Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa UNIMED Perpisahan Dengan Peternakan Sapi Enggal Mukti


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Perpisahan Mahasiswa/Mahasiswi UNIMED dengan masyarakat pondok rawa
Sabtu,29 Agustus 2020 - 20:00:WIB malam 
Perpisahan Mahasiswa/Mahasiswi UNIMED Universitas Negeri Medan dengan peternakan sapi Enggal mukti

Selama satu bulan lebih, Mahasiswa/Mahasiswi Unimed Universitas Negeri Medan telah melakukan pengabdian di dusun XII pondok rawa Desa Sampali

Banyak momen-momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa salah satunya adalah acara perpisahan antara kelompok KKN dengan warga dan anggota dari kelompok peternakan sapi Enggal mukti. Acara perpisahan di adakan di kantor peternakan sapi Enggal mukti. Acara perpisahan yang dihadiri oleh pak kadus  dusun XII pondok rawa,serta para tamu undangan lainnya


Selama menjalankan pengabdian di dusun XII Pondok rawa Desa Sampali banyak sekali kegiatan kegiatan positif yang mereka lakukan kususnya untuk masyarakat Dusun XII pondok rawa Desa Sampali antara lain kegiatannya ialah Membantu belajar mengaji di Masjid, Bimbingan belajar Siswa/siswi Paud, MIS, MTs dan MA, Bakti Sosial gotong royong bersama warga, Membantu kegiatan pemberian pakan di peternakan sapi enggal mukti serta ikut andil dalam mensukseskan acara memperingati Hari Ulang Tahun Rebublik Indonesia Ke 75

Pembukaan acara diawali dengan sambutan dari kelompok KKN, dalam kata sambutanya  mewakili rekan-rekannya Mengucapkan "Terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat dusun XII pondok rawa Desa Sampali yang telah menerima, mendidik dan membimbing untuk belajar terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat, serta di peternakan sapi enggal mukti untuk menjalankan program KKN, banyak sekali ilmu yang kami dapatkan selama mengabdi disini dan mudah-mudahan bermanfaat untuk kedepannya. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada peternakan Enggal mukti yang telah mendukung serta membantu kelancaran kegiatan kami selama mengabdi disini.

Dan juga memohon maaf jika selama kami menjalankan program KKN di sini ada prilaku atau ucapan yang kurang berkenan di hati masyarakat kami mohon maaf yang sebesar-besarnya"

Selanjutnya sambutan dari Ketua Enggal mukti mandiri   dalam momen ini M SUGITO memberikan semangat dan motivasi-motivasi kepada Mahasiswa/Mahasiswi KKN " semua para adik-adik hampir menyandang gelar Sarjana jadi gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperbaiki kualitas diri, memperdalam ilmu, rajin membaca dan raihlah cita-cita kalian serta jangan merasa puas dengan apa yang sudah adik-adik dapatkan karena sejatinya ilmu itu sangatlah luas tidak hanya di dalam kampus saja, jika suatu saat adik-adik semua sudah menjadi seorang Sarjana mudah mudahan ilmunya bisa bermanfaat bagi masyarakat serta nusa dan bangsa"

Dalam kesempatan ini  M Sugito juga mewakili seluruh masyarakat serta kelompok ternak sapi enggal mukti mandiri mengucapkan ribuan terima kasih terhadap Mahasiswa/Mahasiswi KKN atas pengabdiannya di peternakan sapi Enggal mukti dan juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya jika selama berada di dusun XXII pondok rawa Desa Sampali perilaku-perilaku atau pun ucapan-ucapan masyarakat yang tidak disengaja sekali mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Usai sambutan dari Ketua kelompok tani ternak Enggal mukti mandiri, acara dilanjutkan dengan pemberian Cinderamata oleh Mahasiswa KKN kepada ketua kelompok tani ternak enggal mukti mandiri  M SUGITO beserta anggota& d ditutup dengan doa serta makan bersama.**

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Mahasiswa UNIMED Kunjungi Koptan Enggal Mukti Mandiri


Duta Nusantara Merdeka | Percut Sei Tuan - Deli Serdang

Mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) kunjungi Koptan Enggal Mukti Mandiri yang berada di Dusun XXII pondok rawa Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang (24/7)

Dalam kunjungan nya mahasiswa/wi UNIMED dipeternakan Enggal Mukti Mandiri di pondok rawa,sekaligus meminta permohonan izin untuk melakukan kegiatan program kuliah kerja nyata (KKN) yang akan dilakukan oleh mahasiswa/wi program studi biologi dari Universitas Negeri Medan. Untuk melakukan kegiatan KKN sekaligus melakukan studi ilmiah, ungkap salah seorang perwakilan mahasiswa UNIMED.

Sementara itu M Sugito selaku ketua kelompok tani ternak Enggal Mukti Mandiri beserta para pengurus pengurus nya,menyambut baik serta menerima dan memberi fasilitas tempat tinggal,untuk para mahasiswa/wi yang akan melakukan program kegiatan KKN (Kuliah kerja nyata)  Yang segera dilaksanakan.

Kami para pengurus  Kelompok tani ternak Enggal Mukti Mandiri,siap memfasilitasi mahasiswa UNIMED yang akan melakukan KKN di peternakan kami,seperti tempat tinggal," ungkap Sugito  mengakhiri. **

Wartawan DNM : Hasrat
Share:

UKM ByC Akan Membawa Mahasiswa Unibos Ke Ajang Internasional


Duta Nusantara Merdeka | Bosowa

ByC (Bosowa Youth Choir) merupakan UKM yang fokus pada pelatihan seni vokal Universitas Bosowa yang rencananya akan diresmikan sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus Universitas Bosowa

Personil Bosowa Youth Choir sampai sekarang berjumlah 34 orang yang terdiri dari beberapa fakultas di Universitas Bosowa.

Yudho Prasetya Wemben dipercaya sebagai ketua umum dan pendiri Bosowa Youth Choir bersama para pengurus inti pada hari ini (24 Oktober 2019) telah bertemu dengan Wakil Rektor 3 Universitas Bosowa untuk membicarakan rencana pembentukan UKM ini 

“UKM ini akan segera dibuatkan SK dan dilantik dan saya berharap Bosowa Youth Choir bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa Universitas Bosowa yang memiliki kemampuan dalam bernyanyi untuk mengembangkan bakatnya dan dipersiapkan untuk mengikuti lomba skala Nasional bahkan Internasional” terang Yudho Prasetya Wemben

Yudho Prasetya Wemben adalah mahasiswa dari Hubungan Internasional Fakultas Fisip Universitas Bosowa yang sudah lama melintang di dunia tarik suara diketahui yudho juga anggota dari HIPMI PT Universitas Bosowa lembaga pencetak pemimpin dari kampus Universitas Bosowa. **
Share:

Korban Berjatuhan Saat Demo, Indikator Gagalnya Program Promoter Polri


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Demonstrasi mahasiswa, pemuda dan masyarakat umum merebak dalam beberapa hari ini. Kalangan pelajar juga telah ikut turun ke jalan mengungkapkan aspirasinya. Menurut para pengunjuk rasa, demonstrasi terpaksa dilakukan. Penyebabnya, karena suara-suara rakyat yang disampaikan dalam bentuk tulisan, surat terbuka, petisi, dan diskusi-seminar di berbagai tempat tidak mendapatkan respon semestinya.

Eksesnya, korban berjatuhan. Fasilitas umum dan pribadi rusak di sana-sini. Saling memaksakan kehendak menyebabkan bentrok fisik tidak terelakkan. Provokasi memanaskan suasana dan memicu amarah makin membara. Sebaran informasi situasi terkini di lokasi unjuk rasa menumbuhkan penasaran dari warga lainnya. Jadilah suasana demonstrasi semakin riuh-rendah. Letupan senapan dan lemparan berbagai benda bersahutan di suasana makin kacau-balau itu.

Terlepas dari ada atau tidaknya dalang di balik munculnya parlemen jalanan; dan juga terlepas dari relevan atau tidaknya tuntutan yang disampaikan publik peserta aksi, penanganan atas hiruk-pikuk warga itu semestinya dilakukan dengan baik dan profesional. Polisi seharusnya mengedepankan pola kerja yang melindungi, mengayomi, dan melayani. Polri adalah instrumen yang disediakan negara untuk menjaga agar geliat masyarakat dalam aktivitasnya berjalan dengan baik, lancar dan aman.

Faktanya, cara polisi selama ini menangani unjuk rasa masih belum mencerminkan sosok polisi yang ideal. Negara sudah memberikan rambu-rambu bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bekerja sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Rakyat sudah membayar lunas seluruh anggota Polri, tidak lain adalah untuk melakukan tugasnya melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat.

Korban berjatuhan tatkala unjuk rasa menunjukkan satu hal: Promoter Polri tidak mewujud di lapangan. Visi Polri untuk menjadi Polisi yang Profesional, Modern, dan Terpercaya hanya slogan di standing-standing banner di kantor-kantor polisi belaka. Promoter hanya penghias bibir Kapolri dan jajarannya.

Apakah sulit bagi Polri untuk menangani unjuk rasa tanpa kekerasan? Apakah berat bagi Polri untuk menghadapi rakyat yang berdemonstrasi dengan tidak bertameng-berpentungan? Apakah sukar bagi Polri untuk menyikapi kehadiran para pengunjuk rasa dengan tebaran senyum dan sapaan yang menyejukkan? Apakah tidak ada cara lain yang lebih baik dalam menangani kerumunan massa demonstrasi yang tidak bersenjata? Apakah mustahil bagi Polri untuk menciptakan suasana sejuk dan damai di tengah suasana memanas para demonstran?

Jika jawaban-jawaban dari deretan pertanyaan di atas adalah sulit, berat, sukar, tidak ada cara lain, dan mustahil; maka itu berarti program Promoter Polri menghadapi jalan buntu alias gagal total. Bukankah ketika jatuh korban dari pengunjuk-rasa, berarti Polisi gagal melindungi rakyat yang menggaji dia? Berarti Polisi gagal mengayomi warga yang menyediakan seragam dan peralatan kerjanya? Berarti Polisi gagal melayani masyarakat yang membelikan pakaian dalam yang digunakannya sehari-hari?

Adalah wajar jika banyak pihak bertanya: Promoternya di mana Pak Polisi? Profesional apanya? Modernnya dimana? Bagaimana bisa dipercaya?

Atau mungkin Polri akan beralibi ‘memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum’? Kembali lagi pada pertanyaan-pertanyaan di atas tadi, apakah sulit memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang berunjuk rasa dengan tidak menembaki warga? Apakah tidak ada cara lain yang lebih ‘profesional, modern, dan terpercaya’ selain menghadapi para demonstran dengan pentungan, gas air mata, dan hantaman kekerasan fisik?

Ayo Polri, sekali-sekali coba resep ini saat menjaga para demonstran: perbanyak polwan yang berjaga, pakai pakaian biasa, bisa berbatik ria, dan putarkan lagu dangdut di tengah ramainya para pengunjuk rasa. Dijamin acara demo berubah menjadi konser musik dangdut. Unjuk rasa dapat berlangsung lancar, damai dan everybody happy. (Arianto)

_Oleh: Wilson Lalengke_

Share:

50 Mahasiswa Terima Beasiswa Penuh dari Perhimpunan INTI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pengurus Daerah Perhimpunan INTI DKI Jakarta menggelar Seminar dengan tajuk Kebangkitan Tiongkok, Obor dan Implikasinya Terhadap Indonesia hari Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 09.00 - 13.00 wib bertempat di Auditorium Perhimpunan INTI MGK Kemayoran Office Tower B lantai 10, JI.Angkasa kav. B6, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Seminar dibuka dengan Pembukaan / Pengantar Dialog: Prof. A. Dahana, Ph.D selaku Guru Besar Chinese Studies Universitas Indonesia dengan para Pembicara: Prof. Anwar Nasution, Ph.D selaku Guru Besar lImu Ekonomi, Universifas Indonesia, Dr. Drs. Krisno Legowo, MSi selaku Pengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Johanes Herlijanto, M.Si., Ph.D selaku Pengajar, Universitas Pelita Harapan, dr. Indra Wahidin selaku Ketua Harian Perhimpunan INTI, dimoderatori: Pusanti BA, MA, Ph.D Candidate.



Prof. A. Dahana, Ph.D selaku Guru Besar Chinese Studies Universitas Indonesia dalam sambutan pembukaan menyampaikan, seminar ini akan membahas tiga issue baru yaitu: kebangkitan Tiongkok, jalur sutera baru dan perang dagang Amerika dan Tiongkok, karena perkembangan Tiongkok di bidang ekonomi mencengangkan dunia, apakah Tiongkok akan menggantikan Amerika sebagai Penguasa dunia? Seminar ini juga merupakan bagian dari pembekalan bagi 50 mahasiswa/mahasiswi yang akan berangkat ke Tiongkok.

Prof. Anwar Nasution, Ph.D selaku Guru Besar lImu Ekonomi, Universifas Indonesia mengatakan, Tiongkok telah mengintrodusir enam jenis kebijakan strategis dibidang ekonomi, politik dan keamanan yang akan mempengaruhi sistem ekonomi, keuangan, politik dan keamanan regional dan internasionalnya. Kebijakan itu mencerminkan kesiapan negara itu untuk mengambil peranan yang Iebih besar dalam kepemimpinan politik. ekonomi dan militer dunia.



"Perekonomian Tiongkok tumbuh diatas 10% selama 40 tahun berturut-turut, karena Tiongkok  berorientasi pada eskpor. Tiongkok itu membuat barang kebutuhan sehari-hari untuk ekspor, bukan membuat pesawat terbang, seperti Habibie. Presiden Jokowi harus mendorong serta meningkatkan ekspor dan berorientasi pada eskpor, jika ingin perekonomian Indonesia  tumbuh diatas 10%," tegas Anwar.

Pada kesempatan ini, Dr. Indra Wahidin, Ketua Harian Perhimpunan INTI mengatakan, sejalan dengan kebangkitan Tiongkok di sektor ekonomi dan kancah perpolitikan internasional, dapat dipastikan disepanjang jalur sutera akan menjadi motor penggerak atau lokomotif untuk meningkatkan perekonomian dan peradaban, serta mensejahterakan kehidupan rakyat disepanjang jalur sutera dan memberi kontribusi terhadap perdamaian dunia.


Tahun ini, kata Indra, Perhimpunan INTI bekerjasama dengan Kedutaan Besar Tiongkok memberikan bea siswa kepada anak-anak muda Indonesia untuk menuntut ilmu ke berbagai universitas ternama di Negara Tiongkok . Anak-anak muda yang dikirim ke Tiongkok dari berbagai provinsi di Indonesia, bukan hanya yang etnis Tionghoa saja, tapi justru yang etnis Tionghoa yang lebih sedikit, dan terdiri dari bermacam-macam suku di Indonesia.

"INTI tahun lalu memberangkatkan 20 mahasiswa ke Tiongkok, sedangkan tahun ini, memberangkatkan 50 mahasiswa/mahasiswi dengan beasiswa penuh untuk menuntut ilmu ke berbagai universitas terkemuka di Tiongkok," tutup dr. Indra Wahidin. (Arianto)




Share:

500 Lebih Mahasiswa Kelompok Cipayung Plus Serukan Anti Hoax dan Politisasi Agama


Duta Nusantara Merdeka | Medan

Menyikapi banyaknya ancaman serta perpecahan antar umat beragama dan kerukunan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Medan, Kelompok Cipayung Plus Kota Medan menggelar deklarasi anti hoax dan politisasi agama dalam mengejar kepentingan politik pada Pilpres dan Pileg 2019 ini.

Pantauan wartawan, ratusan mahasiswa dari berbagai organsiasi dari kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari IMM, KAMMI, HIMMAH, GMNI, PMKRI, GMKI, Hikmabudhis dan PMII long march dari Masjid Raya Medan menuju Jalan Brigjend Katamso. Jalan Pemuda dan kemudian finish di depan Kantor Pos Medan sembari menyerukan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berbagai hoax yang saat ini gencar dilancarkan elit politik hanya untuk kepentingan kekuasaan semata.

Dalam orasinya perwakilan Cipayung Plus mengungkapkan, demi mencapai kepentingan, para elit politik dituding sudah menggunakan cara-cara tidak sehat dan tidak lagi santun, sehingga Pilpres dan Pileg saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan.

Para mahasiswa juga menilai, maraknya isu SARA, kabar bohong dan ujaran kebencian menjadi perhatian serius karena mengancam keutuhan NKRI.

Bahkan kelompok Cipayung Plus telah mendeteksi adanya penggunaan rumah rumah ibadah sebagai media kampanye yang sangat mengancam kehidupan berdemokrasi. Karena politik tidak lagi memposisikan rumah ibadah sebagai sesuatu yang sakral dan suci. Agama juga dijadikan tameng pemuas nafasu politik.

Cipayung Plus juga menegaskan sangat tidak pantas rumah ibadah dijadikan sebagai tempat menyebarkan kepentingan politik. Karena itu, persis di titik nol Kota Medan, Cipayung Plus sebagai generasi penerus bangsa dan menjadi corong demokrasi yang beretika.

Mendeklarasikan komitmen untuk menjadi poros perekat kemajemukan demi menjaga keutuhan bangsa dan NKRI siap menjadi garda terdepan dalam menangkal Hoax. Serta menciptakan suasana teduh dan sejuk ditengah masyarakat, terutama selama masa Pilpres dan Pileg 2019 ini.

Selain itu, Cipayung Plus juga akan membangun komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Medan agar turut menjaga kerukunan antar umat beragama serta menghargai kemajemukan. Menjadikan perbedaan sebagai kekayaan yang merupakan warisan para pendiri bangsa tanpa perlu diperdebatkan.

Di sela-sela deklarasi, Ketua KAMMI Medan Hadi Mansyur Perangin-angin dan ketua HIMMAH Ilham Fauji Munthe saat diwawancarai wartawan mengatakan jika pihaknya menyampaikan aspirasi mahasiswa Kota Medan untuk bersama-sama melawan berita hoax. Tujuannya agar perpecahan tidak terjadi di Republik Indonesia.

Kita (Cipayung Plus) juga tidak ingin rumah ibadah dijadikan tempat politisasi yang berpotensi memecahkan umat beragama. Rencana Cipayung Plus untuk mempersatukan masyarakat di Kota Medan, karena banyaknya isu-isu politik yang dilakukan orang yang tak bertanggung jawab.

Mahasiswa menyampaikan jangan membuat isu yang memecah belah, Sebagai politik yang baik, seharusnya memberikan cerminan yang baik bagi masyarakat Kota Medan.

Wartawan DNM : Septian Hernanto

Share:

Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah gelar konferensi mahasiswa di Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals disingkat SDGs adalah 17 tujuan yang telah di tentukan oleh PBB sebagai agenda pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara- negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.

Tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari tujuan pembangunan milenium yang ditandatangani oleh pemimpin - pemimpin dari 189 negara sebagai deklarasi millenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015.
   
Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan konferensi mahasiswa pada tanggal 3-6 Desember 2018 dengan tema “konsolidasi mahasiswa dalam pelaksanaan demi pencapaian sustainable development goals di Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi mahasiswa sebagai Agent of Change dan generasi millenial yang seharusnya mimpi mengambil peran dalam pembangunan daerah atau pembangunan nasional. Kegiatan konferensi mahasiswa ini di hadiri oleh sekitar 83 institusi dengan jumlah peserta sekitar 150 orang.

Topik pembahasan yang menjadi agenda dalam konferensi mahasiswa tersebut salah satunya adalah “strategi mewujudkan kedaulatan pangan dan lumbung pangan dunia 2030 tanpa kemiskinan dan kelaparan” yang dihadiri oleh Direktur Pengadaan BULOG Mayjend (Purn) Dr. Bachtiar S.IP M.AP, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, Ketua Komite Pedagang Pasar Abdul Rosyid dan Ahmad Nabil Bintang selaku Ketua Umum Dema - UIN Jakarta.

Menurut Mayjend (purn) Dr. Bachtiar  S.IP  M.AP untuk menuju dan mencapai kedaulatan pangan dan menjadi lumbung pangan dunia maka harus mengembangkan dan membangun SDM  yang memadai- intensifikasi, revitalisasi dan penataan kembali on form dan of form. Kemudian perlu juga mendorong BULOG untuk diberikan kewenangan yang lebih luas di bidang pangan.

Kemudian menurut Tanri Abeng harus ada perubahan sistem politik ekonomi yang baru dan inklusif. pemerintah juga perlu mengembangkan dan membantu pembentukan Badan Usaha Milik Rakyat. Sehingga usaha-usaha mikro pun bisa berpartisipasi dalam mewujudkannya.


Menurut Ketua komite pedagang pasar perlu adanya perhatian kepada petani dan para pedagang karena yang menjadi persoalan sampai saat ini adalah distribusi atau mata rantai yang masih panjang dari petani kepada konsumen. Sehingga harga ditingkat petani rendah sedangkan ditingkat konsumen tinggi, hal ini terjadi karena masih banyak cukong yang harus diberantas dan dipotong distribusinya.

Terakhir, menurut Ahmad Nabil Bintang selaku Ketua Umum Dema - UIN Jakarta agar pangan di INDONESIA lebih makmur untuk kesejahteraan rakyat Indonesia karena ini sangat penting mengingat SDGs adalah program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Tapi perlu diingat rencana ini perlu diimplementasikan dengan baik. Sehingga SDGs bisa di laksanakan dengan optimal.

Wartawan : Arianto
Share:

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Begal Bekraf Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humbahas HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR Mudik Muhammadiyah Muharram Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengajian Pengamanan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanian PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturrahim Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Wirausaha Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini