Pangdam XIX Tuanku Tambusai Agus Hadi Waluyo mengikuti Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 yang digelar secara hybrid di Gedung Prof Dr Satrio Seskoad, Bandung, Rabu, 13 Mei 2026. Forum itu membahas transformasi militer TNI AD di tengah perkembangan teknologi dan tekanan ekonomi global.
Seminar bertema “From Combat Force to Strategic Forces: Transformasi TNI AD melalui Yonif TP, AI, dan Ekonomi Nasional” tersebut menghadirkan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai keynote speaker. Acara juga diikuti secara daring oleh Danrem, Danbrigif TP, Dandim, hingga Danyonif TP dari berbagai wilayah Indonesia.
Pangdam XIX TT Soroti Perubahan Ancaman Modern
Dalam forum itu, Agus Hadi Waluyo menekankan perubahan pola ancaman saat ini tidak lagi sepenuhnya berbentuk perang konvensional. Teknologi digital, kecerdasan buatan, dan ketahanan ekonomi mulai menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan nasional.
“Transformasi TNI AD harus dipahami secara menyeluruh oleh seluruh jajaran. Perkembangan teknologi, penguatan kemampuan teritorial, hingga dukungan terhadap ekonomi nasional menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Agus Hadi Waluyo.
Di lingkungan militer, pembahasan soal AI bukan lagi tema futuristik. Seorang peserta seminar bahkan sempat menyebut perubahan ini mirip pergeseran era radio komunikasi menuju sistem satelit tempur. Dulu dianggap rumit, kini menjadi kebutuhan dasar operasi.
Pangdam XIX TT menilai kesiapan satuan harus berjalan seiring dengan percepatan teknologi. Sebab, modernisasi alat dan sistem pertahanan tanpa peningkatan kualitas personel hanya akan menjadi proyek administratif semata.
Seminar Seskoad Jadi Ruang Evaluasi Strategis
Seminar nasional itu juga menjadi ruang diskusi mengenai penguatan profesionalisme prajurit dan arah pembangunan kekuatan matra darat yang lebih adaptif. Fokus pembahasan diarahkan pada peran satuan tempur penyangga dalam menjaga stabilitas nasional.
Selain isu pertahanan, forum turut membahas hubungan antara keamanan dan ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, isu geopolitik global memang ikut memengaruhi pola pertahanan banyak negara, termasuk Indonesia.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu memperlihatkan bagaimana TNI AD mulai bergerak menyesuaikan diri dengan pola ancaman modern. Tidak hanya soal kekuatan tempur, tetapi juga kemampuan membaca perubahan teknologi dan dinamika ekonomi secara bersamaan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























