Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan

Mahfud MD: Perlu Dukungan Pimpinan Agama untuk Percepatan Vaksinasi Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan perlu dukungan alim ulama dan pimpinan agama untuk percepatan vaksinasi Covid-19.

Hal itu dikatakan Mahfud MD saat silaturrahim virtual bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, BNPB, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Alim Ulama, Pengasuh Ponpes, Pimpinan Ormas Lintas Agama, dan Forkopimda se-Jawa Tengah, Sabtu (31/7).

"Kita perlu dukungan dan perantara alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pimpinan agama untuk mendukung peningkatan implementasi kesehatan dan percepatan vaksinasi pada masyarakat," ujar Mahfud MD.

Dia pun mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk saling bekerjasama tingkatkan disiplin protokol kesehatan. Menurut Mahfud MD, memperkuat kolaborasi bekerja secara kolektif berdasarkan kesadaran bersama adalah langkah yang cukup efektif.

"Tidak bisa juga ormas-ormas keagamaan dan berbagai kekuatan masyarakat dibiarkan bekerja sendiri, mari kolaborasinya diperkuat," ujar dia.

Terkait ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, menurut Mahfud MD, karena masyarakat tidak tahu dan karena terpengaruh hoaks. Oleh sebab itu, perlu pendekatan pendekatan budaya dan personal.

"Poinnya kita akan bekerja sama, saya akan mem-'follow up' semua masukan, terkait dengan hoaks media sosial. Mari kita bekerja sama," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan beberapa hari ini trennya menurun. Namun, dia menegaskan Covid-19 belum selesai dan masih membahayakan. Dia pun mengajak masyarakat Jateng tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kabar terakhir dari Jateng, hasil pemeriksaan hampir semua yang dites varian-nya adalah delta. Artinya semua punya potensi terpapar. Mulai kita temui juga tanpa gejala. Di statistik Yang meninggal siapa kok Jateng banyak sekali? yang pertama sudah sepuh, kedua yang punya komorbid, yang ketiga yang belum divaksin, keempat yang terlambat melapor," ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan, terkait pandemi Covid-19 di Jawa Tengah setidaknya masyarakat dapat dikategorikan dalam tiga kelompok.

"Kita mendeteksi ada tiga kelompok, pertama yang sangat percaya Covid-19, saking percayanya sampai paranoid semua jamu diminum, sampai mules-mules semua diminum," kata dia.

Yang kedua yang paling bagus adalah yang rasional, mereka mengerti 5M, 5M sekarang diringkas jadi 1M: manut. Manut (nurut) saja.

"Ketiga ini kelompok yang tidak percaya, mengatakan ini konspirasi bahkan disampaikan pada publik," ucap Ganjar.

Dalam Kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, setiap peristiwa ada hikmahnya, termasuk cobaan pandemi Covid-19 yang sedang menimpa seluruh umat manusia.

"Pandemi ini memang cobaan, tapi di saat yang sama pandemi ini juga mengajarkan kita untuk peduli sesama dan memperkuat solidaritas sosial," kata Menag.

Dia menambahkan, menghadapi pandemi tidak bisa diselesaikan "head to head", tetapi semua elemen masyarakat harus bersatu, khususnya pemerintah, masyarakat dan tokoh agama.

"Kita tahu banyak yang terpapar itu teman, sahabat, guru kita, orang yang kita cintai. Tentu kita tidak bisa membiarkan atau secara sembunyi egois melawan pandemi ini. kita harus bersama-sama baik itu masyarakat, tokoh agama, maupun pemerintah. Tidak bisa kita selesaikan 'head to head' satu lawan satu, harus kita keroyok bersama," tutur pria yang biasa disapa Gus Yaqut. (Arianto)



Share:

Ketum PGI: Kami Intruksikan Gereja Jadi Ruang Isolasi Mandiri


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom menginstruksikan gereja-gereja menjadi ruang isolasi mandiri bagi masyarakat yang positif Covid 19.

Hal ini ditegaskan Pendeta Gomar Gultom saat pimpinan PGI berdialog secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengenai penanganan covid 19, pada Rabu (28/7).

"Kami mendorong gereja-gereja untuk mengubah seluruh fasilitas gereja berupa mess dan guest house untuk ditransformasikan sebagai ruang-ruang isolasi mandiri. Tapi kami tetap minta ada pusat kesehatan yang bisa berkoordinasi dengan tempat isolasi mandiri ini. Supaya jika terjadi keadaan darurat tetap bisa tertangani," tegas Gultom.

Pendeta Gomar Gultom juga menegaskan PGI dengan seluruh gereja-gereja ada bersama pemerintah menanggulangi pandemi covid 19.

"Pak Menko, kami dari PGI dengan seluruh gereja-gereja di Indonesia ada bersama pemerintah untuk menanggulangi masalah covid ini. Pertama masalah kesehatan/penanggulangan virusnya, kedua ikut dalam mencerdaskan masyarakat untuk lebih paham dengan situasi terkini, beberapa gereja juga ikut ambil bagian dalam menyelesaikan masalah ekonomi," tambahnya.

*PGI Usul Bangun Gerakan Solidaritas Kemanusiaan*

Dalam dialog virtual terkait penanganan pandemi covid ini, Sekretarus umum PGI, Jacky Manuputty mengusulkan kepada Menko Polhukam untuk menggalang gerakan solidaritas kemanusiaan yang melibatkan tokoh lintas agama, bergandeng tangan dengan pemerintah menanggulangi pandemi covid 19.

"Pak Menko kami berharap kita dapat menggalang gerakan solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan. Mungkin bisa disounding secara simbolis dengan pemuka-pemuka agama," usul Jacky Manuputty pada Menko Mahfud.

Ia juga menegaskan, PGI telah ikut andil membantu pemerintah menggalang tenaga dan kekuatan dalam menangani covid 19.

"Beberapa gereja di Jakarta dan Sulawesi Selatan sudah dipakai sebagai tempat isolasi mandiri, dengan tenaga kesehatan yang digalang dari sumber daya yang ada dan bekerjasama dengan satgas," tambah Jacky.

Atas komitmen PGI membantu pemerintah menangani pandemi covid, Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan apresiasi dan menegaskan akan memperkuat kerjasama ke depan, termasuk usulan rencana gerakan solidaritas kemanusiaan, "Saatnya kita bertindak bersama dengan tindakan nyata yang membangun solidaritas. Kami punya deputi 6 yang bisa mengurusi hal seperti ini nanti. Ini bisa direncanakan denngan cepat dan baik," ujar Mahfud merespon usulan PGI.

Mahfud yang didampingi secara virtual seluruh eselon satu Kemenko Polhukam, mengaku telah mencatat beberapa masukan dan kritik PGI kepada pemerintah, untuk selanjutnya akan menjadi pertimabangan dalam menyusun langkah-langkah strategis.

"Terima kasih bapak ibu pendeta dari PGI sudah mengimbau gereja-gereja untuk ikut serta dalam  proses penanganan Covid 19, termasuk vaksinasi kemudian penyediaan tempat dan pelayanan terhadap umat," tambah Mahfud.

Hadir dalam pertemuan ini, Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom, Sekum PGI Pdt. Jacky Manuputty, Pdt. Krise Gosal, Pdt. Arie Moningka, Pdt. Jimmy Sormin, Pdt. Henrek Lokra, Ronald Tapilatu, dan beberapa jajaran dan staf PGI lainnya.

Sebelumnya, dalam rangka memperkuat koordinasi penanganan covid 19, Menko Polhukam Mahfud MD melalukan safari virtual dengan ormas-ormas keagamaan dan para pemuka agama seperti PBNU, PP Muhammadiyah, MUI, dan KWI serta selanjutnya dengan ormas-ormas lainnya. (Arianto)


Share:

MUI Usul ke Menko Polhukam: Longgarkan PPKM Perketat Prokes


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta pemerintah melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dengan catatan semakin memperketat protokol kesehatan. 

Hal ini diungkapkan Ketua Umum MUI KH. Miftachul Ahyar, saat menghadiri undangan dialog virtual Menko Polhukam Mahfud MD, Selasa Malam (27/7).

"Perlu ada pengamatan, penetapan PPKM ini tidak 'gebyah uyah'. Misalnya ada salah satu daerah di satu kabupaten yang betul-betul aman, masih zona hijau sehingga penerapan PPKM ini tentu ada perbedaan," ujar Ketua Umum MUI KH. Miftachul Ahyar.

Menurur KH. Miftachul Ahyar, jika penerapan PPKM 'tidak gebyah uyah' kemungkinan akan menjadi salah satu solusi dalam memberikan rasa nyaman dan meminimalisir gejolak yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

"Masih banyak yang terjadi di masyarakat merasa beribadah dibatasi, padahal mereka merasa berada di zona hijau dan mereka siap melaksanakan protokol kesehatan. Yang dilarang itu kan kerumunan, nah definisi atau batasan kerumunan ini seperti apa? Ini juga perlu ada penjelasan," tambah KH. Miftachul Ahyar.

Hal serupa juga diperkuat Ketua Bidang Fatwa MUI KH. Kholil Nafis, menurutnya protokol kesehatan lebih diperkuat, namun PPKM bisa dilonggarkan atau diperkecil areanya.

"Saya ingin mempertegas, gimana kalau prokes saja yang diperkuat. PPKM ini ingin menciptakan kedisilplinan masyarakat, diantaranya penularan itu. Jadi barangkali PPKM ini bisa diperkecil lagi, artinya di area tertentu saja," tambahnya.

Kepada MUI, Mahfud MD menegaskan pemerintah sudah bekerja sekuat tenaga menekan perkembangan Covid 19, untuk itu, lanjut Mahfud, pemerintah butuh kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk MUI pusat.

"Pemerintah sudah menjelas program-program di media massa, sekarang nunggu kritik yang disertai saran, apa yang kurang dari pemerintah selama ini dalam menangani covid 19," ujar Mahfud.

Menko Polhukam Mahfud MD yang didampingi Sesmenko, beberapa deputi dan staf khusus ini menegaskan semua masukan dan usulan dari berbagai pihak, termasuk dari MUI akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan dan langkah-langkah straregis dalam menangani Covid 19 kedepan.

"Tadi ada usulan PPKM supaya dilonggarkan, tadi ada mengeluh wali santri sekarang ini sudah menjerit. Gus Kholil td juga mengusulkan yang diketatkan prokesnya saja. Oke nanti kita evaluasi sebagai masukan," tambah Mahfud merespon masukan dan usulan dari para pimpinan MUI.

Penghujung dialog, salah satu pimpinan MUI yang juga Ketua Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH. Abdullah Djaidi memimpin doa keselamatan bangsa Indonesia dari ancaman pandemi Covid 19. 

Hadir dalam dialog yang berlangsung dua jam ini, Ketua Umum MUI pusat KH. Miftachul Ahyar, Sekjen MUI KH. Amirsyah Tambunan, KH. Azrul Tanjung, KH. Masduki Baidlowi, KH. Kholil Nafis, KH. Abdullah Djaidi dan beberapa pimpinan MUI pusat lainnya.  (Arianto) 


Share:

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Lomba Dai Cilik, Hafiz Al Qur'an


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Menyemarakan Bulan Suci Ramadhan 1442 H tahun ini, Polres Metro Jakarta Barat menggelar lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an, Senin (26/4/2021).

Lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an tersebut di laksanakan di Mesjid Baiturrahmat Polres Metro Jakarta Barat dan diikuti sebanyak 24 peserta yang mana para peserta tersebut telah dilakukan Elimination round (babak penyisihan) di masing-masing Polsek jajaran.


Dalam sambutan nya Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menjelaskan kegiatan lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an ini merupakan implementasi dari program Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr M Fadil Imran yaitu Ramadhan Barokah.

"24 peserta yang mengikuti lomba ini merupakan hasil kualifikasi / pilihan peserta terbaik masing masing polsek jajaran " Ujar Kombes pol Ady Wibowo, Senin (26/4/2021).

Ady menuturkan dihadapan kita semua ini merupakan para generasi penerus bangsa, melalui kegiatan lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an ini kita bisa mencetak generasi muda penerus bangsa yang memiliki bibit terbaik, baik budi ahlak dan ilmu agama. 


"Kegiatan tersebut sebagai motivasi kepada anak-anak, agar mereka semakin memperdalam ilmu agama. Memupuk akhlak yang baik serta menghindarkan mereka dari kenakalan remaja dan bahaya narkoba," tutur nya Ady.

Dalam lomba tersebut bagi para peserta yang telah memasuki babak kualifikasi tingkat Polres rencana akan diajukan untuk tingkat juara Kapolda Metro Jaya.

Adapun para peserta lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an yang telah lolos dalam lomba tersebut diantaranya :

• *Baca Al Quran :*
Juara 1. Abdel.AS
(Kalideres).
Juara 2. Bayu Pamungkas
(Cengkareng).
Juara 3. Faqih
(Tanjung Duren).


 *Hafiz Al Quran :*
Juara 1. Nafla
(Kembangan).
Juara 2. Farel
(Kebon Jeruk).
Juara 3. Safitri
(Kalideres).

• *Dai Cilik :*
Juara 1. Dzakira Elfa Syarah (Tanjung Duren).
Juara 2. Khilda Hayatun Nufus (Tambora).
Juara 3. Fhakira Abqoria Nazhifa (Kembangan).

Dalam pelaksanaan lomba tersebut tentunya baik panitia dan peserta lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an tetap menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid 19 saat ini, setelah kegiatan dan dilanjutkan dengan foto bersama. 

Wartawan DNM : Imam Sudrajat / Widuri

Share:

Demi Menjaga Prokes, Istiqlal Tiadakan Sahur dan Buka Bersama


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Imam Besar Masjid Istiqlal K.H Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya secara terus menerus meminta umat Islam agar bersamas-sama proaktif memutus rantai penyebaran Covid-19.

Khusus Masjid Istiqlal, katanya, secara masif telah memberikan literasi kepada jemaat, baik secara langsung, maupun melalui berbagai media seperti papan pengumuman dan bahkan brosur serta buku saku. Bahkan, Masjid Istiqlal juga membatasi ritual ibadah, termasuk pembatasan jumlah jemaat yang boleh berkegiatan di area Masjid Istiqlal.

"Aturannya 50% kapasitas. Tapi kami batasi hanya 1 persen atau sekitar 2000 orang. Jadi kami melakukan ketaatan protokol lebih dari yang ditetapkan pemerintah DKI Jakarta," kata K.H Nasaruddin Umar dalam dialog dengan tema Protokol Kesehatan Bulan Ramadan yang diselenggarakan FMB9 KCPPEN Jumat siang secara vitual.

Dalam dialog itu juga disampaikan, Masjid Istiqlal tidak lagi mengakomodir kegiatan buka bersama, itikaf, makan sahur bersama. Upaya lainnya adalah pembersihan area sholat setiap selesai digunakan sholat berjamaah, seperti tarawih.

"Masjid Istiqlal bukan sekedar ikon. Kami menjadi contoh bagi masjid-masjid di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengingatkan agar seluruh pihak mengantisipasi momentum Ramadan dan Hari Raya umat Islam mendatang.

Dia menambahkan, mengacu pada Amerika, Inggris dan Israel yang dinilai sukses mengendalikan Covid-19, maka kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah taat prokes dan vaksin.

"Karena kemarin kita berhasil cegah, dan saat ini adalah saat-saat yang cukup rawan karena ada puasa, lebaran, mudik yang harus diantisipasi. Karena walau bagaimanapun pengendalian pandemi sangat bergantung pada sikap kita masing-masing," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Ramadhan Momentum Memutus Penyebaran Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan program vaksinasi Covid-19 dapat terus dilakukan meski saat ini umat Islam tanah air sudah mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengungkapkan polemik pelaksanaan vaksinasi sepanjang bulan puasa, akhirnya mendorong pihaknya menerbitkan fatwa MUI Nomor 13/2021 tentang hukum vaksinasi COVID-19 pada saat berpuasa dan tetap memperhatikan kondisi penerima vaksin.

"Praktek vaksinasi Covid-19 dibolehkan secara syar'i sekalipun sedang puasa. Tinggal kuncinya adalah sejauh mana ketahanan fisiknya ini, yang merupakan hasil screening tenaga kesehatan apakah laik atau tidak untuk menjalankan vaksinasi," katanya dalam Dialog FMB9-KPCPEN dengan tema Vaksinasi Aman Di Bulan Ramadan pada hari Selasa (13/4) siang.

Dalam kesempatan itu, Asrorun Naim juga menambahkan, bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengokohkan ikhtiar memutus mata rantai Covid-19 dengan ikhtiar lahiriah dan ikhtiar bathiniah.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan adalah terobosan yang selama ini mungkin belum mungkin dilakukan. Contohnya adalah dengan menjadikan masjid sebagai tempat untuk melaksanakan vaksinasi pada malam hari setelah umat melakukan ritual Bulan Suci Ramadhan.

Selain dinilai dapat mengakselerasi durasi, pelaksanaan vaksinasi di masjid dinilai dapat menjadi solusi atas permasalahan vaksinasi bagi masyarakat kelompok lansia.

"Langkah-langkah kreatif yang kita lakukan bersama, maka ikhtiar untuk mempercepat target perwujudan herd immunity harus kita tempuh tanpa terkendala hal-hal bersifat non teknis," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Ahli Patologi Klinik Tonang Dwi Ardyanto menyampaikan tip persiapan bagi para penerima vaksinasi Covid-19 yang jadwalnya bersamaan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 2021.

"Istirahat yang cukup, kalau biasa sarapan, sahurnya cukup, setelah itu tenang, termasuk pada saat datang ke tempat penyuntikan, ikuti seluruh prosedur, kemudian setelah selesai segera pulang istirahat," katanya. (Arianto)


Share:

Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. SE tersebut antara lain mengatur tentang diizinkannya kegiatan buka puasa bersama, salat berjemaah (lima waktu, tarawih, dan witir), tadarus Al-Qur'an, serta iktikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50% dari kapasitas masjid atau musala. 

Surat edaran juga mengatur bahwa kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak antar jemaah minimal 1 meter, dan membawa sajadah atau mukena masing-masing. Namun, ketentuan dalam surat edaran ini tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye. 

"Menteri Agama sudah menerbitkan edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H. Namun, edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas Covid setempat," tegas Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (9/4/2021) lalu.

Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 telah menetapkan beberapa kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran virus. Ada empat kriteria wilayah, yaitu zona hijau (tidak terdampak), zona kuning (risiko rendah), zona oranye (risiko sedang), dan zona merah (risiko tinggi). 

Edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri bisa diberlakukan pada wilayah yang masuk zona hijau dan kuning.  Surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid 19.

Secara rinci, berikut ketentuan Surat Edaran Menag terkait panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syari lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain: 

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah serta mukena masing-masing;

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit;

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menujuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, seperti melakukan disenfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

6. Kegiatan ibadah Ramadan di masjid/musala, seperti salat tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, iktikaf dan Peringatan Nuzulul Quran tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19 berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat.

7. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, di daerah yang masuk ketegori risiko rendah (zona kuning) dan aman dari penyebaran Covid-19 (zona hijau), wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan.

8. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya. 

9. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

10. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

11. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah.

12. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing. (Arianto)



Share:

MATAKIN Gelar Dialog Islam-Khonghucu


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka memperingati HUT ke-98 Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar "Dialog Islam-Khonghucu" pada Sabtu (10/04) dengan mengusung tema "Tuhan dan Ketuhanan dalam perspektif Islam dan Konghucu" via virtual Zoom Meeting.

"Saat ini, dengan kemudahan dan keterbukaan teknologi, generasi muda sangat rentan dipengaruhi oleh hal-hal yang kurang baik yang sering mengatasnamakan agama dan keyakinan tertentu," kata Ketua Umum Matakin, XS Budi S Tanuwibowo dalam sambutannya secara virtual. 

Budi menyebut, Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi para tokoh agama untuk menjaga dan menguatkan nilai-nilai keimanan kepada generasi milenial melalui cara-cara yang mudah diterima oleh mereka.

Disisi lain, lanjut Budi, Matakin yakin bahwa perkembangan teknologi sejatinya adalah  sarana untuk memberikan kemudahan bagi manusia dalam menunjang kehidupan, bukan untuk mereduksi nilai-nilai agama yang bersifat keilahian.

"Asal tahu saja, Inilah tantangan yang harus kita hadapi bersama saat ini. Apakah nila-nilai ketuhanan saat ini telah bergeser? Apakah membicarakan keilahian Tuhan saat ini masih relevan? Semua pertanyaan tersebut akan kita coba gali jawabannya dalam dialog bersama para tokoh agamawan yang ahli pada bidangnya masing-masing," tutur Budi.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 kepada Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).


Ma'ruf mengatakan, Matakin satu-satunya lembaga agama Khonghucu tertinggi di Indonesia sejak 1924 yang bertujuan mengembangkan umat Khonghucu dapat mengamalkan ajaran dengan baik, sehingga berpartisipasi pada kehidupan berbangsa dan negara.

"Sehingga (umat Khonghucu) mampu memperbaharui diri dan berpartisipasi aktif dan berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," kata Ma'ruf dalam pidato sambutannya.

Ma'ruf mengapresiasi dialog antar-agama yang digelar Matakin dalam rangka HUT ke-98.

Menurut Ma'ruf, hal tersebut bentuk nyata upaya merawat serta memperkuat kerukunan, saling pengertian, serta sinergi yang dibangun antar umat beragama.

"Agama memiliki peran sentral dalam kehidupan, sebagai sumber nilai yang memberikan pedoman bagi anak manusia agar merawat keimanan dan mencapai kualitas hidup yang mulia," ujarnya.

"Ma'ruf berharap organisasi Matakin dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Gelar Serial Halakah Tematik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ukhuwah antar umat Islam merupakan perkara uṣūlī atau dasar, meskipun mereka berasal dari tempat yang berbeda, wilayah yang jauh, suku yang berbeda bahkan kebangsaan yang berbeda.

Untuk merawat spirit solidaritas Islam itu, Komisi Ukhuwah Islamiyah (KUI) MUI menggelar Serial Halakah Tematik dengan tema "Sinergi Ukhuwah untuk pemberdayaan umat di masa Pandemi Covid-19" pada Sabtu (10/4/2021) pagi. 

Pertemuan yang digelar secara luring dan daring ini dihadiri oleh Ketua KUI MUI Drs. H. Adnan Harahap, Wakil Ketua KUI MUI Drs. Tasyrifin Karim dan Drs. H. Saiful Bahri, serta berbagai perwakilan organisasi-organisasi Islam dan para tokoh. 

Dr. Drs. H. Juraidi, M.A, sebagai narasumber dalam acara ini menyampaikan tentang kebijakan pemerintah dalam memperkuat ukhuwah Islam.

Direktur Urusan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia itu, menyampaikan pentingnya memanajemen perbedaan. 

Ia mensinyalir salah satu hal paling berbahaya yang melanda umat Islam belakangan ini adalah ketidakpiawaian dalam mengelola perbedaan dan ketidaksepakatan. Menurutnya, umat harus cerdas dalam mengelola perbedaan yang ada dalam tubuh umat Islam. 

Selain itu, Juraidi juga meminta agar sesama umat Islam tidak saling mencela, bahkan mengkafirkan.

Disisi lain, kata Juraidi, Perbedaan pendapat fikih yang muktabarah adalah salah satu hal yang wajar dalam khazanah Islam. Namun meskipun demikian, banyak orang belum bisa menerima perbedaan dalam semangat positif itu dengan berbagai alasan. Perbedaan yang ada sementinya untuk memperkuat hubungan ukhuwah, bukan malah menimbukan fanatisme, konflik dan pertikaian. 

"Perbedeaan itu semestinya dikelola dengan baik, tidak saling menghina, atau saling mengkafirkan," jelas Juraidi, alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta tahun 2014 itu.

Lebih lanjut, Juraidi menyebut, dari perbedaan muktabarah perihal urusan-urusan furū'iyyah di tubuh organisasi-organisasi Islam itu justru mencerminkan fenomena manusia yang positif dan beradab.

"Manifestasi terpenting dari perbedaan dan keberagaman di tubuh umat ini adalah soal komitmen umat untuk menjaga etika dalam berbicara, menghindari fanatisme sempit, ejekan, marginalisasi, dan perbuatan tidak memperhatikan pendapat orang lain," ungkapnya. 

Juraidi menilai, perbedaan dan keberagaman yang ada dalam tubuh umat justru menjadi kekhususan tersendiri bagi umat Islam untuk saling bersinergi dan melengkapi.

"Keunggulan dari organisasi-organisasi itu justru menjadi kekayaan kita," tegasnya.

Pertemuan ini kian menarik lantaran terdapat sesi tanya jawab dan sharing seputar materi yang telah disampaikan oleh narasumber. (Arianto)


Share:

Kapolri Bersyukur Puncak Perayaan Paskah Berlangsung Lancar dan Aman


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersyukur puncak perayaan Paskah di Indonesia berlangsung lancar dan aman. TNI-Polri kata dia, selalu melaksanakan pengawalan dan pengamanan sampai seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tuntas.
 
“Kita sudah mengikuti mulai dari rangkaian Kamis Putih, Jum'at Agung, Malam Paskah dan hari ini Perayaan Puncak Paskah berlangsung lancar. Kami menyampaikan kepada seluruh gereja dan para jema'ah, silahkan melaksanakan perayaan ibadah Paskah yang telah disiapkan,” kata Sigit saat mengunjungi GBI Fatmawati Bukit Sion Jakarta. Minggu (04/04)
 
Sigit juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu dan menciptakan suasana kondusif pasca bom Makassar dan teror di Mabes Polri. “Kami TNI-Polri akan selalu melaksanakan pengawalan dan pengamanan, untuk masyarakat tidak perlu khawatir dan takut,” ungkap mantan Kabareskrim Polri ini.
 
Menurut Sigit, seluruh Satgaswil terus melaksanakan pergerakan terhadap seluruh kegiatan kelompok yang dicurigai. Sampai hari ini, pihaknya telah mengamankan sebanyak 60 terduga teroris yang ditangkap dari disejumlah daerah, seperti Makassar, Yogyakarta, Jawa Timur serta Bima.
 
“Sampai hari ini pengembangan terus dilakukan. Yang paling penting adalah bagaimana tim tetap bergerak dilapangan. Diharapkan dengan upaya dapat betul-betul menekan agar tidak terjadi lagi peristiwa ledakan,” ungkap mantan Kapolda Banten itu. (Arianto)


Share:

Masjid Istiqlal Launching Istiqlal Disaster Management Center


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar Webinar Nasional bertema “Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masjid/Rumah Ibadah” pada Jumat, (26/02) bertempat di Ruang VIP Masjid Istiqlal Jakarta. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran (launching) Istiqlal Disaster Management Center (IDMC), sebuah program inovatif Masjid Istiqlal yang bertujuan untuk mendorong terwujudnya gerakan bersama yang tersistitimatis dengan baik dalam mengelola bencana berbasis rumah ibadah, khususnya Masjid. Launching IDMC itu ditandai dengan penanda-tanganan Prasasti IDMC oleh Kepala BNPB dan Imam Besar Masjid Istiqlal.

Dalam pemaparannya sebagai keynote speaker pertama di awal acara, Imam Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa dalam Islam terdapat banyak sekali ajaran tentang pentingnya umat Islam menjaga alam lingkungannya. Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengutip beberapa hadis yang menceritakan betapa tingginya perhatian Nabi Muhammad SAW terhadap tetumbuhan, pohon, air, tanah dan sebagainya, dan memerintahkan umatnya untuk menjaga dengan sebaik-baiknya lingkungan alam sekitar kita.

“Rasulullah melarang keras membuang kotoran dan sampah di air yang tergenang seperti kolam dan di air yang mengalir yakni sungai, hal ini berulang-ulang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat dan umat Islam pada waktu itu. Ini harus menjadi pedoman bagi kita semua saat ini,” terang Imam Masjid Nasaruddin Umar.

Selanjutnya, Imam Besar mengaitkan dan menekankan pentingnya masjid sebagai pusat peradaban manusia di komunitas masing-masing untuk menjadi basis penanggulangan bencana dan menolong umat di semua tempat di Indonesia. “Nabi juga memfungsikan masjid sebagai tempat perawatan, masjidnya Nabi dilengkapi dengan peralatan merawat orang sakit,” ungkap Prof Nasaruddin Umar.

Pada sesi selanjutnya, Kepala BNPB Doni Monardo memaparkan secara gamblang dan cukup detail tentang strategi dan program pemerintah dalam hal penanggulangan bencana. Mantan Danjen Kopassus itu juga menyampaikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ceramah dari para ustadz tentang pentingnya hablum minallah dan hablum minnanas. 

“Saya menambahkan bahwa sangat penting juga setiap manusia mengingat dan menerapkan hablum minal’alam, menjaga hubungan baik antara manusia dengan alam,” ujar Letjen Doni Monardo.


Lebih lanjut Doni menjelaskan bahwa hablum minal‘alam juga bermakna memakmurkan lingkungan hidup. Dalam konteks kebencanaan, hal paling utama justru bukan pada penanganan pasca bencana atau masa tanggap darurat, tetapi justru pada faktor mitigasi, faktor pencegahan dan pengurangan resiko atau dampak yang ditimbulkan oleh bencana.

“Semakin kita memakmurkan lingkungan, semakin alam bersahabat dengan kita. Kita jaga alam, alam jaga kita,” imbuh Doni Monardo.

"Jika ajaran hablum minallah dan hablum minannas, lanjut Doni, sudah sering disampaikan para ustadz dan para da’i, maka kiranya ke depan bisa ditambakan satu pesan Islami yang lain, yakni hablum minal‘alam," pungkas Doni.

Sementara itu, Alumni Indonesia – Jepang, Wilson Lalengke, mengatakan,  masyarakat Jepang dan beberapa negara maju yang saya pernah tinggal untuk belajar di sana, mereka mengembangkan konsep kebencanaan yang intinya bahwa setiap ancaman terhadap eksistensi kemanusiaan adalah bencana. 

"Bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan terhadap siapa saja, serta setiap bencana harus dihadapi dengan kewaspadaan dan ketenangan,” papar Wilson mengawali presentasenya.

Ketangguhan mengatasi bencana besar, lanjut alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, dimulai dari kemampuan mengatasi bencana kecil. 

Ia juga mengatakan bahwa orang Jepang memiliki kekompakan dan kerjasama yang sangat kuat dalam mengelola bencana di negerinya yang memang sangat rawan bencana di hampir seluruh wilayah Negeri Matahari Terbit itu. 

“Selain itu, Bencana tidak mungkin dapat diatasi secara sendiri-sendiri, tapi harus bergerak bersama,” tambah Wilson.

Bahkan, lanjutnya, Kemana-mana, orang Jepang membawa payung, antisipasi jika di perjalanan atau selama berkegiatan di luar rumah terjadi hujan atau peristiwa alam lainnya. 

"Asal tahu saja, Orang Jepang juga sejak lama sudah membiasakan diri memakai masker jika bepergian atau bertemu orang asing, ini sebuah sikap berjaga-jaga agar tidak terkontaminasi atau tertular penyakit flu yang mungkin saja sedang diidap oleh orang-orang di luar rumah," beber tokoh pers nasional itu di bagian akhir pemaparannya.

Contoh lain, kata dia, anak-anak Jepang terbiasa untuk menyimpan sampah pribadinya di dalam tas, kantong celana atau wadah lainnya, dan ketika dia menjumpai tong sampah, kemudian sampahnya tadi dimasukan ke dalam tong sampah tersebut. “Orang Jepang tidak akan buang sampahnya di jalanan atau di sembarang tempat,” pungkas Wilson. (Arianto)


Share:

Wilson Lalengke: Setiap Saat Harus Waspada Bencana


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka mengembangkan Masjid Istiqlal sebagai trend setter pengembangan program penanggulangan bencana berbasis masjid, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar “Launching Istiqlal Disaster Management Center (IDMC)” pada Jum'at (26/02) di Istiqlal Jakarta.

Imam Besar Masjid Istiqlal: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA mengatakan, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) berinisiatif mengundang beberapa stakeholders dari unsur pemerintah, praktisi, penggiat bencana, dan masyarakat untuk melaunching program Istiqlal Disaster Management Center sekaligus berdiskusi, berbagi ilmu dan pengalaman tentang manajemen pengelolaan bencana berbasis masjid dalam berbagai perspektif secara virtual online (daring) dan offline (luring) berskala nasional. 

"Adapun tujuan kegiatan ini antara lain: Memahami arah kebijakan dan strategi pemerintah dalam penanggulangan bencana di Indonesia; Mengetahui arah, strategi dan kerjasama pengembangan program pengurangan risiko bencana di Indonesia; dan Mengetahui konsep pengembangan program pengurangan risiko bencana di Masjid Istiqlal sebagai upaya pemberdayaan umat," kata Imam Besar Masjid Istiqlal saat diskusi dengan Topik: “New Istiqlal, Trend Setter Pusat Penanggulangan Bencana Berbasis Masjid” di Jakarta.

Selain itu, tambahnya, Memahami konsep pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK) sebagai upaya memahami dan mengembangkan pengurangan risiko bencana berbasis masjid serta Berbagi konsep dan pengalaman tentang peningkatan kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan.

"Selanjutnya, Berbagi pengalaman tentang Pengurangan Risiko Bencana di Jepang terkait kebijakan pemerintah, kesiapan dan kesadaran masyarakat Jepang menghadapi bencana dan mempererat hubungan dan silaturahmi dengan semua stakeholders untuk menghasilkan rumusan-rumasan konseptual dan strategis tentang pengurangan risiko bencana berbasis masjid," imbuhnya.

Wilson Lalengke bersama pewarta PPWI

Disaat yang sama, Alumni Indonesia Jepang, Wilson Lalengke, Spd, M.Sc, MA mengatakan, Kita selama ini baik dari pemerintah maupun akademisi, bicaranya selalu di atas awan awan tentang kebencanaan, jadi seakan-akan menakutkan. Memang sesuatu yang menakutkan karena itukan mengancam jiwa kita tapi kita tidak bisa mengelak dari situ.

"Intinya, bagaimana caranya kita mengelola diri kita sendiri menghadapi bencana dan kita menempatkan diri dalam sebuah alam lingkungan. Kalau kita tidak tertib, tidak disiplin dan tidak berusaha untuk menjaga lingkungan, artinya kita tidak menjaga hati, kita terlalu serakah mengambil hasil hutan, membabat hutan serta mengambil kekayaan alam," ungkap Wilson lalengke dengan Topik: “Jepang dan Bencana: Membangun Kesadaran Bencana dan Kesiapsiagaan Bencana”.

Menurutnya, kuncinya adalah Masjid Istiqlal bisa menjadi tempat untuk mengedukasi publik, terutama generasi muda kita, mungkin kita tidak mampu mengatasi bencana saat ini, tapi generasi muda kita ke depan akan lebih mampu untuk itu. Didiklah anak-anak untuk mengikuti pola-pola penanganan bencana yang dilakukan oleh masyarakat Jepang.

"Dan yang penting, Semuanya harus dimulai dari diri kita seperti orang Jepang anak-anak dari umur 2 tahun sudah diajarin menaruh sandal, sepatu dan menyimpan barang pada tempatnya," ungkapnya.

"Jadi memang sangat simpel kalau kita mau merubah paradigma kita yaitu paradigma berpikir bahwa bencana itu akan terjadi pada kita, siapa saja, dimana saja dan kapan saja pada setiap saat, kita harus hidup aktif, disiplin dan kita perlu menjaga diri kita supaya ada pada posisi yang tepat di segala segala ruang dan waktu," pungkasnya. (Arianto)





Share:

Matakin Rayakan Tahun Baru Imlek Nasional 2572 Kongzili


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Keberagaman suku, agama, dan ras bangsa Indonesia merupakan keunikan tersendiri yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Namun, tidak sedikit pula konflik yang terjadi akibat keberagaman itu sendiri. Untuk itu, dibutuhkan upaya menciptakan kerukunan antar umat agar dapat menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat MATAKIN Xs. Budi Santoso Tanuwibowo mengatakan, Puji syukur ke hadirat Tian, Tuhan Yang Maha Esa, bahwa pada hari Minggu, 14 Februari 2021, untuk ke-22 (dua puluh dua) kalinya, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek Nasional, terhitung sejak perayaan pertama, 17 Februari 2000 di era Presiden Republik Indonesia ke- 4, KH. Abdurrahman Wahid.

"Perayaan Imlek di Indonesia tahun ini suasananya berbeda, prihatin karena pergerakan pandemi Covid 19 di negara kita masih terus menaik, tanpa bisa diperkirakan secara akurat kapan akan mulai menurun ditambah dengan kabar duka akibat bencana yang menimpa beberapa daerah di Indonesia," kata Budi melalui Live Streaming Youtube. Minggu (15/02)

Karena itu, lanjutnya, pandemi Covid 19 pulalah maka perayaan Hari Raya Tahun Baru 2572 Kongzili secara nasional kali ini tidak dirayakan secara besar-besaran, melainkan secara virtual yang bertajuk: Doa untuk Indonesia.  Bahaya Yang Datang Oleh Ujian Tian Dapat Dihindari, Tetapi Bahaya Yang Dibuat Sendiri Tidak Dapat Dihindari’”(Mengzi IIA : 4.6).


Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, Saya berharap seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas), terutama yang berbasis agama, untuk terus berperan dan berkontribusi dalam upaya ikut menjaga antar umat beragama, membangun kesatuan dan keutuhan nasional, karena kerukunan adalah faktor utama dalam menjaga keutuhan bangsa. 

Selain menjaga kerukunan, Wapres juga meminta Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) yang sebagian besar warganya merupakan pelaku usaha, dapat mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) ini.

“Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada MATAKIN dan segenap umat Konghucu, atas peran serta dan kontribusi yang telah diberikan dalam membantu masyarakat mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan,” ucap Wapres.

“Saya berharap dukungan MATAKIN dan seluruh umat Konghucu akan memberikan dampak yang berarti bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19,” harapnya.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dalam sejarahnya, perayaan Imlek memberikan hikmah tentang pentingnya persatuan di dalam menghadapi permasalahan. Anies mengajak masyarakat untuk saling menopang dan memupuk optimisme dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Marilah kita melihat momen pandemi ini untuk mencari peluang agar kita bisa kembali bangkit dalam suasana persatuan dan persaudaraan, dengan harapan kita semua bisa lebih cepat melewati masa penuh ujian ini,” ajak Anies.


Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Choil Qoumas menyampaikan agar perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dapat dijadikan momentum melakukan refleksi diri untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

“Hakikat tahun baru bukanlah pesta pora tapi mengoreksi perjalanan yang lalu, bersyukur terhadap kesempatan yang diberikan lagi, dan merencanakan pembaruan pada perjalanan berikutnya,” ucap Yaqut. (Arianto)



Share:

Seruan Tahun Baru Imlek 2572 dari Matakin


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka Perayaan Tahun Baru Imlek 2572, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) secara khusus memberikan pesan kepada umat Khonghucu di seluruh tanah air.

Dalam email yang diterima Koran Duta Nusantara Merdeka pada Sabtu (06/02), Matakin meminta umat Khonghucu dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, bisa dilakukan secara sederhana dengan memperbanyak doa, sembahyang, dan bakti sosial. Dan rangkaian tersebut bisa dilakukan di rumah saja bersama keluarga yang tinggal serumah.

Kegiatan doa dan silahturahmi juga bisa memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada. Kemudian Umat Khonghucu juga diminta bisa menyisihkan dana yang biasanya digunakan untuk membeli pakaian baru, makanan dan atau sajian lezat, dan liburan untuk membantu sesama saudara yang membutuhkan dan disalurkan lewat cara yang tetap menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19.

Secara khusus, dalam surat yang ditandatangani oleh Xs. Budi S. Tanuwibowo  selaku Ketua Umum Matakin dan Peter Lesmana selaku Sekretaris bidang Keorganisasian tersebut disampaikan ajakan, agar umat Khonghucu secara khusus bisa sama-sama memanjatkan doa ke Hadirat Tian dari rumah masing-masing, pada Kamis, 11 Februari 2021, tepat Pukul 23.00 WIB, untuk memohon karunia-Nya agar bangsa Indonesia mendapat pikiran terang, hati bening, jiwa teduh, mental kuat, rasa persaudaraan hangat, dan semangat pantang menyerah dan bergotong-royong, rukun bersatu mengatasi setiap masalah, termasuk pandemi Covid -19.

“Semoga Shang Di, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa merahmati semua langkah bajik kita bersama. Huang Yi Shang Di, Wei Tian You De,” pungkasnya. (Arianto)


Share:

Fahira Idris Apresiasi Ustadz dan Ustadzah di DKI Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam rangka kerjasama program MUI tahun 2021. Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta melalui Bidang Perempuan Remaja dan Keluarga (PRK) menggelar pertemuan dengan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal DKI Jakarta, Hj. Fahira Idris, S.E., M.H pada Senin (25/01) di kantor MUI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH. Munahar Muchtar, HS menyampaikan, pengurus PRK ini merupakan kumpulan dari ustadzah, pimpinan majelis taklim, ormas Islam baik nasional maupun tingkat DKI Jakarta sangat berharap kehadiran ibu Fahira Idris disini dapat terjalin kerjasama yang baik dengan kami di MUI DKI Jakarta.

"Selain itu, MUI DKI Jakarta membuka pintu selebar lebarnya untuk masukan serta program yang nantinya bisa di kerjasamakan dengan DPD RI, apalagi terkait permasalahan perempuan, remaja dan keluarga," kata Ketua Umum MUI DKI Jakarta. Senin (25/01)

"Harapan saya kepada bidang PRK, baik tingkat wilayah sampai Kota, Kabupaten perlu adanya kerjasama yang baik terutama membangun komunikasi, hal ini dapat memberikan manfaat untuk ke depannya, salah satunya adalah membuat dan menciptakan program yang tepat untuk masyarakat, khususnya di DKI Jakarta," ucapnya.

Sementara itu, Hj. Fahira Idris, S.E., M.H menyampaikan senang bisa bertemu dengan pimpinan serta pengurus dan anggota bidang PRK MUI DKI Jakarta, diharapkan dengan pertemuan ini menghasilkan masukan dan kerjasama program dengan DPD RI sehingga adanya sinergi yang kuat antara MUI DKI Jakarta dengan Fahira Idris ke depannya.


"Selama Covid-19 alhamdulilah sudah banyak kegiatan yang telah dijalankan, mulai dari memberikan advokasi hukum, Advokasi kesehatan, Pemberian Modal UMKM, seperti salah satunya yang pernah kita laksanakan bersama Bidang PRK adalah membuat Fried Chicken melalui pemberdayaan UMKM dengan dana bergulir," ujar Fahira Idris dalam sambutannya.

Disaat yang sama, Fahira Idris  juga memberikan apresiasi kepada ustadz maupun ustadzah yang telah mempertahankan moral bangsa dengan memberikan pendidikannya untuk masyarakatnya.

"Dengan penuh hormat dan rasa bangga, saya berikan Piagam Penghargaan khusus kepada Para Ustadzah atas dedikasi menjaga Akidah dan Akhlakul Karimah Umat, Saya menyampaikan ucapan Terima kasih telah mendedikasikan Waktu, Tenaga, Pikiran, Raga, dan Jiwa, Demi Kemashlahatan Masyarakat, serta Pembangunan Karakter Generasi Muda dan moral bangsa," kata Fahira Idris.

Bahkan, kata Fahira Idris, Apa yang telah dilakukan oleh ustadz dan Ibu ustadzah adalah sebuah torehan yang memotivasi dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah dan jalan kemudahan dalam menjalankan tugas-tugas Dakwah. 

Selanjutnya Hj. Nuraini Ketua Panitia Rapat Kerja Bidang PRK MUI DKI Jakarta mengatakan, kegiatan Pra Raker ini merupakan rangkaian acara menuju Rapat Kerja yang akan dilaksanakan di Cibodas Puncak Jawa Barat pada tanggal 26-27 Januari 2021.

"Untuk diketahui, Kegiatan Pra Raker direncanakan mengundang empat narasumber dari masing masing ormas maupun lembaga islam dengan protokol kesehatan yang ketat dan wajib di Swab," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Menag: Cari Titik Temu Keluarga Besar Agama-agama Abrahamik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Institut Leimena menggelar webinar bertajuk "Membangun saling memahami dan menghormati antar umat Muslim, Kristen, dan Yahudi sebagai sebuah keluarga Abrahamik melalui pendidikan pada Senin (18/01)

Webinar ini membahas (1) Pendidikan yang membangun saling memahami dan menghormati antara umat Muslim, Kristen, dan Yahudi sebagai sebuah keluarga Abrahamik dapat ikut menguatkan moderasi dan toleransi beragama secara umum; (2)Yang harus dibahas dalam pendidikan semacam itu di sekolah dan universitas dalam dari perspektif Muslim, Kristen, dan Yahudi; dan (3) Pengalaman atau contoh pendidikan demikian yang dapat dibagikan, di mana Muslim, Kristen, dan Yahudi belajar untuk menghargai persamaan dan perbedaan. 
 
Secara kolektif disebut sebagai agama-agama Abrahamik karena kesamaan leluhur mereka dalam patriark Abraham atau Ibrahim, jumlah penganut gabungan Islam, Kristen, dan Yahudi melampaui separuh penduduk dunia dan kian bertambah. Ironisnya, meski memiliki kesamaan nenek moyang, sepanjang sejarah mereka sering mengalami ketegangan atau bahkan konflik. 

Koeksistensi dan kolaborasi yang damai antara Muslim, Yahudi, dan Kristen telah membawa banyak kemajuan dalam peradaban. Sebaliknya, ketegangan dan konflik di antara mereka seringkali menyebabkan stagnasi peradaban, bahkan kemunduran. Dengan menguatnya identitas agama, maka potensi konflik semakin meningkat. 

Disisi lain, Bagaimana mereka belajar menghargai persamaan dan perbedaan akan menolong mereka menghargai dan menyikapi keberagaman dalam masyarakat yang lebih luas. Pendidikan semacam ini menjadi semakin penting saat ini di mana Islamofobia, antisemitisme, dan berbagai bentuk kebencian agama menjadi marak. 


Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya mengatakan, saya sebagai seorang muslim diajarkan untuk selalu melihat sesama makhluk Tuhan dengan pandangan kasih sayang dan terus memanusiakan manusia. Ini ajaran terpenting dan selalu menjadi ukuran sekaligus titik tolak kami dalam bertindak, bersikap, dan mengambil segala keputusan.  

Webinar kali ini merupakan rangkaian dialog antar agama-agama Abrahamik sejak tahun 2020 yang lalu. Pada dialog tersebut telah disepakati bahwa  "Tugas utama kita adalah mencari titik-titik temu sebagai keluarga besar agama-agama Abrahamik untuk dapat bekerja sama demi perdamaian dan kemajuan peradaban manusia," kata Menteri Agama saat zoom meeting. Senin (18/01)

Setelah tiga kali webinar agama-agama Abrahamik, lanjutnya, seharusnya bagi kita sudah jelas, dari perspektif agama maupun historis, ketiga agama Abrahamik ini hadir untuk membawa rahmat bagi seluruh makhluk. Tantangannya tentu saja bagaimana mengembangkan sikap saling memahami dan mengatasi berbagai kesalahpahaman di antara umat ketiga agama besar ini. 

Hari ini pada seri ke-4 Webinar, sambungnya, ada baiknya kita ajukan pertanyaan untuk diri kita sendiri, bagaimana kita akan mewariskan upaya-upaya mencari titik temu yang menjadi tugas bersama kita ini kepada generasi baru penganut agama-agama Abrahamik yang tumbuh di era digital? Ini pertanyaan sekaligus pekerjaan yang menurut saya tidak mudah. 

Selanjutnya juga disampaikan, Visi mencari titik temu di antara umat ketiga agama Abrahamik ini harus diiringi langkah-langkah konkret untuk mencapainya, terutama melalui jalur pendidikan. Gagasan merawat kehidupan yang damai dan rukun harus terus diajarkan pada unit-unit pendidikan kita, sejak unit terkecil di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, hingga di sekolah-sekolah dan kampus-kampus.  


Sementara itu, Tema Webinar kali ini juga berkait dengan visi Kementerian Agama Republik Indonesia yang sekarang ini saya pimpin.  

Pertama, adalah kita harus mengembalikan fungsi agama kepada khittahnya, yaitu agama sebagai sumber inspirasi, sebagai sumber kasih sayang, sebagai sumber kebaikan dan perdamaian. 

Agama tidak lagi boleh menjadi sumber atau norma konflik dari perbedaan-perbedaan yang ada. Agama harus dijauhkan untuk dipergunakan  sebagai senjata politik untuk meraih kekuasaan dan kepentingan lainnya, karena itu hanya akan  menjauhkan esensi agama dari tujuan yang sebenarnya. 

Agama selalu bertujuan untuk memperbaiki peradaban, memperbaiki keimanan, memperbaiki akhlak; sebagaimana di agama saya, agama Islam, mengajarkan itu. Islam diturunkan untuk menyempurnakan akhlak manusia, yang artinya pada gilirannya nanti akhlak yang tersempurnakan ini akan menjadi atau membuat peraddaban kita menjadi jauh lebih baik. 

Kedua, pentingnya kita mengembangkan trilogi persaudaraan, yaitu merawat persaudaraan sesama pemeluk suatu agama, memelihara persaudaraan sesama warga bangsa dan memupuk persaudaraan sesama umat manusia. 

Seperti yang saya sampaikan tadi di banyak negara, konflik yang didasarkan atau disandarkan pada agama terjadi pada tiga ranah ini: konflik di antara sesama pemeluk agama tertentu, konflik di antara pemeluk agama yang berbeda di suatu negara, dan konflik di antara pemeluk agama yang sama atau berbeda lintas negara. 

Di sini, menurut saya penting bagi kita untuk mengembangkan trilogi persaudaraan di atas yang mengingatkan kita kembali kepada pesan sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Ali bin Abi Tholib. Beliau mengatakan bahwa  “Mereka yang bukan  saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan”.  

Ketiga, kita harus berkomitmen memajukan dunia pendidikan kita dengan mengembangkan wawasan keagamaan yang wasyatiyah, toleran dan kontekstual. 

Kontekstualisasi ajaran agama ini saya tekankan karena jujur saja harus kita akui ada doktrin dan penafsiran keagamaan di dalam agama-agama Abrahamik—yang dianut sebagian pemeluknya—yang mengajarkan kecurigaan dan permusuhan kepada pemeluk agama lain. 

Ini saya kira masing-masing kita para pemeluk agama Abrahamik ini untuk secara jujur mengakui. Jika kita tidak jujur, maka persoalan-persoalan yang selama ini mengganggu atau merusak peradaban umat manusia yang sebenarnya bisa kita cita-citakan menjadi baik tapi hancur, luluh lantak, karena sikap yang salah dalam memahami agama ini bisa kita hindari.  

Kontekstualisasi ajaran agama ini sekali lagi penting di dalam dunia di mana umat manusia seharusnya bersatu menghadapi problem-problem baru kemanusiaan, kontekstualisasi ajaran agama untuk masa depan harmoni peradaban ini patut dan harus diwujudkan. 

"Terakhir, Ini menjadi kata kunci dan menurut saya ini tidak bisa kita hindarkan jika kita menginginkan peradaban dan kehidupan yang lebih baik," pungkasnya. (Arianto) 


Share:

Veddrik Nugraha dilantik sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka pelantikan pengurus pimpinan pusat Gerakan Pemuda Islam periode 2020 - 2023. Gerakan Pemuda Islam (GPI) menggelar workshop Nasional dan bakti sosial pada Kamis, 03-12-2020 di Gedung Djoang 45 Jakarta

Veddrik Nugraha yang dilantik sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam dalam sambutannya mengatakan, mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, walaupun ditengah pandemi Covid-19, saya dan rekan-rekan pengurus lainnya dilantik dan dipercaya sebagai formatur Gerakan Pemuda Islam .

"Asal tahu saja, Kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat disertai pembatasan undangan, yang diundang hanya calon pengurus, sedangkan yang dari daerah tidak diundang dan undangan dibatasi hanya 200 orang," kata Veddrik Nugraha yang akrab disapa Diko dalam orasinya di Jakarta. Kamis (03/12)

Selanjutnya juga disampaikan, Kita akan mengembalikan girroh GPI agar menjadi organisasi kepemudaan Islam ini kembali menjadi besar seperti dulu kala, sekaligus memperjuangkan kepentingan umat Islam di Indonesia dan hadir untuk kemaslahatan umat.

Diko juga mengingatkan para kader akan slogan GPI yakni "Takdir Kami Memimpin Negara". Selain itu, Kader-kader GPI memang disiapkan untuk menghadapi segala macam situasi.

"Inilah istimewanya GPI. Kita adalah kader yang disiapkan untuk memimpin dan disinilah jiwa kepemimpinan diuji, karena takdir kader GPI untuk memimpin negara,” pungkasnya. (Arianto)


Share:

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, Polres Kukar Tetap Utamakan Protokol Kesehatan.


Duta Nusantara Merdeka | Kutai Kartanegara
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H / 2020 M, pada hari Selasa (03/11/2020) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan kegiatan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan yang berlangsung di Ruang Catur Prastya Polres Kukar.

Hadir Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting, Wakapolres Kukar KOMPOL Erick Budi Santoso, Para Kabag, Kasat, Perwira dan Bintara yang terlibat sprint peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H.

Peringatan Maulid Nabi kali ini mengusung tema “Peringatan Maulid Nabi sebagai Motivasi Meningkatkan Ukhuwah Islamiah dan Dengan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Kita Kuatkan Persaudaraan Serta Keperdulian Guna Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif."

Peringatan yang diawali dengan Senandung ayat suci Al Qur’an yang dibawakan oleh Ustad Sailani dan suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini pun semakin terasa bermakna, dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Saifudin kemudian diakhiri dengan berdoa bersama.


Dalam sambutannya Ustad Saifudin menyampaikan, sehubungan dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan terdapat teman yang cukup menarik yakni Peringatan Maulid Nabi sebagai Motivasi Meningkatkan Ukhuwah Islamiah dan Dengan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Kita Kuatkan Persaudaraan Serta Keperdulian Guna Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif.

Dengan kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan kita kepada Nabi Muhammad SAW, yang dimana kegiatan ini sudah turun temurun bagi kita yang dimana Umat Islam peringati Maulid Nabi disetiap bulan Rabiul Awal.

“Banyaknya poin - poin yang perlu kita petik dalam perilaku yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW serta pesan - pesan yang di berikannya kepada umatnya sehingga kita dapat hidup bermasyarakat dengan baik,” harapnya Ustad Saifudin.


Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan Silahturahmi kita serta mempererat tali persaudaraan dalam meningkatkan iman dan takwa, selain itu juga perlunya meningkatkan kegiatan ke agamaan yang dapat memberikan nilai positif yakni pengajian serta kultum yang sifatnya mengajak agar dapat menjauhi perbuatan yang dapat merusak diri sendiri maupun orang lain.

“Kami juga sebagai tokoh agama umat Islam yang ada di Manggarai Barat mengucapkan terima kasih kepada Kapolisian Resor Manggarai Barat yang telah mendukung kegiatan ini serta pihak - pihak terkait,” ujar nya Ustad Saifudin.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting juga menyampaikan, dalam momen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, banyak hal atau contoh yang harus kita ambil dalam menerapkan hidup bermasyarakat.

“Saya sebagai Kapolres Kukar saat ini sangat mendukung sekali kegiatan keagamaan dan saya harapkan kegiatan ini sekaligus Silahturahmi buat kita semua dalam meningkatkan tali persaudaraan,” kata orang nomor satu (Red/Kapolres) di jajarannya. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

Ketum ΜΑΤΑΚΙΝ: Agama dan Ilmu Pengetahuan adalah Dua Unsur yang Saling Melengkapi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam Rangka Perayaan Hari Lahir Nabi Kongzi 2571, ΜΑΤΑΚΙΝ (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia) menggelar webinar dengan tema “Masa Depan Dunia dalam Perspektif Agama-Agama” pada Selasa, 13 Oktober 2020 di zoom meeting.
  
Prof. Dr. (H. C.) K. H. Ma'ruf Amin, Wakil Presiden RI dalam sambutannya menyampaikan, Kita harus mampu membuktikan bahwa pendekatan keagamaan atau 'teologi kerukunan' lebih manusiawi, mulia dan manjur untuk menciptakan perdamaian yang langgeng, dibandingkan cara-cara militer dan kekerasan. 


"Perdamaian yang dibangun di atas jalinan kesadaran tentang pentingnya kerukunan dan saling menghormati akan jauh lebih kokoh daripada suatu penaklukan militer dan kekerasan yang telah terbukti dalam catatan sejarah selalu menyisakan kehancuran dan dendam," kata Ma'ruf Amin saat virtual zoom. Selasa (13/10)

Salah satu implementasi teologi kerukunan itu, lanjutnya, penggunaan narasi kerukunan di antara sesama warga bangsa baik dalam pergaulan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun perwujudan dari narasi kerukunan tercermin dalam kesantunan berperilaku dan berekspresi, saling menghormati dan saling menghargai dalam berinteraksi dan berkomunikasi.


Selain itu, Beliau menjelaskan, 'teologi kerukunan' merupakan pendekatan yang tepat. Sebab, sebagai bangsa yang majemuk, pilar kekuatan Indonesia terletak pada keragamannya. Para pendiri bangsa pun merumuskan dan mengukuhkan Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu, agar terus kokoh sebagai ideologi yang hidup, nilai-nilai luhur Pancasila harus dimanifestasikan dalam karya dan amalan nyata masyarakat Indonesia.

Beberapa contoh manifestasi nilai luhur Pancasila yang utama, tuturnya, menjaga kerukunan antar umat beragama, antar kelompok dan antar golongan, memajukan pendidikan, menghapuskan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Selain pemerintah, semua elemen bangsa juga mengemban tugas yang sama sesuai kapasitasnya dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Diakhir sambutannya, Beliau mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan, terutama yang berbasis agama termasuk MATAKIN dan segenap elemen bangsa untuk terus berperan dan berkontribusi dalam upaya ikut mengembalikan dan menjaga harmonisasi, baik vertikal maupun horisontal serta merawat kerukunan antar umat beragama, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Fachrul Razi S.IP., S.H., M.H., Menteri Agama RI menyampaikan, momentum hari lahir Nabi Kongzi ke-2571 ini dapat dimaknai untuk meningkatkan nasionalisme dan wawasan beragama oleh seluruh umat Konghucu.


Sementara itu, Xs. Budi S. Tanuwibowo, Ketua Umum MATAKIN menyampaikan, Perayaan Hari Lahir Nabi Kongzi ke-2571 ini merupakan perayaan yang pertama kali diadakan di Indonesia.

Selama ini, lanjutnya, kita selalu mempertentangkan agama dengan keilmuan. Pandemi menyadarkan bahwa agama tidak bisa sendiri. Kalau bicara penyakit tentu kedokteran lebih pas. Tapi membekali diri manusia menghadapi hidup dengan penuh welas asih sesuai agama yang dianutnya. Janganlah kita melihat lagi agama bertentangan dengan ilmu pengetahuan. 

"Harapannya, tidak boleh terjadi lagi pertentangan antara agama dan ilmu pengetahuan. Belajar dari pandemi Covid-19 yang terjadi, dapat dijadikan pelajaran bahwa agama dan ilmu pengetahuan adalah dua unsur yang saling melengkapi," pungkasnya. 

Turut hadir dalam acara virtual ini diantaranya: Prof. Dr. (H. C.) K. H. Ma'ruf Amin, Wakil Presiden RI, Fachrul Razi S.IP., S.H., M.H., Menteri Agama RI,  Xs. Budi S. Tanuwibowo, Ketua Umum MATAKIN, Ws. Gunadi Prabuki, dan Ketua Panitia MATAKIN.

Hadir juga secara virtual, para Pembicara antara lain: Ws. Budi Suniarto, Allisa Wahid, Victor Hartono, Dr. Wawan Djunaedi, MA, JS. Kristan, Pdt. Jimmy Sormin, Novita Sari dan Anna Xiaodong Sun.(Arianto)


Share:

Liem Liliany: PERKHIN Dukung Pengesahan UU PPRT


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sudah 16 tahun RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) masih juga belum di sah kan menjadi Undang-Undang oleh DPR, padahal Pekerja Rumah Tangga (PRT) sangat rentan terhadap diskriminasi, kekerasan hingga perbudakan. Hal ini karena tidak adanya payung hukum yang mendukung untuk melindungi para pekerja rumah tangga. 

Persoalan ini menjadi perhatian banyak pihak terutama LSM kemanusiaan dan serikat pekerja rumah tangga yang mendorong adanya undang-undang yang mengatur secara tegas hak dan kewajiban PRT. 

Dalam diskusi webinar, ICRP, JALA, Kowani, Majelis Agama, dan lain lain pada Minggu, 4 Oktober 2020 menggelar Konferensi Pers dan Pernyataan Bersama Aksi Gerakan 1000 serbet Nusantara untuk Pekerja Rumah Tangga demi mewujudkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Js. Liem Liliany Lontoh, S.E., M.Ag. selaku Ketua Matakin Prov. DKI Jakarta dan mewakili Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) memberi dukungan penuh atas percepatan pengesahan RUU PPRT menjadi UU PPRT sehingga dengan adanya perlindungan hukum bagi para pekerja akan meminimalisir kekerasan dan diskriminasi yang selama ini dialami banyak PRT.

Menurut Agama Khonghucu, katanya, semua manusia adalah saudara, lebih dari 2500 tahun yang lalu Nabi Kongzi bersabda. “ Di Empat penjuru lautan kita semua bersaudara”. . “Apa yang tidak ingin orang lain lakukan terhadap diri sendiri jangan diberikan kepada orang lain.” Bila diri sendiri ingin tegak maka berusahalah agar orang lainpun tegak.

"Pekerja juga manusia, untuk itu kita harus memperlakukan layaknya saudara kita. Pekerja dan pemberi kerja selain ada kesepakatan dalam hal upah atau gaji tetapi harus memperhatikan hal lain seperti rasa kemanusiaan," kata Liliany saat webinar. Minggu (04/10)

Agama Khonghucu mengedepankan etika dan moral, tegas Liliany, seperti yang terdapat dalam Kitab SiShu, “Karena itu dari raja sampai rakyat jelata mempunyai satu kewajiban yang sama, yaitu mengutamakan pembinaan diri sebagai pokok.” (Daxue U:6) ‘hubungan Raja dengan menteri (penguasa dengan bawahannya) orang tua dengan anak, suami dengan istri, kakak dengan adik, dan antara kawan dan sahabat : lima perkara inilah Jalan Suci yang harus ditempuh di dunia.” (Zhong XIX:8). 

Semuanya itu, terang Liliany, berasal dari kesadaran dan kepercayaan tentang kewajiban untuk hidup satya kepada Tian YME sebagaimana disuratkan di dalam Kitab Zhong Yong XIX:7, ‘Maka seorang Susilawan (insan kamil) tidak boleh tidak membina diri; bila berhasrat membina diri; tidak boleh tidak mengabdi kepada orang tua, bila berhasrat mengabdi kepada orang tua, tidak boleh tidak mengenal manusia, dan bila berhasrat mengenal manusia, tidak boleh tidak mengenal Tian, Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, sambungnya, Wajib disadari dan diimani bahwa segala etika dan moral kita adalah bersumber kepada Tian, tersurat dalam Shu Jing III.III.IV.I. “Tian menjelmakan rakyat; menyertainya dengan bentuk dan sifat. Dan sifat umum pada rakyat ialah suka kepada Kebajikan yang mulia itu” (tersurat pula dalam Mengzi VIA:6,8).

"Tian menciptakan manusia menjadi rakyat-Nya dan memerintahkan untuk menggemilangkan Kebajikan-Nya, untuk menegakkan Firman-Nya sebagai kewajiban suci; maka Tian mencintai ciptaan-Nya dan memberkati mereka yang mengamalkan kebajikan. Tian mencintai rakyat," kata Liliany.

Apa yang diinginkan rakyat, lanjutnya, Tian akan berkenan mengabulkannya.’ (Shu Jing V.I.i.11) Maha Besarlah Tuhan YME melihat dunia di bawah ini dalam kemuliaanNya.” (Shu Jing III.IV.II.I) Tian melihat dan mendengar (Shu Jing II.III.IV,7)

Karena demikianlah, tuturnya, Tuhan mencintai rakyatNya maka untuk melindungi rakyat di bawah ini, Tuhan menjadikan diantara mereka penguasa untuk mengatur pemerintahan bagi mereka, menjadikan diantara mereka guru untuk memberi pendidikan, sehingga mereka itu dapat menjadi pembantu Tuhan menciptakan keamanan dan kesejahteraan di empat penjuru dunia ini.” (Shu Jing V.I.i.7) Tian YME menjelmakan rakyat, menitahkan agar yang mengerti lebih dahulu menyedarkan yang belum insaf.” (Mengzi VB:1.2)

Maka kepada manusia diingatkan dan khususnya kepada para pemimpin, imbuhnya, “Dalam segala sesuatu hendaklah hormat takut akan kemahamuliaan Tian.(Shu Jing V.XXVII.17) Tidakkah aku malam dan siang senantiasa hormat akan kemaha-muliaan Tuhan YME sehingga dapat menjaga kelestarian karunia-Nya’ (Shi Jing IV.I.i.VII) Siapa yang mematuhi Tian akan terpelihara, yang melawan Tian akan binasa.” (Menzi IV A:7.1) Nabi Kongzi bersabda, “Siapa berbuat dosa kepada Tian, tiada tempat baginya meminta doa (Lun Yu III.13)

Liliany menambahkan, Kebahagiaan sejati adalah bagi mereka yang berbahagia di dalam Tian dan mengerti akan Firman-Nya” (Yi Jing App.III.i.22), bagi mereka yang dapat memuliakan Kebajikan dan gembira di dalam Jalan Suci’ (Mengzi IIB:2.7); karena sesungguhnya Tian akan melindungi dan menegakkanmu dengan kedamaian, kesentosaan besar; menjadikanmu dipenuhi Kebajikan dan boleh menikmati Kebahagiaan; mengaruniaimu dengan banyak kemajuan, kesuksesan, sehingga engkau dalam kesejahteraan dan kelimpahan (Shi Jing II.I.VI.1)

Menurutnya, Dengan memperlakukan pekerja dengan baik tentunya segala keberkahan akan diterima; baik pemberi kerja maupun pekerja, sama-sama merasa puas sehingga semangat pekerja untuk bekerja meningkat dan tentunya dengan hasil yang memuaskan dapat memberikan kepuasan dan kebahagiaan bagi kedua belah pihak. 

Sementara itu, Liliany menyebutkan, Dengan adanya RUU Perlindungan PRT akan memberikan kepastian hukum kepada PRT dan Pemberi Kerja antara lain: mencegah segala bentuk diskriminasi, eksploitasi, dan pelecehan terhadap PRT; mengatur Hubungan Kerja yang harmonis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan; meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan PRT, selain itu akan meningkatkan kesejahteraan PRT. 

"Dalam rangka menjamin perlindungan hukum dan sesuai dengan karakteristik pekerjaan pekerja rumah tangga yang bersifat domestik, maka diperlukan pengaturan dalam bentuk perundang-undangan dan berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud perlu membentuk Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga," pungkasnya. (Arianto)


Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini