Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan

HOKI Fokus Tingkatkan Penerapan Praktik ESG


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“HOKI”), emiten produsen beras berkualitas merek “Topi Koki” dan “HOKI” sedang mengembangkan kulit padi (sekam) menjadi energi alternatif atau bahan bakar ramah lingkungan. Upaya ini merupakan inisiatif HOKI terhadap kepedulian untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. 
 
Budiman Susilo selaku Direktur HOKI, mengatakan,  Di tahun 2020, kami mendapatkan sertifikasi keberlanjutan tahun pertama yang diakui secara internasional dari The Planet Mark, Inggris. Oleh karena itu, HOKI sudah turut andil dalam menjaga lingkungan dengan memanfaatkan limbah hasil produksi dengan target zero waste untuk mengurangi jejak karbon. 

"Kami berupaya untuk terus fokus dalam praktik keberlanjutan ini, yaitu dengan memanfaatkan limbah kulit padi untuk pembangkit listrik serta uji coba memprosesnya menjadi pellet untuk alternatif bahan bakar," kata Budiman di Jakarta. Selasa (11/05)
 
Selain diolah menjadi pellet, lanjut Budiman, limbah kulit padi ini juga sudah digunakan HOKI sebagai bahan untuk pembangkit listrik. 

Asal tahu saja, kata Budiman, penjualan neto HOKI hingga akhir Desember 2020, sebesar 
Rp1,17 triliun atau terkoreksi sebesar 29,03% YoY. 

"Kontribusi penjualan dari pasar modern sebesar 50,20%, sedangkan pasar tradisional sebesar 23,67%, dan lain-lain 26,13%," ungkapnya. 
 
Oleh karena itu, tambah Budiman, seiring dengan mulai membaiknya kondisi pandemi ini HOKI telah mempersiapkan strategi-strategi yang dapat mendukung kinerja HOKI yang lebih baik pada tahun 2021 ini. 

"Ke depannya, HOKI optimis akan mendapatkan kinerja yang lebih baik diiringi dengan praktik ESG yang baik," pungkasnya. (Arianto)
Share:

TUGU Bukukan Pendapatan Rp2,46 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Emiten Anak BUMN PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk ("TUGU" atau "Perseroan") sepanjang tahun 2020 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,46 triliun hingga periode 31 Desember 2020 atau turun dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp2,89 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Sedangkan beban mencapai Rp2,12 triliun atau turun dari beban Rp2,26 triliun," kata Direktur Teknik TUGU, Syaiful Azhar saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta. Senin (10/05)

Selain itu, kata Syaiful, Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp305,85 miliiar atau turun dari laba sebelum pajak Rp601,72 miliar.

Begitu juga, lanjut Syaiful, Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp265,14 miliiar atau turun dari laba Rp458,69 miliar.

Pada tahun 2020, tambah Syaiful, perseroan membayarkan klaim sebesar Rp3,13 triliun atau naik hingga 40,7 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,23 triliun. Meskipun klaimnya meningkat, beban perseroan relatif terjaga dan mencatatkan penurunan pada tahun 2020. 

"Asal tahu saja, Perseroan  mencatatkan penurunan aset dibandingkan dengan tahun 2019. Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2020 mencapai Rp15,46 triliun atau turun dibandingkan dengan total aset Rp20,73 triliun hingga periode 31 Desember 2019," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Indah Prakasa Sentosa Ekspansi Tahun Ini


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Indah Prakasa Sentosa Tbk ("INPS" atau "Perseroan")  Sepanjang tahun 2020, Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp17,3 miliar atau turun bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yang mencetak kerugian sebesar Rp3,9 miliar. 

"Dengan demikian, rugi bersih per saham setara dengan Rp 26.67 per lembar," kata Direktur PT Indah Prakasa Sentosa, Adreanus Tatang dalam paparan publik di Jakarta. Jum'at (07/05).  

Disisi lain, kata Adreanus,  pendapatan Perseroan sebesar Rp255,66 miliar atau turun 36,80% dibandingkan dengan realisasi di tahun sebelumnya yang mencapai Rp404,55 miliar.

Hingga akhir tahun 2020, Adreanus menyebut, Perseroan memiliki total aset sebanyak Rp453,9 miliar atau turun bila dibandingkan total aset Perseroan pada akhir tahun 2019 sebanyak Rp478.8 miliar.

Sementara itu, Jerry Erfansyah, Corporate Secretary INPS mengatakan, Pada tahun 2021, Perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp50-60 miliar untuk penambahan unit kendaraan dan pengadaan modal kerja. 

Asal tahu saja, kata Jerry, Perseroan berencana untuk penambahan unit kendaraan antara 18 s/d 20 unit untuk salah satu anak perusahaan dengan pengadaan modal kerja kira - kira Rp30 miliar sampai dengan Rp40 miliar rupiah.

"Dan yang pasti, Perseroan tetap optimistis seiring membaiknya ekonomi Indonesia dan didukung oleh peningkatan kinerja pada sektor jasa logistik di kuartal-I 2021," pungkasnya. (Arianto) 

Share:

MITI Fokus di Bidang Pengangkutan Laut


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Mitra Investindo Tbk ("MITI" atau "Perseroan") Per 28 Februari 2021, Perseroan telah membukukan pendapatan konsolidasian Rp7,70 miliar yang berasal dari pendapatan usaha PT Wasesa Line (WL). Sedangkan Total Ekuitas tercatat Rp130,98 miliar.

"Saat ini, Pengendali baru Perseroan adalah PT Prime Asia Capital (PAC) dengan prosentase kepemilikan saham 69,59% dan tengah dalam proses penelaahan OJK atas rencana Penawaran Tender Wajib," kata Diah Pertiwi Gandhi, Direktur PAC-WL dalam Ekspose Publik Tahunan & Insidentiil. Jum'at (07/05)

Selain itu, kata Diah, Perseroan akan melakukan Transformasi bisnis di bidang usaha non migas yang dapat memberikan pemulihan pendapatan usaha Perseroan dalam rangka mempertahankan kelangsungan usaha.

Selanjutnya disampaikan, Perseroan akan menggelar rangkaian aksi korporasi, antara lain: Akuisisi 99,81% saham PT Wasesa Line (WL) dari PT Prime Asia Capital (PAC); Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD); serta perubahan kegiatan usaha baru ini di bidang pegangkutan laut (pelayaran) domestik untuk penumpang dan barang.

Asal tahu saja, Pengendali baru Perseroan adalah PAC dengan prosentase kepemilikan saham 69,59 %. Saat ini tengah dalam proses penelaahan OJK atas rencana Penawaran Tender Wajib

Adapun, tambah Diah, Perseroan akan fokus menjaga pertumbuhan laba bersih Perseroan melalui operasional entitas anak serta melanjutkan disposal/penjualan aset Migas (PSC Garung Block) dan asset properti tidak produktif.

"Dan yang pasti, Menjajaki peluang akuisisi atau kemitraan baik dalam core maupun non core business pada akhir 2021/Semester 1 Tahun 2022," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Tahun 2020, Pendapatan AMRT Tumbuh 3,95%


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ("AMRT" atau "Perseroan") berhasil mempertahankan kinerja perseroan dengan membukukan pendapatan neto sebesar Rp75,83 triliun pada tahun 2020 atau tumbuh 3,95% dari Rp72,94 triliun pada tahun 2019.

"Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dan penambahan jumlah gerai Perseroan dan Entitas Anak sepanjang tahun 2020," ujar Tomin Widian, Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk kepada awak media. Kamis (06/05)

Sepanjang tahun 2020, kata Tomin, gerai Perseroan dan Entitas Anak tumbuh sekitar 8,70% atau sebanyak 1.405 gerai, sehingga total gerai menjadi 17.538 gerai yang terdiri dari 15.434 gerai Perseroan dan 2.104 gerai Entitas Anak.

Bagi Tomin, pertumbuhan jumlah gerai Perseroan dan Entitas Anak menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya, di tengah kondisi pandemi yang melanda, Perseroan memanfaatkan peluang dengan melakuKan ekspansi dengan menempatkan diri semakin dekat dengan konsumen, sehingga konsumen tetap dapat memenuhi kebutuhannya.

Pada kesempatan yang sama, Anggara Hans Prawira, Presiden Direktur AMRT mengatakan, selama pandemi juga terjadi perubahan gaya belanja konsumen yang mulai melakukan transaksi belanja secara online serta preferensi produk yang lebih mengutamakan barang kebutuhan pokok serta produk kesehatan.

Disisi lain, kata Anggara, Perseroan dengan sigap melakukan penyesuaian operasional, antara lain melalui launching pengembangan aplikasi Alfagift 4.0 dengan fitur baru untuk meningkatkan loyalitas dan customer engagement.

"Tidak dapat dipungkiri, Kesadaran akan pentingnya penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik secara konsisten tidak hanya memberikan manfaat bagi
Perseroan, namun juga bagi seluruh pemangku kepentingan," ungkapnya.

"Dan yang pasti, Seluruh insan Perseroan telah berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Govermance) di dalam pengelolaan perusahaan sesuai peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berlaku," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Tahun 2020, Pendapatan MIDI Tumbuh 8,90%


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang  
PT Midi Utama Indonesia Tbk ("MIDI" atau "Perseroan") pemilik minimarket Alfamidi berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,90% dari Rp11,63 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp12,66 triliun pada tahun 2020.

"Sayangnya, kenaikan pendapatan tersebut berbanding terbalik dengan laba Perseroan yang minus sebesar 1,37% dari periode yang sama tahun 2019," kata Corporate Secretary MIDI Suantopo Po kepada awak media. Kamis (06/05)

Di akhir tahun 2020, kata Suantopo, Perseroan membukukan laba sebesar Rp 200,27 miliar, sementara di periode yang sama tahun 2019 laba perseroan berada di angka Rp 203,06 miliar. "Hal ini dikarenakan kenaikan pendapatan yang tidak sebanding dengan kenaikan beban operasional," ucap Suantopo.

"Meskipun dunia usaha sedang diuji dengan pandemi Covid-19, namun Perseroan berhasil meminimalisir dampak perlambatan ekonomi akibat Covid-19," kata Suantopo.

Pada tahun 2021, lanjut Suantopo, Beberapa strategi pemasaran kekinian yang sukses menarik pelanggan berbelanja di Alfamidi adalah program Semarak Awal Tahun yang berhadiah 20 unit motor, Program Rejeki 13 Tahun Afamidi yang berhadiah uang tunai dan ribuan voucher belanja, program Belanja di Alfamidi bawa Pulang Sepeda Brompton serta programParade Bonus Point Member Alfamidi bagi pemegang kartu keanggotaan Pontacardyang sampai saat ini periodenya masih berjalan.

Selain itu, tambah Suantopo, Perseroan juga menggenjot layanan penjualan siap antar bernama Midi Kriing dan juga bekerja sama dengan beberapa platform e-commerce seperti Gomart, Blibli. Ini untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja di gerai-gerai Alfamidi tanpa harus keluar rumah.

Asal tahu saja, Sampai dengan akhir tahun 2020, jumlah gerai Perseroan adalah 1.821 yang terdiri dari 1.795 gerai Alfamidi dan 26 gerai Alfamidi Super. Angka ini naik 266 gerai dari jumlah gerai di akhir tahun 2019 yakni 1.555 gerai. Hingga akhir tahun 2021, Perseroan menargetkan dapat menambah 200 gerai baru.

"Menghadapi tahun 2021, Perseroan optimis kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik dan daya beli masyarakat meningkat sehingga berdampak positif pada pertumbuhan Perseroan," pungkasnya. (Arianto)


Share:

DNAR Raih Laba Rp7,8 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bank Oke Indonesia Tbk ("DNAR" atau "Perseroan") berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,875 miliar pada tahun 2020 atau naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yang tercatat rugi bersih sebesar Rp16,922 miliar.

"Sehingga, laba bersih per saham tahun 2020 menjadi Rp1,85 atau meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 mengalami rugi bersih per saham sebesar Rp3,97," kata Joyo, Direktur Operasional DNAR di Jakarta. Rabu (05/05)

Disisi lain, kata Joyo, perseroan mencatatkan laba operasional tahun 2020 menjadi sebesar Rp19,815 miliar atau naik bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 mencatatkan rugi operasional sebesar Rp9,105 miliar.

"Sedangkan, pendapatan operasional perseroan tercatat sebesar Rp1,458 triliun atau naik 43,78 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 hanya sebesar Rp1,014 triliun," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Joyo, beban operasional tercatat sebesar Rp234,91 miliar atau naik 4,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp223,26 miliar.

Bahkan, sambung Joyo, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp3,164 triliun atau naik 35,4 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp2,337 triliun.

"Alhasil, total kredit tercatat sebesar Rp4,299 triliun atau 31,22 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp3,276 triliun," jelas Joyo.

Asal tahu saja, kata Joyo, Total aset perseroan tercatat sebesar Rp6,275 triliun atau naik 22,84 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp5,108 triliun.

Pada tahun 2021, tegas Joyo, Perseroan berencana meningkatkan kapasitas operasi dibidang pemasaran dan memastikan kepatuhan terhadap pedoman terkait restrukturisasi, karena COVID-19 serta memonitor kondisi kredit restruktur secara berkala.

"Selanjutnya, Melakukan efeisiensi biaya opersional dan efektivitas jam kerja (penyesuaian sementara selama pandemi covid 19)
serta Penerapan protokol kesehatan dalam setiap lini layanan operasional Bank," pungkasnya.
(Arianto)




Share:

Kuartal I-2021, Pendapatan MTDL sebesar Rp3,9 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Metrodata Electronics Tbk
("MTDL" atau "Perseroan"), emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi ("TIK") berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,9 triliun atau meningkat 13,9% pada Kuartal I-2021 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Rp3,4 triliun. 

"Kami bersyukur dapat 
meraih pertumbuhan pendapatan double digit di tengah pandemi Covid-19. Selain memperoleh pertumbuhan pendapatan, MTDL juga berhasil membukukan kenaikan laba bersih di Kuartal I-2021 sebesar Rp27,3 miliar atau 
naik 29,0% YoY," kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja dalam keterangan tertulis. Senin (03/05) 

Bahkan, kata Susanto, Peningkatan kinerja MTDL juga dapat dilihat dari pendapatan masing-masing unit bisnis MTDL. Unit bisnis Distribusi pada Kuartal I-2021 meraih pertumbuhan pendapatan 14,3% YoY, sedangkan unit bisnis Solusi dan Konsultasi naik 11,7% YoY.

Sementara itu, Randy Kartadinata selaku Direktur MTDL menjelaskan, Pencapaian tersebut merupakan sinergi dari berbagai pihak seiring dengan perekonomian yang mulai pulih kembali. Masing-masing unit bisnis MTDL turut memberikan kontribusi yang positif seperti pemulihan di unit bisnis Distribusi dengan meningkatnya penjualan 
smartphone sebesar 93% dibandingkan dengan Kuartal-I tahun sebelumnya. 

Pada Kuartal I-2021, kata Randy, pendapatan berulang (recurring revenue) di unit bisnis Solusi dan Konsultasi meraih pertumbuhan sebesar 22,6%. Saat ini kontribusi dari pendapatan berulang mencapai 40% dari total pendapatan unit bisnis tersebut dan diharapkan akan terus bertumbuh di tahun tahun berikutnya. 

Asal tahu saja, pada Kuartal I-2021 kondisi keuangan MTDL sangat sehat, hal ini dibuktikan pada posisi kas MTDL yang mencapai sebesar Rp2 triliun dan pinjaman bank Rp13,7 miliar. “

"Seiring dengan pulihnya perekonomian, kami optimis prospek MTDL akan lebih baik dari tahun sebelumnya serta dapat terus memberikan distribusi dan solusi TIK yang terbaik untuk membantu para pelanggan dalam bertransformasi digital," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Communication Cable Systems Bakal Gelar Rights Issue


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk ("CCSI" atau "Perseroan") berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp117,08 miliar pada kuartal-I 2021 atau naik 114,39% dibandingkan pendapatan bersih di kuartal-I 2020 sebesar Rp54,61 miliar.

"Sedangkan Pendapatan bersih Perseroan di kuartal-I 2021 berasal dari segmen kabel standar sebesar Rp 86,68 miliar, segmen amoured cable sebesar Rp 16,59 miliar, aksesoris sebesar Rp 7,99 miliar, pipa sebesar Rp 4,90 miliar, serta jasa dan lainnya sebesar Rp 925,34 juta," kata Peter Djatmiko, President Director CCSI setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta. Kamis (29/04)

Pada akhir Maret 2021, kata Peter, Laba Perseroan memiliki total aset sebanyak Rp458,63 miliar atau turun 8,41% dibandingkan total aset Perseroan pada akhir tahun 2020 sebanyak Rp500,77 miliar.

Selain itu, lanjut Peter, Perseroan memiliki total liabilitas sebesar Rp105,76 miliar. Sedangkan total ekuitas emiten tersebut mencapai Rp352,87 miliar.

Asal tahu saja, Perseroan telah melakukan penyegaran struktur Direksi dengan tujuan memperkuat daya saing di industri. Susunan Direksi yang terbentuk terdiri dari personil yang cakap dan telah berpengalaman di Perseroan.

"Dan yang pasti, Perseroan berencana melakukan rights issue pada akhir semester pertama 2021 untuk memperkuat modal kerja Perseroan dalam pengembangan bisnis Kabel Optik Bawah Laut (Submarine Fiber Optic Cable)," pungkasnya. (Arianto)






Share:

Rukun Raharja bagi Dividen Rp21,1 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Rukun Raharja Tbk ("RAJA" atau "Perseroan"), emiten yang bergerak dalam bidang distribusi gas alam, distribusi gas minyak bumi cair (LPG), transmisi dan kompresi gas, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa (27/04) di Jakarta.

Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi mengatakan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah menyetujui pembagian dividen Rp21.811.745.700 atau Rp21,18 miliar untuk tahun buku 2020 atau Rp5,16 per lembar saham.

"Sedangkan, perolehan laba bersih sebesar US$1,38 juta atau menurun 76,43 persen dibandingkan dengan laba 2019 sebesar US$5,7 juta," ujar Djauhar di Jakarta. 

Selain itu, kata Djauhar, pembagian dividen itu juga merupakan apresiasi Perseroan kepada para pemegang saham yang selama ini telah mendukung Perusahaan.

Disisi lain, lanjut Djauhar, Perseroan menyambut Bapak Sumantri Suwarno bergabung sebagai Direksi Perseroan terhitung sejak disahkannya dalam RUPS.

“Asal tahu saja, Dengan pengalaman yang cukup mumpuni di bidang migas, bergabungnya Bapak Sumantri diharapkan memberikan kontribusi yang dapat meningkatkan kinerja Perseroan," pungkasnya. (Arianto)










Share:

Plasticpay Ajak Perusahaan Terapkan Ekonomi Hijau


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Plasticpay Teknologi Daurulang yang merupakan sebuah perusahaan platform digital berbasis sosial digital yang juga merupakan entitas usaha dari PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), mengajak berbagai perusahaan dan institusi di Indonesia mulai menerapkan eco green atau ekonomi hijau dalam kegiatan usaha mereka sehari-hari.  
 
Mini Collection Point (MCP) Plasticpay terdiri dari dua jenis, yaitu tipe Semi Reverse Vending Machine dimana dengan menggunakan aplikasi Plasticpay, poin tersebut dapat dikonversi langsung menjadi uang elektronik seperti DANA, Gopay, OVO, LinkAja, dan INACASH. Tipe lainnya adalah MCP manual yang juga akan memberikan reward yang sama bagi Perusahaan/Institusi setelah melakukan konfirmasi jumlah botol plastik yang terkumpul. 
 
Untuk mengajak Perusahaan semakin aktif menerapkan eco green, Plasticpay baru-baru ini berkolaborasi dengan Yayasan Berani Jaga Bumi diajak turut serta dalam pagelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 sebagai The First Green Motor Show Event di Indonesia.  
 
Di acara tersebut, Plasticpay mengajak dan mengedukasi pengunjung serta peserta IIMS untuk mengumpulkan sampah botol plastik melalui Mini Collection Point (MCP) yang disebar disepanjang area gelaran. 

Suhendra Setiadi, selaku CEO PT Plasticpay Teknologi Daurulang yang juga merangkap sebagai Direktur INOV menjelaskan, Kami senang bisa bekerja sama dengan Yayasan Berani Jaga Bumi, dimana diharapkan ajakan ke arah ekonomi hijau bisa semakin diikuti oleh banyak perusahaan dan institusi guna mengurangi sampah botol plastik melalui ekosistem Plasticpay. 

“Semua sampah botol plastik yang terkumpul akan diolah oleh INOV menjadi Recycled Polyester Staple Fiber yang merupakan bahan dasar dari berbagai produk di bidang infrastruktur, manufaktur, otomotif dan selanjutnya bisa diolah untuk menjadi berbagai produk-produk rumah tangga dan peralatan sehari-hari seperti untuk baju, sepatu, tas, sajadah dan lain sebagainya bekerja sama dengan berbagai usaha, baik usaha skala kecil menengah, maupun korporasi,” kata Suhendra dalam keterangan tertulis. Senin (27/04)
 
Oleh sebab itu, kata Suhendra, Plasticpay akan terus mengedukasi masyarakat pentingnya menerapkan konsep ekonomi hijau dan diharapkan perilaku tersebut juga bisa ditularkan kepada orang-orang terdekat, sehingga semakin banyak masyarakat yang sadar akan pelestarian lingkungan.  
 
Menurutnya, Selain mengajak berbagai perusahaan yang dapat membantu memenuhi Sustainable Development Goals (SDG) point 11, 12, dan 17, Plasticpay juga telah bekerja sama dengan berbagai komunitas, yayasan, dan pesantren untuk penempatan MCP Plasticpay di lingkungan mereka. 

Saat ini, lanjut Suhendra, Plasticpay telah memiliki banyak MCP yang terpasang di sekitar kota dan kabupaten Tangerang, dan rencananya pada Kuartal II-2021 ini dipasang ratusan MCP di sekitar area Jabodetabek.  
 
“Kami berharap dengan semakin banyak MCP Plasticpay yang terpasang maka akan dapat membantu Indonesia mengurangi polusi terutama dari sampah botol plastik dan gerakan circular economy di Indonesia semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (Arianto)


Share:

ASSA Bakal Rights Issue untuk Pelunasan Hutang Bank


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Adi Sarana Armada Tbk (“ASSA” atau “Perseroan”) berencana menerbitkan Obligasi Konversi (convertible bond) melalui Penambahan Modal (PM) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue yang sedang dalam proses pengajuan persetujuan efektif dari OJK. 
 
Rencananya, bagi setiap pemegang 453 saham lama yang tercatat pada tanggal 14 Juni 2021, berhak memperoleh 80 HMETD baru, dimana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu Obligasi Konversi pada harga pelaksanaan yaitu Rp 1.200,- per saham. 

Selain itu, Obligasi Konversi ini akan dapat dikonversi sejak tanggal emisi sesuai usulan jadwal yang sedang diajukan persetujuannya hingga sebelum tanggal jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2023 atau selama periode 2 (dua) tahun. Jumlah Obligasi Konversi yang ditawarkan adalah sebanyak 600 juta dan bersifat zero coupon serta diterbitkan tanpa warkat (scripless). 

Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto mengungkapkan, Perseroan berencana menerbitkan convertible bond dengan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2020. Adapun sebagian besar dana yang terkumpul atau sekitar 90,38% akan digunakan untuk melunasi dan membayar sebagian pinjaman bank yang kita ambil di tahun 2019 dalam rangka investasi awal di bisnis kurir (Anteraja) serta akusisi JBA di bisnis lelang otomotif. 

“Selain itu, sekitar 7,01% dari target dana akan digunakan untuk menambah modal kerja, serta sisanya sekitar 2,62% akan digunakan sebagai setoran untuk modal pengembangan usaha baru di bidang jasa pergudangan 
(Titipaja),” kata Prodjo dalam keterangan tertulis. Selasa (27/04)
 
Asal tahu saja, kata Projo, Titipaja merupakan bisnis persewaan gudang bersama (sharing warehouse) yang di dunia logistik dikenal sebagai e-fulfillment centre. Customer nya adalah para penjual barang (seller) di platform e-commerce, social commerce dan perusahaan-perusahaan consumer goods yang saat ini berubah landscape nya dan mulai banyak mendistribusikan sebagian produknya langsung kepada end-customer dengan menggunakan jasa pengantaran Anteraja.  
 
Melalui aksi korporasi ini, lanjut Projo, Perseroan berharap dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 720 Miliar. Adapun untuk obligasi konversi yang tidak diambil oleh para pemegang saham Perseroan, maka akan diambil oleh IFC (International Finance Corporation) yang merupakan anggota World Bank Group. IFC dalam hal ini bertindak sebagai pembeli siaga dalam pelaksanaan HMETD tersebut. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimal sebesar 15,01% setelah periode PMHMETD.  
 
Menurut Projo, Apabila pemegang Obligasi Konversi tidak mau menukarkannya menjadi saham pada tanggal jatuh tempo, maka ASSA akan melunasi Nilai Pokok Oblikasi Konversi ditambah dengan Yield to Maturity sebesar 3,5% per tahun, ditambah 1% dari Nilai Pokok Obligasi Konversi pada saat tanggal jatuh tempo. 
 
“Harapan kami, Perseroan akan terus mengutamakan aspek Environment, Social dan Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas operasional, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan green energy di seluruh pilar bisnis kami,” pungkasnya. (Arianto)







Share:

TRIS Bukukan Penjualan Bersih Rp1,14 Triliun di Tahun 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Trisula International Tbk ("TRIS" atau "Perseroan"), emiten integrated apparel provider, membukukan total penjualan sebesar Rp1,14 triliun pada tahun buku 2020, dengan kontribusi pendapatan yang berimbang antara ekspor dan lokal. 

Santoso Widjojo selaku Direktur Utama TRIS menjelaskan, Perseroan beserta entitas anaknya terdorong untuk melakukan diversifikasi produk
dengan memberdayakan divisi Research and Development dalam melakukan inovasi produk sesuai dengan kebutuhan pasar selama pandemi, seperti produk Alat Pelindung Diri (baju hazmat dan masker non-medis), seragam tenaga medis, dan pakaian fungsional. Produk-produk ini kami pasarkan di pasar lokal maupun internasional. 

"Selain itu, Perseroan juga terus mengembangkan penjualan melalui e-commerce sebagai upaya mengatasi kendala penurunan trafik akibat PSBB. Oleh karena itu, kami yakin di masa mendatang TRIS akan mampu meraih kinerja yang lebih baik lagi," kata Susanto dalam keterangan tertulis. Senin (26/04)

Sejalan dengan pandangan ke depan, kata Susanto, terkait nilai saham, TRIS berencana untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback saham) yang akan diajukan persetujuannya pada RUPSLB tanggal 27 Mei 2021 mendatang, karena harga saham Perseroan saat ini belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya, dan potensi kinerja saham di masa mendatang sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi nasional dan internasional.

Asal tahu saja, lanjut Susanto, menutup tahun 2020, TRIS membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,14 triliun atau terkoreksi sebesar 22,82% YoY dengan kontribusi pendapatan lokal sekitar 50% dan pendapatan ekspor sekitar 50%. 

Menurutnya, Pendapatan lokal TRIS ini didukung oleh anak usaha, yaitu PT Trisula Textile Industries Tbk (“BELL”), sedangkan untuk pendapatan ekspor mayoritas dihasilkan dari entitas anak, yaitu PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing dan PT Trimas Sarana Garment Industry.

"Meskipun kondisi pandemi di 2020 memberi tekanan yang tinggi bagi Perseroan, namun jika dilihat dari Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan, TRIS tetap bisa mencetak hasil positif sebesar Rp11,9 miliar," ungkapnya. 

Oleh karena itu, tutur Susanto, di tahun 2021, Perseroan akan terus meninjau dan meningkatkan efisiensi biaya operasional serta fleksibilitas terhadap kapasitas produksi, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap Laba Perseroan. 

"Disisi lain, sinergi antara entitas anaknya akan terus dimaksimalkan agar dapat meningkatkan inovasi, fleksibilitas, efisiensi sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik, serta menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19 yang masih berjalan sampai dengan saat in," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Kuartal I-2021, Kinerja ESSA Kinclong


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Surya Esa Perkasa Tbk ("ESSA" atau"Perseroan") emiten yang bergerak di sektor Energi dan Kimia melalui Kilang LPG (liquefied petroleum gas) dan produksi Amonia, mencatatkan
kinerja keuangan yang meningkat secara signifikan pada Kuartal I-2021. 

"Selain itu, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 68,5 juta pada Kuartal I-2021, meningkat sebesar 8,86% dibandingkan pada Kuartal I-2020 sebesar USD 62,9 juta," kata Presiden Direktur ESSA, Vinod Laroya dalam keterangan tertulis. Kamis (22/04)

Sedangkan dari sisi operasional, kata Vinod, Perseroan berhasil mengurangi beban penjualan sebesar 18% dan beban administrasi dan umum dengan 17% lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

"Hal tersebut memungkinkan Perseroan menghasilkan marjin operasi yang lebih baik yang menjadikan laba bersih Perseroan naik menjadi sebesar USD 9,5 juta pada Kuartal I-2021, dibandingkan sebesar USD 0,3 juta pada Kuartal I-2020," ungkap Vinod.

Bahkan, lanjut Vinod, Peningkatan pendapatan serta laba bersih
ESSA seiring dengan adanya pemulihan kembali harga Amonia secara tajam sejak Januari 2021. 

"Ke depan, ESSA akan terus meningkatkan kinerjanya seiring dengan pemulihan harga dan permintaan di pasar global," pungkasnya. (Arianto)


Share:

ZINC Optimis Kinerja Terus Tumbuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena PT Kapuas Prima Coal Tbk ("ZINC" atau"Perseroan") memperoleh restu dari para pemegang saham untuk melakukan proses peminjaman dana sebesar-besarnya Rp1,6 Triliun melalui pihak perbankan. Aksi Perseroan tersebut diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis (22/04) di Jakarta. 

"Menurut rencana, dana hasil pinjaman tersebut akan digunakan sebagai modal untuk percepatan peningkatan kapasitas produksi ZINC, yang di mana selain untuk produksi timbal dan seng, Perseroan juga berencana untuk melanjutkan produksi bijih besi untuk dijual di dalam negeri," kata Padli Noor selaku Direktur ZINC.

Pada tahun ini, kata Padli, Perseroan akan fokus pada bisnis inti dan menambah kapasitas penambangan dan produksi untuk meningkatkan kinerja. Selain itu, Perseroan optimis kinerja akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi setelah adanya vaksinasi Covid-19. 

"Kami optimis kinerja tahun ini akan lebih baik dari tahun 2020. Hal ini didorong dengan dengan adanya peningkatan harga komoditas, serta peningkatan permintaan akan konsentrat timbal dan seng dari berbagai negara. Sehingga dengan demikian diharapkan harga komoditas akan stabil, dan penjualan untuk komoditas tersebut juga dapat terus meningkat," ungkap Padli.

Asal tahu saja, lanjut Padli, dalam RUPSLB Perseroan telah menunjuk Bapak Drs. Bambang Ghiri, SE, MBA, MH. sebagai Komisaris Independen yang baru, menggantikan Alm. Bapak Wilmar Marpaung SH., yang wafat pada Desember 2020.

"Tak cuma itu, Kami senang Bapak Bambang bergabung sebagai Komisaris Independen Perseroan yang baru. Beliau merupakan seorang profesional, dimana beliau akan membantu dan mengawasi dari sisi Good Corporate Governance (GCG) Perseroan ke depan," pungkasnya. (Arianto)


Share:

BULL Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Emiten pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk ("BULL" atau "Perseroan") yang bergerak di kapal tanker minyak menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kembali pada Jum'at (16/04) di Sampoerna Strategic Square, Jakarta.

Wong Kevin, Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk mengatakan, Dalam RUPSLB, Perseroan telah menyetujui untuk memberhentikan dengan hormat: Bapak Hermawan Chandra dari jabatannya selaku Komisaris Independen Perseroan; Bapak Wong Kevin dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan; dan Bapak Andreas Kastono Ahadi dari jabatannya selaku Direktur Perseroan.

"Disisi lain, RUPSLB telah menyetujui pengangkatan: Bapak Andreas Kastono Ahadi sebagai Komisaris Perseroan; Bapak Mohamad Prapanca sebagai Komisaris Independen Perseroan; Bapak Henry Jusuf sebagai Direktur Utama Perseroan; Bapak Vicky Ganda Saputra sebagai Direktur Perseroan; dan Bapak Wong Kevin sebagai Direktur Perseroan," kata Kevin kepada awak media di Jakarta.

Asal tahu saja, kata Kevin,  komposisi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang baru menjadi sebagai berikut:
- Bapak Halim Jusuf selaku Komisaris Utama; 
- Bapak Andreas Kastono Ahadi selaku Komisaris;
- Bapak Achmad Widjaja selaku Komisaris Independen;
- Bapak Mohamad Prapanca selaku Komisaris Independen
Direksi;
- Bapak Henry Jusuf selaku Direktur Utama; 
- Bapak Vicky Ganda Saputra selaku Direktur;
- Bapak Henrianto Kuswendi selaku Direktur;
- Bapak Fauqi Hapidekso selaku Direktur; dan
- Bapak Wong Kevin selaku Direktur.

Selanjutnya, tutur Kevin, RUPSLB juga telah menyetujui mengubah ketentuan Pasal 15 ayat (5) dan ayat (6) Anggaran Dasar Perseroan.

"Dan yang paling penting,  Kedepannya Direksi yang baru dapat melakukan terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan kinerja Perseroan," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Pengiriman Anteraja Meningkat Tiga Kali Lipat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Tri Adi Bersama (Anteraja), perusahaan rintisan (startup logistik) yang merupakan anak usaha dari PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), berhasil cetak kinerja positif di tahun kedua operasi, yang di dukung oleh meningkatnya transaksi melalui e-commerce selama masa pandemi Covid-19.

Selama tahun 2020, volume pengiriman Anteraja telah mengalami peningkatan lebih dari tiga kali lipat yang mencapai rata-rata volume pengiriman lebih dari 300.000 paket/hari, dibandingkan pada tahun 2019 hanya mencapai 100.000 paket/hari.

Suyanto Tjoeng, selaku CEO Anteraja mengungkapkan, Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya minat masyarakat dalam berbelanja secara online, memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja dari industri logistik seperti Anteraja. Di tahun 2021 ini kami berharap kinerja Anteraja dapat terus meningkat, dan mencapai target pengiriman lebih dari 500.000 parcel/hari.

"Pertumbuhan signifikan yang dicapai oleh Anteraja dalam kurun waktu dua tahun beroperasi, tidak terlepas dari sistem teknologi yang unggul, serta didukung oleh
pengalaman ASSA Group dibidang penanganan armada kendaraan rental dan logistik selama  bertahun-tahun," kata Suyanto dalam keterangan tertulis. Rabu (21/04)

Selain itu, kata Suyanto, faktor penting yang juga menjadi garda terdepan kunci kesuksesan perjalanan Anteraja adalah faktor sumber daya manusia yang dimiliki, salah satunya yaitu kurir Anteraja yang disebut dengan SATRIA. Hingga saat ini, Anteraja telah memiliki lebih dari 10.000 SATRIA yang tersebar di Indonesia.

“SATRIA merupakan nilai-nilai yang menjadi pedoman oleh kurir Anteraja, yang berarti Sigap, Aman, Terpercaya, Ramah, Integritas dan Amanah. Nilai-nilai tersebut selalu menjadi bagian terpenting bagi kurir Anteraja untuk selalu memberikan pelayanan terbaik, dan mengantarkan kebahagiaan kepada para pelanggan, sesuai dengan tagline kami yaitu ‘Pasti Bawa Hepi,’” tambah Suyanto.

Saat ini, lanjut Suyanto, layanan Anteraja sudah tersedia di seluruh ibu kota provinsi, dengan lebih dari 600 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tahun ini Anteraja akan fokus untuk memperluas titik layanan untuk wilayah-wilayah yang belum dimasuki khususnya wilayah yang ada diluar Pulau Jawa.

“Khusus di Pulau Jawa, layanan Anteraja sudah tersedia di semua kecamatan. Saat ini kami ingin fokus untuk memperluas titik layanan ke seluruh wilayah Indonesia, apalagi mengingat pasar bisnis online tidak hanya ada di Pulau Jawa saja. Sehingga kami melihat hal ini sebagai sebuah peluang untuk Anteraja dapat menjangkau customer yang lebih luas dimasa mendatang,” tutup Suyanto. (Arianto)




Share:

BELL Genjot Penjualan Lokal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Trisula Textile Industries Tbk (“BELL”), emiten penyedia kain, seragam, dan fashion berkualitas dengan kemampuan customized order terus berinovasi membuat diversifikasi produk yang dibutuhkan para customer
mulai dari kain dengan fitur khusus hingga berbagai pakaian untuk menunjang di masa pandemi. BELL mengincar pasar utama di dalam negeri karena pasarnya yang masih luas.

R Nurwulan Kusumawati
selaku Sekretaris Perusahaan BELL mengatakan, Selama tahun 2020 ini kami gencar memasarkan produk di dalam negeri dengan kontribusi per Desember 2020 penjualan lokal kami sebesar 97,3% yang mengalami sedikit kenaikan dari tahun 2019. Ke depan pada tahun 2021 ini seiring dengan pulihnya pandemi Covid-19, BELL akan terus menambah peluang pasar di dalam negeri, serta ekspor.

"Adapun kontribusi penjualan di dalam negeri ini didorong oleh inovasi-inovasi produk. BELL berinisiatif dengan membuat produk Kain Sehat, yaitu kain dengan fitur khusus anti mikroba, anti air, dan breathable," kata Nurwulan dalam keterangan tertulis. Selasa (20/04)

Tidak sampai di situ, kata Nurwulan, BELL juga memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat dan masker non-medis. Kemudian, BELL juga berinovasi dengan membuat produk Jaket Sehat yang tentunya menjadi salah satu kontribusi penjualan dalam negeri.

Asal tahu saja, pada tahun 2020, BELL mendapatkan penjualan sebesar Rp538 Miliar atau terkoreksi 24,6% YoY yang disebabkan diberlakukannya PSBB/PPKM serta lockdown di banyak negara pada masa pandemi, sehingga penjualan dan pemasaran tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. 

"Tak cuma itu, BELL optimis ke depan akan mendapatkan kinerja yang lebih baik. Terutama dengan inovasi-inovasi produk dan keahlian yang kami miliki, kami percaya kondisi akan normal kembali. BELL akan terus berinovasi membuat produk berkualitas dan menggali pasar dalam negeri yang masih luas, serta peluang untuk ekspor," pungkasnya," (Arianto)



Share:

Pendapatan Anteraja Melesat di Tahun 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten transportasi PT Adi Sarana Armada Tbk (“ASSA”) yang memiliki tiga pilar bisnis utama, yaitu bisnis mobilitas (rental, jasa driver, car sharing), bisnis lelang (JBA dan Caroline), serta end-to-end logistic (logistik dan Anteraja), mulai mewujudkan transformasi bisnis ke arah Sharing Economy
dan Tech-Based Business di seluruh pilar bisnisnya. 

Salah satu pilarnya, bisnis logistik end-to-end bernama Anteraja, berhasil mencetak rekor pertumbuhan pendapatan selama tahun 2020 yang mencapai Rp 794,72 miliar di tahun 2020, atau tumbuh 841,99% dibandingkan dengan Rp 84,37 miliar di tahun 2019.

Presiden Direktur ASSA,
Prodjo Sunarjanto
mengungkapkan, Pada akhir tahun 2020, Anteraja berkontribusi sebesar 24,71% terhadap total pendapatan ASSA, yang merupakan kontribusi terbesar kedua setelah bisnis rental. Angka ini meningkat sangat signifikan dibanding tahun 2019 dimana
kontribusi Anteraja hanya sebesar 3,45% terhadap total pendapatan ASSA. Tentunya seluruh pencapaian ASSA selama tahun 2020 juga didukung oleh kinerja yang solid dari lini bisnis lainnya seperti seperti rental dan lelang.

"Di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi selama tahun 2020, ASSA berhasil menutup tahun dengan mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 30,12% Year on Year
(YoY), dari Rp 2,33 Triliun di tahun 2019 menjadi Rp 3,04 Triliun di tahun 2020," kata Prodjo dalam keterangan tertulis. Senin (19/04)

Selain itu, kata Prodjo, Pertumbuhan pendapatan ASSA selama tahun 2020 didukung oleh stabilnya kinerja masing-masing lini bisnis ASSA. Lini bisnis lelang bertumbuh sebesar 21,75%, bisnis logistik tumbuh sebesar 22,81%, serta bisnis rental mengalami pertumbuhan sebesar 1,17% sepanjang tahun 2020.

Dengan adanya kebijakan pembatasan sosial, lanjut Prodjo, Perseroan telah mengembangkan berbagai inisiatif baru yang mengarah ke sharing economy dan tech-based business. Mulai dari aplikasi ShareCar yang merupakan platform sewa mobil mandiri, lelang secara online di JBA, pengembangan Caroline yang merupakan marketplace tempat jual beli mobil, hingga pengembangan inisiatif e fullfilment atau sharing warehouse melalui Titipaja serta aplikasi Bisnisaja untuk melayani korporasi.

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan solusi kemudahan dalam segala aspek kebutuhan masyarakat baik dari transportasi, layanan pengiriman barang, hingga kegiatan lelang kendaraan semuanya bisa dilakukan secara online, dengan memanfaatkan teknologi digital. Tentunya, kami berharap dengan inovasi-inovasi tersebut ASSA dapat mempertahankan kinerja positif dan terus semakin berkembang dimasa mendatang,”
tutup Prodjo. (Arianto)


Share:

JAPFA Bukukan Penjualan Bersih sebesar Rp36,96 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk ("JAPFA" atau "Perseroan") menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis (15/04) di Jakarta. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp36,96 Triliun. Disisi lain, laba tahun berjalan setelah efek penyesuaian laba entitas yang bergabung sebesar Rp1,22 Triliun. Sedangkan investasi modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,65 Triliun dan total aset JAPFA sebesar Rp25,95 Triliun.

"Menghadapi pandemi COVID-19 saat ini, beberapa langkah strategis telah diambil Perusahaan sejak tahun 2020 lalu. Diantaranya adalah dengan menunda belanja modal yang sifatnya non-esensial, mengakuisisi PT So Good Food (SGF) dan menandatangani joint venture dengan Hendrix Genetics Aquaculture BV untuk
mendirikan Pusat Pembiakan Induk Udang (Broodstock Multipícation Centre/BMC) di Indonesia," ujar Leo Handoko Laksono, Direktur JAPFA kepada awak media di Jakarta.

Selain itu, kata Leo, strategi lainnya yang telah dirumuskan, diantaranya melakukan manajemen keuangan dan pengendalian kas yang hati-hati (prudent), fokus dalam meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, dan memperkuat bisnis hilir melalui pengembangan bisnis pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, serta mendorong pertumbuhan penjualan ritel ke konsumen melalui outlet ritel yang dimiliki perusahaan, baik secara offline maupun online.

"Yang tidak kalah penting, perusahaan juga terus melakukan upaya edukasi akan pentingnya protein hewani bagi kesehatan, sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi stunting," ungkap Leo.

Menutup kuartal-I 2021, kata Leo, tepatnya pada 23 Maret lalu, JAPFA juga berhasil menerbitkan Sustainability-Linked Bond (SLB) dalam mata uang US dolar pertama dari Asia Tenggara, dan juga merupakan yang pertama
diterbitkan oleh pelaku usaha dalam industri agri-food global.

"Asal tahu saja, Kami optimis prospek jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan JAPFA masih terbuka lebar, mengingat populasi penduduk Indonesia yang sangat besar. Kami pun akan berupaya untuk terus melakukan edukasi kepada para peternak dan petambak di Indonesia agar produk yang dihasilkan dapat memiliki kualitas yang baik dan daya saing yang kuat," pungkas Leo. (Arianto)


Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Anti Korupsi Arisan Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Ombusman Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Pameran Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini