Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan seminar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan seminar. Tampilkan semua postingan

Prof.Dr.Suparto : Adanya Penambangan Liar Bukti Macetnya Sistem Pemerintahan


Duta Nusantara Merdeka |Jawa Timur
Maraknya Penambangan liar yang ada di Indonesia, merupakan bukti macetnya sistem pemerintahan.

Penilaian ini disampaikan oleh Pakar Lingkungan Prof.Dr.Suparto Wijoyo,SH,MH, ketika menjadi narasumber Diskusi Publik Nasional (DPN) Seri 6, dengan mengangkat tema Penambangan Liar Merusak Lingkungan dan Merugikan Negara yang di gelar Sekolah Wartawan MZK Institute (7/6).

Suparto menjelaskan jika sistem pemerintahan berjalan dengan baik, tentu tidak ada penambangan liar, "karena semua mekanisme berjalan sesuai tupoksi masing-masing mulai dari pusat, provinsi dan daerah, yang menangani perijinan, pengawasan sampai pada aparat yang berwenang yang menindak harus bersinergi, untuk memberantas penambangan liar,'' ujar Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya ini.



KEJAHATAN

Masih menurut Suparto, pria yang suka bicara sesuai data dan fakta ini kembali menegaskan bahwa penambangan liar jelas merupakan kejahatan "Wong jelas penambangan tanpa ijin ya melanggar hukum dan merupakan kejahatan kok dibiarkan tanpa ditindak, yang legal saja juga bisa salah atau liar bila tidak melakukan kegiatan pasca tambang, reklamasi," ujarnya.

DPN Seri 6 yang berlangsung pukul 19.00-22.00 menggunakan aplikasi zoom di ikuti 24 Provinsi dan 100 peserta dari unsur perusahaan tambang, inspektur tambang, media dan umum.

24 Provinsi diantaranya Sulut, Jabar, Jatim, Bengkulu, DKI Jakarta, Sulsel, Maluku, Jateng, Jambi, Kaltim, Sumsel, Riau, Sulbar, Sulteng, Banten, Kalbar, Yogyakarta, NTB, Sultra, Sumbar, Sumut, Babel, Maluku Utara, Lampung.

Selain Suparto Pembicara lain sebagai narasumber ada Eko Purnomo ST selaku Manager Mining She dan Reclamation Semen Indonesia di Tuban.

Ir.Supoyo praktisi tambang yang pernah menjabat di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur, Ahmad Syaifudin Ketua Forkompeta (Forum Komunitas dan Pemerhati Tambang) Jawa Timur.

Moderator DPN Seri 6, Agung Santoso, mengungkapkan hasil diskusi publik di tindak lanjuti dengan memberikan rekomendasi kepada Presiden Republik Indonesia, Ir.Joko Widodo dengan tembusan Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, Menkeu, Kapolri, Panglima TNI, KPK. **
Share:

Wanita Sebagai Katalisator Perubahan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pada tanggal 22 Desember 2020, bangsa Indonesia memperingati Hari Ibu. Bila melihat sejarahnya, berawal dari pergerakan wanita Indonesia yang mengadakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Pada masa itu, para wanita dari 30 organisasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia membahas upaya-upaya untuk memperjuangkan hak perempuan.

Terkait hal diatas, GCM Group melalui platform barunya, Wanita.Network, akan menggelar LEAP VIRTUAL SUMMIT 2020. Dengan mengusung tema The Catalyst for Women to Change, LEAP SUMMIT 2020 diselenggarakan dari tanggal 17-22 Desember 2020 yang akan berlangsung secara virtual melalui www.leapvirtualsummit.com.

LEAP merupakan akronim dari Leading, Elevating, Aspiring, dan emPowering yang merujuk pada perkembangan peran wanita sejak dulu hingga masa kini.

LEAP VIRTUAL SUMMIT 2020 dipersembahkan untuk para wanita Indonesia dengan segala ragam latar belakang dan status lainnya, mulai dari yang berperan sebagai ibu rumah tangga, pengusaha, profesional, pendidik, konsultan, pegiat komunitas, fashion enthusiast, dan lain sebagainya.

LEAP VIRTUAL SUMMIT 2020 juga sebagai ajang selebrasi pencapaian wanita sekaligus terus membangkitkan semangat sisterhood terutama setelah disrupsi besar akibat pandemi Covid-19 yang membuat kita beradaptasi dengan pola hidup baru.

Svida Alisjahbana, CEO GCM Group mengungkapkan, Secara kasat mata, kita bisa melihat bahwa kesadaran dan keinginan untuk mandiri, baik secara  ekonomi  maupun pengembangan  pribadinya,  sudah  dimiliki  sebagian  besar  kaum wanita.

"Di event LEAP Virtual Summit 2020, terbuka lebar kesempatan untuk berdialog satu sama lain, berbagi informasi dan pengalaman, serta saling memberdayakan dalam semangat untuk maju bersama," kata CEO GCM Group dalam keterangan tertulis kepada media. Selasa (15/12)

LEAP VIRTUAL SUMMIT 2020 mempersembahkan berbagai program dan aktivitas, yakni diskusi panel, masterclass, dan live di media sosial yang menjadi sarana untuk transfer pengetahuan dan pengalaman kepada para wanita Indonesia.

Program-program tersebut tidak hanya  mengangkat  topik   yang   sedang   viral,  tapi  juga  relevan  dan  inspiratif   dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya.

Para narasumber yang akan berbagi informasi dan pengalaman di LEAP VIRTUAL SUMMIT 2020 di antaranya adalah Wakil Ketua MPR RI Rerie L. Moerdijat, Founder She Loves Tech Virginia Tan, Dekranasda DKI Fery Farhati Baswedan, politisi senior Eva K. Sundari, Asha Smara Darra dari Oscar Lawalata Culture, Ketua TP-PKK Bitung Khouni Lomban Rawung, Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi, Executive Director Yayasan Jurnal Perempuan Atnike Sigiro, dan sederet wanita hebat lainnya.

“LEAP Virtual Summit 2020 sepenuhnya dilaksanakan secara virtual sehingga memudahkan terjadinya dialog antara 75 lebih narasumber yang bukan hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari Kota Bitung-Sulawesi Utara, Ubud-Bali, London, Sydney, Beijing dan Singapura. Kami berharap, LEAP VIRTUAL SUMMIT 2020 sebagai sarana bagi wanita Indonesia untuk bisa menjadi katalisator perubahan yang lebih baik,” jelas Svida Alisjahbana.

Disaat yang sama, Glenn Ranti selaku Head of Marketing Communications Permata Bank mengatakan, Dukungan penuh Permata Bank kepada Leap Virtual Summit ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengembangkan ekosistem yang  diharapkan  dapat  mendorong  peningkatan  kualitas  perekonomian  melalui  pentingnya peran wanita di era saat ini.

Disisi lain, kata Ranti, Wanita menjadi fundamental, tidak bisa dipungkiri bahwa wanita dalam kesehariannya memiliki banyak peran yang harus dijalani. Perkembangan yang ada membuat wanita harus bisa dengan cepat belajar dan beradaptasi agar bisa tetap relevan dalam menjalani beragam peran dalam keharian.

LEAP Virtual Summit 2020 juga mendapat dukungan dari lembaga pemerintah yang diwakili oleh Kantor Staf Presiden dan Kementerian Koperasi dan UKM.  Sejumlah brand ternama pun turut mendukung, yakni Pigeon, Toyota, PT Hartadinata Abadi Tbk, GoWork, McDonalds, Country Choice, Sosro by Rekso, Claris, Post-It, Suwe Ora Jamu, Ultima, Taman Impian Jaya Ancol, Edavos, dan Laci Asmara.

"Selain itu, LEAP Virtual Summit 2020 juga berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan, Ernst & Young Indonesia, McKinsey & Company, AVPN, Egon Zehnder, Endeavor, IWAPI, PKK Bitung, Fatayat NU, PERHUMAS, Yayasan Jurnal Perempuan, dan masih banyak lagi," pungkasnya. (Arianto)




Share:

KAUM Gelar Talk Show Plus Minus Pasal Karet UU ITE


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Kors Advokat Alumni UMSU (KAUM) gelar Talk Show dengan thema: Plus Minus Pasal Karet UU ITE bersama Ahli Pidana dari Jakarta, Dr. Abdul Chair Ramadhan, SH MH. Kegiatan dilaksanakan sejak pukul 10.00-12.00 wib bertempat di Sobate Cafe Jl. Ringroad Medan pada Minggu, 8/11/ 2020.

Mahmud Irsad Lubis, Ketua KAUM dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Dr Abdul Chair beserta istri di Medan. 

Saya sangat senang dan bahagia Bapak dan ibu bisa berhadir ke Medan dalam kegiatan Talk Show KAUM sekaligus kesediaan menjadi Ahli pada sidang Prapid Ketua KAMI Medan yang telah terjadual hari senin, di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Rekan-rekan pengacara KAUM mari kita maksimalkan dan kita ikuti Talk Show ini dengat hitmat, paling tidak acara ini akan menambah hasanah pengetahuan kita, khususnya seputar Pasal karet UU ITE, tutup Irsad.

Kegiatan Talk Show di mulai dengan serimonial pembukan oleh Saiful Amri dan Doa oleh Bambang Santoso, Sekjen KAUM. Selanjutnya, Talk Dhow dipandu oleh Eka Putra Zakran, dengan dua sesi. Sesi pertama pemaparan dari narasumber dan sesi kedua tanya jawab dari peserta atau audien.

Ada 3 penanya dalam kesempatan itu antara lain: Yusri Fakri, Kadiv Litigasi KAUM, Bunda Gendis, Saksi Fakta sidamg Prapid Ketua Kami Medan dan Mursida Lubis, Srikandi KAUM.


Dr. Abdul Chair Ramadhan dalam paparannya menyampaikan bahwa sebenar UU ITE No. 11/2008 yang telah diubah menjadi UU No. 19/2016 bukan pasal karet tapi menurutnya adalah Pasal Sang Besi, yang mana tujuan dasar UU ini adalah untuk transaksi elektronik, bukan untuk menjerat rakyat dalam bentuk hasutan ataupun sara.

Menurut Eka Putra zakran, akrab disapa Epza, Kadiv Infokom KAUM menyebutkan kehadiran Dr. Abdul Char Ramadahan kali di Medan, selain untuk mengisi acara Talk Show, juga sebagai saksi ahli dari pihak kuasa pemohon yang akan dimintai keterangannya pada sidang Prapid Ketua Kami Medan hari senin, 9 November 2020 di PN Medan.

"Beliau, Ustd Chair panggilan akrab kita jemput tadi beserta ibu via bandara Kuala Namu sekitar pukul 07.15 wib tadi pagi. Ustad Chair ini selain sering tampil sebagainnarasumber di ILC tv one, juga merupakan saksi ahli MUI pusat dalam Kasus Penistaan Agama oleh Ahok dan Saksi Ahli pada Kasus Buni Yani, ujar Epza.

Kehadiran beliau ke Medan yaitu dalam rangka mengisi Talk Show dan sebagai Saksi Ahli di PN Medan. Sengaja kita datangkan Ahli Pidana dari Jakarta, biar bebas dari intervensi dan inilah bentuk komitmen KAUM dalam perkara Ketua KAMI Sdr. Khairi Amri, yang menurutbkajian kita beliau memang tidak bersalah, pungkas Epza.

Marilah kita berdoa bersama, mudah-mudah Prapid Ketua KAMI Medan ini bisa dikabulkan oleh hakim Syafril P. Batubara yang memimpin persidangan ini, tutup Epza.

Sebelum menutup acara Talk Show, Epza memanggil ghiroh atau semangat perjuangan pengacara KAUM dengan yel-yel perjuangan dan kebesaran KAUM yaitu dengan meneriakkan KAUM dua kali dan dijawab Solid Jaya oleh anggotavdan peserta dua kali. **
Share:

Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2020 Berakhir dengan Sukses


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
EU Climate Diplomasi Week atau Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa di Indonesia, yang diselenggarakan dari tanggal 24 Oktober hingga 6 November, ditutup dengan mencatat lebih dari 50.000 peserta yang menghadiri 35 aktivitas tentang perubahan iklim.

Dengan slogan “Act Today for Our Tomorrow” atau “Beraksi Hari Ini untuk Masa Depan Kita” dengan lima tema utama: hutan, laut, produksi dan konsumsi berkelanjutan, ekonomi hijau dan aksi iklim perkotaan.

“Tahun ini, kami berkolaborasi dengan 161 mitra. Ini membuktikan bahwa perubahan iklim adalah isu kritis dan kita perlu untuk beraksi hari ini demi masa depan kita,” kata Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (07/11)

Alhasil, kata Vincent, ke-27 Negara Anggota Uni Eropa memiliki banyak sekali pengetahuan yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam memerangi perubahan iklim. Upaya memerangi perubahan iklim dan pandemi adalah prioritas utama kami untuk beberapa dekade mendatang.

Selama 14 hari terakhir, lanjutnya, Pekan Diplomasi Iklim dipenuhi dengan diskusi dengan para pakar, pembuat kebijakan dan para aktivis lingkungan yang membahas topik-topik menarik seperti konservasi hutan, penanggulangan pencemaran laut, gaya hidup berkelanjutan, pekerjaan ramah lingkungan dan efisiensi energi.

"Tidak satu pun dari kita dapat melakukan ini sendirian, kita semua harus memainkan peran untuk melawan perubahan iklim,” kata Vincent  pada upacara penutupan.



Share:

Dr Yusa Djuyandi: Perlu Kontrol Demokrasi dalam Pelibatan TNI dan Militer dalam Penanganan Terorisme


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Pro kontra pelibatan TNI dalam kontraterorisme tidak akan dapat dituntaskan melalui sebuah perpres, ketika Pasal 43 UU5/2018 menyebutkan bahwa pelibatan TNI dalam kontraterorisme diatur melalui sebuah perpres, sehingga menempatkan operasi TNI yang bersifat militer dalam kerangka pidana.

Dr Yusa Djuyandi, Peneliti Bidang Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam zoom meeting menyampaikan, perlu adanya kontrol demokrasi dalam pelibatan TNI dan militer dalam penanganan terorisme.

"Sebab kontrol demokrasi sangat diperlukan, supaya negara atau pemerintah dalam keterlibatan penanganan teroris tidak didasari muatan politis dan muatan emosional," kata Yusa dalam webinar Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme di Bandung. Sabtu (07/11)

Sehingga, lanjut dia, pemerintah tidak mudah memberikan cap, stempel, dan label teroris.

Selain itu, pelibatan militer dalam penanganan teroris diperbolehkan, karena merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Akan tetapi, lanjut Yusa, pelaksanaan sendiri tidak boleh dilepaskan dari prinsip seperti objektivitas dan legitimasi.

Tak Hanya itu, tegas Yusa, pelibatan militer dalam strategi anti terorisme adalah rencana pemerintah untuk menggunakan instrumen kekuatan nasional dalam menetralisir teroris organisasi dan jaringannya agar tidak dapat menggunakan kekerasan dan menanamkan rasa takut.

Jika sudah mengganggu keamanan negara, kata Yusa, militer bisa dilibatkan, tapi dengan menggunakan kontrol demokratis, akan tetapi jika kelompok itu kemudian menggunakan kekerasan dan menanamkan rasa takut, militer bisa dilibatkan.

Disaat yang sama, Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI (Bais TNI) Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto menjelaskan, UU34/2004 sudah sangat jelas mewajibkan setiap operasi militer selain perang, termasuk operasi militer kontraterorisme, hanya dapat dilaksanakan dengan keputusan politik berupa otorisasi dari presiden dengan persetujuan DPR.

Selain itu, sambungnya, Otorisasi tersebut bersifat spesifik dan insidentil sehingga setiap operasi berbeda harus mendapatkan otorisasi tersendiri dengan batasan waktu yang jelas.

Sebaliknya, tutur Ponto, perpres pelibatan TNI dalam kontraterorisme yang merupakan turunan UU5/2018 akan memberikan payung hukum untuk TNI melakukan  kontraterorisme tanpa harus mendapatkan otorisasi khusus untuk setiap operasi yang dilaksanakan dan tanpa batasan waktu yang jelas.

"Kesimpulannya, untuk mengatur TNI cukup dengan UU 34/2004 saja, karena jika diatur dalam UU5/2018 malah akan bermasalah, dikarenakan rezim hukum yang berbeda antara hukum humaniter dan hukum pidana. Lebih baik dilakukan revisi terhadap UU5/2018 terutama pasal 43 i," ucapnya. (Arianto)



Share:

Denia Isetianti: Raup Cuan Sekaligus Rawat Lingkungan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Di tengah merebaknya krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19, kita masih dihadapkan pada hal lain yang tak kalah serius yaitu krisis lingkungan. Krisis tersebut, kata Tiza Mafira, Associate Director Climate Policy Initiative, berasal dari gaya hidup yang sudah lama kita jalani, salah satunya ketergantungan terhadap batu bara dan minyak bumi. 

"Kita harus menciptakan pekerjaan masa depan – green jobs, dan mendekarbonisasi ekonomi kita, dengan membentuk ekonomi yang berdaya tahan," ujar Tiza dalam Talk show Green Jobs: The Job Opportunity for Indonesian Youth Cleaner Indonesia, yang digelar Coaction pada Selasa (3/11) dalam rangkaian Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa.

Menurut Tiza, generasi milenial memiliki peran besar agar konsep green jobs alias pekerjaan-pekerjaan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, namun tidak membuat habisnya sumber daya alam, bisa populer. Bonus demograsi bisa menjadi faktor penentu di masa depan untuk membuat gaya hidup tersebut kian masif.

Pemikiran itu juga yang mendorong Daily Chaerul Saffar dengan menciptakan Biops Agrotekno, perusahaan rintisan di bidang pertanian yang mengusung semangat keberlanjutan dan memerhatikan kelestarian lingkungan. Lewat Biops Agrotekno, Daily mendekatkan para petani dengan teknologi ramah lingkungan, yakni Encomotion.

"Keunggulannya, kami bisa menhitung jumlah air yang dibutuhkan tanaman berapa banyak. Encomotion dapat meningkatkan 40 persen produksi dan sekaligus mengurangi penggunaan  air hingga 40 persen," ujar Daily.

Sementara itu, Denia Isetianti berkontribusi lewat platfom sosial media cleanomic untuk berkampanye soal berbagai upaya untuk memperkuat kontribusi milenial dalam menjaga kelestarian alam seperti sosialisasi zero waste. Mereka juga punya program Cuan Lestari Talks yang membahas berbagai hal, mulai dari green business, green technology, green creators, hingga green investment.

"Dengan hashtag cuan lestari, kita belajar bagaimana caranya mencari cuan tanpa merusak lingkungan dan mengajak teman-teman memulai gaya hidup peduli lingkungan," tutup Denia. (Arianto)



Share:

Webinar Pengembangan UMKM & Penciptaan Lapangan Kerja Bersama Bobby Nasution


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh mantan sekretaris daerah provinsi sumatera utara, R E Nainggolan selaku pemimpin umum jurnal pemerintahan,
Turut serta Ketua Asosiasi UMKM sumatera utara Ujiana sianturi, Sohibul anshor Siregar selaku pemerhati ekonomi
Beserta calon walikota Medan Muhammad Bobby afif nasution.

Webinar ini diselenggarakan pada senin, 02/11/2020,pukul 09:30 s/d 12:00wib dengan tema "Pengembangan UMKM & Penciptaan lapangan kerja" melalui via zoom.

Acara ini diikuti 850 orang termasuk salah satu pelaku usaha di bidang perkopian Identitas kopi beserta dari rekan rekan mahasiswa.

Usaha mikro kecil menengah(UMKM) merupakan salah satu usaha produktif milik perseorangan,UMKM sendiri selalu dikaitkan sebagi sektor yang mempunyai peranan penting dalam pembangunan perekonomian yang ada di kota medan.

Dalam hal ini calon walikota medan Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa umkm harus berjalan secara sinkron dalam menciptakan perekonomian di suatu wilayah khususnya kota medan."Untuk tercapainya kesuksesan tersebut harus dilakukan secara serius baik dari tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Beliau juga berjanji akan memotifasi masyarakat serta para pelaku umkm yang ada di kota medan.

Dan untuk kedepannya akan berupaya mendukung setiap para pelaku umkm yang memiliki produk akan membantu mempromosikan setiap produk yang dimiliki oleh para pelaku usaha baik antar provinsi maupun mancanegara.

Disisi lain andri ramadhan salah pelaku usaha perkopian dari identitas kopi sekaligus peserta yang mengikuti acara webinar tersebut mengapresiasi positif dengan kegiatan webinar umkm ini."UMKM adalah pilar penting dalam roda perekonomian bangsa patut mendapat perhatian lebih dari pemerintah kota medan kedepan".

Selain itu pemerintah juga bisa mensuport permodalan untuk pengembangan sumber daya manusia,yaitu para pelaku usaha umkm itu sendiri.

Andri ramadhan juga berharap kepada pemerintah kota medan bisa berperan aktif untuk membuka akses pasar bagi para pelaku usaha umkm yang lebih luas dengan dinamika perkembangan pasar digital saat ini. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Saras Dewi: Ekonomi yang Berorientasi Ekologi Untuk Masa Depan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perubahan iklim telah mendorong masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia untuk mencari gagasan sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang nihil perusakan lingkungan, atau ekonomi yang tidak mengabaikan sisi ekologi. 

Saras Dewi, Dosen dan Pemerhati Ligkungan memandang perlu dilakukannya perombakan dari berbagai lini bahwa ekonomi mesti berorientasi pada ekonomi kehidupan, peduli lingkungan dan 
keberlanjutan. 

"Perombakan mulai dari kebijakan publik yang punya orientasi pada lingkungan hidup, partisipasi swasta, pada sisi komunitas kita melihat perlunya satu kesadaran penting. Termasuk juga peran dari akademisi yang melakukan riset dan penelitian masyarakat," ujarnya pada webinar Masa Depan Alam untuk Ketahanan Ekonomi Indonesia pada Senin (02/11) dalam rangkaian Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa. 

Senada, Aleta Baun, seorang Pejuang Lingkungan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan kerusakan lingkungan telah membawa dampak terhadap perekonomian, kaum perempuan menurutnya yang paling merasakannya. 

Selain itu, lanjutnya, Akibat pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam yang serampangan kerusakan alam membuat kaum perempuan di Masyarakat di Desa Tiga Batu Tungku, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka. 

"Kita boleh membangun negara, membangun kampung. Tetapi kita juga harus melihat bagaimana pembangunan tidak boleh merugikan banyak rakyat. Air tidak boleh hilang, hutan tidak boleh habis, tanah tidak boleh hilang, batu tidak boleh habis. Karena itu merupakan kekuatan masyarakat," katanya. 

Sementara itu, EwasteRJ. Rafa Jafar, Pemuda dan Founder Komunitas EwasteRJ startup yang bergerak dalam penanganan limbah elektronik mengatakan pihaknya kini ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya limbah elektronik yang tiap tahun terus meningkat, sementara pengelolaan limbahnya banyak yang salah dikelola. 

"Kita menampung limbah elektronik dari masyarakat agar bisa dikelola secara baik dan benar agar tak mencemari lingkungan," ucapnya. (Arianto)




Share:

Perubahan Iklim Dimulai Dari Dapur dan Meja Makan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Air, energi dan pangan merupakan tiga unsur penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Dibutuhkan sinkronisasi antar pihak sebagai landasan yang kuat untuk melakukan aksi bersama. Dan semua itu berawal dari peran tiap individu yang dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim. 
 
Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Indonesia mengatakan menahan laju perubahan iklim bisa dimulai dari dapur dan meja makan yakni dengan climate smart eating.

"Kita harus menyadari jejak karbon pada makanan kita. Kemudian memikirkan dari mana masalah bahan- bahan yang kita gunakan dan sumber daya untuk memproduksinya," kata Amanda saat webinar Pekan Diplomasi Iklim bertajuk "Air - energi – pangan : Mitigasi Iklim dan adaptasi" di zoom meeting. Minggu (01/11) 

Upaya tersebut, katanya, dapat mengurangi 97 persen biaya kesehatan dan 41 hingga 47 persen biaya sosial terkait emisi karbon pada tahun 2030.

Dalam kesempatan yang sama, Jeff O’Mahony, Food & Climate Shaper di Spanyol menyebutkan, mengetahui asal makanan menumbuhkan kesadaran untuk tak merusak alam. 

Selain itu, tegasnya, konsumsi makanan hasil dari petani lokal juga ikut mendukung kesejahteraan petani. 

"Kita perlu mengubah kebiasaan lama ke kebiasaan baru dengan pola makan yang baik itu akan memberi manfaat baik," katanya.

Sementara itu, Suzy Hutomo, Executive Chairwoman of The Body Shop Indonesia mengatakan salah satu kunci mengatasi perubahan iklim yakni dengan mengubah gaya hidup menjadi rendah karbon.

Lebih lanjut, tuturnya, Yang telah diterapkannya yakni dengan konsep green house di kediaman maupun kantornya, pengelolaan sampah rumah tangga dan juga menanam sendiri bahan-bahan makanan yang akan dikonsumsi, seperti sayur-sayuran dan juga buah-buahan. 

“Dengan begitu, Kita lebih banyak mengkonsumsi makanan dari kebun sendiri, hasil dari komposting sendiri,” ucapnya. (Arianto)


Share:

Academics TV Dan CID UIN SUSKA Riau Gelar Webinar Polemik Pelibatan TNI Dalam Penanganan Aksi Terorisme


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sepanjang sejarah penanggulangan terorisme di Indonesia, TNI telah memainkan peran penting. Peran dan keterlibatan TNI juga secara umum sudah diatur dalam aturan perundang-undangan, termasuk UU TNI No. 34 tahun 2004, sebagai bagian dari tugas pokok operasi militer selain perang (OMSP). Dalam perkembangannya, modus operandi terorisme semakin beragam, termasuk penyanderaan, serangan teror berskala besar seperti yang terjadi di Mumbai tahun 2008 atau aksi terorisme sebagai bagian dari kampanye insurgensi yang melibatkan penguasaan wilayah dan penggunaan kekuatan bersenjata secara terorganisir. Dalam skenario-skenario ini, negara dapat memanfaatkan kualifikasi anti-teror yang dimiliki oleh satuan-satuan yang berada di bawah komando militer serta satuan lain jika dibutuhkan.

Keterlibatan lebih besar TNI dalam penanggulangan terorisme di Indonesia dapat pula berujung pada sejumlah implikasi negatif. Pertama, keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme dapat mengalihkan fokus TNI dari fungsi profesional yang utamanya sebagai alat negara di bidang pertahanan menghadapi ancaman militer dan bersenjata di tengah meningkatnya prospek konflik bersenjata konvensional di kawasan. Kedua, penggunaan kekuatan militer dalam menanggulangi terorisme dapat dilihat sebagai reaksi yang berlebihan (over-reaction) yang justru dapat melegitimasi keberadaan kelompok teror. Ketiga, penanggulangan terorisme yang sudah dimiliterisasi cenderung sulit untuk dikembalikan (irreversible) ke kondisi politik normal (normal politics). Keempat, pengalaman beberapa negara di dunia menunjukkan bagaimana bahkan tentara yang paling profesional dan terlatih sekalipun tetap rawan melakukan pengabaian terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Peran serta TNI dalam mengatasi terorisme ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari tugas pokok TNI dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan. Karena itu, tidak perlu ada kekhawatiran terkait rencana keterlibatan TNI dalam mengatasi terorisme. Munculnya rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme itu disusun sebagai konsekuensi yuridis dari Pasal 43 Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas UU No 15/2003 Tentang Penetapan Perpu No 1/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU. Pasal 43 I ayat (1) disebutkan bahwa tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme merupakan bagian dari operasi militer selain perang. Pada Pasal 43 I ayat (2) mengatur secara hukum bahwa dalam mengatasi aksi terorisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi TNI.

Berdasarkan kondisi di atas terlihat sebuah polemik tentang pelibatan TNI dalam penanggulangan Terorisme sehingga cukup urgen untuk dibahas dalam berbagai perspektif dalam bentuk WEBINAR. Academics TV bekerjasama dengan Center for Instructional Development (CID) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau berinisiatif melaksanakan webinar dengan tema Polemik Pelibatan TNI dalam Penanganan Aksi Terorisme yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan hari TNI.

Webinar ini akan dilaksanakan dengan menghadirkan beberapa nara-sumber disuatu ruangan yang memenuhi standar protokol kesehatan dan disiarkan secara online dan streaming melalui berbagai Media Sosial berbasis Internet, pada Sabtu, 10 Oktober  2020 Pukul 08.00 s/d 12.00  WIB dan disiarkan secara online melalui media live streaming channel YouTube Academics TV.

Nara sumber antara lain: Dr. Mexasai Indra, SH. MH (Ahli Hukum Tata Negara dari Fakultas Hukum Universitas Riau); Peri Pirmansyah, SH. MH (Ahli Hukum Tata Negara dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN SUSKA Riau dan juga ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum UIN  SUSKA Riau); Dr Erdianto Effendi, SH. M.Hum, Dosen UNRI; Dardiri, MA (Alumni Mc.Gill University Montreal dan Kandidat Doktor Sosiologi Universitas Padjadjaran serta peneliti pada Institute of South-east Asian Studies). Webinar ini akan dipandu oleh seorang moderator yang sudah lama aktif malang melintang dibidang kegiatan yang bertujuan memperkuat CIVIL SOCIETY yakni Mufti Makaarim. 

Webinar gratis dan terbuka untuk umum, namun panitia HANYA akan mengirim Link Zoom Meeting serta e-sertifikat  ke  peserta yang telah mendaftarkan dirinya secara online di link: https://forms.gle/Rmb7Rm4dqX3Uu2mz8 dan link YouTube serta Facebook akan diberikan pada saat peserta melakukan pendaftaran online melalui link tersebut. (Arianto)


Share:

IKA-PDH FH Undip Gelar Webinar dengan Tajuk Pancasila: Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ikatan Alumni Program Doktor Hukum (IKA-PDH) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro menggelar Webinar series 1 dengan Tema “Pancasila, Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme pada Selasa (06/10) di Grand Melia Jakarta.

Prof. Dr. Retno Saraswati, SH.M.Hum (Dekan FH Universitas Diponegoro) dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana membangun kesadaran dan ingatan akan pentingnya Pancasila serta ancaman terhadap degradasi Pancasila dalam bentuk aksi-aksi intoleransi, radikalisme dan terorisme. 

Upaya ini patut disambut baik dan menjadi gerakan bersama, dalam upaya membangun situasi nasional yang damai dan memulihkan masyarakat yang berpotensi terpecah belah akibat kehilangan pegangan penting yaitu Pancasila," kata Retno saat webinar. Selasa (06/10)

Dalam kesempatan yang sama,, Prof. FX. Adji Samekto, SH., M.Hum (Deputi Bidang Pengkajian & Materi BPIP) dalam paparannya mengingatkan bahwa Pancasila bukanlah pepesan kosong yang dipaksakan menjadi dasar negara. Pancasila merupakan rumusan landasan filosofis yang disiapkan untuk mencapai satu tujuan negara Indonesia yang adil dan makmur. 

Disisi lain, lanjutnya, Pancasila lahir dari kesadaran kebangsaan untuk mencari titik temu Bersama, baik berupa kesadaran subjektif setiap orang, atau pun kesadaran alamiah bangsa yang mendiami wilayah nusantara, termasuk kesadaran tentang perlawanan terhadap penjajahan secara Bersama-sama. 

Sementara itu, Ustad Haris yang merupakan mantan anggota NII dan tokoh dari organisasi-organisasi radikal seperti Jamaah Anshorussyariah memaparkan pengalaman pribadinya menjadi bagian dari gerakan ini selama kurang lebih 27 tahun, sampai akhirnya menyadari kekeliruannya jalannya paska penangkapan oleh Densus 88 pada tahun 2010. 

Saat ini Ustad Haris mendirikan Yayasan Hubbul Wathon, yang merupakan organisasi yang merangkul para napiter yang insyaf dan mau berjuang untuk melakukan Pendidikan public agar tidak terpapar gerakan radikalisme. 

Ia juga menulis buku berjudul Hijrah Dari Radikal Kepada Moderat, yang didedikasikan sebagai karya untuk mengingatkan public agar waspada tentang bahaya radikalisme dan terorisme dengan memahami gerakan-gerakan mereka. (Arianto)


Share:

IKA-PDH Undip Gelar Webinar Pancasila, Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menyadari bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan sekaligus “pengikat” berbagai ragam budaya, agama, kepercayaan, dan suku-bangsa, sehingga terbentuklah suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah bertahan hingga saat ini.

Oleh karena itu, IKATAN ALUMNI PROGRAM DOKTOR HUKUM (IKA-PDH) FAKULTAS HUKUM - UNIVERSITAS DIPONEGORO mengajak semua komponen bangsa untuk Kembali mengasah sensitifitas nilai kebangsaan berbasis Pancasila melalui serangkaian seminar dengan berbagai topik yang diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi semakin kokohnya persatuan dari berbagai elemen bangsa yang berbeda dalam ikatan semangat BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Seminar pada seri pertama ini memilih topik: “PANCASILA; INTOLERANSI, RADIKALISME DAN TERORISME” sebagai salah satu wujud rasa sukur kepada Tuhan YME, karena setelah lebih dari 75 tahun usia kemerdekaan Republik Indonesia, Pancasila tetap terbukti mampu menghadapi segala “cobaan” bahkan ketika salah satu ideologi internasional yakni komunisme telah mulai ditinggalkan, ditandai dengan tumbangnya negara adidaya yang menerapkan komunisme terbesar di dunia, yakni Uni Soviet. Dalam konteks global, komunisme kini praktis telah ditinggalkan. 

Pasca merebaknya Arab Springs yang melahirkan kekuatan terorisme global dengan disponsori kelompok Islamic State of Syria and Iraq (ISIS), telah menimbulkan ancaman baru bagi “kesaktian” Pancasila. Setelah Komunisme lenyap di negara asalnya, beberapa kelompok masyarakat masih “curiga” bahwa komunisme belum benar-benar dapat dinetralisir dan masih merupakan ancaman nyata bagi kesaktian Pancasila. 

Kini Pancasila menghadapi dua ancaman sekaligus; Komunisme dan Radikalisme berbasis agama sebagai dampak dari Arab Springs yang berujung pada munculnya tindak pidana terorisme di Indonesia yang akhir-akhir tetap terus terjadi walaupun dengan intensitas yang sangat kecil. Ini berbanding terbalik misalnya dengan Philipina yang menerapkan model pendekatan Militer dalam menangani Terorisme di negara Tersebut.

Webinar ini akan dilaksanakan dengan menghadirkan beberapa nara-sumber disuatu ruangan yang memenuhi standar protokol kesehatan dan disiarkan secara online dan streaming melalui berbagai Media Sosial berbasis Internet, pada Selasa, 6 oktober  2020 Pukul 13.00 s/d 17.00  WIB dan disiarkan secara online melalui media live streaming You Tube.

Nara sumber antara lain: Prof. Dr. Retno Saraswati, SH.M.Hum (Dekan FH Undip - Sambutan  Pembukaan); Prof. FX. Adji Samekto, SH., M.Hum (Deputi Bidang Pengkajian & Materi BPIP); Irjen Pol  (Purn.) Drs. Ansyaad Mbai (Kepala BNPT Periode 2011-2014); Dr. H. TB Hasanuddin, S.E., M.M. (Anggota DPR RI); Ken Setiawan  (Mantan NII) dan Ustadz Haris (Mantan JI ). Webinar ini akan dipandu oleh seorang moderator yang sudah lama aktif malang melintang dibidang kegiatan yang bertujuan memperkuat CIVIL SOCIETY yakni Mufti Makarim. 

Webinar terbuka untuk umum, namun panitia HANYA akan mengirim Link Zoom Meeting ke  WhatsApp Group, dan bagi yang berminat untuk mengikuti Webinar ini, dapat bergabung di WhatsApp Group Peserta Webinar Series I IKA Alumni PDIH UNDIP dengan meng-klik SALAH SATU tautan https://chat.whatsapp.com/EzkgBw9faxfKhsEGLtAFZe (Group I) atau https://chat.whatsapp.com/BoFxhKTxaqq5V1NSXNNS8o (Group II) untuk mendapatkan REMEMBER SEMINAR atau informasi terbaru tentang acara ini. Pendaftaran di laman: http://tiny.cc/WebinarSerie1IKAPDIHUNDIP. (Arianto)


Share:

Respon COVID-19, Young On Top Gelar Inspira Webinar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada semua lini kehidupan. Dampak paling besar dari pandemi ini terjadi pada kehidupan sosial masyarakat. Lalu disusul dengan faktor karir atau pekerjaan dan berubahnya rencana perjalanan atau liburan akibat pandemi COVID-19. Hal ini tentunya menjadi masa yang paling sulit untuk dilalui bersama dan dalam menghadapinya tentu membutuhkan mental yang tangguh.

Mengingat pentingnya memiliki mental tangguh untuk menghadapi pandemi COVID-19, Young On Top bersama JNE menggelar Inspira Webinar #MakinPintardiRumah pada  Jumat (8/5) dengan menghadirkan narasumber M. Feriadi, Presiden Direktur JNE. Dalam Inspira Webinar kali ini, Feriadi membahas mengenai pentingnya mental tangguh untuk melewati masa sulit dan juga memberikan insight apa yang harus dilakukan anak muda untuk menghadapi pandemi ini.

Menurut Feriadi, untuk dapat bertahan dalam masa ini dibutuhkan juga orang-orang yang pintar dan mampu beradaptasi dengan keadaan. Perubahan kebiasaan yang terjadi perlu segera disesuaikan, misalnya kemampuan kita dalam menggunakan teknologi mengingat saat ini shifting dari offline ke online terjadi sangat signifikan.

Dalam Inspira Webinar with JNE ini, Feriadi mencoba berbagi bagaimana melihat masa depan dengan lebih positif, "jangan lihat pandemi ini sebagai threat (ancaman), tapi lihat opportunity dibalik ini. Jadikan ini kesempatan bagi kita untuk berbuat kebaikan dan membantu sesama," tuturnya.

JNE sebagai perusahaan logistik terbesar di Indonesia juga memberikan kontribusi nyata untuk menanggulangi Covid-19. Kontribusi tersebut dibuktikan dengan memberikan bantuan berupa distribusi barang ke berbagai tempat yang membutuhkan bantuan. Bagi JNE kesuksesan terbesarnya adalah ketika masyarakat mampu merasakan manfaat dari keberadaan JNE.

Feriadi mengatakan bahwa apa yang menjadi pemikiran JNE adalah bagaimana bisa membantu masyarakat dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga untuk menyalurkan bantuan atau mengadakan kegiatan untuk memerangi pandemi ini. “JNE sebagai perusahaan logistik tentunya membantu menyalurkan bantuan ini ke berbagai tempat yang membutuhkan," jelasnya.

Inspira Webinar ini dipandu oleh Billy Boen, Founder Young On Top. Billy menambahkan jika bisnis harus memiliki orientasi untuk berbagi bukan hanya profit semata, “kita harus punya keinginan untuk berbagi. Membangun bisnis bukan hanya untuk pencapaian keuangan. Justru ketika kita bisa berbagi dan orang bisa bilang ‘terima kasih’ itu rasanya sangat menyenangkan.”

"Inspira Webinar #MakinPintardiRumah with JNE akan diselenggarakan tiap minggunya dengan menghadirkan narasumber inspiratif yang akan membahas topik seru dan menarik. Dapatkan informasi Inspira Webinar selanjutnya di media sosial Young On Top," pungkasnya. (Arianto)



Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini