Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Krakatau Gelar Konser Prthvi Mata untuk lbu Pertiwi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Seperti yang diketahui bahwa Krakatau merupakan salah satu grup musik terkemuka Indonesia beraliran fusion jazz yang terdiri dari para mega bintang yaitu Donny Suhendra, Dwiki Darmawan, Gilang Ramadhan, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma dan Trie Utami. Setelah cukup lama absen menggelar konser tunggal di Jakarta dalam kurun satu dekade terakhir dikarenakan fokus pada karir individual, akhirnya Krakatau kembali dengan sebuah gelaran istimewa.

Berbeda dengan konser-konser mereka sebelumnya, Indra Lesmana menyampaikan bahwa pada kesempatan kali ini Krakatau bersama DSS Concert menggaet sebuah paguyuban muda-mudi Indonesia yang dikenal aktif merevolusi seni budaya Indonesia, bernama Swara Gembira. Konser Krakatau menjadi istimewa dengan kehadiran Swara Gembira selaku pengarah seni.


Dengan tajuk Prthvi Mata yang diambil dari nama salah satu lagu milik Krakatau, Swara Gembira rencananya akan merevolusi seluruh aspek konser dari melalui latar dan dekorasi panggung, serta busana, tarian, tata rias wajah hingga rambut dengan unsur budaya Bali yang kental dari sudut pandang milenial. Sehingga Konser Prthvi Mata tak hanya sebuah konser musik biasa, melainkan sebuah pergelaran seni dan budaya yang dipersembahkan untuk lbu Pertiwi. ujar Indra Lesmana saat jumpa pers Rabu, 10 April 2019 di Artoz Bar & Lounge, Energy Building, SCBD, Jakarta.

Konser yang akan dilaksanakan pada 30 April 2019 di Ciputra Artpreneur ini semakin istimewa dengan iringan orkestra oleh Alvin Witarsa pada musiknya serta turut sertanya putra-putri dari personil Krakatau di satu panggung yang membawa suasana intim
nan istimewa. Tiket dapat dibeli melalui evenative.com/krakatau2019 dengan kategori yaitu Kelas 2 seharga Rp. 500.000,00 Kelas 1 Rp. 750.000,00; VIP Rp. 1.000.000;  VVIP Rp. 1.500.000,00. Tutup Indra Lesmana.(Arianto)

Share:

Museum Seni Rupa Dan Keramik Gelar Pameran Lukisan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Museum Seni Rupa dan Keramik menggelar pameran lukisan yang bertemakan "Coffee in Culture Heritage", acara itu berlangsung di Area Kota Tua,  Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.

Acara yang di hadiri antaranya Kasubdit Polmas PMJ (AKBP Sri Wardiningsih), Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat (AKBP Aslan Sulastomo.SH), Kapolsek Metro Tamansari (AKBP Ruly Indra Wijayanto.SIK,.MSi), Kanit Binmas Polsek Metro Tamansari (Kompol Sariman)

Kanit Binpolmas Restro Jakarta Barat (Iptu Tunari), Kepala Museum Seni Rupa dan Keramik (Esti Utami), dan juga para pelukis dan para tamu undangan, mendapat wejangan dari anak-anak sanggar Museum Seni Lukis dengan sajian  tari Jaranan.


Ketua pelaksana Jan Praba mengatakan, dari pameran lukisan yang bertema "Coffee in Culture Heritage", diantaranya mengenalkan para pelukis yang ikut berperan dalam giat pameran lukisan di gedung museum seni rupa dan Keramik. para seniman lukisan," Ucapnya.

Esti Utami, selaku Kepala Museum Seni Rupa dan Keramik mengatakan, museum ini sebagai saksi lahirnya seni rupa yang berkarakter dasar media lukisan kopi. "Museum Seni rupa dan Keramik ini sebagai tempat edukasi dan wisata dengan bekerjasama bersama kalangan Kalayak ramai sebagai wahana untuk menyalurkan bakat dan ekspresi para penggemar seni," Tuturmya Esti Utami.

Sementara itu,  Kasubdit Polmas Polda Metro Jaya, AKBP Sri Wardiningsih mengatakan,  pembinaan komunitas di kedepankan dalam rangka mendekatkan diri dengan Harkamtibmas serta digalakkan untuk diadakan lomba di tingkat Nasional maupun Internasional.

"Sukses untuk para komunitas Pelukis yang disampaikan titipan salam dari Direktur Binmas Polda Metro Jaya," Katanya.

Sebagai penghujung acara, di lanjutkan penandatanganan bersama terkait pelaksanaan Pameran Lukisan dan di lanjutkan dengan foto bersama dan melihat lukisan dari bahan kopi. 

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Jakarta Barat Menghibahkan Alat Musik Tradisional Ke 26 Group


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Kepala Suku Dinas dan Kebudayaan Jakarta Barat Achmad Syahrofi menyerahkan dan menghibahkan alat musik tradisional, dari 26 berbagai kelompok (group) penerima alat musik tradisional seperti marawis, rebana dan gambang kromong se Jakarta Barat, di Kantor Sudin Pariwisata dan Kebudayaan, Gedung Walikota Jakarta Barat, Jalan Raya Kembangan No.2 Jakarta Barat Blok B Lt.4, Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (02/01/2019).

Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syahrofi mengatakan, pemberian ini sebagai bentuk keperdulian Pemda DKI Jakarta (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat) kepada warga Jakarta, agar lebih mengenal dan dekat dengan Kesenian dan Budaya terutama Kebudayaan Betawi. 26 dari berbagai kelompok (gruop) yang sudah diserahkan dan dihibahkan alat musik tradisonal, berupa Rebana, Marawis dan Gambang Kromong kepada masyarakat se Jakarta Barat," kata Ahmad Syahrofi.


"Karena ini hibah yang diambil dari uang rakyat, maka kami berharap semaksimal mungkin agar alat-alat ini supaya dijaga dan dirawat dengan benar dan jangan dibiarkan tergeletak tanpa manfaat," kata Ahmad Syahrofi.

Pada kesempatan itu, Ahmad Syahrofi juga berharap kepada generasi milenial untuk selalu menjaga dan memelihara seni dan budaya tradisonal asli Indonesia ditengah hiruk - pikuk budaya K-POP yang sedang digandrungi anak remaja jaman sekarang.

"Diera globalisasi seperti sekarang, remaja dan pemuda jangan terpengaruh oleh budaya negarif yang berasal dari luar. Cintailah budaya lokal," imbuhnya Kasudin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syahrofi.


Ahmad Syahrofi juga berpesan kepada generasi muda jangan terpengaruh oleh Narkoba. Lebih baik sibukanlah dengan hal - hal positif seperti berlatih musik tradisional, marawis, rebana atau gambang kromong.

Ketua Pemuda RW. 003 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Muhidin salah satu penerima alat musik tradisional, mengucapkan terima kasih kepada Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat yang telah menghibahkan seperangkat alat marawis kepada pemuda RW. 003 Kelurahan Kapuk.

"Semoga dengan adanya alat musik ini, kami bisa berkarya dan terhindar dari hal-hal negarif. Kami akan terus berlatih sampai mahir dan akan menjaga alat ini semaksimal mungkin," kata Muhidin.


Hal senada juga dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kebon Jeruk Mukroni, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat atas supportnya yang telah memberikan alat musik tradisional berupa marawis.

"Semoga dengan adanya alat-alat ini, kami dan pemuda-pemuda lainnya bisa melakukan hal-hal positif dan bisa terhindar dari hal-hal negarif seperti narkoba dan kejahatan lain nya," ujarnya Mukroni. 

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Pameran Seni Karya “NAPI Craft” Yang Ketujuh Digelar Di Museum Seni Rupa Dan Keramik Jakarta


Produk unggulan narapidana yang dijamin berkualitas dan telah melalui proses kurasi  ketat dari para expert, serta yang lebih penting lagi bernilai jual tinggi dan telah diekspor ke manca negara, akan dapat disaksikan oleh masyarakat umum pada gelaran The art exhibition of Napi Craft, kerjasama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Yayasan Second Chance.

Pameran dilaksanakan selama  sepekan ini, dibuka secara resmi hari rabu 31 Oktober 2018 pukul 08.30 WIB s/d 13.00 wib bertempat di Museum  Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta dengan Narasumber Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami dan ketua dan pendiri Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin.


Pameran seni karya narapidana “NAPI Craft” kembali digelar untuk yang ketujuh kalinya di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta pada 31 Oktober– 7 November 2018. Mengusung tema “HOPE”, acara ini merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Second Chance Foundation, yayasan yang bergerak dalam pendampingan pembinaan narapidana.

Berbagai karya narapidana yang dipamerkan dalam acara tersebut antara lain rajutan, scan art, lukisan piring, sula pita, olahan lintingan koran, boneka, batik, lukisan, Al Quran raksasa, kaligrafi, robot korek api, meja catur batok kelapa, serta berbagai produk kreatif lainnya. Tidak hanya itu, berbagai demo pembuatan produk kreatif serta berbagai pertunjukan seni oleh narapidana akan meramaikan pameran setiap harinya

Sebelum diselenggarakan di Museum Seni Rupa dan Keramik yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, NAPI Craft telah diselenggarakan di berbagai tempat antara lain Gedung The East, Grand Indonesia Shopping Mall dan Jakarta Convention Center Hall Senayan.


Saat membuka pameran, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mewakili kemenkumham yassona H. Laoly mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya pameran Napi Craft. Terlebih, sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, NAPI Craft telah berhasilkan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu pemasyarakatan.

“Saya berharap dengan adanya pameran ini para narapidana bisa terus mengembangkan kreativitas dan minatnya atas kesenian sehingga walaupun mereka berada di tempat yang terbatas, namun kreativitas mereka tidak terbatas,”.

Selanjutnya Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menegaskan bahwa terselenggaranya NAPI Craft 2018, berharap kegiatan kerja narapidana tidak hanya sebagai pengisi waktu selama berada di lapas/rutan, tapi juga sebagai modal keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif. Apalagi karya yang dihasilkan bernilai jual tinggi dan berkualitas internasional,” ungkap Utami.

Sementara itu, ketua dan pendiri Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin, memberikan pujian terhadap hasil karya para narapidana.


“Hal yang menjadi nilai positif dari produk narapidana adalah dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada, mereka mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang sangat baik,” pujinya.

Evy juga mengungkapkan harapannya agar melalui acara tersebut masyarakat lebih memahami perasaan dan harapan narapidana di balik jeruji besi. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk peduli dan bersama-sama mewujudkan kesempatan kedua bagi narapidana yang mau berubah.

Second Chance Foundation merupakan salah satu mitra Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam pemberian pendampingan terhadap narapidana. Tidak hanya itu, dengan semangat narapidana memiliki hak untuk diberikan kesempatan kedua dalam memperbaiki kesalahannya, Second Chance Foundation turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi dan kesempatan pada narapidana untuk berubah menjadi lebih baik. **(Red-12)

Reporter DNM : Arianto
Share:

Pagelaran Budaya Akbar Festival Ondel-Ondel Jilid II Segera Dilaksanakan


DNM.com (Jakarta)
Setelah sukses di selenggarakan festival Ondel Ondel jilid I tak lama lagi akan di selenggarakan Ondel Ondek Jilid  pada tanggal 25 - 26 Agustus nanti di Bintaro Jakarta Selatan Sebelumnya di selengarakan pertama tahun 2017.

Kini hadir festival ondel ondel Jilid II bintaro. Bidang Seni Dan Budaya DPP AWDI sekaligus ketua pelaksana Ahmad Subhan S pd
Mengatakan , Festival bintaro Ondel Ondel  adalah sebuah event festival budaya terbesar di wilayah bintaro Jakarta Selatan.

Sebagai Focus utama event ini mengangkat kembali nilai-nilai budaya jakarta ,yang dinilai saat semakin terkikis akibat era globalisasi Imformasi   tergerus ,"Ungkapnya 

Kemudian Lanjut Subhan S Pd , Dengan konsep budaya yang kami kemas lebih modern, kami berharap dapat memberikan nilai positif bagi para pengunjung tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal  tersebut.

"Festival ondel-ondel bintaro jilid II ini juga hadir dalam semarak hari kemerdekaan republik indonesia yang ke 73.

"Banyak sekali perlombaan-lombaan budaya dan tradisional di event ini. Sebagai puncak ajakan mencintai budaya serta icon kita bersama. Festival ondel-ondel bintaro II akan membuat sebuah sejarah, dimana kami akan membuat replika (topeng ondel-ondel) terbanyak di dunia yang di pakai peserta gerak jalan sebanyak 5000 peserta.

"Dan ini sebagai bentuk kebanggaan kita bersama akan budaya indonesia.


Untuk di ingat Festival ondel-ondel bintaro di selenggarakan pada tanggal 25-26 Agustus 2018 di Jalan Bintaro Taman Barat, RW 08 & RW 011 Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggarahan Jakarta Selatan Pada Pukul 07.00-23.00 WIB.

Sebagai poin acara yang akan diselenggarakan nantinya pada  pegelaran Budaya Ondel Ondel jilid II Antara lain :
Aksi Palang Pintu, Karnaval Budaya, Gambang Kromong, Sulat Betawi, Pantun Betawi, Lomba Tari & Lomba Ondel-Ondel Ngandak, dan Bazaar Kuliner Betawi.

Sedangkan Untuk Acara pendukung Gerak Jalan Massal, Perform Band oleh Cholidi Asadil, lolly dan Ucok Baba (Artis Sinetron), Senam, Games, Doorprize peserta gerak jalan, Door Prize pengunjung festival Ondel- Ondel bintaro jilid II Dangdut oleh (Dangdut familys) Juga Wahana Mainan Anak

Bazaar Multiproduk yakni Acara kemerdekaan, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Tarik Tambang, Lomba Balap Karung, Lomba Kelereng "Dan masih banyak lagi acara-acara yang dapat menghibur pengunjung yang hadir.

Sebagai Himbauan Hayo... kapan Lagi, Tunggu Apalagi, Disediakan Tempat Hiburan Gratis Dan seluruh Acara  dapat di nikmati para semua kalangan (Anak- Anak, Remaja, Dewasa, serta para orang tua) " itu bisa didapatkan di FESTIVAL ONDEL-ONDEL BINTARO.

Bagi yang berminat Silakan mendaftar Di Stand Bazaar Melalui : Subhan  No HP / Wa  081380268212, Gia / 083899159266 Untuk Pendaftaran Gerak jalan Dengan Amir / 081285301015, Faida / 081381264461," tandasnya . **(Red-116)

Reporter : A. Nasution
Share:

InterSastra dan Koalisi Seni Gelar Ajang "House Of The Unsilenced"


DNM.com (Jakarta).
Seni menawarkan medium bagi kita untuk memproses dan memaknai kembali segala pengalaman dan pengamatan kita, termasuk hal-hal yang sulit dibicarakan secara langsung. 

Misalnya, film layar lebar Habibie & Ainun menjadi salah satu cara bagi mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie untuk melepaskan kepergian sang istri tercinta. Contoh lainnya, seniman Jepang Yayoi Kusama menjadikan karya seni sebagai medium penyaluran gejala halusinasi yang
dideritanya.

Menyadari adanya kebutuhan untuk bercerita dan mengekspresikan diri, InterSastra bersama dengan Koalisi Seni Indonesia, Rabu 15 Agustus 2018 menggelar ajang seni HOUSE OF THE UNSILENCED (Rumah Kami yang Tidak Bungkam) di Cemara 6 Galeri-Museum, Menteng, Jakarta Pusat.

Ajang seni ini menampilkan berbagai seniman dan penulis perempuan, seperti Dewi Candraningrum (dosen sekaligus pelukis), Molly Crabapple (award-winning artist and writer dari New York) yang karyanya sudah termasuk koleksi permanen di Museum of Modern Art, New York.


Ratu Saraswati (art performer dan finalis Indonesia Art Award), Dyantini Adeline (seniman dan pembuat film) yang sudah mempresentasikan karya di Berlinale dan Jakarta Biennale, Salima Hakim (dosen dan seniman) yang karyanya pernah dikutkan dalam Jogja Artweeks, Yacko (rapper) yang juga akan meluncurkan single terbarunya di HOUSE OF THE UNSILENCED pada Sabtu, 25 Agustus 2018, Eliza Vitri Handayani (novelis, penggagas dan pengarah acara House of the Unsilenced), Ika Vantiani (kurator seni House of the Unsilenced), Ningrum Syaukat (penari, personal trainer, stage acting coach), Margaret Agusta (jurnalis, penulis, dan seniman visual), Bisik￾bisik Kembang Goyang (kolektif seniman perempuan yang layak diperhatikan) dan masih yang banyak lainnya.

Masing-masing seniman dan penulis di atas bekerja sama dengan para penyintas kekerasan seksual untuk menghasilkan karya-karya baru seputar tema apa artinya angkat bicara dan seperti apa kehidupan penyintas di masyarakat kita.

Kampanye #MeToo yang ramai di dunia internasional mengungkapkan betapa banyak di antara para penyintas, yang mayoritas perempuan, di Indonesia masih sangat kesulitan untuk bercerita.

Masyarakat sering memberi stigma dan sanksi yang sangat berat kepada korban kekerasan seksual, dan justru memaklumi tindakan pelaku. Tujuan sosial ajang seni ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ihwal dan dampak kekerasan seksual, yang disampaikan melalui ekspresi dan kreasi para penyintas.


“Kami membayangkan sebuah ruang yang aman dan dukungan yang kuat bagi mereka yang ingin angkat bicara, tempat di mana kawan-kawan penyintas dapat mengeksplorasi macam-macam kemungkinan untuk bercerita dan mengekspresikan diri,” tutur Eliza Vitri Handayani, penggagas dan pengarah acara HOUSE OF THE UNSILENCED.

Itu sebabnya, para seniman dan penulis di House of the Unsilenced menawarkan beragam medium kepada para panyintas: menulis, membuat kolase, merajut, melukis, menggambar, bernyanyi, dan medium lainnya sesuai minat dan bakat masing-masing.

Para penyintas dapat berpartisipasi dengan cara mengikuti lokakarya atau berkarya bersama para seniman. “Apabila tidak ada dukungan di lingkungan tempat tinggal, di ruang ini para penyintas bisa menemukan orang-orang yang mendukung.

Apabila mereka merasa berat berbicara secara langsung atau melalui media sosial, di ruang ini mereka bisa belajar medium-medium sastra dan seni yang bisa digunakan,” sambung Eliza Vitri Handayani.

Kami bekerja keras untuk memastikan para penyintas dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan merasa aman dan nyaman berpartisipasi. Para penyintas berasal dari Jabodetabek, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Makassar. Usia mereka berkisar dari 19 hingga 53.

Dalam pemberitaan tentang kekerasan seksual, media di Indonesia pun masih mencerminkan budaya patriakis yang kuat, seperti belum berpihak kepada perempuan, memberitakan dengan framing yang menyalahkan korban, atau menggunakan bahasa yang tidak sensitif atau menumpulkan skala kekerasan yang terjadi. Ini sangat disayangkan karena pers memiliki peran penting lewat pemberitaannya untuk mempengaruhi opini dan kebijakan publik, dan memberikan perspektif keadilan sosial dan hak asasi manusia.


“Pemberitaan yang baik dan akurat dapat membantu menjadi katalis untuk perubahan positif yang membantu mengakhiri budaya pemerkosaan. Karena itu, kita butuh mengubah perspektif dan pendekatan patriarkis ini dengan memastikan pers melakukan pemberitaan tentang kekerasan seksual dengan lebih beretika dan berpihak kepada penyintas,” ungkap.

Devi Asmarani, editor-in-chief dan co-founder Magdalene, mitra media House of the Unsilenced. Sebuah karya seni menjadi penting (compelling) ketika ia hadir karena kebutuhan—bisa jadi kebutuhan pribadi, politik, sosial atau gabungan semuanya. HOUSE OF THE UNSILENCED hadir karena para penyintas butuh untuk mengekspresikan diri dan mengeksplorasi kreativitas sebagai bagian dari perjalanan menuju pemulihan dan pemberdayaan.

Di Indonesia, khususnya, masih banyak yang perlu digali dan disorot tentang seperti apa hidup sebagai penyintas, apa yang dibutuhkan untuk memecah kebungkaman, mencari keadilan, dan mencapai pemulihan; apa yang dicapai dan
dikorbankan ketika angkat bicara; apa artinya mengubah derita menjadi seni, dan masih banyak lagi aspek serta nuansa seputar tema tersebut yang sudah saatnya untuk disuarakan agar kita bisa menjadi
selayaknya manusia.



Tentang HOUSE OF THE UNSILENCED:

House of the Unsilenced atau Rumah Kami yang Tidak Bungkam adalah ajang seni yang mempertemukan seniman, penulis, dan penyintas kekerasan seksual untuk berkarya bersama seputar tema memecah kebungkaman dan seperti apa kehidupan penyintas di masyarakat kita. House of the Unsilenced adalah bagian dari Creative Freedom Festival 2018 yang diselenggarakan oleh InterSastra, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Norwegia dan Koalisi Seni Indonesia.

Mitra acara lainnya adalah LBH Apik, Yayasan Pulih, Lentera Sintas Indonesia, Hollaback Jakarta, dan Arus Pelangi. Acara ini juga didukung oleh beberapa mitra media, yaitu Magdalene, Femina, Harper's BAZAAR, CASA Indonesia, OPINI.id, dan Womantalk.com. **(Red-114)

Reporter : Arianto
Share:

Kecamatan Lintong Nihuta Juara 1 Lomba Lagu Nasional Daerah Antar Guru se Kabupaten Humbang Hasundutan


DNM.com (Humbahas - Sumut)
Lomba Lagu Lagu Nasional Daerah Antar Guru se Kabupaten Humbang Hasundutan, dalam rangka HUT ke-15 Kabupaten Humbang Hasundutan yang dilaksanakan di Aula Huta Mas Doloksanggul cukup mengharumkan nama baik para pendidik khususnya para guru-guru yang ada, karena seluruh para peserta  tampil dengan baik dan rapi, serta mengeluarkan seluruh tenaga dan suara emasnya dalam perlombaan tersebut, yang pelaksanaannya dilaksanakan di Aula Hutamas, Kamis (26/7).

Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora menyampaikan sambutannya berawal. bahwa guru adalah pelopor pendidikan terdepan yang diharapkan memiliki sikap dan disiplin yang harus diterapkan mulai dari pelaksanaan latihan hingga tampil pada acara lomba, karena dengan disiplin yang tinggi akan terbentuk team paduan suara yang kompak dan solid, disamping itu kelompok paduan suara tersebut dapat menampilkan dan mempersembahkan lagu yang harmonis dan berkwalitas.


Ditambahkan Saut, pelaksanaan kegitan lomba lagu lagu nasional daerah antar guru seKab. Humbahas, merupakan salah satu kegiatan tahunan Dinas Pendidikan dalam rangka memeriahkan dan mensyukuri HUT ke 15 Kabupaten Humbang Hasundutan, dan untuk thn 2018 ini puncak acaranya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 28/7 didesa Sibulbulon Kecamatan Parlilitan. ungkapnya.

Kegiatan kali ini diikuti para guru guru yang menjadi utusan daerah dari delapan kecamatan yang ada diKabupaten Humbang Hasundutan, dimana panitia telah menetapkan lagu yang akan dinyanyikan setiap peserta lomba yaitu lagu wajib "PANCASILA AZAS KUTA", karna itu kegiatan lomba ini bukan hanya kegiatan Ceremonial yang dilaksanakan panitia setiap tahunnya.


Namun kita harus menyadari dan memahami makna yang terkandung dalam syair lagu tersebut, yang dapat menggugah dan memotivasi jiwa dan raga segenap seluruh elemen masyarakat untuk lebih meningkatkan Rasa Nasionalisme yang tinggi dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan persatuan sesuai dengab UUD tahun 1945, oleh karna itu pelaksanaan lomba lagu lagu nasional daerah antar guru seKabupaten Humbang Hasundutan hari ini resmi saya buka , ungkap saut mengakhiri sambutannya.

Sebagai juara Lomba Lagu Lagu Nasional Daerah Antar Guru Juara I Kecamatan Dolok Sanggul, Juara II, Kecamatan Pakkat, Juara III Kecamatan Onan Ganjang Sedangkan untuk juara Harapan I dari Kec. Dolok Sanggul, Harapan II Kec. Tarabintang, Harapan III Kec. Paranginan, sedangkan Kecamatan Pollung sendiri diberi pengahargaan sebagai hadia hiburan oleh panitia lomba .


Para pemenang diberi pengahargaan berupa Medali, Sertifikat serta uang pembinaan sedangkan untuk Dirgjen terbaik diberikan kepada Kecamatan Pakkat.

Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora bersama Sekda Tonny Sihombing, dan Ketua/Wakil Ketua TP PKK Humbahas memberikan piala bergilir lomba lagu lagu Nasional Daerah Antar Guru  kepada Kecamatan Lintongnihuta sebagai juara pertama lomba kali ini .

Dakhir penghujung acara, wakil bupati mempertanyakan kepada Kadis Pendidikan  alasan apa dua kecamatan tersebut tidak mengikuti acara ini, kadis menjawab karena Kecamatan Parlilitan sangat repot sebagai tuan rumah dalam mempersiapkan Perayaan  HUT Humbahas, sedangkan Tarabintang sendiri personilnya sedikit sehingga mereka tidak bisa mengikutinya, ungkap kadis kepada wakil bupati menjelaskan . Wakil Bupati menutup dengan  berpantun. **(B.Nababan/Red-76)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini