Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Dede Farhan Aulawi Gencar Cegah Penyalahgunaan Narkoba


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
" Penyalahgunaan narkoba kian hari kian meningkat, bahkan semakin mengkhawatirkan. Bahkan lapas - lapas pada umumnya kebanyakan dihuni oleh warga binaan yang terkait dengan narkoba. Peredarannya bukan hanya di perkotaan saja, tetapi saat ini sudah masuk ke desa – desa bahkan pulau – pulau terpencil, sehingga tidak heran jika banyak tokoh masyarakat dan para orang tua yang khawatir dengan keselamatan anak – anak dan generasi muda lainnya. Bahkan dalam konteks makro tentu akan membahayakan bangsa dan negara ", ujar Pok Ahli BNN RI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Kamis (29/7).

Hal tersebut ia sampaikan di sela - sela kegiatannya yang secara terus menerus mensosialisasikan tentang "Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Strategi Pencegahan nya". Lebih dari 7 tahun, Dede dengan tim-nya begitu aktif masuk ke pelosok-pelosok desa untuk menyadarkan para tokoh masyarakat sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.


Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf serta bisa merubah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk, selain itu narkoba merupakan sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umum, serta menimbulkan dampak negatif yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karenanya pembinaan generasi muda dan pemberdayaan masyarakat untuk turut serta dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi sangat penting sekali. Ujarnya.

Untuk itulah, ia bersama tim-nya selalu membuat program yang terpadu secara kontinyu. Soliditas dan kebersamaan menjadi semangat dasar dalam mensosialisasikan bahaya narkoba bagi masa depan bangsa.


" Kegiatan - kegiatan yang kami lakukan merupakan panggilan hati dan tanggung jawab sosial terhadap masa depan bangsa. Kami tidak rela jika generasi muda harapan bangsa ini dirusak oleh kelompok - kelompok multi kepentingan. Oleh karenanya, setiap anak bangsa yang terpanggil akan tampil dan berani dengan segala resikonya untuk menyatakan "Tolak Narkoba". Tentu para penjahat bangsa akan merasa tidak senang karena bisnisnya terganggu. Tetapi kita harus mampu berdiri tegap dan tegas dalam bertindak untuk melawan mereka para musuh negara ini ", tegasnya dengan penuh semangat.

Dirinya memandang bahwa mensosialisasikan Bahaya Narkoba dan Strategi Pencegahannya harus dikemas dalam berbagai format, disesuaikan dengan audiens-nya, dan agar tidak monoton. Termasuk dengan mendorong kelahiran ide - ide inovatif serta aneka produk ekonomi kreatif.

Adapun terkait dengan tujuan sosialisasi bahaya narkoba tersebut, dimaksudkan agar seluruh masyarakat, khususnya generasi muda bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya – upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Jelas Dede.


Sementara terkait dengan materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut, secara garis besar meliputi :

- Dasar Hukum Pemberantasan Narkoba
- Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
- Ruang Lingkup Permasalahan Narkoba
- Kejahatan Narkoba dan Dunia Siber
- Klasifikasi Penyalahguna Narkoba
- Narkotika, Psikotropika dan Bahan Berbahaya (Zat Adiktif)
- Mengenal Ciri – ciri & Faktor Penyebab
- Strategi dan Kebijakan P4GN

Kegiatannya dilakukan secara berkesinambungan di berbagai tempat, setelah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat. Adapun bagi para tokoh yang membutuhkan pencerahan masalah narkoba ini, bisa menghubungi langsung dirinya agar bisa diagendakan.

" Walau bagaimanapun pencegahan dan pemberantasan narkoba ini harus melibatkan peran serta masyarakat secara aktif. Mulai dari lingkungan keluarga di rumah, para orang tua bisa mengambil peran untuk melakukan pengawasan. Begitupun dengan peran guru dan dosen di kampus, serta tokoh lain di lingkungannya masing-masing.

Semua harus memiliki persepsi yang sama, perencanaan dan tindakan sikap yang sama, semata-mata demi keselamatan masa depan bangsa. Dan sosialisasi yang masif, terencana dan terstruktur merupakan pintu gerbang guna mencapai kesamaan persepsi tersebut ", pungkas Dede mengakhiri percakapan. **
Share:

Kapolsek Kalideres Memantau Pelaksanaan Vaksinasi Masyarakat Di SMPN 224


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Kepolisian Sektor Kalideres (Polsek), Jakarta Barat, memantau pelaksanaan Vaksinasi warga masyarakat yang diselenggarakan di SMPN 224, RW 06 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (27/72021).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kalideres, Jakarta Barat, Akp Hasoloan Situmorang mengatakan kegiatan ini dalam rangka mempercepat penanganan wabah Covid-19.

"Pemberian Vaksin ini merupakan dosis kedua yang dilaksanakan sesuai kuota. Hari ini ada sebanyak 300 vaksin yang sudah disiapkan oleh tim vaksin," ujar Akp Hasoloan Situmorang dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).


Sejak terjadi lonjakan Covid-19, kata Akp Hasoloan Situmorang pasca mudik lebaran idulfitri Pemerintah melalui Polri kerap melakukan penanganan dengan membuka pelayanan di Gerai Vaksin 

Dengan begitu, masyarakat yang belum divaksin bisa mendapatkan vaksin dengan mengikuti beberapa syarat yang telah ditentukan.

"Mari kita bersama-sama dukung kebijakan dari pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19 melalui program Vaksinasi Covid-19 di beberapa Gerai Vaksin," sambungnya.


Lebih jauh Akp Hasoloan Situmorang mengaku tidak kenal lelah dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat, terlebih dalam hal pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

"Oleh karena itu diharapkan kesadaran masyarakat mau menjalani Vaksinasi. Dan bagi mereka yang sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan, selalu pakai masker, jaga jarak, kurangi mobilitas dan hindari kerumunan selama diberlkukanya PPKM level," tuturnya Akp Hasoloan Situmorang. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Polres Metro Jakarta Barat Laksanakan Vaksinasi Masyarakat Antusias Mengikutinya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Polres Metro Jakarta Barat terus menerus melaksanakan Vaksinasi kepada senjumlah warga masyarakat guna untuk mempercepat penanganan Covid-19 yang melanda di tanah air.

Salah satunya seperti di wilayah hukum Polsek Tamasari, bertempat di halaman Fatahilah Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Hari ini sebanyak 500 orang nampak antusias dalam menjalankan Vaksin.


Kegiatan tersebut tidak lupa juga dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kapolsek Tamansari, Jakarta Barat, Akbp Iver Son Manossoh mengatakan, sebelum divaksin peserta terlebih dulu diarahkan untuk menjalani screening agar aman saat dilakukan suntik vaksin.

"Vaksin Merdeka ini terus kami galakan sebagaimana arahan dari pimpinan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imron. Hal ini guna untuk penanganan Covid- 19 yang terjadi peningkatan sejak pasca mudik lebaran idulfitri kemarin," ujar Akbp Iver Son Manossoh saat dikonfirmasi, Selasa (27/7).

Akbp Iver berharap dengan dilakukanya Vaksin tersebut maka permasalahan Covid di wilayah hukumnya dapat segera berkahir.


"Oleh karena itu, kami berharap kepada masyarakat yang belum divaksin untuk segera daftar ke Gerai Vaksin yang telah dibuka diwilayah tersebut. Dan bagi warga yang sudah divaksin agar tetap mematuhi kebijakan pemerintah," imbauhnya Akbp Iver.

Akbp Iver mengatakan, sampai saat ini jumlah peserta vaksin di wilayah hukum Polsek Tamansari mencapai 9.652 orang.

Adapun pelaksanaan vaksin tersebut dilakukan oleh petugas kesehatan dari Polres Metro Jakarta Barat sebanyak 3 orang dan dari Polsek Metro Tamansari sebanyak 6 orang. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Anjing Buang Kotoran Di Depan Rumah Seorang Pria Aniaya Tetangganya Sendiri Hingga Tewas

Tersangka Memakai Celana Merah Saat Diamankan

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Hanya lantaran hewan piaran jenis anjing poodle buang kotoran didepan rumah, Pria ini tega aniaya tetangganya sendiri hingga tewas.

Korban Agustanu Hamdani (59) sempat mendapat kan perawatan di Rs Puri Indah Kembangan, Jakarta Barat, namun nyawa nya tidak tertolong.

Kejadian tersebut terjadi di Perumahan Duri Kosambi Baru, Cengkareng, Jakarta Barat, blok cex 3 Rt 01/015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari Sabtu (24/7/2021), sekitar pukul 15.00 Wib.

Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol Egman saat dikonfirmasi membenarkan akan kejadian tersebut.

" Ya benar, kejadian tersebut terjadi di Perumahan Duri Kosambi Baru Cengkareng, Jakarta Barat, blok cex 3 Rt 01/015 Duri Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat," ujarnya Kompol Egman saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021).

Kompol Egman menjelaskan, kejadian naas tersebut terjadi pada hari Sabtu (24/7/2021), sekitar pukul 15.00 Wib, dimana saat anak korban yang diketahui bernama Josephine Angela membawa jalan jalan anjing miliknya jenis anjing poodle di sekitar perumahan.

Sesaat melewati rumah pelaku yang mana merupakan tetangganya sendiri JA (47) kemudian hewan jenis anjing poodle tersebut lalu buang kotoran.

"Pelaku Marah saat mengetahui hal tersebut lalu menegurnya," tutur Kompol Egman.

Setelah ditegur oleh pelaku kemudian anak korban mengadukan kepada korban selaku ayahnya, mendengar kejadian tersebut kemudian korban menghampiri rumah pelaku.

Setiba dirumah pelaku, antara pelaku dengan korban terjadi percekcokan hingga menimbulkan kegaduhan dan saksi yang mana tetangganya sendiri hingga keluar rumah.

"Setelah saksi keluar rumah kemudian melihat korban sudah tersungkur dan dibantu oleh anak korban," kata Kompol Egman.

Setelah kejadian tersebut, kemudian korban dilarikan kerumah sakit namun nyawa korban tidak tertolong lalu anak korban kemudian melaporkannya ke Kolsek Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Bintang menjelaskan, setelah pihaknya menerima adanya kejadian tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan para saksi.

"Tak butuh memakan waktu lama pelaku berhasil kami amankan di kediamannya," kata Iptu Bintang.

Saat ini pelaku sedang dalam proses pemeriksaan oleh penyidik guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 Kuhpidana. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Hattrick! 3 Tahun Berturut-turut Dukcapil Raih Top Inovasi Terpuji KIPP Kemenpan RB


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan Kementerian PAN-RB.

Tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2019, Ditjen Dukcapil Kemendagri selalu masuk dalam daftar Top 45 Inovasi yang diikuti hampir seluruh Kementerian/Badan/Lembaga, hingga Pemerintah Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

Di tahun 2019, Ditjen Dukcapil Kemendagri masuk Top 45 dengan inovasi SUPERTAJAM, yaitu Penerapan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sebagai Solusi dalam Pelayanan Penerbitan Akta Kelahiran).

Setahun setelahnya, Ditjen Dukcapil Kemendagri kembali mendapat tempat terhormat tersebut dengan aplikasi i-Pop atau Indonesia’s Population and Civil Registration Map (Peta Kependudukan dan Pencatatan Sipil Indonesia).

Kali ini, instansi yang dikomandoi Prof. Zudan Arif Fakrulloh tersebut kembali berprestasi. Dari 1.619 inovator, Ditjen Dukcapil Kemendagri masuk daftar Top 45 dengan penerapan inovasi D’SIGN, yaitu Dukcapil’s Signature Electronic (Tanda Tangan Elektronik Dukcapil).

“Inovasi D’SIGN sebetulnya merupakan optimalisasi teknologi informasi berupa tanda tangan elektronik yang diterapkan Ditjen Dukcapil sejak periode awal 2019,” ujar Zudan, Kamis (29/07/2021).

Penerapan D’SIGN terbukti jitu dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan Administrasi Kependudukan di daerah. Sebab, Kepala Dinas Dukcapil tidak perlu lagi membubuhkan tanda tangan basah kepada setiap dokumen kependudukan yang diterbitkan satu per satu. Dengan inovasi ini 514 Dukcapil mengalami perubahan luar biasa, menjadi lebih cepat pelayanannya dan bisa bekerja dari manapun.

“D’SIGN berimplikasi besar, kini berbagai dokumen seperti Kartu Keluarga dan Akta-Akta dapat di-print menggunakan kertas HVS biasa. Dengan demikian, tak perlu lagi pengadaan kertas berhologram sehingga negara bisa menghemat anggaran hingga Rp 450 miliar di tahun 2020,” jelas Zudan.

Selain itu, lanjut Zudan, imbas penerapan D’SIGN adalah masyarakat dapat mencetak berbagai dokumennya secara mandiri, menggunakan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) atau printer biasa di rumah karena dokumen kependudukan dapat dikirimkan secara elektronik berbentuk PDF.

Meski begitu, masyarakat tidak perlu cemas atas keaslian dan keamanannya. Dokumen kependudukan yang diterbitkan dengan tanda tangan elektronik memiliki tanda keaslian berupa QR code.

“Cara mengujinya dengan memindai QR code pada dokumen dengan QR scanner di smartphone. Atau bisa dengan aplikasi QR code reading yang bisa diunduh di Playstore,” jelas Zudan.

Asal tahu saja, Dinas Dukcapil Provinsi Kalimantan Utara juga berhasil menorehkan prestasi gemilang di KIPP 2021. Inovasi Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Wilayah Pedalaman dan Perbatasan (SIPELANDUK KILAT SMART) yang diinisiasi Dinas Dukcapil Provinsi Kalimantan Utara tersebut mendapat Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP 2021 untuk kelompok khusus. (Arianto)



Share:

Waskita Membaca Alam Semesta, Peka Mendengar Pesan Alam



Waskita Membaca Alam Semesta, Peka Mendengar Pesan Alam

Oleh : Dede Farhan Aulawi
(Pemerhati Kelestarian Alam)

Dengan berbagai proses sebab dan akibat, nampaknya dunia semakin menunjukan pola perubahan yang tidak berpola. Di sana sini lingkungan dengan ekosistemnya terus digerus dan dipaksa untuk mengikuti hasrat manusia untuk mengeksploitasi sumber daya, sehingga tidak heran jika alam dan manusia sudah semakin berjarak. Ada jarak nyata, sehingga alam sesekali merespon sikap manusia tersebut dengan apa yang disebut musibah.

Mungkin alam murka, mungkin alam kesal dengan perilaku manusia yang dengan sembarangan merusak tatanan alam yang lestari. Tangan – tangan manusia yang jahil akhirnya mengantarkan pada kerusakan dan ketidakseimbangan alam. Seandainya alam memiliki mata, mungkin setiap hari linangan air matanya selalu berkaca – kaca. Ingin mengingatkan dan menyadarkan manusia agar senantiasa menjaga kelestarian alam, agar ekosistem dan semua habitat yang ada senantiasa terjaga.

Apa yang terjadi di atas, akhirnya berdampak pada berbagai perubahan lingkungan. Dimana berbagai perubahan lingkungan tersebut diyakini dan diakui sebagai akibat ulah manusia, sehingga manusia dan alam berada dalam posisi dan relasi yang kurang baik.

Oleh sebab itu, berbagai upaya untuk membangkitkan kesadaran kolektif untuk mengingatkan manusia terkait dengan pentingnya menjaga kelestarian alam harus disosialisasikan secara masif dan intens. Kecerdasan natural akan menjadi modal manusia dalam menghayati percumbuannya dengan alam. Manusia semakin tidak mengerti, apalagi menghayati hubungan spiritualnya dengan alam yang menjadi rahim kedua dalam perjalanan hidupnya. 

Menukil pemikiran DR. Tauhid yang selalu kritis dan tajam dalam menganalisis fenomena alam, bisa dijadikan dasar dalam mengembangkan semangat yang sama dalam meningkatkan harmoni batiniah antara manusia dan alam sehingga keduanya sama – sama memiliki chemistry yang intens. Lihat saja bagaimana perubahan dan pergantian musim semakin tidak terbaca dan sulit diprediksi.

Berbagai fenomena seolah semakin tidak berpola, dan manusiapun lebih sering terkejut dan terpana karena mulai mendapati berbagai hal yang tidak terduga. Dulu kearifan lokal adalah modal yang menjadikan nenek moyang kita yang wasis, waskita terhadap sasmita alam semesta. Membaca bintang, dan membuat penanggalan berdasarkan fenomena alam, hingga cermat memperhatikan siklusnya yang tergambar dalam perulangan dalam sewindu.

Hal ini bisa dilakukan karena alam berpola dan dapat dijejaki dengan keluhuran ilmu yang peka terhadap tanda-tanda semesta yang senantiasa menyimpan makna untuk dicerna. Oleh karenanya ada tahun Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir, yang dilengkapi dengan hari neptu- pasaran dalam perhitungan weton. Seperti juga pendekatan Pat Kua atau Ba Gua, delapan diagram tiga garis dengan sifat 4 unsur elementer alam di tlatah Tiongkok. 

Manusia dengan kapasitas prokreasinya menjalin berbagai asoasiasi untuk membangun persepsi dan pada akhirnya melakukan kodifikasi agar pengetahuan dapat direplikasi. Tak hanya itu saja, manusia membangun sistem transliterasi simbol yang melahirkan semiotika. Dimana lambang menjadi unsur yang merepresentasikan makna.

Dimana tanda dapat dirangkai menjadi sebuah caraka yang memiliki daya guna untuk mengonstruksikan pengertian bersama. Sebagaimana Seksagesimal Sumeria dan Babilonia awal menjadi sistem koding numerik untuk menyelesaikan beberapa persamaan matematika dan juga analisa konstelasi model angkasa dalam pendekatan astronomi kuna. 

Dengan kemampuan prokreasinya pula, yang dilengkapi dengan kemampuan memproyeksikan secara imajinatif berbagai alternatif skenario yang akan terjadi di sepanjang dinamika ∆t atau lini masa, dengan segenap kemungkinan percabangan algoritma-nya, manusia mengintegrasikan data dan mengonstruksi pengetahuan sehingga dapat mereplikasi berbagai mekanisme di alam menjadi sebuah sistem terkontrol yang ditujukan untuk menghasilkan produk atau kondisi yang dikehendaki. Bahkan kemampuan berpikir pun saat ini direplikasi dalam konteks machine learning yang mencontoh cara bekerja jejaring syaraf (artificial neural network). 

Sifat dasar kognisi seperti identifikasi berbasis kemampuan menguji beda dan pengenalan pola seperti dalam konteks Naive Bayes menjadi dasar proses memilih dan memilah lalu bahkan "mengadu" untuk mencari pola yang paling sesuai (fit) bagi kebutuhan. Pendekatan convolusional dan sistem pengetahuan bertumbuh mengadopsi cara belajar otak dalam menyerap data lingkungan sehingga mampu mengekstrak berbagai fenomena yang seolah tak beraturan menjadi sebuah sistem harmoni yang dapat diatur dalam sebuah algoritma rentang kendali. 

Pendekatan stokastik dengan probabilitas acak di dunia ini dapat "dipetankan" sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan pendekatan – pendekatan yang bersifat deterministik. Diskritisasi dilakukan agar persamaan - persamaan kontinu dapat ditransformasikan menjadi persamaan diskrit agar dapat dievaluasi secara numerik dan dioperasikan oleh sistem komputasi. Konsep berbahasa yang semula menerjemahkan tutur menjadi simbol kini memasuki era numerik yang menjadi prasyarat lahirnya pendekatan linguistik matematik. 

Lalu simulacrum tercipta dari replikasi algoritma. Konsep percabangan tak sempurna membutuhkan pendekatan kuantum tentang super posisi dan super simetri. Realitas dibangun oleh persepsi yang berfungsi determinasi. Pengamatan ikut menentukan persepsi tentang realitas yang terjadi. Realitas adalah sekumpulan stimulus yang dimaknai oleh mesin kognisi sebagai suatu proses atau aksi yang tengah terjadi, maka konsensus tentang sebuah fenomena sebenarnya semata kesepakatan komunal yang antara lain diperantarai dengan proses neuro habituasi yang telah melakukan sirkuitisasi neuronal secara sistematik dan sistemik. 

Pola interaksi dan penubuhan nilai yang dikemas dalam pengalaman, pembelajaran, dan pengetahuan yang menghasilkan pendekatan berkonsekuensi reward, nilai, dan tujuan di sirkuit hedonik, orbitofrontal cortex, dan sebagian besar prefrontal cortex otak manusia. Itulah sebabnya, Peter Senge mendefinisikan bahwa esensi dari proses berpikir sistematik adalah interkoneksi dan holisme. Ketika rangkaian sebab akibat melahirkan suatu konsep sepakat munculah konsensus perseptual yang melahirkan "dunia". **
Share:

Kasau Pimpin Upacara Wisuda Purnawira Pati TNI AU


Duta Nusantara Merdeka | Cilangkap
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., memimpin Upacara Wisuda Purnawira Perwira Tinggi (Pati) TNI AU Tahun 2021 secara video konfrensi, di Auditorium I.G. Dewanto Denma Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur. Kamis (29/7/2021). 

Didampingi oleh Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Ny. Inong Fadjar Prasetyo, Kasau menyerahkan Piagam Penghargaan, Lencana Swa Bhuwana Paksa dan Pisau Bhuana Sakti, kepada para Wisudawan, serta Buket kepada istri para wisudawan yang diwakili oleh 4 wisudawan dan istri.

Wisuda Purnawira Pati TNI AU tahun 2021 ini berjumlah 32 wisudawan, adapun perwakilan penerima penghargaan adalah, Marsdya TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S.,  Marsda TNI Bebas Irianto, S.H., Marsda TNI Irwan Is. Dunggio, S.Sos., dan Marsma TNI Amirullah HZ. Sementara wisudawan lainnya mengikuti secara vicon dari kediamannya masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Kasau menyampaikan, keberhasilan TNI AU yang dirasakan saat ini, juga berkat upaya dan jerih payah para wisudawan dalam memajukan TNI AU selama ini.

Kasau juga mengungkapkan kedekatannya dengan para wisudawan, sekaligus menjadi suri tauladan bagi generasi penerus TNI AU dalam melanjutkan pengabdiannya.

Meskipun telah purna tugas, para wisudawan diharapkan tetap menjalin hubungan erat dan silaturahmi dengan TNI AU, sekaligus tetap memberikan bimbingan dan nasehat terhadap generasi penerus Angkatan Udara.

Selaku pelindung Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) Kasau menghimbau seluruh wisudawan untuk bergabung. 

Pada bagian akhir sambutannya, Kasau menyampaikan ucapan terima kasih yang paling dalam dan memberikan penghormatan yang paling tinggi kepada para wisudawan, yang sepanjang kariernya telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran, demi kejayaan TNI Angkatan Udara, TNI, bangsa dan negara. 

Ucapan yang sama juga disampaikan Kasau kepada ibu-ibu pendamping, yang telah dengan sabar dan penuh tulus ikhlas, setia mengiringi langkah para wisudawan, sepanjang perjalanan kariernya sebagai insan Swa Bhuwana Paksa. 

Adapun 32 Pati Purnawira tersebut adalah  Marsdya TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S.,  Marsda TNI Bebas Irianto, S.H., Marsda TNI Irwan Is. Dunggio, S.Sos., Marsma TNI R. Ismet Ismaya Saleh, Marsda TNI DR. Sujono, S.H., M.H., CFrA., Marsma TNI Amirullah HZ., Marsma TNI Rakhman Haryadi S.A., M.B.A., M.Sc., NSS., Marsma TNI Didi Dipo Issasongko, S.E., Marsma TNI Sudadi, S.Sos., M.A.P., Marsma TNI Uganda Irwanto, Marsma TNI Hariyanto Afif, Marsma TNI I.B.K Swagata Padangratha, S.T., Marsma TNI R. Achmad Prihadi, Marsma TNI Dani Harsono, Marsma TNI Suwondo, Marsma TNI Istiyanto, S.Sos., M.M., Marsma TNI Raja Humuntal Manalu, S.Sos., M.I.P., Marsma TNI Akhmad Toha, Marsma TNI Agus Rudi Supriyadi, Marsma TNI Supriyanto, S.E., M.Si.(Han), Marsma TNI Bambang Wijanarko, S.T. M.Si.(Han), Marsma TNI Muh. Heru Wahyono, S.Sos., M.M., Marsma TNI Thomas Sesber, S.I.P., M.Si., Marsma TNI Agustinus Prapto N., S.I.P., M.M., Marsma TNI Drs. Eddy Firmansjah, M.M., M.Si., Marsma TNI dr. Agoes Tino S., Sp.B., Marsma TNI Drs. Embu Agapitus, M.Si.(Han), Marsma TNI Drs. Mardoto, M.T., Marsma TNI dr. Julwan P., Sp.PD-KGEH., Sp.KP., Marsma TNI dr. Moch. Soewandi, Sp.M., Marsma TNI dr. Bobby Drastyawan S., Sp.P., Marsma TNI dr. Djunadi M.S., Sp.KP.

Hadir pada kegiatan ini, Wakasau, Irjenau, Koorsahli Kasau, Asrena Kasau, Asintel Kasau, Asops Kasau, Aspers Kasau, Aslog Kasau, Aspotdirga Kasau, Kapuslaiklambangjaau, Waaspers Kasau, Danpuspomau, Kadisminpersau, Kadiswatpersau, Kadisbintalidau, dan Kadispenau. (Arianto)


Share:

Gus Halim: Kampus Berperan Penting Membangun Desa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasnmigrasi Abdul Halim Iskandar membawakan Orasi Ilmiah dalam Dies Natalis ke-20 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan tema "Kampus Membangun Desa"secara virtual, Kamis (29/7/2021).

"Kami menyaksikan, Universitas Trunojoyo Madura memiliki komitmen yang besar terhadap pembangunan masyarakat, khususnya masyarakat Madura, dengan segala potensi, kekayaan budaya lokal yang dimiliki","kata Halim Iskandar.

Dengan pendekatan Klaster, sebagai kampus umum negeri pertama di Madura, UTM telah memilih strategi yang tepat untuk menjadi melting point berbagai problem sosial ekonomi Madura, untuk bangkit bersama, secara sistematis, terukur dan tentu monumental.

Karena itulah, momentum Dies Natalis ini, harus menjadi salah satu etape besar UTM, menjadi thinktank Madura, dan memastikan potensi Madura menjadi berkah bagi peningkatan daya saing Madura. Tentu, dengan menjadikan Tridharma UTM Berbasis masyarakat, berbasis Desa, berbasis Madura.

Desa, kata Halim Iskandar, juga miliki berbagai permasalahan, diantaranya kendala administrasi pemerintahan, kepemimpinan desa yang lemah, rendahnya inisiatif pembangunan dari desa, lemahnya inovasi desa, sampai dengan rendahnya kualitas SDM di desa. Kekurangan jumlah pendamping desa juga turut membuat percepatan pembangunan desa kurang optimal.

Tepat di sinilah kampus harus mengambil peran, untuk terjun langsung ke desa dengan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi berbasis masyarakat, berkontribusi langsung terhadap kebangkitan ekonomi Desa serta Kemaslahatan warga Desa","kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Dibutuhkan jembatan yang menghubungkan perguruan tinggi sebagai wadah penyubur invensi dan inovasi, dengan desa-desa yang mendambakan inovasi guna mengakselerasi kemajuan.

Tepat pada titik inilah Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi mengambil peran strategis, yaitu turut aktif menggalang kerja sama trilateral: perguruan tinggi, Kementerian, dan desa.

"Telah terbentuk Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) sebagai wahana perkumpulan berbagai perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi pada kemajuan desa-desa, termasuk didalamnya Universitas Trunojoyo Madura," kata Halim Iskandar.

Pertides memiliki makna penting untuk menggalang teknologi tepat guna, yang berpotensi mengakselerasi laju kemajuan desa.

Kampus membangun Desa harus diaplikasikan menjadi Kampus Masuk Desa, dan Desa Masuk Kampus.

Kampus harus berperan dalam pencapaian SDGs Desa dengan cara menjadi pusat unggulan (center of excellence) di bidang keilmuan sesuai dengan kompetensi intinya (core competence), mengarusutamakan SDGs Desa dalam proses pendidikan/pengajaran, menjadi mitra desa, pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan SDGs Desa.

"Kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan dan melahirkan calon pemimpin masa depan, kader-kader penggerak pembangunan, penggerak perubahan dan kebangkitan ekonomi desa," kata Halim Iskandar.

Gus Halim, sapaan akrabnya, mengatakan, berbagai konsep pembangunan desa yang lahir dari kampus harus diuji coba langsung kepada masyarakat binaan kampus, atau sebagai lokasi praktik dan pengabdian mahasiswa dari tingkat pertama sampai tingkat akhir. Dalam waktu yang pendek, ini dapat berupa KKN tematik. Untuk waktu yang lebih lama dan mendalam bisa menjadi topik skripsi, tesis dan disertasi.

Perguruan tinggi juga harus bersiap untuk merekognisi pembelajaran lampau bagi Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Pendamping Desa, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang membuka penyandingan, penyetaraan pengalaman, dan pengintegrasian kerja di desa ke dalam institusi pendidikan.

Peraturan Menristek Dikti Nomor 26 tahun 2016 menunjukkan, penyetaraan melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Wujudnya adalah pengakuan capaian pembelajaran, yang diperoleh dari pengalaman kerja sebagai kredit kuliah dalam pendidikan formal.

Bagi Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Pendamping Desa, bukti capaian pembelajaran dapat berupa dokumen peraturan desa tentang APBDes, anggaran pro perempuan, kegiatan bagi keluarga miskin, laporan keuangan, hasil audit kabupaten, serta sertifikat juara, penghargaan sampai surat keterangan koordinator antar desa selevel kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional.

Dengan demikian, RPL sarjana akan dapat ditempuh oleh 44.767 kepala desa, 46.983 sekretaris desa, 31.147 pengurus Bumdes, dan 8.241 pendamping desa yang merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas.

Adapun RPL pascasarjana akan terbuka bagi 19.441 kepala desa, 24.470 sekretaris desa, 15.477 pengurus BUM Desa, dan 26.977 pendamping desa yang telah lulus diploma dan sarjana.

"Sebagai Menteri Desa PDTT, saya ingin menegaskan, bahwa, perguruan tinggi jangan hanya mengejar status masyhur di kancah Internasional. Tapi, Kampus harus memberikan kemaslahatan untuk manusia," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Upaya dan pengabdian masyarakat kampus, harus berdampak pada kebangkitan dan kejahteraan masyarakat desa. Karena, sejatinya, kampus hadir untuk desa.

"Masa depan Indonesia bergantung pada masa depan desa-desa di seluruh Indonesia. Obor besar di Jakarta tidak akan mampu menerangi seantero Indonesia, karenanya dibutuhkan nyala lilin dari Desa-Desa seluruh Indonesia," tandas Gus Halim. (Arianto)







Share:

Polres dan Pemkab Kutai Kartanegara Berikan Beasiswa dan Sembako Bagi Korban Meninggal Akibat Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Kutai Kartanegara
Polres Kutai Kartanegara bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kodim 0906/KKR memberikan bantuan sosial berupa sembako dan biaya pendidikan sampai ke perguruan tinggi kepada empat anak dari pasangan Ali Yusni (46) dan Deasy setiawati (38) yang beberapa hari yang lalu telah meninggal akibat covid-19.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amrih Wientama, Dandim 0906/KKR Letkol Inf. Charles Alling dan Sekda Kutai Kartanegara Sunggono di Jalan Tenis Lapangan Kelurahan Panji Kecamatan Tenggarong, Senin (26-07-2021) sore.

Biaya pendidikan sampai ke perguruan tinggi kepada empat anak almarhum ini diberikan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah yang mana almarhum ini merupakan Aparatur Sipil Negara di Pemkab Kutai Kartanegara.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menyampaikan, bahwa pemberitaan meninggalnya almarhum Ali Yusni dan Deasy Setiawati ini sempat viral dan sampai ke telinga Presiden RI Bapak Joko Widodo.


Kemudian melalui sambungan telepon dari Istana Presiden yang ditujukan kepada Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amrih Wientama telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Ali Yusni dan Deasy Setiawati.

Selain itu, Presiden RI Bapak Joko Widodo juga menyampaikan akan memberikan bantuan secara langsung yang nantimya akan ditransfer melalui rekening putra almarhum yang tertua.

Sementara itu, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amrih Wientama mengatakan turut berbela sungkawa semoga almarhum bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan bisa lebih tabah lagi dan sabar.

"Kami bersinergitas dengan Pemkab Kutai Kartanegara dan Kodim 0906/KKR melalui kegiatan-kegiatan bantuan sosial yang sudah kita laksanakan dari beberapa hari yang lalu hingga sampai sampai ini," jelasnya Kapolres.

Kapolres menambahkan, pemberian bantuan tadi dari kami berupa bahan-bahan pokok maupun juga untuk biaya sekolah anak-anak beliau mudah-mudahan bisa membantu meringankan.

"Kemudian juga tadi diatensi oleh Bapak Presiden melalui Bapak Bupati yang mana bapak pres alhamdulillah melihat, mendengar dan juga nanti akan memberikan bantuan langsung transfer ke rekening putra nomor pertama yang akan diurus oleh pak Bupati dan staf terkait ke rekening tersebut supaya pesan dan maksud kebaikan dari Bapak Presiden itu terlaksana," terangnya Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amrih Wientama. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

ADHYAKSA Peduli Gelar 1850 Vaksinasi Tahap Ke-2


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa ke 61 Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara(Kejati Sumut) Melaksanakan giat  Vaksinasi tahap ke 2 dalam  mewujudkan masyarakat sehat dan Produktif dengan Vaksinasi Covid -19,Pada Selasa 27/07/2021.

Selain menjaga protokol kesehatan antara lain 3 M menjaga jarak, Memakai Masker, Serta Mencuci tangan menggunakan sabun di Air yang mengalir Vaksinasi juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya imun masyarakat.


Dalam moment Vaksinasi ini Gunernur Sumatera Utara Bapak Edy Ramayadi menghadiri dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat yang terpapar virus covid 19 untuk melakukan isolasi dirumah sakit.

Bagi warga yg ingin isolasi mandiri harus dgn ketentuan yang berlaku seperti larangan kontak langsung dan ada penanganan medis apabila hal itu tidak bisa dilakukan tidak boleh melakukan isolasi mandiri. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Ketum PGI: Kami Intruksikan Gereja Jadi Ruang Isolasi Mandiri


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom menginstruksikan gereja-gereja menjadi ruang isolasi mandiri bagi masyarakat yang positif Covid 19.

Hal ini ditegaskan Pendeta Gomar Gultom saat pimpinan PGI berdialog secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengenai penanganan covid 19, pada Rabu (28/7).

"Kami mendorong gereja-gereja untuk mengubah seluruh fasilitas gereja berupa mess dan guest house untuk ditransformasikan sebagai ruang-ruang isolasi mandiri. Tapi kami tetap minta ada pusat kesehatan yang bisa berkoordinasi dengan tempat isolasi mandiri ini. Supaya jika terjadi keadaan darurat tetap bisa tertangani," tegas Gultom.

Pendeta Gomar Gultom juga menegaskan PGI dengan seluruh gereja-gereja ada bersama pemerintah menanggulangi pandemi covid 19.

"Pak Menko, kami dari PGI dengan seluruh gereja-gereja di Indonesia ada bersama pemerintah untuk menanggulangi masalah covid ini. Pertama masalah kesehatan/penanggulangan virusnya, kedua ikut dalam mencerdaskan masyarakat untuk lebih paham dengan situasi terkini, beberapa gereja juga ikut ambil bagian dalam menyelesaikan masalah ekonomi," tambahnya.

*PGI Usul Bangun Gerakan Solidaritas Kemanusiaan*

Dalam dialog virtual terkait penanganan pandemi covid ini, Sekretarus umum PGI, Jacky Manuputty mengusulkan kepada Menko Polhukam untuk menggalang gerakan solidaritas kemanusiaan yang melibatkan tokoh lintas agama, bergandeng tangan dengan pemerintah menanggulangi pandemi covid 19.

"Pak Menko kami berharap kita dapat menggalang gerakan solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan. Mungkin bisa disounding secara simbolis dengan pemuka-pemuka agama," usul Jacky Manuputty pada Menko Mahfud.

Ia juga menegaskan, PGI telah ikut andil membantu pemerintah menggalang tenaga dan kekuatan dalam menangani covid 19.

"Beberapa gereja di Jakarta dan Sulawesi Selatan sudah dipakai sebagai tempat isolasi mandiri, dengan tenaga kesehatan yang digalang dari sumber daya yang ada dan bekerjasama dengan satgas," tambah Jacky.

Atas komitmen PGI membantu pemerintah menangani pandemi covid, Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan apresiasi dan menegaskan akan memperkuat kerjasama ke depan, termasuk usulan rencana gerakan solidaritas kemanusiaan, "Saatnya kita bertindak bersama dengan tindakan nyata yang membangun solidaritas. Kami punya deputi 6 yang bisa mengurusi hal seperti ini nanti. Ini bisa direncanakan denngan cepat dan baik," ujar Mahfud merespon usulan PGI.

Mahfud yang didampingi secara virtual seluruh eselon satu Kemenko Polhukam, mengaku telah mencatat beberapa masukan dan kritik PGI kepada pemerintah, untuk selanjutnya akan menjadi pertimabangan dalam menyusun langkah-langkah strategis.

"Terima kasih bapak ibu pendeta dari PGI sudah mengimbau gereja-gereja untuk ikut serta dalam  proses penanganan Covid 19, termasuk vaksinasi kemudian penyediaan tempat dan pelayanan terhadap umat," tambah Mahfud.

Hadir dalam pertemuan ini, Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom, Sekum PGI Pdt. Jacky Manuputty, Pdt. Krise Gosal, Pdt. Arie Moningka, Pdt. Jimmy Sormin, Pdt. Henrek Lokra, Ronald Tapilatu, dan beberapa jajaran dan staf PGI lainnya.

Sebelumnya, dalam rangka memperkuat koordinasi penanganan covid 19, Menko Polhukam Mahfud MD melalukan safari virtual dengan ormas-ormas keagamaan dan para pemuka agama seperti PBNU, PP Muhammadiyah, MUI, dan KWI serta selanjutnya dengan ormas-ormas lainnya. (Arianto)


Share:

MUI Usul ke Menko Polhukam: Longgarkan PPKM Perketat Prokes


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta pemerintah melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dengan catatan semakin memperketat protokol kesehatan. 

Hal ini diungkapkan Ketua Umum MUI KH. Miftachul Ahyar, saat menghadiri undangan dialog virtual Menko Polhukam Mahfud MD, Selasa Malam (27/7).

"Perlu ada pengamatan, penetapan PPKM ini tidak 'gebyah uyah'. Misalnya ada salah satu daerah di satu kabupaten yang betul-betul aman, masih zona hijau sehingga penerapan PPKM ini tentu ada perbedaan," ujar Ketua Umum MUI KH. Miftachul Ahyar.

Menurur KH. Miftachul Ahyar, jika penerapan PPKM 'tidak gebyah uyah' kemungkinan akan menjadi salah satu solusi dalam memberikan rasa nyaman dan meminimalisir gejolak yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

"Masih banyak yang terjadi di masyarakat merasa beribadah dibatasi, padahal mereka merasa berada di zona hijau dan mereka siap melaksanakan protokol kesehatan. Yang dilarang itu kan kerumunan, nah definisi atau batasan kerumunan ini seperti apa? Ini juga perlu ada penjelasan," tambah KH. Miftachul Ahyar.

Hal serupa juga diperkuat Ketua Bidang Fatwa MUI KH. Kholil Nafis, menurutnya protokol kesehatan lebih diperkuat, namun PPKM bisa dilonggarkan atau diperkecil areanya.

"Saya ingin mempertegas, gimana kalau prokes saja yang diperkuat. PPKM ini ingin menciptakan kedisilplinan masyarakat, diantaranya penularan itu. Jadi barangkali PPKM ini bisa diperkecil lagi, artinya di area tertentu saja," tambahnya.

Kepada MUI, Mahfud MD menegaskan pemerintah sudah bekerja sekuat tenaga menekan perkembangan Covid 19, untuk itu, lanjut Mahfud, pemerintah butuh kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk MUI pusat.

"Pemerintah sudah menjelas program-program di media massa, sekarang nunggu kritik yang disertai saran, apa yang kurang dari pemerintah selama ini dalam menangani covid 19," ujar Mahfud.

Menko Polhukam Mahfud MD yang didampingi Sesmenko, beberapa deputi dan staf khusus ini menegaskan semua masukan dan usulan dari berbagai pihak, termasuk dari MUI akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan dan langkah-langkah straregis dalam menangani Covid 19 kedepan.

"Tadi ada usulan PPKM supaya dilonggarkan, tadi ada mengeluh wali santri sekarang ini sudah menjerit. Gus Kholil td juga mengusulkan yang diketatkan prokesnya saja. Oke nanti kita evaluasi sebagai masukan," tambah Mahfud merespon masukan dan usulan dari para pimpinan MUI.

Penghujung dialog, salah satu pimpinan MUI yang juga Ketua Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH. Abdullah Djaidi memimpin doa keselamatan bangsa Indonesia dari ancaman pandemi Covid 19. 

Hadir dalam dialog yang berlangsung dua jam ini, Ketua Umum MUI pusat KH. Miftachul Ahyar, Sekjen MUI KH. Amirsyah Tambunan, KH. Azrul Tanjung, KH. Masduki Baidlowi, KH. Kholil Nafis, KH. Abdullah Djaidi dan beberapa pimpinan MUI pusat lainnya.  (Arianto) 


Share:

Catat! Urus Layanan Adminduk Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa pengurusan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) taat terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak ada penambahan persyaratan baru.

Pun di masa pandemi, pengurusan layanan Adminduk tidak membutuhkan syarat tambahan, seperti sertifikat vaksinasi Covid-19. Hal itu, menurut Zudan, penambahan persyaratan justru dapat mempersulit masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

“Analoginya, seperti telur dengan ayam mana yang lebih dahulu, karena untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 penduduk juga harus sudah memiliki NIK,” ujar Zudan saat memberikan paparannya di acara KEPOin DESA, Youtube @TV DESA, Rabu (28/07/2021).

Apalagi, saat ini pemerintah tengah menggenjot persentase vaksinasi sebesar 80 persen guna terciptanya kekebalan kelompok atau ‘herd immunity’.

“Jadi, kami justru ingin turut serta dalam upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi dengan memberikan layanan Adminduk yang cepat dan mudah. Apalagi, animo masyarakat tengah tinggi untuk mendapatkan vaksi sehingga di berbagai daerah jumlah vaksinatornya pun perlu ditambah untuk  mengimbangi jumlah pemohon vaksinnya” tambah Zudan.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan sertifikat vaksinasi dapat menjadi syarat dalam mengurus layanan Adminduk.

“Aturan tersebut bisa diterapkan, namun nanti bila persentase vaksinasi sudah 80 persen sebagai upaya kita untuk mengejar sisa penduduk yang belum mau divaksin. Apa pun itu, kita akan melihat perkembangannya,” tutup Zudan. (Arianto)


Share:

Carsome Jadi Exclusive Car Trading Partner IMX 2021


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Carsome Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Modification Expo (IMX) 2021 sebagai Exclusive Car Trading Partner untuk mendukung dan memperkenalkan platform jual beli mobil yang terintegrasi, berkualitas serta mudah, lewat pemanfaatan teknologi bagi para penikmat/pelaku industri modifikasi dan komponen aftermarket tanah air.

Melihat dinamika dan perkembangan pasar mobil bekas di tanah air dan antusiasme dari industri aftermarket serta modifikasi yang dinaungi oleh IMX, Carsome Indonesia melihat potensi untuk bisa menawarkan lebih banyak pilihan mobil-mobil Carsome Certified bagi para peminat dan pemain di industri modifikasi.

“IMX adalah ajang otomotif aftermarket dan lifestyle terbesar di Indonesia. Kami percaya ajang ini akan menjadi salah satu platform yang kuat dan efektif menjangkau audiens muda kami dan memperkenalkan layanan kami ke seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan rencana pengembangan kami tahun ini, sehingga kami sangat tertarik bekerja sama dengan IMX yang dikenal cukup kuat menjangkau sisi digital dan milenial ” ujar Delly Nugraha selaku Country Head Carsome Indonesia saat virtual zoom meeting. Selasa (27/07)

Sebagai salah satu bentuk kolaborasi antara IMX dengan Carsome Indonesia, hadiah undian mobil modifikasi Supergiveaway yang akan diberikan kepada penonton pada seri Road to IMX 2021: Virtual Stage Pekanbaru pada 7 Agustus mendatang menggunakan unit yang dibeli di Carsome. Unit mobil bekas dengan kondisi yang prima tersebut kemudian dilakukan modifikasi oleh para modifikator yang tergabung dalam National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) pada beberapa bagiannya, sebelum diundi untuk para penonton IMX Pekanbaru yang beruntung. Nantinya para penonton dapat langsung melihat keseluruhan proses modifikasi berkualitas dan pengalaman bertransaksi mobil di Carsome Experience center pada channel YouTube dan Instagram.

Selain itu, Carsome juga akan terlibat dalam proyek “nostalgic racing” bersama merek iconic streetwear asal Bandung Raw Type Riot yang juga akan berkolaborasi dengan beberapa produk lain seperti ZCD, dan NMAA dan dengan produk-produk internasional seperti STP, Yokohama dan juga velg kenamaan Enkei. Nantinya apparel hasil kolaborasi tersebut dan product Honda Civic Wonder akan tampil dan dijual pada kegiatan puncak IMX 2021 pada 2 Oktober mendatang.

Disaat yang sama, Andre Mulyadi selaku IMX Project Director menyambut baik kolaborasi IMX dengan Carsome Indonesia. “Saat ini kebutuhan memperoleh mobil bekas berkualitas untuk dijadikan obyek modifikasi sangat cukup meningkat. Dengan basis mobil standar yang baik, maka dapat menyiasati proses modifikasi yang lebih sempurna, cepat, dan mengurangi risiko gagal. Maka diharapkan kerja sama dengan Carsome ini, dapat memberikan pilihan bagi para pemain modifikasi dalam memilih mobil bahan modifikasi yang sempurna. Tidak hanya itu yang ingin menggunakan mobil standard juga harus tau cara belanja mobil kekinian yang mudah dan canggih melalui Carsome”

Carsome hadir memberikan pengalaman transaksi jual-beli mobil yang terpercaya, mudah dan cepat. Selain melalui website resmi www.carsome.id, cara baru menjual dan membeli mobil juga dapat langsung dirasakan melalui Carsome Experience Center yang saat ini terletak di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan dan baru saja dibuka di Alam Sutera, Tangerang.

Di Carsome Experience Center, pembeli dapat melihat kondisi mobil secara langsung dengan dilayani tim konsultan profesional Carsome. Carsome juga akan menginformasikan seluruh hasil inspeksi dan kondisi fisik yang sebenarnya kepada konsumen. Konsumen yang mencari mobil lewat website juga bisa melihat hasil inspeksi dan foto-foto 360 derajat dari kondisi interior dan eksterior mobil. Seluruh penawaran harga Carsome merupakan harga final tanpa ada biaya tersembunyi lainnya dengan menawarkan berbagai jenis merek dan model mobil.

Carsome juga menawarkan mobil-mobil Carsome Certified yang dilengkapi oleh Carsome Promise agar konsumen merasakan pengalaman transparan dan aman dalam membeli mobil di Carsome. Carsome Promise memiliki 4 elemen yang pertama seluruh mobil yang ditawarkan oleh Carsome adalah mobil-mobil yang sudah melewati 175 titik inspeksi profesional. Kedua  kami menyediakan garansi 1 tahun, ketiga adalah garansi 5 hari uang kembali, dan yang terakhir adalah seluruh harga yang kami berikan adalah harga pasti tanpa ada biaya tersembunyi.

"Dengan kerja sama yang terjalin antara IMX dengan Carsome sebagai Exclusive Trading Partner, mudah-mudahan dapat terus menggeliatkan dunia otomotif tanah air dalam masa pandemi COVID-19 saat ini. Khususnya dalam sektor transaksi mobil bekas dan tentunya industri modifikasi serta aftermarket," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Di Masa Pandemi, Apkasi Dorong Daerah Manfaatkan Peluang Ekspor Komoditas Pertanian


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Di tengah Pandemi Covid-19, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengajak daerah tetap optimis melalui kegiatan Webinar dengan mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Ekspor Komoditas Pertanian Daerah”. Kegiatan ini berlangsung secara virtual pada Selasa (27/07/2021) diikuti 120 peserta yang terdiri dari para Bupati, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pertanian/Perkebunan Kabupaten seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal Apkasi, Adnan Purichta Ichsan dalam sambutannya mengajak anggota Apkasi untuk tetap bersemangat, berpikir positif dan produktif meski di tengah situasi pandemi yang penuh dengan pembatasan-pembatasan. Adnan menjelaskan webinar ini diselenggarakan sebagai aksi tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang hadir dalam kegiatan Rakernas XIII Apkasi di Bali pertengahan Juni 2021 silam. 

“Saat itu Pak Menteri Pertanian menyatakan akan memfasilitasi anggota-anggota Apkasi yang mengalami kendala dalam mengekspor komoditi pertanian. Bahkan beliau “menantang” kita semua di saat pandemi ini bisa memanfaatkan peluang ekspor komoditi pertanian dan menjadikan pertanian sebagai salah satu solusi peningkatan perekonomian daerah dengan memberikan kemudahan-kemudahan,” terang Bupati Gowa ini sambil berharap daerah bisa aktif memberikan masukan dan saran serta permasalahan yang dihadapi di lapangan sebagai bahan untuk audiensi dengan Menteri Pertanian yang akan dijadwalkan segera setelah situasi mereda dan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 3-4 dicabut. 

Sementara itu, webinar yang dimoderatori oleh Sekretaris Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Apkasi, Thoriqul Haq menggarisbawahi bahwa tema yang diangkat ini, yakni peluang ekspor komoditi pertanian daerah ini adalah potensi kongkrit yang bisa dihadirkan yang bisa mendongkrak perekonomian daerah dan nasional. “Benar bahwa pertanian ini menjadi primadona dan peluang untuk bisa memasarkan ke luar negeri membang terbuka lebar. Namun problematikanya persoalan di lapangan tidaklah sederhana,” imbuh Bupati Lumajang ini dengan maksud memantik diskusi. 

Cak Thoriq, begitu ia disapa, menjelaskan pemerintah kabupaten banyak yang memiliki program pertanian yang bagus tapi untuk memasarkan ke pasar yang lebih luas masih menghadapi banyak kendala. Ia berujar, “Misalnya kami daerah yang surplus beras dan di beberapa kabupaten lain juga demikian, namun di saat masa panen berbarengan harga menjadi turun dan kualitas pun juga turun. Imbasnya tidak bisa memenuhi standar sebagai komoditas ekspor. Inilah yang menjadi hambatan sekaligus peluang bagaimana kita bisa duduk bersama untuk mencari solusinya.” 

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah Lishia Erza, CEO PT ASYX Indonesia, perusahaan Supply Chain Collaboration & Finance Technologies yang membuka wawasan bagaimana daerah sebetulnya memiliki peluang yang besar untuk bisa memasarkan komoditas pertanian ke pasar luar negeri. “Meski peluangnya terbuka lebar, namun pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan terlebih dahulu,” katanya mengingatkan.

Lishia mengajak pemerintah kabupaten hadir untuk bisa memetakan data-data penting terkait komoditas unggulan apa saja yang ada di tiap-tiap daerah, berapa kapasitasnya, dan bagaimana tipe dan skala pelaku usahanya. “Hal ini penting dilakukan pemerintah kabupaten agar tahu bagaimana treatment yang diberikan bisa tepat dosisi dan tepat sasaran,” jelasnya.

Literasi akan komoditas pertanian dan produk-produk turunannya, wawasan tentang keuangan dan rantai pasoknya juga sangat menentukan apakah daerah sudah siap melompat ke pasar ekspor atau belum. “Misalnya saja saat ini kita melihat bagaimana eforia tanaman porang Indonesia sedang naik daun, tapi jangan kaget kalau di pasar internasional itu Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memiliki keuanggulan saja. Ada Vietnam dan Thailand yang juga telah mengembangkan porang dengan kualitas sangat baik. Nah pemerintah kabupaten harusnya bisa hadir untuk mengedukasi para petani kita, tidak hanya mengenai peluang-peluang ekspornya saja, tapi bagaimana situasi pasar global harusnya menjadi pemahaman yang tidak terpisahkan,” kata Lishia. 

Bupati Jember, Hendy Siswanto memberikan apresiasi atas inisiatif Apkasi mengelar webinar peluang ekspor komoditas pertanian daerah ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai anggota untuk bisa melihat secara komprehensif peluang ekspor dan bagaimana bisa kami memanfaatkannya. Saya punya usul untuk menjadikan Apkasi ini sebagai wadah bagi daerah sebagai pemanasan sebelum melakukan ekspor ke luar negeri,” katanya.

Hendy menjelaskan idenya bahwa ekspor itu ada tahapan-tahapannya, dan daerah rasanya perlu berlatih bersama, semisal bagaimana mengelola ketersediaan pasokan dan menjaga kualitasnya. “Saya usul kita sesama anggota Apkasi bisa saling melakukan trading komoditas pertanian. Jember misalnya punya stok beras melimpah, tinggal mana daerah lain yang merasa kekuangan. Atau Jember ini terkenal dengan edamame, dan ini permintaannya cukup tinggi. Ayuk kita bersinergi antar daerah, kita bisa kembangkan one village one product dan kita bisa meningkatkan perdagangan komoditi antar daerah sesuai potensi masing-masing,” ajaknya.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo yang menegaskan sektor pertanian patut disyukuri di masa pandemi ini justru menjadi sektor yang tidak terlalu terpengaruh. “Saat ini kami memiliki beberapa produk pertanian yang sudah berhasil melakukan ekspor, di antaranya jagung, kelapa, aren dan pisang.” terangnya.

Nelson juga mendorong peran Apkasi bisa ditingkatkan untuk bisa menjadi wadah pusat data ekspor nasional. “Terkait dengan pertemuan ini yang dijadikan bahan untuk audiensi dengan Menteri Pertanian, kami ingin memberikan masukan bahwa subsidi yang diberikan Kementerian Pertanian yang terpusat pada masalah bibit dan pupuk, hendaknya bisa dialihkan ke bentuk lain semisal teknologi atau pengadaan mesin-mesin pertanian. Ini lebih bermanfaat bagi daerah karena kalau masalah bibit dan pupuk ini relatif sudah terselesaikan dengan adanya fasilitas kredit usaha rakyat,” tambahnya. 

Hal lain yang menjadi catatan Nelson adalah soal kelembagaan pertanian dan ekonomi ini agar bisa terbentuk di tingkat kecamatan serta perhatian pemerintah pusat kepada para petani kelapa dalam agar didorong lebih besar lagi. “Selama ini kalau bicara soal kelapa, biasanya tertuju pada kelapa sawit. Faktanya kelapa sawit ini 80% milik swasta dan petani rakyat hanya punya porsi 20% saja. Bandingkan dengan kelapa dalam yang menjadi komoditas rakyat, dan luasnya terbesar di seluruh dunia itu ada di Indonesia, mencapai 3,7 juta hektare, tapi perhatian pemerintah pusat masih kurang dilakukan,” katanya.

Nelson menceritakan di Gorontalo sudah ada tiga pabrik yang mengolah kelapa dalam ini menjadi komoditas ekspor. “Kami berharap Kementerian Pertanian bisa mendorong karena kelapa dalam ini tersebar di seluruh Indonesia. Selain dari daging dan air kelapa, mulai dari akar hingga daunnya pun bisa dimanfaatkan, di samping aspek sosiologi di mana masyarakat kita dari mulai lahir hingga meninggal memanfaatkan berbagai instrumen dari kelapa. Sehingga kita berharap, di tingkat nasional ada semacam badan otoritas terkait dengan komoditas kelapa ini, sehingga soal penentuan harga dan lain sebagainya ini bisa dilakukan sama halnya dengan kelapa sawit. Terakhir adanya politeknik pertanian yang dikembangkan Kementan hendaknya bisa terkait dengan ketersedian komoditas unggulan di daerah,” tukas Nelson. 

Sementara itu Bupati Tapanuli Utara, Nikson H. Nababan mengusulkan agar melalui Apkasi bisa dibentuk semacam lembaga independen yang bisa menilai hasil bumi para petani. Ia menambahkan, “Berapa kadar racun, berapa kadar air dan lain sebagainya itu kita sendiri yang menilai dan ini kalau memungkinkan bisa dibentuk di tiap-tiap kabupaten. Jangan orang lain yang menilai. Soal pasar bilang bahwa produk kita dinilai tidak memenuhi standard, ya tidak masalah gak papa kita pulang barang saja. Karena kalau semua ini terpusat dari pendapat orang luar dan tidak ada keterlibatan pemerintah untuk mengendalikannya, sampai kapan pun petani akan dipermainkan.”

Regulasinya, sebut Nikson memang belum ada. “Untuk itulah saya mengusulkan kalau inisiatif ini bisa disuarakan melalui Apkasi, bahwa pemerintah kabupaten dan kota bisa membentuk badan atau lembaga untuk bisa menyatakan bahwa produk itu layak untuk diperjualbelikan. Layak juga untuk upaya penangkaran dan lain sebagainya. Jadi kita bisa mandiri, kita bisa kuat,” kata Nikson bersemangat. (Arianto)


Share:

Mendagri Menanti Daerah yang Sukses Bentuk Tim Tracing Penularan Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian tengah menanti pemerintah daerah yang sukses membentuk tim tracing untuk melacak penularan Covid-19. Menurutnya tugas tracing perlu didukung dengan membentuk tim khusus yang perannya hanya melacak penularan. Pelacakan itu dilakukan dengan menelusuri orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfimasi positif Covid-19. Mendagri mengaku telah meminta pemerintah daerah agar membentuk tim tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya ingin melihat nanti pemda mana yang sukses membuat seperti itu,” ujar Mendagri saat memberi keterangan pers usai melakukan Rapat Koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (27/7/2021).

Selain menangani pandemi, pembentukan tim ini dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Mendagri menjelaskan, hal ini dapat melibatkan masyarakat yang memiliki ijazah setara SMA untuk direkrut dalam tim tersebut. Agar mereka memiliki keahlian, sebelum diterjunkan dapat diberikan pelatihan singkat terkait cara melacak lebih dulu. Mendagri menyebutkan, beberapa negara telah membuka lowongan kerja semacam itu yakni sebagai pelacak penularan Covid-19.

Mendagri menjelaskan, pekerjaan melacak penularan Covid-19 perlu dilakukan oleh tim khusus yang tidak mengemban tugas lain. Saat ini tugas tersebut masih dikerjakan oleh Puskesmas, termasuk TNI, Polri, serta Babinsa sebagai tugas tambahan. Menurut Mendagri, akan lebih baik bila seluruh pemerintah daerah membentuk tim tracing penularan Covid-19.

“Tapi kadang mereka diberikan tambahan untuk melakukan tracing, fine, Bapak Panglima pun saya paham sedang bekerja keras untuk membuat tim-tim tracing ini, dari satuan unsur yang lain, kita tentunya sangat berterima kasih atas upaya-upaya itu,” ungkap Mendagri. (Arianto)


Share:

Kemendagri Dukung Penuh Program Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 bagi penduduk penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, kala menghadiri Rapat Koordinasi Pendataan Pelaksanaan Program Vaksinasi Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali, yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (27/07/2021)

Zudan mengatakan program vaksinasi bagi penyandang disabilitas dapat terkendala. Tidak jarang penduduk penyandang disabilitas, khususnya yang tinggal di rumah singgah atau panti asuhan dsb, tidak memiliki NIK karena adanya ketidakpastian domisili.

“Oleh karena itu, perlu dipastikan terlebih dahulu di mana penduduk yang bersangkutan itu tinggal, apakah bersama saudaranya atau di panti asuhan,” ujar Zudan.

“Solusinya, bagi yang tinggal di panti asuhan, agar dibuatkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani kepala panti asuhan tersebut. Dengan demikian, Dinas Dukcapil setempat dapat menerbitkan Kartu Keluarga yang isinya adalah nama-nama penghuni panti asuhan beserta NIK-nya,” tambah Zudan merinci.

Sebelumnya, Dukcapil pusat dan daerah telah sering melakukan kegiatan jemput bola untuk melakukan pendataan penduduk. Berbagai kebutuhan dokumen kependudukan dilayani langsung di depan pintu rumah masyarakat dalam rangka memenuhi identitas penduduk.

Hanya saja, kegiatan tersebut sementara dihentikan pasca virus Covid-19 mewabah di Indonesia. Masyarakat menjadi khawatir, kegiatan jemput bola tersebut justru memicu terbentuknya kluster penyebaran Covid-19 akibat kerumunan masa.

“Guna memenuhi identitas penyandang disabilitas di tengah pandemi, kami memberi saran agar Dinas Dukcapil daerah pro-aktif memberikan berkas F-1.01 kepada tiap-tiap panti asuhan untuk dilakukan pengisian biodata sehingga dokumen kependudukan lainnya dapat diterbitkan secara bertahap tanpa khawatir terjadi tatap muka yang menyebabkan penularan virus Covid-19,” pungkas Zudan. (Arianto)


Share:

Masyarakat Grime Nawa Antusias Bahu Membahu, dan Gotong Royong Untuk Wujudkan Kabupaten Definitif


Duta Nusantara Merdeka | Jayapura
Dalam mengurus proses pemekaran selama hampir kurang tiga tahun tim DOB (Daerah Otonom Baru) Grime Nawa yang diketua oleh Sefnat Waicang, S.P tidak saja tertuju pada proses administrasi saja, namun tim selalu hadir ditengah- tengah masyarakat melalui kerja-kerja sosial.

Saat dimintai keterangan oleh Awak media melalui saluran Handphone Sefnat Waicang, S.P menjelaskan Kami bukan hanya melakukan upaya administrasi namun juga hadir ditengah-tengah masyarakat bergotong royong dan melaksanakan bhakti solsial

"Salah satu bhakti sosial yang dikerjakan oleh tim pemekaran adalah penimbunan jalan raya disepanjang jalan raya Nimbokrang-Sami yang rusak akibat genangan air di kampung Benyom Jaya I distrik Nimbokrang, dan kegiatan ini melibatkan Babinsa serta masyarakat disekitar", ujar Sefnat Waicang, S.P 

Dalam arahan selaku Ketua tim Sefnat waicang, S.P kepada masyarakat sekitar lokasi Bhakti Sosial bahwa Tim pemekaran DOB Grime Nawa merasa terpanggil untuk menolong masyarakat

"Kami merasa terpanggil, karena untuk membangun Kabupaten Jayapura tidak hanya dilakukan oleh pemerintah atau ASN, tetapi kami semua memiliki tanggung jawab bersama untuk melayani masyarakat", tutur Sefnat Waicang, S.P

Sementara itu Alexander Tecuari, S.Si, M.Th yang juga tokoh masyarakat Grime Nawa menambahkan Kepedulian ini yang melatarbelakangi semangat Tim Pemekaran untuk terus bekerja dalam mewujudkan harapan masyarakat agar memiliki daerah administrasi definitif Kabupaten Grime Nawa.

"Kami menerima keluhan dari masyarakat tetapi juga kami jumpai bersama terkait imfrastruktur seperti jalan dan jembatan yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Jayapura, karena luasnya wilayah administrasi pelayanan pemerintah kabupaten," Alexander Tecuari, S.Si, M.Th. **
Share:

TWK KPK Terbukti tidak ada Pelanggaran, Novel Gagal Framing Soal TWK


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sudah terjawab kebenaranya kini sudah menjadi Terang Benderang Terbukti tidak Ada Pelanggaran di dalam TWK, seperti yang disebut pihak - pihak yang tidak lolos tes TWK, Tes tersebut yang merupakan asesmen dalam proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). setelah Dewan Pengawas (Dewas) KPK menyatakan tidak ada pelanggaran etik dalam pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK, 

sedari awal materi asesmen wawasan kebangsaan dalam pengalihan status pegawai KPK menjadi pegawai ASN dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara sangat begitu juga dalam penyusunan materi TWK melihat hal ini sudah sangat jelas pimpinan KPK tidak ikut serta dalam menyusun materi pertanyaan TWK, karena sejatinya Pimpinan KPK hanya melaksanakan Undang - Undang yang di amanatkan pada No. 19/2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan PP No. 41/2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN, serta Peraturan KPK No. 1/2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN, jelas langkah Pimpinan KPK melaksanakan TWK hanya menjalankan perintah Undang - Undang

Melihat persoalan TWK hari ini sudah berakhir dan tidak terbukti ada pelanggaran paska Dewas KPK telah melakukan musyawarah dan mufakat menyimpulkan seluruh dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku yang di tuduhkan kepada pimpinan KPK mengasilkan keputusan bahwa pimpinan KPK tidak terbukti karena dasarnya tidak cukup bukti sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke sidang etik, melihat persoalan TWK yang sempat menjadi konsumsi publik yang di lakukan oleh sekelompok orang dengan sengaja menggiring oponi bahwa pimpinan KPK melakukan pelanggaran kode etik itu tidak benar dan sudah terbukti keputusan Dewas KPK bahwa Ketua KPK Firli Bahuri tidak bersalah 


Oleh dari itu kami dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia ( DPP LPPI ) menyampaikan stop lah melakukan framing opini soal TWK yang tidak terbukti kebenaranya terlebih kepada pak Novel Baswedan sebagai mantan Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghentikan tudingan stigma yang buruk terhadap pimpinan KPK karena cara cara ini tidak etis di lakukan oleh sebagai senior KPK juga pak novel gagal framing TWK terhadap ketua kpk, Karena pada dasarnya TWK di jalankan Karena amanah UU Nomor 19 2019 dengan demikian sangat jelas bahwa ketua kpk firly bahuri 
menjalankan tugas dengan tegak lurus menjalankan amanat rakyat terbukti pada Pengalihan Pegawai KPK menjadi ASN yang merupakan Perintah Undang - Undang dan berjalan lancar dan tidak ada kesalahan.

melihat akan hal ini tudingan yang menyebutkan bahwa adanya ketidak profesionalan yang di lakukan oleh Ketua KPK Firli Bahuri serta menyebutkan adanya pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku itu Merupakan pernyataan hoax dan tidak mendasar, tidak ada yang berharap pada kabar tidak lolosnya pegawai pada TWK yang di dalamnya ada pak Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya, murni berjalan dengan mekanisme yang di lakukan oleh BKN oleh sebab itu stop menggiring opini TWK untuk menjadikan alat untuk memframing Pimpinan KPK 

Kami menilai keheboan yang di lakukan oleh pak Novel Baswedan dkk yang tak lolos tes wawasan kebangsaan tidak menerimah hasil TWK KPK dengan penggiringan opini terhadap pimpinan KPK dan jajaranya akan mengganggu pokus nya KPK melakukan aktivitas" kembali kami sampaikan kepada pegawai KPK yang tidak lulus TWK agar menyudahi polemik TWK & masih banyak terdapat untuk berbakti pada nusa dan bangsa di republik ini.  **
Share:

Prawita GENPPARI Kembangkan Wisata Kreatif Lansia, “TEMAN USIL


Duta Nusantara Merdeka | Bandung
“ Kreativitas adalah potensi penting yang harus dikembangkan setiap saat. Baik sejak kecil, remaja, dewasa maupun lansia. Dalam konteks pendidikan, kreativitas sering diorientasikan untuk anak kecil saja. Padahal usia remaja, dewasa maupun lansia pada dasarnya harus terus kreatif, karena kreatif itu mengasyikan. Kreativitas tidak sekedar bermanfaat pada perkembangan kecerdasan, tetapi juga menjadi pondasi untuk berpikir lebih baik, bisa lebih produktif, lebih kritis dalam menyelesaikan masalah, kesempatan untuk menemukan berbagai hal baru, serta tentu bisa mendatangkan kebahagiaan dan kesehatan “, ujar Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung.

Hal tersebut ia sampaikan ketika sedang melakukan bimbingan wisata kreatif lansia “Taman Bermain Usia Lanjut atau disingkat TEMAN USIL”. Menurutnya Teman Usil bisa menjadi salah satu model dalam pengembangan wisata lansia dengan merangsang aktivitas yang menuntut kreativitas ringan.


Jika kreativitasnya tidak dikembangkan, maka kecerdasan dan kelancaran berpikir bisa terganggu, yang tentu akhirnya akan berdampak pada kesehatan dan kebahagiaannya. Itu sebabnya salah satu program Prawita GENPPARI adalah TEMAN USIL untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan para lansia tadi. Salah satunya dilibatkan dalam kegiatan kreatif untuk membuat tempat sauna rempah – rempah dari bahan – bahan yang sederhana sekali.

Ada banyak manfaat kreativitas bagi lansia. Kreativitas akan membuat para lansia tetap produktif karena saat mereka berkreasi, akan terdorong untuk mengeksplorasi hal-hal baru serta memikirkan berbagai ide yang belum pernah terpikir sebelumnya sehingga dapat menghasilkan sesuatu.

 Sebuah penelitian di Amerika juga mengatakan bahwa memiliki jiwa kreatif ternyata berdampak positif untuk kesehatan mental seseorang. Saat melakukan stimulasi terhadap kreativitas, setiap peserta akan diajak untuk berpikir, berimajinasi, dan memiliki kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan solusi saat menyelesaikan suatu masalah.  

Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa memiliki tubuh yang bugar hingga lanjut usia merupakan harapan dan impian sebagian besar orang. Namun, agar bisa hidup sehat lebih lama, para lanjut usia atau lansia juga perlu merasa bahagia. Pasalnya, kesehatan dan kebahagiaan saling terkait.

Pada setiap tingkatan usia, setiap orang pasti menemukan tantangan tersendiri dalam menjalani hidup, tetapi mendapatkan kebahagiaan sering kali menjadi salah satu hal yang paling menantang untuk segala kalangan usia. Oleh karenanya jika saat ini kreativitas lebih banyak diarahkan pada anak di usia dini, sebenarnya kretaivitas pun bisa dilatihkan secara berkesinambungan untuk para lansia agar tetap sehat dan bahagia. Ujarnya.

Rasa bahagia dan kesehatan adalah dua hal yang saling berkaitan. Ini artinya, saat seorang lansia merasa bahagia, ia cenderung memiliki fisik yang sehat, dan begitu pula sebaliknya. Tak hanya itu, lansia yang bahagia menunjukkan kesehatan mentalnya juga terjaga.

Memang ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penghambat kebahagiaan para lansia, misalnya seperti masalah kesehatan, rasa kesepian, merasa tidak memiliki tujuan hidup, takut dengan kematian atau kehilangan orang terdekatnya. Semakin bertambah usia lansia, semakin banyak pula teman, keluarga, hingga pasangan yang pergi meninggal dunia. Orang-orang yang dahulunya hidup dan berjuang bersamanya kini satu persatu telah tiada. Hal tersebut bisa memicu rasa kehilangan, kesepian, hingga depresi.

Dengan demikian maka hal yang perlu diketahui adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan lansia agar merasa bahagia, seperti memfokuskan diri pada hal yang bisa dilakukan, menjalin hubungan baik dengan orang lain, mengikuti kegiatan sukarelawan, dan menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat tak hanya berlaku bagi yang masih berada pada usia produktif saja, akan tetapi pola ini juga baik untuk diterapkan oleh para lansia. Apalagi, jika para lansia ingin merasa lebih sehat dan bahagia.

“ Hal – hal yang perlu diketahui bersama adalah bahwa fungsi tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia. Proses penuaan umumnya berawal dari munculnya keriput, kemudian secara perlahan sistem kekebalan tubuh mulai melemah, sehingga lebih mudah terkena penyakit.

Namun, tidak perlu khawatir karena penuaan memang tidak bisa dihentikan tapi bisa diperlambat. Meski sudah memasuki usia 60-an, sebenarnya para lansia masih tetap bisa hidup dengan sehat dan bugar. Oleh karenanya Prawita GENPPARI terus berkreasi, mengolah ide dan rasa untuk mengungkapkan kasih sayang kepada para lansia dengan tetap kreatif dalam aktivitas – aktivitas yang beragam dan bermanfaat. Misalnya pembuatan tempat sauna rempah – rempah yang sederhana ini, disamping bermanfaat buat merangsang kreativitas juga hasilnya bagus untuk menikmati mandi uap “, pungkas Dede menutup percakapan. **
Share:

Tiga Pilar Kamtibmas Kabupaten Kutai Kartanegara Kunjungan di PT Murni Gas Raya


Duta Nusantara Merdeka | Kutai Kartanegara
Tiga Pilar Kamtibmas di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan kunjungan lapangan di PT. Murni Gas Raya Km. 11 Loa Janan, Desa Purwajaya, Rt. 18, pada hari Selasa (27/07/2021).

DIkesempatan tersebut Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah bersama Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amrih Wientama dan Dandim 0906 Kutai Kartanegata Letkol Inf. Charles Alling berkunjung ke PT. Murni Gas Raya dalam rangka pengecekan dan pemantauan produksi liquid Oksigen sebagai bahan baku gas Oksigen.

Kunjungan kerja 3 pilar kamtibmas Kabupaten Kutai Kartanegara ini disambut oleh manager PT. Murni Gas Raya Bpk. Peki Gozali beserta stafnya.

Permintaan gas oksigen yang meningkat di kalangan masyarakat membuat Bupati, Kapolres dan Dandim untuk meninjau langsung proses produksi liquid oksigen yang mana dalam keadaan aman sebagai bahan baku gas oksigen.


Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amrih Wientama mengatakan bahwa PT. Murni Gas Raya ini memproduksi liquid nitrogen dan liquid oksigen dengan produksi rata-rata 16 ton/ 4 hari.

"Untuk kebutuhan produksi sendiri masih dalam keadaan aman, Namun dalam hal ini PT. Murni Gas Raya tidak melayani pengisian tabung gas oksigen, dalam artian disini hanya memproduksinya," jelasnya AKBP Arwin Amrih Wientama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Kesehatan Bapak Supriadi, Kabag Ops Polres Kutai Kartanegara AKP M. Aldy Harjasatya, Kapolsek Loa Janan IPTU Aksarudin Adam, Camat Loa Janan Bapak Muhaji dan Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Bapak Johansyah. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Rutan Kelas I Labuhan Deli Berkomitmen Menuju WBK Dan WBBM


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Kota Medan berkomitmen dalam memastikan untuk bersih dari pungli dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Demikian disampaikan Kepala Rutan Labuhan Deli Nimrot Sihotang Amd IP SH. MH kepada awak media, Senin (26/7/2021) pada saat kegiatan silaturahmi awak media dengan kepala rutan di Labuhan Deli.

Nimrot Sihotang mengatakan, dalam menerapkan WBK dan WBBM dilakukan pemantauan secara ketat kepada seluruh pegawai Rutan Kelas l Labuhan Deli agar tidak melakukan pungli kepada keluarga Binaan.

“Kami berupaya sekeras mungkin memastikan dan memantau pegawai Rutan agar jangan sampai terjadi kegiatan pungli di wilayah binaan Rutan Kelas Labuhan Deli yang saya pimpin ini. Ini komitmen kami agar dapat terwujud WBK dan WBBM”, ungkap Kepala Rutan.

Pantauan Wartawan di Rutan labuhan Deli terlihat beberapa keluarga dari warga binaan membawa bungkusan ke dalam Rutan untuk dititipkan kepada petugas jaga. Penitipan makanan dan uang diberlakukan sejak virus Corona melanda. Warga binaan dilarang keras tatap muka,kita juga memfasilitasi pengunjung dengan melakukan video call antara warga binaan dengan keluarganya demi menjaga dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona covid-19.

Dikatakan Karutan Labuhan Deli Nimrot, titipan ini nantinya kan disampaikan langsung ke warga binaan melalui petugas jaga/piket. Titipan tersebut dicatat oleh petugas jaga agar tidak tertukar oleh warga binaan lainnya.

Sebelum titipan diserahkan ke warga binaan, petugas jaga mengecek terlebih dahulu titipan tersebut untuk menjaga keamanan warga binaan di dalam. Seperti odol dimasukan kedalam plastik, sikat gigi wajib gagangnya dipotong, setiap benda yang dapat membahayakan tidak di perbolehkan masuk ke dalam rutan, pungkas Nimrot.

“Ini upaya kami agar kegiatan pungli tidak terjadi, dan saya bersama KPR terus melakukan pengawasan secara ketat kepada anggota di lapangan. Dan kami tetap selalu berupaya mewujudkan program WBK dan WBBM di Rutan Labuhan Deli ini”, Ujar Kepala Rutan Labuhan Deli.

Lanjut,Karutan Labuhan Deli Juga mengatakan pihak Rutan Juga memberdayakan warga binaan rutan Labuhan Deli dengan bercocok tanam jagung,membuat kerajinan tangan seperti membuat Detergent cair,menjahit,serta masih banyak lagi.tutup Karutan. **

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

BUMN Ekosistem Pariwisata Hadirkan Layanan Terintegrasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sektor penerbangan udara nasional berkomitmen untuk berkontribusi dalam penanganan COVID-19 dan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).  Sejalan dengan hal tersebut, stakeholder penerbangan berkomitmen selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi guna mewujudkan penerbangan yang aman dari COVID-19. 

Sebagai bagian upaya memperkuat protokol kesehatan di tengah pandemi, pada hari ini sembilan perusahaan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memberikan layanan yang terintegrasi berbasis teknologi informasi. 

“Kolaborasi dalam memberikan layanan terintegrasi ini dilakukan oleh sembilan perusahaan yang merupakan anak usaha dari BUMN Ekosistem Pariwisata, yang nantinya menjadi anggota Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung,” ujar Direktur Project Management Office (PMO) Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung Edwin Hidayat Abdullah.

Sembilan perusahaan yang melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Kerjasama Usaha Pada Sub Cluster Customer Experience pada hari ini, 26 Juli 2021, adalah: 

- PT Angkasa Pura Suports, anak usaha PT Angkasa Pura I (Persero)
- PT Angkasa Pura Solusi, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero)
- PT Aero Systems Indonesia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (Persero)
- PT Angkasa Pura Hotel, anak usaha PT Angkasa Pura I (Persero)
- PT Gapura Angkasa, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero)
- PT Angkasa Pura Logistik, anak usaha PT Angkasa Pura I (Persero)
- PT Angkasa Pura Kargo, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero)
- PT Aerojasa Cargo, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (Persero)
- PT Angkasa Pura Propertindo, anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero)

Melalui MoU yang telah ditandatangani maka sembilan perusahaan ini akan membahas mengenai layanan terintegrasi yang sebagian besar diberikan di bandara. 

“Layanan terintegrasi ini mencakup Personal Assistance di bandara, lalu Baggage Delivery, Parkir Inap, Lounge, layanan terkait Hospitality seperti hotel. Layanan terintegrasi ini akan diberikan dengan berbasis teknologi informasi,” ujar Edwin.

Edwin menambahkan, “Melalui layanan terintegrasi yang berbasis teknologi informasi kami harapkan layanan di bandara dapat semakin baik dan lancar di tengah pandemi, calon penumpang pesawat bisa merencanakan optimal layanan apa saja yang dibutuhkan, kemudian juga memperkecil potensi antrean di terminal penumpang, memperluas layanan touchless, sehingga hal-hal tersebut bisa berdampak pada semakin ketatnya protokol kesehatan di sektor penerbangan nasional.”

Adapun layanan terintegrasi berbasis teknologi informasi yang nantinya dihadirkan oleh sembilan perusahaan itu mencakup Personal Assistance di bandara, lalu Baggage Delivery, Parkir Inap, Lounge, dan layanan terkait Hospitality seperti hotel.

Calon penumpang pesawat dapat lebih mudah mendapatkan layanan, misalnya cukup dengan satu langkah pemesanan maka pelaku perjalanan bisa mereservasi parkir inap di bandara AP II, kemudian mendapat asistensi personal dan lounge di bandara AP II, kemudian menginap di hotel yang dikelola AP I, serta mendapatkan jasa pengiriman bagasi dari Garuda Indonesia. 

Di samping itu, layanan terintegrasi ini diharapkan dapat mendukung pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi COVID-19. 

“Ini akan memberikan seamless journey experience bagi penumpang pesawat terlebih bagi mereka yang bertujuan berwisata pasca pandemi serta meningkatkan customer experience, sekaligus memperkuat protokol kesehatan,” jelas Edwin.

Diharapkan layanan ini juga dapat meningkatkan daya saing sektor penerbangan dan pariwisata di Indonesia. 

*BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung*

Adapun saat ini pembentukan BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung tengah dalam tahap finalisasi. 
Seperti diketahui, BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung akan beranggotakan tujuh perusahaan yakni PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), PT Sarinah (Persero) dan PT PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero).

PT Survei Udara Penas (Persero) akan menjadi induk holding, di mana saat ini nama perusahaan tersebut dalam proses berganti nama menjadi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).

Holding merupakan inisiatif Menteri BUMN sebagai pemegang saham dan Nota Kesepahaman yang ditandatangani hari ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan holding. (Arianto)


Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini