Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan

Jelang peringatan maulid, jama'ah masjid jami' Al-Barkah gelar kerja bakti


Duta Nusantara Merdeka | Sukamulya 
Menjelang peringatan maulid nabi Muhammad S.A.W. 2021, puluhan jama'ah masjid jami' Al-Barkah kampung Cilangkap desa Sukamukya kecamatan Rumpin kabupaten Bogor melakukan kerja bakti. Kerja bakti tersebut meliputi perapihan lahan parkir dan jalan menuju masjid. 

"Pembacaan dzikir maulid di masjid ini menjadi kegiatan tahunan yang rutin dilakukan dan biasanya diikuti oleh sekitar 600 jama'ah, maka perlu lahan parkir yang cukup luas," kata Ust. Nursa'ad, ketua DKM masjid jami' Al-Barkah. Minggu (10/10)

Dalam kesempatan yang sama,  koordinator forum masyarakat desa Sukamulya Junaedi Adhi Putra menerangkan bahwa gotong royong merupakan cara yang masih dipertahankan oleh jama'ah di masjid yang dibangun secara swadaya ini. 

"Sampai saat ini jama'ah masjid jami' Al-Barkah masih mempertahankan budaya gotong royong dalam setiap kegiatan, bahkan dalam proses pembangunan termasuk pendanaan. Budaya yang positif ini patut dipertahankan," tutur Junaedi. 

Sementara itu, ditanya terkait anggaran pembangunan masjid, Ust. Nursa'ad menjelaskan bahwa sebagian besar pendanaan hasil iuran jamaah dan donasi dari beberapa keluarga saja. 

"Masjid ini dibangun secara swadaya sejak tahun 2015 dan sebagian besar pendanaan dari iuran masyarakat, itu makanya meski sudah berjalan 6 tahun pembangunan baru sekitar 40% dari rencana, mengingat masyarakat disini juga mayoritas golongan ekonomi lemah. Untuk pembangunan hingga seperti sekarang ini sudah lebih dari Rp. 1,5 M dan masih diperlukan dana sekitar Rp. 2 M untuk terbangun sesuai rencana," pungkas Ust. Nursa'ad. (Thal/Lak)

Share:

Garda Muda PAS Dukung Pembangunan Dumai Islamic Center


Duta Nusantara Merdeka | Dumai 
Garda Muda PAS Kota Dumai beserta jajarannya mendukung konsep pembangunan Dumai Islamic Center (DIC) yang berlokasi di Jalan Subtrantas. Hal tersebut disampaikan usai melakukan diskusi dengan pengurus DPD Garda Muda Pas, Minggu 29 Agustus 2021.

“Saya sangat mendukung Program pembangunan  Dumai Islamic Center dan kita akan bantu semampu kita,” kata Wakil Ketua Garda Muda PAS Kota Dumai, Muhammad Nasri Nur.

Menurut Nasri yang akrab disapa Anas, Pembangunan Dumai Islamic Center sudah lama dinantikan Masyarakat Dumai, dimulai dari Wali Kota alm H. Khairul, SE terdahulu ingin membangun Mesjid Terapung dan Islamic Center tapi terkendala oleh pendanaan. 

Saat ini, kata Anas, Wali Kota Dumai H. Paisal melakukan pendekatan ke beberapa Perusahaan di Kota Dumai, melalui CSR Perusahaan, akhirnya mampu memenuhi Impian masyarakat Kota Dumai untuk membangun DIC. "Kita Garda Muda Pas siap membantu dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan Dumai Islamic Center (DIC) Kota Dumai," ucapnya.

“Apa saja terkait pembangunan Kota Dumai, kita Garda Muda siap berkontribusi," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Garda Muda Pas Kota Dumai, Tengku Sayyed Hasrian mengaku bangga jika nantinya di Kota Dumai dibangun Islamic Center karena mengandung manfaat untuk orang banyak. "Kota Dumai memang sangat butuh gedung seperti Islamic Center untuk pengembangan dan kajian Islam. Dunia wisata religi juga nantinya sangat berpengaruh positif," ucapnya.

"Imbasnya akan semakin banyak kunjungan ke Dumai dan mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Sekali lagi, pembangunan Islamic Center di Kota Dumai sangat berarti," kata Tengku Sayyed Hasrian.

Menurut dia, pro dan kontra itu selalu ada. Kita sebaiknya hadapi dengan pendekatan yang sebaik-baiknya. Kita beri informasi yang baik dan pasti berjalan mulus.

Ia pun berharap Dumai Islamic Center nantinya sebagai pusat kegiatan syiar agama Islam, bukan hanya untuk orang tua saja tapi juga bisa menarik kalangan anak millenial. (Arianto)


Share:

Tokoh Agama Jawa Timur Dukung Pemerintah Tangani Covid-19, Tapi Keluhkan Banyaknya Hoax


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melanjutkan safari dialog virtualnya dengan Pemda, tokoh-tokoh agama, ormas keagamaan, dan pondok pesantren. 

Awal pekan ini, Selasa (31/8), silaturrahim virtual dilakukannya dengan Gubernur Jawa Timur dan seluruh jajaran Forkompimda. Dalam tangkapan layar virtual, acara ini diikuti oleh ribuan orang melalui lebih dari 950 orang yang bergabung. 

Tampak hadir dari Jawa Timur Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan wakilnya Emil Elestianto Dardak, Pangdam, Kapolda, Kajati, Ketua PWNU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua FKUB, Ketua Matakin, dan lain-lain. 

Mahfud MD bersama Wamenag Zainud Tauhid dan Kepala BNPB Ganip Warsito menjelaskan, kebijakan dan langkah-langkah pemerintah dalam menangani Covid-19. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan laporan singkat, mengajak kerjasama dan dukungan para tokoh agama untuk menghadapi virus yang melahirkan varian Delta itu. 

Diantara masalah yang mengemuka terkait Covid-19 dalam silaturrahim tersebut, adalah masalah kesadaran masyarakat dan banyaknya hoax. Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mengatakan bahwa para tokoh agama dan rakyat pada umumnya percaya Covid-19 itu memang nyata sebagai penyakit yg mengancam masyarakat, meskipun memang ada sedikit yang tidak percaya. 

"Di daerah Pak Menko, di Madura, masih ada sedikit yang tidak percaya. Tapi umumnya sudah percaya, mau divaksin dan ikut prokes; mohon dibantu kelancaran vaksinasi untuk santri di ponpes-ponpes", kata Kyai Marzuki. 

Pengasuh Ponpes Al-Amien Kediri KH. Anwar Iskandar mengatakan, secara mayoritas ulama dan ummat percaya Covid-19 memang nyata dan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah sudah tepat, apalagi dengan anggaran sangat besar. 

Kyai Anwar menyadari, di masa pandemi Covid 19 banyak hoax bertebaran. Sebenarnya, lanjut Kyai Anwar, pembuat hoax Covid itu hanya sedikit tapi terompetnya keras dan sering membuat gaduh. "Mohon pemerintah bertindak tegas dalam menetralisir banyaknya hoax tersebut," kata Kyai Anwar Iskandar. 

Menangapi hal tersrbut, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, vaksin kita cukup tersedia dan tinggal mengerahkan vaksinator ke pondok pesantren yang dituju. "Nanti BNPB supaya berkordinasi dengan gubernur," ujar Mahfud. 

Terkait berita hoax, Menko Polhukam Mahfud MD menyadari hal itu merupakan masalah serius. Menurut Mahfud, satu sisi pemerintah mau menjamin kebebasan berbicara, tapi di sisi lain banyak hoax yang mengadu domba dan memfitnah, sehingga mengancam kebersatuan. 

Sekarang ini, kata Mahfud,  dalam diskusi dengan Dewan Pers bulan Juli lalu, terungkap kurang dari 1000 media mainstream yang terverifikasi dan bisa diidentifikasi karena jelas pengurus dan strukturnya. Tapi ada 800 ribuan media yang bebas membuat berita apa saja karena tanpa ada penanggung jawab redaksi yang jelas.

"Sumber hoax banyak dari media sosial dan media abal-abal, sedang yang dari media mainstream meski memuat kritik, umumnya masih bisa diterima. Kita sedang berusaha mengatasi masalah ini melalui telaah terhadap peraturan perundang-undangan, deteksi intelijen, dan keamanan", pungkas Menko Mahfud. (Arianto)



Share:

Mahfud MD: Negara Kaum Muslimin Harus Inklusif dan Kosmopolit


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Bagi ummat Islam, mempunyai negara adalah sunnatullah karena negara diperlukan untuk menjaga maqashid al syar'i (tujuan syari'ah). Maqashid al syr'i itu ada lima, yakni menjaga agama (dien) menjaga jiwa (nafs), menjaga akal (aql) menjaga keturunan (nasab), dan menjaga harta (mal). 

Hal itu disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD pada acara silaturrahim dgn tokoh agama dan Pimpinan Forkompimda se Jawa Timur, Selasa malam (31/8/21) secara virtual. Mahfud melanjutkan bahwa ketika menyampaikan risalah Islam dan memimpin ummat Islam Nabi Muhammad juga mendirikan negara Madinah. 

“Negara Madinah yang dibangun oleh Nabi bersifat inklusif dan kosmopolit, yakni mempersatukan warga yang berbeda suku, ras, dan agama secara berkeadaban (madany) dengan toleransi, perlindungan hak manusia sesuai maqashid al syar'i yakni melindungi HAM dan membangun kesejahteraan umum dengan penegakan hukum dan keadilan” lanjut Mahfud.

Mahfud MD menegaskan bahwa prinsip mendirikan negara itu adalah mewujudkan maqashid al syar'i sedangkan sistem dan bentuk negaranya boleh apa saja seperti demokrasi, monarki, Presidensiil, Parlementer, kerajaan, republik, Imarah, Mamlakah, dan sebagainya. Yang penting prinsip maqashid al syar'i dipelihara. Islam, kata Mahfud, tidak mementingkan bentuk atau sistem tertentu tetapi mementingkan substansin(al jawhar) sesuai dengan kaidah, al ibrah fil Islam bi al jawhar la bi al madzhar.

"Negara Indonesia berdasar Pancasila merupakan produk  perjuangan dan ijtihad ulama dan ummat Islam yang bersama warga lainnya merebut kemerdekaan dari kolonialisme", kata Mahfud MD dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak serta Pangdam dan Kapolda Jatim itu. Dari Pusat Mahfud MD didampingi oleh Wamenag Zainud Tauhid, Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, Sesmenko  Polhukam Letjen Tri Suwandono, dan para pejabat Eselon I Kemenko Polhukam. 

Acara silaturrahim yang dihadiri oleh ribuan orang melalui lebih dari 950 saluran virtual itu juga mendialogkan penanganan covid-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan penanganan Covid-19 yang masih memerlukan keseriusan dan dukungan para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ormas-ormas keagamaan. 

Mahfud MD mengapreasi karena penangan Covid-19 di Jatim berjalan cukup baik dan terus melandai. "Meski angka absolut positivity rate dan angka mortality rate agak tinggi tapi angka relatifnya masih cukup baik jika diletakkan dalam bingkai national rate karena penduduk Jawa Timur sangat besar, lebih dari 37 juta jiwa", kata Mahfud MD memberi apreasiasi terhadap penanganan covid-19 di Jawa Timur. (Arianto)




Share:

Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Gelar Webinar Bahas Peran Pemuda dalam Mengisi Kemerdekaan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka memperkuat jaringan ukhuwah Islamiyah, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI mengadakan serial webinar ke-VI yang mengusung tajuk "Musawah Tathowuriyah Pemuda Pesantren dan Perguruan Tinggi dalam Mengisi Kemerdekaan" pada Sabtu (28/8/2021) pagi.

Kegiatan ini diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan menghadirkan para pemateri yang handal. Di antaranya opening speech disampaikan oleh Ketua MUI KH. Cholis Nafis, Ph.D., Wasekjen MUI Dr. KH. Arif Fahrudin, M.Ag., dan Ketua KUI Drs. Adnan Harahap. Sementara untuk Narasumber adalah Anggota DPR RI Dr. KH. Mujib Rohmat, MH., dan Pimpinan Ponpes dan Akademisi Dr. KH. Ishom El Saha, MA.

Menurut KH. Cholis Nafis, Ph.D., ukhuwah Islamiyah dipandang sebagai undang-undang ilahi dan prinsip Islam yang berdasar pada Firman Allah SWT QS. Ali Imran ayat 103: "Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara." 

Ketua MUI itu berharap Komisi Ukhuwah Islamiyah mampu menghasilkan naskah-naskah yang berisikan ide, konsep dan pikiran yang dipersembahkan untuk umat dan bangsa.

"Agar bermanfaat dan ada yang dipersembahkan untuk umat dan bangsa," ucapnya.

Sementara itu, Dr. KH. Ishom El Saha, MA., menilai pentingnya kaula muda agar peduli pada permasalahan-permasalahan bangsa. Kaula muda di Indonesia mewakili sebagian besar dari total populasi dan mereka merupakan komponen yang efektif dan penting untuk proses pembangunan Indonesia ke depan. Ia mendorong dan menyoroti partisipasi kaum muda dalam urusan-urusan keumatan dan kebangsaan. Menurut Ishom El Saha, pemuda memiliki energi dan kemampuan untuk memberi, mereka adalah sumber daya manusia yang mampu bekerja dan berproduksi, kaum muda adalah solusi dari semua masalah masyarakat. Oleh sebab itu, penting bagi generasi tua untuk memberikan pengarahan kepada mereka.

"Pemudalah yang mewarnai, maka kita harus arahkan mereka," katanya.

Dalam kajian serial kali ini, Dr. KH. Mujib Rohmat, MH., menyampaikan tentang pentingnya persatuan nasional. Persatuan nasional yang didasarkan pada cinta, kepemilikan, mempertahankan dan melawan kekuatan eksternal yang mencoba untuk merongrong kemerdekaan dan kewibawaan bangsa Indonesia.

Ia berharap dengan komisi ukhuwah ini, tercipta suasana cinta, toleransi, solidaritas, persaudaraan, dan koeksistensi di antara anak-anak bangsa.

"Musawah Tathowuriyah (kesamaan cita-cita, red) merupakan hal yang sangat mendasar bagi sebuah bangsa, serta menjadi perekat, pengikat, dan tali ikatan yang mempersatukan bangsa untuk melaksanakan agenda-agenda," tegas KH. Mujib Rohmat.

Webinar ini semakin menarik lantaran terdapat sesi tanya jawab dan sharing seputar materi yang telah disampaikan oleh narasumber. 

Beberapa peserta webinar juga melontarkan pertanyaan dan pernyataan mengenai bahaya dan dampak ekstremisme pada masyarakat. 

Ekstremisme saat ini menjadi musuh bersama dan salah satu penyakit yang paling berbahaya serta dapat menghancurkan tatanan kehidupan masyarakat. Selain itu, ekstremisme juga dapat membunuh semangat toleransi, menciptakan pola pikiran fanatik yang penuh dengan kebencian terhadap yang lain, menggunakan kekerasan dengan tujuan memaksakan prinsip-prinsip tertentu, dan masalah ini dapat meningkat ke titik perbuatan terorisme.

Sudah saatnya, umat dan bangsa ini bersatu untuk membangun sikap toleransi beragama, koeksistensi bersama dan kerjasama yang beradab dan budaya di antara masyarakat. (Arianto)


Share:

Dialog dengan Tokoh Agama Sulsel, Mahfud MD: Islam itu Perjuangan Substansi, Bukan Perjuangan Formal Simbolik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Negara Indonesia yang lahir dari ijtihad para ulama menjadi pembelajaran bahwa perjuangan Islam adalah perjuagan substansi, bukan perjuangan formal simbolik. Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah negara kesepakatan tanpa memandang perbedaan suku dan agama. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat dialog virtual dengan tokoh lintas agama Sulawesi Selatan, Jumat (20/8).

"Ibrahnya itu substantif. Persaudaraannya yang diperjuangkan, kedamaiannya, kesantunan dan kejujurannya. Itu merupakan satu cara dakwah yang baik," ujar Mahfud MD saat merespons sekelompok orang yang ingin mendirikan negara Islam dengan berbagai aksi terornya di berbagai daerah Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Mahfud memaparkan, Indonesia meski tidak pakai nama negara Islam Indonesia atau negara khilafah Indonesia, perjuangan substansi ajaran Islam telah dilakukan sejak Indonesia berdiri.

"Meski tidak pakai nama negara Islam, kita perjuangkan substansinya pakai substansi ajaran Islam, persaudaraan antar sesama manusia. Islam itu agama kemanusiaan, tidak memandang agama apapun, semua adalah saudara sesama manusia," papar Mahfud sembari menegaskan Indonesia sebagai negara berdasar Pancasila adalah perjanjian suci antar anak bangsa.

Paparan Mahfud diperkuat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang juga hadir dalam dialog ini. Menurut Yaqut, satu fakta sejarah yang tidak bisa ditolak dan tidak bisa kita ingkari adalah Indonesia merdeka bukan hanya hasil Islam saja. Tokoh agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha, semua ikut berjuang dalam memerdekakan Indonesia.

"Maka menjadi kewajiban kita semua menjaga Indonesia ini tetap utuh sebagai warisan dari para tokoh kita terdahulu. Kalau kita tidak mau bersama menjaga Indonesia, artinya kita menginjak-injak apa yang dulu diperjuangkan oleh para pendahulu kita dan itu tentu bukan ajaran dari agama kita," ujar Yaqut.

Dalam kesempatan ini, Yaqut mengingatkan agar jangan mau dikotak-kotakkan dalam berbagai varian paham agama yang berbeda. Yaqut mengajak para tokoh agama yang hadir secara virtual setia pada ideologi negara Pancasila.

"Pancasila ini final, tidak bisa diganggu dengan bentuk ideologi yang lain. Pancasila adalah kesepakatan untuk hidup bersama dalam sebuah wilayah bernama NKRI. Dan ini sudah jadi alasan yang cukup bagi kita semua untuk tetap hidup damai berdampingan dan saling menghargai dengan agama sebagai inspirasi kita bersama," tambahnya. 

Menurut Yaqut, tidak ada ideologi di dunia yang sekuat Pancasila. Ia berharap, para tokoh agama sama-sama menjaga ideologi Pancasila yang mampu mempersatukan perbedaan.

"Percayalah bahwa radikalisme, pemahaman agama yang fatalistik dan membabi buta itu pada ujungnya adalah keruntuhan tatanan masyarakat," pungkas Yaqut.

Hadir dalam dialog virtual ini tokoh lintas agama, pimpinan Pondok Pesantren, pimpinan Ormas Lintas Agama, tokoh adat dan Forkopimda se-Sulawesi Selatan. 

Dialog ini adalah upaya Kemenko Polhukam untuk menjaga kondisi politik dan keamanan dalam negeri tetap kondusif dengan terus menjalankan disiplin dan protokol kesehatan. Itu sebabnya, hadir pula perwakilan BNPB untuk menjelaskan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi yang diharapkan dipandu oleh para tokoh lintas agama. (Arianto)



Share:

MUKI Sumut Jadi Tuan Rumah Deklarasi Organisasi Kristen


Duta Nusantara Merdeka | Medan 
Majelis Umat Kristen Indonesia Sumatera Utara mengundang belasan pemimpin organisasi Kristen untuk menghadiri Pastors’s Prayer Meeting yang diadakan pada hari Selasa, 3 Agustus 2021 di GBI Betlehem, Medan.  Acara berlangsung dengan protocol kesehatan seperti wajib memakai masker, menggunakan hand sanitiser dan tidak berbicara selama membuka masker pada saat makan siang berlangsung.

Ketua MUKI Sumatera Utara Dedy Mauritz Simanjuntak, MACE, M.Th memimpin pembacaan “Deklarasi Kesatuan” yang dibacakan langsung oleh para pemimpin organisasi Kristen diantaranya PGI, PGPI, PGPIP, API, BAMAGNAS, BKAG, IUKI, Sumatera Berdoa, LGSB, PAA, JDW, Generasi Muda MUKI.

Poin dalam deklarasi yaitu pernyataan sikap bersatu dalam menghadapi persoalan umat dan bangsa. Selain itu, mendukung pemerintah dalam menghadapi situasi sulit di masa pandemi Covid 19 dan juga mendukung pemerintah guna menciptakan situasi kondusif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengkhotbah Pdt, Dr. Eben Siagian, Ketua PGI Wilayah Sumut dalam khotbahnya berpesan agar setiap orang untuk menjadi hamba Tuhan yang rendah hati, menghilangkan ego dan menjauhkan sikap mementingkan diri sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Pdt. Rajamin Sirait, SE, MA menyampaikan, situasi Medan dan Sumatera Utara dalam konteks perkembangan terkini. 

Sedangkan, Kata sambutan mewakili organisasi  Sumatera Utara oleh Pdt. Arisman Parhusip SE, MM (PGPI Sumut). Dan untuk perwakilan Kota Medan oleh Boydo Panjaitan, SH ( MUKI Medan)

Senada, Pdt Marlin Hutajulu M.Th selaku Gembala GBI Betlehem Jalan Rela Medan sekaligus Wakil Ketua I  MUKI Sumut mengucapkan terima kasih untuk kesediaan para hadirin menghadiri acara tersebut.

Sementara itu, Ketua MUKI Sumut, Dedy Mauritz bersama seluruh panitia acara PPM ini salut dengan antusiasme undangan yang mengirim utusan, bahkan dari Pematang Siantar dan Deli Serdang. “Di saat pemimpin dan umat Kristen bersatu, berdoa dan mengambil peran untuk menuntaskan persoalan bangsa, semoga kita bisa melalui masa yang sulit ini”, kata Dedy.

Sesuai permintaan undangan yang hadir untuk melanjutkan kegiatan serupa, Dedy menyatakan bahwa MUKI siap untuk memfasilitasi kembali kegiatan bersama seperti ini. (Arianto)


Share:

Mahfud MD: Perlu Dukungan Pimpinan Agama untuk Percepatan Vaksinasi Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan perlu dukungan alim ulama dan pimpinan agama untuk percepatan vaksinasi Covid-19.

Hal itu dikatakan Mahfud MD saat silaturrahim virtual bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, BNPB, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Alim Ulama, Pengasuh Ponpes, Pimpinan Ormas Lintas Agama, dan Forkopimda se-Jawa Tengah, Sabtu (31/7).

"Kita perlu dukungan dan perantara alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pimpinan agama untuk mendukung peningkatan implementasi kesehatan dan percepatan vaksinasi pada masyarakat," ujar Mahfud MD.

Dia pun mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk saling bekerjasama tingkatkan disiplin protokol kesehatan. Menurut Mahfud MD, memperkuat kolaborasi bekerja secara kolektif berdasarkan kesadaran bersama adalah langkah yang cukup efektif.

"Tidak bisa juga ormas-ormas keagamaan dan berbagai kekuatan masyarakat dibiarkan bekerja sendiri, mari kolaborasinya diperkuat," ujar dia.

Terkait ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, menurut Mahfud MD, karena masyarakat tidak tahu dan karena terpengaruh hoaks. Oleh sebab itu, perlu pendekatan pendekatan budaya dan personal.

"Poinnya kita akan bekerja sama, saya akan mem-'follow up' semua masukan, terkait dengan hoaks media sosial. Mari kita bekerja sama," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan beberapa hari ini trennya menurun. Namun, dia menegaskan Covid-19 belum selesai dan masih membahayakan. Dia pun mengajak masyarakat Jateng tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kabar terakhir dari Jateng, hasil pemeriksaan hampir semua yang dites varian-nya adalah delta. Artinya semua punya potensi terpapar. Mulai kita temui juga tanpa gejala. Di statistik Yang meninggal siapa kok Jateng banyak sekali? yang pertama sudah sepuh, kedua yang punya komorbid, yang ketiga yang belum divaksin, keempat yang terlambat melapor," ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan, terkait pandemi Covid-19 di Jawa Tengah setidaknya masyarakat dapat dikategorikan dalam tiga kelompok.

"Kita mendeteksi ada tiga kelompok, pertama yang sangat percaya Covid-19, saking percayanya sampai paranoid semua jamu diminum, sampai mules-mules semua diminum," kata dia.

Yang kedua yang paling bagus adalah yang rasional, mereka mengerti 5M, 5M sekarang diringkas jadi 1M: manut. Manut (nurut) saja.

"Ketiga ini kelompok yang tidak percaya, mengatakan ini konspirasi bahkan disampaikan pada publik," ucap Ganjar.

Dalam Kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, setiap peristiwa ada hikmahnya, termasuk cobaan pandemi Covid-19 yang sedang menimpa seluruh umat manusia.

"Pandemi ini memang cobaan, tapi di saat yang sama pandemi ini juga mengajarkan kita untuk peduli sesama dan memperkuat solidaritas sosial," kata Menag.

Dia menambahkan, menghadapi pandemi tidak bisa diselesaikan "head to head", tetapi semua elemen masyarakat harus bersatu, khususnya pemerintah, masyarakat dan tokoh agama.

"Kita tahu banyak yang terpapar itu teman, sahabat, guru kita, orang yang kita cintai. Tentu kita tidak bisa membiarkan atau secara sembunyi egois melawan pandemi ini. kita harus bersama-sama baik itu masyarakat, tokoh agama, maupun pemerintah. Tidak bisa kita selesaikan 'head to head' satu lawan satu, harus kita keroyok bersama," tutur pria yang biasa disapa Gus Yaqut. (Arianto)



Share:

Ketum PGI: Kami Intruksikan Gereja Jadi Ruang Isolasi Mandiri


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom menginstruksikan gereja-gereja menjadi ruang isolasi mandiri bagi masyarakat yang positif Covid 19.

Hal ini ditegaskan Pendeta Gomar Gultom saat pimpinan PGI berdialog secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengenai penanganan covid 19, pada Rabu (28/7).

"Kami mendorong gereja-gereja untuk mengubah seluruh fasilitas gereja berupa mess dan guest house untuk ditransformasikan sebagai ruang-ruang isolasi mandiri. Tapi kami tetap minta ada pusat kesehatan yang bisa berkoordinasi dengan tempat isolasi mandiri ini. Supaya jika terjadi keadaan darurat tetap bisa tertangani," tegas Gultom.

Pendeta Gomar Gultom juga menegaskan PGI dengan seluruh gereja-gereja ada bersama pemerintah menanggulangi pandemi covid 19.

"Pak Menko, kami dari PGI dengan seluruh gereja-gereja di Indonesia ada bersama pemerintah untuk menanggulangi masalah covid ini. Pertama masalah kesehatan/penanggulangan virusnya, kedua ikut dalam mencerdaskan masyarakat untuk lebih paham dengan situasi terkini, beberapa gereja juga ikut ambil bagian dalam menyelesaikan masalah ekonomi," tambahnya.

*PGI Usul Bangun Gerakan Solidaritas Kemanusiaan*

Dalam dialog virtual terkait penanganan pandemi covid ini, Sekretarus umum PGI, Jacky Manuputty mengusulkan kepada Menko Polhukam untuk menggalang gerakan solidaritas kemanusiaan yang melibatkan tokoh lintas agama, bergandeng tangan dengan pemerintah menanggulangi pandemi covid 19.

"Pak Menko kami berharap kita dapat menggalang gerakan solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan. Mungkin bisa disounding secara simbolis dengan pemuka-pemuka agama," usul Jacky Manuputty pada Menko Mahfud.

Ia juga menegaskan, PGI telah ikut andil membantu pemerintah menggalang tenaga dan kekuatan dalam menangani covid 19.

"Beberapa gereja di Jakarta dan Sulawesi Selatan sudah dipakai sebagai tempat isolasi mandiri, dengan tenaga kesehatan yang digalang dari sumber daya yang ada dan bekerjasama dengan satgas," tambah Jacky.

Atas komitmen PGI membantu pemerintah menangani pandemi covid, Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan apresiasi dan menegaskan akan memperkuat kerjasama ke depan, termasuk usulan rencana gerakan solidaritas kemanusiaan, "Saatnya kita bertindak bersama dengan tindakan nyata yang membangun solidaritas. Kami punya deputi 6 yang bisa mengurusi hal seperti ini nanti. Ini bisa direncanakan denngan cepat dan baik," ujar Mahfud merespon usulan PGI.

Mahfud yang didampingi secara virtual seluruh eselon satu Kemenko Polhukam, mengaku telah mencatat beberapa masukan dan kritik PGI kepada pemerintah, untuk selanjutnya akan menjadi pertimabangan dalam menyusun langkah-langkah strategis.

"Terima kasih bapak ibu pendeta dari PGI sudah mengimbau gereja-gereja untuk ikut serta dalam  proses penanganan Covid 19, termasuk vaksinasi kemudian penyediaan tempat dan pelayanan terhadap umat," tambah Mahfud.

Hadir dalam pertemuan ini, Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom, Sekum PGI Pdt. Jacky Manuputty, Pdt. Krise Gosal, Pdt. Arie Moningka, Pdt. Jimmy Sormin, Pdt. Henrek Lokra, Ronald Tapilatu, dan beberapa jajaran dan staf PGI lainnya.

Sebelumnya, dalam rangka memperkuat koordinasi penanganan covid 19, Menko Polhukam Mahfud MD melalukan safari virtual dengan ormas-ormas keagamaan dan para pemuka agama seperti PBNU, PP Muhammadiyah, MUI, dan KWI serta selanjutnya dengan ormas-ormas lainnya. (Arianto)


Share:

MUI Usul ke Menko Polhukam: Longgarkan PPKM Perketat Prokes


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta pemerintah melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dengan catatan semakin memperketat protokol kesehatan. 

Hal ini diungkapkan Ketua Umum MUI KH. Miftachul Ahyar, saat menghadiri undangan dialog virtual Menko Polhukam Mahfud MD, Selasa Malam (27/7).

"Perlu ada pengamatan, penetapan PPKM ini tidak 'gebyah uyah'. Misalnya ada salah satu daerah di satu kabupaten yang betul-betul aman, masih zona hijau sehingga penerapan PPKM ini tentu ada perbedaan," ujar Ketua Umum MUI KH. Miftachul Ahyar.

Menurur KH. Miftachul Ahyar, jika penerapan PPKM 'tidak gebyah uyah' kemungkinan akan menjadi salah satu solusi dalam memberikan rasa nyaman dan meminimalisir gejolak yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

"Masih banyak yang terjadi di masyarakat merasa beribadah dibatasi, padahal mereka merasa berada di zona hijau dan mereka siap melaksanakan protokol kesehatan. Yang dilarang itu kan kerumunan, nah definisi atau batasan kerumunan ini seperti apa? Ini juga perlu ada penjelasan," tambah KH. Miftachul Ahyar.

Hal serupa juga diperkuat Ketua Bidang Fatwa MUI KH. Kholil Nafis, menurutnya protokol kesehatan lebih diperkuat, namun PPKM bisa dilonggarkan atau diperkecil areanya.

"Saya ingin mempertegas, gimana kalau prokes saja yang diperkuat. PPKM ini ingin menciptakan kedisilplinan masyarakat, diantaranya penularan itu. Jadi barangkali PPKM ini bisa diperkecil lagi, artinya di area tertentu saja," tambahnya.

Kepada MUI, Mahfud MD menegaskan pemerintah sudah bekerja sekuat tenaga menekan perkembangan Covid 19, untuk itu, lanjut Mahfud, pemerintah butuh kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk MUI pusat.

"Pemerintah sudah menjelas program-program di media massa, sekarang nunggu kritik yang disertai saran, apa yang kurang dari pemerintah selama ini dalam menangani covid 19," ujar Mahfud.

Menko Polhukam Mahfud MD yang didampingi Sesmenko, beberapa deputi dan staf khusus ini menegaskan semua masukan dan usulan dari berbagai pihak, termasuk dari MUI akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan dan langkah-langkah straregis dalam menangani Covid 19 kedepan.

"Tadi ada usulan PPKM supaya dilonggarkan, tadi ada mengeluh wali santri sekarang ini sudah menjerit. Gus Kholil td juga mengusulkan yang diketatkan prokesnya saja. Oke nanti kita evaluasi sebagai masukan," tambah Mahfud merespon masukan dan usulan dari para pimpinan MUI.

Penghujung dialog, salah satu pimpinan MUI yang juga Ketua Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH. Abdullah Djaidi memimpin doa keselamatan bangsa Indonesia dari ancaman pandemi Covid 19. 

Hadir dalam dialog yang berlangsung dua jam ini, Ketua Umum MUI pusat KH. Miftachul Ahyar, Sekjen MUI KH. Amirsyah Tambunan, KH. Azrul Tanjung, KH. Masduki Baidlowi, KH. Kholil Nafis, KH. Abdullah Djaidi dan beberapa pimpinan MUI pusat lainnya.  (Arianto) 


Share:

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Lomba Dai Cilik, Hafiz Al Qur'an


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Barat
Menyemarakan Bulan Suci Ramadhan 1442 H tahun ini, Polres Metro Jakarta Barat menggelar lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an, Senin (26/4/2021).

Lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an tersebut di laksanakan di Mesjid Baiturrahmat Polres Metro Jakarta Barat dan diikuti sebanyak 24 peserta yang mana para peserta tersebut telah dilakukan Elimination round (babak penyisihan) di masing-masing Polsek jajaran.


Dalam sambutan nya Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menjelaskan kegiatan lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an ini merupakan implementasi dari program Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr M Fadil Imran yaitu Ramadhan Barokah.

"24 peserta yang mengikuti lomba ini merupakan hasil kualifikasi / pilihan peserta terbaik masing masing polsek jajaran " Ujar Kombes pol Ady Wibowo, Senin (26/4/2021).

Ady menuturkan dihadapan kita semua ini merupakan para generasi penerus bangsa, melalui kegiatan lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an ini kita bisa mencetak generasi muda penerus bangsa yang memiliki bibit terbaik, baik budi ahlak dan ilmu agama. 


"Kegiatan tersebut sebagai motivasi kepada anak-anak, agar mereka semakin memperdalam ilmu agama. Memupuk akhlak yang baik serta menghindarkan mereka dari kenakalan remaja dan bahaya narkoba," tutur nya Ady.

Dalam lomba tersebut bagi para peserta yang telah memasuki babak kualifikasi tingkat Polres rencana akan diajukan untuk tingkat juara Kapolda Metro Jaya.

Adapun para peserta lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an yang telah lolos dalam lomba tersebut diantaranya :

• *Baca Al Quran :*
Juara 1. Abdel.AS
(Kalideres).
Juara 2. Bayu Pamungkas
(Cengkareng).
Juara 3. Faqih
(Tanjung Duren).


 *Hafiz Al Quran :*
Juara 1. Nafla
(Kembangan).
Juara 2. Farel
(Kebon Jeruk).
Juara 3. Safitri
(Kalideres).

• *Dai Cilik :*
Juara 1. Dzakira Elfa Syarah (Tanjung Duren).
Juara 2. Khilda Hayatun Nufus (Tambora).
Juara 3. Fhakira Abqoria Nazhifa (Kembangan).

Dalam pelaksanaan lomba tersebut tentunya baik panitia dan peserta lomba Da'i Cilik, Hafiz Al qur'an dan baca al qur'an tetap menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid 19 saat ini, setelah kegiatan dan dilanjutkan dengan foto bersama. 

Wartawan DNM : Imam Sudrajat / Widuri

Share:

Demi Menjaga Prokes, Istiqlal Tiadakan Sahur dan Buka Bersama


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Imam Besar Masjid Istiqlal K.H Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya secara terus menerus meminta umat Islam agar bersamas-sama proaktif memutus rantai penyebaran Covid-19.

Khusus Masjid Istiqlal, katanya, secara masif telah memberikan literasi kepada jemaat, baik secara langsung, maupun melalui berbagai media seperti papan pengumuman dan bahkan brosur serta buku saku. Bahkan, Masjid Istiqlal juga membatasi ritual ibadah, termasuk pembatasan jumlah jemaat yang boleh berkegiatan di area Masjid Istiqlal.

"Aturannya 50% kapasitas. Tapi kami batasi hanya 1 persen atau sekitar 2000 orang. Jadi kami melakukan ketaatan protokol lebih dari yang ditetapkan pemerintah DKI Jakarta," kata K.H Nasaruddin Umar dalam dialog dengan tema Protokol Kesehatan Bulan Ramadan yang diselenggarakan FMB9 KCPPEN Jumat siang secara vitual.

Dalam dialog itu juga disampaikan, Masjid Istiqlal tidak lagi mengakomodir kegiatan buka bersama, itikaf, makan sahur bersama. Upaya lainnya adalah pembersihan area sholat setiap selesai digunakan sholat berjamaah, seperti tarawih.

"Masjid Istiqlal bukan sekedar ikon. Kami menjadi contoh bagi masjid-masjid di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengingatkan agar seluruh pihak mengantisipasi momentum Ramadan dan Hari Raya umat Islam mendatang.

Dia menambahkan, mengacu pada Amerika, Inggris dan Israel yang dinilai sukses mengendalikan Covid-19, maka kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah taat prokes dan vaksin.

"Karena kemarin kita berhasil cegah, dan saat ini adalah saat-saat yang cukup rawan karena ada puasa, lebaran, mudik yang harus diantisipasi. Karena walau bagaimanapun pengendalian pandemi sangat bergantung pada sikap kita masing-masing," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Ramadhan Momentum Memutus Penyebaran Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan program vaksinasi Covid-19 dapat terus dilakukan meski saat ini umat Islam tanah air sudah mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengungkapkan polemik pelaksanaan vaksinasi sepanjang bulan puasa, akhirnya mendorong pihaknya menerbitkan fatwa MUI Nomor 13/2021 tentang hukum vaksinasi COVID-19 pada saat berpuasa dan tetap memperhatikan kondisi penerima vaksin.

"Praktek vaksinasi Covid-19 dibolehkan secara syar'i sekalipun sedang puasa. Tinggal kuncinya adalah sejauh mana ketahanan fisiknya ini, yang merupakan hasil screening tenaga kesehatan apakah laik atau tidak untuk menjalankan vaksinasi," katanya dalam Dialog FMB9-KPCPEN dengan tema Vaksinasi Aman Di Bulan Ramadan pada hari Selasa (13/4) siang.

Dalam kesempatan itu, Asrorun Naim juga menambahkan, bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengokohkan ikhtiar memutus mata rantai Covid-19 dengan ikhtiar lahiriah dan ikhtiar bathiniah.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan adalah terobosan yang selama ini mungkin belum mungkin dilakukan. Contohnya adalah dengan menjadikan masjid sebagai tempat untuk melaksanakan vaksinasi pada malam hari setelah umat melakukan ritual Bulan Suci Ramadhan.

Selain dinilai dapat mengakselerasi durasi, pelaksanaan vaksinasi di masjid dinilai dapat menjadi solusi atas permasalahan vaksinasi bagi masyarakat kelompok lansia.

"Langkah-langkah kreatif yang kita lakukan bersama, maka ikhtiar untuk mempercepat target perwujudan herd immunity harus kita tempuh tanpa terkendala hal-hal bersifat non teknis," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Ahli Patologi Klinik Tonang Dwi Ardyanto menyampaikan tip persiapan bagi para penerima vaksinasi Covid-19 yang jadwalnya bersamaan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 2021.

"Istirahat yang cukup, kalau biasa sarapan, sahurnya cukup, setelah itu tenang, termasuk pada saat datang ke tempat penyuntikan, ikuti seluruh prosedur, kemudian setelah selesai segera pulang istirahat," katanya. (Arianto)


Share:

Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. SE tersebut antara lain mengatur tentang diizinkannya kegiatan buka puasa bersama, salat berjemaah (lima waktu, tarawih, dan witir), tadarus Al-Qur'an, serta iktikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50% dari kapasitas masjid atau musala. 

Surat edaran juga mengatur bahwa kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak antar jemaah minimal 1 meter, dan membawa sajadah atau mukena masing-masing. Namun, ketentuan dalam surat edaran ini tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye. 

"Menteri Agama sudah menerbitkan edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H. Namun, edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas Covid setempat," tegas Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (9/4/2021) lalu.

Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 telah menetapkan beberapa kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran virus. Ada empat kriteria wilayah, yaitu zona hijau (tidak terdampak), zona kuning (risiko rendah), zona oranye (risiko sedang), dan zona merah (risiko tinggi). 

Edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri bisa diberlakukan pada wilayah yang masuk zona hijau dan kuning.  Surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid 19.

Secara rinci, berikut ketentuan Surat Edaran Menag terkait panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syari lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain: 

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah serta mukena masing-masing;

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit;

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menujuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, seperti melakukan disenfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

6. Kegiatan ibadah Ramadan di masjid/musala, seperti salat tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, iktikaf dan Peringatan Nuzulul Quran tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19 berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat.

7. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, di daerah yang masuk ketegori risiko rendah (zona kuning) dan aman dari penyebaran Covid-19 (zona hijau), wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan.

8. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya. 

9. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

10. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

11. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah.

12. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing. (Arianto)



Share:

MATAKIN Gelar Dialog Islam-Khonghucu


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka memperingati HUT ke-98 Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar "Dialog Islam-Khonghucu" pada Sabtu (10/04) dengan mengusung tema "Tuhan dan Ketuhanan dalam perspektif Islam dan Konghucu" via virtual Zoom Meeting.

"Saat ini, dengan kemudahan dan keterbukaan teknologi, generasi muda sangat rentan dipengaruhi oleh hal-hal yang kurang baik yang sering mengatasnamakan agama dan keyakinan tertentu," kata Ketua Umum Matakin, XS Budi S Tanuwibowo dalam sambutannya secara virtual. 

Budi menyebut, Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi para tokoh agama untuk menjaga dan menguatkan nilai-nilai keimanan kepada generasi milenial melalui cara-cara yang mudah diterima oleh mereka.

Disisi lain, lanjut Budi, Matakin yakin bahwa perkembangan teknologi sejatinya adalah  sarana untuk memberikan kemudahan bagi manusia dalam menunjang kehidupan, bukan untuk mereduksi nilai-nilai agama yang bersifat keilahian.

"Asal tahu saja, Inilah tantangan yang harus kita hadapi bersama saat ini. Apakah nila-nilai ketuhanan saat ini telah bergeser? Apakah membicarakan keilahian Tuhan saat ini masih relevan? Semua pertanyaan tersebut akan kita coba gali jawabannya dalam dialog bersama para tokoh agamawan yang ahli pada bidangnya masing-masing," tutur Budi.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 kepada Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).


Ma'ruf mengatakan, Matakin satu-satunya lembaga agama Khonghucu tertinggi di Indonesia sejak 1924 yang bertujuan mengembangkan umat Khonghucu dapat mengamalkan ajaran dengan baik, sehingga berpartisipasi pada kehidupan berbangsa dan negara.

"Sehingga (umat Khonghucu) mampu memperbaharui diri dan berpartisipasi aktif dan berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," kata Ma'ruf dalam pidato sambutannya.

Ma'ruf mengapresiasi dialog antar-agama yang digelar Matakin dalam rangka HUT ke-98.

Menurut Ma'ruf, hal tersebut bentuk nyata upaya merawat serta memperkuat kerukunan, saling pengertian, serta sinergi yang dibangun antar umat beragama.

"Agama memiliki peran sentral dalam kehidupan, sebagai sumber nilai yang memberikan pedoman bagi anak manusia agar merawat keimanan dan mencapai kualitas hidup yang mulia," ujarnya.

"Ma'ruf berharap organisasi Matakin dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Gelar Serial Halakah Tematik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ukhuwah antar umat Islam merupakan perkara uṣūlī atau dasar, meskipun mereka berasal dari tempat yang berbeda, wilayah yang jauh, suku yang berbeda bahkan kebangsaan yang berbeda.

Untuk merawat spirit solidaritas Islam itu, Komisi Ukhuwah Islamiyah (KUI) MUI menggelar Serial Halakah Tematik dengan tema "Sinergi Ukhuwah untuk pemberdayaan umat di masa Pandemi Covid-19" pada Sabtu (10/4/2021) pagi. 

Pertemuan yang digelar secara luring dan daring ini dihadiri oleh Ketua KUI MUI Drs. H. Adnan Harahap, Wakil Ketua KUI MUI Drs. Tasyrifin Karim dan Drs. H. Saiful Bahri, serta berbagai perwakilan organisasi-organisasi Islam dan para tokoh. 

Dr. Drs. H. Juraidi, M.A, sebagai narasumber dalam acara ini menyampaikan tentang kebijakan pemerintah dalam memperkuat ukhuwah Islam.

Direktur Urusan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia itu, menyampaikan pentingnya memanajemen perbedaan. 

Ia mensinyalir salah satu hal paling berbahaya yang melanda umat Islam belakangan ini adalah ketidakpiawaian dalam mengelola perbedaan dan ketidaksepakatan. Menurutnya, umat harus cerdas dalam mengelola perbedaan yang ada dalam tubuh umat Islam. 

Selain itu, Juraidi juga meminta agar sesama umat Islam tidak saling mencela, bahkan mengkafirkan.

Disisi lain, kata Juraidi, Perbedaan pendapat fikih yang muktabarah adalah salah satu hal yang wajar dalam khazanah Islam. Namun meskipun demikian, banyak orang belum bisa menerima perbedaan dalam semangat positif itu dengan berbagai alasan. Perbedaan yang ada sementinya untuk memperkuat hubungan ukhuwah, bukan malah menimbukan fanatisme, konflik dan pertikaian. 

"Perbedeaan itu semestinya dikelola dengan baik, tidak saling menghina, atau saling mengkafirkan," jelas Juraidi, alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta tahun 2014 itu.

Lebih lanjut, Juraidi menyebut, dari perbedaan muktabarah perihal urusan-urusan furū'iyyah di tubuh organisasi-organisasi Islam itu justru mencerminkan fenomena manusia yang positif dan beradab.

"Manifestasi terpenting dari perbedaan dan keberagaman di tubuh umat ini adalah soal komitmen umat untuk menjaga etika dalam berbicara, menghindari fanatisme sempit, ejekan, marginalisasi, dan perbuatan tidak memperhatikan pendapat orang lain," ungkapnya. 

Juraidi menilai, perbedaan dan keberagaman yang ada dalam tubuh umat justru menjadi kekhususan tersendiri bagi umat Islam untuk saling bersinergi dan melengkapi.

"Keunggulan dari organisasi-organisasi itu justru menjadi kekayaan kita," tegasnya.

Pertemuan ini kian menarik lantaran terdapat sesi tanya jawab dan sharing seputar materi yang telah disampaikan oleh narasumber. (Arianto)


Share:

Kapolri Bersyukur Puncak Perayaan Paskah Berlangsung Lancar dan Aman


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersyukur puncak perayaan Paskah di Indonesia berlangsung lancar dan aman. TNI-Polri kata dia, selalu melaksanakan pengawalan dan pengamanan sampai seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tuntas.
 
“Kita sudah mengikuti mulai dari rangkaian Kamis Putih, Jum'at Agung, Malam Paskah dan hari ini Perayaan Puncak Paskah berlangsung lancar. Kami menyampaikan kepada seluruh gereja dan para jema'ah, silahkan melaksanakan perayaan ibadah Paskah yang telah disiapkan,” kata Sigit saat mengunjungi GBI Fatmawati Bukit Sion Jakarta. Minggu (04/04)
 
Sigit juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu dan menciptakan suasana kondusif pasca bom Makassar dan teror di Mabes Polri. “Kami TNI-Polri akan selalu melaksanakan pengawalan dan pengamanan, untuk masyarakat tidak perlu khawatir dan takut,” ungkap mantan Kabareskrim Polri ini.
 
Menurut Sigit, seluruh Satgaswil terus melaksanakan pergerakan terhadap seluruh kegiatan kelompok yang dicurigai. Sampai hari ini, pihaknya telah mengamankan sebanyak 60 terduga teroris yang ditangkap dari disejumlah daerah, seperti Makassar, Yogyakarta, Jawa Timur serta Bima.
 
“Sampai hari ini pengembangan terus dilakukan. Yang paling penting adalah bagaimana tim tetap bergerak dilapangan. Diharapkan dengan upaya dapat betul-betul menekan agar tidak terjadi lagi peristiwa ledakan,” ungkap mantan Kapolda Banten itu. (Arianto)


Share:

Masjid Istiqlal Launching Istiqlal Disaster Management Center


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar Webinar Nasional bertema “Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masjid/Rumah Ibadah” pada Jumat, (26/02) bertempat di Ruang VIP Masjid Istiqlal Jakarta. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran (launching) Istiqlal Disaster Management Center (IDMC), sebuah program inovatif Masjid Istiqlal yang bertujuan untuk mendorong terwujudnya gerakan bersama yang tersistitimatis dengan baik dalam mengelola bencana berbasis rumah ibadah, khususnya Masjid. Launching IDMC itu ditandai dengan penanda-tanganan Prasasti IDMC oleh Kepala BNPB dan Imam Besar Masjid Istiqlal.

Dalam pemaparannya sebagai keynote speaker pertama di awal acara, Imam Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa dalam Islam terdapat banyak sekali ajaran tentang pentingnya umat Islam menjaga alam lingkungannya. Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengutip beberapa hadis yang menceritakan betapa tingginya perhatian Nabi Muhammad SAW terhadap tetumbuhan, pohon, air, tanah dan sebagainya, dan memerintahkan umatnya untuk menjaga dengan sebaik-baiknya lingkungan alam sekitar kita.

“Rasulullah melarang keras membuang kotoran dan sampah di air yang tergenang seperti kolam dan di air yang mengalir yakni sungai, hal ini berulang-ulang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat dan umat Islam pada waktu itu. Ini harus menjadi pedoman bagi kita semua saat ini,” terang Imam Masjid Nasaruddin Umar.

Selanjutnya, Imam Besar mengaitkan dan menekankan pentingnya masjid sebagai pusat peradaban manusia di komunitas masing-masing untuk menjadi basis penanggulangan bencana dan menolong umat di semua tempat di Indonesia. “Nabi juga memfungsikan masjid sebagai tempat perawatan, masjidnya Nabi dilengkapi dengan peralatan merawat orang sakit,” ungkap Prof Nasaruddin Umar.

Pada sesi selanjutnya, Kepala BNPB Doni Monardo memaparkan secara gamblang dan cukup detail tentang strategi dan program pemerintah dalam hal penanggulangan bencana. Mantan Danjen Kopassus itu juga menyampaikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ceramah dari para ustadz tentang pentingnya hablum minallah dan hablum minnanas. 

“Saya menambahkan bahwa sangat penting juga setiap manusia mengingat dan menerapkan hablum minal’alam, menjaga hubungan baik antara manusia dengan alam,” ujar Letjen Doni Monardo.


Lebih lanjut Doni menjelaskan bahwa hablum minal‘alam juga bermakna memakmurkan lingkungan hidup. Dalam konteks kebencanaan, hal paling utama justru bukan pada penanganan pasca bencana atau masa tanggap darurat, tetapi justru pada faktor mitigasi, faktor pencegahan dan pengurangan resiko atau dampak yang ditimbulkan oleh bencana.

“Semakin kita memakmurkan lingkungan, semakin alam bersahabat dengan kita. Kita jaga alam, alam jaga kita,” imbuh Doni Monardo.

"Jika ajaran hablum minallah dan hablum minannas, lanjut Doni, sudah sering disampaikan para ustadz dan para da’i, maka kiranya ke depan bisa ditambakan satu pesan Islami yang lain, yakni hablum minal‘alam," pungkas Doni.

Sementara itu, Alumni Indonesia – Jepang, Wilson Lalengke, mengatakan,  masyarakat Jepang dan beberapa negara maju yang saya pernah tinggal untuk belajar di sana, mereka mengembangkan konsep kebencanaan yang intinya bahwa setiap ancaman terhadap eksistensi kemanusiaan adalah bencana. 

"Bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan terhadap siapa saja, serta setiap bencana harus dihadapi dengan kewaspadaan dan ketenangan,” papar Wilson mengawali presentasenya.

Ketangguhan mengatasi bencana besar, lanjut alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, dimulai dari kemampuan mengatasi bencana kecil. 

Ia juga mengatakan bahwa orang Jepang memiliki kekompakan dan kerjasama yang sangat kuat dalam mengelola bencana di negerinya yang memang sangat rawan bencana di hampir seluruh wilayah Negeri Matahari Terbit itu. 

“Selain itu, Bencana tidak mungkin dapat diatasi secara sendiri-sendiri, tapi harus bergerak bersama,” tambah Wilson.

Bahkan, lanjutnya, Kemana-mana, orang Jepang membawa payung, antisipasi jika di perjalanan atau selama berkegiatan di luar rumah terjadi hujan atau peristiwa alam lainnya. 

"Asal tahu saja, Orang Jepang juga sejak lama sudah membiasakan diri memakai masker jika bepergian atau bertemu orang asing, ini sebuah sikap berjaga-jaga agar tidak terkontaminasi atau tertular penyakit flu yang mungkin saja sedang diidap oleh orang-orang di luar rumah," beber tokoh pers nasional itu di bagian akhir pemaparannya.

Contoh lain, kata dia, anak-anak Jepang terbiasa untuk menyimpan sampah pribadinya di dalam tas, kantong celana atau wadah lainnya, dan ketika dia menjumpai tong sampah, kemudian sampahnya tadi dimasukan ke dalam tong sampah tersebut. “Orang Jepang tidak akan buang sampahnya di jalanan atau di sembarang tempat,” pungkas Wilson. (Arianto)


Share:

Wilson Lalengke: Setiap Saat Harus Waspada Bencana


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka mengembangkan Masjid Istiqlal sebagai trend setter pengembangan program penanggulangan bencana berbasis masjid, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar “Launching Istiqlal Disaster Management Center (IDMC)” pada Jum'at (26/02) di Istiqlal Jakarta.

Imam Besar Masjid Istiqlal: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA mengatakan, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) berinisiatif mengundang beberapa stakeholders dari unsur pemerintah, praktisi, penggiat bencana, dan masyarakat untuk melaunching program Istiqlal Disaster Management Center sekaligus berdiskusi, berbagi ilmu dan pengalaman tentang manajemen pengelolaan bencana berbasis masjid dalam berbagai perspektif secara virtual online (daring) dan offline (luring) berskala nasional. 

"Adapun tujuan kegiatan ini antara lain: Memahami arah kebijakan dan strategi pemerintah dalam penanggulangan bencana di Indonesia; Mengetahui arah, strategi dan kerjasama pengembangan program pengurangan risiko bencana di Indonesia; dan Mengetahui konsep pengembangan program pengurangan risiko bencana di Masjid Istiqlal sebagai upaya pemberdayaan umat," kata Imam Besar Masjid Istiqlal saat diskusi dengan Topik: “New Istiqlal, Trend Setter Pusat Penanggulangan Bencana Berbasis Masjid” di Jakarta.

Selain itu, tambahnya, Memahami konsep pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK) sebagai upaya memahami dan mengembangkan pengurangan risiko bencana berbasis masjid serta Berbagi konsep dan pengalaman tentang peningkatan kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan.

"Selanjutnya, Berbagi pengalaman tentang Pengurangan Risiko Bencana di Jepang terkait kebijakan pemerintah, kesiapan dan kesadaran masyarakat Jepang menghadapi bencana dan mempererat hubungan dan silaturahmi dengan semua stakeholders untuk menghasilkan rumusan-rumasan konseptual dan strategis tentang pengurangan risiko bencana berbasis masjid," imbuhnya.

Wilson Lalengke bersama pewarta PPWI

Disaat yang sama, Alumni Indonesia Jepang, Wilson Lalengke, Spd, M.Sc, MA mengatakan, Kita selama ini baik dari pemerintah maupun akademisi, bicaranya selalu di atas awan awan tentang kebencanaan, jadi seakan-akan menakutkan. Memang sesuatu yang menakutkan karena itukan mengancam jiwa kita tapi kita tidak bisa mengelak dari situ.

"Intinya, bagaimana caranya kita mengelola diri kita sendiri menghadapi bencana dan kita menempatkan diri dalam sebuah alam lingkungan. Kalau kita tidak tertib, tidak disiplin dan tidak berusaha untuk menjaga lingkungan, artinya kita tidak menjaga hati, kita terlalu serakah mengambil hasil hutan, membabat hutan serta mengambil kekayaan alam," ungkap Wilson lalengke dengan Topik: “Jepang dan Bencana: Membangun Kesadaran Bencana dan Kesiapsiagaan Bencana”.

Menurutnya, kuncinya adalah Masjid Istiqlal bisa menjadi tempat untuk mengedukasi publik, terutama generasi muda kita, mungkin kita tidak mampu mengatasi bencana saat ini, tapi generasi muda kita ke depan akan lebih mampu untuk itu. Didiklah anak-anak untuk mengikuti pola-pola penanganan bencana yang dilakukan oleh masyarakat Jepang.

"Dan yang penting, Semuanya harus dimulai dari diri kita seperti orang Jepang anak-anak dari umur 2 tahun sudah diajarin menaruh sandal, sepatu dan menyimpan barang pada tempatnya," ungkapnya.

"Jadi memang sangat simpel kalau kita mau merubah paradigma kita yaitu paradigma berpikir bahwa bencana itu akan terjadi pada kita, siapa saja, dimana saja dan kapan saja pada setiap saat, kita harus hidup aktif, disiplin dan kita perlu menjaga diri kita supaya ada pada posisi yang tepat di segala segala ruang dan waktu," pungkasnya. (Arianto)





Share:

Matakin Rayakan Tahun Baru Imlek Nasional 2572 Kongzili


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Keberagaman suku, agama, dan ras bangsa Indonesia merupakan keunikan tersendiri yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Namun, tidak sedikit pula konflik yang terjadi akibat keberagaman itu sendiri. Untuk itu, dibutuhkan upaya menciptakan kerukunan antar umat agar dapat menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat MATAKIN Xs. Budi Santoso Tanuwibowo mengatakan, Puji syukur ke hadirat Tian, Tuhan Yang Maha Esa, bahwa pada hari Minggu, 14 Februari 2021, untuk ke-22 (dua puluh dua) kalinya, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek Nasional, terhitung sejak perayaan pertama, 17 Februari 2000 di era Presiden Republik Indonesia ke- 4, KH. Abdurrahman Wahid.

"Perayaan Imlek di Indonesia tahun ini suasananya berbeda, prihatin karena pergerakan pandemi Covid 19 di negara kita masih terus menaik, tanpa bisa diperkirakan secara akurat kapan akan mulai menurun ditambah dengan kabar duka akibat bencana yang menimpa beberapa daerah di Indonesia," kata Budi melalui Live Streaming Youtube. Minggu (15/02)

Karena itu, lanjutnya, pandemi Covid 19 pulalah maka perayaan Hari Raya Tahun Baru 2572 Kongzili secara nasional kali ini tidak dirayakan secara besar-besaran, melainkan secara virtual yang bertajuk: Doa untuk Indonesia.  Bahaya Yang Datang Oleh Ujian Tian Dapat Dihindari, Tetapi Bahaya Yang Dibuat Sendiri Tidak Dapat Dihindari’”(Mengzi IIA : 4.6).


Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, Saya berharap seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas), terutama yang berbasis agama, untuk terus berperan dan berkontribusi dalam upaya ikut menjaga antar umat beragama, membangun kesatuan dan keutuhan nasional, karena kerukunan adalah faktor utama dalam menjaga keutuhan bangsa. 

Selain menjaga kerukunan, Wapres juga meminta Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) yang sebagian besar warganya merupakan pelaku usaha, dapat mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) ini.

“Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada MATAKIN dan segenap umat Konghucu, atas peran serta dan kontribusi yang telah diberikan dalam membantu masyarakat mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan,” ucap Wapres.

“Saya berharap dukungan MATAKIN dan seluruh umat Konghucu akan memberikan dampak yang berarti bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19,” harapnya.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dalam sejarahnya, perayaan Imlek memberikan hikmah tentang pentingnya persatuan di dalam menghadapi permasalahan. Anies mengajak masyarakat untuk saling menopang dan memupuk optimisme dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Marilah kita melihat momen pandemi ini untuk mencari peluang agar kita bisa kembali bangkit dalam suasana persatuan dan persaudaraan, dengan harapan kita semua bisa lebih cepat melewati masa penuh ujian ini,” ajak Anies.


Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Choil Qoumas menyampaikan agar perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dapat dijadikan momentum melakukan refleksi diri untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

“Hakikat tahun baru bukanlah pesta pora tapi mengoreksi perjalanan yang lalu, bersyukur terhadap kesempatan yang diberikan lagi, dan merencanakan pembaruan pada perjalanan berikutnya,” ucap Yaqut. (Arianto)



Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dewan Pengawas Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham HANI Harbolnas Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Lebaran Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi PPKM Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini