Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digital. Tampilkan semua postingan

Berkat Digitalisasi, Omzet Penjual Sayur Ini Capai 90 Juta Per Bulan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Siapa sangka berjualan sayur dan bahan-bahan sembako secara digital bisa mencapai omzet hingga 90 juta dalam sebulan? Hal ini telah dibuktikan Titin Supartini pemilik Warung Abah di daerah Surapati, Bandung yang berhasil menuai manisnya digitalisasi.

Titin Supartini, pemilik Warung Abah di Surapati, Bandung, berhasil meraup omzet 90 juta per bulan berkat digitalisasi. Sebelum membuka toko sayur dan sembako ini, Titin dan suaminya sempat memiliki kantin di salah satu universitas di Bandung sejak tahun 2014. 

Memiliki latar belakang sebagai seorang koki hotel, pada saat itu Titin dan suami fokus untuk menyediakan masakan enak dan murah untuk kalangan mahasiswa. Sayangnya, saat pandemi, kantin pun harus tutup karena tidak ada mahasiswa yang datang ke kampus. Titin pun memutuskan untuk membuka usaha sampingan di rumah dengan berjualan sayur mayur sebagai sambil menjalani pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil.

Awalnya ia dan keluarga hanya fokus untuk berjualan secara offline dan melayani tetangga-tetangga di sekitar rumahnya. “Saya tidak pernah membayangkan akan jualan sayur di aplikasi. Tapi pada saat itu, ada Account Manager dari Grab yang menawari saya untuk masuk ke layanan GrabMart yang baru. Sebulan pertama saya masih bingung dan kewalahan untuk melayani pesanan offline dan online disaat yang sama. Bahkan sempat terpikir untuk berhenti, tapi untung saja saya konsultasi dulu ke tim Grab yang menangani warung saya sebelum memutuskan berhenti.” kata Titin Supartini, pemilik Warung Abah dalam keterangan tertulisnya. Kamis (07/01)

Berkat dukungan konsultasi dengan tim GrabMart inilah, Titin akhirnya memberanikan diri untuk memperluas bisnisnya. Awalnya karena banyak pesanan dari online dan offline, banyak barang-barang di warungnya yang habis dan Titin pun tidak bisa melayani konsumennya dengan maksimal. Sejak saat itu Titin memperbanyak stok barang yang ia jual, serta ia juga mulai berjualan barang-barang kebutuhan dasar lain seperti beras dan telur. Alhasil, pendapatan per harinya pun semakin meningkat, bahkan dalam satu bulan ia bisa mendapatkan omzet sebesar 90 juta rupiah, di mana hampir sebagian besar berasal dari GrabMart. 

“Semenjak saya fokus jualan online, saya sudah bisa membeli 1 kulkas dan 3 freezer, yang sangat membantu saya untuk terus memperbanyak stok jualan di warung. Saya juga tidak kewalahan lagi untuk melayani pesanan di tempat maupun online karena sejak bergabung dengan GrabMart saya sudah bisa mempekerjakan 2 karyawan untuk membantu di warung,” jelas Titin. 

Hal yang paling penting dalam menjalankan bisnis ini bagi Titin selain memastikan kualitas barang-barang yang ia jual tetapi juga kepuasan para konsumen. Titin selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan para konsumennya terutama yang membeli lewat GrabMart. “Biasanya kalau ada barang yang kurang dan harus diganti saya selalu menghubungi konsumen secara langsung dan menjelaskannya sendiri. Dengan adanya komunikasi langsung antara saya dan konsumen, konsumen pun lebih percaya dan kedepannya akan kembali lagi untuk membeli di tempat kami,” tutur Titin.

Titin meyakini bahwa Warung Abah tidak akan bisa sesukses sekarang kalau tidak ada dukungan dari para mitra pengantaran Grab. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan mitra pengantaran Grab selama ini. Hampir setiap hari di warung penuh oleh mitra-mitra Grab yang mengambil pesanan. Saya juga selalu menyiapkan kopi untuk mereka yang menunggu. Selain itu, setiap Jum’at saya juga sering mengadakan undian untuk para mitra yang berhadiah paket sembako. Alhamdulillah, para mitra-mitra Grab baik semua dan juga terus mendoakan Warung Abah supaya selalu sukses,” tutup Titin. (Arianto)
Share:

Budaya Digital, Titik Tolak Pembangunan Berkelanjutan Bisnis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Budaya digital (Digital Culture) adalah sebuah keharusan dalam suatu perusahaan. Sebab ini menjadi titik tolak perkembangan pembangunan yang berkelanjutan ( susutainable development) terhadap bisnis yang dijalankan sebuah perusahaan atau institusi tersebut.

Hal ini menjadi salah satu dasar diselenggarakannya acara puncak penghargaan Digital Culture Excellence Award 2021 di Ballroom 3 The Ritz -Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (10/11/2021) oleh Majalah First Indonesia.

Acara yang mengusung tema “Digital Culture for Sustainable Development” didukung oleh lembaga-lembaga kredibel seperti Badan Siber dan Sandi Negara, DRN, Internet Society Chapter Jakarta-Indonesia, LKN, UICI, Politeknaker, Wantiknas (Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Ketua Dewan Juri Prof. Laode Masihu Kamaludin, M.Sc., M.Eng dalam sambutannya mengungkapkan bahwa proses acara yang berlangsung sejak tiga bulan lalu itu bertujuan untuk meningkatkan SDM atau Human Transformation. Bagaimana agar SDM mengadopsi budaya digital dan mengimplementasikannya dalam perusahaan sesuai kebutuhan.

“Perusahaan-perusahaan itu harus terbuka dan bisa menerima atau mengadopsi digital dalam kehidupan sehari-hari. Nah peserta-peserta yang mengikuti acara atau mendapatkan penghargaan ini sudah menerapkan budaya digital dalam berbagai level-level bisnisnya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan saat ini sudah sadar akan pentingnya digital dalam proses bisnisnya. Mindset digital sudah dimiliki oleh semua perusahaan. Terlebih ketika diterpa pandemi Covid-19 ini.

“Setidaknya ada tiga perubahan fundamental yang bisa diambil hikmahnya dengan terjadinya Pandemi Covid-19 ini. Pertama, pola pikir (mindset) masyarakat mengalami perubahan yang signifikan. Masyarakat sadar bahwa digital itu sangat penting. Ketika aturan memaksakan masyarakat tidak boleh bepergian atau di rumah saja, maka cara komunikasi via digital menjadi hal yang vital. Ini perubahan yang kedua. Kemudian yang perubahan yang ketiga adalah cara berperilaku. Masyarakat lebih memperhatikan kebersihan demi kesehatannya,” terangnya.

Maka saat ini Artificial Intelligence (AI), Blockchain, Big Data, dan Connectivity adalah hal yang sangat fundamental. Dengan itu, budaya digital akan berjalan dengan lancar. Terlebih dalam bisnis, yang tak lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi nasional.Apalagi pemerintah mempunyai harapan besar dengan adanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi berkah bukan petaka. Maka digitalisasi haruslah menjadi hal yang tak bisa dipisahkan dalam kegiatan apapun, apalagi kaitannya dalam bisnis.

“Dalam hal ini, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa bonus demografi pada tahun 2035 harus tercipta sembilan juta digital talent dan tiga juta digital leadership. Kalau itu tidak tercipta, maka bonus demografi itu justru akan menjadi malapetaka,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usaman Kansong sangat mendukung acara Digital Culture Excellence Award 2021 ini. Sebab ini sangat membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya budaya digital.

“Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kominfo berkewajiban meningkatkan literasi digital, meningkatkan kecakapan masyarakat dalam menggunakan digital. Juga digital culture bagaimana mengedukasi masyarakat dalam menggunakan teknologi digital agar sesuai dengan budaya bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, acara Digital Culture Excellence Award menjadi pelengkap upaya-upaya yang dilakukan kementerian Kominfo dalam menumbuhkan budaya digital yang baik. Sebab Indonesia ini dikenal juga dengan penggunaan digital yang kurang santun.

Digital Culture Excellence Award 2021 ini merupakan kegiatan corporate rating (award) tahunan di bidang Teknologi dan Informasi berbasis Digital yang dipandu oleh para Dewan Juri yang ahli -ahli. Seperti Prof Laode Masihu Kamaluddin, Ashwin Sasongko, Riri Satria, dan perwakilan dari Keminfo, Kemnaker, dan lain sebagainya.

Adapun nama-nama perusahaan dan lembaga yang menjadi pemenang di acara ini antara lain PT BADAK NGL, PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG, PT TRANSPORTASI Jakarta, PT POLYTAMA PROPINDO, PT PERTAMINA EP CEPU, PT JASA RAHARJA, PT BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (PERSERO), PERUM BULOG, KSO TERMINAL PETIKEMAS KOJA, PT SOFTEX Indonesia, PT ELANG MULIA PERKASA, PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA BANGKA, LKPP ( LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH ), PT PENJAMINAN JAMKRINDO SYARIAH, DISKOMINFO MOJOKERTO, PT BANK JABAR BANTEN SYARIAH, PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO), PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KAB. NUNUKAN, PT BPR SERANG (PERSERODA), PT BPRS TANI TULANG BAWANG BARAT, PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KAB. HALMAHERA UTARA, OMBUDSMAN RI PERWAKILAN PROVINSI BANTEN, OMBUDSMAN RI PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI TENGGAR, dan GRAND HYATT Jakarta. (Arianto)

Share:

Cisco Komitmen Capai Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca pada Tahun 2040


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pandemi COVID-19 memberikan dampak luar biasa pada seluruh aspek kehidupan manusia. Meski begitu, tidak semuanya bersifat negatif, karena pandemi yang telah berlangsung selama 18 bulan juga menjadi momentum percepatan digitalisasi di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sejalan dengan target besar negara untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) pada tahun 2030, pemerintah mengambil langkah untuk memaksimalkan potensi Indonesia melalui inisiatif transformasi digital.

Terkait hal tersebut, pemerintah menekankan untuk tidak hanya sekedar fokus pada digitalisasi fasilitas atau pun layanan publik. Terlebih lagi, sektor publik dan swasta perlu mengembangkan lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar. Targetnya, segala perangkat dan kemudahan yang dimungkinkan oleh teknologi akan menjadi pendukung terciptanya kenyamanan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat agar menjadi lebih hijau, berkelanjutan, dan inklusif.

Dalam perjalanan Indonesia menuju SDGs, tentu diperlukan perencanaan dan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. Untuk itu, pada bulan Oktober, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) bersama dengan Cisco, perusahaan yang telah berpartisipasi aktif dalam menyediakan solusi teknologi berkelanjutan, menghadirkan sesi diskusi untuk membahas peran swasta dalam memperbarui model bisnis guna mendukung dan mencapai target SDGs.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, dan Kepala Sekretariat Nasional SDG, Dr. Vivi Yulaswati, MSc menyatakan, “Ada 17 goal, 169 target, dan berdasarkan edisi terakhir ada 289 indikator, yang harapannya jadi petunjuk untuk mencapai target-target SDGs. Sementara capaian SDGs selama ini, sekitar 70% sudah on track, namun masih ada 30% belum tercapai atau membutuhkan perhatian khusus, karena sebagiannya masih stagnan atau mengalami perburukan.”

Ia menjelaskan bahwa SDGs akan memberikan landasan kokoh menuju Indonesia maju, dengan mimpi bahwa pada tahun 2045 negara dapat keluar dari middle income trap. “Paska pandemi, dibutuhkan pertumbuhan PDB tahunan 6% untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan terlepas dari middle income trap. Tanpa transformasi ekonomi, pendapatan per kapita Indonesia akan ‘disalip’ oleh Filipina pada tahun 2037 dan oleh Vietnam pada tahun 2043,” kata Dr. Vivi di Jakarta. Jum'at (22/10)

Selain SDGs, kata Dr. Vivi, dalam pembangunan nasional terdapat juga kajian lingkungan hidup yang menjadi backbone untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih hijau, salah satunya melalui pembangunan rendah karbon. Aksi nyata ini disebut sebagai ekonomi sirkular.

Dengan implementasi ekonomi sirkular pada lima sektor prioritas seperti makanan dan minuman, perdagangan grosir dan eceran, tekstil, peralatan elektronik, dan konstruksi, estimasi dampak yang dihasilkan pada tahun 2030 adalah sebagai berikut:

Meningkatnya PDB sebesar Rp593-638 triliun
Terciptanya 4,4 juta lapangan kerja (neto), 75% diantaranya berpotensi untuk perempuan
Meningkatnya tabungan rumah tangga sebesar 9%
Mengurangi timbulan limbah sektoral sebesar 18-52% dibandingkan skenario BaU
Berkurangnya emisi CO2e sebesar 126 juta ton dibandingkan skenario BaU
Berkurangnya penggunaan air sebesar 6,3 miliar m3, dibandingkan skenario BaU

Perusahaan dapat berkontribusi untuk pencapaian SDGs dengan cara berinvestasi pada masyarakat, memasukkan kelompok marginal dalam rantai nilai, membayar harga yang adil dan penerapan standar-standar kepada supplier, memahami dampak bisnis terhadap lingkungan, penghematan energi, serta menerapkan procurement berkelanjutan.

Faktanya, 4 dari 10 perusahaan (40%) dalam kelompok 250 perusahaan terbesar global telah mengadopsi prinsip-prinsip Sustainable Business, seperti dicatat dalam laporan tahunannya. Perhatian terbesar pada isu-isu perubahan iklim, konsumsi yang bertanggung jawab, pekerjaan layak, kesetaraan gender, dan pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan yang sama, SVP Asia Pacific Energy, Sustainability & Industrial Frost & Sullivan, Ravi Krishnaswamy mengatakan “Data dari UN mengenai status SDGs menunjukkan bahwa wilayah Asia Tenggara sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan di beberapa goal SDGs.” Meski begitu, masih ada beberapa kekhawatiran terutama dalam hal kemiskinan akibat pandemi COVID-19. Banyak kegiatan perekonomian tidak bisa berjalan seperti biasa sehingga pendapatan mereka tertekan, bahkan sebagian lainnya kehilangan mata pencaharian. Masih ada jutaan masyarakat juga yang belum terhubung secara digital, sehingga pemerintah perlu melakukan berbagai cara untuk memperkuat infrastruktur, konektivitas yang menghubungkan antara pusat ekonomi dan wilayah penunjang.

Menanggapi hal tersebut, VP Internet of Things Telkomsel, Alfian Manullang memaparkan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital di Tanah Air. Ia menjelaskan bahwa pemerintah dan perusahaan telah melakukan berbagai inisiasi mengenai infrastruktur, yakni dengan menggelar program Merah Putih yang bertujuan untuk memberikan akses jaringan di seluruh wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dan program Universal Service Obligation (USO) dengan target menjangkau lebih dari 11.000 desa tanpa akses internet.

Ia menambahkan bahwa dalam membangun infrastruktur di wilayah tersebut, perusahaan menggunakan teknologi berkelanjutan, seperti solar cell (bertenaga matahari), energi hydropower (tenaga air), dan fuel cell (alat konversi elektrokimia yang menghasilkan listrik dengan gas buang berupa uap air/zero emission). Selain itu, perusahaan juga fokus untuk menghadirkan teknologi 5G, dimana otomatisasi dan robotisasi yang dapat dihadirkan teknologi tersebut akan berperan dalam mengatasi pandemi yang melanda saat ini.

Sementara itu, Country Managing Director, PT. Cisco Systems Indonesia, Marina Kacaribu juga turut menjelaskan komitmen Cisco sebagai perusahaan penyedia teknologi dan solusi digital bagi organisasi publik maupun swasta agar dapat memiliki connected secured automated business yang berkelanjutan seraya mendukung agenda digitalisasi nasional yang dicanangkan pemerintah Indonesia. “Tentunya, kami memiliki tanggung jawab yang besar, ada dua hal yang sangat relevan untuk Cisco, yakni percepatan transformasi digital dan keberlanjutan (sustainability).”

Ada empat hal utama bagaimana Cisco menerapkan keberlanjutan dari sisi produk, operasi, dan supply chain sejak 2008 dalam rangka mencapai net zero dari sisi emisi gas rumah kaca (GRK). Pertama, dari sisi produk, Cisco terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi energi produknya melalui desain produk yang inovatif. Cisco mengintegrasikan best-of-breed ASIC (Application-specific Integrated Circuit) terbaik dalam desain produk-produknya guna mencapai penggunaan energi, ruang dan performa yang teroptimal di kelasnya.

Selain itu, dari sisi operasi, Cisco terus melakukan percepatan penggunaan energi-energi terbarukan di mana saat ini 83% pemakaian listrik untuk operasional Cisco di seluruh dunia dihasilkan dari energi baru dan terbarukan, bahkan di Amerika Serikat 100% fasilitas Cisco ditenagai energi terbarukan. Perusahaan pun mendukung penyesuaian cara bekerja yang paling inklusif. Karyawan diberikan fleksibilitas untuk datang ke kantor ataupun bekerja dari mana saja, secara taktis hal tersebut mengurangi carbon footprint.

Cisco juga memberikan solusi-solusi digital inovatif dan handal untuk semua industri mulai dari perbankan, telekomunikasi, industrial, energi, utilitas, manufaktur, logistik, transportasi, UMKM dan layanan publik, yang dapat membantu organisasi meningkatkan keberlanjutan usaha, sosial dan lingkungannya. Cisco bertujuan memberdayakan masa depan yang inklusif untuk semua melalui prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Aktivitas ekonomi Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah terutama dalam mewujudkan transformasi digital dan green economy, termasuk di dalamnya ekonomi sirkular. Untuk itu, kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan SDGs dengan sektor industri perusahaan perlu terus didorong. (Tha/Lak)

Share:

Prawita GENPPARI, Pemanfaatan Platform Digital UMKM Harus Ditingkatkan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
“ Sebagai organisasi pegiat pariwisata yang mana didalamnya juga mendukung pemberdayaan UMKM yang terpukul di masa pandemi covid 19 ini, organisasi Prawita GENPPARI terus melakukan terobosan inovatif untuk memperluas pangsa pasar dan penyerapan produk – produk UMKM di tanah air. Salah satu bentuk riil-nya adalah optimalisasi penggunaan marketplace bernama potensiana.com sebagai sarana promosi dan transaksi online yang berbasis blockchain technology “, ujar Ketua Umum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Jakarta, Sabtu (13/3). 

Hal tersebut ia sampaikan ketika melakukan pendampingan kepada Tim Digital Prawita GENPPARI yang sedang melakukan pemantapan pelatihan penerapan dan pemanfaatan fasilitas marketplace potensiana.com untuk meningkatkan pemasaran bagi produk – produk UMKM yang menjadi binaan Prawita GENPPARI. 


Pada kesempatan tersebut tampak seluruh peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang mana pada tahap pertama sudah dilakukan secara online. Selanjutnya karena menyangkut masalah praktikum penggunaan maka tidak bisa dilakukan secara online, sehingga terpaksa harus dilakukan secara offline dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Untuk itulah peserta pun dibatasi hanya 6 orang saja guna menghindari kemungkinan adanya penularan cluster baru. 

Kemudian Dede juga menyampaikan harapannya yang penuh dengan optimis bahwa transaksi perdagangan online (e-commerce) di tanah air memiliki pasar yang semakin luas. Hal ini terlihat dari nilai transaksi yang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Ujarnya.


“ Seiring dengan waktu dan pemahaman masyarakat serta percepatan adaptasi terhadap teknologi digital, aktivitas jual beli secara online semakin meningkat. Oleh karena itu pemanfaatan teknologi tersebut untuk meningkatkan omset penjualan atau pemasaran produk – produk UMKM harus terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pelatihan – pelatihan dan sosialisasi yang senantiasa dilakukan oleh Prawita GENPPARI diberbagai wilayah di tanah air “, pungkas Dede mengakhiri keterangan yang dihubungi via telpon. **
Share:

Kepala Bappenas Minta Alumnus ITB Kawal Transformasi Digital Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan sambutan dalam acara Forum Diskusi 90ITB Mengawal Indonesia : Digital Life for Future Indonesia yang digelar oleh para alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) pada hari Jumat, 28 Agustus 2020, di Jakarta. Dalam sambutannya, Menteri Suharso Monoarfa mengajak para alumni ITB untuk mengawal arah transformasi digital di Indonesia.

“Wabah Covid-19 telah memaksa kita semua untuk melakukan digitalisasi di setiap aspek kehidupan: belanja, pendidikan, bekerja, bisnis, dan lain-lain. Kehidupan new normal adalah digital life (kehidupan serba digital), dan ini menyebabkan perubahan gaya hidup dan diperkirakan akan terus berlangsung walaupun pandemi COVID-19 telah berakhir,” kata Suharso Monoarfa.

“Sebagai alumni ITB, kita harus segera mengantisipasi dan memikirkan dengan baik, serta bersama-sama mengawal agar arah transformasi digital di Indonesia dapat memberikan “deviden” bukan “disrupsi” untuk bangsa Indonesia,” sambungnya.

Menurut data Bappenas, sampai dengan sekarang, saat pandemi Covid-19 masih mewabah di Indonesia, Ekonomi Digital Indonesia justru menunjukkan tren yang positif. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengguna telpon seluler, internet, dan medsos ditambah para pengguna e-commerce yang melonjak tinggi.

Namun, lanjut Menteri Suharso menilai masih ada hal yang perlu dibenahi, yakni terkait Infrastructur Communication Technology (ICT). Menurut Suharso, daya saing Sektor ICT Indonesia belum sebaik negara tetangga. Suharso menyebut, saat ini Indonesia masih tertinggal pada pilar ICT adoption  (peringkat 72), innovation capability (peringkat 74), dan skills (peringkat 65), padahal kapasitas ini yang diperlukan untuk mendukung ekonomi digital Indonesia berkembang lebih pesat.

Untuk itu, kata Kepala Bappenas, aset SDM dan pengetahuan (skills) para lulusan ITB yang kaya akan ilmu dan pengalaman di bidang teknologi dan bidang terkait lainnya perlu menjadi kekuatan besar untuk bersama-sama mengawal transformasi digital.

“Transformasi digital perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, yakni : Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, bahkan masyarakat. Lulusan ITB harus terus melakukan skills-upgrading dan adaptif terhadap perubahan teknologi digital, sehingga kita selalu lebih unggul,” tutup Menteri Suharso.

Menteri berharap agar angkatan 90 ITB dapat aktif memberikan saran dan masukannya untuk membangun Indonesia agar tercipta Indonesia Maju.

“Saya berharap angkatan 90 ITB dapat memberikan solusi atau gagasan yang menarik agar kita dapat bersama-sama membangun Indonesia Maju,” tutup Menteri.  **
Share:

Dinas Pariwisata Kota Medan Gelar FGD Pengembangan Di Era Digital


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Perkembangan digital dan millenial saat ini sangat erat berkaitan. Sehingga pariwisata juga dapat tumbuh besar karena peran digital. Lifestyle saat ini sudah berubah ke arah digital, sehingga generasi milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia. Dengan dorongan teknologi, millenial menjadi generasi yang kreatif, aktif dan inovatif.

Demikian disampaikan Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suryono mewakili Plt Wali Kota Medan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Pariwisata Kota Medan di Hotel Garuda Plaza, Rabu (30/10/2019).

FGD yang mengusung Tema Pengaruh Pertumbuhan Industri Pariwisata di Era Digital terhadap Perkembangan Pariwisata Kota Medan bertujuan memajukan industri parwisata kepada wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

“Hal ini karena mereka mengenyam pendidikan yang jauh lebih baik daripada pendahulunya, sehingga generasi millenial mampu menyerap informasi lebih baik dan sangat aktif di media sosial,” ungkap Agus.

Dihadapan seluruh peserta dilingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Medan, Agus menjelaskan, hal ini salah satunya disebabkan karena Country Branding Indonesia, yaitu Wonderful Indonesia naik pesat di mata dunia. Ia juga mengatakan, pengakuan ini akan membuat kepercayaan diri para pelaku pariwisata di tanah air akan makin meningkat, serta akan mampu membuat wisatawan semakin yakin untuk mengunjungi Indonesia.

“Pengakuan ini akan makin membuat generasi millenial semakin penasaran akan keindahan pariwisata Indonesia. Generasi millenial inilah yang harus kita garap lebih serius, karena penggunaan teknologi digital oleh para generasi millenial yang sangat masif, membuat potensi mereka kian menarik untuk digali,” jelas Agus.

Seperti yang diketahui, tambah Agus, bahwa Presiden Joko Widodo secara resmi telah memperkenalkan jajaran kabinetnya yang akan bekerja untuk periode 5 tahun ke depan. Salah satu yang dilantik adalah seorang yang dikenal sangat kreatif dan masih berusia muda bernama Wishnutama.

“Beliau menjadi nahkoda yang akan membawa pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu bidang yang akan bisa diberdayakan untuk membangun Indonesia. Kita semua tentu berharap kegiatan pariwisata di bawah Bapak Wishnutama akan semakin bergairah dan mampu menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara kita diluar bidang Migas,” tambahnya.

Kemudian, FGD dilanjutkan dengan pemaparan dari Narasumber diantaranya, Kadis Pariwisata Kota Medan, Polrestabes Medan, Ketua DPD Asita Sumutj Solahuddin Nasution, Wakil Ketua Umum BPP PHRI Maulana Yusran. **

Wartawati DNM : Nora Tarigan
Share:

IKLAN MURAH

IKLAN

IKLAN



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Juni Bulan Bung Karno

Juni Bulan Bung Karno Momentum Istimewa Bagi Bangsa Indonesia tidak bisa dipungkiri, jika pada Bulan Juni dikatakan Bulannya Bung Kar...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Anak Anak Yatim Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS BPN BRI Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dharma Pertiwi Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Inspirasi Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Jum'at Barokah Jumanji Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemenkes Kemenkumham KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KNPI kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik Lock Down lomba lari London LPS LSM Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Mayday MDMC Media Media Sosial Menag Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU Office Ojek Online Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi PPKM PPWI Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Ragam Rakernas Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini