Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Rups. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rups. Tampilkan semua postingan

Kinerja Pool Advista Indonesia Tertekan

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Pool Advista Indonesia Tbk ("POOL" atau "Perseroan") bergerak dalam jasa konsultasi dan pengembangan investasi. Perusahaan memulai operasi komersialnya dalam konsultasi dan pengembangan investasi sejak tanggal 21 Juli 2003.

Marhaendra, Direktur PT Pool Advista Indonesia Tbk  mengatakan, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Menerima dan menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan selama tahun buku 2019.

"Selain itu, Menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan sebagaimana dalam Laporannya Nomor : 00297/2.0459/AU.1/08/1107-2/1/IV/2020 tanggal 29 April 2020, atas laporan keuangan tahun buku 2019 dengan opini wajar," kata Marhaendra kepada awak media di Kantor PT Pool Advista Indonesia Jakarta. Jum'at (28/08)

Disisi lain, lanjutnya, Rapat berdasarkan musyawarah untuk mufakat, memutuskan untuk menyetujui Tidak ada penggunaan laba untuk tahun buku 2019. karena Perseroan mengalami kerugian.

Lebih lanjut, Marhaendra menambahkan, Dalam Rapat juga disetujui Perubahan  susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yaitu Pemberhentian Bapak Asa Mirzaqi dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan, terhitung sejak tanggal penutupan Rapat ini dan pengangkatan Bapak Mujoko Yandri Panjaitan sebagai Direktur Utama Perseroan yang baru.

Demikian juga, tutur Marhaendra, Pemberhentian Bapak Hadi Budiman dari jabatannya selaku Komisaris Utama Independen Perseroan dan Bapak Freddy Gunawan dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan.

"Selanjutnya, RUPST menyetujui Pengangkatan Bapak Budi Purwanto sebagai Komisaris Utama, Bapak Ahmad Santoso sebagai Komisaris Independen dan Bapak Marhaendra sebagai Komisaris," pungkasnya. (Arianto)


Share:

INOV Tebar Dividen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV"), sebagai satus-satunya perusahaan publik yang mendaur ulang sampah botol plastik menjadi serat daur ulang yaitu Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF), membagikan laba bersih dari tahun buku 2019 sebesar Rp13,5 miliar atau 59,89% sebagai dividen kepada para pemegang saham INOV. 
 
Direktur INOV, Victor Choi menuturkan, Salah satu hasil RUPST adalah menyetujui penggunaan laba bersih INOV tahun buku 2019 sebesar RP13,5 miliar atau Rp7,50 per lembar saham sebagai dividen kepada para pemegang saham INOV. 

Ini merupakan tahun pertama INOV melaksanakan RUPST dan sekaligus memberikan dividen tunai kepada pemegang saham," kata Victor Choi dalam keterangan tertulis kepada media. Rabu (19/08)

Di tengah mewabahnya Covid-19, kata Victor Choi, Kinerja INOV pada semester-I 2020 relatif stabil dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp235,2 miliar, atau terkoreksi 1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya tekanan dari ekonomi global akibat pandemi utamanya  pada kuartal kedua tahun 2020, yang sekaligus berdampak bagi penurunan laba bersih sehingga INOV memperoleh kerugian akibat selisih kurs asing. 
 
Tahun ini, tutur Victor Choi, INOV melakukan ekspansi ke Sumatra dengan membuka fasilitas pencucian botol/washing facility di Medan (Deli Serdang), langkah ini bertujuan untuk memperluas dan mengamankan rantai pasok bahan baku yaitu sampah botol plastik (PET) untuk produk RePSF. Washing facility di Medan sudah mulai mengumpulkan sampah botol plastik pada awal Juli 2020, dan nantinya akan dilengkapi dengan pabrik untuk memproduksi Re-PSF. 
 
"Keberhasilan INOV dalam meraih sertifikasi sustainability dari The Planet Mark menunjukkan komitmen bahwa INOV dalam menjalankan bisnisnya sudah memperhatikan aspek-aspek ESG yaitu Environment (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola Perusahaan). Ketiga aspek ini merupakan standar bagi investor dengan fokus berkelanjutan (sustainability) dalam menentukan investasi, sehingga INOV akan terus berupaya menerapkan aspek-aspek ESG guna mewujudkan nilai-nilai yang berkelanjutan," pungkasnya. (Arianto)





Share:

Tunas Baru Lampung Rencana Buy-back Saham Tahap II


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) yang bergerak di sektor industri barang konsumsi, sedang merencanakan membeli kembali (buyback) saham tahap II paling banyak 20% dari modal disetor, atau sebanyak-banyaknya 100 juta saham atau setara 1,87%. 

Sudarmo Tasmin, Wakil Presiden Direktur PT Tunas Baru Lampung Tbk mengatakan, Perseroan meraup peningkatan pendapatan usaha sebanyak 37,86% menjadi Rp 5,68 triliun hingga semester I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,12 triliun. 

"Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk perseroan turun sebanyak 10,58% dari Rp 359,13 miliar menjadi Rp 321,11 miliar," kata Sudarmo kepada awak media di Hotel Westin Jakarta. Jum'at (14/08)

Kemudian, kata Sudarmo, Perseroan mencatatkan peningkatan total aset menjadi Rp 19,34 triliun sampai Juni 2020, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang memperoleh Rp 17,36 triliun. Laba per saham dasar juga turun dari Rp 67,23 per saham menjadi Rp 60,11 per saham. 

"Lebih lanjut, Total liabilitas meningkat menjadi Rp 13,68 triliun dari semula Rp 12 triliun dan total ekuitas naik menjadi Rp 5,65 triliun dari sebelumnya Rp 5,36 triliun," pungkasnya. (Arianto)

 





Share:

Electronic City Hadir di 28 Kota di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Electronic City Indonesia, Tbk ("Perseroan") saat ini telah mengoperasikan 60 toko dan 9 pusat distribusi, dengan area penjualan seluas 51.323 m2 dan area gudang seluas 16.692 m2 (per 2019) dan akan bertambah lagi kedepannya. Electronic City hadir di 28 kota di Indonesia, sebagian besar di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Sulawesi dan akan memperluas jaringan toko ke pulau-pulau besar lainnya di Indonesia.

Wiradi, Direktur Utama PT Electronic City Indonesia, Tbk mengatakan, Di dalam RUPST telah disetujui antara lain penetapan penggunaan laba bersih tahun Buku 2019, penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun 2020, penetapan remunerasi anggota Direksi dan Komisaris tahun 2020, dan penyesuaian anggaran dasar Perseroan.

"Perseroan membukukan pendapatan Rp 1.978,6 miliar. Kontribusi terhadap pendapatan terbesar masih disumbangkan oleh penjualan barang elektronik bermerek yang mencapai Rp 1.861,5 miliar, disusul pendapatan sewa sebesar Rp 85,7 millar dan komisi penjualan barang konsinyasi Rp 6,1 millar," kata Wiradi saat Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Borobudur Jakarta. Senin (10/08)

Menutup tahun 2019, tutur Wiradi, Perseroan berhasil mencatatkan laba tahun berjalan Rp 33,269 milliar dan Peningkatan laba ini berkat upaya Perseroan dalam memperbaiki margin penjualan.

Menghadapi New Normal, lanjutnya, Electronic City berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik dengan menghadirkan berbagai produk kesehatan seperti Air Purifier, Produk Sterilizer dan masker platinum silicon yang dijual di seluruh toko dan   www.eci.id.

Menurut Wiradi, Kelebihan yang dimiliki oleh www.eci.id adalah setiap transaksi menggunakan cicilan 0% dengan Kartu Kredit bank yang berpartisipasi akan bebas dari Biaya/Tambahan Biaya Layanan Kartu Kredit, sehingga kami pastikan  Konsumen hanya akan membayar sesuai dengan harga produk yang dibeli.

Dan yang pasti, tegas Wiradi, Seluruh transaksi di   www.eci.id juga akan mendapatkan gratis pengiriman serta instalasi selama berada di wilayah Jabodetabek. Konsumen juga dapat memilih fitur pick up store dimana konsumen dapat mengambil produk yang dibeli online di toko terdekat dan tidak perlu mengantri terlalu lama.

"Menariknya, Ada beberapa keuntungan dengan menjadi member E-Cityzen antara lain harga khusus member, mendapatkan update promo setiap minggunya dan memperoleh poin yang dapat dítukar dengan berbagai hadiah menarik serta customer dapat melakukan registrasi via website/App di Android/ke Customer service di toko, tanpa dipungut biaya," pungkasnya. (Arianto)







Share:

Kinerja Meta Epsi Tumbuh Positif

 
Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pemerintah masih menggenjot pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah demi menggerakkan perekonomian yang tengah lesu, akibat perlambatan ekonomi dunia serta tekanan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Pemerintah berusaha untuk fleksibel dalam mendukung kegiatan perekonomian.

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan pemerintah menyepakati  anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp419.2 triliun untuk APBN 2020. Belanja untuk pembangunan infrastruktur tersebut naik 4,9%% dari outlook realisasi tahun 2019 yang sebesar Rp399,7 triliun.

Kahar Anwar, Direktur Utama PT Meta Epsi Tbk (MTPS)  memaparkan, Perseroan menjalankan usaha di bidang Engineering, Procurement dan Construction (EPC) telah berhasil mencatatkan Pendapatan usaha di tahun 2019 sebesar Rp207,203 miliar.

"Sepanjang tahun 2019, Perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp23,712 miliar atau tumbuh sebesar 27,68% dari laba bersih yang dihasilkan di tahun 2018 sebesar Rp18.571 miliar. Perseroan juga berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp52,542 miliar," kata Kahar Anwar saat Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta. Rabu (05/08)

Di tahun 2019, lanjutnya, Perseroan berhasil mendapatkan beberapa proyek pemerintahan maupun swasta, dimana proyek pemerintahan masih mendominasi dari sector kelistrikan, baik dari PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

Selain itu, tutur Kahar Anwar, Perseroan juga telah berhasil mengembangkan bisnisnya dengan merambah ke sektor swasta diantaranya, Perseroan telah berhasil mendapatkan beberapa proyek untuk pembangunan maupun pengembangan pabrik garmen yang berlokasi di Tangerang dan Tasikmalaya.

"Disisi lain, ucapnya, Perseroan telah bekerja keras menjalankan berbagai strategi di sepanjang tahun 2019, sehingga memperoleh kinerja keuangan dan operasional yang baik dan menggembirakan," pungkasnya. (Arianto)







Share:

BELL Raih Emiten Terbaik 2020

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Trisula Textile Industries Tbk (“BELL” atau “Perseroan”), emiten penyedia kain, seragam, dan fashion berkualitas, kembali membukukan kinerja positif pada Kuartal II‐2020 dengan pendapatan mencapai Rp300,99 miliar atau naik sebesar 14,78% dari Rp262,23 miliar pada periode yang sama ditahun sebelumnya. Sementara laba bruto Perseroan pada Kuartal II‐2020 juga tumbuh 9,52% YoY menjadi sebesar Rp69,67 miliar.

Karsongno Wongso Djaja selaku Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk mengatakan, Kenaikan pendapatan ini didorong oleh adanya segmen distribusi dan manufaktur yang masih berjalan cukup baik. Tahun ini juga terdapat tambahan kontribusi pendapatan dari segmen bisnis ritel JOBB dan Jack Nicklaus. 

"Namun, berkecamuknya pandemi Covid‐19 dan berbagai pembatasan membuat banyak toko ritel tutup, sehingga BELL menyiapkan strategi‐strategi untuk menghadapi tantangan ini, yaitu dengan meningkatkan pemasaran online dan inovasi produk," kata Karsongno dalam keterangan tertulis kepada media. Senin (03/08)

BELL melalui entitas anak usahanya PT Mido Indonesia, imbuhnya, melakukan penjualan online untuk merek dagang JOBB dan Jack Nicklaus. Ke depan BELL akan terus meningkatkan pemasaran online di era new normal ini. 

Di sisi lain, lanjutnya, dalam menangkap peluang di new normal BELL juga sedang mengembangkan Kain Sehat yang aman dan nyaman digunakan untuk berbagai jenis pakaian sesuai kebutuhan.

Sebagai tahap awal, Karsongno mengungkapkan, Melalui Kain Sehat ini BELL memproduksi jaket lipat (foldable jacket) dengan merek Perseroan, yaitu JOBB. Jaket lipat ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beraktivitas di era new normal sebagai pelindung tambahan. 

Karsongno menambahkan, rencananya jaket lipat ini akan didistribusikan ke toko‐toko ritel di seluruh Indonesia serta dipasarkan juga secara online.

Yang penting, tutur Karsongno, BELL juga telah membuktikan kinerja positifnya sebagai Emiten Terbaik 2020 dalam sektor tekstil dan garmen yang diberikan oleh Majalah Investor pada tanggal 21 Juli 2020. Hal ini menjadi motivasi Perseroan untuk terus berkembang dan tumbuh. 

“Kami berharap dapat terus berkontribusi positif untuk industri tekstil dan garmen dengan membuat dan mengembangkan produk‐produk yang berkualitas,” tutup Karsongno. (Arianto)





Share:

Kinerja Uni-Charm Indonesia Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Uni-Charm Indonesia Tbk ("UCID" atau "Perseroan") menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan  ("RUPST") dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ("RUPSLB") pada Rabu, 29 Juli 2020 bertempat di MSIG Tower Lt 42 Jakarta.

Vikry Ahmadi, Sekretaris Perusahaan PT Uni-Charm Indonesia Tbk mengatakan, Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan perseroan naik 1,49% year-on-year Rp 2,05 triliun di akhir Maret lalu. Kuartal I perseroan menderita rugi bersih Rp 131,35 miliar. dibandingkan dengan tahun lalu, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 99,6 miliar.

"Sedangkan peningkatan pendapatan di kuartal I tahun lalu, didorong oleh pendapatan bersih penjualan domestik. Perseroan mengalami kerugian Rp 113 miliar sebelum pajak, akibat forex loss," kata Vikry kepada awak di Jakarta, Rabu (29/7).

Kendati ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi akibat pandemi covid-19, ujar Virky, tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap perseroan. Namun, ia memastikan sejumlah langkah akan dilakukan perseroan demi menjaga kinerja perseroan.

"Selain itu, Saat ini perseroan telah merealisasikan aksi buyback saham hingga 70% dari dana yang dialokasikan sebanyak-banyaknya Rp 20 miliar dengan jangka waktu selama tiga bulan yakni 30 April 2020 hingga 30 Juli 2020," pungkasnya. (Arianto) 


Share:

Ditengah Covid-19, MTDL Bukukan Laba Bersih Rp 156 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Metrodata Electronics Tbk (“MTDL”) mencatatkan kinerja positif pada Semester I-2020 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 156,0 miliar atau tumbuh 2,3% YoY dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 152,5 miliar. Sementara pendapatan MTDL di Semester I-2020 mencapai Rp 6,20 triliun, naik 0,8% YoY dari periode yang sama pada tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp 6,16 triliun.

Randy Kartadinata, Direktur PT Metrodata Electronics Tbk mengungkapkan bahwa kontribusi pendapatan masih di dominasi oleh unit bisnis Distribusi.

“Kontribusi pendapatan terbesar masih berasal dari unit bisnis Distribusi yaitu sebesar 72%, diikuti oleh unit bisnis Solusi dan Konsultasi sebesar 28%. Jika melihat kontribusi dari unit bisnis Solusi dan Konsultasi di masa pandemi ini, maka terjadi peningkatan dari 25% tahun lalu menjadi 28% di Semester I-2020 ini sejalan dengan semakin banyaknya perusahaan melakukan transformasi digital,” kata Randy dalam keterangan tertulis kepada media. (29/07)

Selain itu, lanjutnya, Pendapatan bertumbuh seiring dengan permintaan akan produk, layanan, dan infrastruktur IT yang terus meningkat ditengah pemberlakuan sistem bekerja dari rumah (work from home/WFH). Randy menambahkan, Perseroan mampu mengejar penjualan yang sempat tertinggal pada kuartal sebelumnya sejak dilonggarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah.

“Dengan dibukanya PSBB dan dimulainya masa transisi new normal di bulan Juni 2020, telah memberikan kesempatan Metrodata melakukan akselerasi ketertinggalan penjualan dua bulan sebelumnya, dan menghasilkan penjualan yang stabil dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Metrodata Electronics Tbk Susanto Djaja menyebutkan, kondisi ini juga didukung oleh kesiapan dari seluruh elemen dan sistem yang dimiliki Perseroan.

“Kami beruntung telah mempersiapkan diri untuk bekerja mobile sejak 10 tahun lalu di mana para tim sales kami sudah menerapkan mobile office. Kesiapan sistem TIK dan tenaga ahli Metrodata inilah yang menolong kami untuk selalu siap siaga menolong kebutuhan pelanggan di masa pandemi ini. Pelanggan membutuhkan respon yang cepat dalam pengadaan khususnya Notebook dan Personal Computer untuk memampukan karyawannya bekerja WFH. Alhasil, kami menjadi salah satu pilihan utama bagi para pelanggan dimasa sulit ini,” ujar Susanto.

Susanto menambahkan bahwa meningkatnya kebutuhan IT turut menyebabkan Perseroan menaikan anggaran belanja modal mencapai Rp 450 miliar dari yang sebelumnya Rp 260 miliar. Sebesar Rp 440 miliar akan dialokasikan untuk pendanaan alat-alat IT, dan sisanya Rp 10 miliar akan digunakan untuk upgrade internal system TIK Perseroan.

Sementara itu, Randy mengungkapkan posisi keuangan Perseroan saat ini berada pada posisi yang   sangat kuat. Di mana kondisi likuiditas Perseroan sangat baik diikuti dengan minimnya pinjaman bank serta financial institution lainnya.

“Kondisi likuiditas sangat baik dengan posisi cash in bank mencapai Rp 1,4 triliun berasal dari hasil collection yang efektif dimasa pandemi. Kondisi likuiditas tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelumnya di mana cash in bank hanya di kisaran Rp 700 miliar.” Randy melanjutkan,

“Pinjaman ke bank dan ke financial institution sangat minim hanya Rp 25 miliar. Itupun sebenarnya ingin kami lunasi tetapi tidak diperbolehkan oleh pihak leasing, karena terkait adanya penalti jika pelunasan dipercepat,” tutup Randy. ,(Arianto)


Share:

Metrodata Tebar Dividen Sebesar Rp 81,03 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Metrodata Electronics Tbk (“Metrodata”/“MTDL”), sebagai Digital Solution & Distribution Company di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990, memutuskan untuk membagikan dividen, sebesar total Rp81,03 miliar atau 22,7% dari laba bersih tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp 357 miliar. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2019 yang digelar pada Jum'at (26/06) di Jakarta.

Susanto Djaja, Presiden Direktur MTDL mengungkapkan, RUPS Tahunan telah memutuskan pembagian dividen, yang tentunya didukung atas keberhasilan MTDL
dalam meraup laba bersih pada tahun 2019, serta tidak terlepas dari kinerja yang dihasilkan oleh seluruh pemangku kepentingan.

"Saat ini, MTDL menyediakan produk-produk TIK yang dibutuhkan seperti PC dan notebook, server dan storage, smartphone, networking,
software, dan lain sebagainya. MTDL telah bermitra dengan lebih dari 100 pemegang brand produk TIK ternama. Melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), MTDL menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang ditunjuk Intel Corporation sebagai Intel® IoT Solution Aggregator dan bekerjasama untuk mengembangkan solusi Internet of Things (IoT) di Indonesia," kata Susanto dalam keterangan tertulis kepada media.

Pada kesempatan yang sama, Randy Kartadinata, Direktur MTDL mengatakan, Perseroan memiliki basis yang kuat untuk menyediakan berbagai solusi terbaru untuk mendukung transformasi digital para pelanggan korporat dalam bentuk emerging technologies, seperti Big Data and Analytics, Digital Business Platform, Microservices, Testing Tools, Artificial Intelligence (AI), IT Security, dan solusi-solusi lainnya.

Randy melanjutkan, pada Kuartal I-2020, MTDL mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 94,3 miliar, atau naik 10,1% YoY dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 85,6 miliar. MTDL juga membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 4,9% YoY dari Rp3,2 triliun di Kuartal I-2019 menjadi Rp 3,4 triliun di Kuartal I-2020.

Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19, kata Randy, MTDL mampu mendapatkan pertumbuhan penjualan di unit bisnis Solusi & Konsultasi sebesar 15,4% dan unit bisnis Distribusi sebesar 1,4%. Pertumbuhan tersebut didukung dengan adanya upaya diversifikasi yang dilakukan masing-masing unit bisnis, sumber daya manusia, serta manajemen yang baik dalam proses penjualan, implementasinya serta proses penagihan.

Pada Kuartal II-2020, Randy menambahkan, Dampak pandemi Covid-19 lebih dirasakan pada unit bisnis Distribusi Perseroan, karena sebagian toko pelanggan tutup khususnya di Jabodetabek dan Pulau Jawa, namun sebagian dari toko tersebut masih melakukan penjualannya melalui online.
Sementara penjualan kepada para pelanggan di luar Pulau Jawa masih berjalan dengan baik.

Di sisi lain, imbuhnya, unit bisnis Solusi & Konsultasi masih bertumbuh sejalan dengan dukungan kami untuk memampukan para karyawan dari pelanggan korporasi kami untuk bekerja dari rumah Para pelanggan utama bisnis Solusi & Konsultasi berasal dari industri perbankan, telekomunikasi dan sektor lain yang tidak terlalu terdampak terhadap pandemi Covid-19 ini.

“Diharapkan semakin banyak perusahaan yang
membutuhkan layanan terkait transformasi digital yang menjadi salah satu dasar bagi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, serta menjadi perusahaan penyedia teknologi digital terpercaya,” tutup Susanto. (Arianto)



Share:

Laba INOV Naik 40%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV") adalah emiten pertama untuk produk daur ulang serat staple buatan, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menghadirkan solusi global untuk masalah lokal, yakni mengubah sampah menjadi sumber daya baru yang telah tersertifikasi aspek environmental, social and governance (ESG) dari The Planet Mark.

Direktur INOV Victor Choi mengatakan, Perseroan mencatatkan kenaikan penjualan 25% dari Rp 395,6 miliar di 2018 ke Rp 494,7 miliar di 2019. Sementara laba tahun berjalan meningkat 40% dari Rp 16,0 miliar di tahun 2018 ke Rp 22,5 miliar di tahun 2019.

"Bisnis inti Inocycle adalah menciptakan nilai- nilai dari limbah plastik PET secara lokal dan mengurangi dampak potensial terhadap pencemaran plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau di laut," kata Victor Choi dalam keterangan tertulis kepada media. Kamis (28/05)

Di tahun 2019, ujar Victor Choi, INOV memulai babak baru dalam perjalanannya dengan mencatatkan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2019. Sejak saat itu, jumlah saham biasa yang beredar meningkat 50% dari 1,2 miliar di tahun 2018 menjadi 1,8 miliar di tahun 2019.

Dari segi bisnis, lanjutnya, Hasil penjualan di tahun 2019 meningkat secara signifikan pada setiap segment produk INOV. Segmen SF- Staple Fiber menjadi contributor terbesar dengan penjualan Rp 385 miliar (29% yoy), diikuti oleh produk non-woven Rp 63 miliar (20% yoy), perabot rumah Rp 23 miliar (stabil), CF-Carded Fiber Rp 16,5 miliar (21% yoy) dan produk lainnya Rp 7 miliar (24% yoy). Semuanya membukukan kenaikan penjualan 25% dibandingkan dengan tahun 2018.

"Terkait dampak Covid-19 terhadap bisnis INOV, sejauh ini memang permintaan global terganggu, namun kami telah melakukan diversifikasi produk dengan mulai memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) dari polypropylene," pungkasnya. (Arianto)







Share:

Kuartal I, Laba BTPN Tumbuh 48%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Di tengah kondisi global yang menantang akibat pandemi Covid-19, PT Bank BTPN Tbk berhasil membukukan kinerja positif pada kuartal I-2020, dengan pertumbuhan laba bersih 48% secara year on year (yoy) sebesar Rp 752 miliar. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 12% (yoy) dari Rp 139,8 triliun menjadi Rp 157 triliun.

Pada periode yang sama aset Bank BTPN mencapai Rp 199,7 triliun tumbuh 4% (yoy). Adapun dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 22,5%, Bank BTPN masih memiliki kemampuan ekspansi yang kuat.

Ongki Wanadjati Dana, Direktur Utama Bank BTPN mengatakan, penyaluran kredit tersebut tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tercatat relatif rendah, yaitu 0,97% (gross).

“Dengan situasi perekonomian global yang tidak menentu, ditambah perkembangan terkini penyebaran Covid-19, kami berusaha mempertahankan kinerja bank tetap positif. Hal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung perekonomian Indonesia,” kata Ongki dalam keterangan tertulis. Senin (18/5)

Selain itu, ujar Ongki, Penyaluran kredit salah satunya ditopang segmen korporasi sebesar Rp 92 triliun. Dalam melayani kelompok nasabah ini, Bank BTPN fokus menyalurkan pembiayaan melalui sejumlah sindikasi untuk proyek ketahanan energi, ketahanan pangan, serta infrastruktur.

Selain melalui sindikasi, Bank BTPN memberikan pinjaman secara bilateral ke perusahaan swasta nasional, badan usaha milik negara (BUMN), industri otomotif, hingga perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor.

“Pembiayaan segmen korporasi menunjukkan komitmen jangka panjang kami dan pemegang saham pengendali Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dalam mewujudkan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” kata Ongki.

Selain pembiayaan korporasi, lanjutnya, penyaluran kredit ditopang segmen kredit usaha kecil dan menengah, komersial, serta kelompok prasejahtera produktif melalui anak usaha, BTPN Syariah. Untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan kredit, Bank BTPN menghimpun pendanaan senilai Rp 161,2 triliun sampai akhir kuartal I-2020, meningkat 3% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut terdiri atas dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 97,1 triliun, pinjaman pihak lain Rp 57 triliun, serta pinjaman subordinasi Rp 7,1 triliun.

Dari total DPK, Ongki menuturkan, Bank BTPN berhasil meningkatkan porsi current account savings account (CASA) menjadi 29% pada kuartal I-2020, lebih tinggi dibandingkan porsi pada kuartal I-2019 yang sebesar 21%.

Hingga akhir Maret 2020, imbuhnya, jumlah pengguna terdaftar Jenius mencapai lebih dari 2,5 juta nasabah, tumbuh 85% dari akhir Maret 2019 yang sebanyak 1,4 juta nasabah. Adapun jumlah simpanan (funding) melalui Jenius mencapai Rp 8,3 triliun. Data ini menunjukkan inovasi digital Bank BTPN mulai membuahkan hasil. Masyarakat juga semakin terbiasa menggunakan produk dan layanan digital.

Dalam situasi seperti saat ini, Ongki mengungkapkan, likuiditas merupakan tantangan utama yang dihadapi industri perbankan. Bank BTPN termasuk salah satu bank yang memiliki likuiditas sangat kuat dan mencukupi untuk menopang target perusahaan. Selain mengandalkan dana pihak ketiga (DPK), obligasi dan pinjaman bilateral pihak lain, Bank BTPN juga mendapat sokongan dari perusahaan induk berupa standby facility sebagai sumber pendanaan. Adapun total fasilitas pendanaan (offshore borrowing limit facility) yang diberikan SMBC mencapai US$ 2,8 miliar (sekitar Rp 46 triliun).

"Kecukupan likuiditas Bank BTPN juga terlihat pada liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 212% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 116% yang jauh di atas ketentuan minimum regulator 100%. Sebagai informasi LCR merupakan instrumen untuk menghitung rasio likuiditas jangka pendek, sedangkan NSFR untuk menghitung rasio likuiditas jangka panjang," pungkasnya. (Arianto)






Share:

Total Aset BWS Meningkat Sebesar 24.65%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Seluruh masyarakat Indonesia dan dunia sedang berduka dengan adanya pandemi COVID-19 yang saat ini sedang terjadi. Kejadian ini merupakan masa-masa sulit yang penuh tantangan bagi kita semua. Namun, hal ini tidak boleh membuat kita menyerah dan berdiam diri. 

PT. Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (Bank Woori Saudara) pada Rabu, (29/04) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), kemudian dilanjutkan dengan Publik Expose di Treasury Tower Lt 27, District 8 SCBD Lot 28 JI Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan.

Sadhana Priatmadja, Direktur PT. Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk mengatakan, Dalam rangka mendukung program pemerintahan terkait  pencegahan penyebaran COVID-19. BWS telah melakukan langkah-langkah pencegahan sesuai dengan Protokol Kesehatan yang dicanangkan pemerintah selama RUPST berlangsung antara lain pengecekan suhu peserta rapat sebelum memasuki ruangan rapat, Social Distancing pada jarak tempat duduk serta pada antrian registrasi. Pengunaan Masker selama acara berlangsung dan penggunaan Hand Sanitaizer. Ini semua dilakukan untuk senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan peserta RUPST. 

Selain itu, kata Sadhana, BWS juga telah ikut berkomitmen dalam mendukung kebijakan pemerintah dan OJK terkait keringanan kredit atau restrukturisasi kredit yang telah diatur melalui POJK 11/POJK.03/2020 untuk melaksanakan relaksasi kredit kepada nasabah yang terdampak wabah COVID-19.


"Berbagai tantangan di sepanjang tahun 2019 berhasil dilalui BWS dengan usaha yang tepat sasaran. Tahun 2019 ditandai dengan pembukaan kantor baru BWS di Treasury Tower District 8 SCBD Jakarta. Ini merupakan momentum yang baik bagi BWS," kata Sadhana saat RUPST di Jakarta. Rabu (29/04)

Menurut Sadhana, "Usaha menjaga penerapan sistem teknologi informasi di lingkungan Perusahaan sudah dilakukan dengan sangat baik. Pencapaian Laba bersih BWS pada 2019 adalah sebesar Rp 499,79 Miliar lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 sebesar Rp 537,97 Miliar."

Hal ini, lanjutnya, Dikarenakan pencapaian industri perbankan nasional di tahun 2019 mengalami
perlambatan akibat perlambatan ekonomi global yang berdampak pada perekonomian Indonesia yang menyebabkan pengetatan pada pasar dana pihak ketiga (DPK) sehingga mendorong suku bunga DPK naik.

Dari sisi kinerja, Sadhana menambahkan, Total Aset BWS yang tecatat pada tahun 2019 sebesar Rp 36,93 Triliun meningkat sebesar 24.65% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 29,63 triliun. Jumlah ekuitas BWS pada 2019 adalah sebesar Rp 6,93 triliun meningkat sebesar 5.88% jika dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu sebesar Rp 6,55 triliun. Pada tahun buku 2019, BWS membagikan dividen sebesar Rp 13 per lembar saham.

"BWS terus berupaya dalam melakukan penguatan portofolio bisnis melalui diversifikasi produk dengan memadukan produk perbankan korporasi dan perbankan ritel. "Selain itu, BWS berupaya untuk melakukan pengembangan produk yang terkait dengan personal loan, pinjaman korporasi (corporate loan) dan UMKM, trade finance, serta produk pendanaan funding product) dan berkomitmen untuk memperluas jaringan usaha dan daya saing di lingkungan perbankan Indonesia," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Pizza Hut Indonesia Buka Outlet ke-500


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Sarimelati Kencana Tbk. (ticker IDX: PZZA), pemegang hak waralaba pizza terbesar di Indonesia, Pizza Hut, hari ini meluncurkan outlet ke-500 yang berlokasi di Golden City, Bekasi Utara. Melalui peluncuran outlet ini, Pizza Hut Indonesia membuktikan eksistensinya yang telah hadir selama 35 tahun untuk terus mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Peluncuran outlet tersebut diumumkan melalui acara jumpa pers yang dihadiri oleh Steven Christopher Lee, Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk., Jeo Sasanto, Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk., perwakilan dari Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd.  sebagai pemilik brand Pizza Hut dan PT Sriboga Raturaya sebagai pemegang saham terbesar PT Sarimelati Kencana Tbk.

Steven Christopher Lee, Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk dalam paparannya  mengungkapkan bahwa, hadirnya outlet ke-500 merupakan wujud cinta dan terima kasih Pizza Hut Indonesia kepada seluruh masyarakat, “Kami memiliki komitmen untuk terus dapat menyajikan Pizza terbaik dengan beragam pilihan dan harga yang bersahabat bagi keluarga Indonesia.

"Dengan menghadirkan outlet ke-500 ini merupakan upaya kami untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat yang ingin merasakan Pizza favorit nomor 1 di Indonesia. Hadirnya outlet ini juga menandakan keberlanjutan bisnis Pizza Hut Indonesia yang mampu bertahan hingga 35 tahun di tengah persaingan yang semakin kompetitif," ujar Steven saat jumpa pers di Jakarta. Kamis (07/11)

Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk. Jeo Sasanto menjelaskan, Tingginya pertumbuhan PDB dari industri makanan dan minuman di Indonesia tentunya memberikan peluang bagi PT Sarimelati Kencana Tbk. untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia dan mengukuhkan posisi sebagai pemegang waralaba pizza nomor 1 di Indonesia. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia serta membuka lapangan pekerjaan di sektor industri makanan dan minuman.

"Saat ini kami telah memiliki lebih dari 15.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami meyakini Pizza Hut Indonesia akan terus bertumbuh dan dapat memberikan kontribusi besar bagi negara Indonesia. Kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan terus konsisten memberikan yang terbaik bagi keluarga Indonesia,” ungkap Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk. Jeo Sasanto.

Saat ini, kata Jeo, Bersamaan dengan pembukaan outlet Pizza Hut ke-500 di Pizza Hut Restaurant Golden City, Bekasi Utara,  Pizza Hut Indonesia secara resmi meluncurkan inovasi pizza terbarunya yaitu Cheesebomb Pizza yang memiliki 4 rasa keju berbeda yaitu original, barbeque, salsa, dan truffle yang tersedia sebagai pinggiran ataupun topping.

Steven menambahkan, alasan mengapa outlet ke-500 dibuka di Golden City, Bekasi Utara, “Di Kota Bekasi saat ini kami sudah memiliki 33 outlet terdiri dari 12 outlet Pizza Hut Restaurant, 19 outlet Pizza Hut Delivery (PHD) dan 2 outlet Pizza Hut Express, kami melihat potensi pasar yang sangat besar untuk terus melakukan ekspansi di Bekasi.

Maka dari itu, kami melakukan serangkaian proses survey internal, dan menetapkan Golden City Bekasi Utara merupakan pilihan yang tepat untuk membuka outlet ke-500,” tambah Steven.

Pertumbuhan Kota Bekasi dari jumlah penduduk maupun ekonomi yang sangat pesat menunjukan bahwa, potensi ekonomi di Kota Bekasi sangat baik ke depannya dan perlu diambil peluangnya. Namun kami tidak akan berhenti sampai disini saja, kami akan melihat potensi di kota-kota lainnya khususnya yang belum terjangkau oleh Pizza Hut Indonesia.

"Dalam waktu dekat ini selain di Bekasi Utara, kami juga akan membuka outlet lainnya di beberapa daerah lain. Saat ini kami sudah memiliki outlet di lebih dari 80 Kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampai dengan hari ini kami telah menambah 49 outlet baik dalam format Pizza Hut Restaurant, PHD ataupun Pizza Hut Express.” Ujar Steven.

Steven menambahkan, Terhitung sejak 1984 hadir di Indonesia, menu-menu Pizza Hut Indonesia terus digemari dari generasi ke generasi, dan setiap bulannya Pizza Hut Indonesia mencatat menjual lebih dari 5 juta pizza di 499 outletnya yang tersebar diseluruh Indonesia.

Selain itu, lanjut Steven, Per akhir Oktober 2019 kami telah mempublikasikan laporan keuangan untuk periode September 2019. Pada periode tersebut, kami mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp2,9 Triliun atau naik 14,2% dari penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya. Tumbuhnya penjualan kami juga diikuti dengan tumbuhnya laba bersih menjadi Rp149 miliar atau setara dengan pertumbuhan sebesar 47% dibanding tahun lalu.

Kinerja yang sangat menggembirakan ini tentunya berkat dukungan dari masyarakat yang telah setia menemani kami hingga saat ini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh loyal customer kami yang tetap setia memilih Pizza Hut Indonesia sebagai pilihan utama keluarga di Indonesia,” tutup  Steven, (Arianto)

Share:

Kinerja Rig Tenders Indonesia Tahun 2019 Mulai Membaik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Untuk mengamankan pasokan batubara domestik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia memerintahkan produsen batubara untuk mencadangkan jumlah tertentu dari produksi mereka untuk konsumsi dalam negeri (kewajiban pasar domestik). Selain itu, pemerintah dapat menyesuaikan pajak ekspornya untuk mencegah ekspor batubara. Pemerintah bertujuan untuk lebih banyak  konsumsi batubara domestik karena ingin batubara memasok sekitar 30 persen dari bauran energi negara pada tahun 2025.

Indonesia menghasilkan 528 Mt batubara pada tahun 2018, meningkat 14% dari tahun sebelumnya 461 Mt, karena pemerintah memperbolehkan beberapa produsen batubara besar untuk menaikkan kuota produksi mereka.t Adapun tahun 2019, kementerian energi telah menetapkan target produksi indikatif yang lebih rendah dari 489Mt. Kementerian menjelaskan bahwa 95,73 juta ton batubara DMO akan digunakan untuk listrik, 5,4 juta ton untuk metalurgi, 1,49 juta ton untuk pupuk, 16,15 juta ton untuk industri semen, 3 juta ton untuk industri tekstil, 6,2 juta ton untuk industri tekstil, 6,2 juta ton untuk kertas industri dan 14,500 juta ton untuk kurung.

PT Rig Tenders Indonesia Tbk menggelar Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Rabu pagi, 25 September 2019 bertempat di Ruang Jade Lt. 2 Hotel Park Regis Arion Kemang Jl. Kemang Raya No. 7 Kebayoran Baru.

Abdul Rahman Abbas, Presiden Direktur PT Rig Tenders Indonesia Tbk dalam pemaparannya mengatakan, Arus kas dari aktivitas operasi meningkat 350 kali lipat menjadi AS$7,74 juta akibat hasil positif dari kegiatan operasional Perseroan. Arus kas untuk aktivitas investasi menjadi negatif karena ada arus kas untuk perolehan aset tetap lebih tinggi dari arus kas dari penjualan aset tetap. Arus kas untuk aktivitas pendanaan merupakan pembayaran pinjaman bank. Secara umum, arus kas Perseroan masih dibatas aman.


Menurut Abdul Rahman, Liabilitas lancar di tahun 2019 berkurang menjadi AS$19,25 juta, yaitu 30,07% lebih rendah dibandingkan liabilitas lancar di tahun 2018. Jumlah liabilitas juga berkurang sekitar 29,23% menjadi AS$20,11 juta di tahun 2019. Sedangkan Beban Umum dan Administrasi di tahun 2019 menurun 15,3% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi AS$3.04 juta, didorong oleh perbaikan sistem internal dan efisiensi pengeluaran.

Pada kesempatan ini, kata Abdul Rahman, Perseroan mencatat kerugian di tahun buku 2019 meskipun penjualan telah meningkat. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan beberapa beban.Jumlah rugi per saham di tahun 2019 tercatat di AS$0,014 yaitu membaik 39,4% dibandingkan AS$0,0231 rugi per saham di tahun 2018.Hal ini menunjukkan bahwa upaya Perseroan sudah mulai membuahkan hasil yang baik. Aset lancar meningkat 27,85% menjadi AS$18,32 juta pada tahun 2019 dibandingkan tahun2018.Total aset menurun 20,88% dari AS$80,10 juta ditahun 2018 menjadi AS$63,38 juta di tahun 2019.

Selain itu, kata Abdul Rahman, Manajemen pada tanggal 12 Juni 2019, menjual 1 aset Perseroan berupa Kapal Accomodation Work Barge dengan nama Kaspadu 1 untuk mengurangi beban keuangan Perseroan yang cukup signifikan. dikarenakan Kaspadu 1 tidak beroperasi selama 4 tahun 5 bulan serta mengintensifkan pemasaran untuk proyek-proyek baru di Indonesia dan Mengeksplorasi jenis layanan yang berpotensi.

"Mengadakan Monthly QHSE untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan karyawan akan keamanan dalam bekerja serta Efesiensi biaya operasional sehingga memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan dan kegiatan operasional Perseroan," tutup Abdul Rahman. (Arianto)






Share:

Pendapatan Pelita Samudera Shipping Naik 16%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Pelita Samudera Shipping Tbk adalah perusahaan jasa angkutan laut yang terkemuka di Indonesia, selama 12 tahun terakhir khusus untuk pengangkutan dan pemindahmuatan batubara dan mineral terintegrasi yang menyediakan fasilitas kapal tunda dan tongkang (Tugs and Barges), fasilitas muatan apung (Floating Loading Facility), fasilitas bongkar muat apung (Floating Crane) dan Mother Vessel Supramax dan Handysize yang memberikan value added kepada penambang terkemuka, mineral dan pembangkit listrik di Indonesia. Perseroan sebagai pelopor di fasilitas muatan apung dimana seluruh operasi bisnis didukung oleh ISO Management System 9001:2015 Total Quality Management, ISO 14001:2015 Environmental Management System, serta OHSAS 18001:2007 Occupational Health and Safety Assessment Series.

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (Perseroan", "PSS", kode IDX: PSSI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Senin pagi, 16 September 2018 bertempat di Ayana Hotel, Jakarta, dihadiri oleh para direksi perseroan.

Iriawan Ibarat, Direktur utama PT Pelita Samudera Shipping Tbk dalam publik expose sesudah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa mengatakan, Sejalan dengan rencana ekspansi dan untuk mendorong pertumbuhan, PSS telah menambah 1 kapal kargo curah (Motor Vessel) dalam armadanya menjadi 6 unit MV (4 unit terakhir dibeli di 2019). Harga pembelian MV kelas handysize ("Kapal") adalah USD7,525 juta. Pihak penjual Kapal adalah Convivial Navigation Co. Pte. Ltd., dari Singapura ("Penjual"). Ketentuan pembayaran adalah sebagai berikut: 20% akan dibayar tunai, 80% dibayar dengan saham PSS.

"PSS akan melakukan penerbitan saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya 402.688.000 (empat ratus dua juta enam ratusdelapan puluh delapan ribu) saham atau sebesar 8,00% (delapan persen) dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Penilaian dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid &Rekan ("KJPP RHR"). KJPP RHR telah menerbitkan opini Kewajaran atas pembelian Kapal. Saham yang diusulkan telah dihargai akan diterbitkan dengan harga minimum Rp 211 per saham. Perseroan sedang melakukan finalisasi penetapan harga premium untuk penetapan harga saat ini dan / atau di atas harga minimum yang dinyatakan oleh KJPP RHR dalam Laporan Pendapat Kewajaran," ujar Iriawan saat public expose.

Dalam RUPSLB, kata Iriawan, para pemegang saham telah menyetujui transaksi pembayaran Kapal melalui penerbitan saham dengan harga premium, membuktikan kepercayaan Penjual terhadap prospek masa depan dan pertumbuhan pendapatan PSS.

Pertumbuhan EBITDA ditargetkan meningkat sekitar 11% sedangkan target pertumbuhan Laba bersih sekitar 22%. Selain pembelian armada MV di 2019, lanjut Iriawan, PSS juga merencanakan untuk pembelian 2 set baru Kapal Tunda dan Tongkang di semester /2019. Kapasitas pengangkutan MV meningkat hampir 8 kali lipat sebesar 234k DWT dari 31k DWT di awal 2018. Dengan penambahan armada kapal di 2019, total pertumbuhan aset diproyeksikan meningkat sekitar 32% dari 2018.

"Didukung posisi keuangan yang kuat, keunggulan operasional dan
pengembangan armada yang berkelanjutan untuk melayani basis pelanggan yang lebih besar akan menempatkan PSS dalam jalur yang tepat untuk menciptakan nilai tambah kepada para pemegang sahamnya," tutup Iriawan. (Arianto)

Share:

Kinerja Dwi Guna Laksana Tunjukkan Trend Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik hari Senin pagi, 09 Juli 2019 pukul 10.00 - 12.00 wib bertempat di Rooftop Lantai 18, Apartement Fourwinds of Senayan, JI. Permata Hijau No.1, Jakarta Selatan.

Herman Fasikhin, Direktur Utama PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) dalam paparan publik setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyampaikan, Bidang Usaha PT Dwi Guna Laksana Tbk antara lain:
• Menjalankan usaha di bidang perdagangan batubara dan jasa pelabuhan.
• Salah satu pemasok batubara ke PLN dengan jumlah kontrak jangka panjang terbanyak.
• Salah satu pemasok batubara ke PLN Batubara melalui spot contract.
• Memiliki dan mengoperasikan dermaga yang berlokasi di Kintap, Kalimantan Selatan.


Selain itu, kata Herman, Anak Perusahaan Perseroan menandatangani spot contract sebagai pemasok batubara di PT PLN Batubara dan Memulai kerjasama dengan Berau Coal sebagai pemasok batubara tahun 2018.

DWGL membukukan laba bruto sebesar Rp 99,0 miliar dalam tahun 2018, lanjut Herman, dimana pada tahun sebelumnya, Perseroan masih mencatat rugi sebesar Rp 12,4 miliar. Marjin laba bruto Perseroan pada periode yang sama tercatat sebesar 6,9%.


Pada akhir tahun 2018, Herman menambahkan, Perseroan mencatat laba operasi sebesar Rp 23,4 miliar atau setara dengan marjin laba operasi sebesar 1,6%, jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya, dimana DWGL masih mengalami rugi operasi sebesar Rp 303,1 miliar. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya beban umum dan administrasi dari Rp 285,9 miliar menjadi hanya Rp 68,0 miliar, sejalan dengan tidak adanya lagi pencadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha.

"Laba sebelum pajak penghasilan tahun 2018 adalah sebesar Rp 1,2 miliar, dibanding rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 850,7 miliar tahun sebelumnya. Hal ini terutama ditopang oleh adanya pendapatan lain-lain dari keuntungan penjualan entitas anak," imbuh Herman.

"Perseroan mencatatkan rugi komprehensif yang akan diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 29,9 miliar pada tahun 2018. Posisi ini jauh berkurang dari rugi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 852,6 miliar," tutup Herman.(Arianto)


Share:

Kinerja Steel Pipe Industry Indonesia Kuartal I Tahun 2019 Positif


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
PT Steel Pipe Industry of Indonesia, Tbk (ISSP) pipa baja dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam pipa baja/tabung dan berbagai produk terkait lainnya. Produk perusahaan telah memperoleh berbagai standar sertifikasi domestik dan internasional. Jaminan mutu produk selalu dilakukan perusahaan melalui penerapan suatu program sistem evaluasi mutu yang ketat dan selaras dengan telah diterimanya sertifikat Internasional ISO 9002 dan API 5L. Sesuai dengan persyaratan mutu internasional PT SPINDO, Tbk. memenuhi standar ASTM, BS, JIS, ISO, API, AS dan SNI. Basis pelanggan perseroan meliputi perusahaan domestik Indonesia dan perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia seperti Total, Chevron, Honda dan Yamaha, serta perusahaan internasional seperti J Steel Australasia Pty, Ltd.

Makmur Widjaja,Wakil Komisaris Utama (Komisaris Independen)  PT. Steel Pipe Industry Indonesia, Tbk dalam paparan publik setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan memaparkan, tahun ini mulai mengoperasikan warehouse di Samarinda, jika tak ada aral melintang Spindo bakal mempunyai empat warehouse di Indonesia. Mengenai dana investasi warehouse, menurut Makmur Widjaja, tidak terlalu besar kisaran Rp 50 miliar.


Keberadaan warehouse tersebut diakui manajemen berpengaruh besar bagi penjualan perseroan, khususnya di tingkat pasar domestik. Mengutip laporan keuangan kuartal pertama tahun 2019, penjualan lokal mendominasi 93% revenue perseroan atau senilai Rp 1,14 triliun, dan tumbuh 8,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,05 triliun," ujar Makmur Widjaja usai RUPST, hari Jumat, 28 Juni 2019 di Gedung Baja, Jakarta.

Adapun Perseroan mematok pertumbuhan volume penjualan 20% di tahun ini, berpedoman terhadap pergerakan ekonomi yang mulai melonjak setelah rampungnya banyak proyek infrastruktur. Setelah pemilu usai, Makmur Widjaja mengatakan perseroan optimis mampu menguatkan penjualan lokal baik ditingkat proyek maupun ritel.

Secara porsi, lanjut Makmur Widjaja, Perseroan mematok seimbang sebanyak 50% masing-masing untuk segmen penjualan proyek dan ritel. Dengan kapasitas terpasang yang ada saat ini 600.000 ton per tahun dirasakan masih cukup.


Wardhana Hudianto, Komisaris Utama PT Steel Pipe Industry of Indonesia, Tbk mengatakan, Utilitas produksi dikawal kisaran 65%, masih dapat dilakukan peningkatan tergantung kondisi dan permintaan dari pasar. Sampai triwulan pertama 2019 ini revenue  perusahaan yang dihasilkan tercatat sebanyak Rp 1,22 triliun atau tumbuh 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 1,12 triliun.

Laba kotor tercatat senilai Rp 136,91 miliar di kuartal tersebut, tumbuh 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 132,07 miliar. Perseroan mendapatkan kenaikan pada pos pendapatan lain-lain, yang salah satunya disumbangkan oleh keuntungan selisih kurs, alhasil laba bersih berhasil diamankan sejumlah Rp 21,66 miliar di kuartal-I 2019 atau naik 85% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 Rp 11,69 miliar," tutup Wardhana. (Arianto)

Share:

Saranacentral Bajatama Optimis Kinerja Tahun 2019 Membaik


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipandang masih stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 5,17%, meningkat jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,07%, tetapi jauh dibawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,4%. Dari sisi inflasi, laju inflasi Indonesia pada 2018 melambat ketimbang tahun sebelumnya.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan Indonesia saat ini menjadi importir baja terbesar ketiga di dunia dan defisit perdagangan baja merupakan yang terbesar kedua setelah defisit perdagangan minyak dan gas. Impor besi dan baja ke Indonesia pada tahun 2018 sebesar USD 10,245 Miliar, meningkat 28,31% dibandingkan dengan impor besi dan baja pada tahun 2017 sebesar USD 7,985 miliar. Kenaikan impor besi dan baja tak bisa dianggap remeh karena berkontribusi sebesar 6,45% terhadap total impor nonmigas sepanjang januari-desember 2018.

Penjualan baja Indonesia saat ini masih didominasi oleh permintaan dari sektor konstruksi, diikuti oleh sektor otomotif, sektor migas, shipbuilding, permesinan dan industri elektronik.

Kemampuan suplai industri baja (crude steel) dalam negeri sebesar 6,8 juta ton per tahun. Karena itu, Indonesia masih harus mengimpor sebanyak 5,4 juta ton untuk memenuhi kebutuhan yang mencapai 12,94 juta ton per tahun.

Kebutuhan baja yang meningkat setiap tahunnya harus diîmbangi dengan tumbuhnya investasi baru di Indonesia, untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk baja impor. Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh dengan kuat dan berkembang dari segi pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi. Hal ini pada gilirannya akan memberikan dampak positif terhadap industri baja nasional secara umum dan khususnya untuk Perseroan.

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilanjutkan dengan Paparan Publik, hari Jum'at, 28 Juni 2019 pukul 10:00 - 11.00 wib bertempat di GEDUNG BAJA TOWER C LANTAI 9 di Jakarta.


Handaja Susanto, Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk memaparkan, Seiring perkembangan dunia usaha dan selaras dengan perbaikan kondisi perekonomian global dan nasional, PT Saranacentral Bajatama Tbk ("Perseroan") melakukan perubahan dan penyempurnaan yang berlandaskan pada Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan. Saat ini, di dalam struktur industri baja secara global, Perseroan merupakan salah satu pemain di industri midstream, khususnya industri pelapisan baja. Dimasa mendatang, Perseroan mempunyai aspirasi untuk menjadi produsen barang lebih terintegrasi.

"Perseroan terus berkarya dan melakukan inovasi dalam setiap lini produksi, Saat ini Perseroan memproduksi 3 (tiga) jenis produk baja lapis, yaitu: Baja Lapis Seng (BjLS), Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) dan Baja Lapis Aluminium Seng Berwarna (SARANACOLOR) yang diproduksi dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi, karena dilengkapi dengan Teknologi NOF (Non-Oxidation Furnace) yang dapat menghasilkan produk dengan kualitas jauh lebih baik dibandingkan produk yang dihasilkan dengan menggunakan mesin berteknologi konvensional," jelas Handaja.

Tahun 2018, lanjut Handaja, Perseroan berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 5.0% menjadi Rp1.28 triliun dari sebelumnya Rp 1,22 miliar di tahun 2017. Penjualan yang dihasilkan oleh Perseroan pada tahun 2018 merupakan kontribusi dari penjualan BjLS sebesar 39,8%, BjLAS sebesar 56,6%, Saranacolor 3,2%, sedangkan 0,4% merupakan non-produksi.

"Perseroan pada tahun 2018 harus menghadapi tantangan naiknya harga CRC di pasar global karena produsen utama baja dunia, yakni China, mengurangi suplai baja jenís CRC. Akibatnya harga jadi semakin mahal, yang menyebabkan beban pokok penjualan meningkat tajam, sehingga Perseroan membukukan laba kotor yang jauh lebih rendah di tahun 2018. Di samping itu, nilai tukar rupiah pada pada kuartal akhir 2018 cenderung melemah," tegas Handaja.

Hal ini menyebabkan Perseroan membukukan kerugian kurs mata uang asing - bersih sebesar Rp40,3 miliar di tahun 2018. Sebagai hasilnya, Handaja menuturkan, Perseroan mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp96,69 Miliar pada tahun 2018. Dari sisi total aset, Perseroan juga mencatat jumlah aset yang turun tipis sebesar 4,8% menjadi Rp901,18 miliar di tahun 2018.

RENCANA STRATEGIS 2018

Perekonomian Indonesia tumbuh lebih kuat pada level 5,17% di tahun 2018 dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,07%. Selain kenaikan harga komoditas, investor juga optimis tentang penguatan fundamental ekonomi Indonesia dan hasil kerja pemerintah pusat (terutama terkait pembangunan infrastruktur).

Berbekal strategi yang kami jalankan dalam menghadapi tantangan dan kondisi di tahun 2018 dan melihat peluang bisnis di tahun-tahun mendatang, kata Handaja, Perseroan optimis bahwa kinerja pada tahun 2019 akan jauh lebih baik dari apa yang dicapai di tahun sebelumnya, berbagai upaya yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya akan membuahkan hasil.

Perseroan telah menetapkan strategi yang utamanya adalah penerapan efisiensi disegala kegiatan operasional, khususnya efisiensi dalam penggunaan bahan baku, bahan penolong dan energi, serta pengembangan yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas yang akan memberi dampak pada peningkatan kinerja Perseroan. "Dengan melakukan itu semua, yang didukung oleh penerapan tata kelola yang baik dan sistem pengendalian yang kokoh dalam rangka melindungi aset-aset Perseroan untuk meningkatkan nilai para pemegang saham, maka Perseroan akan memperlihatkan kinerja yang semakin baik di tahun-tahun mendatang," tutup Handaja. (Arianto)


Share:

Shield On Service Optimis Capai Target 1 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Shield On Service Tbk (Perseroan) bergerak di bidang kegiatan usaha perusahaan penyedia jasa keamanan (security services), perawatan gedung (facility solutions), sumber daya manusia (profesional employee services), dan manajemen parkir (parking management).

PT Shield On Service Tbk (SOSS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilanjutkan dengan Paparan Publik Tahunan hari rabu, 26 Juni 2019 pukul 14.00 - 16.00 wib bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Bapak Herman Julianto, Direktur Utama PT Shield On Service Tbk (SOSS) menyampaikan, dalam RUPST, pemegang saham menyetujui seluruh agenda dan menerima Laporan Tahunan.

Perseroan serta menyetujui Laba tahun berjalan yang di diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk tahun buku 2018 adalah sebesar Rp9.607.111.760 (sembilan milyar enam ratus tujuh juta seratus sebelas ribu tujuh ratus enam puluh rupiah).

Dengan mempertimbangkan bahwa Perseroan masih mernbutuhkan dana untuk pengembangan usaha, Perseroan tidak membagikan dividen atas laba untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan akan dipergunakan untuk meningkatkan modal usaha Perseroan untuk memperkuat aktifitas dan pengembangan Perseroan di tahun 2019," jelas Julianto.

Prasetyo WIbowo, Direktur PT Shield-On Service Tbk dalam Paparan Publik sesudah RUPST menjelaskan, untuk penjualan di tahun 2018 adalah sebesar 897 miliar dengan tingkat Laba Kotor dan Laba Bersih masing-masing sebesar 12% dan 2%. Unit bisnis Jasa SDM menjadi penyumbang terbesar yaitu 42%; Jasa Kebersihan 34%, Jasa Keamanan 21%, Jasa Parkir 3%.


Prasetyo Wibowo juga menjelaskan bahwa selama kuartal pertama tahun 2019 perseroan telah tumbuh penjualannya sebesar 40% dibandingkan periode yang sama tahun 2018, sehingga perseroan optimis untuk dapat mencapai target penjualan diatas 1 trillun pada akhir tahun 2019. Dan CAGR sebesar 14% pada tahun 2023.

Pada pemaparannya beliau mengatakan "Perseroan dan Entitas Anak Perseroan merupakan perusahan yang memberikan layanan "Integrated facility management one stop solution" dengan menjadi Penyedia Jasa Keamanan, Jasa Kebersihan, Jasa Sumber Daya Manusia serta Jasa Manajemen Parkir. Selain itu perseroan juga memiliki fasilitas penunjang yang memadai seperti training center dan customer relation yang berkualitas."

Selanjutnya, Direksi Perseroan Prasetyo Wibowo menjelaskan beberapa strategi-strategi untuk mencapai target di tahun 2019 diantaranya:
-  Peluncuran aplikasi SOS Think Clean.
-  Pembukaan kantor operasional baru.
-  Ekspansi SOS Academy
-  Fokus pada sektor Perkebunan dan Pertambangan.

Dalam pemaparan, Prasetyo Wibowo juga menjelaskan bahwa saat ini Perseroan memiliki 6 anak perusahaan serta 1 afiliasi yaitu :
1. PT Human Resources Provider yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
2. PT Profesional Human Resources yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
3. PT Safe Secured Solution yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
4. PT SOS Indonesia yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
5. PT The Service Line yang bergerak di bidang jasa kebersihan.
6. PT Master Parking Indonesia yang bergerak di bidang jasa pengelolaan parkiran serta 1 afiliasi perusahaan yaitu PT Human Resources Solution yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.

"Perseroan saat ini memiliki jaringan kantor Operasional di 14 kota besar di seluruh Indonesia
- Jakarta sebagai kantor pusat perseroan.
- 5 kantor operasional di pulau Jawa & Bali.
- 5 kantor operasional d pulau Sumatra.
- Serta 3 kantor operasional di Kalimantan dan Sulawesi." tutup Prasetyo Wibowo. (Arianto)

Share:

Sawit Sumbermas Sarana Tebar Deviden Tunai Sebesar 30% dari Laba Bersih


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, hari Selasa pagi, 25 Juni 2019 pukul 10.00 - 12.00 wib bertempat di Financial Hall Gedung Graha Niaga Lt 2, Jakarta.

Nicholas J. Whittle, Chief Financial Officer (CFO) PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)  dalam paparan publik setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyampaikan, SSMS mengalami pertumbuhan signifikan dari produk Tandan Buah Segar (TBS) dan Minyak Kelapa Sawit (CPO) pada tahun 2018.

Kinerja PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk sepanjang tahun 2018

Whittle menambahkan, Perseroan mencatat kenaikan 33,3% dari produksi TBS tahun-ke -tahun (yoy) dari 1,26juta ton pada tahun 2017 menjadi 1,62 juta ton pada tahun 2018," kata Whittle, "ini diikuti oleh lonjakan produksi CPO sebesar 29,5% yoy, dari 343.000 ton pada tahun 2017 menjadi 444.000 ton pada tahun 2018.


Peningkatan produksi memungkinkan SSMS untuk mengatasi beberapa dampak buruk dari tantangan di seluruh industri, seperti melemahnya harga CPO, debat biodiesel di Uni Eropa, dan tarif impor India yang tinggi. "SSMS mempertahankan penjualan dan laba bersih yang masing-masing pada di tingkat yang sehat yaitu Rp3,71 trilun dan Rp86,77 miliar. 

Pada hari yang sama Perseroan juga menyetujui akan memberikan dividen sebesar 30% dari laba bersih," jelas Whittle.

"Hasil CPO perseroan adalah yang tertinggi di industri. Ini mencatat lompatan dari 5,4 CPO ton/Ha pada tahun 2017 menjadi 5.9 CPI ton/Ha pada tahun 2018 atau 12% yoy, "lanjut Whittle. "Ditambah dengan perkebunan kami efisien dan biaya tunai yang rendah, kami tetap optimis di tahun 2019. Perseroan juga mengantisipasi peningkatan produksi buah dari kebun yang siap panen dengan adanya penambahan dua pabrik CPO baru".


Swasti Kartikaningtyas, Sekretaris Perusahaan SSMS menuturkan, Pada Mei 2019, SSMS memiliki kapasitas produksi 500/ton TBS per jam. Dengan adanya tambahan pabrik baru pada akhir tahun akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 560 ton TBS per jam.

Dalam hal keberlanjutan, kata Swasti, SSMS telah menyelesaikan audit Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk tiga anak perusahaan lainnya, termasuk PT Tanjung Sawit Abadi, PT Kalimantan Sawit Abadi, dan PT Sawit Multi Utama pada tahun 2018. Ke depannya, SSMS menargetkan kepada afiliasi anak Perseroan lainnya yaitu PT Menteng Kencana Mas (MKM) dan PT Mirza Pratama Putra (MPP), untuk mendapatkan sertifikasi 2020.

"Kami telah menyusun roadmap dengan baik untuk mencapai sertifikasi RSPO 100%, untuk semua perkebunan dan operasi kami pada tahun 2020," tutup Swasti Kartikaningtyas. (Arianto)





Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini