Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

3M Coban Wajib Dimiliki untuk Jaga Kesehatan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sebagai perusahaan berbasis teknologi dan sains yang telah berdiri selama 45 tahun di Indonesia, 3M membantu meningkatkan kualitas hidup konsumen Indonesia melalui berbagai inovasi dengan basis sains dan teknologi. 

Ilmuwan di 3M menemukan bahwa kulit jerapah yang tebal dan kencang yang mencegah stagnasi darah di ekstremitas bawah berfungsi seperti perban kompresi alami. 

Hal ini menginspirasi ilmuwan untuk mengembangkan produk perawatan luka 3M Coban 2 Layer Compression System, dimana produk memiliki sistem kompresi dua lapis terdepan yang meniru kulit jerapah. Ini memberikan kelegaan bagi pasien yang menderita tekanan tinggi yang tidak terkontrol di pembuluh darah tungkai bawah.

Terdapat juga teknologi adhesif pada 3M Coban yang dapat menempel tanpa perlu perekat atau klip tambahan, tidak mudah bergeser, tidak meninggalkan residu perekat pada kulit, dan dapat disesuaikan sendiri dengan cepat dan mudah. Bahan non-woven dan serat elastis memberikan sifat lentur dengan memberikan tekanan di sekitar luka untuk mengurangi rasa sakit maupun pembengkakan. 

Produk dimaksudkan untuk digunakan sebagai pembungkus elastis untuk memberikan kompresi, penyangga, atau untuk mengamankan pembalut atau perangkat bagi konsumen yang gemar bersepeda.

Produk 3M Indonesia telah melalui pengujian ekstensif untuk jaminan kualitas guna mendukung aktivitas Anda dan membantu menjaga kesehatan keluarga Anda. (Arianto)


 
Share:

Kehadiran Teknologi yang Dapat Meningkatkan Keamanan Pangan dan Ramah Lingkungan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta

Kesehatan menjadi hal utama yang kita butuhkan terutama di kondisi pandemi saat ini. Sesuai data yang dikemukakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 600 juta orang, atau hampir satu dari 10 orang di dunia, menderita sakit setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi1. Di Indonesia sendiri, menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat sekitar 20 juta kasus keracunan makanan2. Keamanan pangan harus dilakukan secara tepat pada proses memasak dan pengawetan makanan untuk melindungi konsumen dari potensi penyakit ketika mengonsumsi makanan dan minuman.


Melihat permasalahan tersebut, 3M sebagai perusahaan yang berbasis teknologi dan sains selama 45 tahun di Indonesia, terus memberikan solusi untuk membantu konsumennya melalui inovasi dengan tujuan untuk dapat meningkatkan setiap kehidupan. Peran teknologi sangat penting dalam memastikan efektivitas pengendalian keamanan pangan dan Molecular Detection System (MDS) dari 3M merupakan salah satu teknologi yang dapat meningkatkan kualitas pangan.

 


Memanfaatkan kombinasi teknologi terkini yaitu Isothermal DNA Amplification dan Bioluminescence Detection, Molecular Detection System dari 3M merupakan sebuah alat uji yang dapat mendeteksi bakteri pada makanan seperti pemeriksaan bahan makanan terhadap kandungan bakteri patogen dengan hasil yang akurat, cepat, dan cost efisienHasil pengujian memiliki tingkat resolusi yang jauh lebih tinggi dalam satu tes tunggal, dan dapat memberikan informasi yang bisa segera ditindak lanjuti. MDS dari 3M saat ini telah dipakai di berbagai perusahaan produk konsumer di bidang F&B, FMCG dan banyak lainnya.

 

Inovasi produk ini berprinsip kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan merupakan wujud nyata dari komitmen 3M Sustainability. Pada metode pengujian Salmonella, Molecular Detection System terbukti mampu menurunkan penggunaan air dan energi serta menghasilkan sampah padat dan limbah CO2 yang sangat sedikit, jika dibandingkan dengan metode pengujian konvensional. Sebagai perusahaan yang berfokus pada eksplorasi sains, dan keyakinan bahwa setiap masalah memiliki solusinya, 3M selalu menerapkan keahlian teknologi untuk membantu memecahkan tantangan yang dihadapi dunia paling besar, seperti pada bahan baku, air, energi dan iklim, kesehatan dan keselamatan, serta pendidikan dan pengembangan.

 

Lembaga U.S. Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service (USDA FSIS) telah memilih Molecular Detection System dari 3M sebagai metode utama yang akan digunakan untuk deteksi Salmonella dan Listeria monocytogenes: dua organisme patogen utama yang terus mengancam produksi dan pemrosesan makanan. Produk 3M telah teruji untuk memberikan hasil terbaik bagi masyarakat. 3M berkomitmen pada pendekatan kolaboratif berbasis sains untuk memberikan solusi terbaik dengan teknologi yang dapat memudahkan proses kehidupan, juga demi menjaga kehidupan itu sendiri dengan ikut serta menjaga lingkungan bumi. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Molecular Detection System dari 3M dan berbagai perangkat pengujiannya, silakan kunjungi www.3M.com/3MMolecularDetectionSystem **

Share:

Satpol Air Polres Kepulauan Seribu Sosialisasi Protokol Kesehatan Kepada Awak Kapal Nelayan


Duta Nusantara Merdeka | Kepulauan Seribu
Satuan Polisi Perairan (Pol Air) Polres Kepulauan Seribu disela pelaksanaan patroli wilayah perairan Kepulauan Seribu menyempatkan melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada awak kapal nelayan yang sedang mencari ikan di Teluk Jakarta perairan wilayah hukum Polres Kepulauan Seribu, Minggu (23/08/2020).

"Penyebaran covid-19 tidak mengenal orang, tempat dan waktu, jadi kami lakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada warga nelayan yang sedang melaut," ucap AKP Budi Hastono, selaku Kepala Satuan Polisi Perairan (Pol Air) Polres Kepulauan Seribu.

Dengan menggunakan Kapal Patroli KP-VII-40-203 personel Satpolair pimpinan IPDA Sutarna selaku Kepala Unit Patroli melakukan patroli wilayah perairan di wilayah hukum Polres Kepulahan Seribu.



"Dalam setiap patroli wilayah selalu kami sempatkan untuk menghampiri para nelayan yang sedang melaut untuk menyampaikan imbauan penerapan protokol kesehatan," sambungnya kata AKP Budi Hastono.

Patroli perairan dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kejadian tindak pidana di laut juga memberi pertolongan SAR (Search and Rescue) bila ada kejadian kecelakaan kapal.

"Menerapkan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) adalah hal yang kami sampaikan kepada nelayan, sebagai upaya mencegah dan menekan penyebaran covid-19," pungkasnya AKP Budi Hastono. **



Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Antisipasi Berbagai Penyakit Polres Kukar Laksanakan Medical check Up


Duta Nusantara Merdeka | Kutai Kartanegara
Mengantisipasi sejak dini berbagai serangan penyakit, Polres Kukar laksanakan kegiatan rikkes berkala (Medical Cek Up) oleh Biddokkes Polda Kaltim dan Laboratorium Klinik Kimia Farma.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memastikan kondisi tubuh tetap sehat dan prima serta memaksimalkan pelaksanaan tugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Karena Tubuh yang kuat badan pikiran yang sehat dalah salah satu penunjang kinerja yang efektif.



Bertempat di ruang urkes Polres Kukar (Kutai Kartanegara), Kamis (06/08/2020) Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi Personil Polres Kukar dan Polsek Jajaran Tahun 2020 diselenggarakan oleh Tim Bid Dokkes Polda Kaltim yang diketuai oleh Dr. Oksen Pariangan didampingi Briptu Agus Darmawan beserta tim. Pemeriksaan Kesehatan berkala ini meliputi Pemeriksaan Darah, Urine, Rontgen, EKG / Treadmil, Pemeriksaan Gigi, Fisik dan Kesehatan Jiwa.



Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho saat dikonfirmasi menjelaskan Pemeriksaan kesehatan berkala ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh personil, guna mencegah berbagai penyakit sejak awal dan apabila dalam hasil pemeriksaan ada penyakit maka dapat secara dini diantisipasi dan diobati, tuturnya.

Lanjut dikatakan Kapolres, kegiatan Rikkes ini berlangsung selama 2 hari dan hasil pemeriksaan akan dikirimkan secara langsung setelah hasil Lab dari Tim Laboratorium Kimia Farma, Jelas Kapolres.

Nampak terlihat seluruh personil Polres Kukar mulai dari para PJU hingga Jajarannya kebawah begitu antusias dalam mengikuti tahapan demi tahapan pengecekan kesehatan dari berbagai aspek, pada pelaksanaan Rikkes. **
Share:

Ditengah Covid-19, Penyandang Diabetes Harus Capai Target Gula Darah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Diabetes adalah salah satu penyakit penyerta atau komorbiditas utama dari kasus positif dan kasus meninggal COVID-19. Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per tanggal 4 Agustus 2020, diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi. Hal ini berarti penyandang diabetes akan lebih rentan mengalami perparahan bahkan menyebabkan kematian jika terinfeksi COVID-19.

dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES; Endokrin mengatakan, “Apabila seseorang yang memiliki penyakit diabetes terpapar virus COVID-19, maka mereka memiliki potensi lebih besar untuk mengalami tingkat keparahan yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan fluktuasi level gula darah dan kemungkinan adanya komplikasi diabetes lainnya.”

"Dengan kata lain, penyandang diabetes harus lebih waspada dan disiplin dalam menjaga kadar gula darah senantiasa berada dalam kisaran target untuk mencegah terjadinya komplikasi. Disiplin dalam mencegah komplikasi ini tentunya juga tak hanya saat pandemi COVID-19, tetapi harus dijalankan setiap saat agar penyandang diabetes dapat beraktifitas secara normal," ujar dr. Roy dalam keterangan tertulis. Rabu (05/08)

Cara termudah untuk mencegah komplikasi adalah dengan menjaga kadar gula darah dalam rentang normal. Hal ini dapat dicapai dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan baik dengan obat oral maupun insulin, dan tetap berkonsultasi dengan dokter. 

Namun, kata dr. Roy, pada saat pandemi COVID-19 ini masyarakat cenderung takut untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan. Hal ini terlihat dari survey MarkPlus Industry Roundtable edisi ke 20 yang 
membahas institusi kesehatan selama COVID-19. Berdasarkan hasil survei cepat yang dilakukan, masyarakat semakin takut untuk mengunjungi rumah sakit sejak pandemi. 71,8 persen responden mengaku tidak pernah mengunjungi rumah sakit ataupun klinik sejak adanya COVID-19.

“Ketakutan masyarakat untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan ini dapat mengakibatkan pasien diabetes mengurangi kepatuhan dalam menjalankan pengobatan dan memeriksa kadar gula darahnya, sehingga apabila kepatuhan ini berkurang dan gula darah naik dari kisaran target, pasien diabetes berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi di masa depan walaupun tidak terinfeksi COVID-19” lanjut Dr. Roy.

Pada kesempatan yang sama, dr. Widyastuti, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sebenarnya masyarakat tidak perlu takut untuk mengunjungi fasilitas kesehatan di masa pandemi ini asalkan mengikuti protokol kesehatan. “Walaupun di masa pandemi COVID-19, pengobatan diabetes tetap harus berjalan seperti biasa. 

Maka, kata dr. Widyastuti, penyandang diabetes tidak perlu takut pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan atau berkonsultasi dengan dokter. Selama mereka memperhatikan protokol keselamatan atau yang kita sebut gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan teratur, maka kesehatan dan keamanan dapat tetap terjaga.

Selain itu, lanjutnya, Diabetes merupakan penyakit yang erat sekali hubungannya dengan gaya hidup. Oleh karena itu, penyandang diabetes harus memperhatikan pola makan dan gaya hidup, melakukan olahraga yang tepat, serta mengecek kadar gula darah dengan teratur selama pandemi COVID-19 ini. Penderita diabetes juga dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, batuk, dan kesulitan bernapas agar segera mendapatkan pertolongan yang tepat. 

Osy, seorang penyandang diabetes mengungkapkan bahwa, “Memang pasti ada rasa ragu untuk pergi ke puskesmas atau rumah sakit di masa pandemi ini. Tapi saya mengerti betul bahwa saya sebagai penderita diabetes harus tetap sehat dan mengontrol kadar gula darah tetap dalam kisaran target dengan cara tetap berobat dan berkonsultasi dengan dokter. 

Karena yang kami hadapi, ucapnya, apabila kami terinfeksi COVID-19 dan gula darah tidak terkontrol, akibatnya COVID-19 akan menjadi lebih berat, di sisi lain apabila menghentikan konsultasi dengan dokter dan mengabaikan kontrol gula darah, walaupun kami di rumah saja dan terhindar dari COVID-19, risiko komplikasi yang akan membayangi. Oleh karena itu, saya tetap pergi kontrol ke rumah sakit, tentunya dengan mematuhi protokol keselamatan yang berlaku.

"Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara menjaga kesehatan selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta senantiasa menyosialisasikan Gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai protokol kesehatan mandiri untuk masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Novo Nordisk bekerja sama dalam program Cities Changing Diabetes untuk menbengkokkan kurva diabetes terutama di perkotaan," tutup dr. Widyastuti. (Arianto)










Share:

SGB Gelar Festival Mizuiku “Aku Cinta Air Bersih”


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Suntory Garuda Beverage (SGB) menggelar Festival Mizuiku Nasional (FMN) pertama pada Rabu (05/08) di Indonesia. Dengan format edukasi virtual selama 120 menit, FMN berlangsung secara meriah dan diikuti oleh 250 anak dan guru perwakilan dari 18 sekolah Adiwiyata dari 6 daerah di Indonesia.

Ratusan undangan lainnya, diantaranya jurnalis, Manajemen Suntory Garuda Beverage dan Grup Perusahaan Induk Suntory di Jepang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI), karyawan SGB dan anak-anaknya, turut menyaksikan lewat streaming media.

Cicilia Sulastri, SH., M.Si. Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyampaikan, Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif PT. Suntory Garuda Beverage meluncurkan program Mizuiku – pendidikan konservasi air (Aku Cinta Air Bersih) yang berlangsung sejak tahun 2019.

"Kami berharap Program Mizuiku dapat mendorong warga sekolah khususnya pendidik dan peserta didik dalam melakukan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) terutama dalam penerapan perilaku ramah lingkungan hidup di sekolah yang terkait dengan aspek konservasi air,” kata Cicilia saat live lewat streaming media kanal resmi youtube Suntory Garuda Beverage. Rabu (05/08)

“Mizuiku - Aku Cinta Air Bersih” adalah program berkelanjutan dari Suntory Jepang untuk mempromosikan kesadaran
dan pentingnya air bersih kepada anak-anak agar mereka dapat menjadi agen-agen perubahan dalam usaha pelestarian air bersih. Mizuiku diawali 2004 di Jepang dan hadir di Indonesia pada 2019.

Pada kesempatan yang sama, Ong Yuh Hwang, Chief Executive Officer & President Director, Suntory Garuda Beverage, mengatakan, “Kami sangat senang dapat membagikan Mizuiku di Indonesia. Pada tahun kedua pelaksanaannya, kami bersyukur atas dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serta Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia, sehingga Mizuiku dapat berjalan selaras dengan Adiwiyata yaitu Program Pendidikan Berbasis Lingkungan Hidup di Sekolah.”

Menurutnya, Mendukung upaya Pemerintah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa di masa Pembelajaran Jarak Jauh,
Mizuiku secara khusus mengembangkan modul pembelajaran dan pelatihan secara virtual. Bagi Kepala Sekolah dan Guru, mereka dapat terlibat pada kelas Train-the-Trainer bersertifikasi dan kompetisi strategi mengajar modul lingkungan. Bagi Siswa, kami menggelar Festival Mizuiku, kelas virtual serta perlombaan yang memberikan anak-anak
proyek sederhana untuk pemeliharaan air bersih.

Selain itu, lanjutnya, Mizuiku juga akan berfokus kepada pembinaan sekolah dalam pemilahan dan pengolahan sampah untuk memastikan konservasi air bersih. Program Mizuiku akan difasilitasi oleh tim guru yang memiliki kompetensi, pengalaman dan latar belakang pendidikan yang kuat. Seperti halnya pada 2019, kami juga memobilisasi karyawan SGB untuk terlibat dalam kelas pembelajaran maupun program air bersih bagi sekolah dan masyarakat.

Setelah seremoni pembukaan secara singkat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia, tutur Ong Yuh Hwang, Festival Mizuiku Nasional (FMN) dilanjutkan dengan penjelasan interaktif tentang daur air, air bersih di lingkunganku, menara air yang mengajarkan pentingnya menanam pohon serta bagaimana cara menjaga air tetap bersih melalui pemilahan dan pengolahan sampah. Materi di pos-pos pembelajaran ini dilakukan dengan video animasi, tarian Mizuiku, tepuk daur air, tepuk ciri air bersih dan beragam percobaan sederhana.

Ong Yuh Hwang menambahkan, Festival Mizuiku Nasional (FMN) akan dilanjutkan dengan Festival Mizuiku Wilayah (FMW) untuk area Jakarta pada 14 Agustus 2020, Gowa dan Sidoarjo pada 18 Agustus 2020 dan Banjarbaru dan Tangerang pada 25 Agustus 2020
mendatang. FMW melibatkan jumlah peserta antara 300 - 600 anak-anak dan guru per wilayah.

Melanjutkan pendidikan Aku Cinta Air Bersih yang dimulai pada 2019, pada tahun kedua ini, Mizuiku mendapatkan dukungan dari sekolah-sekolah yang telah mendapat sertifikasi Adiwiyata. Dengan komitmen yang kuat dari warga sekolah, Mizuiku diyakini menjadi nilai tambah bagi praktek pembelajaran pemeliharaan lingkungan hidup di Sekolah
Adiwiyata, khususnya terkait konservasi air bersih.

Selanjutnya, ucap Ong Yuh Hwang, pada sesi-sesi Mizuiku Train-the-Trainer bersertifikasi, Kepala Sekolah dan Guru akan diajak untuk mengidentifikasi potensi serta permasalahan air di lingkungannya. Hasil identifikasi tersebut kemudian dituangkan dalam Rencana Program Pembelajaran (RPP) karena belajar mengenai pelestarian air bersih, seyogyanya dapat dilakukan pada beragam mata pelajaran dan harus dikaitkan dengan konteks keseharian siswa di rumah, sekolah dan lingkungannya. Sehingga siswa dapat dengan mudah mempraktekkan pengetahuan serta kemampuan pelestarian air bersih yang telah diperolehnya.

Berjalan simultan dengan program edukasi, imbuhnya, Mizuiku juga memberikan akses air bersih dan sanitasi, konservasi air melalui panen air hujan, biopori, penghijauan serta pengelolaan sampah plastik, kepada sekolah dan komunitas di lokasi produksi Perusahaan. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan Mizuiku bagi Indonesia yang lebih bersih dan hijau, sehingga kita bersama dapat mewariskan lingkungan dan air bersih kepada generasi berikutnya.

Selain itu, katanya, SGB berbagi misi korporasi yang sama dengan perusahaan induknya, Suntory, yaitu: “to Create Harmony with People and Nature” serta semangat pendiri Suntory: "Giving back to Society" sebagai misi besar perusahaan untuk mewariskan segala hal yang baik bagi generasi kita selanjutnya.

"Bangga menjadi bagian dari Suntory Group, SGB menekankan pentingnya keberlanjutan air bersih. Bukan saja karena air merupakan inti bisnis perusahaan tapi air juga merupakan sumber daya paling berharga untuk mendukung kehidupan manusia," pungkasnya. (Arianto)





Share:

Thermo Gun Merusak Otak Pernyataan Yang Salah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Thermo gun adalah salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh dan meminimalisir penyebaran COVID-29. Belakangan, beredar bahwa alat tersebut berpotensi merusak sel-sel otak dan retina manusia. Apakah itu benar? Yuk cek faktanya.

Untuk diketahui, ada 2 jenis thermogun yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia yakni thermogun medis dan thermogun industri.

Thermogun medis, dilengkapi dengan sensor inframerah yang bisa mengukur suhu seseorang dengan cepat tanpa melakukan kontak dekat. Dengan komponen tersebut, thermogun jenis ini tidak membahayakan dan tidak merusak sel otak.

“Tidak menggunakan sinar laser, radioaktif semacam X-ray, hanya (menggunakan) infrared. Berbagai informasi mengatakan thermal gun merusak otak ini adalah statement yang salah,” disampaikan Jubir Penanganan COVID-19 dr. Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (20/7).

Thermo gun bekerja secara pasif dan hanya mengukur permukaan tubuh saja seperti dahi. Tubuh manusialah yang memancarkan radiasi inframerah, kemudian diserap oleh pistol termometer, lalu suhu tubuh diinterpretasikan dalam bentuk nilai numerik yang tampil pada layar.

Agar tidak salah, dalam membaca angka numerik, penggunaan thermogun medis harus benar. Termogun inframerah harus dikalibrasi dan disertifikasi untuk menetapkan fungsionalitas, keakuratan, serta meminimalkan kesalahan diagnosis saat skrining.

Sementara itu, thermo gun industri dapat mengukur panas yang sangat tinggi dengan menggunakan sinar laser. Thermogun jenis ini, biasanya digunakan untuk keperluan industri dan lingkungan. Bukan diperuntukkan bagi suhu tubuh manusia.

Kendati memiliki kesamaan untuk mengukur suhu, namun keduanya memiliki tingkat jangkauan yang berbeda. Thermogun klinik dapat membaca suhu antara 32 hingga 42,5 derajat Celcius, sementara thermogun industri membaca suhu mulai dari -50 hingga +380 derajat Celcius.

Hingga kini belum ada laporan penggunaan thermogun infrared yang dapat merusak sel otak. Untuk itu, Yuri menekankan agar masyarakat jangan terpengaruh terhadap isu bahwa thermogun berisi pancaran radioaktif yang dapat merusak struktur otak manusia.

“Mari kita sikapi semua persoalan yang ada dengan baik, agar setiap orang menyampaikan informasi dengan bijak dan benar, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat ,” ucap dr. Achmad. **



Source : Kemenkes RI

Share:

Putus Mata Rantai Virus Corona Polsek Cengkareng Lakukan Penyemprotan Disenfektan dan Fogging


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Sebagai upaya pencegahan dan memutus penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, melakukan penyemprotan disinfektan sekaligus fogging di wilayah Perumahan Kosambi Baru Mawar Utama RW 15, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Sabtu (20/06/2020).

Kapolsek Cengkareng, Jakarta Barat, Kompol H Khoiri mengatakan, untuk mengatasi virus corona yang saat ini sedang mewabah di dunia maka seluruh elemen masyarakat harus bersatu saling melakukan pencegahan. Salah satunya dilakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu juga dilakukan fogging agar mengurangi perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) karena sudah ada beberapa warga Kebalen yang terpapar DBD.


“Pencegahan paling dini adalah dengan menjaga kesehatan, kebersihan terutama rajin mencuci tangan, semoga kegiatan yang kita lakukan ini semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan, dan mengikuti imbauan pemerintah,” ujar Kompol Khoiri.

Disampaikannya, selain merebaknya pandemi virus Covid-19, kasus Demam Berdarah terlihat mulai meningkat, untuk itu perlu adanya langkah-langkah preemtif yang dilakukan. Upaya dalam mencegah demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan fogging.

"Kegiatan ini juga dalam rangka hari Bhayangkara  ke 74, dengan tema Kamtibmas Kondusif Masyarakat Makin Produktif," imbuhnya Kapolsek Cengkareng, Jakarta Barat, Kompol H Khoiri. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Polres Majalengka Sumbang Ratusan Alat Pelindung Untuk Tenaga Medis


Duta Nusantara Merdeka | Majalengka
Dalam rangka "Hari Kesehatan Sedunia",  Kepolisian Resor (Polres) Majalengka menyumbangkan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis Kepada RSUD Majalengka, RSUD Cideres, Puskesmas Cigasong, dan Puskesmas Desa Waringin Kecamatan Palasah yang ikut berperan dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). 

Penyaluran Baju APD selain ke RSUD dan Puskesmas, Kapolres Majalengka menyumbangkan Baju APD ke Kodim 0617/Majalengka diterima langsung oleh Dandim 0617 Letkol Inf. Harry Subarkah beserta anggota mereka juga terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19.


_______________

Penyaluran Baju APD untuk tenaga medis, Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso bersama Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf.Harry Subarkah, Waka Polres Majalengka KOMPOL H. Hidayatullah beserta Para Pejabat Utama Polres Majalengka, Penyaluran APD diberikan kepada Puskesmas Cigasong, RSUD Majalengka, RSUD Cideres, dan Puskesmas Waringin Palasah Kabupaten Majalengka.


Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso mengatakan Alat Pelindung Diri (APD) itu disalurkan ke Kodim 0617/Majalengka, RSUD dan Puskesmas Kabupaten Majalengka mereka yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 berharap bantuan APD tersebut dapat bermanfaat bagi tenaga kesehatan yang sedang mengabdi dan memberikan perlindungan bagi warga Kabupaten Majalengka.

"Sebanyak kurang lebih 200 baju APD Hazmat, Kami mendukung teman-teman dari kesehatan sebagai garda terdepan untuk menangani pasien corona dan dalam rangka Hari Kesehatan Sedunia, Semoga kita semuanya yang terlibat dalam penanganan Covid-19 diberikan kesehatan dan keselamatan," ucap AKBP Bismo Teguh Prakoso.


Kapolres Majalengka AKBP Bismo berharap, masyarakat Majalengka memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. Dengan mematuhi seluruh anjuran dan instruksi yang dikeluarkan pemerintah pusat hingga daerah. Jaga jarak dan jangan lupa terapkan pola hidup bersih dan sehat.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso bersama Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Harry Subarkah turut memberikan tali asih berupa sembako kepada sejumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) diwilayah Kecamatan Palasah yang sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya untuk memperingan beban dari ODP tersebut selama isolasi mandiri. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

PHRI: Membangkitkan Kembali Pariwisata Ditengah Badai Corona


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Virus Corona atau yang kini disebut Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) tengah merebak di sejumlah negara di dunia yang berawal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Covid-19 dapat menyebar begitu cepat di wilayah yang memiliki suhu rendah namun tumbuh lebih lambat di wilayah dengan negara yang memiliki suhu hangat. Walaupun penyebaran virus ini tergolong cepat, namun persentase penyembuhannya juga tinggi, yakni A hingga 94% dari total kasus yang selesai ditangani.

Covid-19 tentu berpengaruh diberbagai sektor industri, salah satunya sektor pariwisata. Sektor pariwisata merupakan sektor yang kinerjanya sangat bergantung pada stabilitas sosial-politik, keamanan, dan lingkungan. Apabila salah satu faktor stabilitas terganggu, maka kinerja pariwisata akan turut mengalami gangguan sehingga sulit untuk menggenjot industri pariwisata.

Maka dari itu diperlukan gerakan dari seluruh pihak agar roda sektor pariwisata dapat terus bergerak dan tumbuh. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi ada potensi kehilangan devisa dari sektor pariwisata senilai US$530 juta akibat dari virus corona ini.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan, para pengusaha dan sector industri bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di pasar domestik.

"Kita harus tetap aktif melakukan kegiatan demi menjaga ekonomi nasional. Karena mata rantai ekonomi Indonesia juga menyentuh hingga level grass root, contohnya UKM yang sangat erat berhubungan dengan pariwisata. Namun kita tetap waspada terhadap kebersihan diri dan lingkungan agar dapat menekan laju penyebaran virus corona," ujar Hariyadi di sela-sela konferensi pers "Membangkitkan kembali Pariwisata ditengah Badai Corona"ke di Jakarta. Kamis (12/03)

Menurut Hariyadi, Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mencanangkan mencanangkan pemberian insentif/diskon untuk mendorong peningkatan wisatawan nusantara melalui diskon tiket pesawat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan belanja domestik di sektor pariwisata.

Selain itu, kata Hariyadi, Dampak Covid-19 dirasakan oleh berbagai wilayah dengan destinasi wisata yang paling banyak diminati wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Di Bali sendiri, rata-rata okupansi hotel hanya 20%, khususnya di daerah-daerah yang banyak dikunjungi oleh individual traveler seperti Kuta, Sanur, Legian, Ubud, Jimbaran.

Lebih lanjut, Hariyadi menambahkan, Pelaku usaha maupun masyarakat dihimbau agar tetap beraktivitas normal, termasuk wisatawan dalam negeri dan Iuar negeri yang ada di Indonesia. Bagi masyarakat berusia 60 tahun ke atas disarankan untuk tidak bepergian sementara. Protokol pencegahan penyebaran Corona virus telah dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, sehingga hal ini tidak perlu dikuatirkan secara berlebihan.

"Kami berharap masyarakat percaya kepada Pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan tidak panik, agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh positif dari semua sektor khususnya Pariwisata yang menjadi ujung tombak penyerapan ekonomi di level mikro" tambah Hariyadi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengatakan langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat agar tidak terkena virus Corona adalah dengan tidak melakukan kontak dengan penderita, menghindari orang-orang yang diduga terpapar khususnya warga negara yang baru datang dari negara-negara yang positif kasus virus Corona, menggunakan masker (bagi yang sakit), serta rutin menjaga kebersihan terutama cuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer yang mengandung antiseptik. Terakhir, istirahat yang cukup, jaga makanan bergizi, olahraga rutin untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Kominfo juga menghimbau, jika warganet mendapatkan informasi terkait Covid-19 yang diduga hoaks, disinformasi atau kabar bohong, masyarakat dapat melaporkan ke aduankonten.id maupun e-mail. Masyarakat juga diharapkan lebih teliti dalam menerima berita dan tidak langsung menyebarkan tanpa mengetahui kebenarannya. Hal ini dilakukan agar tidak langsung menimbulkan kepanikan di masyarakat. Untuk itu, media diharapkan memberitakan secara proporsional agar masyarakat tidak panik dan tetap beraktivitas," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Tenaga Kesehatan Puskesmas Dan Kelurahan Penggilingan Sosialisasi Aksi Cuci Tangan


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Dalam rangka upaya antispasi  mencegah dan meningkatkan pengetahuan tentang virus corona, Kelurahan Penggilingan - Cakung Jakarta Timur melakukan sosialisasi ,Aksi Cuci Tangan Steril sebagai antispasi dan peningkatan terkait Virus Corona

Cuci Tangan ini , misalnya di kelurahan penggilingan Cakung Jakarta Timur ,para petugas keluarahan serta PPSU Menyediakan Tempat Cuci Tangan .

"Tampak para petugas kelurahan bekerja sama dengan PPSU ,Sengaja menghimbau siapapun yang berkunjung kekelurahan di Mohon Cuci Tangan " Ujar Dra Usdiyati.

Sosialisasi ini digelar untuk meningkatkan wawasan terkait virus corona dan ini merupakan arahan dari Pemprov DKI melalui Dinas kesehatan dan Puskesmas untuk di sosialisasikan kepada masyarakat ,sehingga masyarakat paham dan mengerti.


"Ini dilakukan agar mereka bisa menjaga ketenangan warga untuk tidak panik dan resah terhadap virus corona," pungkas Usdyati Lurah Penggilingan ,Jum,at 6 Maret 2020

Usdiyati, berharap dengan adanya sosialisasi ini, Aksi Cuci Tangan ini ,masyarakat semakin paham  cara pencegahan dan penularan virus corona, khususnya memeriksa diri atau keluarga.," Ucapnya .

“Saya berpesan kepada warga  jangan terlalu panik, dan selalu tetap waspada dan  budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti biasakan cuci tangan, makan makanan bergizi seimbang dan olahraga,”ujarnya.. ** 
Share:

IDAI: ASI Eksklusif 6 Bulan Merupakan Makanan Anak Terbaik


Duta Nusantara Merdeka | Depok
WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif 6 bulan yaitu pemberian ASI saja kepada bayi selama 6 bulan tanpa pemberian makanan minuman apapun, kecuali beberapa tetes obat, vitamin dan mineral.

Setelah 6 bulan, menyusui tetap dilanjutkan sesuai permintaan atau sesering yang diinginkan bayi/anak bersama dengan MPASI yang memenuhi diet minimal yang dapat diterima (Minimum Acceptable Diet - MAD) hingga usia 2 tahun atau lebih.

Di sisi lain, ibu hamil dan laktasi sebagai modal produksi ASI memillki angka status gizi kurang yang tinggi yang ditandai dengan prevalensi anemia dan KEK yang tinggi.

Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH MC selaku Panitia mengatakan, Seminar ini digelar Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKMUI bertujuan untuk memberikan informasi mengenai rekomendasi terakhir ASI dan MPASI dan membahas evidens baik dari Indonesia maupun negara lain mengenai ASI, MPASI, dan status gizi bayi dan ibu dalam konteks membangun rekomendasi untuk Indonesia.


"Seminar dihadiri oleh akademisi dan peneliti gizi dan kesehatan masyarakat, mahasiswa gizi dan kesehatan masyarakat, kementerian dan lembaga terkait ASI dan MPASI, NGO dan LSM di bidang gizi dan kesehatan masyarakat dan organisasi profesi," kata Sandra saat Seminar Bertajuk "ASI dan MPASI: Dalam Konteks Evidens di Indonesia" pada Sabtu 22 Februari 2020 di Aula A FKMUI, Kampus UI Depok.

Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, Rekomendasi ASI dan MPASI versi IDAI: ASI merupakan makanan anak terbaik. ASI saja cukup sampai anak umur 6 bulan. Setelah 6 bulan, kandungan ASI tidak cukup memenuhi kebutuhan zat gizi anak. Mengapa? Karena anak tumbuh terus, sementara produksi dan kandungan zat gizi ASI tidak meningkat, sehingga kebutuhannya terhadap semua zat gizi meningkat.

Pada umur 6-8 bulan, kata Damayanti, ASI kekurangan 200 kalori/hari untuk memenuhi kebutuhan anaknya, kekurangan ini naik menjadi 300 kalori saat anak umur 9-11 bulan; dan meningkat menjadi 550 kalori saat anak berumur 12-23 bulan. Sehingga saat anak umur 12-23 bulan, walaupun diberi ASI sebanyak 550 ml/hari, tetap akan mengalami kekurangan energi sebanyak 60% dari kebutuhannya.

Untuk zat gizi lain juga demikian. Lanjutnya, Pada umur 12 bulan, ASI kekurangan 40% dari kebutuhan protein anak, 90% dari kebutuhan besi dan 80% dari kebutuhan vitamin A anak. Kekurangan inilah yang perlu didapat dari makanan pendamping ASI (MPASI). Kekurangan tersebut akan dapat dipenuhi bila anak mendapatkan makanan yang beragam dan yang jumlahnya cukup.


Agar kebutuhan energinya tercukupi, tegasnya, maka frekuensi makan anak harus disesuaikan dengan umurnya. Agar mencukupi kebutuhan mikronutriennya, maka makanan anak harus beragam, setidaknya mengandung 4 dari 7 jenis kelompok makanan, yaitu 1. padi-padian/akar, umbi yang biasanya merupakan makanan pokok; 2. Legumes dan kacang-kacangan; 3. Dairy products (Susu, yoghurt & keju); 4. Flesh foods (daging, ayam dan ikan dan hatildaging jeroan); 5. Telur; 6. Buah dan sayuran kaya Vitamin A; dan 7. Buah dan sayuran lainnya.

Data Indonesia (SDKI 2017) menunjukkan bahwa prevalensi anak yang mendapatkan ASI eksklusif sampai umur 4-5 bulan masih rendah, yaitu hanya 38%. Sementara itu, lebih dari separo anak umur 6-23 bulan mendapatkan diet yang tidak memenuhi kebutuhan minimalnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, tantangan kedepan untuk perbaikan gizi anak, terutama untuk menurunkan stunting pada 2 tahun pertama kehidupan, masih besar. Tantangan ini terutama lebih berat untuk ibu bekerja, karena cuti hamil yang hanya 3 bulan dan menyeimbangkan antara memenuhi kebutuhan bayinya, kewajiban di rumah sebagai ibu dan menjaga kesehatannya sebagai ibu dan pekerja.

Pada Seminar sesi 2, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH MC, dengan tajuk "Status & Konsumsi Gizi lbu Laktasi" mengatakan bahwa situasi status gizi ibu hamil dan menyusui di Indonesia perlu diperhatikan secara lebih serius khususnya terkait anemia dan kurang energi kronis (KEK). Keduanya dapat berakibat negatif terhadap pertumbuhan janin dan bayi, termasuk stunting.


Sedangkan, Prof. dr. Budi Utomo, MPH, PhD menegaskan pentingnya pemberian MPASI dini yang tepat untuk memastikan pertumbuhan anak yang optimal.

Pada kesempatan seminar yang sama, Ahmad Syafiq PhD, dengan tajuk "Meninjau 1000 HPK: ASI Eksklusif dan Stunting" mengungkapkan bahwa ASI Eksklusif meskipun dampaknya terhadap stunting masih perlu dikonfirmasi, tetapi tetap penting untuk menurunkan angka morbiditas (penyakit) dan mortalitas (kematian) bayi dan anak.

Selanjutnya, Indri Hapsari, PhD dalam seminar dengan tajuk "Meninjau Regulasi ASI Eksklusif lbu Bekerja" menjelaskan situasi mengenai aturan pemberian ASI dan ASI Eksklusif di Indonesia terutama terkait dengan peraturan cuti bagi ibu bekerja yang masih terlalu pendek yaitu hanya 3 bulan.

"Diharapkan seminar ini bisa membuka wawasan bagi masyarakat serta pemerhati gizi dan kesehatan untuk dapat memberikan ASI eksklusif 6 bulan dan ASI sampai 2 tahun kepada bayi/anak sebagai makanan terbaiknya tanpa melupakan pentingnya untuk selalu memonitor pertumbuhan dan perkembangan bayilanak dan memperhatikan status dan asupan gizi ibu laktasi," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Badan POM: Potensi Obat Herbal Indonesia Sangat Besar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia memiliki berjuta ragam tanaman obat yang berpotensi dikembangkan untuk menambah nilai industri obat berbahan herbal (Jamu, Obat Herbal Terstandar/OHT, dan Fitofarmaka) yang jauh lebih besar dibanding negara lain.

Sebagai negara yang memiliki tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuhan maupun sumber daya laut, tentunya tidak aneh jika Indonesia dapat menjadi pengekspor produk obat herbal terbesar di dunia. Namun faktanya, sekitar 9.600 spesies tanaman dan hewan yang diketahui memiliki khasiat obat belum dimanfaatkan secara optimal sebagai obat herbal.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya mengatakan, Potensi yang dimiliki Indonesia harus dikawal agar dapat dikembangkan oleh para peneliti, sehingga dapat memenuhi permintaan akan obat tradisional dan suplemen kesehatan dari bahan alam yang semakin meningkat.

Untuk dapat bersaing di kancah global, tegasnya, Indonesia perlu memberikan fasilitas ruang gerak terhadap peneliti tanaman berkhasiat obat agar menghasilkan obat herbal yang bermutu dan berdaya saing. Penelitian di bidang obat herbal telah banyak dilakukan, baik di Institusi pendidikan seperti sekolah menengah dan perguruan tinggi maupun institusi peneliti lainnya, namun hanya sebatas pemenuhan kurikulum tanpa pengembangan hasil penelitian lebih lanjut.

"Banyak yang telah meneliti, namun terbatas ruang gerak dalam melakukan pengembangan produk, hingga belum menjadi produk komersil yang dapat berdaya jual," ungkap Penny K. Lukito saat pembukaan "Bursa Hilirisasi Inovasi Herbal Indonesia 2020” pada 19-20 Februari 2020 di Jakarta. Rabu (19/02)

Tidak hanya meningkatkan pengetahuan, lanjutnya, ajang ini sekaligus memberi kesempatan kepada para peneliti di bidang obat herbal untuk dapat menginformasikan dan mempromosikan hasil penelitiannya kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Menurutnya, Bursa Penelitian Herbal Indonesia 2020 ini meliputi serangkaian acara yaitu panggung edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan generasi milenial, pertemuan bisnis peneliti dan pelaku usaha, konsultasi layanan publik Badan POM, serta seminar ilmiah dengan pembicara dari dalam negeri dan luar negeri seperti Kohei Homma, Ph.D peneliti dari Amino Research, produsen bahan baku berbasis riset terkemuka di Jepang.

"Seminar ini menjadi ajang diskusi pertukaran informasi dan pengalaman, serta penjajakan kerja sama riset dan alih teknologi dalam rangka mendorong pengembangan industri obat bahan alam dalam negeri yang berdaya saing," tegas Kepala Badan POM.

Lebih lanjut Kepala Badan POM mengungkapkan bahwa Badan POM berupaya mengembangkan obat berbahan herbal untuk meningkatkan daya saing dan menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan secara formal. Upaya tersebut sejalan dengan percepatan hilirisasi untuk mendorong pengembangan industri obat berbahan herbal.

Badan POM telah melakukan pendampingan penelitian uji klinik, mulai dari penyusunan protokol, diperolehnya pendanaan penelitian oleh Kementerian Riset dan Teknologi, hingga pelaksanaan uji klinik yang dilakukan terhadap sistem manajemen mutu, fasilitas uji klinik, dokumen uji klinik, dan produk uji.

Tahun 2019 lalu, kata Penny K. Lukito, sudah berjalan 8 penelitian yang terdiri dari 5 uji pra klinik dan 3 uji klinik. Selain itu terdapat 19 riset obat herbal yang sedang didampingi Badan POM hingga produk mendapat izin edar. Tak hanya itu, Indonesia juga telah memiliki 23 produk fitofarmaka yang berasal dari bahan alam baik tumbuhan maupun hewan. Fitofarmaka merupakan obat tradisional yang telah memiliki bukti ilmiah melalui proses uji klinik.

"Komitmen Badan POM untuk meningkatkan daya saing Obat Tradisional tercermin dengan adanya percepatan pelayanan perizinan, pendampingan dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), program Bapak Angkat Jamu, pendampingan UMKM Jamu Gendong, inisiasi pengembangan Café Jamu, pengembangan obat tradisional/jamu tematik, serta membuka dan akses pasar ekspor internasional," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Badan POM Gelar Workshop Usung Tema "Mewujudkan Pengadaan Barang/Jasa Badan POM yang Tepat"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Presiden RI, Joko Widodo pada acara Rakernas Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2019 telah menginstruksikan agar pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2020 segera dilaksanakan Kementerian/Lembaga (K/L) sejak awal tahun. Guna melaksanakan instruksi Presiden sekaligus mewujudkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Terkait hal diatas, Badan POM menggelar workshop dengan tema "Mewujudkan Pengadaan Barang/Jasa Badan POM yang Tepat (Transparan, Akuntabel, Profesional) dan Efisien dalam Rangka Percepatan dan Peningkatan Efektifitas Pengadaan Barang/Jasa” di Jakarta.

Workshop diikuti 158 peserta yang terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan) dan Pejabat Pengadaan di lingkungan Badan POM. Workshop yang diselenggarakan selama 4 hari yaitu pada 15-18 Januari 2020 di Holiday Inn Jakarta ini menghadirkan 12 narasumber dari K/L terkait.

Mayagustina Andarini, Plt. Sekretaris Utama dalam laporan terkait sistematika workshop mengatakan, Pelaksanaan pengadaan barang/jasa memiliki peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk peningkatan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian nasional dan daerah.

"Pemerintah telah menetapkan berbagai aturan yang harus diikuti dalam Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 16 tahun 2018. Penetapan regulasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk mewujudkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara transparan, akuntabel dan profesional, sehingga diharapkan penggunaan keuangan negara berjalan lebih efisien, efektif dan tepat guna," ujar Mayagustina.


Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutan sekaligus membuka secara resmi workshop mengatakan, Pengadaan barang/jasa merupakan kegiatan yang sangat penting mengingat sumber dana berasal dari amanah rakyat.

"Dengan kesadaran bahwa instansi Pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab mewujudkan kesejahteraan masyarakat, maka penerapan prinsip good governance dalam program yang dilaksanakan harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan," kata Penny saat membuka Workshop di Jakarta. Rabu (15/01)

Tak terkecuali, lanjutnya, Badan POM yang mengedepankan pelayanan publik sesuai sistem dan standar pelayanan. Sebagai contoh adalah pelaksanaan tender dilakukan secara transparan dan bertahap melalui proses pengadaan barang/jasa Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sejak tahun 2014.

Selain itu, kata Kepala Badan POM, Berdasarkan data capaian/realisasi pengadaan barang/jasa, Badan POM juga berhasil mengalami peningkatan realisasi sebesar 96,45% di tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 86,68%.

Kepala Badan POM berharap pada tahun 2020 terjadi peningkatan realisasi penggunaan anggaran belanja pengadaan barang/jasa sehingga anggaran yang diberikan Pemerintah kepada Badan POM dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien.

"Ke depan, Badan POM akan terus menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara rutin mengingat sangat banyak dan kompleksnya permasalahan yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa," pungkasnya.(Arianto)







Share:

Dokter Anna: Peserta Aksi 212 Kudu Konsisten




Duta Nusantara  Merdeka| Jakarta

Untuk ke-4  kalinya Aksi 212 berlangsung di Monas dan sekitarnya. Tahun ini, 2019 adalah "Reuni yang ke 3 kalinya", yaitu Reuni pertama pada 2017, Reuni kedua pada 2018, dan Reuni ketiga pada 2 Desember 2019.

Kondisi Monas saat aksi 212 pada 2019 ini adalah Pintu yang dibuka hanya dibuka dari arah Patung Kuda. Dimana Pintu patung kuda Tutup Jam 00:00 diharapkan Tim medis yang akan membuka tenda untuk pelayanan medis sudah hadir dan menempati zona nya sebelum jam tersebut.

Karena berdekatan dengan Tim Logistik, maka tim Medis sudah mendirikan tenda/ penempatan ambulan sejak hari Ahad Sore s/d tengah malam. Andai di zona tersebut berdekatan satu dengan yang lainnya agar mengikuti eskalasi massa dan jangan terpaku dengan zonasi yang sudah dibagikan.

Posko Kesehatan dan logistik dokter Anna berada di dekat Pintu Gerbang yang berdekatan dengan Gambir Dua. Posko ini sangat vital untuk menjaga peserta aksi yang memerlukan perawatan akibat mengalami sakit saat ikut Aksi 212.

Sekitar pukul 08.54 ada 3 orang peserta aksi perempuan bercadar mengalami gangguan kesehatan. Terlihat ada seorang di antara ketiga orang ini yang sulit mengikuti "perintah" dokter Anna agar minum air teh manis yang disediakan panitia.


"Siapapun yang ikut Aksi harus konsisten, kalau sudah siap ikut Aksi, maka bila ada masalah harus mau minum obat yang kami berikan. Bila tidak, silakan bersiap diri kami kirim ke Rumah Sakit dan tanggung sendiri biaya di sana. Mungkin bisa seminggu dirawat di sana," Tegas dokter Anna. 

Tampaknya dokter Anna harus tegas dengan salah seorang perempuan bercadar yang enggan ikuti perintah untuk meminum air dalam gelas  yangdisodorkan oleh Tim Kesehatan dan Tim Logistik Dokter Anna yang notabene tidak jauh dari Posko kepolisian yang ada di dekat Pintu Gerbang Monas sebelah DAMRI. **
Share:

Waspadai Kanker Paru ALK-Positif



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka memperingati Bulan Peduli Kanker Paru Sedunia, Cancer Information & Support Center (CISC) menggelar forum edukasi media dengan mengusung tema “Kanker Paru ALK-Positif: Kenali, Periksa Tangani Bersama".

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan 2018), 1,8 juta jiwa di dunia meninggal akibat Kanker paru sepanjang 2018. Sementara di Indonesia, setiap tahunnya lebih dari 30.023 penduduk Indonesia di diagnosa Kanker Paru, sementara, 26.095 orang meninggal akibat kanker paru pada tahun 2018.

Secara umum, kanker paru dibagi menjadi 2 jenis besar yakni kanker paru bukan sel kecil atau non small cell lung cancer (NSCLC) dan kanker paru sel kecil atau small cell lung cancer (SCLC). Sejumlah Pasien NSCLC memiliki mutasi gen anaplastic lymphoma kinase (ALK) atau di kenal dengan cancer paru NSCLC ALK+ (ALK positif).

Aryanthi Baramuli Putri, SH, MH, Ketua Umum Cancer Information & Support Center mengatakan, Kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker, bahkan Iebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah kematian dari kanker prostat, payudara dan kolorektal bila digabungkan.

“Tingkat survival 5 tahunan kanker paru sangat rendah dan tergantung pada stadium ditemukannya kanker, dimana pada kanker paru stadium dini sebesar 50%, sementara stadium Ianjut hanya sekitar 2-19%,” ujarnya saat jumpa pers Forum Diskusi Media “Kanker Paru ALK-Positif: Kenali, Periksa Tangani Bersama" di Hongkong Cafe Jakarta. Kamis (28/11)

Hal ini menurut Aryanthi menandakan adanya tantangan dari segi ketersediaan informasi tentang kanker paru dan berbagai jenis mutasinya serta deteksi dan pengobatannya, termasuk untuk kanker paru jenis ALK positif, tambahnya.

Sementara itu, dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P (K) mengatakan, ALK adalah salah satu mutasi onkogenik yang terjadi pada pasien kanker paru bukan sel kecil atau NSCLC. Kanker paru ALK positif memiliki masa perburukan yang sangat cepat, yaitu hanya sekitar 7 bulan dengan pengobatan kemoterapi.

Lebih lanjut Laksmi menjelaskan, bahwa Kanker paru jenis ini bisa dibilang penyakit Iangka dimana terjadi pada sekitar 2-5% dari populasi kanker paru, yang sebagian besar ditemui pada pasien kanker paru stadium lanjut, bukan perokok, berusia sekitar 45-50 tahun atau Iebih muda dari populasi pasien kanker paru umumnya, serta mengalami penyebaran seI kanker atau metastasis ke otak.

“Namun, lanskap pengobatan kanker paru telah berkembang sangat pesat sehingga kemajuan teknologi memungkinkan penanganan kanker paru yang efektif, salah satunya dibuktikan dari hasil studi yang menunjukkan pengobatan pengobatan Anti ALK yang telah alectinib yang telah berhasilhas meningkatkan hasil terapi pasien, yakni dapat memberikan masa bebas perburukan hampir 3 tahun,” pungkasnya. (Arianto)




Share:

Ngobrol Aksi Milenial Bersama BPOM dengan Tajuk "Makan Sehat ala Generasi Cerdas"


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Setiap tahunnya, dunia memperingati 16 Oktober sebagai Hari Pangan Sedunia atau World Food Day. Dengan tema global “Our Actions are Our Future. Healthy Diets for a #zerohunger World”, Hari Pangan Sedunia tahun 2019 menyoroti upaya yang lebih cermat dalam memastikan keamanan pangan dan pola pangan sehat untuk semua orang.

Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan menjelaskan, Tahun ini, kita dituntut untuk mampu mempromosikan aksi melawan kelaparan di seluruh dunia, memastikan keamanan pangan serta pola hidup dengan pangan yang bergizi dan sehat untuk seluruh penduduk di dunia.

"Faktor utama penyebab penyakit dan kematian di seluruh dunia bermula dari kebiasaan pola pangan yang tidak sehat dan gaya hidup yang kurang aktif. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), kebiasaan ini telah menjadi faktor pembunuh dan disabilitas nomor 1 di dunia," ujar Penny saat dialog langsung dengan masyarakat yang mengusung tema “Ngobrol Asyik Bareng Badan POM: Makan Sehat Ala Generasi Cerdas” di Mitra Terrace, Karet-Jakarta Selatan, Sabtu (09/11).

Selain itu, kata Penny, fenomena kekurangan gizi dan kelebihan gizi serta obesitas sering terjadi bersamaan baik di negara maju maupun negara berkembang. Diperkirakan lebih dari 670 juta orang dewasa dan 120 juta anak (5–19 tahun) perempuan dan laki-laki di dunia mengalami obesitas, dan lebih dari 40 juta anak balita kelebihan berat badan, sementara lebih dari 820 juta orang menderita kelaparan.


Saat ini, lanjut Penny, anak-anak serta remaja generasi milenial, khususnya di daerah perkotaan dengan mudah mengakses pangan siap saji baik yang tersedia di pinggir jalan maupun secara online dengan harga terjangkau dan beragam.

Namun, kata Penny, tingkat kesadaran generasi muda untuk mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi masih kurang.

Terkait hal tersebut, Penny mengungkapkan, Badan POM menjalankan misi untuk mengedukasi generasi milenial dan pelaku usaha pangan khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang diet sehat yang terkait dengan makanan jalanan.

Penny menambahkan, Tema acara “Makan Sehat ala Generasi Cerdas” diangkat dengan semangat untuk memberikan inspirasi dan wawasan kepada generasi milenial untuk mengonsumsi pangan aman, bermutu, dan bergizi. Kampanye keamanan pangan kepada masyarakat khususnya generasi milenial dan PKL diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyiapkan dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi dalam rangka mewujudkan #zerohunger world.

“Saya mengajak semua pihak untuk bersama bersinergi mengawal keamanan pangan di Indonesia baik melalui pembinaan maupun pengawasan. Para generasi milenial juga harus berperan serta secara aktif untuk mewujudkan Indonesia yang maju, terdepan dengan tingkat keamanan pangan yang unggul,” seru Kepala Badan POM.

Turut hadir generasi milenial yang berasal dari berbagai pelajar SMA/SMK di Jakarta serta PKL yang menjajakan pangan aman dan bergizi di area Mitra Terrace. Tak hanya talkshow, berbagai games atau kompetisi, quiz serta music performance dipandu secara apik oleh MC, Kemal Gen FM ikut memeriahkan peringatan Hari Pangan Dunia. (Arianto)








Share:

Kolaborasi TAITRA dengan NTUH Gelar Pengenalan Pelayanan Kesehatan Taiwan serta Berbagi Pengalaman Pasien di Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Layanan medis Taiwan terkenal dengan kualitas tinggi, teknologi canggih, profesionalisme, dan harga yang terjangkau. Biaya rata-rata perawatan medis di Taiwan biasanya seperlima dari layanan di Eropa dan AS. Untuk lebih meningkatkan layanan dan citra internasionalnya, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan telah menunjuk TAITRA untuk bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan (NTUH) untuk menggelar Pengenalan Perawatan Kesehatan Taiwan serta Berbagi Pengalaman Pasien di Jakarta pada Sabtu, 05 Oktober 2019. Selama acara, dokter dari NTUH berbagi mengenai keunggulan layanan medis yang berkelanjutan dari Taiwan. Pasien Indonesia yang telah menerima pengobatan di Taiwan juga akan berbagi pengalaman mereka di Taiwan, berharap mendapatkan wawasan yang sangat berharga dari perspektif mereka.

Tyng-Guey Wang, wakil pengawas Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan dalam pembukaan "Taiwan Medical Miracle: Taiwan Healthcare Introduction and Patient Sharing" mengatakan, Pertama, Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kami, keluarga David dan Sheryln. Mereka mengambil waktu dari jadwal sibuk mereka untuk hadir di sini. Dan mereka bersedia untuk berbagi pengalaman perawatan medis mereka di rumah sakit NTUH. Layanan medis Taiwan mewakili profesionalisme, keselamatan, dan orientasi pelanggan. Kami bangga mengatakan bahwa Taiwan memiliki sistem medis yang komprehensif, peralatan medis canggih dan layanan medis berkualitas tinggi.


"Topik hari ini adalah transplantasi hati, dengan transplantasi hati donor hidup pertama Taiwan diselesaikan pada tahun 1994. Dengan dokter kami selalu mengadaptasi teknologi medis terbaru, pada tahun 2013, kasus robot Asia pertama yang dibantu dengan robot transplantasi hati dengan bantuan invasif minimal berlangsung di rumah sakit NTU. Perawatan kardiovaskular kami adalah kekuatan lain yang kami banggakan. Transplantasi jantung pertama dan jantung buatan di Asia dilakukan di Taiwan," ungkap Tyng-Guey Wang saat konferensi pers di JS Luwansa, Nissi Room, lantai 3 Jl. HR Rasuna Said Kav C 22, Jakarta. Sabtu (05/10)

Dokter Ming-Chih Ho berbagi keberhasilan kasus dua anak dengan Atresia bilier yang membutuhkan Transplantasi Hati. Prof. Ming-Chih Ho, Perwakilan dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Indonesia menekankan hubungan bilateral yang kuat antara Taiwan dan lIndonesia dalam berbagai aspek, termasuk kesehatan. Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-14 Taiwan yang menghasilkan total volume perdagangan sebesar $ 8,8 miliar pada tahun 2018.

Menurut Prof. Ming-Chih Ho, Industri medis Taiwan terkini dengan inovasi medis, teknologi, peralatan terbaru dan memiliki profesional medis yang sangat terlatih yang dapat memberikan perawatan dan layanan medis yang luar biasa. Rumah sakit di Taiwan terus meningkatkan standar perawatan dan saat ini ada 13 rumah sakit terakreditasi Joint Commission International (JCI) di Taiwan. Itu dipuji oleh lembaga internasional seperti The New York Times, The Telegraph, CNN dan National Geographic Channel. Menurut angka dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Taiwan, lebih dari 420.000 pasien di luar negeri telah menerima perawatan di Taiwan pada tahun 2018 dan lebih dari sepertiga pasien ini berasal dari Asia Tenggara.


Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan (NTUH) adalah salah satu rumah sakit terkemuka di Taiwan. Lanjut Prof. Ming-Chih Ho, Sistem perawatan kesehatan NTUH memiliki lima rumah sakit cabang yang berlokasi di seluruh pulau. Rumah sakit utama, yang berada di Taipei, memiliki lebih dari 2.600 tempat tidur dan menawarkan beragam layanan khusus dan subspesialisasi. Di antara hampir 700 subspesialis berpendidikannya, sebagian besar juga telah menerima pelatihan lanjutan di Eropa, AS, atau Jepang. Mereka memiliki keterampilan medis yang canggih dan dapat berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Inggris. NTUH juga terkenal di seluruh Asia dan dunia karena pencapaian medisnya yang inovatif. Setelah mencapai kualitas luar biasa, teknologi medisnya sebanding dengan teknologi AS dan negara-negara maju di Eropa.

Selain itu, kata Prof. Ming-Chih Ho, Sejalan dengan kebijakan diplomatik pemerintah, sejak 2012, NTUH telah mencurahkan upaya untuk membangun kerja sama dengan Indonesia di bidang medis dan rumah sakit. Dengan menandatangani MOU kolaborasi, NTUH berbagi pengetahuan dan keterampilan medis melalui pengadaan simposium medis, menerima staf medis mereka untuk program pelatihan in-house. Setelah itu, semakin banyak pasien Indonesia yang langsung terbang ke NTUH untuk menerima perawatan medis dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

"Hingga saat ini NTUH telah menandatangani perjanjian kerja sama resmi dengan 5 rumah sakit besar di Indonesia. Lebih dari 100 profesional medis telah berkunjung ke NTUH untuk menerima pelatihan mereka.TAITRA telah secara aktif mempromosikan layanan medis Taiwan sejak 2008. Pada masa-masa awal, TAITRA sebagian besar berfokus pada mempromosikan pemeriksaan kesehatan dan perawatan kecantikan medis, tetapi kini memperluas cakupannya untuk mencakup perawatan penyakit langka, obat pencegahan, dan layanan lanjutan lainnya," tutup Prof. Ming-Chih Ho. (Arianto)




Share:

Jaga Kebugaran Kapolsek Penjaringan Pimpin Olahraga Pagi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Utara
Kapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, AKBP Rachmat Sumekar, SIK., MSi, pimpin rutin olahraga pagi guna menjaga dan memelihara kebugaran tubuh bersama anggota agar stamina tetap  Fit dan selalu siap untuk menjalankan tugasnya.

Adapun kegiatan olahraga di laksanakan seusai Apel pagi dan agar anggota tetap semangat dalam setiap melaksanakan tugas.

Kapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, AKBP Rachmat Sumekar menyampaikan, bahwa kegiatan rutin olahraga pagi untuk menjaga stamina kebugaran tubuh dan memelihara kondisi fisik serta kesehatan,  "Mensana in corporesano”  didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.


Kegiatan olahraga pagi yang sudah menjadi kegiatan rutin yang di laksanakan setiap hari Jumat, sudah menjadi program kegiatan rutin  bertujuan untuk menjaga kesehatan dan menjaga kestabilan tubuh para personil / PNS.

Dengan demikian, anggota diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa olahraga sangatlah bermanfaat bagi kesehatan.

“Apabila semua anggota Polri sehat jasmani dan rohaninya, maka tugas yang diemban dalam melayani masyarakat dapat di laksanakan dengan maksimal".

Selanjutnya, olahraga jalan kaki Sersan (serius tapi santai) di sekitaran Taman Waduk Pluit Penjaringan sebari Patroli dan silahturahmi dengan masyarakat  memberikan pesan kamtibmas guna tercipta situasi aman dan kondusif.

Serangkaian kegiatan olahraga pagi di tutup dengan sarapan bubur ayam yang sudah di persiapkan olah Kapolsek dan ramah-tamah serta di iringi dengan lantunan musik. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Pentingnya Penggunaan Respirator dan Masker untuk Kurangi Risiko Paparan Polutan


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Akhir-akhir Ini kondisi kualitas udara di kota besar di Indonesia menurun. Sampai dengan akhir Juli ini. data AirVisual menunjukkan bahwa All Qualify Index (AOI) Jakarta mencapai 184 atau tidak sehat (151-200) dimana Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan polusi terparah. Polusi udara merupakan ancaman kesehatan di banyak negara. Salah satu penyebab meningkatnya polusi udara, Salah satunya adalah dikarenakan mobilitas masyarakat perkotaan yang kini semakin kompleks dan dinamis, sehingga mempengaruhi perubahan lingkungan.

Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RSUP Persahabatan mengungkapkan bahwa, “Tingginya Jumlah kendaraan bermotor di perkotaan menyebabkan masyarakatnya memiliki konsekuensi terpapar polutan berbahaya, dari gas emisi kendaraan maupun partikel debu di jalanan. Gas emisi kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber polusi udara tertinggi di Jakarta. Konsekuensi inilah yang menyebabkan masyarakat kota Jakarta dan perkotaan Iainnya perlu melakukan upaya pencegahan yang tepat dari dampak kualitas udara yang buruk."


Penggunaan respirator dan masker merupakan hal yang penting sebagai upaya untuk melindungi diri dari paparan partikel yang dapat menurunkan kondisi kesehatan tubuh. “Kami sebagai praktisi kesehatan pun senantiasa menghimbau masyarakat memakai Respiratora ataumasker yang tepat untuk perlindungan maksimal setiap saat, baik di dalam maupun di luar ruangan. Dalam hal ini penggunaan respirator dan masker seharusnya sudah menjadi kebiasaan dalam perlindungan sehari-hari. Respirator dan masker harus memiliki filtrasi atau penyaring debu, kotoran dan partikel. Oleh karenanya. sangat penting bagi masyarakat untuk memilih respirator dan masker yang filternya disesuaikan dengan kondisi dan kegiatan mereka. baik saat berada di dalam maupun luar ruangan," ujar Dr. dr. Agus saat jumpa pers di Suasana Restaurant, Aston at Kuningan Suites, Jl. Setia Budi Utara Raya, Setia Budi, Kuningan Jakarta. Senin pagi (05/8).


3M Indonesia melalui brand Nexcare menghadirkan berbagai varian produk respirator dan masker, yang memiliki kualitas filter unggul untuk perlindungan setiap saat baik untuk penggunaan di Iuar maupun di dalam ruangan.

Untuk kegiatan di luar ruangan, perlindungan yang tepat adalah menggunakan Nexcare Respirator KN95 yang dapat membantu mengurangi paparan asap dan emisi gas buang. Nexcare juga memiliki varian produk lainnya yaitu Nexcare Carbon Mask yang dilengkapi dengan filter karbon aktif yang dapat membantu mengurangi paparan debu berukuran besar dan membantu mengurangi bau tidak sedap.

Alfia Wardah, Director of Consumer Business Group, 3M Indonesia menjelaskan, "Kami menyediakan produk terbaik untuk keluarga Indonesia. khususnya produk respirator dan masker yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. 3M Nexcare merupakan brand yang memiliki berbagai varian respirator dan masker dengan teknologi filter unggulan. Salah satunya adalah Nexcare Respirator KN95, yang tepat digunakan di kota besar dengan lalu lintas udara yang menurun yang diakibatkan oleh asap dan emisi gas buang kendaraan bermotor.


Sedangkan untuk kegiatan di dalam ruangan, lanjut Alfia, Nexcare menghadirkan varian Nexcare Daily Mask, yang dapat membantu mengurangi paparan debu dan mengurangi resiko penularan penyakit yang tertular melalui bersin. batuk dan pilek. Masker ini dilengkapi dengan tiga lapisan filter yang nyaman untuk digunakan sehari-hari. “Saat ini Nexcare Daily Mask memiliki tiga varian produk yaitu Nexcare Daily Mask, Nexcare Daily Hijab Mask, dan varian terbaru tahun ini adalah Nexcare Daily Kids Mask. Masker khusus anak ini dibuat  mengikuti ukuran wajah anak dan dihadirkan untuk menjawab kebutuhan para orang tua untuk melindungi buah hati mereka. Tidak hanya memiliki kualitas filter unggul. namun Nexcare Daily Kids Mask juga memiliki motif yang menarik bagi anak—anak.

Dengan adanya berbagai jenis varian respirator dan masker Nexcare yang memiliki keunggulan filter berkualitas, 3M ingin mengajak masyarakat semakin sadar akan pentingnya penggunaan masker yang tepat guna membantu melindungi diri dari paparan partikel yang dapat menurunkan kondisi kesehatan tubuh," tutup Alfia. (Arianto)


Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini