Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label umkm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umkm. Tampilkan semua postingan

Monev Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) Bersama H. Hidayatullah Anggota Komisi XI DPR RI


Duta Nusantara Merdeka | Percut Sei Tuan - Deli Serdang
Anggota komisi XI DPR RI H Hidayattullah SH, Mengharapkan lebih banyak lagi para pelaku Usaha mikro, maupun yang berada di level terbawah agar bisa lebih berkembang.

Apalagi adanya program dari pemerintah untuk perekonomian rakyat,salah satunya,program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang di peruntukan bagi para pelaku usaha mikro maupun lapisan level terbawah yang belum dapat terfasilitasi oleh perbankan.

"Hal ini di berikan atau di pinjamkan kepada Bapak Dan Ibu serta para pelaku usaha lain nya dalam meningkat kan penjualan hasil olahan atau barang yang di produksi atau dijual", ungkap H Hidayattullah SH Anggota  komisi XI DPR RI Di Miyana Hotel jl H ANIF kecamatan percut seituan,Kabupaten DELI SERDANG- Selasa(28/07)

Dalam kunjungan nya di Percut seituan Kabupaten Deli serdang.H Hidayattullah SH meminta kepada debitur UMi dapat memanfaatkan program ini dengan baik,sekaligus berupaya mengembangkan usahanya dalam pinjaman.

Beliau juga menegaskan,sekiranya usaha para debitur semakin berkembang atau ingin mengembangkan usahanya, pemerintah sudah menyediakan bantuan permodalan dengan nilai pembiayaan yang jauh lebih lumayan besar.

"Kalau sudah berkembang nanti bisa mengajukan ke program KUR, karena limit nya bisa sampai 20 jutaan keatas (pembiayaan)" ungkap Anggota komisi XI DPR RI H Hidayattullah SH.

Di sisi lain,"Yuda Agung perwira"salah satu pelaku usaha mikro mengatakan cukup senang tentang program ini, Apalagi pemerintah memberikan anggaran itu dengan jumlah yang seuntel untel sembari bersenda gurau kepada wartawan mengakhiri. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Bekraf Serahkan Sertifikat HKI Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah salah satu program unggulan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga menjadi prioritas nasional Indonesia. Sejak tahun 2016, Bekraf telah memberikan Fasilitasi Pendaftaran HKI kepada 5.671 pelaku ekonomi kreatif di 35 kota. Penyelenggaraan kegiatan Penyerahan Sertifikat HKI Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif Secara Simbolis merupakan kerjasama antara Bekraf dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Acara tersebut digelar di Hotel JS Luwansa, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling C-22, Jakarta Selatan hari Senin (8/4/2019).

Triawan Munaf menyampaikan bahwa melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, Bekraf telah melakukan Sosialisasi dan Fasilitasi HKI di lebih dari 80 kota berbeda di 34 provinsi.

"Pada periode yang sama, kami juga telah memfasilitasi sekitar 5.761 pendaftaran permohonan HKI produk bekraf ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM," ujar Triawan Munaf.

Melalui kegiatan ini, Bekraf dan Kemenkumham ingin menunjukkan kepada publik bahwa pemerintah sangat memperhatikan pelindungan dan pemanfaatan HKI sebagai salah satu aset terpenting bagi pelaku ekonomi kreatif, dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Sebagai bukti kepemilikan, sertifikat HKI dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan komersialisasi HKI, termasuk mengakses skema pembiayaan berbasis HKI nantinya.


Sementara itu, Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa sejak tahun 1998, sektor UMKM menjadi penggerak terbesar ekonomi Indonesia di dua dekade terakhir ini. Saat ini, kontribusi UMKM terhadap PDB di Indonesia baru 9,87%.

Berbeda dengan Yasonna Laoly, dalam acara ini, Wiranto selaku Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menjelaskan lebih lanjut mengenai fungsi HKI.

"Salah satu tujuan kegiatan ini dalah memberikan pemahaman kepada pemilik sertifikat HKI bahwa sertifikat HKI merupakan bukti kepemilikan dan dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan komersialisasi HKI", ujar Wiranto.

Sertifikat HKI yang diserahkan dalam kegiatan ini berjumlah 69 sertifikat merek dan 1 sertifikat desain industri. Selain sertifikat HKI, pada kegiatan tersebut juga akan diserahkan akta pendirian badan hukum Perseroan Terbatas (PT) kepada 10 unit usaha ekonomi kreatif sebagai perwakilan dari 95 unit usaha ekonomi kreatif yang telah difasilitasi Bekraf.


Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf dan Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM turut memberikan 11 sertifikat HKI dan 1 akta pendirian badan hukum PT secara simbolik. 12 orang perwakilan penerima sertifikat dan akta tersebut terdiri dari 2 orang dari Sumatera, 2 orang dari Jawa, 1 orang dari Kalimantan, 2 orang dari Sulawesi, 3 orang dari Bali-NTT, dan 2 orang dari Maluku-Papua.

Setelah sesi penyerahan sertifikat HKI dan akta pendirian badan hukum PT, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya dengan tema "Hak Kekayaan Intelektual'. Tujuan diadakan lokakarya ini adalah memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hal-hal yang berkaitan dengan HKI, khususnya mengenai pelindungan dan pemanfaatannya agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

Sinergi kerja sama antara Bekraf dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sejak tahun 2016 turut terimplikasi di kegiatan ini. Tutupnya.(Arianto)





Share:

Penggalangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal INDONESIA EXPO 2018


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) obat tradisional (OT) atau yang dikenal dengan jamu merupakan salah satu bidang usaha penggerak ekonomi bangsa. Sebanyak 786 sarana produksi industri/usaha jamu Indonesia didominasi oleh UMKM.

Sejalan dengan road map Pembangunan Jamu tahun 2011-2025 dan dalam rangka mendukung Nawa Cita Presiden RI ke-6, BPOM RI secara berkesinambungan melakukan pendampingan berupa pembinaan teknis dan fasilitasi, sehingga UMKM jamu dapat memproduksi jamu yang memenuhi persyaratan dan standar keamanan, manfaat, dan mutu serta memiliki daya saing. Berdasarkan data pengawasan BPOM RI, sebagian besar UMKM jamu di Indonesia, yang berjumlah 83% dari total sarana produksi obat tradisional belum mampu memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Bahkan mereka belum mampu menerapkan aspek higienis, sanitasi, dan dokumentasi dalam proses produksinya.

Untuk itu, dalam rangka pengembangan UMKM jamu, tahun 2018 BPOM RI menggelar konferensi pers hari Rabu, 12 Desember 2018, Pukul 08.00 – 13.00 WIB di Gedung Smesco Jakarta Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Pancoran, Jakarta Selatan . dan menginisiasi “Program Terpadu Lintas Kementerian/Lembaga Pengembangan UMKM Berdaya Saing”. “Program ini berupa kegiatan Pendampingan UMKM Jamu yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pilot project pertama,” ungkap Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito. “Program ini melibatkan kementerian terkait yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, serta Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas-Dinas terkait di Kabupaten/Kota,” tambahnya.


Lebih lanjut Penny K. Lukito menjelaskan bahwa pelaksanaan pendampingan terhadap UMKM jamu dilakukan melalui koordinasi dan advokasi dengan lintas sektor terkait, Pelatihan Kader Fasilitator Pendamping, serta pembinaan dan pelatihan teknis bagi UMKM jamu dalam CPOTB. “Seluruh kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2018,” tuturnya.

Menutup tahun 2018 ini, BPOM RI mencanangkan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018 yang merupakan puncak rangkaian kegiatan pendampingan UMKM Jamu pada tanggal 11-12 Desember 2018 di Jakarta. Dalam acara ini, Kepala BPOM RI menyerahkan 34 Sertifikat CPOTB Bertahap kepada 34 UMKM jamu yang mengikuti program pendampingan, 25 Nomor Izin Edar (NIE) obat tradisional yang diproduksi oleh 8 UMKM Jamu yang mengikuti pendampingan, serta 24 sertifikat CPOTB dari 6 Industri Obat Tradisional (IOT).

“Penyerahan sertifikat CPOTB ini merupakan bukti keberhasilan dan komitmen bersama antara BPOM RI, pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam program pengembangan UMKM berdaya saing. Hal ini harus menjadi pembelajaran bahwa komitmen dan usaha akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya untuk pelaku usaha, melainkan juga untuk masyarakat.” tutur Kepala BPOM RI.

Selain penyerahan sertifikat CPOTB, pada acara ini juga dilaksanakan pencanangan Komitmen Bapak Angkat UMKM Jamu, penggalangan Gerakan Budaya Minum Jamu serta Herbal Indonesia Expo 2018, yang meliputi Pameran, Seminar, dan Panggung Edukasi.

“Kami berharap, rangkaian acara selama dua hari ini akan menghasilkan hal yang positif, seperti membangun  demand dan meningkatkan supply jamu yang aman, berkhasiat dan bermutu, membangun ketersediaan bahan baku (kualitas dan kuantitas), menginformasikan khasiat herbal-herbal Indonesia, dan membangun riset pengembangan herbal Indonesia”, tutup Penny K. Lukito menyampaikan harapannya.

                                                              Reporter : Arianto


Share:

Bantu Pedagang Kecil, Akseleran Bidik 700 Warung Pintar


Roda bisnis PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mulai bergerak menjangkau para pedagang kecil usai berkolaborasi dengan Warung Pintar. Dengan kolaborasi ini, Akseleran berpotensi untuk mendukung lebih dari 700 mitra Warung Pintar untuk memperoleh pembiayaan modal usaha produktif mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 miliar.

Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Warung Pintar tetap tidak akan mengubah model bisnis Akseleran yang tetap mengusung pembiayaan usaha produktif. Namun, kata Ivan, jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh Akseleran akan bergerak ke mikro karena disesuaikan dengan kemampuan dari mitra Warung Pintar.

“Tujuan kami karena ingin membantu para pedagang kecil yang merupakan mitra dari Warung Pintar agar mereka dapat membeli persediaan dagang untuk warungnya tanpa terkendala modal. Fasilitas pembiayaan yang Akseleran berikan mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 miliar, tergantung dari total purchase order selama setahun yang dimiliki oleh masing-masing Warung Pintar,” ujar Ivan di Jakarta, hari Senin 15 oktober 2018.

Menurutnya, keberadaan Akseleran di tengah-tengah masyarakat saat ini semakin berperan untuk mewujudkan inklusi keuangan menjadi realitas karena tidak saja memberikan kemudahan akses pembiayaan modal usaha kepada para pelaku usaha kelas menengah ke atas, melainkan juga kepada para pelaku usaha kecil. “Biasanya pembiayaan usaha mikro seperti ini sangat berisiko. Namun, dalam skema dengan Warung Pintar, rekam jejak transaksi pembelian inventory tercatat secara digital dan dana pencairan pinjaman hanya dapat digunakan untuk membeli inventory dalam ekosistem Warung Pintar sehingga kita dapat memitigasi risiko kredit secara substansial,”ungkap Ivan.

Andri Madian selaku Chief Marketing Officer Akseleran, menjelaskan melalui tambahan kolaborasi ini akan semakin memperkuat perusahaan untuk dapat merealisasikan total target pembiayaan sebesar Rp1 triliun hingga 31 Desember 2019. Adapun dari target tersebut, Andri menyampaikan, sebesar Rp200 miliar diantaranya akan berasal dari total pembiayaan pada akhir tahun 2018.

“Akseleran siap memfasilitasi pembiayaan modal usaha kepada lebih dari 700 mitra Warung Pintar yang tersebar di wilayah Jadetabek. Sementara, hingga pertengahan Oktober ini, Akseleran sudah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp135 miliar kepada 295 pinjaman dengan lebih dari 49 ribu lender,” tambah Andri ** (Red-76)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

Akseleran Beri Fasilitas Pembiayaan untuk UKM Binaan Kadin Jabar


Genap berusia 1 tahun beroperasi di Indonesia, PT Akseleran 6 Inklusif Indonesia (Akseleran) terus menggenjot upayanya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Salah satu buktinya, Akseleran melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat pada hari Rabu, 3 Oktober 2018.

Ivan Nikolas Tambunan selaku CEO & Co-Founder Akseleran, menjelaskan dengan adanya kerja sama strategis ini akan menjadikan Akseleran sebagai fasilitas utama untuk menghubungkan ribuan UKM binaan Kadin Jawa Barat agar dapat memperoleh pembiayaan modal usaha dari masyarakat luas yang menjadi lender atau investor.

Bentuk kerja sama tersebut, kata Ivan, juga akan menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya total pembiayaan Akseleran sebesar Rp200 miliar hingga periode 31 Desember 2018.

“Tepat pada 2 Oktober, Akseleran berusia satu tahun dan saat ini sudah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp126 miliar kepada 278 pinjaman dengan jumlah lender sebanyak 31 ribu. Tentu, kami menyambut baik adanya kerja sama dengan Kadin Jabar yang memiliki semangat yang sama dengan Akseleran untuk menumbuhkan para pelaku UKM di negeri ini sehingga memiliki tingkat perekonomian yang jauh lebih baik ke depannya,” ujar Ivan di Bandung.


Bahkan, terangnya, tidak hanya dari sisi pelaku UKM saja yang akan difasilitasi oleh Akseleran untuk memperoleh pembiayaan modal usaha tetapi juga semua anggota Kadin Jabar dapat memperoleh akses mudah dalam berinvestasi secara aman dan menguntungkan.

“Apalagi Akseleran sudah dapat diakses di Play Store untuk pengguna Android, jadi hanya beberapa kali sentuhan jari dan kurang dari lima menit sudah bisa berinvestasi dengan modal mulai dari Rp100 ribu serta memperoleh rata-rata imbal hasil sebesar 18%-21% per tahun,” jelasnya.

Agung Suryamal selaku Ketua Kadin Jabar, mengungkapkan bahwa keberadaan Akseleran diharapkan dapat membantu sekitar 6-7 ribu pelaku UKM yang berada dalam binaanya. Apalagi, terangnya, Akseleran sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga semakin meningkatkan kepercayaan para UKM untuk mengajukan pembiayaan modal usaha.

“Kami akan dorong UKM yang menjadi binaan Kadin Jabar untuk mengajukan pembiayaan melalui Akseleran. Ini sesuatu yang baru dan kami sangat apresiasi adanya kerja sama dengan Akseleran karena mampu memberikan akses keuangan yang mudah, aman dan menguntungkan.

Ke depannya, Kadin Jabar juga akan terus memberikan edukasi agar setiap pelaku UKM terbiasa untuk bertransaksi secara online seperti yang diberikan oleh Akseleran sebagai platform peer to peer lending di Indonesia,” tambah Agung. **(Red-24)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini