Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Panduan Lengkap Makanan Sehat Jantung dan Pantangan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panduan resmi Kementerian Kesehatan menjelaskan pola makan sehat jantung yang wajib diterapkan untuk mencegah gejala serius penyakit kardiovaskular.

Prinsip Pola Makan untuk Menjaga Jantung

Penyakit jantung berkembang perlahan dan kerap tidak disadari. Tanpa perubahan gaya hidup dan pola makan, penumpukan plak di arteri dapat menghambat aliran darah menuju jantung.

Ketika aliran darah berkurang, gejala seperti nyeri dada dan sesak napas bisa muncul. Dalam kondisi berat, gangguan ini berpotensi berujung serangan jantung atau henti jantung mendadak.

Pedoman kesehatan menekankan pembatasan garam, terutama bagi penderita hipertensi. Asupan karbohidrat berlebih juga perlu dikontrol, khususnya pada individu dengan berat badan berlebih.

Makanan tinggi lemak sebaiknya dibatasi dan diganti sumber protein rendah lemak, seperti ikan segar atau daging tanpa lemak. Konsumsi buah dan sayur dianjurkan karena kaya nutrisi dan rendah kalori.

Makanan olahan tinggi sodium, gula, dan lemak trans perlu dikurangi. Porsi makan juga harus dijaga agar berat badan tetap stabil dan metabolisme tubuh tidak terbebani.

Minuman berkafein dan alkohol disarankan dibatasi. Bumbu terlalu pedas atau merangsang sebaiknya dihindari karena dapat memicu respons tubuh yang tidak stabil.

Daftar Makanan Baik dan Pantangan

Buah serta sayuran menjadi komponen utama diet jantung sehat. Kandungan antioksidan dan serat membantu melindungi pembuluh darah sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

Sayuran hijau seperti bayam dan sawi dikenal kaya vitamin serta antioksidan. Buah seperti beri, jeruk, melon, dan pepaya juga dinilai mendukung kesehatan kardiovaskular.

Ikan berlemak, termasuk salmon dan sarden, mengandung omega-3 yang bersifat anti-inflamasi. Nutrisi ini membantu menurunkan risiko gangguan jantung jika dikonsumsi rutin dalam porsi wajar.

Biji-bijian utuh dan kacang menyediakan serat serta lemak baik. Namun karena padat kalori, konsumsinya tetap perlu disesuaikan kebutuhan energi harian.

Sumber lemak sehat seperti minyak zaitun dan alpukat dapat membantu menurunkan kolesterol. Produk susu rendah lemak juga dianjurkan sebagai alternatif lebih aman.

Cokelat hitam dengan kadar kakao minimal 70 persen mengandung flavonoid yang berpotensi melindungi jantung. Konsumsinya disarankan terbatas, maksimal beberapa porsi per minggu.

Bawang putih dikenal mengandung allicin. Riset yang dikutip Healthline menunjukkan ekstraknya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Studi dari Harvard Medical School dan Brigham and Women's Hospital menemukan konsumsi tahu mingguan berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, makanan seperti daging merah berlemak, soda, makanan olahan tinggi gula, serta karbohidrat olahan perlu dibatasi. Jenis makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko kardiovaskular.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


 

Share:

Bahaya Memencet Jerawat, Pria di China Alami Pneumonia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kebiasaan memencet jerawat kerap dianggap sepele. Namun sebuah kasus di China timur menunjukkan, tindakan kecil itu dapat berujung pada kondisi medis yang serius.

Seorang pria bernama Chen, warga Provinsi Jiangsu, dilaporkan mengalami demam tinggi dan pembengkakan di area mulut setelah memencet bintik merah yang tampak seperti jerawat.

Gejala tersebut muncul tak lama setelah jerawat di dagunya dipencet. Awalnya, Chen mengira kondisi itu tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya.

Namun kondisinya justru memburuk. Infeksi yang bermula di sekitar mulut dilaporkan menjalar dan mulai memengaruhi fungsi paru-parunya.

Media lokal menyebutkan, Chen kemudian didiagnosis menderita pneumonia ganda. Kondisinya dinilai kritis dan membutuhkan penanganan medis intensif.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah dilaporkan oleh Jiangsu Television pada Selasa, 12 Januari 2021, dan kemudian dikutip oleh sejumlah media internasional.

Chen diketahui tinggal di Kota Changzhou, Jiangsu. Gejala awal berupa demam dan kesulitan bernapas muncul pada awal Desember, tak lama setelah insiden memencet jerawat itu.

Selain demam, bagian mulut Chen dilaporkan mengalami pembengkakan dan kemerahan yang cukup parah. Kondisi tersebut membuat keluarganya panik.

Istri Chen, Tian, mengatakan dirinya sempat memperingatkan suaminya agar tidak memencet jerawat tersebut. Ia mengingat pengalaman serupa yang pernah terjadi sebelumnya.

“Dia memiliki jerawat di dagu. Saya sudah melarangnya memencet, karena dia pernah melakukan hal serupa,” ujar Tian kepada media setempat.

Melihat kondisi Chen yang terus memburuk, Tian akhirnya membawa suaminya ke First People’s Hospital di Changzhou untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasus ini kembali mengingatkan risiko infeksi serius akibat luka terbuka di area wajah. Para tenaga medis kerap mengimbau masyarakat agar tidak memencet jerawat secara sembarangan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 



Share:

Peringati Hari Kanker Sedunia, Golkar Dorong Pencegahan dan Edukasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar menggelar seminar “Bersama Melawan Kanker Menuju Masa Depan Lebih Sehat” di Jakarta, Rabu (4/2/2026), menekankan pentingnya kesadaran kolektif pencegahan kanker.

Sri Suparni Bahlil, menyampaikan tema tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat kepedulian masyarakat. Ia menilai peningkatan literasi kesehatan harus berjalan seiring dengan gerakan nyata pencegahan kanker sejak dini.

Sri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan oleh Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, forum seperti ini membuka ruang edukasi yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kalangan perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga.

Ia menyinggung data Kementerian Kesehatan yang memproyeksikan peningkatan kasus kanker menuju 2050. Sri menyebut setiap individu memiliki potensi mengalami pertumbuhan sel abnormal, sehingga upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama.

Berdasarkan data kesehatan nasional, sekitar 400.000 kasus baru kanker terdeteksi setiap tahun di Indonesia. Angka kematian diperkirakan mencapai 240.000 kasus, menegaskan urgensi penguatan strategi deteksi dan penanganan sejak dini.

Sri menekankan pentingnya pemahaman ilmiah mengenai perkembangan sel kanker. Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh dapat memperbaiki kerusakan DNA atau mematikan sel bermasalah melalui mekanisme alami yang dikenal sebagai apoptosis.

Ia menilai pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak hidup dalam ketakutan berlebihan. Sebaliknya, kesadaran ilmiah diharapkan mendorong masyarakat lebih disiplin menjalankan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama.

Sri menegaskan prinsip pencegahan lebih efektif dibandingkan pengobatan. Menurutnya, menjaga kesehatan melalui gaya hidup aktif, asupan gizi seimbang, pengelolaan stres, dan pemeriksaan rutin menjadi investasi kesehatan jangka panjang.

Ia juga menyoroti kegiatan olahraga rutin yang dilakukan anggota Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar. Aktivitas tersebut dinilai mampu menjaga kesehatan fisik sekaligus membantu pengelolaan stres, yang menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Sri berharap meningkatnya prediksi kasus kanker dapat direspons dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Ia menilai pengetahuan harus diterjemahkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam seminar tersebut, peserta juga mendapat paparan dari sejumlah narasumber. Salah satunya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, yang memaparkan strategi nasional pencegahan kanker.

Selain itu, hadir perwakilan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia, Yani Nirmalasari, serta Ketua Divisi Onkologi Ginekologi RSCM, dr. Fitriyadi Kusuma. Keduanya memberikan perspektif medis dan pengalaman pendampingan pasien kanker.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, menyoroti kompleksitas deteksi kanker. Ia menyebut sejumlah jenis kanker sulit terdeteksi karena gejala awalnya sering menyerupai penyakit lain.

Sarmuji membagikan pengalaman pribadi terkait putranya yang pernah didiagnosis kanker darah. Ia menuturkan proses diagnosis berlangsung panjang karena hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan peningkatan leukosit secara signifikan.

Menurutnya, diagnosis baru ditegakkan setelah pemeriksaan lanjutan melalui pengambilan sampel sumsum tulang. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ketelitian medis dalam menilai gejala yang memiliki kemiripan antarpenyakit.

Ia menilai kesiapan tenaga medis menjadi faktor krusial dalam mendeteksi kanker. Dokter diharapkan membuka berbagai kemungkinan diagnosis agar kesalahan penanganan dapat diminimalkan sejak tahap awal pemeriksaan.

Sarmuji menambahkan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Ia menyebut sebagian pasien kanker terlambat mendapatkan penanganan karena kurangnya deteksi dini dan keterbatasan akses pemeriksaan lanjutan.

Ia menegaskan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja, termasuk individu dengan gaya hidup sehat. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci agar peluang penanganan lebih efektif dan angka kesembuhan meningkat.

Sarmuji juga menekankan pentingnya dukungan keluarga bagi pasien kanker. Ia menyebut keberadaan sistem pendukung menjadi faktor psikologis yang berperan dalam proses pengobatan dan pemulihan pasien.

Seminar tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat terhadap pasien kanker. Para pembicara menilai perjuangan melawan kanker membutuhkan kolaborasi antara tenaga medis, keluarga, dan komunitas.

Melalui forum edukasi tersebut, peserta diajak menjadikan Hari Kanker Sedunia sebagai titik awal meningkatkan kepedulian kesehatan. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu membangun masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Otak Dipengaruhi Usus: Peran Mikrobiota dalam Mood dan Fokus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Selama ini, otak kerap dianggap pusat tunggal pikiran dan emosi. Namun riset modern menunjukkan, kendali itu tidak berdiri sendiri. Ada jalur komunikasi aktif yang menghubungkan otak dengan usus.

Hubungan tersebut dikenal sebagai gut-brain axis, sistem dua arah yang mengaitkan saraf, hormon, dan sinyal imun. Lewat jalur ini, kondisi usus dapat memengaruhi cara otak bekerja dan merespons stres.

Di dalam usus manusia hidup triliunan mikroorganisme yang disebut mikrobiota usus. Mereka bukan sekadar membantu mencerna makanan, tetapi juga berperan dalam regulasi suasana hati dan fungsi kognitif.

Salah satu peran penting mikrobiota adalah keterlibatannya dalam produksi serotonin. Lebih dari 90 persen hormon ini justru diproduksi di usus, bukan di jaringan otak.

Serotonin dikenal sebagai penopang rasa tenang dan bahagia. Ketika keseimbangan mikrobiota terjaga, produksi serotonin cenderung stabil, membantu menjaga emosi tetap terkendali dalam aktivitas sehari-hari.

Mikrobiota usus juga berpengaruh terhadap respons tubuh terhadap stres. Komposisi mikroba yang sehat dapat menekan pelepasan kortisol, hormon stres, sekaligus meningkatkan sinyal relaksasi ke otak.

Dalam konteks fungsi kognitif, keseimbangan mikrobiota dikaitkan dengan memori, fokus, serta kejernihan berpikir. Gangguan pada ekosistem usus sering dihubungkan dengan penurunan konsentrasi.

Sebaliknya, ketidakseimbangan mikrobiota atau dysbiosis dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, hingga munculnya kabut otak yang mengganggu produktivitas.

Faktor gaya hidup memegang peran besar dalam menjaga hubungan usus dan otak. Pola makan, kualitas tidur, serta cara mengelola stres ikut menentukan komposisi mikrobiota.

Temuan ini menggeser cara pandang lama tentang kesehatan mental. Otak tidak bekerja sendirian. Apa yang terjadi di usus turut menentukan kejernihan pikiran dan kestabilan emosi.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 




Share:

Enzim PRDX2 Ungkap Harapan Baru Terapi CTEPH Langka


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penelitian terbaru mengungkap enzim antioksidan PRDX2 meningkat alami pada CTEPH, berperan melindungi pembuluh paru sekaligus memperbaiki fungsi jantung dan paru.

Sebuah studi ilmiah terbaru menunjukkan PRDX2 meningkat sebagai respons protektif pada chronic thromboembolic pulmonary hypertension, membantu menekan kerusakan pembuluh darah paru akibat tekanan dan peradangan kronis.

Temuan ini diperoleh dari riset berbasis model tikus laboratorium yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, meneliti mekanisme biologis CTEPH yang selama ini masih minim pemahaman medis mendalam.

CTEPH terjadi ketika bekuan darah lama menyumbat arteri pulmonalis, memicu tekanan tinggi dan memaksa jantung kanan bekerja ekstra hingga berujung pada gagal jantung progresif.

Peneliti menemukan PRDX2 bekerja menekan stres oksidatif, peradangan, serta gangguan mitofagi, proses penting pembersihan mitokondria rusak yang menentukan kesehatan sel pembuluh darah.

“Overekspresi PRDX2 terbukti mengurangi remodeling pembuluh paru, menegaskan perannya sebagai pelindung alami sekaligus kandidat target terapi masa depan,” tulis tim peneliti dalam laporannya.

Pada jaringan paru tikus, PRDX2 dominan ditemukan di sel endotel pembuluh darah, meningkat seiring waktu bersamaan dengan memburuknya tekanan darah paru pada model CTEPH.

Saat PRDX2 diturunkan, protein peradangan seperti interleukin dan TNF-alpha melonjak tajam, memperparah kerusakan jaringan dan mempercepat kehancuran mitokondria penghasil energi.

Sebaliknya, peningkatan PRDX2 mampu menormalkan proses mitofagi, memperbaiki mitokondria, menekan ROS, sekaligus menurunkan peradangan pembuluh paru secara signifikan.

Dampak paling nyata terlihat pada fungsi jantung kanan, di mana peningkatan PRDX2 memperbaiki RVSP dan TAPSE, indikator penting kekuatan kontraksi jantung menuju paru-paru.

Para peneliti menggunakan vektor virus untuk meningkatkan PRDX2 sebelum induksi CTEPH, hasilnya angka kematian menurun dan remodeling pembuluh paru berkurang drastis.

“Temuan ini menyoroti PRDX2 sebagai pelindung biologis alami yang bekerja saat tubuh menghadapi tekanan vaskular ekstrem,” tulis peneliti menegaskan relevansi klinisnya.

Meski masih berbasis model hewan, hasil ini membuka peluang besar pengembangan terapi baru yang menargetkan PRDX2 untuk penderita CTEPH yang selama ini pilihan terapinya terbatas.

Studi ini menegaskan PRDX2 bukan sekadar enzim pelindung, melainkan harapan baru terapi CTEPH berbasis mekanisme alami tubuh manusia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Diduga Arogan, Pelayanan Puskesmas Tambora Picu Protes Lansia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pelayanan Puskesmas Tambora menuai keluhan serius setelah pasien lansia mengaku dipaksa antre berjam-jam, meski tersedia jalur khusus prioritas yang semestinya memudahkan akses layanan kesehatan.

Pelayanan Puskesmas Tambora kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pasien lansia menyampaikan kekecewaan atas proses pendaftaran yang dinilai lambat, tidak ramah, serta mengabaikan hak prioritas kelompok rentan.

Keluhan ini mencuat setelah pasien berinisial LA mengalami penolakan saat mendaftar melalui jalur prioritas, Jum'at (02/01/2026), di Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, meski telah menjelaskan kondisi usia lanjut.

Menurut pengakuan pasien, satpam dan dokter yang bertugas tetap meminta lansia mengikuti antrean umum, memicu rasa kecewa, kelelahan fisik, serta mempertanyakan tujuan keberadaan jalur prioritas pelayanan kesehatan.

“Kalau lansia tetap harus antre umum, untuk apa ada jalur khusus prioritas,” ujar LA dengan nada kecewa, menggambarkan harapan sederhana akan pelayanan manusiawi bagi pasien lanjut usia.

Pengamat sekaligus jurnalis Surat Kabar Duta Nusantara Merdeka menilai kasus ini mencerminkan lemahnya empati layanan publik, serta kurangnya pengawasan terhadap implementasi standar pelayanan puskesmas di wilayah perkotaan padat.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan sinergi, kepedulian sosial, dan kedekatan aparat medis dengan pasien, terutama lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus.

“Banyak pasien lansia merasa dipinggirkan, padahal pelayanan kesehatan adalah hak dasar,” tegasnya, seraya mendorong evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Kasus Puskesmas Tambora menjadi pengingat penting bagi Kementerian Kesehatan untuk segera membenahi sistem layanan, demi memastikan keadilan, empati, dan martabat pasien tetap terjaga.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Ngeri! Ini Penyebab Batu Ginjal dari Kebiasaan Buruk Sehari-hari


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Batu ginjal kembali jadi ancaman serius. Dokter mengingatkan bahwa kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan dapat merusak kesehatan ginjal tanpa disadari masyarakat.

Ginjal adalah organ penting yang bekerja menyaring darah agar tubuh tetap sehat. Namun banyak orang tidak sadar, kebiasaan buruk bisa memicu batu ginjal.

Spesialis Urologi Urology Center of Florida, Dr Craig Herman menjelaskan batu ginjal adalah endapan keras dari mineral dan garam yang terbentuk dalam saluran kemih manusia.

la menegaskan, risiko batu ginjal meningkat mulai usia tiga puluh tahun ke atas. Urine yang terlalu pekat akibat kurang cairan memicu terbentuknya kristal berbahaya.

Tubuh membutuhkan cairan cukup untuk membuang limbah seperti kalsium, oksalat, hingga asam urat. Ketika cairan sedikit, zat berbahaya ini mengendap dan berubah menjadi batu.

Ada lima kebiasaan paling sering memicu batu ginjal. Pertama, tidak menjaga berat badan. Obesitas memicu resistensi insulin dan menurunkan pH urine, mempercepat pembentukan batu asam urat.

Kedua, terlalu banyak konsumsi garam dan gula seperti fruktosa dalam gula pasir dan sirup jagung. Garam meningkatkan kalsium ginjal hingga memicu batu.

Ketiga, konsumsi berlebihan protein hewani seperti daging merah, unggas, telur dan makanan laut, yang meningkatkan kadar asam urat dan memicu kristalisasi.

Keempat, makanan tinggi oksalat seperti bayam, kacang-kacangan, cokelat dan beberapa buah, dapat mempercepat pembentukan kristal kalsium oksalat di saluran kemih.

Kelima, kurang minum air. Banyak kasus batu ginjal terjadi karena dehidrasi. Risiko semakin tinggi pada daerah beriklim panas dan aktivitas berat setiap hari.

Meski faktor keturunan dan usia tidak bisa dihindari, dokter mengingatkan masyarakat tetap bisa mencegah dengan minum air cukup, menjaga pola makan dan rutin cek kesehatan ginjal. "Pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati," ujar Herman.

Para ahli mengingatkan, batu ginjal dapat menyebabkan nyeri hebat, infeksi hingga kerusakan ginjal permanen. Gaya hidup sehat dan hidrasi cukup tetap menjadi benteng utama perlindungan ginjal.

Dengan mengenali kebiasaan pemicu batu ginjal sejak awal, masyarakat dapat mengubah pola hidup, menjaga kesehatan ginjal, dan menghindari risiko komplikasi berbahaya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Waspada! Inilah Makanan Pemicu Kreatinin Tinggi yang Merusak Ginjal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kadar kreatinin tinggi dalam darah sering menandakan gangguan fungsi ginjal. Para ahli menegaskan, pola makan berperan penting menjaga kestabilan kadar tersebut.

Kreatinin merupakan zat limbah hasil pemecahan kreatin, yaitu senyawa yang dipakai otot untuk menghasilkan energi. Ginjal sehat bertugas membuang kreatinin melalui urine.

Namun, bila ginjal tak berfungsi optimal, kadar kreatinin akan menumpuk dalam darah. Gejala seperti mual, lemas, kram otot, dan sulit buang air kecil bisa muncul.

Ahli gizi menyarankan penderita gangguan ginjal memperhatikan asupan makanan. Sebab, beberapa jenis makanan dapat memperburuk kondisi ginjal dan meningkatkan kadar kreatinin secara signifikan.

Daging merah dan seafood seperti tuna atau salmon mengandung kreatin tinggi yang berubah menjadi kreatinin saat dimasak. Disarankan mengganti dengan protein nabati seperti tahu atau tempe.

Selain itu, produk olahan susu-termasuk keju, yogurt, dan susu sapi-tinggi protein serta fosfor yang membebani ginjal. Pilihan terbaik adalah susu almond atau kedelai yang lebih ringan.

Konsumsi natrium berlebih dari makanan kaleng atau olahan juga meningkatkan tekanan darah dan memperparah kerusakan ginjal. Gunakan bumbu alami sebagai alternatif penyedap alami.

Ginjal lemah juga sulit mengatur kadar kalium dan fosfor. Hindari pisang, jeruk, kacang, serta gandum utuh yang dapat memicu ketidakseimbangan mineral.

Selain itu, makanan tinggi gula dan minuman manis memperbesar risiko obesitas dan diabetes-dua kondisi yang mempercepat kerusakan ginjal dan menaikkan kadar kreatinin.

Alkohol dan kafein pun sebaiknya dihindari. Kedua zat ini dapat menaikkan tekanan darah serta menimbulkan dehidrasi, membuat ginjal bekerja lebih berat dari biasanya.

Menjaga kadar kreatinin tetap normal bukan hanya soal obat, tapi disiplin menjaga pola makan sehat dan rutin konsultasi ke dokter.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pemimpin Muda IPM Siapkan Rencana Aksi Total TAPS Ban di Sekolah dan Kampus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Para pemimpin muda dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menyusun rencana aksi konkret pengendalian tembakau melalui Tobacco Control Leadership Training with Young Leaders di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

Dalam forum bertajuk "Peran Pemimpin Muda dalam Advokasi Total TAPS Ban", peserta muda IPM menyusun strategi kebijakan pengendalian tembakau berbasis metode SMART-spesifik, terukur, realistis, relevan, dan berbatas waktu.

Melalui Worksheet TCLTYL, setiap peserta diajak merumuskan tujuan kebijakan di instansi masing-masing, termasuk langkah awal implementasi, sumber daya pendukung, serta indikator keberhasilan jangka pendek dan panjang.

Ketua PP IPM Bidang Perkaderan Ganis K. Nisa menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis aksi nyata, bukan hanya kampanye moral. Menurutnya, "Pemuda harus menjadi contoh, bukan sekadar pengingat bahaya rokok."

Ganis menilai, upaya mewujudkan Total TAPS Ban (pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok) harus dimulai dari lingkungan pendidikan, tempat generasi muda tumbuh dan membangun identitas.

Setiap peserta pelatihan diarahkan menyusun tiga program utama: advokasi kebijakan, kampanye media sosial, serta kolaborasi lintas komunitas untuk memperluas jangkauan edukasi bahaya tembakau.

Dari hasil diskusi, mayoritas peserta menilai paparan iklan rokok di ruang publik dan digital menjadi tantangan terbesar, karena menggiring remaja untuk melihat rokok sebagai simbol gaya hidup keren.

Selain itu, masih lemahnya penegakan regulasi kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah dan kampus membuat kebijakan pengendalian tembakau sulit diterapkan secara efektif di tingkat akar rumput.


Untuk menjawab tantangan tersebut, para pemimpin muda menyepakati strategi dual approach. advokasi berbasis kebijakan dan kampanye kreatif berbasis komunitas digital yang ramah anak muda.

Mereka juga menyiapkan rencana timeline implementasi selama enam bulan, mencakup riset perilaku siswa, pembentukan youth ambassador anti-rokok, dan kolaborasi dengan guru untuk mengintegrasikan literasi kesehatan ke dalam kurikulum.

Pendekatan ini diharapkan mendorong terciptanya ekosistem pendidikan bebas rokok serta membangun budaya baru di kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Ini bukan hanya soal larangan, tapi tentang hak anak untuk tumbuh di lingkungan sehat," tegas salah satu peserta dari IPM Surabaya.

Forum juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia dan dukungan kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan grassroot menuju Indonesia Bebas Tembakau 2045.

Para fasilitator TCLTYL menilai keterlibatan IPM sebagai langkah penting membangun jejaring pemuda yang berdaya untuk memengaruhi kebijakan publik secara asertif dan humanis.

Dengan semangat "Gerakan dari Diri Sendiri", IPM berharap rencana aksi ini menjadi model percontohan bagi sekolah dan kampus Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Gerakan ini menandai lahirnya generasi pemimpin muda yang tidak hanya sadar bahaya rokok, tetapi juga siap menantang dominasi industri yang mengancam masa depan bangsa.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Ganis K. Nisa Dorong Kolaborasi Pemuda Lawan Iklan dan Promosi Rokok


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gerakan pengendalian tembakau di Indonesia memasuki babak baru. Pemimpin muda kini tampil sebagai motor perubahan melalui inisiatif Tobacco Control Leadership with Young Leaders.

Acara yang digelar di Jakarta, Sabtu (25/10/2025), mempertemukan puluhan aktivis muda, akademisi, dan perwakilan organisasi masyarakat untuk membahas arah kebijakan pengendalian tembakau nasional.

Dalam forum ini, isu Total TAPS Ban-pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok-menjadi fokus utama yang dibawa oleh generasi muda ke ruang advokasi publik.

Ketua Bidang Perkaderan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ganis K. Nisa, menegaskan bahwa upaya pengendalian tembakau tidak bisa berhenti pada wacana moral, melainkan harus menjadi gerakan sosial.

"Pemimpin muda harus berani mengambil sikap. Iklan rokok di ruang publik telah menjebak generasi kami dalam normalisasi adiksi," ujar Ganis penuh semangat.

la menyebut, data menunjukkan lebih dari 60% pelajar SMP dan SMA pernah terpapar Iklan rokok secara langsung, baik di media sosial maupun lingkungan sekitar sekolah.

Fenomena itu, menurut Ganis, menjadi alarm moral bagi generasi muda untuk menolak segala bentuk eksploitasi citra positif rokok di mata anak muda.

Sementara itu, Ketua Umum PB Matahari Pagi, Sutia Budi S.E., M.Si, mengapresiasi keberanian para pemimpin muda membawa isu ini ke ruang publik dan kebijakan.

"Regulasi pengendalian tembakau di Indonesia masih lemah karena belum ada larangan total TAPS. Ini PR besar bagi kita semua," ungkap Sutia.

la menilai, masih banyak celah hukum yang dimanfaatkan industri untuk mempromosikan produk tembakau melalui sponsor acara musik, olahraga, hingga beasiswa.

Dalam pandangan Sutia, perlu ada leadership reform di kalangan muda yang berani melawan narasi industri rokok, terutama yang menyasar segmen Gen Z.

"Generasi muda kini bukan hanya konsumen, tapi agen perubahan yang bisa mengarahkan opini publik," tegasnya di hadapan peserta forum.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran media sosial dan influencer dalam memperkuat kampanye pengendalian tembakau di era digital.

Menurut panelis, generasi muda memiliki kekuatan naratif yang luar biasa untuk membentuk budaya hidup sehat dan menolak gaya hidup merokok.

Dalam sesi ide kolaboratif, peserta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang menekankan integrasi pendidikan bahaya rokok di kurikulum sekolah dan kampus.

Mereka juga mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) yang benar-benar efektif dan berorientasi pada perlindungan anak.

"Masalahnya bukan sekadar rokok, tapi bagaimana industri memanfaatkan lemahnya regulasi untuk menanamkan citra keren di kepala remaja," kata salah satu peserta.

Forum ini menjadi simbol perlawanan moral dan intelektual terhadap dominasi industri rokok yang selama ini bersembunyi di balik retorika tanggung jawab sosial.

Para pemimpin muda juga menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor. sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, ormas, dan komunitas kreatif harus ditingkatkan.

Kampanye "Young Leaders for Tobacco-Free Generation" yang diluncurkan dalam forum ini akan berlanjut ke berbagai kota besar di Indonesia.

Program tersebut menargetkan terbentuknya 1000 kader muda pengendalian tembakau yang terlatih dalam advokasi, komunikasi publik, dan gerakan kampanye kreatif.

"Ini bukan sekadar kampanye, tapi gerakan pembebasan dari manipulasi industri rokok," tegas Ganis dalam sesi penutupan forum.

Momentum Tobacco Control Leadership with Young Leaders menjadi refleksi bahwa isu kesehatan publik kini menemukan sekutu strategis pada generasi muda yang berpikir progresif.

Mereka tak lagi hanya menjadi objek kebijakan, tapi subjek perubahan yang berani menantang struktur industri besar demi masa depan Indonesia bebas tembakau.

Dengan semangat kolaborasi lintas generasi, forum ini menandai babak baru kepemimpinan muda Indonesia dalam perjuangan menuju Total TAPS Ban dan generasi sehat tanpa rokok.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tobacco Control IPM Ajak Anak Muda Lawan Rokok Demi Indonesia Sehat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tobacco Control IPM menggelar Tobacco Control Leadership with Young Leaders bertajuk "Memperkuat Peran Pemimpin Muda dalam Mendorong Total TAPS Ban untuk generasi sehat," di Jakarta, Sabtu (25/10).

Kegiatan ini dihadiri berbagai komunitas muda dan organisasi kesehatan, bertujuan membentuk generasi pemimpin yang aktif mengawal kebijakan pengendalian tembakau di Indonesia.

Dalam sambutannya, dr. Benget Saragih, M.Epid, Penanggung Jawab PPAT-Direktorat P2PTM Kemenkes RI, menegaskan pentingnya kesadaran anak muda terhadap bahaya promosi rokok.

"Saya dulu perokok, jadi saya tahu bagaimana industri rokok menipu dengan kemasan lucu dan rasa buah. Ini yang perlu kita lawan," ujarnya.


la menyoroti maraknya kemasan rokok berdesain menarik seperti mangga dan stroberi yang menargetkan remaja. Fenomena ini dinilai memperburuk epidemi merokok di kalangan muda.

Dalam forum itu, peserta juga dibuat tercengang dengan data paparan iklan rokok di media digital yang makin masif di tengah lemahnya pengawasan daerah.

Beberapa tantangan yang dibahas meliputi rendahnya komitmen pemerintah daerah, implementasi peraturan kawasan tanpa rokok (KTR) yang belum optimal, serta intervensi industri tembakau.

Selain itu, keterbatasan sumber daya dan persepsi keliru bahwa pajak rokok menyumbang PAD juga disebut menghambat upaya pengendalian di tingkat lokal.


Melalui forum ini, Tobacco Control IPM merumuskan beberapa rekomendasi strategis. Di antaranya, memperkuat regulasi daerah dan koordinasi lintas sektor dalam implementasi KTR.

Mereka juga mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran dari APBD, DBHCHT, dan pajak rokok guna mendanai program pengendalian tembakau secara berkelanjutan.

Tak kalah penting, kampanye edukasi publik tentang bahaya rokok dan regulasi terbaru harus digencarkan agar kesadaran masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Menurut IPM, pemimpin muda berperan vital sebagai agen perubahan yang mampu membangun gerakan sosial dan menekan pengaruh promosi rokok di kalangan remaja.

Gerakan Total TAPS Ban (Tobacco Advertising, Promotion, and Sponsorship Ban) dinilai menjadi langkah konkret menuju Indonesia sehat dan bebas iklan rokok di ruang publik.

dr. Benget menutup dengan pesan reflektif, "Jangan biarkan generasi kita dikendalikan industri rokok. Jadilah pemimpin muda yang berani melawan kebiasaan destruktif."

Melalui kolaborasi lintas generasi, gerakan Total TAPS Ban menjadi simbol perjuangan pemuda menjaga masa depan bangsa agar terbebas dari jerat tembakau.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Purbaya Effect Jadi Sorotan: Fiskal Rokok Kontradiktif, Siapa Diuntungkan?


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam webinar nasional CHED ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Jumat (24/10/2025), akademisi menyoroti kontradiksi kebijakan cukai rokok dan lemahnya disinsentif fiskal pengendalian tembakau di Indonesia.

Mukhaer Pakkanna, Advisor CHED ITB Ahmad Dahlan Jakarta, menyebut pemerintah perlu segera menentukan arah tegas kebijakan fiskal rokok demi menyelamatkan generasi muda.

Menurutnya, dua bulan menjelang akhir tahun menjadi masa krusial, karena Kementerian Keuangan biasanya mengumumkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau pada periode tersebut.

Mukhaer mengingatkan pernyataan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut cukai tinggi sebagai perilaku "Firaun", justru menegaskan bahaya laten rokok terhadap kesehatan publik.

Ia menafsirkan istilah "Firaun" sebagai simbol pembunuhan massal akibat rokok yang merenggut nyawa jutaan jiwa, terutama generasi muda miskin di Indonesia.

Lebih jauh, Mukhaer mengkritik kuatnya intervensi industri tembakau terhadap kebijakan negara. Berdasarkan Global Tobacco Interference Index, Indonesia menempati urutan ketujuh dunia dengan skor 83.

la menilai, lobi industri yang masif mempengaruhi pengesahan undang-undang hingga kebijakan daerah, termasuk penghalangan penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai provinsi.

Mukhaer menegaskan, pemerintah harus berani melindungi rakyat, bukan tunduk pada kepentingan industri. "Masih ada dua bulan untuk menegakkan keadilan fiskal," ujarnya penuh optimisme.

la menutup dengan ajakan moral agar semua pihak bersatu mengawal kebijakan pengendalian tembakau demi menjaga bonus demografi dan masa depan bangsa dari ancaman rokok.

Jika harga rokok tetap murah, kesehatan bangsa akan semakin mahal. Pemerintah dituntut berani berpihak pada rakyat, bukan pada industri tembakau.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
 

Share:

Kebijakan Cukai Rokok 2026 Dinilai Kontradiktif, Akademisi Soroti Purbaya Effect


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
CHED ITB Ahmad Dahlan Jakarta menggelar webinar nasional bertema "Disinsentif Fiskal Pengendalian Tembakau Indonesia: Purbaya Effect & Kontradiksi Kebijakan Cukai Rokok", Jumat (24/10/2025) melalui Zoom Meeting.

Dalam forum tersebut, Kepala CHED ITB Ahmad Dahlan, Roosita Meilani Dewi, menyoroti arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo yang dinilai belum konsisten terhadap pengendalian tembakau.

Menurutnya, jika Harga Jual Eceran (HJE) rokok tidak naik pada 2026, maka rokok akan semakin terjangkau, terutama bagi anak dan remaja Indonesia.

"Cukai adalah instrumen fiskal untuk pengendalian, bukan sekadar pendapatan negara," tegas Roosita, mengingatkan agar kebijakan tidak hanya mempertimbangkan industri tembakau semata.

la menilai adanya "Purbaya Effect" kontradiksi antara komitmen pemerintah membangun SDM unggul dan keputusan menahan kenaikan cukai hasil tembakau.

Roosita juga menyoroti lemahnya sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan non-fiskal, yang berpotensi melemahkan perlindungan kesehatan masyarakat serta efektivitas pengendalian konsumsi rokok.

"Kalau regulasi tidak tegas, industri akan terus diuntungkan, sementara rakyat menanggung beban kesehatan yang semakin mahal," ujarnya dalam sesi refleksi webinar tersebut.

la membandingkan Indonesia dengan Jepang dan Tiongkok, di mana intervensi industri rokok jauh lebih rendah dan kebijakan fiskalnya lebih berpihak pada kesehatan publik.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan alokasi pendapatan cukai benar-benar digunakan untuk kesehatan, penegakan hukum, dan kesejahteraan sosial, bukan sekadar menambah kas negara.

CHED ITB juga mendorong agar kebijakan fiskal dan non-fiskal dibuat selaras dalam satu peta jalan (roadmap) yang menempatkan kesehatan rakyat sebagai prioritas utama.

Roosita berharap Presiden Prabowo menegakkan arah kebijakan fiskal yang pro-kesehatan, agar generasi muda terlindungi dari dampak buruk rokok dan intervensi industri.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Menkes Budi: Indonesia Butuh Terobosan Pendidikan Dokter Spesialis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan perlunya terobosan sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit agar lebih merata, efisien, dan tanpa biaya.

Pernyataan itu disampaikan Budi dalam sidang uji materiil UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (20/10/2025). Sidang digelar secara daring.

Menurut Budi, sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia saat ini masih berbasis universitas. Akibatnya, jumlah lulusan sedikit, distribusinya tidak merata, dan biayanya sangat tinggi.

la menilai, negara maju seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat telah membuktikan efektivitas sistem hospital based, di mana dokter spesialis dididik langsung di rumah sakit.

Budi mencontohkan, Korea Selatan berpenduduk 52 juta mampu menghasilkan 3.000 dokter spesialis per tahun, sementara Indonesia dengan 280 juta hanya mencetak 2.700 dokter.

Pemerintah, lanjut Budi, akan membuka 500 Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) dalam lima tahun. Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan dokter spesialis nasional.

RSPPU akan berfokus pada spesialis dasar dan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, ginjal, stroke, serta kesehatan ibu dan anak di daerah tertinggal dan terpencil.

Dalam sistem baru ini, peserta pendidikan dokter spesialis tidak lagi membayar kuliah. Justru mereka digaji sebagai tenaga rumah sakit selama menjalani pendidikan klinis lanjutan.

Budi menekankan, sistem ini selaras dengan standar global karena 98% kurikulum dokter spesialis memang bersifat klinis dan lebih tepat dijalankan di lingkungan rumah sakit.

la juga menegaskan, tidak ada tumpang tindih antara UU 20/2003, UU 12/2012, dan UU 17/2023. Ketiganya saling melengkapi dalam mengatur pendidikan tinggi kedokteran.

Menurutnya, istilah "pemerintah mengusahakan sistem pendidikan nasional" tidak berarti semua harus di bawah satu kementerian, melainkan mengikuti standar yang sama secara nasional.

Budi menambahkan, program hospital based akan memberi afirmasi bagi putra daerah dan dokter di wilayah terpencil agar bisa melanjutkan pendidikan spesialis tanpa hambatan biaya.

Nantinya, para lulusan diwajibkan mengabdi di daerah perbatasan, kepulauan, dan wilayah kekurangan dokter dengan Surat Izin Praktik khusus dari pemerintah.

Langkah ini dinilai sebagai revolusi pendidikan medis yang tak hanya mencetak dokter spesialis berkualitas, tetapi juga memastikan akses kesehatan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Budi optimistis, sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit akan mencetak tenaga medis unggul, menekan biaya, dan mempercepat pemerataan layanan kesehatan nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Dokter Beberkan Vitamin Generik yang Kembalikan Stamina Pria


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Banyak pria di atas 60 tahun mengeluhkan cepat lelah, mudah mengantuk, dan kehilangan semangat. Dokter mengungkap penyebab utamanya bukan usia, melainkan kekurangan nutrisi vital.

Fenomena ini dialami banyak pria lansia di Indonesia. Dokter menemukan bahwa defisiensi Vitamin B Kompleks menjadi penyebab utama penurunan energi dan semangat hidup di usia senja.

Dalam wawancara medis terbaru, sejumlah dokter geriatrik menjelaskan bahwa penyerapan vitamin B menurun drastis setelah usia 60 tahun akibat metabolisme yang melambat. 

Vitamin B Kompleks dikenal sebagai penggerak utama energi sel tubuh. Zat ini membantu memperbaiki saraf, meningkatkan fokus, serta menjaga kestabilan hormon testosteron secara alami.

Banyak pria lanjut usia kembali bugar setelah rutin mengonsumsi vitamin generik seharga Rp2.000 per tablet yang tersedia di apotek tanpa resep dokter.

“Ini bukan obat kuat, tapi sumber energi sejati dari tingkat sel,” ujar dr. Rudi Santoso, Sp.GK, pakar gizi klinik dari Jakarta.

Ia menambahkan, konsumsi rutin satu tablet Vitamin B Kompleks setiap hari cukup membantu tubuh memulihkan stamina, memperbaiki tidur, dan meningkatkan mood positif secara alami.

Mengembalikan vitalitas di usia lanjut tak selalu butuh biaya mahal. Kadang, kunci kebugaran justru ada pada nutrisi sederhana yang sering diabaikan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Inilah Daftar Lengkap Operasi yang Ditanggung BPJS


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tidak semua tindakan medis bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Hanya operasi yang bersifat pengobatan dan sesuai prosedur resmi yang masuk dalam jaminan.

Peserta BPJS Kesehatan wajib memahami daftar operasi yang ditanggung agar tidak salah langkah saat membutuhkan tindakan medis di rumah sakit rujukan.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini hadir untuk membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan secara merata serta meringankan beban biaya pengobatan di seluruh Indonesia.

Namun, BPJS Kesehatan tidak menanggung semua jenis operasi. Hanya operasi dengan tujuan pengobatan medis yang termasuk dalam cakupan pembiayaan program jaminan nasional tersebut.

Sebaliknya, tindakan nonmedis seperti operasi kecantikan, operasi karena melukai diri sendiri, kecelakaan kerja, atau operasi di luar negeri tidak termasuk tanggungan BPJS.

Khusus tindakan akibat kecelakaan kerja, biaya menjadi tanggungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari BPJS Ketenagakerjaan, bukan dari BPJS Kesehatan yang mengelola layanan pengobatan umum.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014, ada sejumlah operasi yang ditanggung BPJS, mulai dari tindakan kecil hingga besar sesuai kebutuhan medis.

Jenis operasi yang ditanggung BPJS antara lain operasi amandel, hernia, bedah empedu, bedah mulut, caesar, jantung, tumor, hingga penggantian sendi lutut.

Selain itu, operasi katarak, kista, miom, odontektomi, pengangkatan pen, dan operasi usus buntu juga termasuk dalam daftar layanan bedah yang bisa ditanggung BPJS Kesehatan.

Namun, setidaknya ada lima jenis operasi yang tidak ditanggung BPJS, di antaranya operasi akibat kecelakaan dan operasi dengan tujuan estetika atau kosmetik.

BPJS juga tidak menanggung operasi tanpa prosedur resmi, seperti tindakan tanpa rujukan, operasi di luar negeri, atau kasus melukai diri sendiri secara sengaja.

Agar dapat memanfaatkan fasilitas operasi gratis dari BPJS, peserta wajib mengikuti prosedur rujukan berjenjang dari faskes tingkat pertama ke rumah sakit rujukan.

Peserta perlu membawa surat rujukan dari dokter faskes untuk pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis di rumah sakit sebelum tindakan operasi dijadwalkan.

Namun, dalam kondisi darurat, operasi tetap dapat dilakukan tanpa surat rujukan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan penetapan dari tenaga medis berwenang.

Dengan memahami daftar operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan, masyarakat bisa merasa lebih tenang dan terlindungi saat harus menjalani tindakan medis mendesak.

Mulai dari operasi caesar hingga usus buntu, semua dapat ditanggung BPJS asalkan sesuai dengan ketentuan, prosedur, dan rujukan resmi yang telah ditetapkan.

Mengetahui daftar operasi yang ditanggung BPJS membantu masyarakat menghindari kesalahpahaman biaya dan memastikan hak layanan kesehatan terpenuhi secara adil.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Menhan Sjafrie dan Menkes Budi Dorong RSPPN Jadi Rumah Sakit Global


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memimpin Rakornis kedua antara Kemhan, Kemenkes, dan BPOM di RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Pertemuan tersebut membahas tahap implementasi kerja sama strategis di sektor rumah sakit dan farmasi untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi prajurit, keluarga, dan masyarakat umum.

Menhan Sjafrie memastikan RSPPN telah memasuki fase pengembangan bertaraf internasional setelah memperoleh izin regulasi dari Menteri Kesehatan, sebagai langkah menuju standar pelayanan global.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan komitmennya memperkuat kualitas SDM kesehatan melalui kolaborasi internasional di bawah Defense Cooperation Agreement, termasuk program belajar dokter dan perawat di luar negeri.

Tenaga medis terbaik dari mancanegara juga akan diundang mengajar di RSPPN, menjadikannya pusat pendidikan utama tujuh spesialisasi dasar demi pemerataan layanan kesehatan nasional.

Menhan menegaskan RSPPN terbuka bagi masyarakat melalui BPJS Kesehatan, sementara layanan non-BPJS digratiskan bagi awak media mulai 5 Oktober 2025.

Kepala BPOM Taruna Ikrar turut mendukung percepatan sertifikasi industri farmasi TNI—Lafi AD, AL, dan AU—dengan pendampingan ketat berstandar internasional.

Kemhan juga menjajaki kerja sama G-to-G dengan Tiongkok dan India untuk pasokan bahan baku obat, mengurangi impor, dan menekan harga obat nasional.

Produk farmasi yang telah disertifikasi BPOM akan masuk e-Katalog Sektor Kesehatan agar dapat diakses RSUD dan Puskesmas di seluruh Indonesia.

Rapat tersebut juga menyoroti pentingnya riset, inovasi, dan kolaborasi lintas lembaga guna menciptakan produk kesehatan strategis bagi prajurit dan masyarakat luas.

Sinergi Kemhan, Kemenkes, dan BPOM diharapkan memperkuat kemandirian kesehatan nasional serta menjadikan RSPPN Panglima Besar Soedirman ikon pelayanan medis global milik Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 

Share:

Menhan Sjafrie Gratiskan Pengobatan Wartawan di RSPPN Jakarta Selatan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan seluruh awak media mendapat pengobatan gratis di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN), Jakarta Selatan.

Dalam jumpa pers di RSPPN, Selasa (7/10), Sjafrie menegaskan kebijakan ini berlaku bagi seluruh jurnalis tanpa terkecuali, sebagai bentuk apresiasi atas kerja pers nasional.

Ia menjelaskan, pengobatan gratis diberikan di luar fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Wartawan cukup datang membawa identitas media untuk mendapatkan pelayanan.

Kebijakan tersebut berlaku efektif mulai 5 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 TNI, sebagai momentum sinergi pertahanan dan kemanusiaan.

Langkah ini memperkuat hubungan antara institusi pertahanan dan awak media. Pemerintah ingin menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan jurnalis sebagai garda terdepan informasi publik.

Menhan Sjafrie hadir bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM Taruna Ikrar yang juga membahas kerja sama pengembangan obat nasional di RSPPN.

Rapat tertutup tersebut menandai sinergi strategis antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, dan BPOM dalam memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.

Kebijakan ini menjadi wujud penghormatan pemerintah terhadap peran wartawan, sekaligus langkah nyata membangun hubungan harmonis antara pertahanan dan kemanusiaan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Waspadai 8 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Vitamin D berperan penting menjaga keseimbangan kalsium, tulang, dan otot. Kekurangannya bisa memicu gangguan kesehatan serius yang sering tidak disadari masyarakat.

Kelelahan yang tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat cukup dapat menjadi tanda rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh seseorang.

Menurut Endocrine Center, vitamin D berfungsi membantu sel tubuh menghasilkan energi. Jika kadarnya menurun, tubuh akan cepat lelah dan kehilangan stamina.

Selain itu, kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan nyeri otot dan kram. Vitamin ini berperan dalam penyerapan kalsium serta menjaga kekuatan kontraksi otot.

Rendahnya kadar vitamin D pun berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Tubuh menjadi lebih rentan terserang flu, infeksi, hingga gangguan metabolik lainnya.

Menurut Cleveland Clinic, kekurangan vitamin D dapat menurunkan kepadatan tulang dan memicu osteomalasia, kondisi tulang menjadi lunak dan mudah patah.

Secara psikologis, kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan munculnya kecemasan dan depresi, terutama pada usia lanjut.

Vitamin D dikenal sebagai “vitamin sinar matahari” karena berperan meningkatkan serotonin yang membantu memperbaiki suasana hati seseorang.

Beberapa penelitian bahkan menemukan kaitan antara kekurangan vitamin D dengan kenaikan berat badan dan penyembuhan luka yang lambat.

Kekurangan vitamin D juga dapat menghambat penyerapan kalsium, menyebabkan gigi rapuh, berlubang, dan mudah rusak sejak usia muda.

Mencukupi kebutuhan vitamin D melalui paparan sinar matahari, suplemen, dan pola makan bergizi seimbang penting dilakukan untuk menjaga kekuatan tulang dan imunitas tubuh.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto



Share:

Hati-Hati! 5 Makanan Pemicu Kanker Ini Sering Dikonsumsi Sehari-hari


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan sejumlah makanan populer yang mengandung akrilamida, zat kimia berpotensi karsinogen penyebab kanker pada manusia.

Kanker menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dan bisa menyerang siapa saja. Salah satu pemicunya adalah konsumsi makanan tinggi akrilamida hasil pemasakan suhu tinggi.

Akrilamida terbentuk saat makanan kaya pati, seperti kentang, roti, atau biji-bijian, dimasak pada suhu di atas 120°C melalui proses penggorengan atau pemanggangan.

Menurut FDA, zat ini diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial. Karena itu, berbagai lembaga kesehatan global menyerukan pembatasan konsumsi makanan yang mengandung akrilamida tinggi.

Keripik kentang dan kentang goreng menjadi sumber terbesar akrilamida. Warna keemasan hingga kecokelatan menandakan paparan panas ekstrem yang meningkatkan kadar zat tersebut secara signifikan.

Selain gorengan, biskuit, kue kering, dan roti panggang juga berisiko tinggi. Semakin gelap warnanya, semakin banyak akrilamida yang terbentuk dalam proses pemanggangan.

Tak hanya itu, kopi dan sereal kemasan yang disangrai pada suhu tinggi pun mengandung akrilamida. Produk olahan ini dapat meningkatkan paparan jika dikonsumsi setiap hari.

Ahli gizi menyarankan untuk mengurangi gorengan berlebihan, memilih roti gandum yang dipanggang ringan, serta memperbanyak konsumsi makanan segar, rebusan, dan kukusan alami.

Mengurangi akrilamida bukan berarti berhenti makan enak, tetapi lebih cerdas memilih cara memasak dan jenis makanan demi kesehatan jangka panjang tubuh.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini