TNI Angkatan Udara memasuki usia ke-80 dengan menegaskan arah baru: percepatan pembangunan kekuatan udara nasional. Hal ini disampaikan Kasau, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, saat memimpin upacara HUT ke-80 TNI AU di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).
Dalam momentum ini, TNI AU tidak hanya merayakan usia panjang, tetapi juga menegaskan posisi strategisnya di tengah dinamika keamanan dan tuntutan global yang makin kompleks.
Akselerasi Jadi Kunci di Usia 80 Tahun
Kasau, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menekankan bahwa TNI AU kini memasuki fase akselerasi yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan integrasi kekuatan.
“Akselerasi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan memastikan seluruh kekuatan udara bekerja utuh dan berdampak nyata,” ujar Kasau dalam amanatnya.
Ia menyebut pengabdian prajurit TNI AU selama delapan dekade bukan sekadar simbol, tetapi tercermin dari kesiapan hadir di berbagai situasi, mulai dari operasi militer hingga misi kemanusiaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, indikator profesionalisme terlihat dari capaian zero accident selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini jarang terjadi dalam operasi udara yang memiliki risiko tinggi.
Saya teringat obrolan singkat dengan seorang teknisi pesawat di sebuah pangkalan udara beberapa waktu lalu. Ia bilang, “Satu baut longgar saja bisa jadi masalah besar.” Kalimat itu sederhana, tapi menjelaskan kenapa zero accident jadi prestasi penting.
Misi Kemanusiaan hingga Reformasi Internal
Selain aspek operasional, TNI AU juga menunjukkan peran global melalui misi kemanusiaan. Salah satunya airdrop bantuan 17,8 ton ke Gaza, serta respons cepat dalam penanganan bencana di Sumatera.
Di sisi internal, peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong melalui berbagai program pembinaan dan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
TNI AU juga memperkuat tata kelola organisasi dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan penghargaan Unit Pelayanan Prima. Ini menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi berjalan paralel dengan penguatan militer.
“Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menjawab tuntutan lingkungan strategis yang terus berkembang,” ujar Kasau.
Menutup peringatan ini, Kasau menegaskan bahwa delapan dekade pengabdian menjadi titik tolak untuk bergerak lebih cepat dan lebih relevan dalam menjaga stabilitas nasional.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























