Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan

Simak 7 Alasan Kuliah di Eropa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Eropa menawarkan banyak institusi pendidikan terbaik di dunia. Menurut QS World University Ranking 2020, ada 381 universitas di Eropa (38%) di antara daftar Top 1.000 Universities. Sesuai daftar Peringkat Universitas Dunia 2021 yang disusun oleh The Times Higher Education, lebih dari 500 universitas dari 1.500 universitas terbaik di dunia berlokasi di Eropa.  
 
Selain menjanjikan destinasi studi yang unggul, Eropa juga menawarkan banyak manfaat yang menyenangkan bagi pelajar internasional untuk belajar di sana. Tidak heran kalau banyak orang ingin melanjutkan studinya ke Eropa. Lebih dari 4.000 pelajar Indonesia berangkat ke Eropa setiap tahunnya, dan secara keseluruhan terdapat lebih dari 8.500 mahasiswa dan dosen Indonesia yang saat ini sedang menuntut ilmu di Eropa.  
 
Untuk mendapatkan lebih banyak informasi terkait kuliah di Eropa, Delegasi Uni Eropa di Indonesia menyelenggarakan  European Higher Education Fair (EHEF) 2020 edisi ke-12, hingga 27 November 2020 mendatang. 

Pameran pendidikan Eropa terbesar di dunia yang digelar secara virtual ini diikuti oleh 140 institusi pendidikan tinggi terkemuka dari 12 negara Uni Eropa (Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Belkamu, Denmark,  Spanyol, Irlandia, Finlandia, Swedia, Hungaria, Polandia), serta Inggris dan Swiss.  
 
Untuk memudahkan pilihanmu dalam menentukan Eropa sebagai tujuan studi, simak tujuh alasan ini: 
 
1. Tingkatkan karir Anda 

Eropa merupakan tempat penjelajahan rasa ingin tahu manusia yang didukung oleh melimpahnya teknologi dan sumber daya manusia. 

Belajar dan bekerja di sini akan membuka kemungkinan tak terbatas bagi talenta di seluruh dunia yang berambisi untuk meningkatkan potensi mereka. 

Untuk berkembang di dunia yang terus berubah ini, memiliki pola pikir global dengan pengetahuan lokal harus dicari oleh perusahaan di mana pun. Dengan belajar di Eropa, Anda menentukan arah kesuksesan karier Anda. 
 
2. Pilihan universitas dan jurusan tak terbatas 

Menurut riset Beyond the States, lebih dari 300 perguruan tinggi dan universitas Eropa menawarkan lebih dari 1.761 program S1 dalam bahasa Inggris. 

Begitu juga untuk program S2 yang tersedia ddi lebih dari 5.329 program dengan bahasa pengantar bahasa Inggris di 475 universitas.  
 
Benua ini juga menawarkan lebih dari 100.000 program studi, mulai dari tingkat sarjana, magister, doktoral, hingga studi jangka pendek. Programnya juga sangat variatif, mulai dari Seni hingga Zoologi. Dengan banyaknya pilihan, kamu dapat lebih leluasa memilih jurusan sesuai minat. 
 

3. Biaya pendidikan terjangkau dan peluang beasiswa yang beragam 

Belajar di Eropa terkenal karena harganya yang terjangkau, bahkan ada pula yang menawarkan pendidikan cuma-cuma alias gratis. 

Dibandingkan tujuan pendidikan luar negeri di negara lainnya, sebagian perguruan tinggi di Eropa bahkan menetapkan biaya yang lebih murah. Ini bisa menjadi keunggulan tersendiri karena dengan peringkat yang tidak kalah baik, biaya yang dikeluarkan untuk kuliah di Eropa bisa lebih terjangkau. 
 
Tidak hanya itu, pemerintah dan universitas di Eropa juga menawarkan beasiswa atau peluang bantuan keuangan untuk membantu calon mahasiswa non-EU untuk belajar atau melakukan riset di Eropa. Uni Eropa sendiri menyediakan beasiswa bagi pelajar di seluruh dunia untuk kuliah di Eropa. 

Setiap tahunnya, 1.600 pelajar dan dosen Indonesia memperoleh beasiswa dari Uni Eropa melalui berbagai macam beasiswa.
 
Hal yang menarik lainnya adalah adanya ribuan program yang diajarkan dalam bahasa Inggris sebagai pengantar. Dengan tersedianya banyak pilihan kampus yang menggunakan bahasa Inggris, kamu tidak perlu khawatir terkendala oleh bahasa. 

4. Pendidikan dan penelitian kelas dunia 

Setiap tahun, Times Higher Education meninjau universitas-universitas terbaik di dunia dan menyusun peringkatnya berdasarkan sistem pembelajaran dan pengajaran, lingkungan yang mendukung penelitian dan pengaruh penelitiannya di dunia, serta reputasi yang dimilikinya. 
 
Sesuai daftar Peringkat Universitas Dunia 2021 yang disusun oleh The Times Higher Education, lebih dari 500 universitas (dari 1.500 universitas terbaik di dunia) berlokasi di Eropa. 

Universitas-universitas Eropa menawarkan pendidikan berkualitas dengan standar tinggi, metode pengajaran mutakhir dan kurikulum yang diperbarui untuk mengasah pemikiran kritis dan keterampilan teknis. 
 
5. Tempat yang menyenangkan 

Mengejar gelar pendidikan tinggi kerap dirasakan penuh tekanan, oleh karena itu, kualitas hidup dan kebahagiaan secara keseluruhan adalah faktor yang harus dipertimbangkan ketika menentukan lokasi untuk menuntut ilmu. 

Menurut Laporan Kebahagiaan Dunia 2020 versi PBB, tujuh dari sepuluh negara paling bahagia di dunia terletak di Eropa. Negara-negara tersebut adalah Finlandia, Norwegia, Denmark, Iceland, Swiss, Belkamu dan Swedia. Tentu menyenangkan melakukan studi di negaranegara tersebut! 
 
6. Kaya budaya 

Uni Eropa adalah rumah bagi 24 bahasa resmi dengan dialek yang tak terhitung jumlahnya. Sambil belajar, kamu juga akan tenggelam dalam budaya lokal di sana. 

Meski banyak universitas menawarkan program studi dalam bahasa Inggris, kamu tetap bebas mempelajari bahasa lokal di kelas yang ditawarkan oleh universitas tersebut. Ini akan menjadi nilai tambah dan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang berbudaya dan intelektual, di atas kertas maupun dalam kehidupan nyata. 
 
7. Pilihan berlibur yang menyenangkan 

Banyak kota-kota di Eropa dengan kampus favorit, menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Nah, dengan visa pelajar yang dimiliki, kamu bisa bepergian ke seluruh negara anggota Uni Eropa dan menikmati keindahan suasananya tanpa perlu mengajukan berbagai visa berbeda. 
 
Tidak hanya relatif murah bepergian dengan kereta api, bus, atau mobil untuk pelajar, negara-negara Eropa juga relatif dekat satu sama lain, yang akan menghemat waktu bepergian. Wah, menyenangkan ya. Bayangkan merasakan budaya baru yang berbeda, hanya beberapa jam dari tempat kamu tinggal! 
 
Kalau masih bingung, kamu bisa akses daftar universitas di Uni Eropa melalui https://event.ehef.id/ dan dapatkan informasi tentang universitas serta program studi tujuanmu secara mudah. Jadi, kamu bisa memutuskan universitas mana yang paling cocok untukmu berdasarkan peringkat dan jumlah mahasiswa internasionalnya. 
 
Melalui pameran virtual EHEF kamu berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi secara online dengan perwakilan universitas-universitas Eropa. 

Pameran ini diisi dengan rangkaian webinar tentang studi di Eropa, presentasi dari universitas-universitas di Eropa serta pameran virtual EHEF. Kunjungi https://event.ehef.id/ (Arianto)



 

Share:

European Higher Education Fair 2020 Digelar 21-28 November 2020


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
European Higher Education Fair (EHEF) 2020 edisi ke-12, yang merupakan pameran pendidikan Eropa terbesar di dunia, kembali digelar di Indonesia kali ini secara online mulai tanggal 21-28 November 2020. 

Pameran pendidikan virtual ini akan dibuka secara resmi oleh Bapak Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, bersama dengan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia pada tanggal 21 November 2020.  

Pameran virtual ini diikuti oleh 140 institusi pendidikan tinggi terkemuka yang berasal dari 12 negara Uni Eropa (Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Denmark,  Spanyol, Irlandia, Finlandia, Swedia, Hungaria, Polandia) serta Inggris dan Swiss. 
 
Duta Besar Uni Eropa Bapak Vincent Piket menyampaikan, Ini adalah pertama kalinya EHEF diselenggarakan secara virtual. Hal ini dilakukan ditengah kondisi pandemi COVID-19 dan agar para peserta pameran serta pengunjung dapat berinteraksi dalam pameran ini dengan aman. 

"Virtual fair ini juga memiliki keunggulan lain yaitu memberikan kesempatan kepada para pengunjung dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, dari Kalimantan Utara hingga Sumba untuk dapat berpartisipasi secara online," kata Vincent saat virtual meeting. (18/11)
 
Selain itu, kata Vincent, Eropa merupakan daerah tujuan populer bagi mahasiswa dan dosen asal Indonesia. Lebih dari 4.000 pelajar Indonesia berangkat ke Eropa setiap tahunnya, dan secara keseluruhan terdapat lebih dari 8.500 mahasiswa dan dosen yang saat ini sedang menuntut ilmu di Eropa. 

Setiap tahunnya, sambungnya, 1,600 pelajar dan dosen Indonesia memperoleh beasiswa dari Uni Eropa, melalui program Erasmus+, dan juga dari Negara-negara Anggotanya. 

Meskipun demikian, tuturnya, adanya pandemi COVID-19 yang melanda seluruh negara Eropa, jumlah mahasiswa dan dosen Indonesia yang berkunjung ke Eropa melalui program Erasmus+ tahun ini berjumlah 255 orang. 

Menurutnya, Setiap tahunnya programme Erasmus+ juga memberikan kesempatan kepada lebih dari 200 pelajar dan dosen dari Eropa untuk mengikuti pertukaran pelajar selama satu semester, mengajar ataupun mengikuti pelatihan, tambah Duta Besar Piket. 
 
Disaat yang sama, Prof. Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menyampaikan, EHEF 2020 merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa dan dosen Indonesia untuk memperoleh informasi tentang studi di Eropa dan beasiswa yang diberikan oleh Uni Eropa dan Negara Anggotanya. 

Sementara itu, kata Nizam, EHEF mendukung pembentukan jaringan dan kerjasama antar universitas di Eropa dan Indonesia. Kami ingin mengajak universitas di Indonesia untuk meningkatkan kemitraan dan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan dengan universitas-universitas top Eropa. 

Kemudian, ucapnya, Atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Uni Eropa atas penyelenggaraan EHEF di Indonesia setiap tahunnya. 

Demikian juga, kata Nizam, Kami juga dengan tulus berterima kasih kepada Uni Eropa dan negara-negara anggotanya atas dukungan yang terus diberikan kepada mahasiswa, cendekiawan dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. 

"Selain itu, Terima kasih dan penghargaan khusus saya sampaikan kepada Bapak Duta Besar Vincent Piket atas semangatnya dalam memajukan persahabatan antara Uni Eropa dan Indonesia," tambah Prof. Nizam. 
 
Selanjutnya juga disampaikan, Pameran virtual EHEF di Indonesia yang ke-12 ini akan memberi kesempatan bagi para mahasiswa, dosen dan peneliti untuk dapat  bertemu dan berdiskusi secara online dengan perwakilan universitas-universitas Eropa. 

"Pameran ini akan diisi dengan rangkaian webinar tentang studi di Eropa, presentasi dari universitas-universitas di Eropa serta pameran virtual EHEF. Diharapkan pameran ini akan dihadiri oleh 2,000 pengunjung setiap harinya," pungkasnya. (Arianto)
 

Share:

Kapolres Majalengka Hadiri Pelantikan MPM Universitas Majalengka


Duta Nusantara Merdeka | Majalengka
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Majalengka, AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso bersama Dandim 0617 Majalengka yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Sugiono menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Majalengka yang bertempat di Auditorium Unuversitas Majalengka Kabupaten Majalengka, Rabu (11/11/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Majalengka Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M. Sc, Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso, Dandim 0617 Majalengka yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Sugiono, Para pengurus struktur keanggotaan MPM dan BEM Universitas Majalengka beserta tamu undangan lainya.

Dalam kegiatan ini Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso menghadiri sekaligus menjadi pemateri dalam pengukuhan dan pelantikan MPM Universitas Majalengka dan Kapolres Majalengka Mengucapkan Selamat Kepada Pengurus MPM dan BEM Unma Priode 2020 - 2021.


Kapolres melaksanakan pemberian materi terhadap mahasiswa dengan tema Cipta Kondisi Ketertiban dan Keamanan Lingkungan, dengan  melaksanakan penampilan video, paparan dan sejumlah materi lainya oleh Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso yang juga jebolan Doktor dari Universitas Indonesia.

Selain itu Kapolres Majalengka memberikan himbauan pencegahan Covid-19 dan Sosialiasikan 3M atau Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, kepada Warga Masyarakat Binaannya agar menggunakan Masker antisipasi penyebaran Wabah Covid -19. 

Himbauan Pencegahan Covid-19 tersebut dilakukan berdasarkan Anjuran Pemerintah dalam rangka upaya percepatan untuk memutus mata rantai penyebaran Wabah Virus
 Corona Covid 19 yang sangat berbahaya dan menyebar khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka. Pungkas Kapolres Majalengka AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso. **

Wartawan DNM : Imam Sudrajat
Share:

SGB Gelar Wisuda Virtual bagi Guru


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Suntory Garuda Beverage (SGB) menggelar wisuda virtual bagi lebih dari 500 guru Sekolah Dasar dan 200 guru Sekolah Menengah Pertama dan Atas yang telah selesai mengikuti serangkaian pelatihan (Train-the-Trainer) dan berhasil menyelesaikan semua tugas menantang untuk meningkatkan kompetensi ajar pelestarian air dan lingkungan.  

Sertifikat kelulusan disampaikan dan ditandatangani langsung oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia. 

Partisipasi aktif dalam pelatihan, penyelesaian tugas dan pemberian sertifikat ini merupakan salah satu komponen penting bagi peningkatan kompetensi guru dan implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) atau akrab dengan sebutan penghargaan Adiwiyata.  

Ibu Cicilia Sulastri, SH., M.Sc., Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengatakan, Kami mengapresiasi inisiatif dan komitmen SGB untuk melestarikan air bersih dan lingkungan melalui program edukasi, pembinaan guru dan sekolah serta program dan fasilitas konservasi air. 

"Disisi lain, Kami mendukung Program Mizuiku untuk dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS)," kata Cicilia dalam keterangan tertulis kepada media. Kamis (08/10)

Menurutnya, Modul yang terstruktur dengan baik, komponen pembelajaran yang menarik, kompetensi fasilitator yang handal dan kerjasama yang erat dengan guru dan sekolah menjadi kunci keberhasilan Program Mizuiku ini. Bersama-sama kita ciptakan Indonesia yang lebih bersih dan hijau bagi generasi mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Ong Yuh Hwang, Chief Executive Officer & President Director, Suntory Garuda Beverage, mengatakan, “Sebagai bagian dari program Mizuiku – Aku Cinta Air Bersih untuk mempromosikan kesadaran dan pentingnya air bersih kepada anakanak, Suntory Garuda menyadari bahwa sangat penting untuk memperlengkapi Bapak/Ibu guru sebagai garda depan pendidikan di sekolah. 

Pelatihan Mizuiku bagi Guru dimulai pada 2019 dan pada tahun kedua, lanjutnya, pelatihan ini dibuka dengan Forum Diskusi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan dari 6 area Mizuiku yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Gowa, Banjar, Tangerang dan Sidoarjo. 

SGB berbagi misi korporasi yang sama dengan perusahaan induknya, Suntory, yaitu: “To Create Harmony with People and Nature” serta semangat pendiri Suntory: "Giving back to Society" sebagai misi besar perusahaan untuk mewariskan segala hal yang baik bagi generasi kita selanjutnya. 

"Meskipun demikian, Suntory Garuda Beverage menekankan pentingnya keberlanjutan air bersih. Bukan saja karena air merupakan inti bisnis perusahaan tapi air juga merupakan sumber daya paling berharga untuk mendukung kehidupan manusia," pungkasnya. (Arianto)


Share:

IKA-PDH FH Undip Gelar Webinar dengan Tajuk Pancasila: Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Ikatan Alumni Program Doktor Hukum (IKA-PDH) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro menggelar Webinar series 1 dengan Tema “Pancasila, Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme pada Selasa (06/10) di Grand Melia Jakarta.

Prof. Dr. Retno Saraswati, SH.M.Hum (Dekan FH Universitas Diponegoro) dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana membangun kesadaran dan ingatan akan pentingnya Pancasila serta ancaman terhadap degradasi Pancasila dalam bentuk aksi-aksi intoleransi, radikalisme dan terorisme. 

Upaya ini patut disambut baik dan menjadi gerakan bersama, dalam upaya membangun situasi nasional yang damai dan memulihkan masyarakat yang berpotensi terpecah belah akibat kehilangan pegangan penting yaitu Pancasila," kata Retno saat webinar. Selasa (06/10)

Dalam kesempatan yang sama,, Prof. FX. Adji Samekto, SH., M.Hum (Deputi Bidang Pengkajian & Materi BPIP) dalam paparannya mengingatkan bahwa Pancasila bukanlah pepesan kosong yang dipaksakan menjadi dasar negara. Pancasila merupakan rumusan landasan filosofis yang disiapkan untuk mencapai satu tujuan negara Indonesia yang adil dan makmur. 

Disisi lain, lanjutnya, Pancasila lahir dari kesadaran kebangsaan untuk mencari titik temu Bersama, baik berupa kesadaran subjektif setiap orang, atau pun kesadaran alamiah bangsa yang mendiami wilayah nusantara, termasuk kesadaran tentang perlawanan terhadap penjajahan secara Bersama-sama. 

Sementara itu, Ustad Haris yang merupakan mantan anggota NII dan tokoh dari organisasi-organisasi radikal seperti Jamaah Anshorussyariah memaparkan pengalaman pribadinya menjadi bagian dari gerakan ini selama kurang lebih 27 tahun, sampai akhirnya menyadari kekeliruannya jalannya paska penangkapan oleh Densus 88 pada tahun 2010. 

Saat ini Ustad Haris mendirikan Yayasan Hubbul Wathon, yang merupakan organisasi yang merangkul para napiter yang insyaf dan mau berjuang untuk melakukan Pendidikan public agar tidak terpapar gerakan radikalisme. 

Ia juga menulis buku berjudul Hijrah Dari Radikal Kepada Moderat, yang didedikasikan sebagai karya untuk mengingatkan public agar waspada tentang bahaya radikalisme dan terorisme dengan memahami gerakan-gerakan mereka. (Arianto)


Share:

Shoichi Oni Raih Gelar Doktor Hukum di Universitas Pelita Harapan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pemerintah Indonesia seharusnya mengkaji ulang Sistem Penyelesaian Sengketa Investasi dan Membuat Aturan Khusus Demi Menjaga Kepercayaan Asing Terhadap sistem Peradilan Indonesia dan  Pemerintah Indonesia harus hindari penyelesaian sengketa melalui ISDS, karena sangat merugikan negara.
Shoichi Oni, Warga Negara Jepang yang juga Ketua Umum Organisasi Muslim Jepang (Japan Muslim Association) berhasil mempertahankan disertasi dengan judul "Privatization of Public Law in The Case of International Law Investment Law" ("Privatisasi Hukum Publik Dalam Permasalahan Hukum Investasi Internasional.") pada Sabtu (15/08) di Kampus Universitas Pelita Harapan Lt. 16, The Plaza Semanggi Jakarta. 

Shoichi Oni berhasil mempertahankan disertasi dihadapan sidang akademik Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Jakarta dan Shoichi Oni merupakan doktor ke-75 di Universitas Pelita Harapan. Disertasi doktor Oni dinilai merupakan kajian yang bagus dan isinya memberikan kontribusi besar bagi pemerintah Indonesia. 

Disertasi Oni dipromotori oleh Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M dan Dr. Maria Soetopo sebagai co-promotor dan tim penguji yakní Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, Prof. Dr. I.B.R Supancana, S.H., M.H., Dr. Susi Susantijo, S.H., Prof. Bintan R. Saragih, S.H., serta Dr. Henry Soelistyo, S.H., LL.M.

Dalam Disertasinya, Oni berpendapat bahwa selama ini partisipasi Indonesia dalam International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID) lebih banyak dirugikan dari pada diuntungkan. Indonesia sebagai Negara tuan rumah (Host State) lebih sering harus membayar ganti rugi kepada investor asing yang menggugat pemerintah. Sekalipun pemerintah Indonesia dimenangkan, namun biaya untuk membayar pengacara internasional saja sudah memakan jutaan Dolar Amerika atau sekitar US$ 5 juta. Apalagi jika pemerintah Indonesia kalah dalam ICSID.


Dalam disertasinya Oni mengusulkan agar pemerintah Indonesia memprioritaskan dan memperkuat konsep perjanjian bilateral investasi (Bilateral Investment Treaties-BIT) antar Negara secara bilateral. Di dalam perjanjian Bilateral dapat diatur mengenai penyelesaian sengketanya. Untuk mengantisipasi investor yang belum memberikan kepercayaan kepada sistem hukum di lndonesia.

Oni menawarkan skema agar pemerinah menyiapkan konsep dan tata cara baru dalam rangka penyelesaian perselisihan antar Negara secara Bilateral. Cara ini setelah diteliti hasilnya jauh lebih efisien dan menguntungkan pemerintah Indonesia.

Lebih lanjut, Oni mengungkapkan, Ada beberapa poin yang menjadi catatan penting dalam disertasi ini, antara lain:

- Pertama, UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal di Indonesia harus segera diamandemen, karena dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang. Apalagi ISDS memberikan kerugian khususnya secara finansial bagi negara tuan rumah (host state). Hal ini disebabkan karena sistem ISDS memungkinkan investor asing untuk menggugat langsung Indonesia selaku negara tuan rumah di ICSID. 

- Kedua, adanya ketentuan ICSID yang memberikan hak bagi investor asing untuk meminta ganti rugi atas kesalahan yang dilakukan oleh pejabat, organisasi pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, hakim pengadilan, anggota parlemen dan kabinet serta individu terkait lainnya dari host state. Tentu saja hal ini sangat memberatkan pemerintah Indonesia, karena SDM pegawai PNS diberbagai daerah sangat berbeda, sehingga dengan mudah bisa digugat.


- Ketiga, penyelesaian sengketa yang melibatkan Foreign Direct Investors-FDI (investor asing langsung) tidak hanya berbasis pada investasi komersial, tetapi juga investasi di bidang Sumber Daya Alam (SDA). 

- Keempat, penyelesaian sengketa investasi melalui badan arbitrasi ICSID membutuhkan waktu, biaya dan upaya hukum yang sangat besar. Dimana satu proses pengadilan bisa menelan biaya hingga USD 1.8 juta. Seperti Kasus Mining PLC dan Planet Mining Pty. Ltd. vs Republik Indonesia. Kondisi ini menggambarkan secara jelas bahwa sistem hukum  investasi internasional yang berkembang memberi manfaat besar kepada investor asing daripada Negara tuan rumah.

Persoalannya apakah Indonesia sebaiknya keluar dari ICSID atau tetap berada di ICSID dengan catatan tidak menyelesaikan sengketa melalui ISDS. Karena penyelesesaian sengketa melalui ISDS inilah yang dianggap sangat merugikan Indonesia. 

Untuk itu, kata Oni, dalam rangka menjaga investasi untuk kepentingan nasional dengan tetap memberikan perlindungan terhadap asset dan keamanan dalam berinvestasi, Oni menyimpulkan Pemerintah harus mempertimbangkan untuk menghapus/tidak menggunakan system ISDS dalam penyelesaian sengketa arbitrase Internasional. Sengketa FDI sebaiknya diselesaikan melalui hukum domestik, selanjutnya untuk mengamandemen UU No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.


Selain itu, lanjut Oni, Berdasarkan pengalaman penyelesaian sengketa melalui ISDS, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan biaya yang sangat tinggi yang dinilai tidak efisien dan bahkan tidak adil. 

Disisi lain, ungkap Oni  Direkomendasikan untuk mendapatkan persetujuan DPR untuk memastikan keabsahan ISDS dalam BIT dan UU Penanaman Modal, khususnya jika didalamnya menyangkut sumber daya alam.
 
"Hal tersebut dilakukan untuk menjamin legitimasi dan kedaulatan Indonesia, sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2004 tentang Perjanjian Internasional dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 13/ PUU XVI/2018. IIA dan BIT dengan sistem ISDS harus diperiksa secara khusus," tegasnya.

"Alternatif yang paling menguntungkan dan layak untuk menyelesaikan sengketa FDI adalah menggunakan pengadilan domestik (kerangka hukum Indonesia). Sebagai rekomendasi jangka pendek adalah dengan mengamandemen hukum perdata internasional dan undang-undang arbitrase. Adapun sebagai rekomendasi jangka panjang adalah dibentuknya pengadilan khusus untuk menyelesaikan  sengketa internasional. 

Disertasi ini sangat bermanfaat sebagai masukan dan referensi bagi pemerintah dan pembuat kebijakan dalam membuat/mengamandemen UU investasi atau aturan terkait lainnya. 

"Melalui disertasi ini diharapkan nantinya pemerintah Indonesia mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan nasional meningkatkan kepercayaan investor asing (FDI) dan melindungi Indonesia dari kerugian pembayaran kewajiban kepada investor asing. Tentunya hal tersebut dilaksanakan dengan tetap melindungi kepentingan umum dan negara serta memperhatikan prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku," pungkasnya. (Arianto)








 

Share:

Alumni UI Gelar Deklarasi Pemilu yang Damai dan Berkualitas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pesta Demokrasi telah dimulai gaungnya, ditandai dengan telah dilaksanakannya Debat Capres yang pertama pada beberapa waktu yang lalu. Meski begitu, hiruk-pikuk masyarakat akan Pemilu 2019 telah berlangsung sejak lama. Salah satu yang menjadi keprihatinan ILUNI UI sebagai lembaga ikatan alumni mahasiswa Universitas Indonesia adalah melihat ujaran kebencian dan info-info tidak benar alias hoax yang mengancam keberlangsungan pemilu yang damai dan bermartabat.

Sebagai wujud upaya mendidik dan mengabdi pada masyarakat yang merupakan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, ILUNI UI pun menyusun sebuah deklarasi yang menjadi semangat ILUNI UI dalam menyongosng Pemilu 2019. hari Rabu, 23 Januari 2019 pukul 14.00 - 16.00 wib, bertempat di Restoran Batik Kuring Kawasan SCBD, Jakarta, ILUNI UI pun menyatakan “Deklarasi Alumni UI untuk Pemilu Damai dan Berkualitas”, sebagai salah satu upaya aktif ILUNI UI mendorong terwujudnya pemilu yang guyub. 

Pada acara deklarasi pemilu damai ini turut hadir Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang diwakilkan oleh Indra Jaya Piliang, Arsul Sani, Dave Laksono dan Budi Arie Setiadi. Sedangkan dari Tim Pakar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, hadir perwakilan di antaranya: Mustafa Kamal, Bambang Tri Puspito, Harryadin Mahardika, Chandra Tirta dan Erick


Ketua Umum ILUNI UI, Arief Budhy Hardono, menyatakan dalam sambutannya bahwa Deklarasi Alumni UI untuk Pemilu yang Damai dan Berkualitas ini sebagai salah satu upaya ILUNI UI untuk mensosialisasikan bagaimana demokrasi dikerjakan dengan damai dan berkualitas.

Poin yang ditekankan oleh Arief Budhy Hardono adalah kontribusi gagasan inovatif. ILUNI UI menaruh harapan besar agar dukungan pada keduabelah capres mampu menghasilkan ide, termasuk kepada para alumni Universitas Indonesia. Call to Paper bertema “Solusi Alumni UI untuk Indonesia” pun termasuk salah satu dari berbagai rangkaian kontribusi ILUNI UI untuk Pemilu 2019.

“Harapannya menjadi sebuah deklarasi dari alumni UI dimanapun dukungan dan pilihannya, bahwa UI mendukung pemilu berkualitas dan  menjadi kontribusi alumni UI. Diharapkan dukungan ini juga bukan dukungan yang sifatnya hura-hura atau sekadar tidak serius, tapi diharapkan demokrasi yang menghasilkan gagasan dan ide-ide,” papar Arief Budhy Hardono. 

Lebih lanjut lagi, Arief Budhy Hardono mengungkapkan, siapapun yang menang, gagasan dan ide yang digunakan presiden dan pemerintahan terpilih kelak diharapkan merupakan gagasan dari alumni UI.

Ada tiga poin yang disampaikan dalam Deklarasi Alumni UI untuk Pemilu Damai dan Berkualitas. ILUNI UI menyatakan menjadi bagian dari komunitas terdidik yang mendorong lahirnya Pemilu yang menjunjung tinggi adu gagasan, ide, visi dan misi untuk Indonesia lebih baik. Tak hanya menciptakan komunitas yang memiliki dampak positif bagi suasana pesta demokrasi, ILUNI UI juga berkeinginan mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang jurdil, luber dan damai. Tak lupa, ILUNI UI pun merangkul segenap elemen masyarakat untuk membawa semangat wujudkan kecintaan pada tanah air dan bangsa Indonesia secara konstruktif dan positif.


                                                                 Reporter : Arianto

Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Air Aksara Aksi Aktivitis Al Washliyah Album Anak Angkatan Darat Anti Korupsi Arisan Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Atlet Award Bakti Sosial Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Cikampek Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Donor Darah Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Emas Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Flores Timur Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Genppari Gereja Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM IPPI Islam Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolri Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejurnas Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendagri Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemensos Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS LSM Madina Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media Menembak Menteri millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Online Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Pameran Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Pasar Pasar modal Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pemadam Kebakaran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang PMI Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Sungai Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Swab Antigen Syariah Syawal Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tawuran Teknologi Terorisme Tes Urine Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop Yogyakarta

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini