Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Dipercaya Jadi Pengisi Soundtrack Film, Heniikun Bay Optimis Rilis Album Trilogy ke Dua


Duta Nusantara Merdeka | Yogyakarta

Kota Yogyakarta banyak melahirkan grup band legendaris. Heniikun Bay, grup band asal Kota Gudeg tersebut eksistensinya saat ini tengah jadi perhatian para penikmat musik di Tanahair. Sukses dengan Extended Play (EP) Album trilogy pertama pada project Hexalogy Yakin Wae, Heniikun Bay optimis untuk meluncurkan album trilogy ke duanya yang akan dirilis pada Senin 12 April 2021 di channel YouTube Prima Founder TV.

Album trilogy kedua Hexalogy Yakin Wae yang dirilis Heniikun Bay berisi tiga lagu, judulnya Padamu Memori, Bungah Pungkasane, dan Mimi Mintuno Tresno. Semua lagu tersebut ditulis oleh AM. Kuncoro, vokalis dan juga gitaris Heniikun Bay. Selain AM. Kuncoro, formasi grup band tersebut juga ada Hening (keyboard), Ipun (bass), Ijal (drum) dan Bayu (gitar), seperti dikatakan AM. Kuncoro yang berada di Yogyakarta ketika diwawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Sabtu (10/4/2021).

AM. Kuncoro juga mengatakan, melalui album trilogy kedua Hexalogy Yakin Wae, Heniikun Bay ingin mengajak masyarakat agar mensyukuri apapun yang terjadi, karena kejadian buruk yang dialami juga bisa jadi penyemangat untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan di masa depan, selama kita bisa menerimanya dengan sikap yang baik dan pemikiran yang positif.

Mengenai project Hexalogy Yakin Wae, AM. Kuncoro menjelaskan bahwa Hexalogy artinya rangkaian 6 karya seni yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk sebuah plot atau alur cerita. Pada trilogy pertamanya berisi lagu berjudul Cukup Uwis, Abadi di Hati, dan RWN 'Rung Wani Nembung', berisi kisah sedih, kecewa, takut, dan kehilangan rasa percaya diri.

"Bedanya dengan album trilogy pertama, pada album trilogy ke dua berisi harapan, cerita indah, cita-cita, dan keyakinan akan masa depan. Album trilogy kedua inilah yang menguatkan lahirnya nama Hexalogy Yakin Wae sebagai sebuah inspirasi bagi seluruh masyarakat yang saat ini mengalami masa pandemi, agar bangkit dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan tetap membangun keyakinan yang positif tentang masa depan. Yakin wae, yakin saja," kata AM. Kuncoro.

Menurut AM. Kuncoro, antara album trilogy pertama dengan yang kedua ada perbedaan yang mencolok dalam penggarapan dan penyajiannya. Album trilogy pertama cenderung berwarna pop melankolis, sedangkan di trilogy ke dua lebih banyak warna; lagu Padamu Memori bergenre Rock, Bungah Pungkasane dikemas pop, dan Mimi Mintuno beraliran reggae. Mengikuti alur cerita Hexalogy Yakin Wae, dari sedih menjadi lebih gembira dan berwarna.

"Banyak kejadian tak terlupakan bagi Heniikun Bay saat penggarapan album trilogy ke dua. Salah satunya ketika workshop mulai berjalan dan kami harus saling bertemu, maka prosedur kesehatan menjadi kebutuhan sehingga pihak Prima Founder Records, label yang menaungi Heniikun Bay menerapkan kepada semua personal untuk melakukan rapid test secara rutin sekali seminggu. Dengan demikian semua pihak aman dan nyaman dalam menyelesaikan album trilogy ke dua. Selain itu yang tak terlupakan, yaitu wafatnya Ki Seno Nugroho, Dalang kondang asal Yogyakarta yang diidolakan oleh para personal Heniikun Bay. Secara spontan kami membuat lagu yang didedikasikan untuk almarhum yang judulnya Pahlawan Wayang," kata AM. Kuncoro.

Selain itu AM. Kuncoro mengatakan, penggarapan album trilogy kedua membutuhkan waktu 3 bulan. Tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan para personal Heniikun Bay untuk mengasah kemampuan membawakan lagu-lagu yang lebih berwarna di album tersebut. Berkat latihan secara konsisten dan bimbingan dari Mas Gatot BandCong sebagai Music Director, Heniikun Bay mampu menyelesaikannya dengan baik.

"Bukan hanya genre yang berbeda, namun dengan keterampilan dan pengalaman yang telah lebih berkembang dibandingkan saat penggarapan trilogy pertama, maka hasil dari trilogy kedua menjadi lebih baik dan menarik," kata AM. Kuncoro.

Bagi AM. Kuncoro, album trilogy kedua selain digarap lebih matang, kekuatannya juga ada pada lirik lagu-lagunya yang menyajikan cerita romantis. Inspirasi lagu-lagu tersebut diambil dari kisah nyata yang happy ending. 

Soal Heniikun Bay mendirikan channel YouTube sendiri alasannya karena telah memiliki channel sebelum berada di bawah naungan Prima Founder Records. Awalnya channel tersebut sebagai tempat untuk menyajikan karya-karya lagu mereka, dan sekarang juga digunakan untuk mengekspos aktivitas para personal Heniikun Bay selain bermusik, seperti rock fishing, memancing di pantai tebing karang di pesisir selatan Yogyakarta.

Dipercayanya lagu Abadi di Hati, salah satu lagu di album trilogy pertama Hexalogy Yakin Wae untuk menjadi soundtrack film Mimi Mintuno membuat Heniikun Bay makin optimis untuk merilis album trilogy ke dua. Lagu Abadi di Hati versi original soundtrack film tersebut akan dirilis pada 28 April 2021. Lagu tersebut tentang penggalan kejadian dari seseorang yang tidak bisa move on dari masa lalunya. Setiap orang memiliki seseorang yang istimewa di masa lalunya, seperti memiliki sebuah monumen di dalam hatinya, Abadi di Hati.

Pada kesempatan yang sama, Rulli Aryanto, salah seorang Owner and Founder Prima Founder Records mengatakan, "Pada mini album trilogy ke dua Hexalogy Yakin Wae dari Heniikun Bay, Maya Sari Devi (PFRecords) jadi Executive Producer-nya, AM. Kuncoro dan Rulli Aryanto sebagai Producer. Gatot BandCong selain sebagai  Music Director juga menangani mixing dan mastering-nya, tracking dilakukan di Prima Founder Studio, dan semua lagu di album tersebut sudah ada di digital music stores."

Share:

Paguyuban Budayawan Serahkan Konsep Revitalisasi Kebudayaan Kepada Aulia Rahman


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Paguyuban Budayawan Kota Medan, melakukan diskusi hangat bersama Wakil Wali Kota Medan, H.Aulia Rachman SE guna membahas konsep revitalisasi Kebudayaan di Kota Medan. Diskusi tersebut berjalan dengan hangat dalam kegiatan audiensi di gedung Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.2 Medan, Selasa (16/3/2021) petang.

Dalam kesempatan itu, bersama Budayawan Kota Medan Idris Pasaribu, Hafiz Taadi selaku Ketua Paguyuban Budayawan Kota Medan menyampaikan sejumlah masukan dari pihaknya. Mereka meminta, agar Pemko Medan dapat menyediakan ruang untuk para seniman di Kota Medan.

Tujuannya, agar para seniman dapat berekspresi dan berkreasi guna menjaga kestabilan dan mengangkat kembali ruh Kota Medan melalui seni budaya.

“Kami membutuhkan ruang untuk berkreasi, dari seni itu juga kami dapat menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakatnya,” ungkapnya.

Sebagai tanggapannya dalam audiensi tersebut, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, mengatakan bahwa Pemko Medan memang akan memberikan fasilitas kepada para seniman di Kota Medan untuk dapat berkreasi.

Apalagi saat ini, Pemko Medan sedang berfokus dalam membenahi kawasan Heritage Kesawan. Di kawasan bersejarah tersebut, nantinya para seniman dapat menampilkan karya-karya seninya.

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas yang akan dikerjakan oleh Pemko Medan. Termasuk pengembangan seni yang ada di dalamnya, tujuannya guna membangkitkan kembali semangat multi etnis yang ada di kota Medan.

“Nantinya seniman dapat menyalurkan karya-karya seninya, hanya saja jangan sampai merubah bentuk asli dari kawasan (Kesawan) tersebut,” jawab Aulia.

Usai melakukan diskusi dalam audiensi, Hafiz Taadi, Idris Pasaribu, dan sejumlah budayawan dalam Paguyuban Budayawan Kota Medan yang hadir dalam kesempatan itu, menyerahkan konsep revitalisasi kebudayaan Kota Medan yang mereka tawarkan kepada Pemko Medan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan, H.Aulia Rachman pun menerima dengan baik konsep yang diserahkan tersebut. Kegiatan pun ditutup dengan foto bersama. **
Share:

Krakatau Gelar Konser Prthvi Mata untuk lbu Pertiwi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Seperti yang diketahui bahwa Krakatau merupakan salah satu grup musik terkemuka Indonesia beraliran fusion jazz yang terdiri dari para mega bintang yaitu Donny Suhendra, Dwiki Darmawan, Gilang Ramadhan, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma dan Trie Utami. Setelah cukup lama absen menggelar konser tunggal di Jakarta dalam kurun satu dekade terakhir dikarenakan fokus pada karir individual, akhirnya Krakatau kembali dengan sebuah gelaran istimewa.

Berbeda dengan konser-konser mereka sebelumnya, Indra Lesmana menyampaikan bahwa pada kesempatan kali ini Krakatau bersama DSS Concert menggaet sebuah paguyuban muda-mudi Indonesia yang dikenal aktif merevolusi seni budaya Indonesia, bernama Swara Gembira. Konser Krakatau menjadi istimewa dengan kehadiran Swara Gembira selaku pengarah seni.


Dengan tajuk Prthvi Mata yang diambil dari nama salah satu lagu milik Krakatau, Swara Gembira rencananya akan merevolusi seluruh aspek konser dari melalui latar dan dekorasi panggung, serta busana, tarian, tata rias wajah hingga rambut dengan unsur budaya Bali yang kental dari sudut pandang milenial. Sehingga Konser Prthvi Mata tak hanya sebuah konser musik biasa, melainkan sebuah pergelaran seni dan budaya yang dipersembahkan untuk lbu Pertiwi. ujar Indra Lesmana saat jumpa pers Rabu, 10 April 2019 di Artoz Bar & Lounge, Energy Building, SCBD, Jakarta.

Konser yang akan dilaksanakan pada 30 April 2019 di Ciputra Artpreneur ini semakin istimewa dengan iringan orkestra oleh Alvin Witarsa pada musiknya serta turut sertanya putra-putri dari personil Krakatau di satu panggung yang membawa suasana intim
nan istimewa. Tiket dapat dibeli melalui evenative.com/krakatau2019 dengan kategori yaitu Kelas 2 seharga Rp. 500.000,00 Kelas 1 Rp. 750.000,00; VIP Rp. 1.000.000;  VVIP Rp. 1.500.000,00. Tutup Indra Lesmana.(Arianto)

Share:

Museum Seni Rupa Dan Keramik Gelar Pameran Lukisan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Museum Seni Rupa dan Keramik menggelar pameran lukisan yang bertemakan "Coffee in Culture Heritage", acara itu berlangsung di Area Kota Tua,  Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.

Acara yang di hadiri antaranya Kasubdit Polmas PMJ (AKBP Sri Wardiningsih), Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat (AKBP Aslan Sulastomo.SH), Kapolsek Metro Tamansari (AKBP Ruly Indra Wijayanto.SIK,.MSi), Kanit Binmas Polsek Metro Tamansari (Kompol Sariman)

Kanit Binpolmas Restro Jakarta Barat (Iptu Tunari), Kepala Museum Seni Rupa dan Keramik (Esti Utami), dan juga para pelukis dan para tamu undangan, mendapat wejangan dari anak-anak sanggar Museum Seni Lukis dengan sajian  tari Jaranan.


Ketua pelaksana Jan Praba mengatakan, dari pameran lukisan yang bertema "Coffee in Culture Heritage", diantaranya mengenalkan para pelukis yang ikut berperan dalam giat pameran lukisan di gedung museum seni rupa dan Keramik. para seniman lukisan," Ucapnya.

Esti Utami, selaku Kepala Museum Seni Rupa dan Keramik mengatakan, museum ini sebagai saksi lahirnya seni rupa yang berkarakter dasar media lukisan kopi. "Museum Seni rupa dan Keramik ini sebagai tempat edukasi dan wisata dengan bekerjasama bersama kalangan Kalayak ramai sebagai wahana untuk menyalurkan bakat dan ekspresi para penggemar seni," Tuturmya Esti Utami.

Sementara itu,  Kasubdit Polmas Polda Metro Jaya, AKBP Sri Wardiningsih mengatakan,  pembinaan komunitas di kedepankan dalam rangka mendekatkan diri dengan Harkamtibmas serta digalakkan untuk diadakan lomba di tingkat Nasional maupun Internasional.

"Sukses untuk para komunitas Pelukis yang disampaikan titipan salam dari Direktur Binmas Polda Metro Jaya," Katanya.

Sebagai penghujung acara, di lanjutkan penandatanganan bersama terkait pelaksanaan Pameran Lukisan dan di lanjutkan dengan foto bersama dan melihat lukisan dari bahan kopi. 

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Jakarta Barat Menghibahkan Alat Musik Tradisional Ke 26 Group


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Kepala Suku Dinas dan Kebudayaan Jakarta Barat Achmad Syahrofi menyerahkan dan menghibahkan alat musik tradisional, dari 26 berbagai kelompok (group) penerima alat musik tradisional seperti marawis, rebana dan gambang kromong se Jakarta Barat, di Kantor Sudin Pariwisata dan Kebudayaan, Gedung Walikota Jakarta Barat, Jalan Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.4, Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (02/01/2019).

Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syahrofi mengatakan, pemberian ini sebagai bentuk keperdulian Pemda DKI Jakarta (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat) kepada warga Jakarta, agar lebih mengenal dan dekat dengan Kesenian dan Budaya terutama Kebudayaan Betawi. 26 dari berbagai kelompok (gruop) yang sudah diserahkan dan dihibahkan alat musik tradisonal, berupa Rebana, Marawis dan Gambang Kromong kepada masyarakat se Jakarta Barat," kata Ahmad Syahrofi.


"Karena ini hibah yang diambil dari uang rakyat, maka kami berharap semaksimal mungkin agar alat-alat ini supaya dijaga dan dirawat dengan benar dan jangan dibiarkan tergeletak tanpa manfaat," kata Ahmad Syahrofi.

Pada kesempatan itu, Ahmad Syahrofi juga berharap kepada generasi milenial untuk selalu menjaga dan memelihara seni dan budaya tradisonal asli Indonesia ditengah hiruk - pikuk budaya K-POP yang sedang digandrungi anak remaja jaman sekarang.

"Diera globalisasi seperti sekarang, remaja dan pemuda jangan terpengaruh oleh budaya negarif yang berasal dari luar. Cintailah budaya lokal," imbuhnya Kasudin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syahrofi.


Ahmad Syahrofi juga berpesan kepada generasi muda jangan terpengaruh oleh Narkoba. Lebih baik sibukanlah dengan hal - hal positif seperti berlatih musik tradisional, marawis, rebana atau gambang kromong.

Ketua Pemuda RW. 003 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Muhidin salah satu penerima alat musik tradisional, mengucapkan terima kasih kepada Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat yang telah menghibahkan seperangkat alat marawis kepada pemuda RW. 003 Kelurahan Kapuk.

"Semoga dengan adanya alat musik ini, kami bisa berkarya dan terhindar dari hal-hal negarif. Kami akan terus berlatih sampai mahir dan akan menjaga alat ini semaksimal mungkin," kata Muhidin.


Hal senada juga dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kebon Jeruk Mukroni, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat atas supportnya yang telah memberikan alat musik tradisional berupa marawis.

"Semoga dengan adanya alat-alat ini, kami dan pemuda-pemuda lainnya bisa melakukan hal-hal positif dan bisa terhindar dari hal-hal negarif seperti narkoba dan kejahatan lain nya," ujarnya Mukroni. 

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Pameran Seni Karya “NAPI Craft” Yang Ketujuh Digelar Di Museum Seni Rupa Dan Keramik Jakarta


Produk unggulan narapidana yang dijamin berkualitas dan telah melalui proses kurasi  ketat dari para expert, serta yang lebih penting lagi bernilai jual tinggi dan telah diekspor ke manca negara, akan dapat disaksikan oleh masyarakat umum pada gelaran The art exhibition of Napi Craft, kerjasama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Yayasan Second Chance.

Pameran dilaksanakan selama  sepekan ini, dibuka secara resmi hari rabu 31 Oktober 2018 pukul 08.30 WIB s/d 13.00 wib bertempat di Museum  Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta dengan Narasumber Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami dan ketua dan pendiri Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin.


Pameran seni karya narapidana “NAPI Craft” kembali digelar untuk yang ketujuh kalinya di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta pada 31 Oktober– 7 November 2018. Mengusung tema “HOPE”, acara ini merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Second Chance Foundation, yayasan yang bergerak dalam pendampingan pembinaan narapidana.

Berbagai karya narapidana yang dipamerkan dalam acara tersebut antara lain rajutan, scan art, lukisan piring, sula pita, olahan lintingan koran, boneka, batik, lukisan, Al Quran raksasa, kaligrafi, robot korek api, meja catur batok kelapa, serta berbagai produk kreatif lainnya. Tidak hanya itu, berbagai demo pembuatan produk kreatif serta berbagai pertunjukan seni oleh narapidana akan meramaikan pameran setiap harinya

Sebelum diselenggarakan di Museum Seni Rupa dan Keramik yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, NAPI Craft telah diselenggarakan di berbagai tempat antara lain Gedung The East, Grand Indonesia Shopping Mall dan Jakarta Convention Center Hall Senayan.


Saat membuka pameran, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mewakili kemenkumham yassona H. Laoly mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya pameran Napi Craft. Terlebih, sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, NAPI Craft telah berhasilkan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu pemasyarakatan.

“Saya berharap dengan adanya pameran ini para narapidana bisa terus mengembangkan kreativitas dan minatnya atas kesenian sehingga walaupun mereka berada di tempat yang terbatas, namun kreativitas mereka tidak terbatas,”.

Selanjutnya Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menegaskan bahwa terselenggaranya NAPI Craft 2018, berharap kegiatan kerja narapidana tidak hanya sebagai pengisi waktu selama berada di lapas/rutan, tapi juga sebagai modal keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif. Apalagi karya yang dihasilkan bernilai jual tinggi dan berkualitas internasional,” ungkap Utami.

Sementara itu, ketua dan pendiri Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin, memberikan pujian terhadap hasil karya para narapidana.


“Hal yang menjadi nilai positif dari produk narapidana adalah dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada, mereka mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang sangat baik,” pujinya.

Evy juga mengungkapkan harapannya agar melalui acara tersebut masyarakat lebih memahami perasaan dan harapan narapidana di balik jeruji besi. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk peduli dan bersama-sama mewujudkan kesempatan kedua bagi narapidana yang mau berubah.

Second Chance Foundation merupakan salah satu mitra Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam pemberian pendampingan terhadap narapidana. Tidak hanya itu, dengan semangat narapidana memiliki hak untuk diberikan kesempatan kedua dalam memperbaiki kesalahannya, Second Chance Foundation turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi dan kesempatan pada narapidana untuk berubah menjadi lebih baik. **(Red-12)

Reporter DNM : Arianto
Share:

Pagelaran Budaya Akbar Festival Ondel-Ondel Jilid II Segera Dilaksanakan


DNM.com (Jakarta)
Setelah sukses di selenggarakan festival Ondel Ondel jilid I tak lama lagi akan di selenggarakan Ondel Ondek Jilid  pada tanggal 25 - 26 Agustus nanti di Bintaro Jakarta Selatan Sebelumnya di selengarakan pertama tahun 2017.

Kini hadir festival ondel ondel Jilid II bintaro. Bidang Seni Dan Budaya DPP AWDI sekaligus ketua pelaksana Ahmad Subhan S pd
Mengatakan , Festival bintaro Ondel Ondel  adalah sebuah event festival budaya terbesar di wilayah bintaro Jakarta Selatan.

Sebagai Focus utama event ini mengangkat kembali nilai-nilai budaya jakarta ,yang dinilai saat semakin terkikis akibat era globalisasi Imformasi   tergerus ,"Ungkapnya 

Kemudian Lanjut Subhan S Pd , Dengan konsep budaya yang kami kemas lebih modern, kami berharap dapat memberikan nilai positif bagi para pengunjung tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal  tersebut.

"Festival ondel-ondel bintaro jilid II ini juga hadir dalam semarak hari kemerdekaan republik indonesia yang ke 73.

"Banyak sekali perlombaan-lombaan budaya dan tradisional di event ini. Sebagai puncak ajakan mencintai budaya serta icon kita bersama. Festival ondel-ondel bintaro II akan membuat sebuah sejarah, dimana kami akan membuat replika (topeng ondel-ondel) terbanyak di dunia yang di pakai peserta gerak jalan sebanyak 5000 peserta.

"Dan ini sebagai bentuk kebanggaan kita bersama akan budaya indonesia.


Untuk di ingat Festival ondel-ondel bintaro di selenggarakan pada tanggal 25-26 Agustus 2018 di Jalan Bintaro Taman Barat, RW 08 & RW 011 Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggarahan Jakarta Selatan Pada Pukul 07.00-23.00 WIB.

Sebagai poin acara yang akan diselenggarakan nantinya pada  pegelaran Budaya Ondel Ondel jilid II Antara lain :
Aksi Palang Pintu, Karnaval Budaya, Gambang Kromong, Sulat Betawi, Pantun Betawi, Lomba Tari & Lomba Ondel-Ondel Ngandak, dan Bazaar Kuliner Betawi.

Sedangkan Untuk Acara pendukung Gerak Jalan Massal, Perform Band oleh Cholidi Asadil, lolly dan Ucok Baba (Artis Sinetron), Senam, Games, Doorprize peserta gerak jalan, Door Prize pengunjung festival Ondel- Ondel bintaro jilid II Dangdut oleh (Dangdut familys) Juga Wahana Mainan Anak

Bazaar Multiproduk yakni Acara kemerdekaan, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Tarik Tambang, Lomba Balap Karung, Lomba Kelereng "Dan masih banyak lagi acara-acara yang dapat menghibur pengunjung yang hadir.

Sebagai Himbauan Hayo... kapan Lagi, Tunggu Apalagi, Disediakan Tempat Hiburan Gratis Dan seluruh Acara  dapat di nikmati para semua kalangan (Anak- Anak, Remaja, Dewasa, serta para orang tua) " itu bisa didapatkan di FESTIVAL ONDEL-ONDEL BINTARO.

Bagi yang berminat Silakan mendaftar Di Stand Bazaar Melalui : Subhan  No HP / Wa  081380268212, Gia / 083899159266 Untuk Pendaftaran Gerak jalan Dengan Amir / 081285301015, Faida / 081381264461," tandasnya . **(Red-116)

Reporter : A. Nasution
Share:

InterSastra dan Koalisi Seni Gelar Ajang "House Of The Unsilenced"


DNM.com (Jakarta).
Seni menawarkan medium bagi kita untuk memproses dan memaknai kembali segala pengalaman dan pengamatan kita, termasuk hal-hal yang sulit dibicarakan secara langsung. 

Misalnya, film layar lebar Habibie & Ainun menjadi salah satu cara bagi mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie untuk melepaskan kepergian sang istri tercinta. Contoh lainnya, seniman Jepang Yayoi Kusama menjadikan karya seni sebagai medium penyaluran gejala halusinasi yang
dideritanya.

Menyadari adanya kebutuhan untuk bercerita dan mengekspresikan diri, InterSastra bersama dengan Koalisi Seni Indonesia, Rabu 15 Agustus 2018 menggelar ajang seni HOUSE OF THE UNSILENCED (Rumah Kami yang Tidak Bungkam) di Cemara 6 Galeri-Museum, Menteng, Jakarta Pusat.

Ajang seni ini menampilkan berbagai seniman dan penulis perempuan, seperti Dewi Candraningrum (dosen sekaligus pelukis), Molly Crabapple (award-winning artist and writer dari New York) yang karyanya sudah termasuk koleksi permanen di Museum of Modern Art, New York.


Ratu Saraswati (art performer dan finalis Indonesia Art Award), Dyantini Adeline (seniman dan pembuat film) yang sudah mempresentasikan karya di Berlinale dan Jakarta Biennale, Salima Hakim (dosen dan seniman) yang karyanya pernah dikutkan dalam Jogja Artweeks, Yacko (rapper) yang juga akan meluncurkan single terbarunya di HOUSE OF THE UNSILENCED pada Sabtu, 25 Agustus 2018, Eliza Vitri Handayani (novelis, penggagas dan pengarah acara House of the Unsilenced), Ika Vantiani (kurator seni House of the Unsilenced), Ningrum Syaukat (penari, personal trainer, stage acting coach), Margaret Agusta (jurnalis, penulis, dan seniman visual), Bisik￾bisik Kembang Goyang (kolektif seniman perempuan yang layak diperhatikan) dan masih yang banyak lainnya.

Masing-masing seniman dan penulis di atas bekerja sama dengan para penyintas kekerasan seksual untuk menghasilkan karya-karya baru seputar tema apa artinya angkat bicara dan seperti apa kehidupan penyintas di masyarakat kita.

Kampanye #MeToo yang ramai di dunia internasional mengungkapkan betapa banyak di antara para penyintas, yang mayoritas perempuan, di Indonesia masih sangat kesulitan untuk bercerita.

Masyarakat sering memberi stigma dan sanksi yang sangat berat kepada korban kekerasan seksual, dan justru memaklumi tindakan pelaku. Tujuan sosial ajang seni ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ihwal dan dampak kekerasan seksual, yang disampaikan melalui ekspresi dan kreasi para penyintas.


“Kami membayangkan sebuah ruang yang aman dan dukungan yang kuat bagi mereka yang ingin angkat bicara, tempat di mana kawan-kawan penyintas dapat mengeksplorasi macam-macam kemungkinan untuk bercerita dan mengekspresikan diri,” tutur Eliza Vitri Handayani, penggagas dan pengarah acara HOUSE OF THE UNSILENCED.

Itu sebabnya, para seniman dan penulis di House of the Unsilenced menawarkan beragam medium kepada para panyintas: menulis, membuat kolase, merajut, melukis, menggambar, bernyanyi, dan medium lainnya sesuai minat dan bakat masing-masing.

Para penyintas dapat berpartisipasi dengan cara mengikuti lokakarya atau berkarya bersama para seniman. “Apabila tidak ada dukungan di lingkungan tempat tinggal, di ruang ini para penyintas bisa menemukan orang-orang yang mendukung.

Apabila mereka merasa berat berbicara secara langsung atau melalui media sosial, di ruang ini mereka bisa belajar medium-medium sastra dan seni yang bisa digunakan,” sambung Eliza Vitri Handayani.

Kami bekerja keras untuk memastikan para penyintas dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan merasa aman dan nyaman berpartisipasi. Para penyintas berasal dari Jabodetabek, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Makassar. Usia mereka berkisar dari 19 hingga 53.

Dalam pemberitaan tentang kekerasan seksual, media di Indonesia pun masih mencerminkan budaya patriakis yang kuat, seperti belum berpihak kepada perempuan, memberitakan dengan framing yang menyalahkan korban, atau menggunakan bahasa yang tidak sensitif atau menumpulkan skala kekerasan yang terjadi. Ini sangat disayangkan karena pers memiliki peran penting lewat pemberitaannya untuk mempengaruhi opini dan kebijakan publik, dan memberikan perspektif keadilan sosial dan hak asasi manusia.


“Pemberitaan yang baik dan akurat dapat membantu menjadi katalis untuk perubahan positif yang membantu mengakhiri budaya pemerkosaan. Karena itu, kita butuh mengubah perspektif dan pendekatan patriarkis ini dengan memastikan pers melakukan pemberitaan tentang kekerasan seksual dengan lebih beretika dan berpihak kepada penyintas,” ungkap.

Devi Asmarani, editor-in-chief dan co-founder Magdalene, mitra media House of the Unsilenced. Sebuah karya seni menjadi penting (compelling) ketika ia hadir karena kebutuhan—bisa jadi kebutuhan pribadi, politik, sosial atau gabungan semuanya. HOUSE OF THE UNSILENCED hadir karena para penyintas butuh untuk mengekspresikan diri dan mengeksplorasi kreativitas sebagai bagian dari perjalanan menuju pemulihan dan pemberdayaan.

Di Indonesia, khususnya, masih banyak yang perlu digali dan disorot tentang seperti apa hidup sebagai penyintas, apa yang dibutuhkan untuk memecah kebungkaman, mencari keadilan, dan mencapai pemulihan; apa yang dicapai dan
dikorbankan ketika angkat bicara; apa artinya mengubah derita menjadi seni, dan masih banyak lagi aspek serta nuansa seputar tema tersebut yang sudah saatnya untuk disuarakan agar kita bisa menjadi
selayaknya manusia.



Tentang HOUSE OF THE UNSILENCED:

House of the Unsilenced atau Rumah Kami yang Tidak Bungkam adalah ajang seni yang mempertemukan seniman, penulis, dan penyintas kekerasan seksual untuk berkarya bersama seputar tema memecah kebungkaman dan seperti apa kehidupan penyintas di masyarakat kita. House of the Unsilenced adalah bagian dari Creative Freedom Festival 2018 yang diselenggarakan oleh InterSastra, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Norwegia dan Koalisi Seni Indonesia.

Mitra acara lainnya adalah LBH Apik, Yayasan Pulih, Lentera Sintas Indonesia, Hollaback Jakarta, dan Arus Pelangi. Acara ini juga didukung oleh beberapa mitra media, yaitu Magdalene, Femina, Harper's BAZAAR, CASA Indonesia, OPINI.id, dan Womantalk.com. **(Red-114)

Reporter : Arianto
Share:

Kecamatan Lintong Nihuta Juara 1 Lomba Lagu Nasional Daerah Antar Guru se Kabupaten Humbang Hasundutan


DNM.com (Humbahas - Sumut)
Lomba Lagu Lagu Nasional Daerah Antar Guru se Kabupaten Humbang Hasundutan, dalam rangka HUT ke-15 Kabupaten Humbang Hasundutan yang dilaksanakan di Aula Huta Mas Doloksanggul cukup mengharumkan nama baik para pendidik khususnya para guru-guru yang ada, karena seluruh para peserta  tampil dengan baik dan rapi, serta mengeluarkan seluruh tenaga dan suara emasnya dalam perlombaan tersebut, yang pelaksanaannya dilaksanakan di Aula Hutamas, Kamis (26/7).

Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora menyampaikan sambutannya berawal. bahwa guru adalah pelopor pendidikan terdepan yang diharapkan memiliki sikap dan disiplin yang harus diterapkan mulai dari pelaksanaan latihan hingga tampil pada acara lomba, karena dengan disiplin yang tinggi akan terbentuk team paduan suara yang kompak dan solid, disamping itu kelompok paduan suara tersebut dapat menampilkan dan mempersembahkan lagu yang harmonis dan berkwalitas.


Ditambahkan Saut, pelaksanaan kegitan lomba lagu lagu nasional daerah antar guru seKab. Humbahas, merupakan salah satu kegiatan tahunan Dinas Pendidikan dalam rangka memeriahkan dan mensyukuri HUT ke 15 Kabupaten Humbang Hasundutan, dan untuk thn 2018 ini puncak acaranya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 28/7 didesa Sibulbulon Kecamatan Parlilitan. ungkapnya.

Kegiatan kali ini diikuti para guru guru yang menjadi utusan daerah dari delapan kecamatan yang ada diKabupaten Humbang Hasundutan, dimana panitia telah menetapkan lagu yang akan dinyanyikan setiap peserta lomba yaitu lagu wajib "PANCASILA AZAS KUTA", karna itu kegiatan lomba ini bukan hanya kegiatan Ceremonial yang dilaksanakan panitia setiap tahunnya.


Namun kita harus menyadari dan memahami makna yang terkandung dalam syair lagu tersebut, yang dapat menggugah dan memotivasi jiwa dan raga segenap seluruh elemen masyarakat untuk lebih meningkatkan Rasa Nasionalisme yang tinggi dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan persatuan sesuai dengab UUD tahun 1945, oleh karna itu pelaksanaan lomba lagu lagu nasional daerah antar guru seKabupaten Humbang Hasundutan hari ini resmi saya buka , ungkap saut mengakhiri sambutannya.

Sebagai juara Lomba Lagu Lagu Nasional Daerah Antar Guru Juara I Kecamatan Dolok Sanggul, Juara II, Kecamatan Pakkat, Juara III Kecamatan Onan Ganjang Sedangkan untuk juara Harapan I dari Kec. Dolok Sanggul, Harapan II Kec. Tarabintang, Harapan III Kec. Paranginan, sedangkan Kecamatan Pollung sendiri diberi pengahargaan sebagai hadia hiburan oleh panitia lomba .


Para pemenang diberi pengahargaan berupa Medali, Sertifikat serta uang pembinaan sedangkan untuk Dirgjen terbaik diberikan kepada Kecamatan Pakkat.

Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora bersama Sekda Tonny Sihombing, dan Ketua/Wakil Ketua TP PKK Humbahas memberikan piala bergilir lomba lagu lagu Nasional Daerah Antar Guru  kepada Kecamatan Lintongnihuta sebagai juara pertama lomba kali ini .

Dakhir penghujung acara, wakil bupati mempertanyakan kepada Kadis Pendidikan  alasan apa dua kecamatan tersebut tidak mengikuti acara ini, kadis menjawab karena Kecamatan Parlilitan sangat repot sebagai tuan rumah dalam mempersiapkan Perayaan  HUT Humbahas, sedangkan Tarabintang sendiri personilnya sedikit sehingga mereka tidak bisa mengikutinya, ungkap kadis kepada wakil bupati menjelaskan . Wakil Bupati menutup dengan  berpantun. **(B.Nababan/Red-76)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini