Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

CSIS Tebar Deviden Rp5,49 Miliar, Laba Bersih Naik 142 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 26,5 persen menjadi Rp105,5 miliar, disertai lonjakan laba bersih 142 persen menjadi Rp33,3 miliar. Capaian tersebut mendorong Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai perdana sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan hasil RUPST pada Kamis, 25 Juni 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,49 miliar atau setara Dividend Payout Ratio (DPR) 16,55 persen dari laba tahun buku 2025. Perseroan juga menetapkan dana cadangan wajib Rp100 juta, sedangkan sisa laba akan digunakan sebagai modal kerja untuk mempercepat pengembangan bisnis, terutama Kawasan Industri Cikembar.

Kawasan Industri Cikembar Dorong Profitabilitas

Peningkatan kinerja keuangan CSIS 2025 ditopang monetisasi lahan di Kawasan Industri Cikembar yang mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan. Kondisi tersebut membuat Net Profit Margin (NPM) meningkat dari 16,5 persen menjadi 31,5 persen.

Momentum pertumbuhan berlanjut pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp38,4 miliar atau melonjak 263 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Laba bersih juga meningkat drastis menjadi Rp20,9 miliar atau tumbuh 1.479 persen secara tahunan, dengan gross profit margin mencapai 80,3 persen dan net profit margin sebesar 54,6 persen.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan industri, CSIS mengoptimalkan dana rights issue senilai Rp198 miliar. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur kawasan serta perluasan landbank di Cikembar guna mengejar target marketing sales Rp120 miliar pada 2026.

Perkuat Manajemen dan Siapkan Proyek Jangka Panjang

RUPST juga menyetujui pengangkatan Octova Lily sebagai Direktur Perseroan. Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas manajemen dalam mengawal ekspansi bisnis, termasuk pengembangan kawasan Tenjojaya di Sukabumi yang mengusung konsep Integrated Agricultural-Based Healing Haven.

Sementara itu, Direktur Utama PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk, Tjoea Aubintoro, mengatakan CSIS memiliki kombinasi aset yang saling melengkapi. "Sentul memberikan fondasi yang matang, sementara Cikembar mulai berkembang sebagai motor pertumbuhan baru Perseroan. Di saat yang sama, Tenjojaya kami persiapkan sebagai visi jangka panjang Perseroan," ujarnya.

Menurut Tjoea, konsep Tenjojaya akan mengintegrasikan pertanian modern, wellness, community living, dan pariwisata berbasis alam sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan masyarakat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Steady Safe Cetak Laba Bersih Rp39,50 miliar di 2025


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Steady Safe Tbk (SAFE) membukukan laba bersih sebesar Rp39,50 miliar sepanjang 2025 atau meningkat 44,68 persen dibandingkan Rp27,30 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diraih meski pendapatan perseroan turun menjadi Rp209,6 miliar dari Rp233,6 miliar pada 2024. Kinerja SAFE 2025 dan strategi bisnis 2026 dipaparkan dalam Public Expose Tahunan sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada investor di Jakarta, Jum'at (26/06/2026).

Direktur Utama SAFE, John Pieter Sembiring, menjelaskan bahwa perusahaan tetap berfokus pada efisiensi operasional, optimalisasi aset, dan peningkatan kualitas layanan transportasi guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri.

Penurunan Pendapatan Dipicu Berkurangnya Kilometer Tempuh

Manajemen menjelaskan penurunan pendapatan sebesar 10,32 persen dipengaruhi berkurangnya realisasi kilometer tempuh armada bus. Sepanjang 2025, total jarak operasional tercatat 9,24 juta kilometer, turun sekitar 666 ribu kilometer dibandingkan capaian 9,91 juta kilometer pada 2024.

Di sisi lain, beban langsung berhasil ditekan menjadi Rp148,4 miliar dari Rp154,4 miliar pada tahun sebelumnya. Beban usaha relatif stabil di kisaran Rp17,79 miliar.

Perseroan juga mencatat perbaikan struktur keuangan. Total liabilitas turun signifikan 36,64 persen menjadi Rp136,4 miliar, sementara posisi ekuitas berbalik positif menjadi Rp63,08 miliar setelah pada 2024 masih mengalami defisiensi modal sebesar Rp10,97 miliar.

Strategi Operasional dan Pemasaran

Menurut John Pieter Sembiring, perusahaan menghadapi tantangan berupa kebijakan operasional dari PT Transportasi Jakarta yang berdampak pada pencapaian kilometer tempuh armada. Untuk mengatasinya, perseroan meningkatkan intensitas perawatan kendaraan, memperketat proses rekrutmen pramudi, memperkuat pelatihan keselamatan, serta memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Di bidang pemasaran, PT Steady Safe tetap berkomitmen menjalankan seluruh ketentuan layanan Transjakarta sesuai regulasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perseroan juga terus menjaga kualitas pelayanan agar tetap dipercaya sebagai operator transportasi publik sekaligus memperkuat peluang memperoleh penugasan koridor pada masa mendatang.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Cipta Perdana Lancar Perkuat Diversifikasi untuk Jaga Pertumbuhan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menegaskan komitmennya memperkuat pertumbuhan bisnis melalui ekspansi kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta pengembangan kemitraan strategis. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan dari sektor otomotif yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.

"Pendapatan perseroan meningkat dan pm 1dari Rp190,5 miliar pada 2022 menjadi Rp369,6 miliar pada 2025 atau tumbuh hampir dua kali lipat dalam periode empat tahun. Sementara laba bersih naik menjadi Rp30,2 miliar pada 2025 dari Rp23,2 miliar pada tahun sebelumnya," ujar Hamim, Direktur Utama PART dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (25/06/2025).

Hamim menegaskan komitmennya memperkuat pertumbuhan bisnis melalui ekspansi kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta pengembangan kemitraan strategis. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan dari sektor otomotif yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.

Hamim menyampaikan kinerja perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan perseroan meningkat dari Rp190,5 miliar pada 2022 menjadi Rp369,6 miliar pada 2025 atau tumbuh hampir dua kali lipat dalam periode empat tahun. Sementara laba bersih naik menjadi Rp30,2 miliar pada 2025 dari Rp23,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Segmen Otomotif Masih Mendominasi

Perseroan memproduksi berbagai komponen logam untuk industri otomotif roda dua dan roda empat, elektronik, serta sanitasi. Segmen otomotif masih menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi sekitar 80,3 persen terhadap penjualan perusahaan. Di sisi lain, lini peralatan rumah tangga mulai menunjukkan perkembangan dengan kontribusi sekitar 15,4 persen terhadap pendapatan.

Manajemen menyebut strategi diversifikasi menjadi bagian penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor sekaligus membuka peluang pasar baru yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Fokus Inovasi dan Kemitraan Strategis

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, PART menyiapkan sejumlah agenda pengembangan usaha, termasuk pengembangan peralatan pertanian, mesin pengolah sampah organik, serta produk peralatan rumah tangga berbasis logam. Perseroan juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian, BRIN, dan sejumlah mitra industri guna memperkuat inovasi produk.

Selain memperluas pasar, perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi melalui penerapan Quality, Cost and Delivery (QCD), penambahan mesin produksi, serta program penghematan energi.

Meski optimistis terhadap prospek usaha, manajemen mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan pasokan impor, perubahan kebijakan pemerintah, hingga ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. 

Namun dengan penguatan bisnis inti dan diversifikasi yang terus berjalan, perseroan meyakini dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan nilai tambah bagi pemegang saham di masa mendatang.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kuartal I 2026, SMIL Cetak Laba Bersih Rp 30,75 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) terus memperkuat langkah ekspansi bisnis dengan menambah armada alat berat untuk mendukung pertumbuhan sektor pertambangan. Strategi tersebut dijalankan seiring dengan kinerja keuangan yang tetap tumbuh dan kondisi likuiditas yang dinilai sehat hingga kuartal I 2026.

"SMIL mencatat total aset sebesar Rp1,18 triliun per Maret 2026, meningkat dibandingkan posisi akhir 2023 yang sebesar Rp847,65 miliar. Sementara total ekuitas mencapai Rp767,16 miliar, menunjukkan penguatan struktur permodalan perseroan," ujar Direktur utama SMIL, Hadi Suhermin dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (25/6/2026). 

Pendapatan dan Profitabilitas Tetap Terjaga

SMIL membukukan pendapatan Rp409,28 miliar pada 2025 dengan laba bersih Rp65,92 miliar. Hingga kuartal I 2026, perusahaan telah mencatat pendapatan Rp128,83 miliar dan laba bersih Rp30,75 miliar atau naik 13,51% dari Rp 27,09 miliar. Perseroan juga mempertahankan margin laba bersih di kisaran 23,87 persen pada Maret 2026.

Hadi menilai pertumbuhan aset dan ekuitas yang konsisten mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Rasio utang terhadap ekuitas juga tetap terkendali di level 0,54 kali pada Maret 2026.

Ekspansi Bisnis SMIL ke Sektor Tambang

Untuk menangkap peluang dari industri pertambangan, SMIL memperluas portofolio armada alat berat. Perusahaan berencana meningkatkan jumlah dump truck dari 32 unit menjadi 64 unit pada 2026. Selain itu, jumlah excavator akan bertambah dari enam unit menjadi 12 unit, sementara crawler dozer, compactor, dan motor grader juga ditingkatkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan utilisasi armada sekaligus memperbesar kontribusi pendapatan dari sektor tambang yang menjadi salah satu fokus pertumbuhan baru perusahaan.

Proyeksi Pertumbuhan Hingga 2030

SMIL optimistis tren pertumbuhan akan berlanjut dalam lima tahun ke depan. Perseroan memproyeksikan pendapatan meningkat menjadi lebih dari Rp1 triliun pada 2030, dengan laba bersih berpotensi mencapai Rp314,52 miliar. Total aset juga diperkirakan menembus Rp1,92 triliun pada periode yang sama.

Dengan bisnis utama penyewaan forklift dan material handling yang telah melayani berbagai sektor industri, SMIL menilai diversifikasi ke alat berat pertambangan akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan pada tahun-tahun mendatang.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kuartal I 2026, Bintraco Dharma Cetak Laba Rp46 Miliar

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) berhasil mempertahankan kinerja keuangannya di tengah tekanan yang masih membayangi industri otomotif nasional. Meskipun volume penjualan mengalami penurunan cukup tajam, perseroan mampu menjaga laba bersih tetap stabil melalui berbagai langkah efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja.

"Penjualan kendaraan perseroan pada kuartal I 2026 tercatat sebanyak 3.106 unit. Angka tersebut turun sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.835 unit," ujar Benny Redjo Setyono, Direktur Utama CARS dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (25/06/26).  

Sementara itu, pendapatan perusahaan turun dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,13 triliun atau terkoreksi sekitar 21 persen.

Industri Otomotif Mulai Pulih, Namun Tantangan Masih Besar

Benny menilai pasar otomotif nasional mulai menunjukkan tanda pemulihan pada awal 2026 dengan pertumbuhan sekitar 2 persen secara tahunan. Namun, berbagai tantangan masih membebani industri, mulai dari kenaikan harga energi hingga tekanan nilai tukar yang memengaruhi daya beli masyarakat.

Di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang menjadi basis utama operasional perseroan, pertumbuhan pasar cenderung stagnan. Penerapan kebijakan opsen daerah juga disebut meningkatkan biaya kepemilikan kendaraan sehingga turut menekan permintaan kendaraan baru, khususnya dari segmen pelanggan korporasi dan armada.

Toyota tetap menjadi pemimpin pasar nasional dengan pangsa pasar sekitar 29 persen pada tiga bulan pertama 2026. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Bintraco Dharma yang menjalankan jaringan dealer Toyota melalui Nasmoco.

Efisiensi Jadi Kunci Menjaga Profitabilitas

Di tengah pelemahan penjualan, perusahaan berhasil menjaga laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya turun 4 persen menjadi Rp46 miliar pada kuartal I 2026 dari Rp48 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa berbagai program efisiensi difokuskan pada pengendalian margin laba kotor, penghematan biaya operasional, serta optimalisasi modal kerja yang berdampak pada penurunan beban bunga.

Selain itu, struktur keuangan perseroan juga menunjukkan perbaikan. Liabilitas tercatat turun menjadi sekitar Rp1,58 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp1,38 triliun. Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kesehatan neraca di tengah perlambatan industri.

Elektrifikasi Jadi Peluang Baru

Perusahaan juga melihat tren elektrifikasi sebagai peluang pertumbuhan jangka panjang. Penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) terus meningkat baik di tingkat nasional maupun regional. Sementara itu, kendaraan hybrid juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat melalui sejumlah model Toyota yang semakin diminati konsumen.

"Dengan jaringan 24 dealer Toyota dan 18 bengkel modern Carfix yang tersebar di Jawa dan Bali, Bintraco Dharma optimistis dapat mempertahankan posisi bisnisnya sekaligus menangkap peluang dari perubahan tren industri otomotif ke depan," pungkasnya.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Byar Pet Listrik Ungkap Rapuhnya Sistem Energi Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena pemadaman listrik atau byar pet yang belakangan ramai diperbincangkan dinilai tidak dapat dipahami semata sebagai gangguan teknis jaringan. Di balik pemadaman yang mengganggu aktivitas rumah tangga, industri, hingga layanan digital, tersimpan persoalan yang lebih mendasar terkait ketahanan energi nasional dan arah kebijakan energi Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR), Yakub F. Ismail, menilai pemadaman bergilir merupakan gejala yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara pertumbuhan kebutuhan energi dan kemampuan sistem nasional dalam menyediakan pasokan listrik yang memadai.

"Kondisi ini harus dibaca sebagai alarm serius bahwa Indonesia sedang menghadapi tantangan ketahanan energi yang membutuhkan solusi jangka panjang," tulis Yakub dalam artikelnya.

Ketergantungan pada Energi Fosil Jadi Sorotan

Menurut Yakub, meningkatnya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan industri, digitalisasi, urbanisasi, dan konsumsi rumah tangga belum diimbangi transformasi kebijakan energi yang memadai.

Hingga kini, sistem pembangkitan nasional masih bertumpu pada batu bara, gas, dan minyak bumi. Ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil dinilai membuat sistem energi rentan terhadap gangguan pasokan maupun gejolak harga energi global.

Di sisi lain, sejumlah negara telah mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Singapura, misalnya, mulai memanfaatkan pengolahan sampah sebagai salah satu sumber energi alternatif untuk mendukung kebutuhan listrik nasional.

Energi dari Sampah Dinilai Paling Realistis

Yakub menilai Indonesia memiliki beragam sumber energi alternatif, mulai dari tenaga surya, angin, mikrohidro, biomassa, hingga biogas. Namun di antara berbagai pilihan tersebut, pengolahan sampah menjadi energi listrik dinilai memiliki nilai strategis paling besar.

Alasannya, Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni krisis energi dan persoalan sampah yang terus meningkat di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Pemanfaatan teknologi waste-to-energy dinilai mampu menjawab kedua persoalan tersebut secara bersamaan. Melalui teknologi ini, sampah dapat dikonversi menjadi listrik, panas, maupun bahan bakar alternatif dengan standar emisi yang terukur.

Menuju Sistem Smart Energy

Yakub menegaskan Indonesia perlu bergerak menuju konsep smart energy, yakni sistem energi yang tidak hanya mengandalkan satu sumber pasokan, tetapi mengintegrasikan berbagai sumber energi secara efisien dan berkelanjutan.

Menurut dia, pengembangan energi listrik berbasis sampah layak menjadi prioritas nasional karena mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi beban lingkungan akibat penumpukan sampah.

Apabila dijalankan secara konsisten, strategi tersebut dinilai dapat menjadi jalan keluar untuk mengurangi risiko byar pet listrik sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian energi Indonesia pada masa depan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

SMKM Ubah Arah Bisnis, Fokus Bangun Ekosistem Udang Terintegrasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) mulai mengarahkan transformasi bisnisnya menuju sektor akuakultur terintegrasi setelah masuknya Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO) sebagai pengendali baru perusahaan. Dalam paparan publik yang digelar pada 24 Juni 2026, manajemen mengungkapkan rencana penguatan modal melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang ditargetkan berlangsung pada semester II 2026 hingga kuartal I 2027. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang SMKM untuk membangun ekosistem akuakultur terintegrasi yang mencakup konstruksi, budidaya, pengolahan, penyimpanan dingin (cold storage), hingga distribusi hasil perikanan. 

Transformasi Bisnis Pasca Akuisisi

Perubahan arah bisnis dimulai setelah transaksi pengambilalihan saham SMKM oleh LSO dari PT Vina Nauli Jordania pada Oktober 2025. Selanjutnya, LSO melakukan serangkaian aksi korporasi, termasuk penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan Panasia Aquaculture Pte. Ltd. dan sejumlah entitas terkait lainnya. 

"Integrasi tersebut menggabungkan pengalaman LSO yang telah lebih dari empat dekade bergerak di bidang konsultasi, pengembangan aset, dan manajemen proyek akuakultur dengan status SMKM sebagai perusahaan terbuka yang memiliki akses pendanaan pasar modal," ujar Direktur Utama SMKM, Budi Aris P dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (24/06/26). 

Bangun Ekosistem Akuakultur Terpadu

Melalui sinergi tersebut, SMKM menargetkan terciptanya sistem usaha tertutup (closed-loop ecosystem) yang mampu menghasilkan nilai tambah di setiap rantai bisnis, mulai dari pembangunan infrastruktur, budidaya udang, pengolahan hasil panen, hingga distribusi produk ke pasar domestik maupun internasional. 

Perusahaan menilai peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama di wilayah Indonesia Timur. Salah satu fokus pengembangan berada di Sumbawa yang tercatat menyumbang sekitar 14,78 persen produksi udang nasional, namun masih memiliki keterbatasan fasilitas pengolahan skala besar. 

Kinerja Keuangan dan Agenda Pengembangan

Sepanjang 2025, SMKM membukukan pendapatan sebesar Rp69,5 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp85,3 miliar. Perseroan juga mencatat rugi tahun berjalan sekitar Rp11 juta, berbanding laba Rp2,5 miliar pada 2024. Meski demikian, total aset perusahaan relatif stabil di kisaran Rp211,3 miliar dengan ekuitas mencapai Rp206,7 miliar. 

Ke depan, perusahaan akan memprioritaskan peningkatan tata kelola, aksi korporasi melalui rights issue, ekspansi budidaya akuakultur, serta pengembangan kegiatan usaha terintegrasi dari hulu hingga hilir guna memperkuat posisi bisnis di sektor perikanan modern. 

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pendapatan MGLV Susut Jadi Rp127,9 Miliar, Strategi Bisnis Baru Disiapkan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) membukukan pendapatan sebesar Rp127,9 miliar sepanjang 2025. Realisasi tersebut turun 38,8 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp208,8 miliar. Penurunan kinerja itu turut mendorong perseroan berbalik mencatat rugi bersih sebesar Rp9 miliar setelah pada 2024 masih membukukan laba.

Corporate Secretary MGLV, Jecky Juhanes Salindeho, mengungkapkan capaian tersebut dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, tekanan terhadap pendapatan perusahaan tidak terlepas dari gejolak nilai tukar mata uang asing, khususnya euro dan dolar Amerika Serikat, yang berdampak pada realisasi pendapatan perseroan.

Pendapatan MGLV Turun, Laba Berubah Menjadi Rugi

Sepanjang 2025, MGLV hanya membukukan pendapatan Rp127,9 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp208,8 miliar. Penurunan tersebut terjadi seiring melemahnya kontribusi penjualan yang dipengaruhi perubahan kurs mata uang asing.

Kondisi itu berdampak langsung terhadap profitabilitas perusahaan. Jika pada 2024 MGLV masih mampu mencatat laba bersih sekitar Rp6,6 miliar hingga Rp6,9 miliar, maka pada 2025 perseroan membukukan rugi bersih sekitar Rp8,9 miliar hingga Rp9 miliar.

Jecky menjelaskan bahwa volatilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan selama tahun berjalan.

Perseroan Siapkan Perubahan Kegiatan Usaha

Di tengah tekanan bisnis tersebut, MGLV tengah menyiapkan langkah strategis melalui perubahan kegiatan usaha perseroan. Manajemen menegaskan seluruh proses akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku sebagaimana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fokus Perkuat Daya Saing dan Pertumbuhan

Manajemen menyatakan telah melakukan evaluasi dan kajian secara berkelanjutan guna memastikan pengembangan kegiatan usaha baru dapat berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Perseroan meyakini langkah tersebut akan memperkuat posisi bisnis MGLV di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar. Selain meningkatkan daya saing, inisiatif itu juga diharapkan mampu membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan strategi transformasi yang tengah dipersiapkan, MGLV berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk menghadapi persaingan dan ketidakpastian ekonomi pada periode mendatang.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pendapatan HELI Tembus Rp154 Miliar, Ekspansi Bisnis Berlanjut


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2025. Emiten jasa transportasi udara tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp154,30 miliar, meningkat 17,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp131,20 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut turut mendorong lonjakan laba komprehensif tahun berjalan hingga mencapai Rp26,52 miliar.

Direktur Utama HELI, Edwin Widjaja, menyampaikan capaian tersebut dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, pertumbuhan kinerja didukung oleh meningkatnya aktivitas operasional serta kontribusi sejumlah kontrak jasa layanan helikopter yang masih berjalan hingga beberapa tahun ke depan.

Kinerja Keuangan HELI Menguat pada 2025

Selain mencatatkan kenaikan pendapatan, HELI juga membukukan laba komprehensif sebesar Rp26,52 miliar atau melonjak 273,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,11 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan naik 9,40 persen menjadi Rp195,06 miliar dari sebelumnya Rp178,30 miliar. Sementara itu, total liabilitas meningkat 42,32 persen menjadi Rp89,20 miliar dibandingkan Rp62,68 miliar pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, total ekuitas tercatat sebesar Rp105,85 miliar atau turun 8,45 persen dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai Rp115,62 miliar.

Kontrak Helikopter Jadi Penopang Bisnis

Perseroan melalui anak usaha PT Komala Indonesia masih mengandalkan sejumlah kontrak jasa layanan helikopter sebagai sumber pendapatan utama. Salah satunya adalah kontrak penanggulangan kebakaran hutan bersama PT Satria Perkasa Agung dan PT Arara Abadi yang merupakan bagian dari Sinarmas Forestry.

Kontrak yang menggunakan dua unit helikopter tersebut telah berjalan sejak 2023 dan akan berakhir pada 2026.

Tambah Kontrak Baru dan Diversifikasi Usaha

Selain kontrak yang sudah berjalan, PT Komala Indonesia juga memperoleh kontrak baru dari Sinarmas Forestry untuk penyediaan satu unit helikopter di wilayah Kalimantan Tengah selama periode 2025 hingga 2026.

Perseroan juga mendapatkan kontrak layanan helikopter dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Papua untuk periode yang sama. Di samping itu, HELI memperoleh kontrak penyewaan helikopter dari salah satu instansi pemerintah untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan sepanjang 2025, dengan peluang perpanjangan hingga pertengahan 2026.

Untuk memperluas sumber pendapatan, perseroan tengah mempersiapkan operasional pesawat Cessna T206H yang akan digunakan untuk kegiatan foto udara, pemetaan, dan skydiving. HELI juga menjajaki bisnis baru di sektor logistik udara melalui cargo drone. Uji coba teknologi tersebut hampir rampung dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2026.

Manajemen menegaskan strategi mendapatkan kontrak baru, penambahan armada, serta penyempurnaan standar operasional menuju implementasi ISO 9001 menjadi fokus utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

BIMA Catat Penjualan Rp108 Miliar di Tengah Tekanan Industri Alas Kaki


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA), produsen sepatu merek Tomkins, mencatat penjualan lokal sebesar Rp108,20 miliar sepanjang 2025 atau tumbuh 16,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp92,50 miliar. Di tengah tekanan industri alas kaki nasional, perseroan tetap berupaya menjaga pertumbuhan melalui penguatan penjualan digital, efisiensi operasional, serta pembukaan kembali pasar ekspor.

Dalam paparan publik perusahaan, manajemen menyebut industri alas kaki domestik masih menghadapi tantangan berat akibat tingginya impor produk sepatu serta maraknya produk ilegal dan tiruan. Di sisi lain, ekspor alas kaki Indonesia justru tumbuh 9,6 persen menjadi US$7,98 miliar pada 2025 dari US$7,28 miliar pada tahun sebelumnya.

Produksi Menurun, Penjualan Lokal Tetap Bertumbuh

Sepanjang 2025, BIMA memproduksi 459.432 pasang sepatu Tomkins, turun sekitar 15 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya sebanyak 541 ribu pasang. Perseroan juga tidak lagi memproduksi sepatu maupun tas untuk kebutuhan ekspor selama tahun lalu.

Meski demikian, penjualan domestik menunjukkan kinerja positif. Kenaikan penjualan terutama ditopang oleh kanal digital yang terus berkembang. Perseroan mencatat penjualan online meningkat 41 persen dibandingkan 2024.

Kontribusi penjualan digital juga semakin dominan. Pada periode Januari-Maret 2026, penjualan online menyumbang sekitar 71 persen terhadap total penjualan perusahaan.

Fokus Penguatan Kanal Digital

Perseroan saat ini mengoperasikan 135 outlet penjualan di seluruh Indonesia, berkurang dari 165 outlet pada tahun sebelumnya. Strategi perusahaan difokuskan pada optimalisasi gerai yang produktif dan penguatan penjualan melalui platform digital.

Produk Tomkins dipasarkan melalui berbagai marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, Blibli, serta situs resmi perusahaan. Selain itu, promosi dilakukan melalui media sosial, program diskon, sponsorship, dan penjualan live streaming selama 24 jam.

Siapkan Ekspor dan Perbaikan Kinerja 2026

Memasuki 2026, BIMA mulai kembali menerima pesanan ekspor sebanyak 26.148 pasang sepatu. Namun, perusahaan tetap menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta perlambatan konsumsi global.

Hingga akhir 2025, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp24,59 miliar. Untuk menjaga kesinambungan usaha, manajemen menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari efisiensi biaya, optimalisasi persediaan, diversifikasi produk, perluasan penjualan online, hingga pengembangan pasar ekspor.

Perseroan optimistis kombinasi strategi digital, efisiensi operasional, dan pembukaan kembali pasar ekspor dapat menjadi fondasi pemulihan kinerja pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

APINDO Dorong Joint Task Force untuk Kawal Ratifikasi dan Implementasi IEU-CEPA


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengusulkan pembentukan Joint Task Force Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai langkah strategis untuk mengawal proses ratifikasi dan implementasi perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa. Inisiatif tersebut ditujukan agar manfaat ekonomi dari kesepakatan dapat segera dirasakan dunia usaha, tenaga kerja, serta perekonomian nasional.

Usulan tersebut menjadi salah satu hasil utama dalam APINDO Business Mission to Europe 2026 yang berlangsung pada 11–19 Juni 2026 di Belanda, Belgia, dan Prancis. Misi bisnis itu dipimpin Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral sekaligus Ketua Dewan Pakar APINDO, Mari Elka Pangestu, serta delegasi pelaku usaha dari berbagai sektor industri.

Fokus Bergeser dari Negosiasi ke Implementasi

Shinta menegaskan bahwa setelah proses negosiasi IEU-CEPA dinyatakan selesai, perhatian seluruh pemangku kepentingan harus beralih pada tahap ratifikasi dan implementasi agar peluang ekonomi yang tercipta tidak terhambat.

“Keberhasilan IEU-CEPA ditentukan berdasarkan kemampuan memastikan ratifikasi dan implementasinya berjalan efektif, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan pelaku usaha, pekerja, dan perekonomian,” kata Shinta dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Menurutnya, keberadaan Joint Task Force akan menjadi wadah koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan kesiapan regulasi, pelaksanaan teknis, serta pemanfaatan fasilitas perdagangan yang tersedia dalam perjanjian tersebut.

Ancaman Kenaikan Tarif Ekspor ke Eropa

APINDO menilai percepatan implementasi IEU-CEPA menjadi sangat penting karena skema fasilitas perdagangan Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa bagi Indonesia akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Jika IEU-CEPA belum efektif berlaku pada awal 2027, Indonesia berpotensi menghadapi kondisi yang dikenal sebagai cliff edge, yakni situasi ketika sejumlah produk ekspor harus menanggung tarif yang lebih tinggi saat memasuki pasar Eropa.

Sektor-sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta produk perikanan disebut sebagai industri yang paling rentan terdampak oleh kenaikan tarif tersebut.

Perkuat Dukungan Internasional

Dalam rangkaian misi bisnis ke Eropa, APINDO juga menggelar berbagai pertemuan dengan pemangku kepentingan di Belanda, Belgia, dan Prancis guna memperkuat dukungan terhadap ratifikasi IEU-CEPA. Pembahasan turut mencakup isu keberlanjutan, peningkatan investasi, serta penguatan daya saing industri nasional agar mampu memanfaatkan peluang pasar Uni Eropa secara optimal setelah perjanjian diberlakukan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

GPSO Pasang Target Pendapatan Rp92,47 Miliar pada 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menatap tahun 2026 dengan agenda transformasi bisnis yang agresif setelah masuknya PT PIMSF Pulogadung, bagian dari Tjokro Group, sebagai pemegang saham pengendali. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp92,47 miliar dan laba tahun berjalan Rp10,36 miliar, berbalik dari kerugian Rp3,18 miliar pada tahun sebelumnya.

Target tersebut tercantum dalam laporan tahunan perseroan dan menjadi bagian dari strategi percepatan pertumbuhan setelah proses akuisisi yang rampung pada Oktober 2025. Pada saat itu, PT PIMSF Pulogadung mengambil alih 303,03 juta saham atau setara 45,45 persen kepemilikan GPSO.

Lonjakan target pendapatan tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap efektivitas transformasi bisnis PT Geoprima Solusi Tbk 2026 yang kini tidak lagi hanya berfokus pada perdagangan mesin dan jasa survei, tetapi juga mengembangkan lini usaha baru yang lebih luas.

GPSO Ubah Arah Bisnis

Melalui keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada 24 April 2026, GPSO mengungkapkan rencana perubahan kegiatan usaha utama menjadi industri komponen sepeda motor, real estate, serta perdagangan besar mesin industri.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Tjokro Group dalam membangun ekosistem industri mekanikal terpadu yang mengintegrasikan rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir.

Untuk mendukung transformasi tersebut, perseroan berencana mengakuisisi aset milik PT Jakarta Indah Casting (JIC), yang mencakup lahan seluas 15.400 meter persegi di Bekasi, fasilitas pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak atau ferro casting.

Prospek Didukung Infrastruktur dan Investasi

Manajemen GPSO menilai prospek usaha dalam beberapa tahun mendatang masih menjanjikan seiring stabilnya pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional.

Di dalam negeri, percepatan pembangunan infrastruktur, investasi sektor industri, serta pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dipandang menjadi faktor pendorong pertumbuhan. Berbagai proyek tersebut membutuhkan dukungan teknologi survei, pemetaan, dan data geospasial yang akurat.

Selain itu, meningkatnya kebutuhan efisiensi, digitalisasi, dan presisi pada sektor konstruksi, pertambangan, serta tata ruang dinilai membuka peluang baru bagi perusahaan. Dengan pengalaman teknis dan portofolio proyek yang dimiliki, GPSO optimistis dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat kinerja dan menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Ke depan, perseroan berkomitmen memperluas jaringan bisnis, meningkatkan kemampuan teknologi, dan memperkuat kualitas layanan sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis PT Geoprima Solusi Tbk 2026 yang tengah dijalankan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Black Rocks Golf Belitung Kian Lengkap, GOLF Resmikan Tiga Proyek Strategis


Duta Nusantara Merdeka | Belitung 
PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) mempercepat pengembangan golf tourism terintegrasi di Belitung melalui serangkaian proyek dan aktivitas strategis di kawasan Black Rocks Golf. Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama The Links Golf Villa Belitung, peresmian The Links Coffee Belitung, penyelenggaraan turnamen golf dan footgolf, serta pembukaan Laskar Pelangi Beach Food Plaza pada 19-21 Juni 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri Bupati Belitung Djoni Alamsyah bersama jajaran manajemen perusahaan, mitra usaha, komunitas golf, dan berbagai pemangku kepentingan daerah. Program ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam mengintegrasikan sektor olahraga golf, properti, kuliner, dan rekreasi untuk memperkuat daya tarik pariwisata Belitung.

The Links Golf Villa Jadi Motor Pengembangan Kawasan

Peletakan batu pertama The Links Golf Villa Belitung dilakukan di area Black Rocks Golf dengan tahap awal pembangunan di atas lahan sekitar 8.990 meter persegi yang terdiri atas 22 kavling. Kawasan ini sebelumnya diakuisisi PT New Kuta Golf & Ocean View, anak usaha GOLF.

Proyek tersebut mengadopsi konsep yang sebelumnya diterapkan pada The Links Golf Villa Bali. Perseroan menargetkan pengembangan hunian yang terhubung langsung dengan fasilitas golf dan destinasi wisata pantai. Ke depan, pengembangan berpotensi diperluas hingga mencakup sekitar 300 kavling residensial di kawasan Black Rocks Golf.

Harga villa dipasarkan mulai kisaran Rp1 miliar hingga Rp5 miliar. Perseroan juga membuka peluang kolaborasi dengan pemilik kavling yang ingin mengembangkan properti menggunakan konsep serupa.

Perluas Aktivitas Wisata dan Leisure

Pada saat yang sama, GOLF meresmikan The Links Coffee Belitung di kawasan Pantai Tanjung Tinggi. Fasilitas ini dirancang sebagai coffee shop dan restoran dengan konsep santai yang menggabungkan panorama pantai, budaya lokal, dan pengalaman kuliner khas Belitung.

Perseroan juga menggelar turnamen "Mangkuluhur Goes to Belitung" yang memadukan kompetisi golf dan footgolf. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas keterlibatan komunitas sekaligus meningkatkan eksposur kawasan Black Rocks Golf kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Food Plaza dan Komitmen Keberlanjutan

Puncak rangkaian acara ditandai dengan peresmian Laskar Pelangi Beach Food Plaza di Pantai Tanjung Tinggi. Fasilitas ini menghadirkan 70 tenant kuliner pilihan dengan kapasitas sekitar 900 kursi dan ditargetkan menjadi pusat aktivitas wisata keluarga serta penggerak ekonomi lokal.

Komisaris Utama GOLF, Darma Mangkuluhur Hutomo, mengatakan pengembangan tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun destinasi golf tourism kelas nasional.

“Belitung memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Kami ingin membangun ekosistem yang memperkuat daya tarik kawasan sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal dan industri pariwisata,” ujar Darma.

Sementara itu, Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, menambahkan seluruh fasilitas dirancang saling melengkapi untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan memperpanjang masa tinggal wisatawan. 

Menurutnya, strategi tersebut diharapkan menjadikan Black Rocks Golf sebagai salah satu destinasi golf dan leisure unggulan di Indonesia.

Selain pembangunan fasilitas wisata, GOLF juga melaksanakan penanaman terumbu karang dan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari komitmen lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan. 

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pendapatan MHKI Melonjak 24 Persen, Laba Bersih Capai Rp40 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) mencatat pertumbuhan kinerja yang kuat sepanjang tahun buku 2025. Emiten yang bergerak di bidang pengolahan limbah industri tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp213 miliar atau meningkat 24 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp172 miliar.

Pencapaian tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam agenda Public Expose yang berlangsung di Jakarta, Senin (22/6/2026). Selain pertumbuhan pendapatan, MHKI juga berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 25 persen menjadi Rp40 miliar.

Kinerja keuangan MHKI 2025 ditopang oleh tingginya permintaan dari pelanggan utama, khususnya sektor energi serta berbagai industri lainnya yang membutuhkan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3. Kondisi ini semakin memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu pemain strategis di industri pengolahan limbah yang memiliki standar kepatuhan lingkungan dan keselamatan yang ketat.

Strategi Ekspansi Dorong Pertumbuhan

Direktur Utama MHKI, Alwi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil implementasi strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun.

"Pertumbuhan yang dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari kombinasi ekspansi yang terarah, penguatan kapabilitas operasional, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan. Perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan kinerja," ujar Alwi.

Menurutnya, perusahaan terus berupaya menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan kapasitas operasional dan pengelolaan keuangan yang prudent.

Efisiensi Tetap Terjaga

Dari sisi operasional, MHKI menghadapi kenaikan biaya usaha, terutama pada komponen transportasi dan tenaga kerja. Namun demikian, perseroan mampu mempertahankan efisiensi sehingga struktur biaya tetap terkendali.

Manajemen mencatat beban penjualan masih berada pada tingkat yang proporsional, sementara efisiensi administrasi terus dilakukan guna menjaga profitabilitas perusahaan.

Fokus Investasi Jangka Panjang

Sepanjang 2025, MHKI juga merealisasikan sejumlah investasi strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pengembangan fasilitas operasional di Lamongan serta peningkatan infrastruktur di Semarang dilakukan guna memperbesar kapasitas layanan dan memperluas jangkauan operasional.

Ke depan, perseroan menilai prospek usaha masih menjanjikan seiring permintaan pasar yang tetap kuat. MHKI akan melanjutkan strategi ekspansi secara terukur dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KDTN Cetak Laba Rp2,04 Miliar di 2025, Bidik Bisnis Mineral


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp33,49 miliar, meningkat 5,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp31,87 miliar.

Sekretais Perusahaan KDTN, Aan Rohanah, dalam Public Expose Tahunan di Jakarta, Senin (22/6/2026), menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan ditopang oleh bisnis perhotelan, khususnya segmen sewa kamar yang menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan.

Pendapatan dan Laba Tumbuh Positif

Berdasarkan laporan perseroan, pendapatan dari sewa kamar mencapai Rp28,02 miliar atau meningkat dibandingkan Rp25,27 miliar pada 2024. Sementara pendapatan dari makanan dan minuman tercatat Rp5,36 miliar. Adapun pendapatan lainnya mencapai Rp99,71 juta.

Di sisi lain, beban langsung perusahaan naik tipis menjadi Rp18,14 miliar dari Rp18 miliar pada tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bruto KDTN meningkat 10,68 persen menjadi Rp15,34 miliar dibandingkan Rp13,86 miliar pada 2024.

Peningkatan efisiensi operasional turut mendorong laba usaha menjadi Rp2,75 miliar atau naik 18,97 persen dari Rp2,31 miliar pada periode sebelumnya.

KDTN juga berhasil menekan beban keuangan menjadi Rp269,05 juta dari Rp720,63 juta. Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak tercatat Rp2,69 miliar atau meningkat 16,56 persen dibandingkan tahun 2024.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp651,33 juta, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,04 miliar. Angka tersebut tumbuh 12,84 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp1,81 miliar.

Liabilitas Naik karena Pengembangan Hotel

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 6,54 persen menjadi Rp79,94 miliar pada akhir 2025 dari Rp75,03 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, total liabilitas melonjak 52,33 persen menjadi Rp11,77 miliar dari Rp7,72 miliar. Direktur KDTN, Irene Nursalim, menjelaskan peningkatan kewajiban tersebut berasal dari fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia Tbk untuk mendukung pembangunan fasilitas hotel di Rest Area KM 379 serta pengembangan Kedaton 8 Hotel Sentul.

"Kenaikan tersebut dikarenakan adanya fasilitas kredit dari PT Bank Pan Indonesia Tbk yang digunakan untuk pembangunan fasilitas hotel di Rest Area KM379 dan Kedaton 8 Hotel di Sentul," ujar Aan.

Fokus Transformasi Bisnis pada 2026

Memasuki 2026, KDTN menyiapkan sejumlah agenda strategis. Perseroan berencana menuntaskan proses pengambilalihan dan perubahan pengendalian oleh Ruby Mining (Hongkong) Limited.

Selain itu, perusahaan akan mengubah kegiatan usaha menjadi holding company guna memperluas peluang bisnis. Sejalan dengan strategi tersebut, KDTN juga berencana mengakuisisi entitas usaha di sektor perdagangan mineral serta melakukan penataan portofolio melalui pengalihan aset dan bisnis eksisting.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di luar bisnis perhotelan yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perseroan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Eko Erwanto Resmi Pimpin ASPERDA Riau Hasil Musda Perdana


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Musyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (ASPERDA) Riau resmi menetapkan Eko Erwanto sebagai Ketua DPD ASPERDA Riau melalui mekanisme aklamasi. Agenda yang berlangsung di Hotel Prime Park Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi pengusaha rental kendaraan di Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum ASPERDA Erwin Suyana bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta anggota aktif yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Riau. Musda I ASPERDA Riau menjadi forum perdana sejak organisasi tersebut terbentuk di tingkat provinsi.

Musda I ASPERDA Riau Perkuat Organisasi

Dalam sambutannya, Ketua Umum ASPERDA Erwin Suyana menekankan pentingnya membangun organisasi yang solid dan profesional agar mampu menjadi wadah pemersatu seluruh pelaku usaha rental kendaraan di Indonesia.

“ASPERDA harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pengusaha rental kendaraan. Dengan organisasi yang kuat, kita dapat meningkatkan profesionalisme, memperluas jaringan usaha, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri transportasi yang semakin kompetitif,” ujar Erwin.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku usaha di berbagai daerah guna menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Eko Erwanto Terpilih Secara Aklamasi 

Agenda utama Musda adalah pemilihan Ketua DPD ASPERDA Riau periode mendatang. Dalam proses musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh semangat kekeluargaan, forum hanya mengusulkan satu kandidat, yakni Eko Erwanto.

Karena memperoleh dukungan penuh dari peserta yang memiliki hak suara, Eko akhirnya ditetapkan sebagai Ketua DPD ASPERDA Riau secara aklamasi. Keputusan tersebut disambut positif oleh seluruh peserta yang hadir.

Dalam pidato perdananya, Eko menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Ini adalah amanah besar yang harus kita jalankan bersama dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan,” katanya.

Menurut Eko, kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme anggota, serta perluasan kolaborasi usaha. Ia menegaskan ASPERDA Riau akan diarahkan menjadi organisasi yang terbuka, progresif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan.

Musda I ASPERDA Riau ditutup dengan penetapan hasil sidang, sesi foto bersama, serta ramah tamah antara pengurus DPP, pengurus daerah terpilih, dan seluruh peserta yang hadir. Kehadiran kepengurusan definitif diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri rental kendaraan di Riau.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kuartal I 2026, GULA Cetak Laba Rp36,8 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatat perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp36,8 juta. Capaian tersebut menandai keberhasilan perseroan membalikkan posisi rugi menjadi laba pada awal tahun ini.

Direktur Utama GULA, Andreas Utomo, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Pernyataan itu disampaikan dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pendapatan dan Laba Bruto Tumbuh

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan GULA pada kuartal I 2026 mencapai Rp40,9 miliar atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp39,4 miliar.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan bisnis perdagangan gula. Perseroan juga memperoleh kontribusi dari pelanggan korporasi baru, yakni PT Kino Indonesia Tbk dengan nilai transaksi Rp9,05 miliar dan PT Bersama Era Sentosa Tama sebesar Rp7,34 miliar.

Di sisi profitabilitas, laba bruto melonjak 43,32 persen secara tahunan menjadi Rp3,31 miliar, dari Rp2,31 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp1,299 miliar dibandingkan Rp1,309 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Aset dan Liabilitas Mengalami Kenaikan

Hingga 31 Maret 2026, total aset perseroan meningkat sekitar 1 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh bertambahnya nilai persediaan untuk mendukung kebutuhan operasional.

Adapun total liabilitas naik sekitar 2 persen akibat peningkatan utang bank jangka pendek yang digunakan untuk menunjang aktivitas usaha perusahaan.

Strategi Ekspansi dan Prospek Industri Gula

Saat ini GULA mengoperasikan gudang penyimpanan produk jadi di kawasan industri Candi, Semarang. Perseroan juga memiliki perkebunan dan pabrik gula merah di Kabupaten Pandeglang serta tengah menjalani transformasi menuju model manufaktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Manajemen menilai prospek industri gula nasional masih menjanjikan seiring pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia dan meningkatnya kebutuhan konsumsi gula domestik dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk mendukung pertumbuhan, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain menawarkan harga yang kompetitif, memperluas pasar UKM dan ritel, menjaga ketersediaan stok, serta membangun fasilitas produksi guna meningkatkan efisiensi.

Meski demikian, perseroan mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari fluktuasi harga gula, potensi keterlambatan pembangunan fasilitas produksi, hingga ketidakpastian kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli konsumen. Kendati demikian, manajemen optimistis kinerja operasional dan keuangan GULA sepanjang 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

APINDO Minta Kajian Mendalam Sebelum Ratifikasi Konvensi ILO Pekerja Platform


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
APINDO meminta pemerintah melakukan kajian komprehensif sebelum meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengenai pekerjaan layak di ekonomi platform. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan dampak sosial maupun ekonomi dari penerapan standar internasional tersebut dapat diukur secara menyeluruh.

Permintaan itu disampaikan menyusul hasil Sidang Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 yang berlangsung pada 1–12 Juni 2026. Dalam forum tersebut, negara-negara anggota menyepakati Konvensi tentang Decent Work in Platform Economy sebagai standar baru perlindungan pekerja di sektor ekonomi digital.

APINDO Tekankan Pentingnya Kajian Sebelum Ratifikasi

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto, mengatakan setiap konvensi internasional yang telah disepakati tidak otomatis berlaku di Indonesia. Pemerintah terlebih dahulu harus melalui proses ratifikasi sesuai ketentuan nasional.

Menurut dia, ratifikasi merupakan tahapan yang mengikat suatu negara terhadap standar internasional. Karena itu, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam, termasuk Regulatory Impact Assessment (RIA), guna memetakan konsekuensi ekonomi, sosial, dan regulasi yang mungkin muncul setelah konvensi diterapkan.

“Ratifikasi merupakan tahapan yang mengikat negara terhadap standar internasional. Namun sebelum itu, pemerintah perlu melakukan kajian yang komprehensif, termasuk regulatory impact assessment (RIA), untuk melihat dampak sosial dan ekonomi dari pemberlakuan konvensi tersebut,” ujar Darwoto dalam keterangannya, Kamis (19/6).

Status Pekerja Platform Tidak Diseragamkan

Darwoto menjelaskan, salah satu poin penting dalam konvensi tersebut adalah pengakuan bahwa hubungan hukum pekerja platform tidak harus memiliki satu model yang sama di seluruh negara.

Negara Diberi Fleksibilitas Mengatur

Konvensi ILO memberikan ruang bagi masing-masing negara untuk menentukan status pekerja platform sesuai karakteristik pasar tenaga kerja domestik. Dengan demikian, pekerja platform dapat dikategorikan sebagai pekerja dalam hubungan kerja maupun sebagai pelaku usaha mandiri.

“Konvensi tidak mewajibkan seluruh pekerja platform masuk dalam hubungan kerja. Negara memiliki ruang untuk menyesuaikan pengaturannya dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” kata Darwoto.

APINDO menegaskan mendukung peningkatan perlindungan serta kesejahteraan pekerja, termasuk mereka yang bekerja melalui platform digital. Namun, kebijakan yang disusun juga harus mempertimbangkan keberlanjutan usaha dan kemampuan sektor ekonomi digital dalam menciptakan lapangan kerja baru agar keseimbangan antara perlindungan pekerja dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

INPP Catat Pertumbuhan Lima Tahun, Siapkan Ekspansi Baru


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia terus menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya dengan mencatatkan kinerja positif selama lima tahun berturut-turut. Perseroan mengandalkan pendapatan berulang (recurring income), ekspansi aset strategis, serta struktur keuangan yang sehat untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika industri properti dan ekonomi global.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian 23 Semarang Shopping Center pada 13 Juni 2026. Proyek mixed-use terbaru di Kota Semarang itu menjadi bagian dari strategi Paradise Indonesia dalam memperluas portofolio komersial sekaligus memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan.

Selain menghadirkan pusat gaya hidup modern, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas usaha lokal, serta keterlibatan lebih dari 50 pelaku UMKM dan merek lokal.

Recurring Income Jadi Penopang Utama Kinerja

Salah satu kekuatan utama Paradise Indonesia adalah dominasi pendapatan berulang yang berasal dari pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, dan aset komersial lainnya. Strategi ini menjadikan arus kas perusahaan lebih stabil dibandingkan model bisnis properti yang bergantung pada penjualan aset semata.

Perseroan menargetkan kontribusi recurring income tetap berada di atas 75 persen dari total pendapatan sepanjang 2026. Target tersebut ditopang performa aset komersial dan perhotelan yang terus menunjukkan pertumbuhan.

Kondisi keuangan perusahaan juga tergolong solid. Paradise Indonesia mencatat rasio Net Debt to Equity Ratio (Net DER) hanya 0,21 kali, mencerminkan tingkat utang yang rendah dan disiplin pengelolaan modal.

Pada kuartal I-2026, EBITDA perusahaan meningkat 20 persen menjadi Rp100,67 miliar. Sebelumnya, sepanjang 2025, pendapatan neto tumbuh 32,9 persen secara tahunan menjadi Rp1,74 triliun.

Perkuat Portofolio dan Tata Kelola

Dalam lima tahun terakhir, Paradise Indonesia terus memperluas portofolio melalui ekspansi beachwalk Shopping Center, akuisisi Antasari Place, pengembangan sejumlah hotel, hingga peluncuran proyek residensial dan serviced apartment di berbagai kota.

Perusahaan juga menjalin kemitraan strategis dengan Hankyu Hanshin Properties dari Jepang pada 2025. Kolaborasi tersebut dinilai memperkuat kredibilitas Perseroan sekaligus membuka peluang pengembangan proyek berskala internasional.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 18 Juni 2026, Perseroan juga melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris. Andri Hadi ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Anthony Prabowo Susilo yang kini menjabat Presiden Komisaris.

“Dengan kombinasi pengalaman manajemen yang solid dan portofolio aset yang terus berkembang, PARADISE INDONESIA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir,” ujar Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi di Jakarta, Kamis (18/06/2026).

Wakil Presiden Direktur Paradise Indonesia, Surina, menambahkan bahwa perusahaan telah membangun fondasi pertumbuhan melalui aset berkualitas, pendapatan berulang yang dominan, neraca yang sehat, serta disiplin eksekusi proyek. Menurutnya, kombinasi tersebut akan menjadi modal penting untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pendapatan SOLA Naik 180 Persen, Laba Bersih Tembus Rp44,64 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp333,99 miliar hingga 31 Desember 2025, melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp119,07 miliar.

Direktur SOLA, Imam Buchairi, mengungkapkan capaian tersebut dalam Public Expose di Jakarta, Senin (15/6/2026). Menurutnya, peningkatan pendapatan ditopang oleh pertumbuhan aktivitas usaha di sektor infrastruktur, konstruksi jalan khusus, serta pengembangan bisnis energi terbarukan yang menjadi fokus perusahaan.

Laba SOLA Melonjak Seiring Efisiensi Operasional

Pertumbuhan pendapatan turut mendorong kenaikan laba kotor menjadi Rp75,74 miliar dari Rp38,22 miliar pada 2024. Di saat yang sama, perusahaan berhasil menekan beban usaha menjadi Rp25,16 miliar dari Rp29,14 miliar.

Efisiensi tersebut berdampak langsung pada peningkatan laba usaha yang melonjak menjadi Rp50,57 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp9,08 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja positif juga tercermin pada laba sebelum pajak yang mencapai Rp46,20 miliar, naik dari Rp6,98 miliar. Sementara laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp44,64 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp6,69 miliar pada 2024.

Aset Tumbuh, Struktur Keuangan Menguat

Dari sisi posisi keuangan, total aset SOLA meningkat menjadi Rp309,85 miliar hingga akhir 2025 dari Rp184,51 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara liabilitas naik menjadi Rp117,22 miliar dari Rp34,72 miliar.

Peningkatan aset tersebut mencerminkan ekspansi bisnis yang tengah dijalankan perusahaan untuk memperkuat kapasitas operasional dan memperluas portofolio proyek.

Prospek dan Strategi Pertumbuhan SOLA 2026

Manajemen menargetkan pendapatan sebesar Rp412,57 miliar pada 2026, meningkat dari realisasi 2025. Laba tahun berjalan diproyeksikan mencapai Rp52,73 miliar dengan total aset sebesar Rp351,39 miliar dan ekuitas Rp245,37 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan mengandalkan peluang dari meningkatnya anggaran pembangunan dan preservasi jalan nasional, kebutuhan aspal dalam negeri, tingginya permintaan jalan khusus untuk sektor tambang, logistik, dan pelabuhan, serta berkembangnya proyek energi terbarukan seiring implementasi RUPTL 2025-2034.

Strategi utama yang disiapkan meliputi penguatan bisnis pemeliharaan jalan hauling batubara di Sumatera dan Kalimantan, optimalisasi jaringan pabrik aspal industri di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta pengembangan proyek EPC PLTS, PLTS IPP, dan layanan pemeliharaan sektor energi. 

Manajemen menegaskan fokus perusahaan tetap diarahkan pada peningkatan kinerja operasional, penguatan backlog kontrak konstruksi, dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PLN PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini