Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

PUISI ~ Kejujuran Yang Kumiliki


Duta Nusantara Merdeka |

*Kejujuran Yang Kumiliki*
Oleh : Dede Farhan Aulawi


Dulu aku mengagumimu
Kini pun ku tambah mengagumimu
Dulu ku tak miliki keberanian tuk ungkapkan rasa sayang dan rinduku padamu


Dan kini saat ku miliki keberanian itu, Sudah terbentang jarak dan jurang pemisah di antara kita

Harus bagaimana ku ungkapkan rasa yang telah mencuri seluruh khayalku yang selalu merindukanmu


Setiap malam ku titipkan salam pada angin, Setiap malam ku bertanya pada bulan,

Kenapa keberanianku datang terlambat,
Hadir justru saat kau tak sendiri lagi


Terlarang kah jika rasa ini masih ada ?Berdosakah jika ku harap kau tahu segenggam asa yang pernah ku miliki?

Asa ini masih ada...
Pernah ku miliki...
Dan tak pernah kuberikan..
Karena asa ini hanya milikmu dan hanya untukmu


Berlebihankah jika berkata demikian atas dasar kejujuran yang kumiliki ?

Biarlah semua kan selalu ku simpan,,..
Menjadi kenangan abadi...
Dan kan kuberikan di saat yang tepat, saat kau bersedia tuk menerimanya
Share:

PUISI ~ Bertahan Dengan Air Mata


Duta Nusantara Merdeka |

Bertahan dengan Air Mata
Oleh : Dede Farhan Aulawi


Sekian lama ku langkahkan kaki menuju tujuan yang tak pasti

Sekian ribu air mata yang ku seka tak pernah kering, menandai pedihnya luka yang ku alami

Guratan nasib yang kujalani tidak seindah merdunya lagu masa kini

Gemerlap dunia yang berkilau bukanlah tujuan dari ikrar suci yang ku tempuh...

Engkau yang disana...
Sampai kapan mau terus berdusta di panggung sandiwara ?

Bukan ku tak tahu atas semua yang kau lakukan

Bukan pula kebodohan yang menyebabkan ku tetap mencoba tuk bertahan

Melainkan penghayatan atas ikrar sakral yang diungkapkan di atas kitab suci, bahkan semua mahluk di langit dan di bumi turut menjadi saksi

Dimana kau dan aku pernah mengikat janji sehidup dan semati

Bahagia dan duka kan kita lalui bersama

Tak ada seorang pun yang bisa mengusik keutuhan cinta kita yang selalu terikat di atas sumpah setia sampai kapanpun

Aku di sini mencoba tetap bertahan, meskipun  air mata ini telah kering menahan teriknya panas hati

Ku hanya berharap...
Ku hanya berandai-andai
Jika mungkin kau kan kembali menggenggam cinta yang utuh, meski pernah retak karena terjatuh

Haruskah akhirnya aku menyerah kalah, dan bersandar pada nasib yang tidak berpihak ?



Share:

Puisi ~ Bahagiakah Kau Kini ?


Duta Nusantara Merdeka |

Bahagiakah Kau Kini ?

Oleh : 
Dede Farhan Aulawi


Sahabat…
Masih ingatkah saat kau putuskan untuk melangkah jauh ?
Pergi tinggalkan semua janji suci yang pernah kita ikrarkan
Bukan sekedar di hadapan penghulu, keluarga dan handai taulan
Tapi ikrar di hadapan Tuhan dan Kitab Suci sebagai penerang jalan

Dari dulu sampai kini
Ku tak pernah mengerti apa yang terjadi
Andai kau tahu…
Gelapnya malam tak segelap pandangan hatiku saat itu
Sesaknya penumpang dalam kereta dan bis kota
Tidak sesesak nafas di dada ini

Ntah kenapa malam itu
Halilintar menggelegar bersahutan membelah angkasa raya
Gulungan awan hitam berarak – arakan 
Burung dan alam bunyi bersahutan mengitari puncak derita
…yang merobek keindahan kasih sayang
Seolah – olah murka dengan retaknya ikrar yang disucikan

Ntah apa yang kau lakukan…
Ntah dimana kau saat itu…
Yang pasti kau pergi tinggalkan semua kenangan

Bukankah dulu kau pernah berjanji
Kita kan selalu siap hadapi godaan siang dan malam
Godaan silaunya dunia dan materi
Berjalan bersama mesti banyak duri yang harus dilalui
Tapi akhirnya….
Kau lari tinggalkan kobangan air mata hati yang sulit disembuhkan

Kini waktu terus berputar
Aku tak tahu apa yang kau rasa
Apakah kau sudah temukan kebahagiaan yang kau impikan
Atau kau hanya temukan pilu dan kesengsaraan

Tapi percayalah…
Dalam diam dan sedihmu
Aku selalu tahu bagaimana perasaanmu
Aku lebih mengenal hatimu
Lebih dari dirimu sendiri

Semoga ini semua menjadi pembelajaran buat kita semua
Karena serpihan bejana yang sudah terpecah – pecah
Sangat sulit untuk disatukan kembali
Paling tidak bekas retakan itu kan selalu ada


Share:

AYAH DIMANAKAH KAU KINI ?


Duta Nusantara Merdeka |

AYAH DIMANAKAH KAU KINI ?

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Ayah…
Sudah sekian tahun yang lalu 
Ayah meninggalkan kami semua
Ayah menghadap Dia Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Semoga senantiasa bahagia di sisi-Nya. Aamiin

Ayah….
Banyak yang ingin kusampaikan
Tentang kami dan cucu – cucu Ayah yang mulai beranjak remaja
Mereka semua tak sempat mengenal Ayah
Tapi percayalah
Mereka semua sangat menyayangi Ayah
Dan tentu ingin berjumpa dengan nenek dan akakeknya

Ayah….
Sedang apa kini di sana
Adakah Ayah pun memendam kerinduan pada kami ?
Ayah….
Dimanakah tepatnya kini berada
Ingin rasanya merengkuh hangat peluk seperti dulu

Ayah…
Kusadari kini
Dulu mungkin kau memiliki sedikit waktu untuk kami
Karena tanggung jawab besarmu untuk membesarkan dan mendidik kami
Tapi kini…
Kami juga baru mengerti
Bahwa membesarkan dan mendidik anak itu tidak mudah

Inikah sebabnya Alloh menitipkan anak pada kita
Sebagai titipan dan sekaligus amanah yang sangat berat
Bukan soal memberi makan dan pakaian
Tapi lebih dari itu…
Mendidik akhlaq untuk menjadi anak yang sholih dan sholihah itu tidak mudah
Beratnya membesarkan anak – anak saat ini,
Pasti lebih berat lagi saat dulu kau besarkan kami

Ayah….
Maafkan salah dan khilaf kami selama ini
Kami tidak menemuimu…bukan berarti tak sayang padamu
Kami tak mengunjungimu….bukan berarti tak rindu padamu
Bahkan kami tak sempat hanya sekedar menjenguk kuburmu
Karena kesibukan dan kesehatan yang sudah mulai kami rasakan

Maafkan Ayah…
Jarak dan perbedaan alam menyebabkan kita tak berjumpa
Tapi mudah – mudahan…
Suatu waktu kita akan bisa berkumpul kembali dengan penuh kebahagiaan. Aamiin

Ayah…
Ini secercah harap dari kami anak – anak Ayah…
Juga tak lupa titip salam rindu dari para cucumu
Selamat istirahat Ayah…
Do’a kami kan selalu menemani
Tak lupa titip salam rindu buat Ibu
Dari kami…
Anak dan cucu yang senantiasa menyayangimu
Share:

PUISI ~ Bagaimana Kuyakinkan Dirimu ?


Duta Nusantara Merdeka |

Bagaimana Kuyakinkan Dirimu?

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Sayangku…
Ku kejar jarak jauh yang terbentang
Meski itu lautan pasti kan kuseberangi
Meski itu angkasa pasti kan kuterbangi
Hanya untuk penuhi Satu
Berjumpa dengan orang yang kurindukan
Yaitu ….dirimu


Meski ku tahu jika selama ini kau tak pernah peduli
Meski selama ini ku tak pernah mengerti
Aku hanya bisa berharap
Bahwa suatu saat kau akan mengerti
Betapa besarnya cintaku padamu
Betapa besarnya kasih sayangku padamu
Cobalah kau tatap gelapnya langit di malam hari,
Kau kan temukan ribuan tulisanku 
Di atas awan yang senantiasa memanggil namamu
Cobalah dengarkan sepinya dentang waktu di goa yang sunyi
Maka kau kau dengarkan…
Jutaan rintihan lirih kerinduan yang selalu menyebut namamu

Lihatlah ukiran – ukiran di atas awan
Semuanya melambangkan indahnya senyummu
Lihatlah deburan ombak di pantai selatan
Semua karangnya memantulkan cantiknya wajahmu
Lihatlah hamparan padi yang menguning indah,
Sebagaimana aku melihat indahnya budi pekertimu

Itu semua yang membuat tunduk luluh kerasnya karang hatiku
Hingga ku tak pernah mengenal lagi teori efektifitas dan efisiensi
Saat ku ingin berjumpa denganmu
Bahkan ku tak pernah lagi mengenal waktu
Karena siang dan malam sering mengingatmu
Ku tak pernah lagi merasa takut kemanapun pergi,
Rasa takutku sudah sirna saat menemukanmu
Tidak ada lagi tempat angker yang ku takuti
Karena ku jauh lebih takut kehilangan akan dirimu

Andai kau tahu betapa berartinya dirimu untukku,
Jauh lebih berarti dari segala apa yang kumiliki
Andai kau tahu betapa rindunya hati ini
Lebih panas dari sebongkah bara yang pernah ku genggam

Sayang…
Harus bagaimana lagi kuyakinkan dirimu padaku ?
Aku memang bukan orang yang sempurna…
Oleh karenanya selama ini aku berusaha
Untuk menemukan orang yang bisa memberi kesempurnaan dalam hidupku
Dan itu semua kini sudah ku temukan
Karena semua ada dalam dirimu
Share:

Saat Kita Mendekati Kematian


Duta Nusantara Merdeka |

Saat Kita Mendekati Kematian

Oleh : Dede Farhan Aulawi


Sahabat…
Tak terasa waktu terus berjalan
Hari berganti hari, bulan berganti bulan
Akhirnya tahun berganti tahun

Jika kemarin kita masih menikmati Sekolah Dasar
Sampai Perguruan Tinggi
Lalu larut dalam kesibukan bekerja ….
Akhirnya kita sadar…bahwa kita semakin tua

Ketahuilah…
Saat waktu tersu berjalan
Sesungguhnya kita semua sedang mendekati gerbang kematian
Bukan maut yang menjemput kita
Tapi kita yang mendatangi maut

Usia kita semua sudah pastiSudah tertulis di catatan takdir sebelum kita dilahirkanArtinya waktu kematian kita sudah pastiDengan cara apa, dimana dan kapan…Sudah tentu semua menjadi rahasia Tuhan

Sahabat…
Ketahuilah dengan banyaknya perubahan dalam fisik kita
Lihatlah uban yang mulai tumbuh memenuhi rambut kita
Lihatlah kulit yang mulai keriput
Lihatlah otot – otot badan yang tak lagi sekuat dulu

Naik motor dan kehujanan…Gampang masuk anginKena angin batuk – batuk…Ternyata kita semua sudah mulai renta

Lihat juga anak – anak kita yang mulai tumbuh remaja
Bahkan mungkin ada yang sudah dewasa
Mereka yang dulu terlihat lucu dan munggil
Sekarang sudah punya keinginan sendiri
Sudah sulit lagi diatur sesuai keinginan kita
Ya karena semua telah berubah ….
Kita sudah semakin tua

Dan akhirnya…
Saat tiba waktunya….
Kita semua akan meninggalkan semua yang kita sayangi
Keluarga, harta, dan jabatan….
Hanyalah tinggal kenangan
Karena tidak ada satupun yang akan kita bawa ke liang kubur

Tidak ada lagi yang setia kan menemani kita
Kecuali amal sholih kita saat kita masih menghirup nafas panjang
Ya pada akhirnya semua akan berpisah…
Kita semua bertanggung jawab dengan apa yang pernah kita lakukan
Termasuk tanggung jawab dalam keluarga
Dan tanggung jawab akan amanah yang kita emban selama di dunia

Semoga kita bisa mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak
Karena sungguh berat mengemban amanah ini
Jika kita seorang Ayah atau Ibu…
Kita pun akan dimintai pertanggungjawaban tentang anak – anak kita
Tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini
Selain mewariskan pendidikan agama yang mulia buat anak – anak kita

Coba kita tanyakan…
Saat kita meninggal…
Apakah anak – anak kita sudah lancar membaca kitab suci ?
Sudah taat dalam melaksanakan ibadah ?
Apakah mereka yang akan memandikan jenazah kita ?
Apakah mereka yang akan mengkafani jasad kita
Apakah mereka yang akan memasukan tubuh kita ke liang kubur

Kira – kira apa yang akan dilakukan anak – anak sepeninggal kitaApakah mereka tetap rukun ?Atau justeru sibuk bertengkar memperebutkan harta warisan ?Apakah akan tetap ibadah…?Atau semakin jauh dari agama ?Semua tergantung apa yang akan kita didik saat ini
Share:

PUISI ~ Ingin Ku Menyapamu


Duta Nusantara Merdeka |


Ingin Ku Menyapamu
Oleh : Dede Farhan Aulawi

Pa kabar sahabatku ?
Dalam senandung kidung penuh kerinduan
Ku coba ingin menyapa sebuah nama...
adakah ia menanti sapaanku itu ?
...atau justru sapaanku tak lebih sebuah coretan yang mengganggu...
Tapi...,tak lebih dan tak kurang...
Sapaan adalah sebuah jembatan silaturahmi yang termudah,
...untuk menunjukkan bahwa kita ada ikatan batin yang erat dengannya

Kucoba juga merenung...?
apakah sebuah persahabatan yang erat hanya akan terwujud oleh proses dan
lamanya waktu...?
adakah semua itu menjadi sebuah ukuran dan tolok ukur baku ?
siapakah yang melakukan standarisasinya?
ataukah kita perlu me-redefine ukuran sebuah persahabatan....

karena ukuran lamanya waktu menjadi sangat relatif...,
...dibandingkan sebuah pengertian yang mendalam akan siapa kita ?
...ada sebuah perhatian yang intent terhadap pola hidup kita ...
...memahami sebagian persoalan hidup lahir dan bathin kita

adakah sebuah persahabatan harus dimulai dari suatu pertemuan ?
dan mungkinkah sebuah persahabatan yang baik bisa dibangun tanpa melalui
sebuah pertemuan ?
adakah hati bisa menembus batas sektoral sebuah sekat panca indera ?
benarkah ada kemampuan lain yang disebut indera keenam atau intuisi mampu
menjebol lintas batas logika ?
ahhhh....nampaknya terlalu jauh tuk difikirkan...
Share:

Senantiasa Rindu Untuk Ibu



Duta Nusantara Merdeka |

SENANTIASA RINDU UNTUK IBU

*Oleh : Dede Farhan Aulawi*

Ibu…
Kami anak cucumu selalu merindukanmu
Kerinduan yang tak pernah bisa ketemu lagi dengan peluk cium kasihmu
Jika dulu kami pernah rasakan kasihmu
Tapi kini cucu – cucumu tak pernah mengenalmu

Meski demikian…Ketahuilah IbuMereka semua senantiasa mendo’akanmu

Adakah kau bisa rasakan wanginya tabur bunga yang sering kami semai di atas kuburmu?
Adakah kau rasakan penerang kubur dari do’a – do’a kami ?
Semoga Alloh senantiasa memberikan yang terbaik untukmu …Ibu

Ibu ketahuilah…Cucu – cucumu sekarang sedang lucu – lucunyaBahkan ada yang sudah remaja dan beranjak dewasaTerkadang mereka bertanya tentangmu IbuMeskipun mereka tak pernah mengenal langsung wajahmuMeskipun mereka tak sempat merasakan peluk ciummu

Tapi kami semua tetap bisa merasakan hadirmu
Di setiap sudut do’a yang senantiasa terpanjat ke hadirat-Nya
Sesekali kami pun masih bisa mengingat masa lalu saat kau di sisi kami

Aku ingat semua kasihmu yang tak mungkin bisa kami balasKami ingat semua jasamu yang tak mungkin bisa dilupakanKami ingat semua pengorbananmuBahkan seluruh air matamu atas kenakalan kami anak – anakmuMaafkan kami Ibu…

Ibu …
Tolong tatap dulu wajah – wajah kerinduan di mata ini
Lihat juga wajah cucu – cucumu
Itulah darah daging sebagai estafeta keturunanmu
Mereka sering bertanya…
Nenek dimana ayah ? Nenek dimana Ibu ?
Kami hanya bisa terdiam dalam linangan air mata


Ibu ….
Tenanglah di sisi-Nya
Selamat istirahat panjang
Dan mohon maaf jika kami sesekali mengusik istirahatmu
Karena kami senantiasa rindu padamu…Ibu


Share:

Takut Jatuh Cinta


Duta Nusantara Merdeka |


Takut Jatuh Cinta

Oleh : Dede Farhan Aulawi


Setiap insan terlahir dengan rasa,
Memiliki mata dan telinga untuk melihat dan mendengar apa yang ada,
Ia bisa bicara tuk ungkapkan rasa,
Ia pun bisa terdiam sembunyikan asa jika itu yang ia punya

Orang boleh bicara…
Orang boleh mencibir…
Hukum bisa membatasi….
Mana yang boleh dan mana yang dilarang…

Tapi asa yang berkembang di tengah jiwa mahluk yang bernyawa,
Tidak bisa dikekang dan dibatasi ….
Ia memiliki ruang – ruang bebas untuk menjelajah ke setiap relung sukma,
Meski hanya cukup menjadi rahasia dirinya dengan sang Pencipta.

Konon asa tidak dibatasi usia, 
Juga tidak mengenal sekat waktu dan jarak….
Bukanlah bicara ketampanan atau kecantikan,
Karena asa tidak mengenal kasta…
Kasih sayang tidak bisa dijelaskan dan tidak harus memiliki alasan
Melainkan butuh sedikit pembuktian


Ahhh…
Akhirnya takut jatuh cinta lagi…
Tumbuh benih yang pernah tersemai
Di antara serpihan puing cinta masa lalu
Yang tersimpan rapih menjadi rahasia kalbu
Share:

Indahnya Rahasia Cinta



INDAHNYA RAHASIA CINTA

Oleh : Dede Farhan Aulawi


Sahabat...
Setiap manusia memiliki cinta
Tumbuh dan berkembang seiring usia
Tak perlu diundang
Juga tidak bisa dilarang
Ia akan datang...
Dan pasti datang seiring kedewasaan
Di dalam hati ia bersemi
Mengelana dari ruang jiwa
Mengamati dari jendela hati
Tak perlu kau hardik atau kau usir
Karena ia akan menjadi bagian dari penggalan kisah hidup kita
Dari setitik cahaya mata,
Lalu bersemayam dalam alunan hati yang syahdu
Ia bertahan sementara...
Lalu diutarakan dalam lisan ...
Berharap cinta tak bertepuk sebelah tangan
Tapi apa mau dikata,
Sesungguhnya cinta penuh rahasia
Kita tak tahu siapa yang akan  menjadi pendamping abadi...
Ataukah hanya singgah sementara saja
Akhirnya lenyap di ujung catatan sejarah
Ingatlah...
Sepahit apapun perjalanan cinta kita
Kan selalu ada tali takdir yang terindah...
Tuk merangkai salam kebahagian
Meski kadang harus diawali dengan seribu tangisan
Share:

Puisi ~ Cerita Sang Waktu


Duta Nusantara Merdeka |

PUISI

CERITA SANG WAKTU

Oleh : Wahyu Ramadhan

Waktu yang mengukir di setiap langkahku.  
Melangkah demi waktu,Yang membuatku akan berakhir pada waktu yang ditentukan.Karena takdirlah yang membuat ku seperti ini. 

 Kisah dan kasihku 
Akan bercerita lewat buku
Mengapit pada dua kisah
Dan diantara kisah itu  
Ada perasaan Suka dan Duka

Semua cerita itu akan berakhir
Dan menjadi kenangan

Kenangan dimana hanya aku dan dia yang tau.Dan disetiap akhir waktu itu,Pasti ada perpisahanPerpisahan itu begitu sangat menyakitkan 


          Sehingga dengan perpisahan          semua perasaan dan cerita itu          Berlabuh menjadi satu Yakni kenangan...

**(Red-76) 
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini