Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan

Tahun 2023, TDPM Optimis Kinerja Membaik


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten di sektor industri Bahan Baku Khusus (Specialty Materials), PT Tridomain Performance Materials, Tbk ("TDPM" atau "Perseroan") melalui entitas anak, adalah pemain dominan produk bahan baku khusus yang banyak digunakan dalam produk akhir industri olahan sintetis. Andalannya adalah Acrylamide dan Plasticizers yang digunakan sebagai bahan baku khusus untuk berbagai industri name, seperti proper & Infrastruktur, produk konsumen & beragam kemasan, otomotif, serta industri.

"Beragam tantangan dialami Perseroan di tiga tahun terakhir ini. Tahun 2020, Perseroan terdampak pandemi COVID-19, Di saat yang sama, Perseroan juga berada di dalam fase refinancing untuk menata kembali pendanaan jangka panjangnya di industri padat model ini," kata Stepanus Ardhanova, Presiden Direktur TDPM dalam Public Expose usai RUPS dan RUPSLB di Jakarta, Rabu (01/02). 

Fase ini tidak dapat dieksekusi karena efek Pandemi, dan membuat TDPM masuk ke dalam kondisi turbulensi di tahun 2021. TDPM pun masuk ke dalam skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang mengakibatkan TDPM mengupayakan jalan bemegosiasi dengan krediturnya. 

Kuartal Pertama Tahun 2022, menurut Stefanus, prioritas TDPM adalah penyelesaian proses PKPU dengan baik. Hasilnya, tercapai kesepakatan antara TDPM dengan para krediturnya yang dituangkan di dalam Perjanjian Perdamalan yang telah dihomologasi dengan Putusan Pengadilan Niaga di bulan Maret 2022.

Prioritas berikutnya adalah melakukan reorganisasi bisnis sebagai upaya menata ulang bisnis dengan memasuki fase business turnaround. Di mulai dengan memperbaiki struktur korporasi, melakukan restrukturisasi hutang di level anak perusahaan dan menggunakan kesempatan masuknya investor untuk memperkuat anak perusahaan. 

Hasilnya, Stefanus menegaskan, Perseroan berhasil melakukan serangkaian reorganisasi bisnis di dalam masa perubahan ini, Masuknya Strategic Investor di level anak perusahaan yang sedang menghadapi tantangan keuangan, memang membuat kepemilikan Perseroan terdilusi secara pasif di beberapa anak perusahaan namun di sisi lain mampu mengurangi beban masa depan dengan signifikan. 

Di sisi lain, model bisnis di anak perusahaan-yang dinilai lebih sehat juga disesuaikan. Semua diarahkan untuk menciptakan struktur korporasi yang lebih ramping, sehat dan mampu dikembangkan kembali dengan lebih cepat di kemudian hari.

"Priontas berikutnya adalah perbaikan Tata Kelola dan kepatuhan. Kondisi turbulen memang membuat Perseroan berkonsentrasi di internal perusahaan. Namun, mulai tahun 2022, Perseroan mulai memperbaiki diri untuk peningkatan sinergi dengan semua pemangku kepentingan dan tetap berusaha menjaga kepatuhan.-Hal yang tidak mudah, tetapi terapi sehat yang perlu dilakukan," ungkapnya.

Di tengah kondisi bisnis yang belum pulih, Perseroan dengan segala upaya tetap berusaha memenuhi komitmen pembayaran yang telah disepakati didalam Perjanjian Perdamaian. Dengan penuh syukur, Perseroan dapat memenuhi komitmen pembayaran ke-2 Amortisasi untuk MTN dan Obligasi di akhir tahun 2022 lalu.

"Ke depan, Perseroan berharap bahwa keberadaaan produk bahan baku khusus-yang sangat dibutuhkan oleh berbagai industri akhir ini, akan menjadi kekuatan dan potensi yang layak dikembangkan. Pengalaman 30 tahun mengelola bisnis menjadi bekal Perseroan untuk menata kembali bisnisnya melalui penyesuaian model bisnis baru berbasis green sustainable products dan inisiatif perubahan rantai pasokan yang lebih efisien. Selain itu, Perseroan terus berupaya memperbaiki diri menjadi lebih baik di tengah beragam tantangan yang ada," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kinerja J Resources Asia Pasifik Tumbuh Positif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Pertambangan Emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk ("PSAB"atau "Perseroan") terus mengembangkan optimalisasi, recovery maupun konservasi yang ada sehingga bisa mengembangkan project-project ini dengan proses-proses yang tepat, supaya recovery dari mineral itu bisa teroptimalisasi dengan baik sesuai apa yang diharapkan oleh pemerintah.

"Di tahun 2022, perseroan berhasil mengembangkan infrastruktur pit baru Tapagale, dan ke depannya akan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap produksi perseroan secara keseluruhan," kata Direktur Utama PSAB, Edi Permadi dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (29/12).

Selain itu, sambung Edi, untuk mempertahankan operasi penambangan Proyek Bakan di masa depan, Perseroan telah memutuskan untuk mengubah model operasinya dengan mengikutsertakan kontraktor penambangan. Ini akan memastikan ketersediaan dan sumber peralatan.

Begitu juga, Perseroan akan fokus menyelesaikan jalan akses permanen dan temporer dari dan menuju pit baru Tapagale yang berada di area proyek pertambangan emas Bakan, Sulawesi Utara.

Adapun, Keberadaan jalan tersebut akan memudahkan Perseroan mengangkut hasil tambang emas dari proyek Bakan. Di lokasi Tambang Bakan perusahaan tengah mengembangkan infrastruktur di pit baru yakni Pit Tapagale. Dengan material bijih mencapai 6,7 metrik ton dan kadar Au rata-rata 0,81 gpt.

Menurut Edi, Pit Tapagale dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2023 sesuai dengan jadwal produksi.

Disisi lain, Perseroan juga melakukan pembangunan tiga kolam sedimen dan saluran pembuangan limbah di pit Tapagale.

Dari sisi belanja modal (capex), ujar Edi, Total Capex yang telah dikeluarkan Perseroan untuk mengembangkan Pit Tapagale hingga November 2022 adalah sekitar USD6,7 juta.

Lebih jauh, Perseroan Juga membangun power over head line berkapasitas 20 MW untuk kebutuhan pasokan listrik dari PLN ke proyek Doup. "Selain itu, Fasilitas water treatment juga dibangun di proyek tersebut,"ucapnya.

Selanjutnya juga disampaikan, Perseroan akan melakukan beberapa pekerjaan penting mulai dari pekerjaan persiapan lahan mulai Desember 2022, Pekerjaan Tiang Pancang dan Sipil/Pondasi dimulai pada 2 Februari dilanjutkan Penambangan mulai oktober 2023.

"Bahkan, Perseroan akan memulai persiapan penambangan emas di proyek Doup mulai Desember 2023 dan Perseroan menargetkan emas pertama pada Kuartal 1 2024," ungkapnya.

"Bukan hanya itu, pada 29 September 2022, Perseroan berhasil meraih Penghargaan Utama dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atas prestasinya dalam Pengelolaan Konservasi Mineral dan Batubara untuk Kelompok Badan Usaha Pemegang Kontrak Karya, Izin Usaha Pertambangan dan Izin Usaha Pertambangan Khusus Komoditas Mineral Tahun 2021," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal ke-III 2022, Laba Bersih Asuransi Bintang Melesat 125 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Asuransi Bintang Tbk ("ASBI"atau "Perseroan") Hingga Kuartal ke-III 2022, Perseroan mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp353 miliar meningkat 7,9 % bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp327 miliar. 

"Laba sebelum pajak per September 2022 Rp0,42 miliar meningkat 106,1 persen bila dibandingkan dengan rugi Rp6,94 miliar tahun sebelumnya," kata Presiden Direktur Asuransi Bintang, HSM Widodo dalam Public Expose secara elektronik di Jakarta, Rabu, (28/12/2022).

Bahkan, kata Widodo, Beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp222.31 miliar atau turun 37.1 persen bila dibandingkan dengan beban usaha Rp353.69 miliar tahun sebelumnya, dan laba usaha turun 32 persen menjadi Rp429.43 miliar dari laba usaha Rp631.57 miliar tahun sebelumnya.

Alhasil, lanjutnya, laba bersih periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk naik 125.1 persen menjadi Rp428.77 miliar bila dibandingkan dengan laba bersih Rp190.49 miliar tahun sebelumnya.


Lebih lanjut, Widodo menyampaikan, dari sisi jalur distribusi, pertumbuhan produksi premi bruto terjadi pada jalur distribusi Property sebesar 40 persen, Vehicle 12 persen, Hull 22 persen, Varia 16 persen, Cargo 4 persen, dan Eng 3 persen. 

Secara portfolio, Widodo menyebut, kontribusi terbesar diperoleh dari jalur distribusi broker sebesar 40 persen, agency 19 persen, direct business & leasing masing-masing 19 persen, bank 7 persen, telemarketing 1,3 persen, dan digital marketing 0,18 persen.

Sementara itu, Perluasan Bidang Usaha Dan Produk PAYDI telah mengantongi Ijin OJK No. S-4602/NB.111/2022 tanggal 22 November 2022. "Begitu juga, Produk Asuransi Fleksi InveSTAR (AFI) dan Produk Unit Link Pertama telah Sesuai Dengan SE OJK 05/2022 Lengkap Dengan Segala Kesiapan Technology End-to-end Pendukungnya," ucapnya.

Menurut Widodo, dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan dan perubahan pola kerja yang tidak terhindari ini, perusahaan berusaha untuk fokus pada kekuatan ekuitas, transformasi digital dari sisi penjualan dan dilengkapi dengan sertifikasi ISO untuk manajemen mutu yang menjamin kualitas dalam pelaksanaan operasionalnya.

"Dari sisi mitra bisnis dan layanan pelanggan, hingga saat ini perusahaan telah menjalin kerja sama dengan banyak bank, multifinance serta perusahaan besar terkemuka lainnya, sehingga sampai saat ini kami dapat secara konsisten terus tumbuh dan berkembang. Kepercayaan mitra bisnis dan pelanggan menjadi kunci penting dalam membesarkan perusahaan secara berkesinambungan," pungkasnya. (Lak)


Share:

Unggul Indah Cahaya Cetak Penjualan USD 318,06 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Produsen Alkylbenzene (AB), PT Unggul Indah Cahaya Tbk. ("UNIC" atau "Perseroan") Sampai dengan 30 September 2022, Perseroan mencatat nilai penjualan konsolidasian sebesar USD 318,06 juta mengalami peningkatan sebesar 15,56% atau USD 42.83 juta dibandingkan dengan penjualan konsolidasian pada periode yang sama di tahun 21 yang tercatat sebesar USD 275,23 juta. 

"Peningkatan nilai penjualan 1/5 solidasian ini dikarenakan kenaikan rata-rata harga jual produk di tahun 2022 yang merupakan dampak dari tren kenaikan harga minyak mentah dunia," kata Yani Alifen selaku Presiden Direktur UNIC saat Public Expose secara eletronik (virtual), Kamis (21/12).

Sampai dengan tanggal 30 September 2022, ujar Yani, Perseroan mencatat laba bruto konsolidasian sebesar USD 64,55 juta, mengalami penurunan 9,41% atau USD 6.70 juta dibandingkan laba bruto konsolidasian per 30 September 2021 yang tercatat sebesar USD 71,25 juta. 

Margin laba bruto Perseroan pada periode sembilan bulan tahun 2022 dan 2021 masing-masing tercatat sebesar 20.29% dan 25,89%. "Penurunan laba maupun margin laba bruto Perseroan terutama didorong oleh harga minyak mentah dunia yang menunjukan down trend sejak pertengahan tahun 2022 sehingga Perseroan juga perlu mengikuti harga pasar," ucapnya.

Lebih rinci, Yani menambahkan, Laba sebelum beban pajak penghasilan sampai dengan 30 September 2022 tercatat sebesar USD 45,37 juta, sedangkan untuk periode yang sama di tahun 2021 tercatat sebesar USD 55,12 juta, mengalami penurunan sebesar USD 9.75 juta atau 17,69%. Salah satu penyebab menurunnya laba sebelum pajak adalah adanya rugi selisih kurs karena melemahnya mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika.

"Seiring dengan penurunan laba sebelum pajak. Perseroan mencatat beban pajak penghasilan untuk periode sembilan bulan tahun 2022 sebesar USD 10,46 juta, mengalami penurunan sebesar USD 1.75 juta dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 yang tercatat sebesar USD 12.21 juta," ungkapnya.

Dengan demikian, setelah dipotong pajak penghasilan, laba periode berjalan sampai dengan 30 September 2022 tercatat sebesar USD 34,91 juta, menurun sebesar USD 8.00 juta atau 18,65% dibandingkan dengan laba periode berjalan pada periode Sembilan bulan tahun 2021 yang tercatat sebesar USD 42,91 juta.

Menurut dia, EBITDA sampai dengan periode yang berakhir pada 30 September 2022 sebesar USD 47.83 juta sedangkan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2021 tercatat sebesar USD 56,46 juta. Untuk laporan posisi keuangan pada tanggal 30 September 2022, Perseroan mencatat total aset konsolidasian Perseroan sebesar USD 324,10 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 31,37 juta atau 10,72% dari total aset konsolidasian yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2021, yakni sebesar USD 292,72 juta. Peningkatan terutama GHO pada nilai persediaan Perseroan.

Sementara itu, Yani menuturkan, total liabilitas konsolidasian pada tanggal 30 September 2022 sebesar USD 54,94 juta atau mengalami peningkatan sebesar USD 2.94 juta atau 5,65% dari total liabilitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2021 yang tercatat sebesar USD 52.00 juta. Kenaikan total liabilitas tersebut di atas terutama berasal dari kenaikan utang usaha pihak ketiga. 

"Total ekuitas pada 30 September 2022 adalah sebesar USD 269,16 juta dengan saldo laba ditahan sebesar USD 192,90 juta. Total ekuitas pada 31 Desember 2021 adalah USD 240,73 juta dengan saldo laba ditahan sebesar USD 160,10 juta. Saldo Laba Ditahan meningkat seiring dengan peningkatan laba periode sembilan bulan di tahun 2022 setelah dikurangi dividen tunai sebesar USD 2.58 juta, yang dibayarkan pada tanggal 18 Juli 2022," pungkasnya. (Lak)


Share:

Kuartal-III 2022, Laba Bersih Trimitra Prawara Goldland Rp231 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Pengembang Properti, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk ("ATAP" atau "Perseroan") hingga Kuartal-III 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp26.31 miliar atau turun 45 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp55.01 miliar.

"Hingga Kuartal-III 2022, Market cap Perseroan yang sampai dengan bulan November akhir itu kurang lebih sekitar Rp130 miliar," kata President Director ATAP, Indriati dalam Publik Expose Tahunan di Jakarta, Senin (26/12/2023).

Per 30 September 2022, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp231 juta atau turun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5.52 miliar.

"Penurunan laba bersih Perseroan pada Kuartal-III 2022 disebabkan oleh kinerja pendapatan yang menurun," ungkapnya.

Masih kata Indriati, Perseroan memiliki liabilitas sebanyak Rp36.09 miliar meningkat 69 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14.08 miliar.  

Sementara itu, total ekuitasnya sebesar Rp77.77 miliar atau turun 0.7 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp78.29 miliar.

"Dari sisi aset, Total aset perseroan tercatat Rp113.81 miliar hingga periode 30 September 2022 atau naik bila dibandingkan dengan Rp92.37 miliar yang tercatat di periode yang sama tahun sebelumnya," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Kuartal-III 2022, Metro Realty Cetak Pendapatan Rp15.79 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Metro Realty Tbk ("MTSM" atau "Perseroan") pada Kuartal-III 2022 membukukan pendapatan sebesar Rp15.79 miliar atau turun bila dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp16.18 miliar.

"Pendapatan usaha untuk tahun 2022 naik sebesar Rp393,49 juta atau mengalami peningkatan sebesar 2,49 persen bila dibandingkan dengan pendapatan usaha pada September 2021. Peningkatan pendapatan usaha ini terjadi dikarenakan adanya penambahan pendapatan sewa," kata Sukardi Direksi MTSM dalam Publik Expose di Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Menurut Sukardi, Laba bruto perseroan untuk periode sampai dengan September 2022 sebesar Rp.1.36 milyar terjadi peningkatan laba bruto sebesar Rp515.16 juta atau sebesar 60,8 persen bila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu September 2021 sebesar Rp846.2  juta. 

Adapun, Peningkatan laba bruto ini dikarenakan adanya peningkatan pendapatan sewa.

Sampai dengan September 2022, lanjut Sukardi, perseroan masih mengalami rugi usaha sebesar Rp5.87 miliar bila dibandingkan dengan September 2021 di mana rugi usaha perseroan sebesar Rp4.86 miliar, maka terjadi kenaikan rugi usaha di tahun 2022 sebesar 20,87 persen yaitu sebesar Rp1.01 milyar.

"Bahkan, Kerugian usaha terutama dikarenakan peningkatan biaya operasional yang masih cukup tinggi terutama biaya karyawan dan biaya pajak, serta peningkatan pendapatan yang belum optimal," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal-III 2022, Penjualan Ultrajaya Tumbuh 18,4 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Produsen terbesar susu UHT di Indonesia, PT Ultrajaya Milk Industry Tbk ("ULTJ" atau "Perseroan") pada Kuartal-III 2022 membukukan penjualan sebesar Rp5,67 triliun meningkat 18,4 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,79 triliun.

"Sementara laba kotor perseroan mencapai Rp1,85 triliun per kuartal III-2022 meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,69 triliun," kata Pahala Sihotang, Head of Finance & Accounting ULTJ, dalam Publik Expose via zoom meeting, Selasa (20/12).

Alhasil, laba bersih perseroan menjadi sebesar Rp835,82 miliar atau turun 8,31 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp914,15 miliar.

Dari sisi aset, ujar Pahala, Total aset perseroan tercatat Rp8,05 triliun hingga periode 30 September 2022 atau turun bila dibandingkan dengan Rp9,01 triliun yang tercatat pada 31 Desember 2021.

Menurut Pahala, Perseroan sudah mempersiapkan lima strategi pengembangan bisnis kedepan diantaranya mengoptimalkan platform distribusi perseroan, memastikan secara optimal ketersediaan nasional serta meningkatkan kapasitas produksi dan gudang.
 
Selain itu, lanjutnya, fokus yang berkelanjutan dalam pengembangan produk baru, ekspansi operasional peternakan produk susu untuk menjamin sumber pasokan dan investasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi operasi.

Dan yang pasti, Perseroan akan menjelajahi peluang dalam kategori Teh, Flexible dengan peluang yang ada, konsisten dan fokus dengan produk tanpa pemanis buatan.

Disisi lain, Pengembangan segmen Teh dalam kemasan karton, memperkenalkan rasa baru untuk lebih mengembangkan kategori dan menawarkan berbagai produk yang lebih luas, dan meningkatkan kehadiran di rak-rak.

"Tak cuma itu, Perseroan akan terus memantau pasar mencari peluang baru untuk peluncuran produk potensial serta berupaya mengembangkan dan meluncurkan produk-produk  baru pada waktu yang tepat," pungkasnya. (Arianto)
 
Share:

Kuartal-III 2022, Laba Bersih URBN Jeblok Jadi Rp15,15 miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten properti, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk ("URBN" atau"Perseroan") hingga Kuartal-III 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp30,91 miliar atau turun 36,4% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp48,59 miliar.

"Hingga Kuartal-III 2022, Sebagian besar pendapatan Perseroan berasal dari penjualan unit apartemen, yang berkontribusi sebesar Rp28,93 miliar. Kemudian pendapatan dari lini bisnis lain-lain tercatat sebesar Rp1,98 miliar, serta tidak ada pendapatan dari penjualan tanah," kata President Director URBN Bambang Sumargono dalam Publik Expose di Jakarta, Jum'at (16/12).

Menurut Bambang, seluruh pendapatan dari penjualan apartemen Perseroan hingga September 2022 berasal dari proyek Gateway Park milik perseroan yang berada di Bekasi. Sementara itu, pendapatan lain-lain berasal dari lini bisnis konsultasi manajemen kepada PT Ciptaruang Persada Property (CPP) dan PT Nusa Wijaya Propertindo (NPP).

Per 30 September 2022, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp15,15 miliar atau turun 40,6% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,51 miliar.

"Penurunan laba bersih Perseroan pada Kuartal-III 2022 disebabkan oleh kinerja pendapatan yang menurun," ungkapnya.

Masih kata Bambang, Perseroan memiliki kas dan setara kas sebanyak Rp324,4 miliar meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp153,95 miliar.  Sementara itu, total ekuitasnya sebesar Rp2,04 triliun.

Dari sisi aset, ujar Bambang, Total aset perseroan tercatat Rp4,27 triliun hingga periode 30 September 2022 atau turun bila dibandingkan dengan Rp4,05 triliun yang tercatat di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dan yang pasti, Berbagai inisiatif yang dilakukan Perseroan untuk terus membangkitkan sektor properti pasca pandemi Covid-19 terbukti memberikan hasil yang luar biasa. Kami akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek properti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus membesar, seiring dengan bertambahnya populasi," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal-III 2022, Laba Bersih APLN Melesat Rp2,34 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Properti PT Agung Podomoro Land Tbk ("APLN" atau "Perseroan") di kuartal-III 2022 berhasil mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 7,39 triliun melesat 154,2% bila dibandingkan dengan periode sama tahun 2021 sebesar Rp2,91 triliun. 

"Hingga September 2022, Perseroan membukukan marketing sales (di luar PPN) naik dari Rp1,33 Triliun untuk periode yang sama tahun lalu, dengan beberapa proyek unggulan seperti Podomoro Park Bandung sebesar Rp452,1 miliar, Podomoro City Deli Medan sebesar Rp284,4 miliar, Bukit Podomoro Jakarta sebesar Rp233,3 miliar, Pakubuwono Spring sebesar Rp160,3 miliar, Podomoro Golf View membukukan sebesar Rp111,8 miliar, Kota Podomoro Tenjo sebesar Rp90,8 miliar dan proyek-proyek lainnya sebesar Rp248,5 Miliar," kata Direktur APLN Cesar M Dekat Cruz dalam Publik Expose di Jakarta, Senin (05/12).

Selain kinerja penjualan, Cesar juga menjelaskan, kinerja dari proyek - proyek yang memberikan kontribusi dalam pendapatan berulang seperti rata-rata okupansi pusat perbelanjaan Emporium Pluit sebesar 93%, Neo Soho sebesar 83%, Deli Park Medan 82%, Festival Citilink sebesar 81%, Kuningan City sebesar 67% dan Baywalk sebesar 64%, dan juga rata-rata okupansi hotel seperti Pullman Vimala sebesar 76%, Pullman dan Ibis Style Grand Central Bandung sebesar 67% dan 72%, Indigo Hotel sebesar 58%, Amaris Thamrin City sebesar 62%, 101 Urban Kelapa Gading sebesar 44% dan Harris dan POP! Festival Citilink Bandung sebesar 57% dan 53%. 

Menurut Cesar, Laba Kotor Perseroan juga melesat 332,8% menjadi Rp4,39 triliun bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,01 triliun.

"Alhasil, Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,34 triliun bila dibandingkan dengan Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp507,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.

Dari sisi aset, ujar Cesar, Total aset perseroan tercatat Rp29,6 triliun hingga periode 30 September 2022 sama dengan yang tercatat di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dan yang pasti, Berbagai inisiatif yang dilakukan Perseroan untuk terus membangkitkan sektor properti pasca pandemi Covid-19 terbukti memberikan hasil yang luar biasa. Kami akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek properti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus membesar, seiring dengan bertambahnya populasi," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kinerja TECH Tumbuh Positif di Kuartal-II 2022


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pelemahan yang terjadi pada sejumlah saham teknologi ternyata tidak membuat saham TECH milik PT IndoSterling Technomedia Tbk menunjukkan performa negatif. Pada pembukaan perdagangan Rabu (30/11), TECH dijual dengan harga Rp 3.350 per lembar saham. Pada sesi penutupan akhir, saham TECH menguat 11,64% atau mencatatkan harga Rp 3.740.

"Performa positif saham TECH hari ini memperkuat optimisme kinerja ke depan," kata Direktur Utama PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH), Billy Andrian, saat acara Public Expose yang digelar di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Lebih rinci, Billy mengatakan, penguatan harga harian yang terjadi pada sesi perdagangan Rabu ini telah menjadi suntikan bagi kinerja perusahaan ke depan. Optimisme itu, kata dia, diperkuat juga dengan data pencapaian aset dan ekuitas korporasi yang secara konstan meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Di saat kondisi gonjang ganjing yang akan terjadi pada 2023, kami percaya bahwa selalu ada kesempatan," tuturnya.

Selanjutnya, Billy mengatakan juga berjalannya proses pemulihan ekonomi secara nasional pasca pandemi Covid-19 telah berimbas pada seluruh sektor termasuk di bidang yang menjadi cakupan bisnis TECH. "Kami optimistis untuk menutup tahun 2022 dengan kinerja yang positif sekaligus menargetkan pencapaian lebih baik tahun depan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sean William Henley, komisaris utama TECH turut menjelaskan kekuatan pondasi dari perseroan terletak pada pengembangan produk yang dilakukan secara bussiness to bussiness (B2B).

"Dengan model B2B ini, maka dari sisi produk yang akan dihubungkan (ke market) itu sudah ada dan sifatnya akan bisa sustain. Inilah yang menjadi faktor penguat bisnis TECH. Kami tetap optimistis tahun depan akan bisa terus membaik," ujarnya.

Dalam Publik Expose ini juga dipaparkan sejumlah anak usaha yang berada di bawah naungan PT IndoSterling Technomedia Tbk di antaranya adalah PT Technomedia Interkom Cemerlang (Edufecta) yang bergerak dalam membuat sistem manajemen pendidikan terpadu, PT Technomedia Sarana Semesta (Renofax) yang fokus dalam pembuatan sistem PropTech.

Kemudian, PT Digimedi Andalan Nusantara (PingPoint, Mancode.id, KarirGoGo dan Duitologi), yang menggarap penerbitan digital dan estate digital vertikal kepemilikan dan PT Technomedia Multi Sejahtera (KAWN), spesialisasi dalam membuat sistem terpadu untuk sektor Food and Beverage.

Lalu, PT Technomedia Andalan Jaya (Stock Map, Sterling Alpha, Sentinel) bergerak dalam membuat solusi dan platform industri keuangan dan pasar modal, dan PT Indosterling Lokamedia Makmur (Lokamedia), bergerak dalam membuat platform hyperlocal untuk promosi UMKM.

Sementara itu, Direktur KAWN dari PT Technomedia Multi Sejahtera, Yoas menuturkan KAWN yang bergerak di bidang sistem terpadu untuk sektor Food and Beverage kini telah berkolaborasi bersama BCA untuk integrasi dengan EDC BCA dan sistem QR code.

"Kerjasama dengan pihak BCA meningkatkan protofolio profesionalitas sistem kami di mata pengguna, selain itu, KAWN berkolaborasi dengan Accurate untuk mengembangkan fitur sistem akuntansi terintegrasi," tuturnya. 

"Dan yang menarik, RENOFAX adalah Aplikasi terpadu untuk optimalisasi kegiatan pengelolaan rutin gedung secara efisien dan maksimal. Kini dapat diterapkan untuk menagihkan maintenance billing kepada seluruh tenant yang ada. Terdapat Fitur E-commerce untuk fasilitasi UMKM di ekosistem gedung dan Fitur booking/reservasi fasilitas (Arianto)

Share:

Kuartal-II 2022, LMSH Catat Penjualan Sebesar Rp84.72 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Lionmesh Prima Tbk ("LMSH" atau "Perseroan") di Kuartal-II 2022, Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp84.72 miliar atau naik bila dibandingkan dengan Rp65.76 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Bahkan, Laba usaha menjadi Rp332 juta atau turun bila dibandingkan dengan laba usaha Rp4.09 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya," kata Direktur LMSH Lawer Supendi dalam Publik Expose via zoom meeting, Selasa (29/11). 

Alhasil, lanjutnya, laba sebelum pajak Rp953 juta hingga periode 30 Juni 2022 turun bila dibandingkan dengan laba sebelum pajak Rp4.57 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

"Dari sisi aset, Total aset perseroan mencapai Rp151.96 miliar hingga periode 30 Juni 2022 naik bila dibandingkan dengàn total aset aset Rp145.46 miliar hingga periode 30 Juni 2021," ungkapnya.

Di tahun 2023, Lawer Supendi menyebut, ekonomi Indonesia akan menghadapi tantangan dengan tingginya tingkat inflasi dan melemahnya daya beli masyarakat. 

Berdasarkan proyeksi usaha di tahun 2023, maka manajemen memprediksi pendapatan Perseroan di tahun 2023 adalah sebesar Rp189,6 miliar.

"Perseroan berharap pemulihan sektor properti dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan usaha Perseroan dan Perseroan akan tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi tantangan di industri baja di tahun 2023," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal-III 2022, LION Cetak Penjualan Rp298 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Emiten industri peralatan perkantoran dan pabrikasi lainnya dari logam, PT Lion Metal Works Tbk ("LION" atau "Perseroan") masih mengalami kendala Bahan baku untuk produk lokal lebih mahal dibandingkan dengan produk import dan Sektor properti/perkantoran masih mengalami kelebihan pasokan dan banyak perusahaan masih melakukan WFH dan mengurangi aktifitas formal, menyebabkan permintaan untuk peralatan perkantoran masih lemah.

"Disisi lain, Pemerintah Indonesia terus menghimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman krisis dengan ketidak pastian serta Volatilitas harga komoditas yang tinggi dan fluktuasi nilai tukar dapat mempengaruhi kinerja Perseroan," kata Direktur LION Lawer Supendi dalam Publik Expose via zoom meeting, Selasa (29/11).

Di Kuartal-III 2022, Lawer Supendi mengatakan, Perseroan membukukan penjualan neto sebesar Rp298.09 miliar atau naik bila dibandingkan dengan Rp193.96 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan, menurut Ir. H. Krisant Sophian, Laba usaha menjadi Rp19.19 miliar naik bila dibandingkan dengan rugi usaha Rp15.13 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Alhasil, lanjutnya, Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp18.36 miliar bila dibandingkan dengan rugi Rp14.32 miliar.

"Dari sisi aset, Total aset perseroan mencapai Rp675.29 miliar hingga periode 30 September 2022 turun tipis bila dibandingkan dengàn total aset aset Rp692.58 miliar hingga periode 30 September 2021," ungkapnya.

Pada Tahun 2023, Lawer Supendi menyebut, Perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 450 miliar ditunjang oleh Project pembangunan infrastruktur dan kilang yang masih digalakkan oleh Pemerintah akan membawa angin segar untuk produk Perseroan.

"Disisi lain, Pembangunan dibidang logistik juga akan membawa pertumbuhan untuk produk Perseroan dibarengi kerjasama dengan negara lain dalam meningkatkan produk Perseroan," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal-III 2022, Garuda Metalindo Cetak Penjualan Rp1,03 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten manufaktur baut, mur dan berbagai komponen untuk industri otomotif, PT Garuda Metalindo Tbk ("BOLT" atau "Perseroan") sepanjang kuartal-III 2022, mencatatkan peningkatan penjualan sebesar Rp1,03 triliun atau naik 23,28 persen bila dibandingkan dengan penjualan Rp837,81 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Perseroan optimistis dapat mencapai pertumbuhan positif sampai tutup tahun 2022. Perseroan menargetkan penjualan 20%. Berdasarkan capaian kuartal-III, Perseroan menaikkan targetnya menjadi 25%," kata Corporate Secretary Garuda Metalindo Anthony Wijaya dalam Publik Expose di Jakarta, Kamis (24/11).

Anthony menyebutkan, laba bruto tercatat Rp146,39 miliar meningkat dari laba bruto Rp144,49 miliar.

Kemudian, ia menambahkan, Beban usaha naik menjadi Rp92,48 miliar dari Rp70,43 miliar dan laba usaha diraih Rp53,92 miliar turun dari laba usaha Rp74,06 miliar tahun sebelumnya.

"Sedangkan laba sebelum pajak mencapai Rp42,69 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp58,39 miliar tahun sebelumnya," ungkapnya.

Adapun, Perseroan membukukan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 24,95 miliar atau turun 28,06% bila dibandingkan dengan sebesar Rp 36,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.  

Dari sisi aset, ujar Anthony, Total aset perseroan tercatat Rp1,37 triliun hingga periode 30 September 2022 sama dengan yang tercatat di periode 31 Desember 2021.

Selama tahun 2022, Anthony mengaku, Perseroan telah ikut mengembangkan beberapa komponen pendukung dari kendaraan listrik yang sudah ada di Indonesia. Dorongan pemerintah atas produksi dan penggunaan kendaraan listrik akan berdampak positif terhadap penjualan Perusahaan kedepannya.

"Dan yang pasti, Penetrasi bisnis Perseroan ke pasar global selama tahun 2022 tetap terus dilakukan melalui beberapa kegiatan yang telah dibangun di tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengikuti pameran Automechanika di Meksiko, Perusahaan berhasil mengembangkan bisnisnya ke pasar Meksiko. Sampai dengan kuartal 3 (tiga) tahun 2022, penjualan ekspor perusahaan mengalami peningkatan sebesar 7,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021," pungkasnya. (Arianto)

Share:

ZYRX Optimis Kinerja Terus Tumbuh Hingga 2024


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Manufaktur komputer lokal,  PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk ("ZYRX" atau "Perseroan") optimis kinerja perusahaan akan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Hal itu disampaikan dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Rabu (23/11).

Dalam Public Expose tersebut, emiten komputer lokal dengan merek dagang 'Zyrex' ini menargetkan angka pendapatan sebesar Rp800 miliar pada tahun 2022, sebesar Rp1,2 triliun di tahun 2023, bahkan diharapkan bisa mencatat pendapatan sebesar Rp1,8 triliun di tahun 2024 mendatang.

"Seiring dengan kenaikan pendapatan tersebut, Perseroan juga optimis laba bersih akan terdongkrak. Pada tahun 2022, Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp79,64 miliar, dan akan sebesar Rp108,79 miliar, bahkan di tahun 2024, laba bersih perseroan diharapkan sebesar Rp175,03 miliar," kata Timothy Siddik, Direktur Utama Zyrex dalam Publik Expose di Jakarta.

Pasalnya, optimistis perseroan bukan tidak berdasar. "Perseroan mengaku memiliki fondasi dan kelebihan mulai dari dukungan pemerintah terhadap produk lokal, penetrasi komputer yang masih rendah di Indonesia atau kurang dari 10%, serta pertumbuhan laptop dan produk IT yang masih cukup besar," ungkapnya. 

Asal tahu saja, Perseroan berpengalaman sejak tahun 1996, kemudian perseroan juga memiliki pelanggan yang loyal serta didukung oleh Pegatron, Intel, Microsoft, dan berbagai vendor.

Disisi lain, menurut Timothy, Perseroan juga sadar bahwa dihadapkan berbagai macam tangtangan bisnis mulai dari melemahnya perekonomian dan daya beli mayarakat. Belum lagi kenaikan tarif pajak pertambahan nilai/PPN juga bagian dari tantangan yang harus dihadapi oleh Perseroan. Ada juga kenaikan bahan bakar minyak/BBM dan tarif dasar listrik serta menguatnya USD akan tetap mempengaruhi laju bisnis perseroan.

"Untuk itu, Perseroan telah mempersiapkan strategi yang akan dijalankan seperti Memperkuat penjualan di sektor B2B dan B2C, Mengendalikan operational cost secara efektif, Memperluas penjualan secara online, serta Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal-III 2022, Laba Bersih Bank of India Melesat 121,9 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Emiten perbankan, PT Bank of India Indonesia Tbk. ("BSWD" atau "Perseroan") pada Kuartal-III 2022, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp10 miliar melesat 121,9 persen bila dibandingkan dengan rugi bersih Rp44 miliar pada 31 Desember 2021.

"Perseroan mencatat Kredit yang diberikan sebesar Rp2.25 triliun per 30 September 2022 tumbuh 24,98 persen bila dibandingkan dengan Rp1.80 triliun pada 31 Desember 2021," kata RM Raharjo Satrio Unggul, Direktur Utama BSWD dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (15/11).

Menurut Raharjo, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp2.62 triliun melesat sebesar 27,53 persen bila dibandingkan dengan Rp2.05 triliun pada 31 Desember 2021.

Disisi lain, kata Raharjo, Untuk NIM dan BOPO, Perseroan mencatatkan rasio masing-masing sebesar 3,11 persen dan 98,54 persen. "Adapun, rasio pengembalian aset (return on asset/ROA) tercatat 0,36 persen atau naik bila dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2021 yakni 1,23 persen," ungkapnya.

Kemudian, Raharjo menambahkan, rasio ROE mencapai 0,64 persen atau naik dari posisi 31 Desember 2021 yang turun 3,93 persen.

Dari sisi aset, ujar Raharjo, total aset Perseroan mencapai Rp4.88 triliun per 30 September 2022 meningkat sebesar 14,7 persen bila dibandingkan dengan total aset pada 31 Desember 2021 sebesar Rp4.25 triliun.

Untuk diketahui, Rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan selalu berada jauh di atas yang disyaratkan oleh Bank Indonesia yang hanya 8% saja. Pada 30 September 2022 CAR Perseroan mencapai 80,73 persen. 

"Kedepan, Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15% di Tahun Anggaran 2022. Perseroan akan menyelaraskan kembali portofolio kredit dengan lebih fokus pada pinjaman UKM daripada pinjaman korporasi. Perseroan juga berencana untuk migrasi ke Core Banking baru pada tahun 2023 untuk memberikan layanan lebih baik kepada nasabah bank," pungkasnya. (Arianto) 

Share:

Semester I 2022, Pradiksi Gunatama Cetak Laba Rp49,44 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Pradiksi Gunatama Tbk ("PGUN" atau "Perseroan") Pada semester I-2022, Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp490,44 miliar naik 23 % bila dibandingkan dengan sebesar Rp399,75 miliar pada tahun sebelumnya.

"Naiknya beban pokok penjualan sebesar 33 % menjadi Rp392,64 miliar dari Rp295,55 miliar membuat laba kotor turun 6 % menjadi Rp97,79 miliar dari laba kotor Rp104,20 miliar," kata Direktur Keuangan PGUN Tamlikho dalam public expose di Jakarta, Jum'at (26/08).
 
Lebih lanjut, Laba sebelum pajak tercatat Rp44,11 miliar naik 4% dari laba sebelum pajak Rp42,57 miliar tahun sebelumnya.

"Alhasil, Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik 15% menjadi Rp49,44 miliar dari Rp43,06 miliar tahun sebelumnya," ungkapnya.



Dari sisi aset, Tamlikho menjelaskan, Total aset perseroan mencapai Rp2,52 triliun hingga Semester I 2022 naik 43 % dari total aset Rp1,76 triliun hingga Semester I 2021.

Dan yang pasti, menurut Tamlikho, Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi di Pabrik Kelapa Sawit yang sebelumnya 60 ton/jam menjadi 90 ton/jam di akhir tahun 2022, diharapkan produksi CPO pertahun akan meningkat dari 75 ribu ton pertahun menjadi 113 ribu ton pertahun. "Perseroan menargetkan melakukan tanam penanaman sawit baru seluas sekitar 700 hektar di tahun 2022 dan merencanakan tanam baru sekitar 2000 hektar di tahun depan, maka diharapkan produktifitas kelapa sawit akan meningkat," ucapnya. 

"Perseroan juga merencanakan melakukan penggabungan usaha dengan PT Senabangun Anekapertiwi dengan tujuan memperluas lahan Perseroan serta memaksimalkan produktifitas Perseroan. Selain itu, Perseroan berencana membeli kebun kelapa sawit dengan luas sekitar 2000 hektar yang lokasinya di sekitar lahan kebun Perseroan dengan tujuan untuk menambah produktifitas CPO," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Klinko Resmi Melantai di Bursa, Siap Perluas Pasar Ekspor


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk. (KLIN) hari ini resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode ticker KLIN ini membuka penawaran di Rp100 per saham, dan menjadi emiten ke-39 yang listing sampai dengan Agustus 2022.

KLIN melepas 230 juta lembar saham atau 17,59 persen dari modal ditempatkan, sehingga pasca melantai di bursa, Perseroan kini telah mengantongi pendanaan sebesar Rp 23 miliar. Pada masa penawaran umum perdana saham, KLIN juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 57.500.000 Waran Seri I, dengan harga pelaksanaan waran Rp100. Sebagai informasi, selama masa bookbuilding, saham KLIN mencatat kelebihan pemesanan atau oversubscribe sebanyak 1.5 kali.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada kepercayaan investor Indonesia untuk Klinko. Hari ini, perusahaan kami mencapai milestone baru dan sangat penting untuk merealisasikan rencana-rencana strategis kami," ujar Direktur Utama Klinko Anggun Supanji dalam acara konferensi pers setelah virtual listing KLIN yang diselenggarakan pihak BEI, Selasa (09/08).

Anggun menyebut, dengan tercatat sebagai perusahaan publik di Indonesia, kesempatan KLIN untuk memperluas jaringan pemasaran ekspor akan semakin terbuka luas. "Saat ini kami sudah ada di tujuh negara dan empat benua yakni Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa. Ke depan, kami berharap ada penambahan negara-negara baru sebagai tujuan ekspor untuk produk private label," tambahnya.

Sejak resmi beroperasi di tahun 2017, Klinko berkomitmen untuk menciptakan produk berupa alat-alat kebersihan yang bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, sampai perusahaan. Dalam jangka pendek, perusahaan yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur ini berencana menggunakan dana IPO untuk membangun pabrik, kantor pusat, gudang bahan baku, dan fasilitas penunjang operasional. Pada jangka pendek dan panjang, pengembangan bisnis KLIN di pasar domestik dan internasional akan fokus pada implementasi strategi distribusi salah satunya, memperkuat kerjasama ke modern channel, B2B partner, dan e-commerce.

"Atas dasar ini, kami berupaya agar Klinko menjadi perusahaan yang berkontribusi menjaga pelestarian lingkungan. Karena itulah, hampir 80 persen bahan baku kami berasal dari benang daur ulang yang diolah dari sisa kain-kain perca, atau limbah tekstil. Limbah tersebut kalau ditimbang, bisa sampai 120 ton per bulannya," ungkap Anggun.

Sementara itu, pada acara virtual listing. Direktur Utama PT Elit Sukses Sekuritas Effendi Irawan menambahkan, saham KLIN terdaftar sebagai Efek Syariah ini akan menjadi pilihan yang baik bagi para investor retail. "Secara kinerja perusahaan, pergerakan laba perusahaan cukup positif, selain itu, KLIN tidak memiliki utang perusahaan, sehingga bagi investor yang kini sedang naik trennya mencari saham syariah, KLIN bisa menjadi pertimbangan," ucapnya.

Asal tahu saja, KLIN selaku pioneer produsen alat kebersihan berbahan recycle di Indonesia, KLIN memberikan pilihan beragam produk kebersihan penuh warna dan terjangkau untuk pengalaman pengguna yang lebih baik bagi Indonesia dan dunia. Saat ini KLIN berhasil memasarkan produknya ke 33 kota di Indonesia hingga 4 benua yakni Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa. KLIN terus mengupayakan untuk mencakup semua area industri kebersihan dengan memperluas jaringan distribusinya, termasuk di dalamnya bersinergi dengan modern channel melalui jaringan supermarket seperti Trans Mart, Lotte Mart, dan Mr. DIY. (Arianto)


Share:

Fokus Transaction Banking dan Green Banking Dorong Kinerja BNI Semester I Tumbuh Optimal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) membukukan tren kinerja dan ekspansi yang solid pada kuartal kedua tahun ini seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah Top Tier. 

Pencapaian tersebut diiringi pula dengan upaya memperkuat green portfolio dan implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan atau ESG (Environment, Social, and Governance) dalam setiap aspek bisnis perusahaan. Laba bersih BNI Semester I tahun 2022 ini tercatat mencapai Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara tahunan atau year-on-year.

Pilihan fokus bisnis BNI untuk menjadi pionir lembaga keuangan yang memperkuat Green Financing telah berbuah manis. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil tinjauan indeks ESG Leader terkini. Dari hasil tinjauan itu, MSCI meningkatkan peringkat BNI dalam MSCI Indonesia ESG Leader Index menjadi Top Three di Indonesia. BNI juga masih menjadi pemegang Rating A dari MSCI, peringkat terbaik di industri saat ini. Digitalisasi menjadi salah satu pendorong utama tingginya transaksi, baik oleh nasabah bisnis maupun individu, yang juga menjadi salah satu semangat dari implementasi bisnis berbasis green banking. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, BNI mencatat pemulihan ekonomi terjadi dengan sangat baik pada pertengahan tahun ini. Geliat usaha serta konsumsi masyarakat semakin kuat sehingga mendorong kinerja BNI sebagai fungsi intermediator. 

Sebagai first mover green banking, BNI telah membuktikan bahwa implementasi green financing di Indonesia mampu berkorelasi positif dengan profitabilitas. Transformasi digital yang mendorong transaction banking terus mendorong implementasi green banking BNI semakin komprehensif.

“Kami sangat bersyukur dengan pencapaian kinerja sampai dengan pertengahan tahun ini. Kinerja fungsi intermediasi semakin kuat seiring dengan tren pemulihan ekonomi. Implementasi green banking dapat tetap dijalankan, dan bahkan menjadi potensi positif bagi kinerja profitabilitas,” katanya.

Royke memaparkan, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital di BNI telah menghasilkan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI. Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang sehat dan didukung oleh DPK berbiaya murah atau CASA. 

Net interest margin yang stabil di kisaran 4,7%, dan ditopang dari tingginya pencapaian non-interest income yang pada semester I tahun 2022 ini dapat mencapai Rp 7,6 triliun atau naik 11,0% YoY. Laba bersih pun tercapai karena fungsi intermediasi yang terus menguat. Kredit pada semester pertama tahun ini tercatat Rp 620,42 triliun, naik semakin positif dengan pertumbuhan 8,9% YoY. 

Salah satu program yang patut diperhitungkan sebagai pendorong realisasi kredit terutama di segmen kecil dan menengah adalah Program BNI Xpora. Selama semester I 2022 saja, BNI Xpora telah berhasil melakukan penyaluran kredit senilai Rp 7,2 triliun. Bahkan hingga Juni 2022, penyaluran kredit kepada debitur UMKM yang berorientasi ekspor telah mencapai Rp 22,1 triliun dengan jumlah debitur mencapai 39.000 debitur.

Kinerja penghimpunan dana masyarakat juga tetap kuat dengan nilai dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 691,84 triliun, naik 7,0% YoY. DPK tersebut didominasi oleh dana murah (CASA), yang mencapai 69,2% dari total DPK yang terhimpun. Penyumbang terbesar CASA adalah nasabah tabungan yang aktif bertransaksi melalui aplikasi BNI Mobile Banking dan giro dari nasabah pengguna cash management services pada BNI Direct. 

“Per Juni 2022, pengguna BNI Mobile Banking berkontribusi terhadap 59,2% tabungan. Sementara, 92% dana giro dikontribusikan oleh pengguna layanan cash management,” katanya.

*Green Financing Terus Tumbuh*

Royke menyampaikan, hingga akhir Juni 2022, pembiayaan BNI pada segmen hijau telah mencapai Rp 176,6 triliun atau sebesar 28,6% dari total kredit. Seluruh pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi industri yang menghasilkan produk atau jasa yang berdampak positif terhadap lingkungan hidup.

Pembiayaan hijau atau green financing BNI sejauh ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pembangunan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM senilai Rp 117,9 triliun. Adapun, selebihnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ekosistem lingkungan hijau Rp 16,1 triliun, energi baru terbarukan (EBT) sebesar Rp 12,0 triliun, serta pengelolaan polusi sebesar Rp 7,2 triliun, dan pengelolaan air dan limbah sebesar Rp 23,4 triliun. 

“BNI juga menghadirkan kemudahan kepemilikan kendaraan listrik melalui pembiayaan konsumer BNI dan pembiayaan melalui anak usaha BNI Multifinance, dengan bunga yang lebih menarik dibandingkan dengan pembiayaan untuk mobil konvensional. Kami juga bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan skema partnership di lingkungan kantor BNI,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa pembiayaan pada Energi Baru Terbarukan atau EBT terus meningkat dengan cukup kuat. Hingga pertengahan tahun ini, pembiayaan ke EBT diperuntukan bagi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Air, Tenaga Surya, serta Biogas.

“Dalam upaya mendukung green portfolio, BNI menjadi pionir dengan menerbitkan green bond dalam denominasi rupiah senilai Rp 5,0 triliun. Penerbitan ini nantinya akan digunakan untuk mendorong kinerja green banking khususnya pembiayaan pada 11 kategori area hijau sesuai POJK 60/ POJK.04/2017,” ujarnya.

*Kinerja Layanan Digital*

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan, transformasi digital telah memberi kontribusi yang cukup kuat baik dari segi operasional maupun profitabilitas BNI. Sebagai salah satu pionir digital banking, perseroan proaktif meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan dalam mendorong dan mengembangkan solusi digital bagi para nasabah. 

BNI mencatat jumlah pengguna aplikasi BNI Mobile Banking mencapai 12,14 juta nasabah sampai dengan Juni 2022 atau meningkat 34,7% YoY. Jumlah transaksi meningkat signifikan sebesar 34,8% hingga mencapai 271 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 368 triliun atau tumbuh 36,8% YoY. 

“Tentunya pencapaian yang sangat baik ini akan terus dijaga dan ditingkatkan. BNI terus memperkuat eksistensi untuk menjadi channel layanan perbankan utama bagi nasabah perbankan Indonesia,” kata Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi.

Susi melanjutkan, perseroan telah menjalin partnership dengan lebih dari 4.000 partner Application Programming Interface (API), dengan total layanan mencapai 443 layanan. Fungsi perbankan untuk memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat, terutama di remote area, juga terus ditingkatkan dengan menjadikan layanan branchless banking atau BNI Agen46 sebagai ujung tombak.

Jumlah Agen46 yang merupakan perpanjangan tangan bank ini sudah mencapai lebih dari 161.000 agen untuk membantu, sebagian masyarakat yang belum terlayani institusi keuangan formal. Bahkan, nilai volume transaksi dari Agen46 sudah mencapai Rp 37,32 triliun. 

Layanan uang elektronik lewat produk Tapcash juga turut mendukung tren transaksi non tunai masyarakat. Total 8,89 juta kartu Tapcash yang beredar mampu mendukung transaksi transportasi, F&B, dan minimarket dengan volume transaksi sebesar Rp 698 miliar. 

Selain itu, kinerja digital Business Banking juga tercatat semakin kuat pada paruh pertama tahun ini. Solusi digital bisnis BNIDirect membukukan kinerja yang semakin kuat. Dengan total user telah mencapai 79.800, BNIDirect telah membukukan volume transaksi lebih dari Rp 2.500 triliun.

“Seluruh otorisasi transaksi BNIDirect diamankan dengan PIN Dinamis yang dihasilkan oleh token fisik atau mobile. Peran BNIDirect sebagai Corporate Digital Services selama ini sangat membantu nasabah bisnis dan terus mendapat apresiasi,” sebutnya.

*Kinerja Fungsi Intermediasi*

Sementara itu, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengutarakan, BNI mampu mendorong kinerja fungsi intermediasi semakin kuat pada kuartal kedua 2022. Kredit di segmen korporasi masih menjadi motor akselerasi kredit BNI. Selama kuartal kedua 2022 ini, BNI menyalurkan pencairan kredit Rp 74,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan di kuartal kedua 2021 yang mencapai Rp 59,3 triliun. Pencairan kredit di kuartal kedua 2022 ini utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi.

Akselerasi penyaluran kredit ini menjadikan pembiayaan ke segmen Korporasi Swasta yang tumbuh 14,7% YoY menjadi Rp 205,3 triliun; segmen large commercial yang tumbuh 31,2% YoY menjadi Rp 48,5 triliun; segmen small juga tumbuh 10,2% yoy dengan nilai kredit Rp 100,2 triliun. Secara keseluruhan kredit di sektor Business Banking ini tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp 512,3 triliun.

“Sektor ekonomi yang dibidik di segmen business banking adalah sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, transportasi dan pergudangan, serta telekomunikasi. BNI juga masuk pada sektor ekonomi hijau seperti energi baru dan terbarukan,” katanya.

Dari sisi kredit konsumer, Novita mengatakan, BNI mampu mencetak kinerja positif di bisnis kredit payroll dengan pertumbuhan 19,6% YoY menjadi Rp 39,1 triliun dan kredit pemilikan rumah yang tumbuh 7,6% YoY menjadi Rp 51,2 triliun.

“Dengan brand consumer banking BNI yang semakin kuat, BNI mampu meningkatkan daya saing, sambil meluncurkan berbagai inovasi guna meningkatkan daya tarik produk konsumer dalam berkompetisi dengan peers,” sebutnya.

BNI berharap tren kinerja ekonomi pada semester kedua tahun 2022 akan kembali membuat fungsi intermediasi dan kinerja BNI semakin kuat. Dengan semakin kuatnya potensi pertumbuhan debitur green banking, BNI tetap optimistis pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun antara 7% hingga 10% pada tahun ini. 

“Dengan tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, dan transformasi yang kami lakukan sudah mulai menunjukkan hasil, maka kami pun berharap laba tahun ini mampu menembus rekor laba tertinggi sepanjang sejarah BNI,” sebutnya.

Novita meyakini, ruang untuk ekspansi BNI masih sangat terbuka yang ditunjukkan dari loan to deposit ratio (LDR) yang berada pada posisi 90,1%. Di sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada pada posisi kuat 18,42%. 

Peningkatan kinerja yang baik tersebut diiringi oleh penguatan kualitas aset perusahaan yang ditopang berbagai faktor, perbaikan Loan at Risk (LaR) ke posisi 19,6% (termasuk kredit restrukturisasi karena Covid - 19), dan non-performing loan (NPL) yang menurun ke level 3,2%. Cost Of Fund atau Biaya Dana semakin efisien di level 1,4%, serta Net Interest Margin stabil di 4,7%. 

Perolehan kinerja positif ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah yang membuat iklim berbisnis menjadi sangat kondusif meskipun di tengah ancaman krisis global. Restrukturisasi kredit akibat pandemi terus menunjukkan perbaikan yang semakin signifikan. 

“Kredit restrukturisasi Covid-19 tercatat telah berada pada Rp 62,9 triliun turun dari posisi periode sama tahun lalu sebesar Rp 81,8 triliun. Bahkan, 64% debitur BNI yang terdampak pandemi telah mulai melakukan pembayaran di atas base lending rate, sehingga kami optimis tren perbaikan kualitas kredit akan terus berjalan di semua segmen,” imbuhnya.

*Kinerja Saham*

Lebih jauh Novita mengatakan, harga saham BBNI ditutup pada harga Rp 7.850 pada 30 Juni 2022 atau meningkat 69,5% dibanding setahun sebelumnya. Dengan kapitalisasi pasar Rp 146,4 triliun, BBNI tetap menjadi pilihan utama investor. Selain karena pencapaian kinerja yang positif dan solid pada paruh pertama 2022, beberapa poin dapat menjadi catatan pendukung bagi investor BNI, yaitu Pertama, Perseroan termasuk entitas bisnis keuangan yang terdepan dalam melaksanakan transformasi digital untuk mempersiapkan pondasi bisnis di masa depan. 

Kedua, Perusahaan juga melakukan transformasi korporasi secara menyeluruh menjadi bank yang berfokus pada profitabilitas. Ketiga, BNI memiliki valuasi yang atraktif, karena belum mencerminkan kondisi fundamental sebenarnya. Dari sisi transformasi, perseroan terus memperkuat aspek penguatan permodalan, digitalisasi, serta perbaikan kualitas aset. 

“Dalam jangka panjang, upaya transformasi ini diarahkan untuk membawa BNI menjadi bank dengan profitabilitas yang tinggi di industri. BNI juga tetap layak terus menjadi koleksi investasi karena dari sisi valuasi, rasio Price to Book Value (PBV) BNI masih di kisaran 1,2x, belum mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya,” katanya. (Arianto)


Share:

Gozco Plantations Cetak Penjualan Bersih Rp707 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Kelapa Sawit PT. Gozco Plantations Tbk ("GZCO" atau "Perseroan") hingga akhir tahun 2021, Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp707 miliar, meningkat 74% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp407 miliar. 

"Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan dalam Volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) yang meningkat sebesar Rp604 miliar, Palm Kernel (PK) Rp79 miliar dan Tandan Buah Segar (TBS) Rp24 miliar dari total penjualan bersih pada tahun 2021," kata Yongki Tedja, Direktur Keuangan, Pajak & Akuntansi GZCO dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jum'at (29/07).

Bahkan, Yongki menyampaikan, Perseroan juga berhasil membukukan laba kotor tahun 2021 sebesar Rp68 miliar, naik 149% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp139 miliar.

Tak cuma itu, ujar Yongki, Perseroan mengalami peningkatan Laba Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2021 yakni naik 108%. Laba Bersih Tahun Berjalan Perseroan tahun 2021 tercatat sebesar Rp14 miliar, usai tahun 2020 tercatat rugi sebesar Rp183 miliar.

Pada tahun 2021, lanjut Yongki, total Liabilitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 14%, dimana total Liabilitas Perseroan pada tahun 2020 adalah sebesar Rp1.11 miliar menjadi Rp959 miliar pada 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan Liabilitas jangka panjang sebesar 24%. Komposisi total liabilitas pada 2021 terdiri dari Liabilitas jangka pendek sebesar Rp355 miliar dan Liabilitas jangka panjang sebesar Rp604 miliar.

"Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan Liabilitas jangka panjang sebesar 24%. Komposisi total liabilitas pada 2021 terdiri dari Liabilitas jangka pendek sebesar Rp355 miliar dan Liabilitas jangka panjang sebesar Rp604 miliar," ucapnya.

Dari sisi aset, Yongki menuturkan, total aset Perseroan yang tercatat per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 5% menjadi Rp2.03 triliun, sedangkan jumlah aset pada tahun 2020 adalah sebesar Rp2.14 triliun. Ekuitas Perseroan naik sebesar 5% menjadi sebesar Rp1.07 triliun per 31 Desember 2021 bila dibandingkan dengan Total Ekuitas dari Rp1.02 triliun pada tahun 2020. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh naiknya jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 5,55%.

"Di tahun 2022, Perseroan menganggarkan Belanja Modal (Capex) sebesar Rp75.5 Milliar yang dialokasikan untuk Belanja Barang Modal meliputi tanam baru dan perawatan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebesar Rp13.5 Milliar dan Investasi Fixed Aset sebesar Rp62.0 Milliar," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Penjualan Jaya Agra Wattie Naik 83 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Karet dan Kelapa sawit, PT Jaya Agra Wattie Tbk ("JAWA" atau "Perseroan") Pada akhir tahun 2021, Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp843.19 miliar, meningkat 83 % bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp461.34 miliar. 

"Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan penjualan dari komoditas utama perseroan yakni CPO karnel dan karet karena ada peningkatan produktivitas dari kebun Perseroan," kata Ryan Nurfitriandy Direktur Operasional JAWA dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jum'at (29/07).

Adapun, ujar Ryan, Perseroan berhasil membukukan laba kotor tahun 2021 sebesar Rp82.19 miliar, naik 440% bila dibandingkan dengan rugi kotor tahun 2020 yang sebesar Rp24.14 miliar," 

Menurut Ryan, Perseroan masih mengalami rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2021 yakni perbaikan 42%. Rugi Bersih Tahun Berjalan Perusahaan tahun 2021 tercatat sebesar Rp189.43 miliar, sedangkan tahun 2020 tercatat rugi sebesar Rp320.08 miliar.

Dari sisi aset, Ryan menuturkan, total aset Perseroan yang tercatat per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 2% menjadi Rp3.56 triliun, sedangkan jumlah aset pada tahun 2020 adalah sebesar Rp3.49 triliun. Ekuitas Perseroan turun sebesar 8.4% menjadi sebesar Rp223.40 miliar per 31 Desember 2021.

"Di tahun 2022, Perseroan akan meningkatkan jumlah tanaman menghasilkan di berbagai lahan yang dimiliki Perseroan; Mengoptimalisasi produktivitas komoditi yang dimiliki Perseroan; Meningkatkan penjualan CPO dan Karet dan menjalankan protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah," pungkasnya. (Arianto)


Share:

IKLAN

IKLAN

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPJS BPN BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPM IPPI Islam IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemenkes Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPWI Pra Kerja Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini