Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Himatek Universitas Bosowa Gelar Aksi Cabut Paku Peringati Hari Sejuta Pohon


Duta Nusantara Merdeka | Makassar
Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatek) Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar melaksanakan pencabutan paku di sepanjang jalan Abdullah Daeng Sirua  yang merupakan salah satu proker dari bidang eksternal dalam rangka "Hari Sejuta Pohon" yang dilaksanakan pada Senin (11/01).  

Aksi cabut paku ini merupakan kegiatan sosial yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dengan harapan agar semua pihak tidak melakukan pemakuan paku disembarang tempat. Berdasarkan Peraturan Walikota pasal 16 point E " Memasang reklame dengan cara menempelkan dan/atau atau memaku batang pohon, melakukan shooting, bazar, dan sebagainya tanpa mendapatkan izin dari pemerintah setempat".


"Ini merupakan kegiatan sosial yang kecil tapi bermanfaat untuk masa depan pohon karena apabila semakin banyak orang yang memaku pohon maka akan mempercepat terjadinya kerusakan pada pohon". Ujar Irfan selaku ketua Himpunan

"Selain melanggar aturan, pemakuan pohon juga menjadi sampah visual. Menganggu keindahan jalan. Ditancapkan di pohon dengan paku tak akan bisa hilang, akan terus membekas dan melukai pohon, apalagi jika paku itu tak dicabut", sambungnya.

Sebelum melakukan pencabutan paku pada pohon terlebih dahulu memberikan kepada masyarakat edukasi mengenai aturan yang berlaku sesuai Peraturan Walikota mengenai larangan memaku pohon. 

Aksi ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup kota Makassar
 Seperti yang dikatakan oleh Kepala Seksi Pengendalian dan Kemitraan RTH, Bidang Pengelolaan RTH, DLH Kota Makassar. "Memang kami sering melakukan pencabutan paku ini secara rutin kegiatan itu pula sebagai penertiban bagi orang yang memasang reklame tanpa izin" ujarnya. 

"Alhamdulillah kami sangat berterimakasih kepada mahasiswa Teknik Kimia Universitas Bosowa atas kepedulian akan kelestarian dan keasrian pohon penghijauan dan Lingkungan. Semoga kerja sama ini dapat berlangsung terus baik dalam kegiatan yang sama maupun kegiatan yang lainnya dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan Kota Makassar". Tutupnya. **
Share:

Maahir Bakal Tuntaskan Jelajah Nusantara dengan Bersepeda



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Muhammad Maahir Abdullah (PIND. 2507) memulai Ekspedisi Tunggal Jelajah Nusantara sejak 11 Maret 2018, Dia telah bersepeda sejauh 21.926 km melintasi 34 provinsi. Dia juga sekaligus mendaki 30an gunung, termasuk di dalamnya pendakian ke tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia (7 Summits). Semua itu dia jalani selama lebih kurang 975 hari.

Ekspedisi ini memang tak biasa. Bersepeda dipilih lantaran kesehariannya yang memang gemar menggunakan sepeda. Di sisi lain sepeda adalah alat transportasi ramah lingkungan.

Pria 25 tahun tersebut kesehariannya sebelum memulai perjalanan ini adalah anggota Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan. Ia juga aktif di organisasi Pramuka. Juga tergabung komunitas pencinta alam Pataga Indonesia.

"Perjalanan panjang yang dimulai sejak 11 Maret 2018, semula ditargetkan finish di Jakarta pada Maret 2020. Namun perkiraan tersebut meleset. Karena lama di Papua. Banyak bikin taman baca di Kabupaten Mimika," kata Maahir saat jumpa pers di PMI Jakarta Selatan. Selasa (10/10)

Pada akhir perjalanan, sambungnya, dia akan membuat buku. Bermaksud menjadi literasi, karena selama ini belum ada panduan untuk ekspedisi seluruh provinsi di Indonesia.

Menurut Maahir, Ketiadaan itu memang sudah jadi pergumulan Maahri ketika memulai ekspedisi. Akhirnya ia banyak berburu referensi secara mandiri. Dari pemetaan hingga literasi di tiap-tiap daerah.

Misi lainnya, kata Maahir, ingin mendirikan 10 taman baca di sejumlah wilayah Indonesia. Sejauh ini sudah empat taman baca yang terbangun termasuk di Papua.

"Harapannya, pada Selasa, 10 November 2020 akan menuntaskan obsesi kecilnya untuk menjelajah Nusantara dengan bersepeda," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2020 Berakhir dengan Sukses


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
EU Climate Diplomasi Week atau Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa di Indonesia, yang diselenggarakan dari tanggal 24 Oktober hingga 6 November, ditutup dengan mencatat lebih dari 50.000 peserta yang menghadiri 35 aktivitas tentang perubahan iklim.

Dengan slogan “Act Today for Our Tomorrow” atau “Beraksi Hari Ini untuk Masa Depan Kita” dengan lima tema utama: hutan, laut, produksi dan konsumsi berkelanjutan, ekonomi hijau dan aksi iklim perkotaan.

“Tahun ini, kami berkolaborasi dengan 161 mitra. Ini membuktikan bahwa perubahan iklim adalah isu kritis dan kita perlu untuk beraksi hari ini demi masa depan kita,” kata Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dalam keterangan tertulis kepada media. Sabtu (07/11)

Alhasil, kata Vincent, ke-27 Negara Anggota Uni Eropa memiliki banyak sekali pengetahuan yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam memerangi perubahan iklim. Upaya memerangi perubahan iklim dan pandemi adalah prioritas utama kami untuk beberapa dekade mendatang.

Selama 14 hari terakhir, lanjutnya, Pekan Diplomasi Iklim dipenuhi dengan diskusi dengan para pakar, pembuat kebijakan dan para aktivis lingkungan yang membahas topik-topik menarik seperti konservasi hutan, penanggulangan pencemaran laut, gaya hidup berkelanjutan, pekerjaan ramah lingkungan dan efisiensi energi.

"Tidak satu pun dari kita dapat melakukan ini sendirian, kita semua harus memainkan peran untuk melawan perubahan iklim,” kata Vincent  pada upacara penutupan.



Share:

Denia Isetianti: Raup Cuan Sekaligus Rawat Lingkungan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Di tengah merebaknya krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19, kita masih dihadapkan pada hal lain yang tak kalah serius yaitu krisis lingkungan. Krisis tersebut, kata Tiza Mafira, Associate Director Climate Policy Initiative, berasal dari gaya hidup yang sudah lama kita jalani, salah satunya ketergantungan terhadap batu bara dan minyak bumi. 

"Kita harus menciptakan pekerjaan masa depan – green jobs, dan mendekarbonisasi ekonomi kita, dengan membentuk ekonomi yang berdaya tahan," ujar Tiza dalam Talk show Green Jobs: The Job Opportunity for Indonesian Youth Cleaner Indonesia, yang digelar Coaction pada Selasa (3/11) dalam rangkaian Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa.

Menurut Tiza, generasi milenial memiliki peran besar agar konsep green jobs alias pekerjaan-pekerjaan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, namun tidak membuat habisnya sumber daya alam, bisa populer. Bonus demograsi bisa menjadi faktor penentu di masa depan untuk membuat gaya hidup tersebut kian masif.

Pemikiran itu juga yang mendorong Daily Chaerul Saffar dengan menciptakan Biops Agrotekno, perusahaan rintisan di bidang pertanian yang mengusung semangat keberlanjutan dan memerhatikan kelestarian lingkungan. Lewat Biops Agrotekno, Daily mendekatkan para petani dengan teknologi ramah lingkungan, yakni Encomotion.

"Keunggulannya, kami bisa menhitung jumlah air yang dibutuhkan tanaman berapa banyak. Encomotion dapat meningkatkan 40 persen produksi dan sekaligus mengurangi penggunaan  air hingga 40 persen," ujar Daily.

Sementara itu, Denia Isetianti berkontribusi lewat platfom sosial media cleanomic untuk berkampanye soal berbagai upaya untuk memperkuat kontribusi milenial dalam menjaga kelestarian alam seperti sosialisasi zero waste. Mereka juga punya program Cuan Lestari Talks yang membahas berbagai hal, mulai dari green business, green technology, green creators, hingga green investment.

"Dengan hashtag cuan lestari, kita belajar bagaimana caranya mencari cuan tanpa merusak lingkungan dan mengajak teman-teman memulai gaya hidup peduli lingkungan," tutup Denia. (Arianto)



Share:

Saras Dewi: Ekonomi yang Berorientasi Ekologi Untuk Masa Depan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Perubahan iklim telah mendorong masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia untuk mencari gagasan sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang nihil perusakan lingkungan, atau ekonomi yang tidak mengabaikan sisi ekologi. 

Saras Dewi, Dosen dan Pemerhati Ligkungan memandang perlu dilakukannya perombakan dari berbagai lini bahwa ekonomi mesti berorientasi pada ekonomi kehidupan, peduli lingkungan dan 
keberlanjutan. 

"Perombakan mulai dari kebijakan publik yang punya orientasi pada lingkungan hidup, partisipasi swasta, pada sisi komunitas kita melihat perlunya satu kesadaran penting. Termasuk juga peran dari akademisi yang melakukan riset dan penelitian masyarakat," ujarnya pada webinar Masa Depan Alam untuk Ketahanan Ekonomi Indonesia pada Senin (02/11) dalam rangkaian Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa. 

Senada, Aleta Baun, seorang Pejuang Lingkungan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan kerusakan lingkungan telah membawa dampak terhadap perekonomian, kaum perempuan menurutnya yang paling merasakannya. 

Selain itu, lanjutnya, Akibat pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam yang serampangan kerusakan alam membuat kaum perempuan di Masyarakat di Desa Tiga Batu Tungku, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka. 

"Kita boleh membangun negara, membangun kampung. Tetapi kita juga harus melihat bagaimana pembangunan tidak boleh merugikan banyak rakyat. Air tidak boleh hilang, hutan tidak boleh habis, tanah tidak boleh hilang, batu tidak boleh habis. Karena itu merupakan kekuatan masyarakat," katanya. 

Sementara itu, EwasteRJ. Rafa Jafar, Pemuda dan Founder Komunitas EwasteRJ startup yang bergerak dalam penanganan limbah elektronik mengatakan pihaknya kini ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya limbah elektronik yang tiap tahun terus meningkat, sementara pengelolaan limbahnya banyak yang salah dikelola. 

"Kita menampung limbah elektronik dari masyarakat agar bisa dikelola secara baik dan benar agar tak mencemari lingkungan," ucapnya. (Arianto)




Share:

RUU EBT Penting untuk Kepastian Hukum Pengembangan Energi Terbarukan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
RUU EBT yang diinisiasi DPR seharusnya menjadi komitmen untuk memprioritaskan pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan dan kedaulatan energi, penanggulangan krisis iklim serta pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Mahawira Singh Dillon, peneliti Yayasan Indonesia Cerah, menyebutkan sejumlah alasan yang membuat penggunaan nuklir sebagai sumber energi untuk pembangkit akan sangat berisiko bagi Indonesia. 

Pertama, kata Wira, Secara geografis, Indonesia terletak di kawasan Cincin Api (Ring of Fire) yang sangat aktif secara tektonik sehingga rawan bencana gempa bumi dan tsunami.

“Secara geografis, Indonesia tidak ramah nuklir, karena berada di Ring of Fire. Kondisi ini sangat berisiko dan berpotensi mengganggu operasional PLTN. Kita semestinya bisa belajar dari kasus PLTN Fukushima di Jepang,” kata Wira saat virtual meeting. Rabu (23/09)


Selain itu, kata Wira, Memasukkan nuklir ke dalam RUU EBT merupakan langkah yang kontraproduktif dengan asas keberlanjutan, ketahanan energi nasional, serta asas kedaulatan dan kemandirian yang dicantumkan sebagai prinsip dasar penyusunan RUU ini. 

Dalam kesempatan yang sama, Indra Sari Wardhani, Energy Project Lead Yayasan WWF Indonesia mengatakan, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat melimpah dan tersebar di seluruh Indonesia, namun pemanfaatannya belum optimal. 

Seharusnya, tegas Sari, RUU EBT seyogyanya jadi payung hukum untuk dapat menggantikan peran energi fosil yang cadangannya semakin menipis serta berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat.

Untuk itu, lanjutnya, Dibutuhkan peta jalan (roadmap) transisi energi nasional yang memiliki kekuatan sehingga mengikat bagi semua dokumen pemanfaatan dan alokasi semua jenis sumber energi. 

"Yang terutama, Di dalam Inter-Parliamentary Union (IPU) disebutkan, parlemen bersama pemerintah memiliki peran penting membangun peta jalan transisi ekonomi rendah karbon melalui akselerasi energi terbarukan serta mengawasi implementasinya," pungkasnya. (Arianto)


Share:

RUU EBT Penting untuk Fokus pada Energi Terbarukan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sudah memasuki tahap Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi VII DPR-RI. 

Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk Energi Bersih menyatakan, Rancangan tersebut sangat penting untuk menciptakan mekanisme pasar dan permintaan (demand) yang lebih pasti untuk mengembangkan energi terbarukan di Tanah Air.

Kami mendorong agar RUU EBT menjamin kepastian hukum untuk mengembangkan energi terbarukan sebagai satu-satunya sumber energi andalan Indonesia - pasal yang mengatur energi baru berbasis fosil seperti nuklir harus dikeluarkan dari draf.
 
Dalam kesempatan yang sama, Jannata Giwangkara, Manajer Program Transformasi Energi Institute for Essential Services Reform (IESR) menyebutkan, Sudah ada sejumlah instrumen 
positif yang muncul dalam draf RUU yang dapat menciptakan mekanisme pasar dan permintaan tersebut. Instrumen dimaksud seperti Standar Portofolio Energi Terbarukan (SPET) dan Sertifikat Energi Terbarukan (SET) yang bisa menciptakan dan mengakselerasi jumlah permintaan energi terbarukan yang selama beberapa tahun terakhir stagnan, bahkan menurun.

“SPET ini nanti harapannya bisa mewajibkan badan usaha energi untuk membangun atau memproduksi energi terbarukan dari portofolio yang sudah ada. Sementara Sertifikat ET untuk mekanisme jual beli produksi energi terbarukan,” kata Jannata dalam diskusi media virtual “Urgensi Energi Bersih dalam RUU EBT” pada Rabu (23/9).

Jannata menyatakan,  Untuk Indonesia, pemerintah memang sudah lebih dahulu menerbitkan UU Nomor 21 tahun 2014 tentang Panas Bumi, ketimbang 
mengatur energi terbarukan secara umum. Sehingga sudah menjadi semakin urgen memiliki UU tersendiri untuk energi terbarukan dalam era transisi energi dan dekarbonisasi ini.”

Jannata menekankan, Terpenuhinya target bauran energi terbarukan di energi primer sebesar 23 persen pada 2025 sangat penting bagi pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29-41 persen pada 2030 dan komitmen Indonesia dalam Kesepakatan Paris. 

“Di sisi lain, lanjutnya, terlepas dari sukses atau tidaknya RUU ini untuk fokus di energi terbarukan saja, porsi energi berbasis fosil harus bisa ditekan agar bauran energi terbarukan bisa lebih meningkat. 

"Tahun 2020 dapat menjadi momentum penentu dan titik balik bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan, baik untuk mencapai target-target di tanah air, maupun kemajuan energi terbarukan di tingkat regional," pungkasnya.(Arianto)


Share:

Suntory Garuda Beverage Ajak Anak-Anak SD Jadi Agen Perubahan Lingkungan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sebagai kelanjutan dari Festival Mizuiku Nasional (FMN) yang digelar 5 Agustus 2020 lalu, Suntory Garuda Beverage (SGB) mulai Rabu (26/08) menggelar Festival Mizuiku Wilayah (FMW) untuk area Jakarta. FMW diikuti oleh tujuh Sekolah Dasar (SD) di Jakarta yakni SD Strada Wiyatasana, SDN Cilandak Timur 03, SD Tarakanita 2, SDN Sukabumi Selatan 07, SDN Cengkareng Timur 21, SDN Wijaya Kusuma 05, dan SDN Tanjung Duren Selatan 01, seluruhnya adalah sekolah bersertifikasi Adiwiyata.

Melalui sesi pembelajaran secara virtual yang berlangsung selama 120 menit, total sekitar 250 anak-anak yang dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai kelas, secara interaktif diajak untuk mengetahui proses daur air, mengenal air bersih, serta belajar bagaimana cara menjaga air supaya tetap bersih.

Mizuiku - Aku Cinta Air Bersih adalah program berkelanjutan dari Suntory Jepang untuk mempromosikan kesadaran dan pentingnya air bersih kepada anak-anak agar mereka dapat menjadi agen-agen perubahan dalam usaha pelestarian air bersih. Mizuiku diawali 2004 di Jepang dan hadir di Indonesia pada 2019.

Pada tahun kedua ini, Mizuiku menjalin sinergi dengan Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) sehingga mendapatkan dukungan dari sekolah-sekolah yang telah mendapat sertifikasi Adiwiyata. 

Sri Nuryati, Ketua DPP HPAI, menyampaikan, HPAI berkomitmen untuk membentuk siswa/i maupun tenaga pengajar, memahami pentingnya air, sebagai sumber daya alam utama bagi kehidupan manusia. Kami mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Suntory Garuda Beverage melalui program Mizuiku untuk memberikan pemahaman tentang air bagi kehidupan, sehingga nantinya anak-anak  bisa menjadi agen perubahan lingkungan.

"Kami merasa bangga bisa ikut ambil bagian dalam pelaksanaan FMW dengan mendampingi siswa dan juga bapak dan ibu guru," kata Sri Nuryati dalam keterangan tertulis. Rabu (28/08)

Pada kesempatan yang sama, Ong Yuh Hwang, Chief Executive Officer & President Director, Suntory Garuda Beverage, mengatakan,  Sinergi dengan komunitas Adiwiyata di Indonesia menjadi tonggak sejarah yang signifikan bagi program Mizuiku di Indonesia. Kami senang karena Mizuiku kini dapat berjalan selaras dengan program Adiwiyata yaitu Program Pendidikan Berbasis Lingkungan Hidup di Sekolah.

Menurutnya, Dengan penyelenggaraan Mizuiku di sekolah-sekolah yang telah bersertifikasi Adiwiyata maka semakin besar pula antusiasme kami bahwa Mizuiku dapat secara mandiri terus berjalan di sekolah-sekolah tersebut. Kami berharap program Mizuiku bisa memperkaya sekolah dalam upaya implementasi pembelajaran tentang air dan lingkungan.

"Festival Mizuiku Wilayah juga diselenggarakan untuk area Banjarbaru dan Gowa mulai hari ini serta Tangerang dan Sidoarjo pada 29 Agustus mendatang. Total terdapat 18 sekolah Adiwiyata dari enam daerah di Indonesia yang mengikuti FMW, melibatkan sekitar 250  600 anak-anak dan guru untuk setiap wilayah," tegasnya.

Selain itu, tutur Ong Yuh Hwang, Program Adiwiyata merupakan program nasional yang bertujuan mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Sekolah dipilih sebagai tempat pelaksanaan Adiwiyata lantaran sekolah memiliki peran dalam pembentukan nilai kehidupan, khususnya nilai akan kepedulian berbudaya lingkungan hidup.

Berlangsung sejak tahun 2006, kata Ong Yuh Hwang, Program Adiwiyata telah berkontribusi kepada lingkungan dengan pengurangan timbunan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, pembuatan lubang biopori dan sumur resapan, serta menghemat penggunaan listrik.

Selain melaksanakan program Mizuiku, lanjutnya, Suntory Garuda juga menjalankan komitmen perusahaan untuk memberikan bantuan dengan menyediakan sarana maupun prasarana ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah plastik, penghijauan, maupun menyediakan akses air bersih serta sanitasi di sekolah. Hal ini merupakan wujud dari misi perusahaan yakni Create Harmony with People and Nature, dan sejalan dengan komponen program Adiwiyata menurut Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

"Pada pelaksanaan fase pertama program edukasi Mizuiku telah sukses dilaksanakan di Gowa, Banjarbaru, Sidoarjo, Jakarta dan Tangerang. Untuk tahun 2020 Suntory Garuda menargetkan Mizuiku bisa melibatkan lebih dari 3.000 siswa maupun guru, sebagai upaya berkelanjutan dalam rangka mempromosikan kesadaran pelestarian air bersih," pungkasnya. (Arianto)





Share:

Menanam Pohon Untuk Anak Cucu dan Pelestarian Lingkungan Udara Bersih


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menanam Pohon Untuk Lingkungan Hidup Nyaman itu sudah pasti akan dirasakan bagi siapa saja yang menginginkan banyaknya Oksigen yang dihasilkan oleh proses fotosintesa di lingkungan tinggalnya.

Kami termasuk bagian dari anggota masyarakat yang suka untuk bercocok-tanam dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah.

Tidak penting lahan itu adalah bagian dari fasum dan fasos, asal bisa ditanam pohon produktif atau tanaman keras seperti pohon jati, pohon mangga, alpukat, Kelapa dan lainnya.

Kebiasaan menanam di Bogor sudah kami lakukan sejak 1994 saat menanam pohon rambutan, sawo kecik, hingga pohon pisang, singkong dan pohon pepaya sekalipun. Semua pada waktunya mendapat hasil, meski kemudian akhirnya semua pohon itu kini bersih dari areal tanah di belakang dan depan rumah karena demi alasan perluasan bangunan rumah.

Sekarang tinggal pohon alpukat, mangga, jeruk Bali, Kelapa, Belimbing dan beberapa pokok pohon jati yang tinggal di lahan seberang jalan rumah. Kebetulan lahan di depan rumah belum dibangun rumah. Mungkin sampai 5 - 10 tahun ke depan penghijauan masih berlangsung hingga bila kelak di ditebang oleh pemilik tanah yang ingin bangun rumah.

Marilah kebiasaan menanam pohon keras/tahunan kita lakukan dari sekarang. Bukan untuk kita sendiri, tapi untuk anak bahkan cucu kita nanti.

Kebetulan informasi bibit sangat mudah didapat via Internet. Adalah www.rajabibitindonesia.com yang kami hubungi  via Admin +62 838-0554-3954 untuk pesan bibit duren montong dan jambu kristal.

Kami pilih rajabibitindonesia karena KUALITAS Terjamin. Varietas dijamin keasliannya

BIBIT TERBAIK

Semua produk dijual oleh penjual yang telah lolos standar mutu, dari segi keakuratan & kualitas barang, serta pelayanan yang baik.

TERPERCAYA

Sudah Terjual Ribuan Bibit Keseluruh Indonesia

BERGARANSI
Garansi tanaman hidup hingga 14 hari sejak diterima. Garansi varietas seumur hidup. Inilah yang menarik.
Share:

KLHK Gelar Media Briefing Terkait Investasi dan Ekspor Hasil Hutan Tahun 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Melambatnya perekonomian Indonesia tergambar dari beberapa indikator antara lain realisasi penerimaan pajak s/d 26 Desember 2019 sebesar Rp 1.578 triliun (80,3 % dari target), defisit neraca perdagangan mencapai US $ 3,11 miliar (periode Jan-Nov 2019) dan pertumbuhan ekonomi maksimal sebesar 5,1% dari target makro APBN 2019 sebesar 5,3 %.

Indroyono Soesilo, ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, yang juga menjadi Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia menyampaikan, Berdasarkan data IMF, pertumbuhan ekonomi dunia hanya mencapai 3 % dari proyeksi sebelumnya 3,7 %. Kondisi perekonomian dunia memberikan tekanan yang nyata bagi perekonomian Indonesia di tahun 2019.

"Begitu juga, Kondisi perekonomian global berdampak pada menurunnya volume perdagangan, yang berimbas pada kinerja sektor usaha kehutanan tahun 2019. Total nilai ekspor kayu olahan Indonesia tahun 2019 sebesar US$ 11,64 miliar, turun 4 % dari nilai ekspor tahun 2018 sebesar US$ 12,13 miliar," ujar Indroyono saat Media Briefing dengan tema "Overview Kinerja Sektor Usaha Kehutanan tahun 2019 dan Upaya Mendongkrak Investasi dan Ekspor Hasil Hutan tahun 2020" di Ruang Rimbewan 1. Gedung Manggala Wanabakti JIn. Gatot Subroto, Jakarta. Jumat (03/01/2020)

Untuk negara tujuan ekspor terbesar masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Tiongkok di posisi teratas, diikuti Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Korea. "Penurunan permintaan dunia melemahkan kinerja ekspor kayu olahan Indonesia, yang secara berantai menurunkan permintaan pasokan bahan baku dari sektor hulu, baik dari hutan alam maupun hutan tanaman," kata Indroyono.

Indroyono memaparkan, produksi kayu hutan alam tahun 2018 mencapai 7 juta m3, sedangkan tahun ini hanya tercapai 5,8 juta m3, atau turun 16,30 %. Penurunan produksi hutan alam ini terutama karena berkurangnya permintaan pasokan dari industri pengolahan kayu, terutama industri panel dan woodworking yang sebagian besar bahan bakunya menggunakan kayu alam.

Sementara itu, kata Indroyono, produksi hutan tanaman juga mengalami penurunan tipis, pada tahun 2018 mencapai 40 juta m3, sementara produksi hutan tanaman tahun 2019 tercatat 39 juta m3, atau turun 1,63 %. Yang cukup menggembirakan dari hutan tanaman, terjadi kenaikan luas penanaman yang cukup signifikan dimana tahun 2018 penanaman hanya mencapai 196 ribu ha, sedangkan pada tahun 2019 lalu realisasi tanaman meningkat 51,09 %, menjadi 297 ribu ha.


"Sebagai bagian dari lini konfigurasi bisnis baru kehutanan, kenaikan produksi HHBK dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2018 produksi sebesar 358,8 ribu ton, sedangkan tahun 2019 produksinya mencapai 380,61 ribu ton. Sementara itu, trend ekspor Tanaman dan Satwa Liar (TSL) yang merupakan pengembangan dari HHBK terus meningkat sampai tahun 2018 meski pada tahun 2019 yang lalu sedikit mengalami penurunan. "Ekspor produk TSL ini sangat potensial di kembangkan di areal lUPHHK untuk pengembangan bioprospecting" ujar Indroyono.

Lebih lanjut, Indroyono memprediksi tahun 2020 produksi kayu alam relatif tetap, sedangkan produksi kayu tanaman akan meningkat. "Pasokan bahan baku industri pengolahan kayu akan bergeser ke hutan tanaman, kayu alam hanya akan digunakan untuk produk bernilai tinggi" ujarnya.

Menurutnya, Produksi HHBK dan bioprospecting serta investasi usaha di pemanfaatan hutan alam dan hutan tanaman diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan kebijakan pengembangan multi usaha di hutan produksi, yang sedang digodok intensif saat ini.

Selain itu, Indroyono menambahkan, kenaikan realisasi penanaman akan terus berlanjut di tahun 2020 sejalan dengan terbitnya Permen LHK No P.10 dan No. P.11 tahun 2019, yang memberikan pengaturan dalam pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut serta PermenLHK No. P.62 tahun 2019 tentang Pembangunan HTI.

Yang menggembirakan, tutur Indroyono, Permen ESDM No. 50 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, sedang dalam proses revisi, untuk merubah skema penentuan harga yang awalnya didasarkan pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) menjadi skema Feed in Tariff. Skema yang terakhir ini lebih fair, karena didasarkan atas biaya investasi minus margin keuntungan.

"Didukung dengan kebijakan insentif keringanan PNBP untuk Kayu Bulat Kecil yang sedang diproses saat ini, pengembangan energi bio massa dari hutan produksi akan makin berkembang," tutur Indroyono.

Untuk mengurangi beban usaha dalam rangka mendorong investasi dan ekspor hasil hutan tahun 2020, dunia usaha kehutanan berharap dalam jangka pendek dapat diterbitkan kebijakan insentif fiskal. "Insentif antara lain dalam bentuk pembayaran DR dalam Rupiah, insentif PNBP kayu bulat kecil dan produk perhutanan sosial, percepatan restitusi PPN, PPN log 0%, penurunan pajak ekspor veneer dan keringanan PBB," imbuh Indroyono.

Selain prakondisi kebijakan tersebut, dalam rangka peningkatan ekspor kayu olahan, didorong kerjasama dengan para Duta Besar RI untuk negara-negara dengan tujuan ekspor potensial, yang dalam waktu dekat akan dimulai dengan Dubes RI di Beijing dan Dubes RI di Seoul. "Para Dubes ini akan memfasilitasi perluasan pasar untuk ekspor kayu olahan Indonesia," pungkas Indroyono. (Arianto)


Share:

Pemuda Indonesia Perlu Jadi Pelopor Aksi Perubahan Iklim


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Suhu bumi berpotensi makin meningkat, musim kemarau berlangsung lebih panjang, pelepasan emisi semakin besar dan lapisan ozon semakin menipis. Perubahan iklim adalah tantangan besar kehidupan manusia saat ini dan menjadi faktor penentu keselamatan bumi. Pemuda menjadi tumpuan harapan untuk dapat mewariskan lingkungan hidup yang sehat kepada generasi berikutnya.
Inilah yang menjadi gagasan dasar digelarnya sesi “Climate Change 101 for Youth” yang diinisiasi oleh komunitas pecinta lingkungan Climate Rangers dan didukung oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, di Hotel Marc Passer Baroe. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2019 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh dunia mulai 23 September-6 Oktober 2019.

“Uni Eropa secara konsisten melakukan Pekan Diplomasi Iklim setiap tahun, dimana kami berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait dan memberdayakan berbagai upaya mitigasi perubahan iklim, sebagai bentuk tanggung jawab kita untuk anak dan cucu,” ujar Michael dalam keterangan tertulisnya. Senin (05/10)

Bucki, Konselor Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menuturkan, Tidak ada kata terlambat untuk mulai beraksi. Kami berharap semua pihak, khususnya pemuda yang hadir hari ini, menyadari tentang hal ini dan menyebarkan pesan harapan untuk menyelematkan bumi kita dari perubahan iklim.

Andika Putraditama, Sustainable Commodities and Business Manager World Resources Institute (WRI) Indonesia mengungkapkan bahwa perubahan iklim merupakan proyeksi kelanjutan dari pemanasan global yang antara lain disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca.

“Sebagai individu, kata Andika, kita dapat melakukan sesuatu dan
berkontribusi memberi solusi kreatif terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, melalui kegiatan sederhana sehari-hari. Misalnya menggunakan moda transportasi umum sehingga dapat mengurangi emisi, atau menanam lebih banyak pohon di rumah.”


Indonesia, lanjut Andika, memegang peranan sangat penting terhadap perubahan iklim. Hal ini mengingat Indonesia memiliki hutan ke-3 terluas di dunia dengan hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan (rain forest) Kalimantan dan Papua. Oleh sebab itu pemuda Indonesia perlu memiliki kesadaran dan kepedulian yang lebih tinggi. Tema Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2019 sendiri adalah “Anak Muda dan Aksi Iklim”. Saat ini semakin banyak orang muda memimpin aksi perubahan iklim, membuat suara mereka didengar, dan secara lebih tegas menuntut pemerintah, dunia usaha dan kita semua, untuk mengambil sikap.  

“Generasi muda Indonesia sangat piawai menggunakan media sosial untuk menunjukkan eksistensinya. Nah, mari kita lebih bijak menggunakan media sosial untuk menyuarakan pesan-pesan aksi lingkungan,” gugah Akita Arum Verselita, Data Research Analyst and Media Outreach Mongabay Indonesia. “Terdapat tren positif dimana generasi muda sudah mulai terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan. Inisiatif maupun konten digital yang kami sebarluaskan melalui Mongabay.com mendapat respon positif yang begitu baik dari pembaca.” 

Sementara Nadine Chandrawinata, artis yang juga co-founder Sea Soldiers menyerukan seluruh generasi muda untuk menjadi agen perubahan. “Kita tinggal bersama di bumi ini, demikian pula anak cucu kita. Bumi kita hanya satu, oleh karenanya kita tidak boleh menjadi generasi tumpul. Sebaliknya, pemuda Indonesia harus turut berpartisipasi aktif demi kelestarian bumi ini, sekarang juga.”

Pekan Diplomasi Iklim 2019 terdiri dari serangkaian kegiatan tematik di Jakarta, maupun di luar Jakarta, yang merupakan cara kreatif Uni Eropa dalam mengampanyekan mitigasi perubahan iklim. Tahun ini, Uni Eropa berkolaborasi dengan 7 kedutaan besar negara-negara anggotanya, 18 organisasi masyarakat, serta 12 pemimpin opini (selebriti).

Uni Eropa berkolaborasi dengan mereka yang bekerja keras dalam memecahkan persoalan-persoalan perubahan iklim di bidang pelestarian hutan dan laut, energi terbarukan, pertanian yang berkelanjutan, produksi dan konsumsi yang bertanggungjawab, serta perencanaan tata kota yang berwawasan hijau. Acara digelar dengan konsep kreatif yang berbeda-beda, mulai dari lokakarya, forum diskusi, kompetisi dan permainan, demo masak, siaran podcast, pembuatan ilustrasi dan komik kartun, program pembersihan lingkungan, hingga pertunjukan musik dan pemutaran film. (Arianto)





Share:

Alarm Pengelolaan Hutan di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kata Deforestasi sudah tidak lagi menjadi "tabu" dalam pengelolaan hutan di Indonesia. Pengkerdilan terhadap makna deforestasi kerap dilakukan demi kepentingan yang mengatasnamakan "pembangunan". Hilangnya hutan di suatu wilayah terbukti berdampak besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat, khususnya masyarakat yang bermukim di dalam ataupun di sekitar hutan. Namun Negara kerap abai dan menutup-nutupi buruknya tata kelola hutan yang terjadi saat ini. Beberapa contoh kasus seperti kebakaran hutan dan lahan yang terkesan "mengkambing hitamkan" kondisi cuaca dan masyarakat kecil. Di sisi lain Pemerintah juga gencar mengkampanyekan dan mempromosikan produk kelapa sawit, yang sebagian besarnya merupakan hasil dari pembukaan lahan dengan membakar hutan. Dua hal yang bertolak belakang yang dilakukan oleh Negara.

Mufti Barri, Manager Kampanye dan Advokasi FWI mengatakan, Luas hutan alam di Indonesia terus berkurang setiap tahunnya. Selama periode tahun 2013 sampai 2017, hutan alam di Indonesia telah berkurang seluas 5,7 juta hektare, dari sebelumnya seluas 88,5 juta hektare (pada hutan 2013) menjadi 82,8 juta hektare (pada tahun 2017). Jika dirata-ratakan, setiap tahunnya Indonesia kehilangan hutan alam seluas 1,4 juta hektare, atau setara dengan lebih dari 4 kali luas lapangan sepak bola setiap menitnya.

Dari total luas hutan alam yang hilang (deforestasi) selama antara tahun 2013 dan 2017 di Indonesia, Kalimantan merupakan region yang terdeforestasi paling luas dengan nilai mencapai lebih dari 2 juta hektare. "Dengan laju deforestasi tertinggi, region Kalimantan bukanlah paru-paru dunia lagi". Tegas Mufti Barri dalam konferensi pers di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta. Senin (30/9)

"Ketidakadilan dibalik deforestasi semakin nampak". Hutan hanya dilihat sebagai sumber ekonomi, bukan sebagai sumber kehidupan. Paradigma ini yang terus berkembang sejak jaman penjajahan hingga saat ini. Argumentasi-argumentasi yang mengatasnamakan pembangunan selalu bermunculan dan mengalahkan hakikat dari fungsi hutan itu sendiri. Dampaknya seperti konflik, bencana alam, dan penurunan kualitas lingkungan yang semakin menjadi-jadi diiringi dengan hutan alam yang terus tergerus". Tambah Mufti Barri.

Menurut Mufti Bahri, Deforestasi tak berhenti di tengah sikap ketertutupan informasi pengelolaan sumber daya hutan. Belum transparannya pengelolaan hutan dan lahan masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Contoh kasus ialah sengketa informasi antara masyarakat sipil dengan kementerian ATR/BPN tentang dokumen HGU. Sampai dengan tahun 2019 FWI mencatat ada 11 kasus sengketa yang melibatkan Kementerian ATR/BPN, baik di nasional maupun di daerah Walaupun Mahkamah Agung telah memutuskan HGU merupakan informasi terbuka, akan tetapi Kementerian ATR/BPN tidak juga membuka informasi tersebut ke publik.

Pengkampanye FWI, Agung Ady menambahkan "Pemerintah dengan berbagai macam instansinya telah mengeluarkan statement bahwa HGU merupakan dokumen yang dikecualikan/tertutup. Klaim sebagai negara hukum telah dinodai oleh Pemerintah itu sendiri.

Masyarakat diminta untuk mematuhi hukum yang ada, kata Agung, namun belajar dari kasus sengketa informasi HGU ini, semua proses hukum telah dilalui, bahkan sampai ke Mahkamah Agung. Namun putusan MA tersebut diacuhkan dan justru membuat argumentasi bahwa HGU merupakan informasi yang dikecualikan, padahal hasil uji konsekuensi yang telah dilakukan Kementerian ATR/BPN telah dibatalkan oleh KIP di persidangan.

Kami juga mengadukan Kementerian ATR/BPN ke Ombudsman Rl atas ketidakpatuhan Kementerian ATR/BPN dalam penyelenggaraan pelayanan informasi publik sejak 22 Agustus 2018. "Hasil temuan Ombudsman RI mengungkapkan bahwa memang ada
maladministrasi yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN dan memintaa agar Menteri ATR/BPN segera melaksanakan tindakan korektif berupa penyusunan mekanisme pemberian informasi HGU ke FWI maupun ke publik secara luas, namun hingga hari ini rekomendasi tersebut tidak juga dijalankan oleh Menteri Sofyan Djalil," tutup Agung. (Arianto)





Share:

Tantangan Biodiesel Berkelanjutan Era Pemerintahan Baru


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Isu Keberlanjutan Biodiesel di Indonesia meliputi perubahan iklim dan penurunan emisi dari sektor energi, energy security (produksi minyak mentah menurun, konsumsi meningkat, impor BBM meningkat), biodiesel berbasis kelapa sawit ditujukan untuk memperbaiki neraca perdagangan dan mengendalikan harga CPO, ketergantungan Biodiesel dengan bahan baku berbasis lahan dapat memicu deforestasi, biodiesel dari bahan baku komoditas pangan menimbulkan kompetisi dengan pasokan bahan pangan dan subsidi biodiesel tidak berdampak pada kesejahteraan petani sawit.

Syarifah Nuli Nazilah selaku Direktur Eksekutif Coaction Indonesia (Colaborate Advocate Breaking Barriers) dalam paparannya mengatakan, Pengembangan kebijakan biodiesel harus dilakukan secara lebih terarah, terukur, serta mendorong integrasi yang lebih baik diantara sektor terkait dan dibutuhkan peningkatan produktivitas sebesar 1,4 ton / Ha dari rata-rata produksi sekarang yang masih terbilang rendah hanya 2,8 ton/ Ha.

Menurut Syarifah, Penguatan standar keberlanjutan (ISPO) yang sudah ada merupakan langkah safeguarding yang paling tepat saat ini terhadap isu keberlanjutan lingkungan.


"Selain itu, diperlukan sinkronisasi program biodiesel dengan skenario ketahanan energi nasional serta aksi mitigasi perubahan iklim dan dibutuhkan mekanisme perhitungan emisi dari hulu ke hilir untuk biodiesel," ujar Syarifah dalam acara Journalist Workshop dengan Tajuk "Biodiesel dalam Bauran Energi Nasional" di Four Points Hotel, Jakarta. Rabu pagi,  (31/7)

Indra Sari Wardani, Climate and Energy Manager WWF menjelaskan, untuk keberlanjutan biodiesel diperlukan integrasi hulu-hilir dari sisi kebijakan, penerapan sertifikasi hulu-hilir, serta kebijakan biodiesel (berbasis kelapa sawit) harus diikuti dengan moratorium kebijakan perijinan perkebunan kelapa sawit dengan peta indikatif yang jelas.

"Diversifikasi sumber bahan baku untuk biodiesel yang tidak berbasis lahan seperti minyak jelantah (UCO), adanya program peningkatan produktivitas petani swadaya dan plasma (penerapan praktik perkebunan yang baik dan dampingan untuk proses sertifikasi) serta perlu adanya mekanisme “tracebility” dan edukasi konsumen terkait biodiesel yang berkelanjutan," tegas Sari.


Andi Novianto, selaku Asdep Produktivitas Energi Kemenko Perekonomian mengungkapkan,  kebijakan penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) dimulai tahun 2006 melalui Inpres No. 1/2006 dan melalui Permen ESDM No. 12/2015 dibuat Roadmap Jangka Menengah untuk implementasi Mandatori Biodiesel dan terhitung mulai 1 September 2018 diterapkan kebijakan perluasan mandatori Biodiesel ke Non PSO.

Pada tahun 2018 terjadi penghematan devisa dari mandatori biodiesel mencapai USD 1,88 miliar, selain itu, kata Andi, dengan peningkatan penggunaan FAME menjadi 6,2 juta KL dan pada tahun 2019 diperkirakan akan ada penghematan devisa sampai USD 3 miliar.

"PT Pertamina sejak bulan Maret 2019 sampai dengan saat ini tidak melakukan impor solar lagi, dengan demikian, neraca perdagangan migas bulan Juni 2019 menurun 21,5% sebesar US 1,71 miliar, sedangkan pada tahun 2017 realisasi bauran energi EBT hanya mencapai 7,3% dari target 23% EBT pada tahun 2025," ujar Andi.


Bioenergi/Biofuel untuk listrik dan non listrik mencapai 1,3%, atau lebih rendah dari hydro (3,3%), namun sama dengan geothermal (1,3%), lanjut Andi, terjadi penurunan emisi sektor energi tahun 2017 sebesar 44,9 juta Ton CO2e, atau sekitar 14,3% dari target pengurangan Gas Rumah Kaca (GRK) tahun 2030 sektor energi dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari mandatory biodiesel 2018 mencapai 6,0 juta ton CO2e, dan tahun 2019 diperkirakan mencapai 9 juta ton CO2e.

Dalam rangka Keberlanjutan Biodiesel, Andi menuturkan, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 12/2015, pada tahun 2020 akan diimplementasikan B30 untuk seluruh sektor. Penerapan B30 diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan biodiesel ± 3 juta kL/tahun, selain itu, Road Test B30 tengah dilakukan pada tahun 2019.

"Pemerintah mulai tahun 2019 akan mengembangkan Green Fuel  berbasis CPO melalui kilang milik PT Pertamina, baik secara co-processing maupun stand alone Refiniring Unit dan diperkirakan pada tahun 2023 kebutuhan CPO untuk Green Fuel akan mencapai 4.9 juta ton KL per tahun," tutup Andi. (Arianto)


Penulis: LAKALIM ADALIN








Share:

KPBB: Kualitas BBM Sumber Polusi Udara


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pencemaran udara Jakarta yang akhir-akhir ini sedemikian parah dengan status TIDAK SEHAT, sering menempati posisi teratas sebagai kota yang paling tercemar di dunia. Kondisi ini meningkat dibanding 2018 yang rata-rata tahunannya adalah 45.62 ug/m3. Sementara itu, Sepeda Motor sumber utama pencemaran udara Jakarta yang mencapai 44.53% disusul oleh Bus (21.43%), Truk (17.70%), dan Mobil Pribadi (16.11%). Sementara itu, emisi rumah kaca (GRK) berupa CO2 sumber utamanya berasal dari Bus dan Truk yang masing-masing 47.72% dan 33.26%.

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB mengatakan, Usaha pengendalian pencemaran udara Jakarta juga terganjal oleh kebijakan pemerintah antara lain regulasi tentang spesifikasi BBM yang dikeluarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Dirjen MIGAS. Spesifikasi BBM memperbolehkan produsen BBM memasarkan BBM dengan kualitas yang lebih rendah dari kebutuhan teknologi kendaraan bermotor (engine technology requirement), sehingga berpotensi merusak mesin, selain menyebabkan tingginya emisi gas buang kendaraan bermotor. Untuk itu, saatnya Presiden memerintahkan Menteri ESDM untuk merevisi regulasi terkait Spesifikasi BBM demi peningkatan kualitas udara.

"Hendaknya ini bisa dijadikan momentum untuk menghapus berbagai jenis BBM yang sesungguhnya sudah tidak dibutuhkan lagi, yaitu Premium 88, Pertalite 90, Solar 48 dan Dexlite, karena teknologi otomotif di Indonesia yang sudah mengadopsi teknologi kendaraan berstandard Euro2/II sejak 1 Januari 2007 dan Euro3 khusus sepeda motor sejak 1 Agustus 2013. Apalagi kini sudah mengadopsi teknologi kendaraan berstandard Euro4/IV sejak 10 Maret 2017 yang lalu, sehingga BBM sekelas Pertamax dan Perta-Dex juga sudah tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai BBM kendaraan berstandard INI. Saat ini kita membutuhkan BBM yang memenuhi spesifikasi untuk teknologi kendaraan berstandard Euro4/IV. Untuk itu, seharusnya Pemerintah sudah menghapuskan ke 4 jenis BBM tersebut dan menggantikannya dengan spesifikasi yang sesuai," ujar Ahmad Safrudin dalam konferensi pers di Sekretariat KPBB, Gedung Sarinah Lt 12 JI. MH Thamrin No 11, Jakarta Pusat. Jumat siang, (16/8)

Sayangnya Pemerintah masih ambigu, kata Ahmad Safrudin, di satu sisi ingin melepas beban dalam memasok Premium 88 dan Solar 48, tetapi di lain sisi ingin mempertahankan posisi populis. Padahal peraturan perundangan telah mengamanatkan kepada Pemerintah untuk menghentikan pasokan BBM yang tidak comphy dengan Standard Kendaraan Euro2/II (Bensin RON di bawah 91 dan Solar Cetane No di bawah 51: kadar Sulfur di atas 500 ppm) mulai 1 Januari 2007.

Ada keengganan mengupgrade kualitas BBM yang dipasarkan di SPBU dengan dalih sudah mengikuti spesifikasi BBM yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal MIGAS, tutur Ahmad Safrudin. Demikian halnya keengganan meng-up grade spesifikasi BBM dengan berbagai dalih antara lain kilang Pertamina tidak siap karena kilang tua. Pidato kenegaraan Presiden Jokowi pada hari Jum'at 16 Agustus 2019 di depan Sidang MPR RI harus dijadikan acuan, yaitu menghilangkan sekat-sekat sektoral dalam pengendalian pencemaran udara termasuk melalui peningkatan kualitas BBM sesuai dengan engine technology requirement, sebagaimana guideline dari World Wide Fuel Charter yang berisi spesifikasi BBM yang disepakati bersama antara produsen BBM dan produsen otomotif dunia yang di-up date hampir setiap 2 (dua) tahun.

"Ketersediaan BBM dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan teknologi kendaraan bermotor adalah mutlak agar bisa melaksanakan regulasi standard emisi kendaraan (Euro4/IV) yang bertujuan melindungi masyarakat dari pencemaran udara sekaligus memicu daya saing industri otomotif dan industri minyak nasional menghadapi
persaingan global," tutup Ahmad Safrudin. (Arianto)




Share:

Kolaborasi Horison Hotels Group dengan Pengendara.com Gelar "Green Solo Ride National Park Java-Bali 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka menggelar "Green Solo Ride National Park Java-Bali 2019" Horison Hotels Group menjalin kerjasama dengan Pengedara.com, media online otomotif berbasis komunitas yang informatif, komunikatif, dan inspiratif. 

Selain itu, Pengendara.com juga bekerja sama dengan Maisara Production dan Calon Jenazah Motorcycle Club (CIMC). Kegiatan ini sekaligus menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Pengendara.com ke-1 tahun. (Road to Celebration The 1st Anniversary of Pengendara.com).

Pengendara.com menggelar Konferensi Pers "Green Solo Ride National Park Java-Bali 2019" hari Minggu, 04 Agustus 2019 pukul 15.00 - 17.00 wib bertempat di Hotel Arcadia Manggadua by Horison Jl. Pangeran Jayakarta No.73, RT.3/RW.6, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus lbukota Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Eka L Prasetya selaku Ketua Panitia/Pengendara.com, Emmanuel Alvino selaku Promotor/Maisara Production, Agus Blues Asianto selaku Rider/VP Tourer CIMC/Dewan Redaksi Pengendara.com, Priskila Sarah Nasution selaku Cleveland CycleWerks Indonesia, Heni Juniarti selaku Director of Marketing Communication Horison Group Hotels dan Tedy Suryadi selaku Respiro Indonesia.


Emmanuel Alvino selaku Promotor/Maisara Production dalam sambutannya mengatakan, Funtastic Tour ini dilakukan Vice President (VP) Tourer CIMC Bro Agus 'Blues' Asianto yang mengendarai motor Cleveland CycleWerks tipe Ace Deluxe, pada 8-10 Agustus 2019, melintasi 11 Taman Nasional sepanjang Jawa-Bali, sejauh 3.700 km. Turut didukung oleh Horison Group Hotels dalam memberikan fasilitas penginapan di sejumlah kota, yaitu pada touring yang dilakukan ke daerah Yogyakarta (Lynn Hotel Yogya by Horison), Pasuruan (Horison Pasuruan), Denpasar, Pangandaran (Horison Palma Pangandaran) dan Sukabumi (Horison Sukabumi).

Taman Nasional dipilih sebagai simbol "Green Campaign" di mana, kata Emmanuel, merupakan ruang terbuka hijau terbesar dengan aneka habitat di dalamnya sebagai penyangga kelestarian dan keasrian Bumi.


Agus Blues Asianto selaku Rider/VP Tourer CIMC/Dewan Redaksi Pengendara.com, mengatakan, Acara ini bertemakan "Green" menggelorakan kampanye Peduli Bumi dan Kelestarian Lingkungan untuk generasi masa depan. Mengajak seluruh komunitas otomotif untuk Peduli Bumi dari hal-hal sederhana seperti senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Hotel Horison Group Juga mendukung penuh seperti aksi "Green Campaign" Global Earth Hour di seluruh unit secara serentak setiap tahunnya. Tahun ini Horison Hotels Group juga mencanangkan Kampanye "Say No to Plastic".

"Setelah Dekade Keselamatan Jalan Indonesia (Road Safety Action Decade) 2010-2020 yang telah dicanangkan Pemerintah Rl, kami dari IMC menginisiasi aksi Peduli Bumi. Perlu disadari bersama Bumi semakin menua. sering terjadi gempa, longsor, banjir, dan lainnya. Kami mengajak seluruh komunitas berpartisipasi dalam bentuk yang paling sederhana, misalnya seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan," tutup Agus. (Arianto)





Share:

Peluncuran Produk Hasil Kegiatan WAVES Fase I di Jakarta


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Sumber Daya Alam (SDA) menyumbang sebagian besar perekonomian Indonesia. Lebih dari 27 persen PDB Indonesia berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan, utamanya pada komoditas sawit, karet, mineral, minyak bumi, dan gas alam. Tanpa manajemen SDM yang tepat, Indonesia berisiko lebih banyak mengalami degradasi lingkungan dan menghasilkan emisi GRK. Untuk itu, sistem penilaian SDA menjadi sangat krusial dan penting untuk menggabungkan aset-aset SDA di atas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Pada 2013, Kementerian PPN/Bappenas bersama Bank Dunia, BPS, dan Kementerian Keuangan membentuk Indonesia Wealth Accounting and Valuation of Ecosystem Services (I-WAVES) untuk mendukung sistem Natural Capital Accounting (NCA) Indonesia dan mendorong kolaborasi lintas kementerian dalam mengembangkan neraca SDA yang memenuhi System of Environmental and Economics Account (SEEA). Program I-WAVES merupakan bentuk kemitraan global yang dikelola oleh Bank Dunia untuk mendukung upaya berbagai pemerintah dunia memasukkan NCA dalam perencanaan pembangunan mereka, dan menjadikan NCA sebagai dasar pengambilan keputusan dalam kebijakan publik dan pembangunan ekonomi.


Kementerian PPN/Bappenas  meluncurkan Produk Hasil Kegiatan WAVES Fase I, hari Jumat, 26 Juli 2019 pukul 08.30 - 11.30 wib bertempat di Ballroom Grand on Thamrin 1&2, Pullman Hotel Jalan M.H. Thamrin Kav 59, Jakarta Pusat dengan narasumber: Arifin Rudiyanto, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Adi Lumaksono, Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik, dan Raffaello Cervigni, World Bank Lead Environment Economist.

Arifin Rudiyanto, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas mengatakan, I-WAVES telah mendukung pemanfaatan NCA untuk analisis kebijakan dan perencanaan pembangunan di Indonesia, seperti pengembangan Pembangunan Rendah Karbon (PRK) yang sedang digarap Indonesia saat ini. Kerangka kerja PRK ini menjadi tools untuk perencanaan pembangunan kami dan mendukung implementasi prioritas nasional yang telah kami rancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.


Kami harapkan ke depannya, coverage dari I-WAVES project dapat ditambah lagi. Karena negara kita negara kepulauan, kita ingin memiliki monetary value untuk mangrove, coral reef dan sea crest yang ada. Sehingga kita bisa lebih berhati-hati dengan coastal resources yang kita miliki,” jelas Arifin.


Adi Lumaksono, Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik menjelaskan, Sejauh ini, I-WAVES telah membantu Pemerintah Indonesia dalam meraih beberapa capaian, yaitu peningkatan cakupan Sistem dan Ekonomi Terpadu dan Ekonomi Akuntansi (SISNERLING) yang ada dan kualitas data serta mendukung pembentukan rekening nasional berbasis-sistem SEEA untuk tutupan lahan, penggunaan lahan, ekosistem, dan lahan gambut.

"Secara khusus kegiatan ini juga telah mendukung inisiatif PRK. Saya berharap neraca SDA yang telah disusun melalui program I-WAVES, secara umum dapat memberikan informasi kepada pemangku kebijakan dan masyarakat luas dalam rangka pengarustamaan neraca SDA untuk pengambilan kebijakan. Sedangkan bagi BPS, secara khusus hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memperluas cakupan implementasi SEEA dalam SISNERLING, sehingga dapat diperoleh informasi mengenai aset lingkungan maupun jasa ekosistem yang lebih rinci," ujar Adi.


Raffaello Cervigni, World Bank Lead Environment Economist menambahkan, Pada akhir fase pertama ini, I-WAVES telah berhasil merilis enam laporan yang memuat temuan tentang tanah dan asetnya, neraca lahan gambut, dan analisis integrasi neraca-neraca terhadap pembangunan berkelanjutan Indonesia. Berbagai laporan tersebut dikembangkan oleh Bank Dunia bersama dengan Bappenas, Badan Pusat Statistik dan Kementerian Keuangan, dan atas dukungan dari Pemerintah Denmark, Komisi Eropa, Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Norwegia, Swiss, dan Inggris.

“Pada fase pertama ini, Bank Dunia melalui WAVES telah berhasil mengantarkan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat sistem NCA di Indonesia. Sejauh ini, program WAVES telah memasukkan NCA ke dalam analisis kebijakan mengenai peluang untuk Inisiatif PRK. Ke depan, kami berharap dapat terus mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” tutup Raffaello Cervigni. (Arianto)

Share:

Walhi: Hukum Harus Memenuhi Asas Keadilan

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Jaksa Agung M. Prasetyo, menyampaikan “Harus pula dipastikan bahwa setiap tindakan dan kebijakan penegakan hukum yang dilakukan sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan yang benar, memperhatikan outcome dan dampak yang kemungkinan timbul yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi”

Menurut Wahyu A Perdana Manajer Kampanye Pangan, Air & Ekosistem Esensial WALHI , Statement ini memiliki setidaknya 3 persoalan dan dampak yang signifikan : 

-  Pertama, pernyataan ini menyebabkan ketidakpastian pemenuhan asas keadilan, di tengah investasi memperoleh berbagai keistimewaan dan perlindungan perlakuan melalui berbagai regulasi, pemenuhan program pemerintah untuk rakyat justru berjalan tersendat, capaian TORA dan Perhutanan Sosial. Untuk PS, realisasinya masih sangat rendah dari  target 12,7 juta hektar. hingga Desember 2018 adalah seluas 2.504.197,92 Ha.

-  Kedua,  Penegakan hukum terhadap korporasi akan semakin lemah, padahal secara akumulatif dari tahun 2015-2018, tercatat KLHK telah mengantongi deposit kemenangan terhadap korporasi dalam gugatan kerugian dan pemulihan  lingkungan hidup sebesar Rp 16.94 triliyun untuk kerugian lingkungan hidup dan Rp 1,37 triliyun untuk biaya pemulihan, namun belum ada satupun putusan yang sudah dieksekusi. Pada saat yang sama regulasi perlindungan untuk masyarakat yang memperjuangkan lingkungan (draft kebijakan anti-SLAPP) tak kunjung juga terealisasi. 

-  Ketiga, pernyataan dari pejabat negara, seperti yang disampaikan Jaksa Agung, akan semakin mengancam keselamatan rakyat dan lingkungan hidup. Upaya penegakan hukum yang tegas akan sangat diperlukan pada saat ini, mengingat Kebakaran Hutan dan Lahan masih terus terjadi, khususnya di kawasan konsesi korporasi. Di tengah asap mulai “menyerang” beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan, tercatat dari Januari-Juni 2019 telah ada 1.473 hotspot, diantaranya pada wilayah konsesi korporasi : 34 hotspot di HGU, 189 hotspot di IUPHHK-HT, 13 hotspot di IUPHHK-HA, dan 833 hotspot diantaranya di KHG.

Menurut Boy Even Sembiring, Manajer Kajian Kebijakan WALHI , "Hukum harus mengacu pada 3 nilai dasar hukum, Pasti, Adil, & Manfaat , jika investasi tidak adil untuk lingkungan dan masyarakat, maka pasti tidak relevan melindungi modal."

Khalisah Halid, Kepala Desk Politik WALHI , menambahkan, "jika paradigma modalnya kapitalistik dan skala besar,. untuk rakyat kecil, tak pernah ada yang namanya kepastian hukum. Kapan saja tanahnya bisa diambil atas nama pembangunan, meski sudah punya alas hak kepemilikan tanah". (Arianto)

Share:

MA Menangkan Warga atas Perkara Karhutla


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Mahkamah Agung akhirnya memenangkan warga dalam gugatan CLS Karhutla di Kalimantan Tengah, pada tingkat kasasi.

Riesqi Rahmadiansyah, Kuasa Hukum para penggugat mengatakan, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri ATR/BPN, Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian, Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum. Selain memutuskan bahwa Permerintah telah melakukan perbuatan melawan hukum, putusan perkara ini juga menghukum Pemerintah Indonesia /Tergugat untuk memenuhi 10 tuntutan Penggugat.

"setelah mendapatkan salinan putusan, kami akan bersurat ke pada tergugat yang akan melibatkan para pihak walaupun pemerintah akan melakukan PK, tidak menghalangi eksekusi," ujar Riesqi saat jumpa pers di Kantor Eksekutif Nasional WALHI, Jakarta. Minggu siang, (21/7).


Nur HidayatĂ­, Direktur Eksekutif Nasional WALHI, menguraikan bahwa "dari ke 10 tuntutan yang dikabulkan Majelis Hakim, pada intinya meminta Pemerintah Indonesia dalam hal ini resider Kementerian terkait dan Pemerintah Daerah untuk:
1). Melaksanakan Perintah Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang PPLH yang sejak disahkan tahun 2009 tidak dibuatkan peraturan pelaksanan oleh Pemerintah, sehingga UU tersebut tidak berlaku maksimal dalam mencegah kerusakan lingkungan hidup. Berkaitan dengan Karhutla, ada 7 Peraturan Pemerintah yang harus dibuat pemerintah.
2). Pemerintah Indonesia dalam hal ini tergugat untuk membentuk tim gabungan yang berkewajiban melakukan evaluasi terhadap perizinan penyebab kebakaran, penegakan hukum serta upaya pencegahan kebakaran.
3). Tergugat melakukan upaya yang menjamin keselamatan warga dari dampak Karhutla, dengan mendirikan rumah sakit khusus paru dan dampak asap, membebaskan biaya pengobatan korban asap, serta menyediakan tempat dan mekanisme evakuasi bagi korban asap.


Sedangkan Dimas Hartono, Direktur Eksekutif WALHI Kalteng, menekankan bahwa "putusan Majelis Hakim pada angka 5). Menghukum TERGUGAT II, TRGUGAT III, TERGUGAT IV dan TERGUGATVl untuk membuat tim gabungan, dimana fungsinya adalah:
1). Melakukan peninjauan ulang dan merevisi izin-izin usaha pengelolaan hutan dan perkebunan yang telah terbakar maupun belum terbakar, berdasarkan pemenuhan kriteria penerbitan izin serta daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah;
2). Melakukan penegakan hukum lingkungan perdata, pidana maupun administrasi atas perusahan-perusahaan yang lahannya terjadi kebakaran;
3). Membuat roadmap (peta jalan) pencegahan dini, penanggulangan dan pemulihan korban kebakaran hutan dan lahan serta pemulihan lingkungan;

Dimas juga menggaris bawahi ("angka 9). Amar Putusan: Menghukum TERGUGAT II dan TERGUGATVI untuk:
1). Mengumumkan kepada publik lahan yang terbakar dan perusahaan pemegang izinnya;
2). Mengembangkan sistem keterbukaan informasi kebakaran hutan, lahan dan perkebunan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah;
3). Mengumumkan dana jaminan lingkungan hidup dan dana penanggulangan yang berasal perusahaan- perusahaan yang lahannya terbakar;
4). Mengumumkan dana investasi pelestarian hutan dari perusahaan-perusahaan pemegang izin kehutanan".


Arie Rompa, Pengkampanye Hutan Greenpeace lndonesia dalam kesempatan yang sama ikut mengungkapkan "Putusan Mahkamah Agung ini harus segera dieksekusi karena sudah incraht dan untuk menjamin rasa keadilan bagi warga negara untuk memiliki kepastian hukum.

Henri Subagiyo, Direktur Eksekutif ICEL berpendapat bahwa putusan ini seharusnya dapat menjadi bahan Pemerintah dan Pemerintah Provinsi untuk memperkuat langkah-langkah penanggulangan
Karhutla.

"Dengan adanya putusan ini, Pemerintah perlu melihat kembali upaya mana yang harus diperkuat, misalnya segera mempercepat penerbitan regulasi sebagaimana yang dituntut oleh warga," tutup Henri. (Arianto)

Share:

dr. Irsalina Husna Azwir Mendukung Kebijakan Aceh Bebas Sampah Pada 2025


Duta Nusantara Merdeka | Banda Aceh.
dr. Irsalina Mendukung penuh kebijakan Aceh bebas sampah pada 2025. Sebagai tahap awal, Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menerapkan pengenaan denda Rp10 juta atau hukuman kurungan maksimal sebulan penjara bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan sesuai Qanun Kota Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah.

Calon Anggota DPD RI dr. Irsalina Husna Azwir mengatakan, Sebelum menerapkan pengenaan denda mulai 1 Januari 2019, Pemerintah Kota Banda Aceh menyosialisasikan qanun atau peraturan daerah mengenai pengelolaan sampah tersebut sepanjang Agustus hingga Desember 2018.

" Qanun aceh mengenai denda bagi yang membuang sampah sembarangan, adalah aturan hukum positif demi lingkungan. Allah SWT menitipkan bumi ini kepada kita untuk dijaga, dipelihara, dan dimakmurkan. Mengelola sampah dengan baik sehingga dapat dikembalikan secara layak kepada bumi menjadi salah satu cara ibadah kita ", Ujar dr. Irsalina kepada media, Sabtu (2/2). 

Ditambahkan dr irsalina, Kita dapat bergerak memulai ini dengan memilah, mengumpulkan dan membuang sampah sesuai tempatnya. Hampir 60% sampah adalah jenis organik yang berasal dari sampah rumah tangga, hal ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk untuk tanaman dan sisanya dapat diolah di bank sampah.

" Selama ini pengelolaan sampah masih konvensional, penumpukan sampah pada tempat pembuangan sampah (TPS) adalah pemborosan yang belum  bermakna, tingginya biaya operasional dan maintenance alat hanya untuk menata sampah ". jelas dr Irsalina Husna Azwir, wanita aceh kelahiran 28 tahun silam tersebut. 

Sampah yang telah dikumpulkan harus diolah dengan multi teknologi ramah lingkungan, dimana sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat diambil kembali oleh masyarakat yang ingin melakukan penghijauan dirumahnya; serta sampah non organik didaur ulang menjadi material bangunan, kerajinan rumah tangga yang dapat dijual kembali sehingga membantu perekonomian keluarga dan sisanya dapat menggunakan teknologi power house untuk digunakan sebagai tenaga listrik. Perlu ada manajemen pengelolaan agar limbah yang dihasilkan juga aman terhadap lingkungan.

Terakhir dr. Irsalina menghimbaukan "Mari permasalahan sampah menjadi perhatian kita semua, dengan membuat sampah dari sesuatu yang tidak berarti menjadi bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat " tutupnya.

dr.Irsalina Husna Azwir, SH adalah calon anggota DPD-RI nomor urut 32 maju dari Provinsi Aceh periode 2019-2024 dengan tekat ingin memperjuangkan hak-hak kesehatan dan pendidikan masyarakat Aceh jika nantinya terpilih di DPD-RI.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga mengenakan hukuman bagi warga yang membakar sampah sembarangan berupa hukuman kurungan paling lama tiga bulan atau denda hingga Rp.50 juta.

Peningkatan jumlah sampah menjadi tugas kita semua untuk turut andil mengatasi kondisi ini. Bukan hanya tugas pemerintah, perlu kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat agar "Menuju Aceh bebas sampah 2025" bisa sukses. **
Share:

ICMI Jabar Peduli Lingkungan Hidup dan Kerusakan Alam


Duta Nusantara Merdeka | Jawa Barat
Banyaknya masalah - masalah lingkungan hidup seperti kerusakan alam dan berbagai bencana nasional mendapat perhatian dari ICMI Jawa Barat. Berkaitan dengan hal ini, ICMI Jabar pada hari Sabtu (2/2) bertempat di Hotel Bidakara Savoy Homann Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional dan Silaturahmi Kerja Wilayah dengan tema Konsolidasi Kepedulian ICMI Terhadap Kerusakan Alam, Lingkungan dan Bencana Nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, dan segenap pengurus ICMI Jawa Barat.


Untuk mengetahui kegiatan ini lebih jauh, media berhasil menemui Dede Farhan Aulawi sebagai salah seorang Pengurus ICMI Jawa Barat dan juga dikenal sebagai Pemerhati Lingkungan Hidup ini.

Dede menjelaskan bahwa tema seminar yang diambil menunjukkan bahwa ICMI Jawa Barat secara serius dan sungguh - sungguh sangat peduli dengan berbagai persoalan yang terkait dengan isu-isu lingkungan hidup. ICMI JABAR merasa terpanggil untuk berkontribusi pada bangsa dan negara dalam memikirkan tentang kerusakan alam dan bencana nasional. 

Lebih jauh Dede juga menjelaskan apa yang sudah disampaikan Ketum ICMI Pusat bahwa disamping isu human right, kini muncul isu-isu seperti animal right, natural right, dan lain - lain, seperti tercantum dalam konstitusi di Perancis. Jadi saat ini bukan hanya manusia yang memiliki hak asasi, tapi juga ada hak asasi hewan, hak asasi alam, dan sebagainya.

Siapapun bisa tampil untuk menggugat pengusaha, perusahaan atau orang yang melakukan pengrusakan alam. Jadi kita sudah saatnya tampil untuk menjaga kelestarian alam agar tidak terjadi kerusakan alam dan akhirnya bisa menimbulkan bencana. Ungkap Dede.

Dede juga selama ini memang aktif dalam kajian - kajian lingkungan hidup yang sering disampaikan di berbagai acara seminar dan dimuat di berbagai media. Kata kuncinya adalah Kepedulian, Peran serta aktif, sosialisasi dan penegakan hukum. **
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Anti Korupsi Arisan Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Pameran Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini