Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Sebagai Mahasiswa Baru, Dina Hidayana Diwajibkan Mengikuti Rangkaian Acara Kuliah Perdana


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Luarbiasa! Dina Hidayana, S., M.Sc adalah politisi Golkar dan satu-satunya Perempuan Penerima Beasiswa S3 Universitas Pertahanan (UNHAN) Th 2020/2021. Total penerima beasiswa S3 itu 24 mahasiswa dan 23 nya semua laki-laki. 

Sebagai mahasiswa baru tahun ajaran 2020-2021, Dina diwajibkan mengikuti rangkaian acara kuliah perdana, yang upacara pembukaannya dipimpin langsung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Upacara berlangsung di pagi hari. 

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Probowo Subianto, bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan Pendidikan S1, S2 dan S3 Universitas Pertahanan (Unhan) TA.2020/2021 pada 29 Agustus 2020 di Kampus Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 300 Kadet Mahasiswa S1, 251 mahasiswa S2 dan 24 mahasiswa S3 serta para dosen dengan khidmat mengikuti jalannya upacara secara fisik dan secara online tersebar di sejumlah lokasi lingkungan kampus.

Politisi Golkar, Dina Hidayana, S.P., M.Sc., yang juga Staf Ahli Ketua MPR RI, memutuskan untuk menempuh S3 di Universitas Pertahanan, salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia, yang menerapkan pola pengajaran semi militer, bukan saja karena latar belakang personal tumbuh besar di keluarga tentara dari Ayahnya, yang merupakan Alumni AKABRI AD 74.


"Namun secara khusus untuk mendalami dan menemukan instrumen penentu keberhasilan kedaulatan pangan sebagai tulang punggung utama pertahanan nasiona," ujar Dina yang juga Juru bicara Depinas SOKSI, serta Staf Ahli Fraksi Golkar DPR RI 2009-2014, dalam keterangan tertulisnya Senen (31/8/2020).

Lebih lanjut, Alumni S1 Pertanian UNS, Lulusan tercepat 3,5 tahun berpredikat _Cumlaude_ Dina mengungkapkan, bahwa kejayaan agraris Indonesia harus dikuatkan melalui reformulasi kebijakan pertanian dan pangan dalam arti luas.

"Pandemi Covid 19 adalah momentum tepat untuk mengoptimalkan seluruh kekayaan Indonesia, baik dari aspek sumber daya alam maupun manusia," ucap Dina yang juga Alumni S2 Magister Resolusi Konflik UGM, lulusan tercepat berpredikat _Cumlaude_.

Dina Hidayana berharap penelitian Disertasi yang rencananya akan diselesaikannya dalam waktu dua tahun ini dapat menggugah masyarakat luas dan pemegang kekuasaan pada khususnya untuk fokus pada potensi utama Indonesia, dalam hal pembangunan pertanian dan pangan nasional

Karena menurut Dina, logistik (pangan) adalah sumber kekuatan utama suatu bangsa, baik dalam keadaan damai maupun perang.

"Dengan seluruh potensi yang kita miliki, maka ketergantungan impor harus kita akhiri, pandemi sebagai peluang untuk Indonesia berada di garis terdepan penentu stabilitas dunia dalam hal ketersediaan pangan," jelasnya. 


Sebagai satu-satunya perempuan penerima beasiswa Mahasiwa Doktoral Cohort 3 Universitas Pertahanan Indonesia, Dina Hidayana menunjukkan kapasitas dan kapabilitas yang prima.

Bukan saja dalam memenangkan Seleksi Beasiswa yang tidak mudah karena harus melewati banyak sekali tahapan test, terlebih juga Dina Hidayana harus menunjukkan kemampuan beradaptasi secara baik terhadap dominasi laki-laki yang sebagian besarnya dari kalangan militer. 

Dina Hidayana percaya bahwa keterlibatan perempuan di ranah militer dapat menginfiltrasi cara-cara penyelesaian konflik yang cenderung mengedepankan nirkekerasan.

"Zaman sudah jauh berubah, perang fisik sudah hampir punah bertransformasi menjadi bentuk lain yang lebih sulit dikenali," ujarnya. 

"Karenanya, peran dan keterlibatan perempuan di semua lini dan fungsi mutlak diperlukan untuk mendapatkan perspektif dari ragam gender untuk mencapai Indonesia sebagaimana tujuan bernegara yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea 4," imbuhnya.

Universitas Pertahanan Indonesia mewajibkan seluruh mahasiswa S1, S2 dan S3 mengikuti Bela Negara sebagai bagian dari penguatan nasionalisme, dalam hal konsepsi dasar, termasuk penempaan fisik.

Sesuai moto Unhan: Identitas, Nasionalime dan Integritas diharapkan lulusan Mahasiswa Unhan di semua tingkatan dapat mendarmabaktikan keilmuannya pada masyarakat, bangsa dan generasi penerus sehingga tidak ada ilmu yang sia-sia. (Arianto)


Share:

Shoichi Oni Raih Gelar Doktor Hukum di Universitas Pelita Harapan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pemerintah Indonesia seharusnya mengkaji ulang Sistem Penyelesaian Sengketa Investasi dan Membuat Aturan Khusus Demi Menjaga Kepercayaan Asing Terhadap sistem Peradilan Indonesia dan  Pemerintah Indonesia harus hindari penyelesaian sengketa melalui ISDS, karena sangat merugikan negara.
Shoichi Oni, Warga Negara Jepang yang juga Ketua Umum Organisasi Muslim Jepang (Japan Muslim Association) berhasil mempertahankan disertasi dengan judul "Privatization of Public Law in The Case of International Law Investment Law" ("Privatisasi Hukum Publik Dalam Permasalahan Hukum Investasi Internasional.") pada Sabtu (15/08) di Kampus Universitas Pelita Harapan Lt. 16, The Plaza Semanggi Jakarta. 

Shoichi Oni berhasil mempertahankan disertasi dihadapan sidang akademik Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Jakarta dan Shoichi Oni merupakan doktor ke-75 di Universitas Pelita Harapan. Disertasi doktor Oni dinilai merupakan kajian yang bagus dan isinya memberikan kontribusi besar bagi pemerintah Indonesia. 

Disertasi Oni dipromotori oleh Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M dan Dr. Maria Soetopo sebagai co-promotor dan tim penguji yakní Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, Prof. Dr. I.B.R Supancana, S.H., M.H., Dr. Susi Susantijo, S.H., Prof. Bintan R. Saragih, S.H., serta Dr. Henry Soelistyo, S.H., LL.M.

Dalam Disertasinya, Oni berpendapat bahwa selama ini partisipasi Indonesia dalam International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID) lebih banyak dirugikan dari pada diuntungkan. Indonesia sebagai Negara tuan rumah (Host State) lebih sering harus membayar ganti rugi kepada investor asing yang menggugat pemerintah. Sekalipun pemerintah Indonesia dimenangkan, namun biaya untuk membayar pengacara internasional saja sudah memakan jutaan Dolar Amerika atau sekitar US$ 5 juta. Apalagi jika pemerintah Indonesia kalah dalam ICSID.


Dalam disertasinya Oni mengusulkan agar pemerintah Indonesia memprioritaskan dan memperkuat konsep perjanjian bilateral investasi (Bilateral Investment Treaties-BIT) antar Negara secara bilateral. Di dalam perjanjian Bilateral dapat diatur mengenai penyelesaian sengketanya. Untuk mengantisipasi investor yang belum memberikan kepercayaan kepada sistem hukum di lndonesia.

Oni menawarkan skema agar pemerinah menyiapkan konsep dan tata cara baru dalam rangka penyelesaian perselisihan antar Negara secara Bilateral. Cara ini setelah diteliti hasilnya jauh lebih efisien dan menguntungkan pemerintah Indonesia.

Lebih lanjut, Oni mengungkapkan, Ada beberapa poin yang menjadi catatan penting dalam disertasi ini, antara lain:

- Pertama, UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal di Indonesia harus segera diamandemen, karena dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang. Apalagi ISDS memberikan kerugian khususnya secara finansial bagi negara tuan rumah (host state). Hal ini disebabkan karena sistem ISDS memungkinkan investor asing untuk menggugat langsung Indonesia selaku negara tuan rumah di ICSID. 

- Kedua, adanya ketentuan ICSID yang memberikan hak bagi investor asing untuk meminta ganti rugi atas kesalahan yang dilakukan oleh pejabat, organisasi pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, hakim pengadilan, anggota parlemen dan kabinet serta individu terkait lainnya dari host state. Tentu saja hal ini sangat memberatkan pemerintah Indonesia, karena SDM pegawai PNS diberbagai daerah sangat berbeda, sehingga dengan mudah bisa digugat.


- Ketiga, penyelesaian sengketa yang melibatkan Foreign Direct Investors-FDI (investor asing langsung) tidak hanya berbasis pada investasi komersial, tetapi juga investasi di bidang Sumber Daya Alam (SDA). 

- Keempat, penyelesaian sengketa investasi melalui badan arbitrasi ICSID membutuhkan waktu, biaya dan upaya hukum yang sangat besar. Dimana satu proses pengadilan bisa menelan biaya hingga USD 1.8 juta. Seperti Kasus Mining PLC dan Planet Mining Pty. Ltd. vs Republik Indonesia. Kondisi ini menggambarkan secara jelas bahwa sistem hukum  investasi internasional yang berkembang memberi manfaat besar kepada investor asing daripada Negara tuan rumah.

Persoalannya apakah Indonesia sebaiknya keluar dari ICSID atau tetap berada di ICSID dengan catatan tidak menyelesaikan sengketa melalui ISDS. Karena penyelesesaian sengketa melalui ISDS inilah yang dianggap sangat merugikan Indonesia. 

Untuk itu, kata Oni, dalam rangka menjaga investasi untuk kepentingan nasional dengan tetap memberikan perlindungan terhadap asset dan keamanan dalam berinvestasi, Oni menyimpulkan Pemerintah harus mempertimbangkan untuk menghapus/tidak menggunakan system ISDS dalam penyelesaian sengketa arbitrase Internasional. Sengketa FDI sebaiknya diselesaikan melalui hukum domestik, selanjutnya untuk mengamandemen UU No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.


Selain itu, lanjut Oni, Berdasarkan pengalaman penyelesaian sengketa melalui ISDS, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan biaya yang sangat tinggi yang dinilai tidak efisien dan bahkan tidak adil. 

Disisi lain, ungkap Oni  Direkomendasikan untuk mendapatkan persetujuan DPR untuk memastikan keabsahan ISDS dalam BIT dan UU Penanaman Modal, khususnya jika didalamnya menyangkut sumber daya alam.
 
"Hal tersebut dilakukan untuk menjamin legitimasi dan kedaulatan Indonesia, sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2004 tentang Perjanjian Internasional dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 13/ PUU XVI/2018. IIA dan BIT dengan sistem ISDS harus diperiksa secara khusus," tegasnya.

"Alternatif yang paling menguntungkan dan layak untuk menyelesaikan sengketa FDI adalah menggunakan pengadilan domestik (kerangka hukum Indonesia). Sebagai rekomendasi jangka pendek adalah dengan mengamandemen hukum perdata internasional dan undang-undang arbitrase. Adapun sebagai rekomendasi jangka panjang adalah dibentuknya pengadilan khusus untuk menyelesaikan  sengketa internasional. 

Disertasi ini sangat bermanfaat sebagai masukan dan referensi bagi pemerintah dan pembuat kebijakan dalam membuat/mengamandemen UU investasi atau aturan terkait lainnya. 

"Melalui disertasi ini diharapkan nantinya pemerintah Indonesia mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan nasional meningkatkan kepercayaan investor asing (FDI) dan melindungi Indonesia dari kerugian pembayaran kewajiban kepada investor asing. Tentunya hal tersebut dilaksanakan dengan tetap melindungi kepentingan umum dan negara serta memperhatikan prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku," pungkasnya. (Arianto)








 

Share:

GPMB Gelar Syukuran 35 Tahun dengan Tajuk "Simfoni Pemersatu Bangsa"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Seiring dengan maraknya perkembangan dunia marching band di Indonesia, Yayasan Grand Prix Marching Band (GPMB) tetap konsisten melaksanakan program perhelatan besar yang merupakan ajang pertemuan semua pemain, pecinta, dan pemerhati marching band. Sampai dengan tahun ini, yang merupakan pelaksanaan ke 35 kalinya, karena dalam perjalanannya kejuaraan GPMB pernah vakum di tahun 1997 - 1998, pada saat Indonesia dilanda krisis multi dimensi, menjelang era reformasi.

Di penghujung tahun ini, Yayasan Grand Prix Marching Band menggelar Syukuran Pelaksanaan 35 Tahun GPMB memperebutkan PIALA BERGILIR PRESIDEN RI pada Sabtu (28/12) di Istora Senayan Jakarta. Turut dalam kegiatan tahun ini 36 unit band dari seluruh provinsi di Indonesia serta para undangan lainnya.

Lisa Ayodhia, Ketua Umun Yayasan GPMB mengatakan, Perjalanan relatif panjang itu tentunya memerlukan perjuangan dan komitmen yayasan, panitia pelaksana serta pemangku kepentingan marching band. Melalui marching band, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari gaya hidup, sarana meningkatkan kreativitas seni dan olahraga, sekaligus meningkatkan persatuan dalam keberagaman.

"Yang tidak kalah penting dengan marching band, kita membangun karakter bangsa, sebagai pilar penting pembangunan kebudayaan yang berkemajuan. Secara khusus memajukan generasi muda, dalam menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan negara Indonesia," ujar Lisa saat Syukuran Pelaksanaan 35 Tahun GPMB di Istora Senayan Jakarta. Sabtu (28/12)

GPMB tahun ini terhitung 35 tahun, kata Lisa, Sebagai penanda perjalanan, bersama dengan GPMB ke 25 tahun 2009, yang menerbitkan buku 25 tahun GPMB, dengan judul, "Jejak Langkah Seperempat Abad GPMB", dan dilanjutkan dengan buku ke-2 pada pelaksanaan 30 tahun GPMB, tahun 2014, dengan judul, "Mengabdi untuk Negeri" yang ditulis oleh wartawan Budaya Senior, Yusuf Susilo Hartono. 

Karenanya tahun ini, lanjutnya, Yayasan GPMB juga menerbitkan buku jilid ke 3 dengan judul "Simfoni Pemersatu Bangsa" yang disusun oleh penulis muda Arditio Octia dan special editing oleh wartawan budaya senior Yusuf Susilo Hartono.


Selain itu, Lisa menambahkan, Tema "Simfoni Pemersatu Bangsa" yang diambil untuk buku ketiga ini, dilatar belakangi paling kurang dua alasan. Pertama, marching band yang bersifat kelompok, hanya bisa kuat bila terjadi rasa kebersatuan dan kebersamaan antar individu pemain, pelatih, dan pihak-pihak yang terkait. 

Kebersatuan yang ideal, tegasnya, perlu didukung oleh aspek-aspek penting, seperti misalnya pengorbanan, kedisiplinan, rasa senasib sepenanggungan tim dalam berlaga, sportivitas, hingga fokus dalam mencapai tujuan bersama. 

Menariknya, kata Lisa, Hingga kini kelompok marching band telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, baik di sekolah, perkantoran, kampus-kampus, pondok pesantren, sehingga rasa kebersatuan pun berkembang dari cinta kelompok, menjadi cinta lembaga/daerah, hingsga menjadi cinta bangsa dan negara. Kedua, tema ini semacam "nyanyian", tepatnya "doa" agar persatuan dan kesatuan bangsa, semakin hari agar semakin nyaring untuk memperkokoh Indonesia Raya.

"Kami sadar bahwa di dalam marching band itu terdapat banyak unsur positif bertemu jadi satu pendidikan, seni-budaya, olahraga dan pemuda, wisata dan ekonomi kreatif pemberdayaan perempuan, hingga membawa nama kelompok, perguruan tinggi instansi/ daerah," jelas Lisa.

"Oleh karena itulah, selama ini kami terus berusaha menjalin hubungan baik dengan kementerian dan instansi terkait, karena GPMB memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI, didampingi Piala Menteri Pemuda dan Olahraga, Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Piala Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Piala Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Piala Gubernur DKI Jakarta, serta Piala Yayasan GPMB," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Peluncuran Persada Scholarship Beasiswa untuk Lebih dari 3600 Guru dan Siswa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kolaborasi Adaro Foundation, Persada Capital Investama dan Ruangguru memberikan Persada Scholarship kepada lebih dari 1800 guru di 15 kota/kabupaten dan 1800 siswa di 12 kota/kabupaten di Indonesia. Persada Scholarship adalah beasiswa berupa akses belajar di Ruangguru selama 1 tahun untuk siswa-siswi berprestasi kurang mampu dan guru berprestasi. Program yang diselenggarakan sejak Juni 2018 hingga Juni 2019 ini kemudian mendapat dukungan dari Adaro Foundation pada Maret 2019 sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dan ini merupakan langkah nyata untuk memberikan akses pendidikan kepada putra-putri Indonesia.

lman Usman, pendiri Ruangguru mengatakan keberhasilan para siswa ini didukung oleh platform yang disediakan Ruangguru yaitu ruang belajar dan akses tutoring online melalui ruangguru digitalbootcamp.


"Siswa selain dapat mengakses puluhan ribu video belajar dan ratusan ribu latihan soal secara gratis. Platform Ruangguru juga memberikan fasilitas konseling dalam mengatasi masalah belajar hingga memilih jurusan kuliah," ujar Iman dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Senin pagi, (19/8)


Arini Subianto, Presiden Direktur Persada Capital Investama dan Komisaris PT Adaro Energy Tbk mengatakan, Pendidikan memiliki peran vital dalam memutus rantai kemiskinan. Itulah sebabnya kami mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai upaya yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya kolabarasi kami dengan Adaro Foundation dan Ruangguru yang bertujuan uniuk memberikan kemudahan pembelajaran secara online bagi siswa dan guru tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Kami bangga karena kolaborasi ini telah memberikan dampak positif bagi para penerima beasiswa.


Okty Damayanti, Ketua Umum Adaro Foundation menjelaskan, Kerjasama Adaro Foundation dan Persada Capital Investama merupakan bagian dari Program "Adaro Nyalakan llmu" yaitu komitmen tanggung jawab sosial di bidang pendidikan dengan skema Grant Match senilai Rp 1,1 triliun yang diluncurkan tahun 2018. "Melalui Adaro Nyalakan lImu, kami menjalankan program-program yang fokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memadukan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan karakter. Adaro percaya bahwa pendidikan faktor penentu kemajuan bangsa. Bukan hanya pendidikan akademik namun juga pendidikan karakter, sehingga diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh dan berdedikasi tinggi, yang merupakan modal utama bagi pembangunan bangsa"


"Persada Scholarship terdiri dari 2 program yakni program beasiswa persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kepada 1800 siswa di Kota/Kabupaten Lhokseumawe, Deli Serdang, Pematangsiantar, Pangkalpinang, Jambi, Banjarbaru, Brebes, Kendal, Semarang. Banyumas, Tabanan, dan Bireuen," jelas Okty.


Untuk guru, lanjut Okty, Persada Scholarship dikemas dengan nama Indonesia Teaching Fellowship (UTF) di mana guru mendapalkan akses ruangbelajar for teacher di aplikasi ruangguru selama 1 tahun. Guru mendapatkan pelatihan mengenai perencanaan kurikulum, strategi pembelajaran pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, manajemen pendidikan berbasis sekolah, keterampilan sosial guru, dan pendidikan inklusif.


Ego, salah satu penerima Persada Scholarship asal SMA Negeri 1 Pangkalpinang. yang menjadi pembicara di World Speech Day 2019 mengungkapkan rasa syukurnya telah menjadi bagian dari Persada Scholarship. "Saya bersyukur sekali bisa terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Persada Scholarship. Ruangguru benar-bernar membantu dalam mempersiapkan saya menghadapi ujian sekolah. Tidak hanya menyiapkan secara akademis tetapi juga memberikan motivasi.

"Dengan fasilitas ini nilai rata-rata UN siswa Persada Scholarship lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata UN tingkat nasional dan daerah tempat tinggal masing-masing siswa Persada. Lebih dari 55% siswa Persada Scholarship telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)," tutup Iman. (Arianto)






Share:

Ruangguru Launching Program Ruangguru Champion 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta, 18 Agustus 2019. Sebanyak 110 siswa/i berprestasi yang terdiri dari 66 siswa SMA dan 44 SMP yang dipilih berdasarkan peringkat rata-rata sekolah dalam Ujian Nasional bertanding di ajang Ruangguru Champion 2019. Ajang cerdas cermat tingkat nasional ini diadakan oleh Ruangguru, aplikasi bimbingan belajar terbesar di Indonesia untuk memberikan apresiasi kepada siswa/siswi dan sekolah berprestasi di Indonesia.

Iman Usman, Pendiri Ruangguru mengatakan, Kami percaya bahwa Indonesia memiliki anak bangsa yang memiliki prestasi khususnya dibidang pendidikan. Melalui ajang Ruangguru Champion, kami berharap dapat memunculkan tokoh-tokoh pelajar baru yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar di Indonesia.

Kompetisi ini dilaksanakan dalam dua putaran kompetisi, kata Iman Usman, putaran pertama adalah Regional Final yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2019, bertempat di Universitas Podomoro, Jakarta.Pada putaran ini, kompetisi akan menggunakan sistem gugur dan akan menghasilkan juara dari 20 siswa/i SMA/sederajat dan 20 siswa/i SMP/sederajat. Di putaran ini, pada jenjang SMA hanya akan memperebutkan 1 orang pemenang, sedangkan tiap ronde pada jenjang SMP akan memperebutkan 2 orang pemenang.

"Semua pemenang akan mendapatkan tiket menuju National Final di Jakarta dan mendapatkan hadiah sebesar Rp2.500.000.Putaran kedua adalah, National Final yang akan disiarkan di stasiun televisi GTV di bulan Agustus hingga Oktober 2019. Di putaran ini siswa/i finalis akan memperebutkan hadiah utama sebesar 100 juta rupiah untuk masing-masing jenjang SMP dan SMA," ujar Iman Usman dalam konferensi pers di Podomoro University, Apl Tower Lantai 5, Jakarta Barat. Minggu (18/8)

Selain itu, lanjut Iman Usman, didalam rangkaian National Final penonton dapat mendukung finalis favorit mereka melalui aplikasi Ruangguru. Pemenang peserta terfavorit akan mendapatkan hadiah berupa pentas seni (pensi) atau acara sekolah yang akan dibiayai oleh Ruangguru.

"Materi kompetisi yang diujikan untuk kategori SMP terdiri dari materi Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum mulai dari materi pelajaran kelas 6 SD-9 SMP (K13 Revisi). Sedangkan untuk kategori SMA, materi terdiri dari Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dari materi pelajaran kelas 9 SMP-11 SMA," jelas Iman Usman.

"Setiap peserta yang mengikuti babak Regional Final akan diberikan voucher paket ruang belajar dimana peserta dapat mengakses video pembelajaran beranimasi dan latihan soal yang tersedia di aplikasi Ruangguru, sehingga bisa mempersiapkan diri dalam mengikuti kompetisi ini, peserta juga dapat merasakan fitur-fitur baru yang tersedia di dalam aplikasi seperti fitur Smart Recommendation yang dapat memberikan rekomendasi materi belajar Ruangguru Adventure, yang membuat pengalaman belajar terasa seperti sebuah game serta fitur Social Learning, yang membuat setiap pengguna dapat saling berinteraksi dan berdiskusi mengenai pelajaran sekolah dengan pengguna lainnya," tutup Iman Usman. (Arianto)





Share:

Ruangguru Luncurkan Bimbingan Belajar Brain Academy



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ruangguru, bimbingan belajar (bimbel) online terbesar di Indonesia meluncurkan Brain Academy. Bimbingan belajar yang mengkombinasikan teknologi dengan tatap muka ini terbuka untuk siswa-siswi kelas 4 SD hingga 12 SMA. Bimbel ini telah dibuka secara serentak di 10 kota di Indonesia yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang.

Belva Devara, CEO Ruangguru menjelaskan, Ada beberapa hal yang membuat Brain Academy berbeda dari bimbel pada umumnya.

-  Pertama, selain didukung oleh guru-guru terbaik yang sudah diseleksi ketat, Brain Academy juga mengandalkan penggunaan teknologi terkini guna mengoptimalkan proses belajar mengajar. Setiap siswa akan mendapat tes diagnostik dalam setiap sesi, yang hasilnya akan menjadi dasar rekomendasi materi belajar mana yang dapat dipelajari dengan pendampingan Master Teachers Brain Academy, dengan demikian siswa dapat meningkatkan penguasaannya pada topik-topik pelajaran yang masih belum tuntas di sekolah.


-  Kedua, semua materi belajar, berupa puluhan ribu video belajar beranimasi, ratusan ribu latihan soal dan akses ke tryout online tersedia dalam format aplikasi digital bukan cetakan fisik. Proses belajar menjadi lebih interaktif, personal, dan dapat dimonitor dengan akurat.

-  Ketiga, selain mengedepankan academic excellence, Brain Academy juga menawarkan materi soft skills seperti critical thinking, communications, problem solving, leadership, technology literacy, dan lain-lain.

-  Keempat, setiap learning center telah terstandarisasi dengan menyediakan smart classroom dengan desain yang modern dan jauh dari kesan kaku, dilengkapi dengan perangkat digital untuk siswa dan high-speed WiFi. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan siswa untuk dapat berkompetisi secara global. Terdapat juga lounge untuk siswa berdiskusi dengan teman dan konsultasi dengan para guru, studio kreatif, cafe, dan musholla.


“Lahirnya Brain Academy, sejalan dengan visi kami di Ruangguru yaitu mempermudah akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Kami percaya bahwa hal ini tidak hanya dilakukan secara online tetapi juga offline. Selain menjadi tempat belajar, Brain Academy juga berfungsi sebagai pusat informasi, tempat pembayaran dan layanan customer care untuk layanan - layanan Ruangguru lainnya," tegas Belva Devara.

"Di awal tahun ajaran baru ini, Brain Academy memberikan sejumlah promo menarik sehingga harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan bimbel biasa. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran mengenai Brain Academy, dapat mengakses https://www.brainacademy.id/," tutup Belva Devara. (Arianto)
   

Share:

SD Muhammadiyah 19 Gelar Lomba Mewarnai Sekaligus Sosialisasi Pencegahan Pemadam Kebakaran


Duta Nusantara Merdeka | Medan.
Sekolah Dasar Muhammadiyah 19 Medan yang berada di Jalan Pancasila Gang Sekolah Kecamatan Medan Denai mengadakan kegiatan Perlombaan Mewarnai Tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) yang diikuti oleh Puluhan Peserta.


Selain mengadakan perlombaan tersebut, SD Muhammadiyah 19 yang dipimpin oleh Eva Yandra S.Pd ini juga melakukan sosialisasi tentang bahaya dan antisipasi kebakaran  serta pencegahan kebocoran Tabung Gas Elpiji yang disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Medan.


Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 19, Eva Yandra, S.Pd mengungkapkan bahwa Program yang dilaksanakan ini untuk mewujudkan kreatifitas anak dan menambah kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari, ungkapnya.


Acara yang berlangsung seharian tersebut juga didukung dan disponsori oleh HNI yang memproduksi produk-produk Herbal islami. **




Share:

Presiden Jokowi Perintah Menteri PU Renovasi SMPN 1 Muara Gembong


Duta Nusantara Merdeka | Muara Gembong
Presiden Joko Widodo beserta rombongan sedianya langsung bertolak kembali menuju Jakarta selepas meninjau program penyambungan listrik gratis di Kampung Biyombong, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hari Rabu, 30 Januari 2019.

Namun, saat kepulangan, rangkaian kendaraan Presiden berbelok ke arah yang berbeda. Tak lama kemudian, rangkaian kendaraan Presiden berhenti tepat di depan SMP Negeri 1 Muara Gembong.

Di Muara Gembong, Jawa Barat, sejak pagi Kepala Negara menghadiri panen raya udang vaname di tambak udang yang dikelola berdasarkan izin Perhutanan Sosial. Setelahnya, Presiden meninjau program PNM Mekaar dan penyambungan listrik gratis di Desa Pantai Bakti.

Rupanya, di sela kegiatan tersebut, Presiden mendapatkan pengaduan soal rusaknya bangunan sebuah sekolah yang ada di kecamatan tersebut. Ia pun lantas langsung mendatangi sekolah dimaksud.

"Saya ingin melihat yang saya dengar tadi SMP 1 Muara Gembong ini bangunannya (rusak) parah," ujar Presiden.

Kepala Negara juga memperoleh informasi bahwa bangunan sekolah tersebut sama sekali tidak tersentuh pemeliharaan dan perbaikan sejak tahun 1984. Saat didatangi oleh Presiden, tampak sejumlah ruangan belajar dengan cat tembok terkelupas dan plafon yang rusak namun masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Di satu ruangan lain, tampak plafon yang ambruk dengan kursi dan meja rusak yang dibiarkan teronggok di sudut ruangan.

"Saya perintahkan ke Pak Menteri PU mulai Maret sudah dikerjakan. Karena siswanya di sini ada 600-an. Banyak sekali siswanya tapi sarana dan prasarananya kita lihat seperti ini," ujarnya.

Bangunan sekolah yang rusak parah tersebut menghalangi kegiatan belajar mengajar murid SMP Negeri 1 Muara Gembong. Untuk menyiasatinya, pihak sekolah sampai harus membagi waktu sekolah para muridnya menjadi kelas pagi dan siang.

"Tadi saya dengar seperti itu, sehingga saya tadi belok ke sini dan benar," ucap Presiden.

Kepala Negara memastikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera melakukan perbaikan terhadap gedung sekolah tersebut.

Dalam peninjauan ini, Presiden didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.


                                                                 Reporter : Arianto
Share:

Ibu Negara Dialog Dengan Pengajar PAUD di STIKES Banyuwangi




Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Mengawali dialog pada  acara Seminar _Parenting_ yang diadakan di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi, pada 28 Januari 2019, Ibu Negara Iriana Joko Widodo meminta kepada peserta yang berprofesi sebagai pengajar PAUD untuk berbagi ilmu dan pengalamannya dalam mengajar di PAUD. Uniknya, Ibu Iriana meminta pengajar PAUD pria yang tampil ke depan.

"Suka dukanya mengajar PAUD bagaimana? Karena selama ini biasanya yang ngajar PAUD kan ibu-ibu.” Ujar Ibu Iriana membuka dialog dengan Hakim, seorang pengajar PAUD.

Di hadapan Ibu Negara, Hakim kemudian berbagi cerita dan mempraktikkan cara dia mengajar di PAUD. Dengan lugas, Hakim juga memimpin satu auditorium untuk mengikutinya bernyanyi yang kemudian disambut riuh tepuk tangan seluruh hadirin.

Tak hanya itu, Ibu Iriana kemudian memberikan tantangan kepada Hakim untuk praktik mengajar menggunakan bahasa daerah setempat. Pembawaan Hakim yang lugas pun sukses membuat seisi ruangan riuh dengan tawa.


Selain soal cara mendidik anak, Ibu Iriana kemudian memberikan tantangan untuk menyebutkan cara-cara dalam mengelola sampah. Tantangan ini kemudian diteruskan oleh Hakim kepada dua rekan pengajar PAUD lainnya yang sebelumnya diundang ke depan.

Akhirnya ketiganya secara bersama-sama berusaha untuk menjawab tantangan tersebut. Meskipun salah menyebutkan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah, yakni _reuse_, _reduce_, _recycle_, ketiganya tetap mendapat bingkisan dari Ibu Negara.

Selain mengenalkan 3R, dalam seminar ini juga disosialisasikan gerakan CUP atau cium, usap, dan peluk oleh orangtua kepada anak-anaknya. Tujuannya adalah agar anak-anak merasakan kasih sayang dan kehangatan dari orangtua dan keluarganya.

Untuk diketahui, seminar ini dihadiri ratusan peserta yang berasal dari berbagai organisasi wanita di Banyuwangi, antara lain Tim Penggerak PKK Desa, Kelurahan, Kecamatan Se-Kabupaten Banyuwangi, Himpunan Unsur Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI), Dharma Pertiwi, Bhayangkari, dan Dharma Wanita. Seminar sendiri mengambil tema pengasuhan berbasis karakter.



                                                            Reporter : Arianto
Share:

Pembangunan Pagar Keliling Di SD Negeri 177060 Huta Baris Diduga Tidak Sesuai RAB


Pembangunan pagar keliling di lingkungan Sekolah  Dasar Negeri (SDN) 177060 Huta baris kecamatan Lintong ni huta kabupaten Humbang hasundutan di sorot, pasalnya pekerjaan proyek tersebut di duga  tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) oleh pihak rekanan yang mengerjakan kegiatan tersebut 

Proyek pembangunan pagar keliling yang bersumber dari APBD Tahun 2018 menurut salah satu sumber dari  salah satu dinas  yang namanya enggan di muat di media ini mengatakan , dirinya mengakui  proses pengerjaan yang di lakukan oleh pihak rekanan  menurutnya  ada penyimpangan di duga tidak sesuai dengan spesifikasi atau RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang sudah di atur dalam kontrak.

Adapun dugaan penyimpangan pada proses pengerjaan proyek tersebut, yakni pada pemasangan batu kali di pondasi  di duga tidak sesuai  ukuran dan juga jarak ring pada pemasangan  besi juga di duga tidak sesuai jaraknya dengan gambar yang sudah di tentukan pada rencana anggaran biaya di kontrak.

Amatan media ini di lokasi, Minggu 4/11/2018, tampak tertulis dalam plank proyek di cantumkan  pembangunan pagar keliling SDN 177060 Huta Baris  dari Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan bersumber dari APBD Tahun 2018 dengan Anggaran Rp.74.797.000 yang di kerjakan oleh perusahaan Sofia Lawren dengan nomor kontrak :SPK 17249490/PPK.PL/DIKNAS/2018 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender.

Menanggapi ini,  Ketua LSM Pijar Keadilan kabupaten Humbang Hasundutan mengatakan, pihaknya meminta dinas terkait segera turun kelapangan untuk segera memperbaikinya dan meminta kegiatan  proyek tersebut harus benar-benar sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan di awasi secara rutin agar tidak terjadi penyimpangan ,  jangan karena hanya mengejar target dan demi meraup untung, proyek yang di laksanakan terkesan asal jadi.

"Kita minta dinas terkait, agar turun dan mengawasi kegiatan tersebut, jangan karena kejar target dan meraup untung, proyek di kerjakan asal jadi oleh pihak rekanan."katanya. **(Red-28)

Kontributor DNM : B. Nababan

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini