Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

BFI Finance Tingkatkan Kualitas SDM


Duta Nusantara Merdeka |Tangerang 
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menggelar “BFI Agile Thought Community (BATC, baca: batik) Meetup” pertama di BSD, Tangerang Selatan pada Selasa (3/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BFI Finance dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi di Indonesia.

Chief Technology Officer (CTO) BFI Finance Alexander Ekanayake mengatakan, melihat perkembangan ekonomi digital yang melaju dengan sangat pesat tersebut menuntut kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas dengan jumlah yang besar. Oleh karenanya BFI Finance turut berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengadakan berbagai program peningkatan kualitas SDM dibidang teknologi informasi, salah satunya BATC.

Menurutnya, Salah satu metode yang akan dibahas dalam BATC adalah “Scrum” yang merupakan metode pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan prinsip-prinsip pendekatan Agile Framework, yang bertumpu pada kekuatan kolaborasi tim, incremental product dan proses literasi untuk mewujudkan hasil akhir. 

Selain itu, ungkapnya, Teknik scrum dapat membantu dalam  pengembangansoftware yang kompleks. Metode kerja ini dapat membuat pekerjaan menjadi lebih tertata dan lebih detail dengan memprioritaskan kerjasama tim untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas.

“Melalui kegiatan ini, BFI Finance ingin menginspirasi orang lain dengan memberikan semangat inovasi perusahaan dan menularkannya kepada komunitas sekitar sebagai perusahaan pembiayaan yang bertransformasi ke digital,” tutur Alexander dalam keterangan tertulisnya. Selasa (03/12)

Sebagai tahap awal, lanjut Alexander, jumlah peserta BATC ditargetkan sebanyak 100 orang yang berasal dari berbagai komunitas scrum, perusahaan startup, para mahasiswa dari berbagai kampus di Tangerang Selatan hingga masyarakat umum yang memiliki keingintahuan mengenai Agile Framework.


Dalam BATC pertama ini, kata Alexander, BFI Finance menggandeng Joshua Partogi, Professional Scrum Master dan Trainer. Joshua pun menyambut baik kegiatan ini karena positif untuk meningkatkan skills tenaga kerja. Ia berharap kegiatan yang diselenggarakan BFI Finance ini dapat menyebarluaskan semangat Agile dalam mengembangkan software, mendirikan usaha, bahkan secara umum Agile mindset dalam bekerja.

Rencananya, tutur Alexander, BFI Finance akan kontinu menggelar kegiatan ini dengan mengundang berbagai pembicara. “Di Jakarta sudah ada beberapa Komunitas Agile yang digagas oleh para praktisi IT, sedangkan di Tangerang Selatan ini belum ada. Diharapkan BFI Finance dapat menjadi tuan rumah pertama yang membentuk dan me-maintain Komunitas Agile, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas SDM di wilayah ini,” ujar Alexander.

"Ketika transformasi dilakukan, selain persiapan software, hardware, dan proses lainnya, peningkatan SDM juga sejalan menjadi hal yang penting. Saat ini,  BFI Finance juga terus melakukan inovasi-inovasi program untuk meningkatkan service excellence kepada konsumen dengan mengedepankan efisiensi, tingkat keakuratan dan keamanan yang tinggi, serta konsistensi memberikan pelayanan optimal," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Pengalaman Berlibur Akhir Tahun Bersama Mastercard


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Tanpa disadari kita sudah memasuki penghujung tahun. Sudahkah Anda merencanakan liburan akhir tahun Anda? Laporan UNWTO/GTERC yang berjudul Asia Tourism Trends 2018 Edition menunjukkan bahwa perjalanan inter-Asia atau perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat Asia ke negara-negara Asia lainnya, saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seiring meningkatnya konektivitas melalui udara serta keterbukaan negara-negara di wilayah Asia dalam menyambut wisatawan mancanegara. Menurut laporan tersebut, sampai dengan tahun 2020, 80% warga Asia Pasifik berwisata ke negara-negara tetangga yang juga bagian dari wilayah Asia Pasifik.

Nah, bagi Anda yang masih bingung menentukan destinasi liburan bersama keluarga atau sahabat, negara-negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia mungkin bisa menjadi pertimbangan.

Liburan ke negeri orang memang memiliki keseruan tersendiri. Banyak yang bisa dieksplor dari negara-negara tersebut, mulai dari kuliner, hiburan, belanja, atau sekedar memanjakan diri dengan menginap di akomodasi mewah. Bagi Anda yang ingin berlibur ke empat negara tadi, simak informasi dan tawaran menarik dari Mastercard berikut ini untuk mendapatkan pengalaman berlibur yang tak ternilai.

Wisata Kuliner, Belanja, dan Bermain di Negeri Sakura Jepang saat ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Asia. Menurut JTB Tourism Research & Consulting Co., wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang mencapai 2.520.100 per Agustus 2019.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Jepang, Anda bisa menikmati berbagai hidangan khas negeri sakura di restoran-restoran ternama seperti Yunagibashi Takoyasu, Kagurazaka Ishikawa, dan Koryu. Restoran-restoran tersebut memiliki predikat tiga bintang menurut Michelin Stars dan dengan kartu Debit atau Kredit Mastercard para pelanggan akan memperoleh potongan harga sebesar 5% sesuai dengan syarat dan ketentuan masing-masing restoran.

Bagi Anda yang hobi berbelanja, Anda bisa mengunjungi Mitsui Outlet Park atau Rera Chitose Outlet Mall. Untuk Anda yang akan berlibur bersama keluarga, mengunjungi Ghibli Museum, LEGOLAND, Robot Restaurant, dan MadamTussauds bisa menjadi pilihan.
 
Selain tempat-tempat tersebut, Jepang juga menawarkan pengalaman yang unik khususnya bagi wisatawan yang memiliki SIM Internasional dan ingin menelusuri jalanan di kota Tokyo. Para wisatawan bisa mencoba Go-Kart Roppongi di mana mereka bisa memakai kostum (cosplay) sambil menikmati keindahan kota. 

Berpenampilan unik seraya berkendara dengan Go-Kart adalah pengalaman luar biasa dan bisa menjadi konten yang bagus untuk sosial media wisatawan. Para pemegang kartu Mastercard dapat menikmati diskon ¥500 untuk penyewaan go-kart selama 1 atau 2 jam.

Mengetahui Lebih Jauh mengenai Budaya Korea Selatan Hallyu atau lebih dikenal dengan Korean Wave, saat ini sedang marak di mana-mana. Mulai dari Korean Pop (K-Pop), film, serial TV, hingga budaya Korea Selatan kini telah menjamah hampir seluruh pelosok dunia, tidak ketinggalan pula Indonesia. Wisatawan Asia berlomba-lomba untuk merasakan budaya Korea Selatan secara langsung. Sejalan dengan hal ini, penerbangan bertarif rendah (low cost) ke Korea Selatan pun mulai bermunculan termasuk dari Indonesia.

Berdasarkan data dari Korea Tourism Organisation, secara keseluruhan, wisatawan yang berkunjung ke Korea Selatan rata-rata melakukan pengeluaran untuk belanja ($737.40), akomodasi ($371.10), dan makanan serta minuman ($266). Hal tersebut mendorong Mastercard untuk menghadirkan pengalaman berlibur di Korea Selatan yang lebih baik untuk para pemegang kartu Mastercard.

Mastercard menawarkan 15% potongan harga di Shilla Duty Free (Main Store & Jeju Store), dan potongan 10% di Bandara Incheon untuk Anda yang ingin belanja berbagai barang-barang khas Korea. Jika Anda ingin melihat langsung idola K-POP Anda, Mastercard juga menawarkan 20% pembelian tiket siaran langsung SBS ‘The Show’. Tayang setiap hari Kamis malam, banyak penyanyi K-POP terkenal yang melakukan performance selama 70 menit. (Arianto)


Share:

Adira Finance Gelar Festival Pesona Lokal 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Setelah sukses digelar pada tahun 2018 lalu, Adira Finance salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia kembali menggelar Festival Pesona Lokal. Festival Pesona Lokal 2019 merupakan program CSR Adira Finance yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Pesona Indonesia) dan stasiun televisi nasional RCTI. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah. Dengan mengangkat tema ”Rasakan Sensasi Pesona Lokal”, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Adira Finance ke-29 ini akan digelar di 7 kota yaitu Medan, Bali, Surabaya, Bandung, Makassar, Yogyakarta, dan Jakarta, mulai dari bulan Agustus hingga November 2019.

Hafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance menjelaskan, Kami ingin mengajak seluruh masyarakat dan ekosistem Adira Finance yang terdiri dari konsumen, mitra bisnis, dan karyawan Adira Finance untuk berpartisipasi mendukung serta mempromosikan kearifan lokal. Melalui kegiatan Festival Pesona Lokal, diharapkan dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang memberikan dampak positif pada perekonomian daerah tersebut.

Festival Pesona Lokal sejalan dengan corporate branding Adira Finance untuk Indonesia, dimana Adira Finance memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa Indonesia melalui salah satu pilar CSR yaitu Sahabat Lokal yang berfokus pada pariwisata, budaya, edukasi, dan UMKM. Sesuai dengan tema Festival Pesona Lokal tahun ini, Adira Finance ingin seluruh masyarakat maupun peserta kegiatan ini, dapat merasakan sensasi kekayaan budaya hingga kuliner khas dari suatu daerah.

Berbagai kegiatan mulai dari perlombaan hingga hiburan menarik akan disajikan di Festival Pesona Lokal 2019. Selain Parade Karnaval Budaya, pada tahun ini Adira Finance akan mengadakan Lomba Tari Lokal Kontemporer, Lomba Melukis Kain Motif Khas Lokal Kontemporer, Kompetisi ala Selebgram Lokal, Festival Kuliner dan Foodtruck, dan permainan lokal serta bazaar aneka produk lokal. Tidak ketinggalan, kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh sederet artis ibu kota dan juga artis lokal.

Berbeda dari tahun sebelumnya, lanjut Hafid Hadeli, tahun ini Adira Finance akan menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat di kota Magelang, Pontianak, Denpasar, dan Bogor berkolaborasi dengan Yayasan Danamon Peduli, pemerintah daerah setempat, dan berbagai komunitas seni budaya dan UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun citra positif pasar rakyat sebagai ruang publik yang kreatif, edukatif, dan berbudaya, sekaligus mengedukasi serta mendorong keterlibatan berbagai pihak agar menjadi bagian dari upaya pengembangan pasar rakyat di Indonesia.

Sebagai highlight kegiatan Festival Pesona Lokal, Adira Finance bersama Kementerian Pariwisata (Pesona Indonesia) akan mempersembahkan penghargaan khusus Kota Paling Mempesona kepada Pemerintah Daerah yang berhasil menampilkan pesona kebudayaan dan keunikan daerah lokal masing – masing secara kompak dan serasi melibatkan partisipasi dari warga kota di kegiatan tersebut. Selain itu juga akan diberikan penghargaan Pesona Pasar Rakyat untuk pasar yang mengikuti kegiatan Festival Pasar Rakyat. "Kedua penghargaan ini akan diserahkan pada acara Adikreasi pada tanggal 17 November 2019, dan akan ditayangkan secara live di stasiun TV RCTI," imbuh Hafid Hadeli.

Bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda yang memiliki hobi menciptakan dan berbagai konten menarik, Adira Finance juga menggelar ajang tahunan Kompetisi Video dan Foto Sahabat Lokal untuk yang ketiga kalinya.

Dengan mengangkat tema “Sensasi Lokal Kotaku”, Adira Finance mengajak para peserta untuk mengunggah hasil karya foto di platform Instagram atau video di platform Youtube yang menceritakan tentang potensi lokal suatu destinasi atau daerah di Indonesia termasuk keindahan alam, tempat wisata menarik, kuliner, tradisi lokal, kultur budaya, tempat hang out yang sedang populer, serta kerajinan dan oleh-oleh. Informasi selengkapnya tentang kompetisi dan pendaftaran dapat mengunjungi www.adira.co.id/sahabatlokal.

Adira Finance mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dalam penyelenggaraan Festival Pesona Lokal. Salah satunya yang menjadi sponsor utama yaitu Adira Insurance, dimana Adira Insurance sebagai perusahaan asuransi umum yang memiliki produk asuransi perjalanan terbesar di Indonesia memiliki tujuan untuk melindungi masyarakat akan risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan. Sejalan dengan tujuan kegiatan CSR Festival Pesona Lokal, Adira Insurance juga mendorong penerapan program keselamatan jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mendukung aksesibilitas kawasan daerah wisata yang aman dan selamat, melalui program Indonesia Road Safety Award (IRSA).

Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance mengatakan, “Melalui produk Travellin, menjadi komitmen Adira Insurance untuk turut berperan aktif mendukung pariwisata Indonesia. Tidak hanya memberikan perlindungan, namun juga dapat memberikan berbagai kemudahan selama melakukan perjalanan. Sehingga traveller tetap merasa tenang dan aman selama melakukan perjalanan. Tidak hanya itu, Adira Insurance secara sustainable mendorong Pemerintah Kota dan Kabupaten di Indonesia untuk menyediakan akses kawasan daerah wisata yang aman dan selamat."

Kegiatan Festival Pesona Lokal 2019 mendapat dukungan penuh dari MUFG Bank, Ltd. Sederet perusahaan lainnya yang turut mendukung yaitu PT Visonet Internasional (OVO), PT Pitoe Sarana Informatika, PT Astra Honda Motor, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, PT Suzuki Indomobil Sales, PT Triangle Motorindo (VIAR), PT Kawasaki Motor Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT. Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia)," tambah Hafid Hadeli.

“Kami berharap dengan adanya berbagai kegiatan ini dapat membuat ekosistem Adira Finance dan masyarakat Indonesia untuk semakin mencintai budaya dan kearifan lokal daerahnya serta berperan aktif untuk turut serta mempromosikannya,” tutup Hafid Hadeli. (Arianto)




Share:

Kolaborasi GO-PAY dengan Filantropi Indonesia Kembangkan Filantropi Digital



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
GO-PAY, fintech terdepan bagian dari ekosistem GOJEK, berkolaborasi dengan Filantropi Indonesia untuk kembangkan inovasi donasi dan filantropi digital. Ada tiga komponen utama dalam kolaborasi; memfasilitasi organisasi anggota Filantropi Indonesia dalam pemanfaatan GO-PAY dalam donasi digital, capacity building bagi organisasi anggota Filantropi Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital untuk donasi, dan kampanye bersama terkait donasi digital. Kolaborasi dengan Filantropi Indonesia ini merupakan bagian dari inisiatif terbaru GO-PAY yaitu GO-PAY for GOOD. Inisiatif GO-PAY for GOOD bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam berdonasi, supaya bersama-sama, Indonesia bisa lebih sejahtera secara merata.

Aldi Haryopratomo selaku CEO GO-PAY mengatakan bahwa sejak dulu hingga sekarang dirinya terus melihat banyak gerakan peduli sesama yang diinisiasi oleh masyarakat Indonesia. 

“Dulu saya memulai karir ketika membantu rehabilitasi pasca Tsunami di Aceh. Saya telah melihat gerakan-gerakan sosial seperti GOJEK peduli anak yatim dan berbagai serta inisiatif yang dilakukan oleh mitra-mitra GOJEK dalam mengumpulkan bantuan untuk korban bencana di penjuru Indonesia. Melihat hal ini, saya menyadari bahwa orang Indonesia memiliki semangat membantu sesama yang luar biasa,” ungkap Aldi saat jumpa pers hari senin, 18 Februari 2019 di Jakarta.

Aldi menjelaskan bahwa, semangat ini menginspirasi GO-PAY untuk membantu lebih banyak lagi komunitas, yayasan, serta seluruh lapisan masyarakat yang ingin membantu sesama. “Sebagai fintech terdepan di Indonesia, kami ingin mendorong semakin luasnya pemanfaatan kemudahan pembayaran nontunai, termasuk dalam membantu sesama lewat donasi. Kami melihat bahwa donasi digital memiliki potensi untuk turut membantu membangun Indonesia lebih sejahtera secara merata. 

Maka, GO-PAY for GOOD kami hadirkan sebagai inovasi terbaru memudahkan pengguna GO-PAY dalam membantu sesama,” ujar Aldi.

Program ini memudahkan pengguna GO-PAY berdonasi ke ratusan organisasi dan rumah ibadah - cukup dengan scan kode QR atau memilih GO-PAY sebagai metode pembayaran. Pemanfaatan teknologi pembayaran nontunai dalam berdonasi ini diharapkan membuat pengumpulan donasi untuk masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan transparan.

“Salah satu bentuk komitmen kami dalam memudahkan donasi, kami wujudkan dengan menggandeng Filantropi Indonesia yang memiliki visi dan semangat yang sama dengan GO-PAY. Kami percaya Filantropi Indonesia dengan jaringan komunitasnya yang erat dapat mempercepat adopsi digitalisasi kegiatan filantropis di masyarakat luas. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memfasilitasi serta memberikan capacity building bagi organisasi anggota Filantropi Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital untuk donasi,” ujar Aldi.

Di tempat yang sama, Erna Witoelar, selaku Co-Chair Badan Pengarah Filantropi Indonesia pun menyambut baik kolaborasi antara GO-PAY dan Filantropi Indonesia ini.  Kolaborasi ini diharapkan bisa mengakselerasi transformasi perkembangan filantropi di Indonesia dari konvensional ke digital. Pemanfaatan pembayaran digital ini bisa meningkatkan efektivitas dan jangkauan kegiatan filantropi, khususnya penggalangan donasi publik. Organisasi filantropi atau yayasan sosial dan masyarakat yang menjadi donaturnya akan dimudahkan dalam penggalangan dan pembayaran donasi.

Erna yakin, pemanfaatan pembayaran digital ini akan meningkatkan jumlah donasi. “Potensi donasi kita cukup besar dan nilainya mencapai Rp 200 triliun, tapi yang terkumpul secara terorganisir baru sekitar Rp 6 triliun per tahun,” imbuhnya.


Erna menambahkankan, GO-PAY digandeng menjadi mitra strategis dalam mengembangkan filantropi digital karena merupakan uang elektronik terdepan dan paling sering digunakan di Indonesia. “Kami percaya dengan jumlah pengguna dan jangkauan GO-PAY yang luas,  rekan-rekan lembaga dan yayasan bisa  menjangkau lebih banyak donatur, dan transparansinya lebih terjaga sehingga masyarakat donatur akan menjadi lebih nyaman dalam berdonasi,” ungkap Erna.

Berdasarkan Laporan Fintech 2018 oleh DailySocial dan OJK, GO-PAY disebut sebagai uang elektronik terpopuler di Indonesia. Di mana lebih dari 70% responden mengatakan mereka menggunakan GO-PAY sebagai alat pembayaran digital. Hasil yang sama juga ditemukan oleh lembaga riset independen di bawah naungan Financial Times, FT Confidential Research Mobile Payment yang menyebutkan bahwa GO-PAY berada di posisi terdepan dalam hal penggunaan uang elektronik di Indonesia.

Inovasi dan kemitraan strategis dalam meningkatkan donasi digital ini pun mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dr. Marjuki, M.Sc, Staf Ahli Menteri Sosial RI Bidang Aksesibilitas Sosial mengungkapkan, “Saya sangat mengapresiasi inovasi donasi digital yang dihadirkan oleh GO-PAY yang kemudian semakin diperkuat melalui kolaborasinya dengan Filantropi Indonesia. Dalam beberapa tahun belakangan, tingkat ketimpangan sosial di Indonesia semakin menurun dengan Koefisien Gini kurang dari 0,4 di tahun 2018. Harapannya, dengan adanya inovasi donasi digital seperti ini, angka tersebut dapat semakin diturunkan dan kita dapat bersama-sama membangun Indonesia yang lebih sejahtera secara merata.” Marjuki pun menambahkan bahwa upaya bersama GO-PAY dan Filantropi Indonesia dapat menjadikan pengumpulan donasi publik lebih mudah, aman, dan sesuai dengan regulasi yang ada.

Program Donasi Digital GO-PAY for GOOD Bantu Kumpulkan Miliaran Donasi

Dalam program GO-PAY for GOOD, GO-PAY berperan sebagai medium transaksi di mana uang yang didonasikan oleh pengguna melalui GO-PAY akan masuk ke rekening masing-masing organisasi yang dituju. Saat ini, GO-PAY for GOOD telah bekerja sama dengan 182 yayasan dan rumah ibadah di Indonesia yang diantaranya merupakan anggota dari Filantropi Indonesia.

Langkah awal program GO-PAY for GOOD dimulai semenjak GO-PAY bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam menghadirkan inovasi sedekah digital menjelang Bulan Suci Ramadhan tahun 2018. Dilanjutkan kemudian dengan BAZNAS dan Kitabisa.com dalam pengumpulan dana untuk korban bencana gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu-Donggala, serta tsunami di Banten dan Lampung. Sejak April 2018 hingga Februari 2019, donasi digital GO-PAY telah membantu mengumpulkan Rp 13  miliar dari sekitar 131.000 donatur.

Dengan capaian ini, Aldi berharap GO-PAY dapat membantu organisasi di Indonesia agar bisa menjangkau lebih banyak donatur dengan pengelolaan lebih mudah. “Kini, dengan GO-PAY for GOOD, kami berharap dapat membantu memfasilitasi organisasi, yayasan, perhimpunan, rumah ibadah hingga komunitas dalam mengumpulkan lebih banyak donasi secara lebih transparan. Kedepannya, kami ingin agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari teknologi donasi digital ini,” tutup  Aldi.

                                                                   Reporter : Arianto

Share:

Akseleran Dukung OJK Berantas Fintech Ilegal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, terdapat 635 perusahaan fintech yang tidak terdaftar atau dinilai ilegal, dan sebanyak 231 diantaranya sudah ditutup izinnya oleh OJK.

Ivan Nikolas Tambunan, selaku CEO & Co-Founder Akseleran, menjelaskan bahwa Akseleran mengapresiasi dan mendukung penuh aksi dari OJK untuk memberantas fintech ilegal di Indonesia. Menurut Ivan, apa yang dilakukan oleh OJK sebagai bentuk nyata dalam mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat agar tidak terjebak terhadap pinjaman online dari perusahaan fintech ilegal.

Akseleran sendiri, tambahnya, merupakan startup fintech berbasis Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) yang menyalurkan pinjaman produktif kepada para pelaku usaha (UKM) tingkat menengah ke atas dengan minimal sebesar Rp75 juta dan maksimal sebesar Rp2 miliar. Di sisi lain, Ivan mengungkapkan, sebagai platform P2P Lending maka masyarakat juga dapat menjadi pemberi pinjaman di Akseleran mulai dari Rp100 ribu dengan rata-rata imbal hasil yang didapatkan sebesar 18%-21% per tahun.

“Kami sebagai perusahaan P2P Lending di Indonesia yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK dan saat ini sedang memasuki proses untuk memperoleh perizinan final. Oleh karena itu, kami bersama-sama dengan industri melalui Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terus berupaya memberikan layanan yang terbaik untuk pengguna, termasuk dari sisi penagihan dan pembatasan biaya maupun imbal hasil yang bersifat predatory,” ujar Ivan di Jakarta, hari Jumat,15 februari 2019.

Layanan terbaik yang dilakukan Akseleran kepada konsumen, jelasnya, bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Buktinya, sepanjang tahun 2018, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman sebesar Rp210 miliar, atau 105% dari yang ditargetkan sebesar Rp200 miliar kepada lebih dari 400 pinjaman dengan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) masih di angka 0,5%.

“Bahkan, di Januari 2019, Akseleran telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp55 miliar melebihi dari yang kami targetkan sebesar Rp. 36 miliar. Ini bukti nyata bahwa pertumbuhan yang kami alami merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap Akseleran sebagai perusahaan P2P Lending yang legal di Indonesia. Sedangkan fintech ilegal itu tidak diawasi oleh OJK dan mereka yang ilegal otomatis tidak mengikuti aturan main maupun kode etik yang ada sehingga sudah pantas untuk diberantas,” tambah Ivan.

Sebagai informasi, per Februari 2019, OJK telah merilis ada sebanyak 99 perusahaan fintech lending yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sebelumnya, selama tahun 2018, total pinjaman yang disalurkan oleh 88 perusahaan fintech lending mencapai sebesar Rp22,67 triliun, atau mengalami kenaikan 784% secara year on year.

                                                                    Reporter : Arianto
Share:

Akseleran Optimistis Capai Target 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta

Perusahaan Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) optimistis dapat menyalurkan total pinjaman sebesar Rp1,2 triliun selama tahun 2019. Hal ini ditandai dengan pencapaian Akseleran yang berhasil menyalurkan total pinjaman sebesar Rp55 miliar di bulan Januari, yang diharapkan berkembang sebesar 15%-20% tiap bulannya.

Ivan Nikolas Tambunan selaku CEO & Co-Founder Akseleran, menyampaikan bahwa realisasi penyaluran pinjaman di bulan Januari 2019 mengalami kenaikan lebih dari 100% dibandingkan bulan Desember 2018. Menurut Ivan, hasil positif tersebut semakin mendorong rata-rata pertumbuhan tiap bulannya dapat konsisten mencapai 15%-20%.

“Target 2019 ini sebagai gambaran dari kinerja menggembirakan kami di sepanjang 2018 dimana Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman sebesar Rp210 miliar, atau 105% dari yang kami targetkan sebesar Rp200 miliar. Total pinjaman tersebut, kami salurkan kepada 450 pinjaman dan di tahun ini kami optimistis dapat menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 2 ribu penerima pinjaman yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Ivan saat konferensi pers di Jakarta, hari Kamis 07 Pebruari 2019.

Selain penambahan jumlah peminjam, Ivan menjelaskan, Akseleran juga menargetkan sebanyak lebih dari 120 ribu pemberi pinjaman (lender) di akhir tahun 2019. Pada periode tahun sebelumnya, dia menerangkan, ada sebanyak 56 ribu pemberi pinjaman yang mendukung pembiayaan UKM di Akseleran.

“Rata-rata perbulannya, kami harapkan ada 10 ribu pemberi pinjaman di Akseleran. Saat ini, 90% pemberi pinjaman di Akseleran masih berasal dari retail atau individu, sisanya dari institusi yang berasal dari PT Indosurya Inti Finance, PT Globalindo Multi Finance, PT Andalan Finance Indonesia, dan Credit Saison,” tutur Ivan.

Pendanaan Seri A

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis Akseleran, Ivan pun menerangkan, pihaknya akan memperoleh dana segar. Setidaknya, hingga akhir Maret 2019 atau April 2019, Akseleran menargetkan dapat memperoleh total pendanaan Seri A senilai US$7,5 juta.

“Juli 2018 kami sudah closing Pra-Seri A senilai US$1,85 juta dan saat ini kami memasuki pendanaan Seri A senilai US$7,5 juta. Sekarang kami sudah mendapatkan US$2,5 juta yang berasal dari lokal maupun asing dan tinggal memperoleh US$5 juta lagi untuk memperoleh pendanaan Seri A,” ungkapnya.

Ivan menambahkan, sejauh ini sumber dana segar tersebut adalah kombinasi investor asing dan lokal, namun Akseleran masih tetap akan dikuasai oleh pemegang saham lokal.

                                                               Reporter : Arianto



Share:

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia Terapkan Sertifikat Lembaga Penagihan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menunjukkan komitmennya untuk menangani penyelesaian pengaduan pelanggan fintech pendanaan online, baik yang diterima langsung maupun yang masuk melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Namun sampai kini, pihak LBH Jakarta belum juga memberikan data pelanggaran penyelenggara fintech pendanaan online yang dilaporkan ke LBH.

Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah mengatakan untuk pengaduan yang masuk melalui LBH Jakarta, masih belum dapat dituntaskan karena hingga kini asosiasi belum memperoleh data-data pendukung dari LBH.

"AFPI sudah beberapa kali berkomunikasi dengan LBH Jakarta untuk menyelesaikan pengaduan nasabah ini. Namun sampai kini, pihak LBH Jakarta belum juga memberikan data dari pengaduan yang dimaksud. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah meminta detil pengaduan konsumen terkait, namun sampai saat ini belum diberikan", tutur Kuseryansyah.

Dia menambahkan, sangat disayangkan itikad baik dari OJK dan asosiasi untuk meyelesaikan pengaduan nasabah yang masuk melalui LBH Jakarta tidak direspon baik oleh LBH sebagai pihak penerima laporan tersebut. Diharapkan kedepannya, LBH Jakarta dapat kooperatif menyelesaikan masalah pelanggan yang terkait.

LBH sebagai lembaga bantuan hukum, lanjut Kuseryansyah, seharusnya berlaku adil dalam setiap tindakan, atau tidak boleh berat sebelah. Begitu juga terkait laporan dari pelanggan yang masuk ke LBH terkait fintech pendanaan online, sebaiknya LBH kooperatif kepada pihak yang dilaporkan dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

Tingkatkan Perlindungan

Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko menambahkan AFPI memandang perlindungan konsumen fintech pendanaan online sebagai hal yang sangat serius, sehingga perlu mendapat informasi secara langsung dari pihak-pihak terkait secara lugas dan transparan. Dengan demikian asosiasi dapat mengambil tindakan adninistratif secara tegas, apabila terbukti telah terjadi pelanggaran.

"Jika memang ada pengaduan yang melibatkan anggota asosiasi, akan kami selesaikan. Namun pengaduan yang di luar anggota atau perusahaan fintech pendanaan online tidak terdaftar diselesaikan di Bareskrim atau Cyber Crime," tutur Sunu.

Sunu menambahkan secara preventif, AFPI telah membentuk komite etik yang akan mengawasi pelaksanaan kode etik operasional atau code of conduct (CoC) Fintech Peer to Peer (P2P) Lending (Pendanaan Online). Dengan demikian akan melindungi konsumen, seperti diantaranya, larangan mengakses kontak, dan juga penetapan biaya pinjaman maksimal pinjaman. Dalam kode etik tersebut AFPI menetapkan total biaya pinjaman tidak boleh lebih dari 0,8% per hari dengan penagihan maksimal 90 hari.

Selain itu, AFPI juga tengah mengembangkan pusat data Fintech untuk mengindikasi peminjam nakal. Jika peminjam tidak melunasi utang dalam 90 hari, maka akan tercatat pada pusat data fintech sebagai peminjam bermasalah.

Tak hanya itu, untuk memitigasi peredaran pinjaman online ilegal, Asosiasi intech akan menerapkan sertifikat lembaga penagihan. Didalamnya diatur pelarangan penyalahgunaan data nasabah dan kewajiban melaporkan prosedur penagihan.

Keberadaan komite etik dan langkah-langkah perlindungan ini sekaligus menegaskan komitmen pelaku usaha dalam menerapkan standar praktek bisnis yang bertanggung jawab untuk melindungi nasabah maupun penyelenggara. Munculnya peraturan tersebut menjadi bukti bahwa para pelaku usaha fintech P2P Lending ingin membangun industri fintech dalam negeri lebih baik kedepannya.

Posko Pengaduan

Kuseryansyah menambahkan AFPI juga telah menyiapkan perangkat untuk melindungi pelanggan pendanaan online dengan menyediakan Posko Pengaduan Layanan Pendanaan Online yang dapat diakses melalui call center maupun email.

"Sebagai bukti AFPI ingin melindungi pelanggan dan ingin memajukan industri Fintech Pendanaan Online, asosiasi berinisiatif menyediakan Posko Pengaduan Layanan Pendanaan Online. Diharapkan dengan upaya-upaya ini dapat memberian perlindungan kepada nasabah maupun penyelenggara Fintech," ujar Kuseryansyah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat saat ini sudah ada 99 perusahaan Fintech Pendanaan yang terdaftar dan telah melakukan layanan lebih dari 9 juta transaksi pada lebih dari 3 juta masyarakat diseluruh Indonesia. Masyarakat yang diberi pendanaan mayorias mereka yang belum dapat mengakses layanan keuangan seperti bank, multifinance, yakni berasal dari kelompok pekerja, petani, nelayan, pengrajin, UMKM. Selain itu, pelaku usaha mikro kelompok wanita, mahasiswa dan milenial yang membutuhkan pendanaan untuk kebutuhan pendidikan, dan kelompok masyarakat lain yang membutuhkan pendanaan kesehatan dan kepemilikan properti Fintech Pendanaan yang terdaftar di OJK tersebut, melayani pendanaan online yang pada akhir tahun 2018 mencapai Rp 22 triliun.

Kami hadir untuk menjaga agar industri Fintech khususnya P2P Lending ini dapat berperan positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara riil melalui inklusi keuangan yang lebih menyeluruh, dan dalam praktiknya selalu menjunjung tinggi kode etik yang melindungi hak-hak konsumen," tutup Kuseryansyah.

                                                            Reporter : Arianto
Share:

Presiden Jokowi Menyatakan Sri Mulyani Masuk Sebagai Menteri Terbaik Dunia



Duta Nusantara Merdeka | Semarang
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merupakan seorang menteri yang banyak mendapat penghargaan dari dunia internasional. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan jurnalis tentang puisi Sri Mulyani yang menjawab sebutan menteri pencetak utang.

“Dunia juga tahu, Menteri Keuangan kita, Ibu Sri Mulyani itu adalah kebanggaan kita karena masuk sebagai menteri terbaik Asia Pasifik, masuk sebagai menteri terbaik dunia, banyak penghargaan dari internasional,” ujar Presiden di GOR Jatidiri, Kota Semarang, hari Minggu, 3 Februari 2019.

Lebih lanjut, Presiden juga menyatakan bahwa banyak yang menghargai dan menghormati kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Kalau ada yang menyampaikan seperti itu (menteri pencetak utang), ya mungkin belum mengerti masalah ekonomi makro,” tutup Kepala Negara.


                                                            Reporter : Arianto
Share:

Prima FreshMart di Jabodetabek Menerima Pembayaran Menggunakan TrueMoney


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Charoen Pokphand Indonesia, melalui Prima Food International menjalin kerjasama dengan True Money untuk memfasilitasi pembayaran non-tunai dengan media EDC.

"Dengan adanya kerjasama dengan jaringan Prima FreshMart akan semakin memudahkan penguna TrueMoney untuk melakukan pembayaran belanja di Prima FreshMart menggunakan scan QR code menggunakan aplikasi android TrueMoney atau mesin EDC TrueMoney yang tersebar diseluruh jaringan Prima FreshMart. Dari total 500 Prima FreshMart, sudah ada 50 toko Prima FreshMart di Jabodetabek yang sudah bisa menerima pembayaran menggunakan TrueMoney,” ungkap Rio da Cunha selaku Direktur TrueMoney Indonesia.

“Keuntungan lain bagi member TrueMoney adalah mereka bisa melakukan pengisian saldo dan penarikan saldo TrueMoney di Prima FreshMart. Dibulan Januari ini kami juga sedang mengadakan promo, setiap pembelanjaan Rp 50.000 di Prima FreshMart menggunakan TrueMoney akan mendapatkan cashback langsung sebesar Rp 19.000 yang akan langsung masuk ke akun TrueMoney pelanggan,” tutup Rio.

“Kerjasama Prima Freshmart dengan TrueMoney bukan semata hanya sebagai salah satu channel digital payment tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan brand Prima Freshmart ke customer base/member TrueMoney. Dengan adanya program-program yang akan dilakukan oleh TrueMoney di outlet Prima Freshmart dapat menambah jumlah member baru TrueMoney dan juga jumlah transaksi yang akan terjadi di outlet-oulet Prima Freshmart. Hal ini menciptakan win-win situation bagi kedua belah pihak. Kami harapkan TrueMoney bisa hadir disemua outlet Prima Freshmart agar program-programnya bisa dirasakan oleh semua customer Prima Freshmart,”tambah Reza Azhary selaku GM Business Development Prima Freshmart.

“Adanya perubahan customer behavior dan pertumbuhan teknologi yang sangat cepat menuntut Prima Freshmart harus bisa mengikuti perubahan yang terjadi, salah satunya adalah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan startup yang bisa menciptakan dan membantu Prima Freshmart menambah store features, seperti yang dilakukan oleh TrueMoney,” tutup Reza.

                                                                 Reporter : Arianto

Share:

Kementerian PPN/Bappenas Gelar Seminar Hasil Kajian Pendalaman Keuangan di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sehubungan dengan agenda penyusunan RPJMN 2020-2024, Direktorat Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas telah melakukan sebuah kajian pendahuluan (background study) untuk Bidang Jasa Keuangan. Studi tersebut telah mengkaji tentang pendalaman keuangan di Indonesia dalam rangka penyusunan RPJMN 2020-2024.

Berkaitan dengan itu, Kementerian PPN/Bappenas menggelar Hasil Kajian Pendalaman Keuangan di Indonesia hari Senin, 28 Januari 2019 pukul 08.30 - 12.00 wib bertempat di Hotel JS Luwansa, JI. H. Rasuna Said No. Kav. C-22, Kuningan. Jakarta Selatan. Seminar dibuka oleh Leonard VH Tampubolon selaku Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, dihadiri para pembicara yaitu tim kajian darí Universitas Katolik Parahyangan Bandung: Dr. Miryam B.L Wijaya, Charvin L. Kusuma, M.Sc., dan Lathifa Hapsari, M Sc.  dimoderatori Direktur Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas, Muhammad Cholifihani.
Istilah pendalaman keuangan muncul sebagai penegas bahwa pembangunan kualitas pada sektor keuangan tidak hanya berfokus pada aspek kedalaman, namun juga pada keterjangkauan serta efisiensi penyedia jasa keuangan. 

Meskipun peran dan keberhasilan sektor keuangan dalam menumbuhkan ekonomi berbeda-beda antar waktu dan antar negara, perlunya sektor keuangan yang efektif dan efisien untuk menumbuhkan perekonomian tidak tersanggahkan. Pendalaman keuangan tidak hanya cukup dengan meningkatkan, melainkan juga perlu mengutamakan kualitas yang memungkinkan sektor keuangan menjalankan fungsinya, baik sebagai motor maupun penopang pertumbuhan ekonomi, tanpa memunculkan dampak negatif yang tidak terantisipasi dan teratasi.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di kisaran 5,0 persen membutuhkan upaya untuk mencegah berlanjutnya pemburukan situasi, dan sektor jasa keuangan merupakan salah satu sektor penting yang berperan di dalamnya. Untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi ke depan, sektor jasa keuangan dibutuhkan untuk menbiayai kebutuhan investasi, sehingga perlu dilakukannya upaya pendalaman keuangan, baik dari pasar keuangan maupun institusi keuangan. 

Akan tetapi, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dimana kondisi sektor jasa keuangannya masih terbilang dangkal dan hal ini dapat berpengaruh terhadap perekonomian.
Selain itu, dari segi inklusivitas, Indonesia masih terbilang cukup rendah dimana masih banyak penduduk Indonesia yang belum menikmati layanan jasa keuangan secara formal, jelas Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Leonard VH Tampubolon dalam sambutannya pada Seminar Hasil Kajian Pendalaman Keuangan di Indonesia.

Selanjutnya, beliau menyatakan bahwa upaya pendalaman sektor jasa keuangan perlu terus dilakukan, dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko dan stabilitas sistem keuangan. Pendalaman keuangan menjadi sangat penting, mengingat peran sektor jasa keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan maupun sistem pembayaran yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Seminar Hasil Kajian Pendalaman Keuangan di Indonesia diadakan untuk mempresentasikan hasil kajian yang menjadi dasar pijakan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024 di bidang Jasa Keuangan. Kajian tersebut bekerjasama dengan para akademisi dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung.
Kajian berfokus untuk memotret kondisi sektor jasa keuangan nasional, termasuk peluang dan tantangannya ke depan.

Dalam seminar tersebut, Direktur Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas, Muhammad Cholifihani menjelaskan bahwa pendalaman keuangan dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan, serta guna memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur strategis nasional. "Pembiayaan untuk pembangunan sangatlah diperlukan bagi Indonesia saat ini guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkesinambungan, dan inklusif, ungkap Cholifihani. Beliau juga menambahkan bahwa isu pendalaman keuangan menjadi topik penting yang perlu diangkat mengingat kondisi sektor keuangan di Indonesia yang masih dangkal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator seperti rasio M2 per PDB, aset dana pensiun per PDB, aset perusahaan asuransi per PDB, maupun kredit domestik sektor privat per PDB di Indonesia yang masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Berdasarkan hasil Kajian Pendalaman Keuangan yang dilakukan oleh Bappenas dan Universitas Katolik Parahahyangan Bandung, terdapat dua temuan pokok kajian yang Juga disampaikan dalam seminar tersebut.

Pertama, situasi di setiap provinsi di lndonesia sangatlah berbeda-beda. 

Situasi yang dimaksud adalah terkait kondisi sektor jasa keuangan di setiap provinsi, serta kemampuan sektor riil untuk tumbuh di setiap provinsi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap provinsi memerlukan kebijakan yang berbeda-beda pula. Secara agregat (dengan menggunakan data time-series nasional keterkaitan antara sektor jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi adalah bersifat demand-following. 

Demand following adalah situasi dimana pertumbuhan ekonomi mendorong permintaan (demand) terhadap sektor jasa keuangan untuk memfasilitasi alokasi sumber daya keuangan. Artinya, pertumbuhan sektor jasa keuangan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi (sektor riil), Namun demikian, jika ditelisik lebih lanjut tiap provinsi, 33 provinsi yang menjadi objek penelitian terpilah menjadi empat situasi: demand-following, supply-leading, dua arah, dan tidak ada hubungan.

Pola Demand-folowing yang ditemukan untuk agregat nasional, ditemukan juga di 12 dari 33 provinsi yang menjadi objek penelitian. Sedangkan pola supply leading ditemukan di 9 dari 33 provinsi yang menjadi objek penelitian. Sisanya, di 8 provinsi ditemukan hubungan dua arah, dan di 4 provinsi tidak ditemukan hubungan di antara indikator sektor jasa keuangan dengan pertumbuhan PDRB.

Kedua temuan pokok yang lainnya adalah pendalaman keuangan di Indonesia masih sangat diperlukan dan masih dimungkinkan untuk dilakukan, baik untuk institusi keuangan (bank dan non-bank), maupun pasar keuangan. Pendalaman keuangan masih dan sangat diperlukan untuk menumbuhkan perekonomian baik dari aspek kedalaman, akses, maupun efisiensi. Dalam meningkatkan aspek kedalaman institusi keuangan, khususnya perbankan, perlu dibangun kapasitas yang lebih tinggi dalam menghimpun dana masyarakat.

Sementara itu, sebagai upaya meredam gejolak pertumbuhan sektor riil dan membangun komplementaritas antar penyedia jasa keuangan, dibutuhkan pembangunan institusi keuangan non-bank, khususnya industri asuransi dan Dana Pensiun. Selanjutnya, pendalaman pasar keuangan dapat dilakukan dengan cara memperluas instrumen dan Intensitas penerbitan aset keuangan, meningkatkan kualitas platform digital untuk perdagangan, dan meningkatkan emiten serta basis Investor.

Dari sisi Inklusvitas, perlu diakukan pemanfnatan teknologi digital dan branchless banking untuk memperluas keterjangkauan dan meningkatkan literasi keuangan. Akan tetapi, mengingat situasi provinsi yang sangat berbeda, diperlukan kebijakan pendalaman keuangan yang berbeda untuk menumbuhkan ketahanan ekonomi provinsi yang membangun ketahanan ekonomi nasional. Dampak positif pendalaman keuangan bagi pertumbuhan ekonomi akan mulai bila pembangunan sektor keuangan dilakukan dengan arah dan kecepatan yang tepat sehingga pembangunan keuangan tidak berakhir dengan peningkatan kesenangan dan/atau fluktuasi yang tidak terkendali.

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, melalui kajian ini, dihasilkan beberapa arah kebijakan pengembangan sektor jasa keuangan ke depan. Arah kebijakan yarng disampaikan dalam kajian tersebut pada intinya bertujuan untuk pendalaman sektor jasa keuangan di Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

                                                                Reporter : Arianto

Share:

PT. Sarana Multigriya Finansial Tandatangani Penjanjian Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan penandatanganan Penjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Bank Penyalur KPR FLPP, hari Kamis, 17 Januari 2019 pukul 13.30 wib bertempat di Ruang Timor, Hotel Borobudur Jl. Lap. Banteng Selatan No.1, Ps. Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. dihadiri Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dan Jajaran Direksi / manajemen dari Bank Penyalur KPR FLPP.

Penandatanganan PKO ini merupakan wujud komitmen SMF beserta bank penyalur KPR FLPP dalam mewujudkan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penandatanganan PKO dilakukan oleh Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo bersama Jajaran Direksi / manajemen dari Bank Penyalur KPR FLPP, diantaranya yaitu Bank BTN, Bank Papua, Bank Kalbar, Bank Artha Graha, Bank Sultra, Bank NTT, Bank Jatim, Bank BJB, Bank Sulselbar, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel, UUS Bank BTN, UUS Bank BJB, UUS Bank Jatim, dan
UUS Bank Sumut.

Penandatanganan ini merupakan kerjasama lanjutan setelah PKO sebelumnya yang ditandatangani bersama, PPDPP, SMF dan Bank Pelaksana, pada 14 Agustus 2018 dan rencananya komitmen bersama ini akan ditegaskan ulang setiap tahun.

Sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP, kepada 28.932 debitur dengan total penyaluran dana sebesar Rp. 948 miliar melalui 10 bank penyalur KPR FLPP yang merupakan bagian dari realisasi Program FLPP 2018 sebesar Rp5,896 triliun.

Dukungan dari SMF memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penyaluran KPR FLPP dalam ketersediaan likuiditas bagi penyaluran KPR FLPP, sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

"Realisasi penyaluran KPR FLPP tersebut merupakan komitmen SMF dalam Program Penurunan Beban Fiskal, direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah lewat program KPR FLPP, yang berkoordinasi dengan BLU PPDPP, Kementerian PUPR, ungkap Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo.

Ananta juga mengaku optimis, dengan adanya sinergi yang kuat, program sejuta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah.

Adapun dalam Program penyaluran KPR FLPPini SMF memiliki peran dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%.

Adanya Surat Menteri Keuangan, No. S-163/MK.6/2018 tanggal 12 April 2018, perihal Penurunan Beban Fiskal dalam KPR Program FLPP dan SSB, dan Keputusan Menteri PUPR No.463/KPTS/IM/2018, tentang Proporsi Pendanaan Kredit / Pembiayaan Pemilikan dan Perumahan Rakyat, menjadi dasar bagi SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) menjalankan fungsi sebagai Fiscal Tools Pemerintah dalam penyediaan dana jangka menengah panjang guna merealisasikan penurunan beban fiskal Pemerintah.

                                                               Reporter : Arianto

Share:

Pergiumroh.com menandatangani kerjasama strategis dengan TrueMoney Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
TrueMoney Indonesia menggelar Konferensi Pers Penandatanganan kerjasama strategis dengan pergiumroh.com untuk "KEMUDAHAN PENDAFTARAN UMROH MELALUI 16.000 AGEN TRUEMONEY DI SELURUH INDONESIA" hari Selasa, 15 Januari 2019 pukul 13:00 - 15.00 wib bertempat di TrueMoney HQ, Gran Rubina Business Park, J. HR. Rasuna Said Kavling C-22, Jakarta Selatan, Jakarta. dihadiri Direktur TrueMoney Indonesia, Rio da Cunha dan CEO pergiumroh.com, Faried Ismunandar.

Pergiumroh.com sebagai sebuah marketplace online terdepan untuk kemudahan pergi umroh, menandatangani kerjasama strategis  dengan TrueMoney Indonesia dalam rangka penjualan paket umroh melalui lebih dari 16.000 agen EDC TrueMoney aktif di seluruh lndonesia.

"TrueMoney bekerja sama dengan pergiumroh.com untuk memberikan layanan tambahan bagi konsumen yang dimana saat ini mereka dapat mengajukan umroh dengan skema pembayaran melalui angsuran. Proses pengajuan umroh melalui agen TrueMoney sangat mudah. Cukup datang ke agen TrueMoney yang tersebar di hampir seluruh lndonesia dan isi kelengkapan data yang diminta, ungkap Rio da Cunha, Direktur TrueMoney Indonesia.

"Sedangkan keuntungan bagi agen adalah kesempatan meraih tambahan keuntungan diluar layanan yang sudah ada di aplikasi TrueMoney seperti pulsa, listrik, dan lainnya," tutup Rio.

Pelayanan terbaik bagi jemaah umroh merupakan fokus utama bagi Pergiumroh.com. Hal ini yang mendorong Pergiumroh.com untuk terus mengembangkan inovasi produk dan layanan, serta memberikan manfaat lebih guna menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki harapan untuk melaksanakan ibadah umroh dengan mudah, aman, dan terpercaya. Inilah salah satu alasan dan tujuan utama bagi Pergiumroh.com untuk bekerjasama dengan TrueMoney Indonesia agar seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses pemesanan umroh dengan lebih mudah dan tanpa perlu khawatir.

"Inisiasi kerjasama Pergiumroh.com dengan TrueMoney Indonesia diharapkan dapat menjawab keinginan masyarakat Indonesia yang bercita-cita untuk pergi umroh. Kemudahan mendapatkan informasi sekaligus melakukan pemesanan paket umroh bisa diakses dengan mendatangi agen langganan TrueMoney yang tersebar di seluruh Indonesia." ungkap Faried Ismunandar selaku CEO Pergiumroh.com.

                                                                 Reporter : Arianto

Share:

Rekening Bank Relawan PADI Terbuka untuk Umum


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Saat ini ada kecenderungan yang ingin mengajak menata Indonesia baru dengan memilih presiden baru Prabowo Subianto. Ajakan ini sangat tepat sekali, mengingat perlu akselerasi pembangunan manusia bukan sekedar pembangunan fisik yang cenderung melupakan pembangunan Manusianya sebagaimana yang kita rasakan saat ini. 

Sistem yang selama ini diakui sistem demokrasi Pancasila, tapi pada hakikatnya sudah lama ditinggalkan disebabkan  adanya UUD 1945 yang diamandemen 4 kali, agar marwahnya dikembalikan. Karena jelas terlihat  Sila ke 4 sudah tidak dijalankan.

"Kami ingin fungsi Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) dikembalikan lagi, dimana Presiden harus memberikan laporan pertanggungjawaban kepada MPR minimal 5 tahun sekali dalam Sidang Paripurna MPR. Inilah makna butir dari Sila ke 4 dari Pancasila, Kerakyatan dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam Permusyarawatan dan perwakilan." Kata Wabendum Rumah Besar Relawan PADI, Suta Widhya, Rabu(9/1) sore di Jakarta. 

Untuk menuju kemenangan itu, hendaknya kita bahu membahu bersama Tim Relawan yang ada. Kami dari Rumah Besar Relawan PADI membuka kesempatan untuk seluruh masyarakat berpartisipasi dalam meraih kemenangan dalam Pemilu serentak, Rabu 17 April 2019 dengan memberikan donasi Sumbangan kepada para relawan yang berjibaku di medan lapangan untuk mengkampanyekan kemenangan Prabowo-Sandi yang kami singkat sebagai PADI.

Kepada para masyarakat  ada baiknya kegiatan sosial dilakukan, seperti kursus bikin kue pada Emak-emak di Rusun,  Posko RW, dan lainnya. Mari Dengan cara ini maka Emak-emak akan mudah diberikan kenyakinan, "memilih paslon nomor 2 adalah untuk mencapai masyakarat yang adil dan makmur dengan meningkatkan keterampilan.

Menurut Suta, baru saja Selamet Haryadi sebagai Bendahara Umum, menyampaikan bahwa terhitung 2 Januari 2019 semua pihak yang bersimpati pada perjuangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Solahudin Uno dapat menitipkan bantuannya kepada Rek. *BANK DKI SYARIAH 703. 09. 000193 a/n. RUMBES RELAWAN PADI. *

" Program yang kami tawarkan akan berkesinambungan, terencana, dan terbuka untuk masyarakat sekitar tempat pelaksanaan kegiatan dan undangan khusus yang kami kirimkan. Mereka akan menjadi jaringan kerja kami yang aspirasi nya bisa kami suarakan pada pemerintahan yang kita pilih bersama pada Rabu, 17 April 2019," Tutup Suta. **
Share:

Fintax Fair 2019 dengan tema Cerdas Finansial, Perpajakan dan Teknologi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Harmony dan Bank Mandiri mempersembahkan Fintax Fair, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan untuk mendukung entrepreneur muda dengan memberikan edukasi mengenai dunia kewirausahaan serta menyediakan pengetahuan finansial dan perpajakan yang mereka butuhkan.

Harmony menggelar konferensi pers Fintax Fair 2019 hari selasa, 8 Januari 2019 pukul 10.00 - 12.00 wib bertempat di Hotel Artotel Thamrin, Meetspace A, Jl. Sunda No.3, RT.8/RW.4, Gondangdia, Menteng, Jakarta, dihadiri

- Bapak Yustinus Prastowo selaku Founder Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA).

- Bapak Yohanes G. Pauly selaku World Top Certified Coach CEO Master Coach of GRATYO,

- Bapak Aditya Budi selaku CEO Premiro,
- Brian Marshal selaku CEO Sirclo,

- Bapak Andoko chandra selaku CEO PT. Harmoni Solusi Bisnis Organizer Fintax Fair 2019 dan

- Bapak Teguh Harapan selaku CMO P.T Harmoni Solusi Bisnis & Organizer dari Fintax Fair 2019.

Pada tanggal 17-18 Januan 2019 di Assembly Hall Menara Mandiri lantai 9. Fintax Fair 2019 akan diselenggarakan dengan tema Cerdas Finansial, Perpajakan dan Teknologi'. Selama dua hari, peserta akan mendapatkan berbagai edukasi mulai dan pengetahuan bisnis, kisah inspirasi hingga solusi teknologi yang dibuat dalam membangun sebuah usaha.

Untuk menyampaikan insight bisnis dan finansial kepada para peserta, Fintax Fair 2019 menyiapkan rangkaian pembicara kompeten dengan tema-tema menarik, diantaranya:

-  Merry Riana, Motivator no. 1 di Indonesia dan Asia. Mery akan membahas Mimpi Sejuta Dolar, yaitu kisah inspirasinya yang berhasil mengumpulkan 1 juta dolar sebelum umurnya 30 tahun.

-  Tanadi Santoso, Founder Business Wisdom institute & Host Business Wisdom' di PASFM. Dengan pengalamannya selama 25 tahun, Tanadi akan berbagi mengenai cara agar bisnis tetap bertahan di era disruptif ini.

-  Yohanes G. Pauly, World Top Certifed Coach CEO & Master Coach of GRATYO. Yohanes akan mengajarkan para peserta bagaimana cara menjalankan bisnis dengan sukses tanpa harus aktif berada di dalamnya.

Selain tiga pembicara di atas, acara ini masih punya delapan pembicara lagi yang merupakan tokoh-tokoh terkemuka pada bidangnya. Seperti, Iwan Djuniardi sebagai Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi, Yustinus Prastowo sebagai Founder Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA). Prita H. Ghozie sebagai Founder & Director, ZAP Finance, Tung Desem Waringin sebagai Pelatih Sukses No. 1 Indonesia, dan Adinata Widia sebagai Senior Vice President, P.T. Mandiri (Persero) Tbk.

Untuk lebih mengedukasi para peserta mengenai peran teknologi sebagai penunjang bisnis, Fintax Fair 2019 juga mendatangkan perusahaan-perusahaan berbasis teknologi finansial melalui Fintech Expo. Di Fintech Expo terdapat 20 booth fintech yang siap untuk mengedukasi para peserta dan membantu bisnis mereka. Peserta bisa bertanya seputar produk, inovasi dan solusi agar bisnis mereka dapat mengikuti perkembangan zaman.

Indonesia memiliki potensi bisnis dan ekonomi yang besar. Selain banyak talenta baru di bidang teknologi, banyak juga pengaplikasian teknologi terbaru yang merupakan karya anak bangsa.

Kami sangat bersemangat untuk mendukung para entrepreneur muda Indonesia agar semakin berkembang dan bergerak maju/ melalui diselenggarakannya Fintax Fair 2019" Jelas Andoko Chandra selaku CEO P.T. Harmoni Solusi Bisnis & Organizer Fintax Fair 2019.

Untuk memberikan pengetahuan yang lebih menyeluruh kepada para pengusaha muda Fintax Fair 2019 juga menyelenggarakan Tax Fair, dimana peserta dapat berkonsultasi secara gratis dengan lebih dari 20 konsultan berlisensi dari IKPI (lkatan Konsultan Pajak Indonesia). Para peserta dapat menanyakan segala hal terkait pelaksanaan kewajiban pajak bisnis mereka. Sesi ini sangat berguna mengingat banyak UMKM yang kerap bingung mengatur pembukuan bisnis mereka pada akhir dan awal tahun seperti Ini.

"Setiap tahun persyaratan untuk menjalankan bisnis semakin kompleks. Harapan kami event ini dapat membantu para pemilik bisnis dengan memberikan edukasi berkualitas dan menghadirkan lebih dan 10 pembicara dari praktisi bisnis Indonesia." Jelas Teguh Harapan selaku CMO, P.T Harmoni Solusi Bisnis & Organizer dari Fintax Fair 2019.

"Selain itu, kami di P.T. Harmoni Solusi Bisnis juga memiliki misi untuk menyediakan solusi pembukuan berbasis teknologi yang cepat, mudah dan terjangkau bagi setiap pemilik bisnis."

                                                               Reporter : Arianto

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini