Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Publik expose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Publik expose. Tampilkan semua postingan

BELL Supply Kain Sehat untuk Bahan Pelindung


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Trisula Textile Industries Tbk (“BELL” atau “Perseroan”), menyediakan Kain Sehat yang dilengkapi dengan fitur anti mikroba, anti air, dan breathable, sehingga aman dan nyaman digunakan sebagai bahan untuk pakaian  
pelindung tambahan di tengah Pandemi Covid‐19 ini dan Kain Sehat BELL juga telah tersertifikasi Standard 
100 dari OEKO‐TEX. 
 
Karsongno Wongso Djaja selaku Direktur Utama BELL mengatakan, Kami berinisiatif untuk membuat Kain Sehat yang dapat dikembangkan menjadi berbagai macam produk garmen. Sampai saat ini pun kami telah menerima pesanan Kain Sehat untuk dijadikan beragam macam pakaian pelindung di masa Pandemi Covid‐19. 

"Kain Sehat BELL dipasarkan melalui jaringan distribusi di berbagai wilayah di Indonesia dan sudah di‐supply ke beberapa garmen dan desainer," kata Karsongno dalam keterangan tertulis kepada Duta Nusantara Merdeka. Senin (25/10)

Adapun, lanjut Karsongno, Kain Sehat ini diproduksi oleh garmen dan desainer menjadi berbagai produk diantaranya windbreaker jacket, outer, rompi, dan sebagainya. Perseroan sendiri telah memproduksi Jaket Lipat melalui brand milik Perseroan, yaitu JOBB. 
 
Sama halnya dengan Kain Sehat, kata Karsongno, Jaket Lipat BELL ini telah didistribusikan di berbagai daerah di dalam negeri. Jaket Lipat ini dipasarkan melalui toko ritel dan secara online melalui media sosial Instagram merek pakaian JOBB, yaitu @jobbapparel dan website jobb.co.id, serta marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada. 
 
Karsongno menambahkan, Sesuai dengan namanya, Jaket Lipat ini fleksibel untuk dibawa dan dengan keunggulannya menjadikan Jaket Lipat ini aman dan nyaman digunakan. 

Selain itu, tutur Karsongno, Didesain dengan warna dan model yang menarik sehingga konsumen yang menggunakan dapat tetap tampil trendy sekaligus tetap dapat menjaga kesehatan dengan pelindung tambahan. 

"Ke depannya, BELL akan terus mengembangkan produk dengan menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Terutama di tengah Pandemi Covid‐19 ini melalui produk Kain Sehat, BELL akan terus berinovasi membuat produk berkualitas yang dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para customers," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Trans Power Marine Tebar Dividen Sebesar Rp 23,5 per Saham


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Harga batu bara di tahun 2019 menurun menjadi USD 66,30, walaupun demikian permintaan komoditas batu bara di pasar terus meningkat. Hal ini tentu saja memberikan angin segar untuk industri pengangkutan batu bara, khususnya PT Trans Power Marine Tbk (TPM).

Rudy Sutiono, Corporate Secretary PT Trans Power Marine Tbk mengatakan, Pada tahun 2019, volume produksi batu bara nasional mengalami kenaikan sekitar 16% menjadi 610 juta ton yang memberikan dampak positif terhadap kinerja TPM. Selain mengoptimalkan semua kapal miliknya, TPM juga menyewa kapal dari pihak ketiga untuk mengakomodir permintaan pelanggan yang melebihi
kapasitas kapal yang dimiliki.

"Berdasarkan hasil RUPS Tahunan pada tanggal 30 Juli 2020, TPM membagikan dividen tunai sebesar kurang lebih 51% dari laba bersih tahun 2019 yaitu sebesar Rp 61.882.550.000 (enam puluh satu milyar delapan ratus delapan puluh dua juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) atau Rp 23,5 (dua puluh tiga koma lima rupiah) per saham," ujar Rudy saat Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta. Rabu (30/07)

Disisi lain, tuturnya, Dalam mempertahankan kegiatan industri Perusahaan di tengah kondisi ekonomi dan industri yang kurang kondusif, Perusahaan menerapkan serta melaksanakan strategi-strategi bisnis yang sangat baik. Dengan kedisiplinan dan kerja keras serta pemeliharaan rutin armada kapal, loyalitas terhadap pelanggan serta sumber daya manusia yang terus ditingkatkan, membawa TPM pada tingkat yang optimal.

"TPM telah membuktikan pencapaian yang luar biasa di tahun 2019 dengan peningkatan pendapatan usaha sekitar 9% menjadi USD 47,7 juta dan pertumbuhan laba sebesar kurang lebih 8% menjadi USD 8,4 juta. TPM juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 61.882.550.000 sebagai ucapan terima kasih atas dukungan pemegang saham selama ini" kata Rudy.

"Sementara itu, Realisasi Capex TPM di tahun 2019 sebesar USD 8,6 juta adalah pembelian 2 set kapal tunda dan tongkang serta untuk perbaikan dan pemeliharaan armada, yang didukung oleh dana internal Perusahaan dan pinjaman bank. Di tahun 2020 TPM merencanakan Capex sekitar Rp. 45 milyar yang akan dipergunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan armada kapal," pungkasnya. (Arianto)






Share:

Kinerja Indo Kordsa Tahun 2019 Positif


Duta Nusantara Merdeka |
Jakarta
PT Indo Kordsa Tbk dengan Kode Emiten BRAM (Perseroan) menggelar Public Expose Tahunan setelah Rapat Umum Pemegang Saham pada Rabu, 10 Juni 2020 bertempat di Le Meridien Hotel, Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 18-20 Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mehmet Zeki Kanadikirik,
Presiden Direktur PT Indo Kordsa Tbk menyampaikan, Pada tahun 2019, penjualan di pasar domestik menyumbang 49% terhadap total penjualan bersih, yakni sebesar USD 121,228 ribu. Dibandingkan tahun 2018 penjualan domestik mencatatkan penurunan sebesar 0,29%.

"Sementara itu, penjualan ekspor berkontribusi sebesar 51% terhadap total penjualan bersih yakni sebesar USD 124,391 ribu. Hingga akhir Desember 2019 penjualan ekspor tercatat mengalami penurunan sebesar 12,93% dibandingkan periode akhir Desember 2018," kata Mehmet saat pemaparan kinerja perseroan.

Mehmet menambahkan, Walaupun di tengah pandemi Covid-19, tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan di perseroan.

Hingga tahun 2019, kata Mehmet, Perseroan mencatatkan telah memperoleh berbagai sertifikasi dan penghargaan khususnya dibidang SHE antara lain:
-  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diperoleh sejak tahun 2016;
-  Enviromental Management System ISO 14001:2015 oleh Lloyd's Register Indonesia. Di peroleh pada 19 Mei 2017.

"Perseroan juga meneruskan dan menyempurnakan program pelatihan berkesinambungan yang meliputi kegiatan Pelatihan PSRM (Process Safety and Risk Management), Pelatihan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, dan Pelatihan Tanggap Darurat bagi karyawan dan Regu Tanggap Darurat," tegasnya.

Selanjutnya, Perseroan meneruskan dan menyempurnakan kampanye keselamatan yang kontinyu: Safety Dojo, Medical Check-up, BOS (Behavior Oriented Safety) serta UAUC (Unsafe Action and Unsafe Condition), Kampanye 5S, Kampanye keselamatan berkendara, kampanye keselamatan listrik dan kampanye keselamatan báhan kimia.

Sementara itu, lanjutnya. Perseroan menerapkan sistem managemen kinerja sebagai faktor utama pengembangan Sumber Daya Manusianya serta mendukung dan mengembangkan berbagai program dan paket kesejahteraan karyawan. Program pengembangan Perseroan di tahun 2019 antara lain: Coaching Culture Program, Program Mentoring, Buddy System, Program Suksesi.

"Disisi lain, perseroan juga mengadakan Refreshment Training Feedback Culture & How to Handle Indiscplinary Actions bagi seluruh Manager, Engineer, Specialist, Supervisor dan Group Leader yang memiliki tim," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Kinerja Sampoerna Agro Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Sampoerna Agro Tbk beserta anak perusahaannya ("Sampoerna Agro" atau "Perseroan") menggelar Public Expose pada Rabu, (18/12) di Jakarta. Dengan agenda paparan mengenai laporan keuangan konsolidasian yang diaudit bersama dengan statistik kinerja operasionalnya untuk periode yang berakhir pada September 2019 ("9M19").

Budi Halim, Direktur Utama PT Sampoerna Agro Tbk dalam paparan publik menyampaikan, Sampoerna Agro mampu membukukan kinerja keuangan yang lebih baik di kuartal ketiga tahun 2019 ("3Q19"), berkat skala ekonomi yang lebih tinggi, sehingga penjualan konsolidasian berhasil melonjak dibandingkan dengan kuartal kedua di tahun 2019 ("2019"). Jumlah penjualan konsolidasian di 3Q19 meningkat 49% lebih tinggi mencapai sebesar Rp903,45 miliar, meskipun harga jual produk unggulan masih menurun.

"Penjualan minyak sawit dan inti sawit Perseroan, yang menyumbang sebesar 96% dari penjualan konsolidasian,
berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja pada 3Q19. Penjualan dari kedua produk andalan tersebut meningkat dari Rp 578,12 miliar pada 2Q19 menjadi Rp862,43 miliar pada 3019 seiring dengan kenaikan volume penjualan yang melebihi penurunan harga jual," ujar Budi saat jumpa pers di BEI Jakarta. Rabu (18/12)

Pada 3Q19, kata Budi, Perseroan menjual minyak sawitnya dengan harga rata-rata sebesar Rp6.569 per Kg, atau 2% lebih rendah dibanding 2019. Inti sawit juga membukukan harga jual rata-rata 4% lebih rendah, yakni sebesar Rp3,362 per kg. Akan tetapi, volume penjualan untuk keduanya dalam kuartal melonjak, masing-masing sebesar 52% dan 50%, dengan jumlah produksi yang mencapai 117,123 ton dan 27,665 ton. Landasan utama peningkatan kinerja Perseroan pada 3Q19 terutama didukung lonjakan produksi yang disertai dengan pencapaian produktivitas operasional yang lebih tinggi.

Menurutnya, Peningkatan hasil panen tertinggi dibukukan oleh kebun Perseroan di Sumatera Selatan dengan masuknya periode siklus panen tinggi, meskipun di tengah cuaca yang kian panas dan kekeringan yang cukup intens pada kuartal tersebut. Kebun Sumatera Selatan membukukan lonjakan produksi minyak sawit sebesar 32% secara kwartalan.

Pada 9M19, lanjutnya, Perseroan membukukan penjualan konsolidasian sebesar Rp2.267,08 miliar, atau 1% lebih rendah dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya ("9M18") terutama disebabkan oleh penurunan harga jual yang signifikan. Harga jual rata-rata Perseroan untuk minyak sawit dan inti sawit pada 9M19 mengalami penurunan masing-masing sebesar 12% dan 33%, dibandingkan 9M18.

Namun demikian, tegasnya, penurunan kinerja kedua produk tersebut dapat diredam sebagian dengan naiknya volume penjualan . Volume penjualan minyak sawt naik menjadi 292,198 tons pada 9M19, atau naik sebesar 19% dibandingan 9M18. Adapun inti sawit juga mengalami kenaikan sebesar 3% menjadi 64,440 tons di 9M19.

"Kami yakin bahwa komitment Perseroan dalam melakukan kegiatan intensifikasi kebun akan berdampak positif seiring dengan pemulihan harga komoditas sawit. Harga minyak sawit yang diperdagangkan juga telah melonjak 40% sejak akhir bulan September. Pemicunya adalah efek gabungan dari kekhawatiran bahwa jumlah pasokan akan menurun signifikan serta kenaikan permintaan untuk program B30 Indonesia," tutup Budi. (Arianto)



Share:

Bank Maybank Indonesia Gelar Paparan Publik Kinerja Tahun 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk menggelar Paparan Publik Tahun 2019 pada Rabu, 18 Desember 2019 di Gedung Sentral Senayan 3 lantai 28 Jl. Asia Afrika No. 8 Gelora Bung Karno, Jakata. Dengan agenda Paparan Kinerja Sembilan Bulan Tahun 2019.

Thilagavathy Nadason selaku Direktur PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk dalam Paparan Publik menyampaikan, Pendapatan operasional sebelum provisi naik 2,0% YoY didukung pertumbuhan pendapatan non-bunga (+23,2% YoY), pengelolaan biaya secara berkelanjutan dan kenaikan pendapatan bunga bersih (+1,4% YoY). Sedangkan Laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) turun sebesar 25,9% YoY menjadi Rp1,1 triliun, karena peningkatan provisi kredit sebesar 59,4% YoY.

"Pendapatan selain bunga (fee income) tumbuh 23,2% YoY menjadi Rp1,9 triliun didukung oleh fee dari bisnis Global Markets, administrasi kredit, pemulihan kredit (loan recovery), bancassurance, dan lain-lain. Marjin Bunga Bersih (NIM) membaik (QoQ menjadi 4,97% didukung peningkatan hasil aktiva produktif & penurunan biaya dana," ujar Thilagavathy Nadason saat Paparan Publik di Jakarta. Rabu (18/12)

Dia menjelaskan, Kredit Bank menurun sebesar 1,1% terutama dari segmen Community Financial Services (CFS) Non Ritel (7,0% YoY), CFS Ritel (-4,0% YoY). Namun Perbankan Global tumbuh kuat sebesar 13,7% YoY.

Selain itu, lanjutnya, Rasio Kredit UMKM terhadap total kredit Bank sebesar 23,65% dan komposisi penyaluran kredit kepada usaha produktif terhadap total kredit Bank sebesar 75,59% (di atas ketentuan minimum). NPL membaik YoY and QoQ, tercatat sebesar 2,63% (gross) dan 1,53% (net) per Sep-19.

Namun, kata Thilagavathy Nadason, Simpanan Nasabah meningkat 4,3% YoY. Rasio dana murah (CASA) tercatat sebesar 36,44%. Indikator likuiditas terkelola secara sehat: Loan-to-Deposit Ratio (LDR - bank saja) sebesar 96,25% per Sep 19. (Modified LDR bank saja: 83,34%). Liquidity Coverage Ratio (LCR bank saja) triwulanan sebesar 169,70%. LCR (bank saja) bulanan Sep-19 sebesar 132,39%.

Seiring dengan pertumbuhan Perbankan Syariah, jelas Thilagavathy Nadason, Aset Syariah tumbuh 10,6% menjadi Rp33,4 trilun dan berkontribusi 18,8% terhadap total aset Bank. Sedangkan Pembiayaan Syariah tumbuh 3,0% menjadi Rp24,5 triliun. Simpanan Syariah tumbuh signifikan 45,9% menjadi Rp26,4 triliun. Begitupun Non Performing Financing (NPF) membaik signifikan ke 1,30% per Sep-19 dari 2,87% per Sep-18.

"Mengenai Pemodalan, Total Aset tumbuh 2,6% YoY menjadi Rp177,9 triliun. Permodalan tetap kuat dengan CAR sebesar 20,09% (Tier I: 18,24%) dan total modal sebesar Rp26,8 triliun per Sep-19," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Laba Darma Henwa Meningkat 44.3%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menggelar Paparan Publik Perseroan pada Selasa, (3/12) di Royal Kuningan Hotel Jakarta. Di tengah permintaan batubara yang belum membaik, Perseroan mampu meningkatkan kinerjanya. Dari sejumlah proyek pertambangannya, sampai dengan 30 September 2019, Perseroan berhasil meningkatkan volume overburden menjadi 82,70 juta Bcm, atau naik 9.1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 75,78 juta Bcm. Hingga kuartal ketiga 2019, coal delivery atau produksi batubara Perseroan mencapai 11,44 juta ton atau meningkat 22,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,37 juta ton.

Saptari Hoedaja, Presiden Direktur PT Darma Henwa Tbk dalam paparan publik menjelaskan, Saat ini Perseroan mengelola empat proyek yakni Proyek Batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal, Proyek Batubara Asam Asam milik PT Arutmin Indonesia, Proyek Batubara Satui milik PT  Cakrawala Langit Sejahtera. Kemudian, ada pula Proyek Jasa Pelayanan Pelabuhan yang dikerjakan oleh anak usaha perseroan, PT Dire Pratama.

"Sampai akhir September 2019, terjadi peningkatan produksi, karena Perseroan melakukan banyak perbaikan pada fundamental operasionalnya. Dengan kinerja yang terus meningkat sampai kuartal ke-3, kami optimis kinerja tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya," ujar Saptari Hoedaja saat paparan publik di Jakarta. Selasa (03/12)

Melihat kinerja ketiga proyek tersebut, kata Saptari Hoedaja, sampai dengan akhir tahun 2019 Perseroan diperkirakan akan mampu memproduksi overburden sebesar 125,7 juta Bcm, atau naik 20,85% dibanding tahun 2018 sebesar 104 juta Bcm. Sedangkan produksi batubara diperkirakan akan mencapai 17 juta ton atau naik 33,47% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,73 juta ton.

Dari sisi keuangan, Saptari Hoedaja mengungkapkan, Total Aset Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adalah sebesar USD 517,41 juta, atau naik 24,64% dari posisi tanggal 31 Desember 2018 sebesar USD 415,09 juta. Kenaikan total aset disebabkan karena adanya kenaikan Aset Lancar yaitu Kas dan Setara Kas dan Aset Lancar Lainnya yang berasal dari pinjaman bank.

Sedangkan, Total Liabilitas Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adalah sebesar USD 285,40 juta atau naik sebesar 54,86% dibandingkan dengan Total Liabilitas per 31 Desember 2018 sebesar USD 184,29 juta. Kenaikan Total Liabilitas disebabkan karena adanya kenaikan Utang Bank yang digunakan untuk meningkatkan kinerja operasional Perseroan.

Selain itu, kata Saptari Hoedaja, Ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2019 adaiah sebesar USD 232,00 atau naik 0.5% dari posisi tanggal 31 Desember 2018 sebesar USD 230,80 juta karena Perseroan berhasil membukukan Laba Komprehensif untuk periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2019.

Seiring dengan peningkatan produksi, lanjut Saptari Hoedaja, Perseroan berhasil membukukan peningkatan pendapatan sebesar USD 237,92 juta atau naik 25,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 188,86 juta. Mayoritas pendapatan masih berasal dari jasa kontraktor batubara. Proyek batubara Bengalon memberikan pendapatan USD 165,09 juta. Kemudian pendapatan dari Proyek Batubara Asam Asam tercatat sebesar USD 60,84 juta. Dan Proyek Batubara Satui menyumbang pendapatan sebesar USD 10,22 juta.

Begitupun, Laba Kotor Perseroan sampai dengan 30 September 2019 sebesar USD 17,31 juta, atau naik 164,270 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 6,60 juta. Kenaikan terjadi karena persentase peningkatan pendapatan lebih tinggi dibanding persentase peningkatan Beban Pokok Pendapatan.

Menurutnya, Laba Usaha Perseroan sampai dengan 30 September 2019 sebesar USD 7,16 juta, atau naik 47,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 4,84 juta. EBITDA Perseroan sampai akhir September 2019 tercatat sebesar USD 28,74 juta, atau naik 22,39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 23,49 juta.

"Sampai dengan akhir September 2019, Perseroan berhasil membukukan Laba Komprehensif sebesar USD 1,19 juta atau meningkat 44.3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 0,82 juta," pungkasnya. (Arianto)






Share:

Laba Bersih Tugu Insurance Naik 174%


DutaNusantara Merdeka | Jakarta
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menggelar Public Expose 2019 pada Kamis, 14 November 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, dengan agenda Presentasi Kinerja lII/2019.

Dalam public ekspose, Bapak Indra Baruna selaku Presiden Direktur Tugu Insurance, memberikan pemaparan khusus terkait laba bersih yang memiliki kenaikan 174% pada periode Januari-September 2019.

Menurut Indra, Kenaikan laba bersih diperoleh dari pendapatan premi bruto konsolidasi yang meningkat 45%, yang dimiliki dari berbagai sector, mulai dari sector energy, non-energy, commercial serta retail business.

Selain itu, kata Indra, Peningkatan laba bersih tidak terlepas dari kemampuan perseroan untuk meningkatkan hasil investasi dan hasil usaha lainnya, salah satunya dengan menjadikan bisnis retail sebagai salah satu strategi utama dalam pengembangan perusahaan.

Selanjutnya, "Beberapa produk ritel yang menjadi andalan meliputi, tdrive untuk asuransi kendaraan, tdrive untuk asuransi sepeda motor, tfracture untuk asuransi patah tulang," imbuhnya.

"Menariknya, Tugu Insurance akan terus mengembangkan inovasi produk dan layanan untuk kebutuhan atas kebutuhan perlindungan masyarakat. Setiap produk dan layanan yang diberikan Tugu Insurance akan selalu memperhatikan fairness, simple dan cepat," tutupnya. (Arianto)




Share:

Kinerja Indo Straits 2019 positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Indo Straits Tbk menggelar Paparan Publik Tahunan pada Jum'at, 15 November 2019 di Gedung Graha Kirana, Jakarta. Turut hadir antara lain: Komisaris Utama Ir.Agusman Effendi, Direktur Utama Tan Kim Leng dan Direktur Sutina.

Tan Kim Leng, Direktur Utama PT Indo Straits Tbk dalam Public Expose menyampaikan, Pada tanggal 28 Januari 2019, Perseroan telah memperoleh perpanjangan kontrak dari Mandiangin Batubara sampai dengan 30 November 2020.

Selain itu, kata Tan Kim Leng, pada tanggal 24 September 2019 Perseroan telah menandatangani perpanjangan fasilitas perbankan tahunan terutama fasilitas modal kerja sebesar AS$1.500.000 sampai dengan tanggal 26 Juni 2020.

Menurutnya, Selama periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2019, Perseroan menunjukan peningkatan laba bersih sebelum pajak dari AS$64,5 ribu menjadi AS$ 120 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Biaya umum dan administrasi dan biaya pinjaman terus berkurang dari AS$ 2,6 juta menjadi AS$ 2,3 juta untuk periode 9 bulan yang berakhir 30 September 2019 yang dipengaruhi terutama pengurangan pinjaman bank," ujar Tan Kim Leng saat paparan publik di Jakarta. Jum'at (15/11)

Namun, lanjut Tan Kim Leng, biaya pendapatan yaitu kenaikan biaya bahan, hal ini diimbangi dengan kenaikan sebagianbbahan bakar dan biaya perawatan serta suku cadang.

Disamping itu, Tan Kim Leng menambahkan, Perseroan memperoleh pendapatan yang lebih baik dari AS $ 8,9 juta di kuartal III 2018 menjadi AS$ 9,1 juta di kuartal III 2019 yang dipengaruhi oleh lonjakan kegiatan dalam layanan teknik kelautan terpadu.

"Posisi Keuangan Konsolidasian pada tanggal 30 September 2019, Perseroan mengalami peningkatan rasio lancar menjadi 1,02, rasio utang terhadap ekuitas menjadi 0,22 dan rasio kemampuan membayar hutang yang cukup sehat sebesar 1,85," tutupnya. (arianto)




Share:

Laba bersih Sarimelati Kencana Meningkat 47%


Duta Nusantara Merdeka | jakarta
PT Sarimelati Kencana Tbk didirikan pada tahun 1987 dan memegang perjanjian waralaba untuk restoran Pizza Hut di Indonesia dari Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd., anak perusahaan Yumi Brands, Inc. Per November 2019, Perusahaan mengoperasikan 501 gerai Pizza Hut Restaurants (PHR), Pizza Hut Delivery (PHD), dan Pizza Hut Express (PHE) di lebih dari 80 kota di 5 pulau besar di Indonesia, termasuk Papua Barat.

PT Sarimelati Kencana Tbk. ("Perseroan") (Kode Ticker BEl: PZZA), waralaba restoran Pizza Hut di seluruh Indonesia untuk Pizza Hut Asia Pacific Franchise Pte. Ltd., anak perusahaan Yumi Brands, Inc., merilis laporan keuangan yang belum diaudit untuk periode yang berakhir 30 September 2019 (9M-19).

Steven Christopher Lee, Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk dalam Public Expose 2019 mengatakan, Kami bangga dapat terus membukukan pencapaian kinerja yang baik dalam periode sembilan bulan pertama tahun 2019. Kami berharap kinerja yang baik ini akan terus berlanjut sampai akhir tahun.

"Kami melihat adanya potensi pertumbuhan yang berkelanjutan di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang karena Indonesla sangat luas dan terus bertumbuh. Oleh sebab itu, saat ini kami sedang mengembangkan rencana ekspansi untuk merambah ke daerah-daerah baru di mana kami belum mempunyai gerai dalam tahun-tahun mendatang," ujar Steven saat public Expose di Gedung Smesco Jakarta. Kamis (14/11)

Selama 9M-19, kata Steven, Perusahaan telah mencatat pertumbuhan penjualan bersih yang menggembirakan sebesar 14,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih tumbuh menjadi Rp2,9 triliun didukung oleh segmen restoran dan pesan antar. Biaya operasional Perusahaan selama 9M-19 meningkat sebesar 13,3%, lebih rendah dibanding tingkat pertumbuhan penjualan bersih.

Menurutnya, Hal ini memungkinkan Perusahaan untuk meningkatkan laba operasional dari Rp159 miliar selama 9M-18 menjadi Rp202 miliar selama 9M-19 atau naik sebesar 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Tumbuhnya penjualan bersih, lanjutnya, efisiensi dalam operasional perusahaan dan tingkat utang yang rendah berkontribusi terhadap pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 47% menjadi Rp149 miliar.

Selain itu, kata Steven, Total utang berbiaya bunga (9M-19: Rp75 miliar) juga menurun secara signifikan sebesar Rp155 miliar, setara dengan turun 67,2% dibanding periode yang sama tahun lalu (9M-18: Rp230 miliar). Penurunan jumlah total utang ini berdampak terhadap penurunan biaya bunga sebesar Rp21 miliar, 72,5% lebih rendah dibanding 9M-18. Perusahaan tidak mempunyai pembiayaan dalam denominasi USD dan karena itu Perusahaan memiliki eksposur yang sangat terbatas terhadap risiko mata uang.

Sampai dengan November 2019, tegasnya, sebanyak 50 gerai telah ditambahkan ke dalam sistem, sehingga saat ini Perusahaan telah mengoperasikan sebanyak 501 gerai yang merupakan gabungan dari Pizza Hut Restaurant (PHR), Pizza Hut Delivery (PHD) dan Pizza Hut Express (PHE) di seluruh Indonesia.

"Kami sangat bangga dapat menghadirkan gerai Pizza Hut ke-500 di Indonesia. Kami senang dapat berbagi pencapaian ini dengan setiap pihak yang terlibat, termasuk para rekanan, pemasok, pemegang saham, para karyawan kami yang berdedikasi. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan dan cinta dari para konsumen kami di Indonesia," tutupnya. (Arianto)






Share:

Laba Cikarang Listrindo Kuartal Ketiga 2019 Naik Sebesar 30,1%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Cikarang Listrindo Tbk (1DX: POWR) ("Perseroan") merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2016 yang bergerak di bidang kelistrikan (infrastruktur dan utilitas).

Perseroan merupakan perusahaan listrik swasta terlama di Indonesia melayani lebih dari 2.400 pelanggan industri di lima kawasan industri di daerah Cikarang dan juga memasok listrik kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak 1996. Perseroan memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas total 1.144MW.

Christanto Pranata, Direktur Keuangan PT Cikarang Listrindo Tbk dalam Public Expose mengatakan, Laporan keuangan pada kuartal ketiga 2019 menunjukkan capaian laba tahun berjalan sebesar AS$79,0 juta atau naik sebesar 30,1% dari AS$60,6 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja keuangan POWR di kuartal ketiga tahun 2019 yang solid tercermin dari kinerja yang terus bertumbuh dengan catatan penjualan bersih sebesar US$440,0 juta atau naik sebesar 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Perseroan juga berhasil mencatat arus kas yang kuat dengan penambahan arus kas dari aktivitas bisnis Perseroan sebesar AS$20,3 juta atau meningkat 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Christanto saat paparan publik di Hotel Sheraton Jakarta. Selasa (12/11)

Menurut Christanto, Posisi keuangan yang sehat ini juga dibuktikan dengan tingkat Rasio Kemampuan Membayar Biaya Tetap (FCCR) berada di tingkat 7,9 kali serta tingkat Utang Neto dibandingkan EBITDA berada di tingkat 1,6 kali. Kedua rasio tersebut diatas keharusan yang tertuang pada ketentuan Surat Utang yang dimiliki oleh Perseroan.

Selain itu, kata Christanto, Tingkat laba bersih yang dicapai Perseroan ini menghasilkan dividend yield per 30 September 2019 sebesar 5,7% yang lebih superior dibandingkan kumpulan saham Indonesia High Dividend Yield sebesar 4,1% dihitung menggunakan harga saham per 30 September 2019.

Dari segi operasional, lanjut Christanto, POWR berhasil mempertahankan kinerja operasional yang handal dengan faktor ketersediaan sebesar 98% dan susut daya dalam jaringan distribusi dan transmisi yang sangat rendah sebesar 0,7%.

Pada 1 November 2019, kata Christanto, Lembaga Pemeringkat Internasional Moody's mengapresiasi performa Perseroan dengan menaikkan outlook peringkat Perseroan menjadi Ba2 positif dari sebelumnya Ba2 stabil. Latar belakang peningkatan outlook oleh Moody's adalah pertumbuhan positif atas penjualan listrik Perseroan kepada pelanggan kawasan industri dan PLN menjadi 5.108 GWh pada tahun 2018 dari 4.801 GWh pada tahun 2016 dan operasional Perseroan yang stabil dan handal.

Perseroan memiliki kondisi arus kas yang stabil, yang didukung oleh pertumbuhan listrik dari lima kawasan industri dan kinerja operasional yang solid.

Selain itu, Christanto menjelaskan, kondisi keuangan POWR ini telah diapresiasi oleh lembaga pemeringkat global, Standar & Poors (S&P) dengan dinaikkannya peringkat utang Perseroan dari sebelumnya BB menjadi BB+ pada bulan Juni kemarin, dimana rating ini adalah satu peringkat menuju investment grade (Peringkat Investasi).

Lanjutnya, Rating Surat Utang POWR ini menempati peringkat terbaik ketiga untuk kategori seluruh perusahaan swasta indonesia yang dinilai oleh S&P, dibawah PT Astra International Tbk dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia.

Selain itu, katanya, Perseroan juga memaparkan terkait komitmennya dalam turut mengambil bagian dalam Sustainable Development Goals ("SDGs") yaitu dengan mengimplementasikan lebih dulu ketentuan POJK No. 51/POJK.03/2017 dengan melaporkan beragam inisiatif kontribusi Perseroan terhadap SDG yang disajikan dalam Laporan Keberlanjutan yang menyatu dengan Laporan Tahunan 2018 dan akan dilanjutkan juga pada tahun 2019 ini.

Christanto menambahkan, Perseroan telah melakukan kontribusi pada 12 dari 17 program Sustainable Development Goals ("SDGS") yang relevan dengan kegiatan operasi Perseroan sebagai wujud tanggung jawab Perseroan kepada masyarakat dan lingkungan hidup.

"Program tersebut diterapkan sebagai wujud tanggung jawab Perseroan kepada masyarakat dan lingkungannya. Perseroan meyakini bahwa selain mengejar pertumbuhan Perseroan, komitmen Perseroan adalah juga untuk menumbuhkan masyarakat sekitar Perseroan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, yang selaras dengan berbagai rumusan tujuan pembangunan dalam SDG," tutupnya. (Arianto)



Share:

Laba Envy Technologies Melonjak 79% di Q3


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perusahaan penyedia jasa teknologi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY:1J) membukukan kinerja yang bertumbuh signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini atau per September 2019, seiring dengan kenaikan bisnis sistem integrasi informatika.

Mengacu laporan keuangan, Envy mencatatkan laba bersih melonjak 79% menjadi Rp 5,61 miliar pada periode Sembilan bulan tersebut, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp 3,13 miliar.

Melonjaknya laba bersih perusahaan ditopang dengan pendapatan perseroan yang juga melesat menjadi Rp 121.41 miliar, atau tumbuh hingga 147% dibandingkan dengan per September 2018 yakni Rp 49,18 miliar.

Presiden Direktur Envy, Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi mengatakan lini Sistem Integrasi informatika tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yakni bisnis meningkat 110% year on year (yoy).

"Kegiatan usaha ini [Sistem Integrasi Informatika] berkontribusi 67% dari total pendapatan per September 2019. Kami terus konsisten untuk fokus dengan arah permintaan pasar layanan digital, "kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, dalam acara paparan publik di Hotel Raffles Jakarta. Rabu (06/11)

Menurut Dato' Sri Mohd Sopiyan, Perseroan memiliki tiga bisnis utama yakni Sistem Integrasi Infomatika, Sistem Integrasi Komunikasi, dan Jasa Pengamanan Teknologi Informasi.

Pada periode hingga September ini, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, bisnis Sistem Integrasi Informatika menyumbang Rp 80,86 miliar, atau naik 108% dan peiode yang sama 2018 yakni Rp 38,86 miliar. Sistem Integrasi Telekomunikasi sebesar Rp 39,99 miliar, melesat 330% dari sebelumnya Rp 9,29 miliar, dan Jasa Pengamanan Teknologi Informasi sebesar Rp 567,47 juta, atau turun 45% dari sebelumnya Rp 1,03 miliar.

Hingga kuartal lII-2019, lanjut Dato' Sri Mohd Sopiyan, aset Envy tumbuh mencapai Rp 361,53 miliar, bertambah dari posisi akhir Desember 2018 yakni Rp 170,65 miliar, ekuitas tercatat Rp 320,47 miliar dari akhir Desember 2018 yakni Rp 103,80 miliar, sementara kewajiban berhasil ditekan menjadi Rp 41,07 miliar dari Desember 2018 yakni Rp 66,85 miliar.

Dengan pencapaian ini, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, perseroan memprediksi laba tahun berjalan akhir 2019 bisa melebihi dan proyeksi dibandingkan dengan akhir Desember 2018.

Dato' Sri Mohd Sopiyan menuturkan bahwa beberapa strategi yang akan ditempuh Perseroan di antaranya ekspansi di bisnis Big Data dan data analytics, atificial inteligence (kecerdasan buatan/Al), dan Intemet of Thing (loT).

Selain itu, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, perseroan juga akan fokus pada layanan block chain, core systen (sistem inti) di industri layanan jasa keuangan, QRIS (QR Code Indonesia Standard), keamanan siber (cyber security) dan integrasi sistem telekomunikasi.

Tak hanya itu, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, Envy selama ini juga masih mendapatkan pendapatan berulang dari beberapa bisnis layanan digital di antaranya perpajakan berbasis cloud dan non-cloud, dan keamanan siber berbasis cloud dan non-cloud.

Selain itu, kata Dato' Sri Mohd Sopiyan, Pendapatan berulang juga berasal dari bisnis core system atau sistem inti berbasis cloud dan non-cloud (klien sektor perbankan, pembiayaan non-bank dan asuransi). serta teknologi pembayaran digital berbasis cloud dan non-cloud, ritel cerdas (smart retail). dan lelang multimedia.

"Strategi tahun ini, penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data dan layanan digital sektor keuangan serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan," kata Dato' Sri Mohd Sopiyan.

"Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ENVY pada 8 Juli 2019 dengan meraih IPO sebesar Rp 222 miliar (harga IPO Rp 370 per saham) yang digunakan untuk ekspansi usaha. Hingga Jumat 1 November 2019, saham ENVY naik 3,42% á evel Rp 2.720/saham, dengan kenaikan dalam tiga bulan terakhir mencapai 125% dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 4,90 triliun," tutup Dato' Sri Mohd Sopiyan. (Arianto)



Share:

Kinerja Jembo Cable Company Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Jembo Cable Company Tbk dengan Kode Emiten JECC (Perseroan) menggelar Public Expose Tahunan pada Rabu, 30 Oktober 2019 bertempat di Mega Glodok Kemayoran Office Tower B Lantai 6 Jakarta dengan agenda Penjelasan Kinerja Perseroan Triwulan II Tahun Buku 2019

Turut hadir antara lain: Santoso selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, Nanyang Santoso selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, dan
Cahayadi Santoso selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, dan Antonius Benady selaku Direktur PT Jembo Cable Company Tbk.

Antonius Benady, Direktur PT Jembo Cable Company Tbk dalam paparan publik mengatakan, Penjualan Bersih 2.159,08 dibandingkan dengan 2.801,47  mencapai 77,07% dari budget 2019, sedangkan Laba Kotor 237,54 dibandingkan dengan 352,78 mencapai 67,33% dari budget 2019,
dan Laba Sebelum Manfaat Pajak 97,29 dibandingkan dengan 143,31 mencapai 67,89% dari budget 2019.

"Laba Komprehensif Tahun Berjalan 70,36 dibandingkan dengan sebesar 107,48 mencapai 65,46% dari budget 2019, dan Laba per Saham  469,10  dibandingkan dengan 710,85 mencapai 65,99 % dari budget 2019," ujar Antonius dalam paparannya.

Antonius melanjutkan, Strategi Perseroan antara lain: Melakukan pengendalian biaya di semua departemen, Fokus pada produksi dan layout produk, Efisiensi dan efektivitas produksi dan manajemen operasi, serta Mencapai stabilitas keuangan dan pembayaran deviden yang tetap.

Selain itu, "Mendorong dan meningkatkan penjualan pada produk yang bermargin tinggi, Meningkatkan kerjasama dengan vendor-vendor material, Perluasan jaringan distribusi, Mengembangkan budaya organisasi berdasarkan pada fokus pelanggan, serta Meletakkan dasar yang baik dan kuat sehingga karyawan dapat meraih target sesuai kemampuan," tutup Antonius. (Arianto)


Share:

CAS Group Catat Kinerja Positif Semester I Tahun 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Cardig Aero Services Tbk (CAS Group) adalah salah satu perusahaan yang terdepan di bidang jasa penunjang transportasi udara. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, CAS Group menawarkan layanan jasa yang terintegrasi dengan berbagai macam pilihan layanan jasa penunjang transportasi udara, dari ground dan cargo handling, line maintenance, technical ramp handling, aircraft cleaning, in-flight catering, flight simulator training, pilot provisioning dan bisnis lainnya di luar industri jasa penunjang transportasi udara.

PT Cardig Aero Services Tbk ("CAS Group" atau "Perseroan", Kode: CASS) menggelar Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat, 11 Oktober 2019 pukul 10.30-11.30 wib bertempat di Ruang Serbaguna Menara Cardig Lt.4 JI. Raya Halim Perdana kusuma Jakarta Timur. Dihadiri Radianto Kusumo, wakil Presiden Direktur PT Cardig Aero Services Tbk, Sutji Relowati, Direktur PT Cardig Aero Services Tbk, dan R. AJ. Widianawati, Direktur PT Cardig Aero Services Tbk.

Radianto Kusumo, wakil Presiden Direktur PT Cardig Aero Services Tbk dalam paparannya mengatakan, Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp 1.041,6 miliar pada semester pertama tahun buku 2019. Total pendapatan Perseroan tersebut meningkat 6,2% bila dibandingkan dengan pendapatan Perseroan yang diperoleh pada periode yang sama di tahun lalu, dimana Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp 980,5 miliar.

Pada saat yang sama, kata Radianto, laba operasional Perseroan meningkat 8,2% menjadi Rp 185 miliar bila dibandingkan dengan laba operasional Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Hal ini juga yang menyebabkan EBITDA Perseroan meningkat 6,64% menjadi Rp 224,4 miliar bila dibandingkan dengan EBITDA Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sedangkan, laba bersih Perseroan yang diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk adalah sebesar Rp 45,3 miliar pada semester pertama tahun buku 2019 atau menurun 5.6% bila dibandingkan dengan laba bersih Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu.


Menurut Radianto, Perseroan mencatatkan total aset lancar sebesar Rp 949,6 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 1,32% bila dibandingkan dengan total asset lancar Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sedangkan, total aset tidak lancar Perseroan mengalami penurunan 3,61% menjadi Rp 1.051,1 miliar bila dibandingkan dengan total asset tidak lancar Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu.

Radianto menambahkan, Perseroan mencatatkan total utang lancar sebesar Rp 749,4 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 0.51% bila dibandingkan dengan total utang lancar Perseroan pada periode yang sama ditahun lalu. Sedangkan, total utang tidak lancar Perseroan mengalami penurunan 19,86% menjadi sebesar Rp 370,9 miliar bila dibandingkan dengan total utang tidak lancar Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sehingga, total utang Perseroan mengalami penurunan 7,29% menjadi sebesar Rp 1.120,3 miliar bila dibandingkan dengan total utang Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu. Sedangkan, total ekuitas Perseroan meningkat 7,45% menjadi sebesar Rp 880,4 miliar bila dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan pada periode yang sama di tahun lalu.

Kontribusi CAS Destination terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 839,3 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 9,9% bila dibandingkan dengan periode yang sama ditahun lalu. "Pendapatan dari jasa Aircraft Release & Maintenance dan Cargo & Ground Handling, masing-masing meningkat 8,0% dan 10,1% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan dari CAS Destination memberikan kontribusi sebesar 80,6% terhadap total pendapatan Perseroan," ujar Radianto dalam public expose di Jakarta.

Selain itu, lanjut Radianto, Kontribusi CAS Food terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 138,5 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau menurun 15.3% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan dari CAS Food memberikan kontribusi sebesar 13.3% terhadap total pendapatan Perseroan.

Disisi lain, Radianto menuturkan Kontribusi CAS Facility terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 47,3 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 24,3% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, Pendapatan dari CAS Facility memberikan kontribusi sebesar 4,5% terhadap total pendapatan Perseroan.
"Kontribusi CAS People terhadap total pendapatan Perseroan mencapai Rp 16,5 miliar pada semester pertama tahun buku 2019, atau meningkat 7,9% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan dari CAS People memberikan kontribusi sebesar 1.6% terhadap total pendapatan Perseroan," tutup Radianto. (Arianto)




Share:

Kinerja Rig Tenders Indonesia Tahun 2019 Mulai Membaik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Untuk mengamankan pasokan batubara domestik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia memerintahkan produsen batubara untuk mencadangkan jumlah tertentu dari produksi mereka untuk konsumsi dalam negeri (kewajiban pasar domestik). Selain itu, pemerintah dapat menyesuaikan pajak ekspornya untuk mencegah ekspor batubara. Pemerintah bertujuan untuk lebih banyak  konsumsi batubara domestik karena ingin batubara memasok sekitar 30 persen dari bauran energi negara pada tahun 2025.

Indonesia menghasilkan 528 Mt batubara pada tahun 2018, meningkat 14% dari tahun sebelumnya 461 Mt, karena pemerintah memperbolehkan beberapa produsen batubara besar untuk menaikkan kuota produksi mereka.t Adapun tahun 2019, kementerian energi telah menetapkan target produksi indikatif yang lebih rendah dari 489Mt. Kementerian menjelaskan bahwa 95,73 juta ton batubara DMO akan digunakan untuk listrik, 5,4 juta ton untuk metalurgi, 1,49 juta ton untuk pupuk, 16,15 juta ton untuk industri semen, 3 juta ton untuk industri tekstil, 6,2 juta ton untuk industri tekstil, 6,2 juta ton untuk kertas industri dan 14,500 juta ton untuk kurung.

PT Rig Tenders Indonesia Tbk menggelar Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Rabu pagi, 25 September 2019 bertempat di Ruang Jade Lt. 2 Hotel Park Regis Arion Kemang Jl. Kemang Raya No. 7 Kebayoran Baru.

Abdul Rahman Abbas, Presiden Direktur PT Rig Tenders Indonesia Tbk dalam pemaparannya mengatakan, Arus kas dari aktivitas operasi meningkat 350 kali lipat menjadi AS$7,74 juta akibat hasil positif dari kegiatan operasional Perseroan. Arus kas untuk aktivitas investasi menjadi negatif karena ada arus kas untuk perolehan aset tetap lebih tinggi dari arus kas dari penjualan aset tetap. Arus kas untuk aktivitas pendanaan merupakan pembayaran pinjaman bank. Secara umum, arus kas Perseroan masih dibatas aman.


Menurut Abdul Rahman, Liabilitas lancar di tahun 2019 berkurang menjadi AS$19,25 juta, yaitu 30,07% lebih rendah dibandingkan liabilitas lancar di tahun 2018. Jumlah liabilitas juga berkurang sekitar 29,23% menjadi AS$20,11 juta di tahun 2019. Sedangkan Beban Umum dan Administrasi di tahun 2019 menurun 15,3% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi AS$3.04 juta, didorong oleh perbaikan sistem internal dan efisiensi pengeluaran.

Pada kesempatan ini, kata Abdul Rahman, Perseroan mencatat kerugian di tahun buku 2019 meskipun penjualan telah meningkat. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan beberapa beban.Jumlah rugi per saham di tahun 2019 tercatat di AS$0,014 yaitu membaik 39,4% dibandingkan AS$0,0231 rugi per saham di tahun 2018.Hal ini menunjukkan bahwa upaya Perseroan sudah mulai membuahkan hasil yang baik. Aset lancar meningkat 27,85% menjadi AS$18,32 juta pada tahun 2019 dibandingkan tahun2018.Total aset menurun 20,88% dari AS$80,10 juta ditahun 2018 menjadi AS$63,38 juta di tahun 2019.

Selain itu, kata Abdul Rahman, Manajemen pada tanggal 12 Juni 2019, menjual 1 aset Perseroan berupa Kapal Accomodation Work Barge dengan nama Kaspadu 1 untuk mengurangi beban keuangan Perseroan yang cukup signifikan. dikarenakan Kaspadu 1 tidak beroperasi selama 4 tahun 5 bulan serta mengintensifkan pemasaran untuk proyek-proyek baru di Indonesia dan Mengeksplorasi jenis layanan yang berpotensi.

"Mengadakan Monthly QHSE untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan karyawan akan keamanan dalam bekerja serta Efesiensi biaya operasional sehingga memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan dan kegiatan operasional Perseroan," tutup Abdul Rahman. (Arianto)






Share:

Total Bangun Persada Catat Laba Bersih sebesar Rp 106 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Total Bangun Persada Tbk menggelar Public Expose pada Rabu, 18 September 2019 pukul 10.00 - 11.00 wib bertempat di PT Total Bangun Persada Tbk Gedung Total Lt. 8 JI. Letjen. S. Parman No. 106A Jakarta, dan dihadiri oleh para direksi antara lain: Ibu Moeljati Soetrisno, Direktur PT Total Bangun Persada Tbk, Bapak Mahmilan Sugiyo Warsana, Corporate Secretary, dan Ibu Anggie S Sidharta, Investor Relations.

Ibu Anggie S Sidharta, Investor Relations PT Total Bangun Persada Tbk mengatakan Kinerja Perseroan sampai dengan kuartal kedua tahun 2019 (Q2 -2019), Perseroan telah mencatat Laba Bersih sebesar Rp 106 Miliar dan Pendapatan sebesar Rp 1,37 Triliun. Sedangkan Nilai Kontrak yang diperoleh Perseroan sampai dengan awal September 2019 adalah sebesar Rp 1,61 Triliun atau sekitar 81% dari total target Perseroan sebesar target 2 Triliun, proyek yang ditangani berupa Gedung Hunian Bertingkat, Perkantoran, Pusat Perbelanjaan, Pendidikan dan Hotel.


Ibu Moeljati Soetrisno, Direktur PT Total Bangun Persada Tbk menjelaskan, Perseroan merevisi target perolehan Kontrak Baru menjadi sebesar Rp 2,00 Triliun, dengan Pendapatan sebesar Rp 2,30 Triliun, serta Laba Bersih sebesar Rp 175 Miliar. Selain itu, perseroan menargetkan Perolehan Kontrak Baru Tahun 2020 adalah sebesar Rp 3,00 Triliun, dengan Pendapatan sebesar Rp 2,30 Triliun, serta Laba Bersih sebesar Rp 175 Miliar.

"Perseroan mengalokasi Belanja Modal (Capex) tahun 2020 sebesar Rp 10 Miliar, yang rencananya akan digunakan untuk Peralatan Proyek, Peralatan IT dan Software IT, sedangkan Belanja Modal (Capex) Perseroan dalam tahun 2019 sudah terserap sebesar Rp 15,40 Miliar dari anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 30 Miliar," tutup Anggie. (Arianto)






Share:

Eagle High Plantations Optimis Kinerja Membaik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) menggelar Paparan Publik hari Jum'at pagi, 26 Juli 2019 pukul 09.30 - 10.00 wib bertempat di Ruang Seminar 2 Tower 2 Lantai 1 Bursa Efek Indonesia JI. Jend. Sudirman Kav. 52- 53 Jakarta. Direksi yang hadir antara lain: Denys Collin Munang, direktur EHP, Gelora Sinuraya, direktur EHP, dan Henderi Djunaidi, direktur EHP, dan Sebastian Sharp, investor relations EHP.

PT Eagle High Plantations Tbk pada pertengahan Juni lalu menerima HR Asia Award sebagai salah satu Perusahaan penerima "Indonesia's Best Companies to Work for in Asia 2019". Penghargaan ini diselenggarakan oleh HR Asia - BMI, yakni suatu lembaga media publikasi untuk HR Profesional yang berbasis di Malaysia. EHP terpilih setelah bersaing dengan 280 perusahaan besar di Indonesia, Penghargaan ini mencerminkan EHP sebagai perusahaan pilihan yang nyaman bagi karyawan.

Sebelumnya, pada tanggal 10 Mei lalu, Pabrik kelapa sawit EHP berhasil meraih sertifikat dari Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO). Perolehan sertifikat RSPO ini merupakan salah satu perwujudan dari komitmen EHP terhadap penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan usaha guna mencapai keseimbangan aspek sosial, lingkungan dan ekonomi.

Satrija Budi Wibawa, Sekretaris Perusahan Eagle High Plantations menjelaskan, PT Eagle High Plantations Tbk dalam rangka mengantisipasi berbagai tantangan dalam usaha kelapa sawit, termasuk masih rendahnya harga CPO di pasar global mengangkat Ramesh Veloo sebagai direktur utama dan Gelora Sinuraya sebagai direktur.


"Bapak Ramesh Veloo dan Bapak Gelora Sinuraya adalah para profesional yang sudah malang melintang di industri perkebunan, khususnya kelapa sawit, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di berbagai perusahaan perkebunan multinasional. Dengan pengalaman panjang tersebut, beliau diharapkan dapat memperkuat kinerja Perseroan di tengah melemahnya industri kelapa sawit yang ditekan oleh trade war dan kampanye negatif sawit dari Uni Eropa. Tantangan terberat saat ini bertambah seiring masih rendahnya harga CPO di pasar global," ujar Satrija saat paparan publik di Jakarta.

Gelora Sinuraya, direktur EHP mengatakan, Sebagaimana diketahui, kelapa sawit merupakan bidang usaha jangka panjang. EHP tentunya berkomitmen terhadap investasi ini untuk masa depan. Oleh karena itu, EHP optimis bahwa harga CPO akan terus naik di masa mendatang seiring dengan terus bertumbuhnya kebutuhan minyak nabati dunia. Selain itu, moratorium lahan sudah efektif dan hal ini merupakan indikasi batasan suplai. Ditambah rencana pemerintah mengimplementasikan B20 menjadi B30 akan mendorong peningkatan harga CPO.

Fokus EHP saat ini antara lain mengelola keuangan dan operasional kebun secara efektif dan efisien. Selain itu juga mengoptimaikan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan produktivitas. 

Kata Gelora Sinuraya, beberapa langkah ini didukung dengan penerapan teknologi informasi. Yaitu, aplikasi Jedox untuk membantu pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien. Digital Harvesting System untuk memastikan pengelolaan yang akurat dan peningkatan produktivitas panen tandan buah segar (TBS). EHP juga terus mengupgrade Plantation Management System untuk membantu pengelolaan operasional, temasuk sumber daya manusia, secara efektif dan efisien.

"Semua teknologi informasi tersebut terintegrasikan ke dalam SAP S4HANA, platfom teknologi yang memudahkan analisa dan reporting sekaligus monitoring operasional perusahaan dengan pengumpulan data yang kredibel dan akurat," ujar Gelora Sinuraya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Gelora Sinuraya, pada kuartal satu tahun ini, produksi TES, CPO dan PK meningkat masing-masing 40%, 33% dan 25% atau menjadi sebesar 359,966 ton, 74,718 ton dan 11.431 ton, dibanding produksi pada periode yang yang sama tahun lalu.

"Sedangkan pendapatan EHP pada kuartal satu tercatat Rp637.96 miliar, atau meningkat hanya 1% dibanding kuartal satu tahun lalu. Sehubungan dengan penurunan harga yang cukup tajam, EHP masih membukukan rugi bersih sebesar Rp262 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu," tutup Gelora Sinuraya. (Arianto)



Share:

Kinerja Dwi Guna Laksana Tunjukkan Trend Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik hari Senin pagi, 09 Juli 2019 pukul 10.00 - 12.00 wib bertempat di Rooftop Lantai 18, Apartement Fourwinds of Senayan, JI. Permata Hijau No.1, Jakarta Selatan.

Herman Fasikhin, Direktur Utama PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) dalam paparan publik setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyampaikan, Bidang Usaha PT Dwi Guna Laksana Tbk antara lain:
• Menjalankan usaha di bidang perdagangan batubara dan jasa pelabuhan.
• Salah satu pemasok batubara ke PLN dengan jumlah kontrak jangka panjang terbanyak.
• Salah satu pemasok batubara ke PLN Batubara melalui spot contract.
• Memiliki dan mengoperasikan dermaga yang berlokasi di Kintap, Kalimantan Selatan.


Selain itu, kata Herman, Anak Perusahaan Perseroan menandatangani spot contract sebagai pemasok batubara di PT PLN Batubara dan Memulai kerjasama dengan Berau Coal sebagai pemasok batubara tahun 2018.

DWGL membukukan laba bruto sebesar Rp 99,0 miliar dalam tahun 2018, lanjut Herman, dimana pada tahun sebelumnya, Perseroan masih mencatat rugi sebesar Rp 12,4 miliar. Marjin laba bruto Perseroan pada periode yang sama tercatat sebesar 6,9%.


Pada akhir tahun 2018, Herman menambahkan, Perseroan mencatat laba operasi sebesar Rp 23,4 miliar atau setara dengan marjin laba operasi sebesar 1,6%, jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya, dimana DWGL masih mengalami rugi operasi sebesar Rp 303,1 miliar. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya beban umum dan administrasi dari Rp 285,9 miliar menjadi hanya Rp 68,0 miliar, sejalan dengan tidak adanya lagi pencadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha.

"Laba sebelum pajak penghasilan tahun 2018 adalah sebesar Rp 1,2 miliar, dibanding rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 850,7 miliar tahun sebelumnya. Hal ini terutama ditopang oleh adanya pendapatan lain-lain dari keuntungan penjualan entitas anak," imbuh Herman.

"Perseroan mencatatkan rugi komprehensif yang akan diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 29,9 miliar pada tahun 2018. Posisi ini jauh berkurang dari rugi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 852,6 miliar," tutup Herman.(Arianto)


Share:

Kinerja Steel Pipe Industry Indonesia Kuartal I Tahun 2019 Positif


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
PT Steel Pipe Industry of Indonesia, Tbk (ISSP) pipa baja dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam pipa baja/tabung dan berbagai produk terkait lainnya. Produk perusahaan telah memperoleh berbagai standar sertifikasi domestik dan internasional. Jaminan mutu produk selalu dilakukan perusahaan melalui penerapan suatu program sistem evaluasi mutu yang ketat dan selaras dengan telah diterimanya sertifikat Internasional ISO 9002 dan API 5L. Sesuai dengan persyaratan mutu internasional PT SPINDO, Tbk. memenuhi standar ASTM, BS, JIS, ISO, API, AS dan SNI. Basis pelanggan perseroan meliputi perusahaan domestik Indonesia dan perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia seperti Total, Chevron, Honda dan Yamaha, serta perusahaan internasional seperti J Steel Australasia Pty, Ltd.

Makmur Widjaja,Wakil Komisaris Utama (Komisaris Independen)  PT. Steel Pipe Industry Indonesia, Tbk dalam paparan publik setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan memaparkan, tahun ini mulai mengoperasikan warehouse di Samarinda, jika tak ada aral melintang Spindo bakal mempunyai empat warehouse di Indonesia. Mengenai dana investasi warehouse, menurut Makmur Widjaja, tidak terlalu besar kisaran Rp 50 miliar.


Keberadaan warehouse tersebut diakui manajemen berpengaruh besar bagi penjualan perseroan, khususnya di tingkat pasar domestik. Mengutip laporan keuangan kuartal pertama tahun 2019, penjualan lokal mendominasi 93% revenue perseroan atau senilai Rp 1,14 triliun, dan tumbuh 8,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,05 triliun," ujar Makmur Widjaja usai RUPST, hari Jumat, 28 Juni 2019 di Gedung Baja, Jakarta.

Adapun Perseroan mematok pertumbuhan volume penjualan 20% di tahun ini, berpedoman terhadap pergerakan ekonomi yang mulai melonjak setelah rampungnya banyak proyek infrastruktur. Setelah pemilu usai, Makmur Widjaja mengatakan perseroan optimis mampu menguatkan penjualan lokal baik ditingkat proyek maupun ritel.

Secara porsi, lanjut Makmur Widjaja, Perseroan mematok seimbang sebanyak 50% masing-masing untuk segmen penjualan proyek dan ritel. Dengan kapasitas terpasang yang ada saat ini 600.000 ton per tahun dirasakan masih cukup.


Wardhana Hudianto, Komisaris Utama PT Steel Pipe Industry of Indonesia, Tbk mengatakan, Utilitas produksi dikawal kisaran 65%, masih dapat dilakukan peningkatan tergantung kondisi dan permintaan dari pasar. Sampai triwulan pertama 2019 ini revenue  perusahaan yang dihasilkan tercatat sebanyak Rp 1,22 triliun atau tumbuh 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 1,12 triliun.

Laba kotor tercatat senilai Rp 136,91 miliar di kuartal tersebut, tumbuh 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 132,07 miliar. Perseroan mendapatkan kenaikan pada pos pendapatan lain-lain, yang salah satunya disumbangkan oleh keuntungan selisih kurs, alhasil laba bersih berhasil diamankan sejumlah Rp 21,66 miliar di kuartal-I 2019 atau naik 85% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 Rp 11,69 miliar," tutup Wardhana. (Arianto)

Share:

Saranacentral Bajatama Optimis Kinerja Tahun 2019 Membaik


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipandang masih stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 5,17%, meningkat jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,07%, tetapi jauh dibawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,4%. Dari sisi inflasi, laju inflasi Indonesia pada 2018 melambat ketimbang tahun sebelumnya.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan Indonesia saat ini menjadi importir baja terbesar ketiga di dunia dan defisit perdagangan baja merupakan yang terbesar kedua setelah defisit perdagangan minyak dan gas. Impor besi dan baja ke Indonesia pada tahun 2018 sebesar USD 10,245 Miliar, meningkat 28,31% dibandingkan dengan impor besi dan baja pada tahun 2017 sebesar USD 7,985 miliar. Kenaikan impor besi dan baja tak bisa dianggap remeh karena berkontribusi sebesar 6,45% terhadap total impor nonmigas sepanjang januari-desember 2018.

Penjualan baja Indonesia saat ini masih didominasi oleh permintaan dari sektor konstruksi, diikuti oleh sektor otomotif, sektor migas, shipbuilding, permesinan dan industri elektronik.

Kemampuan suplai industri baja (crude steel) dalam negeri sebesar 6,8 juta ton per tahun. Karena itu, Indonesia masih harus mengimpor sebanyak 5,4 juta ton untuk memenuhi kebutuhan yang mencapai 12,94 juta ton per tahun.

Kebutuhan baja yang meningkat setiap tahunnya harus diîmbangi dengan tumbuhnya investasi baru di Indonesia, untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk baja impor. Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh dengan kuat dan berkembang dari segi pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi. Hal ini pada gilirannya akan memberikan dampak positif terhadap industri baja nasional secara umum dan khususnya untuk Perseroan.

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilanjutkan dengan Paparan Publik, hari Jum'at, 28 Juni 2019 pukul 10:00 - 11.00 wib bertempat di GEDUNG BAJA TOWER C LANTAI 9 di Jakarta.


Handaja Susanto, Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk memaparkan, Seiring perkembangan dunia usaha dan selaras dengan perbaikan kondisi perekonomian global dan nasional, PT Saranacentral Bajatama Tbk ("Perseroan") melakukan perubahan dan penyempurnaan yang berlandaskan pada Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan. Saat ini, di dalam struktur industri baja secara global, Perseroan merupakan salah satu pemain di industri midstream, khususnya industri pelapisan baja. Dimasa mendatang, Perseroan mempunyai aspirasi untuk menjadi produsen barang lebih terintegrasi.

"Perseroan terus berkarya dan melakukan inovasi dalam setiap lini produksi, Saat ini Perseroan memproduksi 3 (tiga) jenis produk baja lapis, yaitu: Baja Lapis Seng (BjLS), Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) dan Baja Lapis Aluminium Seng Berwarna (SARANACOLOR) yang diproduksi dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi, karena dilengkapi dengan Teknologi NOF (Non-Oxidation Furnace) yang dapat menghasilkan produk dengan kualitas jauh lebih baik dibandingkan produk yang dihasilkan dengan menggunakan mesin berteknologi konvensional," jelas Handaja.

Tahun 2018, lanjut Handaja, Perseroan berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 5.0% menjadi Rp1.28 triliun dari sebelumnya Rp 1,22 miliar di tahun 2017. Penjualan yang dihasilkan oleh Perseroan pada tahun 2018 merupakan kontribusi dari penjualan BjLS sebesar 39,8%, BjLAS sebesar 56,6%, Saranacolor 3,2%, sedangkan 0,4% merupakan non-produksi.

"Perseroan pada tahun 2018 harus menghadapi tantangan naiknya harga CRC di pasar global karena produsen utama baja dunia, yakni China, mengurangi suplai baja jenís CRC. Akibatnya harga jadi semakin mahal, yang menyebabkan beban pokok penjualan meningkat tajam, sehingga Perseroan membukukan laba kotor yang jauh lebih rendah di tahun 2018. Di samping itu, nilai tukar rupiah pada pada kuartal akhir 2018 cenderung melemah," tegas Handaja.

Hal ini menyebabkan Perseroan membukukan kerugian kurs mata uang asing - bersih sebesar Rp40,3 miliar di tahun 2018. Sebagai hasilnya, Handaja menuturkan, Perseroan mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp96,69 Miliar pada tahun 2018. Dari sisi total aset, Perseroan juga mencatat jumlah aset yang turun tipis sebesar 4,8% menjadi Rp901,18 miliar di tahun 2018.

RENCANA STRATEGIS 2018

Perekonomian Indonesia tumbuh lebih kuat pada level 5,17% di tahun 2018 dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,07%. Selain kenaikan harga komoditas, investor juga optimis tentang penguatan fundamental ekonomi Indonesia dan hasil kerja pemerintah pusat (terutama terkait pembangunan infrastruktur).

Berbekal strategi yang kami jalankan dalam menghadapi tantangan dan kondisi di tahun 2018 dan melihat peluang bisnis di tahun-tahun mendatang, kata Handaja, Perseroan optimis bahwa kinerja pada tahun 2019 akan jauh lebih baik dari apa yang dicapai di tahun sebelumnya, berbagai upaya yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya akan membuahkan hasil.

Perseroan telah menetapkan strategi yang utamanya adalah penerapan efisiensi disegala kegiatan operasional, khususnya efisiensi dalam penggunaan bahan baku, bahan penolong dan energi, serta pengembangan yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas yang akan memberi dampak pada peningkatan kinerja Perseroan. "Dengan melakukan itu semua, yang didukung oleh penerapan tata kelola yang baik dan sistem pengendalian yang kokoh dalam rangka melindungi aset-aset Perseroan untuk meningkatkan nilai para pemegang saham, maka Perseroan akan memperlihatkan kinerja yang semakin baik di tahun-tahun mendatang," tutup Handaja. (Arianto)


Share:

Shield On Service Optimis Capai Target 1 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Shield On Service Tbk (Perseroan) bergerak di bidang kegiatan usaha perusahaan penyedia jasa keamanan (security services), perawatan gedung (facility solutions), sumber daya manusia (profesional employee services), dan manajemen parkir (parking management).

PT Shield On Service Tbk (SOSS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilanjutkan dengan Paparan Publik Tahunan hari rabu, 26 Juni 2019 pukul 14.00 - 16.00 wib bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Bapak Herman Julianto, Direktur Utama PT Shield On Service Tbk (SOSS) menyampaikan, dalam RUPST, pemegang saham menyetujui seluruh agenda dan menerima Laporan Tahunan.

Perseroan serta menyetujui Laba tahun berjalan yang di diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk tahun buku 2018 adalah sebesar Rp9.607.111.760 (sembilan milyar enam ratus tujuh juta seratus sebelas ribu tujuh ratus enam puluh rupiah).

Dengan mempertimbangkan bahwa Perseroan masih mernbutuhkan dana untuk pengembangan usaha, Perseroan tidak membagikan dividen atas laba untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan akan dipergunakan untuk meningkatkan modal usaha Perseroan untuk memperkuat aktifitas dan pengembangan Perseroan di tahun 2019," jelas Julianto.

Prasetyo WIbowo, Direktur PT Shield-On Service Tbk dalam Paparan Publik sesudah RUPST menjelaskan, untuk penjualan di tahun 2018 adalah sebesar 897 miliar dengan tingkat Laba Kotor dan Laba Bersih masing-masing sebesar 12% dan 2%. Unit bisnis Jasa SDM menjadi penyumbang terbesar yaitu 42%; Jasa Kebersihan 34%, Jasa Keamanan 21%, Jasa Parkir 3%.


Prasetyo Wibowo juga menjelaskan bahwa selama kuartal pertama tahun 2019 perseroan telah tumbuh penjualannya sebesar 40% dibandingkan periode yang sama tahun 2018, sehingga perseroan optimis untuk dapat mencapai target penjualan diatas 1 trillun pada akhir tahun 2019. Dan CAGR sebesar 14% pada tahun 2023.

Pada pemaparannya beliau mengatakan "Perseroan dan Entitas Anak Perseroan merupakan perusahan yang memberikan layanan "Integrated facility management one stop solution" dengan menjadi Penyedia Jasa Keamanan, Jasa Kebersihan, Jasa Sumber Daya Manusia serta Jasa Manajemen Parkir. Selain itu perseroan juga memiliki fasilitas penunjang yang memadai seperti training center dan customer relation yang berkualitas."

Selanjutnya, Direksi Perseroan Prasetyo Wibowo menjelaskan beberapa strategi-strategi untuk mencapai target di tahun 2019 diantaranya:
-  Peluncuran aplikasi SOS Think Clean.
-  Pembukaan kantor operasional baru.
-  Ekspansi SOS Academy
-  Fokus pada sektor Perkebunan dan Pertambangan.

Dalam pemaparan, Prasetyo Wibowo juga menjelaskan bahwa saat ini Perseroan memiliki 6 anak perusahaan serta 1 afiliasi yaitu :
1. PT Human Resources Provider yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
2. PT Profesional Human Resources yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
3. PT Safe Secured Solution yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
4. PT SOS Indonesia yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.
5. PT The Service Line yang bergerak di bidang jasa kebersihan.
6. PT Master Parking Indonesia yang bergerak di bidang jasa pengelolaan parkiran serta 1 afiliasi perusahaan yaitu PT Human Resources Solution yang bergerak di bidang jasa sumber daya manusia.

"Perseroan saat ini memiliki jaringan kantor Operasional di 14 kota besar di seluruh Indonesia
- Jakarta sebagai kantor pusat perseroan.
- 5 kantor operasional di pulau Jawa & Bali.
- 5 kantor operasional d pulau Sumatra.
- Serta 3 kantor operasional di Kalimantan dan Sulawesi." tutup Prasetyo Wibowo. (Arianto)

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini