Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Cara Memahami Aturan Sosial Agar Tidak Diremehkan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena orang mudah diremehkan kembali jadi sorotan dalam dinamika sosial modern, terutama di lingkungan kerja dan pergaulan profesional. Banyak individu dinilai kompeten secara teknis, namun tetap kesulitan mendapat respek karena tidak memahami aturan sosial tak tertulis yang menentukan cara orang lain memperlakukan mereka.

Situasi ini terjadi lintas usia dan profesi. Masalahnya bukan sekadar kemampuan, melainkan sinyal sosial yang dikirim—bagaimana seseorang menetapkan batas, berbicara, dan merespons tekanan dalam interaksi sehari-hari.

Peta Aturan Sosial yang Tak Pernah Diajarkan

Di sekolah, orang dilatih berpikir logis. Di kantor, mereka diasah secara teknis. Namun, satu hal sering terlewat: bagaimana manusia membaca kekuatan dalam interaksi sosial.

Dalam banyak situasi, keputusan dan perlakuan tidak sepenuhnya ditentukan oleh data atau kemampuan. Ada lapisan lain—cara seseorang membawa diri.

Saya pernah menyaksikan seorang rekan dengan analisis tajam justru diabaikan dalam rapat. Ia terlalu sering menjelaskan diri, bahkan sebelum dikritik. Tanpa sadar, itu memberi sinyal keraguan.

Sebaliknya, ada sosok lain yang lebih hemat bicara, tapi setiap kalimatnya diperhitungkan. Bukan karena lebih pintar, melainkan karena tahu kapan harus bicara dan kapan diam.

Ketika Sinyal Lebih Kuat dari Kata-Kata

Orang yang tidak memahami aturan sosial cenderung bereaksi berlebihan. Mereka cepat membela diri, takut dianggap salah, dan berusaha menyenangkan semua pihak.

Polanya berulang: terlalu mudah mengalah, terlalu banyak menjelaskan, dan sulit menetapkan batas. Akibatnya, orang lain membaca celah tersebut sebagai ruang untuk menekan.

Sebaliknya, mereka yang memahami dinamika ini tidak selalu dominan. Mereka justru lebih terukur. Mereka tahu kapan menarik diri, kapan menahan respons, dan kapan bersikap tegas.

Seorang analis muda pernah mengatakan, “Kadang bukan argumen yang menentukan, tapi bagaimana kita berdiri saat menyampaikannya.” Pengamatan itu terasa relevan di banyak situasi.

Dampak: Dari Diremehkan ke Dihormati

Perubahan perlakuan sosial sering kali bukan datang dari peningkatan kemampuan, melainkan dari perubahan sikap.

Saat seseorang berhenti mencari persetujuan semua orang, tidak lagi terburu-buru membela diri, dan mulai menetapkan batas yang jelas, respons lingkungan ikut berubah.

Rasa hormat dalam banyak kasus bukan lahir dari kebaikan semata, melainkan dari konsistensi sikap dan ketegasan batas.

Cara memahami aturan sosial agar tidak diremehkan menjadi kunci dalam membangun posisi yang lebih kuat, baik di tempat kerja maupun dalam relasi sehari-hari.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Membaca Peta Sosial Kantor, Kunci Menang di Dunia Kerja


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena peta sosial kantor yang lebih menentukan dibanding data kembali jadi sorotan dalam dinamika kerja modern. Di banyak organisasi, keputusan penting justru lahir dari relasi, bukan angka, terutama dalam situasi penuh kepentingan.

Dalam praktiknya, kemampuan membaca siapa berpengaruh, kapan bicara, dan bagaimana membangun aliansi sering kali lebih menentukan hasil dibanding analisis data yang presisi sekalipun.

Peta Sosial Kantor Lebih Kuat dari Data

Ada satu pola yang berulang di banyak ruang rapat: data sudah rapi, grafik sudah kuat, tapi keputusan tetap melenceng. Bukan karena datanya salah, melainkan karena “pembacanya” keliru.

Seorang manajer pernah bercerita, proposalnya ditolak mentah meski didukung angka solid. Beberapa minggu kemudian, ide serupa lolos—dibawa oleh orang yang lebih dekat dengan pengambil keputusan.

Di titik ini, peta sosial bekerja. Ia membaca hal yang tak tertulis: ego, kepentingan, dan relasi personal. Data tidak punya emosi. Manusia punya.

Orang yang piawai membaca jaringan sosial tahu kapan harus mendorong ide, dan kapan menahan diri. Bahkan sebelum rapat dimulai, arah keputusan sering sudah terbentuk lewat percakapan informal.

Ketika Pengaruh Mendahului Logika

Dalam banyak kasus, yang menentukan bukan siapa paling benar, melainkan siapa paling mampu membuat argumen terasa masuk akal bagi pihak yang berkuasa.

Di sinilah pengaruh menjadi mata uang utama. Mereka yang memahami struktur informal organisasi tahu siapa yang harus diajak bicara lebih dulu, siapa yang bisa menjadi penghambat diam-diam.

Ada juga strategi halus: memberi ilusi kendali kepada pihak tertentu agar resistensi menurun. Teknik ini sering dipakai tanpa disadari, tapi dampaknya nyata dalam keputusan akhir.

Pengalaman lain datang dari seorang analis muda. Ia mengaku lebih banyak belajar dari “mengamati dinamika rapat” ketimbang membaca laporan. “Kadang yang menentukan bukan isi presentasi, tapi siapa yang duduk di sebelah siapa,” ujarnya.

Dampak dan Pelajaran bagi Profesional

Realitas ini mengubah cara banyak profesional bekerja. Analisis tetap penting, tapi tidak cukup.

Langkah pertama adalah memahami hubungan sebelum mendorong sistem. Kedua, membangun pengaruh sebelum membawa data ke meja diskusi.

Peta sosial kantor bukan soal manipulasi, melainkan kecermatan membaca situasi. Ini tentang memahami lanskap kekuasaan yang sering tersembunyi di balik struktur formal.

Pada akhirnya, mereka yang menguasai jaringan sosial sering unggul lebih dulu. Sementara yang hanya fokus pada angka, kerap tertinggal—bukan karena kurang pintar, tapi karena kurang membaca manusia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Cara Mengatur Aliran Uang ala Orang Kaya, Ini Faktanya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Konsep cara mengatur aliran uang ala orang kaya kembali jadi perhatian di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif. Banyak pekerja berpenghasilan tetap mengaku sulit menahan uang, meski pendapatan meningkat.

Fenomena ini terjadi lintas sektor, dari karyawan muda hingga profesional senior. Polanya sama: uang masuk rutin, tetapi cepat keluar tanpa arah yang jelas atau sistem yang terbangun.

Cara Mengatur Aliran Uang, Bukan Sekadar Mencari

Ada satu analogi yang belakangan terasa masuk akal: uang seperti air. Jika alirannya tidak diatur, ia akan habis, bahkan saat volumenya besar.

Seorang rekan di ruang redaksi pernah bercerita, gajinya naik dua kali lipat dalam tiga tahun. Tapi kondisi finansialnya tidak berubah signifikan. “Aneh, uangnya seperti lewat saja,” katanya suatu sore.

Masalahnya bukan pada jumlah pemasukan, melainkan tidak adanya “jalur aliran”. Uang datang, dipakai, lalu hilang tanpa sempat bekerja.

Dalam praktik orang kaya, fokusnya bukan sekadar menambah pemasukan. Mereka membangun sistem: dari mana uang masuk, ke mana dialirkan, dan bagaimana kembali dalam bentuk lain.

Membangun Sistem Aliran, Bukan Kebocoran

Aliran uang yang sehat bersifat terstruktur. Sebagian digunakan untuk kebutuhan hidup, sebagian dialokasikan ke aset, dan sebagian lagi diputar untuk menciptakan arus baru.

Di sinilah perbedaan paling terasa. Banyak orang fokus “menampung air”, tapi lupa membangun pipa. Akibatnya, penghasilan terus habis tanpa jejak pertumbuhan.

Saya pernah melihat langsung pola ini pada seorang pengusaha kecil. Ia tidak mencatat pengeluaran detail, tapi disiplin memisahkan uang usaha dan pribadi. Hasilnya, bisnisnya tumbuh stabil tanpa terasa.

Sebaliknya, mereka yang mencampur semua arus keuangan cenderung mengalami kebocoran. Uang terlihat banyak di awal bulan, tapi menipis tanpa kontrol menjelang akhir.

Dampak dan Cara Mengubah Pola

Pemahaman ini menggeser cara melihat kekayaan. Ukurannya bukan lagi seberapa besar penghasilan, melainkan seberapa efisien aliran uang dikelola.

Langkah awalnya sederhana: petakan arus kas secara jujur. Lalu tentukan jalur tetap—untuk kebutuhan, investasi, dan pengembangan sumber pendapatan baru.

Cara mengatur aliran uang yang disiplin memungkinkan stabilitas finansial jangka panjang. Tanpa itu, kenaikan gaji hanya memberi ilusi kemajuan.

Pada akhirnya, uang yang diarahkan bisa membangun sistem yang menopang hidup. Sementara uang yang dibiarkan liar hanya mempercepat siklus habis dan mengulang dari nol.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kemendikdasmen Perkuat Rumah Pendidikan di Tengah Pembatasan Medsos


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kebijakan pembatasan media sosial pelajar melalui PP TUNAS mulai berlaku Maret 2026. Pemerintah mendorong penggunaan Super Aplikasi Rumah Pendidikan sebagai alternatif ruang digital edukatif.

Langkah ini dijalankan bersamaan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusdatin sejak 2025, sebagai respons atas risiko konten negatif yang mengancam perkembangan anak.

Pembatasan Media Sosial dan Alternatif Digital Pendidikan

Guru Biologi SMAN 8 Raja Ampat, Winanto Tri Hapsoro, menilai kebijakan ini relevan dengan kondisi pelajar yang masih rentan terhadap pengaruh digital.

“Pembatasan media sosial oleh pemerintah sangat relevan, karena pelajar masih berada pada fase perkembangan yang rentan pengaruh konten negatif,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menyebut kehadiran Super Aplikasi Rumah Pendidikan menjadi pembeda. Platform ini tidak hanya membatasi, tetapi juga memberi alternatif ruang belajar yang lebih aman.

Di lapangan, perubahan ini terasa nyata. Saya pernah berbincang dengan guru di wilayah timur Indonesia yang mengeluhkan distraksi media sosial lebih dominan daripada bahan ajar. Kini, arah itu mulai bergeser.

Winanto mencontohkan fitur Ruang Murid dan Lab Maya yang memungkinkan siswa di Papua Barat Daya mengakses pengalaman belajar setara dengan sekolah di kota besar.

“Konten seperti Lab Maya sangat membantu siswa kami memahami materi secara lebih mendalam,” katanya.

Efektivitas, Tantangan, dan Adaptasi Generasi Digital

Meski demikian, implementasi kebijakan belum sepenuhnya efektif. Muhammad Najmi HR, siswa kelas VI di Sarijadi, Bandung, mengaku masih bisa mengakses platform seperti TikTok dan YouTube.

Celah ini menunjukkan perlunya pengawasan dan integrasi sistem yang lebih kuat agar kebijakan tidak berhenti di level regulasi.

Dari sisi orang tua, dukungan cukup kuat. Siti Samiatun, warga Cimahi, menilai pembatasan ini membantu mengontrol aktivitas digital anak.

“Saya setuju dengan pembatasan media sosial. Anak jadi tidak terlalu larut dan lupa waktu,” ujarnya.

Namun tantangan berikutnya adalah relevansi konten. Winanto menekankan pentingnya pengembangan fitur mobile dan format video pendek agar sesuai dengan kebiasaan generasi muda.

Saya sendiri melihat pola konsumsi konten pelajar kini sangat cepat. Tanpa adaptasi format, platform edukasi berisiko ditinggalkan meski niatnya baik.

Integrasi Sistem dan Masa Depan Pembelajaran Digital

Kepala Pusdatin, Wibowo Mukti, menjelaskan Super Aplikasi Rumah Pendidikan dirancang sebagai ekosistem terpadu dengan delapan menu utama, termasuk Ruang Murid dan Ruang Guru.

Sebelumnya, layanan pendidikan digital tersebar di hampir 300 aplikasi berbeda. Kondisi ini menyulitkan lebih dari 4 juta guru dan 40 juta siswa di seluruh Indonesia.

Melalui integrasi ini, pemerintah menargetkan pembelajaran yang lebih inklusif, efisien, dan merata, terutama di wilayah terpencil.

Jika konsisten dijalankan, kombinasi pembatasan media sosial pelajar dan penguatan platform edukasi bisa menjadi titik balik pengelolaan ruang digital anak di Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto




Share:

Habitat Soroti Rendahnya Sertifikasi Tenaga Konstruksi


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Habitat for Humanity Indonesia mengungkap strategi peningkatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi nasional dalam diseminasi studi nasional yang digelar Habitat for Humanity Indonesia di Tangerang, Selasa (14/4/2026). Studi ini menyoroti rendahnya kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) yang baru mencapai sekitar 6 persen tenaga kerja.

Padahal, kebutuhan nasional mencapai sekitar 2,5 juta tenaga kerja bersertifikat, sementara yang tersedia baru sekitar 500 ribu. Kesenjangan ini berdampak pada kualitas proyek, efisiensi anggaran, hingga keselamatan kerja.

Sertifikasi Ada, Tapi Belum Jadi Kebutuhan

Hester Smidt menjelaskan, persoalan utama bukan pada ketiadaan aturan, melainkan implementasi yang belum menyatu dengan sistem proyek. SKK masih dianggap sekadar formalitas administratif.

Dalam banyak proyek, pola rekrutmen masih bergantung pada kedekatan personal. Tukang direkrut karena “sudah biasa kerja”, bukan karena terverifikasi kompetensinya. 

Saya pernah berbincang dengan seorang pekerja bangunan di proyek kecil. Ia mengaku sudah belasan tahun bekerja, tetapi belum pernah mengikuti sertifikasi. “Kalau kerja ya pakai pengalaman saja,” ujarnya. Pernyataan ini terasa umum—dan justru di situlah masalahnya.

Akses menjadi hambatan lain. Biaya, lokasi uji kompetensi, hingga proses administrasi membuat banyak pekerja memilih bertahan di jalur informal.

Dampak Langsung ke Proyek dan Anggaran

Ketika sertifikasi tidak menjadi standar, kualitas konstruksi sulit dijaga konsisten. Risiko pekerjaan ulang meningkat, yang pada akhirnya membebani anggaran publik.

Studi mencatat, sistem pengadaan belum konsisten mensyaratkan tenaga kerja bersertifikat. Di sisi lain, pengawasan di lapangan juga belum berjalan sistematis, terutama dalam rantai subkontrak.

Akibatnya, sertifikasi berjalan sendiri, sementara praktik proyek berjalan dengan logika lama. Kesenjangan ini menciptakan inefisiensi yang berulang.

Pekerja informal pun sulit naik kelas. Tanpa pengakuan formal, mereka tetap berada di posisi tawar rendah, meski memiliki pengalaman panjang.

Menariknya, model intervensi terintegrasi yang diuji di Banten menunjukkan hasil berbeda. Sertifikasi bisa mencapai hingga 96 persen ketika sistem pembinaan, pengadaan, dan pengawasan berjalan selaras.


Dorongan Reformasi: SKK Jadi “Tiket Masuk” Proyek

Habitat for Humanity Indonesia merekomendasikan agar SKK dijadikan syarat utama dalam seluruh tahapan proyek—mulai dari tender hingga pembayaran.

Langkah ini perlu diikuti dengan integrasi sistem secara menyeluruh. Tanpa itu, sertifikasi hanya berhenti sebagai dokumen, bukan praktik.

Perluasan akses juga menjadi kunci. Skema pengakuan pengalaman kerja, pelatihan langsung di proyek, hingga sertifikasi yang mendekat ke pekerja dinilai lebih realistis.

Dalam praktiknya, pendekatan ini lebih menjawab kebutuhan. Seorang mandor yang saya temui pernah bilang, pekerjanya sebenarnya mau belajar, asal tidak harus meninggalkan pekerjaan terlalu lama.

Studi ini menegaskan bahwa masalah utama sektor konstruksi bukan kekurangan tenaga kerja, melainkan tidak terhubungnya sistem kompetensi dengan pasar.

Jika strategi peningkatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi nasional dijalankan konsisten, kualitas proyek bisa meningkat, risiko anggaran menurun, dan tenaga kerja lokal punya peluang naik kelas.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto




Share:

466 Lulusan Siap Perkuat Pertahanan Wisuda Unhan RI 2026, 466 Perwira Resmi Dikukuhkan


Duta Nusantara Merdeka | Sentul 
Sebanyak 466 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Wisuda Universitas Pertahanan RI 2026 yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4/2026). Prosesi ini dipimpin langsung Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

Momentum ini bukan sekadar seremoni. Para lulusan dari program sarjana hingga doktor itu kini resmi menyandang status baru sebagai insan akademik yang siap terjun menghadapi dinamika pertahanan nasional.

Wisuda Unhan 2026: Transisi dari Kampus ke Lapangan

Prosesi berlangsung khidmat di Aula Merah Putih Kampus Unhan RI. Para wisudawan sebelumnya telah menuntaskan Tahap Pendidikan (Tupdik), sebelum akhirnya dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka.

Saya pernah meliput wisuda militer beberapa tahun lalu. Atmosfernya selalu berbeda—lebih hening, lebih disiplin, tapi terasa penuh beban tanggung jawab. Kali ini pun kesannya sama.

Di antara ratusan lulusan, satu nama yang mencuri perhatian adalah Letkol Arm M. Dastin Meta Swandana. Alumni Akademi Militer 2008 itu kini menjabat sebagai Kapen Seskoad.

Ia berhasil meraih gelar Magister Pertahanan (M.Han) dari Program Studi Strategi Pertahanan Darat, menambah deretan gelarnya menjadi SE, SH, MH, dan M.Han.

“Alhamdulillah, terima kasih atas support dan doa dari keluarga maupun sahabat selama proses perkuliahan,” ujarnya.

Peran Strategis Lulusan dalam Pertahanan Negara

Wisuda ini menjadi titik penting. Bukan hanya penutup masa studi, tapi juga gerbang masuk ke tantangan yang lebih kompleks di lapangan.

Para lulusan diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat, terutama dalam memperkuat sistem pertahanan negara, khususnya pada matra darat.

Dalam beberapa diskusi dengan perwira aktif, saya sering mendengar satu hal yang sama: teori di kampus itu penting, tapi tekanan nyata justru datang saat di lapangan.

Di sinilah peran Unhan diuji—apakah mampu mencetak lulusan yang bukan hanya paham konsep, tapi juga adaptif dalam situasi tak terduga.

Dengan latar belakang pendidikan strategis, para lulusan diharapkan bisa menjadi penghubung antara kebijakan dan implementasi di lapangan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Disfungsi Ereksi Tanda Awal Penyakit Jantung, Ini Faktanya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Studi dari American Heart Association mengungkap disfungsi ereksi dapat menjadi tanda awal penyakit jantung yang kerap muncul tanpa gejala. Temuan ini diperkuat riset dalam jurnal Circulation yang menyoroti risiko kardiovaskular pada pria.

Penelitian tersebut menunjukkan pria dengan disfungsi ereksi memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat mengalami serangan jantung, stroke, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Disfungsi Ereksi Indikator Gangguan Pembuluh Darah

Secara medis, ereksi bergantung pada kelancaran aliran darah. Ketika pembuluh darah menyempit atau kehilangan elastisitas, fungsi tersebut akan terganggu secara langsung.

Kondisi ini tidak berdiri sendiri. Kerusakan pembuluh darah bersifat sistemik, sehingga gangguan di satu organ dapat mencerminkan masalah pada organ vital lain, termasuk jantung.

Ukuran pembuluh darah di penis yang lebih kecil membuat gejala muncul lebih cepat dibandingkan pembuluh darah jantung. Hal ini menjadikan disfungsi ereksi sebagai indikator awal yang sering terdeteksi lebih dini.

Data penelitian menunjukkan hampir separuh partisipan mengalami kondisi ini. Dalam periode sekitar empat tahun, kelompok tersebut mencatat kejadian kardiovaskular lebih tinggi secara signifikan.

Risiko Tetap Tinggi Meski Faktor Lain Dikendalikan

Menariknya, peningkatan risiko tetap terjadi meski faktor lain seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol telah diperhitungkan dalam analisis.

Hal ini menegaskan bahwa disfungsi ereksi bukan sekadar efek samping, melainkan sinyal independen yang menunjukkan adanya gangguan serius pada sistem pembuluh darah.

Namun, banyak pria cenderung mengabaikan gejala ini. Faktor stigma, rasa malu, hingga anggapan sebagai bagian normal dari penuaan membuat kondisi ini jarang dikonsultasikan.

Para ahli menilai disfungsi ereksi seharusnya menjadi pintu masuk untuk pemeriksaan kesehatan lebih luas, terutama dalam mendeteksi dini penyakit jantung.

Kesamaan faktor risiko seperti merokok, obesitas, gaya hidup tidak aktif, tekanan darah tinggi, dan diabetes memperkuat hubungan antara kedua kondisi tersebut.

Disfungsi ereksi pada akhirnya bukan hanya persoalan kualitas hidup, tetapi juga peringatan dini dari tubuh terhadap potensi penyakit yang lebih serius.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Mendikdasmen Dorong Sekolah Aman Nyaman Tanpa Kekerasan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya membangun budaya sekolah aman dan nyaman melalui pendekatan pendidikan tanpa kekerasan di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026).

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak semata transfer pengetahuan, melainkan proses membentuk karakter dan peradaban bangsa melalui praktik pembelajaran yang memuliakan manusia.

Sekolah Aman Nyaman Berbasis Karakter dan Nilai

Dalam dialog pendidikan bertema “Menata Fondasi Belajar”, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya penerapan nilai dalam kehidupan sekolah sehari-hari sebagai bagian dari hidden curriculum.

Menurutnya, budaya sekolah aman dan nyaman mencakup nilai, sikap, serta kebiasaan yang menjamin perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, hingga keamanan digital siswa.

“Guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya memuliakan ilmu,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya di hadapan ratusan kepala sekolah dan guru.

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus berorientasi pada pembentukan karakter yang berkelanjutan, bukan sekadar penyampaian materi pelajaran di ruang kelas.

Pendekatan Pembelajaran dan Peran Guru

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pembelajaran perlu diarahkan pada pendekatan deep learning yang menekankan proses mindful, meaningful, dan joyful.

Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi memahami secara mendalam serta terlibat aktif dalam proses belajar.

“Kita ingin pembelajaran itu dipahami secara mendalam, bukan sekadar banyak materi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti sebagai pengajar, melainkan pembimbing yang mendampingi siswa secara akademik, sosial, dan emosional.

Selain itu, seluruh guru didorong berperan sebagai wali yang aktif memantau perkembangan siswa secara menyeluruh.

Disiplin Tanpa Kekerasan dan Solusi Dialogis

Dalam membangun disiplin, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pendekatan edukatif tanpa kekerasan sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Menurutnya, pembiasaan nilai seperti disiplin, sopan santun, dan saling menghargai lebih efektif ditanamkan melalui keteladanan dibanding hukuman fisik.

“Disiplin harus dibangun tanpa kekerasan, tetapi dengan pendekatan yang membuat siswa sadar dan berubah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap persoalan di sekolah sebaiknya diselesaikan melalui dialog antara pihak sekolah dan orang tua guna menjaga hubungan yang konstruktif.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 


Share:

Diet dan Olahraga Gagal, Cek Keseimbangan Hormon Tubuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena tubuh terasa “tidak nurut” meski sudah menjalani diet dan olahraga rutin kerap dialami banyak orang. Kondisi ini bukan semata soal kedisiplinan, melainkan dipengaruhi sistem biologis kompleks, terutama keseimbangan hormon dalam tubuh.

Peran Hormon dalam Mengatur Tubuh

Tubuh manusia bekerja melalui sistem hormon yang mengatur rasa lapar, energi, hingga metabolisme. Setidaknya terdapat enam hormon utama yang berperan penting dalam proses ini.

Ketika salah satu hormon mengalami ketidakseimbangan, respons tubuh terhadap pola makan dan aktivitas fisik bisa terganggu. Dampaknya, upaya menurunkan berat badan atau menjaga kebugaran terasa stagnan.

Hormon seperti insulin, leptin, dan ghrelin memiliki fungsi vital dalam mengatur rasa kenyang dan lapar. Sementara hormon kortisol berperan dalam respons stres yang juga berdampak pada penyimpanan lemak.

Jika sistem ini tidak berjalan optimal, tubuh cenderung “melawan” perubahan yang diupayakan, meskipun pola hidup sudah diperbaiki.

Ketidakseimbangan Hormon dan Dampaknya

Ketidakseimbangan hormon dapat membuat seseorang merasa mudah lapar, cepat lelah, hingga sulit menurunkan berat badan. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai kurangnya kemauan atau disiplin diri.

Padahal, secara fisiologis tubuh sedang mengirim sinyal yang tidak sinkron. Hal ini menjelaskan mengapa sebagian orang tetap kesulitan mencapai hasil meski sudah menjalani gaya hidup sehat.

Dalam konteks ini, pendekatan yang lebih efektif adalah memahami cara kerja tubuh, bukan sekadar meningkatkan intensitas diet atau olahraga.

Protein Jadi Kunci Regulasi

Salah satu faktor penting dalam membantu menyeimbangkan hormon adalah asupan protein berkualitas. Protein tidak hanya berfungsi membangun otot, tetapi juga berperan dalam mengatur sinyal hormon.

Asupan protein yang cukup dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, menstabilkan gula darah, dan mendukung metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Dengan memahami peran hormon dan memperbaiki pola makan, terutama melalui konsumsi protein yang tepat, upaya menjaga kesehatan menjadi lebih terarah dan efektif.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Lemak Perut Tersembunyi, Ini Bahaya Visceral Fat bagi Tubuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Lemak visceral atau lemak yang tersimpan di dalam rongga perut menjadi perhatian karena dampaknya terhadap kesehatan. Meski berat badan terlihat normal, penumpukan visceral fat dapat memicu gangguan metabolisme serius secara diam-diam.

Lemak ini berada di sekitar organ vital seperti hati, pankreas, dan usus. Berbeda dari lemak bawah kulit, visceral fat bersifat aktif secara metabolik dan berperan layaknya organ endokrin.

Apa Itu Visceral Fat dan Dampaknya bagi Tubuh

Visceral fat tidak sekadar menjadi cadangan energi, tetapi juga menghasilkan hormon dan molekul inflamasi. Dalam jumlah kecil, lemak ini berfungsi melindungi organ dalam tubuh.

Namun, ketika jumlahnya berlebih, visceral fat justru memicu resistensi insulin, peradangan kronis, serta ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini mempercepat proses penuaan dan menurunkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Risiko kesehatan meningkat meski seseorang tampak memiliki berat badan ideal. Hal ini menjadikan visceral fat sebagai ancaman tersembunyi yang sering tidak disadari.

Mengapa Visceral Fat Berbahaya dan Mudah Menumpuk

Bahaya visceral fat berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit metabolik. Lemak ini diketahui memicu diabetes, penyakit jantung, hingga penurunan fungsi kognitif.

Penumpukan visceral fat dipengaruhi berbagai faktor gaya hidup. Stres kronis, misalnya, meningkatkan hormon kortisol yang mendorong penyimpanan lemak di area perut.

Kurang tidur juga berperan penting karena meningkatkan hormon ghrelin dan menurunkan leptin. Kondisi ini menyebabkan nafsu makan meningkat dan metabolisme terganggu.

Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik turut memperburuk kondisi. Aktivitas enzim pemecah lemak dalam tubuh menurun sehingga lemak lebih mudah menumpuk.

Selain itu, perubahan hormon saat usia bertambah, seperti penurunan estrogen atau testosteron, memicu distribusi lemak ke area perut.

Konsumsi karbohidrat olahan dan alkohol berlebih juga mempercepat pembentukan lemak visceral melalui peningkatan insulin.

Faktor genetik dan kondisi inflamasi turut memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap penumpukan lemak ini, bahkan pada individu dengan indeks massa tubuh normal.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Rahasia 7 prinsip diam orang sukses yang jarang dibahas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Konsep 7 prinsip diam orang sukses menjadi sorotan karena menekankan pentingnya kebiasaan konsisten dibanding sekadar motivasi. Prinsip ini relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah budaya instan yang kian dominan.

7 Prinsip Diam Orang Sukses yang Jarang Terlihat

Orang sukses umumnya tidak banyak membicarakan prinsip hidupnya. Bukan karena tidak memiliki nilai, melainkan karena prinsip tersebut dijalankan secara konsisten tanpa perlu pengakuan publik.

Pertama, mereka setia pada proses, bukan hasil instan. Mereka memahami bahwa pencapaian yang bertahan lama lahir dari usaha berkelanjutan, bukan jalan pintas.

Kedua, tanggung jawab penuh menjadi fondasi utama. Mereka tidak menyalahkan keadaan, melainkan fokus memperbaiki keputusan dan arah hidup.

Ketiga, karakter dijaga lebih ketat daripada reputasi. Apa yang dilakukan saat tidak diawasi justru menjadi penentu kualitas diri seseorang.

Keempat, disiplin lebih diutamakan daripada motivasi. Mereka tetap bekerja meski semangat sedang turun, karena konsistensi dianggap lebih penting.

Dampak Prinsip Diam terhadap Kesuksesan Jangka Panjang

Kelima, mereka selektif dalam menjaga energi dan fokus. Tidak semua hal dianggap penting, sehingga perhatian diarahkan pada hal yang benar-benar berdampak.

Keenam, keberanian untuk tidak disukai menjadi bagian dari integritas. Mereka lebih memilih tetap benar daripada mencari validasi sosial yang semu.

Ketujuh, mereka membangun sistem, bukan sekadar niat. Sistem kerja yang terstruktur membuat tindakan berjalan otomatis tanpa bergantung pada suasana hati.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesuksesan bukan hasil dari retorika, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dalam konteks kehidupan modern, banyak orang terjebak pada motivasi sesaat tanpa eksekusi nyata. Akibatnya, perubahan tidak pernah terjadi secara signifikan.

Prinsip diam ini menjadi pengingat bahwa stagnasi sering kali bukan karena kurangnya keinginan, melainkan absennya sistem dan disiplin dalam menjalani proses.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Cara Kenali Tanda Kekurangan Vitamin yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tubuh manusia secara alami memberikan sinyal ketika mengalami kekurangan nutrisi tertentu. Memahami cara kenali tanda kekurangan vitamin menjadi penting agar gejala awal tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Sejumlah tanda fisik kerap dianggap sepele, padahal dapat menjadi indikator defisiensi vitamin dan mineral. Mulai dari rambut rontok hingga gusi berdarah, kondisi ini berkaitan langsung dengan kebutuhan nutrisi harian yang tidak terpenuhi.

Gejala Umum yang Sering Diabaikan

Beberapa keluhan ringan seperti bunyi pada sendi siku dan lutut saat bergerak dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin D. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi.

Selain itu, rambut rontok berlebihan, munculnya uban di usia muda, hingga kuku rapuh bisa menjadi tanda tubuh kekurangan biotin, zat besi, dan vitamin B12. Ketiga nutrisi ini berfungsi mendukung pertumbuhan sel dan jaringan tubuh.

Masalah Mulut dan Kulit

Sariawan yang sering kambuh juga dapat menjadi indikator tubuh kekurangan vitamin B dan zinc. Kedua zat ini berperan dalam menjaga kesehatan jaringan mulut serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Sementara itu, munculnya bintik putih pada kuku sering dikaitkan dengan defisiensi zinc. Kondisi ini mencerminkan gangguan pada proses regenerasi sel tubuh yang membutuhkan asupan mineral cukup.

Gangguan Gusi dan Area Mata

Gusi yang mudah berdarah saat menyikat gigi dapat menandakan kekurangan vitamin C dan K. Kedua vitamin ini penting dalam menjaga kekuatan jaringan serta proses pembekuan darah.

Di sisi lain, mata yang tampak bengkak atau sembap dapat menjadi tanda kekurangan vitamin B12 atau vitamin K. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan sirkulasi darah yang tidak optimal.

Pentingnya Deteksi Dini

Memahami cara kenali tanda kekurangan vitamin memungkinkan seseorang mengambil langkah pencegahan lebih cepat. Perbaikan pola makan menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayur, buah, dan protein, menjadi kunci menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika gejala berlanjut, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Tips Aman Kelola Energi dari Orang Toxic, Kenali 7 Tipe Ini


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Interaksi sosial yang tidak sehat dapat berdampak besar pada kesehatan mental. Dalam kajian psikologi sosial, sejumlah tipe kepribadian diketahui berpotensi menguras energi emosional orang di sekitarnya. 

Dalam psikologi, hubungan yang dipenuhi emosi negatif dapat memicu emotional exhaustion atau kelelahan mental akibat tekanan sosial.

Memahami karakter tersebut menjadi bagian penting dari tips aman kelola energi dari orang toxic, agar seseorang mampu menjaga stabilitas psikologis di tengah tekanan lingkungan.

Fenomena ini kerap muncul di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga. Tanpa disadari, hubungan yang tidak seimbang atau dipenuhi emosi negatif dapat memicu kelelahan mental berkepanjangan.

Tipe Kepribadian yang Menguras Energi Mental

1. Pengeluh Kronis

Tipe ini hampir selalu memiliki alasan untuk mengeluh. Situasi kerja, cuaca, atau orang lain sering menjadi sasaran keluhan tanpa upaya mencari solusi. 

Dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan konsep learned helplessness, yakni kondisi ketika seseorang merasa tidak memiliki kendali atas masalah yang dihadapi.

2. Pengkritik Tanpa Henti

Individu dengan pola komunikasi ini lebih sering menyoroti kekurangan dibanding memberikan apresiasi. 

Para psikolog menyebutnya sebagai negative bias communication, yaitu kecenderungan fokus pada sisi negatif dalam interaksi.

3. Pembuat Drama

Masalah kecil kerap diperbesar hingga menimbulkan konflik emosional yang berlebihan. Lingkungan di sekitarnya pun mudah terseret ke dalam situasi penuh ketegangan.

4. Pengontrol Kehidupan Orang Lain

Karakter ini biasanya muncul dalam hubungan dekat, seperti keluarga atau pasangan. Mereka merasa berhak mengatur pilihan hidup orang lain, mulai dari keputusan pribadi hingga urusan sehari-hari.

Relasi Sosial yang Berpotensi Menguras Emosi

5. Korban Abadi

Orang dengan pola ini selalu menempatkan dirinya sebagai pihak yang dirugikan. Mereka jarang mengakui peran pribadi dalam konflik yang terjadi sehingga membutuhkan empati terus-menerus dari orang lain.

6. Pengambil Energi

Dalam relasi ini, hubungan sering berjalan satu arah. Mereka hadir ketika membutuhkan bantuan, tetapi tidak memberikan dukungan yang sama saat orang lain memerlukannya.

7. Penyebar Emosi Negatif

Tipe ini kerap menyebarkan gosip, sinisme, atau kecurigaan terhadap orang lain. Lingkungan sosial pun menjadi penuh ketidakpercayaan dan konflik.

Cara Menjaga Energi Mental dari Relasi Toxic

Para pakar psikologi menilai penting bagi seseorang untuk menetapkan batasan emosional dalam berinteraksi. Menjaga jarak dari pola komunikasi yang negatif bukanlah bentuk keegoisan, melainkan langkah untuk melindungi kesehatan mental.

Dengan mengenali karakter yang berpotensi menguras energi, masyarakat dapat menerapkan tips aman kelola energi dari orang toxic secara lebih bijak. 

Langkah ini membantu menjaga keseimbangan emosional sekaligus membangun relasi sosial yang lebih sehat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto   

Share:

Fachrul Razi Raih Gelar Doktor Ilmu Politik di Universitas Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fachrul Razi resmi meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang digelar di Jakarta, Selasa (24/02/26).

Dalam sidang promosi tersebut, Fachrul memaparkan hasil risetnya mengenai dinamika integrasi politik di Aceh pascaperjanjian damai Helsinki. 

Ia menyoroti bagaimana konsolidasi kelembagaan dan peran aktor-aktor politik lokal memengaruhi stabilitas serta arah pembangunan politik di daerah itu.

Di hadapan dewan penguji, ia menjelaskan bahwa proses integrasi politik tidak hanya ditentukan oleh regulasi formal, tetapi juga oleh legitimasi sosial dan kemampuan elite lokal membangun konsensus. 

Penelitian itu, menurut dia, berangkat dari kebutuhan membaca ulang praktik demokrasi lokal dalam konteks kekhususan Aceh.

Sidang berlangsung terbuka dan dihadiri civitas akademika serta undangan terbatas. Setelah melalui sesi tanya jawab dan pendalaman metodologi, dewan penguji menyatakan disertasi tersebut layak dan menerima kandidat sebagai doktor.

Pihak kampus menyebut riset yang diangkat relevan dengan perkembangan politik lokal dan tata kelola pemerintahan daerah. Kajian semacam ini dinilai penting, terutama dalam melihat bagaimana perjanjian damai diterjemahkan ke dalam praktik politik sehari-hari.

Dengan capaian tersebut, Fachrul menambah deretan akademisi yang menekuni studi politik berbasis pengalaman empirik daerah. 

Ia berharap temuannya dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Teliti Aceh, Fachrul Razi Raih Doktor Politik UNAS


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fachrul Razi resmi meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional dalam Sidang Senat Terbuka di Menara UNAS Ragunan, Selasa (24/2/2026).

Disertasinya mengupas integrasi politik Aceh pasca-MoU Helsinki, menyoroti peran kelembagaan Wali Nanggroe dalam menjaga stabilitas daerah.

Mengurai Integrasi Politik Aceh

Fachrul Razi dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Politik oleh Universitas Nasional (UNAS) dalam sidang terbuka yang digelar di Menara UNAS Ragunan, Jakarta Selatan.

Ia mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Politik di Aceh Pasca MoU Helsinki: Studi Pelembagaan Politik Wali Nanggroe (2013–2024)”.

Tema tersebut dipilih dengan latar dinamika politik Aceh setelah penandatanganan MoU Helsinki pada 2005, yang mengakhiri konflik bersenjata di provinsi itu.

Menurut Fachrul, perjanjian damai bukan sekadar penutup konflik, melainkan awal dari proses panjang membangun sistem politik yang inklusif dan terintegrasi.

Penelitiannya menelaah bagaimana integrasi politik berlangsung lebih dari satu dekade terakhir, sekaligus memetakan faktor yang memengaruhi stabilitas dan konsolidasi demokrasi di Aceh.

Ia menyebut implementasi butir-butir MoU Helsinki di lapangan menyimpan dinamika tersendiri.

“Penelitian ini mengungkap berbagai temuan penting terkait implementasi aturan MoU Helsinki,” ujarnya dalam sidang promosi.

Promosi Doktor dan Harapan Akademik

Proses doktoral Fachrul dipimpin Promotor Utama Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, akademisi yang dikenal luas dalam studi konflik dan perdamaian Indonesia.

Setelah melalui tahapan pembahasan dan verifikasi akademik, ia dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan resmi menyandang gelar doktor.

Sidang senat terbuka tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wilson Lalengke selaku Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), serta jajaran pengurus organisasi itu.

Momentum akademik ini tak sekadar seremoni. Fachrul berharap hasil risetnya dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan politik yang adaptif terhadap dinamika Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya pelembagaan politik lokal, termasuk posisi Wali Nanggroe, dalam menjaga kesinambungan perdamaian.

Baginya, integrasi politik bukan proses instan. Ia membutuhkan konsistensi kebijakan, legitimasi kelembagaan, dan partisipasi masyarakat.

Dengan riset tersebut, Fachrul berharap kontribusi akademiknya dapat memperkaya diskursus politik nasional sekaligus memperkuat fondasi perdamaian Aceh di masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

BEM PTMA Apresiasi Anggaran Pendidikan 2026 Tak Dipangkas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
BEM PTMA Indonesia menyatakan dukungan terhadap kebijakan anggaran pendidikan 2026 pemerintah di Jakarta, Senin (23/02), karena dinilai tetap prioritas meski ada program nasional baru.

Anggaran pendidikan 2026 dipastikan tidak dipangkas untuk program lain, langkah yang dinilai mahasiswa sebagai sinyal kuat komitmen negara pada sekolah dan guru.

Kebijakan Anggaran Dinilai Progresif

Koordinator Presidium Nasional Yogi Syahputra Alidrus menilai kebijakan anggaran pendidikan pemerintah menunjukkan arah progresif. Menurutnya, sektor pendidikan dasar dan menengah tetap ditempatkan sebagai prioritas pembangunan manusia.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti, yang memastikan dana pendidikan tidak dikurangi untuk pembiayaan program lain.

Pemerintah, kata dia, justru memperbesar alokasi untuk sejumlah program strategis, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, bantuan siswa, hingga peningkatan kesejahteraan guru.

Data anggaran yang tercantum dalam APBN menunjukkan nilai lebih dari Rp14 triliun dialokasikan bagi lebih dari 11.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menurut Yogi, angka tersebut menegaskan bahwa sektor pendidikan masih menjadi fondasi pembangunan nasional jangka panjang.

Catatan Pengawasan Daerah

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar kerap muncul di tingkat pemerintah daerah. Persoalan klasik seperti penyalahgunaan kewenangan hingga lemahnya pengawasan masih ditemukan.

Ia mencontohkan kasus di Nusa Tenggara Timur yang menyoroti lemahnya perhatian terhadap kebutuhan dasar siswa. Peristiwa itu, katanya, harus menjadi alarm bagi penguatan kontrol kebijakan pendidikan.

Selain anggaran, BEM PTMA juga menilai langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam program digitalisasi sekolah sebagai kebijakan penting.

Bantuan perangkat panel interaktif dinilai dapat mendorong pembelajaran kolaboratif. Teknologi tersebut memungkinkan guru menulis, menggambar, dan mengakses sumber belajar digital secara langsung di kelas.

Yogi menegaskan, pendidikan dasar dan menengah tetap menjadi “jantung peradaban daerah” karena membentuk generasi masa depan. Ia menilai keberlanjutan kebijakan anggaran menjadi kunci agar manfaatnya terasa merata hingga wilayah terpencil.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Mahasiswi Tewas di Cikarang Usai Minum Obat Aborsi Ilegal, 5 Orang Dijerat Pasal Pembunuhan


Duta Nusantara Merdeka | Cikarang 
Seorang mahasiswi berusia 20 tahun ditemukan tewas di kamar unit Apartemen Riverview Tower Mahakam, wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, setelah diduga mengonsumsi obat aborsi ilegal. 

Kematian korban kemudian membuka jejak jaringan penjualan obat keras terlarang yang kini diproses hukum dengan sangkaan berat.

Korban berinisial PAF ditemukan tak bernyawa di kamar apartemen di kawasan Cikarang pada Rabu (11/2/2026) pukul 14.30 WIB. 

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara sebelum mengevakuasi jenazah ke RS Pusdokkes Polri untuk keperluan autopsi.

Polisi menyebut kasus ini sebagai salah satu peredaran obat ilegal paling berbahaya yang mereka tangani tahun ini.

Kapolres Polres Metro Bekasi melalui Kombes Pol. Sumarni menjelaskan, korban sempat berada di kamar bersama sejumlah rekannya sebelum kondisi fisiknya tiba-tiba menurun drastis. 

"Dugaan awal mengarah pada konsumsi pil keras yang dipasarkan sebagai obat penggugur kandungan tanpa resep dokter maupun pengawasan medis," ujar Kombes Sumarni, Senin (16/2/2026).

Jejak Distribusi Terungkap

Penyelidikan kemudian mengarah pada jaringan penjual obat ilegal setelah polisi menelusuri isi ponsel korban dan riwayat transaksi. Dari situ, aparat menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam distribusi.

Kelima tersangka berinisial SN alias F, ADY, H alias H, EA alias E, dan NF. Mereka disebut berperan sebagai penjual sekaligus perantara dalam peredaran obat keras tersebut. Polisi menilai para pelaku mengetahui risiko fatal dari obat yang mereka pasarkan, namun tetap menjualnya demi keuntungan.

Satu orang lain berinisial R kini masuk daftar pencarian orang. Penyidik menduga sosok ini merupakan pemasok utama dalam jaringan tersebut.

Dijerat Pasal Berat

Berbeda dari perkara obat ilegal biasa, penyidik menerapkan pasal pembunuhan dan pembunuhan berencana terhadap para tersangka. Langkah itu diambil karena ada dugaan pelaku memahami potensi kematian akibat obat, tetapi tetap mendistribusikannya kepada korban.

Jika terbukti bersalah, para tersangka terancam hukuman berat mulai dari penjara seumur hidup hingga pidana mati.

Kasus ini kembali menyoroti bahaya praktik aborsi tidak aman. Secara medis, konsumsi obat keras terlarang tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat memicu pendarahan hebat, infeksi serius, bahkan kegagalan organ yang berujung kematian.

Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui peredaran obat keras ilegal agar penindakan dapat dilakukan lebih cepat dan korban serupa tidak kembali jatuh.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Mahasiswa Indonesia Raih Juara III Tilawah IPT Malaysia 2026


Duta Nusantara Merdeka | Trengganu 
Mahasiswa Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin (UniSIRAJ), Ahmad Zaky AlBaihaqi, meraih Juara III Tilawah IPT di Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Terengganu, 12–15 Februari 2026.

Prestasi itu menjadi catatan penting, bukan hanya bagi kampusnya di Malaysia, tetapi juga bagi Indonesia.

Ahmad Zaky tampil dalam Majlis Tilawah dan Hafazan Al-Qur’an Peringkat Institusi Pendidikan Tinggi (IPT), ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi se-Malaysia.

Di tengah persaingan ketat cabang tilawah dan hafazan, ia berhasil menempatkan diri di posisi tiga besar. Capaian tersebut menegaskan kapasitasnya sebagai qari muda yang matang secara teknik maupun penguasaan tajwid.

Fondasi Pesantren dan Tradisi Keilmuan

Ahmad Zaky merupakan alumni . Ia juga cucu dari pendiri pesantren tersebut.
Latar pendidikan pesantren yang kuat menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya. 

Tradisi talaqqi, disiplin hafalan, serta pembinaan adab terhadap Al-Qur’an membentuk karakter dan ketekunannya sejak dini.

Keberhasilan di panggung IPT Malaysia ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Kompetisi yang digelar di Terengganu itu bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang silaturahmi intelektual dan spiritual antar-mahasiswa. Ajang tersebut memperkuat budaya cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda terdidik.

Pihak kampus melalui Jabatan Pembangunan Pelajar dan Jaringan Komuniti (JPPJK) menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. 

Mereka berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat mahasiswa lain untuk terus berprestasi.

Keberhasilan Ahmad Zaky diharapkan memberi energi baru bagi santri dan mahasiswa Indonesia, agar terus menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an dan membawa nilai-nilai Islam di kancah global.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 
 

 
Share:

YMMZ Santuni 160 Ustadz di Banjarmasin, Komitmen Perkuat Dakwah Pendidikan


Duta Nusantara Merdeka | Banjarmasin 
Yayasan Mahatir Mohammad Zain (YMMZ) kembali menegaskan komitmen sosialnya dengan menggelar silaturahmi, makan bersama, dan penyerahan bantuan rutin kepada ratusan ustadz di Banjarmasin.

YMMZ menggelar silaturahmi dan makan bersama ustadz serta asatidz lembaga pendidikan Islam, disertai penyerahan bantuan rutin sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Kegiatan berlangsung Jumat (2/1/2026), selepas Salat Jumat, di Kawai Koffie Jalan Adhyaksa, Sungai Miai, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, melibatkan KB-TK, SDITQ, dan Pesantren Intan Ilmu.

Hadir Ketua Dewan Pembina YMMZ H. Muhammad Zain, Ketua YMMZ Muhammad Zainal Fahmi, pimpinan yayasan mitra, serta ratusan ustadz dan asatidz, mencerminkan sinergi kuat antarlembaga pendidikan Islam.

Ketua YMMZ Zainal Fahmi menegaskan setiap ustadz dan asatidz menerima bantuan Rp500 ribu per bulan, menyasar sekitar 160 penerima, sebagai perhatian tulus terhadap pengabdian para pendidik.

“Bantuan ini murni kepedulian Ketua Dewan Pembina YMMZ terhadap kemaslahatan pendidikan, tanpa kepentingan lembaga tertentu,” ujar Zainal Fahmi, menekankan pentingnya ketenangan guru dalam mendidik generasi.

Ketua Harian Yayasan Al Umm Banjarmasin Ustadz Muhammad Hafizd Anshari menyampaikan rasa syukur, menilai perhatian pada kesejahteraan guru berdampak langsung pada mutu pendidikan dan semangat mencerdaskan anak bangsa.

Kegiatan ditutup doa syukur dan hidangan kebersamaan, menegaskan bahwa kepedulian terhadap guru adalah investasi kemanusiaan bagi masa depan pendidikan umat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Tim Pengabdian ITB mengajak Siswa SDN Pulau Rinca Belajar Literasi Sains dengan Menyenangkan


Duta Nusantara Merdeka | Nusa Tenggara Timur 
“Boardgame merupakan hal baru bagi kami. Baru sekarang kami mendengar boardgame, apalagi digunakan untuk pembelajaran...” ucap Muhammad Tayeb, S.Pd., kepala sekolah SDN 1 Pulau Rinca saat pembukaan acara. 

Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Nusa Tenggara Timur, merupakan wilayah konservasi Komodo. Masyarakat di Pulau Rinca masih hidup berdampingan dengan Komodo yang hidup bebas di hutan. Pulau Rinca merupakan salah satu destinasi yang menarik wisatawan karena menawarkan pengalaman berbeda bagi turis untuk menyaksikan Komodo yang hidup di alam liar. Hanya saja, Pulau Rinca masih termasuk ke dalam wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).


Masyarakat masih mengalami keterbatasan akses, salah satunya adalah akses informasi pendidikan. Berbagai inovasi yang sudah berkembang di Pulau Jawa, belum diketahui oleh guru di Pulau Rinca. Meskipun demikian, guru dan kepala sekolah di SDN 1 Pulau Rinca memiliki tekad dan keinginan yang tinggi untuk terus mengembangkan pendidikan di Pulau Rinca. 

Untuk memperkenalkan inovasi pendidikan di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, tim pengabdian masyarakat ITB memberikan boardgame (game based-learning). Program pengabdian ini merupakan kolaborasi antara Kelompok keilmuan Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Kelompok keilmuan Komunikasi Visual dan Multimedia FSRD ITB, dan Kelompok Keilmuan Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB. Tim pengadian yang hadir di antaranya Yani Suryani, M. Hum. sebagai ketua tim, Dr. Tri Sulistyaningtyas, M. Hum., Dr. Alvanov Zpalanzani, MM., Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, Sira Kamila Dewanti Amalia, M. Hum, Tegar Priskadana Putra, M.Ds., dan Faiz Aulia Rahman, S.Si. 



Kagiatan ini dilaksanakan dari 1-4 Oktober 2025. Program pengabdian diawali dengan workshop bersama para guru. Workshop diberikan kepada guru untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang penggunaan boardgame dalam pembelajaran. Materi yang diberikan menunjukkan fungsi boardgame dalam menciptakan experiential learning dan tangential learning.

Boardgame dapat memberikan pembelajaran dengan experiential learing melalui pengalaman sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi yang terkandung dalam konten permainan. Sementara itu, tangential learning mengajarkan materi berdasarkan topik tertentu dengan visual dan verbal yang spesifik. Boardgame memberikan simulasi kepada siswa terhadap topik tertentu yang diberikan.


Workshop dilanjutkan dengan pelatihan permainan yang telah tim bawa dari Bandung. Terdapat tujuh permainan yang dikenalkan, yaitu Selada Sains (Selaras dengan Alam), Rubrate!, Math Story: Seri Pahlawan, Jaganima, Seafood, 3EM!, dan Tangled Threads. Permainan-permaianan ini merupakan produk yang dihasilkan dari kelas Boardgame di FSRD ITB. Para guru dilatih untuk memahami agar nantinya dapat mengajarkan materi melalui boardgame secara mandiri.

Hari berikutnya, program pengabdian dilanjutkan dengan permainan bersama para siswa. Siswa SDN 1 Pulau Rinca bermain sambil bertualang. Para guru juga akan menerapkan materi yang telah didapatkan pada hari pertama kegiatan dengan memimpin permainan. Para siswa akan memainkan permainan secara berkelompok. Permainan yang dirancang khusus untuk program ini adalah Selada Sains (Selaras dengan Alam).


Para siswa mempelajari fisika dasar dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari melalui 48 kartu misi. Setiap siswa akan mendapatkan pion dengan karakter khusus, yaitu Komi si Komodo, Sava Penjelajah Savana, Rafi, Atmo, Rani, dan Bahar. Permainan terdiri atas papan Peta Pulau Rinca di bagian depan dan Peta Sains di bagian belakang.

Para siswa mempelajari fluida, mekanika, optik, magnet dan listrik, sains dan alam, serta wawasan lingkungan dengan menjawab pertanyaan dari setiap kartu untuk mendapatkan poin. Permainan Selada Sains (Selaras dengan Alam) mengajarkan siswa SD tentang kebiasaan sehari-hari dan hubungannya dengan alam.


Permainan ini diawali dengan menentukan langkah setiap pemain. Penentuan jumlah langkah yang biasanya menggunakan metode hom pim pa, diganti dengan “Pancasila lima dasar”. Setiap siswa mengeluarkan jari sesuai dengan keinginan masing-masing. Jumlah jari akan dihitung dan ditotalkan untuk menemukan berapa langkah pion pemain dapat melaju.

Setelah mendapatkan angka, pion akan dijalankan di Peta Pulau Rinca. Titik berhenti pion menentukan kartu misi yang akan diambil. Kartu misi berisi pertanyaan tentang sains dasar yang harus dijawab pemain. Permainan Selada digunakan untuk mengajak siswa mempelajari literasi sains dengan cara yang menyenangkan sekaligus membentuk kepribadian siswa.


Selain Selada Sains, permainan Seafood dan Jaganima mengajarkan berbagai jenis binatang yang harus dijaga. Permainan Seafood dan Jaganima mengingatkan siswa untuk selalu menjaga alam agar binatang tidak punah. Siswa juga belajar menjaga alam dari permainan 3EM!, khususnya tentang melindungi diri dari serangan penyakit demam berdarah. Permainan Rubrate! memperkenalkan karakter dan jenis burung. Permainan ini juga melatih keberanian siswa menyelesaikan misi, melatih siswa berstrategi, dan melatih kerja sama siswa. 

Penerapan game based-learning merupakan upaya melatih siswa agar dapat memahami sains melalui simulasi dan pengalaman. Permainan melatih siswa untuk berstrategi, bekerja sama, dan berpikir sistematis. Siswa SDN Pulau Rinca juga diajak untuk memecahkan permasalahan yang mengacu pada materi fisika dan matematika sekaligus belajar sejarah di permainan Math Story: Seri Pahlawan. Kemampuan berpikir kritis, strategis, dan logis dikembangkan dengan mempelajari geometri melalui permainan merangkai gambar dan warna dalam permainan Tangled Threads. 

“Setelah ini, pembelajaran kami tidak hanya mengacu pada presentasi materi seperti biasanya, kami bisa menerapkan permainan ini dan pembelajaran akan menjadi menyenangkan,” ujar Pak Tayeb saat penutupan acara.


Para siswa sangat gembira ketika permainan berlangsung, terlihat melalui antusias para siswa menjawab pertanyaan saat refleksi materi usai permainan. Para siswa juga dapat menceritakan kembali makna dan pesan yang mereka dapatkan selama permainan berlangsung. Melalui permainan, siswa diberikan ruang untuk mengeksplorasi sains secara mandiri.

Permainan ini merupakan integrasi antara aspek literasi, aspek desain, dan aspek fisika.  Pemberian boardgame di SDN 1 Pulau Rinca merupakan upaya mengenalkan inovasi pendidikan di wilayah 3T. Para siswa dan guru dapat menerapkan inovasi permainan yang menyenangkan sehingga metode pembelajaran di Pulau Rinca tidak lagi sebatas pada presentasi dan diskusi saja. **
Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini