Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kesejahteraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesejahteraan. Tampilkan semua postingan

Moeldoko Dianugerahi Gelar Adat Cinau dari Suku Ciacia di Pulau Buton


Duta Nusantara Merdeka | Buton
Kesejahteraan nelayan menjadi tanggungjawab pemerintah demi terwujudnya ketahanan pangan, pengembangan ekonomi kerakyatan, konservasi lingkungan, dan tentunya melestarikan dan menjaga laut dari ancaman nelayan asing.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko saat menyampaikan sambutan dalam Festival 20.000 nelayan dan 30.000 masyarakat pesisir pantai di Buton, Sulawesi Tenggara, hari senin, 4 Maret 2019.

Festival 20.000 nelayan dan 30.000 masyarakat pesisir pantai adalah festival pertama yang dilaksanakan oleh Persatuan Nelayan Tradisional (PANETRA) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Dalam festival ini, Moeldoko beserta rombongan ikut dalam pawai perahu rakit yang dimulai dari Pelabuhan Banabungi ke Lapangan Kondowa pada pukul 15:30 WITA. Seratusan perahu meyambut mantan Panglima TNI ini sebagai tanda dimulainya festival. Meski, sempat diguyur hujan, festival tetap berjalan dan tidak menyurutkan semangat masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Moeldoko menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah terus menjangkau seluruh kebutuhan nelayan tradisional. Pemerintah mendukung kelanjutan perikanan, seperti memberantas kapal asing ilegal, melakukan reformasi terhadap berbagai pelayanan perijinan di bidang usaha budidaya, salah satunya dengan mulai menerapkan sistem perijinan berbasis online yaitu Aplikasi Usaha dan Bisnis Akuakultur Indonesia (AKUBISA), dan beragam upaya lain yang terus digalakkan.

Di era pemerintahan Joko Widodo, beberapa pencapaian dalam upaya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin terus diperjuangkan. Beberapa hal yang telah dicapai seperti turunnya kemiskinan dari 10 persen menjadi 9,8 persen. Moeldoko juga menjelaskan jika stabilitas ekonomi dan politik Indonesia juga terjaga dibanding negara global lain.

Di hadapan Moeldoko, para nelayan menyampaikan aspirasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Ketua nelayan tradisonal Kabupaten Buton, La Jannah Ali mengungkapkan masalah yang dihadapai nelayan di Buton seperti keberadaan kapal-kapal besar yang memasuki wilayah tangkap mereka. Mereka sudah bersurat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar menindak kapal besar yang memasuki wilayah tangkapan nelayan tradisonal. Kemudian penempatan rumpon (alat bantu pengumpul ikan yang menggunakan berbagai bentuk dan jenis pengikat/atraktor dari benda padat) yang tidak sesuai dengan jarak seharusnya.

“Misalnya penempatan rumpon, yang seharusnya jarak satu rumpon dengan rumpon lain harus 10 mil, ini hanya 1 mil laut, kalau paling jauh itu kira-kira 4 mil. Rata-rata di wilayah Sulawesi Tenggara itu khususnya di Kepulauan Buton, tidak ada yang sama sekali memiliki Surat Izin Pemasangan Rumpon (SIPR)” ucap pria yang kerap disapa Ali ini.


Jannah Ali berharap aspirasi 50.000 masyarakat nelayan yang terdiri dari 5 kabupaten di Buton dapat segera terjawab, PANETRA juga menyampaikan secara langsung surat kepada Kastaf Kepresidenanan untuk diteruskan kepada Presiden Jokowi terkait aspirasi nelayan tradisional pesisir Kabupaten Buton.

“Ini adalah harapan besar dari 50.000 nelayan yang menantikan kedatangan pak Moeldoko di Buton," ujarnya.

*Langkah Serius Pemerintah*

Dalam kesempatan ini, Moeldoko mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dan aspirasi yang telah diberikan. "Terima kasih, aspirasi ini akan saya sampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mengetahui lebih jauh mengapa bisa terjadi seperti ini," ujar Moeldoko.

Kastaf menekankan perlunya konsolidasi dengan pemerintah pusat untuk dapat menjawab aspirasi tersebut. "Perlu informasi kepada menteri Kelautan dan Perikanan untuk segera mengkonsolidasikan antara peraturan yang sudah ditetapkan dan yang dijalankan selama ini," tambah Moeldoko.

Dijelaskan, Presiden Jokowi telah melakukan berbagai program dan kebijakan sebagai bentuk perhatian nelayan sesuai amanat UU No. 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Misalnya, program Bank Mikro Nelayan, perjanjian bagi kapal-kapal ikan nelayan skala kecil, asuransi nelayan, memberantas kapal asing yang ilegal, penyempurnaan perhitungan stok ikan laut, dan Kawasan konservasi perairan.

Selain itu, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus dilakukan perubahan yang baik dengan membuat program prioritas di tahun 2019, antara lain seperti sektor perikanan tangkap di antaranya adalah pengadaan kapal perikanan sebanyak 300 unit ukuran 5 GT ke bawah, 1 unit untuk ukuran 60 GT, 2.000 unit alat penangkap ikan, 170.000 premi asuransi nelayan, 15.000 bidang sertifikat hak atas tanah nelayan.


Di sektor pengelolaan ruang laut yakni 5 lokasi dermaga apung, 1.000 hektar/lokasi PUGAR di 23 kab/lokasi dan 700.000 hektar pencadangan kawasan konservasi dan konservasi kawasan perairan. Sektor perikanan budidaya yaitu 215 benih dan calon induk ekor, 80 paket kebun bibit rumput laut kultur jaringan, 20 paket excavator dan 250 bioflok. Selain itu ada pula program prioritas KKP lain seperti untuk memperkuat daya saing, pengawasan SDKP.

Dalam kesempatan ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dianugerahi gelar adat cinau dari Suku Ciacia di pulau Buton. Yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan tarian tradisi Nulo-nulo sambil berpegangan tangan dengan masyarakat sekitar diiringi lagu dangdut. Turut hadir Sekretaris Daerah Buton, Roni Muhtar, Sekretaris Daerah provinsi Sulawesi Tenggara, dan beberapa jajaran pemerintah terkait.(Arianto).
Share:

Kementan Fokus Meningkatkan Produksi dan Mutu Jagung Serta Kesejahteraan Petani


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, pada tanggal 2 November 2018 menyampaikan kepada media, telah memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk mengeluarkan rekomendasi impor jagung pakan ternak sebanyak 100.000 ton dan menugaskan kepada Perum Bulog untuk melakukan impor.

Menurut Menko, impor jagung ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri. Hal tersebut diputuskan usai pemerintah melangsungkan rapat koordinasi (rakor) terbatas yang dilakukan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta. 

Kementan Pastikan Produksi Jagung Nasional Surplus 

Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa produksi jagung nasional 2018 surplus, dan bahkan telah melakukan ekspor ke Filipina dan Malaysia. Kelebihan produksi tersebut diperoleh setelah menghitung perkiraan produksi 2018 dikurangi dengan proyeksi kebutuhan jagung nasional. Hal tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa pakan ternak yang naik belakangan ini diakibatkan oleh melesetnya data produksi. 

Berdasarkan data Direktoral Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP) Kementan. produksi jagung dalam 5 tahun terakhir meningkat rata rata 12,49 persen per tahun. Itu artinya, tahun 2018 produksi jagung diperkirakan mencapai 30 juta ton pipilan kering (PK). Hal ini juga didukung oleh data luas panen per tahun yang rata-rata meningkat 11,06 persen. dan produktivitas rata rata meningkat 1,42 persen (BPS.2018). 

Prakiraan ketersediaan produksi jagung bulan november sebesar 1,51 juta ton. dengan luas panen 282.381 hektare, bulan desember 1.53 juta ton. dengan luas panen 285.993 hektar tersebar di sentra produksi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara. Sulawesi Utara. Sulawesi Barat, Gorontalo, Lampung. dan provinsi lainnya. 


Sementara dari sisi kebutuhan. berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan. kebutuhan jagung tahun ini diperkirakan sebesar 15. 5 juta ton PK. terdiri dari: pakan ternak sebesar 7,76 juta ton PK, peternak mandiri 2,52 juta ton PK. untuk benih 120 ribu ton PK, dan industri pangan 4,76 juta ton PK. 

Artinya Indonesia masih surplus sebesar 12.98 juta ton PK. dan bahkan Indonesia telah ekspor jagung ke Philipina dan Malaysia sebanyak 372.990 ton. 

Secara umum produksi jagung nasional saat ini sangat baik. Di wilayah Indonesia Barat panen terjadi pada Januari Maret, mencakup 37 persen dari produksi nasional… Sedang ke wilayah Indonesia Timur. panen cenderung mulai bulan April-Mei. Sentra produksi jagung tersebar yang di 10 Provinsi yakni. Jatim. Jateng. Sulsel, Lampung. Sumut… NTB Jabar. Gorontalo. Sulut. Sumbar total produksinya sudah mencapai 24,24 juta Ton PK. Artinya 83,8 persen produksi jagung berada di provinsi sentra industri berjalan dengan baik. 

Permasalahan Distribusi Jagung dan Pasca Panen 

Kondisi yang terjadi seperti saat ini. di mana harga jagung di beberapa lokasi sentra industri pakan meningkat, bukan berani produksi dan pasokan jagung dari petani dalam negeri bermasalah. Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi meningkatnya harga jagung di suatu lokasi, terutama karena sebaran waktu dan lokasi produksi yang bervariasi. Di samping itu. pabrikan pakan ternak/ konsumen yang terfokus pada lokasi tertentu saja seperti Medan, Banten, Jabar. Jateng, Surabaya, Sulsel. 


Terkait harga jagung untuk pakan ternak, bahwa kebutuhan jagung untuk pabrik pakan saat ini sebesar 30 persen dari total kebutuhan nasional sehingga sensitif terhadap gejolak. Kendalanya yang terjadi adalah karena beberapa pabrik pakan tidak berada di sentra produksi jagung. sehingga perlu dijembatani antara sentra produksi dengan pengguna agar logistiknya murah. 

Saat ini tercatat ada 93 pabrik pakan di Indonesia yang tersebar di Sumut 11 unit, Sumbar 1 unit, Lampung 5 unit, Banten 16, unit Jabar 11 unit, DKI Jakarta 6 unit, Jateng 12 unit, Jatim 21 unit, Kalbar 1 unit, Kalsel 2 unit, dan Sulsel 7 unit. Beberapa pabrik pakan di daerah seperti, Banten, DKI Jakarta, Kalbar dan Kalsel. tidak berada di sentra produksi jagung. 

Tahun 2018, Pemerintah bertekad memenuhi kebutuhan jagung sepenuhnya dari produksi dalam negeri tanpa impor jagung sama sekali. Untuk mencapai target tersebut, Kementan mengalokasikan bantuan benih jagung seluas 2,8 juta hektare yang tersebar di 33 Provinsi sesuai dengan potensi lahan, lokasi pabrik pakan. dan ekspor. Dampak dari kebijakan ini sudah dirasakan dengan adanya peningkatan produksi. 

Selain bantuan benih, tahun 2018 ini Kementan juga telah menganggarkan pembangunan pengering jagung (dryer) sebanyak 1.000 unit untuk petani. Hal ini disebabkan karena sebagian besar petani jagung tidak memiliki alat pengering. sehingga menyebabkan timbulnya persoalan kualitas jagung yang dipanen pada musim hujan kurang baik dan cenderung basah. 

Pemerintah Propinsi juga didorong untuk berperan dengan membangun buffer storage, yaitu menyerap surplus produksi pada waktu puncak panen. dan menyimpannya untuk dilepas kembali pada waktu produksi menurun. 

Persoalan lain yang juga perlu diselesaikan adalah menyederhanakan rantai pasok. Alur perdagangan jagung saat ini umumnya masih panjang dan menyebabkan harga cenderung tinggi. Jagung dari petani biasanya dijual ke pedagang pengumpul. dan selanjutnya dijual lagi ke pedagang besar. Dari pedagang besar ini. barulah dipasarkan ke industri. 


Terkait distribusi, terdapat perbedaan biaya transportasi tujuan penjualan pasar domestik dan tujuan ekspor. Sebagai contoh. biaya tranportasi Tanjung Priok, Jakarta ke Tanjung Pandan. Belitung lebih mahal dibandingkan biaya transportasi Tanjung Priok ke Pelabuhan Port Klang Malaysia. Untuk transportasi dari Tanjung Priok ke Pelabuhan Tanjung Pandan. tiket untuk mobil angkut dengan kapasitas 14 ton sebesar Rp 33 juta. Biaya ini belum termasuk biaya solar mobil dan biaya lainnya. Sementara Tanjung Priok ke Pelabuhan Port Klang Malaysia dengan kapasitas 24-27 ton hanya membutuhkan biaya USD 1.750 atau sekitar RP 2.6 juta. Biaya tersebut tersebut sudah termasuk dengan pengurusan semua documen. 

Upaya Kementerian Perdagangan membangun sistem resi gudang di berbagai daerah belumlah berfungsi optimal. sehingga petani tetap terpaku pada sistem konvensional. Berdasarkan laporan lapangan misalnya, gudang dan pengering untuk resi gudang yang tidak berfungsi optimal tersebut ada di Luwu Raya, Minahasa Selatan, Garut, dan Lampung. Seharusnya, ketika terjadi akumulasi panen pada suatu periode, program resi gudang dimaksimalkan agar nilai tambah dan risiko produsen serta konsumen dapat dimitigasi. 

Menjembatani Disparitas Harga 

Harga jagung di lapangan juga tidak sebesar yang banyak diberitakan. Berdasarkan infomasi dari Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) Gatut Sumbogodjati, pada Bulan Oktober 20l8 ini harga jagung hanya sekitar Rp3.691 bahkan 3 bulan yang lalu harga jagung sempat turun di Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara hingga Rp2.887. 

Harga jagung yang dinilai meningkat di akhir-akhir ini dinilai bukan karena kekurangan stok Karena dari harga di tingkat petani tersebut, ditambahkan dengan biaya processing dan penyusutan bobot akibat pengeringan sebesar 15 persen maka harga jagung di pengguna akhir tidak lebih dari Rp 4.250 per kg. Hal ini menunjukkan disparitas harga di petani dan di industri yang menjadi indikasi diperlukannya pembenahan rantai pasok jagung. 

Persoalan jagung bukan hanya masalah produksi. Kenapa pada saat harga tinggi banyak yang komplain masalah produksi. Padahal jelas-jelas data menunjukkan produksi kita surplus. Harus digarisbawahi persoalan konektivitas semua produksi ke pengguna Jagung yang memusat di beberapa provinsi saja. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan berinisiatif menyediakan l.000 alat pengering (dow) untuk pengolahan pascapanen. agar jagung bisa disimpan dan ditransporasikan dengan baik sehingga bisa meminimalisir terjadinya disparitas harga. Di Indonesia kapasitas pengeringan industri pakan masih rendah karena sebagian masih belum memiliki dow atau ruang penyimpanan yang cukup besar. 

Kementerian Pertanian akan senantiasa membantu industri pakan atau pengguna lainnya yang kesulitan mencari jagung. Pengguna yang kesulitan mendapatkan jagung dapat langsung berkomunikasi dengan Direktorat Serealia Kementan. Dalam jangka panjang. Kementan menyatakan siap mendampingi terbentuknya kemitraan Business to Business (B to B) antara industri pakan dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sehingga industri mendapat jagung sesuai spesifikasi yang diinginkan dan pasokan jagungnya terjamin. **(Red-22)

Kontributor DNM : Arianto
Share:

Go-Jek Swadaya Galakan Program #HidupLebihRingan


DNM.com (Jakarta)
Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan serta merespon aspirasi mitra driver, GO-JEK, platform on-demand terdepan di Indonesia, meluncurkan Program GO-JEK SWADAYA. 

GO-JEK SWADAYA merupakan program pemberian akses manfaat tambahan khusus untuk mitra driver diantaranya pengelolaan keuangan, yang meliputi diskon untuk kebutuhan sehari-hari, cicilan ringan, pemberian akses layanan jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi, serta akses terhadap penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

Dalam merancang program-program SWADAYA, GO-JEK senantiasa melakukan survei lapangan serta mengadakan diskusi dua arah untuk mengetahui aspirasi dan kebutuhan utama para mitra driver. Dari hasil temuan lapangan, dipahami bahwa mitra driver memiliki tiga fokus kebutuhan utama yang meliputi keringanan dalam biaya pengeluaran operasional, proteksi dan perlindungan finansial, serta perencanaan keuangan jangka panjang bagi mitra dan keluarga.

Sebagai technology enabler, GO-JEK terus berupaya membantu lebih dari satu juta Mitra Driver untuk mendapatkan manfaat yang berkesinambungan demi meningkatkan kesejahteraan melalui ragam inisiatif.

Selain mempermudah Mitra dalam mencari tambahan penghasilan, GO-JEK juga membantu para mitra untuk dapat meringankan pengeluaran, memberikan perlindungan bagi dirinya dan keluarga, serta merencanakan keuangan melalui Program GO-JEK SWADAYA yang dirancang khusus untuk Mitra Driver.

Lewat program ini GO-JEK melakukan ragam inovasi mulai dari kolaborasi dengan pemerintah dan swasta hingga peningkatan teknologi agar para Mitra miliki hidup yang lebih ringan.


Dalam peluncuran Program GO-JEK SWADAYA #HidupLebihRingan dilaksanakan pada Selasa, 31 Juli 2018 pukul 10.30-12.00 wib bertempat  di 100 Eatery & Bar Century Park Hotel, Lantai Dasar Jalan Pintu Satu Senayan, Gelora, Kota Jakarta Pusat dihadiri oleh: Nila Marita selaku Chief of Corporate Affairs GO-JEK dan Jaka Wiradisuria selaku VP Driver Community GO-JEK.

Nila Marita menambahkan “Lebih dari satu juta mitra driver bergabung dan mencari nafkah untuk dirinya dan keluarga melalui platform yang kami sediakan. Namun membantu mencari nafkah hanyalah separuh dari perjuangan GO-JEK.

Sebagai technology enabler, kami terus berupaya mengusahakan para mitra driver untuk dapat meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai cara. Melalui GO-JEK SWADAYA, kami secara proaktif bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk menyediakan berbagai akses yang dibutuhkan mulai dari diskon kebutuhan sehari-hari, layanan jasa keuangan seperti perbankan dan asuransi, hingga cicilan ringan." 

GO-JEK SWADAYA, lanjut Nila, saat ini telah diikuti lebih dari satu juta penerima manfaat, termasuk mitra driver dan keluarganya di seluruh Indonesia. ”GO-JEK SWADAYA memiliki berbagai program tepat sasaran yang dapat menjembatani para mitra driver untuk mengakses ragam layanan yang berdampak positif agar mitra driver bisa semakin meningkatkan taraf hidupnya." 

Tiga pilar utama GO-JEK SWADAYA berfokus pada tiga hal, yaitu program-program yang dapat meringankan pengeluaran dan biaya operasional sehari-hari mitra driver, program yang dapat memberikan proteksi diri dan finansial para mitra, dan program perencanaan keuanganjangka panjang bagi mitra dan keluarga.

Lebih lanjut Jaka Wiradisuria, Vice President Driver Community GO-JEK menjelaskan tiap bulannya mitra driver menghabiskan sekitar Rp 150.000 untuk biaya pulsa dan Rp 400.000 untuk biaya perawatan kendaraan. “Di pilar Ringankan, GO-JEK memiliki fokus untuk membantu menekan pengeluaran operasional sehari-hari mitra driver seperti pulsa, perawatan kendaraan hingga biaya makan.

Hal ini dilakukan antara lain melalui kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel dan indosat untuk menghemat biaya pulsa, serta kerja sama dengan bengkel seperti Shop and Drive untuk memberikan potongan khusus hingga separuh harga bagi para mitra driver." 

Mengupayakan #HidupLebihRingan melalui pilar Lindungi, GO-JEK SWADAYA juga memberikan akses kepada proteksi finansial, mulai dari asuransi kesehatan on-trip dan off-trip bagi mitra dan keluarga melalui kerja sama dengan Allianz, jaminan barang pribadi dan perlindungan kecelakaan melalui kerja sama dengan Pasar Polis, serta jaminan hari tua melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. 

Selain itu, pilar Rencanakan hadir untuk memberikan rasa aman bagi mitra driver dan keluarga melalui akses perencanaan keuangan jangka panjang. GO-JEK bekerja sama dengan industri perbankan seperti BTN untuk cicilan KPR, BNI dan BNI Syariah untuk tabungan pendidikan dan tabungan umroh, serta Bank Permata Syariah untuk tabungan haji.

Selain itu kami juga memberikan akses cicilan motor bagi mitra driver. Sekarang sudah lebih dari 400 mitra driver telah melakukan serah terima kunci lewat cicilan KPR BTN dan lebih dari 1.000 mitra driver telah menggunakan motor hasil cicilan bersama GO-JEK SWADAYA.” 

Di kesempatan yang sama Jaka turut menyampaikan, “Melalui pilar Rencanakan, kami juga berupaya untuk membantu kebutuhan keluarga mitra driver, khususnya anak yang akan kembali masuk sekolah. Salah satu pilot program yang akan kami laksanakan di Jakarta adalah memberikan angsuran laptop dengan harga terjangkau kepada mitra driver terpilih. Di sini kami didukung dan bekerja sama dengan Lenovo dan JD.ID." 

Jaka mengatakan kedepannya GO-JEK akan terus melakukan kerja sama yang berkelanjutan dengan pemerintah maupun swasta, demi mengusahakan pendapatan yang berkesinambungan bagi mitra driver. 

Untuk mempermudah para mitra driver menjangkau program ini, GO-JEK mengeluarkan inovasi lewat aplikasi mitra driver dengan menambahkan fitur SWADAYA. “Di fitur ini, mitra GO-JEK dapat mengetahui program-program yang disediakan berikut dengan penjelasan, bahka mitra dapat langsung mendaftar untuk menikmati program yang ada. Semuanya dalam genggaman, dapat diakses kapan saja, dimana saja mitra berada, dan diciptakan khusus bagi mitra GO-JEK,” tutup Jaka. **(Arianto/Red-99)
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini