Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Gerakan Yuk Haji Dorong Perencanaan Keuangan Haji Lebih Realistis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tingginya keinginan masyarakat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji ternyata belum sepenuhnya diikuti kesiapan finansial yang memadai. Survei terbaru yang dilakukan Muslim Pro mengungkap sekitar 65% responden mengaku jarang bahkan tidak pernah menabung secara rutin untuk kebutuhan haji maupun umrah, meskipun ibadah tersebut menjadi salah satu tujuan hidup yang penting bagi mereka.

Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan kesiapan dalam mewujudkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci. Ketidakpastian kondisi keuangan dan prioritas kebutuhan sehari-hari menjadi faktor utama yang membuat banyak masyarakat menunda langkah awal mempersiapkan dana haji.

Ketidakstabilan Pendapatan Jadi Hambatan Utama

Hasil survei juga mengungkap bahwa 83% responden yang mengalami kesulitan menabung untuk tujuan keagamaan menyebut ketidakstabilan pendapatan sebagai kendala terbesar. Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga masih menjadi prioritas utama di berbagai kelompok usia dan tingkat penghasilan.

Meski demikian, semangat untuk mempersiapkan ibadah tetap tinggi. Lebih dari 81% responden menyatakan membutuhkan solusi yang dapat membantu mereka merencanakan tabungan haji, umrah, dan tujuan keuangan syariah lainnya secara lebih mudah dan terarah.

Melihat kondisi tersebut, Muslim Pro bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui Unit Usaha Syariah meluncurkan gerakan #YukHaji sekaligus membuka pendaftaran Kajian Akbar “Langkah Baik” yang akan digelar di Jakarta pada 28 Juni 2026. Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan kapasitas hingga 600 peserta.

Edukasi Agar Niat Berhaji Menjadi Aksi Nyata

Group Managing Director Muslim Pro, Nafees Khundker, mengatakan tantangan utama masyarakat bukan semata-mata soal kemampuan finansial, melainkan bagaimana memulai langkah pertama secara konsisten.

“Salah satu temuan paling menarik adalah banyak responden sebenarnya telah mengetahui adanya sarana untuk membantu perencanaan haji dan umrah, namun belum mulai menabung secara konsisten. Ini menunjukkan tantangannya bukan pada niat, melainkan menemukan cara yang praktis untuk memulai,” ujarnya saat Gathering Media di Jakarta, Senin (8/6/26).

Menurut Nafees, banyak rencana berhaji tertunda karena berbagai tuntutan kehidupan, mulai dari kebutuhan keluarga hingga komitmen keuangan lainnya. Karena itu, masyarakat didorong untuk memulai dari langkah kecil yang realistis dibanding menunggu kondisi yang dianggap sempurna.

Amanah Pro Permudah Perencanaan Haji

Inisiatif tersebut didukung Amanah Pro, platform perencanaan haji dan umrah berbasis syariah hasil kolaborasi Muslim Pro dan Maybank Syariah yang diluncurkan pada Mei 2026. Platform ini memungkinkan pengguna menetapkan target perjalanan ibadah, membangun kebiasaan menabung, dan memantau perkembangan dana secara digital.

Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, Romy H. Buchari, menegaskan bahwa dana yang disimpan melalui Amanah Pro ditempatkan pada rekening syariah yang diawasi regulator sehingga memberikan rasa aman bagi nasabah.

“Keinginan masyarakat untuk berhaji sudah sangat kuat. Tantangannya adalah memulai dan menjaga konsistensi. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu masyarakat mengubah aspirasi berhaji menjadi rencana nyata melalui persiapan keuangan yang terstruktur, realistis, dan berkelanjutan,” kata Romy.

Melalui Amanah Pro, masyarakat dapat mulai menabung untuk tujuan haji dengan setoran awal Rp200.000. Platform tersebut kini tersedia melalui App Store dan Google Play Store sebagai bagian dari upaya memperluas akses perencanaan keuangan syariah bagi calon jemaah haji Indonesia.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Peran Manusia dalam Era AI Superinteligensi Tetap Menjadi Faktor Penentu


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) kembali memicu perdebatan mengenai masa depan peran manusia dalam dunia ilmu pengetahuan. Di tengah klaim sejumlah perusahaan teknologi yang meyakini bahwa AI akan berkembang menjadi sistem superinteligensi yang mampu melampaui kemampuan para ahli, sejumlah perkembangan terbaru di bidang matematika justru menunjukkan bahwa manusia masih memegang posisi sentral dalam proses penemuan ilmiah.

Sejarah mencatat, pada 1915, Albert Einstein memperkenalkan teori relativitas umum di hadapan Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Temuan yang kini dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sains tersebut awalnya tidak langsung mendapat sambutan luas. Kompleksitas matematika yang digunakan Einstein membuat banyak ilmuwan pada masanya kesulitan memahami implikasinya.

Lebih dari satu abad kemudian, situasi serupa muncul dalam perkembangan AI modern. Sejumlah perusahaan teknologi meyakini bahwa sistem AI masa depan akan mampu menghasilkan terobosan ilmiah setara para ilmuwan paling jenius. CEO Anthropic, Dario Amodei, bahkan pernah menggambarkan masa depan tersebut sebagai hadirnya “sebuah negara yang dipenuhi para jenius di dalam pusat data.”

Kemampuan AI di Bidang Matematika Melonjak

Perkembangan paling mencolok saat ini terlihat di bidang matematika. Banyak matematikawan mengaku terkesan sekaligus khawatir dengan peningkatan kemampuan AI dalam memecahkan persoalan matematis yang selama ini dianggap sangat rumit.

Beberapa pencapaian terbaru menunjukkan AI mampu membantu mengungkap pola dan menghasilkan dugaan baru yang sebelumnya luput dari perhatian para peneliti. Bahkan, sistem AI disebut berhasil membantah sebuah konjektur matematika yang telah bertahan selama sekitar delapan dekade.

Meski demikian, keberhasilan tersebut tidak serta-merta mengurangi peran ilmuwan manusia.

Validasi Tetap Bergantung pada Ahli

Nilai sebuah temuan matematika tetap ditentukan oleh komunitas ilmiah yang memverifikasi, menguji, dan mengembangkan hasil tersebut. Dengan kata lain, sebuah penemuan berbasis AI baru dianggap sah ketika para matematikawan dapat membuktikan dan menerima validitasnya.

Saat ini, banyak peneliti mulai memanfaatkan ide-ide yang dihasilkan AI untuk mencari solusi atas berbagai persoalan matematika lainnya. Fenomena tersebut menunjukkan hubungan yang bersifat kolaboratif, bukan kompetitif.

Genius Tidak Pernah Bekerja Sendiri

Pelajaran penting juga dapat diambil dari perjalanan Einstein. Dampak besar teori relativitas tidak hanya lahir dari kecerdasan Einstein semata, tetapi juga berkat kontribusi ilmuwan lain seperti Karl Schwarzschild dan Willem de Sitter yang mengembangkan serta menerapkan teori tersebut untuk menjelaskan fenomena alam semesta, termasuk lubang hitam dan ekspansi kosmos.

Karena itu, munculnya AI superinteligensi kemungkinan tidak akan menggantikan manusia sepenuhnya. Sebaliknya, masa depan sains mungkin akan lebih ditentukan oleh mereka yang mampu memahami, mengarahkan, dan memanfaatkan kemampuan AI secara efektif.

Dalam konteks tersebut, peran manusia dalam era AI superinteligensi bukan berkurang, melainkan berubah menjadi penghubung utama antara kemampuan mesin dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Lita Gading Kritik Dugaan Penagihan Pajak Door to Door


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Psikolog klinis dan pengamat sosial Lita Gading menjadi sorotan setelah mengunggah video di media sosial yang berisi kritik terhadap dugaan kunjungan petugas pajak ke rumah wajib pajak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Video tersebut memicu diskusi publik mengenai pelayanan perpajakan, etika komunikasi aparatur, serta hubungan antara negara dan masyarakat.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Lita menyampaikan keberatannya terhadap metode kunjungan langsung yang menurutnya dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia menilai pendekatan semacam itu berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

"Kalau mau minta duit, caranya yang sopan. Jangan kayak begitu. Ditelepon balik enggak ada yang respons," ujar Lita Gading dalam video yang beredar.

Soroti Etika Pelayanan kepada Wajib Pajak

Dalam pernyataannya, Lita menekankan bahwa masyarakat pada dasarnya memahami kewajiban perpajakan sebagai warga negara. Namun, ia menilai petugas yang menjalankan tugas pelayanan publik juga perlu mengedepankan etika dan komunikasi yang baik.

Menurutnya, hubungan antara negara dan masyarakat seharusnya dibangun melalui pendekatan yang profesional dan saling menghormati. Kritik tersebut kemudian memancing beragam tanggapan dari pengguna media sosial, baik yang mendukung maupun yang menilai penagihan pajak merupakan bagian dari tugas negara.

Kritik terhadap Pengelolaan Pajak

Pada bagian lain video, Lita juga mempertanyakan manfaat yang dirasakan masyarakat dari pembayaran pajak yang telah dilakukan. Ia mengajak publik untuk mendiskusikan transparansi penggunaan pajak dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada warga.

"Harusnya pemerintah mikir, bukan dibebankan kepada rakyat. Apa yang kita dapat dari hasil pajak kita?" katanya.

Perdebatan yang muncul dari unggahan itu kembali menyoroti pentingnya pelayanan publik yang transparan, komunikasi yang efektif antara aparat dan masyarakat, serta perlunya edukasi perpajakan yang lebih baik. Di sisi lain, pajak tetap menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan berbagai program pelayanan publik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Menko Polkam Minta Taruna Akmil Teladani SBY dan Prabowo


Duta Nusantara Merdeka | Magelang 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengajak para taruna dan taruni Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk meneladani semangat belajar Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden RI Prabowo Subianto. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada calon perwira TNI di Akmil, Jumat (5/6/2026).

Dalam arahannya, Djamari menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan seorang perwira tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga oleh keluasan wawasan dan kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, budaya membaca menjadi salah satu karakter yang menonjol dari para pemimpin nasional yang lahir dari lingkungan militer.

Meneladani Budaya Literasi SBY dan Prabowo

Di hadapan para taruna, Djamari mengingatkan bahwa dua presiden yang merupakan alumni Akmil, yakni SBY dan Prabowo, memiliki kesamaan penting berupa kecintaan terhadap literasi.

"Perlu diingat oleh kalian, tiga orang Presiden RI berasal dari tentara, dan dua di antaranya lahir dari tempat ini (Akmil): Presiden SBY dan Presiden Prabowo. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu sangat senang membaca," ujar Djamari.

Ia kemudian mengenang pengalamannya saat bertugas bersama SBY muda dalam sebuah operasi militer. Menurut Djamari, SBY tetap menyempatkan diri membaca buku bahkan ketika berada di medan operasi.

"Bahkan di tengah operasi tersebut, beliau sering mendapatkan pasokan buku dari garis belakang yang dikirimkan oleh sang istri," kenangnya.

Sementara itu, Prabowo disebut memiliki koleksi perpustakaan pribadi yang besar dengan dominasi buku-buku sejarah peperangan dunia, ekonomi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Pangkat Harus Sejalan dengan Kualitas

Djamari menekankan bahwa kenaikan pangkat harus diiringi peningkatan kapasitas diri. Ia mengingatkan para taruna bahwa tanda kepangkatan merupakan simbol kualitas, kompetensi, dan tanggung jawab yang lebih tinggi.

"Tanda pangkat itu adalah tanda kualitas. Jadi, ketika kamu berpangkat kapten, kualitasmu sebagai prajurit harus lebih tinggi dari seorang letnan," tegasnya.

Selain itu, ia meminta para calon perwira menjaga soliditas antarsesama, memperkuat sinergi dengan Polri, serta membangun kedekatan dengan prajurit dan masyarakat. Menurutnya, kekuatan TNI bertumpu pada kebersamaan dan hubungan yang kuat antara pemimpin dengan anggota yang dipimpinnya.

Sementara itu, Gubernur Akmil, Mayjen TNI Rano Tilaar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Polkam. Ia menilai pengalaman dan pandangan yang dibagikan menjadi bekal berharga bagi para taruna maupun civitas akademika Akmil dalam membentuk calon pemimpin TNI masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Riset: Etika Komersialisasi Karya Seni AI Tuai Kontroversi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Awal 2025, rumah lelang Christie's di New York meraup lebih dari $700.000 dari penjualan karya buatan kecerdasan buatan (AI). Namun, kesuksesan komersial ini seketika memicu protes keras dari 6.000 pembuat karya asli terkait pelanggaran hak cipta. Insiden ini menyoroti tajamnya polemik etika komersialisasi karya seni AI di tengah disrupsi teknologi pada industri kreatif global.

Penolakan masif ini bersumber dari keresahan riil para pekerja kreatif. Ionela Bara, peneliti pascadoktoral bidang neuroestetika di laboratorium Social Brain Sciences, ETH Zurich, mengungkapkan bahwa semakin publik mengerti cara kerja mesin AI, semakin tinggi resistensi moral yang muncul terhadap karya tersebut.

"Orang belum memiliki reaksi penolakan spontan terhadap seni AI. Resistensi moral adalah sesuatu yang mereka pelajari seiring berjalannya waktu," ujar Bara, menjelaskan hasil risetnya.

Eksploitasi Data dan Hak Cipta

Melalui serangkaian eksperimen yang melibatkan ratusan partisipan, Bara dan timnya menguji respons publik terhadap gambar yang diproduksi oleh program DALL-E 3. 

Ketika partisipan diberi pemahaman tentang cara kerja AI art—yang melatih algoritmanya menggunakan kumpulan data raksasa dari karya berhak cipta tanpa izin penciptanya, seperti meniru gaya pelukis Impresionis Joaquin Sorolla—tingkat penerimaan moral masyarakat langsung anjlok.

Praktik eksploitasi dataset inilah yang menjadi inti penolakan seniman terhadap AI. Para kreator menilai raksasa teknologi tengah mendulang profit dari tenaga kreatif yang tidak dikompensasi. Fenomena serupa juga melanda industri literasi, di mana para penulis menggugat perusahaan pengembang model bahasa besar yang menggunakan tulisan mereka tanpa persetujuan. 

Dampak AI bagi pekerja kreatif kini bukan lagi sebatas ancaman otomatisasi kerja, melainkan perampasan hak kekayaan intelektual secara sistematis.

Transparansi Menentukan Masa Depan Seni

Menariknya, riset tersebut juga mencatat bahwa mengetahui tingginya nilai jual finansial sebuah karya AI tidak serta-merta membuat masyarakat menoleransi proses pembuatannya. Secara estetika visual, karya AI mungkin tetap memanjakan mata, tetapi nilai moralnya telah cacat di mata publik yang teredukasi.

"Secara keseluruhan, ketika orang mengetahui bagaimana AI beroperasi, mereka menjadi lebih berhati-hati dalam menilai keadilan moralnya," tegas Bara.

Ke depannya, transparansi terkait sumber data dan operasional teknologi wajib ditegakkan. Langkah pelaporan yang jujur menjadi kunci krusial agar etika komersialisasi karya seni AI dapat diselaraskan, memberikan ruang bagi kemajuan teknologi tanpa harus mengorbankan mata pencaharian dan kredibilitas para pembuat karya asli.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 

Share:

Liburan Sekolah 2026, Ancol Siapkan Ragam Atraksi Edukasi dan Hiburan Keluarga


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Memasuki masa liburan sekolah, kawasan wisata Ancol Taman Impian Ancol menyiapkan berbagai program hiburan dan edukasi yang ditujukan bagi anak-anak serta keluarga. Berlangsung mulai 20 Juni hingga 12 Juli 2026, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi alternatif rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Manajemen Ancol melihat momentum liburan sekolah sebagai periode penting bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Karena itu, sejumlah unit rekreasi menghadirkan program khusus yang menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan interaksi keluarga dalam satu pengalaman wisata.

Dufan Hadirkan Tema Summer Escape

Salah satu destinasi unggulan, Dunia Fantasi (Dufan), mengusung tema “Summer Escape in Dufan” selama periode liburan sekolah. Pengunjung akan disuguhi berbagai pertunjukan yang dirancang untuk menambah pengalaman rekreasi di luar wahana permainan.

Program yang disiapkan antara lain pertunjukan musikal bertema cerita rakyat Indonesia yang berlangsung setiap hari di panggung indoor. Selain itu, terdapat parade karakter bertajuk Journey of Fantasyland Parade yang menampilkan kostum warna-warni serta atraksi tari yang dapat disaksikan setiap sore.

Pada akhir pekan, suasana semakin meriah melalui Magical Night Show yang menghadirkan hiburan musik dan pesta kembang api pada Sabtu malam. Dufan juga menyiapkan pertunjukan bertema olahraga sepak bola melalui atraksi Soccer Freestyler yang disesuaikan dengan semarak Piala Dunia 2026.

Atraksi Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Selain parade dan pertunjukan malam, pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan lain seperti pertunjukan perkusi, modern dance, colorguard, hingga penampilan karakter ikonik Dufan yang berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Sea World Kombinasikan Wisata dan Edukasi

Sementara itu, Sea World Ancol menawarkan pengalaman berbeda melalui program edukatif bertajuk Camping Under The Sea 2026 yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat kehidupan biota laut, mempelajari proses perkembangbiakan ubur-ubur, memahami upaya restorasi kerang hijau, mengikuti sesi dongeng edukatif, hingga menikmati kegiatan api unggun bersama.

Melalui kombinasi wahana rekreasi, hiburan tematik, dan program edukasi, Ancol berharap dapat menjadi destinasi utama liburan sekolah 2026 bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang mencari pengalaman keluarga yang aman, menarik, dan bernilai edukatif.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 


Share:

Panduan Generative AI untuk Manajer Hadapi Masa Depan Kerja


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Generative AI untuk manajer tidak lagi dipandang sekadar sebagai teknologi pendukung produktivitas. Perkembangan kecerdasan buatan generatif kini mulai mengubah cara para pemimpin organisasi mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan bisnis, hingga menyusun strategi jangka panjang.

Transformasi tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam panduan manajemen modern yang menyoroti peran Gen AI sebagai mitra berpikir bagi para manajer. Teknologi ini tidak hanya membantu menyusun email, merangkum dokumen, atau membuat notulen rapat, tetapi juga mampu berfungsi sebagai rekan diskusi yang memberikan sudut pandang baru terhadap berbagai tantangan organisasi.

Generative AI Mengubah Peran Manajer

Perubahan lanskap bisnis mendorong para manajer untuk memahami cara memanfaatkan Gen AI secara efektif. Kemampuan bekerja berdampingan dengan kecerdasan buatan dinilai akan menjadi kompetensi penting di masa depan.

Dalam praktiknya, Gen AI dapat membantu menguji asumsi, memperkaya analisis, serta mendukung proses pemecahan masalah yang kompleks. Kehadiran teknologi ini memungkinkan manajer memperoleh alternatif solusi dan wawasan yang lebih luas sebelum mengambil keputusan strategis.

Selain itu, pemahaman terhadap konsep-konsep dasar AI generatif menjadi kebutuhan baru bagi pemimpin organisasi yang ingin mempertahankan daya saing di tengah percepatan transformasi digital.

Dari Co-Pilot hingga Co-Thinker

Salah satu perubahan paling signifikan adalah bergesernya fungsi AI dari sekadar alat bantu menjadi kolaborator kerja. Dalam model co-pilot, Gen AI membantu meningkatkan efisiensi berbagai aktivitas sehari-hari. Sementara dalam peran co-thinker, teknologi ini dapat diajak berdialog untuk mengeksplorasi ide, mengevaluasi strategi, dan mengembangkan perspektif baru.

Pendekatan tersebut membantu manajer meningkatkan efektivitas kerja sekaligus memperkuat kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompleks.

Memimpin Tim dan Organisasi di Era AI

Pemanfaatan Generative AI untuk manajer juga meluas pada pengelolaan tim dan transformasi organisasi. Teknologi ini dapat digunakan untuk mendukung komunikasi internal, meningkatkan kualitas keputusan bisnis, hingga mempercepat implementasi perubahan di lingkungan kerja.

Meski menawarkan banyak peluang, penggunaan Gen AI tetap memerlukan pemahaman terhadap risiko dan keterbatasannya. Karena itu, pengembangan pola pikir yang adaptif menjadi faktor penting agar organisasi mampu memperoleh manfaat maksimal dari teknologi ini.

Ke depan, kemampuan memadukan kepemimpinan manusia dengan kecerdasan buatan diperkirakan akan menjadi salah satu penentu utama keberhasilan manajer dalam menghadapi masa depan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Rebut Peluang Kerja Global


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Peluang kerja luar negeri bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, hingga kawasan Timur Tengah. Di saat sejumlah negara menghadapi kekurangan tenaga kerja usia produktif, Indonesia justru memasuki fase bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk menempatkan tenaga kerja terampil di pasar internasional. Karena itu, pemerintah mulai memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan SMK mampu bersaing di tingkat global.

Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Menjawab Kebutuhan Dunia

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan paradigma pendidikan kejuruan kini telah berubah. Menurutnya, prospek karier lulusan SMK tidak lagi terbatas pada industri dalam negeri, tetapi juga terbuka di berbagai sektor industri global.

“Pertanyaannya apakah kompetensinya siap mendunia. Di sinilah pendidikan vokasi memegang peran penting. Jangan minder jadi anak SMK karena dunia hari ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga orang terampil, disiplin, dan mau belajar,” ujar Tatang dalam webinar “SMK Berani Mendunia: Sekolah di Indonesia Berkarier di Dunia”, Jumat (29/5).

Ia mengungkapkan, Kemendikdasmen telah memberangkatkan lebih dari 3.000 lulusan SMK untuk bekerja di berbagai negara. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kualitas lulusan pendidikan vokasi Indonesia.

Program SMK 3+1 Perkuat Kesiapan Kerja Global

Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 dirancang untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan negara tujuan.

Melalui skema tersebut, siswa menempuh pendidikan inti selama tiga tahun, kemudian mendapat tambahan satu tahun pembekalan berupa penguasaan bahasa asing, kompetensi sesuai standar negara tujuan, kesiapan fisik dan mental, serta literasi hukum dan keuangan.

“Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan,” kata Arie.

Kisah Sukses Alumni dan Peran Sekolah

Implementasi program tersebut mulai dirasakan sejumlah sekolah, salah satunya SMKN 1 Mundu, Cirebon. Kepala sekolah Sri Handayani mengatakan pihaknya melibatkan alumni yang telah bekerja di luar negeri untuk berbagi pengalaman kepada siswa.

Selain itu, sekolah juga menggandeng dunia industri guna memperkuat pemahaman budaya kerja internasional. Pendekatan tersebut bertujuan membangun kesiapan lulusan sejak dini agar mampu beradaptasi ketika bekerja di negara tujuan.

Sejumlah alumni yang kini berkarier di Turki dan Jepang juga mengakui bahwa pengalaman praktik kerja industri, pembelajaran berbasis proyek, kemampuan bahasa asing, serta pembentukan etos kerja selama di SMK menjadi modal penting untuk bersaing di pasar kerja global.

Dengan kebutuhan tenaga kerja internasional yang terus meningkat, pendidikan vokasi diproyeksikan menjadi salah satu instrumen utama dalam mengoptimalkan bonus demografi Indonesia sekaligus memperluas akses karier generasi muda di tingkat dunia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Krisis Keluarga Modern, Pelajaran Penting dari Sampo Generation


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena Sampo Generation yang berkembang di Korea Selatan dinilai bukan sekadar persoalan demografi, melainkan sinyal perubahan sosial yang berdampak langsung terhadap masa depan keluarga. Istilah tersebut merujuk pada generasi muda yang memilih melepaskan tiga aspek penting dalam kehidupan, yakni menjalin hubungan, menikah, dan memiliki anak akibat tekanan ekonomi serta perubahan budaya yang semakin kompleks.

Data menunjukkan tren tersebut terus menguat. Tingkat fertilitas Korea Selatan yang berada di angka 1,23 pada 2010 turun menjadi 0,84 pada 2020. Bahkan, berdasarkan laporan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), angka itu kembali merosot menjadi 0,72 pada 2023, menjadikannya salah satu yang terendah di dunia.

Fenomena ini dipicu berbagai faktor, mulai dari tingginya biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, budaya kerja yang panjang, hingga sulitnya menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.

Cermin bagi Keluarga Indonesia

Meski terjadi di Korea Selatan, fenomena Sampo Generation dinilai relevan untuk dibaca sebagai peringatan bagi masyarakat modern, termasuk keluarga di Indonesia. Ketika generasi muda tumbuh tanpa teladan yang kuat, komitmen terhadap pernikahan dan keluarga berpotensi mengalami pergeseran makna.

Dalam kondisi demikian, keluarga kerap dipandang sebagai beban ekonomi, sementara pernikahan dianggap membatasi kebebasan pribadi. Akibatnya, keinginan membangun rumah tangga dan memiliki keturunan semakin menurun.

Peran Ayah Menjadi Fondasi Utama

Di tengah perubahan sosial tersebut, peran ayah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan orientasi hidup anak. Ayah tidak hanya bertanggung jawab sebagai pencari nafkah, tetapi juga berperan sebagai pendidik, pembimbing moral, serta teladan dalam kehidupan keluarga.

Nilai-nilai keimanan, tanggung jawab, dan komitmen dinilai perlu ditanamkan sejak dini melalui kehadiran yang nyata di tengah keluarga. Kehadiran itu dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana seperti makan bersama, mendengarkan cerita anak, membangun komunikasi tanpa gangguan gawai, hingga melibatkan keluarga dalam aktivitas ibadah.

Selain itu, anak juga belajar mengenai makna pernikahan dari hubungan yang ditunjukkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Cara ayah menghormati ibu, menjaga komitmen, dan menjalankan tanggung jawab keluarga menjadi pembelajaran yang membekas bagi anak.

Keluarga sebagai Benteng Masa Depan

Penguatan keluarga dinilai menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan perubahan budaya dan krisis identitas yang dihadapi generasi muda. Kehadiran orang tua yang aktif dan konsisten dapat membantu anak membangun ketahanan mental, sosial, serta spiritual.

Fenomena Sampo Generation menjadi pengingat bahwa masa depan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kebijakan negara, tetapi juga oleh kualitas keluarga. Dari lingkungan keluarga yang kuat, lahir generasi yang mampu memandang relasi, pernikahan, dan tanggung jawab sebagai bagian penting dalam membangun masa depan yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Manfaat Melatih Otot Pantat untuk Panjang Umur dan Cegah Diabetes


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Otot bokong atau gluteus maximus kini dinilai bukan sekadar penunjang estetika fisik semata, melainkan organ vital yang memengaruhi harapan hidup seseorang. 

Melalui edukasi kebugaran digital terbaru, praktisi kesehatan Coach Ido mengungkapkan bahwa kekuatan otot terbesar manusia ini menjadi penentu utama dalam menjaga metabolisme tubuh. 

Penemuan mengenai manfaat melatih otot pantat untuk panjang umur ini menjadi urgensi medis baru di tengah meningkatnya risiko komplikasi penuaan dini pada masyarakat modern.

Mengontrol Gula Darah dan Memahami Fungsi Otot Gluteus Maximus

Secara biologis, "gluteus maximus" bertindak sebagai penampung glukosa terbesar di dalam tubuh. Jaringan otot ini mampu menyerap hingga 80 persen kadar gula darah untuk disimpan menjadi energi atau glikogen.

"Otot pantat yang kuat menyediakan ruangan lebih luas untuk menyimpan dan membakar gula darah, sehingga kadar insulin menjadi lebih stabil," ujar Coach Ido dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
 
Ketika massa otot menyusut, wadah penyimpanan berkurang dan memicu lonjakan gula darah yang berujung pada penyakit kronis. Pemahaman mendalam tentang fungsi otot gluteus maximus sangat krusial sebagai cara mencegah diabetes secara alami sejak dini.

Menjaga Keseimbangan Tubuh Lansia untuk Menghindari Cedera Fatal

Selain fungsi metabolik, otot bokong menjadi penggerak utama yang menstabilkan panggul serta tulang belakang. Kelemahan pada area ini berisiko memicu gangguan postur, nyeri punggung bawah (low back pain), hingga cedera lutut kronis.

Pada kelompok lanjut usia di atas 65 tahun, degradasi fungsi otot glutes berujung pada hilangnya kemampuan motorik. Kondisi tersebut meningkatkan risiko jatuh, yang mencatatkan angka tertinggi sebagai penyebab kematian lansia akibat cedera fisik. 

Oleh karena itu, penerapan latihan keseimbangan tubuh menjadi kunci utama dalam mempertahankan kemandirian hidup di masa tua.

Panduan Latihan untuk Optimalisasi Harapan Hidup

Masyarakat dapat menguji kondisi fisik secara mandiri melalui metode 5-times chair stand atau single leg balance. Guna membangun massa otot secara efektif, latihan jenis hinge & squat seperti hip thrusts, deadlift, dan full depth-squat sangat direkomendasikan dengan beban progresif.

Pola latihan ini harus ditunjang asupan protein sebesar 1,6 gram per kilogram berat badan per hari. Meminimalkan waktu duduk dan aktif bergerak terbukti mengembalikan fungsi biologis tubuh, sekaligus memaksimalkan manfaat melatih otot pantat untuk panjang umur secara optimal.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026, Ini Progresnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pembangunan Sekolah Rakyat terus dipercepat di berbagai daerah Indonesia. Hingga 24 Mei 2026, proyek yang melibatkan tujuh BUMN Karya itu telah berjalan di 86 lokasi dengan progres rata-rata mencapai 62,19 persen.

Sebanyak 67.542 tenaga kerja dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan yang ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Percepatan proyek menjadi fokus pembahasan dalam rapat Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama Direksi Karya Group, di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Dony menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang lebih merata.

“Sekolah Rakyat harus menjadi simbol hadirnya negara dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Dony Oskaria.

Saya masih ingat ketika meliput kondisi sekolah di daerah pelosok beberapa tahun lalu. Ada siswa yang harus berjalan belasan kilometer melewati jalan tanah hanya untuk belajar di ruang kelas sederhana. Karena itu, proyek seperti ini otomatis menyedot perhatian publik.

Progres Sekolah Rakyat Dipantau Ketat Setiap Pekan

Dalam rapat tersebut, BP BUMN dan Danantara membahas penguatan dukungan pendanaan agar proses pembangunan berjalan sesuai target.

Selain itu, monitoring progres proyek dilakukan rutin setiap minggu untuk memastikan hambatan di lapangan bisa segera ditangani.

Pembahasan juga menyentuh penguatan aspek legal dan koordinasi kelembagaan dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah itu dinilai penting agar penyelesaian proyek tidak tersendat administrasi.

BUMN Karya juga diminta lebih selektif memilih vendor dan subkontraktor demi menjaga kualitas bangunan hingga tahap akhir.

Pemerintah Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

Pemerintah berharap percepatan pembangunan Sekolah Rakyat mampu menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak di berbagai wilayah Indonesia.

Sinergi antar-BUMN tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga keberlanjutan proyek agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Belakangan, isu pemerataan pendidikan memang kembali menjadi perhatian. Banyak daerah masih menghadapi keterbatasan sarana belajar, mulai dari ruang kelas rusak hingga minimnya fasilitas penunjang pendidikan.

Karena itu, proyek Sekolah Rakyat dipandang menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkecil ketimpangan akses pendidikan antarwilayah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

AI Mengubah Dunia Kerja, Adaptasi Jadi Penentu Bertahan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gelombang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah pola kerja global secara cepat. Buku How to Get Ahead in the Age of AI menyoroti bagaimana perubahan teknologi tidak hanya menggeser pekerjaan lama, tetapi juga memaksa pekerja, perusahaan, hingga sistem pendidikan beradaptasi dalam waktu singkat.

Melalui 10 bab utama, buku tersebut menjelaskan bahwa ancaman terbesar bukanlah teknologi AI itu sendiri, melainkan ketidaksiapan manusia menghadapi perubahan. Dunia kerja kini bergerak lebih dinamis, tidak lagi bergantung pada jabatan tetap, pengalaman lama, atau jalur karier linear.

Dunia Kerja Berubah Cepat karena AI

Penulis menggambarkan revolusi AI sebagai perubahan besar yang dampaknya setara revolusi industri. Hampir seluruh sektor pekerjaan diperkirakan mengalami transformasi, mulai dari pekerjaan administratif hingga industri kreatif.

Dalam buku itu dijelaskan bahwa AI tidak selalu menggantikan seluruh profesi. Teknologi lebih banyak mengambil alih tugas-tugas tertentu yang bersifat rutin dan teknis. Karena itu, pekerja dituntut memahami keterampilan mana yang masih relevan dan mana yang mulai terotomatisasi.

Bab “Jobs Are Tasks, Not Titles” menekankan bahwa pekerjaan modern tidak lagi dipahami sekadar jabatan. Nilai pekerja kini diukur dari kemampuan menyelesaikan berbagai tugas yang terus berubah sesuai kebutuhan industri.

Perubahan itu juga memengaruhi pola karier. Buku tersebut menyebut karier masa depan tidak lagi menyerupai tangga lurus, melainkan seperti “memanjat dinding” dengan banyak arah dan peluang baru. Perpindahan bidang kerja dinilai menjadi hal yang semakin umum.

Kemampuan Manusia Tetap Jadi Faktor Utama

Di tengah percepatan AI, buku ini justru menilai kemampuan manusia tetap menjadi aset utama. Kreativitas, empati, komunikasi, dan kemampuan memahami konteks sosial disebut sulit digantikan mesin.

Bab “The Humans Are Coming” menegaskan bahwa kolaborasi manusia dan AI akan menjadi model kerja baru. Perusahaan diperkirakan lebih membutuhkan pekerja adaptif dibanding sekadar pekerja dengan jabatan formal.

Selain itu, buku tersebut mengkritik sistem pendidikan dan ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya mampu mengembangkan potensi manusia secara merata. Banyak talenta disebut gagal berkembang akibat keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan ekonomi.

Pada bagian akhir, penulis menekankan pentingnya pola pikir terbuka terhadap perubahan. Mereka yang mampu belajar ulang, mencoba keterampilan baru, dan berani keluar dari pola lama dinilai memiliki peluang lebih besar bertahan di era AI.

How to Get Ahead in the Age of AI memperlihatkan bahwa masa depan kerja tidak lagi ditentukan oleh stabilitas jabatan, melainkan kemampuan beradaptasi. Di tengah percepatan AI, keunikan manusia justru menjadi nilai yang paling sulit digantikan teknologi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

China Tutup 1.670 Jurusan, AI Ubah Peta Kampus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gelombang penutupan ratusan program studi di berbagai universitas China sepanjang 2024 menjadi sinyal kuat perubahan besar dunia pendidikan dan pasar kerja global. Pemerintah China mulai memangkas jurusan yang dinilai tidak lagi relevan dengan arah industri masa depan berbasis AI (kecerdasan buatan), otomasi, dan ekonomi hijau.

Restrukturisasi itu dilakukan secara nasional. Laporan media China Sixth Tone mencatat sedikitnya 19 universitas menghentikan 99 program studi sepanjang tahun lalu. Sementara Kementerian Pendidikan China menghapus sekitar 1.670 program studi dan membuka 1.673 jurusan baru yang dianggap lebih sesuai dengan transformasi industri modern.

Langkah agresif itu menunjukkan bahwa perguruan tinggi di China tak lagi sekadar mencetak lulusan akademik, melainkan diarahkan menjadi pemasok tenaga kerja strategis untuk kebutuhan industri masa depan.

Jurusan Teknik hingga Seni Mulai Dipangkas

Menariknya, program studi yang ditutup bukan hanya jurusan dengan peminat rendah. Sejumlah bidang teknik dan sains yang dulu dianggap strategis justru ikut dihentikan.

Beberapa di antaranya meliputi Teknik Metalurgi, Teknik Tekstil, Teknik Lingkungan, Information Security, Bioteknologi, hingga Fisika Nuklir. Jurusan bisnis seperti Administrasi Publik, Asuransi, dan E-Commerce juga terdampak.

Bahkan sejumlah bidang kreatif seperti Animasi, Penyiaran Televisi, Musicology, dan Seni Pertunjukan mulai dipangkas di beberapa kampus.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa ukuran relevansi jurusan kini berubah. Kampus tidak lagi hanya mempertimbangkan popularitas program studi, tetapi juga kesesuaiannya dengan kebutuhan industri berbasis AI dan digitalisasi.

Sebagai gantinya, China memperluas jurusan baru seperti Artificial Intelligence, Robotics, Data Science, Smart Agriculture, Digital Economy, hingga Low Carbon Technology.

AI Mengubah Struktur Pendidikan Tinggi

Perubahan tersebut mencerminkan pergeseran ekonomi global dari knowledge economy menuju intelligence economy. Dunia kerja kini tidak lagi hanya membutuhkan lulusan dengan kemampuan teoritis, tetapi tenaga kerja yang mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan problem solving.

Kemampuan lintas disiplin menjadi semakin penting di tengah perkembangan AI dan otomasi industri yang bergerak cepat. Banyak pekerjaan rutin mulai tergantikan mesin, sementara perusahaan mencari talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Kondisi itu menjadi peringatan serius bagi perguruan tinggi di Indonesia. Banyak kampus masih menggunakan kurikulum lama yang dibangun untuk kebutuhan industri puluhan tahun lalu.

Risikonya bukan sekadar meningkatnya pengangguran sarjana, melainkan munculnya lulusan yang memiliki ijazah tetapi kehilangan relevansi di pasar kerja modern.

Model pendidikan masa depan diperkirakan akan bergerak menuju program hybrid seperti AI dan kesehatan, AI dan pertanian, atau data science dan kebijakan publik. Fokusnya bukan lagi sekadar jurusan populer, melainkan kompetensi yang tetap dibutuhkan manusia di era AI.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Kemendikdasmen Gandeng KPK dan Polri Awasi SPMB 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggalang komitmen lintas lembaga untuk mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 agar lebih transparan dan bebas diskriminasi. Komitmen itu diteken di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Langkah tersebut melibatkan aparat penegak hukum, lembaga pengawas, hingga pemerintah daerah di tengah sorotan publik terhadap praktik titipan, dominasi sekolah favorit, dan ketimpangan akses pendidikan. Pemerintah menilai SPMB bukan lagi sekadar proses administrasi tahunan, melainkan bagian dari layanan publik yang menentukan akses pendidikan anak.

Pemerintah Perketat Tata Kelola SPMB

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pelaksanaan SPMB harus berjalan objektif, akuntabel, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Menurut dia, hambatan ekonomi, domisili, hingga kondisi disabilitas tidak boleh menjadi alasan anak kehilangan akses pendidikan bermutu. Karena itu, pemerintah menggandeng sejumlah institusi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Polri, Ombudsman RI, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan SPMB Ramah.

Pelibatan lintas sektor itu menunjukkan pemerintah ingin menekan potensi penyimpangan dalam penerimaan siswa baru yang selama ini kerap memicu polemik di daerah. Mulai dari dugaan manipulasi domisili hingga praktik jalur titipan yang dinilai merusak asas keadilan.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto mengatakan persepsi publik terhadap SPMB mulai membaik. Survei Katadata Insight Center 2025 mencatat 64 persen responden menilai sistem tersebut membantu pemerataan akses pendidikan.

Selain itu, 51 persen responden menilai SPMB meningkatkan transparansi dan 50 persen menyebut sistem ini mampu mengurangi dominasi sekolah favorit.

Daerah dan Sekolah Swasta Mulai Dilibatkan

Kemendikdasmen mencatat sebanyak 476 pemerintah daerah telah menetapkan petunjuk teknis SPMB 2026. Jumlah itu terdiri dari 451 kabupaten/kota dan 25 pemerintah provinsi.

Sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Palembang, Pamekasan, dan Solok bahkan mulai membuka tahapan pendaftaran.

Pemerintah juga memperluas keterlibatan sekolah swasta dalam SPMB. Sebanyak 135 daerah telah menggandeng sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

Dari jumlah itu, 92 daerah memberikan bantuan operasional kepada sekolah swasta. Sementara 43 daerah menyalurkan bantuan langsung kepada murid melalui beasiswa maupun program sekolah gratis bagi keluarga kurang mampu.

SPMB Ramah 2026 menjadi ujian bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa reformasi penerimaan siswa baru tidak berhenti pada slogan transparansi. Tantangan terbesar tetap berada di level pelaksanaan daerah, terutama dalam memastikan pengawasan berjalan efektif dan akses pendidikan benar-benar merata.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Wisuda Tahfidz Darul Aman Makassar, 27 Santri Hafal 30 Juz


Duta Nusantara Merdeka | Makassar 
Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Kampus 1 Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar, Ahad, 10 Mei 2026. Sebanyak 184 santri dan santriyah resmi ditamatkan dalam Penamatan Santri Angkatan ke-32 dan Wisuda Tahfidzul Qur’an Tahun 2026.

Momen itu makin terasa istimewa setelah pondok pesantren tersebut meresmikan lapangan baru bernama Konstantinopel Hall. Peresmian dilakukan di tengah antusiasme orang tua santri, dewan guru, serta sejumlah tokoh pendidikan Islam di Sulawesi Selatan.

Wisuda Tahfidz Jadi Sorotan Penamatan Santri

Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri program takhassus, lalu dilanjutkan lagu Indonesia Raya. Nuansa khidmat langsung terasa sejak pagi.

Dari total 184 santri yang ditamatkan, terdiri atas 95 santri putra dan 89 santriyah putri. Sebanyak 27 santri di antaranya diwisuda sebagai hafiz dan hafizah Al-Qur’an.

Rinciannya, hafiz dan hafizah 30 juz kategori Kubro terdiri dari empat putra dan enam putri. Sementara kategori Sughro diikuti 14 putra dan enam putri.

Ketua panitia, Ust. Baharuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara wisuda dan penamatan santri dapat berjalan sukses,” ujarnya.

Di tengah prosesi wisuda, suasana sempat menghangat ketika salah satu wisudawan, Rafly, menyampaikan kesan selama enam tahun belajar di pesantren. Sejumlah wali santri terlihat menahan air mata saat nama anak mereka dipanggil satu per satu.

Bagi sebagian orang tua, momen seperti ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Ada perjuangan panjang yang ikut tumbuh bersama hafalan demi hafalan para santri.

Konstantinopel Hall dan Spirit Generasi Santri

Ketua Yayasan Buq'atun Mubarakah H.M. Iqbal Djalil, Lc, meminta para lulusan menjaga tanggung jawab sosial setelah kembali ke masyarakat.

“Banggalah menjadi seorang santri dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi bangsa,” katanya.

Wakil Sekretaris Yayasan Buq'atun Mubarakah menjelaskan, nama Konstantinopel Hall dipilih sebagai simbol perjuangan dan semangat menuntut ilmu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pontren Kementerian Agama Sulawesi Selatan, KH. Hasan Pinang, S.Ag., M.Phil, menilai santri memiliki peran penting sebagai pewaris nilai agama dan harapan bangsa.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi dan santri teladan Angkatan ke-31. Hadir pula pendiri Ponpes Darul Aman KH. Abdul Djalil dan Hj. Khaeriyah Abd Djabbar, unsur pemerintah setempat, hingga perwakilan pondok pesantren lain di Makassar.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gotong Royong Pendidikan Nasional, Strategi Baru Mendikdasmen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan gotong royong sebagai strategi utama mempercepat transformasi pendidikan nasional di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (2/5/2026).

Dalam forum BelajaRaya, ia menyoroti kolaborasi lintas kementerian dan partisipasi publik untuk mendukung program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia.

Gotong Royong Jadi Motor Transformasi Pendidikan Nasional

Menurut Mu’ti, kompleksitas persoalan pendidikan tak lagi bisa ditangani pemerintah sendirian. Perlu keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan agar layanan pendidikan merata dan berkualitas.

“Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Dalam konteks pendidikan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting,” ujarnya di Jakarta.

Program revitalisasi, kata dia, tidak sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Fokus utamanya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran bermakna.

Saya teringat saat berkunjung ke sekolah pinggiran beberapa tahun lalu. Bangunannya berdiri, tapi suasananya kaku dan minim interaksi. Di titik itu, terlihat jelas bahwa kualitas belajar tidak hanya ditentukan tembok.

Mu’ti menegaskan, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kualitas pembelajaran siswa.

Digitalisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor Dipercepat

Selain revitalisasi, Kementerian mendorong digitalisasi pembelajaran melalui teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP). Tujuannya membuat proses belajar lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Dengan teknologi, pembelajaran jadi lebih menarik dan mudah dipahami,” kata Mu’ti.

Namun, ia juga mengingatkan tantangan baru di era keterbukaan informasi. Pemerintah harus mampu memilah aspirasi publik yang konstruktif dari sekadar “noise”.

“Kita harus bisa membedakan voice dan noise,” ujarnya.

Di forum yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti program Sekolah Rakyat sebagai contoh nyata gotong royong lintas sektor untuk menjangkau anak dari keluarga kurang mampu.

“Intervensinya tidak hanya pada anak, tetapi juga keluarganya agar keluar dari siklus kemiskinan,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai praktik gotong royong sudah lama hidup di madrasah dan pesantren.

“Lembaga ini bertahan karena kekuatan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Di ujung diskusi, pesan yang tersisa cukup jelas. Tanpa kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan publik, transformasi pendidikan berisiko berjalan setengah hati.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Ginjal Tidak Rusak Mendadak, Ini Cara Mencegahnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Cara menjaga kesehatan ginjal dari usus menjadi sorotan dalam tren kesehatan terbaru. Pendekatan ini menekankan hubungan erat antara usus dan ginjal dalam sistem metabolisme tubuh.

Konsep ini menjelaskan bahwa gangguan pada usus dapat meningkatkan beban kerja ginjal, terutama ketika pola makan buruk memicu peradangan dan kebocoran zat berbahaya ke aliran darah.

Hubungan Usus dan Ginjal yang Sering Diabaikan

Dalam praktik sehari-hari, banyak orang mengira kerusakan ginjal terjadi tiba-tiba. Padahal, prosesnya sering berlangsung perlahan akibat beban kerja yang terus meningkat.

Usus berfungsi sebagai gerbang utama penyerapan nutrisi. Saat sehat, ia menyaring zat baik dan membuang limbah. Namun, ketika meradang, fungsi ini terganggu.

Saya pernah berbincang dengan seorang dokter penyakit dalam yang menyebut banyak pasien datang terlambat. Mereka fokus pada ginjal, tapi lupa akar masalahnya ada di pola makan.

Ketika usus “bocor”, partikel inflamasi dan sisa metabolisme masuk ke darah. Ginjal kemudian bekerja ekstra keras untuk menyaringnya. Kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa disadari.

Dalam jangka panjang, beban tersebut dapat memengaruhi tekanan darah dan keseimbangan cairan tubuh. Ini yang sering menjadi awal gangguan ginjal kronis.

Pola Hidup Jadi Kunci Pencegahan

Pendekatan kesehatan kini mulai bergeser. Menjaga ginjal tidak lagi hanya fokus pada organ itu sendiri, tetapi dimulai dari memperbaiki sistem pencernaan.

Langkah paling dasar adalah memilih makanan alami atau whole food. Asupan serat yang cukup membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Selain itu, makanan fermentasi juga berperan penting. Produk ini membantu memperkuat sistem imun sekaligus memperbaiki kondisi usus yang meradang.

Yang sering luput, konsumsi produk ultra-proses justru memperburuk keadaan. Kandungan zat aditif dapat memicu inflamasi dan memperberat kerja ginjal.

Saya sendiri pernah mencoba mengurangi makanan olahan selama beberapa minggu. Perubahan paling terasa justru di pencernaan—lebih ringan, dan energi lebih stabil.

Beban Tambahan dari Zat Sintetis

Selain makanan, paparan zat kimia sintetis juga menjadi faktor yang memperberat kerja ginjal. Zat ini masuk ke aliran darah dan harus disaring setiap hari.

Ginjal pada dasarnya sudah bekerja keras menyaring limbah metabolisme. Ketika ditambah beban dari polutan sintetis, kapasitasnya bisa menurun.

Pendekatan alami dinilai lebih aman. Tubuh lebih mudah mengenali dan memproses zat dari bahan alami dibandingkan senyawa buatan.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan ginjal bukan soal langkah instan. Ini tentang kebiasaan kecil yang konsisten, dimulai dari apa yang kita makan setiap hari.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Tips Aman Pantau Pendidikan Anak, WhatsApp Dinilai Menyesatkan


Duta Nusantara Merdeka | Surabaya 
Keyakinan jutaan orang tua bahwa keterlibatan mereka dalam pendidikan anak cukup lewat grup WhatsApp dipatahkan. Prof. Imas Maesaroh menilai pola ini keliru dan berisiko menghambat perkembangan akademik anak.

Peringatan itu disampaikan dalam talkshow EduFun East di Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Kamis (30/4/2026). Forum ini mempertemukan sekolah dan orang tua, membahas kolaborasi konkret demi prestasi siswa di tengah momentum ujian dan seleksi masuk perguruan tinggi.

WhatsApp Bukan Solusi Komunikasi Pendidikan

“WhatsApp itu tidak dirancang untuk pendidikan,” ujar Prof. Imas Maesaroh, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ia menilai, penggunaan WhatsApp hanya solusi darurat karena ketiadaan sistem yang lebih tepat. Akibatnya, komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi dangkal dan terlambat.

Saya pernah mendengar keluhan serupa dari seorang orang tua di Jakarta. Ia merasa aktif karena selalu membaca grup kelas, tapi baru tahu anaknya bermasalah saat rapor dibagikan. Terlambat.

Masalah utamanya bukan niat, melainkan sistem. Grup WhatsApp tidak mampu menangkap sinyal awal penurunan nilai, absensi, atau masalah disiplin.

Lima kelemahan utama disorot: informasi bersifat umum, pesan penting tenggelam, isu sensitif tak layak dibuka, tidak terhubung data akademik, dan notifikasi berlebihan justru membebani.

Riset Global: Informasi Rutin Dongkrak Prestasi

Prof. Imas merujuk riset Profesor Peter Bergman (2021). Orang tua yang menerima laporan rutin dua mingguan melihat peningkatan signifikan prestasi anak.

Dari peringkat 30, siswa bisa naik ke 10 atau 15. Sebaliknya, tanpa informasi rutin, tidak ada perubahan berarti.

Penelitian lanjutan di West Virginia mencatat penurunan kegagalan pelajaran hingga 27 persen dan peningkatan kehadiran 12 persen.

Temuan serupa muncul di Chile (2024). Artinya, pola ini relevan juga untuk Indonesia.

“Komunikasi rutin dan akurat langsung berdampak pada karakter dan kompetensi anak,” kata Imas.

Sistem Terintegrasi Jadi Kunci

Menurut Imas, orang tua berhak mendapat empat informasi utama: kehadiran real-time, nilai akademik, aktivitas ekstrakurikuler, dan pengawasan kegiatan luar sekolah.

Namun, beban guru membuat komunikasi personal harian tidak realistis.

Solusinya adalah sistem otomatis berbasis platform terintegrasi. Contohnya, aplikasi akademik yang mengirim notifikasi langsung ke orang tua.

Dalam praktiknya, orang tua bisa langsung tahu anak tidak masuk kelas hari itu, tanpa menunggu laporan akhir semester.

Di titik ini, pertanyaan sederhana menjadi penting: seberapa cepat sekolah memberi informasi kritis? Jawaban itu mencerminkan kualitas sistem pendidikan yang dijalankan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

PCM Medan Denai Gelar Workshop Pendidikan Bermutu



Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Medan Denai Menggelar Kegiatan Workshop Pendidikan Bermutu dengan Tema Strategi Marketing Sekolah Muhammadiyah Optimasi Target SPMB yang dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah 23 Terpadu Full Day Medan Jl. Denai GG. Mulajadi Mandala Medan (30/4).

Kegiatan Workshop ini Menampilkan dua Orang Narasumber yakni Assoc. Prof. Dr. Rizka Harfiani, S.Pd.I, MA dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Kota Medan, Drs. Ali Nurdin, MA. Workshop ini dihadiri oleh Seluruh Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Pendidik yang berada dalam Ruang Lingkup Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Medan Denai.

Selain itu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Denai juga Melibatkan Seluruh Stakeholder yang berada di Cabang Medan Denai dengan Mengundang Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) serta Ortom, Majelis Se Cabang Medan Denai dengan tujuan Bersama untuk Memajukan AUM di Medan Denai.


Ketua PCM Medan Denai, Harun Al Rasyid, S.Pd.I menyampaikan bahwa Workshop ini digelar sebagai salah satu Pilar Pendidikan dan Mutu Sekolah Muhammadiyah maka melalui Workshop ini nantinya akan menjadikan Pendidik Profesional, Modern dan Berinovasi serta menciptakan Suasana Sekolah yang Islami. Ujarnya.

Harun menambahkan Workshop ini, seperti yang sering diadakan di lingkungan Dikdasmen Muhammadiyah, menegaskan bahwa mutu pendidikan di sekolah Muhammadiyah merupakan upaya komprehensif (komprehensif) untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam ilmu dan berkarakter mulia, Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk Persiapan dalam menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang nantinya dapat diimplementasikan dengan harapan semakin Banyak Masyarakat Menyekolahkan anaknya di Sekolah Muhammadiyah.
Share:

Tujuh Tanda Serangan Jantung yang Bisa Muncul Sebulan Sebelumnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Serangan jantung sering dianggap datang mendadak tanpa peringatan. Padahal, dalam banyak kasus, tubuh sudah lebih dulu mengirim sinyal sejak beberapa minggu sebelumnya, bahkan hingga sebulan sebelum serangan terjadi.

Masalahnya, banyak orang menganggap gejala awal itu hanya keluhan ringan seperti masuk angin, maag, atau sekadar kelelahan biasa. Akibatnya, penanganan terlambat dan risiko justru membesar.

Saya pernah mendengar cerita seorang tetangga yang mengira sesak napas dan cepat lelah hanya karena usia bertambah. Ia tetap memaksakan aktivitas harian. Seminggu kemudian, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung mendadak.

Kasus seperti itu bukan hal langka. Justru sering terjadi karena tanda awal terlihat terlalu “biasa” untuk dianggap serius.

Tujuh Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

1. Cepat Lelah

Dulu kuat beraktivitas, kini naik tangga sedikit saja sudah terasa berat. Ini bisa menjadi sinyal bahwa jantung mulai tidak bekerja optimal.

Jika rasa lelah itu berbeda dari biasanya, jangan langsung menganggapnya hanya faktor usia atau kurang istirahat.

2. Napas Menjadi Pendek

Aktivitas ringan seperti berjalan santai atau membereskan rumah tiba-tiba membuat napas terasa pendek dan tidak lega.

Kondisi ini bisa menandakan suplai oksigen terganggu karena fungsi jantung mulai menurun.

3. Dada Tidak Nyaman

Tidak selalu berupa nyeri tajam. Kadang rasanya seperti dada tertekan, penuh, atau seperti tertindih sesuatu.

Jika keluhan ini muncul berulang, terutama saat beraktivitas, itu patut menjadi perhatian serius.

4. Nyeri Menjalar

Rasa tidak nyaman dari dada bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.

Banyak orang mengira ini hanya pegal biasa, padahal bisa menjadi alarm penting dari jantung.

Gejala Tambahan yang Sering Disalahartikan

5. Keringat Dingin

Tubuh tiba-tiba berkeringat dingin tanpa cuaca panas atau aktivitas berat bisa menjadi tanda tubuh sedang dalam mode darurat.

Apalagi jika disertai dada tidak nyaman atau sesak napas, jangan menunda pemeriksaan.

6. Mual dan Perut Tidak Nyaman

Kadang gejalanya mirip maag atau masuk angin. Perut terasa tidak enak, mual, bahkan ingin muntah.

Karena letak saraf yang saling berkaitan, sinyal dari jantung bisa terasa seperti gangguan pencernaan.

7. Tidur Berantakan

Sering terbangun tengah malam, gelisah, atau merasa tubuh tidak benar-benar beristirahat juga bisa menjadi tanda awal.

Banyak orang menyalahkannya pada stres, padahal tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres.

Yang paling berbahaya bukan karena tanda itu tidak ada, tetapi karena kita memilih mengabaikannya.

Jika mulai merasakan beberapa gejala ini, jangan panik. Namun, jangan menunda konsultasi medis agar risiko serangan jantung bisa ditekan lebih awal.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PLN PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini