Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Pelajaran Sukses dari Ahok hingga Dahlan Iskan: Integritas, Fokus, dan Ketekunan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah tokoh bisnis dan publik Indonesia membagikan pandangan tentang integritas, fokus, dan ketekunan sebagai fondasi kesuksesan dalam berbagai kesempatan diskusi.

Percakapan dan pertemuan informal dengan para tokoh ini menghadirkan satu benang merah: keberhasilan jarang lahir dari jalan pintas. Ia dibangun oleh karakter, konsistensi, dan keberanian mengambil sikap.

Integritas dan Dampak Sosial

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah menyampaikan, kepemimpinan bertumpu pada kelurusan karakter. “Kalau kepalanya lurus, bawahnya juga lurus,” ujarnya.

Pesan itu menekankan integritas, keteladanan, dan autentisitas. Kepintaran atau gelar, menurutnya, tak cukup tanpa kejujuran dan konsistensi dalam bertindak.

Pengusaha Andrew Susanto juga berbagi sudut pandang berbeda soal negosiasi. Dalam setiap kesepakatan, kata dia, jangan takut menawar ekstrem hingga diprotes. Dari situlah peluang “good deal” terbuka.

Sementara itu, Grace Tahir dari Mayapada Group menegaskan, kekayaan bukan tujuan akhir. Dampak sosial justru menjadi orientasi utama.

Baginya, uang hanyalah alat. Pendidikan, kesehatan, dan perubahan sosial adalah tujuan yang lebih besar. Ketika dampak dibangun, nilai ekonomi akan mengikuti.

Fokus dan Turun ke Lapangan

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengingatkan pentingnya fokus jangka panjang. Ia menyarankan konsistensi minimal sepuluh tahun di satu bidang.

“Jangan lompat pagar,” pesannya. Berpindah-pindah terlalu cepat hanya akan menghambat kedalaman kompetensi.

Pelajaran lain datang dari Sigit Djokosoetono, Deputi CEO Bluebird Group. Ia pernah turun langsung menjadi sopir taksi untuk memahami realitas lapangan.

Langkah itu bukan pencitraan. Ia ingin mendengar langsung suara pekerja yang sering tak sampai ke meja manajemen.

Ada pula pesan sederhana tentang daya tahan. Kegagalan, selama tidak membuat seseorang menyerah, bukanlah akhir perjalanan.

Dari beragam kisah itu, satu pelajaran terasa relevan: teori penting, tetapi pemahaman nyata terhadap operasional dan karakter pribadi jauh lebih menentukan arah sukses seseorang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Strategi Branding: Kekuatan Psikologi Warna


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah riset pemasaran menunjukkan pilihan warna pada brand memengaruhi persepsi dan keputusan beli konsumen melalui pendekatan psikologi warna.

Pernah bertanya mengapa banyak merek makanan cepat saji identik dengan merah? Lihat saja gerai KFC, Mixue, atau Pizza Hut. Warna itu bukan kebetulan.

Dalam kajian pemasaran, fenomena tersebut dikenal sebagai psikologi warna. Warna dinilai mampu memengaruhi emosi, perhatian, hingga dorongan bertindak konsumen saat berhadapan dengan produk.

Merah hingga Kuning: Membangun Impuls dan Energi

Merah kerap diasosiasikan dengan energi, panas, dan urgensi. Warna ini cepat menarik perhatian dan sering digunakan pada produk yang menuntut keputusan spontan.

Di industri makanan, merah lazim dipadukan dengan kuning. Kombinasi ini memberi kesan hangat, ramah, sekaligus menggugah selera. Tak heran pola tersebut banyak dipakai restoran cepat saji global.

Selain sektor kuliner, merah juga identik dengan brand minuman seperti Coca-Cola yang menekankan kesan dinamis dan mudah diingat.

Kuning, di sisi lain, merepresentasikan optimisme dan keceriaan. Warna ini dekat dengan segmen anak muda serta produk keluarga.

Produk seperti Tolak Angin, Chitato, hingga karakter populer Pokémon memanfaatkan kuning untuk membangun kesan ceria dan mudah dikenali.

Biru, Hitam, Hijau: Kepercayaan hingga Keberlanjutan

Biru banyak digunakan sektor perbankan dan teknologi karena identik dengan stabilitas dan rasa aman. Di Indonesia, warna ini dominan pada identitas Bank BCA, Bank BRI, serta Bank Mandiri.

Platform digital global seperti Facebook juga memanfaatkan biru untuk membangun kepercayaan dan kesan profesional.

Hitam menawarkan citra berbeda. Warna ini lekat dengan kemewahan, formalitas, dan eksklusivitas. Industri fesyen premium, seperti Chanel dan Louis Vuitton, menjadikannya identitas utama.

Sementara itu, hijau sering diasosiasikan dengan kesehatan dan keberlanjutan. Perusahaan teknologi dan layanan digital seperti Tokopedia, Gojek, serta Grab menggunakannya untuk menegaskan citra ramah lingkungan dan pertumbuhan.

Putih pun tak kalah penting. Warna ini menampilkan kesan bersih dan sederhana, sebagaimana terlihat pada identitas Apple yang menonjolkan minimalisme.

Sejumlah laporan pemasaran, termasuk kajian Color Psychology, menyebut pemilihan warna tepat dapat meningkatkan pengenalan merek hingga 80 persen dan memengaruhi ketertarikan beli hingga 85 persen.

Artinya, warna bukan sekadar estetika. Ia bekerja secara emosional, membentuk persepsi, lalu mendorong keputusan. Bagi pelaku UMKM, bisnis daring, hingga perusahaan besar, strategi warna menjadi bagian penting dalam membangun identitas sekaligus kepercayaan pasar.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

APINDO Siap Dukung Prabowo Perluas Lapangan Kerja Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Indonesia menyatakan kesiapan mendukung agenda Presiden Prabowo Subianto memperluas lapangan kerja dan memperkuat industrialisasi nasional dalam audiensi di Hambalang, Bogor, Senin (9/2).

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyatakan komitmennya mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan mendorong industrialisasi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, dalam audiensi antara Presiden dan perwakilan pengusaha yang tergabung dalam APINDO di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2).

Menurut Shinta, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, sejalan dengan semangat Indonesia Incorporated dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Audiensi itu dihadiri pengusaha dari berbagai sektor. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi peran dunia usaha yang terus menjunjung nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi membangun iklim usaha yang sehat dan kolaboratif.

Keberagaman, menurut Presiden, merupakan kekuatan strategis yang mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat persatuan nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengajak dunia usaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor padat karya, mulai dari industri tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, hingga makanan dan minuman.

Presiden juga mengapresiasi kontribusi dunia usaha yang selama ini telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di sektor-sektor tersebut dan menegaskan pentingnya keberlanjutan penciptaan pekerjaan.

“Arahan Presiden untuk memperluas lapangan kerja menjadi dorongan kuat bagi dunia usaha. APINDO siap mengambil peran aktif dalam memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” kata Shinta dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2).

Menurut Shinta, penciptaan lapangan kerja membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah dan dunia usaha. APINDO, kata dia, siap berkolaborasi mendorong investasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja di berbagai daerah.

Ia menekankan, dunia usaha membutuhkan peran aktif pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tidak semata berfokus pada aspek pengupahan, agar kebijakan ketenagakerjaan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dan berdaya saing.

“Peningkatan daya saing nasional tidak hanya bertumpu pada perjanjian perdagangan, tetapi juga pembenahan struktural di dalam negeri. Debottlenecking regulasi, perizinan, logistik, dan biaya produksi menjadi kunci,” ujarnya.

APINDO menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Prabowo dalam memperkuat industrialisasi nasional, yang diyakini akan memberikan manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Penguatan industrialisasi nasional adalah langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia,” pungkas Shinta.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor 


Share:

APINDO dan Coca-Cola Salurkan Beasiswa Pascabanjir


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepedulian dunia usaha terhadap pemulihan pascabencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata APINDO bersama Coca-Cola Europacific Partners dengan menyalurkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa terdampak banjir.

Program beasiswa senilai 50.000 Euro ini ditujukan untuk mahasiswa di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, guna menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah tekanan ekonomi pascabencana.

Penyerahan bantuan dilakukan di Sekretariat APINDO Jakarta, Jumat (30/1), melalui koordinasi DPN APINDO yang menyasar mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, dan Universitas Syiah Kuala.

Ketiga perguruan tinggi tersebut berada di wilayah yang terdampak langsung banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir, dengan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

Data Kemdiktisaintek per Desember 2025 mencatat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memengaruhi 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi.

Sebagian mahasiswa berisiko tidak melanjutkan studi akibat kondisi ekonomi keluarga yang terdampak, menjadikan dukungan pendidikan sebagai kebutuhan mendesak pascabencana.

Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menegaskan keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas bersama, termasuk saat masyarakat menghadapi krisis akibat bencana alam.

Menurut Shinta, pendidikan tidak boleh terhenti oleh bencana, karena akses belajar merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Ia menyebut kolaborasi APINDO dan Coca-Cola mencerminkan komitmen nyata dunia usaha dalam berperan aktif mendukung pemulihan sosial masyarakat terdampak.

“Kolaborasi ini adalah wujud tanggung jawab sosial dunia usaha untuk hadir saat masyarakat paling membutuhkan,” ujar Shinta, menegaskan pentingnya sinergi sektor swasta dan masyarakat.

Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina menyampaikan beasiswa ini bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan sosial pascabencana, khususnya sektor pendidikan.

Menurut Karina, pendidikan menjadi kunci utama membangun ketahanan masyarakat pascabencana, sekaligus memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi tanpa tekanan berlebih.

Ia menambahkan dukungan pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tanggap darurat, melainkan kontribusi berkelanjutan dunia usaha bagi wilayah terdampak.

Selain beasiswa, CCEP Indonesia juga menyalurkan 222 unit mesin filter air bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.

Distribusi bantuan air bersih dilakukan melalui perguruan tinggi penerima beasiswa serta Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh, untuk memulihkan akses air minum yang aman.

Karina menekankan pemulihan pascabencana tidak terpisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala Prof. Mustanir menyampaikan apresiasi atas dukungan beasiswa yang membantu mahasiswa Aceh tetap melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang.

Ia menilai bencana tidak hanya merusak infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mengancam keberlangsungan studi mahasiswa di daerah terdampak.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menilai kolaborasi dunia usaha dan perguruan tinggi sangat penting untuk menjaga ketahanan pendidikan pascabencana.

Menurutnya, beasiswa ini memberi harapan dan kepastian bagi mahasiswa terdampak UNAND untuk melanjutkan studi dan menata masa depan.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan yang menilai dukungan dunia usaha krusial menjaga akses pendidikan.

Ia menegaskan bantuan ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga memberi dorongan moral agar mahasiswa tetap berprestasi.

Sinergi APINDO, Coca-Cola, dan perguruan tinggi diharapkan menjadi contoh kolaborasi strategis dunia usaha dalam memperkuat ketahanan sosial pascabencana.

Inisiatif ini menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah bencana, demi menjaga masa depan generasi muda Indonesia.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

HUT ke-74 APINDO, Shinta Kamdani Bicara Masa Depan Dunia Usaha


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperingati HUT ke-74 sebagai momentum refleksi perjalanan dunia usaha nasional sekaligus penegasan arah kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.

Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani menegaskan sejak berdiri 1952, APINDO konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga hubungan industrial, memperkuat daya saing, dan mendorong pertumbuhan inklusif.

Memasuki 2026, usia 74 tahun dipandang bukan puncak capaian, melainkan fase lanjutan dengan fokus penguatan ketenagakerjaan, produktivitas, advokasi kebijakan strategis, serta dukungan bagi industri dan UMKM.

Shinta menekankan masa depan dunia usaha harus memberi dampak nyata, tidak hanya mengejar skala pertumbuhan, tetapi menghadirkan kontribusi ekonomi yang bermakna bagi masyarakat luas.

Ke depan, APINDO mendorong keterlibatan dunia usaha sejak tahap perumusan kebijakan, desain pembangunan, hingga fase awal transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

APINDO juga menegaskan komitmen pro-stability, pro-growth, dan pro-poor, sembari menunjukkan peran sosial nyata melalui respons cepat bantuan kemanusiaan saat bencana alam melanda Sumatra.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 




Share:

Pasutri Muda Jual Gorengan Raup Omzet Fantastis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di usia muda saat banyak orang masih bimbang, Yusuf memilih jalan sederhana jualan gorengan keliling, keputusan sunyi yang justru mengubah hidup dan masa depannya.

Kisah itu bermula ketika Yusuf, 23 tahun, ingin menikah namun tak punya penghasilan tetap. Dengan modal nekat dan gerobak, ia memilih berjualan gorengan di pinggir jalan.

Usaha gorengan OTR dijalani Yusuf bersama sang istri, berpindah dari CFD, pasar, hingga titik keramaian. Dimulai awal 2024, mereka konsisten hadir meski cuaca dan lokasi berubah.

Awalnya hanya enam menu sederhana. Resep terus diperbaiki, variasi ditambah, dan pelayanan dijaga. Di balik kesan sepele, omzet harian mereka pernah menyentuh 3 hingga 8 juta rupiah.

Bagi Yusuf, ini bukan sekadar soal uang. Ada cerita jatuh bangun, kehujanan, rugi bahan, hingga komplain pembeli. Semua dijalani tanpa gengsi, demi berdiri di kaki sendiri.

Ia mengakui media sosial, terutama TikTok, membantu memperluas jangkauan. Namun menurutnya, viral bukan keajaiban. “Yang bikin bertahan itu konsistensi dan kualitas,” ujarnya.

Pilihan hidup Yusuf kerap diremehkan. Namun justru dari gerobak sederhana, ia dan istri membangun sinergi, berbagi peran, dan saling menguatkan menghadapi kerasnya jalanan.

“Yang penting halal dan jalan,” kata Yusuf. Prinsip itu membuatnya tak bergantung pada orang tua, sekaligus membuktikan kerja kecil bisa memberi hidup layak dan bermartabat.

Cerita pasutri muda ini menjadi cermin bahwa rezeki tak selalu datang dari jalan terlihat keren, melainkan dari keputusan berani menekuni hal sederhana.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Kemitraan MII dan Alibaba Cloud Dorong Lompatan Digital Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Mitra Integrasi Informatika (MII) resmi bermitra dengan Alibaba Cloud untuk memperkuat layanan cloud nasional, menjawab kebutuhan transformasi digital perusahaan Indonesia yang kian agresif.

Kemitraan strategis ini diumumkan sebagai respons atas lonjakan kebutuhan infrastruktur digital yang fleksibel, aman, dan kompetitif, seiring adopsi teknologi cloud lintas sektor industri yang terus meningkat.

Kolaborasi MII dengan Alibaba Cloud menyasar perusahaan yang membutuhkan fondasi teknologi adaptif melalui layanan cloud terintegrasi end-to-end.

Sinergi ini mempertemukan kekuatan solusi teknologi MII dengan infrastruktur global Alibaba Cloud, menciptakan ekosistem digital yang lebih efisien dan siap menopang inovasi berkelanjutan.

Direktur Business Application MII, Kartiwan Johanes, menegaskan kolaborasi ini memperkuat posisi MII sebagai mitra transformasi digital dengan solusi cloud yang scalable, aman, dan relevan.

“Kami menghadirkan solusi cloud yang selaras dengan kebutuhan bisnis pelanggan, mendukung pertumbuhan jangka panjang melalui teknologi yang mudah dikembangkan,” ujar Kartiwan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/01/2026).

Sean Yuan, Country Manager Alibaba Cloud Indonesia, menyebut Indonesia sebagai pasar strategis dengan kebutuhan cloud dan AI yang menuntut kurasi lokal melalui kemitraan erat bersama pemain nasional.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mempercepat transformasi digital nasional, memperkuat daya saing perusahaan, dan membuka ruang inovasi teknologi lintas industri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


 

Share:

Waspada! Dugaan Penipuan Bermodus Usaha di Mangga Dua Square


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kawasan Mangga Dua Square menjadi perhatian publik setelah muncul laporan dugaan penipuan bermodus kerja sama bisnis yang menimbulkan kekhawatiran pengunjung dan pekerja.

Isu dugaan penipuan kembali mencuat di kawasan pusat perbelanjaan Mangga Dua Square, Jakarta, setelah sejumlah pihak mengaku mengalami kerugian dalam kerja sama usaha yang ditawarkan seorang perempuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tersebut melibatkan seorang perempuan berinisial EA, yang disebut menawarkan kerja sama bisnis dengan skema bagi hasil, disertai permintaan setoran modal melalui transfer bank.

Peristiwa ini disebut terjadi sepanjang tahun 2025 di area Mangga Dua Square, Jakarta Pusat, dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan berasal dari kalangan pengunjung, pekerja, serta rekan usaha.

Seorang saksi bernama Rere menyampaikan bahwa dirinya mengetahui beberapa pihak mengalami kerugian finansial, termasuk pekerja di lingkungan pusat perbelanjaan, dengan nilai yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.

“Polanya hampir sama, diajak kerja sama usaha, lalu komunikasi terputus setelah dana ditransfer,” ujar Rere, Jumat (26/12/2025), sambil menekankan bahwa informasi tersebut berasal dari cerita para pihak yang merasa dirugikan.

Rere juga menyebut bahwa dugaan kerugian tidak hanya dialami rekan kerja atau pengunjung, namun juga orang-orang yang memiliki kedekatan personal, sehingga menimbulkan dampak emosional yang lebih luas.

Menurut keterangan yang beredar, EA dikenal beraktivitas sebagai pedagang produk fashion wanita dan kerap berpindah lokasi usaha, sehingga cukup dikenal di lingkungan Mangga Dua Square sebelum isu ini muncul.

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terduga maupun aparat penegak hukum terkait kebenaran laporan tersebut, dan seluruh informasi masih bersifat dugaan dari pihak-pihak terkait.

Sejumlah pihak berharap pengelola kawasan dan aparat berwenang dapat menindaklanjuti laporan masyarakat guna memastikan kepastian hukum serta menjaga rasa aman di area publik.

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap tawaran kerja sama bisnis dan mengedepankan verifikasi, sembari menunggu kejelasan hukum dari pihak berwenang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Entrepreneur Hub PMII Dorong Kemandirian Ekonomi Generasi Digital


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gerakan wirausaha muda kembali digaungkan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melalui Entrepreneur Hub Movement bertema "Hidupkan Spirit Nahdlatut Tujar 5.0 Menuju Ekonomi 8%" di Jakarta, Selasa (26/11).

Acara ini menegaskan kebutuhan PMII untuk berpindah dari wacana menuju aksi nyata. Aktivitas diluncurkan sebagai respons meningkatnya kebutuhan kompetensi digital dan jaringan bisnis generasi muda Indonesia.

PB PMII menyampaikan pentingnya membangkitkan spirit nahdlatut tujar 5.0, warisan kewirausahaan para pendiri NU, sebagai fondasi menyiapkan pengusaha muda yang tangguh menghadapi era ekonomi digital.

Dalam forum tersebut, Asia Coach Indonesia Erry Ismali memaparkan sepuluh formula pertumbuhan bisnis yang dinilai relevan menghadapi ketidakpastian. Peserta diajak memahami prinsip customer fokus sebagai dasar keberlanjutan usaha.

Erry menekankan bahwa fokus pada pelanggan menjadi kunci membangun keunggulan bersaing. la menjelaskan nilai produk pemenang harus selaras kebutuhan pasar dan mampu menjawab perubahan perilaku konsumen digital.

la menambahkan bahwa business excellent menjadi tahap lanjutan setelah fondasi pelanggan kuat. Proses ini mencakup tata kelola usaha, pengembangan tim, serta kemampuan mengelola operasi dengan efisiensi terukur.

Pesan itu mendapat respons positif dari peserta yang menilai metode tersebut relevan dengan kondisi lapangan yang mereka hadapi. Banyak kader menyebut formula praktis membantu mengurangi kesalahan umum wirausaha pemula.

PB PMII menegaskan bahwa penguatan wirausaha menjadi kebutuhan mendesak. Dengan sinergi antara komunitas, pelatih profesional, dan jaringan ekonomi digital, mereka berharap tumbuh generasi pengusaha muda yang mandiri dan berdaya saing.

Agenda ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan. PMII menargetkan ekosistem wirausaha kader menjadi pendorong pertumbuhan nasional, sekaligus kontribusi konkret menuju visi ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan inklusif.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
 
Share:

Strategi Unik Sales: Melarang Beli Malah Bikin Overtarget


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di dunia penjualan, ada strategi unik yang sering dianggap aneh namun terbukti efektif. Salah satunya adalah melarang calon customer membeli produk tertentu.

Kisah ini terjadi di sebuah pameran motor di PRJ Kemayoran. Seorang ibu datang menunjuk motor sport, namun sales justru menahannya membeli.

“Bu, jangan beli motor ini ya. Terlalu kencang, bisa berbahaya,” ucap sang sales. Kalimat itu langsung membangun kepercayaan mendalam.

Alih-alih memaksa closing, sales cerdas selalu bertanya lebih dulu. “Kalau boleh tahu, ini untuk Ibu sendiri atau untuk siapa?” ujarnya.

Pertanyaan itu membuat ibu bercerita, motor tersebut untuk anak perempuannya yang baru berusia 17 tahun. Papanya khawatir, anaknya ngotot.

Di situlah kebutuhan nyata muncul: motor aman bagi pemula. Empati sales menghadirkan rasa peduli, sehingga customer merasa dilayani dengan tulus, bukan sekadar ditawari barang.

Sales hebat tahu, bukan produk yang dijual, melainkan solusi atas kebutuhan. Closing menjadi lebih mudah karena trust sudah terbentuk sejak awal.

Namun, strategi ini harus tepat segmen. Jika customernya anak muda bergaya biker, pendekatan berbeda. Sales akan merekomendasikan motor tercepat sesuai karakternya.

Kuncinya hanya satu: gali kebutuhan. Tanpa fact finding, informasi salah bisa membuat customer kabur. Sales hebat selalu lebih banyak mendengar dibanding bicara.

Layaknya dokter, sales harus tanya dulu sebelum memberi solusi. Jika dokter asal kasih obat, risikonya salah. Sama dengan penjual asal sodorkan produk.

Sales terbaik bukan pendorong produk. Mereka mendahulukan kepentingan customer dengan bertanya, berempati, lalu memberi solusi yang sesuai kebutuhan nyata.

Sayangnya, banyak sales gagal karena terlalu banyak bicara tanpa memahami kebutuhan customer. Padahal, jika tekniknya benar, closing bisa jauh lebih mudah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kolaborasi Vidio dan Shopee Hadirkan Belanja Online Sambil Menonton Konten


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta — Vidio resmi meluncurkan Vidio Shopping, fitur revolusioner hasil kolaborasi strategis dengan Shopee. Inovasi ini memadukan hiburan premium dan kemudahan belanja online langsung dalam satu layar interaktif.

Melalui fitur ini, penonton bisa membeli produk yang muncul di tayangan favorit tanpa meninggalkan aplikasi. Fitur picture-in-picture (PIP) memastikan hiburan tetap berjalan meski aktivitas belanja berlangsung.

Saat fase Alpha Juli 2025, Vidio Shopping diuji pada konten unggulan seperti Premier League, Asmara Gen Z, dan Vidio Original Series populer. Respon penonton terbilang antusias.

Brand ternama seperti Wondermist, Majika, Wardah, hingga Emi sudah bergabung dalam ekosistem content commerce ini. Penonton bisa membeli produk kecantikan, fashion, hingga gadget, hanya dengan sekali klik.

Tak seperti platform berbasis UGC, Vidio menghadirkan konten terkurasi. Produk muncul di momen relevan, terhubung langsung dengan katalog Shopee, menjadikan belanja lebih praktis dan tetap menghibur.

Sejak memasuki fase Beta, data menunjukkan lonjakan signifikan. Rata-rata produk terjual harian naik 41%. Pada periode payday, peningkatan bahkan mencapai 47% dibandingkan bulan sebelumnya.

Tren menarik juga hadir dari konten hiburan. Sinetron dan K-Drama menjadi favorit belanja fashion dan beauty, dengan transaksi 1,5 kali lebih banyak dibandingkan genre lainnya.

Sebagai rumah olahraga, Vidio menghadirkan Premier League hingga BRI Liga 1. Tayangan olahraga terbukti mendorong peningkatan transaksi, termasuk dari penonton live TV interaktif.

Untuk kategori Moms & Kids, tayangan anak dan animasi mencatat konversi tertinggi, 1,2 kali lebih tinggi dibandingkan kategori hiburan lainnya.

Sejumlah brand besar seperti Samsung, Johnson’s Baby, Garnier Men, Kahf, hingga Wardah ikut mendukung ekosistem ini. Vidio Shopping pun semakin memperluas daya tariknya.

Hermawan Sutanto, Managing Director Vidio, menyebut fitur ini sebagai integrasi hiburan dan gaya hidup digital. Menurutnya, penonton kini bisa nonton sekaligus checkout lebih personal.

“Dari tayangan olahraga hingga Vidio Original Series, pengalaman belanja kini hadir lebih kontekstual, menyenangkan, dan langsung dari layar hiburan favorit,” jelas Hermawan di Jakarta, Selasa (30/09/2025).

Shopee turut memperkuat kolaborasi melalui ekosistem e-commerce berbasis teknologi canggih. Fitur dan program Shopee mendukung koneksi mulus antara konten dan commerce.

Sementara itu, Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee, menegaskan fitur ini membuka peluang lebih luas bagi brand lokal dan UMKM.

“Vidio Shopping menghadirkan cara baru berbelanja di Shopee yang lebih interaktif, seamless, dan menyenangkan, sambil membuka kesempatan besar bagi UMKM,” ujar Adi.

Peluncuran ini juga diramaikan kehadiran brand lokal artis terkenal. Wulan Guritno merilis Manifest, sementara Asri Welas memperkenalkan lini fashion ramah lingkungan Denyut Semesta.

Manifest hadir sebagai brand lifestyle yang menghadirkan parfum, diet, dan detox. Wulan ingin mengajak masyarakat merayakan keseimbangan hidup lewat ritual sederhana.

“Manifest lahir dari keyakinan bahwa kecantikan adalah keseimbangan hidup. Vidio Shopping x Shopee menjadi ruang ideal memperkenalkan produk ini,” jelas Wulan.

Sementara itu, Asri Welas meluncurkan Denyut Semesta, koleksi fashion berbasis limbah tekstil daur ulang, diolah kembali menjadi kain indah bernuansa batik berkelanjutan.

“Denyut Semesta mengajak kita lebih peka terhadap alam dan sesama. Limbah tekstil bisa diolah jadi karya bermanfaat sekaligus bernilai seni,” ungkap Asri.

Kedua brand lokal ini diluncurkan bersamaan dengan tayangan Vidio Original Series terbaru berjudul Mama-Mama Pengejar Cinta (MMPC) yang dibintangi Wulan, Asri, dan Masayu Anastasia.

Serial MMPC menceritakan kisah tiga sahabat yang mencari arti cinta dan kebahagiaan di usia matang, penuh humor segar dan pesan inspiratif.

Kehadiran Vidio Shopping dengan Shopee bukan hanya inovasi digital, tapi juga peluang ekonomi baru. Brand lokal dan UMKM bisa menjangkau audiens luas secara relevan.

Dengan sinergi hiburan dan belanja, Vidio dan Shopee menghadirkan pengalaman unik bagi masyarakat. Kini, nonton sambil checkout bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto




Share:

Ritel Indonesia Runtuh, Ribuan Gerai Tutup Permanen dan Masa Depan Industri Jadi Pertaruhan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ritel Indonesia memasuki masa kelam. Data APRINDO mencatat lebih dari 1.800 gerai resmi tutup dalam lima tahun terakhir, mengguncang kepercayaan konsumen dan investor.

Persaingan sengit, biaya operasional melonjak, serta perubahan perilaku belanja masyarakat menjadi kombinasi mematikan yang menumbangkan banyak pemain lama, bahkan merek besar sekalipun.

Giant, sang raja hypermarket yang dulu berjaya, resmi menutup seluruh gerainya pada 2021. Penjualan terus menurun, beban biaya meningkat, membuat perusahaan tak mampu bertahan.

Matahari, ikon ritel fesyen tanah air, juga mengalami nasib serupa. Belasan gerai ditutup sepanjang 2020–2022 akibat sepinya mall dan arus kas tertekan.

Turunnya traffic mall dan tetap tingginya biaya operasional menjadi tekanan ganda. Tanpa strategi cepat, perusahaan ritel besar makin sulit menjaga kesehatan finansial.

Kini musuh utama ritel bukan lagi toko sebelah, melainkan e-commerce. Harga lebih murah, promo agresif, dan kemudahan transaksi memikat konsumen urban.

Bisnis ritel konvensional terancam hilang jika tak segera berinovasi digital. Integrasi online-offline menjadi solusi utama agar tetap relevan bagi generasi baru.

Penerapan aplikasi loyalitas, analisis data perilaku konsumen, hingga promosi digital personal diyakini mampu mengembalikan kedekatan brand dengan pelanggan setia.

Namun, transformasi digital saja tidak cukup. Perusahaan ritel wajib memperkuat pondasi finansial, menekan biaya, serta mengelola stok lebih efisien untuk bertahan.

Strategi harga adaptif, manajemen arus kas sehat, serta inovasi layanan akan menjadi kunci menjaga bisnis tetap tumbuh di tengah badai persaingan.

Masa depan ritel Indonesia terletak pada kombinasi manajemen keuangan solid dan inovasi digital berkelanjutan agar mampu bangkit serta memenangkan hati konsumen.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Belajar dari Kisah Ahmad Sahroni: Salah Ngomong Bisa Hancurkan Karier Sales Anda


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kisah Ahmad Sahroni menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang. Ini adalah refleksi penting, terutama bagi sales profesional. Sama seperti politisi, ucapan adalah nyawa.

Satu kesalahan fatal bisa meruntuhkan kepercayaan publik. Bagi sales, klien adalah segalanya. Kepercayaan mereka adalah fondasi karier yang tak tergantikan.

Saat Ahmad Sahroni meremehkan kritik, ia menghadapi backlash luar biasa. Sales harus belajar dari ini. Saat klien komplain, jangan terpancing emosi.

Tanggapi dengan tenang, beri solusi konkret. Keahlian menangani keluhan menunjukkan profesionalisme. Sebaliknya, sikap defensif justru menghancurkan kepercayaan dan hubungan.

Pejabat publik selalu disorot kamera, begitu juga sales. Jejak digital dan reputasi sangat mudah menyebar. Bangunlah citra yang konsisten.

Jangan pernah memberikan janji-janji palsu. Klien akan menuntut akuntabilitas Anda. Reputasi adalah modal paling berharga bagi sales, sekali hancur, sulit diperbaiki.

Sahroni sempat dikritik karena kurangnya empati. Di dunia sales, empati sangat krusial. Pahami kebutuhan dan kondisi klien.

Jangan pernah memaksa atau bersikap arogan. Tunjukkan bahwa Anda peduli, bukan hanya mengejar target. Pendekatan yang tulus akan membangun loyalitas klien.

Saat Sahroni dipindah komisi, ia harus beradaptasi. Dunia sales juga penuh perubahan. Target, produk, atau bahkan bos dapat berubah.

Kaku dan menolak adaptasi hanya akan membuat Anda tertinggal. Mereka yang lincah dan cepat beradaptasi akan tetap berada di puncak.

Politisi dan sales memiliki kemiripan mencolok: hidup dari ucapan, empati, dan reputasi. Sekali salah langkah, karier bisa hancur.

Namun, jika Anda terampil berkomunikasi dan memahami klien, Anda pasti akan naik kelas. Ingat, setiap kata adalah investasi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Rahasia Indomaret Raup Laba Triliunan dengan Aset Turun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Omzet miliaran tak selalu menjamin keselamatan bisnis. Fakta ini terlihat dari sejumlah perusahaan raksasa Indonesia yang terpaksa pailit.

Salah satu penyebab utamanya adalah beban aset berlebihan. Semakin banyak cabang atau anak usaha, semakin besar pula beban operasional, pajak, hingga penyusutan.

Data BPI Danantara mencatat, jumlah BUMN beserta anak dan cucu usaha mencapai 1.050 perusahaan. Pemerintah berencana merampingkannya menjadi sekitar 200 entitas aktif.

Kasus ini menegaskan, menambah cabang tak selalu menambah profit. Jika semua biaya ekspansi ditanggung pusat, tambahan omzet justru habis oleh beban investasi.

Indomaret menunjukkan strategi berbeda. Perusahaan ritel ini justru mencatatkan laba bersih Rp1,8 triliun pada semester I 2025, naik 11,5 persen.

Ironisnya, laba itu diraih meski nilai aset induk turun dari Rp56,9 triliun menjadi Rp50,8 triliun. Strateginya justru efisiensi dan pembagian risiko.

Kunci suksesnya ada pada model franchise. Sekitar 60 persen gerai Indomaret dimiliki mitra, sementara pusat hanya fokus branding, supply chain, dan manajemen teknologi.

Dengan begitu, beban investasi fisik toko ditanggung mitra, sedangkan perusahaan induk tetap ringan. Hasilnya, cash flow sehat tanpa terbebani biaya masif.

Indomaret juga menggunakan skema bagi hasil adil: 60 persen untuk mitra, 40 persen bagi pusat. Sistem ini membuat semua pihak merasa diuntungkan.

Tak hanya itu, teknologi real-time membantu mengawasi stok, distribusi, dan penjualan. Satu tim pusat mampu mengelola ribuan toko tanpa pengawasan lapangan mahal.

Pelajaran jelas bagi BUMN: efisiensi lebih penting daripada sekadar jumlah cabang. Tambah gerai tanpa strategi bisa menambah stres, bukan keuntungan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
 
Share:

Drama Kebangkitan Sariwangi: Dari Utang Triliunan ke Tahta Industri Teh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panggung bisnis Indonesia pernah dihebohkan saat raksasa teh Sariwangi tumbang. Utang triliunan rupiah menyeret merek legendaris ini ke jurang kebangkrutan yang memalukan.

Bukan produknya yang gagal, tapi keputusan investasi nekat. Dana miliaran dialirkan ke proyek irigasi dan perkebunan, namun hasilnya tak mampu menutup biaya besar yang membengkak.

Utang ke bank internasional seperti HSBC, ICBC, dan Rabobank menekan dari segala sisi. Arus kas kering, laporan keuangan berantakan, dan pengelolaan anggaran nyaris tanpa arah.

Publik terkejut. Bagaimana merek yang dulunya jadi simbol teh celup Indonesia bisa terjerembab begitu dalam? Jawabannya: kesalahan strategi yang dibiarkan tanpa koreksi.

Namun drama ini tak berakhir tragis. Setelah diakuisisi dan direstrukturisasi, Sariwangi kembali bangkit. Tim baru mengubah arah bisnis dengan manajemen keuangan super disiplin.

Setiap pengeluaran kini diawasi ketat, setiap rupiah diukur produktivitasnya. Tak ada lagi investasi asal-asalan yang mengorbankan arus kas perusahaan demi proyek prestise.

Pelajaran ini menusuk para pengusaha: tim keuangan bukan sekadar pencatat angka, tapi otak pengambil keputusan strategis untuk menjaga nyawa bisnis tetap berdetak.

Bangkitnya Sariwangi mengajarkan bahwa kegagalan bukan akhir. Dengan data yang tepat, strategi jitu, dan keberanian merombak sistem, perusahaan bisa kembali memimpin pasar.

Kini, Sariwangi tak hanya selamat, tapi menguasai lagi tahta industri teh. Dari drama pahit menuju kemenangan manis, kisahnya layak jadi inspirasi bisnis nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

Belajar dari Bangkrutnya Nyonya Meneer dan Pentingnya Cashflow


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Siapa menyangka, merek jamu legendaris Nyonya Meneer yang berdiri sejak 1919, akhirnya runtuh bukan karena minim peminat, melainkan akibat krisis keuangan internal yang tak tertangani dengan baik.

Perusahaan ini pernah berjaya dengan 28.000 outlet tersebar di 19 provinsi, serta menembus pasar ekspor ke Amerika dan Eropa. Namun, kejayaan itu tidak mampu meredam badai utang senilai Rp252 miliar kepada 35 kreditur.

Situasi makin pelik ketika gaji karyawan tertunggak, iuran BPJS tak dibayar, dan pesangon karyawan pun tak jelas. Masalah utama bukan pada penjualan, melainkan pada manajemen arus kas yang kacau.

Konflik antar-generasi dalam keluarga pendiri memperparah keadaan. Minimnya sistem pelaporan keuangan yang akurat membuat keputusan emosional menjadi bumerang bagi perusahaan.

Banyak bisnis terlihat besar dan menguntungkan dari luar, padahal dalamnya rapuh. Tanpa pengelolaan kas harian, perencanaan anggaran, serta prioritas pengeluaran yang jelas, bisnis bisa runtuh sewaktu-waktu.

Kisah jatuhnya Nyonya Meneer menjadi cermin agar pelaku usaha tidak hanya fokus pada omzet, tapi juga arus kas. Karena dalam bisnis, keberlangsungan bukan ditentukan oleh angka besar semata, melainkan kestabilan keuangan yang terencana.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Bitcoin Dinilai Setara Emas sebagai Safe Haven Baru Investor


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Emas selama ini dipandang sebagai aset safe haven, yakni instrumen investasi yang nilainya relatif stabil di tengah gejolak ekonomi dan ketidakpastian pasar global.

Namun, kini muncul paradigma baru: Bitcoin mulai dianggap memiliki karakteristik serupa dengan emas. Pandangan ini berkembang seiring meningkatnya ketidakpastian global dan minat terhadap aset kripto.

Pengusaha sekaligus pendiri Indodax, Oscar Darmawan, menjelaskan kemiripan mendasar antara emas dan Bitcoin dalam sebuah siniar YouTube Success Before 30, yang tayang 4 Agustus 2025 lalu.

Menurut Oscar, baik emas maupun Bitcoin memiliki nilai karena proses produksi yang memerlukan biaya tinggi—bukan semata karena permintaan pasar.

“Emas memiliki nilai karena biaya eksplorasi, penambangan, dan pemurnian yang besar. Demikian pula Bitcoin,” ujar Oscar menjelaskan kepada audiens siniar.

Ia mengungkapkan bahwa eksplorasi emas bisa menelan biaya sekitar USD 50 per gram, belum termasuk biaya operasional lain dalam industri pertambangan.

Selain itu, keterbatasan jumlah pasokan emas di bumi turut menjaga nilainya tetap tinggi, apalagi didukung permintaan yang terus meningkat dari berbagai sektor.

Kemiripan juga terlihat pada Bitcoin. Meski digital, proses mining Bitcoin memerlukan konsumsi energi besar dan alat khusus bernilai ratusan juta rupiah.

Oscar mengungkapkan, “Biaya listrik untuk menciptakan satu Bitcoin bisa mencapai USD 25.000. Itu belum termasuk alat dan infrastruktur pendukung.”

Faktor biaya dan keterbatasan pasokan inilah yang memperkuat posisi Bitcoin sebagai alternatif investasi jangka panjang, layaknya “emas digital”.

Meski demikian, Oscar mengingatkan, baik emas maupun Bitcoin tetap memiliki volatilitas harga yang tinggi, sehingga investor harus memahami risikonya.

Di tengah transformasi ekonomi digital, Bitcoin semakin dianggap sebagai aset lindung nilai generasi baru—mendampingi posisi emas yang telah lama dominan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 

Share:

Strategi Waroeng SS Jaga Rasa & Sistem saat Ekspansi Cabang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Waroeng SS menjadi contoh restoran yang berhasil ekspansi tanpa kehilangan cita rasa khas. Meski memiliki banyak cabang, dari kota besar hingga daerah, kualitas rasa tetap terjaga di setiap lokasi.

Hal ini bukan semata karena resep, melainkan karena strategi bisnis yang berbasis sistem dan aspirasi pelanggan. Sang pemilik, Yoyok Hery Wahyono, menyebut seluruh ekspansi selalu dimulai dari survei konsumen.

"Pembukaan cabang kami dasarkan pada keinginan pelanggan. Mereka isi kuisioner soal lokasi dan inovasi yang dibutuhkan," ujar Yoyok.

Aspirasi pelanggan inilah yang menjadi dasar perencanaan ekspansi dan standarisasi operasional. Target ekspansi Waroeng SS bahkan mencakup pasar luar negeri.

Untuk menjaga rasa, pelayanan, dan efisiensi tetap seragam, Waroeng SS menerapkan SOP baku—mulai dari dapur, penyajian, hingga kasir.

Tanpa SOP yang jelas, rasa sambal bisa berbeda, waktu tunggu bisa tidak konsisten, dan pengalaman pelanggan jadi tidak seragam.

Yoyok membocorkan "rumus konsistensi" restoran: 30% dari kualitas bahan baku, 30% SOP kerja, dan 40% eksekusi oleh SDM yang disiplin.

Bahan sambal dikirim dari dapur pusat dengan takaran pasti. SDM dilatih ketat, dan tim audit rutin memantau kepatuhan standar di semua cabang.

Sistem kerja di Waroeng SS membuat peran tiap karyawan jelas, proses evaluasi efisien, dan pelatihan karyawan baru berlangsung cepat.

Selain itu, SOP terus diperbarui sesuai dinamika lapangan. Promosi pun berbasis kinerja dan disiplin mengikuti sistem.

Pelajaran penting: ekspansi Waroeng SS tidak pernah asal. Semua cabang baru dibuka hanya setelah sistem, target, dan SDM benar-benar siap.

Bagi pebisnis, ekspansi tanpa sistem hanyalah jebakan. Belajarlah dari Waroeng SS: kunci sukses ada pada sistem yang rapi dan target yang terukur.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Strategi Bisnis Warung Kaki Lima: Ilmu Lokasi dan Psikologi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di tengah hiruk pikuk kota, warung kaki lima ternyata menyimpan strategi bisnis yang jauh lebih kompleks dari sekadar jualan. Mereka bukan sekadar buka lapak sembarangan, tapi memainkan “ilmu lokasi” yang sangat presisi, didasarkan pada arus manusia, arah cahaya, dan psikologi keramaian.

Alih-alih mengejar tampilan atau estetika tempat, pedagang kaki lima memilih lokasi dengan cermat. Mereka lebih memilih area dekat lampu merah, halte, pintu pasar, atau sudut teduh di bawah pohon. Bukan karena tempatnya indah, tapi karena ramai dan pergerakan orang konstan.

Mereka pun paham bagaimana sinar matahari bekerja. Warung pagi hari cenderung buka di sisi jalan yang terkena cahaya langsung, sedangkan sore hari bergeser ke sisi yang teduh. Di siang hari, mereka berburu lokasi sejuk, agar pembeli merasa nyaman untuk berhenti.

Strategi lainnya terletak pada pengaturan barang dagangan. Jumlah porsi dibatasi agar pembeli harus menunggu, menciptakan antrian yang menarik perhatian. Dalam psikologi konsumen, kerumunan adalah bentuk validasi sosial yang ampuh.

“Rame tapi sempit”, “panas tapi laris”, atau “nggak ada tempat duduk tapi antre” adalah reaksi yang kerap kita dengar. Warung tidak mengejar pujian, melainkan aksi nyata: transaksi.

Bahkan tata letak meja pun diperhitungkan agar sejalan dengan arah mata orang yang melintas. Semuanya lahir dari pengalaman langsung, bukan teori dari buku kuliah atau software bisnis modern.

Warung pinggir jalan adalah peta hidup yang bergerak, membaca pola manusia, merespons lingkungan. Dari mereka, kita belajar: kalau bisa membaca ritme keramaian, kamu bisa menjual apa saja.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Strategi Konglomerat: Ekosistem, Foresight, dan Penerus Tangguh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Di tengah gempuran krisis dan disrupsi industri, konglomerasi seperti Salim Group, Astra, Djarum, dan Wings Group justru terus berkembang. Keberhasilan mereka bukan semata karena diversifikasi, tapi karena membangun ekosistem bisnis yang saling menopang.

Salim Group, misalnya, tidak hanya menjual mi instan. Mereka mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir—pabrik tepung, kemasan, distribusi, hingga ritel modern—sehingga menciptakan sinergi operasional.

Demikian pula Astra Group. Meski ekspansi lintas sektor, semua unit bisnisnya tetap berada dalam satu koridor yang saling mendukung: otomotif, pembiayaan, hingga infrastruktur. Strategi ini menumbuhkan efisiensi dan memperkuat daya saing.

Djarum Group memberi contoh visi jangka panjang. Setelah kokoh di industri rokok, mereka mengakuisisi BCA, lalu merambah ke sektor digital seperti Blibli dan Tiket.com. Semua dilalui bertahap, dengan fondasi kuat dan minim risiko.

Wings Group menjadi ilustrasi tentang pentingnya kontrol distribusi. Dengan jaringan logistik yang luas hingga warung dan minimarket, mereka menguasai jalur distribusi tanpa bergantung pihak ketiga. Distribusi adalah kunci dominasi pasar.

Di balik itu semua, regenerasi juga jadi faktor penting. Para pewaris tidak serta-merta diberikan tahta, melainkan diasah melalui pendidikan, magang, hingga membangun unit bisnis sendiri. Ini menciptakan pemimpin baru yang adaptif dan inovatif.

Tak kalah penting, konglomerasi ini punya apa yang disebut corporate foresight—kemampuan membaca sinyal perubahan dan menyesuaikan strategi sebelum disrupsi terjadi. Bukan sekadar ramalan, tapi kesiapan menyambut masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini