Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Dialog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dialog. Tampilkan semua postingan

PIB Gelar Konvensi Calon Menteri Versi Relawan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pilar Indonesia Bersatu (PIB) menggelar Konvensi Calon Menteri Versi Relawan dengan tajuk "Membedah Visi-Misi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2019-2024" pada Kamis, 10 Oktober 2019 bertempat di VIP Restoran Saefood JI, Abdul Muis No 14, Petojo, Jakarta. Dihadiri oleh Panelis Dr. Mas Subagyo Eko Prasetyo, SH, M Hum, serta calon menteri antara lain: Prof. Dr. Ir. San Afri  Awang, M.Se, Hendrik Leonardus Karosekali SE, MBA, Dr. Tahya Anja, MH, Sandra Charlotha L, Elita Budiati, SKM, M.SI, dan Dr. Michael, SE, ME, dimoderatori oleh Dr. Aminuddin, SE., M.Si., Phd

Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Se dalam konvensi mengatakan bahwa visi misi yang dilakukan oleh Pak Jokowi di season kedua ini bersama wakil presiden, kesemuanya saya hanya melihat dari untuk menjalankan misi itu, kita harus kembali ke karakter bangsa Indonesia, ada apa sih karakter bangsa Indonesia? Dari saya pribadi, saya ingin menerapkan adalah karakter yang mandiri, bermartabat dan memiliki addict value dan kalau karakter itu ada, semua rakyat Indonesia memperbaiki dirinya sendiri untuk bangsa Indonesia dan memiliki karakter yang kuat terhadap kemandirian sendiri, menimbulkan kemandirian bangsa, maka untuk itu semua rakyat Indonesia akan memiliki addict value, kalau itu sudah terjadi, apa yang disampaikan Pak Jokowi akan bisa tercapai yaitu "Indonesia maju dengan SDM unggul".

Selain itu, kata Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, globalisasi bisa dihadapi dengan cara menangkal, yang namanya globalisasi semua kita sudah siap dengan memiliki martabat, karakter dan memiliki addict value, saya ingin menyampaikan saja bahwa dengan karakter yang kuat dan Indonesia akan mendapat addict value yang bisa mendorong semua sisi dari apa yang dilakukan oleh pemerintah nasional negara Republik Indonesia.

Hendrik Leonardus Karosekali SE, MBA, calon menteri dari UGM mengatakan, Saya sedikit menguraikan tentang visi dari presiden kita terpilih ini, ada 5 visi, yang pertama, Presiden ingin mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur. Saya kira ini sesuatu yang wajar, pada tahap pertama sangat berhasil untuk membuka keterbelakangan, kedua, terkait dengan pembangunan sumber daya manusia. Kita sadar betul bahwa pada kesempatan kedua untuk terus tancap gas untuk membangun sumber daya manusia dimulai dari sistem pendidikan dan implementasi pendidikan dan juga terkait dengan mempercepat investasi yang masuk ke negara kita secara luas.

Presiden melakukan reformasi birokrasi, kata Hendrik, dengan demikian memang kita sadari bahwa birokrasi kita ini masih banyak jalan ditempat, walaupun kita sudah melakukan perubahan banyak. Pak Presiden melakukan perubahan begitu banyak, tetapi sebetulnya respon dari setiap Kementerian teknis ini cenderung seperti kembali kepada titik awal.

Menurut Hendrik, Pada tahun pertama dan tahun kedua memang berjalan bagus, tapi masuk tahun ketiga, keempat dan kelima mulai terjadi perlambatan, perlambatan hingga gerakan revolusi mental seperti jalan ditempat dan harus kita dorong kepada Pak Presiden agar ini bisa kita perbaiki dan yang paling penting adalah persoalan perizinan yang sejak tahun 2017 presiden mengatakan, Ayo segera, setiap Kementrian melakukan kemudahan-kemudahan di dalam perizinan, supaya prestasi kita akan lebih baik. Kalau perizinan sulit. Katakanlah kita bandingkan dengan Singapura. Singapura sudah luar biasa untuk Asia Tenggara. Singapura nomor satu untuk dunia, kita masih di angka 90. Jadi saya kira ini pekerjaan besar yang harus kita kerjakan dan yang terakhir itu, anggaran belanja negara yg tepat sasaran, tidak boleh anggaran belanja itu keluar dari konteks seperti yang dimaksud.

Saya dari fakultas kehutanan Universitas Gajah Mada,  kompetensi saya adalah di bidang sumber daya alam dan Pertanahan. Oleh karena itu, siapapun yang kelak akan mendampingi menjadi pembantu presiden, haruslah punya kompetensi yang baik,  Tetapi perpolitikan itu penting didukung oleh ilmu pengetahuan, karena kalau ilmu pengetahuan tidak kita hormati, tidak kita pegang dengan baik, maka yang kedua kita perlu sekali partisipasi masyarakat, partisipasi masyarakat di dalam pembangunan itu harus mengutamakan pembangunan adalah manusia bukan sumber daya alam. "Oleh karena itu kebutuhan kita membangun sumber daya manusia melalui pendidikan keagamaan, rohani pendidikan politik hukum itu menjadi bagian yang sangat penting ke depan bagi seorang calon pemimpin di Indonesia," tutup Hendrik. (Arianto)






Share:

GMKI Gelar Dialog Politik Hukum Terkini dengan Tajuk "RUU Kontroversi dan Residu Politik Papua"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pengurus Pusat GMKI MB 2018 - 2020 menggelar Dialog Politik Hukum Terkini dengan Tajuk "RUU Kontroversi dan Residu Politik Papua" pada Sabtu, 28 September 2019 bertempat di Student Center PP GMKI Jl. Salemba Raya No 10 Jakarta Pusat dengan para narasumber antara lain: Corneles Galanjinjinay, Ketua Umum PP GMKI MB 2018-2020, Martin Hutabarat, anggota DPR DPR-RI 2014-2019, Prof. Muchtar Pakpahan, Tokoh Buruh, dan Prof Marthen Napang, Guru Besar UNHAS Makasar.

Corneles Galanjinjinay, Ketua Umum PP GMKI MB 2018-2020 dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa GMKI menggelar Dialog Politik dalam rangka untuk menjelaskan kepada publik, pemerintah dan DPR bahwa memang perlu kehati-hatian dalam pembahasan dan penetapan undang-undang atau rancangan undang-undang.


"Kita jadi bertanya-tanya kenapa  di akhir-akhir ini tiba-tiba ada beberapa rancangan undang-undang itu yang mau disahkan, itu memang yang menjadi fokus adalah revisi undang-undang KPK, tetapi kami sudah sampaikan bahwa perubahan atau revisi undang-undang KPK itu. Point yang kita tegaskan harus menguatkan itu sebelum ditetapkan oleh DPR," ujar Corneles Galanjinjinay kepada awak media.

Pada kesempatan yang sama, Prof Muchtar Pakpahan, Tokoh Buruh mengatakan, Saya ini lahir di lingkungan orang Jawa, dimana orang Jawa semakin tinggi derajatnya, semakin tinggi posisinya, paham wayang, tetapi semakin diam-diam saja. Sedangkan orang Tapanuli semakin tinggi derajatnya, semakin tinggi posisinya, semakin bisa dipercaya omongannya. Tahun 1991 banyak senior GMKI yang tidak suka lihat saya.

Terkait dialog di beberapa WA group yang mengatakan ada Taliban di tubuh, kata Muchtar Pakpahan, tidaklah mungkin ada Taliban ditubuh KPK. Karena tiga orang pimpinan KPK adalah orang Kristen.


“Saya bilang dulu tahun 1991 ada sekitar 70% penduduk Papua usia 15 tahun keatas buta huruf, karena itu harus ada spesial treatment dengan mengedukasi masyarakat Papua, agar pendidikan masuk ke pedalaman Papua dan didik mereka supaya jadi guru atau dosen, sehingga penduduk Papua jadi sejahtera, dan anarkis/kerusuhan bisa dikurangi," ujar Pakpahan.

Martin Hutabarat, anggota DPR DPR-RI 2014-2019 mengatakan terkait RUU Kontroversi, kita tinggal menunggu Perpu yang akan dikeluarkan Presiden. Saya yakin Perpu yang akan diterbitkan nantinya dapat mengakomodir kepentingan rakyat sesuai tuntutan mahasiswa. Selain itu, pemerintah perlu berdialog dengan mahasiswa asal Papua untuk mengatasi kerusuhan yang terjadi selama ini, supaya tidak terulang lagi.

"Saya tetap yakin dan percaya kepada Presiden Jokowi yang dinilainya akan membuat keputusan yang terbaik terkait Perpu yang rencananya akan segera dikeluarkannya," tegas  Marthen Napang. (Arianto)

Share:

Saung Pancasila Nusantara Gelar Dialog dengan Tajuk "Merealisasikan Pancasila Memenuhi Janji Konstitusi Negara-Bangsa"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Saung Pancasila Nusantara menggelar Dialog Meja Bundar dengan Tajuk "Merealisasikan Pancasila Memenuhi Janji Konstitusi Negara-Bangsa" pada Sabtu siang, 21 September 2019 bertempat di Ruang Candi Dieng 1-2, Hotel Sahid Jalan Sudirman Kav. 86 Jakarta Pusat. Acara dihadiri sejumlah tokoh antara lain Komjen Pol Dharma Pongrekun, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Prof. Franz Magnis Suseno, agamawan, Bonar Simangunsong, Laksamana Pertama TNI (Purn) , Yudhie Haryono, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto dan Ramana Pamuka Alam, Pendiri Pendiri Saung Pancasila Nusantara.

Ramana Pamuka Alam selaku Pendiri Saung Pancasila Nusantara mengatakan, dalam setiap kalimat Pancasila selalu tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila selalu menyatukan berbagai perbedaan. Pancasila selalu merangkul, saling mengasah dan mengasuh. Tidak perlu ada keraguan karena nilai-nilai kehidupan keseluruhan ada di dalamnya.


Dia menjelaskan, Setelah melihat, meriset dan merasakan berbagai anasir kebangsaan yang belum maksimal dalam berpancasila, maka kami dari komunitas pecinta Pancasila menggelar Dialog Meja Bundar hari ini, dan bersikap dengan penuh tanggung jawab, mendukung penuh pemerintahan Joko Widodo-Makruf Amin untuk menegaskan kembali Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara dan mengkurikulumkan kembali sejarah Sumpah Pemuda, Proklamasi, Pancasila dan UUD-1945 dalam semua sekolah kita.


Selain itu, kata Ramana, kami dari komunitas pecinta Pancasila mendukung semua elemen negara untuk mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara sebagai bentuk negara Pancasila serta mendukung semua warga negara untuk menghidupkan kembali GBHN sebagai kompas kehidupan berbangsa dan bernegara dan mengembalikan kurikukum wawasan nusantara dan sishankamrata sebagai cara pandang berbangsa dan bernegara.

"Kami dari komunitas pecinta Pancasila dengan tegas menyatakan, Menghapus seluruh UU yang melawan Pancasila dan konstitusi kita dan Membubarkan lembaga-lembaga negara yang bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi kita," tutup Ramana. (Arianto)




Share:

Youth Dialogue 2019: Kecerdasan Buatan Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia, Bukan Menggantikannya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kecerdasan buatan hadir dan berkembang untuk membantu meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikan peran manusia sebagai pengambil keputusan sekaligus sumber inovasi. Upaya ini diterjemahkan akselarator GK-Plug and Play Indonesia (GK-PnP) dengan menggandeng Centre for Strategic and International Studies menghadirkan Sophia the Robot.

Sophia, robot berbentuk manusia berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) yang tampil perdana tahun 2016, buah karya Hanson Robotics ini mampu berekspresi, berkomunikasi, hingga bergurau seputar tema tertentu layaknya manusia. Dalam dialog bersama Wesley, Sophia yang sempat mendengar GK-PnP telah mengakselarasi lebih dari 50 perusahaan rintisan berkata, “Tampaknya menarik. Kamu dapat merekrut robot seperti saya untuk bekerja dengan anda.” Dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana AI membantu dunia startup, “AI dapat digunakan dalam berbagai cara, sebagai contohnya AI dapat membantu memprediksi market trends sehingga startup dapat memusatkan perhatian mereka pada hal-hal yang terpenting.”, Jawab Sophia dengan diakhiri senyuman dalam Youth Dialogue di Jakarta. Selasa (17/9)

Dalam forum Youth Dialogue yang merupakan bagian dari CSIS Global Dialogue 2019, yang dihadiri lebih dari 500 kalangan muda berlatar belakang pebisnis pemula, akademisi, politikus serta para mahasiswa dan pelajar. Wesley selaku Managing Partner dari GK-Plug and Play Indonesia mengatakan, Kehadiran Sophia diharapkan menjadi pengingat sekaligus inspirasi, jika kecerdasan buatan tengah berkembang sedemikian pesat, memasuki keseharian manusia. Di satu sisi, selain membantu manusia, memang akan menggantikan beberapa pekerjaan yang masih kita lakukan saat ini. Namun di sisi lain memunculkan pula banyak kesempatan bagi kita untuk mengeksplorasi hal baru dan berinovasi.


Selain itu, Wesley mengingatkan jika inovasi adalah keharusan, dan dapat berlangsung dengan dukungan passion. Perusahaan rintisan hanya akan sukses karena dorongan kuat dalam sosok para pelakunya. Teknologi seperti kecerdasan buatan, adalah alat yang dapat membantu itu semua, bukan mengantikannya. Guna meraih manfaat secara optimal dari kehadiran AI, seluruh pemangku kepentingan mesti merumuskan langkah bersama agar ekosistem yang ideal dari sisi regulasi, sumber daya manusia, pendampingan dan pendanaan terbentuk sedari awal.

Senada dengan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, Indonesia harus bersiap memasuki tahapan dimana hadirnya teknologi baru seperti AI mesti diikuti dengan cara berpikir yang berbeda sehingga masyarakat memperoleh nilai tambah dari sana.

Menurutnya, Kominfo yang sebelumnya regulator, kini banyak berperan selaku fasilitator dan akselarator, mendorong lahirnya startup berbasis teknologi yang berpotensi menarik minat ventures capital, dan di kemudian hari berkembang menjadi unicorn baru.

"GK-PnP telah mengakselarasi lebih dari 15 perusahaan rintisan (startup) berbasis kecerdasan buatan,diantaranya adalah Bahasa.ai – sebuah platform natural language processing – yang mampu merespon langsung pertanyaan pengguna, termasuk penggunaan perbendahaan kata Bahasa Indonesia yang tak baku," tutup Wesley. (Arianto)












Share:

REKAT: Pancasila Sebagai Perekat Bangsa Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Rekonsiliasi Masyarakat (REKAT) untuk kali ketiga mengadakan acara Silaturahmi dan Dialog Tokoh Bangsa bertema Pancasila Perekat Kita: Satu Nusa Satu Bangsa Senin (12/8) pagi bertempat di Ball Room, Sjahid, Jakarta. 

Sebagai panitia S. Amminudin mengatakan bahwa acara ini ditujukan agar bangsa ini tetap dalam rekat persatuan, satu nusa satu bangsa dalam bingkai Pancasila.

Hadir ratusan undangan dari kalangan tokoh purnawiran TNI Polri, ulama, Sipil dan aktivis serta undangan lainnya. Tampak terlihat mantan Wapres RI Tri Sutrisno, Syarwan Hamid, Rachmawati Soekarno Putri, Habib Umar, Ustad Heikal, Dede Yusuf, Gus Solahudin Wahid, Bursah, dan banyak lagi lainnya. 

Hadir sebagai keynote speech  Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu. Menurut Ryamizard bahwa Pancasila bukanlah diciptakan sebagai ideologi lain di dunia ini, tapi digali dan berasal dari leluhur, budaya adat istiadat bukan lahiriah semata  tapi juga batiniah. 

"TNI pasti setia pada Pancasila dan UUD 1945. Itu sesuai dengan sumpah TNI. Kami yakin bahwa bangsa ini tidak akan goyah selagi memang teguh mengamalkan ideologi Pancasila. Sebagai ideologi negara yang digali oleh para pendiri negara ini." Jelas Menhan Ryamizard. 


"Kita ini adalah keajaiban dunia. Dengan bukti bahwa bangsa ini dikaruniai banyak agama, suku bangsa, yang ada harus kita jaga bersama. Di antara lebih dari 620 juta rakyat ASEAN, maka kita adalah bangsa terbesar jumlah penduduknya di ASEAN. 

Lebih lanjut Ryamizard mengatakan bahwa sejak dulu hingga saat ini kita tetap  sebagai bangsa yang solid, cinta perdamaian. Permasalahan diselesaikan dengan musyawarah dan Mufakat.

"Kemerdekaan memiliki nilai kejuangan bangsa  dimulai dari momentum Kebangkitan nasional 1908, kemudian lanjut  bersumpah setia dalam sebuah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Puncaknya adalah kemerdekaan bangsa ini dari belenggu penjajahan 17 Agustus 1945." Lanjut Menhan. 

Anak dan cucu harus mengerti semua perjalanan bangsa ini. 
Nilai perjuangan harus dilestarikan sepanjang masa.

Pancasila sebagai perekat Kita. 
Pancasila adalah kompromi paham nasional, kebangsaan Umat Islam punya hak menjalankan agamanya tanpa diganggu oleh pemeluk agama lain demikian pemeluk agama Islam menjamin kebebasan pemeluk agama lain dalam beribadah.

"Kehidupan Islam harus menjadi nyata dalam menjaga kedamaian. Mengganggu Pancasila berarti memecahkan negara ini. 

Ini negara bangsa yang beragama
Fitrah bersama menjaga Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan Pancasila menjadi perbincangan dunia, di Leiden tokoh Harry Clinton dan Obama membicarakan Pancasila." Lanjut Menhan Ryamizard. 

"Kita sudah selesai bicara ideologi, mari kita perkuat persatuan. Tujuan yang adil dan makmur bahu membahu gotong royong. UUD 45 dan Pancasila merupakan kompromi  yang final anatara kelompok islam." Tutup Menhan. **
Share:

Dialog Kebangsaan dengan Tajuk 'Merajut Kebersamaan Menjaga Persatuan Indonesia'


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Putera Nasional Indonesia Institute menggelar Dialog Kebangsaan dengan Tajuk 'Merajut Kebersamaan Menjaga Persatuan Indonesia' hari Sabtu siang, 3 Agustus 2019 bertempat di Koffee konco Epicentrum Walk Jakarta, dengan Narasumber: DR. H. Ahmad Heryawan, LC, Majelis Syuro PKS, DR. Syaifudin, Pengamat Politik, Wilhelmus Wempy, Direktur Eksekutif Indopolling Network, dan DR. Ade Reza Hariyadi, Sip., M.Si, DPP Persatuan Alumni GMNI, dimoderatori Deinara serta para undangan lainnya.

Pamriadi, Direktur Eksekutif dalam sambutannya, mengajak masyarakat merajut persatuan dan kesatuan, agar riak-riak yang mengancam, segera terajut kembali, tidak berlanjut dan tidak berlarut-larut.


“Kehebatan Indonesia itu berdasarkan Pancasila, ikatan kebangsaannya yang begitu kuat, sehingga bisa mengusir penjajah karena kuat bersatu dalam ikatan kebersamaan. Bagi bangsa Indonesia Pancasila sudah final, NKRI itu harga mati," ujar Pamriadi.

"Marilah kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita dan bersatu kembali membangun bangsa dan negara,” tutup Pamriadi. (Arianto)
Share:

Dialog Kolase Nusantara, Pengamat : Ini Bukan People Power Tapi Elite Power


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Serang - Kolase Nusantara melaksanakan kegiatan Dialog kebangsaan dengan tema pegang teguh pancasila, Dinamika pemilu 2019 takan mampu goyahkan NKRI , kegiatan ini dilaksanakan di rumah makan "S" Risky, Ciceri , Kota Serang.

Kegiatan ini dihadiri oleh tiga orang Narasumber yaitu Nana Subana koordinator Umum Jrdp , Hifdzi ridho sebagai Direktur Ciujung Institute, Rohman Al Bantani Akademisi.

Membahas tentang pasca PEMILU dengan bisingnya  People Power Rohman selaku akademisi mengangkat bicara.

" kita harus berhati-hati dengan apa yang terjadi hari ini tentang kerusuhannya tadi malam hingga saat ini masih tegang di jakarta, boleh jadi itu ulah Hoax karena adanya berita-berita yang tidak benar , saat ini media sosial bisa jadi komponen yang sangat penting untuk menjaga kesatuan dan persatuan " .

Rohman selaku akademisi membahas tentang kerusuhan pasca pemilu semalam dikaitkan dengan banyaknya Hoax yang beredar. 


Baru-baru ini ada istilah people power jangan-jangan itu bukan people power tapi elite power kata Hifdzi ridho sebagai Direktur Ciujung Institute didalam forum diskusi kebangsaan.

iya ikut angkat bicara tentang kebisingan pasca pemilu ini menurut Hifdzi Rakyat dibohongi, ini bukan People power tapi elite power ini adalah satu hal yang harus kita tandai bahwa semakin kita menumbukan pandangan kritis maka kita akan memisahkan diri untuk berpikir dan bersungguh-sungguh untuk tergerak membela bangsa negara tetapi bukan hanya menjadi pion-pion para elite politik ,dari peristiwa hari ini bisa kita simpulkan kita jangan mau dibohongi oleh para elite politik yang nyatanya mereka hanya menjadikan kita sebagai pion-pionnya untuk turun ke jalan tetapi mereka tidak ada saat turun kejalan .

Dengan forum yang sama pun Nana Subana koordinator Umum JRDP Menolak gerakan People Power yang saat ini sedang ramai-ramainya diberitakan.

People power adalah imbas dari proses pemilu yang sedang berlangsung , karena ketidak puasan hasil yang didapat oleh salah satu kelompok politik katakanlah pasangan capres dan pendukungnyalah , dengan dalih gerakan mengepung jakarta melalui gerakan jalanan menggunakan people power, dalam konteks kenegaraan demokrasi, kalo hanya bersuara dan turun kejaran itu sah, tetapi kalo melakukan pengerusakan terhadap kekuasaan yang sah itu makar, tinggal dimaknai saja kalo gerakan people power hanya mengekspresikan ya boleh-boleh saja , tetapi jika gerakan itu merujuk kepada kerusuhan kita sebagai anak bangsa menolak itu,  Kami JRDP Menolak jika gerakan itu mendorong situasi nasional yang tidak stabil. **

-Nana Subana
Koordinator Umum Jrdp
Share:

Bersatu Wujudkan "NTT Bangkit"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Terpilihnya Victor Bungtilu Laiskodat dari Partai Nasional Demokrat dan Drs Josef Nae Soi MM dari Partai Golkar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTT) semenjak dilantik pada 5 September 2018 membawa harapan baru bagi masyarakat NTT menatap masa depan yang lebih berpengharapan.

Melalui Visi "NTT Bangkit" kedua pemimpin ini berusaha mengangkat martabat masyarakat di daerahnya untuk mencapai tingkat sejahtera. "Visi besar Gubernur dan Wakil Gubernur NTT adalah NTT Bangkit. Bangkit dalam banyak aspek, seperti bangkit dari kemiskinan, infrastruktur yang terbatas, normalisasi pemanfaatan potensi. Saat ini, fokus pada pariwisata," tegas Aba Maulaka selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT kepada awak media, usai menjadi nara sumber dalam Forum Merdeka Barat (FMB), hari Rabu, 10 April 2019 di Ruang Auditorium Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 10, Jakarta Pusat, dengan tema "Menuju Indonesia Merdeka Sinyal".

Di bidang komunikasi dan informatika Aba Maulaka menjelaskan, masyarakat NTT terbantu dengan adanya internet. "Dengan ketersediaan jaringan internet, memudahkan masyarakat berkomunikasi dengan anggota keluarga di tempat yang berbeda.

Selain, pelayanan publik di pemerintahan provinsi dan jajaran terkait dapat terbantu. Aspek usaha masyarakat juga, mulai dari marketing/pemasaran juga menjadi terbantu," jelasnya.

Bahkan, lanjut Aba Maulaka, untuk memudahkan seluruh potensi yang ada di NTT, Pimpinan memerintahkan agar dibuat suatu aplikasi. "Bagaimana mengetahui potensi masing-masing daerah; produknya, pemasaran, pengolahan, dan lainnya. Ini harus dapat diketahui secara online.

Disiapkan aplikasi, sehingga potensi peternakan, pertanian, dan hasil ikan dapat diangkat. Investor tertarik untuk ke sana, sehingga membuat dunia usaha UMKM lebih simple dalam mengembangkan usaha. Dengan dukungan IT membuat mata rantai pemasaran menjadi pendek, Keuntungan menjadi lebih besar," tuturnya.

Pemerintah pusat yang dimotori oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat intens menggalakkan potensi di daerah tersebut. Air merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di NTT. Sebab itu, dibangun tujuh bendungan. Upaya pembangunan bendungan untuk mengatasi sulitnya air, termasuk untuk bercocok tanam. Setelah Raknamo di Kabupaten Kupang kemudian selesai Bendungan Rotiklot di Belu (berkapasitas 3,2 juta m3 pada Maret 2018), Bendungan Napun Gete di Sikka (berkapasitas tampung 6,9 juta m3 ditargetkan selesai tahun 2020), Bendungan Temef di Timor Tengah Selatan (kapasitas tampung 56 juta m3 ditargetkan selesai tahun 2022), Manikin (Kabupaten Kupang), Mbay (Nagekeo), dan Kolhua (Kota Kupang). (Arianto)

Share:

Dialog Pesan Kebangsaan Tokoh Masyarakat dan Lintas Agama


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Membangun kesadaran kolektif sesama anak bangsa untuk merawat persatuan kesatuan dan keutuhan bangsa adalah penting dan utama. Narasi dan opini yang membangun optimisme dan cinta tanah air harus digaungkan terus menerus di ruang publik. Bukan sebaliknya, menyebarkan berita sesat maupun horor yang menimbulkan rasa takut serta memupus harapan.

National Character Building Institute (NCBI) menggelar Dialog dan tanya jawab Pesan Kebangsaan Tokoh Masyarakat dan Lintas Agama hari Sabtu, 30 Maret 2019 pukul 08.30 -12.30 wib bertempat di Gedung Dewan Pers (Jakarta Media Center) JI. Kebon Sirih No. 32-34, Gambir, Jakarta dengan sambutan pembukaan oleh Prof. Dr. Hariyono, M. Pd selaku Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),dan para pembicara :
- Wisnu Bawa Tenaya selaku Tokoh Masyarakat Hindu,
- Romo Yustisnus Sulistiadi, Pr selaku Founder Gerakan Cultura Di Vita,
- Juliaman Saragih selaku Ketua Pendiri NCBI,
- Gus Soleh Marzuki selaku Ketua Umum Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (FORKUM),
- Pendeta Darwin Darmawan selaku Gereja Kristen Indonesia, Bogor,
- Dewi Kantil selaku Aktivis/Penganut Agama Sunda Wiwitan dan
- Uung Sendana selaku Pemuka Agama Khonghucu.
Dimoderatori oleh :
- Adi Kurniawan selaku Direktur Ideologi dan Politik NCBI.


Menurut Gus Soleh Marzuki, Ruang-ruang publik tidak boleh dikuasai oleh kelompok-kelompok pembenci, pemecah-belah bangsa dan hoaks. Saling serang mengunakan politik kebencian dan politik identitas semakin menguat menjelang Pemilihan Presiden (PilPres) 17 April 2019, sejatinya menjadi ancaman serius terhadap persatuan kesatuan dan keutuhan bangsa. Seolah-olah persaudaraan sebangsa menjadi sesuatu yang tidak penting. Keadaban tidak lagi menjadi hal penting.


Selain itu, Romo Yustisnus Sulistiadi, Pr menyampaikan bahwa cita-cita luhur kemerdekaan, 17 Agustus 1945, hanyalah sebuah mimpi tanpa persatuan kesatuan bangsa. Pengorbanan jiwa, keringat, air mata dan tetesan darah para pejuang bangsa untuk menuju Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur menjadi sia-sia oleh sebab keserakahan kekuasaan yang hanya berumur 5 (lima) tahun lamanya.

Uung Sendana menambahkan bahwa seluruh anak bangsa untuk terus membangun optimisme bahwa Bangsa lndonesia adalah bangsa yang besar dan akan terus mau menjadi negara yang Jaya dan Adidaya. Karena kita memiliki semua prasyarat untuk menjadi negara besar dan maju."


Mari hentikan politik caci maki, fitnah, kebencian dan kebohongan bernuansa SARA. Mari kita buktikan kepada masyarakat dunia bahwa Indonesia mampu menerapkan demokrasi yang beradab, demokrasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Ujar Wisnu Bawa Tenaya.

Stop caci maki dan fitnah di ruang publik dan mari Kita bergandengan tangan membangun Gerakan Cinta Tanah Air dan Budaya Bangsa. Tutup Darwin Darmawan.(Arianto)
Share:

Young On Top 10 Tahun dengan Tajuk #Menyatukan INDONESIA


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Tanggal 6 April 2019 menandai perjalanan Young On Top yang ke 10 tahun. Selama 1 dekade Young On Top telah menginspirasi jutaan generasi Milenial Indonesia. Di tahun kesepuluh ini, Young On Top sebagai salah satu komunitas anak muda terbesar dan yang paling konsisten menjalankan visinya yaitu: "to create stronger generations of lndonesia" kini tersebar di 24 kota di Indonesia. Young On Top atau yang lebih dikenal dengan YOT, mengambil peran aktif dalam menyatukan Indonesia di antara perbedaan-perbedaan dengan mengusung tema: #MenyatukanINDONESIA.

PT. YOT Inspirasi Nusantara menggelar Konferensi Pers Young On Top sebagai salah satu komunitas anak muda serta programnya sepanjang tahun 2019 hari Jumat, 29 Maret 2019 pukul 14.00 - 16.00 wib bertempat di Plug & Play Indonesia, Generali Tower Gran Rubina Business Park, Lt. 20, Jl. H.R. Rasuna Said,RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Jakarta, dihadiri narasumber Billy Boen selaku Founder & CEO Young On Top dan Riki Sonjaya selaku Direktur Operasional Young On Top.

Billy Boen sebagai founder Young On Top berpesan. "Di tahun poltik ini. saya berharap seluruh anak muda di Indonesia bersatu dan tidak terpecah belah. Selama 10 tahun. Young On Top sudah membuktikan bahwa perbedaan itu indah dengan meyelenggarakan berbagai event dan program yang menyatukan Indonesia, Organisasi Komunitas Young On Top menghormati dan berbagi tanpa melihat perbedaan suku, ras, agama. status sosíal, jenjang pendidikan, kesuksesan karir dan lainnya."

Billy juga menyampaikan bahwa 10 Tahun bukanlah umur yang pendek untuk sebuah brand dan community organization. Bukan perjalanan yang mudah untuk membuat YOT menjadi sebesar hari ini. Banyak perjuangan berat yang mungkin seringkali tidak disadari oleh YoTers yang harus dilewati oleh tim Young On Top pusat.

Di tahun ke 10 ini, Young On Top akan menyelenggarakan acara dan program yang pastinya akan menginspirasi puluhan ribu anak muda secara offline, bahkan jutaan anak muda secara online. Diantaranya Connext Conference yang akan hadir dan menyebarkan inspirasi ke 10 kota di Indonesia diantaranya Bali. Medan, Palembang, Purwokerto, Bandung, Semarang, Samarinda, Surabaya. Pekanbaru dan Pontianak. 

Selain itu. event tahunan terbesar Young On Top. yakni Young On Top National Conference akan diselenggarakan tepat pada hari ulang tahun Young On Top. Acara yang akan diselenggarakan pada Hari Sabtu. 6 April 2019 ini akan mengundang pembicara-pembicara inspiratif, diantaranya Billy Boen selaku Founder YOT. Wishnutama selaku CEO NET Medi. Najwa Shihab selaku Journaist & Founder Narasi.tv, Chelsea Islan selaku Founder Youth of Indonesia, Bani Mulia selaku Managing Director PT. Samudera Indonesia Tbk. Agung Hapsah selaku Content Creator. William & Winston Utomo selaku COO & CEO IDN Media, Budi Sadikin selaku CEO Inalum, Nareend selaku Profesional Photographe dan Wulan Tilaar selaku vice Chairwoman Martha Tilaar Group. Ungkapnya.


Agar dapat mencapai visinya, lanjut Billy, disamping menyelenggarakan berbagai event tersebut secara offline, memasuki dekade kedua ini. Young On Top akan meluncurkan SocialConnext mobile app dengan tagline "Aplikasinya Generasi Muda Inspiratif Indonesia". yang akan menyatukan seluruh anak-anak muda di Indonesia secara digital sehingga mereka bisa mendapatkan lebih dari 10.000 inspirasi positif dalam bentuk video. podcast, maupun artikel, serta tersambung satu sama lain. kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Karena dengan teknologi digital. kita dapat mengoneksikan seluruh anak muda di Indonesia. Sesuai dengan tema Young On Top yang kami usung di tahun kesepuluh yaitu: #MenyatukanINDONESIA. Di dalam mobile app ini, nantinya YoTers dapat berinteraksi (chat) langsung dengan sesama YOTers, diskusi secara langsung dengan para mentor YOT yang dikurasi secara profesional dalam fitur AskMentor dan mendapatkan puluhan ribuan konten inspiratif secara eksklusif, serta banyak penawaran menarik dari Young On Top dan mitra-mitra yang bekerjasama dengan Young On Top. Ujar Billy.

Mau sukses di usia muda? Ayo Jadi bagian dari -YOT 2.0. Jangan lagi ada batasan dalam belajar dan berbagi. Sekarang sudah jamannya terkoneksi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun. Dengan mengusung #MenyatukanINDONESIA. harapan saya untuk YoT dan YOTers satu : Mari Kita bersatu dan Jadikan Indonesia negara maju. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Siapa yang siap utuk menghadapi Revolusi Industri 4.0? Anak-anak muda Indonesia, YoTers" harap Billy Boen lewat akun Twitternya @billyboen.

Young On Top mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh perusahaan/brand berikut yang telah menyatakan dukungannya untuk seluruh inisiatif dan program Young On Top selama tahun 2019, diantaranya Sosro Grup, Optik Seis, GDILab, Top Karir, Bank BRI. HERE Technologies Indonesia, GK-Plug and Play Indonesia dan Twitter Indonesia. Tutup Billy.(Arianto)

Share:

Direktur Maritim Strategic Center Sudah saatnya Banten Memaksimalkan Potensi Maritim


Duta Nusantara Merdeka | Serang - Banten
Dalam acara yang bertajuk Banten Sebagai Poros Maritim Nusantara, yang dihadiri Kolonel Bakamla Salim dan Iskandar Surya sebagai Narasumber. Direktur Maritim Strategic Center mengajak semua elemen di Banten untuk sama sama saling berkolaborasi untuk membangkit kembali kejayaan Maritim di Banten.

Menurut Sutisna yang kini mendirikan Maritim Strategic Center sebagai wadah kebangkitan Maritim,  Banten tumbuh sebagai bandar dagang terkenal di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa. Hal ini menjadi masa keemasan Banten sebagai kota perdagangan yang disinggahi oleh para pedagang hingga pelaut dari seluruh dunia, termasuk kerajaan maritim Nusantara sendiri. 

Banten pada masa lalu, menjadi sebuah daerah dengan tata kota pelabuhan yang sangat ramai. Kejatuhan Malaka atas Portugis pada tahun 1511, membuat para pedagang yang berasal dari Arab, Persia dan Gujarat mengalihkan jalur perdagangan ke Selat Sunda, untuk sekadar singgah di Karangantu, ujar pria yang akrab dipanggil Entiis ini.

Berkahnya, Pelabuhan Karangantu menjadi pusat perdagangan Internasioanal yang banyak disinggahi oleh para pedagang dari Benua Asia,Afrika, dan Eropa. Bahkan seorang Cornelis de Houtman, menyebut Pelabuhan Karangantu sama besar dengan Amsterdam.

Belum lagi berbicara tentang budaya dan pariwisata Banten. Masing-masing wilayah itu memiliki karakteristik sumber daya pariwisata budaya, alam, buatan dan kehidupan masyarakat tradisional (living culture) yang berkembang sebagai destinasi wisata berskala nasional bahkan internasional.

Sebut saja, pesona pantai anyer, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tanjung lesung, wisata bahari pulau umang, taman nasional ujung kulon, wisata religi Banten lama dan keunikan masyarakat tradisional Badui yang berkembang sebagai destinasi wisata.

Oleh karena itu membangkitkan kejayaan Maritim bukan hanya sekedar tugas pemerintah saja. Tapi dibutuhkan sumbangsih pemikiran dan tenaga dari semua pihak. Karena melihat potensi maritim ini sangat besar terhadap kemajuan perekonomian khususnya bagi rakyat Banten. **
Share:

Kantor Staf Presiden Gelar Future Leader’s Talk


Duta Nusantara Merdeka | Medan
Kerjakanlah apa yang kamu sukai, lakukan apa yang kamu yakini benar, maka kamu akan menemukan kebahagiaan yang ‘tak ada mata uang’-nya, yang tak bisa ditukar dengan apapun.

Inspirasi nan filosofis itu tercetus dalam ‘Future Leader’s Talk: Horas Medan’ yang digagas Kantor Staf Presiden bersama anak muda Sumatera Utara di Potret Café, Babura, Medan Baru, hari Jum’at, 22 Maret 2019.

Dialog santai ini menghadirkan tiga narasumber yakni Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Syska Hutagalung, Komika Majelis Lucu Indonesia Reza ‘Coki’ Pardede dan aktivis sosial Togu Simorangkir dimoderatori Agung Hikmat dari Kantor Staf Presiden.

Togu Simorangkir selaku tokoh muda inspiratif Sumatera Utara memutuskan pulang kampung setelah enam belas tahun merantau. Master bidang konservasi primata dari Oxford Brookes University, Inggris ini terpanggil menolong anak-anak yang kesulitan akses belajar dan membaca di Pulau Samosir.

“Sebenarnya alasan saya pulang kampung ke Sumut karena ‘patik palimahon’, menghormati orang tua seperti ajaran agama,” ujar Togu.

Pegiat literasi yang mendirikan kapal belajar untuk tempat membaca bagi anak-anak di sekitar Danau Toba ini menceritakan kisah awal perjuangannya.

“Saya keluar dari organisasi internasional dengan gaji sekitar 20 juta rupiah per bulan lalu membuka usaha jualan air minum. Untungnya dua ribu rupiah per galon, seribu rupiah buat saya, seribunya lagi buat yayasan,” ujar pendiri Yayasan Alusi Taoutoba pada 18 Juni 2009 itu.

Saat ini sudah ada 8 rumah belajar yang ia buat agar anak-anak di sekitar Danau Toba tetap dapat membaca. Untuk menghidupkan rumah belajar itu, Togu dan rekannya Biston Hutahuruk rela berjalan kaki sejauh 305,65 kilometer mengitari Danau Toba dalam rangka mengumpulkan donasi secara independen tanpa bantuan pemerintah.

“Saya bersyukur tersesat di jalan yang benar. Secara finansial memang terjun bebas, tapi saya menemukan happiness yang tidak bisa dinilai,” ungkap peraih anugerah Kick Andy Heroes 2019 ini.

Anak desa dari Silulu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, itu tak menyesal ketika suatu saat membatalkan undangan ‘reuni’ ke Inggris menjadi pembicara sebuah seminar demi mendengar ajakan kepala desa untuk membuat perpustakaan di kampungnya.

Ia lebih memilih pulang dari bekerja di sebuah NGO di Kalimantan dengan uang sendiri. “Padahal kalau berangkat ke Inggris, semuanya diongkosi, dapat uang saku pula. Tapi, jika saat itu tidak memilih pulang kampung, rumah dan kereta bacaan bagi anak-anak di Toba tidak akan pernah ada. Hidup kita harus berguna bagi orang lain,” jelas Togu.


Togu menekankan hanya ada dua kunci menegaskan berbagai pencapaiannya selama ini: komitmen dan konsistensi. “Untuk mengubah hal-hal besar tak harus melakukan hal-hal besar. Jangan berpikir pada angka, tapi kualitas,” kata pria yang pernah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara untuk mendapat bantuan Rp 100 juta funa pengembangan perpustakaan di Samosir itu,

Kerja yang Membahagiakan Diri

Sementara itu, Coki menegaskan, kesuksesan tak bisa dinilai dari materi. “Tunjukkan pada orangtua bahwa apa yang kita lakukan adalah passion yang bisa membuat kita bahagia. Kalau orangtua melihat kita bahagia, pasti mereka akan bahagia, karena pada dasarnya setiap orangtua ingin anaknya bahagia,” jelas penyiar radio yang melejit lewat ajang pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia ini.

Syska Hutagalung dari KSP memaparkan jalan hidupnya sebagai anak muda kampung dari Tarutung. “Saya kerap dirisak karena berasal dari desa. Tapi saya buktikan, ‘Si Tarutung’ ini bisa sukses,” jelas perempuan berlatar belakang pendidikan hukum itu.

Syska memaparkan tugas Kantor Staf Presiden memantau program-program prioritas Presiden Jokowi dapat tepat sampai kepada penerima manfaatnya. “Dalam program sertifikasi tanah dan perhutanan sosial yang jadi ranah kerja saya misalnya, KSP tidak bekerja di balik meja. Kami menelusuri hingga ke pelosok daerah mencari temuan lapangan apakah semuanya sesuai sasaran,” jelas Syska.

Syska menyatakan, bekerja di institusi publik seperti yang dia lakukan benar-benar sebuah ‘pengabdian’. “Pengabdian itu kata dasarnya bukan ‘abdi’ tapi ‘pengap’, kita kerja keras 24 jam dalam 7 hari, layaknya restoran siap saji yang tak pernah berhenti melayani,” seloroh tenaga ahli Kedeputian II Kantor Staf Presiden yang membidangi kajian strategis isu-isu sosial, ekologi, dan budaya strategi.

“Walaupun pekerjaannya nyaris tanpa henti, kita tetap harus nikmati dan berbahagia, karena yang kita perjuangkan adalah keberpihakan untuk masyarakat,” tutup Syska.(Arianto)


Share:

Dialog Publik Wawasan Kebangsaan Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0


Duta Nusantara Merdeka | Medan
“Didiklah anak-anak kalian tidak seperti yang dididikkan kepada kalian sendiri, oleh karena mereka itu, diciptakan untuk generasi zaman yang berbeda dengan generasi zaman kalian.”

Nasehat salah satu sahabat Nabi Muhammad, Ali bin Abi Tholib R.A, itu dikutip Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin dalam Dialog Publik Wawasan Kebangsaan Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0 yang dihelat Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika di Gelanggang Mahasiswa H.M Arsjad Thalib Lubis Universitas Islam Negeri (UINSU) Sumatera Utara, Kamis, 21 Maret 2019.

Ali Ngabalin hadir sebagai narasumber dialog publik bersama Sekjen Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, Rektor UINSU Prof Dr KH Saidurrahman MAg
dan Direktur Informasi dan Komunikasi dan Maritim Kemkominfo Septriana Tangkary.

Pada kesempatan ini, Ali Mochtar Ngabalin menyapa mahasiswa UIN dengan bangga sebagai sesama alumnus UIN.

“Saya lulusan IAIN Alauddin Makassar. Berbangga sekali sekarang jadi tenaga ahli Kantor Staf Presiden, menjadi salah satu juru bicara pemerintah, pasti adik-adik di sini juga bisa,” kata doktor lulusan Program Studi Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta ini memotivisi mahasiswa UINSU.


Ngabalin menjelaskan, sebuah negara yang besar memperhatikan generasi barunya, the young generation-nya, dengan baik.

“Mahasiswa di era 4.0 adalah mereka yang mempersiapkan diri untuk zaman akan datang. Apa yang kita lakukan saat ini tak akan lepas dengan kehidupan kita di masa datang,” papar anggota DPR RI 2004-2009 ini.
Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan lima pesan penting negara pada kampus.

Pertama, konsep negara Indonesia tak boleh terpisahkan dengan kepercayaan kepada Tuhan. Kedua, menekankan intellectual knowledge. Ketiga, perbaiki akhlak. Keempat perbaiki kultur. Kelima, tinggalkan legacy, warisan sebagai anak muda.

“Tak ada orang hebat di masa datang kalau akhlaknya tak benar, suka memfitnah dan sebar hoaks,” ujar politisi kelahiran Fakfak, Papua Barat ini.

Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, saat ini pemerintahan Presiden Jokowi telah membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda Indonesia. Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara pun banyak dicurahkan untuk pengembangan sumber daya manusia generasi muda, seperti menciptakan entrepreneur baru berbasis digital (start-up).


“Jadi, tergantung dirimu, mau berperan atau jadi penonton. Ayo jemput masa depanmu!” tantang Ali Ngabalin.

*Pengembangan Ekonomi Digital*

Dua pembicara lain dari Kementerian Kominfo menitikberatkan pada tantangan bangsa dalam menghadapi industri 4.0.

“Antara lain adanya risiko keamanan teknologi informasi terhadap sistem industri, membutuhkan investasi besar, para pekerja perlu keterampilan yang berbeda, serta kurangnya privacy di zaman modern,” kata Niken Widiastuti.

Niken juga menjelaskan besarnya potensi ekonomi digital kita. “Indonesia diprediksi memiliki nilai ekonomi digital AS$ 130 M di 2020. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan menumbuhkembangkan ekonomi digital di Indonesia melalui berbagai macam inisiatif strategis," ungkapnya.
Perhatian pemerintah pada dunia digital ditunjukkan dengan target 8 juta UMKM Go Digital, sampai penjual di pasar-pasar rakyat dibukakan toko online.

“Selain itu, kita menargetkan 1 juta petani 8 dan Nelayan Go Online,” terangnya. Program petani dan nelayan go online bertujuan memberikan solusi atas permasalahan di sektor pertanian dan perikanan untuk menunjang pengusahaan petani, nelayan serta kinerja sektor pertanian dan perikanan.


Sementara itu, Septriana Tangkary memberi pesan pentingnya menjaga pluralisme bangsa. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa besar, bukan hanya karena jumlah penduduknya lebih dari 262 juta jiwa, memiliki 17 ribu pulau dan karena sumber daya alam melimpah.
“Indonesia negara besar karena kita mampu memanfaatkan kebhinekaan dengan ciri khas budaya dengan kearifan lokal menjadi bangsa yang tangguh dan terus berprestasi,” imbuhnya.

Rektor UINSU Prof Dr KH Saidurrahman MAg menyambut baik digelarnya dialog publik di kampusnya. “UIN Sumut berisi orang-orang cerdas, dengan para mahasiswa yang berproses menjadi orang-orang cerdas. UINSU Juara! Maju, Unggul, Jaya Raya dan Sejahtera!” ujar Saidurrahman.

Rahmat Irianto selaku mahasiswa semester 6 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UINSU berpendapat acara ini sangat bermanfaat. “Karena memberikan bekal bagaimana menghadapi era Industri 4.0 bagi milenial tanpa melupakan nilai-nilai kebangsaan kita,” ujarnya.

Pendapat senada disampaikan Dita Desliani, mahasiswi Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Sains dan Teknologi UINSU. “Acara ini bagus karena sesuai bidang saya. Saya ingin mengembangkan bisnis start-up, sesuai dengan tekad pemerintah memajukan industri digital untuk melahirkan banyak start-up dan unicorn-unicorn baru,” tutupnya.(Arianto)
Share:

Dialog Publik 'Potensi Ekonomi Kreatif untuk Anak Muda Sulawesi Tenggara’


Duta Nusantara Merdeka | Kendari
Pemerintahan Presiden Jokowi memiliki komitmen mengembangkan industri kreatif. Kuncinya ada tiga hal: kreativitas, skill, dan pengembangan sumber daya manusia.

Hal ini ditunjukkan dari besarnya anggaran pendidikan pada APBN 2019 yakni Rp 492 triliun, yang difokuskan untuk pendidikan vokasi serta peningkatan keterampilan bagi pekerja dan pencari kerja.

Penegasan itu disampaikan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo dalam Dialog Publik ‘Potensi Ekonomi Kreatif untuk Anak Muda Sulawesi Tenggara’ yang digelar Kantor Staf Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Universitas Haluoleo di Kendari, hari Rabu, 20 Februari 2019.

Eko menyatakan, pada 10 tahun ke depan Indonesia mendapatkan anugerah ‘bonus demografi’, sebuah kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif sangat mendominasi dari seluruh angkatan kerja kita.

“Bonus demografi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan jika mereka memiliki skill dan teknologi tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan revolusi industri 4.0,” paparnya.

Eko memaparkan, Jokowi merupakan seorang pemimpin visioner yang mempersiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan lapangan kerja dan permintaan industri ke depan.

“Saat masih di Solo 12 tahun lalu, awalnya kami kaget karena sebagai walikota, Pak Jokowi mempersiapkan pendidikan untuk pekerja-pekerja di laut lepas pantai yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan Pertamina maupun perusahaan perminyakan lain. Faktanya kemudian, strategi vokasi itu sangat bermanfaat,” kenangnya.

Eko Sulistyo menanamkan sikap optimistis bagi anak muda yang baru memulai embrio usaha rintisan atau start-up.

“Teruslah berjuang menjadi entrepreneur dan technopreneur. Manfaat fasilitas yang diberikan pemerintah, di antaranya melalui Bekraf,” ungkapnya.

Diuraikan Eko, beberapa perusahaan rintisan yang kini meraksasa awalnya mengawali perjuangan dengan bantuan pemerintah. “Bulapak yang kini sudah jadi unicorn dengan valuasi di atas 1 miliar Dolar AS itu bisa berkembang seperti sekarang karena mendapat dukungan dari Kementerian Kominfo dan lain-lain,” ungkapnya.


Menurut Eko, pemerintah pemerintah punya perananan untuk menumbuhkembangkan dan memfasilitasi setiap usaha kreatif dari anak muda Indonesia. Para calon wirausaha di industri kreatif bun bisa bekerja dengan nyaman di mana saja.

“Yang penting ada jaringan internet. Seperti disampaikan Presiden Jokowi dalam debat capres kemarin, tak lama lagi 100 persen seluruh wilayah Indonesia terkoneksi internet. Proyek Palapa Ring menyambungkan backbone dengan broadband berkecepatan tinggi,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Haluoleo (UHO) Muhammad Zamrun memberikan apresiasi atas digelarnya dialog publik di kampus yang berdiri sejak 19 Agustus 1981 itu.

“Ekonomi kreatif jadi tantangan bagi hampir 50 ribu mahasiswa UHO. Kami harap mahasiswa tidak hanya beriorientasi menjadi pegawai negeri, tapi bisa memanfaatkan kearifan lokal dan menjadi wirausahawan baru di era Revolusi Industri 4.0,” paparmya.

Kembangkan Potensi Lokal

Direktur Komunikasi dan Informasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo Septriana Tangkary menekankan, potensi ekonomi kreatif untuk anak muda Sulawesi Tenggara sangat tinggi.

“Setiap daerah memilki ciri khas dan karakteristik masing-masing. Inilah kelebihan Indonesia yang tidak ada di negara-negara lain. Bhinneka Tunggal Ika dan gotong royong,” ujarnya.

Septriana menggarisbawahi agar anak-anak muda di Sultra jangan malu mengaku sebagai anak petani atau nelayan.

“Di era online, petani dan nelayan pun go online, Dengan menggunakan teknologi dari hulu ke hilir, saat ini pendapatan petani dan nelayan bisa mencapai puluhan juta per bulan,” paparnya.

Di sinilah Septriana menekankan pentingnya inovasi dari para mahasiswa. “Percuma kita memiliki internet of things tanpa ada inovasi dari anak-anak muda. Kreativitas akan mendorong inovasi, sehingga memberikan nilai tambah pada produk kreatif kita,” jelasnya.

Septriana menerangkan, Kementerian Kominfo mencanangkan ‘Gerakan Nasional 1000 Start Up’, untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di Tahun 2020 dengan menciptakan tech-startup yang dapat menjadi solusi dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga memberikan dampak positif di Indonesia.

“Saat ini sudah ada 314 perusahaan rintisan baru yang lahir melalui program ini. Ditargetkan akan tercipta 1.000 startup dengan total valuasi USD 10 Miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari meyakini Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi kreatif dunia pada 2030.

“Kami memiliki banyak program untuk mewujudkan itu. Di antaranya Bekraf menyiapkan Rp 89 miliar dana bantuan pemerintah untuk memfasilitasi ruang kreatif dan teknologi informasi komunikasi melalui mekanisme seleksi proposal dana. Ada juga Rp 9 miliar bantuan permodalan non perbankan,” urainya.

Hari menjelaskan berbagai subsektor ekonomi kreatif yang difasilitasi Bekraf, antara lain aplikasi dan pengembang permainan, arsitektur, desain komunikasi visual, kuliner, kriya, musik, penerbitan, periklanan, film, animasi, dan juga seni pertunjukan.

“Film ‘Keluarga Cemara’ adalah contoh sukses Bekraf mempertemukan pekerja kreatif film dengan industri,” terangnya.

Hari menyarankan agar anak muda Sulawesi Tenggara membuat produk-produk digital yang mengangkat kearifan lokal.

“Ciptakan produk ekonomi kreatif yang belum pernah ada di muka bumi ini. Bawalah kekayaan dan kearifan lokal ekonomi kreatif kita ke dunia luar. Karena masa depan ekonomi kreatif, termasuk di Sultra, sangatlah besar,” ungkapnya dengan menyebut contoh Raim Laode, seorang komika atau pelawak tunggal asal Wakatobi yang kini berkibar di pentas nasional.

Kepala Biro Kerjasama Komunikasi Publik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Harmin Ramba menekankan, potensi ekonomi kreatif untuk anak muda Sultra sangatlah besar.

“Dari 17 ribu pulau di Indonesia, 661 pulau di antaranya ada di Sultra. Sebagian dari pulau itu belum punya nama. Kalau kita kreatif, kita bisa kasih nama pulau-pulau itu,” selorohnya.

Harmin menyatakan, 2,6 juta penduduk Sultra seharusnya tidak lagi mengandalkan sektor pertambangan. “Terbukti, kita tidak memiliki fundamental ekonomi kuat di sektor tambang. Ekonomi kreatif ini sektor baru yang menjanjikan harapan,” tandasnya.

Harmin menekankan, era pemerintahan Gubernur Ali Mazi menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan. Termasuk di antaranya dengan memanfaatkan banyaknya kalender pariwisata di Sultra, seperti Festival Budaya Tua Buton Bau Bau, Festival Pulau Tomia, Festival Tukang Besi, Festival Barata Kaledupa dan Wakatobi Wave.

Abdul Jalil Saban Hidayat, mahasiswa Fakultas Kesehatan Lingkungan UHO asal Kabupaten Muna merasa dialog publik ini sangat bermanfaat.

“Saya terpanggil untuk berinovasi dan mengembangkan wisata berbasis Dana Desa seperti Puncak Masalili di kampung saya,” kata mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi itu.

Adapun Monika Alfiani, mahasiswi Jurusan Administrasi Publik FISIP UHO dari Wakatobi mengaku event ini sangat memotivasi anak muda yang masih perlu diasah mental dan kepemimpnan nya dalam menghadapi menghadapi Revolusi Industri 4.0.

“Harus diakui mental generasi muda seperti kami belum kuat. Kami kerap ragu melangkah untuk bisa mengembangkan kreativitas. Acara seperti ini sangat membantu mengarahkan dan memotivasi kami,” ungkapnya.

Diskusi publik menjadi semakin berwarna kala Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo menutup acara dengan menyanyikan dua lagu Bon Jovi, ‘Thank You for Loving Me’ dan ‘Bed of Roses’.

                                                                    Reporter : Arianto
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini