Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Publik expose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Publik expose. Tampilkan semua postingan

Satria Antaran Prima Bakal Stock Split


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Satria Antaran Prima Tbk atau lebih dikenal sebagai SAP Express (Perseroan) merupakan perusahaan Jasa pengiriman yang didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 2014, sejak itu SAP menandai dirinya di antara perusahaan Kurir Ekspres dan Logistik terkemuka di lndonesia. Saat ini, SAP Express memiliki jaringan pengiriman hampir ke seluruh destinasi di Indonesia.

"Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (25/03) Perseroan telah memperoleh persetujuan untuk dilakukan pemecahan nilai nominal saham Perseroan (stock split) dari Rp.100,-(seratus Rupiah) per saham menjadi Rp.25,-(dua puluh lima Rupiah) per saham, yang akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," kata Presiden Direktur Satria Antaran Prima Budiyanto Darmastono kepada awak media di Jakarta. 

Selain itu, kata Budiyanto, Perseroan juga mengubah susunan pengurus Perseroan dimana Komisaris Independen Perseroan ibu Prilli Soetantyo dan Direktur ibu Lim Su Hwei telah mengundurkan diri dari
jabatan nya masing-masing. 

Tak cuma itu, Budiyanto menyebut, Perseroan mengucapkan terimakasih atas segala kontribusi yang telah disumbangkan oleh ibu Prilli Soetantyo dan ibu Lim Su Hwei semasa bergabung dengan Perseroan. Kami mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.

Lebih lanjut, Budiyanto menuturkan, Perseroan juga memperoleh Persetujuan untuk memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan penerbitan obligasi dan/atau obligasi konversi, termasuk jika diperlukan untuk menjaminkan sebagian harta Perseroan dalam rangka pendanaan usaha Perseroan tersebut di atas.

"Dan yang pasti, Perseroan tetap optimis di masa pandemik ini, dimana Perseroan akan tetap mampu menciptakan kinerja positif dan menjadi Sahabat Pengiriman bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Kuartal-III 2020, Totalindo Eka Persada Rugi Rp68 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Totalindo Eka Persada Tbk ("TOPS" atau "Perseroan") sepanjang kuartal-III 2020, Perseroan membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp155.209.167.945 atau turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan usaha yang berhasil dicapai perseroan adalah sebesar Rp631.351.389.288.

"Sedangkan Rugi Komprehensif Periode Berjalan sebesar Rp68.377.408.557 atau naik dibandingkan dengan Rugi Komprehensif Periode Berjalan Rp30.177.771.896 pada periode yang sama tahun sebelumnya," kata Direktur PT Totalindo Eka Persada Tbk, Salomo Sihombing saat Public Expose di Jakarta. Rabu (16/12)

Selain itu, kata Salomo, Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp138.687.446.950 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, beban pokok pendapatan yang berhasil dicapai perseroan sebesar Rp433.024.651.155

Namun, lanjutnya, Total aset perseroan mencapai Rp2.689.384.699.720 hingga periode 30 September 2020 turun dari total aset Rp2.750.633.755.024 hingga periode 31 Desember 2019.

Selanjutnya juga disampaikan,
Perseroan berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp369, 05 Miliar dari proyek Apartemen The Parc South City di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Salomo menambahkan, di tengah menurunnya tren bisnis konstruksi akibat  pandemi Covid-19, Perseroan telah membuktikan performa dan kinerja cukup baik. Perolehan proyek The Parc South City di masa sulit saat ini merupakan satu prestasi bagi Perseroan.

Disisi lain, lanjut Salomo, pencapaian total nilai kontrak baru menjadi Rp993 miliar atau 82,77% hingga September 2020 dari target nilai kontrak baru tahun 2020 sebesar Rp500 miliar - 1,2 Triliun untuk tahun ini dengan acuan pipeline sampai dengan 2021 senilai Rp4,997 Triliun.

"Kami merasa bersyukur dan yakin dapat menutup tahun ini dengan mencatat beberapa nilai kontrak baru dan salah satunya dari proyek The Parc South City. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan mampu bertahan di tengah ketidakpastian perekonomian dan memberikan kinerja terbaik," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Kuartal-III 2020, Laba Tempo Scan Pacific Rp495,7 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Tempo Scan Pacific Tbk ("TSPC" atau "Perseroan") sepanjang kuartal-III 2020, mencatatkan penjualan neto Rp8.091,6 miliar atau turun 1% dibandingkan dengan dari penjualan neto Rp8.172 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sedangkan, Total Beban Usaha turun 17,1% menjadi Rp2.138,4 miliar dari Rp2.579,1 miliar dan laba bruto turun 9,1% menjadi Rp2.828,0 miliar dibandingkan dengan laba bruto Rp3.110,2 miliar tahun sebelumnya," kata Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk, Diana Wirawan saat Public Expose di Jakarta. Selasa (15/12)
 
Selain itu, kata Diana, Laba usaha sebesar Rp689,6 miliar atau naik 29,8% dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu September 2019 hanya sebesar Rp531,2 miliar.

Demikian juga, sambungnya, Laba Neto sebesar Rp495,7 miliar atau naik 19 % dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu September 2019 sebesar Rp416,5 miliar.

Begitu juga, imbuh Diana, Total aset perseroan mencapai Rp8.896,9 miliar hingga periode 30 September 2020 atau naik 11,4 % dari total aset Rp7.985,2 miliar hingga periode 30 September 2019.

Lebih jauh, Dia menambahkan, Sepanjang tahun 2020 total belanja modal Perseroan mencapai Rp247,2 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp245,3 miliar.

Selanjutnya juga disampaikan, strategi perseroan diantaranya, memanfaatkan secara optimal Ekuitas Merek (Brand Equity) Tempo Scan yang dipergunakan oleh Divisi
Farmasi maupun Divisi Produk Konsumen & Kosmetik.

Begitu juga, ucapnya, Penerapan strategi penjualan dan distribusi yang terpadu dan terintegrasi dengan menggunakan aplikasi
mobile Tempo Scan Integrated Mobile Order System (TiMOS) untuk meningkatkan penetrasi pasar.

"Tak cuma itu, perseroan akan terus mengembangkan pemasaran dan pendistribusian produk merek Tempo Scan maupun produk
berlisensi di pasar internasional melalui entitas anak Tempo Scan di Thailand, Malaysia, Filipina dan
Nigeria," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Penjualan Produk Homeware INOV Melesat di Kuartal III-2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV"), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF) yang didukung dengan adanya tren peningkatan terhadap
permintaan produk-produk untuk keperluan rumah tangga.

Victor Choi, selaku Direktur INOV mengungkapkan, Tren penjualan untuk produk turunan INOV yaitu peralatan rumah tangga (homeware) mengalami peningkatan cukup signifikan dan memang terdapat potensi yang sangat positif untuk masa mendatang. 

"Menyikapi peluang tersebut,
INOV akan terus mengembangkan produk-produk homeware ini. Ke depan, INOV akan melakukan diversifikasi untuk produk homeware, salah satunya dengan memproduksi kain bulu sintetis," kata Victor dalam keterangan tertulis kepada media. Kamis (03/12)

Hingga kuartal III-2020, kata Victor, penjualan produk homeware INOV tercatat sebesar Rp40,9 miliar atau naik 123,4% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp18,3 miliar.

Selanjutnya juga disampaikan, Produk turunan INOV lainnya yaitu produk bukan tenunan (non-woven) membukukan
penjualan sebesar Rp67,9 miliar atau naik 14,9% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp59,1 miliar. Dalam laporan keuangan kuartal III-2020, INOV mencatatkan penjualan sebesar Rp378,3 miliar dan laba kotor mencapai Rp61,9 miliar.

Sepanjang tahun 2020, lanjutnya, INOV sedang fokus memperkuat pasokan sampah botol plastik dengan membangun pabrik pencucian botol (washing facility) di Medan dengan kapasitas produksi mencapai 500 ton per bulan. .

"Dengan kata lain, upaya-upaya yang dilakukan oleh INOV termasuk dalam tujuan investasi masa depan," tutup Victor. (Arianto)


Share:

Semester I 2020, Laba Tridomain Performance Materials US$ 6,16 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Tridomain Performance Materials Tbk ("TDPM" atau "Perseroan"), emiten produsen utama bahan baku khusus (specialty materials) untuk berbagai industry melalui entitas anak yang berkinerja tinggi dan
produsen terbesar Acrylamide, Specialty Resin, dan Plasticizer di Asia Tenggara. 

Paulus Harjono, Direktur PT Tridomain Performance Materials Tbk memaparkan, pada semester I 2020, Perseroan mencatatkan pendapatan penjualan sebesar US$110,67 juta atau turun 27,38% dibandingkan dengan US$152,41 juta yang dibukukan pada 30 Jun 2019. 

"Pertumbuhan yang lebih rendah ini terutama disebabkan oleh harga jual rata-rata yang lebih rendah dan volume penjualan yang menurun pada 30 Jun 2020," kata Paulus saat Public Expose di Jakarta. 

Bahkan, kata Paulus, Perseroan hanya berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$ 6,16 juta pada semester I 2020 atau turun 23,23% dibandingkan dengan realisasi semester I 2019 yang mencapai US$ 8,02 juta.

Secara keseluruhan, sambung Paulus, perusahaan berhasil mempertahankan profil marjin yang stabil melalui strategi manajemen keuangan yang ketat, meskipun terdapat banyak hambatan akibat situasi Covid-19.

Namun, sambungnya, Total volume penjualan per 30 Jun 2020 menurun sebesar 17,43% secara tahunan atau year-on-year (yoy)  dibandingkan dengan 30 Jun 2019, terutama karena terbatasnya aktivitas ekonomi
yang disebabkan oleh pandemi.

Selanjutnya juga disampaikan, Laba bruto per 30 Jun 2020 mencapai US$21,62 juta atau  turun sebesar 5,8% YoY dibandingkan dengan US$22,95 pada 30 Jun 2019. 

"Sedangkan Total aset per 30 Juni 2020 mencapai US$359,14 juta, lebih rendah dari posisi 31 Desember 2019 sebesar US$356,29 juta," ungkap Paulus.

Sementara itu, lanjut Paulus, liabilitas Perseroan pada 30 Juni 2020 adalah US$193,69 juta, dibandingkan dengan US$197,83 juta pada tahun 2019.

Meskipun ada pandemi Covid-19, ungkap Paulus, Perseroan telah
berhasil menerapkan langkah efisiensi biaya yang ketat yang telah menghasilkan profit margin yang lebih kuat dan kinerja bisnis yang solid. 

"Harapannya, Seiring dengan dibukanya kembali kegiatan ekonomi secara bertahap menuju fase pemulihan, Perseroan tetap optimis dan memanfaatkan
peluang ini untuk memberikan performa yang lebih baik di semester kedua," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Bank Sinarmas Raih Laba Rp119 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Bank Sinarmas Tbk ("BSIM" atau "Perseroan") membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp2.374 triliun hingga periode September 2020 menurun 5% dari pendapatan bunga bersih tahun sebelumnya yang Rp2.495 triliun.

"Sepanjang kuartal-III, perseroan membukukan pendapatan operasional Rp3.220,2 triliun atau turun 0.004% dari Rp3.220,3 triliun dan beban operasional naik 10% jadi Rp3.502 triliun dari Rp3.193 triliun," kata Frenky Tirtowijoyo, Direktur Utama PT Bank Sinarmas Tbk saat Public Expose di Jakarta. Selasa (24/11)

Begitu juga, kata Frenky, perseroan membukukan laba sebelum pajak menjadi Rp119 miliar naik 807% dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp13 miliar.
 
"Sedangkan laba non operasional menjadi Rp401 miliar naik 2.964% dari laba bersih tahun sebelumnya yang hanya Rp14 miliar," ungkap Frenky.

Selanjutnya juga disampaikan,  perseroan akan menata ulang portofolio aktiva produktif yaitu: meningkatkan portofolio surat berharga dari Rp 4,7 Triliun menjadi Rp 6,3 Triliun, dan memperketat penyaluran kredit sejak awal 2020 serta merestrukturisasi kredit-kredit yang terdampak covid-19

Kemudian, sambungnya,
menambah fitur SimobiPlus antara lain uang elektronik, penambahan biller, pembukaan rekening Online, pembukaan Tabungan Rencana Online, dan fitur Personal Financial Management (PFM).

"Selain itu, kerjasama LKD untuk Registrasi dan Transaksi Uang Elektronik termasuk kerjasama dengan pihak ketiga untuk top up saldo E-Money dan meluncurkan layanan Chatbot," pungkasnya. (Arianto)

 
Share:

Kuartal III-2020, Pendapatan Sumber Alfaria Trijaya Naik


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ("AMRT" atau "Perseroan"), adalah pemilik Alfamart, salah satu operator minimarket terkemuka di Indonesia dengan 17,129 gerai di seluruh Indonesia, 44 gudang, 500 lebih supplier aktif dan 10 juta lebih member.

Anggara Hans Prawira, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk memaparkan, pada kuartal III-2020, Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp56,369 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 4.17% dibandingkan dengan posisi 30 Jun 2019 yaitu sebesar Rp54,111 miliar. 
 
"Sedangkan, Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada September 2020 sebesar Rp638 miliar atau mengalami penurunan sebesar 1.85% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019 yaitu sebesar Rp650 miliar," kata Anggara saat Public Expose Tahunan di Tangerang. Rabu (18/11)

Selain itu, kata Anggara, Perseroan memiliki jumlah Aset sebesar Rp25,408 triliun pada September 2020 atau mengalami kenaikan  dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019 yaitu sebesar 23,992 triliun. 

Selanjutnya juga disampaikan, Alfamart market share mengalami peningkatan 0.3% menjadi 30.0%. 

"Asal tahu saja, pertumbuhan gerai, dalam 5 tahun terakhir terdapat pergeseran pembukaan toko dari wilayah Jabodetabek ke wilayah di Luar Pulau Jawa," pungkasnya. (Arianto)



Share:

BELL Supply Kain Sehat untuk Bahan Pelindung


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Trisula Textile Industries Tbk (“BELL” atau “Perseroan”), menyediakan Kain Sehat yang dilengkapi dengan fitur anti mikroba, anti air, dan breathable, sehingga aman dan nyaman digunakan sebagai bahan untuk pakaian  
pelindung tambahan di tengah Pandemi Covid‐19 ini dan Kain Sehat BELL juga telah tersertifikasi Standard 
100 dari OEKO‐TEX. 
 
Karsongno Wongso Djaja selaku Direktur Utama BELL mengatakan, Kami berinisiatif untuk membuat Kain Sehat yang dapat dikembangkan menjadi berbagai macam produk garmen. Sampai saat ini pun kami telah menerima pesanan Kain Sehat untuk dijadikan beragam macam pakaian pelindung di masa Pandemi Covid‐19. 

"Kain Sehat BELL dipasarkan melalui jaringan distribusi di berbagai wilayah di Indonesia dan sudah di‐supply ke beberapa garmen dan desainer," kata Karsongno dalam keterangan tertulis kepada Duta Nusantara Merdeka. Senin (25/10)

Adapun, lanjut Karsongno, Kain Sehat ini diproduksi oleh garmen dan desainer menjadi berbagai produk diantaranya windbreaker jacket, outer, rompi, dan sebagainya. Perseroan sendiri telah memproduksi Jaket Lipat melalui brand milik Perseroan, yaitu JOBB. 
 
Sama halnya dengan Kain Sehat, kata Karsongno, Jaket Lipat BELL ini telah didistribusikan di berbagai daerah di dalam negeri. Jaket Lipat ini dipasarkan melalui toko ritel dan secara online melalui media sosial Instagram merek pakaian JOBB, yaitu @jobbapparel dan website jobb.co.id, serta marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada. 
 
Karsongno menambahkan, Sesuai dengan namanya, Jaket Lipat ini fleksibel untuk dibawa dan dengan keunggulannya menjadikan Jaket Lipat ini aman dan nyaman digunakan. 

Selain itu, tutur Karsongno, Didesain dengan warna dan model yang menarik sehingga konsumen yang menggunakan dapat tetap tampil trendy sekaligus tetap dapat menjaga kesehatan dengan pelindung tambahan. 

"Ke depannya, BELL akan terus mengembangkan produk dengan menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Terutama di tengah Pandemi Covid‐19 ini melalui produk Kain Sehat, BELL akan terus berinovasi membuat produk berkualitas yang dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para customers," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Trans Power Marine Tebar Dividen Sebesar Rp 23,5 per Saham


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Harga batu bara di tahun 2019 menurun menjadi USD 66,30, walaupun demikian permintaan komoditas batu bara di pasar terus meningkat. Hal ini tentu saja memberikan angin segar untuk industri pengangkutan batu bara, khususnya PT Trans Power Marine Tbk (TPM).

Rudy Sutiono, Corporate Secretary PT Trans Power Marine Tbk mengatakan, Pada tahun 2019, volume produksi batu bara nasional mengalami kenaikan sekitar 16% menjadi 610 juta ton yang memberikan dampak positif terhadap kinerja TPM. Selain mengoptimalkan semua kapal miliknya, TPM juga menyewa kapal dari pihak ketiga untuk mengakomodir permintaan pelanggan yang melebihi
kapasitas kapal yang dimiliki.

"Berdasarkan hasil RUPS Tahunan pada tanggal 30 Juli 2020, TPM membagikan dividen tunai sebesar kurang lebih 51% dari laba bersih tahun 2019 yaitu sebesar Rp 61.882.550.000 (enam puluh satu milyar delapan ratus delapan puluh dua juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) atau Rp 23,5 (dua puluh tiga koma lima rupiah) per saham," ujar Rudy saat Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta. Rabu (30/07)

Disisi lain, tuturnya, Dalam mempertahankan kegiatan industri Perusahaan di tengah kondisi ekonomi dan industri yang kurang kondusif, Perusahaan menerapkan serta melaksanakan strategi-strategi bisnis yang sangat baik. Dengan kedisiplinan dan kerja keras serta pemeliharaan rutin armada kapal, loyalitas terhadap pelanggan serta sumber daya manusia yang terus ditingkatkan, membawa TPM pada tingkat yang optimal.

"TPM telah membuktikan pencapaian yang luar biasa di tahun 2019 dengan peningkatan pendapatan usaha sekitar 9% menjadi USD 47,7 juta dan pertumbuhan laba sebesar kurang lebih 8% menjadi USD 8,4 juta. TPM juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 61.882.550.000 sebagai ucapan terima kasih atas dukungan pemegang saham selama ini" kata Rudy.

"Sementara itu, Realisasi Capex TPM di tahun 2019 sebesar USD 8,6 juta adalah pembelian 2 set kapal tunda dan tongkang serta untuk perbaikan dan pemeliharaan armada, yang didukung oleh dana internal Perusahaan dan pinjaman bank. Di tahun 2020 TPM merencanakan Capex sekitar Rp. 45 milyar yang akan dipergunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan armada kapal," pungkasnya. (Arianto)






Share:

Kinerja Indo Kordsa Tahun 2019 Positif


Duta Nusantara Merdeka |
Jakarta
PT Indo Kordsa Tbk dengan Kode Emiten BRAM (Perseroan) menggelar Public Expose Tahunan setelah Rapat Umum Pemegang Saham pada Rabu, 10 Juni 2020 bertempat di Le Meridien Hotel, Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 18-20 Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mehmet Zeki Kanadikirik,
Presiden Direktur PT Indo Kordsa Tbk menyampaikan, Pada tahun 2019, penjualan di pasar domestik menyumbang 49% terhadap total penjualan bersih, yakni sebesar USD 121,228 ribu. Dibandingkan tahun 2018 penjualan domestik mencatatkan penurunan sebesar 0,29%.

"Sementara itu, penjualan ekspor berkontribusi sebesar 51% terhadap total penjualan bersih yakni sebesar USD 124,391 ribu. Hingga akhir Desember 2019 penjualan ekspor tercatat mengalami penurunan sebesar 12,93% dibandingkan periode akhir Desember 2018," kata Mehmet saat pemaparan kinerja perseroan.

Mehmet menambahkan, Walaupun di tengah pandemi Covid-19, tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan di perseroan.

Hingga tahun 2019, kata Mehmet, Perseroan mencatatkan telah memperoleh berbagai sertifikasi dan penghargaan khususnya dibidang SHE antara lain:
-  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diperoleh sejak tahun 2016;
-  Enviromental Management System ISO 14001:2015 oleh Lloyd's Register Indonesia. Di peroleh pada 19 Mei 2017.

"Perseroan juga meneruskan dan menyempurnakan program pelatihan berkesinambungan yang meliputi kegiatan Pelatihan PSRM (Process Safety and Risk Management), Pelatihan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, dan Pelatihan Tanggap Darurat bagi karyawan dan Regu Tanggap Darurat," tegasnya.

Selanjutnya, Perseroan meneruskan dan menyempurnakan kampanye keselamatan yang kontinyu: Safety Dojo, Medical Check-up, BOS (Behavior Oriented Safety) serta UAUC (Unsafe Action and Unsafe Condition), Kampanye 5S, Kampanye keselamatan berkendara, kampanye keselamatan listrik dan kampanye keselamatan báhan kimia.

Sementara itu, lanjutnya. Perseroan menerapkan sistem managemen kinerja sebagai faktor utama pengembangan Sumber Daya Manusianya serta mendukung dan mengembangkan berbagai program dan paket kesejahteraan karyawan. Program pengembangan Perseroan di tahun 2019 antara lain: Coaching Culture Program, Program Mentoring, Buddy System, Program Suksesi.

"Disisi lain, perseroan juga mengadakan Refreshment Training Feedback Culture & How to Handle Indiscplinary Actions bagi seluruh Manager, Engineer, Specialist, Supervisor dan Group Leader yang memiliki tim," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Kinerja Sampoerna Agro Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Sampoerna Agro Tbk beserta anak perusahaannya ("Sampoerna Agro" atau "Perseroan") menggelar Public Expose pada Rabu, (18/12) di Jakarta. Dengan agenda paparan mengenai laporan keuangan konsolidasian yang diaudit bersama dengan statistik kinerja operasionalnya untuk periode yang berakhir pada September 2019 ("9M19").

Budi Halim, Direktur Utama PT Sampoerna Agro Tbk dalam paparan publik menyampaikan, Sampoerna Agro mampu membukukan kinerja keuangan yang lebih baik di kuartal ketiga tahun 2019 ("3Q19"), berkat skala ekonomi yang lebih tinggi, sehingga penjualan konsolidasian berhasil melonjak dibandingkan dengan kuartal kedua di tahun 2019 ("2019"). Jumlah penjualan konsolidasian di 3Q19 meningkat 49% lebih tinggi mencapai sebesar Rp903,45 miliar, meskipun harga jual produk unggulan masih menurun.

"Penjualan minyak sawit dan inti sawit Perseroan, yang menyumbang sebesar 96% dari penjualan konsolidasian,
berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja pada 3Q19. Penjualan dari kedua produk andalan tersebut meningkat dari Rp 578,12 miliar pada 2Q19 menjadi Rp862,43 miliar pada 3019 seiring dengan kenaikan volume penjualan yang melebihi penurunan harga jual," ujar Budi saat jumpa pers di BEI Jakarta. Rabu (18/12)

Pada 3Q19, kata Budi, Perseroan menjual minyak sawitnya dengan harga rata-rata sebesar Rp6.569 per Kg, atau 2% lebih rendah dibanding 2019. Inti sawit juga membukukan harga jual rata-rata 4% lebih rendah, yakni sebesar Rp3,362 per kg. Akan tetapi, volume penjualan untuk keduanya dalam kuartal melonjak, masing-masing sebesar 52% dan 50%, dengan jumlah produksi yang mencapai 117,123 ton dan 27,665 ton. Landasan utama peningkatan kinerja Perseroan pada 3Q19 terutama didukung lonjakan produksi yang disertai dengan pencapaian produktivitas operasional yang lebih tinggi.

Menurutnya, Peningkatan hasil panen tertinggi dibukukan oleh kebun Perseroan di Sumatera Selatan dengan masuknya periode siklus panen tinggi, meskipun di tengah cuaca yang kian panas dan kekeringan yang cukup intens pada kuartal tersebut. Kebun Sumatera Selatan membukukan lonjakan produksi minyak sawit sebesar 32% secara kwartalan.

Pada 9M19, lanjutnya, Perseroan membukukan penjualan konsolidasian sebesar Rp2.267,08 miliar, atau 1% lebih rendah dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya ("9M18") terutama disebabkan oleh penurunan harga jual yang signifikan. Harga jual rata-rata Perseroan untuk minyak sawit dan inti sawit pada 9M19 mengalami penurunan masing-masing sebesar 12% dan 33%, dibandingkan 9M18.

Namun demikian, tegasnya, penurunan kinerja kedua produk tersebut dapat diredam sebagian dengan naiknya volume penjualan . Volume penjualan minyak sawt naik menjadi 292,198 tons pada 9M19, atau naik sebesar 19% dibandingan 9M18. Adapun inti sawit juga mengalami kenaikan sebesar 3% menjadi 64,440 tons di 9M19.

"Kami yakin bahwa komitment Perseroan dalam melakukan kegiatan intensifikasi kebun akan berdampak positif seiring dengan pemulihan harga komoditas sawit. Harga minyak sawit yang diperdagangkan juga telah melonjak 40% sejak akhir bulan September. Pemicunya adalah efek gabungan dari kekhawatiran bahwa jumlah pasokan akan menurun signifikan serta kenaikan permintaan untuk program B30 Indonesia," tutup Budi. (Arianto)



Share:

Bank Maybank Indonesia Gelar Paparan Publik Kinerja Tahun 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk menggelar Paparan Publik Tahun 2019 pada Rabu, 18 Desember 2019 di Gedung Sentral Senayan 3 lantai 28 Jl. Asia Afrika No. 8 Gelora Bung Karno, Jakata. Dengan agenda Paparan Kinerja Sembilan Bulan Tahun 2019.

Thilagavathy Nadason selaku Direktur PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk dalam Paparan Publik menyampaikan, Pendapatan operasional sebelum provisi naik 2,0% YoY didukung pertumbuhan pendapatan non-bunga (+23,2% YoY), pengelolaan biaya secara berkelanjutan dan kenaikan pendapatan bunga bersih (+1,4% YoY). Sedangkan Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) turun sebesar 25,9% YoY menjadi Rp1,1 triliun, karena peningkatan provisi kredit sebesar 59,4% YoY.

"Pendapatan selain bunga (fee income) tumbuh 23,2% YoY menjadi Rp1,9 triliun didukung oleh fee dari bisnis Global Markets, administrasi kredit, pemulihan kredit (loan recovery), bancassurance, dan lain-lain. Marjin Bunga Bersih (NIM) membaik (QoQ menjadi 4,97% didukung peningkatan hasil aktiva produktif & penurunan biaya dana," ujar Thilagavathy Nadason saat Paparan Publik di Jakarta. Rabu (18/12)

Dia menjelaskan, Kredit Bank menurun sebesar 1,1% terutama dari segmen Community Financial Services (CFS) Non Ritel (7,0% YoY), CFS Ritel (-4,0% YoY). Namun Perbankan Global tumbuh kuat sebesar 13,7% YoY.

Selain itu, lanjutnya, Rasio Kredit UMKM terhadap total kredit Bank sebesar 23,65% dan komposisi penyaluran kredit kepada usaha produktif terhadap total kredit Bank sebesar 75,59% (di atas ketentuan minimum). NPL membaik YoY and QoQ, tercatat sebesar 2,63% (gross) dan 1,53% (net) per Sep-19.

Namun, kata Thilagavathy Nadason, Simpanan Nasabah meningkat 4,3% YoY. Rasio dana murah (CASA) tercatat sebesar 36,44%. Indikator likuiditas terkelola secara sehat: Loan-to-Deposit Ratio (LDR - bank saja) sebesar 96,25% per Sep 19. (Modified LDR bank saja: 83,34%). Liquidity Coverage Ratio (LCR bank saja) triwulanan sebesar 169,70%. LCR (bank saja) bulanan Sep-19 sebesar 132,39%.

Seiring dengan pertumbuhan Perbankan Syariah, jelas Thilagavathy Nadason, Aset Syariah tumbuh 10,6% menjadi Rp33,4 trilun dan berkontribusi 18,8% terhadap total aset Bank. Sedangkan Pembiayaan Syariah tumbuh 3,0% menjadi Rp24,5 triliun. Simpanan Syariah tumbuh signifikan 45,9% menjadi Rp26,4 triliun. Begitupun Non Performing Financing (NPF) membaik signifikan ke 1,30% per Sep-19 dari 2,87% per Sep-18.

"Mengenai Pemodalan, Total Aset tumbuh 2,6% YoY menjadi Rp177,9 triliun. Permodalan tetap kuat dengan CAR sebesar 20,09% (Tier I: 18,24%) dan total modal sebesar Rp26,8 triliun per Sep-19," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Laba Darma Henwa Meningkat 44.3%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menggelar Paparan Publik Perseroan pada Selasa, (3/12) di Royal Kuningan Hotel Jakarta. Di tengah permintaan batubara yang belum membaik, Perseroan mampu meningkatkan kinerjanya. Dari sejumlah proyek pertambangannya, sampai dengan 30 September 2019, Perseroan berhasil meningkatkan volume overburden menjadi 82,70 juta Bcm, atau naik 9.1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 75,78 juta Bcm. Hingga kuartal ketiga 2019, coal delivery atau produksi batubara Perseroan mencapai 11,44 juta ton atau meningkat 22,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,37 juta ton.

Saptari Hoedaja, Presiden Direktur PT Darma Henwa Tbk dalam paparan publik menjelaskan, Saat ini Perseroan mengelola empat proyek yakni Proyek Batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal, Proyek Batubara Asam Asam milik PT Arutmin Indonesia, Proyek Batubara Satui milik PT  Cakrawala Langit Sejahtera. Kemudian, ada pula Proyek Jasa Pelayanan Pelabuhan yang dikerjakan oleh anak usaha perseroan, PT Dire Pratama.

"Sampai akhir September 2019, terjadi peningkatan produksi, karena Perseroan melakukan banyak perbaikan pada fundamental operasionalnya. Dengan kinerja yang terus meningkat sampai kuartal ke-3, kami optimis kinerja tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya," ujar Saptari Hoedaja saat paparan publik di Jakarta. Selasa (03/12)

Melihat kinerja ketiga proyek tersebut, kata Saptari Hoedaja, sampai dengan akhir tahun 2019 Perseroan diperkirakan akan mampu memproduksi overburden sebesar 125,7 juta Bcm, atau naik 20,85% dibanding tahun 2018 sebesar 104 juta Bcm. Sedangkan produksi batubara diperkirakan akan mencapai 17 juta ton atau naik 33,47% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,73 juta ton.

Dari sisi keuangan, Saptari Hoedaja mengungkapkan, Total Aset Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adalah sebesar USD 517,41 juta, atau naik 24,64% dari posisi tanggal 31 Desember 2018 sebesar USD 415,09 juta. Kenaikan total aset disebabkan karena adanya kenaikan Aset Lancar yaitu Kas dan Setara Kas dan Aset Lancar Lainnya yang berasal dari pinjaman bank.

Sedangkan, Total Liabilitas Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adalah sebesar USD 285,40 juta atau naik sebesar 54,86% dibandingkan dengan Total Liabilitas per 31 Desember 2018 sebesar USD 184,29 juta. Kenaikan Total Liabilitas disebabkan karena adanya kenaikan Utang Bank yang digunakan untuk meningkatkan kinerja operasional Perseroan.

Selain itu, kata Saptari Hoedaja, Ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adaiah sebesar USD 232,00 atau naik 0.5% dari posisi tanggal 31 Desember 2018 sebesar USD 230,80 juta karena Perseroan berhasil membukukan Laba Komprehensif untuk periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2019.

Seiring dengan peningkatan produksi, lanjut Saptari Hoedaja, Perseroan berhasil membukukan peningkatan pendapatan sebesar USD 237,92 juta atau naik 25,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 188,86 juta. Mayoritas pendapatan masih berasal dari jasa kontraktor batubara. Proyek batubara Bengalon memberikan pendapatan USD 165,09 juta. Kemudian pendapatan dari Proyek Batubara Asam Asam tercatat sebesar USD 60,84 juta. Dan Proyek Batubara Satui menyumbang pendapatan sebesar USD 10,22 juta.

Begitupun, Laba Kotor Perseroan sampai dengan 30 September 2019 sebesar USD 17,31 juta, atau naik 164,270 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 6,60 juta. Kenaikan terjadi karena persentase peningkatan pendapatan lebih tinggi dibanding persentase peningkatan Beban Pokok Pendapatan.

Menurutnya, Laba Usaha Perseroan sampai dengan 30 September 2019 sebesar USD 7,16 juta, atau naik 47,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 4,84 juta. EBITDA Perseroan sampai akhir September 2019 tercatat sebesar USD 28,74 juta, atau naik 22,39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 23,49 juta.

"Sampai dengan akhir September 2019, Perseroan berhasil membukukan Laba Komprehensif sebesar USD 1,19 juta atau meningkat 44.3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 0,82 juta," pungkasnya. (Arianto)






Share:

Laba Bersih Tugu Insurance Naik 174%


DutaNusantara Merdeka | Jakarta
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menggelar Public Expose 2019 pada Kamis, 14 November 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, dengan agenda Presentasi Kinerja lII/2019.

Dalam public ekspose, Bapak Indra Baruna selaku Presiden Direktur Tugu Insurance, memberikan pemaparan khusus terkait laba bersih yang memiliki kenaikan 174% pada periode Januari-September 2019.

Menurut Indra, Kenaikan laba bersih diperoleh dari pendapatan premi bruto konsolidasi yang meningkat 45%, yang dimiliki dari berbagai sector, mulai dari sector energy, non-energy, commercial serta retail business.

Selain itu, kata Indra, Peningkatan laba bersih tidak terlepas dari kemampuan perseroan untuk meningkatkan hasil investasi dan hasil usaha lainnya, salah satunya dengan menjadikan bisnis retail sebagai salah satu strategi utama dalam pengembangan perusahaan.

Selanjutnya, "Beberapa produk ritel yang menjadi andalan meliputi, tdrive untuk asuransi kendaraan, tdrive untuk asuransi sepeda motor, tfracture untuk asuransi patah tulang," imbuhnya.

"Menariknya, Tugu Insurance akan terus mengembangkan inovasi produk dan layanan untuk kebutuhan atas kebutuhan perlindungan masyarakat. Setiap produk dan layanan yang diberikan Tugu Insurance akan selalu memperhatikan fairness, simple dan cepat," tutupnya. (Arianto)




Share:

Kinerja Indo Straits 2019 positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Indo Straits Tbk menggelar Paparan Publik Tahunan pada Jum'at, 15 November 2019 di Gedung Graha Kirana, Jakarta. Turut hadir antara lain: Komisaris Utama Ir.Agusman Effendi, Direktur Utama Tan Kim Leng dan Direktur Sutina.

Tan Kim Leng, Direktur Utama PT Indo Straits Tbk dalam Public Expose menyampaikan, Pada tanggal 28 Januari 2019, Perseroan telah memperoleh perpanjangan kontrak dari Mandiangin Batubara sampai dengan 30 November 2020.

Selain itu, kata Tan Kim Leng, pada tanggal 24 September 2019 Perseroan telah menandatangani perpanjangan fasilitas perbankan tahunan terutama fasilitas modal kerja sebesar AS$1.500.000 sampai dengan tanggal 26 Juni 2020.

Menurutnya, Selama periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2019, Perseroan menunjukan peningkatan laba bersih sebelum pajak dari AS$64,5 ribu menjadi AS$ 120 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Biaya umum dan administrasi dan biaya pinjaman terus berkurang dari AS$ 2,6 juta menjadi AS$ 2,3 juta untuk periode 9 bulan yang berakhir 30 September 2019 yang dipengaruhi terutama pengurangan pinjaman bank," ujar Tan Kim Leng saat paparan publik di Jakarta. Jum'at (15/11)

Namun, lanjut Tan Kim Leng, biaya pendapatan yaitu kenaikan biaya bahan, hal ini diimbangi dengan kenaikan sebagianbbahan bakar dan biaya perawatan serta suku cadang.

Disamping itu, Tan Kim Leng menambahkan, Perseroan memperoleh pendapatan yang lebih baik dari AS $ 8,9 juta di kuartal III 2018 menjadi AS$ 9,1 juta di kuartal III 2019 yang dipengaruhi oleh lonjakan kegiatan dalam layanan teknik kelautan terpadu.

"Posisi Keuangan Konsolidasian pada tanggal 30 September 2019, Perseroan mengalami peningkatan rasio lancar menjadi 1,02, rasio utang terhadap ekuitas menjadi 0,22 dan rasio kemampuan membayar hutang yang cukup sehat sebesar 1,85," tutupnya. (arianto)




Share:

Laba bersih Sarimelati Kencana Meningkat 47%


Duta Nusantara Merdeka | jakarta
PT Sarimelati Kencana Tbk didirikan pada tahun 1987 dan memegang perjanjian waralaba untuk restoran Pizza Hut di Indonesia dari Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd., anak perusahaan Yumi Brands, Inc. Per November 2019, Perusahaan mengoperasikan 501 gerai Pizza Hut Restaurants (PHR), Pizza Hut Delivery (PHD), dan Pizza Hut Express (PHE) di lebih dari 80 kota di 5 pulau besar di Indonesia, termasuk Papua Barat.

PT Sarimelati Kencana Tbk. ("Perseroan") (Kode Ticker BEl: PZZA), waralaba restoran Pizza Hut di seluruh Indonesia untuk Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd., anak perusahaan Yumi Brands, Inc., merilis laporan keuangan yang belum diaudit untuk periode yang berakhir 30 September 2019 (9M-19).

Steven Christopher Lee, Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk dalam Public Expose 2019 mengatakan, Kami bangga dapat terus membukukan pencapaian kinerja yang baik dalam periode sembilan bulan pertama tahun 2019. Kami berharap kinerja yang baik ini akan terus berlanjut sampai akhir tahun.

"Kami melihat adanya potensi pertumbuhan yang berkelanjutan di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang karena Indonesla sangat luas dan terus bertumbuh. Oleh sebab itu, saat ini kami sedang mengembangkan rencana ekspansi untuk merambah ke daerah-daerah baru di mana kami belum mempunyai gerai dalam tahun-tahun mendatang," ujar Steven saat public Expose di Gedung Smesco Jakarta. Kamis (14/11)

Selama 9M-19, kata Steven, Perusahaan telah mencatat pertumbuhan penjualan bersih yang menggembirakan sebesar 14,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih tumbuh menjadi Rp2,9 triliun didukung oleh segmen restoran dan pesan antar. Biaya operasional Perusahaan selama 9M-19 meningkat sebesar 13,3%, lebih rendah dibanding tingkat pertumbuhan penjualan bersih.

Menurutnya, Hal ini memungkinkan Perusahaan untuk meningkatkan laba operasional dari Rp159 miliar selama 9M-18 menjadi Rp202 miliar selama 9M-19 atau naik sebesar 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Tumbuhnya penjualan bersih, lanjutnya, efisiensi dalam operasional perusahaan dan tingkat utang yang rendah berkontribusi terhadap pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 47% menjadi Rp149 miliar.

Selain itu, kata Steven, Total utang berbiaya bunga (9M-19: Rp75 miliar) juga menurun secara signifikan sebesar Rp155 miliar, setara dengan turun 67,2% dibanding periode yang sama tahun lalu (9M-18: Rp230 miliar). Penurunan jumlah total utang ini berdampak terhadap penurunan biaya bunga sebesar Rp21 miliar, 72,5% lebih rendah dibanding 9M-18. Perusahaan tidak mempunyai pembiayaan dalam denominasi USD dan karena itu Perusahaan memiliki eksposur yang sangat terbatas terhadap risiko mata uang.

Sampai dengan November 2019, tegasnya, sebanyak 50 gerai telah ditambahkan ke dalam sistem, sehingga saat ini Perusahaan telah mengoperasikan sebanyak 501 gerai yang merupakan gabungan dari Pizza Hut Restaurant (PHR), Pizza Hut Delivery (PHD) dan Pizza Hut Express (PHE) di seluruh Indonesia.

"Kami sangat bangga dapat menghadirkan gerai Pizza Hut ke-500 di Indonesia. Kami senang dapat berbagi pencapaian ini dengan setiap pihak yang terlibat, termasuk para rekanan, pemasok, pemegang saham, para karyawan kami yang berdedikasi. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan dan cinta dari para konsumen kami di Indonesia," tutupnya. (Arianto)






Share:

Laba Cikarang Listrindo Kuartal Ketiga 2019 Naik Sebesar 30,1%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Cikarang Listrindo Tbk (1DX: POWR) ("Perseroan") merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2016 yang bergerak di bidang kelistrikan (infrastruktur dan utilitas).

Perseroan merupakan perusahaan listrik swasta terlama di Indonesia melayani lebih dari 2.400 pelanggan industri di lima kawasan industri di daerah Cikarang dan juga memasok listrik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak 1996. Perseroan memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas total 1.144MW.

Christanto Pranata, Direktur Keuangan PT Cikarang Listrindo Tbk dalam Public Expose mengatakan, Laporan keuangan pada kuartal ketiga 2019 menunjukkan capaian laba tahun berjalan sebesar AS$79,0 juta atau naik sebesar 30,1% dari AS$60,6 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja keuangan POWR di kuartal ketiga tahun 2019 yang solid tercermin dari kinerja yang terus bertumbuh dengan catatan penjualan bersih sebesar US$440,0 juta atau naik sebesar 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Perseroan juga berhasil mencatat arus kas yang kuat dengan penambahan arus kas dari aktivitas bisnis Perseroan sebesar AS$20,3 juta atau meningkat 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Christanto saat paparan publik di Hotel Sheraton Jakarta. Selasa (12/11)

Menurut Christanto, Posisi keuangan yang sehat ini juga dibuktikan dengan tingkat Rasio Kemampuan Membayar Biaya Tetap (FCCR) berada di tingkat 7,9 kali serta tingkat Utang Neto dibandingkan EBITDA berada di tingkat 1,6 kali. Kedua rasio tersebut diatas keharusan yang tertuang pada ketentuan Surat Utang yang dimiliki oleh Perseroan.

Selain itu, kata Christanto, Tingkat laba bersih yang dicapai Perseroan ini menghasilkan dividend yield per 30 September 2019 sebesar 5,7% yang lebih superior dibandingkan kumpulan saham Indonesia High Dividend Yield sebesar 4,1% dihitung menggunakan harga saham per 30 September 2019.

Dari segi operasional, lanjut Christanto, POWR berhasil mempertahankan kinerja operasional yang handal dengan faktor ketersediaan sebesar 98% dan susut daya dalam jaringan distribusi dan transmisi yang sangat rendah sebesar 0,7%.

Pada 1 November 2019, kata Christanto, Lembaga Pemeringkat Internasional Moody's mengapresiasi performa Perseroan dengan menaikkan outlook peringkat Perseroan menjadi Ba2 positif dari sebelumnya Ba2 stabil. Latar belakang peningkatan outlook oleh Moody's adalah pertumbuhan positif atas penjualan listrik Perseroan kepada pelanggan kawasan industri dan PLN menjadi 5.108 GWh pada tahun 2018 dari 4.801 GWh pada tahun 2016 dan operasional Perseroan yang stabil dan handal.

Perseroan memiliki kondisi arus kas yang stabil, yang didukung oleh pertumbuhan listrik dari lima kawasan industri dan kinerja operasional yang solid.

Selain itu, Christanto menjelaskan, kondisi keuangan POWR ini telah diapresiasi oleh lembaga pemeringkat global, Standar & Poors (S&P) dengan dinaikkannya peringkat utang Perseroan dari sebelumnya BB menjadi BB+ pada bulan Juni kemarin, dimana rating ini adalah satu peringkat menuju investment grade (Peringkat Investasi).

Lanjutnya, Rating Surat Utang POWR ini menempati peringkat terbaik ketiga untuk kategori seluruh perusahaan swasta indonesia yang dinilai oleh S&P, dibawah PT Astra International Tbk dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia.

Selain itu, katanya, Perseroan juga memaparkan terkait komitmennya dalam turut mengambil bagian dalam Sustainable Development Goals ("SDGs") yaitu dengan mengimplementasikan lebih dulu ketentuan POJK No. 51/POJK.03/2017 dengan melaporkan beragam inisiatif kontribusi Perseroan terhadap SDG yang disajikan dalam Laporan Keberlanjutan yang menyatu dengan Laporan Tahunan 2018 dan akan dilanjutkan juga pada tahun 2019 ini.

Christanto menambahkan, Perseroan telah melakukan kontribusi pada 12 dari 17 program Sustainable Development Goals ("SDGS") yang relevan dengan kegiatan operasi Perseroan sebagai wujud tanggung jawab Perseroan kepada masyarakat dan lingkungan hidup.

"Program tersebut diterapkan sebagai wujud tanggung jawab Perseroan kepada masyarakat dan lingkungannya. Perseroan meyakini bahwa selain mengejar pertumbuhan Perseroan, komitmen Perseroan adalah juga untuk menumbuhkan masyarakat sekitar Perseroan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, yang selaras dengan berbagai rumusan tujuan pembangunan dalam SDG," tutupnya. (Arianto)



Share:

Laba Envy Technologies Melonjak 79% di Q3


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perusahaan penyedia jasa teknologi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY:1J) membukukan kinerja yang bertumbuh signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini atau per September 2019, seiring dengan kenaikan bisnis sistem integrasi informatika.

Mengacu laporan keuangan, Envy mencatatkan laba bersih melonjak 79% menjadi Rp 5,61 miliar pada periode Sembilan bulan tersebut, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp 3,13 miliar.

Melonjaknya laba bersih perusahaan ditopang dengan pendapatan perseroan yang juga melesat menjadi Rp 121.41 miliar, atau tumbuh hingga 147% dibandingkan dengan per September 2018 yakni Rp 49,18 miliar.

Presiden Direktur Envy, Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi mengatakan lini Sistem Integrasi informatika tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yakni bisnis meningkat 110% year on year (yoy).

"Kegiatan usaha ini [Sistem Integrasi Informatika] berkontribusi 67% dari total pendapatan per September 2019. Kami terus konsisten untuk fokus dengan arah permintaan pasar layanan digital, "kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, dalam acara paparan publik di Hotel Raffles Jakarta. Rabu (06/11)

Menurut Dato' Sri Mohd Sopiyan, Perseroan memiliki tiga bisnis utama yakni Sistem Integrasi Infomatika, Sistem Integrasi Komunikasi, dan Jasa Pengamanan Teknologi Informasi.

Pada periode hingga September ini, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, bisnis Sistem Integrasi Informatika menyumbang Rp 80,86 miliar, atau naik 108% dan peiode yang sama 2018 yakni Rp 38,86 miliar. Sistem Integrasi Telekomunikasi sebesar Rp 39,99 miliar, melesat 330% dari sebelumnya Rp 9,29 miliar, dan Jasa Pengamanan Teknologi Informasi sebesar Rp 567,47 juta, atau turun 45% dari sebelumnya Rp 1,03 miliar.

Hingga kuartal lII-2019, lanjut Dato' Sri Mohd Sopiyan, aset Envy tumbuh mencapai Rp 361,53 miliar, bertambah dari posisi akhir Desember 2018 yakni Rp 170,65 miliar, ekuitas tercatat Rp 320,47 miliar dari akhir Desember 2018 yakni Rp 103,80 miliar, sementara kewajiban berhasil ditekan menjadi Rp 41,07 miliar dari Desember 2018 yakni Rp 66,85 miliar.

Dengan pencapaian ini, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, perseroan memprediksi laba tahun berjalan akhir 2019 bisa melebihi dan proyeksi dibandingkan dengan akhir Desember 2018.

Dato' Sri Mohd Sopiyan menuturkan bahwa beberapa strategi yang akan ditempuh Perseroan di antaranya ekspansi di bisnis Big Data dan data analytics, atificial inteligence (kecerdasan buatan/Al), dan Intemet of Thing (loT).

Selain itu, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, perseroan juga akan fokus pada layanan block chain, core systen (sistem inti) di industri layanan jasa keuangan, QRIS (QR Code Indonesia Standard), keamanan siber (cyber security) dan integrasi sistem telekomunikasi.

Tak hanya itu, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, Envy selama ini juga masih mendapatkan pendapatan berulang dari beberapa bisnis layanan digital di antaranya perpajakan berbasis cloud dan non-cloud, dan keamanan siber berbasis cloud dan non-cloud.

Selain itu, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, Pendapatan berulang juga berasal dari bisnis core system atau sistem inti berbasis cloud dan non-cloud (klien sektor perbankan, pembiayaan non-bank dan asuransi). serta teknologi pembayaran digital berbasis cloud dan non-cloud, ritel cerdas (smart retail). dan lelang multimedia.

"Strategi tahun ini, penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data dan layanan digital sektor keuangan serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan," kata Dato' Sri Mohd Sopiyan.

"Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ENVY pada 8 Juli 2019 dengan meraih IPO sebesar Rp 222 miliar (harga IPO Rp 370 per saham) yang digunakan untuk ekspansi usaha. Hingga Jumat 1 November 2019, saham ENVY naik 3,42% á evel Rp 2.720/saham, dengan kenaikan dalam tiga bulan terakhir mencapai 125% dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 4,90 triliun," tutup Dato' Sri Mohd Sopiyan. (Arianto)



Share:

Kinerja Jembo Cable Company Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Jembo Cable Company Tbk dengan Kode Emiten JECC (Perseroan) menggelar Public Expose Tahunan pada Rabu, 30 Oktober 2019 bertempat di Mega Glodok Kemayoran Office Tower B Lantai 6 Jakarta dengan agenda Penjelasan Kinerja Perseroan Triwulan II Tahun Buku 2019

Turut hadir antara lain: Santoso selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, Nanyang Santoso selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, dan
Cahayadi Santoso selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, dan Antonius Benady selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk.

Antonius Benady, Direktur PT Jembo Cable Company Tbk dalam paparan publik mengatakan, Penjualan Bersih 2.159,08 dibandingkan dengan 2.801,47  mencapai 77,07% dari budget 2019, sedangkan Laba Kotor 237,54 dibandingkan dengan 352,78 mencapai 67,33% dari budget 2019,
dan Laba Sebelum Manfaat Pajak 97,29 dibandingkan dengan 143,31 mencapai 67,89% dari budget 2019.

"Laba Komprehensif Tahun Berjalan 70,36 dibandingkan dengan sebesar 107,48 mencapai 65,46% dari budget 2019, dan Laba per Saham  469,10  dibandingkan dengan 710,85 mencapai 65,99 % dari budget 2019," ujar Antonius dalam paparannya.

Antonius melanjutkan, Strategi Perseroan antara lain: Melakukan pengendalian biaya di semua departemen, Fokus pada produksi dan layout produk, Efisiensi dan efektivitas produksi dan manajemen operasi, serta Mencapai stabilitas keuangan dan pembayaran deviden yang tetap.

Selain itu, "Mendorong dan meningkatkan penjualan pada produk yang bermargin tinggi, Meningkatkan kerjasama dengan vendor-vendor material, Perluasan jaringan distribusi, Mengembangkan budaya organisasi berdasarkan pada fokus pelanggan, serta Meletakkan dasar yang baik dan kuat sehingga karyawan dapat meraih target sesuai kemampuan," tutup Antonius. (Arianto)


Share:

CAS Group Catat Kinerja Positif Semester I Tahun 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Cardig Aero Services Tbk (CAS Group) adalah salah satu perusahaan yang terdepan di bidang jasa penunjang transportasi udara. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, CAS Group menawarkan layanan jasa yang terintegrasi dengan berbagai macam pilihan layanan jasa penunjang transportasi udara, dari ground dan cargo handling, line maintenance, technical ramp handling, aircraft cleaning, in-flight catering, flight simulator training, pilot provisioning dan bisnis lainnya di luar industri jasa penunjang transportasi udara.

PT Cardig Aero Services Tbk ("CAS Group" atau "Perseroan", Kode: CASS) menggelar Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat, 11 Oktober 2019 pukul 10.30-11.30 wib bertempat di Ruang Serbaguna Menara Cardig Lt.4 JI. Raya Halim Perdana kusuma Jakarta Timur. Dihadiri Radianto Kusumo, wakil Presiden Direktur PT Cardig Aero Services Tbk, Sutji Relowati, Direktur PT Cardig Aero Services Tbk, dan R. AJ. Widianawati, Direktur PT Cardig Aero Services Tbk.

Radianto Kusumo, wakil Presiden Direktur PT Cardig Aero Services Tbk dalam paparannya mengatakan, Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp 1.041,6 miliar pada semester pertama tahun buku 2019. Total pendapatan Perseroan tersebut meningkat 6,2% bila dibandingkan dengan pendapatan Perseroan yang diperoleh pada periode yang sama di tahun lalu, dimana Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp 980,5 miliar.

Pada saat yang sama, kata Radianto, laba operasional Perseroan meningkat 8,2% menjadi Rp 185 miliar bila dibandingkan dengan laba operasional Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Hal ini juga yang menyebabkan EBITDA Perseroan meningkat 6,64% menjadi Rp 224,4 miliar bila dibandingkan dengan EBITDA Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sedangkan, laba bersih Perseroan yang diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk adalah sebesar Rp 45,3 miliar pada semester pertama tahun buku 2019 atau menurun 5.6% bila dibandingkan dengan laba bersih Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu.


Menurut Radianto, Perseroan mencatatkan total aset lancar sebesar Rp 949,6 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 1,32% bila dibandingkan dengan total asset lancar Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sedangkan, total aset tidak lancar Perseroan mengalami penurunan 3,61% menjadi Rp 1.051,1 miliar bila dibandingkan dengan total asset tidak lancar Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu.

Radianto menambahkan, Perseroan mencatatkan total utang lancar sebesar Rp 749,4 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 0.51% bila dibandingkan dengan total utang lancar Perseroan pada periode yang sama ditahun lalu. Sedangkan, total utang tidak lancar Perseroan mengalami penurunan 19,86% menjadi sebesar Rp 370,9 miliar bila dibandingkan dengan total utang tidak lancar Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sehingga, total utang Perseroan mengalami penurunan 7,29% menjadi sebesar Rp 1.120,3 miliar bila dibandingkan dengan total utang Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sedangkan, total ekuitas Perseroan meningkat 7,45% menjadi sebesar Rp 880,4 miliar bila dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu.

Kontribusi CAS Destination terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 839,3 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 9,9% bila dibandingkan dengan periode yang sama ditahun lalu. "Pendapatan dari jasa Aircraft Release & Maintenance dan Cargo & Ground Handling, masing-masing meningkat 8,0% dan 10,1% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan dari CAS Destination memberikan kontribusi sebesar 80,6% terhadap total pendapatan Perseroan," ujar Radianto dalam public expose di Jakarta.

Selain itu, lanjut Radianto, Kontribusi CAS Food terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 138,5 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau menurun 15.3% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan dari CAS Food memberikan kontribusi sebesar 13.3% terhadap total pendapatan Perseroan.

Disisi lain, Radianto menuturkan Kontribusi CAS Facility terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 47,3 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 24,3% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, Pendapatan dari CAS Facility memberikan kontribusi sebesar 4,5% terhadap total pendapatan Perseroan.
"Kontribusi CAS People terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 16,5 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 7,9% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan dari CAS People memberikan kontribusi sebesar 1.6% terhadap total pendapatan Perseroan," tutup Radianto. (Arianto)




Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini