Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

POLYTRON Fox-R Seri Terbaru Siap Mengaspal di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Walau terbilang baru di pasar motor di Indonesia, namun POLYTRON optimis ekspansinya di pasar motor listrik akan ‘mengaspal’ dengan sukses. Hal ini terlihat dari keikutsertaan POLYTRON dalam pameran motor terbesar di Indonesia IMOS 2022 (The Indonesia Motorcycle Show) yang digelar pada 2 – 6 November 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) di Senayan.

Pameran yang diikuti berbagai brand yang ikut memeriahkan pasar kendaraan Indonesia, dan POLYTRON yakin bahwa industri kendaraan listrik akan mendapatkan pasar yang sedikit demi sedikit akan meningkat seiring berjalannya waktu, apalagi saat ini harga bahan bakar minyak yang juga ikut merangkak naik.

Dalam hal ini, bersamaan dengan pembukaan pameran, pada tanggal 2 November 2022 POLYTRON memperkenalkan model bisnis baru yaitu program sewa baterai motor listrik yang bertujuan untuk membuat harga motor listrik premium POLYTRON lebih terjangkau untuk semua orang dengan mengesampingkan biaya baterai. Dengan program penyewaan baterai ini, konsumen akan membayarkan sewa bulanan dan POLYTRON akan bertanggung jawab atas perbaikan baterai, biaya perawatan, dan biaya penggantian baterai untuk memberikan pengalaman ‘bebas khawatir’. Bisnis baru ini menunjukkan komitmen POLYTRON dalam pembangunan motor listrik yang berkesinambungan terutama sisi pengolahan baterai bekas yang masih digunakan pada produk lain.

POLYTRON juga memberikan promo khusus bagi pelanggan setianya, yaitu bagi konsumen awal yang membeli motor listrik POLYTRON di tahun 2023 dapat menikmati biaya sewa baterai permanen selama kendaraan masih digunakan.

Di saat yang sama, POLYTRON juga merilis unit motor listrik baru, dengan nama Fox-R dan T-Rex dengan berbagai pembaruan dan keunggulan fitur terbaru yang bisa melengkapi kebutuhan Anda akan mobilitas sehari-hari yang praktis, hemat dan ramah lingkungan.

“IMOS adalah ajang yang dinanti-nantikan oleh pecinta otomotif, apalagi untuk kaum milenial, ajang ini merupakan acara yang wajib dihadiri untuk ‘hunting’ kendaraan terbaru yang akan dibelinya untuk menemani kesehariannya dalam mobilitas sehari-hari, dengan mempertimbangkan fitur yang canggih dan harga yang affordable,” kata Tekno Wibowo selaku Commercial Director POLYTRON di Jakarta, Rabu (02/11).

Selain itu, Tekno Wibowo juga memperkenalkan tipe terbaru dengan nama Fox-R yang hadir dengan power berkekuatan 3KW dengan kecepatan maksimum bisa berlari di 90Kmh. Fox-R hadir dengan kapasitas baterai yang besar 3,7 kWh yang dapat dipastikan akan memberikan kemudahan bagi Anda dalam mobilitas sehari-hari. Dengan sekali pengisian Fox-R bisa ‘lari’ hingga mencapai 130km. Pengisian dayanya juga mudah, bisa portable, dimana pun dan kapanpun. Terdapat indikator baterai yaitu ketika berada di posisi nol hingga mencapai 80%, lama pengisiannya hanya berkisar 4 jam 30 menit.

Menariknya, Varian T-Rex yang merupakan varian tertinggi dari POLYTRON juga ikut dikenalkan oleh Tekno. T-Rex mampu berlari dengan kecepatan 130 Kmh dengan kekuatan baterai yang super bertenaga 7,6 kWh untuk Anda yang membutuhkan tenaga ekstra dengan jangkauan yang lebih jauh, yaitu bisa mencapai 130km dalam satu kali pengisian.

Untuk warna dan design, POLYTRON juga memproduksinya dengan warna yang berani dan bold seperti, crimson red, pearl white, midnight black, graphite grey, dan bumblebee yellow. Sedangkan design-nya POLYTRON membangun motor listriknya dengan design kekinian, sporty, futuristik dan ergonomis. Sedangkan untuk fiturnya POLYTRON tetap mengedepankan motor listrik yang hemat, ramah lingkungan dan pelayanan after sales yang mendukung.

Seraya mendukung perkembangan industri motor listrik di Indonesia, POLYTRON juga mendukung upaya pemerintah yang akan memberikan subsidi untuk kendaraan motor listrik. POLYTRON juga akan membangun ekosistem motor listriknya dengan berbagai kemudahan seperti, program sewa baterai, konektifitas, alternatif pembiayaan untuk korporasi, dan stasiun pengisian daya cepat ke depannya.

“Harapannya dengan dukungan pemerintah dan dukungan masyarakat yang kuat maka industri motor listrik akan makin maju dan berkembang. POLYTRON akan terus mengedepankan inovasi dan kreasi agar dapat memenuhi kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia,” tutup Tekno.

Selama pameran, POLYTRON membuka booking pre-order dan pembelian secara langsung di lokasi booth D1A ataupun melalui kanal www.blibli.com  dengan promo launching berupa potongan harga, dari harga awal Rp18 juta (off the road), menjadi Rp16,5 juta ditambah dengan voucher cashback sebesar Rp250 ribu.

“Blibli, pelopor ekosistem perdagangan dan gaya hidup omnichannel terdepan di Indonesia menyambut positif kerjasama dengan POLYTRON dalam menghadirkan produk inovasi green technology Motor Listrik Fox-R. Selaku mitra bisnis, Blibli bangga dapat dipercaya dan tumbuh bersama dalam pengembangan lebih jauh ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Hal ini diperkuat dengan komitmen Blibli sebagai platform penyedia otomotif terdepan yang menjamin kenyamanan dan orisinalitas produk dalam berbelanja online. Sebagai exclusive e-commerce partner peluncuran Motor Listrik Fox-R, Blibli memberikan penawaran spesial ekstra cashback Rp250 ribu dan fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan selama periode 3-20 November 2022 bagi para penggemar otomotif ramah lingkungan. Blibli percaya berkolaborasi dengan partner yang memiliki visi dan misi yang sejalan mampu mendorong penguatan ekosistem ramah lingkungan melalui peran digitalisasi,” papar Lay Ridwan Gautama, Executive Vice President (EVP) of Digital Product and Automotive Category Blibli.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa sampai Juli 2022 populasi motor listrik menyentuh 19.698 unit di Indonesia.   Blibli sendiri sudah menerapkan green technology dalam operasionalnya, di antaranya adalah penggunaan armada e-bike untuk layanan pengantaran produk segar di Jabodetabek dan forklift berbasis baterai yang beroperasi di seluruh warehouse Blibli. Menghadirkan produk dan layanan terbaik bersama brand partner sejalan dengan strategi bisnis Blibli yaitu Pasti Puas Pasti di Blibli yang berfokus pada menghadirkan produk dengan kualitas terdepan. (Arianto)

Share:

Bappenas Bersama GIZ GmbH Gelar Digital Grounds: Towards A Green Digital Economy


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Transformasi digital dan ekonomi hijau adalah dua dari enam strategi utama yang dikembangkan Bappenas pada pertengahan tahun ini untuk mencapai visi "Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur. Bappenas melalui Direktorat Ketenagalistrikan, Telekomunikasi dan Informatika melakukan kerjasama dengan GIZ Indonesia dalam kegiatan hibah Digital Transformation Center and Make-IT Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital di Indonesia melalui penguatan aktivitas di antaranya pemanfaatan teknologi digital beserta faktor pendukung (enabler) digital. Transformasi digital juga termasuk Program Prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 khususnya Prioritas Nasional 5 "Infrastruktur untuk Mendukung Ekonomi dan Pelayanan Dasar".

"Sebagai mitra global, Indonesia dan Jerman bertekad untuk bekerja sama dalam kemitraan yang saling menguntungkan untuk membangun inisiatif strategis dalam mempercepat transformasi digital yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan pembangunan ekonomi yang tangguh," kata Atiek Fadhilah - Project Manager, Make-IT Indonesia dalam konferensi pers "Digital Grounds: Towards A Green Digital Economy" di Jakarta, Kamis (20/10).

Berfokus pada ekonomi hijau, ujar Atiek, Make-IT bertujuan untuk memberikan dukungan strategis bagi start-up teknologi yang berorientasi sosial dan agenda berkelanjutan, terutama dalam mengatasi tantangan pembangunan di sektor energi bersih, perlindungan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan ekonomi sirkular.

Kemudian, Atiek menambahkan, Kami menjangkau khalayak yang lebih luas dan membidik start-up hijau di tingkat daerah dan di luar kota metropolitan. Transformasi digital membawa kemungkinan baru dalam mengembangkan, mempromosikan, dan mengadopsi inovasi teknologi hijau. Penggunaan teknologi digital bersih yang cerdas dapat berfungsi sebagai pendorong utama untuk aksi perlindungan iklim, kelestarian lingkungan, dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDGs)."

Untuk diketahui, Indeks Ekonomi Hijau/Green Economy Index (GEI) yang diluncurkan pada Agustus 2022, ekonomi hijau dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,1-6,5 persen per tahun hingga tahun 2050 dan Pendapatan Nasional Bruto (GNP) yang lebih tinggi sebesar 25- 34 persen pada tahun 2045. Selain itu, ekonomi hijau juga menghasilkan tambahan 1,8 juta tenaga kerja di sektor hijau pada tahun 2030, tersebar di sektor energi, kendaraan elektronik, restorasi lahan, dan pengelolaan limbah.

Sementara itu, Daniel Schroeder Lead Advisor, Digital Transformation Center (DTC) Indonesia mengatakan, DTC merupakan inisiatif hub teknologi global yang mendukung pengembangan ekosistem digital di negara-negara mitra, salah satunya Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersempit kesenjangan digital, mengurangi disparitas, dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua kelompok masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari prospek digitalisasi.

"Menariknya, UMKM mendominasi struktur ekonomi Indonesia, dan transformasi digital akan memberdayakan UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka dan meningkatkan daya saing mereka, yang pada gilirannya, berkontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital," ucapnya. (Lak/Tha)

Share:

Indonesia Berbagi Pengalaman Untuk Bangun Manajemen Pengendalian Karhutla Global


Duta Nusantara Merdeka | Roma
Indonesia membagikan pengetahuan dan pengalaman dalam membangun manajemen pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada FAO-UNEP yang saat ini sedang merancang Global Fire Management Platform, sebuah perangkat untuk mendukung manajemen pengendalian karhutla di tingkat global. 

Amy Duchelle, Senior Forestry Officer and Team Leader of Forests and Climate Change FAO menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan UNEP dan sejumlah lembaga lain sedang membangun Global Fire Management Platform. Inisiasi ini sudah diluncurkan saat XV World Forestry Congress yang berlangsung di Republik Korea, Mei 2022.

"Tujuan dari dibangunnya platform ini adalah untuk memperkuat kapasitas setiap negara dalam mengimplementasikan manajemen pengendalian karhutla terintegrasi,” kata Duchelle  dalam keterangan persnya saat sesi panel bertajuk Working together to manage fires for climate and people di 8th World Forest Week yang digelar bersamaan dengan the 26th Session of the Committee on Forestry (COFO26) FAO di Roma Italia, Rabu (05/10/2022) 

Catatan FAO, pada tahun 2021 lalu terjadi rekor suhu udara di bumi yang menyebabkan karhutla yang berdampak pada kerusakan habitat juga pemukiman. Kejadian karhutla semakin berdampak parah akibat sambaran petir, kekeringan, dan angin kencang. Hal ini setiap tahunnya berakibat pada kematian sekitar 33 ribu orang dan 100 ribu orang lainnya menghadapi gangguan kesehatan. 

FAO memprediksi kejadian karhutla akan meningkat hingga 14% di tahun 2030. Hal ini harus diantisipasi karena karhutla juga bisa memicu bencana lain terkait iklim seperti banjir, badai, dan tanah longsor.
Saat ini upaya mengendalikan karhutla masih berfokus pada pemadaman yang memakan biaya hingga 50% dari anggaran. Padahal, jika fokus dialihkan pada pencegahan, biaya yang dibutuhkan hanya sekitar 1% saja.

FAO menilai pengendalian bukan berarti akan menyetop kejadian karhutla. Apalagi di beberapa komunitas masyarakat adat penggunaan api untuk membuka lahan lazim digunakan dan juga berdampak baik untuk ekosistem setempat.
Untuk itu, kata Duchelle, pihaknya akan menggandeng masyarakat adat untuk mempelajari kearifan lokal dalam pengendalian karhutla.

Selain itu, FAO juga menggandeng berbagai pihak untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam membangun manajemen pengendalian karhutla.

Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Manajemen Landscape Fire Raffles B Panjaitan yang menjadi salah satu pembicara pada sesi panel tersebut menjelaskan langkah-langkah Indonesia dalam membangun manajemen pengendalian karhutla.

Dia menjelaskan, sebelum tahun 2015 Indonesia lebih banyak melakukan upaya pemadaman
menghadapi kejadian karhutla. “Setelah tahun 2015, Presiden Jokowi mengubah paradigma pengendalian karhutla ke pencegahan,” katanya.

Raffles menjelaskan upaya pencegahan dilakukan membangun early warning system memanfaatkan teknologi satelit. Kemudian dilakukan pemadaman dini sebelum api membesar di lokasi jika terdeteksi ada kejadian karhutla.

Upaya pencegahan kemudian diperkuat dengan pembasahan lahan gambut maupun mineral. Salah satunya dengan memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebelum kekeringan terjadi. Upaya ini juga mendapat dukungan dari dari berbagai stakeholder pengelola hutan dan lahan.

“Dilakukan pendekatan landscape untuk pengendalian karhutla dimana masyarakat di lokasi rawan karhutla dilibatkan,” katanya.

Hasilnya dalam tiga tahun belakangan, luas karhutla di Indonesia terus menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Karhutla (Sipongi) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Luas karhutla pada tahun 2019 sempat mencapai 1,6 juta hektare.
Luasnya kemudian berkurang drastis di tahun berikutnya. Tahun 2020 karhutla seluas 296 ribu hektare dan di tahun 2021 seluas 358 ribu hektare.  Sementara untuk tahun 2022 sampai Juni, karhutla terjadi di areal seluas 46.844 hektare dan diharapkan tidak akan mencapai luas 100 ribu hektare. 

Selain Raffles, pembicara yang juga hadir pada sesi tersebut adalah Peter More (FAO Conusltan Fire Management Specialist), Lara Steil (Forestry Officer-Fire Management FAO), Francesco Gaetani (Scien-Policy Regional Coordinator UNEP Latin America an the Caribbean Office), Jina Kim (Director International Cooperation Division Korea Forest Service), Ugur Karakoc (Forest Engineer Ministry od Agriculture and Forestry of Turki), Jesus San Miguel Ayanz (Joint Research Cente of the European Commission), Martin Monaco Ministry of Environtment and Sustainability of Argentina), Lucy Amissah Senior Research Scientist Forestry Research Institute Ghana), Carlos Lopes (Maxacali Indigenous Leader and President National Confederation of Family Farmers and Rural Family Entrepreneurs (CONAFER) Brazil) dan Petteri Vuorinen (Senior Forest and Landuse Specialist Green Climate Fund).
Sekjen Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto yang juga hadir pada sesi tersebut mengatakan, APHI dan perusahaan pemegang Perizinan Berusahaan Pemanfaatan Hutan (PBPH) sangat mendukung upaya pengendalian karhutla di berbagai daerah.

Hal itu dilakukan dengan menyiapkan berbagai sistem tanpa bakar di lahan PBPH maupun di lahan masyarakat, perbaikan tata kelola lahan gambut, program pemberdayaan masyarakat, penyiapan sarana dan pra sarana pencegahan karhutla serta mendukung program operasional TMC. (Lak/Lina)

Share:

Pemanfaatan Hutan Di Areal 30 Juta Ha Dukung Pencapaian Target Net Sink Folu 2030


Duta Nusantara Merdeka | Roma  
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan The State of Indonesia's Forests (SOIFO) 2022 yang merupakan dokumentasi kebijakan pemerintah mengelola hutan dan lingkungan selama 2021-2022.

Peluncuran SOIFO 2022 dilakukan disela sidang The Committee on Forestry (COFO)-26, di kantor pusat FAO, Roma, Italia, Selasa, 4 Oktober 2022. 

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pembahasan Indonesia's Plans for Carbon-positive Forests by 2030. 

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyiapan dan penyusunan publikasi ini," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya dalam keterangan persnya di Roma Italia Selasa (04/10/2022).

Acara peluncuran SOIFO 2022 turut dihadiri oleh para Duta Besar Anggota FAO di Roma;  Kepala Ekonom, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, Máximo Torero; Penasihat Iklim Senior Departemen Pertanian Amerika Serikat, Sean Babington; Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari KLHK, Agus Justianto; Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo, juga para delegasi baik yang hadir langsung atau online. 

Melalui SOIFO 2022 ini, Menteri Siti menyampaikan ingin berbagi ide yang sama dengan SOFO 2022, dalam konteks Indonesia.  SOFO 2022 merupakan dokumentasi kehutanan dunia yang dipublikasikan FAO.


Menteri Siti mengajak semua delegasi untuk juga berbagi pengalaman dalam mengelola hutan secara lestari, dan menyampaikan ide-ide tentang bagaimana kita dapat berkolaborasi untuk menjadikan hutan dan penggunaan lahan lainnya sebagai kisah sukses dalam aksi iklim global. 

"Semua upaya kami untuk mencapai FOLU Net Sink 2030 juga telah dituangkan dalam publikasi baru kami ini," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti menyampaikan bahwa Indonesia telah menyerahkan Enhanced NDC ke Sekretariat UNFCCC pada 23 September 2022, yang mencerminkan peningkatan target penurunan emisi dari 29% menjadi 31,89% tanpa syarat; dan 41% menjadi 43,20% bersyarat.

Enhanced NDC ini merupakan transisi menuju NDC Kedua Indonesia yang sejalan dengan Long-Term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050 dengan visi untuk mencapai net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

NDC terbaru ini juga menggambarkan tindakan yang ditingkatkan dan lingkungan pendukung yang diperlukan yang telah meletakkan dasar untuk tujuan yang lebih ambisius, berkontribusi pada upaya bersama untuk mencegah peningkatan suhu rata-rata global 2 °C dan untuk mengejar upaya membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 °C di atas tingkat pra-industri.

"Beberapa kebijakan dan implementasi program akan terus diperkuat dan ditingkatkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi sektor kehutanan dan dampak perubahan iklim. Sejumlah kebijakan dan implementasi program pun telah mengalami perubahan dan kemajuan yang signifikan," ujarnya.


Lebih lanjut, Menteri Siti menyampaikan Indonesia berpandangan bahwa hutan dan tata guna lahan memainkan peran penting dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. 

Indonesia menganggap Kehutanan dan Tata Guna Lahan (FOLU) sebagai sektor utama dalam mencapai target NDC. Seperti yang diketahui, sebagian besar pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia akan dipenuhi oleh FOLU dan setelah melakukan analisis menyeluruh. Pemerintah Indonesia juga telah merumuskan sejumlah strategi untuk mencapai FOLU Net Sink 2030.

"Kami yakin bahwa kami akan berada dalam kondisi net sink untuk sektor FOLU pada tahun 2030. Inilah cara kami meningkatkan ambisi kami melalui pencapaian tambahan yang kami peroleh sejak NDC kami dikembangkan. Ini juga merupakan strategi kami dalam mencapai NDC kami dengan membuat sektor FOLU mapan, sementara kami secara bersamaan meningkatkan sektor penting lainnya, energi, dan sektor lahan basah dan kelautan, karbon biru," tutur Menteri Siti Nurbaya.

Sebagai bagian dari LTS-LCCR, FOLU Net Sink 2030 Indonesia menggunakan tiga modalitas kerja yang terdiri dari Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, Tata Kelola Lingkungan, dan Tata Kelola Karbon. 

Sementara itu Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto mengatakan hutan berperan penting dalam pemulihan pasca Covid-19 dan transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Untuk itu, pemerintah kini mendorong implementasi multi usaha kehutanan. "Pengembangan multi usaha kehutanan akan mengoptimalkan pemanfaatan hutan berkelanjutan yang mencakup hasil hutan kayu, non kayu, dan jasa lingkungan," katanya.

Untuk mendukung kebijakan multi usaha kehutanan, pemerintah melakukan penyederhanaan perizinan dan meningkatkan pelayanan. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan nilai ekonomi hutan, menggenjot kinerja ekspor, membuka lapangan pekerjaan, dan memicu kesejahteraan masyarakat.

Agus juga menekankan, kebijakan pengelolaan hutan saat ini adalah membuka akses yang luas bagi masyarakat melalui perhutanan sosial dan pengakuan hutan adat.

Agus juga mengarisbawahi upaya restorasi dan rehabilitasi ekosistem hutan yang dilakukan seiring dengan penguatan konservasi keanekaragaman hayati. 

Sementara itu Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo mengatakan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di areal 30 juta Ha siap mendukung target pencapaian Net Sink Folu 2030. 

"Serangkaian aksi mitigasi sedang disiapkan PBPH, dari mengindarkan deforestasi dan degradasi, penerapan PHL, perluasan hutan tanaman, rehabilitasi dan restorasi gambut serta perlindungan keanekragaman hayati," kata Indroyono.

Indroyono menambahkan, diperlukan 14 miliar dolar AS untuk pembiayaan aksi mitigasi tersebut. 

"Dari jumlah tersebut, sekitar 55% atau 7,7 miliar dolar dolar AS berasal dari investasi swasta," kata Indroyono. 

Lebih lanjut, Indroyono juga menegaskan  perlunya kerja sama internasional untuk mendukung investasi tersebut. (Ari)
Share:

Kembali Gandeng Waste4Change, Sociolla Bersama Sukin Konsisten Promosikan Sustainable Lifestyle


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sukin dan Sociolla didukung oleh Waste4Change kembali melanjutkan gerakan berskala nasional bertajuk Waste Down Kindness Up: Sukin x Sociolla Recycle Station. Hanya dalam waktu 5 bulan dan tercatat hingga Agustus 2022, program ini telah mencapai 3,7 ton pengumpulan sampah kecantikan yang dikelola menjadi materi bermanfaat dan melibatkan partisipasi dari belasan ribu penggiat kecantikan. Menanggapi antusiasme tinggi dari para penggiat kecantikan, Sukin dan Sociolla mengajak lebih banyak lagi penggiat kecantikan untuk mengumpulkan sampah produk kecantikan mereka di Sukin x Sociolla Recycle Station yang saat ini tersedia di 47 gerai omnichannel Sociolla.

Di industri kecantikan, kemasan produk merupakan penghasil sampah plastik terbesar dan perlu dikelola dengan baik agar tidak menumpuk tanpa dikelola dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Data dari Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup Dan Kehutanan di tahun 2021, juga menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sampah lebih dari 18,2 juta ton per tahunnya dan dari total tersebut, masih ada 27,05% atau hampir 5 juta ton per tahunnya sampah yang tidak terkelola. Untuk itu, partisipasi berbagai pihak akan selalu menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi limbah yang berdampak tidak baik bagi lingkungan. 

Co-Founder & CMO Social Bella Indonesia, Chrisanti Indiana menyatakan, “Kami menyadari bahwa urgensi di kalangan para penggiat kecantikan terhadap isu sustainability sudah terbilang tinggi. Melalui inisiatif berkelanjutan antara Sukin dan Sociolla ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran melalui tindakan nyata, meningkatkan penyediaan sarana pengelolaan limbah produk kecantikan berupa recycling station yang memadai serta terus melakukan edukasi yang konsisten. Inisiatif ini adalah solusi bagi para penggiat kecantikan untuk tetap merawat diri dengan tetap peduli dengan lingkungan. Berkaca dari pencapaian pengumpulan limbah produk kecantikan dalam waktu singkat ini, bersama-sama kita teruskan pergerakan dengan skala lebih besar untuk meminimalisasi dampak tidak baik terhadap dari kegiatan kita sehari-hari”

Menanggapi pencapaian ini, Brand Manager Sukin, Vania Anisya mengatakan, “Kesadaran terhadap gaya hidup yang mindful dan sustainable kian meningkat di kalangan penggiat kecantikan. Salah satunya adalah dengan mulai berpindah ke produk kecantikan berbahan alami serta memilih brand yang berkomitmen terhadap sustainability, seperti Sukin. Sebagai brand yang berkomitmen untuk memastikan kandungan produk, kemasan, hingga proses produksi dilakukan secara etis dan ramah lingkungan, Sukin memiliki kesamaan visi dan bersinergi dengan Sociolla dalam memperkuat upaya sustainability yang berkesinambungan. Untuk itu, kelanjutan inisiatif yang berkolaborasi dengan Waste4Change ini menunjukkan komitmen kami untuk meningkatkan kesadaran dalam mengimplementasikan 3R (Reduce, Recycle and Repeat) sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Dengan target tahunan Waste Down Kindness Up yang tercapai hanya dalam kurun waktu 2 bulan saja, kami berharap lebih banyak lagi partisipasi untuk mengurangi limbah produk kecantikan di tempat pembuangan akhir dan juga menggunakan kemasan plastik yang 100% hasil daur ulang pada tahun 2025."

Untuk berpartisipasi dalam inisiatif Waste Down Kindness Up: Sukin X Sociolla Recycle Station, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

Collect The Empties: Kumpulkan dulu kemasan produk kecantikan dari brand apapun yang kamu miliki berdasarkan materinya, baik itu plastik, kaca dan lainnya dan mencopot label dari kemasan

Cleanse & Rinse: Pastikan kemasan produk kecantikan yang akan dikumpulkan untuk daur ulang sudah dicuci terlebih dahulu agar dalam keadaan bersih, kemudian keringkan dengan seksama, dan pastikan tidak ada lagi sisa produk di kemasan

Come & Drop It Off: Datangi Sociolla Store terdekat untuk drop off kemasan kosong produk kecantikan yang nantinya akan dikelola oleh mitra kami yaitu Waste4Change. Setiap 1 kemasan dapat ditukarkan dengan 5 SOCO Points. Kamu juga bisa menulis harapanmu untuk bumi atau kesan dan pesanmu terhadap program ini melalui sticker cantik yang telah tersedia untuk ditempelkan di Recycle Station yang tersedia

Sementara itu, Saka Dwi Hanggara, Campaign Manager of Waste4Change juga menjelaskan, "Dengan kesamaan misi untuk memberikan dampak positif kepada lingkungan, kami senang bisa berkolaborasi kembali bersama Sukin dan Sociolla. Kita bisa lihat bahwa penggunaan kosmetik adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan, namun di sisi lain, hal ini bisa dilakukan bersamaan dengan upaya menyelamatkan lingkungan dan menjadikannya sebagai bagian dari keseharian para pengguna produk kecantikan. Jika dikelola dengan baik, limbah produk kecantikan dapat didaur ulang untuk menjadi material yang bermanfaat. Sejalan dengan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengurangi sampah plastik hingga 30% dan mengelola sampah hingga 70% di tahun 2025, kami percaya peran aktif semua pihak diperlukan untuk menangani masalah sampah di Indonesia. Itulah mengapa Waste4Change kembali mendukung upaya berkesinambungan inisiatif Waste Down Kindness Up: Sukin x Sociolla Recycle Station dan berkomitmen untuk terus mendukung kolaborasi baik antar pemerintah, pelaku industri, konsumen, swasta dan masyarakat pada umumnya.

Bagi para penggiat kecantikan yang turut berpartisipasi dalam Waste Down Kindness Up kali ini, akan ada banyak hadiah menarik yang dapat diraih yang berlaku di bulan September 2022 ini, mulai dari voucher belanja produk Sukin senilai Rp 20,000 ketika mengumpulkan product empties di recycle station, mengikuti #SundayKINDay challenge di Instagram dengan mengupload Reels ataupun foto mengenai sustainability journey yang berhadiah voucher belanja di Sociolla dan produk Sukin bernilai ratusan ribu Rupiah. (Lak/Tha)

Share:

WALHI: RKUHP Potensi Mengancam Perlindungan Lingkungan Hidup


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Rancangan Kitab Hukum Pidana (RKUHP) yang masih memiliki banyak permasalahan akan kembali dibahas pada masa sidang Agustus-September 2022. Bahkan RKUHP berpotensi mengancam perlindungan lingkungan hidup dan memundurkan pengaturan lingkungan. ICEL, WALHI, dan Prof Andri G. Wibisana (Guru Besar Hukum Lingkungan FHUI) mencatat paling tidak ada tiga hal yang membuat beberapa rumusan di RKUHP berpotensi mengancam perlindungan lingkungan hidup, yaitu: ketentuan tindak pidana lingkungan hidup, pertanggungjawaban pidana korporasi, dan pasal-pasal mengenai kebebasan sipil dan demokrasi.

"Pengaturan tindak pidana lingkungan hidup yang diatur pada Pasal 344 dan 345 RKUHP merupakan suatu kemunduran dalam pengaturan tindak pidana lingkungan hidup yang berpotensi sulit untuk dibuktikan dan tidak menjerakan pelaku," kata Direktur Eksekutif ICEL, Raynaldo G. Sembiring dalam konferensi pers RKUHP Melindungi Penjahat Lingkungan di Jakarta, Kamis (18/08).

Setidaknya ada 3 masalah dalam rumusan pasal tersebut, yaitu: 1) masih adanya unsur melawan hukum yang membuat pembuktian akan sulit karena dapat disanggah dengan adanya izin yang dimiliki korporasi, 2) tidak jelasnya pengaturan baku mutu lingkungan yang dimaksud apakah baku mutu ambien atau efluen 3) sulitnya menjerat pelaku karena misalnya untuk pencemaran lingkungan harus membuktikan terlampauinya baku mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan. 

Selain itu, menurut Raynaldo, pengaturan tindak pidana lingkungan hidup dalam RKUHP akan menjadi tidak efisien karena membutuhkan pengaturan teknis yang tidak mungkin diatur dalam RKUHP.

Kemudian, Guru Besar Hukum Lingkungan FHUI, Prof. Dr. Andri Gunawan Wibisana, mencatat pengaturan pertanggungjawaban korporasi masih bermasalah dan berpotensi mengkriminalisasi orang. Pemidanaan korporasi (Pasal 45-50 RKUHP) sebagai subjek hukum RKUHP masih membatasi atribusi kesalahan korporasi pada agen korporasi. 

"Rumusan pertanggungjawaban korporasi yang sekarang akan menyulitkan pembuktian kesalahan korporasi. Alih-alih mengatur pemidanaan agen korporasi, RKUHP justru mengatur pertanggungjawaban pengganti individual/individual vicarious liability (Pasal 37 huruf b RKUHP) yang berpotensi mengkriminalisasi orang. Saya menduga bahwa pengadopsian vicarious liability dalam Pasal 37 didasari oleh konsep yang tidak tepat, yang melihat bahwa konsep vicarious liability dalam hukum perdata dapat diterapkan begitu saja pada hukum pidana," jelas Andri.

Sementara itu, WALHI mengkritisi RKUHP yang mencerminkan pelemahan penegakan hukum lingkungan dan memiliki banyak pasal-pasal yang mengancam pejuang lingkungan, mempersulit rakyat untuk menuntut kondisi lingkungan yang sehat dan baik sebagaimana yang diamanatkan pada Konstitusi UUD 1945 Pasal 28H, dan memperparah konflik sumber daya alam dan perampasan wilayah kelola rakyat di Indonesia. 

Pasal-pasal tersebut tidak hanya anti-demokrasi, tetapi rentan disalahgunakan untuk mengkriminalisasi masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidupnya. Pada tahun 2021 saja WALHI mencatat setidaknya terdapat 58 orang dan/atau lembaga yang dikriminalisasi ketika memperjuangkan lingkungan hidup. 

"Pasal-pasal tersebut berpotensi menghambat partisipasi bermasyarakat dalam perlindungan lingkungan hidup, apalagi dengan tidak adanya sanksi minimum dalam Pasal 344 dan Pasal 345 RKUHP justru memberikan keringanan dan tidak memberikan efek jera bagi korporasi" ungkap Puspa Dewy, Kepala Divisi Kajian dan Hukum Lingkungan WALHI Eksekutif Nasional.

Berdasarkan tiga hal di atas, kami meminta kepada DPR RI dan Pemerintah untuk: 

1. Membahas kembali ketentuan Tindak Pidana Lingkungan Hidup (LH) dan Korporasi dalam masa sidang saat ini.

2. Mengeluarkan tindak pidana lingkungan hidup dari RKUHP agar tetap menjadi tindak pidana yang diatur dalam undang-undang khusus. 

3. Memperbaiki ketentuan pertanggungjawaban pidana korporasi yang meliputi: perbaikan atribusi kesalahan pada korporasi, mengharmonisasi RKUHP dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai korporasi dan administrasi negara, dan memperjelas pemidanaan dan sanksi pidana bagi korporasi. (Arianto)



Share:

Antisipasi Sektor Energi, KLHK Pacu Kontribusi Sektor Kehutanan dalam Pengendalian Perubahan Iklim


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia menyatakan dukungan atas G7 dan G20, sebagai wadah untuk menumbuhkan dan mengimplementasikan berbagai gagasan substantif sebagai bagian dari solusi pengendalian perubahan iklim. Namun, meskipun hasil-hasil G7 dan G20 sering dirujuk oleh forum, agenda ataupun organisasi internasional, kedua forum tersebut tetap merupakan forum informal yang hasilnya hanya berlaku bagi anggotanya dan tidak mewakili keseluruhan negara pihak dalam United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), menyampaikan bahwa Indonesia telah mengikuti pedoman sistematis internasional terkait perubahan iklim.
“Indonesia telah men-submit dokumen seperti LTS (Long Term Strategy), NDC (Nationality Determined Contribution), road map Mitigasi dan Adaptasi, serta beberapa praktik yang dilakukan selama 7 tahun dalam rangka mengembangkan rencana operasional untuk FoLU Net Sink,” ujarnya saat menerima kunjungan Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Urusan Iklim Jerman Jennifer Lee Morgan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (10/5).

Siti menjelaskan bahwa FoLU Net Sink 2030 adalah agenda yang penting, karena memiliki kontribusi NDC terbesar yaitu sekitar 60%, dan pada posisi kedua adalah sektor energi. Namun demikian tidak mudah untuk mengontrol sektor energi, sehingga pihaknya akan bekerja keras pada sektor kehutanan untuk mengantisipasi sektor energi.

“KLHK sebagai focal point, juga bekerja sama dengan kementerian lainnya, termasuk ESDM, akan mengikuti dan dan mendukung agenda di Energy Transition,” ujar Siti.

Ia menanggapai secara positif atas inisiatif pihak Jerman dalam mengangkat agenda Energy Transition. Rencananya, dirinya beserta Menteri ESDM akan berpatisipasi pada pertemuan G7 Climate, Energi and Environment Ministers pada tanggal 26 – 27 Mei 2022 di Berlin, Jerman.

Pada kesempatan ini, Jennifer menyampaikan bahwa Pemerintah Jerman mengapresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim seperti RHL (rehabilitasi hutan dan lahan) di kawasan gambut dan mangrove. Pihaknya juga mengapresiasi dan mendukung terkait pembentukan World Mangrove Center di Bali melalui kerja sama Indonesia-Jerman.

Menurut Siti, RHL di kawasan gambut dan mangrove merupakan mandat langsung dari Presiden Joko Widodo dan mendapat dukungan penuh. Dalam kurun waktu 3 tahun ini, sejak tahun 2019 lebih kurang seluas 170 ribu Hektar (Ha) kawasan mangrove telah direhabilitasi. Targetnya adalah sebesar 600 ribu Ha, akan direhabilitasi dan ditingkatkan kualitasnya hingga tahun 2024, yang akan didukung oleh Bank Dunia. Tengah didikusikan juga kolaborasi antara Jerman dan Bank Dunia untuk dukungan terhadap rehabilitasi mangrove tersebut.

Selanjutnya, tentang Perhutanan Sosial, pihak Jerman mengharapkan dapat belajar lebih lanjut tentang skema perhutanan sosial, peran masyarakat lokal dan masyarakat adat. Oleh karena itu, pihak Jerman berharap dapat berdiskusi tentang hal tersebut antara lain untuk mendukung masyarakat lokal dan masyarakat adat di Sumatera, Kalimantan, dan Papua dalam program perhutanan sosial.

Siti menyampaikan bahwa pada masa lalu, terdapat banyak konflik dan masalah, karena ketidak-seimbangan antara porsi pemberian izin kelola kepada perusahaan. (Lak/Tha)

Share:

Komunitas Sahabat Saung Sukun Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu


Duta Nusantara Merdeka | Tanggerang
Dalam rangka memperingati Milad ke-5, Komunitas Peduli Sungai Sahabat Saung Sukun menggelar bakti sosial acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak yatim-piatu mengusung tema "Berbagi Berkah Rezeki Melimpah" di Saung Sukun, Tangerang, Minggu (17/04).

"Kegiatan ini kami lakukan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yg kurang mampu ditengah mahalnya harga sembako dan kebutuhan lainnya," kata Wakil Ketua Komunitas Sahabat Saung Sukun Amirudin Goprak kepada wartawan Surat Kabar Duta Nusantara Merdeka di Tangerang usai acara buka puasa bersama.

"Alhamdulillah, dalam Milad ke-5 ini kita di-support oleh banyak pihak, dari alumni Sempana 7 Tangerang dan juga di-support oleh kepala kelurahan Panunggangan Barat, RT dan RW. Jadi banyak yang berpartisipasi termasuk dari ASC (Abdul Syukur Centre)," ungkap Goprak sapaan akrabnya.

Menurut Goprak, Dengan hadirnya Komunitas Sahabat Saung Sukun ini bisa membawa manfaat untuk lingkungan. Dan fokus kita adalah bagaimana kita memperhatikan sungai yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan dan jadi agenda tersendiri buat Komunitas Sahabat Saung Sukun. 


Sementara itu, Lurah Panunggangan Barat Agus Nur Cahyo menyampaikan, saya mewakili tim dari Kelurahan Panunggangan Barat, masyarakat RT, RW, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim dan para kaum dhuafa, janda yang hari ini menerima bantuan dari rekan-rekan Sahabat Saung Sukun mengucapkan banyak terima kasih dan mudah-mudahan kita semua doakan rekan-rekan serta seluruh donatur yang terlibat pada kegiatan sore hari ini mendapatkan berkah, manfaat, pahala, diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan terima kasih atas segala sesuatunya.
 
Di Ramadhan 1443 H/2022, kata Agus, semua kegiatan telah berjalan normal kembali dan di Panunggangan Barat ini kental dengan tradisi-tradisi Islam khususnya di bulan Ramadhan dan sekaligus hari ini milad ke-5 rekan-rekan Komunitas Sahabat Saung Sukun menyelenggarakan buka puasa sekaligus santunan anak yatim dan janda-janda yang ada di lingkungan Kelurahan Panunggangan Barat. 

"Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan yang berlanjut, tidak hanya dilaksanakan pada saat bulan suci Ramadan aja, tetapi di bulan-bulan yang lain. Sebab dalam Islam, bulan lain juga baik, walaupun memang bulan Ramadan ini, bulan yang khusus bagi semua umat muslim yang ada di seluruh dunia," ucapnya. 

"Harapannya, Komunitas Sahabat Saung Sukun terus mengabdi dan berbuat untuk lingkungan khususnya di pinggir sungai sehingga memberikan manfaat dan contoh teladan bagi khususnya anak-anak dan generasi muda kita semua," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Lurah Panunggangan Barat Agus Nur Cahyo, Ketua Sahabat Saung Sukun Asri Sukendar, Wakil Ketua Sahabat Saung Sukun Amirudin Goprak, Sekretaris Sahabat Saung Sukun Fery Firtana, Bendahara Sahabat Saung Sukun Harlan Sanjaya, RT, RW, Sempana 7, Tokoh Masyarakat, serta anak-anak yatim dan para kaum dhuafa, janda serta ASC (Abdul Syukur Centre). (Arianto)

Share:

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional, Nestlé Ajak Masyarakat untuk Peduli terhadap Lingkungan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sejalan dengan komitmen akan keberlanjutan lingkungan, Nestlé Indonesia menjadikan Hari Peduli Sampah Nasional sebagai momentum untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap penanganan dan pengelolaan sampah. Guna melindungi, memperbaharui, dan memperbaiki lingkungan, Nestlé Indonesia telah melakukan berbagai upaya keberlanjutan pada rantai sistem pangan dari mitra pemasok, operasional hingga inovasi kemasan dalam rangka mendukung penanganan sampah. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah konkret Nestlé dalam mendukung tantangan penanganan sampah yang masih harus menjadi perhatian semua pihak. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai penghasil sampah terbesar di dunia dengan memproduksi 67,8 ton sampah setiap tahunnya.

“Sejalan dengan ambisi Nestlé untuk menjadikan 100% kemasan kami dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025 serta mengurangi ⅓ penggunaan plastik baru, kami telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan kemasan inovatif yang bisa didaur ulang dengan mengurangi material plastik untuk produk makanan dan minuman kami, seperti DANCOW, MILO, NESCAFÉ, dan KOKO KRUNCH. Kami sadar bahwa selain menggunakan kemasan yang bisa didaur ulang, kami juga harus mendukung dan meningkatkan upaya penanganan sampah untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Maka dari itu, Nestlé juga terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan sistem penanganan sampah guna membuat masa depan yang bebas dari sampah,” ujar Prawitya Soemadijo, Head of Sustainability PT Nestlé Indonesia dalam keterangan pers, Sabtu (26/02).

Melalui komitmen dan ambisi tersebut, Nestlé Indonesia melakukan pendekatan melalui tiga pilar Sustainable Packaging, di antaranya:

1. Pengembangan kemasan inovatif (Develop new packaging)

Nestlé senantiasa mengembangkan inovasi kemasan dengan mengurangi material plastik agar lebih mudah untuk didaur ulang. Sejak 2020, seluruh kemasan siap konsumsi Nestlé telah menggunakan 100% sedotan kertas. Nestlé juga menggunakan mangkuk kertas untuk kemasan produk sereal siap konsumsi dan menggunakan 100% paper cup yang dapat didaur ulang pada proses sampling. Selain itu, Nestlé telah mulai mengurangi penggunaan kemasan multilayer dan menggantinya dengan mono-material sehingga mudah didaur ulang. Pada 2021, kami bekerja sama dengan Siklus untuk melakukan studi guna melihat dampak lingkungan serta penerimaan konsumen terhadap produk dalam kemasan isi ulang.

2. Dukungan bagi masa depan bebas sampah (​​Supporting a waste-free future)

Dukungan Nestlé terhadap masa depan bebas sampah ditunjukkan melalui berbagai kegiatan maupun kerja sama dengan pemerintah, NGO (non-governmental organization) serta komunitas. Project STOP, merupakan salah satu proyek multi-stakeholder di mana Nestlé turut berkontribusi meresmikan dua fasilitas TPST3R (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce-Reuse-Recycle). Kedua fasilitas tersebut, akan mengumpulkan semua sampah termasuk 1.500 ton sampah plastik pada saat beroperasi penuh pada 2022. Dengan adanya kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah lokal, Nestlé berhasil membangun dan mengelola 10 TPS3R di Karawang, dan pengembangan 10 fasilitas TPS3R tersebut dapat melayani hingga 3.000 rumah tangga. Nestlé juga telah membangun rumah pemulihan material (RPM) serta lima bank sampah di Kebagusan, Jakarta Selatan. Pada 2020, PRAISE, asosiasi yang diinisiasi oleh Nestlé, Coca-cola, Danone, Indofood, Tetra Pak dan Unilever, meluncurkan IPRO (Indonesia Packaging Recovery Organization) untuk mendukung percepatan penerapan circular economy di Indonesia. 

3. ​​Mempromosikan kebiasaan bijak kelola sampah (Promoting waste-wisely habit)

Nestlé percaya bahwa dibutuhkan kerja sama yang baik dari seluruh pihak untuk melakukan perubahan dalam manajemen sampah. Peran individu dalam pengelolaan sampah juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Melalui kegiatan employee volunteering seperti beach clean up day dan program pemilahan sampah di rumah serta penyediaan tempat pilah sampah di setiap wilayah operasionalnya, Nestlé mengajak setiap karyawannya untuk dapat menumbuhkan kesadaran bijak kelola sampah. Selain itu, Nestlé melakukan webinar secara berkala untuk mengedukasi karyawan tentang cara memilah sampah. Kami juga menganjurkan penggunaan kantong maupun wadah ramah lingkungan pada wilayah operasional kami. 

“Kami merasa senang dan tentu bangga menjadi bagian dari solusi untuk mendukung upaya pemerintah dalam terciptanya masa depan bebas sampah. Kami berharap, serangkaian inisiatif dan kegiatan Nestlé, baik yang telah dilakukan maupun yang masih berjalan, dalam mendukung peningkatan manajemen tata kelola sampah bisa meningkatkan motivasi berbagai pihak agar semakin peduli terhadap lingkungan. Nestlé sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman tidak dapat bergerak sendiri untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk itu, kami percaya bahwa dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dengan mitra dan seluruh masyarakat untuk mengatasi tantangan global dalam hal manajemen sampah,” tutup Prawitya. (Lak/Tha)
Share:

Hentikan Menjadikan Laut sebagai Tempat Sampah! Laut adalah Masa Depan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Maritim


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Keseriusan Pemerintah Indonesia dalam menangani sampah di laut tidak main-main. Hal itu dibuktikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)  saat berpidato secara virtual pada One Ocean Summit, sebagaimana ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 11 Februari 2022.


Dalam pidatonya Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen mencapai target kawasan konservasi perairan laut seluas 32,5 juta hektare pada tahun 2030. Bahkan Presiden Jokowi juga mengatakan untuk mengurangi 70 persen sampah plastik laut pada tahun 2025.


Pernyataan yang disampaikan Presiden Jokowi di  One Ocean Summit mendapat apresiasi positif dari Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M. Mar, Pengamat Maritim dan Pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI). Menurutnya pernyataan itu harus dijadikan momentum bangsa Indonesia untuk kembali mencintai laut, mencintai pantai dan pastinya mencintai budaya maritim Indonesia. 


"Potensi laut Indonesia itu menyimpan kekayaan sangat besar untuk menghasilkan devisa bagi negara. Selain itu, laut juga merupakan sumber pangan bagi rakyat indonesia, Karena itu,  jangan jadikan laut sebagai tujuan dari pembuangan sampah rumah tangga ataupun kapal-kapal serta pabrik," kata Capt. Marcellus Hakeng dalam keterangan persnya, Kamis (17/2/2022).


Pernyataan tegas Presiden Jokowi lanjut Capt. Marcellus Hakeng bahwa Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi 70 persen sampah plastik laut pada tahun 2025 harus menjadi perhatian serius dari kita semua khususnya para Pelaut Indonesia. Apalagi Indonesia saat ini dipercaya sebagai Presidensi atau Ketetuaan G20 dengan mengangkat hal perbaikan lingkungan kelautan, sehingga dapat membantu penanggulangan krisis iklim yang saat ini sedang melanda dunia.


Mengutip laporan dari Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) berjudul White Paper on Plastics Circular Economy and Global Trade terbitan Juli 2020, di sana dituliskan bahwa sebanyak 400 juta ton plastik dihasilkan dunia setiap tahunnya untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai bahan pembungkus karena sifatnya ringan dan fungsional. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 150 juta ton sampah plastik berada di perairan dunia.


Melihat kenyataan tersebut, lanjut Capt. Marcellus Hakeng para pelaut Indonesia sudah seharusnya ikut menjaga kebersihan lingkungan laut. Apalagi di dalam Pasal 122 Undang–Undang No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran disebutkan bahwa "Setiap pengoperasian kapal dan pelabuhan wajib memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan serta perlindungan lingkungan maritim."


Dalam The International Convention for the Prevention of Pollution from Ships, atau dikenal dengan Marpol (Marine pollution) tentang pencegahan pencemaran lingkungan laut oleh kapal. Dijabarkan berbagai peraturan yang bertujuan mencegah dan meminimalisasikan polusi yang berasal dari kapal, baik yang tidak disengaja maupun akibat dari operasi rutin kapal.


"Para awak kapal pun harus paham dengan Struktur Marpol antara lain Pencegahan polusi oleh minyak, Pencegahan polusi zat cair berbahaya dalam bentuk curah,   Pencegahan polusi dari zat berbahaya dalam bentuk kemasan, Pencegahan polusi dari air kotor/limbah dari kapal, dan Pencegahan polusi oleh sampah dari kapal," jelas Capt. Hakeng.


Dengan bersihnya Perairan laut Indonesia dari sampah juga akan menguntungkan jalur pelayaran Indonesia. Perjalanan kapal tidak akan terganggu oleh banyaknya tumpukan sampah yang dapat tersedot oleh kapal sehingga dapat mengganggu kondisi mesin kapal.


Selain itu dalam Konvensi Hukum Laut 1982 (UNCLOS) secara lengkap mengatur perlindungan dan pelestarian lingkungan laut (protection and preservation of the marine environment). "Pasal 192 menegaskan bahwa setiap Negara mempunyai kewajiban untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut," jelasnya.


Menumpuknya sampah di laut sebagaimana yang kita amati saat ini, menurut pandangan Capt. Hakeng bisa terjadi dari "sumbangan" sampah rumah tangga. Masih ada kebiasaan masyarakat yang kurang terpuji  membuang sampah ke aliran sungai. Hal itu patut diduga dikarenakan banyak orang yang tidak punya akses langsung ke pengelolaan sampah di lingkungannya. 


Sampah sampai ke laut menurut Capt. Marcellus Hakeng bisa juga terjadi dari aktivitas manusia di lautan. Sebab tidak jarang para penumpang kapal secara sengaja membuang sampah ke lautan, misalnya bekas botol air mineral, plastik sisa makanan ringan. Atau bisa juga dari barang yang sedang dipakai atau dibawa secara tidak sengaja jatuh ke laut. Hal lain yang juga kerap kali terjadi ketika orang sedang  berwisata di pinggir pantai, yang dengan seenaknya membuang sampah di tepi pantai. Karena tiupan angin atau sapuan ombak, maka sampah pun terbawa ke laut.  


"Memang pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.  Solusi inovatif diperlukan pula demi mengurangi masuknya sampah sungai ke laut. Paling penting adalah meningkatkan  kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah bukan pada tempatnya. Laut bukan tempat sampah, laut adalah masa depan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Maritim," pungkasnya. (Arianto)
Share:

Bulan Menanam Pohon Nasional, Nestlé Indonesia Mengawali Penanaman 10.000 Pohon di Karawang


Duta Nusantara Merdeka | Karawang
Dalam rangka Bulan Menanam Pohon Nasional yang diperingati setiap bulan Desember, Nestlé Indonesia melakukan tahap awal program menanam 10.000 bibit pohon di Karawang, Jawa Barat. Bekerja sama dengan komunitas pencinta lingkungan hidup Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (Forkadas C+) dan warga Tegalwaru, Karawang Selatan, kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari program volunteering Nestlé Indonesia, KASIH serta sekaligus untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. 

Program penanaman 10.000 pohon di tanah seluas 20.000 m2 ini diwujudkan untuk meningkatkan kualitas tutupan hutan dengan membuat prototipe hutan di Karawang, sebagai sarana untuk menjaga kualitas dan kuantitas mata air di bawahnya, serta persiapan untuk mengubah area tersebut menjadi hutan lindung. 

Proses penanaman dilakukan menggunakan Metode Miyawaki, penanaman antar bibit pohon yang sangat rapat menggunakan konsep unik potential natural vegetation (PNV). Metode ini berhasil dilakukan di lebih dari 3.000 hutan di dunia, di antaranya Taman Nasional Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Ciremai. 

Debora Tjandrakusuma, Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia mengatakan, Sejalan dengan komitmen Nestlé Indonesia untuk mencapai Net-Zero Emisi Karbon pada 2050, kami melakukan berbagai upaya-upaya keberlanjutan untuk mencapai tujuan tersebut guna melindungi, memperbarui dan memulihkan lingkungan dengan mulai menggunakan energi terbarukan, melakukan upaya penanaman pohon dan mempercepat transisi ke sistem pertanian regeneratif di mata rantai pasokan bahan baku pertanian.

"Kami berharap dengan penanaman pohon-pohon ini kualitas tutupan hutan, sumber mata air, dan area hutan lindung dapat meningkat secara signifikan serta memastikan keberlanjutan lingkungan di Karawang. Nestlé tidak hanya memproduksi produk yang lezat dan bergizi, tetapi juga ikut berkontribusi untuk lingkungan demi generasi yang akan datang," ujar Debora Tjandrakusuma, Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia dalam keterangan tertulis. Kamis (16/12) 

Asal tahu saja, Jenis pohon yang ditanam pada 27 November 2021 di antaranya Mahoni Swietenia mahagoni, Kormis Acacia auriculiformis, Cassia Sp., Glodogan Tiang Polyalthia longifolia, Trembesi Samanea saman, Bintaro Cerbera manghas, dan Bunga Kupu-kupu Bauhinia purpurea. 

"Penanaman 10.000 pohon ini diperkirakan kelak akan memiliki daya serap CO2 mencapai 53.091 ton/tahun pada saat umur pohon berusia 3-5 tahun atau setara dengan pohon dewasa. Pemilihan lokasi penanaman di Karawang yang berlokasi dekat dengan lokasi operasional ​​Nestlé memperhitungkan beberapa aspek seperti luas tanah, unsur hara tanah, sumber mata air serta cuaca di lokasi tersebut," ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Yazid Alfaizun, selaku perwakilan dari Forkadas C+ menyampaikan, Sebagai komunitas yang peduli terhadap lingkungan, kami senang bisa berkolaborasi bersama Nestlé dalam mengawali kegiatan menanam 10.000 pohon ini. Selain untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan di Karawang, hal ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah kabupaten Karawang yang tengah mencanangkan penanaman pohon di sejumlah kecamatan saat memasuki musim hujan tahun ini. Kami bangga bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini.

Sejak tahun 2012, kata Yazid, Nestlé secara aktif melakukan penanaman pohon di sekitar area operasional bersama dengan karyawan, masyarakat, peternak, petani, dan juga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Lebih dari 110.000 pohon telah ditanam guna membantu penyerapan air ke dalam tanah dan juga membantu mengurangi efek gas rumah kaca di atmosfer. 

"Aktivitas penanaman pohon merupakan wujud dukungan Nestlé terhadap program pemerintah menciptakan kesadaran dan kepedulian  masyarakat tentang pentingnya pemulihan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon sekaligus ​​​​mengkampanyekan gerakan penyelamatan lingkungan," pungkasnya. (Arianto)

Share:

Peringati Hari Ciliwung 2021, GCB Luncurkan Ekowisata dan Eduwisata di Sungai Ciliwung


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka memperingati Hari Ciliwung 2021 yang bertema Selamatkan Sungai dan Lestarikan Keanekaragaman Hayati, Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) memperkenalkan Ekowisata dan Eduwisata di sepanjang Sungai Ciliwung. Masyarakat dan pelajar dapat berwisata di sungai sambil mempelajari seluk beluk sungai, sejarah sungai Ciliwung, upaya pelestarian sungai, biota sungai dan sebagainya. 

Peluncuran ini ditandai dengan peresmian Pintu Gerbang Jembatan Pantau oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dan disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur DKI Jakarta, Kelompok Peduli Ciliwung serta perwakilan perusahaan anggota GCB. Kegiatan berlangsung di sekretariat GCB, Jl. Penjernihan, Karet Bivak Jakarta Pusat.

Jakarta merupakan ibukota yang memiliki sungai dengan anak sungai terbanyak di Indonesia. Salah satunya adalah Sungai Ciliwung dengan panjang sekitar 120 km yang terbentang di tengah kota Jakarta. Sejak dulu, Sungai Ciliwung memiliki peranan penting bagi masyarakat.

Sayangnya, Sungai Ciliwung menerima perlakuan buruk masyarakat yang menjadikan Sungai Ciliwung sebagai sungai dengan kategori terparah. Bahkan sejak tahun 1976 hingga 2014 Sungai Ciliwung beberapa kali membanjiri lbukota Indonesia hingga melumpuhkan perekonomian Jakarta. Upaya melestarikan dan mengembalikan kondisí Sungai Ciliwung terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Ketua Gerakan Ciliwung Bersih Ir. Peni Susanti Dipl. Est mengatakan, "Setelah 31 tahun, akhirnya upaya yang kami lakukan menunjukkan hasil yang sangat positif. Mutu air Sungai Ciliwung telah mencapai level 2 yang artinya layak sebagai air minum, memungkinkan berkembangbiaknya biota air seperti ikan, udang dan lainnya. 

"Perkembangan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan animo masyarakat agar peduli pada kelestarian Sungai Ciliwung. Inilah saatnya kami kenalkan wajah baru Sungai Ciliwung sebagai alternatif tujuan wisata di Jakarta sambil menimba ilmu tentang sungai, pelestarian sungai dan lingkungan sekitar sungai," kata Peni kepada awak media di Jakarta. Sabtu (13/11)

Asal tahu saja, GCB didukung sekitar 36 Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dan beberapa perusahaan seperti Indofood, Indonesia Power, PLN dan PAM Jaya telah mempersiapkan Sungai Ciliwung menjadi tempat belajar sekaligus menikmati wisata sungai. 

Peni menjelaskan visi GCB adalah mewujudkan Wisata Sungai Ciliwung, memiliki sekolah sungai, yang kompeten dan menjadi lembaga yang memiliki produk serta jasa bernilai tinggi dalam bidang pendidikan & pelatihan pelestarian sungai melalui Sekolah Sungai. Sebagai tujuan ekowisata dan eduwisata, ada beberapa titik lokasi wisata yang bisa dikunjungi masyarakat. 

"Di Sekretariat GCB yang terletak di JI. Penjernihan, Karet Bivak, masyarakat bisa mempelajari sejarah sungai Ciliwung di Galeri Sungai Ciliwung, mempelajari pemilahan dan pengolahan sampah sungai dengan TOSS (Teknologi Olah Sampah Sungai) melalui metode peyeumisasi, susur sungai, memanen hasil hidroponik ventikultur sambil menikmati kopi di Kedai pinggir Sungai Ciliwung," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPC Pejaten H. Royani mengungkapkan, "Di Sekolah Sungai KPC Pejaten masyarakat bisa melihat hewan purba endemik dan langka yaitu Senggawangan /Bulus raksasa (Chitra Chitra Javanensis) yang memiliki berat 300kg, hewan ini ditemukan pada 1 I November 2011. Tidak hanya itu, para pengunjung juga dapat mempelajari budaya masyarakat sepanjang Sungai Ciliwung sekaligus menikmati makanan dan minuman khas betawi seperti dodol dan bir peletok."

Sementara itu, Ketua Jawarapeci Condet, Bang Syamsul, menjelaskan bahwa di tempat beliau ada proses pengolahan sampah anorganik seperti bekas botol air mineral dan lainnya diubah menjadi produk atau karya seni seperti membuat cindera mata berupa ondel-ondel, tas dan beberapa produk lain. 

Kemudian, Bang Dayat, Ketua Sahabat Sungai Depok, menambahkan bahwa setiap hari mereka memberikan edukasi tentang water rescue dan menyajikan wisata rafting outbond dan susur sungai agar masyarakat lebih peduli kepada Sungai Ciliwung.

"Lokasi kami di Lenteng Agung menyajikan kegiatan susur sungai dengan suasana taman, sehingga para pengunjung dari titik awal hingga akhir dapat menikmati pemandangan taman-taman yang bagus dan indah. Tidak hanya itu, mereka juga bisa belajar tentang kerajinan tangan dan berbagai produk inovatif seperti eco print dan produk kreatif lainnya," kata Pak Sarmili, Ketua KPC Lenteng Agung. 

"Kami setiap minggu melakukan aktivitas membersihkan sampah di sungai, sebagai bagian dari edukasi dan ajakan supaya banyak pemuda yang ikut terjun membantu membersihkan sampah di sungai. Ada juga titik menarik dan bagus seperti di titik Delta yang masih sangat natural. Dengan aktivitas rutin yang dilakukan secara konsisten, kami berharap banyak anggota dari berbagai komunitas mulai dari komunitas Gowes hingga public figure atau artis turut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih sampah sungai. Sehingga pelestarian Sungai Ciliwung bisa lebih cepat membuahkan hasil," ucap Bang Soeparno, Ketua KPC Bogor.

Dalam kesempatan ini, digelar juga Diskusi Hari Ciliwung yang membahas beberapa upaya dan perspektif perusahaan berkaitan dengan pelestarian sungai Ciliwung.

Head of CSR PT Indofood Sukses Malkmur Tbk, Deni Puspahadi, menjelaskan dukungan perusahaan dalam menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung salah satunya dengan mendaur ulang kemasan plastic menjadi paving block. Direktur Utama Indonesia Power, Ihsan Sidqi, juga memberikan penjelasan bahwa TOSs GCB adalah salah satu solusi dalam penanganan sampah sungai, melalui program ini sampah sungai diolah menjadi batu bara nabati, yang hasilnya bisa dimanfatkan oleh Indonesia Power sebagai bahan bakar di beberapa PLTU mereka.

Selanjutnya, Bambang Hernowo, Direktur Utama PAM JAYA menyampaikan dengan membaiknya kualitas air sungai ciliwung, Maka PAM JAYA akan kembali membuka sebanyak 6.000 instalasi sambungan yang sumber air bakunya berasal dari sungai Ciliwung.

"Kami berharap, Ekowisata dan Eduwisata Sungai Ciliwung dapat mengubah paradigma menjadikan sungai sebagai potensi untuk kehidupan dan penghidupan," tutup Peni. (Arianto)

Share:

Kolaborasi Nestlé Indonesia dan IRRI untuk Kurangi Emisi Karbon Produksi Beras di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Nestlé Indonesia baru-baru ini menandatangani kerja sama dengan International Rice Research Institute (IRRI), anggota CGIAR, yang akan memberikan bantuan teknis dalam pemantauan dan pengurangan emisi terkait produksi beras. Penandatanganan itu dilakukan secara simbolis oleh Ganesan Ampalavanar, Presiden Direktur Nestlé Indonesia dan Jean Balié, Director General IRRI.  

DIRECTION-Zero C, proyek kolaborasi Nestlé Indonesia dan IRRI berfokus pada pengurangan emisi karbon di produksi beras di Indonesia melalui pengelolaan nutrisi yang presisi dan pengelolaan air yang berkelanjutan. Proyek ini akan menggunakan beberapa inovasi dan alat digital yang dikembangkan oleh IRRI dan mitranya, di antaranya adalah Crop Manager for Rice-based Systems untuk pengelolaan nutrisi berbasis lokasi; sistem pengelolaan air yang disebut Alternate Wetting and Drying (AWD), dan Internet of Things berbasis AutoMon guna berbagi informasi untuk penjadwalan irigasi, pemantauan secara real-time, dan pelaporan. 

“Kami menyambut baik kerja sama dengan IRRI, karena langkah ini sejalan dengan ambisi kami untuk mengurangi separuh emisi pada 2030 dan mencapai net zero emisi karbon pada 2050. Kolaborasi ini sangat penting dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca, karena kami akan menggunakan beras yang dihasilkan sebagai bahan baku untuk produk-produk bubur bayi. Dalam kerjasama ini kami melibatkan 1.600 petani beras di sembilan kecamatan, diantaranya Daerah Istimewa Yogyakarta (Sleman, Kulonprogo, Bantul), Jawa Tengah (Magelang, Klaten, Sukoharjo, Purworejo), dan Jawa Timur (Madiun, Ponorogo),” ujar Jean-Luc De-Vuyst, Technical Director Nestlé Indonesia. Kamis (28/10) 

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Sudhir Yadav, Pemimpin Riset untuk Tanah, Air dan Lingkungan mengungkapkan proyek tersebut akan memanfaatkan inovasi mereka yang telah memberikan manfaat positif di negara Asia lainnya. “Misalnya, pengelolaan air menghasilkan 30% pengurangan konsumsi air dan 48% penurunan emisi metana. Melalui Rice Crop Manager, terjadi  peningkatan hasil panen rata-rata pada setiap musim tanam di beberapa negara. Sedangkan, AutoMon telah membantu pengelola irigasi dan kelompok petani dalam mengelola air secara efektif dan menghemat 10-15 persen air irigasi dalam uji coba yang mencakup sistem irigasi skala kecil dan besar di beberapa lokasi.”  

Laporan terbaru dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change) mencatat bahwa cuaca panas ekstrem telah meningkat, sementara dingin ekstrem menurun. Tren ini diprediksi akan berlanjut hingga beberapa dekade mendatang di Asia. Proyek ini bertujuan untuk memvalidasi efektivitas jenis intervensi yang ada sebagai bagian dari ambisi Nestlé untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. 

“Kami senang dapat berbagi solusi berbasis sains bersama Nestlé untuk mengurangi emisi,” kata Remy Bitoun, Head of IRRI Tech Transfer. “Perubahan yang krusial dalam praktik pertanian dan kemitraan inovatif diperlukan untuk mengurangi atau memitigasi pertukaran sambil memastikan sistem pertanian pangan yang berkelanjutan dan adil untuk semua,” pungkasnya. (Arianto)

Share:

Cisco Komitmen Capai Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca pada Tahun 2040


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pandemi COVID-19 memberikan dampak luar biasa pada seluruh aspek kehidupan manusia. Meski begitu, tidak semuanya bersifat negatif, karena pandemi yang telah berlangsung selama 18 bulan juga menjadi momentum percepatan digitalisasi di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sejalan dengan target besar negara untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) pada tahun 2030, pemerintah mengambil langkah untuk memaksimalkan potensi Indonesia melalui inisiatif transformasi digital.

Terkait hal tersebut, pemerintah menekankan untuk tidak hanya sekedar fokus pada digitalisasi fasilitas atau pun layanan publik. Terlebih lagi, sektor publik dan swasta perlu mengembangkan lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar. Targetnya, segala perangkat dan kemudahan yang dimungkinkan oleh teknologi akan menjadi pendukung terciptanya kenyamanan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat agar menjadi lebih hijau, berkelanjutan, dan inklusif.

Dalam perjalanan Indonesia menuju SDGs, tentu diperlukan perencanaan dan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. Untuk itu, pada bulan Oktober, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) bersama dengan Cisco, perusahaan yang telah berpartisipasi aktif dalam menyediakan solusi teknologi berkelanjutan, menghadirkan sesi diskusi untuk membahas peran swasta dalam memperbarui model bisnis guna mendukung dan mencapai target SDGs.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, dan Kepala Sekretariat Nasional SDG, Dr. Vivi Yulaswati, MSc menyatakan, “Ada 17 goal, 169 target, dan berdasarkan edisi terakhir ada 289 indikator, yang harapannya jadi petunjuk untuk mencapai target-target SDGs. Sementara capaian SDGs selama ini, sekitar 70% sudah on track, namun masih ada 30% belum tercapai atau membutuhkan perhatian khusus, karena sebagiannya masih stagnan atau mengalami perburukan.”

Ia menjelaskan bahwa SDGs akan memberikan landasan kokoh menuju Indonesia maju, dengan mimpi bahwa pada tahun 2045 negara dapat keluar dari middle income trap. “Paska pandemi, dibutuhkan pertumbuhan PDB tahunan 6% untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan terlepas dari middle income trap. Tanpa transformasi ekonomi, pendapatan per kapita Indonesia akan ‘disalip’ oleh Filipina pada tahun 2037 dan oleh Vietnam pada tahun 2043,” kata Dr. Vivi di Jakarta. Jum'at (22/10)

Selain SDGs, kata Dr. Vivi, dalam pembangunan nasional terdapat juga kajian lingkungan hidup yang menjadi backbone untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih hijau, salah satunya melalui pembangunan rendah karbon. Aksi nyata ini disebut sebagai ekonomi sirkular.

Dengan implementasi ekonomi sirkular pada lima sektor prioritas seperti makanan dan minuman, perdagangan grosir dan eceran, tekstil, peralatan elektronik, dan konstruksi, estimasi dampak yang dihasilkan pada tahun 2030 adalah sebagai berikut:

Meningkatnya PDB sebesar Rp593-638 triliun
Terciptanya 4,4 juta lapangan kerja (neto), 75% diantaranya berpotensi untuk perempuan
Meningkatnya tabungan rumah tangga sebesar 9%
Mengurangi timbulan limbah sektoral sebesar 18-52% dibandingkan skenario BaU
Berkurangnya emisi CO2e sebesar 126 juta ton dibandingkan skenario BaU
Berkurangnya penggunaan air sebesar 6,3 miliar m3, dibandingkan skenario BaU

Perusahaan dapat berkontribusi untuk pencapaian SDGs dengan cara berinvestasi pada masyarakat, memasukkan kelompok marginal dalam rantai nilai, membayar harga yang adil dan penerapan standar-standar kepada supplier, memahami dampak bisnis terhadap lingkungan, penghematan energi, serta menerapkan procurement berkelanjutan.

Faktanya, 4 dari 10 perusahaan (40%) dalam kelompok 250 perusahaan terbesar global telah mengadopsi prinsip-prinsip Sustainable Business, seperti dicatat dalam laporan tahunannya. Perhatian terbesar pada isu-isu perubahan iklim, konsumsi yang bertanggung jawab, pekerjaan layak, kesetaraan gender, dan pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan yang sama, SVP Asia Pacific Energy, Sustainability & Industrial Frost & Sullivan, Ravi Krishnaswamy mengatakan “Data dari UN mengenai status SDGs menunjukkan bahwa wilayah Asia Tenggara sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan di beberapa goal SDGs.” Meski begitu, masih ada beberapa kekhawatiran terutama dalam hal kemiskinan akibat pandemi COVID-19. Banyak kegiatan perekonomian tidak bisa berjalan seperti biasa sehingga pendapatan mereka tertekan, bahkan sebagian lainnya kehilangan mata pencaharian. Masih ada jutaan masyarakat juga yang belum terhubung secara digital, sehingga pemerintah perlu melakukan berbagai cara untuk memperkuat infrastruktur, konektivitas yang menghubungkan antara pusat ekonomi dan wilayah penunjang.

Menanggapi hal tersebut, VP Internet of Things Telkomsel, Alfian Manullang memaparkan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital di Tanah Air. Ia menjelaskan bahwa pemerintah dan perusahaan telah melakukan berbagai inisiasi mengenai infrastruktur, yakni dengan menggelar program Merah Putih yang bertujuan untuk memberikan akses jaringan di seluruh wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dan program Universal Service Obligation (USO) dengan target menjangkau lebih dari 11.000 desa tanpa akses internet.

Ia menambahkan bahwa dalam membangun infrastruktur di wilayah tersebut, perusahaan menggunakan teknologi berkelanjutan, seperti solar cell (bertenaga matahari), energi hydropower (tenaga air), dan fuel cell (alat konversi elektrokimia yang menghasilkan listrik dengan gas buang berupa uap air/zero emission). Selain itu, perusahaan juga fokus untuk menghadirkan teknologi 5G, dimana otomatisasi dan robotisasi yang dapat dihadirkan teknologi tersebut akan berperan dalam mengatasi pandemi yang melanda saat ini.

Sementara itu, Country Managing Director, PT. Cisco Systems Indonesia, Marina Kacaribu juga turut menjelaskan komitmen Cisco sebagai perusahaan penyedia teknologi dan solusi digital bagi organisasi publik maupun swasta agar dapat memiliki connected secured automated business yang berkelanjutan seraya mendukung agenda digitalisasi nasional yang dicanangkan pemerintah Indonesia. “Tentunya, kami memiliki tanggung jawab yang besar, ada dua hal yang sangat relevan untuk Cisco, yakni percepatan transformasi digital dan keberlanjutan (sustainability).”

Ada empat hal utama bagaimana Cisco menerapkan keberlanjutan dari sisi produk, operasi, dan supply chain sejak 2008 dalam rangka mencapai net zero dari sisi emisi gas rumah kaca (GRK). Pertama, dari sisi produk, Cisco terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi energi produknya melalui desain produk yang inovatif. Cisco mengintegrasikan best-of-breed ASIC (Application-specific Integrated Circuit) terbaik dalam desain produk-produknya guna mencapai penggunaan energi, ruang dan performa yang teroptimal di kelasnya.

Selain itu, dari sisi operasi, Cisco terus melakukan percepatan penggunaan energi-energi terbarukan di mana saat ini 83% pemakaian listrik untuk operasional Cisco di seluruh dunia dihasilkan dari energi baru dan terbarukan, bahkan di Amerika Serikat 100% fasilitas Cisco ditenagai energi terbarukan. Perusahaan pun mendukung penyesuaian cara bekerja yang paling inklusif. Karyawan diberikan fleksibilitas untuk datang ke kantor ataupun bekerja dari mana saja, secara taktis hal tersebut mengurangi carbon footprint.

Cisco juga memberikan solusi-solusi digital inovatif dan handal untuk semua industri mulai dari perbankan, telekomunikasi, industrial, energi, utilitas, manufaktur, logistik, transportasi, UMKM dan layanan publik, yang dapat membantu organisasi meningkatkan keberlanjutan usaha, sosial dan lingkungannya. Cisco bertujuan memberdayakan masa depan yang inklusif untuk semua melalui prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Aktivitas ekonomi Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah terutama dalam mewujudkan transformasi digital dan green economy, termasuk di dalamnya ekonomi sirkular. Untuk itu, kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan SDGs dengan sektor industri perusahaan perlu terus didorong. (Tha/Lak)

Share:

DIIGC 2021: Transisi Energi Bukan Solusi Bahkan Harus Dilakukan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2021 dibuka secara resmi pada Selasa (21/09) oleh President of INAGA, Prijandaru Effendi dan Chairman of DIIGC 2021, Ahmad Yuniarto di Jakarta. Acara ini dilangsungkan pada tanggal 21 - 24 September 2021 sebagai agenda tahunan Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) sekaligus merupakan forum Pertemuan Ilmiah Tahunan "PIT" INAGA. DIIGC 2021, meliputi program Virtual Convention, Virtual Technical Paper Session, dan Virtual Field Trip. Acara pembukaan dilanjutkan dengan Keynote Session yang dihadiri oleh Arifin Tasrif; Menteri Energi Sumber Daya Mineral. Bahlil Lahadalia, Menteri BKPM, Hammam Riza, Kepala BPPT.

Dadan Kusdiana, selaku Dirjen EBTKE, KESDM dalam sambutannya menyampaikan,  Pemerintah Indonesia optimis mampu memberikan kontribusi optimal dalam menyelesaikan komitmen terhadap adaptasi perubahan iklim pada Paris Agreement yaitu dengan percepatan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan dengan menerapkan Nationally Determined Contribution (NDC) sekaligus berusaha mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs). 

Dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC), NDC dibutuhkan investasi yang cukup besar dan teknologi yang advance serta dukungan kerjasama teknis internasional serta sektor swasta. Pemanfaatan teknologi digital di seluruh sektor termasuk sektor panas bumi menjadi  sangat penting bagi perkembangan panas bumi saat ini, Kehadiran digitalisasi teknologi dalam sektor pemanfaatan energi bersih menjadikan pengembangan panas bumi menjadi lebih efisien dan diyakini sebagai salah satu faktor pendorong transisi energi. Hal itu pun sangat relevan dengan tema “Advancement Through Creative Technology Innovation” yang diangkat dalam DIIGC 2021.

Pada kesempatan yang sama, Prijandaru Effendi, President of INAGA menyampaikan, pemangku kepentingan panas bumi telah berkolaborasi  memulai inisiatif baru untuk mencari terobosan khususnya dibidang teknologi agar energi panas bumi dapat berperan serta menjadi andalan dalam transisi energi. Peran inovasi teknologi di geothermal bertujuan untuk meningkatkan penemuan sumber daya panas  bumi dimana teknologi baru yang lebih advance diharapkan dapat memberikan “Cost Effective” dalam pelaksanaan explorasi termasuk pengeboran sumur2 serta menekan biaya pembiayaan pengembangan panas bumi secara optimum dalam upaya untuk membuat harga dari listrik panas bumi lebih kompetitif.

Selain itu, Energi panas bumi akan menjadi sumber energi yang memiliki peranan penting untuk menggantikan peran bahan bakar fosil sebagai beban dasar utama untuk menghasilkan listrik. Energi terbarukan akan menjadi pilihan utama dan sangat dibutuhkan, mengingat perubahan iklim didunia  kini tengah terjadi yang mungkin sduah pada level yang kritikal, serta peran energi terbarukan sangat penting, karena merupakan energi bersih yang dapat mereduksi gas rumah kaca untuk mencapai NDC ditahun 2060.

“Diharapkan momen ini dianggap mampu menciptakan peluang baik untuk menjalin kerjasama antara pemangku kepentingan industri panas bumi. API akan terus mendukung upaya - upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia khususnya energi panas bumi yang menunjukkan bahwa transisi energi itu bukan solusi, transisi energi harus dilakukan dalam menjawab tantangan ketahanan dan kemandirian energi nasional.” jelas Prijandaru Effendi. 

“Oleh karena itu tujuan diselenggarakannya The 2nd Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2021 akan selalu menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk meningkatkan serta mempercepat  pengembangan di industri panas bumi di Indonesia khususnya dan sudah tentu seluruh dunia sebagai tanggung jawab bersama bagi masa depan yang lebih baik,” ujar Ahmad Yuniarto selaku Chairman of DIIGC 2021. 

Ahmad Yuniarto menargetkan lebih dari 1000 delegasi menghadiri convention secara virtual yang terdiri dari perusahaan pengembang panas bumi, perusahaan pelayanan panas bumi, perusahaan pendukung, pemerintah, para ahli dari universitas serta mahasiwa/i. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 21 - 24 September 2021 dengan sesi Virtual Convention, Virtual Technical Paper Session, dan Virtual Field Trip ke Muara Laboh dan New Zealand*. Dimana tahun ini API bersama On Us Asia sebagai organizer berkolaborasi untuk penyelenggaraan kegiatan convention virtual dengan baik dan lebih menarik.  

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada sponsor – sponsor yaitu, PT. Pertamina Geothermal Energy, Star Energy Geothermal, Sarulla Operations Ltd, KS Orka atas dukunganya. Dukungan demi dukungan akan sangat dibutuhkan untuk terus menggali potensi Panas Bumi di Indonesia. Dengan seluruh manfaat yang dihadirkan oleh pengembangan panas bumi, harapannya panas bumi dapat dioptimalkan karena sudah terbukti memberikan “multi flyer effect” untuk kesejahteraan rakyat indonesia. Tidak ada alasan untuk menunda pemanfaatan panas bumi di Indonesia tercinta ini.” pungkasnya. (Lak/Tha)


Share:

Nestlé Dukung Transisi ke Sistem Pangan Regeneratif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka mendukung dan mempercepat transisi ke sistem pangan regeneratif – yang bertujuan untuk melindungi dan memulihkan lingkungan, meningkatkan penghidupan petani dan meningkatkan kesejahteraan komunitas petani. Nestlé akan bekerja sama dengan para mitra sistem pangannya, termasuk jaringan perusahaan yang terdiri dari lebih dari 500.000 petani dan 150.000 pemasok, untuk mmemajukan praktik pertanian regeneratif di pusat sistem pangan. Sebagai bagian dari perjalanan ini, perusahaan juga akan memulai program baru untuk membantu mengatasi tantangan sosial dan ekonomi di transisi tersebut.

Pengumuman ini dilakukan menjelang UN Food Systems Summit di New York, sebagai bagian dari kontribusi Nestlé untuk membantu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030. Hal Ini juga merupakan tanggapan terhadap laporan terbaru United Nations’ Intergovernmental Panel on Climate Change, yang melaporkan semakin memburuknya krisis iklim.

“Kami mengerti bahwa pertanian regeneratif memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan tanah, memulihkan siklus air dan meningkatkan keanekaragaman hayati untuk jangka panjang,” kata Paul Bulcke, Chairman Nestlé. “Hasil-hasil ini membentuk fondasi produksi pangan berkelanjutan, dan yang terpenting, juga berkontribusi untuk mencapai target ambisius iklim kami.”

Nestlé adalah penandatangan komitmen 'UN Business Ambition for 1.5°C’ dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang menyampaikan rencana iklimnya yang terperinci dan terikat waktu pada Desember 2020. Perusahaan sedang melakukan upaya-upaya untuk mengurangi separuh emisinya pada 2030 dan mencapai net-zero emisi karbon  pada 2050.

“Melalui kemitraan jangka panjang kami dengan komunitas petani di seluruh dunia, kami ingin meningkatkan dukungan kami untuk praktik- praktik pertanian yang baik bagi lingkungan dan baik bagi manusia,” kata Mark Schneider, CEO Nestlé. Kamis (16/09)

“Dalam semangat melakukan transisi yang adil, sangat penting bagi kami untuk mendukung para petani di seluruh dunia yang mengambil berbagai risiko dan biaya terkait dengan gerakan menuju pertanian regeneratif.”

Nestlé menginvestasikan CHF 1,2 miliar selama lima tahun ke depan untuk mendukung pertanian regeneratif di seluruh rantai pasok perusahaan, menggunakan upaya utama untuk membantu petani mengadopsi praktik regeneratif, seperti penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian mutakhir dan bantuan untuk proyek percontohan untuk menguji dan mempelajari cara terbaik memajukan pertanian regenerative.

Hari ini, Nestlé menyampaikan praktik-praktik pertanian regeneratif terpenting yang perusahaan ingin promosikan. Di antaranya, peningkatan keanekaragaman hayati, konservasi tanah, regenerasi siklus air dan integrasi ternak. Sektor pertanian menyumbang hampir dua pertiga dari total emisi gas rumah kaca Nestlé, dengan susu dan peternakan menyumbang sekitar setengahnya.

Di peternakan sapi perah misalnya, Nestlé sedang melakukan penilaian sains dan teknologi mutakhir untuk mengurangi emisi pada tingkat peternakan. Perusahaan akan mulai bekerja dengan 30 peternakan sapi perah referensi di 12 negara untuk menguji praktik-praktik pertanian yang berskala, ramah iklim, dan regeneratif yang membantu mencapai emisi net-zero gas rumah kaca. Nestlé juga bekerja sama dengan para petani untuk memilih dan membudidayakan varietas kacang-kacangan yang bergizi dan lezat untuk digunakan sebagai alternatif susu. Informasi lebih lanjut tentang pendekatan Nestlé tersedia secara daring di sini.

Di Indonesia, tim AgriService Nestlé memanfaatkan pengetahuan lokal untuk mengembangkan dua model tumpang sari kopi yang memperkuat penghidupan petani kecil dan meningkatkan kualitas bentang alam kebun kopi di Sumatera. Untuk lima tahun ke depan, Tim AgriService mempromosikan tumpang sari kopi sebagai model praktik pertanian regeneratif untuk mencapai target Net Zero Nestlé.

Mendukung komunitas pertanian melalui pendapatan memadai yang baru dan program kaum muda

Pertanian regeneratif berkontribusi pada sistem pangan regeneratif, yang harus adil dan transparan bagi semua peserta. Nestlé berkomitmen untuk mendukung peningkatan dan diversifikasi pendapatan petani melalui program keberlanjutannya. Lebih jauh, Nestlé akan menerapkan program pendapatan memadai yang baru bagi petani di rantai nilainya untuk membuat pertanian lebih menarik. Akhir tahun ini, Nestlé akan mengumumkan rencana khusus untuk rantai pasok kopi dan kakaonya.

Untuk mendukung kaum muda yang bersemangat bertani, Nestlé meluncurkan platform pelatihan baru pada bulan November untuk menarik dan melatih generasi petani berikutnya. Pelatihan tersebut akan berfokus pada praktik-praktik pertanian regeneratif dan meningkatkan ketahanan pertanian terhadap perubahan iklim bagi lebih dari 40.000 petani yang berpartisipasi dalam salah satu program agripreneurship kami.

Upaya regenerasi Nestlé diluncurkan di bawah payung “Generation Regeneration” yang berfokus pada para petani, kaum muda, konsumen, dan para karyawannya sendiri. (Arianto)

Share:

Prof.Dr.Suparto : Adanya Penambangan Liar Bukti Macetnya Sistem Pemerintahan


Duta Nusantara Merdeka |Jawa Timur
Maraknya Penambangan liar yang ada di Indonesia, merupakan bukti macetnya sistem pemerintahan.

Penilaian ini disampaikan oleh Pakar Lingkungan Prof.Dr.Suparto Wijoyo,SH,MH, ketika menjadi narasumber Diskusi Publik Nasional (DPN) Seri 6, dengan mengangkat tema Penambangan Liar Merusak Lingkungan dan Merugikan Negara yang di gelar Sekolah Wartawan MZK Institute (7/6).

Suparto menjelaskan jika sistem pemerintahan berjalan dengan baik, tentu tidak ada penambangan liar, "karena semua mekanisme berjalan sesuai tupoksi masing-masing mulai dari pusat, provinsi dan daerah, yang menangani perijinan, pengawasan sampai pada aparat yang berwenang yang menindak harus bersinergi, untuk memberantas penambangan liar,'' ujar Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya ini.



KEJAHATAN

Masih menurut Suparto, pria yang suka bicara sesuai data dan fakta ini kembali menegaskan bahwa penambangan liar jelas merupakan kejahatan "Wong jelas penambangan tanpa ijin ya melanggar hukum dan merupakan kejahatan kok dibiarkan tanpa ditindak, yang legal saja juga bisa salah atau liar bila tidak melakukan kegiatan pasca tambang, reklamasi," ujarnya.

DPN Seri 6 yang berlangsung pukul 19.00-22.00 menggunakan aplikasi zoom di ikuti 24 Provinsi dan 100 peserta dari unsur perusahaan tambang, inspektur tambang, media dan umum.

24 Provinsi diantaranya Sulut, Jabar, Jatim, Bengkulu, DKI Jakarta, Sulsel, Maluku, Jateng, Jambi, Kaltim, Sumsel, Riau, Sulbar, Sulteng, Banten, Kalbar, Yogyakarta, NTB, Sultra, Sumbar, Sumut, Babel, Maluku Utara, Lampung.

Selain Suparto Pembicara lain sebagai narasumber ada Eko Purnomo ST selaku Manager Mining She dan Reclamation Semen Indonesia di Tuban.

Ir.Supoyo praktisi tambang yang pernah menjabat di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur, Ahmad Syaifudin Ketua Forkompeta (Forum Komunitas dan Pemerhati Tambang) Jawa Timur.

Moderator DPN Seri 6, Agung Santoso, mengungkapkan hasil diskusi publik di tindak lanjuti dengan memberikan rekomendasi kepada Presiden Republik Indonesia, Ir.Joko Widodo dengan tembusan Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, Menkeu, Kapolri, Panglima TNI, KPK. **
Share:

IKLAN

IKLAN

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPJS BPN BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPM IPPI Islam IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemenkes Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPWI Pra Kerja Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini