Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kementan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kementan. Tampilkan semua postingan

Kawal Keberlanjutan Pembangunan Pertanian, Amran Sulaiman Tepat Jadi Mentan Kabinet Mendatang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Bambang Purwanto menilai figur seperti Andi Amran Sulaiman merupakan sosok yang paling tepat dalam mengisi pos Menteri Pertanian pada kabinet Presiden terpilih mendatang. Diketahui, hasil quick count sementara menunjukan bahwa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

"Pak Amran adalah pekerja keras yang membawa Indonesia swasembada dan itu rekam jejaknya. Jadi saya kira beliau adalah sosok yang pas untuk mengisi Menteri Pertanian," ujar Bambang, di Jakarta, Senin (19/02/2024).

Bambang mengatakan, berdasarkan catatan yang ada, swasembada tahun 2017 adalah buah dari kerja kerasnya yang membawa Indonesia berdaulat sebagai negara pangan. Amran juga tercatat sebagai pelopor mekanisasi yang mengubah pertanian tradisional ke pertanian modern.

"Pak amran merupakan pelopor swasembada dan mekanisasi. Dia orang yang tepat untuk membangun pertanian ke depan," katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak menyebut Andi Amran Sulaiman sebagai Bapak Modernisasi Pertanian. Bagi Hanan, Andi Amran adalah pionir sekaligus pembawa perubahan besar terhadap pertanian Indonesia yang membuat Indonesia kembali ke masa jaya.

"Saya pernah membaca di koran Tempo kalau tidak salah tahun 2017 bapak itu seyogyanya sudah wajar dijuluki sebagai bapak modernisasi pertanian karena saat memimpin Kementan, modernisasi pertanian yang memanusiakan masyarakat luar biasa, sehingga banyak kalangan yang menyebut bapak inilah Bapak Modernisasi Pertanian," katanya.

Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berharap program pangan yang sudah berjalan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo dapat dilanjutkan pada pemerintahan yang akan datang. Menurutnya, semua program yang ada saat ini memiliki perkembangan yang sangat cepat dalam sejarah pertanian Indonesia.

"Mohon untuk dilanjutkan pembangunan yang sudah bagus ini. Sektor pertanian tumbuh lebih baik di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo," katanya.

Menurut Mentan, Presiden Joko Widodo berhasil membawa Indonesia menjadi juara dimana beberapa kali mencapai swasembada. Antara lain tahun 2017, 2018 dan juga tahun 2020. Semua prestasi tersebut tidak mudah karena saat itu Indonesia dihantam tantangan el nino, covid 19 dan juga krisis global lainnya.

"Kita dulu swasembada 3 kali, nah ke depannya bukan lagi swasembada tetapi mimpi besar kita adalah ekspor untuk memberi pangan kepada dunia," jelasnya.

Diketahui, Kementerian Pertanian saat ini tengah menggencarkan program optimasi lahan rawa mineral untuk peningkatan dua komoditas padi dan jagung sebagai komoditas strategis masa depan bangsa. (Arianto)


Share:

Presiden Jokowi Sapa Puluhan Ribu Petani, Penyuluh & Babinsa Se Jawa Tengah


Duta Nusantara Merdeka | Pekalongan 
Presiden RI, Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran), menyapa puluhan ribu petani, penyuluh dan Babinsa se - Jawa Tengah. Disini, Presiden Jokowi mengajak petani tingkatkan produksi pangan sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan petani. 

“Dunia sekarang ini sedang krisis pangan, karena pandemi belum selesai, memperbaiki ekonomi belum selesai, sudah masuk perubahan iklim sehingga ada gelombang panas yang panjang, menyebabkan banyak gagal panen di semua negara dan sekarang ini terjadi krisis pangan , harga pangan naik” kata Presiden Jokowi di Alun - Alun Kajen, Pekalongan, Rabu (13/12/2023).

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi mengatakan ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina juga berdampak pada petani, karena bahan baku industri pupuk di Indonesia berasal dari negara tersebut. Kendala ini menjadikan harga pupuk meningkat. 

“Akan tetapi akhir 2023 dan awal 2024, Menteri Pertanian akan pantau terus agar tidak ada masalah dilapangan. Subsidi pupuknya akan saya tambah karena supply pupuknya juga ada. Berapa? Sebentar saya akan umumkan, tunggu saya ketemu Menteri Keuangan ya,” kata Jokowi. 

Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran mengatakan produksi pangan dalam setahun terakhir menghadapi tantangan besar, seperti perubahan iklim, sehingga Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan berbagai pihak berupaya meningkatkan pertanaman guna mencapai target produksi yang sudah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. 

“Kami laporkan Pak Presiden dulu produksi pangan kita 34 juta ton menurun menjadi 30 juta ton sehingga kita harus impor, ini kami harus kembalikan produksinya, terlebih kami sudah keliling selama 40 hari, Jawa Tengah menjadi Provinsi ke 10 yang kami datangi untuk mengecek dan diskusi dengan petani terkait kendala peningkatan produksi pangan,”kata Mentan Amran. 

Lebih lanjut, Mentan Amran menyebut, kendala pertama bagi para petani dalam peningkatan produksi pangan adalah volume pupuk, kedua, petani yang tanam 2 kali hanya boleh ambil pupuk 1 kali, dan ketiga, benih unggul serta mesin alat pertanian yang sudah lama sehingga kurang produktif. 

“Kami sudah ketemu penyuluh, penyuluh kami ada sebanyak 20 ribu, Babinsa 70 ribu, keluhannya satu lagi Pak yakni kalo bisa BOP penyuluh dinaikkan dan atas perintah Bapak Presiden, BOP sekarang sudah dinaikkan,” tambah Mentan Amran. 

Sementara itu, Pj.Gubernur Jawa Tengah(Jateng), Nana Sudjana melaporkan bahwa kegiatan pembinaan penyuluh pertanian dan petani di Provinsi Jawa Tengah ini dihadiri ±25.000 orang, yang terdiri dari penyuluh pertanian, petani, Babinsa, distributor pupuk di wilayah Jawa Tengah.

“Kita harapkan tentunya terkait dalam bidang pertanian, penyuluh dan petani bersinergi dengan Babinsa akan menjadikan sektor pertanian semakin maju dan kita harapkan kedepan kita mampu meningkatkan produksi di Jawa Tengah dan InsyaAllah akan mensejahterakan masyarakat,” tutup Nana.

Editor: Arianto 


Share:

Mentan Amran Optimis Indonesia Kembali Swasembada dalam 2 Tahun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Dalam pernyataannya pada Jumat (27/10/2023), Mentan Amran menekankan pentingnya langkah-langkah cepat untuk membangun fondasi yang solid, termasuk persiapan benih unggul, distribusi pupuk, dan penerapan teknologi mekanisasi.

"Kami yakin Indonesia akan mencapai swasembada dalam waktu 2 tahun, paling lama 3 tahun. Fondasi utamanya harus diletakkan tahun ini. Kami berharap menteri selanjutnya dapat memaksimalkan proyek ini. Saat ini, kami sudah berada di jalur yang benar menuju swasembada," ujar Mentan Amran.

Salah satu langkah yang tengah diambil pemerintah adalah menyediakan ruang khusus agar para petani dapat memperoleh keuntungan yang layak dari hasil pertanian mereka. Hal ini termasuk pemberian bantuan benih unggul dan distribusi pupuk di seluruh wilayah, sehingga harga hasil panen petani tetap berada pada kisaran yang rasional dan menguntungkan bagi mereka.

"Upaya kami saat ini adalah memenuhi permintaan pupuk. Kami memberi ruang bagi petani untuk mendapatkan untung. Harga yang rasional adalah kunci. Kami ingin harga hasil pertanian memberi keuntungan yang layak bagi para petani," ungkapnya.

Mentan menambahkan bahwa strategi lainnya adalah memperkuat koordinasi dengan para kepala dinas pertanian di tingkat kabupaten maupun provinsi di seluruh Indonesia. Dari mereka, Mentan berharap mendapatkan detail tentang lahan-lahan yang siap ditanami.

"Langkah berikutnya adalah mengumpulkan para kepala dinas pertanian dari seluruh Indonesia. Kami ingin mengetahui dengan rinci di mana saja lahan yang siap ditanami sehingga kami dapat membantu dengan penyediaan bibit. Saat ini, jumlah bibit yang tersedia mencukupi untuk mencakup 50 ribu hektare," paparnya.

Menurut Mentan, keberhasilan pertanian Indonesia harus terus berlanjut ke masa depan, terutama mengingat hampir seluruh daerah di Indonesia telah mengalami hujan, menandakan berakhirnya masa-masa buruk akibat fenomena El Nino.

"Saat ini sudah mulai turun hujan dan inilah saatnya bagi kami untuk menggenjot produksi. Kami akan memastikan Indonesia terus menjadi negara yang swasembada," tutupnya dengan semangat.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 


Share:

Mentan Amran Sulaiman: Fokus pada Swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memulai tugasnya dengan penuh semangat di hari pertamanya di kantor pusat Kementan, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2023). Mentan Amran langsung berkoordinasi dengan para pejabat dan jajaran di lingkup kementan, menegaskan fokus kerjanya dalam satu tahun ke depan.

Amran Sulaiman mengatakan bahwa fokus utamanya adalah memperkuat produksi berbagai komoditas strategis seperti padi, jagung, dan kedelai. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya meningkatkan produksi berbagai komoditas strategis demi mencapai swasembada pangan.

"Dalam satu tahun ini, saya akan fokus pada produksi padi, jagung, dan kedelai. Kita harus menekan impor agar bisa mencapai swasembada," ujar Mentan di hari pertama kerjanya setelah dilantik Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta.

Lebih lanjut, Amran Sulaiman menegaskan bahwa semua program yang telah terbukti berhasil untuk kepentingan bangsa dan negara akan dilanjutkan. Dia mencontohkan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Program Serasi) yang telah sukses pada masa kepemimpinannya sebelumnya.

"Semua program yang telah teruji dan memberi hasil akan kita lanjutkan. Kita telah mencapai swasembada sebelumnya, dan kami akan bekerja keras untuk mencapainya kembali," katanya.

Mentan Amran juga menyampaikan keyakinannya dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem seperti fenomena El Nino. Dia mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil menghadapi tantangan El Nino pada tahun 2015 dengan baik, dan saat ini mereka akan menghadapinya dengan pendekatan terbaik.

"Kita telah melewati masa El Nino yang sulit pada tahun 2015. Kami akan menghadapi tantangan ini dengan strategi terbaik," katanya.

Amran Sulaiman juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan sektor pertanian Indonesia. Dia khususnya menghargai Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian besar pada sektor pangan.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas amanah dan kepercayaannya. Sebelumnya, saya tidak pernah membayangkan akan kembali ke Kementan. Saya siap bekerja keras untuk mewujudkan visi swasembada pangan Indonesia," tambahnya.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Mentan Andi Amran Sulaiman memasuki masa tugas barunya dengan komitmen untuk meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai serta memastikan ketahanan pangan Indonesia di masa yang akan datang.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 


Share:

Kementan Bangun Kampung Hortikultura Bawang Merah Siap Ekspor di Solok


Duta Nusantara Merdeka | Solok Kementerian Pertanian (Kementan) membuka babak baru dalam upaya memperkuat sektor pertanian Indonesia dengan membangun Kampung Perlindungan Hortikultura khusus bawang merah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Proyek ini tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah berkualitas tinggi, tetapi juga memperkuat skala ekspor nasional. Plt. Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Adi menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai pilar utama perekonomian nasional. "Pertanian memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami memiliki berbagai produk unggulan yang bisa menjadi kekuatan ekspor," ujarnya dengan keyakinan. Dalam langkah ambisius ini, Kementan bertekad untuk mendorong Indonesia sebagai produsen pangan dunia. "Kami ingin membuktikan kepada dunia bahwa produk-produk pertanian Indonesia memiliki kualitas dan daya saing global. Dengan mengurangi impor dan meningkatkan produksi dalam negeri, kami yakin Indonesia bisa menjadi sumber pangan dunia," kata Mentan dalam keterangan tertulis, Jum'at (20/10/2023). Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, menjelaskan bahwa proyek Kampung Perlindungan Hortikultura ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat lokal. "Kami fokus pada peningkatan hasil panen yang bisa dijual baik di pasar dalam negeri maupun diekspor. Proyek ini juga merupakan langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim dengan memitigasi dampaknya," ungkapnya. Salah satu tujuan utama proyek ini adalah menghapus stigma negatif terkait pertanaman bawang merah di Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Kampung Perlindungan Hortikultura diharapkan menjadi model yang memberdayakan petani lokal, mengurangi penggunaan pestisida kimia, dan menjadikan Solok sebagai pusat produksi bawang merah nasional yang dapat diekspor ke berbagai negara. Lebih dari itu, Direktur Perlindungan pada Ditjen Hortikultura Kementan, Jekvy Hendra, menegaskan komitmen Kementan dalam mendukung petani. "Kami telah menyediakan bantuan pengendali OPT ramah lingkungan seperti pestisida biologi, feromon sex, dan perangkap likat kuning untuk lahan seluas 45 hektar di Solok. Selain itu, kami juga memfasilitasi sumur dalam dan sumur dangkal untuk menjaga ketersediaan air setiap musim tanam," jelasnya. Proyek Kampung Perlindungan Hortikultura ini tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional, mengurangi dampak perubahan iklim, dan meningkatkan potensi ekspor produk hortikultura Indonesia. Kementan berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya ini guna membangun pertanian Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan. Penulis: Lakalim Adalin Editor: Arianto


Share:

Dirjen Hortikultura: Kedepankan Integritas dalam Penerbitan RIPH


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi telah memperkuat komitmen mereka terhadap taat pada aturan, hukum, dan zero tolerance for integrity. Hal ini tercermin dalam penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), di mana integritas dan transparansi diutamakan bagi seluruh pelaku usaha importir bawang putih di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, sudah lebih dari 200 RIPH bawang putih diterbitkan dengan total volume mencapai 1,1 juta ton. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (14/10/2023), Prihasto menjelaskan bahwa proses pengajuan RIPH dilakukan secara online melalui SINAS NK yang terintegrasi dengan Sistem RIPH. Pengajuan ini harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang telah ditetapkan.

"Rekomendasi RIPH adalah persyaratan teknis yang memastikan bahwa produk hortikultura yang akan diimpor memenuhi standar keamanan konsumsi dan kualitas yang baik. Kami menerapkan prinsip telusur balik yang baik (traceability) untuk memastikan produk tersebut berasal dari sumber yang terpercaya dan memenuhi standar keamanan pangan segar asal tumbuhan," ungkap Prihasto.

Lebih lanjut, Prihasto juga menjelaskan, Kementan telah menyiapkan instrumen monitoring untuk memastikan kepatuhan para pelaku usaha terhadap peraturan yang ada. Para perusahaan yang telah melaksanakan kewajibannya, seperti wajib tanam dan produksi bawang putih sesuai dengan Permentan 39/2019, akan mendapatkan Surat Keterangan Lunas (SKL) dari Kementan.

"Kami telah melihat lebih dari 100 perusahaan yang mematuhi aturan wajib tanam dan produksi bawang putih. Mereka dapat mengajukan permohonan RIPH untuk tahun 2024 berdasarkan jumlah SKL yang telah diterbitkan," tambahnya.

Terkait hal tersebut, Prasetyo menegaskan, Kementan saat ini tengah memperkuat semangat anti korupsi dan integritas di semua tingkatan. Salah satu langkah konkret dalam menjalankan semangat ini adalah dengan mempersiapkan program quick wins dalam waktu 3 bulan ke depan. Penerbitan RIPH yang transparan dan sesuai aturan merupakan salah satu inisiatif yang cepat untuk mereformasi birokrasi, terutama yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Saya yakin Kementerian Pertanian akan menjadi contoh bagi Kementerian lainnya. Kami berkomitmen untuk menjadikan Kementan sebagai lembaga yang bermartabat, dapat dibanggakan, dan berintegritas tinggi," tegasnya.

Dengan langkah-langkah transparan dan terbuka yang diambil oleh Kementan, diharapkan industri impor bawang putih di Indonesia dapat berjalan dengan lebih lancar dan adil bagi semua pelaku usaha. Kementan tetap mengajak seluruh pelaku industri untuk mematuhi aturan dan berkontribusi positif terhadap ekonomi nasional. Penegakan aturan dan integritas adalah fondasi utama dalam membangun industri yang berkelanjutan dan adil.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 


Share:

Kementan Dorong Pengembangan Pertanian Organik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia mendorong pengembangan pertanian organik di tanah air guna memperkuat eksistensi sektor pertanian dalam menyediakan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan global. Dalam Bimbingan Teknik Propaktani Episode 1015 berjudul “Tanaman Pangan Organik: Peluang dan Tantangannya" yang diselenggarakan pada Rabu (27/09/2023), Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, menjelaskan keunggulan pertanian organik dibandingkan metode konvensional.

Pertanian organik adalah sistem budidaya tanaman yang memanfaatkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Suwandi menekankan bahwa bertani secara organik menghasilkan produk pangan yang sehat, aman dikonsumsi, ramah lingkungan, dan mengurangi biaya produksi. Salah satu contoh bahan alami yang dimanfaatkan dalam pertanian organik adalah Biosaka, yang memiliki banyak keunggulan seperti menyuburkan lahan, ramah lingkungan, dan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis.

Senada dengan itu, Guru Besar Keamanan dan Gizi IPB, Prof. Ahmad Sulaiman, mendukung pengembangan pertanian organik karena pasar pangan organik terus berkembang baik di skala global maupun domestik. Organisasi pertanian organik seperti Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) telah berkembang pesat dengan keberadaan cabang di 34 Provinsi di Indonesia. Selain itu, terjadi peningkatan ekspor pangan organik ke negara-negara seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Arab Saudi.

Sementara itu, Sutimin, Ketua Dewan Pakar MAPORINA Kalimantan Timur, menekankan bahwa budidaya tanaman organik tidak hanya terbatas pada lahan pertanian yang luas, tetapi juga dapat dilakukan di lahan terbatas di area perkotaan melalui konsep urban farming. Urban farming dapat dilakukan dengan metode vertikultur, wall gardening, akuaponik, dan hidroponik, menciptakan solusi untuk mengatasi krisis pangan di wilayah perkotaan.

Inisiatif pengembangan pertanian organik ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim dan kondisi global yang tidak menentu. Dengan memperkuat pertanian organik, Indonesia dapat menghasilkan pangan sehat, mengurangi dampak lingkungan, dan memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto


Share:

Kementerian Pertanian: Food Estate Berdampak Positif dan Perlu Waktu


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Pertanian Indonesia menegaskan bahwa program Food Estate yang sedang dikerjakan di beberapa lokasi, seperti Pulang Pisau, Kapuas, Humbang Hasundutan, Sumba Tengah, Temanggung, dan Wonosobo, telah memberikan dampak positif bagi petani dan kawasan setempat. Meskipun hasilnya tidak bisa instan, program ini terus berkembang dan memperluas lahan pertanian.

"Peningkatan produktivitas di lokasi food estate adalah upaya jangka panjang untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk. Dengan lahan pertanian baru yang luas dan produktif, Indonesia dapat lebih mandiri dalam produksi pangan," kata Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Rabu (27/9/2023).

Kuntoro juga menekankan pentingnya teknologi dalam manajemen lahan dan pengelolaan air di food estate. Kementerian Pertanian telah memperkenalkan benih unggul dan melihat dampak positifnya muncul.

Sebagai contoh, di Pulang Pisau, produktivitas pertanian telah meningkat dari 2,5 ton per hektar GKP menjadi 5,5 ton per hektar melalui upaya intensifikasi. Di Sumba Tengah, angka kemiskinan di kawasan food estate dan sekitarnya telah berkurang.

"Petani di Wonosobo juga merasakan manfaat dari program ini dengan peningkatan produktivitas panen, jaminan pemasaran, dan peningkatan pendapatan," ungkapnya.

Program Food Estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, juga dianggap sebagai langkah penting untuk melepas ketergantungan impor pangan dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Kementerian Pertanian menekankan bahwa program Food Estate adalah usaha untuk mencapai kemandirian pangan dan mengurangi impor pangan, dan meskipun ada tantangan, upaya pembenahan dan penyempurnaan program akan terus dilakukan. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Jokowi untuk menghasilkan dampak positif bagi petani dan keberlanjutan pertanian Indonesia.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



Share:

Mentan SYL Lepas Ekspor Mangga dan Ayam KUB ke Arab Saudi dan Timor Leste


Duta Nusantara Merdeka | Bogor 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memimpin upacara pelepasan ekspor mangga gedong gincu sebanyak 700 kilogram ke Arab Saudi dan ekspor ayam KUB (Kampung Unggul Berkualitas) sebanyak 5000 DOC ke Timor Leste. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam rangkaian satu tahun berdirinya Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan sejak Perpres 117 tahun 2021.

Pelepasan ekspor ini diselenggarakan di Lapangan Utama BB Biogen Komplek BSIP, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/09/2023). Menteri Pertanian SYL yang didampingi oleh Walikota Bogor Bima Arya mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim" sebelum melepas ekspor mangga dan ayam KUB tersebut.

Menurut Mentan SYL, ekspor ini merupakan pencapaian yang membanggakan karena mangga yang dikirim merupakan hasil dari petani binaan BSIP Kementan yang telah menjalani proses standarisasi tinggi. Hal ini memungkinkan produk pertanian Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Lebih lanjut, Mentan SYL menjelaskan, mangga yang diekspor telah terbebas dari lalat buah dan partikel penyakit lainnya. Sementara untuk ayam DOC KUB, mereka adalah ayam kampung unggul yang dilepas oleh Kementan melalui SK Mentan No. 768.

Mentan SYL juga mengungkapkan pentingnya peran BSIP dalam peningkatan ekspor produk pertanian. BSIP juga telah mendukung ekspor produk lainnya, seperti pisang Kepok tanjung sebanyak 40 ton dengan nilai transaksi US$80.000 ke Malaysia, buncis, dan selada air.

Menurut Mentan SYL, Indonesia memiliki berbagai varietas unggul yang dapat dijadikan produk hilirisasi untuk ekspor. Selain itu, Indonesia memiliki banyak varietas terbaik di dunia yang perlu distandarisasi. Ini adalah langkah penting menuju industri hilirisasi yang dapat memberikan pendapatan kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya mengapresiasi kontribusi BSIP dalam pelayanan standarisasi produk pertanian di Kota Bogor. Menurutnya, BSIP memudahkan pelaku usaha untuk mengekspor lebih banyak produk hilirisasi. Dia juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kementan kepada Kota Bogor, termasuk bantuan alat mesin pertanian (alsintan), kambing, ayam, dan pelatihan.

Sementara itu, Kepala BSIP Kementan, Fadjri Djufri menjelaskan, selama berdirinya, BSIP berhasil meningkatkan standar komoditas pertanian Indonesia untuk pasar ekspor. BSIP juga telah menerima 3 Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan menyelesaikan Langkah Spesifik Profesi (LSPro) yang akan diserahkan ke Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Dalam waktu dekat, BSIP berencana menyelesaikan LSPro perkebunan, tanaman pangan, peternakan, hortikultura, dan LSPro utama mereka, yaitu LSPro personal sebagai ukuran kekuatan SDM yang dimiliki oleh BSIP.

"Pelepasan ekspor mangga dan ayam KUB ini mencerminkan upaya pemerintah Indonesia untuk mempromosikan produk pertanian berkualitas tinggi di pasar internasional dan mendukung perekonomian petani lokal. Hal ini juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan ekspor produk pertanian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara," pungkasnya.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto


Share:

Pecahkan Rekor MURI, Kementan Gelar Fun Walk dan Minum Jamu Peserta Terbanyak


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Puluhan ribu masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya berkumpul untuk menghadiri acara fun walk jalan sehat yang dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL). Acara yang digelar di Lapangan BB Biogen, Komplek Cimanggu, Kota Bogor, Kamis (21/09/2023). ini juga mencatat prestasi luar biasa dengan meraih Piagam Penghargaan MURI untuk kategori meminum jamu terbanyak dan serentak di 33 Provinsi Indonesia.

Diketahui, Fun walk dan minum jamu ini merupakan bagian dari rangkaian puncak peringatan satu tahun berdirinya Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan sejak lahirnya Peraturan Presiden No. 117 tahun 2021.

"Kesehatan adalah salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan. Pikiran yang sehat dan hati yang bahagia juga merupakan bagian penting dari kesehatan. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan menjalin hubungan yang baik dengan alam, termasuk memanfaatkan herbal dan jamu-jamuan," kata Mentan SYL di Bogor, Kamis (21/09/2023).

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan beragam komoditas herbal, yang memiliki manfaat luar biasa dalam mendukung kesehatan manusia. Menurut Mentan SYL, semangat seperti ini sangat penting untuk dijaga bersama.

Pada kesempatan yang sama, Fadjri Djufri, Kepala BSIP Kementan, menjelaskan, rekor MURI ini dihadiri oleh lebih dari 10.794 orang secara fisik dan 2.144 orang secara daring dari seluruh provinsi, sehingga total peserta mencapai lebih dari 12.830 orang. BSIP, sebagai lembaga pelaksana standarisasi, siap untuk menjaga produk lokal, seperti herbal, agar bisa dipasarkan di pasar ekspor. 

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, sangat mengapresiasi upaya binaan UMKM oleh Kementan. Menurut Inggrid, produk herbal memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh, vitalitas, kecantikan, serta mencegah penyakit infeksi dan kronik degeneratif.

Semangat kesehatan dan penggunaan herbal yang ditunjukkan dalam acara ini adalah langkah positif dalam mendukung gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. Acara ini juga menggarisbawahi potensi besar produk pertanian lokal dalam pasar global. Dengan terus mempromosikan dan mengembangkan produk lokal, Indonesia dapat memperkuat sektor pertanian dan memajukan ekonomi masyarakat lokal.

Turut hadir dalam acara ini adalah Anggota Komisi VIII DPR RI, Indira Chunda Thita, dan Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari. Mereka menyambut baik inisiatif hilirisasi dan gerakan minum herbal yang digagas oleh BSIP Kementan. Menurut mereka, langkah ini membantu pengembangan produk herbal yang siap untuk diekspor dan juga memberikan bimbingan teknis kepada UMKM.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



Share:

Barantan Buka Kembali Pintu Impor Sapi Asal Australia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian membuka kembali pintu impor sapi asal Australia setelah terdeteksi penyakit Lumpy Skin Diseases (LSD). Kepala Barantan, Bambang menyampaikan kabar tersebut melalui jumpa pers yang digelar secara hybrid pada tanggal 8 September 2023.

Sebelumnya, kata Bambang, pemerintah Indonesia telah menangguhkan impor sapi asal Australia dari tujuh dari 60 fasilitas peternakan yang diduga terkena penyakit LSD. Terhadap hewan sapi impor yang terdeteksi penyakit ini, dilakukan pemotongan bersyarat di bawah pengawasan dokter hewan karantina.

Penyakit LSD atau penyakit kulit berbenjol pada hewan sapi ini tidak bersifat menular kepada manusia. Hal ini dikonfirmasi oleh Bambang selaku perwakilan Barantan. Pemerintah Australia, melalui Department of Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF), telah berdiskusi dengan pemerintah Indonesia untuk melakukan reharmonisasi persyaratan impor sapi dan kerjasama dalam penanganan LSD. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk memastikan kelanjutan perdagangan sapi yang menguntungkan kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah menetapkan beberapa langkah untuk melakukan reharmonisasi persyaratan impor sapi dan kerjasama dalam penanganan LSD. Langkah-langkah tersebut mencakup deteksi dini LSD di seluruh fasilitas peternakan di Australia, memastikan kondisi kesehatan sapi sebelum diekspor ke Indonesia, memberikan laporan berkala kepada Indonesia mengenai hasil pengawasan LSD, berbagi informasi terkait perlakuan biosekuriti pada kapal untuk ekspor ternak, menerapkan sistem prior notice berupa informasi setiap pengiriman hewan hidup, melakukan program investigasi bersama terhadap fasilitas peternakan yang ditangguhkan, serta melaporkan hasil surveilans penyakit hewan secara rutin kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia dan pemerintah Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mencabut penangguhan terhadap tujuh fasilitas peternakan di Australia setelah perjanjian ditandatangani. Disisi lain, Indonesia juga akan memberikan informasi kepada Australia apabila ada hewan yang dikirim dari Australia yang positif terkena LSD atau ketidakpatuhan lainnya terhadap protokol hewan hidup.

Dalam hal teknis, kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasisa Putra, mengungkapkan bahwa kedepannya akan dijajaki kerjasama terkait peningkatan kapasitas dan kerjasama laboratorium.

Sebagai otoritas karantina pertanian, Barantan bertanggung jawab memastikan komoditas pertanian yang dilalulintaskan, termasuk impor, sesuai dengan protokol dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan bahwa komoditas yang masuk ke Indonesia adalah sehat, aman, dan bebas dari hama penyakit.

Dengan dibukanya kembali pintu impor sapi asal Australia, diharapkan perdagangan sapi antara Indonesia dan Australia dapat berlanjut dengan baik. Langkah-langkah yang sudah disepakati antara kedua negara menjadi landasan untuk memastikan perlindungan terhadap kesehatan hewan dan keamanan pangan di Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto


Share:

Mentan SYL: Hilirisasi Perkebunan, Kekuatan Ekonomi Masa Depan Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) telah menyoroti pentingnya hilirisasi perkebunan sebagai fondasi ekonomi masa depan Indonesia. Dalam Bunex 2023, yang digelar di Tangerang, Banten, Kamis (07/09/2023). Mentan SYL menjelaskan bahwa hilirisasi adalah ikon baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia.

Mentan SYL menggarisbawahi bahwa hilirisasi adalah kekuatan Indonesia yang harus dibangun bersama. Salah satu manfaatnya adalah mengurangi ketergantungan pada impor biodiesel, yang akan mendukung ekonomi dalam negeri.

Hilirisasi diharapkan dapat mempercepat pencapaian sasaran ekonomi nasional Indonesia. Untuk mencapai ini, diperlukan konsolidasi dari semua pihak untuk memperbaiki lahan-lahan perkebunan di seluruh daerah.

Mentan SYL menegaskan fokus perbaikan pada lahan perkebunan, khususnya lahan sawit, yang dianggapnya sebagai aset berharga bagi Indonesia. Sawit memiliki potensi besar untuk menghidupi 280 juta penduduk Indonesia.

Sektor pertanian, menurutnya, merupakan sektor yang strategis, terutama karena tumbuh positif dalam empat tahun terakhir, bahkan saat sektor lainnya mengalami kontraksi akibat krisis global.

Dalam konteks ini, Mentan SYL berharap agar sektor swasta dapat bersama-sama mengakselerasi hilirisasi. Pentingnya isu pangan saat ini menjadi fokus dalam berbagai percakapan, termasuk pertemuan dengan pemimpin negara.

Sementara itu, Andi Nur Alamsyah, Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, melaporkan bahwa sektor perkebunan telah menjadi penyumbang terbesar ekspor pertanian dengan kontribusi mencapai 93,20 persen atau nilai transaksi sebesar 209,4 triliun. Kontribusi ini mencapai 12,91 persen terhadap ekspor nasional.

Ekspor komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, Kakao, kelapa, dan kopi terus meningkat, mencerminkan potensi besar dalam mendukung devisa negara.

Adapun, Bunex 2023 melibatkan 123 peserta, termasuk UMKM dan perusahaan BUMN, swasta, lembaga, dan asosiasi. Mereka bergerak dalam berbagai bidang terkait perkebunan, mencakup produsen benih, sarana teknologi, serta alat dan mesin perkebunan.

Selain itu, acara ini juga menandai peluncuran pabrik pupuk organik mandiri di kawasan perkebunan kelapa sawit rakyat Indonesia dan penguatan hilirisasi perkebunan pabrik turunan minyak astiri. Berbagai kegiatan seperti rembuk nasional perkebunan, talk show, forum investasi, demonstrasi alat dan mesin perkebunan juga diadakan untuk mendukung perekonomian nasional.

Mentan SYL dan Kementan berkomitmen untuk menjadikan hilirisasi perkebunan sebagai salah satu pilar utama dalam mengukuhkan ekonomi Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



Share:

7.000 Petani Pandeglang Antusias Ikuti Sekolah Lapang Pembuatan Biosaka


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menggencarkan pengaplikasian Elisitir Biosaka untuk mewujudkan pertanian ramah lingkungan mendapat sambutan antusias dari petani hampir di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya petani Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, Elisitor Biosaka dapat menekan penggunaan pupuk kimia, biaya, hama penyakit dan mampu menyuburkan lahan serta tanaman sehingga petani tak lagi bertumpu pada pupuk kimia.

Berangkat dari ini, menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Sekolah Lapang pembuatan Elisitor Biosa yang melibatkan 7.000 petani di 35 kecamatan pada tanggal 25 Agustus 2023. Kegiatan ini dimaksudkan agar petani dapat meningkatkan ilmu dan keterampilannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang bersumber dari kearifan lokal sehingga menghadapi dampak El Nino atau kemarau panjang tetap mampu menyediakan pangan.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengapresiasi para pahlawan pangan yang terus berjuang dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui sekolah lapang pembuatan hingga teknik pengaplikasian Elisitor Biosaka. Kehadiran inovasi ini sejalan dengan semangat para petani di Pandeglang yang sangat produktif dalam pengolahan lahan dan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

“Kami bangga kepada petani yang tiada hari tanpa tanam, dan mengoptimalkan lahan tidur sehingga pandeglang berkontribusi ditingkat provinsi dan nasional,” ujarnya Irna di Pandeglang, Minggu (27/8/2023).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pandeglang, Nasir menjelaskan inovasi teknologi biosaka saat ini menjadi salah satu alternatif para petani dalam upayanya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Biosaka bukan merupakan pupuk, bukan pestisida ataupun perangsang tumbuh kembang tanaman, namun biosaka mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

"Oleh karena itu penggunaan biosaka oleh para petani sangat menguntungkan jika dalam aplikasinya dilakukan secara tepat.
Metode inovasi tersebut saat ini sedang disosialisasikan secara gencar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang yang sedang giat Sekolah Lapang di seluruh Balai Penyuluh Pertanian kecamatan se Kabupaten Pandeglang," ucapnya.

Nasir mengatakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang menggelar Sekolah Lapang Pembuatan Elisitor Biosaka bertempat di Desa Cibaliung Kecamatan Cibaliung. Pelatihan ini sangat penting diadakan karena sudah saatnya petani kembali ke alam, memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh alam untuk mengelola lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita tidak perlu khawatir dengan mahalnya sarana produksi, karena kita akan manfaatkan rumput dan tanaman-tanaman yang telah disediakan oleh alam menjadi Biosaka. Selain mampu meningkatkan produksi pertanian, Biosaka juga mampu menekan penggunaan pupuk mencapai 50 sampai 90 persen, pada tingkat produktivitas yang sama," tuturnya.

Lebih lanjur Nasir menegaskan Elisitor Bosaka menguntukan dan pilihan alternatif yang tepat bagi para petani di Kabupaten Pandeglang. Namun demikian perlu diperhatikan soal cara penerapan di lapangan karena pengaplikasinya harus dilakukan secara tepat.

"Pada dasarnya pemanfaatan biosaka sangat tergantung pada dua hal penting. Pertama cara pembuatan benar, sehingga menghasilkan biosaka yang jadi, dan kedua cara aplikasi yang benar. Oleh karena itu, Sekolah Lapang ini tidak hanya menekankan teori pembuatan, tapi hingga teknik pengaplikasian Biosaka,” tegasnya.

Terpisah, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementan telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis pembuatan Elisitor Biosaka hingga saat ini di 18 provinsi. Yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua dan Papua Barat.

“Biosaka bukan pupuk, bukan nutrisi, bukan pestisida, tetapi elisitor yang membuat sel sel pada akar tanaman menjadi lebih aktif dan cerdas dalam mencari hara, sehingga tanaman bisa tumbuh lebih baik dan berproduksi. Bahkan Biosaka itu hemat biaya, ramah lingkungan, dapat menyuburkan lahan dan meminimalisir hama penyakit," tuturnya. (Arianto)



Share:

HUT ke 78 RI, Mentan SYL Beri Penghargaan ke Penggagas Elisitor Biosaka


Duta Nusantara Merdeka | Blitar 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan) dalam upacara peringatan HUT ke 78 RI tahun 2023 memberikan penghargaan kepada penggagas Elisitor Biosaka, Muhamad Ansar petani asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Penganugerahan penghargaan tersebut karena menemukan Biosaka teknologi pertanian ramah lingkungan yang mudah dan murah serta meningkatkan produksi dan efisiensi usaha tani, terutama menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrim yang menimbulkan kemarau panjang (El Nino).

"Pertanian menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia memperjuangkan kemerdekaan. Pertanian juga menjadi andalan bagi bangsa dalam menghadapi setiap krisis yang dialami. Oleh karena itu, penghargaan patut diberikan kepada penggagas Elisitor Biosaka, Muhammad Anshar. Berkat Biosaka, turut membuktikan pertanian Indonesia bisa semakin mandiri, maju dan modern dan mengangkat kearifan lokal dalam bertani," demikian dikatakan Mentan SYL pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-78 RI di kantor pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (17/8/2023).

"Dan dapat Upacara HUT Kemerdekaan ke 78 RI ini, tak hanya memberikan penghargaan kepada Penggagas Elisitor Biosaka, tapi juga saya menyematkan Pin Emas kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan pejabat Eselon I lainnya atas penghargaan swasembada beras 3 tahun. Selamat untuk Pak Dirjen Suwandi. Sukses terus," sambung SYL.

Lebih lanjut Mentan SYL menjelaskan Elisitor Biosaka adalah salah satu inovasi anak bangsa berbasis kearifan lokal sehingga menghadirkan cara baru bertani yang tidak lagi bergantung pupuk kimia, menyuburkan lahan, menekan hama penyakit dan mensejahterakan petani secara gratis. Sebab Biosaka memanfaatkan bahan dari alam sekitar yaitu dedaunan atau rumput menjadi pengganti pupuk kimia. 

"Biosaka adalah inovasi petani anak bangsa kita sendiri yang harus diberikan apresiasi. Pengaplikasian Biosaka telah terbukti kegunaanya oleh petani di berbagai daerah, dapat menghemat biaya usaha tani karena penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 50 persen, bahkan lebih tanpa mengurasi produktivitas tanaman," ungkapnya.

"Di saat dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja karena dihadapkan ancaman global, elisitor Biosaka menjadi langkah nyata dalam mengantisipasi kenaikan harga pupuk kimia. Ini adalah kontribusi yang luar biasa dan patut diberikan penghargaan agar semakin semangat dalam membangun pertanian yang terus melaju untuk maju," sambung Mentan SYL.

Sementara itu, Muhamad Ansar, sang inovator Elisitor Biosaka mengaku sangat bahagia mendapat penghargaan dari Mentan SYL pada Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke 78 RI. Pasalnya, pada momentum 78 tahun Indonesia merdeka, Biosaka menjadi salah satu wujud pengabdian petani Indonesia dalam membangun pertanian yang berkelanjutan dan mensejahterakan petani secara mandiri.

"Tahun ini adalah tahun yang luar biasa bagi Biosaka, dimana lewat perjuangan yang panjang sehingga Ibu Bupati Blitar, Ibu Gubernur Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan Basuki Mewa Beya kepada Biosaka. Dan hari ini tepat 78 tahun Indonesia merdeka, Biosaka mendapat kembali apresiasi dan amanah penting dari Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yakni penghargaan bahwa Biosaka salah satu inovasi yang muncul dari petani," ujarnya.

Ansar menilai penghargaan dari Mentan SYL menunjukan pencapaian dari semangat seluruh relawan Biosaka dan sangat penting dalam membangkitkan semangat untuk bersama-sama mewujudkan land of harmony. Bahkan meningkatkan ketertarikan generasi milenial untuk berprofesi di sektor pertanian.

"Mudah-mudahan kita dapat wujudkan ini bersama Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Bapak Suwandi dan direktorat jenderal yang lain. Tentunya dengan kemudahan yang luar biasa dari gerakan selamatkan alam, kembali ke alam. Dengan Biosaka, petani sejahtera semoga menuju In The World 2045. Dan dengan Biosaka, pertanian semakin Maju, Mandiri dan Modern. Viva Republik Indonesia," tegasnya.

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi mengungkapkan sesuai arahan Mentan SYL, Kementan telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis pembuatan Elisitor Biosaka hingga saat ini di 18 provinsi. Yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua dan Papua Barat.

“Biosaka bukan pupuk, bukan nutrisi, bukan pestisida, tetapi elisitor yang membuat sel sel pada akar tanaman menjadi lebih aktif dan cerdas dalam mencari hara, sehingga tanaman bisa tumbuh lebih baik dan berproduksi, bahkan biosaka itu hemat biaya, ramah lingkungan, dapat menyuburkan lahan dan meminimalisir hama penyakit," tuturnya.

"Terima kasih Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atas arahan, support dan penghargaanya. Semoga dengan Biosaka, pertanian Indonesia semakin melaju untuk maju, mandiri dan modern. Petani semakin sejahtera. Viva Republik Indonesia," pinta Suwandi. (Arianto)


Share:

Gernas El Nino di NTB, Mentan SYL Tanam Padi


Duta Nusantara Merdeka | Mataram 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau tanam padi dalam Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (12/8/23). Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN), luas tanam setahun se-Kota Mataram adalah 3.493 ha dan luas baku sawah 1.472 ha dengan komoditas padi. Perkiraan luas panen padi periode Januari-September 2.008 ha dan perkiraan produksi 13.107 ton GKG.

Mentan SYL menyebutkan Kementan menyiapkan sejumlah upaya dalam mengantisipasi dan adaptasi dampak el nino, yakni identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning dan hijau. Karenanya, ia meminta kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk segera mendata wilayah-wilayah yang rawan terdampak el nino. Selain itu, harus juga dilakukan percepatan tanam guna mengejar sisa hujan dan peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam. 

"Kemudian peningkatan ketersediaan air dengan membangun atau memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pompanisasi," kata Mentan SYL pada kegiatan tersebut.

"Kita melawan el nino ini juga dengan penyediaan benih tahan kekeringan dan hama penyakit, program 1.000 hektar adaptasi iklim, pengembangan pupuk organik, dukungan pembiayaan KUR dan Asuransi Pertanian, serta penyiapan lumbung pangan sampai level desa," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan hasil panen serta mengantisipasi dampak iklim el nino. 

"Semoga dampaknya tidak terlalu terasa di wilayah kami," ujarnya. 

Selain NTB, Gernas Penanganan Dampak El Nino juga digelar di sejumlah provinsi lainnya selama periode Agustus-Oktober 2023. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan lokasi Gernas El Nino dilaksanakan di lahan seluas 500.000 hektar (ha) di 10 provinsi yang terdiri dari 6 provinsi utama dan 4 provinsi pendukung.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa Gernas El Nino di NTB ini diarahkan pada lahan potensial untuk meningkatkan indek pertanaman padi dengan padi genjah dan tahan kekeringan. NTB yang dikenal dengan bumi gora (bumi gogo rancah) bertanam padi selain di lahan sawah, juga dikembangkan di lahan kering. 

"Budidaya tumpangsari dan pertanian terpadu sudah berkembang di petani," sebutnya.

Suwandi berharap petani bisa melakukan efisiensi biaya dan menggunakan input dari bahan organik dan alami sehingga ramah lingkungan. Ini sebagai perwujudkan dari prinsip pertanian berkelanjutan.

"Tadi Bapak Menteri memimpin langsung pembuatan biosaka dan diikuti oleh berbagai pihak cukup meriah. Biosaka ini adalah hal yang baru, bukan pupuk dan bukan pestisida, tetapi elisitor yang bermanfaat bagi lahan dan pertanaman untuk tumbuh dan berproduksi, diharapkan biosaka ini segera menyebar ke seluruh petani, dipraktekkan dan menikmati manfaatnya" jelas Suwandi.

Tak hanya menanam padi, kunjungan Mentan SYL di Kota Mataram juga dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan hasil sorgum di Tabeta Sorgum – Selagalas. (Arianto)


Share:

Antisipasi El Nino, Menteri Pertanian Dorong Daerah Siapkan Lumbung Pangan


Duta Nusantara Merdeka | Bogor 
Mengantisipasi dampak El Nino, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan lumbung pangan di daerahnya masing-masing. Menurut Syahrul, dampak El Nino bisa sangat berbahaya jika tidak diantisipasi secara tepat dan cepat. 

“Lumbung dibutuhkan bagi kita dalam menghadapi El Nino. Setiap daerah harus memiliki stok yang banyak. Bila buffer stock tidak kuat, El Nino bisa sangat berbahaya,” ungkap Syahrul saat memberikan arahan pada kegiatan Forum Diskusi “Meskipun El Nino, Bisa Panen” di Kantor Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan, Bogor pada Selasa (4/07/2023) siang. 

Syahrul meminta pemerintah daerah untuk serius hadapi El Nino. Apalagi cuaca ekstrim ini bisa sangat berdampak terhadap pasokan pangan masyarakat. 

“Tugas utama pemerintah adalah menyediakan pangan untuk dikonsumsi masyarakat. Kalau kondisi pangan tidak baik, sama saja usaha kita menjadi nol. Buat apa kita punya jalan dan segala fasilitas bagus tapi tidak ada makanan untuk rakyat,” tegas Syahrul. 

Selain mempersiaplan lumbung pangan, Syahrul juga meminta setiap daerah untuk menyiapkan lahan percontohan seluas 1.000 hektare. Lahan percontohan ini akan menjadi lokomotif bagi peningkatan kapasitas produksi daerah tersebut. 

“Biar petani dan warga bisa melihatnya sebagai contoh, seperti pengelolaan air atau pemanfaatan pupuk organik. Dengan lahan tersebut, masyarakat bisa meningkatkan hasil produksi berbagai komoditi pangan,” ujarnya. 

Syahrul mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi yang diinisasi atas kerjasama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi). Ia mengharapkan dari forum diskusi ini bisa tersusun program dan langkah aksi yang bisa digunakan dalam mengantisipasi El Nino. 

“Kerjasama sangat penting untuk menentukan arah yang akan kita lakukan hari ini dan besok. Jajaran Kementan dan Perhimpi hadir, begitu juga kepala dinas dari berbagai daerah. Kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” terang Syahrul. 

Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) sekaligus Ketua Umum Perhimpi Fadjry Djufry mengungkapkan diselenggarakannya forum diskusi ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi yang strategis dan aplikatif untuk membantu pemerintah dalam merespon dampak El-Nino pada semua komoditas pertanian.

“Diharapkan ada rekomendasi yang implementatif sehingga tanam bisa terus dilakukan meski El Nino sedang melanda,” sebutnya.

Menurut Fadjry, kerjasama antara Kementerian Pertanian dan Perhimpi telah berlangsung sejak Perhimpi berdiri 44 tahun yang lalu, khususnya dalam hal pemanfaatan sumberdaya iklim. 

“Sumber daya iklim seperti cuaca, air, dan lingkungan harus bisa menjadi faktor produksi pertanian yang terstandar dalam setiap prosesnya,” tuturnya. 

Wakil Ketua Dewan Penasehat Perhimpi Yonny Koesmaryono menyebutkan pada masa lalu, Indonesia sudah membuktikan diri bisa beradaptasi dengan El Nino. Untuk menghadapi El Nino kali ini, Yonny mengharapkan pemerintah bisa menjadi fasilitator dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). 

“Perlu ada sinergi antar komponen. Misal penyuluh dalam diseminasi dan pengawalan program, lalu juga dinas terkait dana penyediaan sarana dan prasarana,” ungkapnya. 

Sebagai bagian dari upaya memberdayakan petani, kapasitas sistem informasi digital perlu ditingkatkan. 

“Petani harus diberdayakan dengan telepon genggamnya. IPB sudah memiliki program untuk itu. Begitu juga Kementan. Lewat teleponnya, petani bisa terinformasikan tentang varietas yang tepat untuk kondisi iklim dan lahannya,” jelas Yonny. (Ar)


Share:

Presiden Jokowi Didampingi Mentan SYL Panen Raya Padi di Ngawi


Duta Nusantara Merdeka | Ngawi 
Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen raya padi di Kabupaten Ngawi guna melanjutkan rangkaian Panen Raya Padi Nusantara 1 Juta Hektar (ha) secara serentak. Sebelumnya tanggal 9 Maret panen raya nusantara berlangsung di Kabupaten Kebumen serentak di 30 propinsi dan 113 kabupaten dan panen raya serentak kali ini dilakukan di 18 provinsi dan 91 kabupaten guna mengawal produksi padi melimpah pada puncak panen raya Maret-April 2023. 

"Kemaren di Kebumen dan sekarang panen raya di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Saya melihat memang ada perbedaan terutama di produktivitas per hektar. Disini (Ngawi, red) sudah ada yang mencapai 10 ton per hektare, ada yang 8 ton per hektare dan yang kemaren di sana (Kebumen, red) 5 sampai 6 ton per hektar," demikian dikatakan Presiden Jokowi pada panen raya padi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Sabtu (11/3/2023).

Jokowi menjelaskan perbedaan produktivitas tersebut karena setiap daerah memiliki kesuburan yang berbeda - beda dan memiliki manajemen yang beda - beda mengenai pengairan dan lain - lain sehingga ini baik untuk petani. Tetapi yang paling penting memang harga gabah harus segera ditentukan jangan sampai harganya jatuh karna ini panen raya berlangsung dimana - mana seluruh wilayah Indonesia. 

"Pembelian gabah nantinya oleh Bulog dan nanti jelas harga GKP (gabah kering panen,- red) nya berapa," terangnya.

"Dan harapkan kepada petani agar melakukan percepatan tanam. Usai panen harus segera olah lahan untuk tanam lagi. Jangan biarkan jeda terlalu lama karena ini hujanya masih ada, airnya masih ada agar kersediaan beras kita semakin aman," pinta Jokowi.

Sementara itu, Mentan SYL mengatakan panen raya padi nusantara yang kedua oleh Presiden Jokowi ini mensimbolkan panen bersama 1 juta hektar, walaupun data secara keseluruhan menunjukan pada bulan Februari ini seluas 1,20 juta ha dengan perkiraan produksi 6,39 juta ton GKG, setara beras 3,68 juta ton. Selanjutnya Maret seluas 1,70 juta ha dengan produksi 9,14 jt ton GKG setara beras 5,26 juta ton dan April 1,15 juta ha dengan produksi 6,09 juta ton GKG setara beras 3,51 juta ton.

"Sehingga, kita berharap panen yang lebih cepat ini kita maksimalkan serentak dilakukan karena kita menghadapi cuaca kemarau panjang. Walaupun ternyata saat panen ini, hujan masih ada sehingga anomali cuaca ini harus kita perhitungkan," ujarnya.

SYL pun menegaskan pihaknya siap merealisasiakan dengan cepat perintah Presiden Jokowi untuk dilakukan percepatan tanam padi setelah panen raya bersinergi dengan para kepala daerah. Dari total lahan sawah 7,4 juta hektar, ditargetkan dilakukan percepatan tanam seluas 1 sampai 10 juta hektar.

"Lahan sawah kita sebenarnya 7,4 juta hektar tapi luas tanam lebih dari itu, agar dikakukan percepatan tanam, jangan dikasih jeda terlalu lama karena air masih ada. Kami bersama Gubernur dan Bupati akan serempak melakukan langkah itu," tuturnya.

Lebih lanjut SYL menyebutkan produksi padi di Kabupaten Ngawi jauh lebih tinggi yakni mencapai 8 ton perhektar dibanding daerah lainnya hanya 6 ton per hektar. Padahal lahan di Kabupaten Ngawi bukan sawah irigasi tapi menggunakan pompa air namun perlakuanya oleh petani cukup baik. 

"Oleh karena itu, perintah Bapak Presiden untuk perbanyak dryer, power thresher, bahkan karena harga gabah lebih tinggi menggunakan combine dibanding sabit, maka perbanyak combie dan kami siap sampai 1.000 unit menggunakan dana KUR. Bahkan penggilingan padi harus dibina dengan baik dan menggunakan KUR untuk meningkatkan kelasnya agar kualitas beras yang dihasilkan juga bagus," ucapnya.

Untuk diketahui, luas panen pada Maret 2023 di Kabupaten Ngawi sendiri 32.676 ha dari luas panen Provinsi Jawa Timur 375.403 ha. Harga gabah saat ini di Kabupaten Ngawi untuk panen secara manual Rp4.700 sampai 4.900 /Kg sementara yang menggunakan combine harvester Rp 5.000 sampai Rp 5.500 /Kg. (Arianto)

Share:

Ketum APKASINDO Apresiasi Gebrakan Kementan Percepat PSR


Duta Nusantara Merdeka | Bali
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat ME Manurung mengapresiasi gebrakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengakselerasi realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Melalui kerja keras Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan bergerak cepat mengurai dan mengkoordinasikan seluruh institusi yang berwenang dalam percepatan program PSR. Salah satu buktinya adalah proses Revisi Permentan nomor 03 Tahun 2022 tentang PSR menjadi Pernentan nomor 19 Tahun 2023 dilakukan sangat cepat dan terukur, sehingga terjadi simplikasi persyaratan PSR.

Tindak lanjut dari revisi Permentan diatas Koordinasi antar lembaga yang dimotori oleh Dirjen Perkebunan membuahkan hasil "Tertanggal 9 Maret 2023, Kementerian ATR/BPN melakukan penyederhanaan dengan merevisi Surat Edaran (SE) Nomor 396 dengan menerbitkan SE Nomor 2/SE-300.UK.05/III/2023 Tentang Pemberian Keterangan Tidak Berada Di Lahan Hak Guna Usaha (HGU) Dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dengan surat ini, telah memangkas persyaratan atau menyederhanakan aturan untuk percepatan PSR," kata Gulat yang hadir pada Munas GAPKI di Bali, Kamis (9/3/2023).

Gulat mengungkapkan isi SE Nomor 2/SE-300.UK.05/III/2023 tersebut yakni menetapkan persyaratan calon lahan perkebunan PSR. Pertama, cukup menunjukan surat keterangan tidak berada dalam kawasan HGU yang dikeluarkan Kantor Pertanahan; Kedua, memiliki peta cetak atau digital yang menunjukan koordinat polygon lahan; dan Ketiga, kelembagaan pekebun wajib melakukan pengecekan status letak posisi lahan perkebunan pada website http://bhumi/atrbpn.go.id.

Lebih rinci, Gulat menambahkan, bilamana hasil pengecekan status melalui website yang ditunjuk menunjukan indikasi tumpang tindih dengan HGU, maka kelembagaan pekebun pengusul PSR dapat meminta Surat Keterangan ke kantor pertanahan terdekat. Dengan terbitnya SE nomor 2 ini, maka pengusul PSR tidak perlu lagi melakukan pengecekan atau survey lapangan selama dapat memastikan kelengkapan dokumen lahan.

"Janji Pak Dirjend SPPR saat FGD Percepatan PSR APKASINDO di Riau dibayar tunai. SE Ini hasil koordinasi yang tidak biasa dari seorang Dirjen Perkebunan, Pak Andi Nur Alam Syah dan Pak Direktur Tanaman Tahunan, Pak Rizal," ucapnya. 

"Biasanya koordinasi lintas Kementerian/Lembaga sangat ribet dan ego sectoral, tapi mitos tersebut berhasil dipatahkan oleh Pak Dirjen Perkebunan dan Pak Direktur dan tentu petani sawit dari Aceh sampai Papua menaruh rasa hormat atas kerja keras trio dirigen PSR Indonesia yaitu Pak Andi, Pak Rizal dan Pak Mula,"pungkasnya. (Arianto)


Share:

Kementan Gandeng Ombudsman Optimalisasi Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi


Duta Nusantara Merdeka | Bogor 
Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Ombudsman guna mengoptimalisasi pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Selain itu, sinergi ini juga merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk terutama untuk petani. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyebutkan salah satu langkah yang disepakati dengan Komisi IV DPR RI adalah melakukan perubahan kebijakan Pupuk Bersubsidi sebagai hasil pembahasan dengan seluruh pihak terkait termasuk Ombudsman RI melalui Permentan No.10/2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Langkah ini untuk menjawab isu krisis pangan global sebagai dampak Pandemi Covid-19, geopolitik, dan adanya disrupsi rantai pasok global yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.

"Sinergi pengawalan pupuk bersubsidi bersama Ombudsman adalah sesuatu yang penting. Mengapa? karena negara dan rakyat bergantung pada pangan dan pertanian adalah sektor yang banyak menyerap lapangan kerja. Oleh karena itu, distribusi pupuk harus benar-benar dikawal," ujar Mentan SYL dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pengelolaan dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi Tahun 2023 di Bogor, Rabu (1/3/2023).

Ia menjelaskan perubahan kebijakan pemerintah dalam Permentan No.10/2022. Pertama, perubahan jenis pupuk semula Urea, SP36, ZA, NPK, Orgaik menjadi Urea dan NPK. Kedua, perubahan peruntukan menjadi melakukan usaha tani dengan lahan paling luas 2 hektar untuk 9 komoditas pangan pokok dan strategis, seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao.

"Langkah dan kebijakan ini ditetapkan agar produk hasil pertanian kita terutama yang memiliki kontribusi sebagai bahan pangan pokok dan berdampak terhadap inflasi bisa terus terjaga. Dengan demikian diharapkan ketahanan pangan nasional Indonesia dapat terwujud," terangnya.

Ketiga, lanjut Mentan SYL, mekanisme pengusulan alokasi pupuk bersubsidi dilakukan dengan menggunakan data spasial atau data luas lahan dalam sistem informasi manajemen penyuluh pertanian (SIMLUHTAN). Tentunya dengan tetap mempertimbangkan luas baku lahan sawah yang dilindungi (LP2B). 

"Dengan demikian penyaluran pupuk bersubsidi akan lebih tepat sasaran dan lebih akurat sesuai rekomendasi BPK RI. Petani tetap berhak mendapatkan pupuk bersubsidi selama melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan, hortikultura, dan atau perkebunan dengan luas lahan 2 hektar, yang setiap musim tanam tergabung dalam kelompok tani yang terdaftar," tegasnya.

Ketua Ombudsman RI, Mokhamad Najih mengatakan program pupuk bersubsidi memiliki fungsi yang sangat strategis dan penting dalam perlindungan/pemberdayaan petani hingga meningkatkan produktifitas pertanian guna ketahanan pangan. Menurutnya, keberhasilan program pupuk bersubsidi sangat bergantung pada kinerja Kementerian Pertanian.

"Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian. Program ini menekan pengeluaran petani dan meningkatkan produksi pangan. Kehadiran Ombudsman sebagai lembaga eksternal sangat diperlukan untuk mengawal output penggunaan anggaran, mengawasi pelayanan dan mencegah maladministrasi," ucapnya.

Pimpinan/Anggota Ombudsman RI Bidang Pengawasan Pelayanan Publik di Sektor Pertanian, Yeka Hendra Fatika menegaskan Ombudsman RI dari Level Pusat hingga Kantor Perwakilan di seluruh Indonesia memiliki komitmen untuk mengawal program pupuk bersubsidi. Ini agar pemenuhan pelayanan pupuk bersubsidi terhadap petani kecil dapat dipenuhi.

“Kami berharap, Rapat Koordinasi ini dapat menguatkan koordinasi dan membangun sinergi serta kerja sama yang lebih baik antara Ombudsman dengan jajaran Kementerian Pertanian maupun dengan Dinas Pertanian di setiap daerah. Dan tata kelola pupuk bersubsidi semakin lebih baik kedepannya dan petani kecil di Indonesia mendapat perlindungan atas hak-haknya dalam memperoleh pupuk subsidi,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil mengatakan pihaknya siap berkoordinasi intensif dengan seluruh stakeholder terkait. Khususnya pengawasan dari Ombudsman RI dan Tim Satgassus Pencegahan Korupsi Polri disamping pengawasan internal dan Tim KP3 yang sudah berjalan saat ini. 

"Hal ini dilakukan untuk memastikan perubahan kebijakan ini dapat diimplementasikan di tingkat lapangan, berdampak pada capaian produksi pertanian khususnya 9 komoditas, serta gejolak di tingkat petani dapat teratasi," ujarnya.

Ali Jamil berharap Ombudsman dapat memahami perubahan kebijakan pupuk bersubsidi serta dampaknya bagi masyarakat petani. Sehingga mendorong seluruh stakeholder terkait penyaluran pupuk bersubsidi dapat berkontribusi mengatasi keterbatasan penyediaan, mengawal pengelolaan dan mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi.

"Dengan begitu, pemenuhan kebutuhan pupuk masyarakat petani di wilayahnya dapat teratasi, dan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran. Sehingga penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi berkurang dan terjadi peningkatan produksi pangan," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Produktivitas 7 Ton Per Hektar, Mentan SYL Kawal Panen Raya Padi di Jateng


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen di Kabupaten Semarang guna mengawal langsung produksi padi Jawa Tengah sebagai salah satu penyumbang terbesar beras nasional pada masa panen raya 2023 ini melimpah. Luas panen di Kabupaten Semarang sendiri pada Februari ini 3.198 ha dan Maret 3.689 ha dengan produktivitas 6 sampai 7 ton per hektar.

"Hari ini dengan Bupati Semarang memastikan produksi padi di Jawa Tengah khususnya di Semarang memasuki masa panen raya. Ini juga mensimbolkan bahwa seluruh Indonesia sekarang lagi panen raya. Saya menyampaikan terima kasih, produksi padi di sini cukup tinggi. Kalau dilihat dari jumlah malainya di atas 7 ton per hektar," kata Mentan SYL pada panen padi yang berlangsung di Kelompok Tani Pangudi Tani Desa Boto Kecamatan Bancak seluas 250 ha, Senin (27/2/2023).

Ia mengungkapkan berdasarkan data Kerangka Sampling Area (KSA) BPS, diperkirakan luas panen raya di bulan Februari 2023 sebesar 1 juta hektar dan pada puncak panen raya bulan Maret mendatang sebesar 1,9 juta ton. Jika produksi rata-rata 5 ton per hektar dari 1 juta hektar, artinya minimal ada 10 juta ton gabah setara 5 sampai 6 juta ton beras. 

"Oleh karena itu, dari hitungan yang ada, ketersediaan beras kita cukup. Kalau panen pakai mesin combine yang hilang gabahnya hanya 3 sampai 5 persen, tapi kalau panen tradisional hilangnya sampai 11 persen," ungkapnya.

"Kita berharap produksi padi sesuai pantau satelit, perkiraan BPS dan laporan dari daerah berjalan normatif sehingga sesuai arahan Presiden Jokowi, menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri ketersediaan beras tercukupi," pinta SYL.

Di samping memastikan jalanya panen raya, Mentan SYL pun memastikan penanganan pasca panen yakni kesiapan penggilingan, terutama penggunaan penggilingan padi modern. Dengan begitu, produksi beras pada panen raya ini semakin terjamin ketersediaan bahkan dengan kualitas yang bagus.

"Saya berharap khususnya di Kabupaten Semarang ini, hasil panennya menggunakan penggilingan modern. Oleh karena itu, kami pun memastikan agar kesiapan penggilingan harus terjamin karena ini dapat menekan juga kehilangan beras dan menjamin kualitasnya. Kami memiliki program taxi alsintan, ini agar daerah, kelompok tani dan pelaku usaha dapat dengan mudah mengakses KUR untuk pengadaan mesin penggilingan padi modern," tandasnya.

Bersamaan, Bupati Semarang, Ngesri Nugraha menyampaikan apresiasi atas dukungan dan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong peningkatan produksi pangan khususnya padi di Kabupaten Semarang. Luas lahan pertanian di Kabupaten Semarang sebesar 62 ribu hektar, luas lahan sawah 32 ribu hektar dengan produktivitas padi 6,4 ton per hektar.

"Harapan kami produksi padi ke depanya ditingkatkan. Kami memiliki program pemulihan lahan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Kami telah coba mengurangi pupuk kimia dari 200 kilogram menjadi 130 kilogram. Hasilnya dari 6 ton per hektar menjadi 8,8 ton per hektar. Kami sangat bersyukur adanya program Bapak Menteri Pertanian mengurangi penggunaan pupuk kimia, salah satunya Biosaka," ujarnya. (Arianto)

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ KPU Tetapkan 3 Pasang Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029 ~||~ Kampung Rakyat Indonesia Siap Sukseskan Pemilu 2024 ~||~ #PEMILUDAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini