Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label umkm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umkm. Tampilkan semua postingan

Erick Thohir dan Teten Masduki Optimalkan Belanja BUMN untuk Produk KUMKM, Sudah Rp20 Triliun Realisasi


Duta Nusantara Merdeka | Bali
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sepakat menguatkan sinergi untuk mengoptimalkan anggaran BUMN untuk berbelanja produk koperasi dan UMKM khususnya untuk nilai tender di bawah Rp400 juta.

Kolaborasi tersebut menguatkan komitmen bersama yang sudah dilakukan Erick dan Teten melalui inisiatif platform digital Pasar Digital atau PaDi UMKM yang mempertemukan seluruh BUMN dengan pelaku UMKM. Hingga 25 April 2022, sudah ada lebih dari 15.000 UMKM tergabung dalam PaDi UMKM dengan transaksi yang tercatat mencapai Rp20 triliun.

"BUMN sebetulnya tugasnya ada tiga yakni pembiayaan, pendampingan, dan membuka akses pasar. Tapi kita tidak mungkin membuka akses pasar sendiri tanpa dukungan kementerian lain, jadi perlu sinergi," kata Menteri Erick saat mengunjungi acara Telkomsel Pasar Nusa Dua di Bali Collection, Kawasan ITDC Nusa Dua Bali, Sabtu (7/5).

Komitmen Erick Thohir untuk mendukung produk koperasi dan UMKM juga ditegaskan pada acara Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia pada 25 April 2022. Pada saat itu, dia menegaskan akan mencopot Direksi BUMN yang tidak menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo terkait peningkatan pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri dalam hal ini UMKM.

“Ada lebih dari 100 hotel BUMM yang kita gabungkan. Nanti semua produknya harus di-support UMKM dengan Sarinah yang menjadi agregatornya. Jadi brand-nya Sarinah tapi produk belakangnya sebenarnya UMKM semua,” kata Erick.

Begitu pula untuk fasilitas publik milik BUMN yang lain misalnya rumah sakit, juga akan diupayakan untuk menggunakan produk-produk dari koperasi dan UMKM.

Di tempat yang sama, Menteri Teten menambahkan bahwa produk UMKM saat ini berkualitas dan mengikuti tren masyarakat yang meminati produk yang unik dan langka. Sebab, sebagian besar KUMKM di tanah air merupakan penghasil produk artisan yang memiliki keunikan dan tidak diproduksi secara banyak.

"Produk UMKM tidak kalah dengan produk industri, karena ini produk artisan dan ini jadi keunggulan karena barangnya langka, jadi semakin langka semakin bagus," ucap Menteri Teten.

Oleh karena itu, ia mendorong kementerian/lembaga dan BUMN untuk mengoptimalkan belanja produknya pada produk dan jasa KUMKM yang kini terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Menteri Teten juga menyatakan bahwa saat ini KemenKopUKM tengah menyiapkan hadirnya UMKM masa depan yang berbasis inovasi dan teknologi. UMKM juga diharapkannya dapat memiliki daya saing dan siap untuk memasuki pasar global.

"Kita juga ingin siapkan the future SMEs kita yang berbasis inovasi teknologi. Roadmapnya sudah ada, ini sudah kita siapkan dan sekarang tinggal kita bentuk kolaborasi dengan semua pihak," katanya.

Menteri Teten menambahkan saat ini UMKM pun sedang dipromosikan dalam perhelatan Presidensi G20 Indonesia, di mana ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk UMKM unggulan ke mata dunia.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus untuk mempromosikan beragam produk UMKM yang sudah dikurasi untuk unjuk gigi di berbagai perhelatan side event G20. 

“Kami ingin mendorong UMKM agar siap masuk pasar global," katanya. (Lak/Ant)

Share:

Gelar Pasar Murah di Pasuruan, Erick Thohir: Demi Pemerataan dan Keseimbangan Pasar


Duta Nusantara Merdeka | Pasuruan
Keberadaan BUMN harus memberikan dampak  luas bagi terwujudnya pemerataan dan keseimbangan pasar. Oleh sebab itu kehadiran BUMN yang menggelar operasi Pasar Murah sejak awal Ramadhan hingga saat ini ditujukan agar masyarakat semakin dimudahkan dalam meringankan beban kehidupan.

Hal itu ditekankan Menteri BUMN, Erick Thohir saat menyaksikan operasi Pasar Murah sekaligus halal bihalal dengan warga Pasuruan di Gedung Harmoni, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/5). Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf atau akrab disapa, Gus Ipul dan Wakil Wali Kota Kota Pasuruan, Adi Wibowo, serta Bupati Kab. Pasuruan, H. Irsyad Yusuf/Gus Irsyad dan Wakil Bupati Kab. Pasuruan, H. Abdul Mujib Imron.

"Operasi pasar murah ini untuk memastikan kehadiran kita sebagai bagian dari pemerintah dan negara. Kegiatan ini sudah berjalan tanpa henti sejak Ramadhan dan berlanjut setelahnya. Kami ingin berbagi, terutama ke masyarakat yang sudah mendukung pemerintah dan BUMN selama ini. Semoga pasar murah yang diadakan ini dapat meringankan beban masyarakat," ujarnya.

Selain untuk meringankan beban masyarakat, operasi pasar juga disasarkan pada upaya BUMN sebagai agen pembangunan nasional untuk menciptakan keseimbangan di masyarakat dengan menyediakan minyak goreng dan bahan-bahan pokok kebutuhan lainnya dengan harga terjangkau.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir juga menyampaikan program-program BUMN lainnya yang pro rakyat. Misalnya, program Makmur untuk masyarakat yang bekerja di sektor pertanian atau perkebunan. Program pendampingan dan akses pembiayaan bagi petani ini di Pasuruan sudah mencakup 118 HA dan melibatkan 155 petani. Sedangkan di Jawa Timur sendiri sudah terdapat 21.760 HA dan sebanyak 18.666 petani yang mengikuti program Makmur.

"Selain itu, karena Pasuruan dikenal sebagai salah satu sentra industri gula, melalui PTPN kami ingin mengembalikan kejayaan Pasuruan dengan meningkatkan produktivitas industri gula. Dengan demikian, tak hanya industri gula nasional akan meningkat, tapi program-program BUMN ini dapat membawa kebaikan di Pasuruan dengan terus membuka lapangan kerja, kesempatan berusaha, dan kemajuan UMKM Pasuruan agar warganya bisa lebih makmur," ujar Erick Thohir. (Lak/Tha)

Share:

Pasar Ramadhan Gratis Dihadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ali Selayar untuk PKL dan Pedagang Takjil


Duta Nusantara Merdeka | Sulawesi Selatan
Kabar gembira kembali hadir dan menyemangati  pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel yang sepanjang bulan Ramadhan 1443 H, diberi kesempatan menggelar lapak dagangan, di area Pondok Hijau, jalan metro Bua-Bua, Lingkungan Bua-Bua Barat, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.


Gelar Pasar Ramadhan gratis, dimotori pemilik dan pengasuh Pondok Pesantren Nur Ali Selayar yang berlokasi di Dusun Buttu, Desa Laiyolo, Kecamatan Bontosikuyu.

Pemilik dan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Nur Ali Selayar, H. Ali Gandong menuturkan, "Lokasi Pasar Ramadhan ini kita persiapkan gratis untuk pedagang kaki lima (PKL) yang ingin menggelar lapak menu buka dan sahur", terangnya kepada awak media, hari, Minggu, (10/4) sore.


Senada dengan Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ali Selayar, Ketua panitia pelaksana, Nur Achmad yang dikonfirmasi wartawan pada hari, Minggu, (10/4) mengutarakan, 
Pedagang takjil yang ingin menggelar lapak, tinggal datang ke lokasi dengan membawa meja, dan kelengkapan lapak lainnya tanpa dipungut biaya sepeser rupiahpun. **

Kontributor : Andi Fadly Daeng Biritta
Share:

BNI Sukses Garap Diaspora dan Ekspor Produk UMKM Sekaligus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Ini adalah ungkapan lama yang menganjurkan kita untuk melakukan sesuatu dengan benar agar hasil dari pekerjaan bukan satu banding satu, tetapi satu banding dua, atau bahkan satu banding tiga sekaligus. 

Ungkapan ini pula lah yang cukup tepat menggambarkan sebuah catatan pencapaian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI di Hong Kong. BNI berhasil membantu kesuksesan diaspora Indonesia di Hong Kong yang bisnisnya adalah mencari produk UMKM lokal Tanah Air untuk diekspor ke Negeri Mutiara Timur itu. 

Sebagai agen pembangunan pemerintah dengan mandat bank global, BNI terus mempromosikan program Xpora yakni ekspor dan diaspora dengan harapan menjawab semua kebutuhan layanan jasa perbankan untuk semua bisnis internasional Indonesia. 

Alex Chu merupakan keturunan Indonesia yang sudah lama tinggal di Hong Kong. Dia adalah adalah generasi kedua dari pasangan diaspora Indonesia, dan telah mendirikan tiga perusahaan keluarga yakni Surya Trading Company Ltd (Surya Trading), Forever Harvest Corporation Limited (Forever Harvest) dan Fast Access Corp Ltd (Fast Access).

Ketiga bisnis ini tercatat melakukan operasi bisnis ekspansif dan berdaya saing di Hong Kong. Bahkan, Surya Trading saat ini tercatat telah memiliki 10 toko dengan nama Surya Market yang menjual produk makanan, minuman dengan merek dan produksi buatan Indonesia. 

Sementara itu, Forever Harvest merupakan supplier wholesale dari 80 (delapan puluh) toko rekanan di Hong Kong, selain itu Fast Access menjadi agen pengiriman uang ke Indonesia. 

Adapun barang-barang yang diimpor oleh Surya Trading adalah barang kebutuhan sehari-hari termasuk food and beverage produksi UMKM Indonesia. Melalui toko milik sendiri dan toko-toko afiliasi, Surya Trading memiliki target market lebih dari 170.000 PMI yang ada di Hong Kong. 

Surya Trading juga mendistribusikan produk-produk dari Indonesia tersebut ke sekitar Hong Kong dan menargetkan penduduk China sesuai dengan kualitas barang yang mereka inginkan. 

Dalam menjalankan bisnisnya, Alex juga secara langsung membantu UMKM Indonesia untuk masuk pasar Hong Kong, dimana ini adalah salah satu baktinya sebagai keturunan Indonesia yang menetap di Hong Kong. 

BNI Hong Kong hadir memberikan pembiayaan untuk terus mendukung tumbuh kembang Surya Trading. Melalui BNI Xpora, Surya Trading pun diikut sertakan pada program business matching untuk dapat menambah varian produk UMKM Indonesia dalam penetrasi pasar Hong Kong dan negara sekitar. Beberapa produk dari UMKM binaan BNI Xpora telah di-export ke Hong Kong antara lain kopi, kripik ubi, kerupuk dan bakso cuanki. 

"Kami sangat berterima kasih terhadap semua dukungan yang telah BNI berikan kepada kami. Tentunya kami berharap hubungan kami dan BNI terus terjaga. Kami akan terus melakukan eksplorasi terkait produk Indonesia yang sekiranya dapat diterima di market Hong Kong," kata Alex dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (09/04). 

Selain Surya Trading, Alex juga memiliki bisnis yang bergerak di bidang jasa pengiriman uang yaitu melalui perusahaan Fast Access. Sebagai agen pengiriman uang, Fast Access memiliki 88 sub-agent yang membantu PMI dalam melakukan pengiriman uang, mengingat para PMI lebih nyaman untuk dibantu melalui jaringan orang Indonesia juga. 

Berkat gaya bisnis yang kekeluargaan, Fast Access  juga telah berhasil menggandeng sekitar 30.000 PMI sebagai nasabahnya, dimana volume kiriman uang rata-rata per bulan mencapai 70 juta dollar Hong Kong atau setara dengan Rp130 miliar. 

Saat ini, Fast Access juga telah menjadi partner BNI dalam melakukan kiriman uang dari Hong Kong ke Indonesia melalui system API yang aman dan juga real-time.

*Kisah Inspiratif dari BNI*

Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan menyampaikan cerita bisnis dari keluarga Alex merupakan salah satu dari ribuan diaspora yang terbantu oleh BNI. BNI berhasil menghubungkan diaspora dengan UMKM di Indonesia melalui diaspora loan.

Melalui kemitraan ini, BNI juga mampu memastikan produk-produk lokal masuk ke supermarket di Hong Kong dengan target pasar orang Indonesia sekaligus penduduk lokal.

"Kami berharap ini menjadi sebuah kisah inspiratif bagi banyak diaspora sekaligus pelaku UMKM di Indonesia untuk terus menjawab peluang bisnis yang besar di luar negeri," ujarnya. 

Adapun, Henry menerangkan Hong Kong memberikan berbagai kemudahan dan kepastian hukum dalam bisnis. Dari sisi kepastian hukum, Hong Kong memiliki undang-undang perlindungan terhadap pengusaha yang sangat jelas. Dari sisi kemudahan berusaha, pemerintah Hong Kong pun memberikan berbagai kebijakan bebas pajak untuk ekspor dan impor barang dari dan keluar Hong Kong. 

Kebijakan Ini yang membuat banyak orang membuat perusahaan di Hongkong untuk mengimpor barang dan kemudian mengekspornya ke negara lain. 

Dia menyampaikan BNI pun proaktif mengajak perusahaan-perusahaan besar, terutama asal Indonesia, untuk kemudian membuka usaha di Hongkong dan lebih aktif mencari peluang-peluang ekspor produk buatan Indonesia. 

"Salah satu bisnis yang kami lakukan di BNI Hongkong adalah mengajak perusahaan-perusahaan besar, terutama asal Indonesia, untuk kemudian membuka usaha di Hongkong, dan kemudian kami biayai ekspor impornya, dimana induk perusahaannya dibiayai BNI di Indonesia, kemudian di Hongkong kita biayai perusahaan trading arm-nya. Inilah pada dasarnya bisnis utama pada BNI Hongkong,” ujarnya. (Arianto)
Share:

Grab PercayaProjeX Bantu UMKM Perempuan Rp1 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Memasuki tahun ketiga pandemi kita melalui begitu banyak tantangan yang luar biasa berat. Semua pihak, dari kalangan individu hingga pelaku bisnis, berjuang di medan perangnya masing-masing. Ada yang berhasil melewatinya, namun lebih banyak lagi yang masih berjuang. Di tengah perjuangan ini, ada satu karakter khas bangsa Indonesia yang mendorong kita semua untuk bangkit, bertahan dan terus berjalan, yaitu rasa percaya. Grab melihat dibalik kegigihan masyarakat Indonesia bergulat dengan pandemi, ada satu hal fundamental yang terangkum dalam satu kata: #Percaya. 

“Selama dua tahun terakhir, pandemi menempa kita untuk beradaptasi dan terus berjuang. Semua orang, tanpa terkecuali harus mengubah pola pikir dan strategi untuk bisa bangkit dan bertahan. Kampanye #Percaya menjadi cerminan semangat kita, masyarakat Indonesia yang begitu gigih, tak lelah mencoba lagi dan lagi. Sebagai elemen bangsa yang tak terpisahkan, Grab berdiri dan berjuang bersama seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Mayang Schreiber, Chief Communications Officer of Grab Indonesia dalam rilisnya, Selasa (15/03).

“Kampanye #Percaya ini menjadi perwujudan komitmen Grab untuk Indonesia dengan membawa semangat GrabForGood termasuk dukungan terhadap UMKM terutama mereka yang berada di kota-kota kecil untuk mendorong digitalisasi yang inklusif, memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya perempuan, serta menghadirkan dampak sosial positif bagi masyarakat.” lanjut Mayang. 

Sebagai salah satu program #Percaya, Grab akan membantu perempuan pelaku UMKM di tanah air melalui PercayaProjeX dimana Grab berkolaborasi dengan kreator dari industri kreatif untuk membantu, menyemangati dan mengangkat lebih banyak lagi mereka yang sedang berjuang supaya bisa terus bertahan dan bergerak di tengah pandemi.

“Grab menggandeng para kreator dan jenama lokal seperti Danjyo Hiyoji, Muklay dan Gelang Harapan untuk membantu pelaku UMKM perempuan Indonesia dan mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi. Lewat kolaborasi PercayaProjeX, Grab akan mendonasikan hasil penjualan karya kreatif dan penggunaan kode promo khusus di layanan Grab sebesar Rp1 miliar untuk mendukung perempuan pelaku UMKM tanah air yang diharapkan dapat menjadi dorongan untuk berusaha dan bisa bertahan di saat ini,” papar Melinda Savitri, Country Marketing Head of Grab Indonesia.

Produk-produk hasil kolaborasi PercayaProjeX akan dapat dibeli oleh masyarakat Indonesia mulai April hingga Juli 2022 mendatang di GrabMart dan laman resmi kolaborator Danjyo Hiyoji dan Gelang Harapan. Dana dari hasil penjualan ini kemudian akan disalurkan Grab ke BenihBaik untuk diteruskan kepada para pelaku UMKM perempuan, berupa peralatan usaha seperti mesin jahit atau perlengkapan memasak, modal usaha dan beragam pelatihan guna mendukung keberlangsungan usaha mereka. Selain produk fesyen, Grab juga berkolaborasi dengan seniman visual, Muklay, yang akan menuangkan karyanya di armada GrabCar yang dapat dipesan oleh pengguna Grab di wilayah Jabodetabek. (Lak/Tha)
Share:

NTB Jadi Model Pengembangan Wisata Ramah Muslim Untuk Bangkitkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi model pengembangan wisata ramah muslim _(moslem friendly)_ di tanah air sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
 
Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir secara virtual dalam acara Muktamar ke-1 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Minggu (30/1/2022) menjelaskan, NTB memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata halal ramah muslim. Lantaran sederet penghargaan internasional sudah didapatkan provinsi berjuluk “Pulau Seribu Masjid” itu.
 
“Pasca-COVID-19 pengembangan sektor pariwisata akan difokuskan pada _quality and sustainable tourism_, dengan mengutamakan produk-produk unggulan pariwisata. Salah satu diantaranya adalah wisata halal atau _muslim friendly based_. NTB sudah memiliki modal untuk itu sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” katanya.
 
Pada tahun 2019, Indonesia terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia di ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) mengungguli 130 destinasi di dunia. Sejumlah destinasi mendapat halal travel award di antaranya Lombok, NTB yang ditetapkan sebagai The World Best Halal Tourism Destination dan The World Best Halal Honeymoon Destination.
 
“Wisata halal fokus untuk _extension of service_ ketika berwisata dengan mengusung tiga konsep yaitu; Good to Have, Nice to Have, dan Must to Have. Konsep ini dijabarkan ke dalam 5 Major component dari pariwisata ramah muslim/pariwisata halal yaitu halal hotels, halal transport, halal food, halal tour packages, dan halal finance, ini bisa kita temui di seluruh wilayah NTB,” ujarnya.
 
Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan, Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan wisata halal dan menjadi destinasi muslim friendly based terkemuka di dunia. 
 
Pengembangan potensi wisata halal tersebut dalam upaya menciptakan lapangan kerja dan menarik devisa dari muslim traveler dengan optimal. Data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia sebesar 200,3 miliar dolar AS atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global sebesar 1,66 triliun dolar AS. 
 
“Dengan demikian, Indonesia berada di urutan ke-5 dari “TOP 5 Negara Muslim Traveler” dengan pengeluaran terbesar setelah; Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait. Dibandingkan dengan negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim lain, Indonesia termasuk konsumen produk halal terbesar, namun disayangkan masih banyak produk yang dibelanjakan merupakan produk impor,” katanya. (Lak/Ant)

Share:

Berkat Digitalisasi, Omzet Penjual Sayur Ini Capai 90 Juta Per Bulan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Siapa sangka berjualan sayur dan bahan-bahan sembako secara digital bisa mencapai omzet hingga 90 juta dalam sebulan? Hal ini telah dibuktikan Titin Supartini pemilik Warung Abah di daerah Surapati, Bandung yang berhasil menuai manisnya digitalisasi.

Titin Supartini, pemilik Warung Abah di Surapati, Bandung, berhasil meraup omzet 90 juta per bulan berkat digitalisasi. Sebelum membuka toko sayur dan sembako ini, Titin dan suaminya sempat memiliki kantin di salah satu universitas di Bandung sejak tahun 2014. 

Memiliki latar belakang sebagai seorang koki hotel, pada saat itu Titin dan suami fokus untuk menyediakan masakan enak dan murah untuk kalangan mahasiswa. Sayangnya, saat pandemi, kantin pun harus tutup karena tidak ada mahasiswa yang datang ke kampus. Titin pun memutuskan untuk membuka usaha sampingan di rumah dengan berjualan sayur mayur sebagai sambil menjalani pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil.

Awalnya ia dan keluarga hanya fokus untuk berjualan secara offline dan melayani tetangga-tetangga di sekitar rumahnya. “Saya tidak pernah membayangkan akan jualan sayur di aplikasi. Tapi pada saat itu, ada Account Manager dari Grab yang menawari saya untuk masuk ke layanan GrabMart yang baru. Sebulan pertama saya masih bingung dan kewalahan untuk melayani pesanan offline dan online disaat yang sama. Bahkan sempat terpikir untuk berhenti, tapi untung saja saya konsultasi dulu ke tim Grab yang menangani warung saya sebelum memutuskan berhenti.” kata Titin Supartini, pemilik Warung Abah dalam keterangan tertulisnya. Kamis (07/01)

Berkat dukungan konsultasi dengan tim GrabMart inilah, Titin akhirnya memberanikan diri untuk memperluas bisnisnya. Awalnya karena banyak pesanan dari online dan offline, banyak barang-barang di warungnya yang habis dan Titin pun tidak bisa melayani konsumennya dengan maksimal. Sejak saat itu Titin memperbanyak stok barang yang ia jual, serta ia juga mulai berjualan barang-barang kebutuhan dasar lain seperti beras dan telur. Alhasil, pendapatan per harinya pun semakin meningkat, bahkan dalam satu bulan ia bisa mendapatkan omzet sebesar 90 juta rupiah, di mana hampir sebagian besar berasal dari GrabMart. 

“Semenjak saya fokus jualan online, saya sudah bisa membeli 1 kulkas dan 3 freezer, yang sangat membantu saya untuk terus memperbanyak stok jualan di warung. Saya juga tidak kewalahan lagi untuk melayani pesanan di tempat maupun online karena sejak bergabung dengan GrabMart saya sudah bisa mempekerjakan 2 karyawan untuk membantu di warung,” jelas Titin. 

Hal yang paling penting dalam menjalankan bisnis ini bagi Titin selain memastikan kualitas barang-barang yang ia jual tetapi juga kepuasan para konsumen. Titin selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan para konsumennya terutama yang membeli lewat GrabMart. “Biasanya kalau ada barang yang kurang dan harus diganti saya selalu menghubungi konsumen secara langsung dan menjelaskannya sendiri. Dengan adanya komunikasi langsung antara saya dan konsumen, konsumen pun lebih percaya dan kedepannya akan kembali lagi untuk membeli di tempat kami,” tutur Titin.

Titin meyakini bahwa Warung Abah tidak akan bisa sesukses sekarang kalau tidak ada dukungan dari para mitra pengantaran Grab. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan mitra pengantaran Grab selama ini. Hampir setiap hari di warung penuh oleh mitra-mitra Grab yang mengambil pesanan. Saya juga selalu menyiapkan kopi untuk mereka yang menunggu. Selain itu, setiap Jum’at saya juga sering mengadakan undian untuk para mitra yang berhadiah paket sembako. Alhamdulillah, para mitra-mitra Grab baik semua dan juga terus mendoakan Warung Abah supaya selalu sukses,” tutup Titin. (Arianto)
Share:

La Moringa Indonesia Hadir di Gebyar Karya Pertiwi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
La Moringa Indonesia, salah satu UMKM dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kehormatan untuk menyajikan makanan dan minuman dari bahan kelor di Gebyar Karya Pertiwi Tahun 2021 serta Peresmian Museum & Galeri Dharma Pertiwi pada Senin (01/11) di Museum Satria Mandala Jakarta.

"Kami dari La Moringa Indonesia sangat mengapresiasi Bapak Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto lakukan beserta ibu-ibu dari Dharma Pertiwi, dimana kami dipercaya menyajikan makanan dan minuman, semuanya dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata CEO dan CMO La Moringa Indonesia, dr. Andree Hatanto kepada awak media di Jakarta.

Selain itu, kata Andree, Sebuah kebanggaan menjadi bagian dalam acara yang sangat luar biasa hari ini, Gebyar Karya Pertiwi serta Peresmian Museum & Galeri Dharma Pertiwi.
Karena kami ingin mendorong setiap Usaha Menengah Kecil Menengah (UMKM) di manapun berada untuk tetap sinergi, inovatif, inklusif dan kolaborasi untuk membangun ekonomi Indonesia.

Menurut Andree, La Moringa Indonesia didirikan, karena ingin mengangkat produk kelor yang selama ini dipandang sebelah mata menjadi produk dengan brand yang lebih bernilai dan berharga.


Asal tahu saja, semua produk yang ada di La Moringa Indonesia   berbahan daun kelor dengan bahan tambahan lain seperti gula aren, kacang kenari dan madu, semua dari NTT. Hal itu dikatakannya, karena ia ingin membangun La Moringa Indonesia dengan konsep produk yang NTT-base. 

Andree yang juga chef La Moringa Indonesia menjelaskan, mereka menyediakan banyak produk turunan dari bahan kelor. "Namun demikian, mereka juga memiliki produk unggulan dengan kualitas internasional dalam bentuk Moringa drip tea atau teh tetes Moringa," ucapnya. 

Dan yang pasti, produk La Moringa Indonesia sudah mengantongi sertifikat Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sertifikat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Menariknya, La Moringa Indonesia membuka kesempatan bagi yang ingin bermitra, sementara ini La Moringa Indonesia hanya ada di Kupang, kemudian akan buka di Labuan Bajo, Bali dan Jakarta.

"Harapannya, pemerintah terus mendukung bertumbuhnya usaha-usaha UMKM seperti ini. Sehingga perekonomian di daerah bisa berkembang, bahkan bisa mewakili Indonesia dalam kancah Internasional," pungkasnya. (Arianto)
Share:

DPC PMKM Kota Medan Menjalin Hubungan Silaturahmi Ke Kantor Camat Medan Denai


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Ketua DPC PMKM Kota Medan Dedy Aksyari Nasution yang diwakili oleh Sekjen DPC Kota PMKM Kota Medan Bapak Hendi Prayudi, didampingi oleh Wasekjen DPC PMKM  Medan Bapak Junaidi Syahputra, dan Bapak Pahrizal Piliang sebagai Kepala Bidang Pemasaran melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Camat Medan Denai sekaligus tetap menjalin hubungan tali silaturahmi, Medan, Selasa (28/09/2021).

Kedatangan para Pengurus DPC PMKM Kota Medan ke kantor Camat Medan Denai yang disambut baik oleh bapak Panit I Sabhara Polsek Medan Area, Eko Panjaitan SH yang pada saat itu sedang berada di Kantor Camat Medan Denai. Dengan kehadiran pengurus DPC PMKM Kota Medan ke Kantor Camat Medan Denai agar bisa dapat mewujudkan visi dan misi dari bapak Wali kota Medan.

Sekjend DPC PMKM Kota Medan dapat melakukan pengembangan UMKM menuju “Medan Berkah”, dalam pertemuan ini dengan bapak Camat Medan Denai. Dan kemudian bapak Camat Medan Denai sangat mendukung dengan hadir nya PMKM DPC Kota Medan dan Camat Medan Denai menambahkan agar PMKM DPC Kota Medan harus dapat mempersiapkan produk-produk unggulan dari PMKM Kota Medan agar bisa dapat dipasarkan, Ujarnya.


Selanjutnya Sekjend DPC PMKM Kota Medan langsung masuk menuju ruangan bapak Camat Medan Denai dan disambut dengan baik oleh bapak Camat Medan Denai Ali Sipahutar yang didampingi bapak lurah untuk menjelaskan tentang Produk - Produk PMKM dan juga keberadaan PMKM DPC Kota Medan yang berada di wilayah Kecamatan Medan Denai dimasa pandemi covid-19, agar seluruh produk unggulan dari PMKM Kota Medan agar dapat menjadi unggulan di Kecamatan Medan Denai, Ucap Sekjen PMKM DPC Kota Medan.

Camat Medan Denai Ali Sipahutar menambahkan, setiap pelaku UMKM harus memiliki suatu produk unggulan agar bisa dapat dipasarkan disetiap kecamatan. Kemudian di Kecamatan Medan Denai misalnya pelaku PMKM Kota Medan harus memiliki produk usaha sepatu, konveksi pakaian dan juga makanan yang bisa dapat dipasarkan.

Selanjutnya Camat Medan Denai mengatakan, Pengurus PMKM Kota Medan harus memiliki produk yang bisa di Unggulkan, misalnya seperti pembuatan konveksi celana, masker lega milik PMKM Kota Medan, Madu Akar Abang Pahrizal dan Produk telur. 

Sementara untuk kebutuhan bahan pokok seperti telur adalah suatu kebutuhan buat masyarakat agar bisa diunggulkan di pasaran Kecamatan Medan Area. Tutup Camat Medan Denai, Ali Sipahutar kepada awak media. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Omah Laduani: UMKM Papua Bisa Naik Kelas


Duta Nusantara Merdeka |  Jakarta
Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 serta menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menggelar Smesco Papua Event yang memperkenalkan berbagai potensi produk-produk dari UMKM Papua pada tanggal 14 hingga 16 September 2021 di Smesco Jakarta. 

"Ini sejarah baru bagi Papua sebagai tuan rumah PON XX. Kami juga sangat mengapresiasi ide Smesco yang telah meluncurkan terobosan baru yang inovatif dan sangat berarti bagi UMKM serta solusi logistik bagi UMKM yang selama ini menjadi kendala," kata Ir. Omah Laduani Ladamay, M.Si Kepala Dinas Perindagkop UKM dan Naker Provinsi Papua kepada awak media di Jakarta. Selasa (14/09)

Menurut dia, PON XX ini juga mendorong semangat 6.000 UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Papua, untuk meningkatkan kualitas dan memperluas pemasaran. 

Selain itu, katanya, penyelenggaraan PON XX Papua menjadi momen kebangitan UMKM Papua.  "Bagaimana UMKM Papua mengambil peran secara lokal, nasional maupun global. Hingga diharapkan UMKM Papua bisa naik kelas," ucapnya. 

Adapun, lanjut Laduani, beberapa produk yang menjadi unggulan Papua diperkenal di event ini mulai dari kopi, sagu, buah merah, hasil perikanan, Noken hingga batik tulis khas Papua, yang memang belum banyak dikenal luas. 
 
Asal tahu saja, PON XX turut menggerakkan dan melibatkan UMKM untuk menjual berbagai kerajinan dan makanan. Bahkan produk UMKM Papua dijadikan souvenir dalam PON XX serta banyak pelaku UMKM yang dilibatkan. "Tujuannya untuk mendorong ekonomi Papua naik kelas lewat event PON XX," ungkapnya. (Arianto)



Share:

Dwi Andriani Sulistyowati: PON XX Bisa Jadi Ajang Promosi UMKM Papua


Duta Nusantara Merdeka | Jakar
Menjelang penyelenggaraan PON XX Papua 2021 yang berlangsung tanggal 02 hingga 15 Oktober 2021. Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menggelar Smesco Papua Event, dengan memperkenalkan berbagai potensi produk-produk dari UMKM Papua pada tanggal 14 hingga 16 September 2021 di Smesco Jakarta. 

"Kami ingin menampilkan sesuatu yang unik dari produk UMKM Papua dan belum dikenal luas di masyarakat. Mengingat sumber daya alam dan kebudayaan yang ada di Papua sangat besar," kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Dwi Andriani Sulistyowati kepada awak media di Smesco Papua Event yang mengusung tema "PON XX Papua 2021 Sukses, Torang Bisa! UMKM/IKM Naik Kelas" di Jakarta, Selasa (14/09)

Dwi menyebut, di dalam Peraturan Presiden (PP) nomor 7 tahun 2021 disebutkan bahwa 40 persen belanja pemerintah pusat dan pemda dialokasikan untuk belanja produk-produk UMKM. "Ini sebenarnya salah satu hal yang bisa dimanfaatkan pemerintah daerah di sana (Papua) untuk memberdayakan pelaku usaha mikro kecil," ucapnya.

Selain itu, kata Dwi, Gelaran PON XX juga bisa menjadi ajang promosi UMKM Papua. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan mengajak endorsement ambassador untuk turut mempromosikan produk-produk UMKM Papua dengan lebih luas. Ribuan orang bakal meramaikan PON XX di Papua mulai dari atlet, ofisial, wartawan, pejabat, hingga wisatawan.

Asal tahu saja, Penyelenggaraan kegiatan ini, dimaksudkan untuk mempromosikan apa yang sudah dihasilkan oleh UMKM di Papua, terutama menyangkut nilai tambah dari potensi beberapa komoditas unggulan di provinsi itu.

"Adapun, produk yang menjadi unggulan UMKM di Papua seperti kopi, sagu, gula merah, ikan, dan berbagai hasil kerajinan yang bersifat handmande, terkhusus noken. Selain membangkitkan UMKM, gelaran PON XX diharapkan dapat menumbuhkan potensi pariwisata olahraga di Indonesia, khususnya di Papua," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Asep Telah Menekuni Usaha Aksesoris HP di Taman Jatibaru - Tanabang Sejak Dua Tahun Silam


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Zaman serba sulit saat ini tidak semua orang bisa lancar cari nafkah. Bila tidak punya ijazah, tidak punya modal, tidak punya relasi, dan tidak punya keahlian niscaya akan semakin sulit bertahan hidup saat ini.

Beruntunglah Asep ini, lelaki 30an tahun ini sudah dua tahun menjual Aksesoris _hand phone_ di depan Jalan Taman Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia buka lapaknya sejak pukul 08.08 pagi hingga pukul 18 sore.

"Sebetulnya sebelum ini saya sudah malang melintang usaha dagang. Maklum sebagai orang Tasikmalaya, urusan niaga sudah mendarah daging. Namun, saat ini saya menekuni jual aksesoris HP saja," Jelas Aaep, Selasa (31/8) pagi saat ditemui salah seorang awak media online.

Bagi Asep, usaha apapun asal bisa memprediksi pangsa pasar, niscaya bisa meraih keuntungan. Ia lihat menjual aksesoris merupakan pilihan mudah saat ini.

" Harga Tripod yang saya jual saat ini tidak jauh beda dari yang dijual di Roxy, Mangga Dua dan di ITC yang ada di Jakarta. Margin yang kami ambil tidak besar. Minimalis 15% sudah cukup." Tambah Asep.

Dia mengaku dengan menjual aksesoris HP, mulai dari _muka cover HP_, Tripod, chasing, hingga baterai hp sudah bisa memberikan kehidupan untuk keluarga," lanjut Asep. **
Share:

Kisah UMKM Populerkan Kuliner Se’i Sapi Kana


Duta Nusantara Merdeka | Yogyakarta
Se’i merupakan kuliner asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, yaitu irisan daging sapi asap yang dipanggang dengan batok kelapa selama berjam-jam. Saat pertama kali diluncurkan di Yogyakarta tahun 2019 lalu, Se’i Sapi Kana terus mempopulerkan masakan khas Indonesia Timur ini dengan menyediakan berbagai macam variasi menu. 

"Dalam perjalanan pengembangan bisnis ini, kami fokus menggunakan media sosial sebagai alat promosi merek kami, dimana kami menjalankan strategi tersebut untuk tujuan pemasaran dan periklanan," kata Banyubiru, selaku Head of Marketing dan RnD dari Se’i Sapi Kana dalam keterangan tertulis. Rabu (14/07)

Selain media sosial, kata Banyubiru, Se’i Sapi Kana juga terus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh platform digital yang menawarkan layanan pesan-antar online seperti GrabFood untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Alhasil sekarang konsumen kami dapat menikmati kelezatan Se’i Sapi Kana hanya dengan beberapa kali klik saja di aplikasi GrabFood.  

Lebih lanjut, Banyubiru menambahkan, Eksposur dari GrabFood telah membantu Se’i Sapi Kana dalam mempopulerkan makanan ini di kalangan pengguna Grab. Kini masyarakat bisa menikmati hidangan ini di 100 gerai di kota-kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Malang, Bali dan kota lainnya di seluruh Indonesia.

Dalam perjalanannya, kata Banyubiru, Se’i Sapi Kana juga bekerja sama dengan Account Manager GrabFood untuk mengembangkan menu dan paket yang sesuai dengan permintaan konsumen dan berpartisipasi dalam program promosi (antara lain promosi awal bulan, promo akhir bulan, promo gajian) untuk meningkatkan penjualannya pada waktu tertentu. 

Pada kesempatan yang sama, Luki, Account Manager GrabFood untuk Se’i Sapi Kana juga aktif membangun komunikasi dengan pemilik toko serta memberikan rekomendasi bisnis berdasarkan data kinerja seperti saran untuk menonjolkan beberapa menu yang memiliki potensi dan membutuhkan visibilitas lebih pada program promosi. Dari audiens media sosial, Se’i Sapi Kana mengetahui bahwa konsumen kini lebih memilih menikmati makanan melalui GrabFood karena menyediakan paket promosi yang lebih menarik.

Sementara itu, Hadi Koe, Head of Marketing GrabFood juga menekankan bagaimana Grab menciptakan ekosistem digital yang kondusif untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya di ranah digital. Mitra merchant dari berbagai ukuran dan latar belakang dapat memperoleh manfaat dari fitur dan program yang GrabFood luncurkan seperti GrabAcademy dan GrabMerchant AutoLaris untuk meraih lebih banyak peluang bisnis secara digital. 

Selain itu, kata Hadi Koe, GrabFood juga memberikan wujud apresiasi pada mitra merchant setia kami dalam bentuk cashback lewat Program Apresiasi Mitra. 

"Asal tahu saja, Se’i Sapi Kana adalah salah satu mitra merchant kami yang mampu memanfaatkan inovasi berbasis teknologi yang telah kami rancang dan kami harap untuk terus bisa membawa semangat ini ke lebih banyak pelaku UMKM di platform kami," pungkasnya. (Arianto)

Share:

H Bustan Pinrang Tengah Siapkan Gedung Sentra Produk UMKM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Untuk menampung berbagai produk UMKM di tiap DPW PUKM se-Indonesia, maka dibutuhkan gedung berupa sentra UMKM . Nantinya itu akan menampung bermacam-macam produk UMKM di setiap provinsi sesuai karakternya masing-masing. Dalam hal itu ketua umum Partai Usaha Kecil dan Menengah akan membangun Gedung Sentra UMKM di setiap DPW UMKM se-Indonesia.

"Mengamati kebutuhan tempat penampungan berbagai produk UMKM maka kita terpanggil untuk membangun gedung sentra UMKM yang nantinya KRT Sandiyo, MM., MH., produk UMKM di tiap provinsi bisa tertampung, sehingga memudahkan masyarakat berbondong-bondong datang, "ucap H Bustan Pinrang kepada wartawan pokja umkm di Jakarta, Senin (14/6).

Sementara itu Sekretaris Jenderal PUKM Muhajir, S.Kep.Ners.MMR menyambut baik gagasan cerdas sang ketua umum. "Ini ide smart yang akan membangkitkan semangat para pelaku umkm di tengah gempuran persaingan global, "tuturnya.

Ketua DPW PUKM Jawa Tengah KRT Sandiyo, MM., MH., mendukung program brilian itu. "Nantinya dengan adanya gedung sentra pukm di tiap-tiap DPW PUKM maka saudara-saudari kita otomatis mendapatkan kemudahan untuk menaruh hasil kreatifitasnya. "Paparnya.

Kehadiran gedung sentra UMKM nantinya akan memangkas pemborosan biaya sewa para pelaku UMKM terhadap tempat penjualan. Sehingga bisa mengangkat kesejahteraan insan umkm dan linier dengan visi misi Partai Usaha Kecil dan Menengah (PUKM) yaitu maju berperadaban. **


Share:

Alisha Fianne: UMINDO Targetkan Pendampingan Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital kepada 10.000 UMKM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pimpinan Pusat UMINDO Alisha Fianne J. Sanger menargetkan pendampinan kewirausahaan berbasis digital kepada 10.000 UMKM. Hal ini disampaikan pada saat bertemu dengan Drs. Talkah Badrus, M.M. Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan - Kementerian Koperasi & UKM pada Jum'at (04/06) di Jakarta.

Asal tahu saja, Berdasarkan data Bank Indonesia, peningkatan volume transaksi e-commerce mencapai 99% yoy. Sedangkan peningkatan nominal transaksinya mencapai 52% yoy. "Peningkatan tersebut cukup berpengaruh terhadap ekosistem digital karena e-commerce merupakan platform utama ekonomi digital," kata Alisa.

Apa lagi seperti di masa pandemi covid-19 pelaku UMKM sangat mengalami dampak yang sangat serius dan penurunan omzet penjualan. "Jika hal ini tidak segera ditangani maka resesi ekonomi semakin parah dan porak-poranda. Untuk itulah UMINDO menginisiasi program pelatihan kewirausahaan berbasis digital yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum," ucapnya.

Menurut Alisa, Solusi yang tepat dan cepat terhadap pemulihan ekonomi ini yaitu menyiapkan dan memperbesar kapasitas sumber daya manusia khususnya di bidang enterpreneur. Literasi enterpreneur harus dipopulerkan dan digalakkan di tengah masyarakat dimana pasar lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas sekaligus membantu pemerintah dalam menciptakan peluang kerja dan usaha.

Selain itu, kata Alisa, Pelatihan kewirausahaan berbasis digital ini sangat penting dilakukan supaya produk-produk unggulan yang diproduksi oleh pelaku UMKM bisa dijangkau oleh calon pembeli di seluruh Indonesia.

"Dan yang pasti, UMINDO juga telah menyiapkan pendampingan platform digital promosi dan iklan penjualan sehingga  membantu dan mempermudah produk UMKM lebih mudah diterima oleh pasar sehingga omzet penjualan bisa meningkat," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Ketua DPD RI Dukung Rencana OJK Hapus Kredit Macet UMKM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sedang mengkaji penghapusan kredit bermasalah atau write off kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bawah Rp 5 miliar. Menurut LaNyalla, pelaku UMKM akan sangat terbantu dengan kebijakan tersebut.

Senator asal Jawa Timur itu sendiri sudah menyuarakan keringanan kredit macet bagi pelaku UMKM sejak jauh-jauh hari.

"Saya bahkan sudah bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2021, khususnya untuk pelaku UMKM yang mengalami kredit macet akibat bencana," ujar LaNyalla, Senin (3/5/2021).

Isu mengenai kredit macet ini disampaikan masyarakat saat LaNyalla melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. 

Saat itu, ia mendapat aspirasi mengenai banyaknya korban bencana yang mengalami status blacklist bank akibat gagal membayar kredit atau non performing loan (NPL). Seperti diketahui, tahun 2018 lalu Sulawesi Tengah dihantam gempa bumi dan tsunami yang berdampak terhadap banyak sektor.

"Padahal rata-rata mereka pengusaha menengah dan kecil. Sehingga tidak mungkin mendapat bantuan pinjaman modal lagi untuk recovery. Hingga saat ini, tidak sedikit pelaku UMKM yang belum bisa bangkit. Untuk itu mohon kiranya mendapat atensi dari Menteri Keuangan dan Lembaga terkait, sehingga mereka bisa kembali memulai usaha untuk memperbaiki kehidupan," kata LaNyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya ini pun mengapresiasi OJK yang mempertimbangkan penghapusan kredit NPL di bawah Rp 5 miliar berasal dari industri yang ingin berperan aktif dalam pengembangan bisnis UMKM dengan target di atas 30% pada tahun 2024.

"Jika direalisasikan, saya kira bisa membantu program pemulihan ekonomi nasional (PEN), yang menjadi kunci penting dalam penanganan dampak pandemi Covid," paparnya.

LaNyalla berharap rencana OJK mendapat lampu hijau dari berbagai lembaga dan kementerian terkait. Diketahui, saat ini OJK sedang menyusun strategi mengenai kajian rencana penghapusan kredit macet ini.

"Pemerintah memang perlu memikirkan soal pembiayaan UMKM kepada masyarakat yang memiliki potensi usaha UMKM. Bagaimana mengenai perbaikan bisnis mereka, dari dampak bencana dan dampak pandemi. Jadi harus ada pendampingan," tegasnya.(Arianto)


Share:

IMB Terbit, Pedagang Pasar Kalideres Siap Dipindahkan


Duta Nusantara Merdeka | Dalam rangka Revitalisasi Pasar Kalideres, PD Pasar Jaya menggelar pertemuan dengan para pedagang Pasar Kalideres yang sebagian besar adalah pedagang kecil pada Selasa (30/03) di Restoran Pondok Laguna, Jakarta. 

Haji Romli, Perwakilan Pedagang Pasar Jaya Kalideres mengatakan, pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertemuan hari ini membahas tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pemugaran Pasar Kalideres yang lagi on proses.

"Alhamdulillah, hari ini telah tercapai kesepakatan bersama tentang waktu pemindahan para pedagang di Pasar Kalideres ke TPS (tempat penampungan sementara)," kata Haji Romli kepada awak media di Jakarta. Selasa (30/03)

Menurut Haji Romli, Para Pedagang di Pasar Kalideres bersedia dipindahkan ke TPS (tempat penampungan sementara) dengan syarat apabila PD Pasar Jaya sudah memperoleh IMB.

"Insyaallah, pemugaran Pasar Kalideres dapat berjalan lancar dan sukses serta pengunjung/pembeli semakin banyak," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Hampir Empat Tahun "Menderita" Relawan Bonus "Mendengar" Aspirasi Pedagang Pasar Aksara


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Kebakaran yang Menghanguskan Hampir 738 Tempat Berjualan Pedagang di Pasar Aksara Masih Menyimpan misteri hingga hari ini. Jeritan Hati Pedagang Pasar Aksara akhimya "Didengar" saat Pemilihan Kepala Daerah Kota Medan 2020 Lalu yang menamakan diri Relawan "Bonus" (Bobby Nasution Untuk Semua) Relawan ini Mengusung Pasangan no 2 Bobby dan Aulia di 2020 Silam.

Pada Senin (22/2/2021) di jalan Aksara Medan Tembung Kota Medan Provinsi Sumut, pertemuan ini sesuai Prokes dan bertemu di toko pak salah satu perwakilan pedagang, Ketua Relawan Bonus Axel Sumbayak didampingi Sekjen Wandi Syahputra Bangun dan Koordinator Khusus Saut Turnip SH, bersama Asosiasi Pedagang Tradisional Pasar Aksara PK2PTAM (Persatuan Korban Kebakaran Pasar Tradisionil Aksara Medan), memberi dukungan sepenuhnya agar pembangunan Pasar Tradisional Aksara dapat segera terwujud di lokasi yang sama.

Kepada awak Media dutanusantaramerdeka.com Axel Sumbayak mengatakan 

"Seperti kita ketahui, bahwa pasar Aksara sejak terbakar beberapa tahun yang lalu belum ada kejelasan pembangunan. Untuk itu, Keluarga Besar Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Aksara atau menamakan diri PK2PTAM (Persatuan Korban Kebakaran Pasar Tradisionil Aksara Medan), yang sudah menyampaikan dukungannya dan tergabung dalam Relawan Bonus menyampaikan keinginan tersebut kepada Pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rahman, melalui ketua Relawan Bonus". 


Perwakilan Salah Satu pedagang pasar tradisional pasar Aksara, PK2PTAM (Persatuan Korban Kebakaran Pasar Tradisionil Aksara Medan), Mengatakan

"Kami ingin Lahan Bekas Terbakarnya Pasar Aksara dulu dibangun kembali agar pedagang bisa kembali berjualan dengan tenang apalagi dimasa Pandemi ini tentunya Kepada Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Bobby dan Aulia agar mendengar harapan kami ini sebagai pedagang kecil"

Ketua Bonus : kita berharap pasar Tradisional Aksara segera dibangun di tempat sediakala, seperti yg diharapkan para pedagang, Tutupnya Mengakhiri Wawancara. **
Share:

Dukung UMKM, Prawita GENPPARI Gelar Pelatihan Manajemen Ekspor Impor


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
“ Indonesia memiliki banyak pelaku UMKM dan sebenarnya memiliki potensi pasar yang besar di luar negeri terhadap produk – produk yang mereka buat. Tentu mereka ingin meningkatkan pangsa pasarnya dengan melakukan penjualan ke luar negeri. Namun permasalahannya kebanyakan mereka belum memahami terkait dengan berbagai seluk beluk perdagangan luar negeri atau yang biasa disebut dengan ekspor dan impor.

Oleh karena itu, pembekalan pengetahuan dan wawasan dalam ekspor dan impor menjadi sangat penting sekali. Pemberdayaan pelaku UMKM sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Prawita GENPPARI selaku organisasi pegiat pariwisata, seni, budaya dan UMKM “, ujar Ketua Umum DPP Prawita GENPPAI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (21/2).

Kemudian dia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan keterampilan serta pemahaman dasar mengenai ekspor impor, prosedur dan mekanismenya serta dokumen – dokumen yang terkait baik yang berhubungan dengan kepabeanan dan kepelabuhan serta instansi terkait lainnya untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tentang hal-hal yang berkaitan dengan alur kerja transaksi ekspor impor, kepabeanan dan pelabuhan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan pajak guna meminimalisir high cost, resiko serta biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Ujar Dede.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan wawasan para pelaku UMKM agar bisa meningkatkan pangsa pasarnya di luar negeri dengan melakukan ekspor produk – produk yang dibuatnya. Semangat dan keinginan untuk memperluas pangsa pasar di luar negeri, menurutnya harus diimbangi oleh pengetahuan dan wawasan yang baik terhadap mekanisme ekspor itu sendiri. Sebab jika tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, bisa menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari.

Sementara itu subjek materi yang dibahas dalam pelatihan tersebut meliputi, Konsep Dasar Perdagangan Internasional, Tarif, Kuota dan Kurs, Prosedur Ekspor dan Impor, Metode Pembayaran Internasional, Dokumen Ekspor Impor, Letter of Credit (L/C), Bill of Lading (B/L), asuransi dan freight forwarder. Sebuah proses pembelajaran singkat yang dipadatkan dalam satu hari.

“ Harapan kita, para pelaku UMKM yang memiliki orientasi untuk pengembangan pasar ke luar negeri bisa mengikuti program ini di angkatan berikutnya. Apalagi pelatihan ini bersifat gratis, kecuali pengganti administrasi saja. Meskipun sangat singkat, tetapi semua peserta pelatihan merasakan manfaat berupa pemahaman yang mendasar terhadap rencana pengembangan pasar produknya ke luar negeri “, pungkas Dede.

Pelatihan Manajemen Perdagangan luar negeri atau Manajemen Ekspor Impor ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Februari 2021. Dimulai pada jam 10.00 dan berakhir pada jam 15.00 wib. Tidak sekedar mengikuti pelatihan saja, karena setelah selesai langsung dilakukan ujian untuk mengukur kemampuan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Adapun tempat pelatihan diselenggarakan di Rumah Para Pecinta Ilmu (RUMPPI) yang beralamat di Jl. Mega Asri I no. 8 Bandung. Kemudian apabila ada calon peserta yang berminat untuk mengikutinya di kemudian hari bisa menghubungi Ibu Nuni : 0813-8330-7997, Ibu Lilis : 0813-1253-5153 atau Ibu Ines : 0813-2498-5928. **
Share:

UMKM Indonesia Go Digital


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dihantam Covid-19, kiprah UMKM mengalami penurunan pendapatan cukup signifikan. Padahal menilik pada sejarah krisis ekonomi tahun 98, UMKM justeru hadir di garda terdepan sebagai salah satu penyelemat krisis. Saatnya UMKM Bangkit

Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan dalam surveinya bahwa penjualan industri UKM merosot hampir 23 persen akibat pandemi covid-19.

Hal itu ditegaskan Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020” dengan tema “Connect Your Business With Digital Solution” pada Jumat, 20 November. 

Lebih rinci, Teten juga menyebutkan bahwa dari hasil survei ditemukan sebanyak 20 persen pelaku UMKM mengalami hambatan distribusi dan 19,39 persen mengaku kesulitan permodalan.

"Bahkan tidak berhenti sampai disitu, terdapat juga sebanyak 18,87 persen dari pelaku usaha yang mengikuti survei menyebut bahwa kesulitan mendapatkan bahan baku, diikuti keluhan terhambatnya produksi oleh 18,83 persen partisipan," kata Teten saat virtual meeting. Jum'at (20/11)

Dari situ, Teten mengakui pihaknya selalu mencari cara menumbuh kembangkan UMKM yang memang terbukti menjadi salah satu roda penggerak ekonomi nasional. Katanya,  cara digitalisasi bisa menjadi opsi yang tepat untuk UMKM. Karena bagaimanapun saat ini semua sektor harus terhubung dengan system digital,” katanya pada Opening Ceremony Indonesia Digital Tradeshow 2020 pada Jumat (20/11).

Untuk itu, Teten pun mengapresiasi penyelenggaraan even Indonesia Digital Trade Show- Indonesia Local Brand yang digagas oleh PT Sukses Mulya Pratama agar UMKM bangkit dan bisa menjalankan usahanya sehingga bisa berkontribusi terhadap ekonomi nasional. 

“Perlu diketahui, lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi 14% terhadap total ekspor non migas. 60% total investas, 97% total tenaga kerja dan 61% total PDB nasional. Maka kehadiran UMKM sesungguhnya sangat berarti bagi ekonomi nasional ini,” rincinya. 

Kementerian juga sangat berperan aktif dalam skema digital dengan membuat program digital “Go Digital UMKM” untuk mengikuti pola ekonomi yang berjalan saat ini. Dan itu semua terdapat dalam website kementerian. 

“Baik pemerintah maupun swasta juga turut mendorong pelaksanaan acara ini agar para pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia bisa menembus pasar digital (go digital) dan sebagai jembatan dalam mempercepat digitalisasi produk-produk UMKM di seluruh kota di Indonesia,” sebut Teten lagi. 

Ajang Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With Indonesia Local Brands Expo sendiri merupakan wadah yang tepat untuk mempercepat proses digitalisasi produk-produk UMKM, sehingga bisa menembus pasar digital (go digital) dan mampu bersaing di level pasar internasional

Event ini adalah event virtual expo interactive 3D pertama di Indonesia yang diisi dari berbagai macam industri dan pameran hasil karya anak bangsa secara virtual. 

PT SMP sebagai Pihak penyelenggara sendiri mengaku bergandengan tangan bersama, baik dengan pemerintah maupun swasta untuk pelaksanaan acara ini agar para pengusaha merek lokal Indonesia khususnya para pelaku UMKM di seluruh Indonesia bisa tetap berjualan untuk mendapatkan cash in, tetap semangat untuk bisa berdagang melalui platform digital (go digital) dan pameran ini sebagai jembatan dalam mempercepat digitalisasi produk-produk UMKM di seluruh kota di Indonesia. 
 
Selain dari Kementerian Koperasi dan UKM, dukungan serupa juga datang dari Kementerian Perdagangan. Disampaikan Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan RI pihaknya mendukung penuh kegiatan Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020” dengan tema “Connect Your Business With Digital Solution”. 

“Bagi kami ini langkah yang bagus dalam mewadahi industri UMKM di Indonesia. Dan saya turut bangga terhadap para pelaku yang gigih menemukan peluang-peluang seperti ini,” sebutnya dalam pembukaan acara Ceremony Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020”.

Sementara itu, Agus melanjutkan, pemanfaatan platform digital oleh pelaku UMKM berpotensi meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.  Tercatat oleh Kominfo penjualan online dan e commerce di tahun 2020 mencapai nilai 446,75 triliun dan meningkat 400% dari pada tahun 2017 lalu. Tentu ini merupakan indicator bahwa ke depannya peran teknologi dan digital akan semakin dominan bagi masyarakat. 

Pelaku UMKM Indonesia yang mengisi 96% populasi pelaku usaha di Indonesia sejatinya meriupakan roda pengerak sektor perdagangan. Untuk itu pihak kemendag akan terus memfasilitasi melalui format digital yang berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman. 

“Saya berharap melalui ajang IDTS ini, para pelaku usaha UMKM, lisensi dan waralaba dapat semakin berkembang dan saling terhubung dan memanfaatkan potensi digital yang ada,” imbuhnya. 

UMKM Harus Didukung
Pemerintah sendiri melalui kementerian terkait terus memberikan perhatiannya pada industri UMKM. Misalnya dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit. Selanjutnya kedua, dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini. 

Sejumlah perusahaan besar pun tidak mau ketinggalan dalam ambil bagian kegiatan ini. Diantaranya Garuda Indonesia, Pertamina, BCA, Mustika Ratu dan SiCepat. Bahkan SICepat, Pertamina dan BCA sendiri melibatkan UMKM binaannya untuk mengikuti agenda ini dan mengajak sekitar 500 mitra UMKM binaannya dari seluruh Indonesia. 

Seperti yang dilakukan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA). Perusahaan perbankan ternama ini turut mencermati usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). UMKM dinilai memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional. 

Untuk itu sebagai bentuk dukungannya terhadap industri UMKM, BCA ambil peran pada gelaran "Indonesia Digital Trade Show 2020 in conjuction with Indonesia Local Brand Expo 2020" yang merupakan pameran multi industri dan sektor UMKM dengan konsep 3D Interactive Virtual Expo.

“Bentuk dukungan BCA terhadap UMKM yakni secara berkelanjutan berkomitmen untuk terus mendukung UMKM melalui beragam pembiayaan serta program-program yang direalisasi bersama dengan institusi atau lembaga lainnya,” sebut Susanto, Direktur BCA dalam sambutan acara Ceremony Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020” dengan tema “Connect Your Business With Digital Solution”.

Keterlibatan BCA sendiri dalam even ini salah satunya adalah penawaran berbagai produk unggulan yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi di masa pandemi seperti layanan Transaksi Online dengan menggunakan Debit Mastercard, Kartu Kredit BCA, Virtual Account BCA serta belanja dengan menggunakan QRIS.

"Tidak hanya sampai di situ saja, BCA juga menghadirkan Kampanye Bangga Lokal yang merupakan program bagi pelaku usaha UMKM dari BCA, di mana BCA akan merangkul para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya, mulai dari segi marketing, promosi hingga modal usaha," pungkasnya. (Arianto)


 

Share:

IKLAN MURAH

IKLAN

IKLAN



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Juni Bulan Bung Karno

Juni Bulan Bung Karno Momentum Istimewa Bagi Bangsa Indonesia tidak bisa dipungkiri, jika pada Bulan Juni dikatakan Bulannya Bung Kar...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Anak Anak Yatim Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN BRI Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dharma Pertiwi Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemenkes Kemenkumham KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KNPI kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari London LPS LSM Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Mayday MDMC Media Media Sosial Menag Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU Office Ojek Online Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi PPKM PPWI Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Rakernas Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini