padang Sidimpuan untuk maju menggantikan orang tuanya di Paluta dengan melawan kotak kosong. 

Wakil Koordinator JPPR Sumut, Taufik Abdillah menyebutkan, berdasarkan hasil Pantauan JPPR Sumut saat pendaftaran Bapaslon Bupati/Walikota pada tanggal 4-6 September 2020 kemarin di 23 Kab/kota, setidaknya kami mencatat dan menemukan kasus praktik politik dinasti  di delapan (8) Kab/Kota dengan rincian sebagai berikut:

1. Pilkada Kota Medan, ada menantu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Muhammad Bobby  Afif Nasution berpasangan dengan -  H. Aulia Rachman, SE . Koalisi parpol pengusung PDI-P (10 Kursi), Gerindra (10 Kursi), PAN (6 Kursi), Golkar (4 Kursi), Nasdem (4 Kursi), Hanura (2 Kursi), PSI (2 Kursi), PPP (1 Kursi). 

2. Kota Binjai : Ada Istri walikota Binjai Hj. Lisa Andriani Lubis, S,Psi berpasangan bersama H. Sapta Bangun, SE. Partai pengusung PDI-P (4 Kursi), PAN (3 Kursi), Nasdem ( 3 Kursi), Hanura (1 Kursi). 

3. Kabupaten Serdang Bedagai : Anak Bupati Deli Serdang yaitu Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP sebagai calon wakil Bupati berpasangan dengan Darma Wijaya sebagai Calon Bupati, adapun Parpol pendukung pasangan ini adalah PDI P (5 Kursi), Gerindra (7 Kursi), Golkar (6 Kursi), Hanura (5 Kursi), PKB (4 Kursi), PAN (4 Kursi), PPP (3 Kursi), Demokrat (3 Kursi). 

4. Kabupaten Asahan : ada Isteri Alm. Bupati Asahan 2 Periode Sebagai calon Wakil Bupati berpasangan dengan Rosmansyah, Parpol pengusung PDI-P (7 Kursi), Hanura (2 Kursi) 

5. Kabupaten Labuhanbatu Utara, anak Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus  berpasangan Dengan Syamsul Tanjung, Parpol pengusung adalah Hanura (6 Kursi), PAN (2 Kursi), PBB (1 Kursi) , PPP (1 Kursi). 

6. Kabupaten Labuhanbatu Selatan: ada Istri Bupati Labusel, Hasnah Harahap berpasangan dengan Kholil Jufri Harahap (wakil Bupati 2015-2021), Parpol pengusung Perindo (1 Kursi), PAN (7 Kursi), PPP (1 Kursi), Gerindra (5 Kursi) , PKS (1 Kursi), Golkar (4 Kursi), dan PKB (3 Kursi). 

7. Kabupaten Tapanuli Selatan, ada keponakan Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran. Dolly Parlindungan Pasaribu adalah Keponakan kandung Bupati Tapsel aktif Syahrul Pasaribu dan juga keponakan kandung Gus Irawan Pasaribu (Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Sumut II). Parpol pengusung adalah Gerindra (8 kursi), PKB (1 kursi), PDIP (1 kursi), Golkar (8 kursi), PPP (3 kursi), PAN (5 kursi), Demokrat (1 kursi) 

8. Kabupaten Simalungun, abangnya Bupati Simalungun JR Saragih, Dr. H. Anton Achmad Saragih dan Ir. Rospita Sitorus. Adapun parpol pengusung adalah PDI-P (8 Kursi), PAN (2 Kursi), Nasdem (5 Kursi). 

Oleh sebab itu, melihat fenomena tersebut Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sumateta Utara tetap memberikan edukasi kepada pemilih serta mengajak untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pilkada di beberapa daerah tadi, pemilih (masyarakat) harus cerdas dalam menentukan pilihannya nanti, dengan cara melihat rekam jejak para calon Bupati/Walikota, melaporkan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh calon kepala daerah termasuk melaporkan politik uang, keterlibatan ASN, TNI dan Polri, melaporkan penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan Bansos, membedah visi misi dan program calon Bupati/Walikota yang ditawarkan kepada masyarakat, serta memilih kotak kosong juga tidak melanggar Undang-undang. Tutup Taufik Abdillah **
Share:

Wagub Instruksikan OPD dan BUMD Targetkan Capaian PAD


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki target kinerja dalam capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikannya dalam rapat Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2021 di Rumah Dinas Wagub Sumut Jalan Teuku Daud Medan, Senin (13/7).

"Kita mau membangun Sumut. Semua harus memiliki target kinerja dan saya tidak mau hasilnya seperti tahun lalu. Semua OPD dan BUMD memberikan kontribusi PAD sesuai dengan aturan, jangan sesuka hati," ucap Musa Rajekshah.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina, Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprov Sumut M Fitriyus, Inspektur Sumut Lasro Marbun, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut Ismael Parenus Sinaga, Plt Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut Riswan serta lainnya.

Kepada Plt. Kepala BPPRD Sumut Riswan, Wagub mengingatkan mengenai pendapatan daerah dari hasil pajak daerah, di antaranya Pajak Kenderaan Bermotor (PKB) walaupun perolehan PKB sedikit meningkat pada tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu dengan realisasi sampai 10/07 sebesar Rp999 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp984 miliar.
"Dari pendapatan PKB harus ditingkatkan lagi, tidak hanya berdasarkan capaian penerimaan tahun lalu tetapi harus berdasarkan potensi riel dari setiap pajak daerah. Hampir seluruhnya semua sama dasar perhitungan target dari pendapatan daerah berdasarkan kebiasaan perolehan tahun lalu. Saya minta kinerja harus dikejar," katanya.

Mengenai pajak bahan bakar, Musa Rajekshah juga mengintruksikan pada BPPRD Sumut untuk menjalin komunikasi kepada Pertamina terkait data perolehan bahan bakar agar dibuka secara rinci dengan Pemprov Sumut. Kemudian BPPRD Sumut juga diminta melakukan perbandingan perolehan pajak dengan provinsi lain.

"Saya dapat masukan dari KPK, DPR dan lainnya mengenai pajak bahan bakar ini. Potensi pajak bahan bakar ini sangat besar," katanya.

Sementara Plt. Kepala BPKAD Sumut Ismael Sinaga melaporkan dari sisi penerimaan bahwa total pendapatan di 2021 Pemprov Sumut direncanakan sebesar Rp13.1 triliun yang bersumber dari pajak, retribusi, BUMD dan lainnya serta Dana Transfer dari Pemerintah. Senada disampaikan Sekdaprov Sumut R Sabrina, Wagub juga mengingatkan pada OPD dan direksi BUMB dalam pencapaian target pekerjaan dan target dalam mengejar PAD.

Untuk itu kedepan, Assisten dan Inspektorat Sumut diminta mempersiapkan Perjanjian Kinerja dalam hal capaian target kinerja ini. "Jadi kalau tidak tercapai kita dapat mengevaluasinya," katanya.

Sedangkan Kepala BPPRD Sumut Riswan menyampaikan bahwa terdapat penurun pendapatan dari hasil pajak terdampak dari wabah covid-19. Di antaranya pendapatan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sebesar 35%. Sedangkan Pajak Air Permukaan (PAP) mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp15.2 miliar dengan total Rp55.6 miliar. **

Source : Humas Sumut
Share:

Sambut HUT Bhayangkara Ke-74 Jajaran Satuan Brimob Poldasu Berikan Bingkisan Sembako


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-74 Jajaran dari kesatuan Brimob POLDASU membagikan bingkisan sembako yang ada dikawasan Dusun 22 pondok rawa Desa sampali  Deli Serdang, Jum'at 26/06/2020.     

Dalam hal ini Jajaran dari kesatuan Brimob POLDASU didampingi oleh Kepala Dusun Menyampaikan Bingkisan Sembako Kepada Nenek Sukiah dan kakek Boimin.

Kegiatan ini dilakukan atas kepedulian pihak kepolisian daerah sumatera utara kepada kaum jompo/lansia, Apalagi dalam kondisi Pandemi Covid-19 khusus diwilayah hukum POLDASU, Ujar salah seorang dari personil Satuan Brimob POLDASU".

Dalam hal ini nenek sukiah dan kakek boimin  mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian, yang telah memberikan bingkisan sembako." Ungkap nenek sukiah dan kakek boimin saat diwawancarai oleh wartawan DNM. **
Share:

Pernyataan Sikap PETA Sumut Tentang RUU HIP


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Pernyataan sikap Pejuang PETA 1 KOMANDO Mayor Purn Muhammad Saleh Divisi SUMUT 

Tentang rancangan undang-undang haluan ideologi Pancasila RUU HIP

Melihat dan mencermati perkembangan dan rancangan undang-undang haluan ideologi Pancasila  ( RUU HIP ) yang menimbulkan perdebatan kegaduhan , kontoversi di tengah masyarakat  dengan ini kami dari PETA 1 KOMANDO Sumut menolak dengan  tegas dan menyatakan sikap.

1. Mendukung sepenuhnya maklumat  majelis ulama Indonesia MUI  nomor Kep  1240/DP-mui/VI/2020 terhadap RUU HIP  yang dianggap telah mendistorsi  subtansi dan Makna nilai nilai   Pancasila sebagaimana  termasuk dalam pembukaan dan Batang tubuh  UUD  tahun 1945.

2  mendukung sikap forum  komunikasi  purnawirawan TNI- polri'   yang MENOLAK  RUU HIP  karena sangat tendensius  dan berpotensi  menciptakan kekacauan  serta menghidupkan kembali partai komunis Indonesia ( PKI )

3 menyerukan pada  para ulama ,kyai 
Dan dai untuk senantiasa  menyamping dan mengedukasi masyarakat  akan bahaya latin komunis  dam ajaran ajaran sesat lainnya dan memecah belah umat  dan merongrong  keutuhan NKRI.

4 mengajak semua elemen bangsa untuk bersungguh-sungguh menjalankan Pancasila secara nyata 
Dalam seluruh aspek kehidupan  di sertai keteladanan  para pemimpin  dan ketaatan rakyat, daripada  memaksakan kelanjutan pembahasan RUU HIP yang menimbulkan kontoversi, yang kontra produktif 

5 menghimbau masyarakat agar jangan sehari-hari meninggalkan sejarah ( jas merah ) dan jangan juga meremehkan jasa ulama dan umat  Islam ( jas  hijau )  karena keduanya saling mengisi  dan melengkapi.

6 menolak dilanjutkan nya pembahasan RUU HIP karena berpotensi menganggu dan kesatuan bangsa dan lebih baik Semua anak negeri menguras energi dan berkonsentrasi dan Saling bersinergi dalam penanganan pandemik wabah virus covid 19  dan dampak nya .
Share:

Dimotori Edy Rahmayadi, Para Pengusaha Sumut Siap Bantu UMKM Sekitar Danau Toba


Duta Nusantara Merdeka  | Kota Medan
Para pengusaha Sumatera Utara (Sumut) menyatakan siap membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam meringankan beban Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di sekitaran Danau Toba. Karena sejak pandemi Covid-19 para pelaku UMKM di sekitaran Danau Toba sangat terdampak secara ekonomi.

Menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, ada sekitar 6.000 UMKM yang terdapat di tujuh kabupaten di sekitaran Danau Toba. Semua UMKM ini menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata yang saat ini sedang mengalami kelesuan akibat Covid-19.

Karena hal tersebut, Edy Rahmayadi mengumpulkan para pengusaha Sumut, Senin (15/6), agar mau meringankan beban UMKM sehingga usaha mereka tetap bisa berjalan. “UMKM di sekitaran Danau Toba ini menggantungkan pendapatannya dari orang yang datang dari pariwisata. Dan sekarang orang takut ke sana karena Covid-19. Karena itu saya kumpulkan saudara-saudara sekalian. Apa yang bisa kita lakukan untuk UMKM di sekitaran Danau Toba ini,” kata Edy Rahmayadi, saat bertemu pada pengusaha Sumut di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.

Ada 10 perusahaan yang menghadiri undangan Gubernur Sumut untuk membahas bantuan kepada UMKM di sekitaran Danau Toba yaitu, PT Aquafarm Nusantara, PT Toba Pulp Lestari, PT Merek Indah Lestari, PT Bajradaya Sentranusa, PT Inalum, PT Sari Tani Pemuka, PT Allegrindo Nusantara, PT Dairi Prima Mineral, PT Perhotelan Surya Niagara dan PT Medco Geopower Sarulla.

Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada para perusahaan tersebut karena siap membantu UMKM di sekitaran Danau Toba yang terdampak berat secara ekonomi karena Covid-19. Namun, Edy meminta agar bantuannya tidak dalam bentuk uang.

“Saya sangat berterima kasih kepada para pengusaha karena siap untuk membantu UMKM di sekitaran Danau Toba. Namun, kita minta bantuan itu bukan dalam bentuk uang atau bahan makanan. Kita berharap ada bantuan yang bisa membuat UMKM tersebut tetap berjalan, misalnya membantu produksi, membantu pemasaran, pelatihan sehingga mereka mampu menjual produknya secara online dan lainnya,” kata Edy Rahmayadi yang didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Arief Sudarto Trinugroho.


Ini merupakan pertemuan pertama Edy Rahmayadi dengan para pengusaha Sumut. Dia mengatakan pertemuan selanjutnya akan membahas secara teknis bantuan yang akan diberikan ke UMKM sekitaran Danau Toba.

“Ini masih pertemuan awal. Kita menyatukan persepsi dulu dan pertemuan selanjutnya akan membahas teknisnya kemudian akan segera kita aplikasikan,” tegas Edy Rahmayadi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut Ria Novida Telaumbanua menambahkan bantuan kepada UMKM di sekitaran Danau Toba sangat dibutuhkan saat ini. Tujuannya agar ketika pariwisata dibuka, UMKM di sekitaran Danau Toba masih ada sehingga orang-orang yang datang tidak kesulitan.

“Orang-orang berwisata itu tentu mencari makan, tempat menginap, oleh-oleh atau hasil bumi di daerah yang dia tuju. Bila UMKM kita di sekitaran Danau Toba lebih cepat gulung tikar, maka wisatawan akan kesulitan. Mereka juga akan kesulitan mendapatkan kebutuhannya di sana. Jadi, kami berharap pengusaha-pengusaha mau menjadi bapak angkat dari UMKM kita di sana agar ekosistem pariwisata di Danau Toba tetap berjalan,” kata Ria.

Selama pandemi pengusaha-pengusaha Sumut sebenarnya sudah membuat program-program bantuan kepada masyarakat setempat, namun dengan dimotori Gubernur Sumut menurut Ria akan lebih terkoordinir dan terarah.

“Selama ini perusahaan-perusahaan ini telah berbuat membantu masyarakat, seperti membantu pakan ternak, pupuk organik, pelatihan, pendanaan dan lainnya. Tetapi sekarang setelah pertemuan ini bantuan tersebut akan lebih terkoordinir. Harapannya tentu bantuan ini bisa tetap membuat UMKM kita hidup,” tambah Ria.

Humas Pemprovsu

Share:

KALAH MARIO TEGUH DIBUAT PAK EDY


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Saat kunjungan pak Edy Rahmayadi melihat pasien covid 19 ke rumah sakit Martha Friska jalan multatuli pada hari selasa (5 Mei 2020). pak edy memberikan motivasi yang luar biasa kepada pasien covid 19, menurut Kader Muda Muhammadiyah Medan (Rafid Febri Ismadi), Pak Edy hanya pencitraan saja, karena rafid mengatakan Edy Rahmayadi Sudah tidak memiliki konsep dalam menanganin wabah covid 19  di Sumut ini, jadi hanya motivasi saja yang bisa diberikan.  Motivasi yang di berikan kalah Motivator Mario Teguh di buat pak Edy Rahmayadi, ujar Rafid Febri Ismadi Sambil Ketawa.

Kita lihat saja Motivasinya gubernur  Edy Rahmayadi ada kalimat yang luar biasa dari beliau

"Ajari saya kalau benar dokter dan perawat gak mau lagi biar saya yang merawat rakyat saya sendiri". 

Kata Motivasinya berbanding terbalik dengan statement beliau yang viral beberapa minggu yang lalu.

"Kalau Gubernur yang meninggal banyak yang menggantikan posisi saya, tapi kalau para dokter dan tim medis yang meninggal, siapa yang mau menggantikan". jadi kenapa pula pak edy tiba-tiba mau mengurus pasien covid 19 ini?, ini kok tiba-tiba mau jadi dokter atau tim medis??? bapak edi rahmayadi ini sekarang apa jabatannya???

Makanya motivasi pak edy ini hanya pencitraan saja dan meludah ke atas yang akhirnya kenak wajah pak edy sendiri. tegas Rafid Febri Ismadi (Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan 2014-2018).

Kemana tim dokter kita?, kemana tim medis kita?, kemana anggaran 1,5 T untuk covid 19 ini pak Gubernur???. masak pemerintah sumut tidak sanggup membayar dokter dan tim medis dan tidak sanggup membayar hotel para dokter dan tim medis?.

Ingat pak gubernur rakyat sumut butuh karya nyata bapak, bukan karya kata atau karya motivasi bapak. indonesia sudah banyak motivator seperti mario teguh dan yang lainnya. jadi bapak jangan hanya pandai memotivasinya saja. harus bapak pikirkan itu yang saya sampaikan, ujar Rafid Febri Ismadi (Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Medan 2012-2014)**
Share:

Tidak Ajukan PSBB Liga Mahasiswa NasDem Sumut, Anggap Edy Rahmayadi Tak Peduli Nasib Masyarakat Sumut


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berkali-kali menyampaikan untuk tidak mengeluarkan kebijakan PSBB dalam menangani Covid-19. meskipun desakan untuk mengeluarkan kebijakan tersebut telah ramai disuarakan oleh banyak kalangan. menurut ketua Liga Mahasiswa Nasdem Sumut Zulhamdani Napitupulu Gubsu hari ini terlalu memaksakan. Sudah tidak ada alasan lagi bagi Gubsu untuk tidak mengajukan PSBB ke pemerintah pusat di tengah penyebaran virus covid-19 yang semakin meluas di Sumut.

Pelan tapi pasti jumlah kasus Covid-19 yang terjadi di sumut kian memprihatinkan. Lima kab/kota telah ditetapkan sebagai zona merah. Berdasarkan data yang dirilis jumlah kasus positif sebanyak 103 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 144.
Baca Juga : 

Pemprovsu sebaiknya jujur bahwa saat ini dengan segala keterbatasan yang dimiliki sesungguhnya kita akan kewalahan jika suatu waktu terjadi lonjakan kasus Karena sampai saat ini kami belum melihat Gubsu melakukan tindakan-tindakan penanganan virus covid-19 secara komperhensif dan terstruktur.

Pemerintah pusat melalui PP Nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan penanganan Covid-19 sesungguhnya telah membuka opsi bagi provinsi terdampak untuk mengajukan PSBB dengan syarat tertentu yang saat ini sumut kami anggap telah memenuhi syarat tersebut. Prov. Riau sudah memberlakukan untuk kota Pekanbaru, Prov. Sumbar pun demikian telah ditetapkan untuk diberlakukan PSBB. Padahal jika kita lihat jumlah kasus disana jauh lebih sedikit dibandingkan sumut. 

Kami yakin dan percaya anggaran 1.5 T yang disiapkan dan ditambah anggaran dari daerah yang akan diberlakukan PSBB akan bermanfaat dan tepat sasaran bagi warga yang terdampak covid-19 ini. 

Hal yang paling mendesak dari penerapan PSBB ini adalah untuk mengantisipasi mobilitas warga yang tinggi saat bulan Ramadhan, dan menjelang idul fitri sudah tentu akan banyak warga yang mudik baik masuk maupun meninggalkan sumut, selain itu juga untuk mempercepat menghentikan penularan dan penyebaran COVID-19 di sumut. **
Share:

Gubsu Dinilai Lamban, Liga Mahasiswa Nasdem Medan Surati PLT Walikota Medan ajukan PSBB.


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Ketua Liga Mahasiswa Nasdem kota medan Khairul Hadi SH menilai gubsu sangat lamban untuk mengajukan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dan PP Nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan penanganan virus Covid-19. Seharusnya dengan kewenangan yang dimiliki gubsu bisa memotong rantai penyebaran virus covid -19 yang saat ini penyebaran nya begitu masif khususnya bagi kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona merah yang salah satunya adalah kota Medan.

Kita bingung melihat kinerja gubsu hari ini, kebijakannya tidak terukur dan terkesan tidak memiliki konsep dalam penanganan virus covid -19 yang sudah semakin mengkhawatirkan. menurut kami syarat untuk mengajukan PSBB sudah terpenuhi sebagaimana yang diatur dalam Pasal 3 PP No 21 tahun 2020 tersebut. Dimana dalam pasal itu ada dua kriteria yang harus dipenuhi untuk menerapkan PSBB, yakni jumlah kasus dan/atau jumlah kematian meningkat dan menyebar secara signifikan serta kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa.
Baca Juga : 

Gubsu terkesan abai karena baru akan menerapkan PSBB ketika terjadi lonjakan kasus. Ini bukan semata soal angka-angka ini soal nyawa yang padahal kita tahu hari ini jumlah kasusnya semakin meningkat. Kami meyakini bahwa akibat keterbatasan alat tes yang kita miliki lah yang mengakibatkan jumlah kasus covid-19 yang terinfeksi dianggap masih mampu dikendalikan. Kita tidak tahu sesungguhnya berapa ribu masyarakat sumut yang telah terinfeksi karena tidak semua korban memiliki gejala. 

Liga Mahasiswa Nasdem desak Plt Walikota Medan. 

Hadi mengungkapkan sebagai ibu kota provinsi Sumut Penyebaran virus covid -19 di kota Medan yang terus mengalami peningkatan jumlah kasusnya memunculkan stigma negatif bahwa pemko Medan juga tidak serius dalam penanganan pandemi covid -19 saat ini. Berdasarkan data yang direlease bahwa saat ini ditemukan jumlah kasus positif covid -19 berjumlah 58 orang dan PDP 218 orang. Dan jika kita bandingkan dengan Pekanbaru yang mulai hari ini memberlakukan PSBB dengan jumlah kasus yang positif sebanyak 11 orang dan PDP berjumlah 125 orang tentunya hal ini menunjukkan ketidaksiapan plt walikota medan. 

Sudah lebih satu bulan pemerintah Kota Medan meminta masyarakat menjalankan protokol pencegahan dengan melakukan pembatasan sosial agar bekerja dan belajar dari rumah, pembatasan berkegiatan di tempat atau fasilitas umum dan faktanya hal tersebut tidak efektif karena Masyarakat kembali berkegiatan yang mungkin hal itu dilakukan karena kebutuhan dasarnya tak mampu terpenuhi hingga harus keluar mencari nafkah. 
Baca Juga :

Padahal kita tahu bahwa dalam kasus penyakit menular seperti ini langkah yang terbaik yang dilakukan adalah masyarakat harusnya tetap berada di rumah.

Berangkat dari kekhawatiran akan nasib warga kota medan tersebut kami mengirimkan surat yang berisi desakan kepada plt Walikota Medan agar segera mengajukan PSBB di kota Medan. Berdasarkan pasal 6 PP No 21 Tahun 2020 walikota juga dapat mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menerapkan PSBB didaerahnya. Jangan menunggu karena ini persoalan keselamatan warga mengingat kota Medan menjadi wilayah persebaran virus dengan jumlah kasus tertinggi di Sumut.

Dengan diterapkannya PSBB tentu ini merupakan upaya pencegahan total. Karena dengan begitu pembatasan sosial dapat dilakukan lebih tegas,  lebih disiplin dan efektif. Dan sebagai konsekuensi nya tentu pemko harus menjamin pasokan kebutuhan pangan warga kota Medan tutup Hadi.**

Share:

Alm. Iskandar Sakty Batubara Diyakini Covid-19

Alm. Iskandar Sakty Batubara

Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Politisi Partai Amanat Nasional Provinsi Sumatera Utara Alm. H. Iskandar Sakty Batubara Yang Wafat Pada 11 April 2020 Di Rumah Sakit Royal Prima Medan Diyakini Pihak Keluarga Terkena Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Muhammad Romadhoni Batubara kepada www.dutanusantaramerdeka.com

Muhammad Romadhoni Batubara yang Biasa disapa Doni merupakan Adik Kandung dari Alm. Iskandar Sakty (Cokie).

Berikut Wawancara dan Klarifikasi Yang Disampaikan Kepada Duta Nusantara Merdeka :

Hasil Negatif Pemeriksaan Rapid Test
Berdasarkan Hasil Tes Kesehatan Melalui Rapid Test Memang Alm. Iskandar Sakty Batubara, Dinyatakan Negatif, dan Bukti tersebut telah Beredar di Media Sosial.

Namun Berdasarkan Penanganan Pengobatan, Isolasi dan Pemeriksan Scan, dan Keterangan Dokter Keluarga (Adik Almarhum) Maka Keluarga Meyakini 90 Persen Bahwa Cokie Batubara Terkena Covid-19.

Hasil SWAB Belum Keluar
Memang Hasil SWAB Dari Jakarta Belum Keluar, Namun Pihak Keluarga Harus Mengambil Keputusan tanpa Mengabaikan Hasil  Rapid Test dan SWAB.

Hal ini Dilakukan Agar Tidak Terjadi Hal yang Tidak Diinginkan seperti Yang Terjadi Pada Anggota DPRD Sumut Dari Fraksi Golkar. Jadi Harus Diantisipasi. 

Proses Pemakaman Alm. Iskandar Sakty Batubara?
Awalnya Memang Akan dikebumikan di Pemakaman Keluarga Di Tanjung Morawa, Namun Karena Diyakini terkena Covid-19, Maka Proses Pemakaman yang dilakukan Sesuai dengan SOP Covid-19, dan Alm. Cokie Dimakamkan di Perkuburan Simalingkar B.

Iskandar Sakty Berpergian?
Alm. Iskandar Sakty (Anggota DPRD Sumut 2014 - 2019) dan Sekarang Tidak Menjabat Lagi Sehingga Alm. Cokie Belakangan ini Tidak Melaksanakan Kegiatan Apapun Baik Diluar Negeri Atau Keluar Kota, seperti yang diberitakan Sebelumnya di Media Online ataupun Media Sosial yang Beredar.

Alm. Iskandar Sakty Terakhir Melakukan Aktifitas Perjalanan Keluar Kota Saat Mengikuti Kongres PAN di Kendari Pada Pertengahan Februari 2020.

Alm. Cokie Sebelum Wafat hanya melakukan Aktivitas Seperti Orang Biasa Pada Umumnya, seperti ke ATM, Bebelanja di Supermarket, dan Berdiam Di Rumah.

Diakhir Wawancara, Doni mewakili keluarga Memohon Maaf Apabila Ada Salah dan Khilaf yang dilakukan Almarhum Iskandar Sakty Batubara Selama Hidupnya, Dan Mendoakan Agar Allah SWT Memberikan Tempat Yang Terbaik Buat Cokie. Apabila Ada Hutang Piutang dengan Almarhum semuanya Dilimpahkan Kepada Pihak Keluarga disertai Bukti-bukti nya.

Selain itu Doni Batubara Mengharapkan kiranya melalui Klarifikasi ini, Segala informasi bisa Jelas dan tuntas, semoga ini yang terbaik Buat Semua Pihak.

Selanjutnya Doni Menyampaikan Pesan Kepada Seluruh Masyarakat untuk tetap Waspada, Selalu Membersihkan Diri, Jaga Jarak, dan Menggunakan Masker.

Karena Covid-19 ini penyebabnya Bukan Hanya Karena Berpergian Keluar Negeri dan Keluar Kota atau Kontak dengan Orang Yang Baru Pulang Dari Berpergian maupun Pasien yang terkena Covid-19, tapi Mungkin Bisa saja karena Kita Lalai Untuk menjaga  dan Membersihkan Diri, Sebab Covid-19 Sesungguhnya telah Banyak Disekitar Kita, Ucapnya. **

___________________
Baca Juga :



Share:

Edy Rahmayadi Kaya Himbauan, Miskin Kebijakan


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Khairul Hadi SH ketua liga mahasiswa nasdem kota Medan menganggap bahwa himbauan-himbauan yang disampaikan oleh gubsu dalam penanganan covid 19 sudah terlalu banyak. Dan kami menganggap bahwa himbauan-himbauan tersebut tanpa dibarengi dengan solusi dan kebijakan yang kongkrit. 

Hari ini penyebaran covid 19 sudah semakin mengganas, khususnya kota Medan dan Deli Serdang yang merupakan Epicentrum penyebaran Covid 19 di Sumut. 
_____________________________________________
Baca Juga :



Hadi menambahkan bahwa dalam kondisi yang sudah sangat mengkhawatirkan begini kami mendesak Gubsu untuk mengajukan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat bagi kota Medan dan Deli Serdang Karena phsyical distancing yang selama ini kita terapkan tidak bisa mengendalikan penyebarannya. 

Jika kita bandingkan dengan Provinsi Riau yang hari ini ditetapkan untuk menerapkan PSBB untuk kota Pekanbaru dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif virus Covid19 berjumlah 16 orang dan untuk pasien dalam pemantauan ( PDP) sebanyak 229 orang. Hal ini menunjukkan bahwa sumut lambat dalam mengambil kebijakan PSBB karena jumlah kasus yang terkonfirmasi positif virus Covid 19 berjumlah 90 orang dan untuk pasien dalam pemantauan ( PDP) sebanyak 145 orang.

Jangan kita menunggu korban yang semakin banyak karena dalam kondisi seperti ini korban yang berjatuhan itu merupakan tanggung jawab Gubernur selaku ketua gugus tugas. **
Share:

Gubsu Banyak Himbauan 1,5 T Sangat Rawan Untuk Diselewengkan


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Kader Muhammadiyah Kota Medan, Rafid Febri Ismadi, meminta kepada Gubsu Edy Rahmayadi, Bapak jangan kebanyakan Karya Kata dari pada karya nyatanya. karena dari beliau mencalonkan sampai di lantik menjadi Gubsu memiliki tagline "SUMUT BERMARTABAT". tapi sampai detik ini saya dan masyarakat Sumut  Sumut belum merasakan sama sekali Sumut yang Bermartabat ini, karena pak GUBSU kita ini pandainya cakap dan buat meme saja. itu pernyataan tegas Kader Muda Muhammadiyah Kota Medan, Rafid saat di wawancarai wartawan via telfon tadi sore 11/04/2020. 


Menghadapi Wabah Covid 19 ini. Pemerintah Sumut belum siap dan lamban menanganin wabah yang menggeparkan dunia ini. baru-baru ini Gubsu Menaikkan Anggaran untuk Covid 19 ini menjadi 1,5 T. yang awalnya dari 18 M, naik menjadi, 500 M, naik lagi menjadi 800 M dan akhirnya 1,5 T. rafid ingin menanyakan kepada Gubsu, walaupun APBD Sumut itu ada dan besar, 1,5 T yang kata y APBD itu mau di tarik dari mata anggaran yang mana. yang saya tahu selama 2 tahun ini APBD Sumut ini tidak Pro dengan Rakyat. jangan nanti dengan 1,5 T ini para pejabat secara berjamaah menghabiskan anggaran ke kantong masing-masing, hanya sedikit untuk menanganin wabah Covid 19 ini. Tegas Rafid Febri Ismadi yang pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Medan  2012-2014.
 

Saya meminta dan menegaskan kepada bapak Gubernur Sumut, bapak Edy Rahmayadi, bahwasanya Kader Muda Muhammadiyah Kota Medan   akan selalu siap mengawasin anggaran 1,5 T untuk covid 19 ini. mau di apakan uang sebanyak ini, mau beli masker kah?, mau beli disinfektan kah, atau mau beli handsanitizer? bapak Gubsu harus terbuka kepada rakyat sumut dalam mengalokasikan anggaran 1,5 T, tegas Rafid Febri Ismadi (Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan 2014 -2018). **
Share:

Liga Mahasiswa Nasdem Desak Gubsu Ajukan PSBB



Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Penyebaran virus Corona di sumut khususnya di kota Medan sudah semakin mengkhawatirkan hal tersebut diungkapkan Khairul Hadi SH selaku ketua Liga Mahasiswa Nasdem Kota Medan. Hadi menambahkan bahwa Korban terjangkit baik OTG, ODP,  PDP dan yang meninggal selalu bertambah setiap harinya, ditambah lambatnya pemerintah mendeteksi seseorang terjangkit atau tidak sehingga menimbulkan polemik ditengah masyarakat. 

Hal ini membuktikan bahwa kebijakan yang dilakukan selama ini oleh Gubsu Edy rahmayadi (Ketua gugus tugas Prov)  dan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution (Ketua Gugus Tugas Kota Medan) dalam hal percepatan penanganan virus corona telah gagal dalam menjalankan tugasnya. 

Dalam kondisi yang lebih luas Kami mengingatkan Gubsu saat ini bukan waktunya lagi kebijakan yang dibuat sifatnya hanya himbauan dan kami tekankan Gubsu jangan sibuk kunjungan kerja (kunker) terus ke daerah-daerah. Heran kita disaat yang lain dilarang kunker beliau malah kunker, kalau tujuannya untuk memastikan kesiapan kab/kota lain dalam menghadapi musibah ini manfaatkan dong kemajuan teknologi. Jangan anggaran itu digunakan untuk hal yang tidak penting. 

Dalam situasi seperti ini Edy Rahmayadi yang merupakan mantan Pangkostrad harus memiliki sikap tegas dan cepat. Khusus kota Medan kami meminta Gubsu mengajukan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat segera, Jangan ditunda. 

Dengan menerapkan PSBB seperti yang telah dilakukan DKI Jakarta tentunya akan memudahkan Gubsu selaku ketua gugus tugas dalam mengendalikan penyebaran virus. Kita pahami bersama bahwa penyakit ini faktor pembawanya adalah manusia dan oleh karena itu aktivitas lalu lintas manusianya yang harus dikendalikan. ingat pak Gubernur bahwa Jakarta yang merupakan ibu kota saja babak belur, jika ingin mempercepat penanganannya maka mulailah dari kota medan. jangan sampai kondisi kita di sumut semakin parah tutup Hadi. **

Share:

Anggota DPRD Sumut Santoso Lakukan Sidak Ke RSUD HAMS Kisaran


Duta Nusantara Merdeka | Kisaran
Anggota DPRD Sumut H. Santoso, S.H.  melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kesiapan RSUD HAMS Kisaran dalam menghadapi virus corona (Covid-19).

H. Santoso, S.H. memastikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Mannan Simatupang (HAMS) Kisaran siap menghadapi virus corona, karena telah menyiapkan ruang isolasi, hand sanitizer di tiap lorong ruangan, serta Alat Pelindung Diri (APD) bagi dokter dan paramedis yang nantinya memeriksa pasien terduga corona.

Dalam sidak kali ini, H. Santoso, S.H. yang didampingi direktur RSUD Hama Kisaran, Dandim, Ketua DPRD Asahan juga meminta jajaran rumah sakit agar mengikuti standar kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dalam menangani virus corona.

“Jika sewaktu-waktu ada pasien corona masuk, bisa dirawat dengan aman dan virusnya tidak menyebar kemana-mana. Kami sudah lihat dari atas sampai bawah, semuanya sudah sangat bagus. Di setiap lorong itu saya lihat juga sudah ada hand sanitizer atau sabun pencuci tangan, untuk memastikan, orang-orang yang masuk ini bebas dari virus atau bakteri. Sarana prasarana lainnya juga sudah memenuhi,” jelas H. Santoso, S.H. Selasa (24/3).

H. Santoso mengingatkan Pihak Rumah Sakit harus dari sejak jauh hari, menyiapkan ruang isolasi.  Kemudian menyediakan doker-dokter berpengalaman dalam menangani kasus infeksi dan virus.

“Kami berharap RSUD HAMS menyiagakan tim medis berpengalaman untuk menangani infeksi atau virus. Ruang isolasi juga sudah harus disiapkan sejak jauh-jauh hari,” ujar H. Santoso, S.H.

H. Santoso, S.H. melakukan sidak setelah mengikuti rapat tanggap Covid 19 yg dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Asahan beserta forkopimda yg lainnya. **
Share:

Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Gubsu Dan Walikota Medan Tutup Tempat Hiburan


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut mendesak Pemerintah Daerah di Sumatera Utara khususnya Kota Medan untuk menutup sementara tempat hiburan malam guna mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data dari BNPB hingga Rabu (18/3) dari 227 pasien positif Covid-19, 19 pasien meninggal dunia.

“Semestinya Pemprov Sumut dan Walikota Medan khususnya juga menginstruksikan pihak swasta khususnya hiburan malam untuk menutup usahanya, guna mencegah penyebaran Virus Corona,” penjelasan dari Miftah Fariz, M.A. Sekretaris PW. Pemuda Muhammadiyah Sumut.

Ia pun mendesak Pemda untuk segera mengeluarkan instruksi.

“Kalau Pemda serius menangani Pencegahan penyebaran Virus Corona, Yah harus secepatnya satu dua hari ini mesti keluar instruksi untuk menutup tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik, spa, dll,” Pungkasnya.

Pemprov Sumut dan Walikota Medan harus benar-benar serius mengambil kebijakan mencegah korona, karena virus ini tidak bisa diremehkan. Sehingga, tempat-tempat wisata malam juga harus ditutup total untuk sementara ini,” kata Miftah, Kamis (19/3/2020).

Miftah menegaskan, wisata malam merupakan tempat perkumpulan yang biasa dikunjungi banyak orang. Meski wisata memiliki nilai ekonomi, rasa aman dan nyaman masyarakat Sumut lebih utama. 

"Jangan sampai keselamatan (dari korona), rasa aman dan nyaman masyarakat “digadaikan”, lebih mengutamakan wisata dengan nilai lebih. Hemat saya, tempat wisata malam harus ditutup melihat kondisi saat ini,” ujarnya.

Miftah juga menyarankan pemerintah untuk mendirikan posko tanggap covid-19 di tempat-tempat yang menjadi titik kumpul masyarakat. Sehingga warga bisa dengan mudah mendapatkan informasi, dan cek kesehatan jika ada tanda-tanda terindikasi covid-19. **
Share:

PW IPM Sumut Meminta Masinton Pasaribu Jangan Provokatif dan Membuat Kegaduhan


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Pimpinan wilayah ikatan pelajar muhammadiyah sumut menyayangkan tudingan anggota DPR RI Masinton Pasaribu kepada Kabaharkam polri bapak Komjen Agus Andrianto mengenai  kabaharkam yang telah melakukan intervensi dalam penegakan hukum menyangkut ajudan salah satu kepala daerah di sumut.  Menurut kami tudingan yang disampaikan masinton sangat provokatif dan berpotensi membuat kegaduhan dikalangan masyarakat ujar Hanifa syafina selaku ketua Umum.

Harusnya masinton pasaribu menunjukkan etika dan keterpelajarannya yang baik dalam memberikan pendapat,  jangan skeptis terhadap aparat penegak hukum dalam hal ini institusi Polri. Kami yakin dan percaya bahwa bapak kabaharkam polri mampu menjaga amanah yang diemban dengan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. 

Kami juga meminta masinton jangan tendensius, jangan menjadi penyebar Hoax, sebab semua tudingan yang disampaikan tanpa didasari data dan fakta. Jika kita cermati kembali Rdp tersebut kan sudah jelas pernyataan Sarifuddin sudding yang meluruskan persoalan ini kepada bapak wakapolri ketika itu bahwa ini persoalan narkoba, ketika anggota brimob tersebut melakukan penangkapan terhadap terduga pengguna narkoba, tetapi dalam prosesnya justru polisinya yang diproses. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan bupati tutupnya. 

Lebih baik masinton fokus terhadap aspirasi masyarakat di dapilnya saja daripada harus menyuarakan lain-lain.

Kami sampaikan juga bahwasannya bapak kabaharkam ketika menjabat sebagai kapolda sumut telah berhasil merubah wajah penegakan hukum di sumut, siapapun yang bersalah beliau tindak, tidak membeda-bedakan setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum untuk memperoleh kepastian hukum secara berkeadilan.

Selain itu beliau juga merupakan pribadi yang Santun, bersahaja, relegius serta selalu memuliakan rakyat kecil. Oleh karenanya beliau begitu sangat dicintai rakyat Sumut.  Bagi kami beliau adalah kebanggan dan teladan yang baik tutup Hanifa. **
Share:

Resmi Jabat Kapoldasu Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Prioritaskan Program Kamtibmas


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Setelah resmi menjabat sebagai Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si., membeberkan visi dan misinya dalam menciptakan keamanan di Sumut.

Irjen Martuani Sormin diberikan amanat untuk menjabat sebagai Kapolda Sumut menggantikan Irjen Agus Andrianto, yang promosi sebagai Kabarhakam Polri.

Putra daerah kelahiran Lobu Sonak, Lumban Sormin, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini, menyatakan akan mengimplementasikan visi dan misi dari Presiden RI Joko Widodo, yang sesuai dengan visi dan misi Kapolri.

“Ada 7 program utama. Kata kuncinya adalah pelayanan Kamtibmas yang semakin baik,” kata Irjen Martuani di Mako Polda Sumut, Selasa (17/12/2019) siang.

“Jadi bagaimana melayani masyarakat Sumut untuk keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin baik,” sambungnya.

Irjen Martuani pun menyinggung perhelatan pilkada pada 2020 mendatang.

Mantan Kapolda Papua itu menyebut akan memprioritaskan pengamanan pilkada supaya pesta demokrasi berjalan lancar dan tertib di Sumut.

“Di Sumut ada 23 kabupaten/kota, itu prioritas kita untuk pengamanan Pilkada,” ujarnya.


Irjen Martuani pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyaraka dan alim ulama atas sambutan meriah yang diberikan kepada dirinya dan sang istri.

Sejak mendarat di Bandara Kualanamu sampai tiba di Mapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin mendapat sambutan dari sejumlah elemen masyarakat.

“Saya bisa memahami ekspektasi yang luar biasa dari masyarakat untuk kehadiran saya, untuk bisa mewujudkan harapan masyarakat untuk hadirnya penegak hukum yang profesional, objektif dan berkeadilan,” sebutnya.

“Sebagaimana visi bapak Kapolri. Harapan itu harus bisa kami jawab khususnya saya sebagai penanggungjawab untuk kegiatan Kepolisian di Sumut,” sambungnya.

Martuani mengaku dirinya harus bisa menjawab ekspektasi masyarakat yang luar biasa. Terlebih ia merupakan putra daerah Sumatera Utara.

“Harapan-harapan itu akan kami jawab oleh Polda Sumut dan jajaran untuk memberikan pelayanan Kamtibmas terbaik kepada masyarakat,” tegas Irjen Martuani. **

Wartawati DNM : Nora Tarigan
Share:

Tidak Punya Konsep Membangun Sumut, Pemuda Muhammadiyah Menyesal Dukung Dan Pilih Edy Rahmayadi


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Jauh sebelum pemilihan Gubernur Sumatera Utara tanggal 27 Juni 2018 itu di laksanakan, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan salah satu OKP di Kota Medan yang berani secara terang-terangan mendukung serta memilih Edy Rahmayadi menjadi Gubsu Tanpa di bayar sepeserpun. Tegas Rafid Febri Ismadi (Wakil Ketua PD PM Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga) 

Rafid menegaskan kami mendukung dan memilih Edy Rahmayadi karena kami mempercayai baik dari keyakinan,k serta ketegasannya beliau mampu membawa Sumatera Utara Bermartabat kedepannya. 

Baca Juga : Gubernur Edy Tak Layak Mimpin Sumut

Tapi seteleh beliau memimpin sumatera utara ini 1 tahun lebih keyakinan kami semakin luntur  melihat Gubernur yang kami dukung dan kami pilih ini gagal membawa sumatera utara yang bermartabat di karenakan edy rahmayadi tidak memiliki konsep yang kongkrit dalam pembangunan sumatera utara ini. 

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan (Rafid) sangat menyayangkan baik sikap, perbuatan,tindakan serta ucapan Edy ini sering menimbulkan kontroversi yang besar. contohnya seperti beliau mau memindahkan lapangan merdeka, memindahkan kantor walikota medan dan baru-baru ini beliau mengkritisi pemkab tapteng, yang mengatakan Bupati Tapteng tidak sayang sama masyarakat, Kok bisa jadi pemimpin?.

Baca Juga : Tolak Pasangan Djoss, Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Dukung Eramas

Saya menjadi heran dengan Gubernur Sumut ini yang bukan urusan dan bukan memiliki wewenang penuh terlalu mencampurin kebijakan pemko maupun pemkab tersebut. jadi saya ingin bertanya dengan Beliau, beliau ini sekarang Gubernur Sumut, walikota medan atau bupati tapteng?. kalau seperti ini terus sikap gubernur kita itu merendahkan dirinya sendiri menjadi Gubsu. ingat pak Sumatera Utara itu luas dari perbatasan aceh sampai perbatasan Riau dan Sumbar. 

Jadi jangan mengecilkan diri anda sebagai Gubernur Sumatera Utara (Ujar Rafid sambil tersenyum dan menggelengkan kepala). ingat pak, jangan keras-keras tidak menentu  bapak bawa dalam memimpin sumut ini. karena rakyat Sumut juga karakternya keras. jadi harus ada langkah-langkah persuasif dan sentuhan dingin bapak dalam membesarkan Sumatera Utara ini.



Saran saya kepada Mantan Pangkostrad Purnawirawan Letjen Edy Rahmayadi tolong di seriusin dalam pembangunan di Sumatera Utara ini. jangan bapak kebanyakan marah-marah, kaya wacana dan miskin kinerja. kalau tidak sanggup lebih baik bapak mundur dari Gubernur Sumut, karena menjadi Gubernur itu berat. **
Share:

Gubernur Edy Tak Layak Mimpin Sumut



Duta Nusantara Merdeka | Medan
Liga Mahasiswa NasDem Sumut menilai Gubernur Edy Rahmayadi terlalu Arogansi dalam menyikapi persoalan kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Tengah, hal yg tendensius justru malah gubsu menganggap bahwa bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani tak layak jadi pemimpin disebabkan masih adanya warga tapteng yang miskin.

Sebagaio nomor satu di sumut harusnya gubsu dalam memberikan pernyataan didasarkan pada data yg ilmiah, bukan hanya karena melihat satu atau dua orang kemudian gubsu menjustifikasi bahwa seseorang layak atau tidak jadi pemimpin ujar Zulhamdani Napitupulu yg merupakan ketua Liga Mahasiswa NasDem Sumut. 

Zulhamdani menambahkan terus terang kami bingung melihat kualitas kepemimpinan gubsu hari ini yang berulang kali asal dalam memberikan pernyataan,  kalau dibandingkan dengan kinerja bupati Tapteng malah kami menganggap bupati Tapteng layak menggantikan gubernur hari ini, hal tersebut tentu berdasarkan prestasi dan pencapaian beliau dalam memajukan daerahnya,  menurut kami apakah ini isyarat bahwa Gubernur hari ini takut dan khawatir kalau bupati Tapteng maju sebagai gubernur di pemilu yg akan datang.

Didampingi khairul hadi, ketua liga mahasiswa nasdem kota medan yang merupakan mantan ketua umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah sumut berujar bahwasannya persoalan kemiskinan bukan hanya terjadi di Tapteng ataupun daerah lainya di sumut, melainkan hampir di setiap pelosok negri kita temukan hal tersebut.

Tinggal bagaimana seorang pemimpin yg diamanahkan rakyat tersebut kinerjanya dapat dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang dipimpinnya, Dan menurut kami Bupati Tapteng mampu untuk melakukannya mengingat bahwa beliau baru menjabat dibulan mei 2017 tetapi berbagai prestasi telah beliau torehkan untuk membuktikan bahwa beliau layak atas berbagai penghargaan, bahkan sebuah kebijakan beliau yang menurut kami suatu terobosan yang patut ditiru oleh seluruh kepala daerah di indonesia adalah ketika bupati Tapteng melalui perda kab. Tapteng tentang penyalahgunaan Narkoba yang akan diterapkan di awal tahun 2020, bagi siapapun yang terbukti menggunakan narkoba maka selain proses hukum maka akan diusir dari kampung atau tempat tinggalnya. Sayangnya menurut kami bupati Tapteng bukanlah orang yang pandai dalam pencitraan, turun saja lah gubsu ke tapteng dan buktikan sendiri bagaimana kinerja dan program beliau bagi masyarakat nya. 

Dan bahkan seluruh kegiatan dan programnya tanpa ada bantuan keuangan dari pemerintah provinsi, dan justru jika kita bandingkan dengan gubsu yang menjabat hanya berjarak setahun yaitu di tahun 2018, membandingkan nya dengan kinerja bupati Tapteng menurut kami malah bukan apple to apple,  karena kami belum mendengar dan merasakan apapun prestasi dari gubsu selain asbun tutup khairul hadi. **
Share:

Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto Gelar Family Gathering Dengan Wartawan


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH.MH, melaksanakan family gathering Sabtu (14/12/2019) di Resto Budaya jln.sisingamangaraja Medan.

Dalam hal ini kabid humas Kombes Pol Tatan Atmaja,S.IK membuka kata sambutan  mengatakan ,acara ini diadakan bukti ucapan rasa syukur, terhadap wartawan unit polda dimasa jabatanya yg terakhir menjabat sebagai kapolda sumatra utara .

Turut hadir dalam acara perpisahan itu, Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.IK.MHum, Kabid Tik Kombes Rina Sari Ginting SIK, Kabid  Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, S.IK, dan AKBP MP Nainggolan, Dir Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian, Dir Reserse Narkoba, Kombes Pol Henri Marpaung SH, serta PJU Polda Sumut.


Dalam sambutannya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, mengucapkan terima kasih kepada seluruh jurnalis Sumatera Utara atas kerja samanya dan perhatiannya bisa terhindarkan dari berita Hoaks “Sebutnya.

Menurutnya, dalam situasi Kamtibmas di Sumatera Utara selama menjabat Kapolda Sumut saya cukup kondusif. Bahkan, perhelatan Pileg dan Pilpres 2019 berjalan aman tanpa adanya gangguan meresahkan Masyarakat.

“Kita sukses dalam menjaga kondusifitas dan keamanan di Sumatera Utara berkat peran seluruh lapisan masyarakat yang ada di daerah ini, termasuk media, Karena itu, saya ucapkan terima kasih,” tegasnya.


Namun, Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH mengungkapkan, peran media juga dapat terlihat dalam menangkal berita-berita hoaks yang beredar di tengah masyarakat.

“Ditambah dengan sinergitas antara TNI dan Polri di Sumut, sehingga agenda begitu besar, salah satunya pada waktu pelantikan Presiden-Wapres, berjalan aman dan lancar.

Saya juga menyampaikan permintaan maaf selama saya menjabat Kapolda Sumatera Utara, dan apabila selama ini saya bertugas menjabat Kapolda Sumut ada kesalahan saya yang senantiasa atau tidaknya,  saya mohon maaf buat kita semua, karena warga Sumatera Utara ini luar biasa,”sebut Irjen Pol Agus. **

Wartawati DNM : Nora Tarigan
Share:

Satu Dari Delapan Orang Penyelundup Narkoba Jaringan Internasional Tewas Ditembak Poldasu


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kem­bali mengungkap ja­ringan sindikat internasional yang menye­lun­dupkan puluhan kilogram sabu, ganja dan ribuan butir ekstasi ke Sumut. Polisi menangkap delapan orang tersangka ang­gota sindikat dan menyita barang bukti 70 kg ganja, 73 kg sabu dan 5.000-an butir pil ekstasi.

"Dari delapan tersangka yang ditangkap seorang pelaku berinisial M alias N meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.Sedangkan tersangka inisial AAS pincang karna setelah di tembak kakinya karna melawan polisi Adapun enam pelaku lainnya yaitu,yaitu FHP alias F , IR alias I, AC alis D ,ME , I dan A.

Mereka ini merupakan jaringan sindikat internasional. Jaringannya memasok nar­koba dari Malaysia ke Aceh dan Sumatera Utara," terang Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Agus Andrianto dalam jumpa pers di pelataran kamar mayat Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Rabu (28/8).

"Para pelaku ditangkap dari beberapa lo­kasi terpisah. Satu pelaku M alias N mencoba melarikan diri, sehingga petugas memberi tindakan tegas dan terukur. Pelaku meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan," terang Jenderal Bintang Dua itu.

Direktur Reserse Narkotika Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Hendri Mar­paung menjelaskan secara mendetail kronologi pengungkapan jaringan sindikat tersebut. Kata dia, pengungkapan dilakukan untuk merespons informasi yang disam­paikan masyarakat yang menyebut, ada dua laki-laki tengah menyelundupkan ganja kering di Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Deliserdang pada Selasa (20/8).

Polisi menyelidikinya dan ternyata infor­masi tersebut akurat. Polisi kemudian meng­hentikan satu unit angkutan umum berno­mor polisi BK 7225-DM yang ditumpangi I alias IR dan ME. "Petugas lalu menangkap keduanya dan menyita 70 kilogram ganja," timpal Hendri.


Saat diinterogasi pelaku mengaku, seorang jaringan lainnya berada di Jalan Kabupaten Asahan sedang membawa nar­kotika. Polisi menyelidiki informasi itu ke­mudian menangkap pelaku AAS di Jalan Latsitarda Nusantara 8, Asahan pada Jumat (23/8).

"Dari pelaku disita barang bukti dua kilogram sabu. Saat dilakukan pengem­bangan pelaku mencoba melarikan diri, sehingga petugas menembak kaki kirinya," sambung Hendri.

Polisi kembali menindaklanjuti penyeli­dikan kemudian meringkus M alias N dan tersangka FHP alias F saat mengendarai mobil Vitara nomor polisi BK 1140 AF di Kompleks Asrama Abdul Hamid, Jalan Medan-Binjai pada Minggu (25/8). Saat mobil digeledah, polisi menemukan 1 kg sabu dan 5.000 butir pil ekstasi.

Dari hasil penyelidikan lanjutan itu, polisi juga menangkap AC alias D saat mengen­darai Toyota Avanza nomor polisi BK 1507 OY di Kawasan Langkat. Namun, saat dige­ledah, tidak ditemukan barang bukti nar­koba.

Tak sampai disitu, polisi juga menangkap I dan A saat mengendarai mobil GranMax nomor polisi BK 8035 PK di Jalan Megawati, Binjai Timur, Kota Binjai. Dari pelaku, polisi menyita barang bukti 70 kg sabu. **

Wartawati DNM : (Nora Tarigan)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini