Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Tanah Longsor Muara Enim Telan Korban 11 Orang Meninggal Dunia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Hujan dengan intensitas tinggi disertai kondisi tanah labil telah memicu tanah longsor. Lokasi kejadian berada di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Bencana ini terjadi para Rabu siang (21/10), sekitar pukul 14.00 WIB.

BPBD Provinsi Sumatera Selatan melaporkan lokasi tanah longsor tersebut merupakan penambangan batu bara tradisional di kedalaman sekitar 20 meter, berbentuk terowongan.

TIM Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bersama babinsa, bhabinkamtibmas, Tim SAR PTBA telah melakukan evakuasi korban terdampak longsor. Sebagian dari mereka sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban.

Tanah longsor yang terjadi di Desa Tanjung Lalang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Kesepuluh korban jiwa tersebut telah teridentifikasi oleh BPBD setempat.

Berikut nama 11 orang yang menjadi korban tanah longsor di Kabupaten Muara Enim:

1. Darwis (46), warga Tanjung Lalang
2. Hardiyawan, warga Tanjung Lalang
3. Rukasih, warga Tanjung Lalang
4. Sandra (25) warga Mulyadadi, Cipari
5. Joko (26), warga Penyandingan
6. Purwadi (60), warga Penyandingan
7. Sulfiawan (30), warga Tanjung Lalang
8. Sumarlin (35) warga OKU Selatan
9. Hupron, warga Lampung
10. Komardani (48), warga Sukaraja
11. Labisun (40), warga Lampung Utara

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG tiga hari ke depan, wilayah kecamatan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sedangkan kondisi hari ini (22/10), cuaca diprakirakan cerah hingga malam nanti.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan pada Oktober ini. Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat pengaruh fenomena La Nina yang dapat memicu curah hujan dengan intensitas hujan lebat. (Arianto)


Share:

Satu Rumah Di Dusun 22 Pondok Rawa Desa Sampali Rusak Diterjang Puting Beliung


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Angin Puting Beliung Terkang rumah warga yang berada di Dusun 22 pondok rawa Desa Sampali  Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang pada  Kamis malam (25/06) sekitar pukul 19:00 wib.

Akibat Bencana Angin puting beliung terjadi bersamaan dengan hujan deras, satu dari rumah warga mengalami kerusakan,  namunt tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Andre salah seorang warga menuturkan" Seng/Atap rumah saya terbawa angin.saking kencangnya Seng/Atap rumah pun ikut terbawa angin,"Cetus andre" saat wartawan DNM berada di lokasi kejadian.

kesaksian para  warga yg lain mengatakan angin sudah mulai kencang dari pukul 17:30, lalu sekitar pukul 18:00 Wib hujan turun dengan begitu deras disertai angin, ungkap warga mengakhiri. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Presiden Jokowi Tinjau Program Taruna Siaga Bencana Masuk Sekolah


Duta Nusantara Merdeka | Banten
Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Banten hari Senin, 18 Februari 2019 meninjau langsung simulasi program Taruna Siaga Bencana (Tagana) Masuk Sekolah sebagai salah satu upaya pendidikan mitigasi bencana. Peninjauan dilakukan di SD Negeri Panimbang Jaya 1, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Presiden didampingi oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasastima, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Tiba di lokasi pukul 09.00 WIB, Presiden langsung meninjau para pengajar memberikan pendidikan kebencanaan kepada siswa siswi. Untuk memudahkan para murid, tahapan keselamatan bencana dikemas dalam bentuk sebuah lagu.

"Kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa masuk ke kolong meja. Kalau ada gempa hindari kaca, kalau ada gempa pergi ke titik kumpul," demikian bunyi syair lagu yang dinyanyikan siswa-siswi.


Kegiatan simulasi berikutnya, para siswa dilatih untuk tanggap dalam merespon sirine tanda bencana berbunyi. Begitu sirine dibunyikan, mereka tampak tertib mengikuti semua instruksi dan berkumpul di titik kumpul yang telah ditentukan.

Usai peninjauan, Presiden mengaku senang melihat para siswa yang tanggap ketika mengikuti simulasi bencana. Ia mengatakan bahwa yang paling penting, pendidikan kebencanaan ini telah dimulai.

"Tadi kita tes anak yang sudah, saya kira _nangkepnya_ cepat dan bisa mempraktikkan," ujar Presiden kepada para jurnalis.

Presiden berharap pendidikan kebencanaan ini terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana. "Ini akan dilakukan di semua provinsi, yang rawan bencana. Diutamakan, diprioritaskan yang rawan bencana,” jelas Presiden.

Selain itu, berdasarkan informasi yang didapat dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, radar untuk memantau tsunami telah terpasang di Serang.

"Nanti akan dilanjutkan dengan dua lagi di tempat yang lain, tapi bulan Maret. Satu-satu kita selesaikan," .

Sementara itu, terkait rumah warga terdampak tsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2018 lalu, Presiden menuturkan bahwa ada sekitar 800 rumah warga yang perlu diperbaiki. Ia pun telah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo untuk menyelesaikan masalah rumah warga ini terlebih dahulu.


Menurut Presiden, dalam rapat dengan Bu Bupati, Pak Gubernur dan Pak Kepala BNPB diputuskan untuk diberikan dalam bentuk uang saja kepada 800-an rumah, supaya
mereka bisa cepat dikerjakan di lapangan dan saya sudah setuju tadi.


                                                                Reporter : Arianto
Share:

Presiden Jokowi Buka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana BNPB dengan BPBD seluruh Indonesia



Duta Nusantara Merdeka | Surabaya
Presiden Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya ke Surabaya, membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana BNPB dengan BPBD seluruh Indonesia. Rakornas yang digelar untuk menyelaraskan langkah-langkah penanggulangan bencana di Indonesia ini berlangsung di JX International Convention Exhibition, Kota Surabaya, Sabtu, 2 Februari 2019.

Sebagai sebuah negara yang dikelilingi oleh cincin api dan berada dalam jalur gempa teraktif di dunia, Indonesia sudah semestinya memiliki budaya dan kesiagaan untuk menghadapi datangnya bencana yang ke depannya mungkin terjadi. Terkait hal itu, Kepala Negara dalam sambutannya menjelaskan bahwa negara kita dapat belajar dari salah satunya negara Jepang.

"Saya melihat video, di Jepang misalnya, masyarakat baru makan kemudian ada gempa. Tetap makan, tidak panik. Tapi begitu tanda sirene sudah _nguing-nguing_, baru lari tetapi rutenya juga jelas. Ke arah mana jelas. Hal-hal seperti ini yang harus mulai kita kerjakan," ujarnya.


Sama halnya dengan Indonesia, Jepang juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan bencana. Namun, Jepang telah memiliki  edukasi bencana dan program mitigasi yang amat baik sehingga membuahkan ketenangan bagi masyarakatnya saat terjadi bencana.

"Saya ingin ini segera dikerjakan. Lakukan edukasi kebencanaan. Tahun ini harus dimulai edukasi kebencanaan baik di masyarakat, baik di sekolah-sekolah terutama di daerah yang rawan bencana sampai ke tingkat masyarakat," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan bahwa masyarakat harus diedukasi agar dapat mengorganisasi diri saat bencana alam melanda wilayah mereka. Tak hanya aspek edukasi, aspek fisik seperti sarana juga mesti diperhatikan.

"Yang namanya papan-papan peringatan itu diperlukan, rute-rute evakuasi itu harus ada. Jangan kalau ada bencana ada yang lari ke timur, barat, dan utara. Harus jelas rute evakuasi itu menuju ke mana. Segera ini dikerjakan," tuturnya.


Masih menurut Presiden, latihan dan simulasi penyelamatan diri serta penanganan harus dilakukan secara berkala dan teratur. Dengan latihan yang berulang-ulang itu, masyarakat diharapkan dapat bertindak cepat dan tertib dalam keadaan darurat.

"Lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan masyarakat kita secara berkesinambungan sampai ke tingkat paling bawah. Sehingga masyarakat kita betul-betul siap menghadapi setiap bencana," tandasnya.

Berbicara kepada para jurnalis selepas acara, pendidikan kebencanaan di Indonesia harus segera dilangsungkan di seluruh lapisan masyarakat. Tak hanya itu, Kepala Negara juga telah meminta jajaran terkait untuk turut melakukan penanganan alam dalam rangka meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat bencana.

"Ke depan juga sudah saya sampaikan ke Pak Doni, Kepala BNPB, untuk melakukan penanganan alamnya juga, misalnya penanganan mangrove, bakau, untuk mengurangi (dampak) tsunami sebelum masuk ke sebuah wilayah," ucapnya.


                                                            Reporter : Arianto
Share:

HMI Komisariat FKIP Unsyiah Salurkan Bantuan Untuk Musibah Banjir Bandang


Duta Nusantara Merdeka | Aceh
Sejumlah mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Unsyiah pada Minggu, 13 Januari 2019 menyalurkan bantuan untuk musibah banjir bandang yang terjadi di kabupaten Aceh Tenggara beberapa waktu lalu.

Para kader Hijau Hitam ini sebelumnya telah melakukan aksi galang bantuan di Banda Aceh pada Jumat 4 Januari 2018 yang lalu. Mereka terjun langsung ke persimpangan jalan dan membuat posko di Simpang Jam Taman Bustnanul Salatin.

Korlap penggalangan bantuan, Syamsuddin menyampaikan rasa kepeduliannya terhadap musibah ini. "walaupun bantuan yang kami bawa dari Banda Aceh tidak begitu besar jumlahnya, namun inilah bentuk kepedulian kita terhadap sesama untuk saling membantu, tentunya tidak lupa kami ucapkan rasa terimakasih kepada warga Banda Aceh dan sekitarnya yang telah memberikan sumbangannya dan Alhamdulillah hari ini sudah sampai kami salurkan ketempat musibah di Aceh Tenggara", tuturnya.

“Kami senang dan bahagia karena bisa langsung terjun ke tempat musibah di Aceh Tenggara, jadi kami juga bisa ikut melihat kondisi kejadian dan merasakan apa yang dirasa masyarakat disini akibat musibah banjir bandang ini.


Kami juga ikut menyampaikan banyak terimakasih kepada para pengurus HMI Cabang Kutacane dibawah pimpinan , Hendra Pratama, Pak Camat Lawe Bulan, para pengulu Lawe Bulan yang sudah menyambut kedatangan kami dan yang telah membantu proses penyaluran bantuan ini" sebut Ikhsan, Ketua Umum HMI  Komisariat FKIP Unsyiah. 

Pada kesempatan saat penyerahan bantuan camat Lawe Bulan, Zahrul Akmal, S. TTP juga ikut menyampaikan rasa terimakasihnya. "saya camat Lawe Bulan mewakili seluruh warga  menyampaikan rasa terimakasih kepada adik-adik HMI Komisariat FKIP Unsyiah yang telah bersusah payah untuk membuat aksi galang dana dan yang telah datang jauh-jauh untuk terjun ke Aceh Tenggara dalam rangka menyerahkan bantuan untuk saudara-saudara kita disini yang lagi dilanda musibah, semoga kebaikan adik-adik semua mendapatkan ganjaran dari Allah SWT", ucapnya.

Untuk diketahui, musibah banjir bandang ini telah terjadi sejak 28 Desember 2018 lalu, hingga Kamis (3/1), kondisi saat ini masih belum normal pascabanjir bandang dan banjir kiriman. Sebanyak 29 desa yang terimbas banjir masih diselimuti lumpur tebal hingga 60 centimeter. Debu-debu pun mulai beterbangan menyelimuti pemukiman penduduk.

Untuk kondisi saat ini juga sebagian warga masih ada yang mengungsi karena sebagian rumah warga ada yang rusak sebagian dan bahkan rusak total akibat terjangan banjir bandang ini. Namun ada juga warga yang sudah kembali kerumah masing-masing pasca banjir bandang ini. **
Share:

BMKG : Masyarakat Dihimbau Agar Tidak Beraktifitas Di Radius 500 Meter Tepi Pantai Selat Sunda


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta

Berdasarkan informasi Badan Geologi terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, serta dengan mempertimbangkan kondisi lereng/tebing dasar laut ataupun kondisi potensi kegempaan di Selat Sunda, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat bahwa waspada tsunami masih diterapkan.

“Zona waspada tsunami masih diterapkan dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah (elevasi kurang dari 5 m di atas permukaan laut),” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Ir. Muhamad Sadly, M. Eng, dalam siaran persnya Sabtu (5/1) siang.

BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan waspada, dalam beraktivitas di pantai/pesisir Selat Sunda, dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah.

Selain itu, masyarakat diminta terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing dengan informasi / isu yang menyesatkan.

“BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih tetap terus memantau, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangannya,” tegas Muhammad Sadly.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau telah memicu terjadinya bencana tsunami di Selat Sunda, yang menyebabkan ratus orang meninggal di Pandeglang (Banteng) dan Lampung Selatan (Lampung). Selain itu, ribuan warga saat ini masih tinggal di tempat-tempat penampungan pengungsi. **


Share:

Diskusi Mitigasi Bencana Masih Jadi PR


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ikhtiar pemerintah/negara sudah bagus dengan membentuk banyak lembaga yang menangani bencana, sebut saja BNPB yang menjadi ‘leading sector’ penanggulangan bencana, Pemerintah Daerah dengan BPBD-nya, BMKG, BVMBG dengan early warningnya, Basarnas dengan Tim SAR-nya dan tak ketinggalan TNI/Polri dengan prajurit dan segala peralatannya.

Penyelenggaraan penanggulangan bencana terdiri atas 3 (tiga) tahap, meliputi pra bencana, selama bencana dan setelah bencana. Pra bencana di dalamnya ada mitigasi, selama bencana tanggap darurat dan pasca bencana adalah recovery, rehabilitasi dan rekontruksi yang semuanya ini sebagai leading sector adalah BNPB.

Jadi, meskipun banyak instansi yang terlibat dalam penanggulangan bencana, tetap saja tanggung jawab manajemen bencana ini ada di tangan BNPB, termasuk mitigasi bencana yang menjadi esensi dari tugas pemerintah/negara. Dikatakan esensi, karena tugas pemerintah/negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupan termasuk perlindungan atas bencana.

Forum Jitunews gelar Diskusi dengan tema Mitigasi Bencana Masih Jadi PR hari Kamis, 03 Januari 2019 pukul: 12.30 - 15.00 WIB bertempat di Cafe 289, Jalan Pemuda, Rawamangun No 289 Jakarta Timur, dihadiri Narasumber:

-  Anggota Komisi V DPR RI, Rendy Lamadjido,

-  Mantan Kepala Basarnas, Marsdya (Purn) Daryatmo, 

-  Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati,

-  Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar,

-  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho,

-  Surono/Mbah Rono selaku Ahli Vulkanologi.

Logikanya, jika mitigasi itu berjalan sebagaimana yang diharapkan, maka masyarakat dapat terhindar dari ancaman bencana atau paling tidak mengurangi jumlah korban. Sudah demikian lengkapnya lembaga yang menangani bencana, tetapi korban juga masih tergolong banyak. Lalu apa bedanya dengan penanganan bencana ketika lembaga penanganan bencana di Indonesia belum selengkap seperti sekarang.

Pelibatan lebih banyak TNI dan Polri dipastikan tidak akan mendegradasi peran dan fungsi lembaga lain seperti Basarnas dan BNPB, karena tugas dan wewenang masing-masing sudah sangat jelas.
                                                            
TNI dan Polri memiliki peralatan yang sangat lengkap mulai kendaraan darat, kapal laut dan pesawat udara. Demikian juga prajurit dengan berbagai kualifikasinya. Dan secara organisasi TNI juga memiliki tugas, yaitu OMSP yang salah satunya adalah penanggulangan bencana.

                                                                Reporter : Arianto

Share:

Hujan Akhir Tahun Tiga Kecamatan Di Riau Terendam Air Setinggi Satu Meter


Duta Nusantara Merdeka | Riau
Hujan Pada Akhir tahun sudah menjadi langganan bagi Indonesia karena letaknya berada di daerah tropis. Kali ini Hujan Deras mengguyur daerah Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu.

Akibat Hujan Deras tersebut telah menyebabkan Banjir setinggi satu meter di kampung bendungan, sehingga banyak rumah-rumah warga terendam warga harus mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Banjir yang terjadi juga disebabkan karena adanya luapan air dari gardu plta di daerah rantau berangin, dibukanya gardu pintu air tersebut menyebabkan banjir setinggi satu meter dan merendam tiga kecamatan yakni kecamatan kuwuk, kecamatan kampar dan kecamatan siak hulu.

Berdasarkan pantauan Wartawan dutanusantaramerdeka.com, saat ini banyak warga yang mengungsi dan menetap di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar. BPBD Kampar juga telah siaga menyiapkan dapur umum dan menampung para pengungsi yang daerahnya terkena dampak banjir tersebut. **

Wartawan DNM : Arbaini
Share:

Banjir Bandang Landa Sigi, Tim Dompet Dhuafa Sigap Merespon


Duta Nusantara Merdeka | Sigi - Sulteng
Banjir bandang melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ribuan orang warga terdampak banjir bandang tersebut.
2.259 jiwa/551 KK terbagi tiga dusun dan 10 RT terdampak. 100 KK didusun 2 mengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui releasenya, Sabtu (17/11/2018).

Belasan rumah di dua Dusun Desa Bangga terendam banjir bandang kemarin (Jumat,16/11) sore. Akibat hujan deras air dari hulu sungai meluap membawa material pepohonan dan batuan ke perkampungan. Jembatan di desa terhalang oleh kayu dan batu dan membuat aliran sungai berbelok ke rumah warga.

Menurut Ust. Ahmad Shonhaji selaku Direktur Dakwah dan Layanan Tanggap Darurat Dompet Dhuafa Filantropi mengatakan, “Dompet Dhuafa sudah sebulan lebih berada di Sulawesi Tengah dalam recovery gempa dan tsunami yang menimpa wilayah tersebut. Dan saat ini tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa sigap merespon banjir bandang yang terjadi di Sigi, selain melakukan evakuasi, tim akan membagikan bantuan bagi para pengungsi”.


Pada siang ini (Sabtu, 17/11) tim Dompet Dhuafa terjun ke wilayah Sigi, dengan menembus perjalanan terjal, hal ini akibat gempa yang terjadi sebelumnya, akses yang dilalui sangat sulit. Beberapa pekan lalu wilayah Sigi merupakan wilayah yang terdampak gempa, beberapa warga kembali mengungsi setelah banjir melanda. Tim Dompet Dhuafa terjun dengan membawa bantuan baik berupa logistik hingga genset.

“Banjir terjadi akibat hujan sehingga menghanyutkan potongan" kayu terjadi penyumbatan di sungai akibatnya air meluap ke permukiman warga desa bangga kec. Dolo selatan kab. Sigi sejak pukul 20:00 WITA (Jumat kemarin 16/11). Pengungsian terpusat di bukit perkebunan warga yang terbagi di beberapa titik.

Diperkirakan jumlah pengungsi sejumlah 300 KK serta saat ini yang sangat dibutuhkan oleh warga seperti terpal, selimut, makanan, air bersih dan obat-obatan. Kondisi saat ini masih hujan hingga debit air semakin deras yg mengakibatkan akses jalan warga terputus. Sehingga bantuan yang akan disalurkan ke pengungsian terhambat”, sebut Anto tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa yang berada di Sigi. **(Red-78)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

Dompet Dhuafa Terjun Bantu Bersihkan Akses Jalan Dan Dapur Umum Bagi Pengungsi


Duta Nusantara Merdeka | Tasikmalaya - Jawa Barat
Hujan deras dengan intensitas curah hujan tinggi mengguyur Tasikmalaya pada Selasa sore (6/11), dengan durasi yang lama. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa titik. Hingga sore (Selasa, 13/11) Dompet Dhuafa merespon bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Cipatujah dan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

"Tim kemanusiaan Dompet Dhuafa Jawa Barat di Tasikmalaya saat ini terus membantu warga sekitar dengan membersihkan jalan umum yang tertimbun akibat longsor. Tim juga membuat jembatan darurat menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lainnya. Ini untuk membantu kemudahan akses dua kampung tersebut yg terputus."ucap Manager Komunikasi Dompet Dhuafa Jawa Barat,  Yogi Achmad Fajar.


Banjir dan longsor yang melanda sejumlah kawasan di Tasikmalaya  juga telah merusak ratusan rumah dan fasilitas umum. Diperkirakan kerugian ekonomi akibat bencana ini mencapai miliaran rupiah.

Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tasikmalaya, menyebutkan bahwa sekitar 1.398 keluarga terdampak 3.436 jiwa penerima manfaat, 6 jiwa meninggal dunia dan tiga kecamatan terdampak yaitu  Kecamatan Culamega, Cipatujah, dan Cikalong menjadi wilayah yang cukup terdampak berat dengan adanya bencana banjir dan longsor ini.


Hujan terus menerus dengan intensitas bervariasi, dikhawatirkan akan menimbulkan bencana susulan. Selain itu, banyak dari pengungsi yang membutuhkan kebutuhan-kebutuhan mendesak seperti dapur umum selimut, higine kit, dan bantuan makanan pokok.

Beberapa hal seperti akses yang terputus karena jembatan rubuh dan jalan tertutup longsoran tanah menjadi kendala bagi tim DMC untuk melakukan intervensi lebih jauh. wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya masih terus diguyur hujan dengan intensitas bervariasi dari ringan, sedang, hingga tinggi. Potensi-potensi kebencanaan masih tetap terlihat.


Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa langsung bergerak cepat untuk merespon bencana yang terjadi. Evakuasi sekaligus asesement langsung dilakukan tim DMC untuk membantu warga yang terdampak.

Sebanyak delapan orang relawan diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Respon dari tim DMC yang telah dilakukan yaitu aksi bersih di jalan umum Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, didirikannya Pos Hangat di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, juga dapur umum di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega. **(Red-67)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

Antisipasi Banjir Polres Jakarta Barat Gelar Apel Kesiapsiagaan Banjir


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Kepolisian Resort Jakarta Barat bersama jajaran dan 3 (tiga) Pilar dalam menghadapi intensitas curah hujan yang tinggi menggelar Apel kesiap siagaan banjir dilapangan Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta Barat.

Dalam Apel kesiapsiagaan tersebut sebanyak 415 Personel gabungan diterjunkan baik dari Personel Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek jajaran Jakarta Barat, Dishub, Pol PP,  Dinkes DKI, Pramuka, Citra Bhayangkara,  Kodim 0503 Jb,  hingga Sudin Pertamanan.


Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Hanny Hidayat.Sik.Mh,  hadir selaku Irup Upacara, dalam arahan nya menjelaskan Apel siaga ini merupakan penggelaran kekuatan dilaksanakan guna untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana petugas di lapangan dalam menanggulangi peristiwa bencana banjir nantinya.

"Penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama, karenanya kita adalah satu Kesatuan yang tak terpisahkan dalam menghadapi bencana yang bisa saja terjadi kita harus bersinergi," tutur AKBP Hanny.


Tak luput AKBP Hanny menghimbau kepada para petugas yang akan terjun dilapangan agar selalu menjaga kesehatan masing - masing individu, tambahnya.

Dalam Apel tersebut dilanjutkan penyematan simbolis kesiapsiagaan antisipasi bencana banjir tak luput Wakapolres bersama instansi terkait melakukan pengecekan kesiapan baik kendaraan dinas,  peralatan dan perlengkapan dalam menunjang prasarana kesiapsiagaan bencana banjir nantinya.  **(Red-66)

Kontributor DNM : Imam Sudrajat
Share:

Muhammadiyah Medan Denai Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Palu dan Donggala


Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Denai menyerahkan Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami yang berada di Palu dan Donggala, Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Sekretaris PCM Medan Denai, Harun Al Rasyid, S.Pd.I kepada Tim Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan di Kantornya Jalan Mandala By Pass No. 140 A Medan.
Lebih lanjut Harun mengungkapkan bahwa Bantuan yang disampaikan berasal dari infaq Warga dan Simpatisan Muhammadiyah yang dikumpulkan melalui Pimpinan Ranting Muhammadiyah se Cabang Medan Denai, jelas Harun.

Bantuan yang diserahkan kepada Lazismu PDM Kota Medan tersebut sebesar Rp. 3.350.000.- dan diterima oleh Aswin selaku Pengurus Lazismu Muhammadiyah Kota Medan, selanjutnya Lazismu PDM Medan akan mengakumulasi seluruh Bantuan yang masuk ke Lazismu Medan untuk dapat diserahkan secepatnya. **(EPR/Red-11)
Share:

Ratusan Genset Untuk Penerang Pasca Gempa Tsunami Sulteng


Duta Nusantara Merdeka | Palu - Sulteng
Dompet Dhuafa terus melakukan berbagai program, dalam membantu tahap recovery pasca gempa melanda wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Sigi, dan Donggala. Hingga Rabu (17/10) karin, tim aktivis kemanusiaan Love Sulawesi (Loves), berhasil mengevakuasi 137 jenazah di tujuh titik lokasi, kemudian memberikan layanan sehat dengan mendirikan 37 pos medis serta klinik lapangan dengan penerima manfaat berjumlah 1.566 pasien. Selain itu juga membagikan 1.070 paket Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Dilokasi terpisah, terdapat 33 titik lokasi dukungan psikososial dengan memberikan dukungan kepada 1.104 jiwa. Dompet Dhuafa bersama masyarakat juga membangun fasilitas sarana dan prasarana seperti dua masjid darurat hingga 189 rumah sementara.



Selain itu, dengan teknis dua Dapur umum dan satu dapur keliling di tiga titik lokasi, telah mendistribusikan 1.300 paket makanan. Kebutuhan sanitasi dan air bersih, dapat dilayani dengan 4 unit MCK darurat, satu water purifier, serta dukungan 6 unit tangki air bersih. Hingga Rabu (17/10/2018) kemarin, total penerima manfaat mencapai 7.868 jiwa.

Menurut drg. Imam Rulyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi mengatakan, “Dompet Dhuafa terus berupaya memenuhi standar layak untuk korban terdampak, pasca gempa-tsunami menerjang wilayah di Sulawesi Tengah. Kami hingga Kamis (18/10/2018), secara bertahap terus membagikan genset untuk kebutuhan wilayah-wilayah terparah yang terdampak gempa untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Kami sedang mempersiapkan sebanyak 165 unit genset untuk disalurkan ke titik-titik lokasi yang sangat membutuhkan. Sehingga saat malam tiba, mereka tak tinggal dalam gelap, dan kebutuhan listrik tercukupi”.


“Disisi lain, Dompet Dhuafa menyediakan water purifier untuk digunakan sebagai salah satu alat penyediaan air siap konsumsi bagi para pengungsi. Konsepnya berupa stasiun air umum. Kapasistas water purifier ini mencapai 90 galon/24 jam,” tutup drg. Imam Rulyawan, MARS. **(Red-97)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

Kapolres Kutai Kartanegara Lepas Relawan Emergency Response Team Untuk Membantu Korban Gempa Dan Tsunami Sulteng


Duta Nusantara Merdeka | Kutai Kartanegara
Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Anwar Haidar, S.IK, M.SI,  melepas Relawan Emergency Response Team ( ERT ) dalam rangka membantu Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi dan Donggala ( SULTENG ) Bertempat di Halaman Office PT. ABP ( Alamjaya Bara Pratama ) di Desa Jembayan Kec. Loa Kulu Kab. Kukar dilaksanakan kegiatan pelepasan pengiriman RELAWAN sebanyak 10 orang Emergency Response Team (ERT) yang akan diberangkatkan untuk membantu Korban Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di PALU, SIGI dan DONGGALA Prov. Sulteng.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar S.Ik, M. Si, Waka Polres Kukar, Kabag Ops, Kasat Lantas Polres Kukar, Kasat Intel Polres Kukar Kasat Sabhara, Kasatpol Air Polres Kukar, Kapolsek Loa Kulu, Yandriansyah (KTT PT. ABP) dan Sukardi, Rodly, Subhan. (PT. ABP/PT.PPA ).


Dalam kegiatan tersebut  Kapolres Kukar menyampaikan arahan kepada Relawan ( ERT ) Emergency Response Team  dan  mengapresiasi kepada PT. ABP atas kepeduliannya mengirimkan Relawan untuk berangkat ke Provinsi Sulteng, Tenaga Ahlinya yaitu Tim Medis,  Kelistrikan dan Operator Alat Berat untuk membersihkan puing -puing akibat Gempa dan Tsunami serta membantu Korban Bencana.

Semoga kepedulian ini dapat menjadi ladang IBADAH serta membawa nama baik Keluarga dan Wilayah Kutai Kartanegara pada umumnya. Diharapkan Tim dapat melaksanakan  kegiatan secara ikhlas dan tulus serta sungguh - sungguh, kiranya dengan kedatangan Tim Relawan ini dapat meringankan beban pengungsi dan kepada Tim Relawan jangan lupa untuk menjaga kondisi kesehatan dan kekompakan di lapangan.



Kemudian dilanjutkan pemasangan "Rompi Relawan" oleh Kapolres Kukar didampingi oleh KTT PT. ABP Bapak ANDRIANSYAH dan Kapolsek Loa Kulu IPTU DARWIS YUSUF, S. Sos, kepada perwakilan Relawan yang akan diberangkatkan.

Berikut nama-nama10 orang yang diberangkatkan dengan Identitas sbb :
1. Subhan Jamil (Koordinator Tim).
2. Widoretno (Tim ERT).
3. Dr. Fatimah (Tim Medis).
4. Joko Purwadi  (Tim Medis).
5. Wawan Adi Saputra  (Tim Medis).
6. Edy Winarso (Tim ERT).
7. Nuryani (Tim ERT).
8. Zulkarnaen (Tim ERT).
9. Bayu Kurniawan  (Tim Medis).
10. Moh. Ariansyah (Tim ERT).  

Kegiatan tersebut selesai pukul 10.00 Wita, dalam keadaan aman dan lancar. **(Red-52)

Kontributor DNM : Imam Sudrajat 
Share:

Dibawah Reruntuhan Puing-Puing Bangunan Dompet Dhuafa Terus Mencari Korban Dan Beri Bantuan Medis Bagi Pengungsi


Duta Nusantara Merdeka | Palu - Sulteng
Gempa 7.7 SR yang telah mengguncang Palu serta Donggala sudah meluluhlantahkan kondisi masyarakat, ratusan korban jiwa sudah melayang, serta ribuan masyarakat mengungsi. Menurut data yang sudah dihimpun melalui relawan kemanusiaan Loves Dompet Dhuafa pada laporan situasi per (29-30 September 2018) hingga kemarin sore pukul 18.30 sudah terdapat 1.300-an Jiwa meninggal, 16.732 Jiwa Mengungsi, 540 jiwa luka berat, dengan cakupan 4 kabupaten atau kota terdampak yaitu Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Muntong.


Sudah dari Minggu kemarin Dompet Dhuafa mendirikan Pos Induk Dompet Dhuafa yang berada di Jalan Kimajah, Kelurahan Besusu, Kecamatan Palu Timur. Narwan (081356103015), Ichan (082111779294 / 087808890809), Ubaw (081382682215) ( Senin, 01/10/2018).

"Sejak minggu pagi relawan dari Dompet Dhuafa sudah tiba di lokasi kejadian. Berkah dari doa dan bantuan masyarakat semua, perjalanan tim relawan baik via darat, laut, dan udara, berjalan lancar. Selanjutnya tim akan konsentrasi pada kebencanaan seperti membantu evakuasi, pendataan kebutuhan di lapangan, dan juga menggelar aksi pelayanan medis ke sejumlah titik," ungkap drg. Imam Rulyawan, selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.


Dompet Dhuafa pada Senin ini (01/10) telah mengirimkan gelombang kedua yang terdiri dari empat orang Dompet Dhuafa Voulenteer (DDV) untuk  bergabung bersama relawan lainnya dari Forum Organisasi Zakat (FOZ) untuk menuju  ke Palu dengan menggunakan Kapal Laut.  Tim DDV membawa bantuan logistik seperti popok bayi, pakaian dalam, makanan, air mineral, susu dan makanan bayi, sarung dan selimut, hingga pembalut wanita, dengan total nilai barang sepuluh juta.


Pada malam ini tim relawan kemanusiaan Loves Dompet Dhuafa yang sudah tiba di Palu dan Donggala terdiri dari tiga tim respon, lima medis, tiga relawan serta seorang dari tim komunikasi terus berjuang memberikan pelayanan yang terbaik bagi para korban. 

Bantuan yang saat ini dilakukan yaitu mobilisasi rescue, mobilisasi tim medis dengan bantuan obat-obatan, mobilisasi kendaraan taktis, mobile klinik dan memobilisasi dapur umum. Saat ini dalam kondisi yang gelap gulita akibat jaringan listrik yang masih mengalami gangguan, tim relawan kemanusiaan Loves Dompet Dhuafa melakukan koordinasi untuk menentukan titik pencarian korban hingga mobiliasasi bantuan. Masih banyak korban yang hingga belum ditemukan termasuk korban yang berada di Hotel Roa-Roa Palu.


Di tempat yang lain, Dompet Dhuafa menyiapkan para relawan Psychological First Aid (PFA) dengan mengupayakan training keseluruh jajaran karyawan Dompet Dhuafa.

Hal ini untuk menyiapkan kaderisasi relawan untuk terjun ke lokasi-lokasi bencana serta konflik dengan tujuan memulihkan kondisi psikososial masyarakat akibat bencana atau konflik yang terjadi di wilayah tertentu seperti melakukan berbagai program pendampingan lebih lanjut secara psikologis agar masyarakat menjadi lebih berdaya, membu beragam kegiatan di waktu luang yang melibatkan interaksi sosial dengan keluarga dan masyarakat lebih baik dan memberikan dukungan psikologis lanjutan untuk kasus-kasus trauma yang ditemui. **(Red-05)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

Gempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo Guncang Kota Donggala Sulawesi Tengah


DNM.com (Donggala - Sulawesi Tengah)
Sulawesi diguncang Gempa Berkekuatan 6 Magnitudo dengan pusat gempa 2 km arah utara Kota Donggala pada kedalaman 10 km pada Jumat, 28 September 2018, pukul 14.00.00 WIB. Sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro.

Setelah Gempa tersebut BMKG mencatat telah terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 5,0 pada pukul 14.28.37 WIB dan magnitudo 5,3 pada pukul 15.25.00 WIB.

Gempa Susulan kembali mengguncang Donggala, Sulawesi tengah. Kali ini berkekuatan lebih besar dari sebelumnya yakni dengan magnitudo 7,7, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada potensi tsunami.

"Gempa dengan magnitudo 7,7, 28 September, pukul 17.02.44 WIB, Lokasi 0.18 LS,119.85 BT [27 km TimurLaut DONGGALA-SULTENG], Kedalaman 10 Km, Potensi tsunami untuk diteruskan pada masyarakat," ungkap BMKG dalam akun Twitternya, Jumat (28/9).


Setelah itu gempa itu, BMKG menyebut Donggala dan sekitaranya juga kembali diguncang gempa dengan magnitudo 6,1 pada pukul 17:14:25 WIB. Pusatnya di 58 Km Timur Laut Donggala dengan kedalaman 10 KM. **(Rel/Red-145)
Share:

Bersama Bangun Lombok, Presiden Jokowi Teken Inpres Penanganan Gempa Secara Terpadu


DNM.com (Jakarta)
Dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di kabupaten/kota dan wilayah terdampak bencana, pada 23 Agustus 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, dan wilayah terdampak di Provinsi NTB. 

Melalui Inpres tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada 19 menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BNPB, Kepala BPKP, Kepala LKPP, Gubernur NTB, Bupati Lombok Barat, Bupati Lombok Utara, Bupati Lombok Tengah, Bupati Lombok Timur, dan Wali Kota Mataram, untuk melaksanakan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, dan wilayah terdampak di Provinsi NTB, yang mengakibatkan korban jiwa, pengungsian, kerusakan, dan kerugian di beberapa sektor.

Ke-19 menteri yang mendapat instruksi itu adalah: 1. Menko Polhukam; 2. Menko PMK; 3. Menko Perekonomian; 4. Menko Kemaritiman; 5. Menteri PUPR; 6. Mendagri; 7. Menteri Agama; 8. Mendikbud; 9. Menteri Kesehatan; 10. Menteri Sosial; 11. Menteri ESDM; 12. Menkominfo; 13. Menteri LHK; 14. Menteri Pertanian; 15. Menteri BUMN; 16. Menkop dan UKM; 17. Menteri Perdagangan; 18. Menteri Keuangan; dan 19. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN.

Kegiatan rehabilitasi, menurut Inpres ini, dilakukan melalui: 1. Perbaikan lingkungan bencana; 2. Perbaikan prasarana dan sarana umum; 3. Pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat; 4. Pemulihan sosial psikologis; 5. Pelayanan kesehatan; 6. Pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya; 7. Pemulihan keamanan dan ketertiban; 8. Pemulihan fungsi pemerintahan; dan 9. Pemulihan fungsi pelayanan publik.

Sedangkan rekonstruksi terdiri atas: 1. Pembangunan kembali prasarana dan sarana; 2. Pembangunan kembali sarana sosial masyarakat; 3. Pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat; 4. Penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan bencana; 5. Partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat; 6. Peningkatan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya; 7 peningkatan fungsi pelayanan publik; dan 8. Peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat.

“Rehabilitasi dan rekonstruksi sarana berupa fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas agama, dan fasilitas penunjang perekonomian agar aktivitas bisa berfungsi kembali diselesaikan paling lambat pada akhir bulan Desember 2018, dan sarana lain diselesaikan paling lambat Desember 2019,” tegas Inpres tersebut.

Menteri Koordinator
Khusus kepada Menko Polhukam, Presiden menginstruksikan untuk memfasilitasi pengoordinasian kementerian/lembaga dalam menjaga stabilitas politik, hukum, dan keamanan di kabupaten/kota dan wilayah terdampak bencana.

Sedangkan kepada Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Presiden menginstruksikan untuk memfasilitasi pengoordinasian percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi.

Untuk Menko Perekonomian, Presiden menginstruksikan untuk memfasilitasi pengoordinasian kementerian/lembaga dalam penyelesaian permasalahan mengenai perekonomian yang terkendala akibat bencana.

Dan untuk Menko Kemaritiman, Presiden menginstruksikan untuk memfasilitasi pengoordinasian kementerian/lembaga dalam pemberian dukungan percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi melalui pengelolaan sumber daya maritim.

Presiden menegaskan, selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota tetap melaksanakan pelayanan kebutuhan masyarakat, berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Presiden menegaskan kepada para pejabat di atas, untuk melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan penuh tanggung jawab.
“Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan,” bunyi diktum KEENAM Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018, yang dikeluarkan di Jakarta, 23 Agustus 2018. 

Sebelumnya, Senin (20/8), Presiden telah menyampaikan komitmen Pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terkait penanganan gempa Lombok. 

"Yang paling penting adalah penanganan langsung di lapangan, bahwa Pemerintah Pusat total memberikan dukungan penuh, bantuan penuh, baik kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan tentu saja yang paling penting adalah kepada masyarakat,” kata Presiden Jokowi saat itu.

Senada dengan Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kamis (23/8), juga menyampaikan bahwa bukti keseriusan pemerintah pusat yakni hadirnya Wakil Presiden mengunjungi korban gempa pada Selasa (21/8), sebelumnya minggu lalu Presiden juga telah meninjau di lapangan. Artinya, tegas Seskab, pemerintah pusat begitu menaruh harapan besar.

“Ini upaya yang dilakukan pemerintah ini semata-semata untuk tujuan kebaikan bagi masyarakat yang ada di Lombok, di Sumbawa, di Nusa Tenggara Barat tapi juga di keseluruhan,” terang Seskab.

Untuk itu, Seskab menegaskan perlunya persatuan dalam menangani gempa sebagaimana bangsa lain. "Kita belajar dari bangsa-bangsa lain, seperti di Jepang, itu seharusnya kita bersatu untuk menangani itu bukan malah kemudian menginformasikan hal yang bukan yang sebenarnya,” jelas Seskab. **(Red-147)

Sumber : Humas Seskab.
Share:

"Sound Of Humanity" Musisi dan Seniman Gelorakan Kemanusiaan Di Margo City


DNM.com (Depok)
Sudah hampir sebulan Dompet Dhuafa bergerak di dalam respon gempa Lombok, banyak program yang sudah dan sedang digulirkan bagi para pengungsi yang saat ini menempatkan posko-posko pengungsian.

Baik program dapur umum lewat mobil Darling (Dapur Keliling), Aksi Layanan Sehat (ALS), menurunkan tim Psychology First Aid (PFA) hingga dokter spesialis serta perawat tidak hanya itu, Dompet Dhuafa juga menginisiasi keberadaan masjid darurat, sekolah sementara hingga pengadaan pipanisasi untuk 1.300 pengungsi korban gempa. (Sabtu, 25/08)

Data yang dihimpun Dompet Dhuafa memperkirakan Gempa yang melanda wilayah  Nusa tenggara Barat telah mengakibatkan 76.765 unit rumah rusak, serta merusakkan 671 fasilitas pendidikan.

Bambang Suherman  sebagai Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa mengatakan, “Kehadiran Sound Of Humanity yang berkerjasama Margo City dengan Dompet Dhuafa merupakan sebuah gerakan kepedulian para musisi, seniman bahkan tokoh masyarakat atas bencana yang terjadi Lombok.


Tidak hanya partisipasi para musisi, seniman bahkan mengajak juga masyarakat untuk peduli kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah gempa di Lombok. Tidak hanya harta benda yang rusak, namun psikologi mereka terganggu, hingga tidak sedikit mereka kehilangan orang-orang yang mereka cintai meninggal saat musibah itu terjadi”.

Hingga Saat ini tercatat 517 orang meninggal dunia akibat gempa bumi, dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 426 orang, Lombok Barat  40 orang, Lombok Timur 31, Lombok Tengah 2, Mataram Kota 9, Denpasar Kota 2, Sumbawa Besar 5, dan Sumbawa Barat 2. Selain itu sebanyak 1.416 orang luka-luka, Pengungsi tercatat 431.416 jiwa tersebar di ribuan titik. 

Bukan hanya itu, sebagian besar jalan di Lombok Utara mengalami kerusakan akibat gempa. Masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan, khususnya di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang aksesnya yang sulit dijangkau.


“Dengan adanya Sound Of Humanity diharapkan masyarakat dapat merasakan dan menunjukan kepedulian untuk mereka korban gempa Lombok yang sangat membutuhkan, waktu yang sangat panjang untuk memulihkan Lombok sediakala namun kita wajib menyemangati mereka untuk terus membangun dari kondisi terpuruk pasca gempa”, tutup Bambang Suherman.

TENTANG DOMPET DHUAFA

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/ lembaga). Selama 25 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. **(Red-146)
Share:

Pemerintah Sudah Cairkan Rp. 985,8 Miliar Untuk Penanganan Gempa Lombok


DNM.com (Jakarta)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, hingga saja ini pemerintah telah mencairkan dana sebesar Rp985,8 miliar untuk penanganan kedaruratan dan kemanusiaan akibat bencana gempa bumi di Lombok.

“Dana tersebut terdiri dari Rp557,7 miliar disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Rp428,1 miliar melalui Kementerian/ Lembaga,” kata Menkeu melalui fanpage facebook-nya, yang diunggahnya dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/8).

Pemerintah telah mencairkan dana sebesar Rp985,8 miliar untuk penanganan kedaruratan dan kemanusiaan akibat bencana gempa bumi di Lombok, yang terdiri dari Rp557,7 miliar melalui BNPB dan sebesar Rp428,1 miliar melalui Kementerian/Lembaga.

Ditegaskan Menkeu, pemerintah akan membangun kembali atau melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi, agar kehidupan masyarakat Lombok dapat kembali normal dan kegiatan ekonomi serta masyarakat serta pemerintahan dapat bangkit kembali secara lebih cepat.

Proses perbaikan dan pembangunan kembali daerah terdampak bencana di Lombok, jelas Menkeu, akan berlangsung sepanjang tahun 2018.

Sedangkan untuk tahun 2019, dalam RAPBN 2019 yang sudah disampaikan Pemerintah ke DPR, Pemerintah sudah menyiapkan anggaran pada beberapa Kementerian/Lembaga seperti BNPB, Kemensos, Kemendikbud, Kemendes & Transmigrasi dan lainnya sekurangnya Rp1 triliun, yang dapat segera dicairkan pada awal tahun anggaran 2019, atau direalokasi/ direvisi oleh kementerian/ lembaga terkait di awal tahun 2019, untuk menjamin kelanjutan pemberian bantuan dasar dan perbaikan/pembangunan kembali paska bencana gempa.

Selain dana tersebut, menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dalam RAPBN 2019 telah disiapkan Cadangan Bencana yang lebih besar, yang juga akan dapat digunakan untuk lanjutan bantuan dasar dan rehabilitasi & rekonstruksi sesuai kebutuhan untuk mengembalikan dan meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang terkena bencana, termasuk untuk masyarakat Lombok.

“Antisipasi perencanaan tersebut sudah disiapkan pemerintah dari awal untuk melanjutkan dukungan Pemerintah dalam pembangunan daerah yang terkena dampak bencana di Lombok agar kembali normal,” tegas Sri Mulyani.

Selain penyiapan anggaran untuk bantuan penanganan bencana, Menkeu menjelaskan, bahwa pemerintah juga telah membangun dan melaksanakan sistem mitigasi dan penanganan bencana yang lebih baik dan diharapkan semakin baik dari tahun ke tahun.

“Kita telah memiliki BNPB dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang menjadi lokomotif penanganan bencana di lingkup nasional dan daerah,” ujar Sri Mulyani seraya menambahkan, dengan sistem penanganan bencana yang lebih baik, diharapkan anggaran yang telah disiapkan akan dapat disalurkan dan didistribusikan secara tepat sasaran dan lokasinya, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu.

Berbagai Bantuan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, sejak terjadinya gempa, Pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan untuk kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat melalui belanja APBN 2018 yang dialokasikan pada beberapa kementerian/lembaga.

BNPB telah menyiapkan anggaran Rp1,1 triliun dalam Program Penanggulangan Bencana, yang digunakan sebagai sumber dana pertama untuk pemberian bantuan ke Lombok. Dari alokasi ini, telah dicairkan Rp557,7 miliar, antara lain untuk operasi dan logistik seperti makanan, family kit, sandang, dan tenda.

Sri Mulyani juga menyampaikan, bahwa tahap pertama santunan untuk perbaikan 5.000 (lima ribu) rumah yang rusak berat, dengan besaran santunan Rp50 juta/rumah, telah dicairkan.

Adapun tahap kedua santunan perbaikan 5.000 rumah rusak berat, dan kemudian rumah rusak ringan/sedang masih sedang disiapkan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan BNPB.

“Pemerintah terus melakukan pemeriksaan/ verifikasi keseluruhan jumlah rumah yang rusak, sehingga dapat segera diberikan bantuan dan dibangun kembali,” ungkap Menkeu.

Beberapa kementerian/lembaga lain, lanjut Menkeu, juga telah menyalurkan bantuan, total sebesar Rp428,1 miliar, diantaranya:

• Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Rp230 miliar untuk bantuan guru, tenda darurat pembelajaran, peralatan mobile & school kit.

• Kementerian PUPR Rp176,2 miliar untuk memobilisasi bantuan berupa mobil tangki air, mobil sanitasi, dumptruck, toilet cabin, genset, dan tenda hunian darurat.

• Kementerian Sosial Rp12,6 miliar untuk bantuan logistik (sandang, pangan, tenda), santunan ahli waris, paket sembako dan pendirian dapur umum.

• Kementerian Kesehatan Rp7,8 miliar untuk logistik kesehatan lingkungan, obat-obatan, logistik gizi, orthopedic set, tenda pos kesehatan, logistik persalinan, dan peralatan kesehatan lainnya.

• Kementerian ESDM Rp1,5 miliar untuk pembuatan sumur tanggap darurat di lokasi pengungsian.

• Selain itu, TNI dan Polri juga telah memobilisasi pasukan dan peralatan untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban.

Menkeu menjelaskan, dalam APBN 2018 untuk mengantisipasi kejadian bencana, telah disiapkan Cadangan Bencana sebesar Rp3,3 triliun, yang penggunaannya akan dikoordinasikan bersama BNPB.

Ia menyebutkan, BNPB telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk tambahan bantuan ke Lombok. Proses penyediaan tambahan anggaran ini dimaksudkan untuk menangani sejumlah kerusakan yang meliputi: rumah tinggal penduduk, sekolah, jalan, jembatan, gedung kantor pemerintah, pasar, dan sarana-prasarana sosial ekonomi lainya.

“Anggaran APBN 2018 disediakan untuk pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali yang akan dipergunakan pada tahun 2018 ini,” jelas Sri Mulyani.

Selain anggaran untuk BNPB, menurut Menkeu, pemerintah masih memiliki kesempatan untuk merealokasi dan merevisi anggaran dari kementerian/ lembaga untuk memberikan percepatan bantuan bantuan bagi masyarakat Lombok, sesuai kebutuhan dan sesuai sisa waktu yang cukup untuk pelaksanaan dan pencairan anggaran sampai dengan akhir tahun anggaran 2018. **(HMS/Kemen/Red-131).
Share:

Dompet Dhuafa Inisiasi Sekolah Darurat Di Lombok


DNM.com (Lombok - NTB)
Masa tanggap darurat bencana gempa bumi Lombok telah diperpanjang Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi menjadi 14 hari, terhitung dari tanggal 12 hingga 25 agustus 2018. Data yang dihimpun Dompet Dhuafa memperkirakan Gempa yang melanda wilayah Nusa tenggara Barat telah mengakibatkan 67.875 unit rumah rusak, serta merusakkan 468 sekolah.


Sejak hadir dalam respon bencana di Lombok 29 Juli 2018 lalu, Dompet Dhuafa telah melakukan aktivitas pendidikan di sejumlah titik pengungsian. Sebab, gempa berkekuatan lebih dari 6,2 skala richter yang mengguncang berturut-turut tanggal 29 Juli 2018, dan 5 Agustus 2018, membuat banyak fasilitas sekolah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Oleh karena itu, Dompet Dhuafa menginisiasi Program Pendidikan dengan mendirikan Sekolah Darurat di sejumlah titik lokasi bencana di Lombok.


“Di Sekolah Darurat ini, belum dilakukan kegiatan belajar mengajar layaknya di sekolah pada umumnya. Sekolah Darurat melakukan pendekatan kepada anak-anak. melalui permainan bahkan berkenalan dengan pantun” Ujar Febri Reviani, Koordinator Sekolah Darurat di Dusun Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Tujuannya tentu saja, untuk membuat anak-anak tidak trauma pasca gempa. Selain itu, program Sekolah Darurat ini juga dirasakan sangat bermanfaat bagi orangtua siswa. Seperti yang diutarakan Fatimah, warga Dusun Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.


“Sejak gempa, anak-anak tidak sekolah. Bagaimana mau sekolah, ruang kelas mereka hancur,” kata Fatimah.

“Ketika kami mengetahui Dompet Dhuafa mendirikan Sekolah Darurat, Alhamdulillah saat ini anak saya sudah kembali ceria, saya dan ibu-ibu disini berharap Dompet Dhuafa hadir setiap hari untuk menghibur dan mengajar anak-anak kami,” tambah Fatimah.


Hingga Saat ini tercatat 387 orang meninggal dunia akibat gempa bumi, dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang. Selain itu sebanyak 13.688 orang luka-luka, Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik.

Bukan hanya itu, sebagian besar jalan di Lombok Utara mengalami kerusakan akibat gempa. Masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan, khususnya di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang aksesnya yang sulit dijangkau.

Dompet Dhuafa dalam respon bencana gempa bumi Lombok, telah menurunkan tim rescue dari Disaster Management Center (DMC), Psychological First Aid, dapur umum, tenaga medis seperti dokter spesialis, perawat, serta relawan. Selain kegiatan Dapur Keliling, terdapat aksi layan sehat (ALS) serta Motor Kilat, yang berkeliling dengan layanan kesehatan untuk mobilitas ke beberapa wilayah yang terpencil, dan bermedan sulit karena terputus. **(Red-72)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini