Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Kedokteran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kedokteran. Tampilkan semua postingan

Darmawiharto: Tidak Benar Ada yang Terpapar Virus COVID19 di Hotel Des Indes Menteng


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Dalam rangka verifikasi perihal berita adanya WNI dan WNA yang diberitakan terpapar oleh virus COVID19 di Hotel Des Indes Menteng pada tanggal 14 February 2020.

Bapak Darmawiharto selaku Hotel Manager Hotel Des Indes Menteng menjelaskan, pada tanggal 14 February 2020 Hotel Des Indes Menteng tidak menggelar kegiatan atau acara di hari tersebut seperti yang di beritakan.

"Sehagai termpat hospitality dan akomodasi, setiap orang berhak untuk datang ke Hotel Des Indes Menteng untuk menikmati fasilitas dan pelayanan, termasuk kedua pengunjung WNI dan WNA yang diberitakan terpapar oleh virus COVID19, padahal keduanya hanya sebagai pengunjung dan tidak menginap di hotel," ujar Darmawiharto saat jumpa pers di Jakarta. Selasa (03/03)

Menurut Darmawiharto, Management secara pro-aktif bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat, melakukan pemeriksaan, assesmen dan wawancara semua karyawan, sampai saat ini tidak ada karyawan yang sakit atau mengalami keluhan seperti indikasi gejala terkait penyakit yang disebabkan Covid 19 serta dikuatkan dengan lewatnya masa inkubasi 14 hari.

Walaupun demikian, kata Darmawiharto, management pro-aktif dengan memberikan informasi kepada dinas kesehatan terkait dengan menghubungi posko KLB DinKes Prov. DKI Jakarta dengan no. 081388376955 jika ada karyawan ataupun pengunjung mengalami keluhan kesehatan atau sakit.

Sebagai tindakan preventive and precaution, tegasnya, management sudah melakukan tindakan pencegahan setelah berita covid 19 beredar diseluruh dunia seperti menyediakan masker, hand sanitizer dan men-sosialisasikan terus menerus untuk mencuci tangan serta menjaga kesehatan serta mejaga area kerja tetap bersih.

"Mananegement melakukan perawatan kebersihan secara rutin untuk seluruh gedung serta melakukan pengendalian hama/ pest control untuk memastikan kebersihan dan terbebas dari gangguan hama," jelasnya.

"Dengan menjaga kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh agar selalu sehat, insyaAllah kita terbebas dari penyakit. Langkah utama adalah selalu cuci tangan setelah melakukan kegiatan dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat agar terhindar dari penyakit," pungkasnya. (Arianto)




Share:

Badan POM: Potensi Obat Herbal Indonesia Sangat Besar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia memiliki berjuta ragam tanaman obat yang berpotensi dikembangkan untuk menambah nilai industri obat berbahan herbal (Jamu, Obat Herbal Terstandar/OHT, dan Fitofarmaka) yang jauh lebih besar dibanding negara lain.

Sebagai negara yang memiliki tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuhan maupun sumber daya laut, tentunya tidak aneh jika Indonesia dapat menjadi pengekspor produk obat herbal terbesar di dunia. Namun faktanya, sekitar 9.600 spesies tanaman dan hewan yang diketahui memiliki khasiat obat belum dimanfaatkan secara optimal sebagai obat herbal.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya mengatakan, Potensi yang dimiliki Indonesia harus dikawal agar dapat dikembangkan oleh para peneliti, sehingga dapat memenuhi permintaan akan obat tradisional dan suplemen kesehatan dari bahan alam yang semakin meningkat.

Untuk dapat bersaing di kancah global, tegasnya, Indonesia perlu memberikan fasilitas ruang gerak terhadap peneliti tanaman berkhasiat obat agar menghasilkan obat herbal yang bermutu dan berdaya saing. Penelitian di bidang obat herbal telah banyak dilakukan, baik di Institusi pendidikan seperti sekolah menengah dan perguruan tinggi maupun institusi peneliti lainnya, namun hanya sebatas pemenuhan kurikulum tanpa pengembangan hasil penelitian lebih lanjut.

"Banyak yang telah meneliti, namun terbatas ruang gerak dalam melakukan pengembangan produk, hingga belum menjadi produk komersil yang dapat berdaya jual," ungkap Penny K. Lukito saat pembukaan "Bursa Hilirisasi Inovasi Herbal Indonesia 2020” pada 19-20 Februari 2020 di Jakarta. Rabu (19/02)

Tidak hanya meningkatkan pengetahuan, lanjutnya, ajang ini sekaligus memberi kesempatan kepada para peneliti di bidang obat herbal untuk dapat menginformasikan dan mempromosikan hasil penelitiannya kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Menurutnya, Bursa Penelitian Herbal Indonesia 2020 ini meliputi serangkaian acara yaitu panggung edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan generasi milenial, pertemuan bisnis peneliti dan pelaku usaha, konsultasi layanan publik Badan POM, serta seminar ilmiah dengan pembicara dari dalam negeri dan luar negeri seperti Kohei Homma, Ph.D peneliti dari Amino Research, produsen bahan baku berbasis riset terkemuka di Jepang.

"Seminar ini menjadi ajang diskusi pertukaran informasi dan pengalaman, serta penjajakan kerja sama riset dan alih teknologi dalam rangka mendorong pengembangan industri obat bahan alam dalam negeri yang berdaya saing," tegas Kepala Badan POM.

Lebih lanjut Kepala Badan POM mengungkapkan bahwa Badan POM berupaya mengembangkan obat berbahan herbal untuk meningkatkan daya saing dan menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan secara formal. Upaya tersebut sejalan dengan percepatan hilirisasi untuk mendorong pengembangan industri obat berbahan herbal.

Badan POM telah melakukan pendampingan penelitian uji klinik, mulai dari penyusunan protokol, diperolehnya pendanaan penelitian oleh Kementerian Riset dan Teknologi, hingga pelaksanaan uji klinik yang dilakukan terhadap sistem manajemen mutu, fasilitas uji klinik, dokumen uji klinik, dan produk uji.

Tahun 2019 lalu, kata Penny K. Lukito, sudah berjalan 8 penelitian yang terdiri dari 5 uji pra klinik dan 3 uji klinik. Selain itu terdapat 19 riset obat herbal yang sedang didampingi Badan POM hingga produk mendapat izin edar. Tak hanya itu, Indonesia juga telah memiliki 23 produk fitofarmaka yang berasal dari bahan alam baik tumbuhan maupun hewan. Fitofarmaka merupakan obat tradisional yang telah memiliki bukti ilmiah melalui proses uji klinik.

"Komitmen Badan POM untuk meningkatkan daya saing Obat Tradisional tercermin dengan adanya percepatan pelayanan perizinan, pendampingan dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), program Bapak Angkat Jamu, pendampingan UMKM Jamu Gendong, inisiasi pengembangan Café Jamu, pengembangan obat tradisional/jamu tematik, serta membuka dan akses pasar ekspor internasional," pungkasnya. (Arianto)



Share:

Kominfo Ambil Langkah Preventif Penanganan Hoaks Terkait Virus Corona


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Selama dua minggu terakhir, sebaran konten hoaks dan disinformasi mengenai penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (20019-nC%V) di Indonewia meningkat. Kementerian Kominto proaktitf melakukan pemblokiran konten dan mendorong uparat penegak hukum melakukan penindakan atas pelaku penyebaran hoaks terkait Virus Corona.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan bahwa telah ditemukan sebanyak 54 informasi hoaks yang tersebar melalui media sosial dan platform pesan instan hingga Senin, 3 Februari 2020.
"Hasil pantauan Tim AIS Kementerian Kominfo ada 54 informasi hoaks. isinya beragam, mulai dari soal sumber penyebaran, ada kabar pasien di rumah sakit beberapa daerah terkena Virus Corona, hingga soal pencegahan dan penyenmbuhannya," jelas Menteri Kominfo dalam Konferensi Pers mengenai Penanganan Hoaks Terkait Virus Corona di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta. Senin (03/02)

Menurut Menteri Johnny, hasil monitoring lalu lintas percakapan media sosial berkaitan dengan Virus Corona cenderung meningkat. "Tiga hari yang lalu kami pantau ada 36, hari ini sudah hampir dua kali lipat konten hoaks dan disinformasi yang disebarkan," jelasnya.

Menteri Kominfo menegaskan, pihaknya telah melakukan pemblokiran konten hoaks dan disinformasi tersebut dan akan melakukan penindakan melalui aparat penegak hukum.

Menteri Johnny mengimbau agar masyarakat Indonesia terutama warganet tidak percaya dengan informasi yang disebar dari sumber yang tidak dapat di percaya. "Lakukan cek silang dan cari informasi dari sumber resmi Pemerintah. 

Pada kesempatan ini, Menteri Kominfo juga mengajak pemangku kepentingan dan komunitas untuk ikut proaktif dalam mendorong masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Jangan gunakan media sosial untuk sebar hoaks, yang terkait Corona Virus. Gunakan untuk yang produktif dan bermanfaat," tandasnya.

Dalam konferensi pers itu, Menteri Kominfo didampingi oleh Direktur Jenderal AplikasinInformatika Semual Abirijani Pangerapan dan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Widodo Muktiyo. (Arianto)

Share:

FMB 9 Gelar Diskusi dengan Tajuk "Antisipasi Penyebaran Corona"


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Sebanyak 16 negara telah mengumumkan kasus positif infeksi Novel coronavirus (2019n-Cov). Sederet langkah antisipatif secara simultan digelar oleh Pemerintah lndonesia, berbekal pengalaman penanganan menghadapi wabah yang hampir serupa.

Anung Sugihantono, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan menyampaikan, Muncul pertama di Wuhan, Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember, per Selasa (28/1/2020) tercatat virus itu telah mengakibatkan kematian 132 penderitanya di negara tersebut, dari total 6.056 kasus. Sedangkan di luar Tiongkok, terdapat lebih dari 70 kasus yang dikonfirmasi. WHO pun mengkoreksi tingkat risiko akibat virus itu menjadi sangat tinggi di Tiongkok, tinggi di tingkat regional, dan tinggi di tingkat global.

Wabah yang diakibatkan virus Wuhan itu memang boleh dikata sebagai penyakit anyar. Walau begitu, sejatinya, virus corona masih satu keluarga dengan virus penyebab penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Diketahui, SARS berjangkit di Provinsi Guangdong, Tiongkok, pada 2002, dan menyebar ke-30 negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

"Korban yang terinfeksi tercatat mencapai 8.069 orang dengan korban tewas 775 orang. Tingkat kematian serangan SARS hampir mencapai 10 persen," ujar Anung saat Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Antisipasi Penyebaran Corona", di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani, Gedung Kemenkominfo, Jakarta, pada Kamis, 30 Januari 2020.  di Jakarta.

Sedangkan, kata Anung, wabah MERS bermula dari Arab Saudi pada 2012 kemudian menyebar ke-25 negara di Asia dan Eropa. Penyakit itu menginfeksi 1.342 orang dan 512 di antaranya meninggal dunia. Tingkat mortalitasnya 37 persen.

Disisi lain, Anung mengutarakan, Baik SARS-Cov, MERS CoV, dan kini 2019-n CoV menyerang dan merusak organ saluran pernafasan dan paru. Lantaran itulah, penderita memiliki gejala bak terjangkit pneumonia atau radang paru akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumonia, yakni gejalanya demam. Sedangkan wabah MERS bermula dari Arab Saudi pada 2012 kemudian menyebar ke-25 negara di Asia dan Eropa. Penyakit itu menginfeksi 1.342 orang dan 512 di antaranya meninggal dunia. Tingkat mortalitasnya 37 persen.

Sejatinya, kata Anung, virus corona secara alamiah sering ditemukan pada tubuh manusia maupun berbagai hewan. Namun, virus itu kemudian mengalami mutasi sehingga pada tubuhnya tumbuh sejumlah "tanduk" protein yang bentuknya seperti huruf S. Tanduk itulah yang menciptakan mekanisme untuk menembus dan merusak sel tubuh inangnya.

Dalam kasus penyakit virus corona Wuhan itu, lanjutnya, sel-sel yang dirusaknya mulai dari saluran pernafasan hingga paru. Perusakan sel tubuh inang terjadi karena ketidakmampuan virus itu memproduksi material genetik RNA (Asam ribonukleat) sendiri, sehingga mereka pun merampok RNA dari inangnya. Alhasil, sel-sel inang pun hancur.

Menghadapi ancaman serangan virus dari Famili corona di tanah air, sejumlah langkah strategis telah dilakukan. Mulai dari mencegah masuknya virus ke tanah air, hingga meminimalisir potensi penyebaran virus di tengah masyarakat.

Secara konkret, Anung menjelaskan, pencegahan masuknya virus dilakukan di antaranya dengan menyiapkan pemindai suhu tubuh atau thermoscanner di 135 pintu ke luar masuk negeri. Langkah itu diambil setelah penyebaran virus makin meluas ke banyak negara, termasuk ke negara Tetangga. Dengan alat yang dijaga petugas kantor kesehatan setempat itu, dapat ditampilkan postur tubuh dengan warna merah, bilamana suhu tubuh manusia yang dideteksi mencapai 38 derajat celsius atau lebih.

Selain thermoscanner, kata Anung, otoritas bandara juga membagikan kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card kepada penumpang penerbangan langsung dari negara terdampak. Jika pemegang kartu itu menunjukkan gejala khusus, maka akan langsung dikarantinakan.
Tercatat 35.000 kartu kewaspadaan kesehatan telah dibagikan di 19 daerah, yakni di Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya Batam, Belitung, dan Manado.

Lebih dari itu, tegasnya, telah disiapkan pula 860 alat pelindung diri dan 2.322 masker. Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan pandemik, pemerintah juga menyiapkan 100 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan untuk penyakit yang baru muncul atau emerging disease.

Keseratus rumah sakit itu sebelumnya pernah menangani wabah flu burung, dan telah lolos evaluasi terbaru, sehingga dipastikan memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap, salah satunya, ruang isolasi dengan teknologi tekanan negatif.

Seiring dengan itu, imbuhnya, ada pula tiga rumah sakit yang ditetapkan menjadi rujukan nasional, yakni Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Kendati hingga kini pemerintah menyatakan bahwa virus itu belum masuk Indonesia, tampak langkah sigap untuk menghadapi ancaman virus n-Cov telah digelar di segala lini dan berlangsung secara simultan. Kalangan kedokteran di Indonesia memang telah memiliki bekal  pengalaman antisipasi dan penanganan wabah sejenis. Baik itu MERS, SARS, dan Flu Burung yang mengintai sejak 1998.

"Pada kasus Flu Burung di Indonesia (2005) tercatat ada 20 kasus infeksi dan 13 penderitanya meninggal. Dalam kasus SARS ada dua kasus dan kedua pasien selamat. Sementara itu, untuk wabah MERS tidak ada laporan serangan di Indonesia," pungkasnya.

Hadir dalam diskusi ini sejumlah narasumber utama dari kementerian terkait, di antaranya Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, dan Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Cucu Koswala. (Arianto)


Share:

3M Launching 3M C-section System


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Paska operasi merupakan saat di mana seorang baik usia anak-anak maupun dewasa perlu memperhatikan perawatan kulit. Tindakan perawat kulit yang tepat paska operasi diharuskan menggunakan steril dressing untuk area luka.

Sebagai perusahaan teknologi yang senantiasa menjadi sahabat baik ibu, 3M memahami betul kebutuhan tersebut. Maka dari itu, 3M ingin membagikan tiga solusi andalan untuk membantu para ibu Indonesia untuk merawat kulit paska operasi, melalui rangkaian 3M C-section system.

Memperkenalkan 3M C-section System, yang terdiri dari tiga teknologi yang teruji, yakni Tegaderm +Pad Film Dressing dari 3M, Steri-Strip Adhesive Skin Closures dari 3M, dan Cavilon No Sting Barrier Film dari 3M; yang dihadirkan demi komitmen untuk memberikan kepraktisan, keamanan, dan efikasi perawatan kesehatan. Bekerja untuk meminimalkan resiko luka, meningkatkan hasil klinis, dan mengurangi resiko infeksi pada daerah operasi.

3M C-section System memberikan perawatan kulit terbaik khususnya para Ibu:

1. Meminimalisir luka dan risiko infeksi.

Perjuangan menjadi seorang Ibu tidaklah mudah, tidak jarang seorang Ibu mengalami proses melahirkan buah hati yang sulit salah satunya melalui operasi bedah cesar. Setelah menjalani proses operasi bedah yang berat, proses pemulihan pun membutuhkan perawatan intensif untuk kulit yang luka.

Steri-Strip Adhesive Skin Closures dari 3M adalah plester perekat kulit yang dapat digunakan untuk menutup luka yang cukup dalam untuk plester biasa namun tidak cukup parah untuk membutuhkan jahitan. Steri-Strip dapat menjaga luka sayatan bedah operasi cesar agar dapat menutup dengan meminimalisir luka dan tetap bersih terlindungi dari risiko infeksi.

Mudahnya pemasangan Steri￾Strip dan lembut di kulit memudahkan pasien untuk menggunakan dan melepas sendiri dengan/tanpa dampingan perawat kesehatan. Studi klinis pun sudah membuktikan bahwa dengan aplikasi Steri-Strip dapat menurunkan tingkat resiko infeksi.


2. Melindungi kulit

Pada kulit yang mengalami luka, memerlukan lapisan pelindung untuk menjadi penghalang dari kontak luar serta menjaga proses penyembuhan kulit. Cavilon No Sting Barrier Film dari 3M merupakan plester cair yang membentuk lapisan pelindung antara bahan perekat dengan kulit manusia.

Cavilon dapat melindungi kulit yang luka dari paparan luar yang dapat memperburuk penyembuhan. Selain itu, Cavilon juga dapat digunakan untuk mencegah kerusakan kulit sebelum terjadi, melindungi kulit yang berisiko dan mendorong pemeliharaan kulit yang sehat dan utuh.

Setelah menggunakan Cavilon gunakan perlindungan kulit tambahan dengan Tegaderm + Pad Film Dressing dari 3M, film yang dapat melindungi kulit dari paparan gesekan, bebas bahan perekat, dan bakteri.

Tegaderm bersifat hipoalergenik dan non-sitotoksik, perekat kuat serta mudah dilepas, nyaman dan tidak akan perih ketika ditempelkan pada kulit yang terluka.

3. Bebas bekas luka

Luka operasi bedah pun dapat bebas dari bekas luka jika perawatan kulit terbaik dengan produk 3M segera dilakukan.

Steri-Strip selama lebih dari 50 tahun telah teruji klinis memberikan hasil kosmetik yang lebih baik dibandingkan menggunakan benang jahit dan staples, baik mengurangi trauma jaringan, mengurangi pembentukan bekas luka, dan efisien secara biaya. 

Hal ini tentunya menjadi berita baik dan dapat membantu meningkatkan percaya diri para Ibu yang sedang melakukan perawatan paska operasi bedah melahirkan.

Vaibhav Gupta, Country Business Director Health Care, PT 3M Indonesia menjelaskan, Fokus kami adalah memberikan perawatan yang lebih baik melalui sains yang berfokus pada kesehatan seseorang. Di 3M, kami berinovasi untuk generasi baru dari solusi perawatan luka. Dari pelindung kulit revolusioner dan pembalut perawatan luka generasi terbaru hingga sistem kompresi cerdas dan plester medis terbaik di kelasnya, kami memiliki solusi dan dukungan yang Anda butuhkan dalam memberikan perawatan sebaik mungkin.

"3M juga terus berinovasi untuk menciptakan solusi bagi masyarakat Indonesia, khususnya para ibu. Kami percaya bahwa Ibu merupakan sosok pelindung buah hati, yang juga membutuhkan dukungan perlindungan. 3M C-section system hadir untuk memberikan perawatan dan perlindungan kulit terbaik untuk para ibu.” ungkap Vaibhav Gupta dalam keterangan tertulisnya. Selasa (07/01)

"Saat ini, produk Tegaderm + Pad Film Dressing dari 3M, Steri-Strip Adhesive Skin Closures dari 3M, dan Cavilon No Sting Barrier Film dari 3M sudah dapat dibeli melalui distributor resmi 3M Indonesia, yaitu di Rumah Sakit, toko dealer terdekat, serta toko online di tigaem.com," pungkasnya. (Arianto)

Share:

RSUI Gelar National Media Briefing on Hepatitis A


Duta Nusantara Merdeka | Depok
Saat ini, pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis A, upaya pencegahan dan dampak yang diakibatkannya masih perlu ditingkatkan apalagi dengan meningkatnya kasus penyakit ini di Indonesia. Pemerintah Kota Depok memberikan status penyebaran kasus virus Hepatitis A menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari hasil identifikasi 262 kasus di Depok.

Tidak hanya di Depok Hepatitis A juga telah menjangkiti masyarakat Pacitan, Jawa Timur, bahkan Bupati Jawa Timur telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 25 Juni 2019, dengan total kasus lebih dari 950 orang.
Sebagai upaya advokasi publik, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bekerja sama Dinas Kesehatan Kota Depok, PP IDAI, PB PAPDI Pusat dan ILUNI UI menyelenggarakan kegiatan National Media Briefing on Hepatitis A sebagai upaya advokasi publik untuk menurunkan prevalensi infeksi Hepatitis A di Indonesia.

Hepatitis A banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat kita, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kualitas yang mendalam dari hygiene pribadi dan sanitasi lingkungan seperti, hygiene perorangan dan hygiene penjamah makanan yang rendah, lingkungan yang kumuh, kebersihan tempat-tempat umum (rumah makan, restoran) yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat.

Penyakit Hepatitis A banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik perkotaan maupun pedesaan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis A, dan merupakan penyakit endemis di beberapa negara berkembang. Penularannya dapat terjadi karena pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, dan sanitasi yang buruk.

Gejala yang ditimbulkan oleh seseorang yang terjangkit virus Hepatitis A bersifat akut, tidak memberikan ciri khas karena biasanya berupa demam, sakit kepala, mual dan muntah, bahkan dapat menyebabkan pembengkakan hati. Menurut CDC, virus Hepatitis A justru lebih sering menyerang balita, anak-anak, dan orang dewasa, terutama yang tinggal di area dengan tingkat sanitasi yang rendah.

Pencegahannya melalui kebersihan lingkungan, terutama terhadap makanan dan minuman, melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan dengan vaksinasi1,6,7. Vaksinasi penting dilakukan untuk memberikan perlindungan diri dan mencegah penyebaran1,6

Vaksinasi merupakan salah satu bentuk pencegahan penyakit yang efektif untuk menghindari terjangkitnya penyakit infeksi, mulai dari anak, orang dewasa hingga orangtua.

Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI, Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan, Rumah Sakit Universitas Indonesia, yang dalam hal ini juga mewakili PB PAPDI dan Humas dan Kelembagaan ILUNI UI mengatakan, Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pengobatan yang baik artinya melaksanakan pencegahan yang baik juga sedini mungkin – sama hal nya untuk Hepatitis A, dimana kegiatan pencegahan lebih efisien dan tanpa risiko yang membahayakan. Selain mencegah masuknya virus Hepatitis A ke tubuh dengan memutus jalur penularan “fekal oral” dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit infeksi yang bisa kapan saja menyerang tubuh, vaksinasi penting dilakukan untuk memberikan perlindungan diri dan mencegah penyebaran.

"Vaksinasi Hepatitis A akan memberikan kekebalan spesifik terhadap virus Hepatitis A. Vaksin Hepatitis A dua dosis dengan jarak 6-12 bulan dapat memberikan perlindungan jangka panjang,” ujar Dr. dr. Sukamto dalam keterangan tertulisnya. Kamis (19/12)
Pada kesempatan yang sama, Dr. Nina Dwi Putri, Sp.A-K, MSc, Spesialis Dokter Anak, Rumah Sakit Universitas Indonesia mengatakan, “Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit infeksi seperti Hepatitis A, terbukti dengan sebagian besar pasien pada Kejadian Luar Biasa tersebut adalah siswa sekolah menengah pertama. Vaksinasi memicu kekebalan spesifik di dalam tubuh seorang anak, sehingga mampu melawan penyakit￾penyakit yang berbahaya, mencegah sakit berat, kecacatan dan kematian serta mencegah penularan ke teman-teman disekitarnya. Jadi, vaksinasi selain bermanfaat untuk anak-anak, juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang tua, adik, kakak dan anak-anak lain disekitarnya. Vaksin Hepatitis A sudah dapat diberikan pada anak sejak usia 2 tahun.”

Dr. dr. Astrid Sulistomo, MPH, Sp.Ok, Direktur Pelayanan Primer, Rumah Sakit Universitas Indonesia menambahkan, RSUI memiliki misi untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan, berbasis bukti, paripurna, holistik, terintegrasi, melalui pendekatan keluarga dan komunitas, dengan menggunakan teknologi unggulan terkini. Vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang terbukti paling efektif dan merupakan investasi kesehatan jangka panjang.

"Oleh karena itu, sebagai bentuk komitmen kami, RSUI membuka klinik vaksinasi yang terbuka untuk umum setiap hari Senin - Jumat pukul 08.00 – 16.00. Informasi mengenai cara mendapatkan vaksinasi Hepatitis A juga bisa didapatkan melalui website: http://rs.ui.ac.id/ atau telepon: 021- 50829292. Kami berharap ini bisa menjadi salah satu solusi dalam melindungi masyarakat dari risiko wabah Hepatitis A yang belum lama ini menyerang kota Depok," pungkasnya. (Arianto)





Share:

Teknologi Digital Kedokteran Gigi di IDEC 2019


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) yang digelar selama tiga hari dari tanggal 13-15 September 2019  bertajuk "The Premier Dental Exhibition and Conference for Indonesian Market", IDEC tak hanya menjadi ajang bertemunya para tenaga kesehatan gigi dan mulut dengan pelaku bisnis dan pemerintah saja, melainkan juga sebagai wadah tukar pikiran dalam berbagi perkembangan teknologi kedokteran gigi terkini.

Ketua IDEC 2019, drg. Diono Susilo, MPH mengatakan, IDEC 2019 yang menempati area seluas 5000 m di Assembly Hall menghadirkan 232 ekshibitor dari 18 negara dan 3 paviliun nasional dari Cina, Korea Selatan dan Jerman serta sejumlah pelaku usaha lokal IDEC 2019 akan menyuguhkan berbagai informasi berharga dan update tentang perkembangan industri kedokteran gigi untuk meningkatkan standar pelayanan kedokteran gigi dan perawatan gigi di Indonesia.

Setidaknya, kata Diono, ada 3 tren yang memikat para pengunjung konferensi dan diharapkan dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Teknologi pertama yang menjadi sorotan adalah teknologi digital dalam perawatan gigi. Dr. How Kim Chuan asal Malaysia membahasnya dalam main lecture yang berjudul "Digital Solutions from Scan Body to Restoration in Full Mouth Rehabilitation" pada 13 September 2019.

Dalam seminar ilmiah tersebut, para pelaku kesehatan gigi diperkenalkan dengan bagaimana teknologi digital dapat membantu masyarakat dalam melakukan restorasi pada mulut dan gigi dan agar tampil lebih estetik. Serangkaian proses seperti gambar digital gigi, sinar X pada mulut secara penuh hingga teknologi 3D menjadi tuntutan keilmuan yang harus dikuasai oleh dokter gigi tanah air.

Kedua, penerapan teknologi pada perawatan endodontik alias saluran akar gigi. Teknologi ini penting mengingat masih banyak dokter gigi yang melakukan metode terdahulu lewat proses mumifikasi yang kini sudah banyak ditinggalkan.


Melalui seminar berjudul "Technological Advances to Improve Endodontic Excellence" yang diselenggarakan pada 13 September 2019, Dr. Jeff Ward BDS, MDSc dari Australia akan berbagi kepada para peserta tentang bagaimana menerapkan teknologi dalam perawatan saluran akar.

Dengan tetap berpatokan pada prinsip-prinsip edondontik seperti pembuangan jaringan yang terinfeksi atau eliminasi kuman, preparasi hingga sterilisasi saluran akar, teknologi ini membantu dokter gigi di Indonesia dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi pada masyarakat dengan lebih optimal.

Terakhir, tren teknologi yang memikat para peserta konferensi adalah penggunaan laser dalam mengatasi gigi hipersensitif. Sejauh mana kegunaannya akan dibahas lebih lanjut oleh pakar kesehatan gigi dari India yakni Dr. Niladri Maiti dalam seminar ilmiah berjudul "Laser Assisted Bioglass Theraphy In Management of Dentin Hypersensitivity" pada 15 September 2019.

Gigi hipersensitif (hipersensitivitas dentin) adalah gangguan pada gigi yang membuat rasa ngilu bagi penderitanya. Berkat teknologi laser, masyarakat kini tak perlu khawatir lagi dalan mengatasi masalah gigi hipersensitif.

Dibandingkan dengan metode konvensional yang memakan waktu lebih lama, perawatan melalui laser akan berdampak pada hasil yang lebih cepat dengan waktu aplikasi yang lebih sedikit pada pasien. Inilah metode terbaru dan yang baik dalam menyelesaikan rasa sakit jangka panjang dengan segera," ujar Diono kepada awak media, usai seminar di JCC Jakarta. Minggu (15/9)

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. drg. Sri Hananto Seno mengatakan, IDEC juga menghadirkan berbagai perkembangan teknologi kedokteran gigi lainnya, mulai dari
dental photography, ortodontik, oral surgery, period bahkan hingga inovasi dalam self ligation. Ada pula dentist robotics yang siap menjadi inspirasi dalam penerapan teknologi kedokteran gigi di Indonesia.

"Dengan hadirnya tren teknologi di IDEC, kami berharap pameran ini dapat menstimulasi para pelaku bisnis kesehatan gigi lokal untuk turut mengembangkan peralatan berbasis teknologi sekaligus mendorong para praktisi kesehatan gigi dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilannya sesuai tuntutan zaman," tutup Sri Hananto. (Arianto)






Share:

Pemadaman Listrik Tidak Ganggu Kinerja Morula IVF di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sehubungan pemadaman listrik di Jakarta yang terjadi Minggu, 4 Agustus 2019 sejak pkl.11.00 wib s/d 21.00 wib. Hal tersebut tidak mengganggu kinerja dan pelayanan Morula IVF yang memberikan pelayanan penyimpanan embrio yang tersimpan dengan baik. Dibalik pelayanan terhadap penyimpanan embiro, Morula IVF Jakarta memberikan penghargaan terhadap karyawan internal yang turut membantu dalam menjaga dan memastikan embrio dengan aman antara lain : Togiyama Samosir - General Affairs Supervisor, M Hermawan Wijaksono - Pemeliharaan & Perbaikan, Erik Prasetyo - Pemeliharaan & Perbaikan, Pitra Rahmawati - Scientific Embriologist Supervisor, Yudha Mukti - Spermatologist Junior, Verawaty Sinurat - Embriologist Senior.

Morula IVF di Indonesia memiliki 11 KB3 (Sebelas Kriteria Baik Budaya Bunda) dalam menerapkan pelayanannya yaitu:

1. Sopan
2. Menguasai Tentang Pekerjaan
3. Jujur
4. Bekerja Produktif
5. Bersemangat Kerja
6. Bertanggung Jawab
7. Disiplin
8. Mampu Bekerja Sama
9. Berani Bergagas dan Berkeputusan
10.  Berkepemimpinan
11.  Setia atau Loyal Berlaku untuk semua


Klinik Morula sendiri tak hanya memberikan pelayanan program bayi tabung, namun pelayanan lain yang mendukung terwujudnya impian pasangan dalam memiliki buah hati. Produk-produk layanan Klinik Morula IVF adalah :

- Ovulation Induction
- Tracking Cycle
- Insemination Intra Uterine
- Program In Vitro Fertilization (IVF)
- Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI)
- Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI)
- Sperm Frozen
- Oocyte Frozen
- Embryo Frozen
- Frozen Embryo Transfer
- TESA, MESA, PESA
- VIP Incubator
- PGTA (Arianto)






Share:

Peran Imunoterapi Dalam Pengobatan Kanker


Duta Nusantara Merdeka |Jakarta
Imunoterapi atau yang juga dikenal dengan Immuno-Oncology (IO), merupakan kemajuan pengobatan kanker yang memberikan kualitas pengobatan dan harapan hidup lebih baik bagi pasien kanker paru-paru di Indonesia.

Kanker paru-paru memiliki jumlah kasus baru terbanyak di dunia, yaitu sebesar 2,1 juta atau 11,6% dari total beban kejadian kanker di dunia. Tidak jauh berbeda, di Indonesia sendiri kasus kanker paru-paru meningkat pesat, yaitu berada di urutan ke-8 di Asia Tenggara dan urutan ke-23 di Asia sebagai negara dengan angka kejadian kanker yang berada di zona serius, meningkat 10,85% dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2018, 19,4% dari pasien kanker paru-paru di Indonesia adalah pria dan merokok adalah penyebab tertingginya, yaitu sebesar 80% dari keseluruhan kasus di 2018. Merokok sebagai penyebab utama kanker paru-paru juga dibenarkan oleh dokter spesialis paru, dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P (K) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Peningkatan angka kasus paru-paru di Indonesia telah masuk pada tahapan memprihatinkan. Selain itu, kata dr. Sita, lingkungan kerja juga bisa menjadi penyebab lain timbulnya kanker ini, seperti pabrik tambang, semen, dan keramik yang cenderung terpapar radiasi serta bahan kimia karsinogenik, sehingga memiliki potensi jauh lebih tinggi untuk terjangkit kanker paru-paru. Kami, para praktisi kesehatan, mengajak agar masyarakat Indonesia untuk terus menerapkan prinsip gaya hidup sehat, dengan didukung setidaknya berolahraga 30 menit sehari demi kesehatan paru-paru.

Kanker paru-paru sendiri memiliki dua tipe, yaitu tipe Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) yang biasanya berasal dari sel-sel kelenjar di bagian luar paru-paru dan tipe Small Cell Lung Cancer (SCLC) yang berasal dari sel-sel yang melapisi bronkus di pusat paru-paru. Di antara kedua tipe tersebut, tipe SCLC hampir seluruhnya disebabkan oleh kebiasaan merokok dan dikenal lebih agresif karena pada stadium lanjut dapat lebih cepat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Di Indonesia sendiri, sekitar 52% penderita kanker paru-paru didiagnosis tipe SCLC, ujar dr. Sita.

Menurut dr. Sita, saat ini pengobatan kanker paru-paru dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode operasi, dengan mengangkat/mengoperasi jaringan sel kanker yang menyebar di organ vital; terapi radiasi, yang membunuh sel kanker menggunakan sinar berenergi tinggi seperti sinar-X; kemoterapi dan terapi target, yang menggunakan obat-obatan khusus untuk mengecilkan, membunuh, memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

"Seiring berkembangnya penemuan dalam penanganan kanker paru-paru seperti pemberian terapi target, saat ini di Indonesia juga telah ada pengobatan melalui imunoterapi, yang cara kerjanya menstimulasi sistem kekebalan tubuh pasien untuk meningkatkan harapan hidup pasien kanker stadium IIIB dan IV (stadium lanjut) menjadi lebih panjang," tutup dr. Sita. (Arianto)





Share:

Kualitas Embrio Tetap Terjaga Pasca Pemadaman Listrik Serentak di Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Morula IVF Indonesia merupakan bagian dari Bundamedik Healthcare System yang fokus dalam pengembangan klinik fertilitas “Morula IVF” di Indonesia. Dalam rangka pengembangan Bundamedik Healthcare System, pada tahun 1997 mendirikan Klinik Fertilitas Morula yang saat ini telah berganti nama menjadi Morula IVF Jakarta, dan menjadi salah satu klinik fertilitas terbesar di Indonesia dengan peningkatan pasien yang mengikuti program Bayi Tabung semakin bertambah setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 30% pertahun.

Klinik Morula IVF fokus dalam membantu pasangan yang mendambakan buah hati. Dengan produk-produk layanan berupa program-program fertilitas yang sesuai dan berdasarkan indikasi yang tepat bagi calon orang tua dengan standarisasi yang ketat dipantau oleh Morula IVF Indonesia. Menggunakan brand “Morula IVF” menjadi tambahan keunggulan karena saat ini brand Morula IVF telah kuat berkat kualitas dan kompetensi dokter-dokter ahli serta Embriolog dan Perawat berpengalaman lebih dari 16 tahun.

Sehubungan pemadaman listrik yang terjadi Minggu, 4 Agustus 2019 sejak pkl.11.00 wib s/d 21.00 wib di Jakarta. Hal tersebut tidak mengganggu kinerja dan pelayanan Morula IVF yang memberikan pelayanan penyimpanan embrio yang tersimpan dengan baik. Suhu storage tank dan suhu ruangan incubator bekerja dengan normal dan tetap menjaga kualitas embrio yang tersimpan. Berikut penjelasan mengapa embrio masih dalam keadaan baik, pasca pemadam listrik serentak kemarin :
1. Embrio dikultur in vitro dalam inkubator dalam kondisi baik. Pada saat listrik mati, arus listrik langsung terhubung dengan generator. Sebagai pengamanan saat terjadi kejadian darurat mengenai kelistrikan, Morula IVF Jakarta dilengkapi dengan UPS dan 2 generator yang cukup untuk back up pada saat kejadian darurat.
2. Sperma, oosit, dan embrio beku dalam kondisi aman. Sperma, oosit dan embrio beku disimpan dalam tangki berisi nitrogen cair dengan suhu -196 derajat celcius. Saat kejadian listrik mati, sperma, oosit dan embrio beku tidak terganggu karena suhu pembekuan dikontrol oleh ketersediaan Nitrogen  cair, bukan dari energi listrik. Ketersediaan Nitrogen cair pada setiap tangki dilakukan secara rutin setiap 3 hari sekali.
3. Klinik Morula sendiri tak hanya memberikan pelayanan program bayi tabung, namun pelayanan lain yang mendukung terwujudnya impian pasangan dalam memiliki buah hati. Produk-produk layanan Klinik Morula IVF adalah :
Ovulation Induction
Tracking Cycle
Insemination Intra Uterine
Program In Vitro Fertilization (IVF)
Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI)
Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI)
Sperm Frozen
Oocyte Frozen
Embryo Frozen
Frozen Embryo Transfer
TESA, MESA, PESA
VIP Incubator
PGS

Menyadari betapa tingginya kebutuhan akan pelayanan program fertilitas yang terstandar baik dan menghasilkan outcome yang baik, maka Bundamedik Healthcare system berkomitment untuk terus mengembangkan klinik-klinik fertilitas Morula IVF di Indonesia dibawah payung “Morula IVF Indonesia”, yang hingga kini telah ada 10 klinik Morula IVF, yaitu:

Klinik Morula IVF Jakarta
Klinik Morula IVF Padang
Klinik Morula IVF Margonda
Klinik Morula IVF Surabaya
Klinik Morula IVF Melinda Bandung
Klinik Morula IVF Pontianak
Klinik Morula IVF Makassar
Klinik Morula IVF Ciputat
Klinik Morula IVF Tangerang
Klinik Morula IVF Jogjakarta (Arianto)





Share:

Kepala Staf Kepresidenan Segera Cari Solusi untuk Kasus Drg. Romi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menanggapi permasalahan yang menimpa Drg. Romi Syofpa, soal dianulirnya sebagai CPNS di Solok Selatan,  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko akan segera berkonsultasi dengan Kemenpan RB untuk mendapatkan solusi. “Kita mencoba mencari alternatif solusi, nggak ada yang nggak bisa diselesaikan. Pasti ada solusi. Yang pertama dari sisi regulasi dan yang kedua dari sisi kepatutan,” jelas Kastaf ketika menerima drg. Romi, di Bina Graha, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Kasus di Solok Selatan ini bukanlah pandangan pemerintah secara luas. Ini adalah kasus yang lebih personal. Pandangan pemerintah, soal kaum difabel juga jelas dan tidak membeda-bedakan. “Kita di KSP sangat aktif memperjuangkan hak-hak kaum difabel. Ini bukan retorika, tetapi betul-betul kita perjuangkan. Hampir setiap kegiatan difabel kami datang, presiden juga datang,” ungkap Moeldoko.

Secara pribadi, Kepala Staf juga membesarkan hati, Romi patut bersyukur, ada banyak empati dan rasa peduli yang ditujukan kepadanya dalam menghadapi permasalahan ini. “Secara pribadi nggak bisa menerima, tetapi secara sosial mendapatkan tempat. Semuanya simpati dan empati, ini adalah anugerah. Itu perlu disyukuri,” imbuhnya.

Seperti diketahui kasus Drg. Romi bermula dari pembatalan kelulusan sebagai CPNS di Kabupaten Solok Selatan, Sumbar. Padahal sejak tahun 2015 yang bersangkutan sudah berkerja sebagai dokter PTT  Kemenkes di tempat ini. Pada Juli 2016 Juli, usai melahirkan anak ke-2, ia mengalami kelemahan pada saraf kaki yang mengharuskannya menggunakan kursi roda. Tapi ia sanggup menuntaskan kontrak PTT nya pada 2017.

Dengan menggunakan korsi roda, tak menghalangi pengabdiannya di Puskesmas Talunan. “Bahkan, setelah  selesai PTT, saya diusulkan Dinkes untuk tetap bekerja menggunakan kursi roda dengan status, tenaga harian lepas atau kontrak daerah, sampai sekarang,” paparnya.


Ketika ada pembukaan CPNS pada Oktober 2018, Romi, mengikuti seleksi dengan jalur umum. Semua seleksi sudah ia jalani. Mulai dari seleksi administrasi, kompetensi dasar dan bidang. Ia dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi. Ia juga lulus tes kesehatan jasmani, rohani, dan narkoba di RSUD Muara Labuh.

Mata, jantung, paru, dan gigi, normal. Sementara ditemukan kelemahan pada tungkai kaki. “Saya dinyatakan sehat dengan catatan kelemahan pada kaki. Dari dokter okupasi dan rehabilitasi medik, saya layak bertugas sebagai seorang dokter gigi,” jelasnya.

Sayangnya, setelah berkas lengkap, keluarlah pembatalan kelulusan sebagai CPNS dari panitia seleksi Kabupaten Solok Selatan.

Persatuan Dokter Gigi Indonesia yang mendampingi kasus ini sejak awal melihat ada tindak ketidakadilan. “Kami ingin, agar haknya kembali pulih dan bisa bekerja kembali sebagai PNS di Kabupaten Solok Selatan,” ucap Drg. Ahmad Syaukani dari PDGI pusat.

Apalagi menurutnya, kebutuhan tenaga medis khususnya dokter gigi sangat tinggi di daerah ini. Dengan pemulihan hak ini, ia berharap masyarakat di Kabupaten Solok Selatan terlayani dengan baik. (Arianto)


Share:

Kolaborasi Prodia dengan Abbott Hasilkan Tes Laboratorium yang Lebih Cepat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Sebagai kelanjutan dari kemitraan yang telah dimulai pada awal tahun ini, PT Prodia Widyahusada Tbk dan Abbott Indonesia hari Senin, 9 Juli 2019 di Jakarta mengumumkan bahwa kerja sama kedua perusahaan tersebut telah berhasil meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja dari layanan kesehatan laboratorium bagi masyarakat Indonesia. Kemitraan strategis antara Prodia dan Abbott, yang telah diumumkan pada Januari lalu, menunjukan bahwa penggunaan sistem Total Laboratory Automation (TLA) di laboratorium untuk memproses tes diagnostik dapat membantu memberikan kepastian kepada pasien bahwa mereka akan menerima hasil yang akurat dan tepat waktu terkait dengan kondisi kesehatan mereka.

Saat ini, semakin banyak masyarakat usia dewasa yang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan peningkatan jumlah masyarakat dewasa yang melakukan pemeriksaan kesehatan selama beberapa tahun terakhir ini telah tercatat dengan baik. Hal ini disebabkan tes diagnostik telah memainkan peran penting dalam berbagai aspek kesehatan dan memandu kurang lebih 70% dari keputusan-keputusan klinis yang penting.

Berdasarkan American Association for Clinical Chemistry (AACC), penyakit berisiko tinggi membutuhkan laboratorium dengan fasilitas keselamatan dan keamanan tingkat tinggi. Oleh karena itu, kini semakin banyak institusi kesehatan yang menyadari bahwa kesiapan laboratorium merupakan hal penentu diagnosis, dan bukan hanya pendukung diagnosis.


dr. Bettia M Bermawi SpPK, Dokter Patologi Klinik dari RS St. Carolus, mengungkapkan:
“Pemeriksaan kesehatan rutin telah menjadi anjuran pemerintah yang tertuang dalam GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sebagai aksi pencegahan untuk memperoleh gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ketepatan hasil laboratorium sangat penting bagi para dokter. Salah satu faktor kesuksesan dalam mencegah penyebaran suatu penyakit adalah dengan mendapatkan diagnosis dengan cepat, tepat, dan akurat. Sehingga, tindakan selanjutnya dapat diambil baik itu ditujukan untuk pencegahan maupun pengobatan. Dengan demikian, sangatlah penting untuk memilih laboratorium klinik yang tepat dengan fasilitas lengkap, layanan berkualitas, teknologi yang mutakhir dan kepatuhan terhadap peraturan serta terakreditasi.

Kemitraan antara Abbott dan Prodia menghadirkan sistem automasi laboratorium yang dapat membantu dokter dalam memberikan diagnosis yang akurat.

Prodia dan Abbott telah sepakat untuk bermitra selama tujuh tahun mendatang (hingga Desember 2025) guna penyediaan Total Laboratory Automation dan informatika di laboratorium pusat rujukan nasional atau PNRL (Prodia National Reference Lab), Jakarta. Kerja sama ini mencakup ACCELERATOR A3600 track (yang membantu menghubungkan platform diagnosis dengan mengautomasikan proses pra-analitik, analitik hingga pasca-analitik), Architect™ c8000 analyzer untuk pengujian kimia klinis, Architect™ i2000 analyzer untuk pengujian imunologi, dan AlinIQ Analyzer Management System (AMS) middleware (perangkat antara) untuk pengawasan secara real time berbagai proses pekerjaan laboratorium.

Menambahkan automasi ke dalam pengujian laboratorium diagnostik didesain untuk membantu mengurangi waktu penyelesaian suatu hasil pemeriksaan (turnaround time – TAT), mengurangi kesalahan yang muncul dari proses manual dan meningkatkan efisiensi proses di setiap tahap – hal ini dimungkinkan oleh sebuah sistem automasi dan perangkat antara (middleware) yang canggih.


Dr. Dewi Muliaty M.Si, President Direktur Laboratorium Klinik Prodia, menjelaskan, “Guna mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang, Prodia berinisiatif untuk memperbarui sistem otomatisasi kami.

Dengan teknologi diagnostik baru milik Abbott, kata Dewi, Prodia dapat meningkatkan waktu penyelesaian hasil pemeriksaan (turnaround time) yang lebih cepat, mengurangi potensi kesalahan manusia, dan membantu karyawan kami untuk mengerjakan tugas-tugas baru. Dengan peningkatan hasil yang telah diukur dalam lima bulan terakhir ini, kami mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat dari para profesional medis dan pasien, melalui akurasi dan presisi.”

Sejak mengimplementasikan sistem teknologi diagnostik terbaru dari Abbott, lanjut Dewi, Prodia telah mengalami peningkatan kinerja yang terukur, sebagai berikut:
 Peningkatan sebesar 108% pada jumlah tes yang dianalisis di tahun 2019 (dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018) dengan menggunakan sistem Total Lab Automation.
 Peningkatan sebesar 43% pada jenis tes yang dianalisis dengan sistem Total Lab Automation pada tahun 2019 (dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018)
 Pengurangan 9% Turn Around Time (TAT) automasi (dibandingkan periode yang sebanding pada 2018).
 Penghapusan sembilan tahap manual, secara langsung memberikan dampak signifikan terhadap kualitas proses pengerjaan.
 Memberikan waktu lebih bagi staf laboratorium yang memungkinkan adanya re-alokasi sumber daya untuk mengerjakan sepuluh tugas baru per tahun dengan jumlah staf yang sama.

I Putu Edi Mahadi, General Manager, Abbott Indonesia, Diagnostics Division, mengungkapkan, “Memberikan hasil tes yang akurat dan tepat waktu untuk diagnosis yang lebih baik merupakan misi yang Abbott dan Prodia miliki. Kepeloporan akan keahlian Abbott di bidang diagnosis, platform pengujian inovatif, dan teknologi automasi yang mutakhir memungkinkan laboratorium-laboratorium di Indonesia untuk dapat menjawab kebutuhan pasien yang berkembang secara real time dan dalam skala besar.”

"Dengan jumlah sampel yang diuji oleh Prodia diperkirakan akan melampaui 1 juta dalam lima tahun mendatang, dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bergantung kepada hasil tes diagnostik untuk keputusan-keputusan kesehatan, kemitraan strategis automasi laboratorium antara Prodia dan Abbott memberikan jaminan
dan kecepatan yang dapat diandalkan oleh para profesional medis," tutup Dewi. (Arianto)





Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini