Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public Expose. Tampilkan semua postingan

Klinko Resmi Melantai di Bursa, Siap Perluas Pasar Ekspor


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk. (KLIN) hari ini resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode ticker KLIN ini membuka penawaran di Rp100 per saham, dan menjadi emiten ke-39 yang listing sampai dengan Agustus 2022.

KLIN melepas 230 juta lembar saham atau 17,59 persen dari modal ditempatkan, sehingga pasca melantai di bursa, Perseroan kini telah mengantongi pendanaan sebesar Rp 23 miliar. Pada masa penawaran umum perdana saham, KLIN juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 57.500.000 Waran Seri I, dengan harga pelaksanaan waran Rp100. Sebagai informasi, selama masa bookbuilding, saham KLIN mencatat kelebihan pemesanan atau oversubscribe sebanyak 1.5 kali.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada kepercayaan investor Indonesia untuk Klinko. Hari ini, perusahaan kami mencapai milestone baru dan sangat penting untuk merealisasikan rencana-rencana strategis kami," ujar Direktur Utama Klinko Anggun Supanji dalam acara konferensi pers setelah virtual listing KLIN yang diselenggarakan pihak BEI, Selasa (09/08).

Anggun menyebut, dengan tercatat sebagai perusahaan publik di Indonesia, kesempatan KLIN untuk memperluas jaringan pemasaran ekspor akan semakin terbuka luas. "Saat ini kami sudah ada di tujuh negara dan empat benua yakni Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa. Ke depan, kami berharap ada penambahan negara-negara baru sebagai tujuan ekspor untuk produk private label," tambahnya.

Sejak resmi beroperasi di tahun 2017, Klinko berkomitmen untuk menciptakan produk berupa alat-alat kebersihan yang bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, sampai perusahaan. Dalam jangka pendek, perusahaan yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur ini berencana menggunakan dana IPO untuk membangun pabrik, kantor pusat, gudang bahan baku, dan fasilitas penunjang operasional. Pada jangka pendek dan panjang, pengembangan bisnis KLIN di pasar domestik dan internasional akan fokus pada implementasi strategi distribusi salah satunya, memperkuat kerjasama ke modern channel, B2B partner, dan e-commerce.

"Atas dasar ini, kami berupaya agar Klinko menjadi perusahaan yang berkontribusi menjaga pelestarian lingkungan. Karena itulah, hampir 80 persen bahan baku kami berasal dari benang daur ulang yang diolah dari sisa kain-kain perca, atau limbah tekstil. Limbah tersebut kalau ditimbang, bisa sampai 120 ton per bulannya," ungkap Anggun.

Sementara itu, pada acara virtual listing. Direktur Utama PT Elit Sukses Sekuritas Effendi Irawan menambahkan, saham KLIN terdaftar sebagai Efek Syariah ini akan menjadi pilihan yang baik bagi para investor retail. "Secara kinerja perusahaan, pergerakan laba perusahaan cukup positif, selain itu, KLIN tidak memiliki utang perusahaan, sehingga bagi investor yang kini sedang naik trennya mencari saham syariah, KLIN bisa menjadi pertimbangan," ucapnya.

Asal tahu saja, KLIN selaku pioneer produsen alat kebersihan berbahan recycle di Indonesia, KLIN memberikan pilihan beragam produk kebersihan penuh warna dan terjangkau untuk pengalaman pengguna yang lebih baik bagi Indonesia dan dunia. Saat ini KLIN berhasil memasarkan produknya ke 33 kota di Indonesia hingga 4 benua yakni Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa. KLIN terus mengupayakan untuk mencakup semua area industri kebersihan dengan memperluas jaringan distribusinya, termasuk di dalamnya bersinergi dengan modern channel melalui jaringan supermarket seperti Trans Mart, Lotte Mart, dan Mr. DIY. (Arianto)


Share:

Fokus Transaction Banking dan Green Banking Dorong Kinerja BNI Semester I Tumbuh Optimal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) membukukan tren kinerja dan ekspansi yang solid pada kuartal kedua tahun ini seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah Top Tier. 

Pencapaian tersebut diiringi pula dengan upaya memperkuat green portfolio dan implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan atau ESG (Environment, Social, and Governance) dalam setiap aspek bisnis perusahaan. Laba bersih BNI Semester I tahun 2022 ini tercatat mencapai Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara tahunan atau year-on-year.

Pilihan fokus bisnis BNI untuk menjadi pionir lembaga keuangan yang memperkuat Green Financing telah berbuah manis. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil tinjauan indeks ESG Leader terkini. Dari hasil tinjauan itu, MSCI meningkatkan peringkat BNI dalam MSCI Indonesia ESG Leader Index menjadi Top Three di Indonesia. BNI juga masih menjadi pemegang Rating A dari MSCI, peringkat terbaik di industri saat ini. Digitalisasi menjadi salah satu pendorong utama tingginya transaksi, baik oleh nasabah bisnis maupun individu, yang juga menjadi salah satu semangat dari implementasi bisnis berbasis green banking. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, BNI mencatat pemulihan ekonomi terjadi dengan sangat baik pada pertengahan tahun ini. Geliat usaha serta konsumsi masyarakat semakin kuat sehingga mendorong kinerja BNI sebagai fungsi intermediator. 

Sebagai first mover green banking, BNI telah membuktikan bahwa implementasi green financing di Indonesia mampu berkorelasi positif dengan profitabilitas. Transformasi digital yang mendorong transaction banking terus mendorong implementasi green banking BNI semakin komprehensif.

“Kami sangat bersyukur dengan pencapaian kinerja sampai dengan pertengahan tahun ini. Kinerja fungsi intermediasi semakin kuat seiring dengan tren pemulihan ekonomi. Implementasi green banking dapat tetap dijalankan, dan bahkan menjadi potensi positif bagi kinerja profitabilitas,” katanya.

Royke memaparkan, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital di BNI telah menghasilkan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI. Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang sehat dan didukung oleh DPK berbiaya murah atau CASA. 

Net interest margin yang stabil di kisaran 4,7%, dan ditopang dari tingginya pencapaian non-interest income yang pada semester I tahun 2022 ini dapat mencapai Rp 7,6 triliun atau naik 11,0% YoY. Laba bersih pun tercapai karena fungsi intermediasi yang terus menguat. Kredit pada semester pertama tahun ini tercatat Rp 620,42 triliun, naik semakin positif dengan pertumbuhan 8,9% YoY. 

Salah satu program yang patut diperhitungkan sebagai pendorong realisasi kredit terutama di segmen kecil dan menengah adalah Program BNI Xpora. Selama semester I 2022 saja, BNI Xpora telah berhasil melakukan penyaluran kredit senilai Rp 7,2 triliun. Bahkan hingga Juni 2022, penyaluran kredit kepada debitur UMKM yang berorientasi ekspor telah mencapai Rp 22,1 triliun dengan jumlah debitur mencapai 39.000 debitur.

Kinerja penghimpunan dana masyarakat juga tetap kuat dengan nilai dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 691,84 triliun, naik 7,0% YoY. DPK tersebut didominasi oleh dana murah (CASA), yang mencapai 69,2% dari total DPK yang terhimpun. Penyumbang terbesar CASA adalah nasabah tabungan yang aktif bertransaksi melalui aplikasi BNI Mobile Banking dan giro dari nasabah pengguna cash management services pada BNI Direct. 

“Per Juni 2022, pengguna BNI Mobile Banking berkontribusi terhadap 59,2% tabungan. Sementara, 92% dana giro dikontribusikan oleh pengguna layanan cash management,” katanya.

*Green Financing Terus Tumbuh*

Royke menyampaikan, hingga akhir Juni 2022, pembiayaan BNI pada segmen hijau telah mencapai Rp 176,6 triliun atau sebesar 28,6% dari total kredit. Seluruh pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi industri yang menghasilkan produk atau jasa yang berdampak positif terhadap lingkungan hidup.

Pembiayaan hijau atau green financing BNI sejauh ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pembangunan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM senilai Rp 117,9 triliun. Adapun, selebihnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ekosistem lingkungan hijau Rp 16,1 triliun, energi baru terbarukan (EBT) sebesar Rp 12,0 triliun, serta pengelolaan polusi sebesar Rp 7,2 triliun, dan pengelolaan air dan limbah sebesar Rp 23,4 triliun. 

“BNI juga menghadirkan kemudahan kepemilikan kendaraan listrik melalui pembiayaan konsumer BNI dan pembiayaan melalui anak usaha BNI Multifinance, dengan bunga yang lebih menarik dibandingkan dengan pembiayaan untuk mobil konvensional. Kami juga bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan skema partnership di lingkungan kantor BNI,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa pembiayaan pada Energi Baru Terbarukan atau EBT terus meningkat dengan cukup kuat. Hingga pertengahan tahun ini, pembiayaan ke EBT diperuntukan bagi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Air, Tenaga Surya, serta Biogas.

“Dalam upaya mendukung green portfolio, BNI menjadi pionir dengan menerbitkan green bond dalam denominasi rupiah senilai Rp 5,0 triliun. Penerbitan ini nantinya akan digunakan untuk mendorong kinerja green banking khususnya pembiayaan pada 11 kategori area hijau sesuai POJK 60/ POJK.04/2017,” ujarnya.

*Kinerja Layanan Digital*

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan, transformasi digital telah memberi kontribusi yang cukup kuat baik dari segi operasional maupun profitabilitas BNI. Sebagai salah satu pionir digital banking, perseroan proaktif meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan dalam mendorong dan mengembangkan solusi digital bagi para nasabah. 

BNI mencatat jumlah pengguna aplikasi BNI Mobile Banking mencapai 12,14 juta nasabah sampai dengan Juni 2022 atau meningkat 34,7% YoY. Jumlah transaksi meningkat signifikan sebesar 34,8% hingga mencapai 271 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 368 triliun atau tumbuh 36,8% YoY. 

“Tentunya pencapaian yang sangat baik ini akan terus dijaga dan ditingkatkan. BNI terus memperkuat eksistensi untuk menjadi channel layanan perbankan utama bagi nasabah perbankan Indonesia,” kata Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi.

Susi melanjutkan, perseroan telah menjalin partnership dengan lebih dari 4.000 partner Application Programming Interface (API), dengan total layanan mencapai 443 layanan. Fungsi perbankan untuk memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat, terutama di remote area, juga terus ditingkatkan dengan menjadikan layanan branchless banking atau BNI Agen46 sebagai ujung tombak.

Jumlah Agen46 yang merupakan perpanjangan tangan bank ini sudah mencapai lebih dari 161.000 agen untuk membantu, sebagian masyarakat yang belum terlayani institusi keuangan formal. Bahkan, nilai volume transaksi dari Agen46 sudah mencapai Rp 37,32 triliun. 

Layanan uang elektronik lewat produk Tapcash juga turut mendukung tren transaksi non tunai masyarakat. Total 8,89 juta kartu Tapcash yang beredar mampu mendukung transaksi transportasi, F&B, dan minimarket dengan volume transaksi sebesar Rp 698 miliar. 

Selain itu, kinerja digital Business Banking juga tercatat semakin kuat pada paruh pertama tahun ini. Solusi digital bisnis BNIDirect membukukan kinerja yang semakin kuat. Dengan total user telah mencapai 79.800, BNIDirect telah membukukan volume transaksi lebih dari Rp 2.500 triliun.

“Seluruh otorisasi transaksi BNIDirect diamankan dengan PIN Dinamis yang dihasilkan oleh token fisik atau mobile. Peran BNIDirect sebagai Corporate Digital Services selama ini sangat membantu nasabah bisnis dan terus mendapat apresiasi,” sebutnya.

*Kinerja Fungsi Intermediasi*

Sementara itu, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengutarakan, BNI mampu mendorong kinerja fungsi intermediasi semakin kuat pada kuartal kedua 2022. Kredit di segmen korporasi masih menjadi motor akselerasi kredit BNI. Selama kuartal kedua 2022 ini, BNI menyalurkan pencairan kredit Rp 74,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan di kuartal kedua 2021 yang mencapai Rp 59,3 triliun. Pencairan kredit di kuartal kedua 2022 ini utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi.

Akselerasi penyaluran kredit ini menjadikan pembiayaan ke segmen Korporasi Swasta yang tumbuh 14,7% YoY menjadi Rp 205,3 triliun; segmen large commercial yang tumbuh 31,2% YoY menjadi Rp 48,5 triliun; segmen small juga tumbuh 10,2% yoy dengan nilai kredit Rp 100,2 triliun. Secara keseluruhan kredit di sektor Business Banking ini tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp 512,3 triliun.

“Sektor ekonomi yang dibidik di segmen business banking adalah sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, transportasi dan pergudangan, serta telekomunikasi. BNI juga masuk pada sektor ekonomi hijau seperti energi baru dan terbarukan,” katanya.

Dari sisi kredit konsumer, Novita mengatakan, BNI mampu mencetak kinerja positif di bisnis kredit payroll dengan pertumbuhan 19,6% YoY menjadi Rp 39,1 triliun dan kredit pemilikan rumah yang tumbuh 7,6% YoY menjadi Rp 51,2 triliun.

“Dengan brand consumer banking BNI yang semakin kuat, BNI mampu meningkatkan daya saing, sambil meluncurkan berbagai inovasi guna meningkatkan daya tarik produk konsumer dalam berkompetisi dengan peers,” sebutnya.

BNI berharap tren kinerja ekonomi pada semester kedua tahun 2022 akan kembali membuat fungsi intermediasi dan kinerja BNI semakin kuat. Dengan semakin kuatnya potensi pertumbuhan debitur green banking, BNI tetap optimistis pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun antara 7% hingga 10% pada tahun ini. 

“Dengan tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, dan transformasi yang kami lakukan sudah mulai menunjukkan hasil, maka kami pun berharap laba tahun ini mampu menembus rekor laba tertinggi sepanjang sejarah BNI,” sebutnya.

Novita meyakini, ruang untuk ekspansi BNI masih sangat terbuka yang ditunjukkan dari loan to deposit ratio (LDR) yang berada pada posisi 90,1%. Di sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada pada posisi kuat 18,42%. 

Peningkatan kinerja yang baik tersebut diiringi oleh penguatan kualitas aset perusahaan yang ditopang berbagai faktor, perbaikan Loan at Risk (LaR) ke posisi 19,6% (termasuk kredit restrukturisasi karena Covid - 19), dan non-performing loan (NPL) yang menurun ke level 3,2%. Cost Of Fund atau Biaya Dana semakin efisien di level 1,4%, serta Net Interest Margin stabil di 4,7%. 

Perolehan kinerja positif ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah yang membuat iklim berbisnis menjadi sangat kondusif meskipun di tengah ancaman krisis global. Restrukturisasi kredit akibat pandemi terus menunjukkan perbaikan yang semakin signifikan. 

“Kredit restrukturisasi Covid-19 tercatat telah berada pada Rp 62,9 triliun turun dari posisi periode sama tahun lalu sebesar Rp 81,8 triliun. Bahkan, 64% debitur BNI yang terdampak pandemi telah mulai melakukan pembayaran di atas base lending rate, sehingga kami optimis tren perbaikan kualitas kredit akan terus berjalan di semua segmen,” imbuhnya.

*Kinerja Saham*

Lebih jauh Novita mengatakan, harga saham BBNI ditutup pada harga Rp 7.850 pada 30 Juni 2022 atau meningkat 69,5% dibanding setahun sebelumnya. Dengan kapitalisasi pasar Rp 146,4 triliun, BBNI tetap menjadi pilihan utama investor. Selain karena pencapaian kinerja yang positif dan solid pada paruh pertama 2022, beberapa poin dapat menjadi catatan pendukung bagi investor BNI, yaitu Pertama, Perseroan termasuk entitas bisnis keuangan yang terdepan dalam melaksanakan transformasi digital untuk mempersiapkan pondasi bisnis di masa depan. 

Kedua, Perusahaan juga melakukan transformasi korporasi secara menyeluruh menjadi bank yang berfokus pada profitabilitas. Ketiga, BNI memiliki valuasi yang atraktif, karena belum mencerminkan kondisi fundamental sebenarnya. Dari sisi transformasi, perseroan terus memperkuat aspek penguatan permodalan, digitalisasi, serta perbaikan kualitas aset. 

“Dalam jangka panjang, upaya transformasi ini diarahkan untuk membawa BNI menjadi bank dengan profitabilitas yang tinggi di industri. BNI juga tetap layak terus menjadi koleksi investasi karena dari sisi valuasi, rasio Price to Book Value (PBV) BNI masih di kisaran 1,2x, belum mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya,” katanya. (Arianto)


Share:

Gozco Plantations Cetak Penjualan Bersih Rp707 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Kelapa Sawit PT. Gozco Plantations Tbk ("GZCO" atau "Perseroan") hingga akhir tahun 2021, Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp707 miliar, meningkat 74% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp407 miliar. 

"Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan dalam Volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) yang meningkat sebesar Rp604 miliar, Palm Kernel (PK) Rp79 miliar dan Tandan Buah Segar (TBS) Rp24 miliar dari total penjualan bersih pada tahun 2021," kata Yongki Tedja, Direktur Keuangan, Pajak & Akuntansi GZCO dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jum'at (29/07).

Bahkan, Yongki menyampaikan, Perseroan juga berhasil membukukan laba kotor tahun 2021 sebesar Rp68 miliar, naik 149% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp139 miliar.

Tak cuma itu, ujar Yongki, Perseroan mengalami peningkatan Laba Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2021 yakni naik 108%. Laba Bersih Tahun Berjalan Perseroan tahun 2021 tercatat sebesar Rp14 miliar, usai tahun 2020 tercatat rugi sebesar Rp183 miliar.

Pada tahun 2021, lanjut Yongki, total Liabilitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 14%, dimana total Liabilitas Perseroan pada tahun 2020 adalah sebesar Rp1.11 miliar menjadi Rp959 miliar pada 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan Liabilitas jangka panjang sebesar 24%. Komposisi total liabilitas pada 2021 terdiri dari Liabilitas jangka pendek sebesar Rp355 miliar dan Liabilitas jangka panjang sebesar Rp604 miliar.

"Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan Liabilitas jangka panjang sebesar 24%. Komposisi total liabilitas pada 2021 terdiri dari Liabilitas jangka pendek sebesar Rp355 miliar dan Liabilitas jangka panjang sebesar Rp604 miliar," ucapnya.

Dari sisi aset, Yongki menuturkan, total aset Perseroan yang tercatat per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 5% menjadi Rp2.03 triliun, sedangkan jumlah aset pada tahun 2020 adalah sebesar Rp2.14 triliun. Ekuitas Perseroan naik sebesar 5% menjadi sebesar Rp1.07 triliun per 31 Desember 2021 bila dibandingkan dengan Total Ekuitas dari Rp1.02 triliun pada tahun 2020. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh naiknya jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 5,55%.

"Di tahun 2022, Perseroan menganggarkan Belanja Modal (Capex) sebesar Rp75.5 Milliar yang dialokasikan untuk Belanja Barang Modal meliputi tanam baru dan perawatan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebesar Rp13.5 Milliar dan Investasi Fixed Aset sebesar Rp62.0 Milliar," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Penjualan Jaya Agra Wattie Naik 83 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Karet dan Kelapa sawit, PT Jaya Agra Wattie Tbk ("JAWA" atau "Perseroan") Pada akhir tahun 2021, Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp843.19 miliar, meningkat 83 % bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp461.34 miliar. 

"Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan penjualan dari komoditas utama perseroan yakni CPO karnel dan karet karena ada peningkatan produktivitas dari kebun Perseroan," kata Ryan Nurfitriandy Direktur Operasional JAWA dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jum'at (29/07).

Adapun, ujar Ryan, Perseroan berhasil membukukan laba kotor tahun 2021 sebesar Rp82.19 miliar, naik 440% bila dibandingkan dengan rugi kotor tahun 2020 yang sebesar Rp24.14 miliar," 

Menurut Ryan, Perseroan masih mengalami rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2021 yakni perbaikan 42%. Rugi Bersih Tahun Berjalan Perusahaan tahun 2021 tercatat sebesar Rp189.43 miliar, sedangkan tahun 2020 tercatat rugi sebesar Rp320.08 miliar.

Dari sisi aset, Ryan menuturkan, total aset Perseroan yang tercatat per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 2% menjadi Rp3.56 triliun, sedangkan jumlah aset pada tahun 2020 adalah sebesar Rp3.49 triliun. Ekuitas Perseroan turun sebesar 8.4% menjadi sebesar Rp223.40 miliar per 31 Desember 2021.

"Di tahun 2022, Perseroan akan meningkatkan jumlah tanaman menghasilkan di berbagai lahan yang dimiliki Perseroan; Mengoptimalisasi produktivitas komoditi yang dimiliki Perseroan; Meningkatkan penjualan CPO dan Karet dan menjalankan protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Perdana Gapuraprima Tebar Dividen Rp 1 per Saham


Duta Nusantara Merdeka |  Jakarta
PT Perdana Gapuraprima Tbk ("GPRA" atau "Perseroan") adalah Perseroan yang sudah 35 tahun bergerak di bidang industri pengembang properti dan memiliki portofolio proyek pengembangan kawasan hunian dan komersil untuk segmen pasar menengah dan ke atas. Kegiatan usaha Perseroan saat ini lebih di fokuskan pada pengembangan dan investasi bisnis properti. 

"Perseroan telah mengembangkan beberapa proyek baru, berupa landed house dan apartemen di beberapa lokasi di Jabodetabek, seperti Perumahan Bukit Cimanggu City di Bogor, Perumahan Metro Cilegon, Apartemen Bellevue Place di MT Haryono, Condotel Residential Bhuvana di Ciawi. Perseroan akan mengembangkan proyek baru yaitu Pakuan Terrace di Bogor, dan kemudian untuk rencana proyek mendatang adalah proyek Gading One,' kata Rudy Kurniawan Director GPRA dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis (28/07).

Pada akhir tahun 2021, ujar Rudy, Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp446,75 miliar, meningkat 37,97% atau sebesar Rp122,95 miliar dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp323,80 miliar. Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan penjualan dalam segmen residensial dan property komersial yang meningkat masing-masing sebesar 51% dan 49% dari total penjualan bersih pada tahun 2021.

Selain itu, Rudy menambahkan, Perseroan berhasil membukukan laba kotor tahun 2021 sebesar Rp204,67 miliar, naik 7,95% atau sebesar Rp15,07 miliar dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp189,60 miliar.

"Demikian juga, Laba Bersih Tahun Berjalan Perseroan mengalami peningkatan Laba Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2021 yakni naik 42,54% atau sebesar Rp14,79 miliar. Laba Bersih Tahun Berjalan Perusahaan tahun 2021 tercatat sebesar Rp49,54 miliar, sedangkan tahun 2020 tercatat sebesar Rp34,75 miliar," ungkapnya.

Menurut Rudy, Perseroan membagikan dividen tunai final kepada pemegang saham Perseroan sebesar Rp 1 (Satu Rupiah) per saham.

Dari sisi aset, Rudy menjelaskan, total aset Perseroan yang tercatat per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 1,92% menjadi Rp1,76 triliun, sedangkan jumlah aset pada tahun 2020 adalah sebesar Rp1,73 triliun. Komposisi aset perusahaan di tahun 2021 terdiri dari 78,33% aset lancar dan 21,67% aset tidak lancar. Ekuitas Perseroan naik sebesar 5% menjadi sebesar Rp1,11 triliun per 31 Desember 2021.

"Secara keseluruhan, Perseroan berhasil mencapai seluruh target yang ditetapkan untuk tahun 2021. Keberhasilan ini didorong oleh strategi yang dijalankan Perseroan dan dukungan kebijakan-kebijakan pemerintah," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Argo Pantes cetak pendapatan 4.87 juta US$


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten industri tekstil PT Argo Pantes Tbk ("ARGO" atau "Perseroan") sepanjang tahun 2021, Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar 4.87 juta US$, yang mana mengalami peningkatan 21% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang tercatat hanya sebesar 4.01 juta US$. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan barang, kerjasama usaha tekstil dan pendapatan atas sewa.

"Perseroan berusaha meningkatkan kinerja dengan fokus pada penyewaan lahan, gudang kantor serta mengoptimalkan pemakaian lahan operasional dan tenaga kerja," kata Widarsono, Direktur ARGO dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Rabu (27/07).

Disisi lain, ujar Widarsono, Perseroan masih mencatatkan rugi komprehensif sebesar 1,13 juta US$ usai mengalami kerugian 5,36 juta US$. 

Dari sisi aset, Widarsono menuturkan, Total Aset Perseroan mengalami penurunan dari sebesar 80,18 juta US$ per 31 Desember 2020 menjadi sebesar 78,70juta US$ per 31 Desember 2021.

Di tahun 2022, Widarsono menyatakan, Perseroan akan menerapkan beberapa strategi antara lain: Fokus pada penyewaan lahan, gudang dan kantor, Mengoptimalkan pemakaian lahan operasional, serta Mengoptimalkan biaya operasional dan pengelolaan energi secara berkelanjutan.

"Demikian juga, Kerjasama usaha dengan PT Argo Manunggal Triasta, dan bidang usaha Perseroan di bidang sewa-menyewa telah memberikan dampak positif terhadap Perseroan sekalipun belum dapat menutup kerugian Perseroan," ungkapnya.

"Dan yang pasti, Perseroan tetap optimis tahun yang akan datang kinerja Perseroan akan lebih baik mengingat Pemerintah akan melakukan percepatan pemulihan bisnis. Perseroan juga optimis dengan mengoptimalkan kinerja dari segmen usaha sewa-menyewa akan memberikan dampak positif kepada keuangan Perseroan," pungkasnya. (Lak/Tha)


Share:

Jamkrindo Pacu UMKM ke Ekosistem Digital Agar Naik Kelas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) perkokoh komitmen penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menghubungkan UMKM ke dalam ekosistem digital. Dengan demikian diharapkan terjadi percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

Direktur Utama Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan mengatakan, sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia, Jamkrindo mendorong seluruh pelaku usaha binaan untuk segera mengadopsi pemanfaatan teknologi sehingga dapat bersaing di masa kenormalan baru. Dengan penerapan strategi yang tepat berbasiskan teknologi, UMKM dapat berperan dalam membangkitkan perekonomian nasional sekaligus turut mendukung fokus penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia 2022 yakni transformasi ekonomi digital.

“Selain memberikan kemudahan akses permodalan, Jamkrindo turut menghubungkan UMKM ke ekosistem digital, termasuk teknik pemasaran yang sesuai untuk mengoptimalkan peluang pasar dan meningkatkan penjualan secara lebih efektif dan efisien dengan dukungan digitalisasi,” kata Putrama dalam keterangan persnya, Senin (25/07).

Sebagai tulang punggung pembangunan perekonomian Indonesia, UMKM berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 61% dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97%. Adapun diketahui pemerintah menargetkan agar jumlah UMKM yang onboarding digital pada akhir tahun 2022 mencapai angka minimal 20 juta, meningkat menjadi 24 juta pada 2023, hingga 30 juta pelaku UMKM go digital pada 2024.

Putrama menambahkan, Jamkrindo siap berpartisipasi dalam penguatan peran UMKM agar naik kelas dan mendukung keberlanjutan usahanya, sehingga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Tingkat literasi digital yang masih relatif rendah secara rata-rata memang menjadi tantangan. Namun, kami optimistis bahwa target digitalisasi UMKM tersebut dapat direalisasikan apabila seluruh pemangku kepentingan saling bersinergi dan berkolaborasi,” ungkap Putrama.

Hingga kini, Jamkrindo secara konsisten terus melakukan pembinaan dalam hal pemanfaatan digitalisasi, seperti optimalisasi media sosial, branding, memperluas marketing dengan e-commerce, pencatatan laporan keuangan menggunakan aplikasi, peningkatan kualitas produk dan banyak program lainnya. Sebagai bentuk kesiapan internal menghadapi era industri 4.0 dan ekonomi digital, Jamkrindo telah menghadirkan berbagai transformasi dalam bisnisnya melalui teknologi informasi yang tepat guna, sehingga berbagai kerja sama dengan para mitra UMKM dan perbankan atau lembaga keuangan dapat dilakukan secara online, baik host to host, menggunakan web service, maupun aplikasi lainnya seperti Jamkrindo Online Suretyship (JOS). Selain itu, pengembangan platform UMKMLayak melalui umkmlayak.co.id untuk program pemberdayaan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan mitra dengan lembaga keuangan.

Kinerja Jamkrindo

Di tengah tantangan menghadapi masa pandemi, Jamkrindo berhasil membukukan pertumbuhan bisnis yang positif. Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun 2021 yang diaudit KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (firma anggota jaringan global PWC), Jamkrindo membukukan laba bersih 2,3 kali lipat atau Rp1,07 triliun, naik 134% dari posisi 2020 sebesar Rp456,13 miliar. Kenaikan tersebut didongkrak oleh besarnya volume penjaminan Jamkrindo sampai dengan periode Desember 2021 yang mencapai Rp247,61 triliun.

Adapun dari sisi cadangan klaim, Jamkrindo mencatatkan cadangan klaim sebesar Rp5,66 triliun atau naik 41% dari tahun sebelumnya, dengan memiliki cash flow operasi positif. Pertumbuhan pencadangan klaim ini merupakan strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan menjaga kinerja perusahaan di tahun berikutnya. 

“Pembentukan cadangan klaim yang kuat menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga service excellent pembayaran klaim kepada mitra bisnis secara tetap waktu dan tepat jumlah, sehingga dengan demikian kepercayaan dan reputasi perusahaan selalu terjaga baik dengan pengelolaan risiko bisnis yang terukur, sehat dan terkendali,” ujar Putrama

Dari sisi aset, Jamkrindo mencatatkan aset pada 2021 sebesar Rp25,35 triliun, naik 33% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 19,12 triliun. Sedangkan ekuitas tercatat Rp12,83 triliun naik sebesar 45% dari tahun sebelumnya Rp 8,86 triliun dengan Return on Equity (ROE) sebesar 9,83% atau naik 89% dari tahun sebelumnya.

Program pemerintah menjadi motor penggerak penjaminan Jamkrindo dengan rincian penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp144,87 triliun dan penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp17,63 triliun.

Putrama menyampaikan laporan keuangan ini mencerminkan upaya Jamkrindo dalam pengembangan digitalisasi produk dan transformasi. Transformasi dalam manajemen sumber daya manusia; organisasi; tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan; sistem teknologi informasi; bisnis dan operasional; serta keuangan telah berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, serta Putrama menambahkan, Jamkrindo siap berpartisipasi dalam penguatan peran UMKM agar naik kelas dan mendukung keberlanjutan usahanya, sehingga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Tingkat literasi digital yang masih relatif rendah secara rata-rata memang menjadi tantangan. Namun, kami optimistis bahwa target digitalisasi UMKM tersebut dapat direalisasikan apabila seluruh pemangku kepentingan saling bersinergi dan berkolaborasi,” ungkap Putrama.

Asal tahu saja, Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia. Sebagai pionir di industri penjaminan, Jamkrindo memiliki berbagai produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan non-program. Pada penjaminan program, Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR dan penjaminan KMK dalam rangka PEN. Adapun, untuk penjaminan non-program, produk penjaminannya antara lain penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan distribusi barang, surety bond, customs bond, penjaminan Supply Chain (Invoice Financing) dan penjaminan kredit lainnya. (Arianto)


Share:

Kuartal II-2022, Pendapatan JMAS Melesat 21 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk ("JMAS" atau "Perseroan") di Kuartal II-2022 membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp22 Milyar melesat 21% bila dibandingkan dengan Pendapatan Usaha sebesar Rp18.18 Milyar pada Kuartal II-2021. 

"Perseroan mencatatkan Laba Bersih sebesar Rp2.51 Miliar atau naik 208% usai mengalami kerugian Rp2.33 miliar," kata Presiden Direktur JMAS Basuki Agus kepada wartawan Surat Kabar Duta Nusantara Merdeka usai Public Expose di Jakarta, Jum'at (22/07). 

Dari sisi aset, Basuki menuturkan, Total Aset Perseroan mengalami kenaikan 24% dari sebesar Rp249.05 Milyar per 31 Desember 2021 menjadi sebesar Rp308.01 Milyar per 30 Juni 2022.

Untuk meningkatkan kinerja, Basuki menegaskan, Perseroan akan berupaya meningkatkan kontribusi produk-produk individu dengan cara melakukan rekrutmen Agen baru dan melakukan sosialisasi ke masyarakat; melakukan evaluasi atas kerjasama dengan lembaga keuangan yang mempunyai rasio klaim yang melebihi ketentuan Perusahaan; meluncurkan produk-produk individu yang sesuai dengan kebutuhan pasar, dan menyiapkan sistem berbasis teknologi yang mendukung operasional Perusahaan.

"Di tahun 2022, Perseroan akan merekrut Agen yang profesional, mengikuti tender untuk Produk Kumpulan, menyiapkan dan memperkuat tim back office untuk memberikan pelayanan menjadi semakin baik, memperkuat sistem berbasis
informasi perusahaan yang handal, dan membuka kantor pemasaran," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Tahun 2021, Bina Karya Jaya Abadi Cetak Pendapatan Rp517,13 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten pengembang property PT Bina Karya Jaya Abadi Tbk ("BIKA" atau "Perseroan") sepanjang tahun 2021 membukukan pendapatan sebesar Rp517,13 miliar naik tajam dari pendapatan Rp135,31 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Perseroan juga mencatatkan laba bruto naik menjadi Rp351,58 miliar dari laba bruto Rp69,72 miliar tahun sebelumnya," kata Budianto Halim Direktur Utama BIKA dalam public expose di Jakarta, Jum'at (22/07).

Meski demikian, ujar Budianto, laba usaha berhasil diraih Rp255,61 miliar usai mencatat rugi usaha Rp42,80 miliar tahun sebelumnya. 

Kemudian, Ia menambahkan, Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk tahun buku 2021 sebesar Rp194,56 milyar usai mencatat rugi bersih Rp104,33 miliar tahun sebelumnya. 

Dari sisi aset, Budianto mengatakan, Total Aset Perseroan mengalami penurunan dari sebesar Rp3,192,67 milyar pada 31 Desember 2020 menjadi sebesar Rp3,064,22 milyar pada 31 Desember 2021.

"Untuk meningkatkan kinerja, Perseroan akan menetapkan skala prioritas untuk penyelesaian proyek-proyek untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan brand image Perusahaan dan entitas anak," ungkapnya.

Selain itu, menurut Budianto, menciptakan penjualan bagi perusahaan dan entitas anak melalui strategi harga dan strategi marketing serta cara bayar yang lebih menarik

"Dan yang pasti, perseroan akan berupaya menawarkan penjualan property dalam jumlah besar (bulk sales) kepada para investor, melakukan efisiensi operasional dan SDM di setiap divisi serta perampingan struktur Perusahaan dan entitas anak," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Tahun 2021, Logindo Samudramakmur Catat Pendapatan US$ 28,71 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Jasa Sewa Kapal Offshore, PT Logindo Samudramakmur Tbk ("LEAD" atau "Perseroan") sepanjang tahun 2021 mencatat Total Pendapatan sebesar US$ 28,71 juta, atau naik lebih dari 12% dibandingkan dengan Total Pendapatan tahun 2020 sebesar US$ 25,57 juta. Kenaikan ini terutama karena meningkatnya utilisasi kapal-kapal AHTS DP.

"Secara umum utilisasi kapal meningkat dari 72% di tahun 2020 menjadi 75% di tahun 2021. Utilisasi AHTS DP meningkat dari 49% menjadi 67% di tahun 2021," kata Eddy Kurniawan Logam Presiden Direktur LEAD saat public expose di Jakarta, Rabu (20/09).

Disisi lain, ujarnya, Laba Usaha meningkat 1,56 kali di tahun 2021, atau menjadi Laba US$ 0,44 juta di tahun 2021 dari sebelumnya Rugi US$ 0,78 juta di tahun 2021.

Lebih jauh, Eddy menuturkan, EBITDA Perseroan meningkat menjadi US$ 11,14 juta atau naik hampir 4% dibandingkan EBITDA tahun 2020.

Selanjutnya juga disampaikan, Tahun 2021 masih merupakan tahun yang penuh tantangan, Pada semester pertama tahun 2021, utilisasi kapal kurang dari 70%. Utilisasi Ini meningkat di semester kedua menjadi 82% sehingga rata-rata utilisasi selama tahun 2021 adalah 75% (Tahun 2020: 72 %) Peningkatan utilisasi ini membuat Pendapatan Perseroan meningkat menjadi USD 28,7 juta atau naik 12 % YoY.

Menurut Eddy, Strategi pemasaran dan operasional Perseroan tetap sama, yaitu: Diversifikasi basis pelanggan, Harga yang lebih kompetitif, Efisiensi biaya operasi, memberikan pelayanan yang terbaik dan standar keselamatan tertinggi, perawatan armada kapal secara berkala dan terus menerus serta penjualan kapal tua dan tidak produktif.

Selain itu, Eddy menambahkan, Peningkatan harga minyak dunia diharapkan akan meningkatkan aktivitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap kapal-kapal offshore. Permintaan atas kapal kapal offshore sudah mulai meningkat, tetapi persaingan masih cukup ketat, sehingga harga sewa kapal belum beranjak banyak dari harga tahun sebelumnya.

"Ditahun 2022, Perseroan menargetkan tingkat pendapatan sebesar US$ 27 juta dan menargetkan rugi bersih dibawah US$ 2,7 juta. Dan yang pasti, Tetap melakukan efisiensi dan pengurangan biaya operasional," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Kuartal I-2022, Laba Bersih Dharma Samudera Fishing Industries Melesat 67 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk ("DSFI" atau "Perseroan") sepanjang Kuartal I-2022 mencatatkan penjualan sebesar Rp162,9 miliar meningkat 21 persen bila dibandingkan dengan Kuartal I-2021 sebesar Rp134.8 miliar.

"Mayoritas penjualan disumbangkan oleh ekspor produk filet sebesar 60 persen, Octopus sebesar 14 persen dan ekspor tuna sebesar 18 persen, sedangkan ekspor sebesar 3 persen, dan penjualan lokal dan lain lain hanya sebesar 5 persen," kata Ewijaya Direktur Utama DSFI dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jum'at (15/07).

Selain itu, ujar Ewijaya, Perseroan mencatatkan peningkatan kinerja pada Kuartal I-2022 sehingga profitabilitas semakin membaik. "Bahkan, Perseroan optimis target penjualan di tahun 2022 sebesar 22% menjadi Rp 650 Miliar pada tahun ini dapat tercapai," ucapnya.

Menurut Ewijaya, Laba bersih pada Kuartal I-2022 sebesar Rp7 miliar, melesat 67 persen bila dibandingkan dengan Kuartal I-2021 sebesar Rp4,2 miliar.

Lebih lanjut, Ewijaya menambahkan, kenaikan laba ini berkat pertumbuhan penjualan yang mampu menutup beban tetap. "Selain itu, perseroan juga menempuh sejumlah langkah penghematan biaya dan peningkatan efisiensi  untuk mendorong perbaikan profitabilitas," ujarnya. 

Selanjutnya juga disampaikan, Perseroan akan melakukan Pengembangan pasar ekspor dan pasar domestik, menjaga tingkat utilisasi dan operasi pabrik secara efisien, meneruskan langkah-langkah penghematan biaya dan peningkatan efisiensi serta penambahan sourcing points.

"Dan yang pasti, perseroan juga akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko arus kas dan keuangan, memantau kondisi perekonomian dan geopolitik global yang sedang berlangsung, memperkuat struktur modal kerja, memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan di tengah pandemi serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Kuartal I-2022, Laba Bersih Mitra Investindo Melesat 70,71 Persen


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Emiten Jasa Pengangkutan Laut PT Mitra Investindo Tbk ("MITI" atau "Perseroan") sepanjang Kuartal I-2022 membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp17.85 Milyar melesat 48,49% bila dibandingkan dengan Pendapatan Usaha sebesar Rp12.02 Milyar pada Kuartal I-2021. 

"Adapun, Laba Bruto per 31 Maret 2022  tercatat sebesar Rp6.50 Milyar atau naik 6,48% bila dibandingkan dengan per 31 Maret 2021 sebesar Rp6.11 Milyar," kata Direktur Utama MITI Andreas Tjahjadi dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (14/07). 

Menurut Andreas, Peningkatan pendapatan dan laba yang signifikan tidak lepas dari pendapatan sewa kapal bukan milik yang mulai on hire Januari 2022 dan tidak terdapatnya rugi selisih kurs setelah penjualan anak usaha GWS pada akhir 2021.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, Laba Bersih perseroan naik 70,71% dari Rp 1,64 Miliar menjadi Rp 2,8 miliar.

Dari sisi aset, Andreas menuturkan, Total Aset Perseroan mengalami kenaikan 4,68% dari sebesar Rp157.27 Milyar per 31 Maret 2021 menjadi sebesar Rp164.63 Milyar per 31 Maret 2022 . 

Dan yang pasti, Perseroan akan melakukan Pengembangan Bisnis dengan penandatangan Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara Perseroan dengan PT Pelayaran Samudera Karana Line tanggal 9 November 2022 dalam rangka rencana akuisisi PT Pelayaran Karana Line dan PT Karya Abdi Luhur. "Saat ini, masih menunggu hasil uji tuntas keuangan, operasional, teknis dan hukum. Pelaksanaan akuisisi diharapkan dapat dirampungkan selambatnya pada Kuartal I- 2023," ucapnya. (Arianto)
Share:

Pool Advista Finance Catat Rugi Rp47,24 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten pembiayaan PT Pool Advista Finance Tbk ("POLA" atau "Perseroan") sepanjang tahun 2021, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,61 miliar. 

"Sedangkan Beban tercatat sebesar Rp65,92 miliar, menurun 19,79 % jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp82,19 miliar," kata Direktur Utama PT Pool Advista Finance Tbk (POLA), Mujoko Yandri Panjaitan dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis (07/06).
 
Masih kata Mujoko, Rugi Tahun Berjalan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp47,24 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Rugi Tahun Berjalan tahun lalu sebesar Rp38,09 miliar. 

Dari sisi aset, Mujoko menuturkan, total aset sebesar Rp256.73 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 16,91% bila dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp308,99 miliar. Penurunan Total Aset dikarenakan penurunan portfolio pembiayaan. 

"Di tahun 2021, Perseroan juga mencatat jumlah liabilitas sebesar Rp3,97 miliar, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp9,25 miliar," ucapnya. 

Kemudian, Ekuitas mengalami penurunan dari Rp299,75 miliar di tahun 2020 menjadi Rp252,76 miliar di tahun 2021.

"Perseroan di tahun 2022 akan melakukan Pengembangan Bisnis Berbasis TI, Inisiasi Konversi Syariah, dan Fokus Penyaluran Pembiayaan," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal I 2022, Laba Mega Manunggal Property Melesat 25.9 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten Pergudangan Modern terkemuka di Indonesia, PT Mega Manunggal Property Tbk ("MMLP" atau "Perseroan") yang mengelola 11 pergudangan modern di Indonesia yang tersebar di JABODETABEK dan Surabaya, dengan tenant meliputi top tier perusahaan di bidang E-commerce, Retail, Otomotif dan 3PL. Selain itu,  Perseroan juga menyediakan layanan Pergudangan Modern dengan standar international yang sudah diakui oleh perusahaan perusahaan besar seperti Unilever, Lazada, Anteraja, Yamaha, LF logistic, DHL dan banyak lagi.

"Perseroan melihat prospek bisnis di tahun 2022 dengan sangat positif. Pihaknya meyakini bisnis pergudangan akan memiliki prospek yang kian menjanjikan. Hal ini utamanya didorong oleh peningkatan bisnis logistik di masa pandemi dan juga disebabkan oleh perubahan gaya belanja masyarakat dari offline ke online," kata Gomos Benjamin Silitonga, Direktur PT Mega Manunggal Property Tbk dalam public expose tahunan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) & Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Santika Jakarta, Selasa (05/07).  

Di tahun 2022, ujar Gomos, Untuk pergudangan pihaknya sangat optimistis dengan pertumbuhan di industri ini, yang akan mengokohkan posisi kami sebagai pemimpin industri ini di Indonesia.

Saat ini, menurut Gomos, Perseroan mengelola gudang modern dengan total area sewa (NLA) seluas 531.053 m2.

"Disisi lain, Fasilitas Perseroan dikembangkan dengan spesifikasi yang mengacu pada standar internasional untuk memenuhi permintaan di bisnis jasa logistik Indonesia dengan tetap menjaga spesifikasi sesuai dengan peraturan setempat. Perseroan berkomitmen untuk memberikan produk berkualitas baik dan memberikan layanan nilai tambah untuk mendukung bisnis tenant," ungkapnya.

Tak cuma itu, Gomos menyampaikan, Perseroan membukukan pendapatan pada kuartal I 2022 sebesar Rp81,20 miliar, meningkat 11.0% bila dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp73,14 miliar pada kuartal I 2021.

Meski begitu, perseroan mencatatkan Laba Komprehensif pada kuartal I 2022 sebesar Rp47,24 miliar melesat 25.9% bila dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp37,51 miliar pada kuartal I 2021.
 
Dari sisi aset, Gomos menuturkan, Total Aset Perseroan mengalami kenaikan 0.3% dari sebesar Rp7,107,30 miliar pada kuartal I 2021 menjadi sebesar Rp7,131,58 milyar pada kuartal I 2022.

Selanjutnya juga disampaikan, Perseroan mengelola 13 portofolio gudang di berbagai lokasi strategis yaitu: 

- MM2100, Bekasi: Li & Fung Logistic, Selayar,  Block AE, Unilever dan Mega DC

- Cikarang, Bekasi: Delta Silicon III 

- Tapos, Depok: Lazada Phase 1 & 2 Halim Cililitan, 

- East Jakarta: Intirub Business Park

- Jababeka: Cibatu warehouse dan Jababeka Warehouse

- Cileungsi: Cileungsi warehouse

- Manyar, Gresik: Manyar Phase I

- Osowilangun : Osowilangun Warehouse dan 

- Pondok Ungu, Bekasi: Pondok Ungu Warehouse.

Untuk ekspansi, Gomos menuturkan, perseroan sangat disiplin yang artinya setiap warehouse yang kami bangun sudah ada kontraknya dari tenant, tidak harus 100%, namun kami dapat menyakinkan shareholders kami. Dalam hal ini kami memfokuskan ke tanah-tanah yang sudah kami miliki di tahun 2022, Greater Jakarta, Surabaya, dan Osowilangun.

"Terkait kinerja, Bisnis kami sangat stabil, kinerja perseroan tahun 2022 masih terdapat potensi growth dari 15% penambahan occupancy dari gudang - gudang Perseroan yang sudah ada dan adanya kenaikan harga rental gudang. Sedangkan untuk ekspansi, masih dalam tahap perencanaan yang mana selesai paling cepat di tahun 2023," pungkasnya. (Arianto)
Share:

Pakuwon Jati Tebar Dividen Rp193 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk ("PWON" atau "Perseroan") di tahun 2021 membukukan pendapatan bersih Rp5.713 millar melesat 43,7% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.977 miliar. 

"Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) telah menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun buku 2021 sebesar Rp193 miliar, setara dengan 14% dari Rp1.383 miliar laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk," kata Minarto, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk dalam public expose tahunan usai RUPS & RUPSLB  di Hotel Sheraton Jakarta, Selasa (05/07). 

Menurut Minarto, Dividen senilai Rp4 per saham ini menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham PWON dan momentum kebangkitan ekonomi akibat Covid-19. Selain untuk pembayaran dividen, sebesar Rp1 miliar dialokasikan untuk dana cadangan dan sisanya diinvestasikan kembali dalam Perseroan untuk memperkuat basis pertumbuhan pendapatan recurring maupun development Perseroan.

"Meski demikian, Laba Bruto tahun ini tercatat Rp2.754 miliar, naik 42,4% dibanding tahun lalu Rp1.941 miliar," ucapnya.

Sedangkan EBITDA sebesar Rp2.916 milyar, naik 42,2% dibanding tahun sebelumnya Rp2.051 milyar. Adapun laba bersih per saham (Earning Per Share/ EPS) tumbuh 48,7%.

Dari sisi Aset, ujar Minarto, Aset perseroan tumbuh 9,09% menjadi Rp28,866 triliun karena dipicu utang obligasi yang membengkak 61,7% menjadi Rp5,656 triliun.

Untuk diketahui, Pada tanggal 19 April 2021 Perseroan menerbitkan obligasi sebesar US$300 juta dan obligasi tambahan pada tanggal 17 Mei 2021 sebesar US$100 juta dengan bunga 4,875% per tahun dengan tenor 7 tahun yang digunakan untuk pelunasan Surat Utang 2024 sebesar US$250 juta dan untuk keperluan Korporasi umum Perseroan.

"Di tahun 2021, Pengeluaran belanja modal yang telah dikucurkan oleh Perseroan untuk membiayai proyek-proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekaphasesi, East Coast Mansion, Pakuwon Mall 3 dan 4, dan Kota Kasablanka Phase 2 sebesar Rp605 miliar," ungkapnya.

"Tak cuma itu, Tingkat suku bunga yang rendah dan fasilitas insentif PPN telah mendorong kenaikan marketing Perseroan tahun 2021 yang mencapai Rp1.434 miliar, tumbuh 40% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1.026 miliar. Nilai marketing sales tersebut melebihi target Perseroan tahun 2021 yang sebesar Rp1.400 miliar. Sedangkan komposisi penjualan tahun 2021 adalah landed houses 52% serta condominium dan office sebesar 48%," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kuartal I-2022, Panca Anugrah Wisesa Bukukan Penjualan Rp40,32 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Emiten merek dagang Magran Living, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk ("MGLV" atau "Perseroan") berhasil membukukan penjualan sebesar Rp40,32 miliar hingga periode 31 Maret 2022 atau naik bila dibandingkan dengan penjualan sebesar Rp18,55 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Meski demikian, Perseroan juga membukukan laba kotor menjadi sebesar Rp19,08 miliar atau naik bila dibandingkan dengan laba kotor sebesar Rp8,92 miliar tahun sebelumnya," kata Direktur Utama MGLV Dennis Rahardja dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jum'at (01/07).

Selain itu, ujar Dennis, laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp9,07 miliar meningkat dari laba usaha sebesar Rp3,05 miliar tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Dennis menambahkan, Laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp5,23 miliar meningkat dari laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp1,62 miliar tahun sebelumnya.

"Alhasil, Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai sebesar Rp4,40 miliar atau naik bila dibandingkan dengan laba  tahun berjalan sebesar Rp1,20 miliar tahun sebelumnya," ungkapnya.

"Dari sisi aset, Total aset perseroan tercatat sebesar Rp213,88 miliar hingga periode 31 Maret 2022 naik dari total aset sebesar Rp211,40 miliar hingga periode 31 Desember 2021," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Fast Food Indonesia Tambah 10 Gerai Baru KFC


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emiten makanan dan restoran PT Fast Food Indonesia Tbk ("FAST" atau "Perseroan") berhasil menambah 10 (sepuluh) gerai baru KFC yang dibuka di sepanjang tahun 2021 serta membuka 2 (dua) gerai Taco Bell baru. 

"Pada akhir tahun 2021, secara kumulatif, jumlah gerai KFC mencapai 727 outlet di seluruh Indonesia, sementara gerai Taco Bell berjumlah 3 (tiga) outlet," kata Direktur FAST J. D. Juwono dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (30/06).

Di tengah berbagai tantangan akibat pandemi Covid 19, ujar Juwono, Perseroan merenovasi lima puluh (50) gerai KFC yang terdiri dari mayor renovasi untuk 36 gerai dan minor renovasi 14 gerai.

Selanjutnya juga disampaikan, Perseroan berhasil mengoptimalkan penjualan di semua jaringan gerai, khususnya di kuartal IV tahun 2021 seiring dengan pembukaan kembali aktivitas ekonomi dikarenakan relaksasi pembatasan, sehingga berkontribusi besar terhadap pendapatan di tahun 2021 yang tercatat mencapai Rp4,84 triliun.

Lebih jauh, Juwono menjelaskan, Perseroan mampu memperbaiki kinerja profitabilitas dengan pencapaian rugi usaha yang mampu ditekan tingga 21,59% dari Rp377.18 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp295,74 miliar pada tahun 2021. 

"Alhasil, Perseroan mampu membukukan penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp1,90 triliun dengan penurunan sebesar 3.38% pada tahun 2021. Efisiensi ini mampu mendongkrak laba kotor Perseroan menjadi Rp2.94 triliun atau tumbuh sebesar 2,33% pada tahun 2021," ungkapnya.

"Dan yang pasti, efisiensi dalam beban penjualan dan distribusi berkontribusi positif terhadap berkurangnya rugi usaha Perseroan menjadi sebesar 24,19% menjadi Rp339,20 miliar pada tahun 2021," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Bayu Buana Bukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp491,02 Milyar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bayu Buana Tbk ("BAYU" atau "Perseroan") pada tahun 2021 membukukan Pendapatan Usaha Konsolidasi sebesar Rp491,02 Milyar bila dibandingkan dengan Pendapatan Usaha sebesar Rp551,59 Milyar pada tahun 2020. Turun 10,98% atau sebesar Rp60.57 Milyar.

"Adapun, Laba Kotor tahun 2021 tercatat sebesar Rp47,13 Milyar turun 13.58% atau Rp7,41 Milyar dari tahun 2020 sebesar Rp54,54 Milyar," kata Direktur Utama BAYU Agustinus Kasjaya Pake Seko dalam Public Expose di Jakarta, Jum'at (24/06). 

Disisi lain, Laba Usaha Perseroan tahun buku 2021 turun sebesar Rp2,11 Milyar dari tahun 2020 sebesar Rp3,26 Milyar menjadi sebesar Rp1,15 Milyar.

Lebih lanjut, Agustinus mengatakan, Laba Sebelum Pajak Penghasilan 2021 tercatat sebesar Rp0,80 Milyar setelah dikurangi Beban Pajak Penghasilan sebesar Rp0,49 Milyar, maka Perseroan menghasilkan Laba Tahun Berjalan 2021 sebesar Rp306 Juta turun sebesar Rp0,93 Milyar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,24 Milyar.

Kemudian, Ia menambahkan, Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk tahun buku 2021 sebesar Rp0,51 Milyar turun sebesar Rp1,17 Milyar dari tahun 2020 sebesar Rp1,68 Milyar setelah memperhitungkan dengan Kepentingan Non Pengendali tahun 2021 sebesar Rp0,20 Milyar, maka Laba Tahun Berjalan untuk tahun buku 2021 sebesar Rp306 Juta.

"Dari sisi aset, Total Aset Perseroan mengalami kenaikan 2,70% atau sebesar Rp19,87 Milyar dari sebesar Rp735,11 Milyar pada 31 Desember 2021 menjadi sebesar Rp754,98 Milyar. Kenaikan sebesar Rp19,87 Milyar terjadi pada Aset Lancar naik sebesar Rp42,45 Milyar, dan Aset Tidak Lancar turun sebesar Rp22,58 Milyar," pungkasnya. (Lak/Ant)
Share:

Kuartal I-2022, Sidomulyo Selaras Bukukan Laba Bersih Rp2,36 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Sidomulyo Selaras Tbk ("SDMU" atau "Perseroan") membukukan pendapatan Rp23,79 miliar hingga periode 31 Maret 2022 meningkat bila dibandingkan dengan pendapatan Rp22,62 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, nilai equity Perseroan telah membukukan angka positif.

"Meski begitu, Perseroan mencatat laba kotor Rp8,29 miliar atau naik bila dibandingkan dengan laba kotor Rp5,58 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya," kata Corporate Secretary SDMU Jonathan Walewangko saat Public Expose di Jakarta, Senin (13/06).

Sementara itu, Jonathan menjelaskan, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp2,34 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak Rp7,29 miliar tahun sebelumnya.

"Perseroan meraih Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp2,36 miliar dari rugi bersih sebesar Rp6,98 miliar tahun sebelumnya," ungkapnya.

Menurut Jonathan, Perbaikan kondisi keuangan tersebut terjadi karena beberapa hal, yakni membaiknya outlook pandemic Covid-19 telah dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah, peningkatan efisiensi perusahaan serta adanya peningkatan pendapatan perusahaan.

Dari sisi aset, lanjutnya, Total aset perseroan mencapai Rp170,29 miliar hingga periode 31 Maret 2022 atau turun dari total aset Rp178,99 miliar hingga periode 31 Desember 2021. 

Selain itu, Rencana yang akan dilakukan Perseroan pada masa yang akan datang hingga akhir tahun 2022 adalah meningkatkan pelayanan kepada existing customer untuk mengantisipasi peningkatan quantity yang akan dilakukan oleh customer, mempertahankan tingkat efisiensi dan penambahan customer baru.

"Dalam mendukung hal tersebut, Perseroan melakukan perubahan pengurus dengan mengangkat Komisaris Utama, Komisaris Independen, dan anggota Komisaris, serta Direktur Keuangan yang sangat diharapkan dapat membantu dalam pengawasan pengoperasian perusahaan," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Kinerja Trimegah Karya Pratama Kinclong


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta, 
Perusahaan pelopor dan aggregator voucher digital terbesar di Indonesia, PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) berhasil membukukan peningkatan laba bersih hingga 253% sepanjang tahun 2021. Hal ini tentu saja didukung dengan adanya kenaikan penjualan secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"UVCR mengalami pertumbuhan pendapatan dari Rp338 miliar di tahun 2020 melejit ke Rp989 miliar di tahun 2021 atau naik 177%. Kenaikan tersebut disebabkan adanya akselerasi digital yang terjadi di Indonesia karena pandemi di seluruh belahan dunia. Distribusi produk di channel e-commerce menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar UVCR di tahun 2021 sehingga meningkatkan laba kotor UVCR sebesar 127% dibanding 2020 year on year," kata Direktur PT Trimegah Karya Pratama Tbk. Riky Boy Permata dalam keterangan persnya, Senin (13/06).

“Pola belanja pelanggan/customer behaviour melalui portal belanja online yang semakin beragam menjadi salah satu faktor meningkatnya pendapatan UVCR hampir 3x lipat dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, adanya proses kerja sama yang dilakukan perseroan guna memudahkan pelayanan bagi pelanggan saat pandemi juga turut membuat pelanggan setia maupun yang baru terus menggunakan Ultra Voucher,” ungkap Riky.

Tahun 2021, lanjutnya, menjadi momentum penting bagi UVCR karena selain berhasil membukukan kenaikan pendapatan tersebut, UVCR juga membukukan kenaikan laba kotor juga, dan laba bersih yang signifikan dibandingkan tahun 2020. “Adanya pengelolaan kegiatan operasional yang efektif, diiringi dengan pemanfaatan sumber daya perusahaan yang cermat, perseroan juga mampu menghasilkan peningkatan laba operasional sebesar 129%,” ucapnya.

“Sebagai perusahaan voucher digital terbesar di Indonesia, UVCR terus mengedepankan riset kebutuhan pelanggan agar di tahun 2022 dapat menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih tinggi. Tentu saja didukung oleh persiapan dan strategi yang telah dilakukan tahun 2022 ini untuk menyongsong tahun 2023 yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” tutupnya. (Arianto)
Share:

IKLAN

IKLAN



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN BRI Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market CCTV Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPR Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemenkes Kemenkumham KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPS LSM Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Mayday MDMC Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU ODGJ Office Ojek Online Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi PPKM PPWI Pra Kerja Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Ragam Rakernas Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini