Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Audiensi Kodam XIX dan Cipayung Plus Bahas Ketahanan Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai menggelar audiensi strategis bersama Kelompok Cipayung Plus di Ruang Yudha Lt II Makodam XIX/TT, Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan itu menjadi ruang dialog awal antara satuan baru TNI AD dengan kelompok mahasiswa di Riau dan Kepulauan Riau.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo S.A.P., M.M., CHRMP hadir langsung bersama pejabat utama Kodam. Agenda utama pertemuan membahas dinamika kebangsaan, stabilitas wilayah, hingga peran generasi muda menghadapi perubahan sosial dan arus informasi digital.

Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Dialog dengan Mahasiswa

Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka. Sejumlah perwakilan Cipayung Plus menyampaikan pandangan kritis terkait pendidikan, isu sosial, hingga tantangan pembangunan daerah di Riau dan Kepulauan Riau.

Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo mengatakan Kodam XIX Tuanku Tambusai ingin membangun pola komunikasi yang lebih cair dengan kalangan mahasiswa. Menurut dia, generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan nasional.

“Kodam XIX Tuanku Tambusai hadir sebagai satuan baru yang siap mengawal stabilitas wilayah Riau dan Kepri. Kami ingin membangun komunikasi yang jujur dan produktif. Mahasiswa adalah mitra strategis dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Belakangan, forum-forum seperti ini mulai sering dilakukan sejumlah institusi negara. Bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus media sosial, ruang dialog langsung dinilai lebih efektif meredam kesalahpahaman sekaligus membangun kepercayaan publik.

Peran Generasi Muda Dinilai Makin Krusial

Dalam diskusi itu, Pangdam juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga ketahanan nasional. Terutama saat informasi bergerak cepat dan sering kali bercampur dengan disinformasi.

Suasana diskusi beberapa kali terasa hangat. Sejumlah peserta mahasiswa tampak menyampaikan kritik dengan lugas, sementara jajaran Kodam merespons secara terbuka. Pola komunikasi seperti ini jarang terlihat beberapa tahun lalu.

Kodam XIX Tuanku Tambusai menilai sinergi dengan kelompok intelektual muda perlu terus diperkuat agar stabilitas wilayah tetap terjaga. Terlebih, Riau dan Kepulauan Riau menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan jalur internasional.

Audiensi itu sekaligus menandai upaya Kodam XIX Tuanku Tambusai membangun pendekatan yang lebih adaptif, responsif, dan terbuka terhadap perkembangan zaman di wilayah teritorial barunya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Puspen TNI Jadi Acuan MA Bangun Komunikasi Publik Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung mulai serius membenahi pola komunikasi publik di era digital. Tim Peneliti Pusat Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (Pustrajak MA) mengunjungi Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) untuk menyusun pedoman pengelolaan media massa dan media sosial di lingkungan peradilan.

Kunjungan itu menjadi bagian dari penyusunan rancangan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI tentang tata kelola komunikasi publik. Puspen TNI dipilih karena dianggap memiliki pola pengelolaan media yang lebih adaptif dan cepat menghadapi arus informasi digital.

MA Soroti Pentingnya Strategi Media Sosial yang Tepat

Dalam pertemuan tersebut, Tim Peneliti Pustrajak MA mempelajari alur komunikasi publik di Puspen TNI, mulai dari struktur organisasi hingga strategi distribusi konten lintas platform.

Kepala Bidang Informasi dan Internet Puspen TNI, Kolonel Candra Kurniawan, menilai setiap media sosial memiliki karakter berbeda sehingga pendekatan komunikasinya tidak bisa disamaratakan.

“Konten tidak bisa disamakan. TikTok, Instagram, dan X punya gaya masing-masing,” ujar Candra dalam pertemuan di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pengguna X cenderung menyukai narasi singkat dan langsung, sementara TikTok membutuhkan pembuka video yang kuat dalam tiga detik pertama agar audiens bertahan menonton.

Humas Pengadilan Daerah Dinilai Masih Lemah

Selain strategi konten, Tim Peneliti Pustrajak MA juga mempelajari pola penanganan isu publik di Puspen TNI. Salah satu yang menjadi perhatian ialah konsep “Golden Time 1–3–6” dalam respons komunikasi.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa. Prinsip kami, validasi data adalah yang utama,” kata Candra.

Menurut dia, satu jam pertama digunakan mengumpulkan informasi awal. Dalam tiga jam berikutnya, tim komunikasi mulai menyiapkan pemetaan isu dan pernyataan awal sebelum informasi lengkap disampaikan maksimal enam jam kemudian.

Kunjungan itu sekaligus membuka persoalan lama di lingkungan peradilan. Struktur kehumasan di banyak pengadilan daerah masih dirangkap unit lain, seperti Kepaniteraan Hukum dan Subbag Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan (PTIP).

Kondisi tersebut dinilai membuat fungsi komunikasi publik pengadilan belum berjalan optimal, terutama saat menghadapi isu sensitif yang membutuhkan respons cepat dan akurat.

Pertemuan antara MA dan Puspen TNI juga membuka peluang kerja sama penyebaran informasi strategis, termasuk isu peradilan militer yang selama ini masih minim dipahami masyarakat luas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Peninjauan KDKMP Rohil, Danrem Tekankan Kualitas Proyek


Duta Nusantara Merdeka | Rokan Hilir 
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han meninjau langsung progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu, 6 Mei 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Fokusnya sederhana: memperkuat basis ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Peninjauan Lapangan, Disiplin Jadi Sorotan

Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu memberi penekanan pada kedisiplinan waktu dan kualitas pengerjaan. Ia meminta seluruh pihak bekerja maksimal agar proyek tidak molor.

“Pembangunan ini memiliki nilai strategis sehingga harus diselesaikan sesuai target yang telah direncanakan. Jangan sampai ada keterlambatan,” ujar Danrem, Rabu (6/5/2026).

Di lapangan, ia tidak hanya melihat fisik bangunan. Paparan progres dan kendala teknis juga menjadi perhatian utama. Setiap hambatan diminta segera dikoordinasikan agar tidak menumpuk.

Danrem menilai, disiplin eksekusi sering menjadi pembeda antara proyek selesai tepat waktu atau tertunda berbulan-bulan. Karena itu, ritme kerja di lapangan harus dijaga sejak awal.

KDKMP dan Dampaknya bagi Ekonomi Desa

Program KDKMP dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan koperasi yang aktif, desa diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada distribusi dari kota.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu juga mengapresiasi kerja tim di lapangan. Ia menilai sinergi antar pihak sudah berjalan cukup baik, meski tetap perlu dijaga konsistensinya.

“Sinergi yang sudah terbentuk harus dipertahankan sampai pembangunan selesai,” ujarnya.

Dalam konteks lebih luas, proyek seperti ini sering menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah mendorong ekonomi desa. Jika berjalan tepat waktu, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Sebaliknya, keterlambatan kecil di awal bisa berdampak panjang. Mulai dari biaya membengkak hingga turunnya kepercayaan warga terhadap program pemerintah.

Dengan peninjauan ini, pemerintah berharap pembangunan KDKMP di Rokan Hilir bisa rampung sesuai jadwal dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Menko Polkam Dorong Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Mei 2026


Duta Nusantara Merdeka | Palembang 
Pemerintah pusat mulai mengencangkan langkah menghadapi musim kemarau 2026. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai prioritas nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat Apel Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2026. Fokusnya jelas: mencegah kebakaran sejak dini sebelum meluas.

Kesiapsiagaan Dipercepat, Koordinasi Diperkuat

Dalam agenda tersebut, pemerintah mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026. Langkah ini merupakan turunan dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.

Djamari menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari pemantauan hingga evaluasi kebijakan. “Seluruh komponen bangsa harus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi agar karhutla bisa ditekan,” ujarnya.

Sumatera Selatan kembali disorot sebagai wilayah rawan. Karakter lahan gambut dan riwayat kebakaran berulang membuat daerah ini masuk kategori risiko tinggi.

BMKG memprediksi musim kemarau datang lebih cepat, dimulai Mei dan mencapai puncak pada Agustus. Kondisi ini memperbesar potensi kebakaran jika tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, Djamari meminta pemerintah daerah segera mengaktifkan posko siaga, patroli terpadu, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan.

“Jangan menunggu api membesar. Semua harus bergerak lebih cepat dan tegas,” katanya.

Tren Menurun, Tapi Risiko Tetap Mengintai

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut tren karhutla nasional menunjukkan perbaikan. Pada 2015, luas kebakaran mencapai 2,6 juta hektare. Angka itu turun menjadi 359 ribu hektare pada 2025.

Menurutnya, penurunan ini tidak lepas dari koordinasi yang makin solid antar lembaga. “Ini tanggung jawab bersama, tidak bisa dibebankan ke satu institusi saja,” ujar Raja Juli.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menambahkan penanganan dilakukan secara terpadu, melibatkan TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat peduli api.

Dalam apel tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan peralatan, termasuk drone untuk deteksi dini titik api. Teknologi ini dinilai efektif untuk penanganan awal sebelum api membesar.

Namun, jika kondisi memburuk, intervensi udara tetap dibutuhkan. BNPB menyiapkan dua helikopter water bombing untuk wilayah Sumatera Selatan.

Di lapangan, pengalaman menunjukkan satu titik api yang terlambat ditangani bisa berubah jadi krisis regional. Itu sebabnya pendekatan pencegahan kini lebih ditekankan dibanding pemadaman.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kodam XIX Tuntaskan Distribusi Jembatan Armco di Kepulauan Meranti


Duta Nusantara Merdeka | Meranti 
Distribusi material jembatan Armco di Kepulauan Meranti oleh Kodam XIX Tuanku Tambusai melalui Bekangdam XIX/TT rampung pada Senin, 4 Mei 2026, tepat pukul 24.00 WIB. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Buton menuju tiga desa sasaran.

Sebanyak 109 komponen jembatan dikirim ke Desa Melai, Desa Sungai Tohor, dan Desa Tanjung Samak. Seluruh material tiba lengkap dan langsung ditempatkan di titik pembangunan.

Distribusi Material Jembatan Armco Meranti Dikebut Hingga Tengah Malam

Proses distribusi dipimpin Kapten Cba Zulkarnaini. Jalur laut menjadi pilihan utama, meski kondisi pasang surut sempat menghambat ritme bongkar muat.

Namun, kegiatan tetap berjalan tertib. Koordinasi lapangan terlihat rapi, mulai dari keberangkatan hingga penempatan material di lokasi akhir.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP sebelumnya menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan waktu distribusi logistik.

“Pastikan setiap dukungan material tepat sasaran dan mampu mempercepat pembangunan di wilayah,” ujar Pangdam dalam arahannya.

Kapten Cba Zulkarnaini memastikan seluruh komponen, termasuk baut dan pinbar, telah diterima tanpa kekurangan di setiap titik.

“Seluruh material sudah lengkap dan tepat sasaran,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Dampak Distribusi Jembatan Armco bagi Infrastruktur Kepulauan

Pabung Kepulauan Meranti Mayor Inf Rusli Dongoran menyebut faktor geografis menjadi tantangan utama dalam distribusi ini.

“Kondisi cukup menantang, tetapi koordinasi di lapangan berjalan sangat baik,” ujarnya.

Setelah distribusi selesai, tim melanjutkan pelayaran menuju Selat Panjang selama sekitar empat jam sebelum kembali ke Pelabuhan Buton, Kabupaten Siak.

Distribusi material jembatan Armco Meranti ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.

Dalam beberapa laporan sebelumnya, keterlambatan akses sering menjadi hambatan utama aktivitas ekonomi warga. Jembatan seperti ini biasanya menjadi titik balik mobilitas.

Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang dan akses layanan publik diharapkan ikut meningkat. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi arahnya jelas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kodam XIX Genjot Pembangunan KDKMP, Progres Tembus 1.124 Titik


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai mempercepat pembangunan program KDKMP di seluruh wilayah jajarannya. Hingga Senin, 4 Mei 2026, sebanyak 181 titik sudah rampung, sementara 943 lainnya masih berjalan menuju target 1.235 titik pada akhir Juli 2026.

Paparan perkembangan itu dipimpin Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan di Ruang Yudha Makodam. Forum ini sekaligus menjadi alat kontrol untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, baik dari sisi waktu maupun kualitas.

Percepatan Proyek KDKMP Mulai Terlihat

Dalam pemaparan internal, progres pembangunan KDKMP disebut menunjukkan tren positif. Angka capaian yang sudah menembus ratusan titik selesai menjadi indikator awal bahwa ritme kerja di lapangan mulai stabil.

Namun, pekerjaan belum ringan. Lebih dari 70 persen titik masih dalam tahap pengerjaan. Ini berarti tekanan terhadap koordinasi antar satuan masih tinggi, terutama dalam menjaga distribusi tenaga dan material.

Saya teringat obrolan dengan seorang perwira lapangan beberapa tahun lalu. Ia bilang, proyek seperti ini bukan sekadar soal membangun fisik, tapi menjaga ritme tim di lapangan. Sekali koordinasi goyah, progres bisa langsung melambat.

Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan hal serupa. “Sinergi antar satuan menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan program,” ujarnya dalam forum tersebut.

Kualitas dan Lahan Jadi Titik Kritis

Selain progres fisik, perhatian juga diarahkan pada kesiapan lahan di tiap wilayah Kodim. Ini sering jadi bottleneck yang tak terlihat di atas kertas, tapi terasa di lapangan.

Distribusi pelaksanaan juga dievaluasi untuk memastikan tidak ada ketimpangan antar wilayah. Kodim dengan progres lambat akan menjadi fokus pengawasan berikutnya.

Kasdam mengingatkan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat, ketepatan waktu, dan hasil akhir yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pendekatan ini masuk akal. Dalam banyak proyek pembangunan, masalah biasanya bukan pada target, tapi pada konsistensi eksekusi. Tanpa kontrol yang rapi, angka progres bisa terlihat bagus, tapi hasilnya tidak bertahan lama.

Evaluasi Jadi Kunci Menjaga Arah

Forum paparan ini bukan sekadar laporan rutin. Ia berfungsi sebagai alat evaluasi sekaligus navigasi agar program tetap berada di jalur yang tepat.

Kodam XIX mencoba memastikan setiap tahapan berjalan efektif dan terukur. Targetnya bukan hanya selesai tepat waktu, tapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat di wilayahnya.

Dengan waktu yang tersisa hingga Juli 2026, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum. Karena dalam proyek besar seperti KDKMP, yang paling sulit bukan memulai—melainkan konsisten sampai garis akhir.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

HUT ke-80 Persit, Korem 031/WB Tanam Pohon di Pekanbaru


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu bersama Ketua Persit Ny. Ester Sitepu memimpin penanaman pohon di kawasan wisata Danau Buatan, Rumbai Timur, Pekanbaru, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini melibatkan jajaran Korem dan anggota Persit sebagai bagian dari aksi nyata pelestarian lingkungan.

Aksi penghijauan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi, melainkan respons terhadap isu lingkungan yang kian terasa, terutama di kawasan perkotaan seperti Pekanbaru yang menghadapi tekanan perubahan iklim.

Aksi Nyata di Tengah Ancaman Lingkungan

Korem 031/WB mengerahkan unsur pimpinan hingga anggota untuk turun langsung menanam pohon di area wisata Vanue Ski Air. Kegiatan ini menjadi simbol sekaligus langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menegaskan, penanaman pohon harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. “Penghijauan ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi investasi bagi keberlangsungan lingkungan hidup,” ujarnya.

Pernyataan itu terasa relevan. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Rumbai kerap menghadapi suhu yang meningkat dan kualitas udara yang fluktuatif. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah mitigasi paling sederhana namun berdampak.

Peran Persit dan Komitmen Berkelanjutan

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031 PD XIX/TT Ny. Ester Sitepu menekankan peran organisasi dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Ia mengajak anggota Persit untuk konsisten menjaga kelestarian alam, tidak berhenti di kegiatan seremonial.

Kegiatan berlangsung dengan suasana gotong royong. Para peserta menanam pohon di beberapa titik strategis yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan kawasan wisata.

Di lapangan, suasana terlihat cair. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota. Semua memegang cangkul, menanam, dan menyiram. Momen seperti ini jarang terekspos, tapi justru memperlihatkan kerja kolektif yang sebenarnya.

Korem 031/Wira Bima menegaskan komitmen jangka panjang untuk mendukung lingkungan hijau di Pekanbaru. Tantangannya bukan hanya menanam, tetapi memastikan pohon-pohon itu tumbuh dan dirawat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kodam XIX Hadiri Olimpiade PPKN ke-15, Dorong Pendidikan Karakter


Duta Nusantara Merdeka | Riau 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menghadiri pembukaan Olimpiade Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) ke-15 di Universitas Riau, Sabtu, 4 Mei 2026. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo diwakili Kapok Sahli Brigjen TNI M. Yahya.

Kehadiran ini menjadi bagian dari dukungan TNI AD dalam penguatan nilai kebangsaan melalui pendidikan, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa yang menjadi peserta utama Olimpiade PPKN ke-15.

Kodam XIX Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan Lewat Pendidikan

Partisipasi Kodam XIX/Tuanku Tambusai menunjukkan pendekatan yang mulai bergeser—tidak hanya pada aspek pertahanan, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda.

Dalam laporan panitia, Olimpiade PPKN ke-15 dirancang sebagai ruang pengembangan wawasan kebangsaan sekaligus peningkatan kapasitas akademik peserta.

“Tujuannya membentuk generasi muda yang berintegritas dan memiliki kecintaan kuat terhadap tanah air,” demikian disampaikan dalam laporan pembukaan kegiatan di Universitas Riau.

Acara pembukaan berlangsung cukup hidup. Penampilan seni budaya yang ditampilkan bukan sekadar hiburan, tetapi juga pesan simbolik tentang keberagaman Indonesia.

Saya teringat suasana lomba serupa beberapa tahun lalu di kampus lain. Saat itu, debat konstitusi justru jadi ajang paling panas—bukan karena emosi, tapi karena gagasan yang saling berbenturan.

Olimpiade PPKN ke-15 Jadi Ruang Uji Nasionalisme Generasi Muda

Universitas Riau dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI AD, yang dinilai memperkuat ekosistem pendidikan karakter di luar ruang kelas.

Melalui Brigjen TNI M. Yahya, Kodam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan perannya sebagai bagian dari komponen bangsa dalam mencetak generasi berwawasan kebangsaan.

Olimpiade PPKN ke-15 akan berlangsung beberapa hari dengan sejumlah cabang lomba, seperti cerdas cermat, debat konstitusi, dan karya tulis ilmiah.

Kegiatan ini tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga cara berpikir kritis peserta terhadap isu kebangsaan yang kian kompleks.

Saya sempat berbincang dengan seorang mahasiswa peserta lomba. Ia mengatakan, memahami Pancasila hari ini bukan sekadar hafalan, tapi bagaimana menerapkannya di tengah realitas sosial yang berubah cepat.

Di titik ini, Olimpiade PPKN ke-15 bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi ruang latihan berpikir—tentang identitas, tentang negara, dan tentang masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX/TT Hadiri May Day Pekanbaru, Dorong Harmoni Industri


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Agus Hadi Waluyo menghadiri Senam Sehat K3 dalam rangka Hari Buruh Internasional 2026 di Lapangan Purna MTQ, Pekanbaru, Minggu pagi, 3 Mei 2026.

Sejak pukul 06.30 WIB, sekitar 500 pekerja, Forkopimda, dan perwakilan perusahaan berkumpul. Kegiatan ini mengusung tema kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kesejahteraan pekerja dan kemajuan industri.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Sorotan Utama

Dalam suasana santai, Pangdam XIX/TT tampak berbaur dengan peserta. Tidak ada sekat yang kaku antara aparat, pekerja, dan pejabat daerah.

Selain senam, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama Forkopimda. Agenda ini dimaknai sebagai simbol komitmen terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Agus Hadi Waluyo menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang sehat. “Kebersamaan seperti ini perlu terus dipelihara,” ujarnya di lokasi acara.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan industri. Tanpa kondisi yang kondusif, aktivitas ekonomi akan sulit berkembang optimal.

Saya sempat meliput peringatan May Day di kota lain beberapa tahun lalu. Nuansanya cenderung tegang. Dibandingkan itu, suasana di Pekanbaru kali ini terasa lebih cair dan komunikatif.

Stabilitas Keamanan dan Dukungan Kebijakan

Pangdam juga menegaskan kesiapan Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada pekerja.

“Kodam XIX/TT berkomitmen memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” kata Agus Hadi Waluyo. Ia menegaskan pendekatan tetap mengedepankan hukum dan ketertiban.

Pesan ini penting di tengah dinamika hubungan industrial yang kerap fluktuatif. Stabilitas keamanan sering kali menjadi faktor penentu kepercayaan investor.

Di sisi lain, kegiatan seperti ini menjadi ruang komunikasi informal antara pekerja dan pemerintah. Dialog yang biasanya formal, di sini berlangsung lebih cair.

Acara ditutup dengan pengundian grand prize dan sesi foto bersama. Menjelang siang, para pejabat meninggalkan lokasi, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan.

Momentum May Day di Pekanbaru tahun ini tidak hanya seremonial. Ia menjadi cermin bagaimana kolaborasi bisa dibangun tanpa tekanan, tapi lewat interaksi langsung.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto ,


Share:

Kodam XIX Kebut Jembatan Muara Musu, Akses 3 Desa Terbuka


Duta Nusantara Merdeka | Rokan Hulu 
Pembangunan jembatan gantung di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, terus dipacu Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026, progres fisik proyek strategis ini telah mencapai 47 persen.

Pengerjaan di lapangan dilakukan oleh Satgas Kodim 0313/KPR. Percepatan terlihat dalam beberapa hari terakhir, seiring cuaca yang relatif bersahabat dan memungkinkan pekerjaan konstruksi berjalan lebih stabil.

Progres Konstruksi Mulai Masuk Tahap Krusial

Fokus utama saat ini ada pada struktur bawah jembatan. Pengecoran beton untuk tower dan anchor atau jangkar seling sudah mendekati rampung, masing-masing mencapai sekitar 90 persen.

Di sisi lain, pekerjaan bekisting tercatat mencapai 60 persen. Tahap awal pemasangan tower atau pylon mulai berjalan, meski masih di kisaran 10 persen. Ini menandai proyek segera beranjak ke fase perakitan struktur atas.

Seorang anggota tim satgas di lapangan menyebutkan, percepatan ini bukan kebetulan. “Pengecoran struktur utama telah mendekati tahap penyelesaian. Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pembangunan ini segera rampung,” ujarnya.

Dalam beberapa proyek infrastruktur daerah yang pernah saya liput, fase peralihan dari fondasi ke struktur atas biasanya menjadi titik penentu. Jika fase ini mulus, proyek cenderung lebih terjaga dari keterlambatan.

Dampak Langsung bagi Mobilitas dan Ekonomi Warga

Jembatan sepanjang 100 meter ini akan menjadi penghubung utama tiga desa: Muara Musu, Sirombou Indah, dan Sungai Dua Indah. Total sekitar 3.000 jiwa akan bergantung pada akses ini.

Selama ini, warga kerap terisolasi saat musim hujan. Debit sungai bisa naik hingga 5–7 meter, membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan terganggu.

Saya pernah menemui kasus serupa di daerah lain, ketika warga harus memutar hingga puluhan kilometer hanya untuk menjual hasil kebun. Infrastruktur sederhana seperti jembatan justru menjadi pembeda antara stagnasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai menekankan pentingnya kolaborasi antara prajurit TNI AD dan masyarakat setempat. Sinergi ini dinilai mempercepat pekerjaan sekaligus memastikan proyek tepat sasaran.

Dengan progres yang terus bergerak, jembatan ini diharapkan segera berfungsi sebagai akses vital yang memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah Rokan Hulu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Peringati Hari Buruh, Kodam XIX Pastikan Situasi Aman Kondusif


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo memantau langsung situasi wilayah saat peringatan Hari Buruh Internasional, di Pekanbaru, Jumat (1/5/2026). Pemantauan dilakukan bersama Pejabat Utama Kodam untuk memastikan keamanan tetap terkendali.

Langkah ini ditempuh di tengah potensi kerawanan yang kerap muncul saat May Day. Pangdam menekankan kesiapsiagaan aparat sekaligus pendekatan humanis agar aspirasi buruh tetap tersalurkan tanpa gesekan di lapangan.

Pemantauan Terpusat dan Respons Lapangan

Pemantauan dilakukan melalui komunikasi terpusat yang terhubung dengan satuan kewilayahan. Laporan masuk secara real-time dari berbagai daerah yang menjadi titik konsentrasi massa buruh.

Model ini bukan hal baru. Dalam beberapa momentum serupa, pendekatan berbasis laporan cepat terbukti efektif meredam potensi konflik sejak dini. Seorang perwira yang pernah bertugas di wilayah industri bahkan menyebut, “yang krusial itu bukan jumlah personel, tapi kecepatan membaca situasi.”

Pangdam Agus Hadi Waluyo menegaskan, aparat harus hadir tanpa memancing eskalasi. “Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedepankan komunikasi yang baik, serta hindari tindakan yang dapat menimbulkan eskalasi di lapangan,” ujarnya.

Pendekatan Humanis dan Sinergi Lintas Sektor

Kodam XIX menekankan sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pengamanan dan kebebasan menyampaikan aspirasi.

Hari Buruh, bagi banyak pekerja, bukan sekadar agenda tahunan. Ini ruang ekspresi yang sensitif. Pengalaman di beberapa kota industri menunjukkan, pendekatan represif justru memicu ketegangan. Karena itu, instruksi humanis menjadi garis tegas dalam pengamanan kali ini.

Selain itu, Pangdam mengingatkan pentingnya disiplin dan etika prajurit. Profesionalisme dianggap sebagai fondasi utama menjaga kepercayaan publik terhadap TNI.

Hasil pemantauan menunjukkan situasi wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai berlangsung aman dan kondusif. Aksi buruh berjalan tertib tanpa gangguan berarti.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

HUT Persit ke-80, Penanaman Mangrove Bengkalis Jadi Sorotan


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Peringatan Hari Ulang Tahun Persit Kartika Chandra Kirana ke-80 tak hanya diisi seremoni. Di pesisir Kabupaten Bengkalis, Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama jajaran Korem 031/Wira Bima memilih turun langsung menanam mangrove sebagai pesan nyata menjaga lingkungan, Selasa, 28 April 2026.

Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han mendampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama Ketua Persit KCK Pengurus Daerah XIX/Tuanku Tambusai dalam kegiatan itu. Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031 juga ikut terlibat langsung di lapangan.

Penanaman Mangrove Bengkalis Jadi Langkah Nyata

Kegiatan penanaman mangrove Bengkalis ini bukan sekadar agenda simbolis. Wilayah pesisir Bengkalis selama ini menghadapi ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai dan berdampak pada kehidupan warga sekitar.

Mangrove dipilih karena menjadi benteng alami yang efektif menahan abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut. Akar-akar tanaman ini mampu menahan sedimen dan memperkuat bibir pantai dari hempasan gelombang.

Karena itu, Brigjen TNI Agustatius Sitepu bersama Pangdam XIX/TT ikut menanam langsung bibit mangrove di lokasi kegiatan. Kehadiran pimpinan di lapangan memberi pesan bahwa urusan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan pada slogan.

Libatkan TNI, Pemda, dan Masyarakat

Kegiatan ini melibatkan prajurit TNI, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Pemerintah Daerah Bengkalis, serta masyarakat setempat. Ratusan bibit mangrove ditanam di sepanjang garis pantai sebagai upaya pemulihan kawasan pesisir.

Kolaborasi semacam ini penting. Sebab, menjaga pesisir tidak bisa selesai dalam satu hari. Perlu konsistensi, perawatan, dan kesadaran bersama agar tanaman yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh menjadi perlindungan jangka panjang.

Di banyak daerah, program serupa sering berhenti setelah foto bersama selesai. Bengkalis tentu berharap berbeda. Penanaman ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih berkelanjutan.

Momentum HUT Persit ke-80 akhirnya menjadi pengingat sederhana: menjaga negara tidak selalu lewat barisan dan senjata, tetapi juga lewat lumpur pesisir dan bibit mangrove yang ditanam dengan tangan sendiri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kodam XIX/TT Terima 36 Mobil Damkar untuk Antisipasi Karhutla


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menerima 36 unit mobil pemadam kebakaran bantuan Kementerian Pertahanan RI untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Penyerahan berlangsung di Lapangan Apel Makodam XIX/TT, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan itu dipimpin Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M., serta dihadiri Pejabat Utama Kodam dan para Komandan Satuan jajaran Kodam XIX/TT. Bantuan ini dinilai menjadi langkah strategis menghadapi ancaman karhutla yang hampir setiap tahun menjadi persoalan serius di dua wilayah tersebut.

Distribusi Mobil Damkar untuk Satuan Jajaran

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada Pasilog Kodim 0315/Tanjungpinang, Kodim 0301/Pekanbaru, Brigif 89/GG, dan Yonarhanud 13/PBY.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu sambutan Kasdam XIX/Tuanku Tambusai. Dalam arahannya, Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan bahwa kendaraan operasional ini bukan sekadar tambahan armada, melainkan bagian dari kesiapsiagaan satuan menghadapi bencana.

Di Riau, musim kemarau kerap membawa kekhawatiran lama: asap, lahan terbakar, dan aktivitas warga yang terganggu. Banyak masyarakat masih mengingat bagaimana kabut asap pernah melumpuhkan sekolah hingga penerbangan. Karena itu, tambahan armada seperti ini bukan perkara kecil.

“Dukungan ini harus dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan penuh tanggung jawab, serta digunakan secara profesional, terukur, dan tepat sasaran,” ujar Brigjen TNI Rudi Hermawan dalam sambutannya, Selasa (28/4/2026).

Fokus Perkuat Penanganan Karhutla

Kasdam menekankan seluruh kendaraan operasional yang diterima harus benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam penanggulangan karhutla dan kesiapsiagaan bencana lainnya.

Bagi banyak daerah di Riau dan Kepri, mobil damkar sering kali menjadi garda pertama saat api mulai meluas. Dalam sejumlah kasus, kecepatan respons hanya ditentukan oleh satu hal sederhana: seberapa cepat armada tiba di lokasi.

Karena itu, distribusi 36 unit mobil damkar ini diharapkan memperkuat respons lapangan sekaligus mempererat sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis, penandatanganan berita acara serah terima, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta sesi foto bersama.

Dengan tambahan armada tersebut, Kodam XIX/TT menargetkan penanganan karhutla di wilayah tugas menjadi lebih cepat, terukur, dan efektif, terutama menjelang musim rawan kebakaran pada pertengahan tahun.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Danrem 031/WB Dampingi Pangdam XIX/TT Silaturahmi ke Bengkalis


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han mendampingi Pangdam XIX/TT dalam kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Daerah Bengkalis, Selasa, 28 April 2026. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., MMP bersama jajaran pemerintah daerah. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka, menandai hubungan yang selama ini terjalin cukup harmonis antara kedua institusi.

Danrem 031/WB Dampingi Pangdam XIX/TT ke Bengkalis

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XIX/TT menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antara TNI dan pemerintah daerah. Menurut dia, sinergi yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Ia menilai stabilitas wilayah tidak bisa dibangun hanya dengan pendekatan keamanan semata. Pemerintah daerah, aparat teritorial, dan masyarakat harus bergerak dalam irama yang sama.

Di lapangan, hal seperti ini sering terlihat sederhana—sekadar kunjungan dan jamuan singkat. Namun, pengalaman menunjukkan banyak persoalan daerah justru selesai dari meja silaturahmi, bukan dari ruang rapat yang terlalu formal.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menambahkan bahwa silaturahmi seperti ini bukan sekadar agenda seremonial. Menurut dia, kehadiran TNI harus terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama untuk hadir dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan posisi TNI bukan hanya sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan publik.

Bupati Bengkalis Apresiasi Dukungan TNI

Bupati Bengkalis Kasmarni menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dan dukungan jajaran TNI terhadap berbagai agenda pembangunan di wilayahnya.

Menurut dia, hubungan yang selama ini terjalin perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif, terutama dalam menjaga rasa aman dan nyaman.

Kasmarni berharap kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis semakin solid ke depan. Dengan begitu, pembangunan daerah dapat berjalan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa sinergi TNI dan pemerintah daerah tetap menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga Bengkalis tetap stabil dan berkembang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX/TT Soroti Posisi Strategis Bengkalis dan Ancaman Karhutla


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menegaskan Kabupaten Bengkalis memegang posisi strategis karena berada di jalur Selat Malaka, salah satu lintasan perdagangan internasional paling vital di kawasan Asia Tenggara.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri ramah tamah bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan jajaran Forkopimda di Wisma Sri Mahkota, Senggoro, Senin malam (27/04/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Bupati Bengkalis Kasmarni, serta sejumlah pejabat strategis daerah.

Posisi Bengkalis Tak Bisa Dipandang Biasa

Bagi daerah pesisir seperti Bengkalis, stabilitas bukan sekadar urusan keamanan. Ia berkaitan langsung dengan arus perdagangan, investasi, hingga rasa aman masyarakat sehari-hari.

Saya pernah mendengar seorang nelayan di pesisir Riau berkata, “Kalau laut tenang, dapur juga ikut tenang.” Kalimat sederhana itu menjelaskan betapa pentingnya stabilitas wilayah bagi kehidupan warga.

Mayjen Agus Hadi menilai letak Bengkalis di jalur Selat Malaka membuat daerah ini harus memiliki kesiapsiagaan tinggi, terutama di tengah dinamika global yang terus berubah.

Menurut dia, komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi fondasi utama agar pembangunan daerah berjalan sejalan dengan kepentingan pertahanan wilayah.

“Sinergi yang kuat harus diwujudkan dalam langkah nyata untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati Bengkalis Kasmarni juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan lintas sektor. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda.

Antisipasi Karhutla Jadi Sorotan Serius

Selain isu strategis wilayah, Pangdam XIX/TT juga memberi perhatian khusus pada ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang hampir selalu menjadi alarm tahunan di wilayah Sumatra.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan dini jauh lebih penting daripada penanganan saat api sudah membesar.

Langkah antisipatif itu, menurutnya, harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta penguatan deteksi awal di lapangan.

Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan, karhutla bukan hanya soal asap. Dampaknya menjalar ke kesehatan warga, aktivitas sekolah, hingga roda ekonomi lokal.

Karena itu, pendekatan bersama menjadi keharusan, bukan pilihan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat. Suasana akrab antara jajaran TNI dan pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa stabilitas wilayah memang dibangun dari hubungan yang solid, bukan hanya rapat formal.

Di Bengkalis, pesan itu terasa jelas: menjaga daerah strategis membutuhkan kerja bersama yang nyata.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Purnawirawan, Fokus Kedaulatan RI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara Silaturahmi Purnawirawan TNI yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta Pusat, Jumat (24/04/2026).

Dalam forum itu, hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah dinamika geopolitik yang makin rumit, ruang dialog antara TNI aktif dan para purnawirawan menjadi penting untuk menjaga arah pertahanan nasional tetap konsisten.

Saya pernah mendengar seorang purnawirawan mengatakan, ancaman negara sering kali datang bukan saat perang terlihat jelas, tetapi ketika kewaspadaan mulai longgar. Kalimat itu terasa relevan dalam forum seperti ini.

Karena itu, kehadiran para sesepuh TNI dari berbagai matra dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan pemikiran strategis, bukan sekadar nostalgia institusi.

Menhan Sjafrie Tekankan Strategi Defensif Aktif

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan konstitusi dan kepentingan nasional.

Menurut dia, strategi yang dijalankan adalah defensif aktif, yakni menjaga kedaulatan negara tanpa mengabaikan stabilitas kawasan regional.

Pendekatan ini dinilai penting karena Indonesia berada di tengah dinamika global yang cepat berubah, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ancaman nonmiliter yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut, berbagai masukan dari para purnawirawan TNI juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Masukan itu disebut sebagai bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan pertahanan ke depan agar tetap adaptif terhadap tantangan zaman.

Sinergi TNI Aktif dan Purnawirawan Dinilai Krusial

Hubungan antara TNI aktif dan purnawirawan selalu memiliki dimensi yang khas. Ada pengalaman lapangan, memori sejarah, dan pembelajaran panjang yang tidak selalu tertulis di dokumen resmi.

Itulah sebabnya forum silaturahmi seperti ini sering menjadi ruang penting untuk membaca situasi dari perspektif yang lebih luas.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama jajaran kepala staf matra menunjukkan bahwa komunikasi lintas generasi tetap menjadi prioritas.

Tujuannya sederhana, tetapi mendasar: menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terbangun komunikasi yang harmonis serta sinergi yang semakin kuat antara TNI aktif dan purnawirawan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional ke depan.

Di tengah perubahan dunia yang serba cepat, pertahanan negara memang tidak hanya soal alutsista, tetapi juga soal kesinambungan cara berpikir dan keteguhan menjaga republik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Satgas Anti Narkoba Riau Dibentuk, Sindikat Lintas Negara Diburu


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pemerintah Provinsi Riau menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/4/2026) pukul 08.13 WIB. Apel ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat perang terhadap jaringan narkotika yang semakin terorganisir dan lintas batas.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF. Haryanto, memimpin langsung apel bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, Kepala BNNP Riau Brigjen Pol. Christ Reinhard Pusung, serta Kajati Riau Dr. Sutikno.

Sindikat Narkoba Tidak Lagi Bergerak Sendiri

Pemerintah menilai kejahatan narkotika kini bukan lagi kasus kecil yang berdiri sendiri. Jaringannya bergerak lintas kabupaten, lintas provinsi, bahkan lintas negara, dengan pola yang semakin sulit dideteksi.

Karena itu, pembentukan Satgas Anti Narkoba Riau diarahkan bukan sekadar seremoni. Fokus utamanya adalah penindakan tanpa kompromi, pemetaan jalur rawan, pemutusan rantai distribusi, dan penguatan pencegahan berbasis masyarakat.

Komandan apel dijabat AKBP Lilik Surianto. Pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Bea Cukai, Lapas, Avsec, hingga organisasi masyarakat Granat ikut dikerahkan.

Pemandangan itu mengingatkan pada satu kenyataan sederhana: narkoba tidak memilih korban. Ia bisa masuk dari pelabuhan, bandara, lingkungan sekolah, bahkan dari lingkaran pertemanan yang paling dekat.

Saya pernah mendengar cerita seorang orang tua di Pekanbaru yang tak percaya anaknya terjerat narkoba hanya karena “sekadar ikut teman nongkrong.” Saat sadar, semuanya sudah terlambat. Cerita seperti ini tidak pernah benar-benar jauh dari kita.

Pangdam: Jangan Diam, Ini Ancaman Generasi

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba di Provinsi Riau.

“Kejahatan narkoba adalah ancaman serius bagi seluruh masyarakat karena dapat memusnahkan generasi bangsa,” tegas Agus Hadi Waluyo.

Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Masyarakat harus ikut bergerak karena jaringan narkotika tumbuh subur saat lingkungan memilih diam.

“Diperlukan kesadaran kolektif serta gerakan bersama di tengah masyarakat dalam memberantas narkoba,” lanjutnya.

Apel kemudian dilanjutkan dengan pemasangan rompi simbolis kepada perwakilan pasukan dan pembacaan serta penandatanganan Deklarasi “Riau Tangguh, Bersih dari Narkoba”.

Kegiatan berakhir pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih besar: perang terhadap narkoba tidak selesai di lapangan apel, melainkan dimulai dari sana.

Langkah terpadu ini menegaskan komitmen seluruh elemen di Riau untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika dan melindungi masa depan generasi muda.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Tinjau Yon TP 952, Soroti Kesiapan Prajurit


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP meninjau langsung Marshalling Area (MA) Yon TP 952/Imam Bulqin di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan prajurit menghadapi berbagai spektrum tugas, mulai dari operasi tempur hingga tugas teritorial. Peninjauan juga menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kondisi personel dan fasilitas satuan.

Setibanya sekitar pukul 14.55 WIB, Pangdam disambut hormat jajar, yel-yel prajurit, hingga atraksi pencak silat yang menunjukkan kesiapan fisik dan mental pasukan.

Rombongan pejabat utama Kodam XIX turut mendampingi peninjauan di dua titik, yakni di Jalan Lintas Duri–Dumai Simpang Bangko, Desa Kasumbo Ampai, serta Jalan Lingkar Simpang 5, Desa Petani.

Pangdam Tekankan Mental Juang dan Disiplin

Dalam arahannya, Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa prajurit tidak cukup hanya hadir secara fisik. Mental juang, disiplin, dan rasa syukur, menurut dia, menjadi fondasi utama dalam pengabdian seorang tentara.

Ia mengingatkan bahwa setiap personel wajib memiliki kemampuan dasar yang kuat, mulai dari ketahanan fisik, kemampuan menembak, hingga bela diri yang harus terus diasah melalui latihan berkelanjutan.

Saya pernah mendengar seorang perwira senior mengatakan, latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan cara paling jujur untuk mengukur kesiapan. Saat kondisi lapangan berubah cepat, hanya disiplin yang biasanya tetap bertahan.

Pesan itu terasa relevan dengan situasi saat ini. Tugas prajurit semakin kompleks, bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga dituntut adaptif menghadapi persoalan sosial di wilayah binaan.

Marshalling Area Jadi Titik Strategis Pembinaan

Menurut Pangdam, Marshalling Area Yon TP 952/Imam Bulqin memegang peran penting sebagai pusat pembinaan dan penguatan kesiapan prajurit.

“Tidak boleh ada prajurit yang lemah, seluruh personel harus siap dalam kondisi apa pun,” tegasnya dalam pengarahan di Bengkalis.

Selain kemampuan tempur, ia juga mendorong penguatan keterampilan teritorial seperti pertanian, konstruksi, peternakan, dan perikanan untuk mendukung kemandirian prajurit.

Pendekatan ini menarik. Di banyak wilayah, prajurit bukan hanya simbol pertahanan, tetapi juga bagian dari denyut ekonomi masyarakat sekitar. Ketika kemampuan teritorial kuat, hubungan dengan warga biasanya ikut menguat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan Komandan Batalyon mengenai kondisi dan kesiapan satuan sebelum rombongan melaksanakan Sholat Ashar berjamaah di Masjid MA Yon TP 952/IB sekitar pukul 15.40 WIB.

Kunjungan Pangdam XIX Tuanku Tambusai ini menegaskan bahwa kesiapan prajurit bukan sekadar soal senjata, tetapi juga karakter, daya tahan, dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika tugas yang terus berubah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Dorong Sinergi Pembangunan Dumai


Duta Nusantara Merdeka | Dumai 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghadiri ramah tamah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Dumai di Gedung Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh, Jumat (24/4/2026) pukul 09.10 WIB.

Kunjungan kerja itu bukan sekadar seremoni. Dalam forum tersebut, Pangdam menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Kota Dumai.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tekankan Kolaborasi Daerah

Setibanya di lokasi, Pangdam bersama rombongan disambut Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, Wali Kota Dumai H. Paisal, serta unsur TNI-Polri dan para pemangku kepentingan daerah.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, tetapi substansinya serius. Pemerintah Kota Dumai memaparkan potensi ekonomi daerah yang selama ini ditopang sektor crude palm oil (CPO), termasuk agenda besar pengembangan pelabuhan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.

Bagi daerah seperti Dumai, pelabuhan bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah urat nadi ekonomi. Saya pernah melihat sendiri bagaimana kota pelabuhan bisa hidup hanya karena arus logistik lancar. Ketika akses tersendat, ekonomi lokal ikut tersendat.

Wali Kota Dumai H. Paisal menegaskan percepatan pembangunan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk TNI.

“Kami berharap arahan dan dukungan Pangdam, karena sinergi ini menjadi kunci percepatan pembangunan Kota Dumai,” ujarnya.

Dukungan TNI untuk Stabilitas dan Infrastruktur Dumai

Menanggapi hal itu, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan TNI memiliki peran penting, bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga operasi selain perang.

“TNI memiliki dua fungsi utama, yakni operasi militer untuk perang dan operasi selain perang. Di wilayah seperti Dumai, peran kami lebih banyak pada penanganan bencana, karhutla, serta menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pembangunan daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ego sektoral, menurutnya, justru sering menjadi penghambat paling nyata.

Kalimat itu terasa sederhana, tapi sangat relevan. Banyak proyek daerah tersendat bukan karena anggaran kurang, melainkan karena koordinasi yang lemah. Di lapangan, persoalannya sering klasik: masing-masing berjalan dengan peta sendiri.

“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan visi dan tujuan bersama demi kemajuan daerah. Saya siap mendukung, termasuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Pertemuan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata, makan siang bersama, dan foto bersama.

Namun yang paling penting bukan sesi formal itu, melainkan pesan bahwa Pangdam XIX Tuanku Tambusai dukung pembangunan Kota Dumai melalui penguatan sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah agar pertumbuhan berjalan stabil dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

TMMD ke-128 Kodim Bengkalis Dorong Percepatan Pembangunan Desa


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pembukaan program TMMD ke-128 Kodim 0303/Bengkalis digelar di Bengkalis, Rabu (22 April 2026), dengan fokus percepatan pembangunan desa. Kegiatan ini mempertemukan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu agenda kolaboratif.

Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menegaskan, TMMD ke-128 Bengkalis bukan sekadar proyek fisik. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

TMMD ke-128 Bengkalis dan Fokus Pembangunan Desa

Program TMMD ke-128 Kodim Bengkalis menyasar pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari pembukaan jalan hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Kegiatan sosial dan penyuluhan juga menjadi bagian utama.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menyebut, percepatan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Program TMMD ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan,” ujarnya.

Di sejumlah daerah, pola seperti ini terbukti efektif. Saya pernah meliput program serupa di wilayah Sumatera beberapa tahun lalu. Jalan desa yang awalnya sulit dilalui berubah menjadi akses ekonomi baru dalam hitungan bulan.

Hal serupa diharapkan terjadi di Bengkalis. Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi pintu masuk bagi aktivitas ekonomi warga.

Dampak Sosial dan Penguatan Gotong Royong

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 Bengkalis juga menargetkan penguatan nilai sosial. Gotong royong kembali didorong sebagai fondasi utama pembangunan desa.

“Gotong royong adalah budaya bangsa yang harus terus kita jaga,” kata Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu. Ia menilai keterlibatan warga menjadi faktor penentu keberhasilan program.

Dalam banyak kasus, proyek pembangunan sering tersendat karena minim partisipasi masyarakat. Di sinilah pendekatan TMMD menjadi berbeda—warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama.

Saya masih ingat obrolan dengan kepala desa di Riau yang mengatakan, “Kalau warga ikut bangun, mereka juga ikut menjaga.” Logika sederhana ini sering luput dalam proyek pembangunan konvensional.

Program TMMD ke-128 Kodim Bengkalis diharapkan selesai tepat waktu. Lebih dari itu, hasilnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini