Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label umkm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umkm. Tampilkan semua postingan

Kisah UMKM Populerkan Kuliner Se’i Sapi Kana


Duta Nusantara Merdeka | Yogyakarta
Se’i merupakan kuliner asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, yaitu irisan daging sapi asap yang dipanggang dengan batok kelapa selama berjam-jam. Saat pertama kali diluncurkan di Yogyakarta tahun 2019 lalu, Se’i Sapi Kana terus mempopulerkan masakan khas Indonesia Timur ini dengan menyediakan berbagai macam variasi menu. 

"Dalam perjalanan pengembangan bisnis ini, kami fokus menggunakan media sosial sebagai alat promosi merek kami, dimana kami menjalankan strategi tersebut untuk tujuan pemasaran dan periklanan," kata Banyubiru, selaku Head of Marketing dan RnD dari Se’i Sapi Kana dalam keterangan tertulis. Rabu (14/07)

Selain media sosial, kata Banyubiru, Se’i Sapi Kana juga terus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh platform digital yang menawarkan layanan pesan-antar online seperti GrabFood untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Alhasil sekarang konsumen kami dapat menikmati kelezatan Se’i Sapi Kana hanya dengan beberapa kali klik saja di aplikasi GrabFood.  

Lebih lanjut, Banyubiru menambahkan, Eksposur dari GrabFood telah membantu Se’i Sapi Kana dalam mempopulerkan makanan ini di kalangan pengguna Grab. Kini masyarakat bisa menikmati hidangan ini di 100 gerai di kota-kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Malang, Bali dan kota lainnya di seluruh Indonesia.

Dalam perjalanannya, kata Banyubiru, Se’i Sapi Kana juga bekerja sama dengan Account Manager GrabFood untuk mengembangkan menu dan paket yang sesuai dengan permintaan konsumen dan berpartisipasi dalam program promosi (antara lain promosi awal bulan, promo akhir bulan, promo gajian) untuk meningkatkan penjualannya pada waktu tertentu. 

Pada kesempatan yang sama, Luki, Account Manager GrabFood untuk Se’i Sapi Kana juga aktif membangun komunikasi dengan pemilik toko serta memberikan rekomendasi bisnis berdasarkan data kinerja seperti saran untuk menonjolkan beberapa menu yang memiliki potensi dan membutuhkan visibilitas lebih pada program promosi. Dari audiens media sosial, Se’i Sapi Kana mengetahui bahwa konsumen kini lebih memilih menikmati makanan melalui GrabFood karena menyediakan paket promosi yang lebih menarik.

Sementara itu, Hadi Koe, Head of Marketing GrabFood juga menekankan bagaimana Grab menciptakan ekosistem digital yang kondusif untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya di ranah digital. Mitra merchant dari berbagai ukuran dan latar belakang dapat memperoleh manfaat dari fitur dan program yang GrabFood luncurkan seperti GrabAcademy dan GrabMerchant AutoLaris untuk meraih lebih banyak peluang bisnis secara digital. 

Selain itu, kata Hadi Koe, GrabFood juga memberikan wujud apresiasi pada mitra merchant setia kami dalam bentuk cashback lewat Program Apresiasi Mitra. 

"Asal tahu saja, Se’i Sapi Kana adalah salah satu mitra merchant kami yang mampu memanfaatkan inovasi berbasis teknologi yang telah kami rancang dan kami harap untuk terus bisa membawa semangat ini ke lebih banyak pelaku UMKM di platform kami," pungkasnya. (Arianto)

Share:

H Bustan Pinrang Tengah Siapkan Gedung Sentra Produk UMKM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Untuk menampung berbagai produk UMKM di tiap DPW PUKM se-Indonesia, maka dibutuhkan gedung berupa sentra UMKM . Nantinya itu akan menampung bermacam-macam produk UMKM di setiap provinsi sesuai karakternya masing-masing. Dalam hal itu ketua umum Partai Usaha Kecil dan Menengah akan membangun Gedung Sentra UMKM di setiap DPW UMKM se-Indonesia.

"Mengamati kebutuhan tempat penampungan berbagai produk UMKM maka kita terpanggil untuk membangun gedung sentra UMKM yang nantinya KRT Sandiyo, MM., MH., produk UMKM di tiap provinsi bisa tertampung, sehingga memudahkan masyarakat berbondong-bondong datang, "ucap H Bustan Pinrang kepada wartawan pokja umkm di Jakarta, Senin (14/6).

Sementara itu Sekretaris Jenderal PUKM Muhajir, S.Kep.Ners.MMR menyambut baik gagasan cerdas sang ketua umum. "Ini ide smart yang akan membangkitkan semangat para pelaku umkm di tengah gempuran persaingan global, "tuturnya.

Ketua DPW PUKM Jawa Tengah KRT Sandiyo, MM., MH., mendukung program brilian itu. "Nantinya dengan adanya gedung sentra pukm di tiap-tiap DPW PUKM maka saudara-saudari kita otomatis mendapatkan kemudahan untuk menaruh hasil kreatifitasnya. "Paparnya.

Kehadiran gedung sentra UMKM nantinya akan memangkas pemborosan biaya sewa para pelaku UMKM terhadap tempat penjualan. Sehingga bisa mengangkat kesejahteraan insan umkm dan linier dengan visi misi Partai Usaha Kecil dan Menengah (PUKM) yaitu maju berperadaban. **


Share:

Alisha Fianne: UMINDO Targetkan Pendampingan Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital kepada 10.000 UMKM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pimpinan Pusat UMINDO Alisha Fianne J. Sanger menargetkan pendampinan kewirausahaan berbasis digital kepada 10.000 UMKM. Hal ini disampaikan pada saat bertemu dengan Drs. Talkah Badrus, M.M. Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan - Kementerian Koperasi & UKM pada Jum'at (04/06) di Jakarta.

Asal tahu saja, Berdasarkan data Bank Indonesia, peningkatan volume transaksi e-commerce mencapai 99% yoy. Sedangkan peningkatan nominal transaksinya mencapai 52% yoy. "Peningkatan tersebut cukup berpengaruh terhadap ekosistem digital karena e-commerce merupakan platform utama ekonomi digital," kata Alisa.

Apa lagi seperti di masa pandemi covid-19 pelaku UMKM sangat mengalami dampak yang sangat serius dan penurunan omzet penjualan. "Jika hal ini tidak segera ditangani maka resesi ekonomi semakin parah dan porak-poranda. Untuk itulah UMINDO menginisiasi program pelatihan kewirausahaan berbasis digital yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum," ucapnya.

Menurut Alisa, Solusi yang tepat dan cepat terhadap pemulihan ekonomi ini yaitu menyiapkan dan memperbesar kapasitas sumber daya manusia khususnya di bidang enterpreneur. Literasi enterpreneur harus dipopulerkan dan digalakkan di tengah masyarakat dimana pasar lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas sekaligus membantu pemerintah dalam menciptakan peluang kerja dan usaha.

Selain itu, kata Alisa, Pelatihan kewirausahaan berbasis digital ini sangat penting dilakukan supaya produk-produk unggulan yang diproduksi oleh pelaku UMKM bisa dijangkau oleh calon pembeli di seluruh Indonesia.

"Dan yang pasti, UMINDO juga telah menyiapkan pendampingan platform digital promosi dan iklan penjualan sehingga  membantu dan mempermudah produk UMKM lebih mudah diterima oleh pasar sehingga omzet penjualan bisa meningkat," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Ketua DPD RI Dukung Rencana OJK Hapus Kredit Macet UMKM


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sedang mengkaji penghapusan kredit bermasalah atau write off kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bawah Rp 5 miliar. Menurut LaNyalla, pelaku UMKM akan sangat terbantu dengan kebijakan tersebut.

Senator asal Jawa Timur itu sendiri sudah menyuarakan keringanan kredit macet bagi pelaku UMKM sejak jauh-jauh hari.

"Saya bahkan sudah bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2021, khususnya untuk pelaku UMKM yang mengalami kredit macet akibat bencana," ujar LaNyalla, Senin (3/5/2021).

Isu mengenai kredit macet ini disampaikan masyarakat saat LaNyalla melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. 

Saat itu, ia mendapat aspirasi mengenai banyaknya korban bencana yang mengalami status blacklist bank akibat gagal membayar kredit atau non performing loan (NPL). Seperti diketahui, tahun 2018 lalu Sulawesi Tengah dihantam gempa bumi dan tsunami yang berdampak terhadap banyak sektor.

"Padahal rata-rata mereka pengusaha menengah dan kecil. Sehingga tidak mungkin mendapat bantuan pinjaman modal lagi untuk recovery. Hingga saat ini, tidak sedikit pelaku UMKM yang belum bisa bangkit. Untuk itu mohon kiranya mendapat atensi dari Menteri Keuangan dan Lembaga terkait, sehingga mereka bisa kembali memulai usaha untuk memperbaiki kehidupan," kata LaNyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya ini pun mengapresiasi OJK yang mempertimbangkan penghapusan kredit NPL di bawah Rp 5 miliar berasal dari industri yang ingin berperan aktif dalam pengembangan bisnis UMKM dengan target di atas 30% pada tahun 2024.

"Jika direalisasikan, saya kira bisa membantu program pemulihan ekonomi nasional (PEN), yang menjadi kunci penting dalam penanganan dampak pandemi Covid," paparnya.

LaNyalla berharap rencana OJK mendapat lampu hijau dari berbagai lembaga dan kementerian terkait. Diketahui, saat ini OJK sedang menyusun strategi mengenai kajian rencana penghapusan kredit macet ini.

"Pemerintah memang perlu memikirkan soal pembiayaan UMKM kepada masyarakat yang memiliki potensi usaha UMKM. Bagaimana mengenai perbaikan bisnis mereka, dari dampak bencana dan dampak pandemi. Jadi harus ada pendampingan," tegasnya.(Arianto)


Share:

IMB Terbit, Pedagang Pasar Kalideres Siap Dipindahkan


Duta Nusantara Merdeka | Dalam rangka Revitalisasi Pasar Kalideres, PD Pasar Jaya menggelar pertemuan dengan para pedagang Pasar Kalideres yang sebagian besar adalah pedagang kecil pada Selasa (30/03) di Restoran Pondok Laguna, Jakarta. 

Haji Romli, Perwakilan Pedagang Pasar Jaya Kalideres mengatakan, pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertemuan hari ini membahas tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pemugaran Pasar Kalideres yang lagi on proses.

"Alhamdulillah, hari ini telah tercapai kesepakatan bersama tentang waktu pemindahan para pedagang di Pasar Kalideres ke TPS (tempat penampungan sementara)," kata Haji Romli kepada awak media di Jakarta. Selasa (30/03)

Menurut Haji Romli, Para Pedagang di Pasar Kalideres bersedia dipindahkan ke TPS (tempat penampungan sementara) dengan syarat apabila PD Pasar Jaya sudah memperoleh IMB.

"Insyaallah, pemugaran Pasar Kalideres dapat berjalan lancar dan sukses serta pengunjung/pembeli semakin banyak," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Hampir Empat Tahun "Menderita" Relawan Bonus "Mendengar" Aspirasi Pedagang Pasar Aksara


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Kebakaran yang Menghanguskan Hampir 738 Tempat Berjualan Pedagang di Pasar Aksara Masih Menyimpan misteri hingga hari ini. Jeritan Hati Pedagang Pasar Aksara akhimya "Didengar" saat Pemilihan Kepala Daerah Kota Medan 2020 Lalu yang menamakan diri Relawan "Bonus" (Bobby Nasution Untuk Semua) Relawan ini Mengusung Pasangan no 2 Bobby dan Aulia di 2020 Silam.

Pada Senin (22/2/2021) di jalan Aksara Medan Tembung Kota Medan Provinsi Sumut, pertemuan ini sesuai Prokes dan bertemu di toko pak salah satu perwakilan pedagang, Ketua Relawan Bonus Axel Sumbayak didampingi Sekjen Wandi Syahputra Bangun dan Koordinator Khusus Saut Turnip SH, bersama Asosiasi Pedagang Tradisional Pasar Aksara PK2PTAM (Persatuan Korban Kebakaran Pasar Tradisionil Aksara Medan), memberi dukungan sepenuhnya agar pembangunan Pasar Tradisional Aksara dapat segera terwujud di lokasi yang sama.

Kepada awak Media dutanusantaramerdeka.com Axel Sumbayak mengatakan 

"Seperti kita ketahui, bahwa pasar Aksara sejak terbakar beberapa tahun yang lalu belum ada kejelasan pembangunan. Untuk itu, Keluarga Besar Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Aksara atau menamakan diri PK2PTAM (Persatuan Korban Kebakaran Pasar Tradisionil Aksara Medan), yang sudah menyampaikan dukungannya dan tergabung dalam Relawan Bonus menyampaikan keinginan tersebut kepada Pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rahman, melalui ketua Relawan Bonus". 


Perwakilan Salah Satu pedagang pasar tradisional pasar Aksara, PK2PTAM (Persatuan Korban Kebakaran Pasar Tradisionil Aksara Medan), Mengatakan

"Kami ingin Lahan Bekas Terbakarnya Pasar Aksara dulu dibangun kembali agar pedagang bisa kembali berjualan dengan tenang apalagi dimasa Pandemi ini tentunya Kepada Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Bobby dan Aulia agar mendengar harapan kami ini sebagai pedagang kecil"

Ketua Bonus : kita berharap pasar Tradisional Aksara segera dibangun di tempat sediakala, seperti yg diharapkan para pedagang, Tutupnya Mengakhiri Wawancara. **
Share:

Dukung UMKM, Prawita GENPPARI Gelar Pelatihan Manajemen Ekspor Impor


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
“ Indonesia memiliki banyak pelaku UMKM dan sebenarnya memiliki potensi pasar yang besar di luar negeri terhadap produk – produk yang mereka buat. Tentu mereka ingin meningkatkan pangsa pasarnya dengan melakukan penjualan ke luar negeri. Namun permasalahannya kebanyakan mereka belum memahami terkait dengan berbagai seluk beluk perdagangan luar negeri atau yang biasa disebut dengan ekspor dan impor.

Oleh karena itu, pembekalan pengetahuan dan wawasan dalam ekspor dan impor menjadi sangat penting sekali. Pemberdayaan pelaku UMKM sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Prawita GENPPARI selaku organisasi pegiat pariwisata, seni, budaya dan UMKM “, ujar Ketua Umum DPP Prawita GENPPAI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (21/2).

Kemudian dia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan keterampilan serta pemahaman dasar mengenai ekspor impor, prosedur dan mekanismenya serta dokumen – dokumen yang terkait baik yang berhubungan dengan kepabeanan dan kepelabuhan serta instansi terkait lainnya untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tentang hal-hal yang berkaitan dengan alur kerja transaksi ekspor impor, kepabeanan dan pelabuhan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan pajak guna meminimalisir high cost, resiko serta biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Ujar Dede.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan wawasan para pelaku UMKM agar bisa meningkatkan pangsa pasarnya di luar negeri dengan melakukan ekspor produk – produk yang dibuatnya. Semangat dan keinginan untuk memperluas pangsa pasar di luar negeri, menurutnya harus diimbangi oleh pengetahuan dan wawasan yang baik terhadap mekanisme ekspor itu sendiri. Sebab jika tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, bisa menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari.

Sementara itu subjek materi yang dibahas dalam pelatihan tersebut meliputi, Konsep Dasar Perdagangan Internasional, Tarif, Kuota dan Kurs, Prosedur Ekspor dan Impor, Metode Pembayaran Internasional, Dokumen Ekspor Impor, Letter of Credit (L/C), Bill of Lading (B/L), asuransi dan freight forwarder. Sebuah proses pembelajaran singkat yang dipadatkan dalam satu hari.

“ Harapan kita, para pelaku UMKM yang memiliki orientasi untuk pengembangan pasar ke luar negeri bisa mengikuti program ini di angkatan berikutnya. Apalagi pelatihan ini bersifat gratis, kecuali pengganti administrasi saja. Meskipun sangat singkat, tetapi semua peserta pelatihan merasakan manfaat berupa pemahaman yang mendasar terhadap rencana pengembangan pasar produknya ke luar negeri “, pungkas Dede.

Pelatihan Manajemen Perdagangan luar negeri atau Manajemen Ekspor Impor ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Februari 2021. Dimulai pada jam 10.00 dan berakhir pada jam 15.00 wib. Tidak sekedar mengikuti pelatihan saja, karena setelah selesai langsung dilakukan ujian untuk mengukur kemampuan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Adapun tempat pelatihan diselenggarakan di Rumah Para Pecinta Ilmu (RUMPPI) yang beralamat di Jl. Mega Asri I no. 8 Bandung. Kemudian apabila ada calon peserta yang berminat untuk mengikutinya di kemudian hari bisa menghubungi Ibu Nuni : 0813-8330-7997, Ibu Lilis : 0813-1253-5153 atau Ibu Ines : 0813-2498-5928. **
Share:

UMKM Indonesia Go Digital


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dihantam Covid-19, kiprah UMKM mengalami penurunan pendapatan cukup signifikan. Padahal menilik pada sejarah krisis ekonomi tahun 98, UMKM justeru hadir di garda terdepan sebagai salah satu penyelemat krisis. Saatnya UMKM Bangkit

Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan dalam surveinya bahwa penjualan industri UKM merosot hampir 23 persen akibat pandemi covid-19.

Hal itu ditegaskan Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020” dengan tema “Connect Your Business With Digital Solution” pada Jumat, 20 November. 

Lebih rinci, Teten juga menyebutkan bahwa dari hasil survei ditemukan sebanyak 20 persen pelaku UMKM mengalami hambatan distribusi dan 19,39 persen mengaku kesulitan permodalan.

"Bahkan tidak berhenti sampai disitu, terdapat juga sebanyak 18,87 persen dari pelaku usaha yang mengikuti survei menyebut bahwa kesulitan mendapatkan bahan baku, diikuti keluhan terhambatnya produksi oleh 18,83 persen partisipan," kata Teten saat virtual meeting. Jum'at (20/11)

Dari situ, Teten mengakui pihaknya selalu mencari cara menumbuh kembangkan UMKM yang memang terbukti menjadi salah satu roda penggerak ekonomi nasional. Katanya,  cara digitalisasi bisa menjadi opsi yang tepat untuk UMKM. Karena bagaimanapun saat ini semua sektor harus terhubung dengan system digital,” katanya pada Opening Ceremony Indonesia Digital Tradeshow 2020 pada Jumat (20/11).

Untuk itu, Teten pun mengapresiasi penyelenggaraan even Indonesia Digital Trade Show- Indonesia Local Brand yang digagas oleh PT Sukses Mulya Pratama agar UMKM bangkit dan bisa menjalankan usahanya sehingga bisa berkontribusi terhadap ekonomi nasional. 

“Perlu diketahui, lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi 14% terhadap total ekspor non migas. 60% total investas, 97% total tenaga kerja dan 61% total PDB nasional. Maka kehadiran UMKM sesungguhnya sangat berarti bagi ekonomi nasional ini,” rincinya. 

Kementerian juga sangat berperan aktif dalam skema digital dengan membuat program digital “Go Digital UMKM” untuk mengikuti pola ekonomi yang berjalan saat ini. Dan itu semua terdapat dalam website kementerian. 

“Baik pemerintah maupun swasta juga turut mendorong pelaksanaan acara ini agar para pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia bisa menembus pasar digital (go digital) dan sebagai jembatan dalam mempercepat digitalisasi produk-produk UMKM di seluruh kota di Indonesia,” sebut Teten lagi. 

Ajang Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With Indonesia Local Brands Expo sendiri merupakan wadah yang tepat untuk mempercepat proses digitalisasi produk-produk UMKM, sehingga bisa menembus pasar digital (go digital) dan mampu bersaing di level pasar internasional

Event ini adalah event virtual expo interactive 3D pertama di Indonesia yang diisi dari berbagai macam industri dan pameran hasil karya anak bangsa secara virtual. 

PT SMP sebagai Pihak penyelenggara sendiri mengaku bergandengan tangan bersama, baik dengan pemerintah maupun swasta untuk pelaksanaan acara ini agar para pengusaha merek lokal Indonesia khususnya para pelaku UMKM di seluruh Indonesia bisa tetap berjualan untuk mendapatkan cash in, tetap semangat untuk bisa berdagang melalui platform digital (go digital) dan pameran ini sebagai jembatan dalam mempercepat digitalisasi produk-produk UMKM di seluruh kota di Indonesia. 
 
Selain dari Kementerian Koperasi dan UKM, dukungan serupa juga datang dari Kementerian Perdagangan. Disampaikan Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan RI pihaknya mendukung penuh kegiatan Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020” dengan tema “Connect Your Business With Digital Solution”. 

“Bagi kami ini langkah yang bagus dalam mewadahi industri UMKM di Indonesia. Dan saya turut bangga terhadap para pelaku yang gigih menemukan peluang-peluang seperti ini,” sebutnya dalam pembukaan acara Ceremony Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020”.

Sementara itu, Agus melanjutkan, pemanfaatan platform digital oleh pelaku UMKM berpotensi meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.  Tercatat oleh Kominfo penjualan online dan e commerce di tahun 2020 mencapai nilai 446,75 triliun dan meningkat 400% dari pada tahun 2017 lalu. Tentu ini merupakan indicator bahwa ke depannya peran teknologi dan digital akan semakin dominan bagi masyarakat. 

Pelaku UMKM Indonesia yang mengisi 96% populasi pelaku usaha di Indonesia sejatinya meriupakan roda pengerak sektor perdagangan. Untuk itu pihak kemendag akan terus memfasilitasi melalui format digital yang berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman. 

“Saya berharap melalui ajang IDTS ini, para pelaku usaha UMKM, lisensi dan waralaba dapat semakin berkembang dan saling terhubung dan memanfaatkan potensi digital yang ada,” imbuhnya. 

UMKM Harus Didukung
Pemerintah sendiri melalui kementerian terkait terus memberikan perhatiannya pada industri UMKM. Misalnya dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit. Selanjutnya kedua, dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini. 

Sejumlah perusahaan besar pun tidak mau ketinggalan dalam ambil bagian kegiatan ini. Diantaranya Garuda Indonesia, Pertamina, BCA, Mustika Ratu dan SiCepat. Bahkan SICepat, Pertamina dan BCA sendiri melibatkan UMKM binaannya untuk mengikuti agenda ini dan mengajak sekitar 500 mitra UMKM binaannya dari seluruh Indonesia. 

Seperti yang dilakukan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA). Perusahaan perbankan ternama ini turut mencermati usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). UMKM dinilai memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional. 

Untuk itu sebagai bentuk dukungannya terhadap industri UMKM, BCA ambil peran pada gelaran "Indonesia Digital Trade Show 2020 in conjuction with Indonesia Local Brand Expo 2020" yang merupakan pameran multi industri dan sektor UMKM dengan konsep 3D Interactive Virtual Expo.

“Bentuk dukungan BCA terhadap UMKM yakni secara berkelanjutan berkomitmen untuk terus mendukung UMKM melalui beragam pembiayaan serta program-program yang direalisasi bersama dengan institusi atau lembaga lainnya,” sebut Susanto, Direktur BCA dalam sambutan acara Ceremony Indonesia Digital Trade Show in Conjunction With “Indonesia Local Brands Expo 2020” dengan tema “Connect Your Business With Digital Solution”.

Keterlibatan BCA sendiri dalam even ini salah satunya adalah penawaran berbagai produk unggulan yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi di masa pandemi seperti layanan Transaksi Online dengan menggunakan Debit Mastercard, Kartu Kredit BCA, Virtual Account BCA serta belanja dengan menggunakan QRIS.

"Tidak hanya sampai di situ saja, BCA juga menghadirkan Kampanye Bangga Lokal yang merupakan program bagi pelaku usaha UMKM dari BCA, di mana BCA akan merangkul para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya, mulai dari segi marketing, promosi hingga modal usaha," pungkasnya. (Arianto)


 

Share:

Webinar Pengembangan UMKM & Penciptaan Lapangan Kerja Bersama Bobby Nasution


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh mantan sekretaris daerah provinsi sumatera utara, R E Nainggolan selaku pemimpin umum jurnal pemerintahan,
Turut serta Ketua Asosiasi UMKM sumatera utara Ujiana sianturi, Sohibul anshor Siregar selaku pemerhati ekonomi
Beserta calon walikota Medan Muhammad Bobby afif nasution.

Webinar ini diselenggarakan pada senin, 02/11/2020,pukul 09:30 s/d 12:00wib dengan tema "Pengembangan UMKM & Penciptaan lapangan kerja" melalui via zoom.

Acara ini diikuti 850 orang termasuk salah satu pelaku usaha di bidang perkopian Identitas kopi beserta dari rekan rekan mahasiswa.

Usaha mikro kecil menengah(UMKM) merupakan salah satu usaha produktif milik perseorangan,UMKM sendiri selalu dikaitkan sebagi sektor yang mempunyai peranan penting dalam pembangunan perekonomian yang ada di kota medan.

Dalam hal ini calon walikota medan Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa umkm harus berjalan secara sinkron dalam menciptakan perekonomian di suatu wilayah khususnya kota medan."Untuk tercapainya kesuksesan tersebut harus dilakukan secara serius baik dari tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Beliau juga berjanji akan memotifasi masyarakat serta para pelaku umkm yang ada di kota medan.

Dan untuk kedepannya akan berupaya mendukung setiap para pelaku umkm yang memiliki produk akan membantu mempromosikan setiap produk yang dimiliki oleh para pelaku usaha baik antar provinsi maupun mancanegara.

Disisi lain andri ramadhan salah pelaku usaha perkopian dari identitas kopi sekaligus peserta yang mengikuti acara webinar tersebut mengapresiasi positif dengan kegiatan webinar umkm ini."UMKM adalah pilar penting dalam roda perekonomian bangsa patut mendapat perhatian lebih dari pemerintah kota medan kedepan".

Selain itu pemerintah juga bisa mensuport permodalan untuk pengembangan sumber daya manusia,yaitu para pelaku usaha umkm itu sendiri.

Andri ramadhan juga berharap kepada pemerintah kota medan bisa berperan aktif untuk membuka akses pasar bagi para pelaku usaha umkm yang lebih luas dengan dinamika perkembangan pasar digital saat ini. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Monev Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) Bersama H. Hidayatullah Anggota Komisi XI DPR RI


Duta Nusantara Merdeka | Percut Sei Tuan - Deli Serdang
Anggota komisi XI DPR RI H Hidayattullah SH, Mengharapkan lebih banyak lagi para pelaku Usaha mikro, maupun yang berada di level terbawah agar bisa lebih berkembang.

Apalagi adanya program dari pemerintah untuk perekonomian rakyat,salah satunya,program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang di peruntukan bagi para pelaku usaha mikro maupun lapisan level terbawah yang belum dapat terfasilitasi oleh perbankan.

"Hal ini di berikan atau di pinjamkan kepada Bapak Dan Ibu serta para pelaku usaha lain nya dalam meningkat kan penjualan hasil olahan atau barang yang di produksi atau dijual", ungkap H Hidayattullah SH Anggota  komisi XI DPR RI Di Miyana Hotel jl H ANIF kecamatan percut seituan,Kabupaten DELI SERDANG- Selasa(28/07)

Dalam kunjungan nya di Percut seituan Kabupaten Deli serdang.H Hidayattullah SH meminta kepada debitur UMi dapat memanfaatkan program ini dengan baik,sekaligus berupaya mengembangkan usahanya dalam pinjaman.

Beliau juga menegaskan,sekiranya usaha para debitur semakin berkembang atau ingin mengembangkan usahanya, pemerintah sudah menyediakan bantuan permodalan dengan nilai pembiayaan yang jauh lebih lumayan besar.

"Kalau sudah berkembang nanti bisa mengajukan ke program KUR, karena limit nya bisa sampai 20 jutaan keatas (pembiayaan)" ungkap Anggota komisi XI DPR RI H Hidayattullah SH.

Di sisi lain,"Yuda Agung perwira"salah satu pelaku usaha mikro mengatakan cukup senang tentang program ini, Apalagi pemerintah memberikan anggaran itu dengan jumlah yang seuntel untel sembari bersenda gurau kepada wartawan mengakhiri. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Bekraf Serahkan Sertifikat HKI Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah salah satu program unggulan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga menjadi prioritas nasional Indonesia. Sejak tahun 2016, Bekraf telah memberikan Fasilitasi Pendaftaran HKI kepada 5.671 pelaku ekonomi kreatif di 35 kota. Penyelenggaraan kegiatan Penyerahan Sertifikat HKI Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif Secara Simbolis merupakan kerjasama antara Bekraf dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Acara tersebut digelar di Hotel JS Luwansa, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling C-22, Jakarta Selatan hari Senin (8/4/2019).

Triawan Munaf menyampaikan bahwa melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, Bekraf telah melakukan Sosialisasi dan Fasilitasi HKI di lebih dari 80 kota berbeda di 34 provinsi.

"Pada periode yang sama, kami juga telah memfasilitasi sekitar 5.761 pendaftaran permohonan HKI produk bekraf ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM," ujar Triawan Munaf.

Melalui kegiatan ini, Bekraf dan Kemenkumham ingin menunjukkan kepada publik bahwa pemerintah sangat memperhatikan pelindungan dan pemanfaatan HKI sebagai salah satu aset terpenting bagi pelaku ekonomi kreatif, dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Sebagai bukti kepemilikan, sertifikat HKI dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan komersialisasi HKI, termasuk mengakses skema pembiayaan berbasis HKI nantinya.


Sementara itu, Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa sejak tahun 1998, sektor UMKM menjadi penggerak terbesar ekonomi Indonesia di dua dekade terakhir ini. Saat ini, kontribusi UMKM terhadap PDB di Indonesia baru 9,87%.

Berbeda dengan Yasonna Laoly, dalam acara ini, Wiranto selaku Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menjelaskan lebih lanjut mengenai fungsi HKI.

"Salah satu tujuan kegiatan ini dalah memberikan pemahaman kepada pemilik sertifikat HKI bahwa sertifikat HKI merupakan bukti kepemilikan dan dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan komersialisasi HKI", ujar Wiranto.

Sertifikat HKI yang diserahkan dalam kegiatan ini berjumlah 69 sertifikat merek dan 1 sertifikat desain industri. Selain sertifikat HKI, pada kegiatan tersebut juga akan diserahkan akta pendirian badan hukum Perseroan Terbatas (PT) kepada 10 unit usaha ekonomi kreatif sebagai perwakilan dari 95 unit usaha ekonomi kreatif yang telah difasilitasi Bekraf.


Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf dan Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM turut memberikan 11 sertifikat HKI dan 1 akta pendirian badan hukum PT secara simbolik. 12 orang perwakilan penerima sertifikat dan akta tersebut terdiri dari 2 orang dari Sumatera, 2 orang dari Jawa, 1 orang dari Kalimantan, 2 orang dari Sulawesi, 3 orang dari Bali-NTT, dan 2 orang dari Maluku-Papua.

Setelah sesi penyerahan sertifikat HKI dan akta pendirian badan hukum PT, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya dengan tema "Hak Kekayaan Intelektual'. Tujuan diadakan lokakarya ini adalah memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hal-hal yang berkaitan dengan HKI, khususnya mengenai pelindungan dan pemanfaatannya agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

Sinergi kerja sama antara Bekraf dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sejak tahun 2016 turut terimplikasi di kegiatan ini. Tutupnya.(Arianto)





Share:

Penggalangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal INDONESIA EXPO 2018


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) obat tradisional (OT) atau yang dikenal dengan jamu merupakan salah satu bidang usaha penggerak ekonomi bangsa. Sebanyak 786 sarana produksi industri/usaha jamu Indonesia didominasi oleh UMKM.

Sejalan dengan road map Pembangunan Jamu tahun 2011-2025 dan dalam rangka mendukung Nawa Cita Presiden RI ke-6, BPOM RI secara berkesinambungan melakukan pendampingan berupa pembinaan teknis dan fasilitasi, sehingga UMKM jamu dapat memproduksi jamu yang memenuhi persyaratan dan standar keamanan, manfaat, dan mutu serta memiliki daya saing. Berdasarkan data pengawasan BPOM RI, sebagian besar UMKM jamu di Indonesia, yang berjumlah 83% dari total sarana produksi obat tradisional belum mampu memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Bahkan mereka belum mampu menerapkan aspek higienis, sanitasi, dan dokumentasi dalam proses produksinya.

Untuk itu, dalam rangka pengembangan UMKM jamu, tahun 2018 BPOM RI menggelar konferensi pers hari Rabu, 12 Desember 2018, Pukul 08.00 – 13.00 WIB di Gedung Smesco Jakarta Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Pancoran, Jakarta Selatan . dan menginisiasi “Program Terpadu Lintas Kementerian/Lembaga Pengembangan UMKM Berdaya Saing”. “Program ini berupa kegiatan Pendampingan UMKM Jamu yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pilot project pertama,” ungkap Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito. “Program ini melibatkan kementerian terkait yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, serta Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas-Dinas terkait di Kabupaten/Kota,” tambahnya.


Lebih lanjut Penny K. Lukito menjelaskan bahwa pelaksanaan pendampingan terhadap UMKM jamu dilakukan melalui koordinasi dan advokasi dengan lintas sektor terkait, Pelatihan Kader Fasilitator Pendamping, serta pembinaan dan pelatihan teknis bagi UMKM jamu dalam CPOTB. “Seluruh kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2018,” tuturnya.

Menutup tahun 2018 ini, BPOM RI mencanangkan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018 yang merupakan puncak rangkaian kegiatan pendampingan UMKM Jamu pada tanggal 11-12 Desember 2018 di Jakarta. Dalam acara ini, Kepala BPOM RI menyerahkan 34 Sertifikat CPOTB Bertahap kepada 34 UMKM jamu yang mengikuti program pendampingan, 25 Nomor Izin Edar (NIE) obat tradisional yang diproduksi oleh 8 UMKM Jamu yang mengikuti pendampingan, serta 24 sertifikat CPOTB dari 6 Industri Obat Tradisional (IOT).

“Penyerahan sertifikat CPOTB ini merupakan bukti keberhasilan dan komitmen bersama antara BPOM RI, pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam program pengembangan UMKM berdaya saing. Hal ini harus menjadi pembelajaran bahwa komitmen dan usaha akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya untuk pelaku usaha, melainkan juga untuk masyarakat.” tutur Kepala BPOM RI.

Selain penyerahan sertifikat CPOTB, pada acara ini juga dilaksanakan pencanangan Komitmen Bapak Angkat UMKM Jamu, penggalangan Gerakan Budaya Minum Jamu serta Herbal Indonesia Expo 2018, yang meliputi Pameran, Seminar, dan Panggung Edukasi.

“Kami berharap, rangkaian acara selama dua hari ini akan menghasilkan hal yang positif, seperti membangun  demand dan meningkatkan supply jamu yang aman, berkhasiat dan bermutu, membangun ketersediaan bahan baku (kualitas dan kuantitas), menginformasikan khasiat herbal-herbal Indonesia, dan membangun riset pengembangan herbal Indonesia”, tutup Penny K. Lukito menyampaikan harapannya.

                                                              Reporter : Arianto


Share:

Bantu Pedagang Kecil, Akseleran Bidik 700 Warung Pintar


Roda bisnis PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mulai bergerak menjangkau para pedagang kecil usai berkolaborasi dengan Warung Pintar. Dengan kolaborasi ini, Akseleran berpotensi untuk mendukung lebih dari 700 mitra Warung Pintar untuk memperoleh pembiayaan modal usaha produktif mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 miliar.

Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Warung Pintar tetap tidak akan mengubah model bisnis Akseleran yang tetap mengusung pembiayaan usaha produktif. Namun, kata Ivan, jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh Akseleran akan bergerak ke mikro karena disesuaikan dengan kemampuan dari mitra Warung Pintar.

“Tujuan kami karena ingin membantu para pedagang kecil yang merupakan mitra dari Warung Pintar agar mereka dapat membeli persediaan dagang untuk warungnya tanpa terkendala modal. Fasilitas pembiayaan yang Akseleran berikan mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 miliar, tergantung dari total purchase order selama setahun yang dimiliki oleh masing-masing Warung Pintar,” ujar Ivan di Jakarta, hari Senin 15 oktober 2018.

Menurutnya, keberadaan Akseleran di tengah-tengah masyarakat saat ini semakin berperan untuk mewujudkan inklusi keuangan menjadi realitas karena tidak saja memberikan kemudahan akses pembiayaan modal usaha kepada para pelaku usaha kelas menengah ke atas, melainkan juga kepada para pelaku usaha kecil. “Biasanya pembiayaan usaha mikro seperti ini sangat berisiko. Namun, dalam skema dengan Warung Pintar, rekam jejak transaksi pembelian inventory tercatat secara digital dan dana pencairan pinjaman hanya dapat digunakan untuk membeli inventory dalam ekosistem Warung Pintar sehingga kita dapat memitigasi risiko kredit secara substansial,”ungkap Ivan.

Andri Madian selaku Chief Marketing Officer Akseleran, menjelaskan melalui tambahan kolaborasi ini akan semakin memperkuat perusahaan untuk dapat merealisasikan total target pembiayaan sebesar Rp1 triliun hingga 31 Desember 2019. Adapun dari target tersebut, Andri menyampaikan, sebesar Rp200 miliar diantaranya akan berasal dari total pembiayaan pada akhir tahun 2018.

“Akseleran siap memfasilitasi pembiayaan modal usaha kepada lebih dari 700 mitra Warung Pintar yang tersebar di wilayah Jadetabek. Sementara, hingga pertengahan Oktober ini, Akseleran sudah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp135 miliar kepada 295 pinjaman dengan lebih dari 49 ribu lender,” tambah Andri ** (Red-76)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

Akseleran Beri Fasilitas Pembiayaan untuk UKM Binaan Kadin Jabar


Genap berusia 1 tahun beroperasi di Indonesia, PT Akseleran 6 Inklusif Indonesia (Akseleran) terus menggenjot upayanya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Salah satu buktinya, Akseleran melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat pada hari Rabu, 3 Oktober 2018.

Ivan Nikolas Tambunan selaku CEO & Co-Founder Akseleran, menjelaskan dengan adanya kerja sama strategis ini akan menjadikan Akseleran sebagai fasilitas utama untuk menghubungkan ribuan UKM binaan Kadin Jawa Barat agar dapat memperoleh pembiayaan modal usaha dari masyarakat luas yang menjadi lender atau investor.

Bentuk kerja sama tersebut, kata Ivan, juga akan menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya total pembiayaan Akseleran sebesar Rp200 miliar hingga periode 31 Desember 2018.

“Tepat pada 2 Oktober, Akseleran berusia satu tahun dan saat ini sudah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp126 miliar kepada 278 pinjaman dengan jumlah lender sebanyak 31 ribu. Tentu, kami menyambut baik adanya kerja sama dengan Kadin Jabar yang memiliki semangat yang sama dengan Akseleran untuk menumbuhkan para pelaku UKM di negeri ini sehingga memiliki tingkat perekonomian yang jauh lebih baik ke depannya,” ujar Ivan di Bandung.


Bahkan, terangnya, tidak hanya dari sisi pelaku UKM saja yang akan difasilitasi oleh Akseleran untuk memperoleh pembiayaan modal usaha tetapi juga semua anggota Kadin Jabar dapat memperoleh akses mudah dalam berinvestasi secara aman dan menguntungkan.

“Apalagi Akseleran sudah dapat diakses di Play Store untuk pengguna Android, jadi hanya beberapa kali sentuhan jari dan kurang dari lima menit sudah bisa berinvestasi dengan modal mulai dari Rp100 ribu serta memperoleh rata-rata imbal hasil sebesar 18%-21% per tahun,” jelasnya.

Agung Suryamal selaku Ketua Kadin Jabar, mengungkapkan bahwa keberadaan Akseleran diharapkan dapat membantu sekitar 6-7 ribu pelaku UKM yang berada dalam binaanya. Apalagi, terangnya, Akseleran sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga semakin meningkatkan kepercayaan para UKM untuk mengajukan pembiayaan modal usaha.

“Kami akan dorong UKM yang menjadi binaan Kadin Jabar untuk mengajukan pembiayaan melalui Akseleran. Ini sesuatu yang baru dan kami sangat apresiasi adanya kerja sama dengan Akseleran karena mampu memberikan akses keuangan yang mudah, aman dan menguntungkan.

Ke depannya, Kadin Jabar juga akan terus memberikan edukasi agar setiap pelaku UKM terbiasa untuk bertransaksi secara online seperti yang diberikan oleh Akseleran sebagai platform peer to peer lending di Indonesia,” tambah Agung. **(Red-24)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini