Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kapolres Bogor Ikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019


Duta Nusantara Merdeka |Bogor
Kapolres Bogor mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bogor di lapangan Tegar Beriman, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Minggu 10 November 2019, dengan tema "Aku Pahlawan Masa Kini."

Upacara diikuti oleh 630 personil upacara dari unsur Yon Group 14 Kopasus, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Lanud ATS, Polres Bogor, Dishub, Sat Pol PP, Damkar, ASN serta perwakilan sekolah SMA Kabupaten Bogor. Selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati H.Iwan setiawan.S.E, Perwira Upacara  Kompol H. Muhtarom.SE (Kapolsek Citeureup), Komandan Upacara  Kompol Yudi Kusyadi.SH (Kapolsek Cibinong).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto.S.Si, Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni.S.IK.,M.SI, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Harry Eko Sutrisno.SE.,M.Si.,M.Tr.Han,  Mewakili Lanud ATS Letkol POM Isra Kamaruzzaman, Sekda Kabupaten Bogor Bapak Burhanudin, Kajari Kabupaten Bogor Bapak Munaji.SH.,MH, Dansubdenpom III Cibinong Kapten Cpm Lisno, Perwakilan PJU Polres Bogor, Para Danramil se-Kabupaten Bogor, Unsur SKPD serta para tamu undangan.

Disampaiakan bahwa Setiap Hari peringatan Hari Pahlawan kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 “Aku Pahlawan Masa Kini." 

Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun Warga Negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya.

Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata Internasional. Ujar wakil Bupati Bogor, H Iwan Setiawan.

Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat. Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia.

Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain.
Mari kita maknai Hari Pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia Maju.

Hari Pahlawan kiranya bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.

Untuk itu marilah kita terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Presiden Jokowi Hadiri Peringatan 72 Tahun HMI dan Syukuran Lafran Pane



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dinilai banyak melahirkan intelektual muda. Menurutnya, kader-kader HMI juga selalu menjunjung keislaman dan keindonesiaan.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Peringatan 72 Tahun HMI dan Syukuran Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Acara tersebut digelar di kediaman Ketua Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa (KAHMI) Akbar Tandjung, di Jalan Purnawarman, Jakarta Selatan, hari Selasa, 5 Februari 2019.

"Tadi Bang Akbar menyampaikan mengenai masalah keislaman dan keindonesiaan. Inilah yang sejak lama saya kagumi dari kader-kader HMI di mana pun berada. Selain menghasilkan intelektual-intelektual muda yang sangat banyak, mengenai keislaman keindonesiaan benar-benar selalu dijunjung kader HMI," ujar Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia dianugerahi Allah beranekaragam suku, agama, adat, tradisi, hingga bahasa yang harus dijaga persatuannya. Kekayaan itu menjadi salah satu aset besar bangsa Indonesia


"Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus memelihara, merawat, menjaga persatuan dan kerukunan. Karena aset besar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan," lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Presiden Joko Widodo diberi kain ulos oleh perwakilan keluarga pahlawan nasional Lafran Pane. Untuk diketahui, pendiri HMI 72 tahun yang lalu ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden pada 9 November 2017 lalu.

"Kandidat untuk ditetapkan jadi pahlawan nasional cukup banyak. Tapi beliau pahlawan nasional yang sangat layak kita berikan gelar kepada beliau," ungkapnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden pun mengucapkan selamat hari lahir untuk HMI. "Sekali lagi saya mengucapkan selamat harlah HMI ke 72 tahun," ucapnya.

                                                               Reporter : Arianto
Share:

Kapolsek Cengkareng Bagi Sembako Dan Kerja Bakti Di Makam Pendekar Pitulung

Refleksi Peringatan Hari Pahlawan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol H Khoiri.SH.MH, mengadakan pembagian sembako dan kerja bakti di kawasan Makam Pendekar Pitulung  'Ronda Macan Betawi' yang terletak di Jalan Kapuk Rawa Gabus RT.07/011 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kegiatan itu bertujuan untuk memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.


Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri.SH.MH,  mengucapkan terima kasih kepada warga Kapuk, khususnya ahli waris makam pendekar si Ronda, H.Marsim, yang berkesempatan di ijinkan untuk berziarah serta melakukan kerja bakti dalam rangka menyambut hari Pahlawan.

"Semoga dengan kehadiran kita bersama dengan dan Media Cetak dan Media Online dapat mempublikasikan makam ini dan masyarakat Cengkareng khususnya warga Jakarta bahkan Indonesia mengetahuinya keberadaan makam tersebut, karena selama ini warga Cengkareng maupun warga Jakarta tidak mengetahui bahwa di Cengkareng ada makam Pendekar" Ucap Kompol H Khoiri.


Selain berziarah ke makam pendekar Betawi, kata Khoiri, pihaknya bersama warga melakukan pemasangan papan plang nama Pendekar dan dilanjutkan pembagian sembako serta ramah tamah makan bersama dengan  ibu- ibu Bhayangkari dan warga sekitar.


"Kita pasang plang nama agar masyarakat tahu kalau di sini (Cengkareng) ada makam pendekar Betawi, dan juga kita berikan sembako terhadap warga sekitar guna mempererat tali silaturahmi," Katanya Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri.SH.
MH. **(Red-40)

Kontributor DNM : Imam Sudrajat
Share:

Sat Binmas Polres Metro Jakarta Barat Adakan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Pungli


DNM.com (Jakarta Barat)
Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat melalui Sat Binmas mengadakan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Pungutan Liar yang di adakan di Rupatama Aris Dinata Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (26/09/2018).

Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Lilik Hariati.SH.MH,  mengatakan, kegiatan Sosialisasi ini merupakan wujud nyata kita di tubuh Polri agar tidak terjadinya praktek - praktek pungli yang hanya menguntungkan diri sendiri.


"Secara hukum hal tersebut (pungli) merupakan tindakan ilegal yang merugikan perorangan maupun masyarakat dengan Dasar hukum pungli antara lain UU No 11 Tahun 1980 Tentang Tindak Pidana Suap Pasal 3 dan KUHP Pasal 368 Tentang Pemerasan," Ujar AKBP Lilik.

Tindakan seseorang untuk melakukan pungli, kata AKBP Lilik, merupakan suatu tindakan yang sengaja dI lakukan untuk pemungutan biaya dalam jumlah tertentu dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi dan secara hukum hal tersebut merupakan tindakan ilegal yang merugikan perorangan maupun masyarakat.



"Pada akhirnya, terjadinya dampak - dampak akibat pungli antaranya ekonomi biaya tinggi, rusaknya tatanan masyarakat, menghambat pembangunan, merugikan masyarakat, dan juga dapat menimbulkan ketidak percayaan masyarakat kepada Pemerintah," Katanya Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Lilik Hariati.SH.MH.

Acara tersebut turut di hadiri oleh perwakilan dari Sub Garnisun Jakarta Barat Kapten Suparman, perwakilan dari Kodim 0503/JB Pelda Tarmidi, Inspektorat Walikotamadya Jakarta Barat Danken, dan perwakilan seluruh Satuan Kerja  Jajaran Polres Metro Jakarta Barat. **(Red-132)

Reporter : Imam Sudrajat
Share:

Refleksi 10 Pahlawan Wanita Inspiratif Indonesia

PERINGATAN HARI KARTINI


DNM.com (Medan)
Di balik kelembutan, seorang wanita memiliki kekuatan yang bisa mengubah dunia. Di Indonesia, deretan pahlawan nasional wanita menjadi inspirasi bagi seluruh perempuan di tanah air.

1. Raden Ajeng Kartini – Jepara



Salah satu wanita inspiratif Indonesia ini terkenal dari usahanya memperjuangkan hak-hak wanita. Berkat pemikirannya yang maju, wanita Indonesia kini bisa bekerja serta menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi. Raden Ajeng Kartini menuliskan pemikirannya tentang kondisi sosial terutama kondisi perempuan pribumi dalam bentuk surat. Surat-surat tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kemudian dikumpulkan hingga menjadi sebuah buku. 



2. Cut Nyak Dien – Aceh





Pahlawan wanita inspiratif dari Aceh ini turut berjuang melawan Belanda saat Perang Aceh. Kematian suaminya saat bertempur melawan Belanda membuatnya marah hingga bersumpah akan menghancurkan Belanda. Cut Nyak Dien kemudian ditangkap dan di bawa ke Banda Aceh. Karena pasukan Belanda khawatir akan kehadirannya di Aceh, beliau kemudian dibuang ke Sumedang hingga akhir hayatnya.



3. Cut Nyak Meutia – Aceh





Cut Nyak Meutia juga berasal dari Aceh. Paras cantiknya seringkali menghiasi pertempuran melawan Belanda di Aceh Utara. Beliau berjuang bersama dengan suaminya, Teuku Chik Tunong. Suaminya kemudian ditangkap dan ditembak mati Belanda. Perjuangan melawan Belanda berlanjut bersama suami barunya Pang Nanggroe. Namun, suaminya tewas terkena tembakan Belanda. Cut Meutia akhirnya berjuang sendiri bersama pasukannya hingga wafat



4. Raden Dewi Sartika – Jawa Barat 





Raden Dewi Sartika adalah salah satu tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita. Ketertarikannya terhadap dunia pendidikan sudah ditunjukkan sejak Dewi Sartika masih kecil. Konon, sejak kecil setelah pulang sekolah, Dewi Sartika kerap kali bermain dengan memperagakan praktik guru di sekolah, mengajari baca tulis, dan bahasa Belanda kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Hingga akhirnya anak-anak pembantu di kepatihan bisa menulis dan membaca dalam bahasa Belanda. 


5. Hj. Fatmawati Soekarno – Bengkulu 



Ibunda dari presiden kelima Indonesia, Ibu Megawati Soekarno Putri ini adalah istri ketiga dari Presiden pertama RI, Soekarno. Fatmawati dikenal karena jasanya menjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih. Bendera yang dijahit itu dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, 17 Agustus 1945.

6. Martha Christina Tiahahu – Maluku


Gadis yang merupakan anak sulung dari Kapitan Paulus Tiahahu ini merupakan sosok pemberani. Ayahnya adalah pemimpin tentara rakyat Maluku pada saat itu. Dia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya. Kehadirannya di tengah-tengah pertempuran membakar semangat kaum perempuan untuk mendampingi kaum laki-laki di medan perang. 

7. Nyai Ageng Serang – Yogya


Nyi Ageng Serang adalah anak dari Pangeran Ronggo Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari Kerajaan Mataram. Sepeninggal ayahnya yang wafat, beliau menggantikan kedudukan sang ayah. Saat dewasa juga Ia turut ikut berperang melawan penjajah. Berkat perjuangannya, Nyi Ageng Serang ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah pada 1974.


8. Hj. Rangkayo Rasuna Said – Jakarta



Sama seperti R.A Kartini, Rangkayo Rasuna Said juga memperjuangkan kesamaan hak pria dan wanita. Dikenal sebagai sosok pandai, cerdas dan pemberani, ia juga sangat memperhatikan kemajuan dan pendidikan untuk kaum wanita. Menurutnya, kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tapi juga harus disertai dengan perjuangan politik.

9. Nyai Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan – Yogya


Siti Walidah atau yang dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh emansipasi wanita yang juga merupakan seorang istri dari pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Ia seringkali menemani suaminya dalam mengembangkan ajaran Muhammadiyah. Selain itu, dirinya juga mendirikan sekolah asrama dan sekolah putri yang mengajarkan pendidikan Islam bagi perempuan.  

10. Opu Daeng Risaju – Sulawesi Selatan 



Pejuang wanita asal Sulawesi Selatan ini membangkitkan semangat para pemuda untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Tindakannya itu membuat Belanda kewalahan dan melakukan segala upaya menangkap dan menghentikan aksinya. Opu Daeng Risaju mengalami penyiksaan oleh Belanda saat tertangkap dan wafat di usianya yang ke 84. **(Red-90)





Sumber Litbang Koran Sindo

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini