Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan

Semester I-2020, Penjualan Nusantara Almazia Rp24 Miliar

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Nusantara Almazia Tbk ("NZIA" atau "Perseroan") berfokus dalam pengembangan perumahan dan apartemen di Kota Tangerang dengan Konsep TOD dan
Kabupaten Karawang untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (FLPP & Non FLPP). 

Novrizal Setiawan, Direktur  Utama PT Nusantara Almazia Tbk memaparkan, Perseroan memiliki 1 Entitas Anak dengan kepemilikan saham 68% yaitu PT Serena Inti Sejati yang telah mulai mengembangkan kawasan perumahan FLPP di Karawang Timur pada akhir tahun 2019.

"Pada semester I 2020, penjualan neto sebesar Rp24,03 miliar hingga periode 30 Juni 2020 naik dari penjualan neto Rp12,17 miliar di periode sama tahun sebelumnya," kata Novrizal saat public expose di Jakarta. Jum'at (23/10)


Lebih lanjut, tutur Novrizal, laba usaha turun menjadi Rp2,59 miliar dari laba usaha Rp4,29 miliar tahun sebelumnya terutama karena kenaikan tajam beban administrasi menjadi Rp3,57 miliar dari Rp 575,33 juta tahun sebelumnya.

Namun, tambahnya, Total aset perseroan mencapai Rp678,88 miliar hingga periode 30 Juni 2020 naik dari total aset Rp659,07 miliar hingga periode 31 Desember 2019. 

Menurutnya, Perseroan akan mengunakan sarana marketing digital dan sosial media seperti
facebook dan instagram untuk memberikan informasi kepada
konsumen.

"Selebihnya merencanakan kawasan dengan mengedepankan kenyamanan penghuni dan fasilitas yang baik, sehingga penghuni dapat memberi rekomendasi hunian kepada kerabat dan rekan kerja," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Semester I-2020, Pendapatan Ristia Bintang Mahkota Sejati Turun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk ("RBMS" atau " Perseroan"), emiten yang bergerak di bidang properti mengalami lesunya pasar properti, Adanya pandemi Covid-19 mempunyai efek yang sangat besar terhadap industri properti dan pariwisata.

Deddy Indrasetiawan, Direktur Utama PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (RBMS) memaparkan, Pada semester I tahun 2020, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp16,00 miliar atau turun dari penjualan Rp47,64 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

"Sementara itu, rugi usaha meningkat menjadi Rp16,45 miliar dari rugi usaha tahun sebelumnya yang Rp6,91 miliar dan rugi neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp19,61 miliar dari rugi neto Rp9,76 miliar tahun sebelumnya," kata Deddy saat memaparkan Public Expose di Jakarta. Jum'at (23/10)


Selain itu, lanjutnya, Total aset perseroan mencapai Rp779,26 miliar hingga periode 30 Juni 2020 turun dari total aset Rp806,59 miliar yang tercatat hingga periode 31 Desember 2019. 

Menurutnya, Perseroan akan melakukan promosi penjualan melalui social media, platfom digital dan menjual prepaid vouchers.

"Disisi lain, Bekerja sama dengan online travel agent dan online marketplace seperti Tokopedia dan marketing promotion bekerja sama dengan Bank dan kartu kredit," pungkasnya. (Arianto)

 

Share:

Evergreen Invesco Bakal Didepak dari Bursa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Evergreen Invesco Tbk. ("GREN" atau "Perseroan") beroperasi pada industri perdagangan tekstil kapas dan kapas sintetis. GREN tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 di bawah Dewan Utama. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2003 dan berbasis di Jakarta, Indonesia.

Direktur Utama Independen, Franklin William Kayhatu memaparkan, Pendapatan pada tahun 2018 adalah sebesar Rp. 1,064 Triliun meningkat dibandingkan tahun 2017 dan 2016 yang sebesar Rp. 755 Milyar dan 106 Milyar.

"Sejalan dengan peningkatan pendapatan, rugi perusahaan berkurang pada tahun 2018
sebesar Rp. 6,24 Milyar dibandingkan kerugian di tahun 2017 yang sebesar Rp. 66,32 milyar," kata Franklin saat Public Expose di Jakarta. Kamis (22/10)

Menurut Franklin, Jumlah aset Perseroan pada tahun 2018 adalah sebesar Rp. 1,67 Triliun meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2017 dan 2016 yang sebesar Rp. 1,28 Triliun dan Rp. 780 Milyar.

Selain itu, kata Franklin, Anak perusahaan yang beroperasi adalah PT Bhinneka life Indonesia yang bergerak di bidang jasa keuangan.

Lebih lanjut, Franklin menuturkan, Hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagai berikut:

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: M.A Ismail Ning
Komisaris Independen: Sri Paduka Mangkoenagoro IX

Dewan Direksi:
Direktur Utama Independen: Franklin William Kayhatu
Direktur Independen: Marlo Budiman. 

Franklin menegaskan, Bursa  memutuskan untuk melakukan penghapusan pencatatan efek Evergreen Invesco dari BEI efektif sejak tanggal 23 November 2020.

"Selanjutnya, proses penghapusan pencatatan efek perseroan ditetapkan yakni perdagangan di pasar negosiasi selama 20 hari bursa pada 21 Oktober 2020 sampai 20 November 2020. Efektif delisting berlaku pada 23 November 2020," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Laba Bersih Baramulti Suksessarana Meningkat 56,95%


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Baramulti Suksessarana Tbk (“BSSR”/“Perseroan”), Emiten yang bergerak di bidang batubara telah menyiapkan dana sekitar Rp1,27 Miliar untuk Ekplorasi pada bulan Oktober 2020 yang akan dilakukan oleh Anak usahanya yaitu PT. Antang Gunung Meratus.

Ramanathan Vaidyathan, Corporate Secretary PT Baramulti Suksessarana Tbk memaparkan, Pada semester I-2020, Perseroan membukukan penjualan sebesar US$ 177,93 juta atau turun 13,45% (yoy) dibandingkan realisasi penjualan di semester I-2019 sebesar US$ 205,59 juta.

"Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$ 17,61 juta atau meningkat 56,95% (yoy) dibandingkan laba bersih perusahaan di semester I-2019 sebesar US$ 11,22 juta," kata Ramanathan saat public Expose di Jakarta. Rabu (21/10)

Sementara itu, katanya, nilai aset BSSR hingga akhir semester I-2020 sebesar US$ 255,11 juta atau meningkat 1,76% dibandingkan aset perusahaan di akhir tahun 2019 sebesar US$ 250,68 juta.

Lebih lanjut, Ramanathan menuturkan, Hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS:
Komisaris Utama: Tuan Doddy Sumantyawan H.S.; 
Wakil Komisaris Utama: Tuan Ramesh Narayanswamy Subramanyam; 
Komisaris: Tuan Daniel Suharya; 
Komisaris: Nona Shweta Mathur; 
Komisaris: Tuan Tae Hyoung Lee; 
Komisaris Independen: Tuan Kuntoro Mangkusubroto;
Komisaris Independen: Tuan Agus Gurlaya Kartasasmita; dan
Komisaris Independen: Tuan Tengku Alwin Aziz

DIREKSI:
Direktur Utama: Tuan Widada; 
Wakil Direktur Utama: Tuan Anand Agarwal; 
Direktur: Tuan Abhishek Singh Yadav; 
Direktur: Tuan Deden Ramdhan
Direktur: Tuan Dong Ho Kang; 
Direktur: Tuan Dido Anasrul; dan
Direktur Independen: Tuan Adikin Basirun. (Arianto)


Share:

Kinerja INOV Tumbuh Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV") ikut mendukung gerakan Pemerintah Indonesia yang bertekad untuk mengurangi sampah plastik ke laut sebesar 70% pada tahun 2025 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pendekatan circular economy. 

Konsep circular economy yang dimaksud oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), adalah dapat mengolah sampah plastik menjadi plastik kembali atau produk lain yang bermanfaat. 
 
Direktur INOV, Victor Choi memaparkan, INOV sendiri masih memiliki sisa dana hasil IPO tahun lalu sebesar Rp42,6 miliar yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha INOV ke depan.

"Disisi lain, Pendapatan INOV hingga semester I 2020 relatif stabil, yakni sebesar Rp235,2 miliar atau terkoreksi 0,7% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya," kata  Victor dalam keterangan tertulis kepada media. Kamis (08/10)

Produk utama INOV yaitu Re-PSF, imbuhnya, masih menjadi kontributor tertinggi terhadap total pendapatan INOV sebesar 72,3%. 

Menurutnya, Pertumbuhan pesat berhasil dicatatkan penjualan produk turunan homeware yang membukukan 119,1% kenaikan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, dan berkontribusi sebesar 10,2% terhadap total pendapatan INOV. 

"Sementara itu, Penjualan produk non-woven juga mencatat pertumbuhan sebesar 21,5% pada paruh pertama 2020, dan berkontribusi 17,3% terhadap total pendapatan INOV," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Pendapatan Anteraja Tumbuh Pesat di Paruh Pertama 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Anteraja didukung teknologi mutakhir di industri jasa pengiriman dan logistik, keunggulan Anteraja di bidang teknologi ini diyakini dapat mengubah peta industri logistik di Indonesia.

VP Sales and Marketing Anteraja, Andri Hidayat menyampaikan, Anteraja berhasil mencatatkan pertumbuhan yang pesat di semester I 2020, dengan peningkatan pendapatan lebih dari 225% menjadi Rp269,92 miliar dari Rp83,15 miliar pada akhir tahun 2019 lalu.

“Lima tahun terakhir perkembangan industri ecommerce di Indonesia sangat pesat, Anteraja melihat potensi bahwa industri ini memerlukan jasa pengiriman barang yang dapat menyeimbangi pesatnya perkembangan mereka," kata Andri dalam keterangan tertulis kepada media. Senin (06/10)

Menurutnya, Selain menyasar konsumen dari segmen e-commerce, Anteraja juga menargetkan konsumen dari segmen korporasi melalui BisnisAja.

Layanan BisnisAja, kata Andri, membidik segmen B2B dengan tujuan mempermudah mereka melakukan analisa biaya pengiriman paket secara otomatis (cost management), dan pemantauan pengiriman dengan menyediakan laporan pengiriman melalui dashboard (operation management).

Melalui  BisnisAja, lanjutnya, Anteraja menargetkan 1.000 pelanggan dari segmen korporasi hingga akhir tahun 2020.

Hingga saat ini, tuturnya, layanan Anteraja sudah tersebar di 32 provinsi dan lebih dari 260 titik di seluruh Indonesia, serta diperkuat dengan kehadiran 5.000 Satria.

"Dari sisi volume pengiriman, sampai dengan Agustus 2020 rata-rata pengiriman tercatat di angka 200.000 parcel per hari, yang mana sebelum pandemi Covid-19 ratarata pengiriman tercatat 100.000 parcel per hari," pungkasnya. (Arianto)


Share:

SMI Distributor Resmi ASUSTOR di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melalui anak usaha PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) untuk bisnis Distribusi, melakukan kemitraan strategis sebagai distributor resmi untuk memasarkan solusi NAS (Network Attached Storage) ASUSTOR di Indonesia oleh ASUSTOR Inc. (ASUSTOR). 

ASUSTOR sendiri merupakan salah satu anak usaha dari ASUSTek Computer Inc. yang fokus terhadap produk NAS yang menyediakan solusi atas kebutuhan private cloud, backup data, video surveillance serta integrasi berbagai firmware, hardware, dan aplikasi NAS. 
 
Solusi server ASUSTOR sendiri menyasar target pengguna yang bervariasi. Misalnya, Seri Nimbustor memiliki konsep gaming ASUS ROG dan Lockerstor mengacu pada konsep ASUS ProArt dengan target Content Creator seperti designer dan live‐streamer. 

Susanto Djaja, Presiden Direktur MTDL mengatakan, Metrodata terus berupaya memenuhi kebutuhan pasar dan memperkaya portofolio unit bisnis Distribusi kami, salah satunya di bidang server solution. 

"Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, Metrodata akan mampu memberikan pilihan produk dan solusi bagi para mitra bisnisnya melalui SMI yang channel distribusinya sudah tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia," kata Gondo dalam keterangan tertulis. Kamis (01/10)
 
Sementara itu, Ronaldy Suhendra selaku Consumer Business Director SMI menjelaskan, Sebagai Authorized Distributor ASUSTOR, SMI menyediakan solusi server ASUSTOR Nimbustor dan Lockerstor yang cocok digunakan untuk segmen Small Office (SOHO), Small Medium Business (SMB), dan Enterprise. 
 
Selain itu, lanjutnya, NAS  juga memiliki high‐capacity storage yang menghubungkan jaringan sampai ke rumah atau kantor sehingga pengguna dapat mengakses file dari ponsel dan PC tanpa memasang langsung  ke drive. 
 
"Ke depan, MTDL akan terus memberikan solusi dengan menyediakan produk‐produk berkualitas bersama para mitra Perseroan yang telah mempercayakan MTDL sebagai partner resmi untuk produk‐produk mereka," pungkasnya. (Arianto)



Share:

TRIS Siap Perluas Pasar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Trisula International Tbk (TRIS atau Perseroan) telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk produk Alat Pelindung Diri (APD) yang meliputi baju hazmat dan pelindung alas kaki melalui anak usahanya PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).

Santoso Widjojo, Direktur Utama TRIS mengatakan, Izin dari Kemenkes ini adalah untuk memberikan kepercayaan konsumen terhadap produk APD yang kami buat sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. 
 
"Selain itu, TRIS juga memproduksi masker non medis yang telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Sampai bulan Agustus 2020 produksi untuk masker non medis sebanyak 9,5 juta masker. Saat ini TRIS juga mulai melakukan penjajakan untuk eskpor APD baju hazmat dan masker non TRIS," ujar Santoso dalam keterangan tertulis. Rabu (30/09)
 
Sebagai informasi, lanjutnya, Selain produksi APD baju hazmat dan masker non medis, TRIS juga membuat pakaian formal, blazers, celana casual dan harian, pakaian seragam, pakaian olahraga, dan pakaian customized lainnya. 

Saat ini, katanya, Perseroan bersama BELL juga sedang gencar dalam menjual Jaket Lipat yang merupakan pakaian pelindung tambahan untuk kebutuhan sehari‐hari yang terbuat dari Kain Sehat. 
 
"Harapannya, TRIS dapat terus berkontribusi dalam membuat produk berkualitas untuk memenuhi permintaan pasar," tutup Santoso. 


 
Share:

ASSA Cetak Pendapatan 29,58 persen di Semester I - 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), perusahaan yang bergerak di bisnis mobilitas transportasi logistik dan penunjangnya mulai dari lini usaha penyewaan kendaraan & jasa pengemudi, balai lelang mobil, jasa logistik hingga kurir berbasis teknologi Anteraja mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 29,58% sepanjang semester pertama tahun 2020 menjadi Rp1,4 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,08 triliun. 

Kontribusi terbesar untuk pendapatan berasal dari jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool sebesar Rp642,09 miliar atau sebesar 45,76% dari total pendapatan ASSA di semester I-2020, kemudian diikuti oleh jasa online express logistic (Anteraja) sebesar 19,24%, penjualan kendaraan bekas sebesar 14,21%, sewa juru mudi sebesar 9,56%, jasa lelang otomotif (JBA) sebesar 5,71%, dan jasa logistik sebesar 5,52%. 
 
Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto menyatakan, Pendapatan dari jasa sewa dan autopool masih menjadi kontributor terbesar pendapatan ASSA di semester I-2020, namun kenaikan pendapatan tertinggi di semester I-2020, berasal dari layanan jasa pengiriman Anteraja yang tumbuh menjadi Rp269,92 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,85 miliar. 

"Disisi lain, Bisnis kurir berbasis teknologi Anteraja meningkat pesat di semester I-2020, dengan peningkatan lebih dari 4.500% atau 45 kali lipat di periode yang sama pada tahun lalu, Anteraja melesat menjadi kontributor pendapatan kedua terbesar bagi ASSA," kata Prodjo dalam keterangan tertulis. Senin (28/09)

Dari sisi bisnis mobil bekas ASSA, tutur Prodjo, Bisnis lelang mobil bekas melalui JBA BidWin Auction (JBA) berhasil membukukan kenaikan sebesar 50,15% yoy, sementara bisnis penjualan mobil bekas mencatatkan kenaikan sebesar 3,75% yoy.  
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan ASSA Hindra Tanujaya menambahkan, Peningkatan beban pada semester I-2020 seiring dengan ekspansi bisnis Anteraja dan lelang kendaraan bekas melalui JBA. Beban pokok pendapatan tercatat meningkat di semester I-2020 sebesar 37,53% yoy. 

Meskipun begitu, lanjutnya, Kami meyakini pendapatan ASSA akan tetap tumbuh lebih dari 25% pada akhir 2020. Sementara itu, ASSA akan melakukan efisiensi biaya dan mengoptimalkan operasional Anteraja. 
 
Selain itu, kata Hindra, Salah satu pengembangan bisnis baru dalam rangka mendukung rencana bisnis ASSA menuju end-to-end logistics, inisiatif terbaru adalah Titipaja yang merupakan fasilitas fulfillment center untuk mendukung aktivitas Anteraja. 

"Rencananya Titipaja dan Anteraja akan saling berintegrasi yang mana saat ini Anteraja sedang fokus melakukan pembukaan layanan di kota-kota baru dan penguatan Satria (kurir Anteraja)," pungkasnya. (Arianto)


 
Share:

Kinerja Krida Jaringan Nusantara Semakin Baik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Krida Jaringan Nusantara Tbk ("KJEN" atau "Perseroan") membukukan pendapatan bersih Rp3,86 miliar hingga periode 30 Juni 2020 turun dari pendapatan bersih Rp4,81 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Dewi Prasetyaningsih, Direktur Utama PT Krida Jaringan Nusantara Tbk mengatakan, Kinerja Perseroan yang semakin baik pantas disyukuri dan diapresiasi. 
 
"Sebagai langkah nyata untuk menunjang kinerja operasional, sampai saat ini Perseroan telah menambah cabang sebanyak 22 cabang dan target di akhir tahun 2020 sebanyak 40 cabang di seluruh Indonesia," kata Dewi saat penyampaian public Expose di Jakarta. Kamis (24/09)

Untuk mencapai target 2020, tegasnya, Perseroan akan melakukan Pengembangan jaringan distribusi dan outlet di lokasi strategis; Memperkuat proses bisnis dengan berbasis teknologi informasi dan bekerjasama dengan UMKM untuk mendukung upaya Pemerintah dalam pengembangan UMKM.

Selain itu, tutur Dewi, Penetrasi ke pasar e-commerce; Bekerjasama dengan industrial estate sebagai salah satu pendukung kegiatan logistik dan memperkuat jasa pengiriman instant dan Pengembangan jasa trucking.

"Yang tak kalah penting, Membuka peluang usaha bagi individual ataupun korporasi lain yang ingin membuka kantor pengiriman atas nama Perseroan (Franchise) serta memberlakukan manajemen arus kas dengan cermat dan terukur untuk dapat memperkirakan secara akurat kebutuhan pendanaan Perseroan," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Hexindo Adiperkasa Optimis Pertahankan Kinerja Positif 2020



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Hexindo Adiperkasa Tbk ("HEXA" atau "Perseroan"), Emiten perusahaan distribusi tunggal terpercaya pemegang merek Hitachi Heavy Equipment dan komponennya di Indonesia. Hexindo fokus pada perdagangan alat berat serta memberikan layanan purna jual dari merek-merek terkenal seperti Hitachi dan Bell. Dan sebagai pendekatan layanan terpadu untuk menawarkan berbagai solusi alat berat sesuai dengan spesifikasi pelanggan, Hexindo banyak memiliki fasilitas dengan layanan lengkap seperti: remanufaktur, pusat pengelasan, layanan daring, dan pusat pelatihan.

Djonggi TP. Gultom, Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk memaparkan, Penjualan alat berat Perseroan sampai dengan bulan Juli 20 mencapai 243 unit yang merupakan kontribusi dari sektor Agro 61 unit (32%), Forestry 59 unit (31%), Construction 41 unit (22%), Mining 24 unit (13%), lain2 6 unit (3%), Wheel Loader 3 unit, Mini Excavator 49 unit & ADT Bell (0).

"Selain itu, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai tiga besar pemimpin pangsa pasar dengan 17.1% per Juli 2020," kata Djonggi saat public expose di Jakarta. Jum'at (18/09)

Sampai dengan Bulan Juli 2020, kata Djonggi, Penjualan menurun kurang lebih 64% menjadi USD59,278 ribu dari USD130,055 ribu di tahun periode yang sama sebelumnya, hal ini terutama dipicu oleh penurunan hasil kinerja penjualan yang sangat dipengaruhi oleh pandemic COVID-19 yang sedang terjadi, yang mana juga bersamaan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan dan liburan Hari Raya Idul Fitri.

Dari tahun ke tahun, lanjutnya, Kontribusi penjualan dari penjualan unit mencapai lebih dari 50% dari total penjualan nasional, diikuti oleh penjualan suku cadang lebih dari 20% dan kontribusi penjualan dari service & perbaikan adalah kurang dari 20%. Dalam 4 bulan periode tahun buku 2020 ini, penjualan pada ketiga segmen menunjukkan hasil yang hampir berimbang.

Di tengah badai yang menerjang, tuturnya, Perseroan akan berupaya sekuat tenaga mendukung kinerja bisnis pelanggan melalui berbagai langkah seperti kemudahan skema pembayaran dan beragam penawaran menarik. Tak lupa, Perseroan juga akan terus menjaga layanan purnajual yang diberikan demi kelancaran pemakaian unit dan produktivitas bisnis pelanggan. 

"Berbekal pengalaman jajaran manajemen, dedikasi karyawan, serta hubungan baik dengan para pelanggan, Perseroan optimistis bisa mempertahankan kinerja positif dan layanan primanya di 2020 dan tahun-tahun mendatang," pungkasnya. (Arianto)


Share:

ZINC Siapkan Dana US$ 4 Juta untuk Pengembangan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), Emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (Galena) di Indonesia, menyiapkan dana US$ 3 - 4 juta dolar pertahun untuk pengembangan dan eksplorasi lahan tambang Perusahaan. Luas tambang Perseroan yang memproduksi logam dasar yang terdiri dari konsentrat Timbal (Pb), konsentrat Seng (Zn) dan Perak (Ag) tersebut saat ini sebesar 5,569 Ha, dengan area yang baru di produksi sebesar 390 Ha. Langkah ini diambil karena besarnya pangsa pasar dan menjaga keberlanjutan usaha Perusahaan untuk memastikan adanya cadangan yang cukup untuk jangka panjang. 
 
Sebelumnya, ZINC juga telah mengumumkan kenaikan sumberdaya Galena yang dimiliki perusahaan. Jumlah sumber daya Perusahaan per Agustus 2020 mencapai 23,33 juta ton, meningkat dari data sebelumnya sebesar 14,44 juta ton pada tahun 2018. Potensi sumberdaya dan cadangan ZINC sendiri masih cukup besar karena sampai saat ini Perseroan baru berproduksi dilahan seluas 390 Ha, atau sekitar 7 persen dari total luas IUP yang dimiliki. 
 
Direktur ZINC Hendra William mengatakan, Jumlah sumberdaya dan cadangan Galena yang dimiliki oleh ZINC telah mengacu pada standar JORC (Joint Ore Reserves Committee). Kami merasa bersyukur atas keluarnya hasil terbaru dari penilaian terhadap sumberdaya tersebut, sehingga hasil JORC ini menjadi sentimen positif terhadap keberlanjutan pengembangan perusahaan dan peningkatan nilai pemegang saham. Sementara untuk laporan cadangan mineral masih dalam proses yang dimana kami antisipasi masih memerlukan waktu sekitar 1-2 bulan lagi dari sekarang. 


"Disisi lain, ZINC juga telah melakukan investasi dengan membangun dua pabrik smelter masing-masing  untuk smelter Timbal (Pb) dan smelter Zinc (Zn). Saat ini pembangunan smelter Timbal sudah mencapai 99% dan ditargetkan dapat melakukan produksi pada kuartal pertama tahun depan. Sementara untuk smelter Seng ditargetkan dapat berproduksi pada tahun 2022," kata Hendra dalam keterangan tertulis kepada media. (25/09)
 
Selain itu, tutur Hendra, Melihat pasar komoditas secara umum telah bergerak naik sejak Juli 2020, Perseroan pun membuka kembali wacana untuk melakukan produksi bijih besi dalam negeri. Tentunya hal ini jika dapat terealisasi dapat memberikan nilai tambah yang positif bagi Perseroan ke depannya. Dapat diketahui pada saat ini harga bijih besi 62% berada pada kisaran harga $110,-/ton.  
 
"Meskipun demikian, Kami juga melihat kedua komoditas ini sangat memiliki prospek yang positif, karena kebutuhan pangsa pasar domestik masih sangat besar dan sangat bergantung terhadap impor untuk memenuhi kebutuhan komoditas ini setiap tahunnya, sekaligus proyek smelter ini sudah sejalan dengan program pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan lokal (hilirisasi) dan mengurangi jumlah impor," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Kuartal II 2020, Limas Indonesia Makmur Rugi Rp 920 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Limas Indonesia Makmur Tbk ("LMAS" atau "Perseroan"), Emiten yang bergerak dalam bidang informasi saham, layanan berita dan layanan telepon bernilai tambah. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juni 1999.

Sedangkan anak usaha PT Geotech System Indonesia bergerak dalam bidang Perdagangan perangkat keras dan perangkat lunak serta fasilitas pendukungnya; jasa konsultansi teknologi informasi untuk perusahaan di bidang telekomunikasi, minyak dan gas bumi serta pembangkitan tenaga listrik.

Baso Amir, Corporate Secretary PT Limas Indonesia Makmur Tbk mengatakan, Perseroan membukukan rugi bersih pada kuartal 2 2020 sebesar 0,92 miliar atau mengalami  penurunan 114,8 persen bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yang berhasil mencetak keuntungan sebesar 6,18 miliar.

"Dengan demikian, rugi bersih per saham setara dengan Rp1,00 per lembar turun 112,50 persen bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yang berhasil mencetak laba per saham sebesar Rp8,00 per lembar," kata Baso Amir saat penyampaian public expose  di Fave Hotel Jakarta. Kamis (10/09)

Selain itu, lanjutnya, Total Asset Perseroan tahun 2020 sebesar Rp 371,47 miliar atau turun 2,13 persen bila dibandingkan dengan total asset pada tahun 2019 sebesar Rp379,57 miliar.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, Total Equity sebesar Rp126,81 miliar mengalami penurunan 0,96 persen bila dibandingkan dengan total equity pada tahun 2019 sebesar Rp128,05 miliar.

"Meskipun demikian, Kami optimis kegiatan di pasar saham, pasar utang serta pasar keuangan lainnya akan tetap membutuhkan layanan data dan informasi yang handal dan seketika pada tahun-tahun mendatang. Kebutuhan ini akan berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi dan perdagangan saham dan efek lainnya di pasar saham Indonesia," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Semester I Tahun 2020, Laba Bersih Ramayana Lestari Sentosa Rp5,4 Miliar



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk ("RALS" atau "Perseroan"), Emiten yang bergerak di bidang operator department store terbesar di Indonesia merupakan Market leader dalam segmen pasar menengah ke bawah dan bawah. Sedangkan lini usaha mencakup pakaian, mainan dan peralatan tulis menulis serta rumah tangga, dan supermarket.

Mr Suryanto, Direktur PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk memaparkan, Sepanjang kuartal II tahun 2020, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp2.195,5 miliar anjlok 58,3 persen dibandingkan  penjualan tahun 2019 sebesar Rp5.266,1 miliar.

"Disisi lain, Perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp5,4 miliar anjlok 99.1 persen dibandingkan dengan pendapatan laba bersih tahun 2019 sebesar Rp589,8 miliar," kata Suryanto saat Public Expose di Hotel Mercure Jakarta. Selasa (08/09)

Menurutnya, Perseroan sampai saat ini mengoperasikan 118 toko dengan total luas kotor toko (gross selling space) seluas 993.689 meter2.

Selain itu, kata Suryanto, Penurunan kinerja perseroan disebabkan karena melemahnya ekonomi akibat Pandemi COVID-19 disertai penutupan sementara gerai, pembatasan operasional gerai dan penurunan pendapatan sewa. 

Lebih lanjut, Suryanto menambahkan, Gerai yang baru diresmikan bulan Mei tahun 2020 di Cikupa II, sedangkan Gerai yang tutup bulan Februari tahun 2020 yaitu Kusuma Bangsa di Surabaya dan Gerai yang masih tutup antara lain di Pasar Baru, Payakumbuh, Cirebon, Bogor, Kotabumi, Yogyakarta, Banjarmasin, Solo, Bali, Baturaja, Bekasi, Duri dan Cakung.

"Adapun upaya yang akan dilakukan Perseroan terkait melemahnya ekonomi akibat Pandemi COVID-19 antara lain memaksimalkan penjualan, mendorong penjualan online, membuka kembali gerai-gerai prospektif dan di daerah non-PSBB, memaksimalkan penjualan supermarket dan melakukan efisiensi secara ketat terhadap biaya operasional dan pemantauan terhadap arus kas," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Kinerja Pool Advista Indonesia Tertekan

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Pool Advista Indonesia Tbk ("POOL" atau "Perseroan") bergerak dalam jasa konsultasi dan pengembangan investasi. Perusahaan memulai operasi komersialnya dalam konsultasi dan pengembangan investasi sejak tanggal 21 Juli 2003.

Marhaendra, Direktur PT Pool Advista Indonesia Tbk  mengatakan, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Menerima dan menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan selama tahun buku 2019.

"Selain itu, Menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan sebagaimana dalam Laporannya Nomor : 00297/2.0459/AU.1/08/1107-2/1/IV/2020 tanggal 29 April 2020, atas laporan keuangan tahun buku 2019 dengan opini wajar," kata Marhaendra kepada awak media di Kantor PT Pool Advista Indonesia Jakarta. Jum'at (28/08)

Disisi lain, lanjutnya, Rapat berdasarkan musyawarah untuk mufakat, memutuskan untuk menyetujui Tidak ada penggunaan laba untuk tahun buku 2019. karena Perseroan mengalami kerugian.

Lebih lanjut, Marhaendra menambahkan, Dalam Rapat juga disetujui Perubahan  susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yaitu Pemberhentian Bapak Asa Mirzaqi dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan, terhitung sejak tanggal penutupan Rapat ini dan pengangkatan Bapak Mujoko Yandri Panjaitan sebagai Direktur Utama Perseroan yang baru.

Demikian juga, tutur Marhaendra, Pemberhentian Bapak Hadi Budiman dari jabatannya selaku Komisaris Utama Independen Perseroan dan Bapak Freddy Gunawan dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan.

"Selanjutnya, RUPST menyetujui Pengangkatan Bapak Budi Purwanto sebagai Komisaris Utama, Bapak Ahmad Santoso sebagai Komisaris Independen dan Bapak Marhaendra sebagai Komisaris," pungkasnya. (Arianto)


Share:

TIRT Bukukan Penjualan Kuartal II‐2020 Rp143,86 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (“TIRT” atau Perseroan), emiten yang bergerak di bidang Industri dan penjualan kayu lapis dan produk‐produk kayu sejenis, terus berupaya untuk dapat bertahan menghadapi tantangan Covid‐19. Saat ini Perseroan sedang gencar dalam menjual stock barang jadi dan setengah jadi. Adapun barang setengah jadi ini meliputi Sawntimber dan Veneer, sedangkan barang jadi meliputi Plywood, Barecore, Blockboard, Polyester Plywood, dan Polyester Blockboard. Hingga Kuartal II‐2020, penjualan barang setengah jadi sebanyak 1.864 m3 dan penjualan barang jadi sebanyak 17.793 m3 dengan total penjualan TIRT, yaitu Rp143,86 Miliar. 
 
Djohan Surja Putra selaku Presiden Direktur PT Tirta Mahakam Resources Tbk, mengatakan “Saat ini kami menghentikan sementara aktivitas produksi dengan tetap memantau perkembangan pandemi Covid‐19, serta melihat proyeksi permintaan dalam beberapa bulan ke depan. 

"Oleh karena itu, saat ini kami fokus pada penjualan stock yang ada untuk barang jadi dan setengah jadi. Sampai akhir bulan Juni 2020 jumlah stock barang jadi sekitar 12.000 m3 dan stock barang setengah jadi sekitar 188 m3,' kata Djohan saat webinar. Jum'at (28/08)
 
“Dalam upaya menggenjot penjualan stock barang jadi dan setengah jadi ini kami melalui tim pemasaran akan lebih gencar dan memikirkan strategi yang tepat,” lanjut Djohan. Strategi pemasaran perlu dikaji kembali dengan melihat kondisi pasar dikarenakan adanya pandemi Covid‐19 mengakibatkan distribusi di sejumlah daerah dan negara terhambat. Sebagai contoh terdapat kebijakan lockdown di negara tujuan ekspor Perseroan, seperti Eropa, India, dan terutama Jepang yang menyebabkan penjualan ekspor Plywood mengalami kendala karena turunnya permintaan bahkan pembatalan beberapa pesanan di tahun 2020 ini. 
 
Hal tersebut, tutur Djohan, Yang menyebabkan terkoreksinya penjualan bersih TIRT pada Kuartal II‐2020 sebesar 62,24% atau dari Rp380,94 Miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp143,86 Miliar. Pada Kuartal II‐2020 laba kotor TIRT minus sebesar Rp214,10 Miliar, menurun dari Rp29,05 Miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 
 
“Saat ini kami sedang merasakan dampak dari pandemi Covid‐19 yang mengakibatkan pengurangan pendapatan pada produk 
Perseroan, seperti Kayu Lapis, Polyester, dan Blockboard dengan kontribusi penjualan pada Kuartal II‐2020 untuk Kayu Lapis 71%, Polyester 22%, dan Blockboard 7%. Selain itu, koreksi juga disebabkan oleh penurunan ekspor TIRT ke salah satu negara tujuan utama, yaitu Jepang,” jelas Djohan. 

Oleh karena itu, tegasnya, TIRT menyusun strategi‐strategi di tahun 2020 ini, seperti melakukan efesiensi produksi dan menjalin hubungan baik bersama pelanggan dengan memenuhi syarat standar produk yang dimiliki. Disisi lain, dampak pandemi Covid‐19 mengakibatkan pemberhentian sementara Perseroan dengan kontribusi pendapatan 51%‐75%. Hingga bulan Juni 2020 produksi Perseroan sebesar 8.790 m3. 

“Saat ini Perseroan masih memantau dengan seksama perkembangan pandemi Covid‐19, serta melihat proyeksi pasar. Diharapkan kondisi dapat kembali normal dan kami dapat terus memproduksi produk kayu‐kayu berkualitas,” pungkasnya.(Arianto)


Share:

Kinerja Perdana Bangun Pusaka Tertekan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk didirikan pada tahun 1987 dan bergerak di bidang perdagangan produk-produk dan peralatan fotografi, foto printer, bahan advertising, bahan printing dan medical X-ray film serta penyertaan pada anak perusahaan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. Go public pada tanggal 20 juli 1955 dan tercatat di BEJ pada tanggal 22 Agustus 1995.

Rudy Lauw, Direktur PT Perdana Bangun Pusaka Tbk memaparkan, Mayoritas produk penjualan perusahaan adalah barang-barang Impor dari Jepang, China, Amerika, Malaysia dan Singapore. Jenis-jenis produk adalah kertas fotografi berwarna merk Mitsubishi, kertas inkjet berwarna merk lokal Spectra, Centuria dan New Sakura, dye sub printer DNP dan media cetak, mesin minilab Noritsu, bahan kimia merk Sentry dan yang terbaru merk Sakura dari China. Flexibanner merk spectra dan Sakura serta produk-produk medical x-ray film. Perusahaan mempunyai 13 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Seiring dengan perkembangan pesat penjualan produk-produk IT terutama terus meningkatnya penjualan smart phone di seluruh dunia, bertahun-tahun terakhir telah memberikan dampak yang sangat serius terhadap penjualan produk-produk yang berkaitan dengan kertas fotografi berwarna silver halide base," kata Rudy saat menyampaikan Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Lumire Jakarta. Kamis (27/08)

Menurutnya, Penjualan produk kertas fotografi berwarna yang sudah ada selama puluhan tahun semenjak awal tahun 2000 sampai saat ini setiap tahun terus merosot. Perkiraan angka sekitar +/-5% per tahun. Langkah diversifikasi produk penjualan yang telah dilakukan oleh perusahaan 15 tahun yang lalu untuk tidak mengandalkan lagi penjualan produk kertas foto berwarna telah membuahkan hasil. 

"Penjualan produk-produk baru seperti kertas inkjet, dye sub printer dan media cetak, flexi banner setiap tahun terus meningkat dan memberikan kontribusi penjualan yang sangat berarti bagi perusahaan. Penjualan produk kertas foto berwarna sudah bukan merupakan produk unggulan," tegasnya.

Sepanjang tahun 2019, kata Rudy,  perusahaan membukukan total penjualan sebesar Rp. 133,908,380,572 dibandingkan total penjualan sebesar Rp. 147,155,612,866 di tahun 2018, ada punurunan sebesar 9%. 

Lebih lanjut, Rudy menambahkan, Memasuki bulan Maret kondisi pasar mulai terpengaruh dengan munculnya kasus covid-19. Gejolak kurs Rupiah merosot tajam dari posisi terbaik Rp. 13,600 terus menurun ke posisi terendah Rp. 16,600,- di bulan April. 

Disisi lain, tutur Rudy, Selama di bulan April - Mei 2020 sudah tidak banyak kegiatan barang-barang Impor. Penjualan produk flexibanner yang masih cukup aktif karena ada kebutuhan bahan baku untuk percetakan sebagai sarana penunjang kegiatan program promosi outdoor. 

"Memasuki masa PSDB transisi pada pertengahan Juni 2020, penjualan produk secara pelan-pelan mulai pulih sedikit disebabkan kondisi pandemic di beberapa daerah tidak separah yang ada di pulau Jawa. Pengurangan SDM tidak dapat dihindari, karena perusahaan wajib melakukan penghematan biaya pengeluaran untuk bisa bertahan di situasi yang sulit ini. Kondisi pasar yang tidak menentu ini diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2020," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Ditengah pandemi Covid 19, Kinerja Armada Berjaya Trans Bersinar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Armada Berjaya Trans Tbk ("Jaya" atau "Perseroan"), Emiten yang bergerak di bidang Angkutan Lossbak yang memiliki 64 (enam puluh empat) unit armada akan  mempertahankan kinerja hingga akhir tahun 2020 dengan mendorong Divisi Peti Kemas dan Jasa Angkutan Multimoda agar lebih berperan aktif.

Darmawan Suryadi, Direktur Utama PT Armada Berjaya Trans Tbk memaparkan, Sepanjang semester I 2020, Pendapatan Usaha sebesar Rp32.814.538.605 meningkat 20,81% dari periode tahun lalu sebesar Rp27.160.516.500. Sedangkan Laba Usaha sebesar Rp2.543.759.342 meningkat 39,51% dari periode tahun lalu sebesar Rp1.823.345.760.

"Sementara itu, Perseroan mencatatkan Laba Tahunan Berjalan sebesar Rp1.257.363.636 meningkat 280,71% dari periode tahun lalu sebesar Rp330.264.065," kata Darmawan saat menyampaikan Public Expose sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta. Kamis (27/08)

Disisi lain, Darmawan menambahkan, Total Aset Rp89.173.343.200 turun -3,60% dari periode tahun lalu sebesar Rp92.504.089.394. Sedangkan Total Ekuitas menjadi Rp65.350.036.560 meningkat 1,96% dari periode tahun lalu sebesar Rp64.092.672.924,"

Selain itu, kata Darmawan, Performance perseroan semester I 2020 pada Divisi Angkutan Lossbak yang masih belum sesuai harapan dari perseroan, namun berbeda dengan Divisi Angkutan Peti Kemas yang relatif stabil. Kenaikan Pendapatan di 1H 2020 vs 1H 2019 sebesar 20,82% menandakan baiknya performa perusahaan walau ditengah Pandemi COVID 19.

"Dan yang pasti, Perseroan akan berusaha untuk mencapai target yang diharapkan untuk tahun 2020. Sedangkan pendapatan yang berasal dari armada truck yang dibeli tunai melalui dana IPO serta sebagian truk yang mendapat fasilitas leasing akan lunas, hal ini akan berdampak positif terhadap cashflow perusahaan," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Kinerja Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tumbuh Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk ("JMAS" atau "Perseroan") adalah Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah yang didirikan oleh KOSPIN JASA dan insan-insan pelaku ekonomi koperasi Indonesia.

H. Ibrahim, SE, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk dalam paparannya mengatakan, Pada tahun buku 2019, Perseroan mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp30.942 juta meningkat 109,16% dari periode tahun lalu sebesar Rp14.793 juta.

"Sementara itu, Perseroan mencatatkan Laba bersih sebesar Rp1.251 juta meningkat 126,18% dari periode tahun lalu sebesar Rp553 juta," kata Ibrahim saat memaparkan Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di  Graha Kospin Jasa Lt. 9 JI. Gatot Subroto Kav 1 Jakarta. Selasa (25/08)

Sepanjang semester I 2020, tutur Ibrahim, Perseroan mencatatkan peningkatan Pendapatan Usahaa sebesar Rp20.916 juta sampai Juni 2020, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang memperoleh Rp198.032 juta meningkat 17,13%.

Kemudian, kata Ibrahim, Perseroan juga mencatatkan peningkatan total aset menjadi Rp222.568 juta sampai Juni 2020, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 sebesar Rp198.032 juta meningkat 12%.

Disisi lain, Ibrahim menambahkan, Perseroan memperoleh Laba bersih sebesar Rp385 juta sampai Juni 2020, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang memperoleh Rp1.776 juta menurun sebesar 78,30%.

Pada kesempatan yang sama, Basuki Agus, SE,. AAIJ, Direktur Operasional PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk menyampaikan, Perseroan akan meningkatkan kontribusi produk-produk individu dengan cara melakukan rekrutmen Agen baru dan melakukan sosialisasi ke masyarakat serta melakukan evaluasi atas kerjasama dengan lembaga keuangan yang mempunyai rasio klaim yang melebihi ketentuan Perseroan.

"Selain itu, Perseroan akan meluncurkan produk-produk individu yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan menyiapkan sistem berbasis teknologi untuk mendukung operasional Perseroan," pungkasnya. (Arianto)






Share:

ZINC Tingkatkan Produksi Tambang di Semester II 2020

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Memasuki fase new normal, PT Kapuas Prima Coal Tbk ("ZINC" atau "Perseroan"), Emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (base metal) di Indonesia, siap menggenjot produksi logam dasar yang terdiri dari konsentrat Timbal (Pb), konsentrat Seng (Zn) dan Perak (Ag).

Hendra Susanto William, Direktur Keuangan PT Kapuas Prima Coal Tbk memaparkan, Pada semester I 2020, Perseroan sudah memproduksi sekitar 5.741 ton konsentrat Timbal dan 19.238 konsentrat seng dan 427 ton perak, dengan nilai penjualan sebesar Rp301,4 miliar.

"Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp41,9 miliar. Pada semester I tahun 2020, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 166,7 miliar, sementara laba bersih tercatat Rp15,9 miliar," kata Hendra saat menyampaikan Public Expose setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Mercure PIK Jakarta. Senin (24/08)

Lebih lanjut, Hendra menyampaikan, Dalam RUPST telah disetujui tidak ada pembagian deviden. Disisi lain, Perseroan tahun ini menganggarkan capex sebesar US$ 60 juta untuk membeli mesin, tunnel dan peralatan lainnya.

Selain memacu produktifitas, lanjut Hendra, Perseroan juga  berkomitmen untuk pembangunan smelter Timbal dan Seng. Hal ini guna memberi nilai tambah bagi produk-produk mineral Perseroan, sekaligus mendukung program hilirisasi yang tengah dipacu oleh Pemerintah.

Rencananya, kata Hendra, Proyek smelter pemurnian Perseroan yang berada di Pangkalan Bun, nantinya akan memiliki kapasitas produksi maksimal 40.000 ton konsentrat per tahun, 20.000 ton metal timbal per tahun untuk smelter Timbal (Pb) dan 30.000 ton ingot per tahun untuk smelter Seng (Zn) dan ditargetkan dapat beroperasi awal tahun depan untuk smelter Timbal (Pb) dan awal tahun 2022 untuk smelter Zinc (Zn).

Selain itu, lanjutnya, Perseroan terus memacu proyek-proyek strategis Perseroan, seperti proyek smelter pemurnian timbal dan pemurnian seng ZINC. Untuk mendukung target tersebut ZINC juga telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan PLN sebesar 2,5 MW pada pertengahan bulan ini untuk menjamin pengoperasian smelter Timbal (Pb), sedangkan untuk smelter Zinc (Zn) dengan daya sebesar 35 MW masih dalam pembahasan tahap berikutnya dengan pihak PLN.

"Sepanjang semester 1-2020, Perseroan mengalami
penurunan kinerja bila dibandingkan dengan capaian di semester yang sama tahun sebelumnya. Oleh karena itu, untuk membantu perbaikan kinerja Perseroan, Perseroan berusaha melakukan efisiensi dengan mengurangi berbagai pengeluaran dan beban," pungkasnya. (Arianto)








Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini