Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan

Perpres No. 7 Tahun 2021 Potensi Picu Konflik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024. Perpres tersebut ditandatangani Jokowi pada 6 Januari 2021 dan telah diundangkan pada 7 Januari 2021 menjadi sorotan.

Di satu sisi, ada yang menganggap perpres itu bisa membantu masyarakat mendapat perlindungan dari kelompok eksktremis. Di sisi yang lain, ada pihak yang menilai konflik horizontal jadi lebih berpotensi terjadi, karena masyarakat jadi lebih mudah curiga satu sama lain.

"Dalam Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme Tahun 2020-2024 diperlukan suatu strategi komprehensif, untuk memastikan langkah yang sistematis, terencana, dan terpadu dengan melibatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan," kata Ken Setiawan, Pendiri NII Crisis Center saat diskusi nasional dengan tema 'Bincang dan Tebar Perpres No. 7 Tahun 2021' di Jakarta. Rabu (17/02)

Selain itu, katanya, pelibatan masyarakat bisa semakin meminimalisir tindakan terorisme yang bermula dari paham ekstremisme. Terlebih, lanjutnya, persoalan ekstremisme sudah menjadi permasalahan seluruh elemen bangsa. Bukan hanya Pemerintah.

Dia menambahkan, penyebaran propaganda dan rekrutmen yang dilakukan kelompok ekstremis sudah sangat masif. Terutama dengan dukungan perkembangan teknologi informasi.

Oleh karena itu, Ken menilai Perpres Nomor 7 adalah instrumen yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

Menurutnya, pihak-pihak yang terpapar atau penggerak ideologi ekstremisme-terorisme belum fokus ke Perpres ini karena masih fokus pada SKB 3 Menteri oleh Mendikbud, Mendagri dan Menag.

"Karena itu,, pelibatan masyarakat dinilai perlu untuk mengatasi persoalan tersebut," pungkasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Pendiri Rudalku Jihad Literasi, Soffa Ihsan mengatakan, isu terorisme selalu berhubungan dengan bom meledak dan korban yang berjatuhan. Padahal, saat ini baik pemikiran, sikap, bahkan tindakan terhadap asupan-asupan ekstremisme ini sudah sangat signifikan peningkatannya.

Selain itu, katanya, Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2021 Tentang RANPE merupakan amunisi para penggerak moderasi untuk menggiatkan kembali literasi dan edukasi dalam upaya deradikalisasi di Indonesia.

Oleh karena itu, RANPE bisa membuka peluang masyarakat lebih luas upaya untuk memassifkan pencegahan ekstremisme dan terorisme," ungkapnya.

Turut hadir para pembicara: Ken Setiawan, Pendiri NII Crisis Center, Al A'raf, Dewan Pengawas Imparsial, dan Soffa Ihsan, Pendiri Rudalku Jihadis Literasi dimoderatori oleh Boas Simanjuntak, Pendiri Space Indonesia. (Arianto)






-

Share:

Iqbal Sulam: Mengecam Keras Segala Tindakan Kekejaman, Kebencian dan Teror


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) & Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) bersama ini menyatakan seruan moral, keprihatinan, dan penyesalan kami atas tragedi pembakaran pos pelayanan warga gereja di Dusun Lewinu, desa lemba tonga, paloli, kabupaten sigi, Sulawesi Tengah.

"Selain itu, Kami mengecam dengan sangat penganiyaan yang di lakukan oleh orang tak dikenal (OTK) yang telah menghilangkan nyawa secara mengenaskan di Dusun Lewinu tersebut, pada Jumat (27/11) sekitar pukul 10.00 wit," kata KH. Ir. Iqbal Sulam, Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan dalam keterangan tertulis. Selasa (01/12)

Atas kejadian tersebut, kata Iqbal, kami dari Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang tergabung bersama Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) menyatakan pernyataan sebagai berikut :

Pertama, Menyatakan perasaan dukacita dan Simpati mendalam terhadap korban dan keluarganya serta seluruh warga masyarakat yang terdampak. Bersama keluarga yang berduka, kita berdoa agar Tuhan yang maha kuasa memberi penghiburan bagi keluarga yang berdukacita dan saudara-saudara yang meninggal diberikan tempat terbaik di sisinya.

Kedua. Mengecam keras segala tindakan kekejaman, kebencian dan teror yang tidak manusiawi, karena merupakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia.

Ketiga. Memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga masyarakat terdampak yang dengan cepat telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta pemerintah kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai langkah penanganan peristiwa ini serta perlindungan bagi seluruh warga masyarakat.

Keempat. Mengharapkan pemerintah dan kepolisian kabupaten Sigi Sulawesi Tengah segera mengungkap pelaku tindakan keji ini, menindak sesuai hukum dan prosedur yang berlaku, serta mengusut dan membasmi jaringan-jaringan kejahatan ini, juga terus meningkatkan langkah antisipatif terhadap gerakan radikalisme dan terorisme yang masih ada sampai saat
ini, agar peristiwa yang terjadi di Lewinu, lemba tonga tidak terulang kembali dan

Kelima. Menghimbau kepada seluruh lembaga keagamaan beserta seluruh umat dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi , menjaga kerukunan, persaudaraan dan keutuhan NKRI, serta menyerahkan penanganan maşalah ini kepada pihak yang berwenang.

"Terkait hal diatas, Kami mengajak seluruh lembaga keagamaan beserta seluruh tokoh Agama, umat dan masyarakat untuk bekerja sama membangun jejaring keamanan dan koordinasi dalam upaya mencipatakan keamanan di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, dalam semangat
Bhineka Tunggal Ika," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Peran TNI dalam Penanganan Aksi Terorisme Harus Dapat Dukungan dari Seluruh Elemen NKRI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Peran serta TNI dalam mengatasi terorisme ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari tugas pokok TNI dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan. Karena itu, tidak perlu ada kekhawatiran terkait rencana keterlibatan TNI dalam mengatasi terorisme. 

Mexasai Indra, SH. MH, Ahli Hukum Tata Negara dari Fakultas Hukum Universitas Riau mengatakan, Terorisme merupakan ancaman serius bagi keutuhan bangsa dan kesinambungan kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), untuk itu paham dan gerakan Terorisme harus dicegah dan diatasi dengan menggunakan seluruh kemampuan dan strategi yang tepat dan hati-hati.

"Selain itu, Tentara Nasional Indonesia memiliki peran penting dalam penanggulangan terorisme di era reformasi, fungsi dari tentara semakin jelas untuk melindungi seluruh rakyat dan tanah tanah tumpah darah Indonesia. Untuk itu peran TNI dalam aksi penanggulangan tidak boleh diabaikan dan harus mendapat perhatian dan dukungan dari seluruh elemen NKRI," kata Mexasai saat webinar dengan tema 'Polemik Pelibatan TNI dalam Penanganan Aksi Terorisme' yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan hari TNI. Sabtu (10/10)

Menurutnya, Dalam rangka pembentukan peraturan perundang-undangan dalam bentuk rancangan peraturan presiden tentang pelibatan TNI dalam penanggulangan Terorisme, Pemerintah harus hadir untuk melakukan pembahasan rancangan Perpres tersebut secara terbuka dan memperhatikan semangat reformasi.

Peran TNI, lanjutnya, sebagai mana disebut dalam UU TNI NO. 34 Tahun 2004 Pasal 7 Ayat (2), sebagai bagian dari tugas pokok Operasi Militer Selain perang (OMSP) harus tetap dilaksanakan dalam mendukung badan dan organ sipil lainnya dalam penanggulangan aksi Terorisme.

Yang penting, sambungnya, Fungsi profesional TNI yang utamanya sebagai alat negara
di bidang pertahanan menghadapi ancaman militer dan bersenjata di tengah meningkatnya prospek konflik bersenjata tidak boleh menyebabkan munculnya pengabaian terhadap hak azasi manusia (HAM)

Kegiatan ini turut dihadiri para nara sumber antara lain: Dr. Mexasai Indra, SH. MH, Ahli Hukum Tata Negara dari Fakultas Hukum Universitas Riau; Peri Pirmansyah, SH. MH, Ahli Hukum Tata Negara dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN SUSKA Riau dan juga ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum UIN SUSKA Riau; Dr Erdianto Effendi, SH. M.Hum, Dosen UNRI; Dardiri, MA, Alumni Mc.Gill University Montreal dan Kandidat Doktor Sosiologi Universitas Padjadjaran serta peneliti pada Institute of South-east Asian Studies. 

Webinar ini akan dipandu oleh seorang moderator yang sudah lama aktif malang melintang dibidang kegiatan yang bertujuan memperkuat CIVIL SOCIETY yakni Mufti Makaarim. (Arianto)


Share:

Lantera Indonesia, Mengutuk Keras Serangan Bom di Sri Lanka


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
Serangkaian ledakan bom kali ini mengguncang Sri Lanka. Dunia kembali terperangah, kaget, sedih dan sekaligus mengutuk pelaku teror bom tersebut. Aktivitas teror yang dilakukan oleh siapapun dan dimanapun tentu tidak dibenarkan berdasarkan hukum maupun agama, akan tetapi masih ada saja sebagian oknum manusia yang masih melakukan aksi keji dan tidak berperikemanusiaan. Siapapun manusia yang cinta damai pasti akan menangis sedih melihat kelakuan anak manusia yang seperti itu. Apalagi baru beberapa hari yang lalu teror kemanusiaan yang biadab juga baru saja menimpa New Zealand. Kapankah manusia – manusia kejam seperti itu akan berhenti menebarkan teror pada sesama anak manusia ?

Menanggapi peristiwa teror bom di Sri Lanka, media berhasil menemui Pembina Lembaga Anti Teorisme (LANTERA) – Indonesia, Dede Farhan Aulawi. Dede menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarganya, serta mengutuk keras para pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut. Kita tidak tahu apa yang melatarbelakangi tindakan biadab dan keji tersebut. Apa yang ada di kepala mereka sehingga memutuskan untuk membunuh orang – orang yang tidak berdosa, apalagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya.

Selanjutnya Dede menambahkan bahwa teror bom di Sri Lanka ini menyerang sejumlah hotel dan gereja. Hotel yang diserang adalah Kingsbury Hotel, Shangri-La Hotel, dan Cinnamon Grand Hotel  yang terletak di ibu kota Sri Lanka, Colombo. Sementara dua gereja yang menjadi target ledakan bom selama perayaan Paskah ini berada di Colombo dan di Negombo. Atas kejadian ini dikabarkan memakan korban lebih dari 160 orang meninggal dunia dan sekitar 500 orang terluka. Jumlah tersebut bisa saja bertambah karena banyak yang sedang dalam perawatan medis. Oleh karena itu, kita semua perlu gencar mengkampanyekan untuk menolak setiap tindakan teror dimanapun dan kepada siapapun. Kita tidak bisa hanya diam diri dan bersedih. Sudah saatnya untuk bicara lantang dan keras, bahwa kita menolak dengan tegas setiap tindakan keji yang tidak berperikemanusiaan karena bertentangan dengan Pancasila dan ajaran agama. Ujar Dede.

Untuk itu, Dede dan Ketum Lantera KH. Alawy al Bantani dan seluruh jajaran pengurus selalu mengingatkan dan mensosialisasikan agar seluruh umat menghindari faham radikal sehingga tega melakukan membuat perbuatan teror keji pada sesama manusia. Kejadian di atas bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja, tetapi pelakunya pasti yaitu orang – orang yang memiliki faham radikal sehingga begitu tega berbuat biadab pada sesama manusia.

Kapan serangan – serangan biadab seperti itu akan berakhir ? apakah serangan Bom Bali pada 12 Oktober 2002, serangan Bom di Istanbul pada 15 November hingga 20 November 2003 tidak cukup untuk menyentuh rasa kemanusiaan ? Haruskah ada penyanderaan Murid dan Guru di Beslan – Rusia ? Mestikah terjadi serangan bom di jaringan transportasi umum London?  Bom di Karachi pada 18 Oktober 2007 ? Serangan di Mumbai, India pada 26 November 2008 ? Serangan Boko Haram di Nigeria ? Pembunuhan Masal di Sekolah Peshawar pada 16 Desember 2014 ? dan banyak lagi serangan teror di berbagai belahan dunia. 

Ingatlah bahwa serangan teror apapun TIDAK AKAN PERNAH menimbulkan rasa takut manusia, bahkan sebaliknya hanya menimbulkan rasa benci dan dendam yang turun menurun. Oleh karena itu, Lantera Indonesia akan menjadi lokomotif untuk membangun peradaban dunia yang terbebas dari rasa takut atas tindakan – tindakan biadab teror. Siapapun mereka yang menjadi korban adalah saudara kita sendiri sebagai sesama umat manusia. Begitu juga sebaliknya siapapun yang menjadi pelaku serangan teror boleh jadi adalah korban atas doktrin dari manusia – manusia yang tidak beradab. Jadi mari kita bangun kesadaran kolektif untuk menata peradaban dunia yang penuh cinta damai. Unkap Dede mengakhiri percakapan. **
Share:

Teroris Biadab Renggut Nyawa Ummat Islam Tidak Bersalah


Duta Nusantara Merdeka | Jakartae
mbantaian oleh para teroris biadab berupa penembakan terhadap para jamaah Masjid An Noor, di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) membuat Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) menyatakan keberatan dan keprihatinannya. 

"Penyerangan oleh para teroris (sesungguhnya) tersebut, yang telah merengut korban puluhana nyawa para syuhada itu sungguh sangat bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan (Hukum & HAM), toleransi antar umat beragama dan mencoreng perdamaian dunia," Kata Sekjen IKAMI Djudju Purwantoro SH di Jakarta. 

Menurut Djudju, IKAMI mengecam keras tindakan bar-bar seperti itu. Islam adalah agama yang damai (islam is the most peaceful religion of the world). Teror seperti itu tidak ada hubungannya dengan Islam, dan sejatinya teroris tidak memiliki agama. UNESCO beberapa tahun lalu juga telah mengeluarkan 'Certificate Of Peace', yang 
mengecam keras tindakan terorisme semacam itu. 

Tindakan keji dan biadab tersebut jelas merupakan perwujudan kebencian terhadap Islam dan umat Islam. Sehingga IKAMI  menuntut kepada pemerintah New Zealand untuk segera mengusut secara tuntas serta "menangkap dan menjatuhkan hukuman maksimal kepada para pelaku." 

IKAMI juga mendesak pemerintah Indonesia menuntut pemerintah Selandia Baru memberikan jaminan perlindungan keamanan secara serius, khususnya bagi umat Islam Indonesia dan dunia di Selandia Baru dari para teroris atas tindakan keji dan biadab. 

Selama ini terutama oleh negara-negara Barat , istilah teroris dan aksi terorisme yang selama ini terjadi, cenderung diarahkan dan distigmakan kepada umat Islam. Contoh kejadian di New Zealand tersebut, merupakan bukti bahwa justru  Islam dan atau Umat Islam yang menjadi korban. 

IKAMI menyerukan kepada umat Islam untuk tetap tawakal dan waspada, dan melawan kepada pihak manapun para pelaku terorisme terhadap umat Islam.

Menutup penjelasannya, Djudju berharap agar  terhadap para pelaku teroris dimanapun berada, pihak penegak hukum wajib melakukan tindakan hukum maksimal tanpa toleransi, dan harus diberantas jaringannya sampai keakar-akarnya. **
Share:

Presiden Jokowi Apresiasi Polri Ungkap Jaringan Teroris di Tanah Air


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Presiden Joko Widodo mengapresiasi gerak Polri dan Densus 88 yang mengungkap sejumlah jaringan teroris di Tanah Air. Pada Selasa kemarin (12/3), kepolisian melakukan penangkapan seorang terduga teroris di Sibolga, Sumatra Utara, yang merupakan pengembangan dari terungkapnya kasus terorisme di Lampung.

"Kita mengapresiasi kerja keras Polri terutama Densus 88 yang telah membuka dan menangkap jaringan baik yang ada di Lampung, Sibolga, dan tempat lain. Ini (Sibolga) pengembangan dari penangkapan di Lampung," ujar Presiden di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019.

Presiden menuturkan, pihaknya berharap agar pengungkapan dan penelusuran jaringan-jaringan teroris di Tanah Air semakin dikembangkan untuk melindungi dan memberikan rasa aman di tengah masyarakat.

"Perlu saya sampaikan, harus ada sebuah tindakan tegas, terus-menerus, dan tanpa henti. Kita harapkan segera semuanya bisa terungkap," ujar Kepala Negara.

Untuk diketahui, seorang terduga teroris ditangkap kepolisian pada Selasa, 12 Maret 2019 di Sibolga, Sumatra Utara. Terduga teroris yang ditangkap tersebut merupakan jaringan dari terduga teroris lain yang telah ditangkap lebih dulu di Lampung pada Sabtu, 9 Maret 2019.(Arianto)


Share:

Dialog Wawasan Kebangsaan Lemhannas : Membahas Ancaman Terorisme


DNM.com (Jakarta)
Saat ini berlangsung acara Dialog Wawasan  Kebangsaan bagi Alumni Taplai dan ToT Nilai - Nilai Kebangsaan Lemhannas RI TA. 2018 membahas ancaman terorisme yang ada di tanah air. 

Acara tersebut berlangsung mulai Senin (2/7) pagi hingga Kamis (5/7) di Lemhannas, Jalan Merdeka Selatan nomor 10,Jakarta Pusat 10110.

Peserta dialog berasal dari seluruh propinsi yang ada antara lain Propinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan dari propinsi lainnya.

Acara diresmikan oleh Gubernur Lemhannas Letjen TNI Agus Widjojo, dihadiri Deputi Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Laksamana Muda TNI Dedy Yulianto, personil Direktorat Ideologi - Kebangsaan Nasional, Laksamana Pertama TNI Suratno dan sejumlah personil staf terkait. **(Red-10)
Share:

Gembong Teroris Aman Abdurrahman Dijatuhi Hukuman Mati


DNM.com (Jakarta)
Aman Abdurrahman dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu dinilai terbukti melakukan tindak pidana terorisme terkait aksi bom Thamrin dan Kampung Melayu.

"Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman mati," kata ketua majelis hakim Akhmad Jaini saat membacakan putusan hakim, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6).

Aman dinilai terbukti memerintahkan empat orang untuk meledakkan bom di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Aman menyasar tempat tersebut sebagai lokasi teror karena banyak warga negara asing di sana. Bom tersebut akhirnya diledakkan di Gerai Starbucks dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016.

Aman juga dianggap terbukti telah menyampaikan kegiatan ceramah yang menyuarakan atau menyampaikan rujukan dalam kajian tauhid. Akibat kajian atau ajaran yang diberikan tentang syirik akbar atau syirik demokrasi mengakibatkan para pengikutnya terprovokasi dan mempunyai pemahaman radikal.


Perbuatan Aman dinilai terbukti memenuhi ketentuan dalam dua dakwaan yang didakwakan kepadanya. Yakni dakwaan kesatu primer yakni melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Aman juga dianggap melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan kedua primer.

Sebelumnya, pada Februari 2005, Aman divonis hukuman penjara selama 7 tahun. Selesai menjalani hukuman, pada Desember 2010 Aman kembali ditangkap karena terbukti membiayai pelatihan kelompok teroris di Jantho, Aceh Besar dan ditahan di LP Nusakambangan.

Aman kemudian divonis 9 tahun penjara, hingga dinyatakan bebas di Hari Kemerdekaan. Namun Aman tidak langsung bebas dan dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ia disebut memiliki pandangan bahwa pemerintah Indonesia dan ideologi Pancasila merupakan falsafah kafir. **(Red-49)
Share:

RUU Terorisme Akan Disahkan Di Paripurna.

Ketua Pansus RUU Terorisme ~ H.R Muhammad Syafi'i

DNM.com (Jakarta)
Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme atau RUU Terorisme bakal disahkan dalam rapat paripurna DPR hari ini, Jumat (25/5).

Pengesahan itu dilakukan setelah dalam rapat kerja antara DPR dengan pemerintah menyepakati konsep definisi terorisme alternatif kedua, Kamis (24/4) malam.

"Paripurna Insyaallah pada [Jumat, 25/5] jam 10.00 WIB untuk mengambil keputusan di tahap dua," kata Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii di kompleks parlemen.

Adapun konsep definisi terorisme alternatif kedua yang disepakati pemerintah dan DPR yaitu;

Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif politik, ideologi, atau gangguan keamanan.

Secara keseluruhan, perubahan di revisi UU Terorisme meliputi penambahan substansi atau norma baru untuk menguatkan peraturan dalam UU sebelumnya.  **(Red-54)
Share:

Al Quran Dijadikan Barang Bukti Din Syamsudin Dukung Petisi Penolakan


DNM.com (Jakarta)
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr.K.H. Din Syamsudin, MA mendukung Petisi Penolakan terhadap Al Quran yang Dijadikan Barang Bukti.

Petisi yang muncul di situs change.org berjudul "Al Quran Bukan Barang Bukti Kejahatan" ditujukan kepada Kapolri, Komnas HAM, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Jaksa Agung.

Din Mengatakan Al Quran merupakan kitab suci Umat Islam yang seharusnya berada di rumah orang muslim.

Din Syamsudin mengatakan, "Ya Sebaiknya Janganlah (Al Qur'an Jadi Barbuk - Red), Saya Setuju Al Quran Jangan Jadi Bahan Bukti, Saya Setuju," Kata Din di komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Jumat (18/5).


Petisi yang dilayangkan oleh Akun Umat Islam tersebut menjelaskan Al Qur'an yang ditemukan di tempat kejadian perkara selalu disita oleh aparat penegak hukum, termasuk dalam kasus terorisme. Al Wuran merupakan wahyu Allah SWT, yang tifak pantas dijadikan barang bukti kejahatan.

Petisi yang dibuat pada hari kamis (17/5) hingga saat ini Sabtu (19/5) pukul 11.45 telah mencapai 15.212 dukungan setiap menitnya terus bertambah. **(EPR/Red-31)










Share:

Menkominfo Tutup Ratusan Akun Yang Berkaitan Terorisme dan Radikalisme

Rudiantara|Sumber Foto : Net

DNM.com (Jakarta)
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menutup Ratusan Akun yang terkait dengan gerakan terorisme dan paham radikalisme, setelah maraknya aksi teror Bom dibeberapa Daerah di Indonesia.

"Sejak adanya Bom, sebelum kerusuhan di mako brimob, pemantauan telah dilakukan, setelah dikonfirmasi maka dilakukan penghapusan akun di media sosial. Hasil identifikasi dari ribuan akun yang ditutup, dan dihapus seperti di Youtube dan ada juga yang belum," ucap Menkominfo Rudiantara di Gedung Kemenkominfo Jakarta.

Rudiantara mengungkapkan dalam menutup akun, platform sangat kooperatif, misalnya yang berkaitan dengan Radikalisme akun Telegram yang ditutup lebih dari 280, facebook dan instagram yang berkaitan sekitar 450, dan 300 sudah ditutup, sedangkan youtube dari 350 akun, sekitar 70 persennya sudah ditutup.

Ada sejumlah akun yang belum ditutup, meskipun telah diidentifikasi, namun itu untuk keperluan aparat kepolisian mengungkap penyebaran akun yang berkaitan dengan aksi teror.

Rudiantara memberikan ruang kepada polri, densus 88 dan BNPT untuk bekerja dan menangkap para pelaku aksi, sehingga masih banyak akun yang belum ditutup. **(Red-24)
Share:

Ledakan Bom Kembali Guncang Jawa Timur

Ilustrasi Bom
DNM.com (Sidoarjo)
Sebuah Bom kembali mengguncang Jawa Timur setelah Pagi (13/5) telah terjadi Ledakan di Tiga Gereja yang ada di Surabaya Jawa Timur, Namun malam ini Sekitar Pukul 21:15 Wib kembali terjadi ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo Jawa Timur.

Ledakan terjadi di Blok B lantai lima Rusunawa Wonocolo Sidoarjo ini tepatnya berada dibelakang Polsek Taman, akibat bom tersebut telah menewaskan tiga orang dan dua orang korban anak-anak yang luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit Khodijah.

Baca Juga :

Berdasarkan informasi yang dirangkum, didalam kamar tempat kejadian ledakan terdengar sebanyak 4 kali dan  dikamar tersebut ditemukan korban serta tas ransel yang berisi kabel diduga bom, sehinga pihak kepolisian masih menunggu tim Jihandak untuk melakukan Evakuasi. Setelah ditelusuri seorang yang tinggal di kamar tersebut bernama Anton.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan korban yang tewas sebanyak tiga orang, yakni Anton, Istri dan Anaknya, saat dilakukan pengeledahan dan evakuasi, Polisi menemukan beberapa Bom Rakitan dan perlengkapan serta bahan-bahan pembuatan bom rakitan. **(SAN/Red-21)
Share:

Satu Keluarga Lakukan Bom Bunuh Diri Di Surabaya

Keluarga Dita Supriyanto | Sumber Foro : Surya.co.id

DNM.com (Surabaya)
Polisi akhirnya dapat mengungkap identitas para terduga Bom Bunuh Diri pada Tiga Gereja yang ada di Surabaya, dari proses Penyelidikan Pihak Polisi terungkap bahwa pelaku Bom adalah Satu Keluarga.

Pelaku merupakan Keluarga Dita Supriyanto yang tinggal di Perumahan Wisma Indah Jalan Wonorejo Asri XI Blok K No. 22 Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungut Kota Surabaya Jawa Timur.


Berdasarkan Informasi yang dihimpun dutanusantaramerdeka.com pelaku Dita Supriyanto merupakan sosok yang tertutup di daerah tempat tinggalnya, padahal Dita pernah menjabat sebagai Ketua Sub RT di RTnya yang membawahi Satu Blok.

Dalam Aksinya Keluarga Dita membagi tugas kepada Istri dan Keempat Anaknya untuk melakukan Bom Bunuh Diri di Tiga Lokasi, Dimana Istrinya Puji Kuswanti dan Dua Anak Perempuannya Fadila Sari dan Pamela Rizkita meledakan diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang berada di Jalan Diponegoro.

Selanjutnya Dua Putranya yakni Yusuf dan Firman Halim melakukan Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Tak Becela yang terletak di Jalan Ngagel Madya, sedangkan Dita Supriyanto beraksi di Gereka Pantekosta Jalan Arjuna. **(EPR/Red-20)
Share:

Bom Bunuh Diri Ledakan Tiga Gereja Di Surabaya

Kondisi Gereja Saat Terjadi Ledakan |Sumber Foto : Net

DNM.com (Surabaya)
Teror kembali Menguncang Indonesia, Minggu Pagi (13/5) Sekitar Pukul 07.30 Wib Bom Bunuh diri terjadi di tiga titik gereja yang ada di Surabaya, ledakan terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang Berada di Jalan Ngagel Madya Utara, Selanjutnya sekitar lima menit kemudian di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno dan tak lama ledakan terakhir terjadi di Gereja GKI jalan Diponegoro.

Berdasarkan informasi sejumlah orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka, Polisi masih terus mengidentifikasi para korban dan menyisir lokasi kejadian.

Para Pelaku Bom Bunuh Diri ini diduga dilakukan seorang ibu dan dua orang anak yang sempat dihalau oleh security saat akan masuk ke dalam gereja, sehingga pelaku meledakan diri di halaman gereja dan tewas seketika.


Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa Pelaku Bom Bunuh Diri tersebut diduga kuat berasal dari satu keluarga. "Pelaku Diduga Satu Keluarga" Ujar Kapolri.

Baca Juga : Satu Keluarga Lakukan Bom Bunuh Diri DI Surabaya

Pelaku terbagi dalam tiga titik, dimana sang Ayah bernama Dika Supriyanto yang bertugas di Gereja Pantekosta Jalan Arjuna, Sementara Istrinya Puji Kuswanti dan Dua Orang Anak Perempuannya Fadila Sari berusia 12 Tahun dan Pamela Rizkita berusia 9 Tahun meledakan diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang berada di jalan Diponegoro.

Sedangkan Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya diduga dilakukan oleh Dua Orang Anak laki-lakinya yakni Yusuf berusia 18 Tahun dan Firman berusia 12 Tahun. **(EPR/Red-19)
Share:

Presiden Jokowi Mengutuk Keras Aksi Teror Di Mesir

Dok. Biro Kepresidenan

Medan (DNM)
Presiden Joko Widodo mengutuk Keras Aksi teror bom di masjid Sinai Utara, Jokowi Mengecam Aksi Terorisme di Mesir tersebut, hal itu disampaikannya disela-sela kegiatan Ngunduh Mantu di Medan.

"Saya sampaikan duka yang mendalam terhadap korban teror di Mesir. Indonesia mengutuk keras segala bentuk aksi teror," Ungkap Jokowi.

Aksi teror ini terjadi di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, yang berada di Kota El-Arish, kota terbesar di Provinsi Sinai Utara. Puluhan pelaku meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke arah jemaah yang baru saja menunaikan ibadah shalat Jumat pada 24 November kemarin, Kejadian tersebut menewaskan setidaknya 300 orang lebih termasuk Anak-anak, dan melukai sekitar 150 orang lebih, bahkan jumlah korban tewas terus bertambah.

Pemerintah Indonesia secara resmi telah menyampaikan duka cita dan simpati yang mendalam atas korban meninggal dan mendoakan agar korban luka segera pulih. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah mengirimkan pesan duka cita dan simpati langsung kepada Menlu Mesir. 

Aksi Bom Mesir ini menjadi Perhatian Publik dunia, Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan tersebut. PBB menyebutnya sebagai serangan teroris ”keji dan pengecut”.


”Semua tindakan terorisme bersifat kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka,” kata Guterres.

Indonesia akan mendukung langkah Mesir untuk mengatasi aksi terorisme ini, karena memerangk Tetorisme adalah Kerja dan kewajiban bersama seluruh negara. **(EPR)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Anti Korupsi Arisan Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN Bobby Nasution BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KSAD Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pameran Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Senjata Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini