Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan

Fachrul Razi Raih Gelar Doktor Ilmu Politik di Universitas Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fachrul Razi resmi meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang digelar di Jakarta, Selasa (24/02/26).

Dalam sidang promosi tersebut, Fachrul memaparkan hasil risetnya mengenai dinamika integrasi politik di Aceh pascaperjanjian damai Helsinki. 

Ia menyoroti bagaimana konsolidasi kelembagaan dan peran aktor-aktor politik lokal memengaruhi stabilitas serta arah pembangunan politik di daerah itu.

Di hadapan dewan penguji, ia menjelaskan bahwa proses integrasi politik tidak hanya ditentukan oleh regulasi formal, tetapi juga oleh legitimasi sosial dan kemampuan elite lokal membangun konsensus. 

Penelitian itu, menurut dia, berangkat dari kebutuhan membaca ulang praktik demokrasi lokal dalam konteks kekhususan Aceh.

Sidang berlangsung terbuka dan dihadiri civitas akademika serta undangan terbatas. Setelah melalui sesi tanya jawab dan pendalaman metodologi, dewan penguji menyatakan disertasi tersebut layak dan menerima kandidat sebagai doktor.

Pihak kampus menyebut riset yang diangkat relevan dengan perkembangan politik lokal dan tata kelola pemerintahan daerah. Kajian semacam ini dinilai penting, terutama dalam melihat bagaimana perjanjian damai diterjemahkan ke dalam praktik politik sehari-hari.

Dengan capaian tersebut, Fachrul menambah deretan akademisi yang menekuni studi politik berbasis pengalaman empirik daerah. 

Ia berharap temuannya dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Teliti Aceh, Fachrul Razi Raih Doktor Politik UNAS


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fachrul Razi resmi meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional dalam Sidang Senat Terbuka di Menara UNAS Ragunan, Selasa (24/2/2026).

Disertasinya mengupas integrasi politik Aceh pasca-MoU Helsinki, menyoroti peran kelembagaan Wali Nanggroe dalam menjaga stabilitas daerah.

Mengurai Integrasi Politik Aceh

Fachrul Razi dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Politik oleh Universitas Nasional (UNAS) dalam sidang terbuka yang digelar di Menara UNAS Ragunan, Jakarta Selatan.

Ia mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Politik di Aceh Pasca MoU Helsinki: Studi Pelembagaan Politik Wali Nanggroe (2013–2024)”.

Tema tersebut dipilih dengan latar dinamika politik Aceh setelah penandatanganan MoU Helsinki pada 2005, yang mengakhiri konflik bersenjata di provinsi itu.

Menurut Fachrul, perjanjian damai bukan sekadar penutup konflik, melainkan awal dari proses panjang membangun sistem politik yang inklusif dan terintegrasi.

Penelitiannya menelaah bagaimana integrasi politik berlangsung lebih dari satu dekade terakhir, sekaligus memetakan faktor yang memengaruhi stabilitas dan konsolidasi demokrasi di Aceh.

Ia menyebut implementasi butir-butir MoU Helsinki di lapangan menyimpan dinamika tersendiri.

“Penelitian ini mengungkap berbagai temuan penting terkait implementasi aturan MoU Helsinki,” ujarnya dalam sidang promosi.

Promosi Doktor dan Harapan Akademik

Proses doktoral Fachrul dipimpin Promotor Utama Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, akademisi yang dikenal luas dalam studi konflik dan perdamaian Indonesia.

Setelah melalui tahapan pembahasan dan verifikasi akademik, ia dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan resmi menyandang gelar doktor.

Sidang senat terbuka tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wilson Lalengke selaku Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), serta jajaran pengurus organisasi itu.

Momentum akademik ini tak sekadar seremoni. Fachrul berharap hasil risetnya dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan politik yang adaptif terhadap dinamika Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya pelembagaan politik lokal, termasuk posisi Wali Nanggroe, dalam menjaga kesinambungan perdamaian.

Baginya, integrasi politik bukan proses instan. Ia membutuhkan konsistensi kebijakan, legitimasi kelembagaan, dan partisipasi masyarakat.

Dengan riset tersebut, Fachrul berharap kontribusi akademiknya dapat memperkaya diskursus politik nasional sekaligus memperkuat fondasi perdamaian Aceh di masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

BEM PTMA Apresiasi Anggaran Pendidikan 2026 Tak Dipangkas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
BEM PTMA Indonesia menyatakan dukungan terhadap kebijakan anggaran pendidikan 2026 pemerintah di Jakarta, Senin (23/02), karena dinilai tetap prioritas meski ada program nasional baru.

Anggaran pendidikan 2026 dipastikan tidak dipangkas untuk program lain, langkah yang dinilai mahasiswa sebagai sinyal kuat komitmen negara pada sekolah dan guru.

Kebijakan Anggaran Dinilai Progresif

Koordinator Presidium Nasional Yogi Syahputra Alidrus menilai kebijakan anggaran pendidikan pemerintah menunjukkan arah progresif. Menurutnya, sektor pendidikan dasar dan menengah tetap ditempatkan sebagai prioritas pembangunan manusia.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti, yang memastikan dana pendidikan tidak dikurangi untuk pembiayaan program lain.

Pemerintah, kata dia, justru memperbesar alokasi untuk sejumlah program strategis, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, bantuan siswa, hingga peningkatan kesejahteraan guru.

Data anggaran yang tercantum dalam APBN menunjukkan nilai lebih dari Rp14 triliun dialokasikan bagi lebih dari 11.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menurut Yogi, angka tersebut menegaskan bahwa sektor pendidikan masih menjadi fondasi pembangunan nasional jangka panjang.

Catatan Pengawasan Daerah

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar kerap muncul di tingkat pemerintah daerah. Persoalan klasik seperti penyalahgunaan kewenangan hingga lemahnya pengawasan masih ditemukan.

Ia mencontohkan kasus di Nusa Tenggara Timur yang menyoroti lemahnya perhatian terhadap kebutuhan dasar siswa. Peristiwa itu, katanya, harus menjadi alarm bagi penguatan kontrol kebijakan pendidikan.

Selain anggaran, BEM PTMA juga menilai langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam program digitalisasi sekolah sebagai kebijakan penting.

Bantuan perangkat panel interaktif dinilai dapat mendorong pembelajaran kolaboratif. Teknologi tersebut memungkinkan guru menulis, menggambar, dan mengakses sumber belajar digital secara langsung di kelas.

Yogi menegaskan, pendidikan dasar dan menengah tetap menjadi “jantung peradaban daerah” karena membentuk generasi masa depan. Ia menilai keberlanjutan kebijakan anggaran menjadi kunci agar manfaatnya terasa merata hingga wilayah terpencil.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Mahasiswa Indonesia Raih Juara III Tilawah IPT Malaysia 2026


Duta Nusantara Merdeka | Trengganu 
Mahasiswa Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin (UniSIRAJ), Ahmad Zaky AlBaihaqi, meraih Juara III Tilawah IPT di Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Terengganu, 12–15 Februari 2026.

Prestasi itu menjadi catatan penting, bukan hanya bagi kampusnya di Malaysia, tetapi juga bagi Indonesia.

Ahmad Zaky tampil dalam Majlis Tilawah dan Hafazan Al-Qur’an Peringkat Institusi Pendidikan Tinggi (IPT), ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi se-Malaysia.

Di tengah persaingan ketat cabang tilawah dan hafazan, ia berhasil menempatkan diri di posisi tiga besar. Capaian tersebut menegaskan kapasitasnya sebagai qari muda yang matang secara teknik maupun penguasaan tajwid.

Fondasi Pesantren dan Tradisi Keilmuan

Ahmad Zaky merupakan alumni . Ia juga cucu dari pendiri pesantren tersebut.
Latar pendidikan pesantren yang kuat menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya. 

Tradisi talaqqi, disiplin hafalan, serta pembinaan adab terhadap Al-Qur’an membentuk karakter dan ketekunannya sejak dini.

Keberhasilan di panggung IPT Malaysia ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Kompetisi yang digelar di Terengganu itu bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang silaturahmi intelektual dan spiritual antar-mahasiswa. Ajang tersebut memperkuat budaya cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda terdidik.

Pihak kampus melalui Jabatan Pembangunan Pelajar dan Jaringan Komuniti (JPPJK) menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. 

Mereka berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat mahasiswa lain untuk terus berprestasi.

Keberhasilan Ahmad Zaky diharapkan memberi energi baru bagi santri dan mahasiswa Indonesia, agar terus menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an dan membawa nilai-nilai Islam di kancah global.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 
 

 
Share:

Fadli Zon Dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan UNAS

Universitas Nasional (UNAS) mengukuhkan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon.) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik, Auditorium UNAS, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Universitas Nasional mengukuhkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Pengukuhan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan Universitas Nasional menjadi penegasan peran kebudayaan sebagai fondasi pembangunan peradaban Indonesia.

Pengukuhan ini merupakan penghargaan akademik tertinggi yang diberikan universitas atas dedikasi, pemikiran, dan kontribusi intelektual Fadli Zon di bidang kebudayaan, pendidikan, serta kehidupan kebangsaan.

Keputusan tersebut diambil melalui mekanisme akademik internal dengan kajian komprehensif atas rekam jejak, kepakaran, integritas, serta kontribusi yang diakui secara nasional dan internasional.

Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, menegaskan bahwa penganugerahan Profesor Kehormatan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan institusional atas dedikasi panjang di ranah kebudayaan.

Menurut dia, pengukuhan itu adalah pengakuan akademik atas konsistensi Fadli Zon dalam memperjuangkan sejarah, kebudayaan, dan jati diri bangsa di ruang publik maupun intelektual.

Ia juga menyebut nilai-nilai yang diperjuangkan Fadli Zon selaras dengan warisan pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana, salah satu pendiri Universitas Nasional.

Rektor berharap penganugerahan ini memperkuat sinergi antara dunia akademik dan negara dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif serta berkelanjutan.

Orasi: Reinventing Indonesian Identity

Dalam orasi kebudayaan, Fadli Zon mengangkat gagasan reinventing Indonesian identity sebagai fondasi penguatan peradaban bangsa di tengah dinamika global.

Ia menekankan bahwa temuan arkeologis menunjukkan Nusantara telah memainkan peran penting dalam evolusi dan perjalanan panjang peradaban manusia.

Menurutnya, Indonesia tidak semata negara-bangsa modern, melainkan peradaban-bangsa yang berdiri di atas fondasi megadiversity etnis, bahasa, adat, dan tradisi.

Keberagaman tersebut, kata dia, justru menjadi kekuatan strategis dalam politik kebudayaan dunia.

Fadli Zon juga menegaskan kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, bukan sekadar pelengkap kebijakan.

Budaya, lanjutnya, berfungsi sebagai kompas moral sekaligus ruang solusi di tengah kompleksitas sosial, politik, dan ekonomi global.

Rekam Jejak Akademik dan Intelektual

Universitas Nasional mendasarkan keputusan ini pada rekam jejak Fadli Zon sebagai politisi-akademisi, intelektual, dan budayawan yang konsisten merawat memori kolektif bangsa.

Ia tercatat aktif sebagai dosen luar biasa di Universitas Indonesia serta dosen tidak tetap di Universitas Nasional sejak 2018.

Produktivitas intelektualnya terwujud dalam lebih dari 40 buku dan berbagai karya tulis di bidang politik, kebudayaan, serta ekonomi kerakyatan.

Komitmennya juga terlihat melalui pendirian Fadli Zon Library, pengelolaan museum, dan rumah budaya yang menyelamatkan ribuan artefak serta naskah kuno.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzadi, Menteri Koordinator Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, Muhammad Qodari, Giring Ganesha, Arif Satria, anggota DPR RI, serta para duta besar negara sahabat.

Menutup orasinya, Fadli Zon menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan sivitas akademika Universitas Nasional atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan.

Ia kembali menegaskan bahwa kebudayaan adalah fondasi penting dalam membangun peradaban dan memperkokoh persatuan bangsa.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Gandeng HWPL, Universitas MH Thamrin Terapkan Kurikulum Perdamaian


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Arus besar perdamaian global kini mengetuk pintu kampus di Jakarta Timur. Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) resmi menginisiasi gerakan pemberdayaan pemuda yang ambisius.

Bekerja sama dengan International Peace Youth Group (IPYG) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin (UMHT), agenda bertajuk The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC) sukses digelar pada Kamis (29/1/2026).

Acara ini bukan sekadar seremoni. Bertempat di Auditorium dr. H. Abdul Rajak, diskusi berlangsung dinamis secara offline dan hybrid, mempertemukan narasi perdamaian dengan realitas keberagaman yang ada di tengah masyarakat Indonesia.

Rektor UMHT, Dr. Ningky Sasanti Munir, dalam pembukaannya menegaskan hal krusial. Baginya, perguruan tinggi harus menjadi ruang aman bagi dialog kritis sekaligus persemaian nilai-nilai kemanusiaan yang sering kali terlupakan.

Duta Perdamaian IPYG, Ahmad Syamsuddin, turut membakar semangat peserta. Ia mengingatkan bahwa meski keyakinan berbeda, setiap manusia menghirup udara yang sama dan memiliki tanggung jawab moral yang serupa terhadap alam.

"Kita membangun satu titik penting yang diharapkan menjadi garis perdamaian dunia," ujarnya. Baginya, kampus adalah inkubator paling efektif untuk melahirkan pemimpin masa depan yang bervisi harmoni, bukan konflik.

Senada dengan itu, Kifah Gibraltar Bey Fananie dari Gerakan Pemuda Persaudaraan Muslimin Indonesia menyoroti aspek historis. Ia menekankan bahwa inisiatif ini harus melampaui sekat toleransi menuju solidaritas yang konkret.

Momen puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). UMHT secara resmi akan mengadopsi Kurikulum Pendidikan Perdamaian HWPL ke dalam sistem pembelajaran mereka, sebuah langkah progresif bagi institusi pendidikan tinggi.

Widian selaku perwakilan HWPL dan Dr. Ningky mengukuhkan kerja sama ini dengan pertukaran plakat. Simbol ini menjadi janji bersama untuk terus memajukan literasi perdamaian secara terstruktur di lingkungan akademis.

Suasana semakin hangat saat tari tradisional Betawi, Ondel-Ondel, ditampilkan. Gerakan ritmis para penari menjadi metafora visual yang kuat mengenai persatuan dalam keberagaman budaya yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Memasuki sesi kelas intensif bertajuk “Who Am I Beyond Labels”, Devia sebagai perwakilan pemuda mengajak peserta merenung. Ia menegaskan bahwa perdamaian sejati selalu dimulai dari keberanian untuk mengenali dan mengelola diri sendiri.

"Keputusan yang kita ambil hari ini akan membentuk masa depan," tegas Devia. Pesannya jelas: identitas tidak boleh menjadi tembok, melainkan jembatan untuk memahami eksistensi orang lain tanpa prasangka berlebih.

Pada sesi berikutnya, Cathleen mengupas tuntas tentang kekuatan empati. Baginya, perdamaian hanya bisa tumbuh jika seseorang bersedia menempatkan diri pada posisi orang lain, sebuah keterampilan sosial yang kini semakin langka.

Tak berhenti di sana, Interfaith Youth Talk Show menghadirkan representasi organisasi pemuda nasional. Mulai dari HIKMAHBUDHI, PMKRI, ISNU, hingga KMHDI, semua duduk bersama dalam satu meja diskusi yang setara.

Dipandu oleh Tuty Purwaningsih dari HWPL, para narasumber membedah nilai-nilai karakter dalam kitab suci masing-masing. Mereka menemukan satu benang merah: setiap ajaran mendorong penghormatan mendalam terhadap perbedaan pandangan.

Diskusi juga menyoroti tantangan nyata membangun kerukunan di tengah dinamika masyarakat digital yang rentan polarisasi. Dialog lintas iman dinilai sebagai pilar utama untuk merawat persatuan dan mencegah potensi konflik sosial.

Melalui YEPC, HWPL dan IPYG menegaskan kembali posisi mereka. Mereka tidak hanya menjual wacana, tetapi menyediakan kerangka kerja berkelanjutan yang selaras dengan nilai kemanusiaan universal dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 
  


 
Share:

One Day Kebudiluhuran 2026, UBL Tegaskan Pendidikan Karakter


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Universitas Budi Luhur (UBL) resmi menggelar rangkaian One Day Kebudiluhuran 2026 di Auditorium Grha Mahardika Budjana, Jakarta, ditandai Seminar Kebangsaan bertema “Membumikan Pendidikan Karakter, Menyongsong Indonesia Emas”.

Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc. menegaskan komitmen kampus membentuk mahasiswa tidak hanya unggul intelektual, tetapi berkarakter luhur dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan berlangsung di Jakarta, Jumat (09/01/2025), diikuti sivitas akademika, mahasiswa, dan praktisi, sebagai puncak rangkaian pembelajaran kepedulian sosial berbasis nilai kebudiluhuran.

Prof. Agus menyampaikan pendidikan karakter menjadi fondasi penting di tengah realitas sosial, saat krisis amanah dan etika publik kerap terlihat dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Ini momen refleksi bersama, apakah kita sudah membiasakan berpikir, berkata, dan bertindak baik, karena kebiasaan itulah yang membentuk karakter,” ujar Prof. Agus dalam pemaparannya.

Ia menekankan mahasiswa UBL digembleng melalui pembiasaan nilai luhur agar kelak dikenal sebagai alumni yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, karakter tidak terbentuk instan, melainkan dipengaruhi faktor keluarga, lingkungan pendidikan, serta arena pengalaman sosial yang terus membentuk kepribadian seseorang.

UBL bahkan menjadi satu-satunya universitas dengan mata kuliah Kebudiluhuran bersertifikat, mencakup wawasan nilai dan aplikasinya dalam inovasi serta kreativitas mahasiswa.

“Pikiran membentuk ucapan, ucapan menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, kebiasaan membentuk karakter, dan karakter menentukan takdir,” ungkapnya mengutip filosofi pendidikan karakter.

Melalui One Day Kebudiluhuran, kampus berharap nilai-nilai luhur tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir nyata dalam kepemimpinan masa depan Indonesia.

One Day Kebudiluhuran menjadi pengingat bahwa Indonesia Emas dimulai dari insan berkarakter, beretika, dan berani menjaga nilai luhur dalam setiap peran kehidupan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Wisuda UNINDRA ke-102 Jadi Tonggak Menuju Excellent Teaching University


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sidang Terbuka Pimpinan Akademik Universitas Indraprasta (UNINDRA) PGRI menandai Wisuda ke-102 di TMII, mengukuhkan 1.941 lulusan sarjana dan magister penuh haru serta optimisme masa depan.

Kegiatan berlangsung di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (16/12/2025), Universitas Indraprasta PGRI menggelar Wisuda ke-102 sebagai puncak akademik semester genap 2024–2025.

Rektor UNINDRA Prof. Dr. Sumaryoto secara resmi membuka sidang terbuka pimpinan akademik, menegaskan wisuda sebagai momentum strategis bagi lulusan, institusi, serta masa depan pendidikan tinggi nasional.

Acara ini diikuti 935 wisudawan sesi kedua, setelah sebelumnya 1.006 peserta di sesi pertama, sehingga total Wisuda ke-102 UNINDRA meluluskan 1.941 sarjana dan magister.

Dalam sambutannya, Prof. Sumaryoto menyampaikan rasa syukur atas kelancaran prosesi, sekaligus mengajak wisudawan memaknai kelulusan sebagai amanah pengabdian, bukan sekadar pencapaian akademik.

Wisuda ini juga menjadi penutup seluruh kegiatan akademik tahun 2024–2025, sementara wisuda semester gasal 2025–2026 direncanakan berlangsung pada April mendatang.

UNINDRA saat ini mencatat lebih dari 36 ribu mahasiswa aktif dari total 40 ribu terdaftar, mencerminkan tantangan sosial ekonomi yang masih dihadapi dunia pendidikan tinggi.

Rektor menekankan pentingnya rasa syukur bagi wisudawan yang berhasil menuntaskan studi di tengah keterbatasan, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain yang tengah berjuang.

Sebagai perguruan tinggi berusia 21 tahun, UNINDRA menargetkan diri menjadi excellent teaching university pada 2029, fokus pada keunggulan pembelajaran dan kualitas lulusan berdaya saing.

Prof. Sumaryoto mengungkapkan tantangan besar peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor, dari target minimal 45 persen, yang saat ini masih berada di kisaran 20 persen.

Namun optimisme tetap terjaga karena ratusan dosen sedang menempuh studi doktoral, didukung komitmen yayasan dan pimpinan untuk penguatan sumber daya manusia berkelanjutan.

Dari sisi akademik, lebih dari 60 persen dosen UNINDRA telah memiliki jabatan lektor ke atas, memperkuat fondasi kualitas pembelajaran dan tata kelola pendidikan tinggi.

Pada bidang riset, UNINDRA kini berada di klaster utama nasional, mendorong dosen aktif melakukan penelitian berdampak terhadap akreditasi institusi dan kontribusi keilmuan.

Pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus utama, dengan ribuan guru telah mengikuti pelatihan IT dan bimbingan konseling melalui kerja sama UNINDRA dan PGRI.

Peran UNINDRA dinilai strategis dalam merespons isu perundungan dan kekerasan di sekolah, melalui penguatan kompetensi guru bimbingan konseling secara berkelanjutan.

Dalam aspek mutu, UNINDRA terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal seiring penerapan regulasi terbaru guna meningkatkan akreditasi program studi dan institusi.

Pengembangan sarana prasarana turut dikebut, termasuk penguatan Kampus C sebagai pusat pendidikan dan pelatihan serta pembangunan gedung Program Doktor di Kampus B.

Program doktor UNINDRA menjadi satu-satunya di lingkungan perguruan tinggi PGRI se-Indonesia, menegaskan posisi UNINDRA sebagai pionir akademik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI Jakarta, Dr. Andes H. Diding Zainuddin, mengapresiasi kepemimpinan rektor dan jajaran UNINDRA.

Yayasan menilai UNINDRA berhasil meraih kepercayaan pemerintah, termasuk sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru dan penerima berbagai penghargaan nasional dan daerah.

Prestasi UNINDRA dalam pelestarian budaya Nusantara melalui pagelaran wayang kulit hingga ke mancanegara turut diapresiasi sebagai kontribusi kebudayaan nasional.

Orasi ilmiah disampaikan Prof. Dr. Mamik Suendarti, M.Pd., menyoroti peran pohon perindang jalan sebagai solusi ekologis menghadapi polusi, panas kota, dan degradasi lingkungan.

Ia menegaskan perlunya kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan demi kualitas hidup perkotaan yang lebih baik.

Wisuda ke-102 UNINDRA bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan titik awal perjalanan lulusan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan masa depan Indonesia.

Dengan bekal ilmu, integritas, dan optimisme, lulusan UNINDRA diharapkan menjadi agen perubahan yang menjaga almamater dan memberi makna bagi kehidupan sosial.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

UB PHORIA 2025: Malam Kebanggaan Alumni Brawijaya

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ribuan alumni Universitas Brawijaya memadati Jakarta, Sabtu (13/12/2025), dalam SPECTA UB PHORIA 2025, merayakan kebersamaan, nostalgia, dan komitmen membangun masa depan kampus.

Kegiatan Temu Alumni yang digelar Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) menghadirkan kolaborasi awardee alumni untuk penguatan Dana Abadi Universitas Brawijaya.

Ketua Umum IKA UB Ir. Mohammad Zainal Fatah menegaskan acara ini menjadi ruang menyambung persaudaraan, menyatukan kebaikan, serta memperkuat kontribusi alumni bagi almamater.

la menjelaskan transformasi pengelolaan beasiswa alumni kini diarahkan mendukung Dana Abadi Universitas Brawijaya agar dikelola berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

"Dana abadi ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi investasi amal jariah bagi adik-adik mahasiswa Universitas Brawijaya," ujar Zainal Fatah di hadapan alumni.

Malam kebersamaan ini juga menjadi simbol keteguhan alumni menghadapi berbagai ujian, memilih berdiri tegak, menjaga marwah universitas, serta saling menguatkan dalam solidaritas.

Panitia mencatat kehadiran lebih dari tiga ribu alumni lintas angkatan, menjadikannya salah satu pertemuan terbesar dalam sejarah Ikatan Alumni Universitas Brawijaya.

Di tengah euforia, kepedulian sosial turut menguat melalui UB PHORIA Charity Night+, menggalang bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo menyampaikan capaian UB kini menempati peringkat delapan nasional dan 180 dunia, mencerminkan reputasi global yang terus meningkat.

la menegaskan kontribusi alumni sangat nyata, mulai dari kepemimpinan di pemerintahan, BUMN, dunia usaha, hingga peran aktif dalam kegiatan kemanusiaan nasional.

"Alumni adalah kekuatan utama UB, baik dalam dana abadi, kolaborasi bisnis, pengajaran di kampus, hingga penyerapan lulusan," kata Prof. Widodo.

Rektor juga mengajak alumni terus kembali ke kampus berbagi ilmu, membuka peluang kerja, serta memperluas jejaring demi memperkuat ekosistem pendidikan berkelanjutan.

Acara semakin hangat dengan apresiasi bagi alumni berprestasi, penampilan hiburan, kuis, dan doorprize, menegaskan kebersamaan sebagai energi utama gerakan alumni.

SPECTA UB PHORIA 2025 menegaskan alumni Brawijaya bersatu, kuat dalam kebersamaan, dan konsisten membangun kampus melalui solidaritas serta Dana Abadi.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 

Share:

Kuliah Umum UKI Ungkap Bahaya Digital: Hukum Siber Siap Menggigit


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sadar Olah Literasi Digital (SOLID) bersama Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar kuliah umum bertema etika dan hukum digital membongkar bahaya pelanggaran siber bagi Generasi Z.

Kegiatan bertajuk "Etika dan Hukum di Dunia Digital: Tantangan Generasi Z di Era Informasi Cepat" diselenggarakan di Jakarta, Kamis (6/11), untuk meningkatkan kesadaran literasi digital mahasiswa.

Dekan Fakultas Hukum UKI, Prof. Dr. Hendri Jayadi, menjelaskan digitalisasi adalah transformasi sistem analog menuju sistem elektronik melalui teknologi informasi dan data terkomputerisasi.

Secara hukum, ia menyebut definisi digitalisasi belum diatur spesifik, namun seluruh aktivitas daring wajib tunduk pada norma, regulasi, dan hukum positif Indonesia.

Jayadi menegaskan bahwa hukum siber berfungsi mengatur aktivitas, transaksi elektronik, dan perilaku digital agar tertib, aman, serta tidak melanggar kepentingan publik.

Secara normatif, hukum digital diatur antara lain dalam UU ITE, UU KUHP, UU Perlindungan Data Pribadi, serta PP tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik.

Mahasiswa diingatkan batas larangan seperti konten asusila, perjudian, fitnah, pemerasan, peretasan, penipuan, manipulasi data, hingga penyebaran hoaks yang menimbulkan kerugian.

Kuliah umum menjelaskan dua bentuk perlindungan hukum: preventif berupa edukasi, transparansi, dan persetujuan data; serta represif berupa sanksi administratif dan pidana.

Pasal dalam UU ITE dan UU PDP menegaskan ancaman denda hingga pidana penjara bagi pelaku pencurian data, peretasan sistem, hingga penyalahgunaan informasi pribadi.

Tanggung jawab digital juga melekat pada individu, keluarga, sekolah, dan pemerintah untuk mencegah kejahatan siber dan menjaga ruang digital tetap aman.

Keluarga wajib mengawasi anak dari cyberbullying, ujaran kebencian, penipuan online, atau kecanduan media sosial yang berpotensi memicu pelanggaran hukum.

Sekolah bertanggung jawab secara edukatif dan sosial, termasuk menerapkan disiplin penggunaan gadget dan literasi digital untuk mengurangi risiko konten ilegal.

Pemerintah dituntut memperkuat keamanan siber, penegakan hukum, dan literasi digital agar ruang virtual tidak menjadi sarang kejahatan.

Melalui kegiatan ini, UKI berharap Generasi Z memahami etika digital dan mampu menggunakan media sosial secara aman, beradab, serta mematuhi hukum siber Indonesia.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Krisis Regulasi Digital, Akademisi dan Praktisi Hukum Bersatu di ASIPPER 2025


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketika regulasi sering tertinggal dari laju inovasi teknologi, para akademisi dan praktisi hukum Indonesia memilih untuk tidak diam. Mereka berkumpul dalam Seminar Nasional Asosiasi Pengajar Ilmu Perundang-undangan (ASIPPER) 2025 di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta, Kamis (23/10), membahas arah baru sistem perundang-undangan Indonesia.

Di bawah tema "Membangun Kolaborasi Akademisi dan Praktisi untuk Sistem Perundang-undangan di Indonesia", forum ini menjadi wadah dialog terbuka antara dunia akademik, pemerintah, dan profesi hukum yang selama ini berjalan terpisah.

Ketua ASIPPER, Dr. Fitriani Ahlan Sjarif, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi krisis multidimensi hukum. "Ilmu perundang-undangan bukan hanya teori di ruang kuliah. Ini adalah fondasi untuk menjawab tantangan globalisasi dan digitalisasi hukum," ujarnya.

ASIPPER, yang berdiri tiga tahun lalu, kini menjadi asosiasi pengajar ilmu perundang-undangan terbesar di Indonesia. Forum tahun ini menghadirkan narasumber dari Badan Keahlian DPR dan Direktorat Jenderal Perundang-undangan, yang menyoroti pentingnya jembatan komunikasi antara pembuat kebijakan dan dunia akademik.

Yang menarik, seminar ini tak hanya melibatkan akademisi dan birokrat, tetapi juga pengacara dan pelaku industri. Mereka menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara norma hukum dan kebutuhan praktik bisnis di lapangan.

"Banyak regulasi belum siap menjawab perubahan dunia usaha. Di sinilah kolaborasi kami dibutuhkan untuk melahirkan hukum yang hidup," kata Fitriani.

Para peserta berharap forum semacam ini menjadi tradisi tahunan untuk memperkuat ecosystem hukum nasional. Karena, seperti ditegaskan Fitriani, "Kolaborasi bukan lagi pilihan-melainkan syarat mutlak agar hukum tetap relevan."

Seperti diketahui, ASIPPER diluncurkan pada Sabtu (21/1/2023), menaungi dosen dan pakar hukum tata negara serta administrasi negara di seluruh Indonesia. Fokus pada penguatan kebijakan hukum berbasis riset akademik.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 
Share:

Prof Adnan Hamid Dukung Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Hukum Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sebagai bagian Konferensi Nasional ASIPPER 2025, Fakultas Hukum Universitas Pancasila menggelar Seminar Nasional bertema kolaborasi akademisi dan praktisi hukum di Jakarta, Kamis (23/10).

Seminar ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam bidang hukum dan perundang-undangan untuk merumuskan arah baru sistem legislasi Indonesia yang inklusif.

Rektor Universitas Pancasila, Prof. Adnan Hamid, menegaskan dukungannya terhadap inisiatif ASIPPER sebagai wadah dosen hukum perundang-undangan dari seluruh Indonesia yang aktif memberi masukan kebijakan.

la menyampaikan, kegiatan ini penting karena melibatkan lintas keilmuan dan membuka ruang dialog antara kampus, pemerintah, serta DPR dalam menyusun regulasi yang relevan dengan kebutuhan publik.

"Sebagai rektor dan alumni Fakultas Hukum, saya bangga karena forum ini menghidupkan kembali semangat akademik dan integritas hukum yang diajarkan para guru besar kami," ujarnya.

Prof. Adnan mengenang sosok Prof. Dr. Hamid dan Prof. Maria Farida sebagai panutan dalam memahami hukum bukan sekadar teks, melainkan hasil pemikiran multidisiplin yang berpihak pada kepentingan rakyat.

la menegaskan, kolaborasi antara akademisi dan praktisi hukum dibutuhkan agar penyusunan peraturan tidak terjebak pada kepentingan politik sempit, tetapi berpijak pada kepentingan publik dan keadilan sosial.

Kehadiran perwakilan DPR, pemerintah, dan dosen dari berbagai universitas memperkaya diskusi, memperkuat sinergi, serta memastikan hasil seminar menjadi masukan nyata bagi perumusan undang-undang di masa depan.

"Harapan kami, rekomendasi dari forum ini bukan hanya wacana akademik, tapi menjadi bahan pertimbangan dalam setiap proses legislasi nasional," tutur Prof. Adnan dengan nada optimistis.

Seminar ASIPPER 2025 di Universitas Pancasila menandai babak baru kolaborasi hukum Indonesia-menghubungkan ruang akademik dengan praktik kebijakan demi keadilan yang berpihak pada masyarakat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

SDM Unggul Penentu Masa Depan, Pesan Airlangga di Wisuda Unbor 2025


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam Orasi Ilmiah Wisuda Universitas Borobudur 2025, Airlangga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah dalam melahirkan talenta adaptif dan berdaya saing tinggi.

"Bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan menjadi kekuatan luar biasa jika SDM-nya memiliki kompetensi digital, etos kerja tinggi, dan karakter kebangsaan kuat," kata Airlangga di Jakarta, Selasa (14/10).

Ia menegaskan, pendidikan tinggi harus berperan aktif dalam menyiapkan generasi muda yang bukan hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki mental wirausaha dan literasi teknologi global.

Airlangga mencontohkan berbagai program pemerintah, seperti Kartu Prakerja, vokasi industri, hingga transformasi ekonomi digital, yang semuanya diarahkan untuk memperkuat daya saing SDM nasional.

“Visi Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai bila kita memiliki SDM unggul yang mampu menguasai teknologi dan berinovasi secara berkelanjutan,” tegas Airlangga.

Rektor Universitas Borobudur menyambut pesan tersebut dengan komitmen memperkuat kurikulum berbasis inovasi dan kemitraan industri agar lulusan siap menghadapi perubahan global yang cepat.

Momentum wisuda ini, lanjut Airlangga, bukan sekadar seremoni akademik, tetapi simbol kebangkitan generasi muda Indonesia yang siap membangun negeri melalui pengetahuan, karakter, dan integritas.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Universitas Borobudur Wisuda 594 Mahasiswa, Tekankan Pendidikan 4.0


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Universitas Borobudur Jakarta menggelar Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 di Jakarta pada Selasa (14/10/2025), melantik 594 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Borobudur, Prof. Ir. Bambang Bernanthos, M.Sc., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan.

Ia berterima kasih kepada seluruh hadirin serta civitas akademika yang telah mengantarkan mahasiswa menjadi lulusan berkompeten dan berkarakter unggul di era globalisasi.

Prof Bambang menegaskan, Universitas Borobudur kini memiliki 19 program studi terakreditasi BAN-PT dan LAM, termasuk program Doktor, Magister, Sarjana, Profesi Ners, dan Diploma Tiga.

Menurutnya, akreditasi ini mencerminkan komitmen kampus dalam menjaga mutu akademik melalui pengawasan Lembaga Jaminan Mutu (LJM) dan sistem pembelajaran berbasis standar nasional.

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, Universitas Borobudur telah menerapkan *Learning Management System* (LMS) dan mengembangkan platform *edLink*.

Sistem ini menjadi bagian dari strategi *blended learning* untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang adaptif, fleksibel, dan berorientasi pada kemandirian mahasiswa.

Prof Bambang juga menyoroti penerapan kurikulum *Merdeka Belajar – Kampus Merdeka* yang memberi ruang bagi mahasiswa berpraktik langsung di dunia industri.

Ia berharap, lulusan Universitas Borobudur mampu menghubungkan teori akademik dengan kebutuhan profesional, menghadirkan sinergi antara pendidikan dan dunia kerja nyata.

“Berhentilah merasa cukup pintar. Dunia terus berubah, maka belajarlah tanpa henti,” pesan Prof Halilintar penuh makna kepada para wisudawan.

Ia menegaskan, keberhasilan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan panjang untuk berkontribusi bagi bangsa dan kemanusiaan.

Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Tambunan, turut mengapresiasi pencapaian Unbor yang berhasil meraih tiga akreditasi unggul. Ia menilai pencapaian itu bukti nyata kualitas pendidikan tinggi Indonesia yang terus meningkat.

Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekda DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim yang mewakili Gubernur DKI Jakarta menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah diwisuda pada hari ini.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang diwisuda hari ini, karena kerja keras, ketekunan dan dukungan keluarga serta dosen dan civitas akademika Universitas Borobudur ini turut terlibat dalam kesuksesan saudara semua,” kata Ali.

Ia juga menekankan generasi muda saat ini hidup di era teknologi dan transformasi digital yang menuntut generasi muda Indonesia untuk lebih kreatif tangguh dan siap berkompetisi di tingkat global.

Dengan semangat inovasi dan karakter unggul, Universitas Borobudur meneguhkan langkah menuju kampus masa depan yang melahirkan generasi tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kagama MBA Resmi Dilantik, Usung Kolaborasi Alumni untuk Negeri


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kagama MBA resmi dilantik untuk periode 2024–2029, mengusung semangat kolaborasi alumni Universitas Gadjah Mada dalam kontribusi nyata membangun negeri melalui program strategis lintas sektor.

Pelantikan digelar di Kampus FEB UGM Jakarta pada Sabtu (19/07/2025), dipimpin Ketua Harian PP Kagama, Budi Karya Sumadi, yang menekankan filosofi “migunani”—berguna untuk bangsa dan masyarakat.

Menurut Budi, semangat guyub dan kontribusi alumni menjadi kekuatan utama Kagama MBA dalam menciptakan dampak nasional yang positif. Ia menyebut, alumni UGM banyak yang telah berperan di pemerintahan.

Ketua Umum terpilih Kagama MBA, Tri Andayani, menegaskan komitmen membangun komunitas inklusif dan progresif. Ia menyoroti pentingnya partisipasi aktif alumni melalui berbagai program kontribusi.

Salah satu program unggulan adalah “Alumni Menulis,” ruang berbagi ide dan refleksi dalam bentuk tulisan, serta bagian dari penyusunan E-Magazine edisi perdana Kagama MBA yang akan dirilis tahun ini.

Andayani menyebut, jejaring alumni adalah kekuatan strategis. Dengan kolaborasi yang terarah, Kagama MBA mampu membangun ekosistem pembelajaran dan kontribusi sosial yang inspiratif dan berkelanjutan.

Beberapa kegiatan kolaboratif telah dilakukan, termasuk Turnamen Golf dan Seminar Nasional “Alumni Talks Insight” yang membahas green economy menuju Indonesia Emas 2045 dan rebranding identitas organisasi.

Selain itu, program sosial seperti Buka Puasa Bersama dan santunan kepada anak yatim turut dilakukan untuk memperkuat empati, solidaritas, dan peran alumni dalam mendukung masyarakat sekitar.

Kagama MBA juga aktif mengirimkan delegasi dalam forum strategis nasional, termasuk kegiatan PP Kagama dan kolaborasi kampus, menegaskan peran alumni dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi.

Tiga pilar strategis Kagama MBA disusun: penguatan jejaring alumni, kolaborasi lintas sektor, dan pemberdayaan komunitas. Pilar ini menjadi dasar membangun komunitas alumni yang aktif dan visioner.

Kagama MBA berkomitmen mendukung wirausaha alumni, memperkuat komunikasi digital, dan membangun ruang kolaborasi bisnis untuk mendorong kontribusi lintas wilayah, termasuk diaspora alumni di luar negeri.

Lebih lanjut, Andayani menyampaikan, dengan komunikasi terbuka dan gotong royong, Kagama MBA siap menjadi jaringan pembelajaran seumur hidup dan wadah kolaborasi alumni untuk kontribusi jangka panjang.

Direktur MBA UGM Jakarta, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, menambahkan bahwa alumni Kagama MBA saat ini mencapai 16.000 orang, sementara mahasiswa aktif lebih dari 1.800, dengan tren terus meningkat.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



Share:

Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba Menghadirkan Dosen Tamu Dari Islamic University of Gaza


Duta Nusantara Merdeka | Makassar

Dosen tamu dari Islamic University of Gaza bernama Nidal A.I. Abusweireh dan juga dari Al-Quds-Open University - Palestina yang bernama Ibrahim Ridwan Ramadhan  menjadi pembicara pada kegiatan International Guest Lecturer on Economics, Informatics, and Politics yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) UM Bulukumba berkolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Bahasa, Urusan Internasional dan Kerjasama (LPBKUI) Unismuh Makassar di Meeting Room UM Bulukumba, Sabtu (03/08/2024). 

Kepala KUIK, Emirati, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya berterima kasih kepada dosen tamu, dan semua peserta yang hadir pada kegiatan tersebut. Emirati juga mengajak seluruh peserta untuk mengutuk semua tindakan dan aksi genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

"Terima kasih kepada Mr. Nidal & Mr. Ibrahim selaku dosen tamu, kepala LPBKUI Unismuh Makassar, dosen UM Bulukumba dan mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran dosen yang berasal dari Palestina di Kampus UM Bulukumba ini semakin menguatkan komitmen dan sikap kami untuk mendukung kemerdekaan Palestina, dan menolak semua tindakan Israel terhadap Palestina yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan", ucapnya.

Ibrahim Ridwan Ramadhan di hadapan peserta Kuliah Tamu Internasional bercerita tentang bagaimana kondisi negaranya dalam bidang informasi, ekonomi dan politik selama ini, agresi dan tindakan yang dilakukan oleh Israel terhadap negaranya bukan hanya membuat ratusan ribu masyarakat Palestina meninggal dunia dan cacat, itu juga merusak tatanan ekonomi, informasi dan politik.


"Keadaan negara kami benar-benar memilukan sejak terjadinya perang, benar-benar memilukan, kami sangat membutuhkan kerjasama dan dukungan Indonesia terutama dari para pihak perguruan tinggi untuk mendukung dan mendoakan kemerdekaan Palestina", ungkapnya.

"Melalui kegiatan ini kami juga berharap referensi pendidikan di kampus ini bertambah, guna meningkatkan kualitas perdamaian masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tidak stabilnya ekonomi, informasi, dan politik yang terjadi di negara kami disebabkan oleh konflik yang berkepanjangan", tambahnya. 

Senada dengan pendapat di atas, Nidal juga mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi bangsa harus didukung oleh keamanan negara yang cukup. 

"Indonesia bisa berkembang dikarenakan oleh kurangnya konflik yang terjadi, sehingga masyarakat merasa aman untuk menjalankan usaha, berbisnis, dan membangun relasi dengan banyak pihak, beda di Gaza Palestina yang saat ini mengalami krisis dampak dari perang yang menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, politik dan informasi", ungkapnya.

Andi Fatwa salah satu mahasiswa UM Bulukumba mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menarik karena bisa mendapatkan informasi langsung terkait konflik Palestina-Israel dari sumber yang jelas. Pada kesempatan ini, Andi Fatwa juga memberikan pertanyaan terkait warga Palestina yang harus meninggalkan tanahnya sedangkan Israel dulu hanya menumpang di Gaza. 

"Tidak elok rasanya ketika kita mengusir pemilik rumah, sedangkan yang ingin berkuasa hanyalah tamu, sungguh politik bisa mengubah banyak hal", tuturnya.

Setelah kurang lebih 2 jam pertemuan yang berisi diskusi dan tanya-jawab, acara ditutup dengan do'a bersama, semoga saudara-saudara kita di Gaza Palestina segera mendapatkan apa yang menjadi haknya. Semoga konflik segera usai, dan semoga Palestina mendapatkan dukungan dari negara-negara di dunia agar bisa benar-benar merdeka. **
Share:

BEM PTM Zona III Serukan Masyarakat Jaga Kerukunan dan Persatuan Bangsa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI), Agus Muhammad Bahron menyambangi Komite Oliampiade Indonesia (KOI) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (07/03/2024).

Saat kunjungan tersebut Agus mendapatkan sambutan hangat Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari.

Dalam kunjungan tersebut, Agus mengatakan, pihaknya akan langsung bergerak cepat untuk menuntaskan pekerjaan yang belum terselesaikan.

“Kami langsung geber (kerja), jadi kami mengunjungi Menteri Olahraga 2 hari yang lalu dan kami dapat petunjuk banyak dari beliau. Hari ini kami telah melakukan kunjungan ke Ketua KOI,” kata Baron sapaan akrabnya LBY, Ketua Umum yang terpilih melalui Munas PBI pada 27 Januari 2024 lalu.

Setelah mendapatkan arahan dari Menteri Olahraga dan KOI, Baron akan mengembangkan olaraga boling dengan maksimal agar dapat mengembalikan popularitas olaraga boling di Indonesia.

“Kami banyak diberikan penjelasan tentang KOI itu sendiri dan beliau berharap boling nantinya bisa lebih giat lagi dan memperbaiki atlet-atlet untuk bertanding di multi event internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Baron pun sangat berharap untuk bisa lebih aktif dalam menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak dan melahirkan atlet di taraf internasional.

Selain itu, Baron juga akan berjuang untuk kembali membuka Boling Center di berbagai daerah melalui kerja sama bersama pengusaha yang ada di Tanah Air.

“Karena memang dulunya Boling Center ini banyak di Mall Indonesia, tapi sekarang ini banyak berkurang, ini tantangan buat kami karena disitu atlet kita akan bisa berkembang dan kita merekrut dari situ,” ujarnya.

Bahkan tanpa adanya boling center, dia menambahkan, atlet tidak memiliki fasilitas untuk berlatih meningkatkan keahliannya. 

“Tanpa boling center kita kurang latihan dan tidak dapat prestasi yang kita harapkan. Itu arahan dari Ketua KOI,” katanya.

Kendati demikian, Ketua KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan, boling bukanlah olahraga yang mudah dan memiliki banyak tantangan.

“Kira-kira tantangan pertama tempat, olahraga ini kan olahraga komersil dan komunitas tapi untuk profesionalnya seperti di Sea games juga cukup sulit. Kedua pelatih, ketiga wasit, keempat event, kelima venue, keenam organisasi,” kata Raja Sapta Oktohari kepada awak media di Jakarta.

Menurut Raja, saat ini banyak orang terbalik dalam mengurusi bidang olahraga. Pasalnya, terlalu sibuk mengurus organisasi dan mulai melupakan aspek lainnya.

“Untuk organisasi sendiri kalau internal saya pikir semua sudah khatam semua, cuman kadang-kadang kita terlalu sibuk sama urusan internal. Masalah dari semua cabang olahraga,” jelasnya.

Dalam dunia boling, kejuaraan tertinggi adalah Piala Dunia Bowling QubicaAMF yang diikuti oleh sejumlah negara yang pertama kali digelar sejak 1965.

Namun Raja pun berpesan kepada PBI untuk turut aktif dalam ajang boling internasional agar dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

“Kita ini sekarang dalam olahraga khususnya multi event itu harus menjadi etalase. Jadi etalase keberhasilan kita membangun SDM, ini lagi kita dorong melalui rapat anggota tahunan (KOI) supaya kita punya nasional pride,” ujarnya.

Editor: Arianto


Share:

Kuliah Umum Awali Kerjasama Universitas Kuningan dan PERATIN


Duta Nusantara Merdeka | Kuningan 
Kuliah umum dengan tema “Perkembangan Hukum Teknologi Informasi Peluang dan Tantangan” bagi puluhan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Kuningan (Uniku) mengawali penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Uniku dan Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN) di Gedung Student Center (SC) Iman Hidayat Kampus I Uniku, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (27/02/2024).

Atas persetujuan Rektor Uniku Dr. H. Dikdik Harjadi, M.Si., Wakil Rektor IV, Dr. Haris Budiman, S.H., M.H. mewakili Uniku dan Kamilov Sagala, S.H., M.H. selaku Ketua Umum mewakili PERATIN menandatangani MoU yang didampingi Ketua Dewan Pengawas PERATIN Jemy Tommy, S.H., S.E., M.M., Ph.D.

Selanjutnya, Dr. Suwari Akhmaddhian, M.H., dan Dikha Anugrah, M.H., dengan Kamilov Sagala, M.H bersama-sama menandatangani MoA (Memorandum of Agreement) serta IA (Implementation Arraengement).

“Tentu kita sangat berharap teman-teman semua bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik,” ujar Dekan FH Uniku Dr. Suwari Akhmaddhian, M.H. dalam mengawali sambutannya.

Suwari menjelaskan, kedepan nanti akan ada kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) khususnya untuk alumni dan semester 8.

“Alhamdulilah saya sangat bersyukur kepada PERATIN yang berbagi ilmunya kepada pihak kami, sehingga (mahasiswa) kami diberikan kesempatan untuk belajar tentang bagaimana melakukan advokasi,” ujar Suwari mengapresiasi Kuliah Umum dari Ketum PERATIN kepada mahasiswa FH Uniku.

Sementara itu, Wakil Rektor IV, Dr. Haris Budiman, M.H., dalam sambutannya, mengatakan salah satu indikator kinerja utama Perguruan Tinggi yang dicanangkan oleh kementerian adalah menghadirkan praktisi ke kampus dan program studi melakukan kerjasama dengan pihak terkait.

“Jadi dari ke 8 indikator ini, 2 indikator pada hari ini sudah dilakukan oleh Fakultas Hukum, menghadirkan praktisi dan melakukan kerjasama. Tentu saja ini adalah prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Mewakili pimpinan Universitas Kuningan, Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerjasama yang dilakukan antar PERATIN dan Uniku, sekaligus kepada Kamilov selaku narasumber Kuliah Umum yang berkaitan dengan masalah perkembangan teknologi dan informasi di dunia pendidikan.

“Saya berpesan kepada teman-teman (mahasiswa) untuk bisa mendengarkan, memaknai apa yang disampaikan. Sehingga kita punya gambaran bagaimana sebenarnya perkembangan teknologi dan informasi dengan dunia kita dan dunia hukum,” harapnya. 

Pada kesempatan terpisah, Sekjen PERATIN Ir. Soegiharto Santoso, SH mengapresiasi penandatangan MoU, MoA, dan IA antara Uniku dengan PERATIN. “Saya senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut, karena kerjasama dengan kampus merupakan salah satu hal penting bagi PERATIN. Salah satu tujuan PERATIN adalah memberi kontribusi dalam mencetak advokat-advokat IT yang profesional untuk menuju Indonesia yang berdaulat secara digital,” tutur Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat sebagai Ketum DPP APTIKNAS dan Ketum DPP APKOMINDO, di Jakarta, Rabu (28/2/2024). (Arianto)


Share:

UMJ Kritik Presiden Jokowi Terkait Krisis Etika Hukum dan Defisit Demokrasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Civitas Academica Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengeluarkan pernyataan sikap terkait kondisi politik di Indonesia yang dinilai mengalami krisis etika hukum, defisit demokrasi substansial, dan darurat kenegarawanan. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Guru Besar UMJ, Ibnu Sina Chandranegara, di Plaza Fisip UMJ, Cirendeu, Tangerang Selatan, Senin (5/2).

Ibnu mengatakan, sebagai cendekiawan, ia dan civitas akademika UMJ tidak bisa tinggal diam melihat perkembangan kebangsaan terkini yang mengkhawatirkan. Ia menilai, pemilu yang seharusnya menjadi sarana demokrasi untuk mencapai harapan setiap warga negara yang berdaulat, kini justru diperlihatkan praktik-praktik ketidaknetralan, keberpihakan, dan manipulatif.

"Pemimpin negara yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi warga negara justru tidak mampu menjadi contoh. Bahkan, sikap yang tidak netral dilakukan berbagai pembenaran. Kami menilai, hal yang demikian itu akan mendegradasi pemilu sebagai sarana daulat rakyat menjadi sarana pembuat pilu," ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya indikasi penyalahgunaan kuasa, sumber daya, dan pengaruh oleh pejabat negara, aparatur sipil negara, aparatur penegak hukum, dan aparatur militer negara. Ia menuntut agar semua pihak dibebaskan dari segala paksaan dan tidak memaksakan kehendaknya untuk mencederai prinsip netralitas.

"Kondisi ini mengguncang batin dan nurani kami sebagai cendekiawan, tidak boleh hanya diam di atas menara gading saja, yang justru berakibat kebenaran menjadi dominasi kekuasaan semata sehingga kehilangan kewarasan akal sehat dan logika berpikir dalam bernegara," lanjutnya.

Berikut adalah maklumat akademika UMJ "Menggugat" yang berisi lima poin tuntutan dan seruan:

1. Menuntut Presiden untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika demokrasi dan yang menaati asas-asas umum penyelenggaraan negara dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta perbuatan tercela lainnya.

2. Menuntut segala pejabat negara, aparatur sipil negara, aparatur penegak hukum (Polri, dan Kejaksaan), dan aparatur militer negara (TNI) untuk dibebaskan dari segala paksaan dan tidak memaksakan penyalahgunaan kuasa, sumber daya, dan pengaruh yang ada padanya untuk mencederai prinsip netralitas.

3. Menuntut kepada penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP) dan Peserta Pemilu khususnya Partai Politik untuk melindungi hak pilih setiap warga negara dari berbagai tekanan yang mencederai prinsip dasar demokrasi.

4. Menyerukan Warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu tahun 2024.

5. Menyerukan seluruh civitas akademika di seluruh Indonesia untuk mampu saling mempromosikan nilai-nilai persatuan yang damai dalam menyampaikan pendapat dan berekspresi.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




Share:

Isnan Hari Mardika: Pernyataan Sikap IDM-PTM Terkait Pemilu 2024


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam menyikapi persiapan Pemilu 2024, Isnan Hari Mardika, Ketua Ikatan Dosen Muda Perguruan Tinggi Muhammadiyah (IDM-PTM), menegaskan prinsip-prinsip penting yang perlu dipegang teguh oleh perguruan tinggi dan kaum cendekia. Mardika menyoroti:

1. Pluralitas Pikiran di Universitas: Menekankan bahwa universitas adalah tempat tumbuhnya pemikiran plural dan tidak dapat diseragamkan. Menolak ide bahwa sikap tertentu mewakili seluruh institusi.

2. Kehati-hatian Kaum Cendekia dalam Respons Publik: Menyatakan bahwa dalam merespon isu publik, kaum cendekia harus berhati-hati agar tidak menjadi alat politik yang merugikan peran intelektualitas.

3. Peringatan terhadap Mobilisasi Politik Kaum Cendekia: Menyoroti risiko salah tafsir terkait mobilisasi kaum cendekia yang dapat dianggap sebagai upaya pemihakan atau delegitimasi politik.

4. Pemihakan Intelektual pada Nilai dan Prinsip: Menekankan bahwa pemihakan intelektual harus didasarkan pada nilai dan prinsip, bukan pada kelompok atau calon tertentu.

5. Tidak Terlibat dalam Politik Rendahan: Mendorong perguruan tinggi dan kaum cendekia untuk tidak terlibat dalam politik rendahan dan berfokus pada aspirasi publik.

6. Menyesuaikan Suara dengan Aspirasi Publik: Menyarankan agar suara perguruan tinggi dan kaum cendekia sejalan dengan aspirasi masyarakat.

7. Menghindari Politik Sentimen dan Narasi Ketakutan: Mengajak perguruan tinggi untuk mendorong politik yang berkemajuan dan meninggalkan modus politik yang memanfaatkan sentimen dan narasi ketakutan.

8. Fokus pada Edukasi Publik: Menyatakan bahwa perguruan tinggi harus fokus pada penyuluhan dan edukasi publik untuk memilih secara demokratis dan berintegritas.

9. Menahan Diri dari Narasi Ketakutan dan Demonisasi Politik: Mengingatkan agar tidak menyebarkan narasi ketakutan, tuduhan kecurangan pemilu, dan demonisasi politik yang dapat memanasan suhu politik.

Pemilu adalah ajang kontestasi putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Diantara jutaan anggota timses di masing-masing kubu, adanya oknum nakal adalah niscaya. "Kawal dan awasi prosesnya, laporkan kecurangannya, sanksi oknumnya, tindak secara proporsional sesuai ketentuan yang berlaku. Tak perlu secara berlebihan melabeli kubu tertentu curang," pungkasnya.

Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 

.
Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini