Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Kapolda Metro Jaya Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Uhamka


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M. Si memberikan Kuliah Umum kepada sekitar 150-250 orang Mahasiswa S1 Uhamka dan Dosen Uhamka di ruang Aula kampus A Uhamka, Jakarta Selatan, Rabu (18/01/2023).

"Membangun jaringan komunikasi untuk kepemimpinan kolaboratif" menjadi tema materi kuliah umum dari kapolda Metro Jaya. Dalam materi kuliahnya Irjen Fadil mengatakan, saat ini Situasi negara kita mengalami perubahan yang begitu cepat, sehingga negara mengalami Situasi yang penuh dengan ketidakpastian.

“Negara kita Sekarang berada dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian, perubahan terjadi begitu cepat, dan situasi saat ini akan menjadi tantangan bagi kita semua dan harus kita sadari supaya kita lebih waspada menghadapi situasi kedepan,” kata Irjen Fadil.

Irjen Fadil melanjutkan, kepolisian adalah bagian dari masyarakat, baik organisasi bidang layanan jasa, pelayanan publik maupun penegakan hukum dan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan maka dalam sebuah organisasi diperlukan perubahan struktur dan kultur dengan cepat.

“Dalam berbagai kesempatan khususnya di kepolisian, saya selalu menyampaikan organisasi ini adalah bagian dari masyarakat, baik organisasi bidang layanan jasa, pelayanan publik maupun penegakan hukum, maka dalam sebuah organisasi perubahan struktur, kultur harus kita lakukan dengan cepat untuk dapat beradaptaasi dengan Lingkungan,” ucapnya.

“Ketika memimpin suatu organisasi kita harus kuasai betul situasi ekternal dan internal, hidup matinya suatu organisasi dipengaruhi oleh bagaimana merespon sebuah perubahan yang menjadi keniscayaan yang harus dilalui,” tambahnya.

Lebih lanjut, Irjen Fadil menjelaskan, untuk menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan, maka harus dilakukan modifikasi gaya kepemimpinan yang diantaranya adalah dengan melihat dan belajar dari praktek praktek yg dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya.

“Ada beberapa gaya kepemimpinan antara lain melihat dan belajar dari praktek praktek yang dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya. Dari hal tersebut, maka kita harus melakukan modifikasi Menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan dan kendala-kendala yang dialami oleh organisasi saat ini,” ungkapnya.

Menurut dia, ada beberapa unsur kepemimpinan yang harus dimiliki, diantaranya memodelkan perilaku anggota organisasi yang diharapkan, pemimpin harus menginspirasi, menciptakan peluang, mampu  berkolaborasi, menciptakan kepercayaan dan keberlanjutan.

”Anda sekalian lah yang menentukan Indonesia mampu menuju Indonesia emas, lakukan semuanya dengan penuh kasih sayang dan cinta,” pungkasnya. (Lak/Tha)

Share:

Mahasiswa Universitas Paramadina Berikan Dukungan Psikososial Penyintas Gempa Cianjur


Duta Nusantara Merdeka | Cianjur
Gempa di Cianjur pada 21 November lalu yang berkekuatan 5,6 SR menyebabkan ratusan korban jiwa berjatuhan. Peristiwa bencana alam selain menyebabkan korban jiwa juga dapat mengakibatkan gangguan kondisi psikologis dan kesehatan mental para penyintas pasca gempa.

Dalam upaya meringankan penderitaan para penyintas, relawan mahasiswa Universitas Paramadina memberikan pendampingan dan dukungan psikososial dan kesehatan mental bagi para korban gempa, khususnya bagi anak-anak dan Ibu-Ibu yang masih trauma dengan datangnya bencana alam tersebut.

Sebanyak 10 orang mahasiswa dari jurusan Psikologi Universitas Paramadina terlibat dalam kegiatan sukarela ini. Dalam kegiatan Layanan Dukungan Psikososial ini mahasiswa Universitas Paramadina menjalin kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, kegiatan berlangsung dari tanggal 26-28 Desember 2022.


"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah. Bagi kami aksi ini sekaligus mempraktekan ilmu yang telah kami dapatkan di Universitas Paramadina". Demikian dikatakan oleh Koordinator relawan Dicky Syafrudin.

Kegiatan ini menunjukkan bentuk kepedulian dan partisipasi aktif Mahasiswa Universitas Paramadina dalam memberikan bantuan Psikososial dan kesehatan mental bagi korban gempa bumi di Cianjur. **
Share:

Tips Kembangkan Passion Bagi Pelajar, Agar Peringkat Pendidikan Indonesia Tak Jeblok


Duta Nusantara Merdeka | Yogyakarta
Sudah 77 Tahun Indonesia merdeka dan memperingati hari guru, sejak Kongres Guru Indonesia diadakan pada 24-25 November 1945. Namun sayangnya dunia pendidikan Indonesia masih konsisten menempati peringkat terbawah dalam berbagai survei pendidikan tingkat internasional.

Hal ini diungkapkan oleh Wikan Sakarinto PhD, Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Periode 2019-2022, dalam Seminar dan Peluncuran Modul MBKM di SEVIMA Platform, yang diadakan di Auditorium LPP Yogyakarta pada Jum’at (25/11) pagi.

Survei PISA misalnya, menyebutkan hampir 90% siswa Indonesia memiliki tingkat kemampuan berpikir yang rendah bahkan sangat rendah. Survei Martin Prosperity Institute juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling tidak kreatif di dunia.

“Jangankan dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia, peringkat pendidikan kita bahkan jauh di bawah negara-negara Afrika seperti Maroko. Hasilnya, hoax mudah menyebar, dan perusahaan mengeluh karena tidak cocok apa yang dibutuhkan industri dengan yang diluluskan sekolah dan kampus,” ungkap Wikan dalam seminar yang dihadiri Dr Hatma Suryaatmojo Wakil Ketua Panitia Pusat Kampus Merdeka Kemdikbudristek, serta 100 Pimpinan Lembaga Pendidikan yang tergabung dalam Komunitas SEVIMA.

*Disebabkan Belajar Tanpa Passion*

Akar masalah dari jebloknya pencapaian dunia pendidikan Indonesia, menurut Wikan, terletak pada ketiadaan passion atau semangat dalam diri pelajar, saat bersekolah maupun berkuliah. Tak sedikit pelajar yang akhirnya mengikuti pelajaran karena terpaksa, bukan karena keinginan sendiri.

Wikan mengisahkan pengalamannya pribadi saat berkuliah. Awalnya ia bercita-cita menjadi Insinyur dan berkuliah sarjana (S1)  di Universitas Gadjah Mada. Namun sayang nasib mengantarkannya menjadi Mahasiswa Diploma 3 (D3) Teknik Mesin. Karena paksaan dan diterima di jurusan yang tidak diminatinya, Wikan akhirnya belajar tanpa semangat.

“Belajar karena terpaksa atas tuntutan, tidak semangat, hari demi hari saat kuliah rasanya berat sekali. Beda kalau pelajaran itu memang passion dia, saya punya murid yang bahkan nggak mau pulang sampai malam hari. Masih kerja di bengkel yang dikelola kampus. Saya sampai suruh pulang supaya bisa bersosialisasi dan pacaran!,” ungkap Wikan.

Kurikulum yang terlalu kaku juga menurut Wikan menghambat pelajar menumbuhkan passion. Semasa Wikan kuliah, ada pelajaran mengikir besi selama 100 jam. Artinya dua minggu penuh pada jam kuliah, Wikan dan ratusan teman-temannya di jurusan D3 Teknik Mesin harus berdiri dengan gaya kuda-kuda, mengikir besi, tanpa mengetahui apa tujuan dari aktivitas itu.

“Saya tidak bilang mengikir besi itu tidak penting untuk jurusan Teknik Mesin, maupun contoh pelajaran tertentu lainnya di sekolah dan kampus. Tapi apa iya belajar mengikir besi harus 100 jam? Belajar Matematika harus puluhan jam setiap minggu? Cukup sebentar saja, sambil ditumbuhkan passion plus soft skillnya (karakter). Kalau senang pasti akan dilanjutkan sendiri,” ajak Wikan.

*Tips Menumbuhkan Passion bagi Pelajar*

Dalam seminar tersebut, Wikan Sakarinto bersama Dr Hatma Suryaatmojo selaku Wakil Ketua Panitia Pusat Kampus Merdeka Kemdikbudristek, serta 100 Pimpinan Lembaga Pendidikan yang tergabung dalam Komunitas SEVIMA, membagikan tips bagaimana menumbuhkan passion bagi pelajar. Dengan tujuan untuk meningkatkan kecerdasan sekaligus karakter pelajar.

*1) Padatkan Kurikulum Hardskill*

Berkaca dari pengalaman mengikir besi yang dialami Wikan selama kuliah, Wikan memandang bahwa pelajaran hardskill (teknis) seperti itu bisa dipersingkat dan dipadatkan. Wikan menyarankan pelajaran seperti itu diletakkan di semester paling awal. Sehingga di semester selanjutnya, pelajar berkesempatan untuk mengembangkan diri sesuai passion, sekaligus memperkuat karakternya.

“Materi dasar umum, teknis, kalau kuliah sebisa mungkin dimampatkan dua, tiga, atau lima semester. Sehingga di semester selanjutnya pelajar bisa mengeksplorasi diri tapi tetap sudah memiliki bekal yang cukup,” ungkap Wikan.

*2) Kembangkan Pembelajaran Berbasis Proyek dan “Teaching Factory”*

Belajar tidak harus dari dalam kelas. Wikan sendiri sebagai dosen, kini juga mengembangkan perusahaan yang terintegrasi dengan kampus. Mahasiswa diajak untuk mengerjakan proyek manufaktur sekaligus memasarkan proyek itu sendiri. Omzetnya ungkap Wikan sangat besar, mencapai dua miliar per bulan.

Integrasi inilah yang disebut Wikan sebagai konsep Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) dan Teaching Factory. Konsep ini ungkap Wikan baru pertama kali dilakukan di Indonesia olehnya. Selama ini sudah banyak mahasiswa mengerjakan proyek, namun proyeknya merupakan penugasan dari dosen. Bukan atas inisiatif sendiri.

“Jadi di kampus kami, mahasiswa malah untung. Kuliah sambil kerja dan digaji, dan selama mereka kuliah, proses pekerjaan itu juga dihitung sebagai proses pembelajaran. Daripada mengikir besi tanpa tujuan seperti saya dulu, lebih baik mengikir besi yang hasilnya bisa dijual. Pelajar jadi punya tujuan, bahkan seperti yang saya ceritakan tadi, bahkan tidak mau pulang dari kampus!,” ungkap Wikan.

*3) Manfaatkan Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka*

Program Merdeka Belajar di sekolah, dan Kampus Merdeka di kampus, menurut Wikan kini sudah cukup berkembang pesat dalam memberikan kesempatan pelajar untuk eksplorasi diri di luar lembaga pendidikannya. Wikan mengajak semua pihak di dunia pendidikan untuk terus memanfaatkan program ini, karena bisa memberikan pelajar pengalaman nyata di dunia kerja.

“Kampus itu bukan dunia nyata! Jadi, mari program yang sudah dibentuk untuk kegiatan MBKM ini dikawal agar bisa mengembangkan passion mahasiswa dengan pengalaman dunia nyata. Adanya Modul MBKM di SEVIMA Platform, yang bisa mewadahi pengelolaan dan administrasi program MBKM, juga sangat saya apresiasi sebagai sebuah terobosan yang bisa membantu pelaksanaan MBKM,” ujar Wikan.

Senada, Dr Hatma Suryaatmojo selaku Wakil Ketua Panitia Pusat Kampus Merdeka Kemdikbudristek mengatakan bahwa pemanfaatan kampus merdeka ini perlu strategi tersendiri. Kampus perlu konsisten berkomunikasi dan membangun kerjasama kemitraan, melakukan sosialisasi kepada dosen dan mahasiswa, hingga menyusun panduan implementasi kampus merdeka yang cukup mendalam.

Sedangkan Bagus Jati Santoso PhD selaku Kepala Sub Direktorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan Tenaga Ahli SEVIMA, juga menyampaikan bahwa perlu perjuangan ekstra dalam meyakinkan ribuan profesor, dosen, dan mahasiswa untuk melaksanakan kampus merdeka dan perubahan kurikulum ini.

“Tak jarang kami menerima pertanyaan, apa jaminannya pelajar nanti sukses setelah mengembangkan passion? Karena selama ini tanpa Kampus Merdeka, alumni ITS juga sudah terbukti kemampuannya dan sukses di dunia kerja. Namun dengan musyawarah, sekaligus pembuktian manajemen akademik dan pelaporan data yang baik di ITS dengan SEVIMA Platform, saat ini ITS sudah mengimplementasikan MBKM dan diakui di tingkat nasional sebagai salah satu kampus terbaik dengan menyabet IKU Award (Indikator Kinerja Utama) dari Kemdikbudristek,” pungkas Bagus Jati. (Lak/Ant)

Share:

Formasu : Kami Dukung Kapolda Sumut Tegas Dalam Pemberantasan Perjudian di Sumut


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta

Bola liar adanya isu judi online atau konsorsium 303 di dalam infografis 303 yang disebut beberapa orang jendral polri termasuk salah satunya nama Kapolda Sumut Irjen. Panca Putra Simanjuntak, melalui Ketua Umum Forum Mahasiswa Sumatera Utara Jakarta ( Formasu Jakarta) Dedi Siregar menilai narasi itu sangat tendensius serta tidak mendasar serta tidak didukung bukti yang jelas, serta menggeneralisasi suatu perbuatan untuk membuat citra polri buruk.

Menurut kami ini adalah suatu fitnahan yang tidak mendasar, narasi infografis 303 mengenai informasi bisnis judi ini diduga memiliki kepentingan politik untuk membenci intitusi polri yang hari ini terlihat banyak persoalan yang di tangani, oleh dari itu kami meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas dalam penyebar pitnah skema konsorsium 303 ini 

Disisi lain Dedi Siregar menyebutkan sangat bertolak belakang apa yang disebut di info grafis yang tersebar di medsos, seperti misalnya kita ketahui bersama Kapolda Sumut Irjen pol panca Putra Simanjuntak di kenal sangat tegas dan tidak pandang bulu dalam menangani kasus hukum khusus nya penangan judi di Sumatera Utara, 

Dedi siregar menambahkan itu terbukti kapolda sumut tidak main- main dalam penindakan judi disumut terlihat beberapa bulan terakhir sangat gesit mengungkap judi online terbesar di sumut, seperti Kapolda Sumut berhasil membongkar sindikat perjudian dengan turun langsung memimpin penggerebekan lokasi perjudian di Komplek perumahan Elit Cemara Asri Percut Sei Tuan, Medan Sumatera Utara.

Dedi Siregar aktivis mahasiswa itu mengatakan ini merupakan fitnah dari  oknum yang tidak senang dengan kepemimpinan Kapolda Irjen pol Panca Putra Simanjuttak karena selama ini Irjen pol Panca dikenal tegas dan tidak pandang bulu dalam proses penegakan hukum
terbilang saat menjabat sebagai Kapolda Sumut 

"Maka atas dasar itulah kami menilai tudingan itu tendensius dan tidak mendasar hanya untuk menyebarkan kebencian terhadap kepemimpinan Irjen.Panca disumut sebab tegas dan tidak pandang bulu semua bentuk kejahatan yang dapat merugikan masyarakat di sikat habis oleh beliau"

Oleh karena itu kami mendukung Kapolda Sumut Irjen. Pol Panca Putra Sumanjutak untuk terus melakukan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum di wilayah provinsi Sumatera Utara tutup nya **
Share:

Dewata Sakti : Copot Kapolri Karena Dinilai Lambat Menuntaskan Tewasnya Brigadir J


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Peristwa tewasnya Brigadir J dirumah Kadiv Provam Irjen Fredy Sambo menuai kontroversi yang menimbulkan persepsi-persepsi dari berbagai kalangan masyarakat yang akhirnya Komnas HAM ikut andil dalam mengungkap fakta kebenaran masalah ini.

Hal ini juga mendapat respon dari berbagi kalangan salah satunya dari Dewata Sakti ,Aktivis Mahasiswa UMSU
“Pertama kita mendengar masalah ini ,kita sudah merasakan ada hal yang disembunyikan dari perkara ini. Dalam hal ini Presiden Joko Widodo harus turut andil menuntaskan masalah di Internal Kepolisian ,karena cuman Presiden sebagai pemegang kekuasan tertinggi yang mampu menuntaskan masalah-masalah yang berada dibawahnya” Ujar Dewata .

“Dalam hal ini kita juga merasa kecewa dan Meminta Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Kapolri Listyo Sigit yang dinilai lamban menangani masalah tewasnya Brigadir J ,Kinerja yang lamban dalam mengungkapkan fakta-fakta kebenaran, akhirnya menimbulkan persepsi buruk masyarakat terhadap dunia kepolisian Indonesia , padahal kalau dilihat secara kelembagaan Kapolri punya seluruh komponen pendukung untuk menuntaskan masalah ini apalagi hal ini terjadi didalam internalnya, Kita berharap penegakan hukum jangan sampai tumpul ke atas , tajam ke bawah” Ujar Dewata. **
Share:

BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah ZONA III Deklarasi Tolak Paham Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta

Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Zona 3 yang meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat & Banten lakukan deklrasi bersama sebagai bentuk penolakan terhadap paham-paham yang dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan benegara seperti paham radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Dekalarasi ini dilakukan di STKIP Muhammadiyah Kuningan pada (22/07/22) momentum rapat kerja wilayah BEM PTM Zona 3.

Deklarasi yang dihadiri oleh seluruh perwakilan BEM PTM dari tiap tiap wilayah ini dilangsungkan bertepatan dengan momentum Rapat Kerja Wilayah BEM PTM ZONA 3.

Presidium Nasional BEM PTM ZONA 3 mengatakan bahwa deklarasi ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa.


"Tentu ini adalah momentum penting khususnya bagi kami Mahasiswa untuk menunjukan bahwa kita pun melawan dan menentang keras terhadap paham-paham yang melenceng dari nilai pancasila", Ucap Faisal.

Point point yang termaktub diantaranya adalah :

Bersama Narasumber dan Pengurus BEM PTM Zona III (DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten) menyerukan Deklarasi Tolak Intoleransi, Radikalisme, Terorisme di wilayah Kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah Zona III:

1. Mengajak kepada seluruh masyarakat indonesia untuk bersatu menolak segala paham intoleransi, radikalisme, ekstremismemia yang 
membahayakan kedaulatan berbangsa dan bernegara
2. Kami BEM PTM Zona 3 menolak gerakan kelompok politik identitas dan kelompok yang ingin mengganti pancasila dan NKRI dengan paham ideologi lain. 
3. Kami BEM PTM Zona 3 menjadi garda terdepan dalam menjaga suasana yang kondusif dalam menjaga keutuhan NKRI, sehingga 
demokrasi dapat berjalan dengan baik.
4. Kami BEM PTM Zona 3 adalah aliansi organisasi yang begerak atas dasar satu ideologi, yaitu Pancasila, satu konstitusi yaitu UUD 1945, 
satu negara, negara kesatuan republik indonesia dan satu semboyan yaitu Bhineka Tunggal Ika.  **
Share:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se UMSU Menuntut Jokowi Tolak Penundaan Pemilu Dan Kaji UU IKN


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
SALAH satu isu yang paling mengguncang jagat pembicaraan hukum dan politik di Indonesia dalam pekan ini ialah perihal gagasan penundaan pemilu.

Hal ini memancing berbagai respon dari kalangan Mahasiswa salah satunya dari  Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Se-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

IMM SE UMSU ini menyatakan beberapa Point Diantaranya :

1. Mendesak Presiden Jokowi Secara Tegas Menolak Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Masa Presiden Sesuai Dengan Landasan Konstitusi UUD 45 Pasal 22E Ayat 1-6

2. Jika Penundaan Pemilu terjadi maka ini akan sangat mengkhianati dan melukai amanat reformasi terkait periodesasi Presiden.

3. Presiden itu dipilih bukan ditunjuk

4. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji  ulang UU ikn  termasuk dengan pasal pasal yg bermasalah dan dampak yang ditibulkkan dari aspek lingkungan,hukum sosial ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan.

5. *Mendesak dan Menagih* janji stateman Jokowi yg berbunyi *"Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya"* pada 30 Maret 2022 kemaren saat beliau meninjau Candi Borobudur.

Maka dari itu beliau mesti mengeluarkan stateman dengan jelas menolak penundaan pemilu dan 3 periode kepemimpinan yang wacannya digalakkan parpol koalisi pemerintah dengan asas recovery ekonomi setelah krisis kejatuhan akibat Covid-19.

Hadir saat pembacaan statmen Dewata Sakti, Aref Ferdiansyah (PK IMM FISIP ), Muhammad Alwi, (PK IMM FAI ),  Muhammad Rizky, Bobi  (PK IMM FAPERTA) , Aditya Angga Pratama (PK IMM TEKNIK), Rais ,Romi Suhendra (PK IMM FEB) , Tobi (PK IMM FKIP)

Hal ini dikonfirmasi awak media langsung kepada salah seorang perwakilan Dewata Sakti. **
Share:

PK IMM FISIP UMSU MENGECAM Yaqut Cholil Qoumas


Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan 
Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas mengatakan penggunaan pengeras suara di masjid harus diatur agar tercipta hubungan yang lebih harmonis dalam kehidupan antar umat beragama. Dia pun mengibaratkan gonggongan anjing yang menggangu hidup bertetangga.

Hal ini mendapat kecaman keras dari berbagai pihak salahsatunya dari Organisasi Kemahasiswaan Bidang Hikmah  Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) FISIP UMSU.

“Akhir-akhir ini saudara Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama selalu saja mengeluarkan komentar-komentar dengan konotasi negatif , terkait volume rasanya selama ini tidak ada yang merasa terganggu dengan hal itu tetapi Menteri Agama sekarang ini rasanya begitu usil dengan dunia keislaman, maka dari itu kami mengecam pernyataan Menteri Agama dan Meminta Saudara Yaqut Cholil Qoumas untuk meminta maaf serta lebih bijak dalam menyampaikan pandangan, Ujar Dewata Sakti ,Sekretaris Bidang Hikmah PK IMM FISIP UMSU. ** (Rel)
Share:

Rumah Hancur Tak Padamkan Semangat untuk Kuliah dan Magang Kampus Merdeka


Duta Nusantara Merdeka |  Surabaya
Perang di Jalur Gaza meninggalkan luka batin tersendiri bagi Mohammad Zyad Alshurafa, mahasiswa asal Palestina yang sedang berkuliah di Universitas Lampung. Ditengah-tengah studi, rumah Mohammad luluh lantak akibat serangan militer di Jalur Gaza pada Mei 2021 lalu.

Rasa putus asa sempat dialami Mohammad. Ia menawarkan diri kepada keluarganya, untuk tidak melanjutkan studi dan kembali ke Gaza dalam rangka membantu orang tua. Namun Zyad dan Neibal, selaku ayah dan ibu Mohammad, melarangnya.

“Orang tua saya berharap saya bisa memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik di Indonesia. Itulah kenapa saya terus bersemangat untuk belajar Ilmu Komputer, termasuk pada hari ini, merantau ke Surabaya untuk mulai magang di SEVIMA,” ungkap Mohammad dalam bahasa Indonesia yang fasih saat Penyambutan Mahasiswa Magang dari Universitas Lampung, Rabu (09/02) di Gedung SEVIMA Surabaya.

*Bermula dari Kesempatan Beasiswa di Universitas Lampung*

Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Lampung, Prof. Suharso, menyatakan bahwa kehadiran Mohammad di Universitas Lampung bermula dari kerjasama kampus tersebut dengan Palestina. Universitas Lampung kemudian mendanai lima mahasiswa asal Palestina untuk berkuliah secara gratis di kampus negeri kebanggaan masyarakat Lampung ini.

“Kita carikan dana untuk beasiswa, dan kita dukung Mohammad dan kawan-kawannya dalam berjuang untuk studi. Harapan kami, kedatangan Mohammad bisa mempromosikan persahabatan antar bangsa, sekaligus membantu Palestina yang sedang dalam kesulitan,” ungkap Suharso dalam acara penyambutan tersebut.

Perjuangan untuk menempuh studi telah dimulai Mohammad jauh sebelum datang ke Indonesia. Ia mengetahui kesempatan beasiswa ini dari selebaran yang ditempel di mading kampusnya di Gaza. Dengan pertimbangan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia relatif lebih unggul dibanding di Gaza, dan tersedia beasiswa gratis, Mohammad rela untuk meninggalkan kuliahnya di Gaza yang sudah berjalan dua semester.

Untuk berangkat ke Indonesia, anak ketiga dari sembilan bersaudara ini juga harus dihadapkan dengan masalah keberangkatan. Permohonan visanya sempat ditolak berkali-kali oleh otoritas Mesir maupun Israel. Alhasil, Mohammad terlambat mengikuti kuliah. Ia tiba di Lampung pada September 2019. Sedangkan kawan-kawannya sudah mulai berkuliah sejak Februari.

*Perang Berkecamuk di Jalur Gaza*

Perjuangan belum selesai sampai di sana. Di kelas, ia harus beradaptasi dengan cepat karena seluruh pembelajaran dilakukan dengan Bahasa Indonesia. Sedangkan melalui telepon genggamnya, ia memperoleh berita dari media massa seputar perang di Jalur Gaza yang tak berkesudahan.

“Termasuk ketika rumah saya hancur, dan keluarga saya semuanya harus dirawat di Rumah Sakit, itu saya ketahui bukan dari kabar mereka langsung. Tetapi dari media, saya lihat rumah saya hancur dan fotonya ditampilkan di media online. Kondisi itu sempat membuat saya sulit untuk fokus belajar,” lanjut Mohammad

Siasat Mohammad untuk mengatasi masalah bahasa ada dua: belajar yang tekun di pusat pelatihan, serta menghubungkan kosa kata yang ia temui di kelas dengan Bahasa Arab yang sehari-hari ia gunakan. Terlebih untuk urusan pemrograman dan matematika, yang menjadi mata kuliahnya sehari-hari, banyak kata-kata yang sudah baku secara internasional.

Jika masih mengalami kesulitan dalam belajar, ataupun terbayang-bayang dengan perang yang terus terjadi di kampung halamannya, ia selalu ingat dengan pesan orang tuanya. Bahwa Mohammad diberi tugas untuk mengubah nasib keluarganya dengan menjadi seorang sarjana dan berkarir di tempat yang lebih baik.

“Katakanlah algoritma, matematika, dalam bahasa manapun termasuk Inggris juga disebut demikian. Sifatnya universal. Jadi saya mulai belajar Bahasa Indonesia, hingga akhirnya saya tidak mengalami kendala sama sekali dalam komunikasi dan pelajaran. Alhamdulillah untuk pelajaran eksakta, nilai saya hampir seluruhnya A (sempurna),” ungkap Mohammad yang kini meraih IPK 3,8.

*Magang Mengembangkan Sistem Akademik Berbasis Awan (Siakadcloud)*

Sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Mohammad yang kini duduk di semester enam, magang Perusahaan Education Technology SEVIMA. Program magang ini akan dinilai setara 20 SKS, dan menantang Mohammad untuk mengerjakan proyek berbasis digital secara langsung.

Salah satu proyek yang sedang dikerjakan Mohammad saat ini, adalah menyediakan fitur tanda tangan elektronik di sistem akademik berbasis awan (Siakadcloud). Proyek ini didasari atas pengalamannya yang kesulitan saat memperoleh izin dari dosen, baik untuk penelitian maupun melakukan aktivitas lainnya. Alasannya seringkali beragam, entah karena dosen tersebut sedang berada di luar negeri, ataupun justru harus di rumah saja karena kondisi Pandemi COVID-19.

“Dengan fitur yang saya buat selama magang ini nantinya, mahasiswa tidak perlu sulit-sulit lagi cari dosen untuk izin. Dosen juga tidak perlu kesulitan menemui mahasiswa hanya untuk tanda tangan surat. Semua bisa dilakukan secara elektronik dan digital,” ucap Mohammad.

Mohammad berharap kemampuan membuat teknologi digital tersebut akan ia manfaatkan untuk meningkatkan karirnya. Selain itu, ia juga ingin berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Palestina serta Indonesia. Karena sejalan dengan pesan orang tuanya, Mohammad yakin bahwa pendidikan adalah cara terbaik bagi seseorang untuk merubah nasib.

“Walaupun Palestina sedang dilanda peperangan, saya adalah orang yang percaya bahwa kita tidak boleh tangan di bawah dan bergantung pada bantuan orang lain. Nasib Palestina hanya bisa diubah oleh kita warga Palestina sendiri, dan salah satu caranya adalah menguasai ilmu pengetahuan!,” pungkas Mohammad mantap. (Lak/Tha)

Share:

Ferdinando Seferi: GMNI Organisasi Perjuangan Mahasiswa yang Berazaskan Ajaran Bung Karno


Duta Nusantara Merdeka | Makassar 
Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Makassar menggelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Lintas Komisariat dengan tema “Bergotong Royong Di GMNI Berjuang Untuk Indonesia” ini berlangsung di Aula KNPI Sulawesi Selatan Makassar, Rabu (17/11/2021).

“GMNI merupakan sebuah organisasi perjuangan mahasiswa yang berazaskan ajaran Bung Karno tentang Sosio Nasionalis, Sosio Demokrasi serta Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Ketua DPC GMNI Makassar, Ferdinando Seferi saat memberikan sambutan dalam kegiatan PPAB di Makassar.

Dan yang pasti, katanya, Organisasi kemahasiswaan ini berasaskan ajaran Bung Karno. "Tak hanya itu, organisasi ini juga memiliki nasionalisme yang kuat, tanpa melihat perbedaan status sosial, agama dan suku," ucapnya.

Ketua DPC GMNI Makassar, Ferdinando Seferi, yang akrab disapa Bung Akar menambahkan, Jangan menanyakan kenasionalisan kader GMNI, karena GMNI adalah organisasi kemahasiswaan yang menghargai seluruh perbedaan, tanpa melihat agamamu, status sosialmu dan apa sukumu, karena Perbedaan itu adalah Anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Kemudian jadilah kader yg kritis dan berintelektual, serta tetap aktif dalam menjalankan proses kaderisasi di GMNI,” terang Bung Akar di hadapan calon anggota Baru GMNI DPC Makassar ini.

Selanjutnya, Bung Akar menyampaikan apresiasi kepada Panitia yang sudah bekerjasama untuk menyukseskan kegiatan PPAB ini.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar terus membumikan segala pikiran-pikiran dari Bung Karno dan mencetak kader-kader GMNI yang progresif, revolusiner dan selalu menjaga toleransi dengan mengamalkan Pancasila,” ucapnya.

Sementara itu, Royintus A. Abu, Kordinator PPAB mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah bekerja secara kolektif untuk menyukseskan kegiatan PPAB ini.

“PPAB merupakan langkah awal bagi teman-teman untuk bergabung di GMNI. GMNI adalah wadah bagi kita untuk berproses,” ungkapnya. (Arianto)

Share:

Tujuh Mahasiswa Sampoerna University Raih Penghargaan di Dua Kegiatan Ilmiah Tingkat Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Berhasil mencetakan prestasi di kegiatan ilmiah tingkat nasional, mahasiswa fakultas Engineering & Technology, Sampoerna University menerima penghargaan sebagai Best Presenter & Best Presentation pada dua kegiatan berbeda yaitu, The 6th Annual Applied Science and Engineering Conference (AASEC) 2021 dan The 2nd Joint Symposium in Mechanical Engineering. 

Pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh total tujuh (7) mahasiswa & mahasiswi Sampoerna University ini kembali membuktikan komitmen Sampoerna University untuk tidak hanya mempersiapkan siswa agar dapat berkompetisi di lingkup akademik dalam kampus, tetapi juga pada kancah nasional maupun global.

Sebagai kegiatan tingkat nasional yang kali ini membahas tentang “Post Covid-19 Pandemic : Challenges and Opportunities in Environmental, Science and Engineering Research”, pada kegiatan The 6th Annual Applied Science and Engineering Conference (AASEC) 2021, lima mahasiswa Sampoerna University berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Presentation Awards setelah menyampaikan hasil penelitiannya masing-masing di ranah ilmu sustainable & environmental engineering.

Prestasi ini pun menjadi istimewa melihat selain mahasiswa sarjana, peserta lain pada kegiatan ini merupakan para profesional di bidang penelitian, seperti dari LIPI, BPPT, dan peserta dari kampus negeri baik kalangan dosen juga mahasiswa di jenjang S2 dan S3. 

Kelima mahasiswa & mahasiswi dari jurusan Mechanical Engineering angkatan 2019 tersebut yaitu Muhammad Bayu Nur Akbar, Ihza Lisiano Al Qushai, Adven Simarmata, Dara Ginanti & Putri Angelica.

Di kesempatan berbeda, empat perwakilan mahasiswa Sampoerna University juga berhasil membuktikan kemampuannya dan meraih penghargaan Best Presenter Awards pada kegiatan ilmiah, The 2nd Joint Symposium in Mechanical Engineering, kolaborasi antara lima (5) Universitas ternama di Indonesia yaitu Sampoerna University, President University, Universitas Pertamina, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada, yang diselenggarakan pada 26 Agustus 2021 lalu. 

Keempat mahasiswa tersebut yaitu; Gabriel Sineri, Putri Angelica, Muhammad Bayu Nur Akbar dan Tiara Kusuma Dewi.

Surya Danusaputro Liman, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Teknik & Teknologi Sampoerna University menyampaikan, “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya pencapaian luar biasa yang diraih oleh para mahasiswa & mahasiswi kami pada dua ajang kegiatan ilmiah bergengsi nasional tersebut. 

"Kedepannya kami berkomitmen untuk terus mendukung potensi dan pengembangan keterampilan mahasiswa sehingga dapat menjadi lulusan yang memiliki karakter moral yang kuat dan siap untuk meraih peluang kompetisi di ranah nasional maupun internasional," pungkasnya. (Arianto)


Share:

Mahasiswa KKN Dr-07 UIN Sumut Bagi Masker dan Sosialisasi Prokes Covid-19


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Pandemi Covid-19 sampai saat ini belum berakhir, untuk itu perlu terus dilakukan sosialisasi dan pemahaman agar Masyarakat Bisa membiasakan Diri untuk Menggunakan Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara yang tergabung dalam kelompok KKN Dr-07 UIN Sumut melaksanakan Pembagian 200 Masker dan 100 Sabun untuk Cuci Tangan yang digelar di dua titik lokasi yakni di Kantor Kepala Desa Sei Mencirim Kecamatan Kuta Limbaru dan Di Simpang Pasar Rebo Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan para Mahasiswa KKN Dr-07 UIN Sumatera Utara ini berkolaborasi dengan perangkat desa setempat, diantaranya sekretaris Camat Kuta Limbaru dan Babinsa.

Ketua KKN Dr-07 UIN Sumatera Utara, Helmi Farhan menyampaikan ucapan terima kasih kepad. Seluruh Perangkat Desa yang telah membantu para mahasiswa KKN Dr-07 UIN Sumut, mulai dari Sekretaris Camat Kutalimbaru, Kepala Desa Sei Mencirim bdan Jajaran Babinsa yang telah ikut berpartisipasi.

Kelompok KKN Dr-07 UIN Sumatera Utara berjumlah 30 Orang Mahasiswa yang berasal dari Jurusan Sistem Informasi dan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Instansi UIN Sumatera Utara. **
Share:

PP HIMMAH Unjuk Rasa Di Istana Dorong Presiden Copot Menhub Budi Karya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah ( PP HIMMAH ) melakukan demonstrasi di Istana Negara serta di Kementrian Perhubungan mendesak Presiden Copot Budi Karya dari Kemenhub PP himmah menilai Budi Karya Gagal dalam memimpin kemenhub

Koordinator Aksi, Haryono mengatakan, terdiri dari Mahasiswa & Pemuda Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah akan menggelar aksi di depan Istana Negara dan di Kemenhub Kamis 14/1/2022 sekitar pukul 13:20 WIB.

Terlihat tuntutan terpampang di spanduk , PP HIMMAH yang Pertama Mendorong Presiden Joko Widodo Copot Budi Karya Dari Kemenhub di nilai tidak becus dan tidak layak membenahi transportasi di Indonesia 

“kedua, Tragedi SJ 182 adalah Salah Satu Bukti Kegagalan Budi Karya Dalam Me manage Dunia Transportasi Publik di Indonesia 

Ketiga, mendesak Menhub Budi karya segera mundur dari Jabatan nya 

Terahir Haryono mengatakan berbagai "persoalan dan masalah kelayakan dan kelalaiyan transportasi di Indonesia rasanya wajar Kemenhub butuh sosok baru di tubuh Kementrian Perhubungan itu "tegasnya. **
Share:

Kado Akhir Tahun GMPW Layangkan Surat Terbuka Untuk Bupati


Duta Nusantara Merdeka | Flores Timur
Kondisi jalan yang kian hari semakin memprihatikan akhirnya menggerakkan Nurani para Mahasiswa yang tergabung dalam GMPW (Gerakan Mahasiswa Pemerhati Witihama) Melayangkan surat terbuka sebagai kado spesial di akhir tahun untuk Bupati Kabupaten Flores Timur. (23/12)

Dalam suratnya tersebut Kordinator GMPW, Muhammad Fauzi mendeskripsikan sedikit jalan di Kecamatan Witihama tepatnya satu-satunya yang menghubungkan antara Desa Oringbele dan Desa Waiwuring.

Yang terhormat, Bupati Kab Flores Timur.

Assalamualaikum wr wb.

Melalui kesempatan ini, kami dari Gerakan Mahasiswa Pemerhati Witihama (GMPW) dan selaku putra daerah kab. Flotim, dari pelosok desa yang mungkin bapak tidak pernah mau tahu kondisinya atau berpura-pura tidak mau melihatnya, tapi apa boleh buat, terpaksa dalam surat ini kami akan memberitahukan sedikit gambaran tentang kondisi jalan rusak yang ada di desa di Kec. Witihama tepatnya di Jln. Trans Waiwuring yang sampai detik ini masih belum mendapat perbaikan dan perhatian dari Pemda Flotim.

keadaan seperti ini bertahun-tahun kami rasakan jalan yang berdebuh pada musim panas dan berlumpur ketika musim hujan tiba.

Infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor penunjang kesejahtraan masyarakat witihama, kami sangat merasakan itu, karna melihat aktifitas ekonomi, sosial dan budaya di setiap harinya.

Tapi entah kenapa seolah hal demikian belum juga cukup menjadi pertimbangan untuk dilakukannya perbaikan.

Bapak Bupati yang terhormat, untuk diperhatikan, kurangnya kami apa ? dibalik susahnya kondisi ekonomi namun tiba masa pembayaran pajak, kami bayar pak, bahkan pejabat yang berwenang pun turun langsung ke lapangan untuk memunggut pajak kendaraan sampai pada penyitaan kendaraan baik itu motor maupun mobil.

padahal salah satu manfaat dari pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) ialah untuk pembangunan dan/atau pemeliharaan jalan serta peningkatan moda dan sarana transpotasi umum.

Kami merasa ini ada sesuatu yang tidak adil ketika negara hadir hanya untuk mengambil uang (PKB) dari rakyat tanpa ada timbal balik dari pemerintah itu sendiri.

Kami sudah mulai bosan dengan kondisi seperti ini pak.
Ini tentang keresahan, bukan keresahan pribadi melainkan keresahan masyarakat yang tertib tapi tak kunjung di perlakukan dengan adil. Kami muak, itu wajar.

Sekian, jalan kami rusak pak, tidak percaya, silahkan cek sendiri.

Hormat Kami 

Koordinator GMPW
(Muhammad Fauzi)

Wassalamualaikum wr wb.



Dalam surat tersebut kami sangat mengharapkan agar pemerintah daerah kabupaten Flores Timur untuk segera menindak lanjuti aspirasi masyarakat yang sudah sangat lama ingin agar jalan tersebut bisa di perbaiki. **
Share:

Jalanan Rusak Bertahun-Tahun Mahasiswa Kritisi Pemkab Flotim


Duta Nusantara Merdeka | Makassar
Perbaikan infastruktur jalan merupakan kewajiban dari pemerintah pusat dan pemeritah daerah, Salah satu mahasiswa fakultas hukum perguruan tinggi swasta di Makassar, Muhammad Fauzi kritisi pemkab Flotim terkait jalan yang bertahun-tahun rusak yang sampai saat ini belum pernah mendapatkan perbaikan oleh pemerintah Kab. Flotim

Padahal itu merupakan suatu tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal ini pemkab Flotim, yang di amanatkan dalam UU No 38/2004 tentang jalan yang terkandung di dalam pasal 16 tentang wewenang pemerintah Kab/Kota yang termuat dalam ayat 1 dan 3.

Menurutnya salah satu jalan penghubung antara Desa Oringbele menuju Desa Waiwuring di Kecamatan Witihama, tepatnya di Jln. Trans Waiwuring, yang di bangun kisaran tahun 1990an merupakan jalan umum yang perlu juga mendapat perhatian juga oleh pemkab.


Karna baginya, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan yang menjadi faktor pendukung masyarakat Witihama yang di dalamnya terdapat aktifitas ekonomi, sosial dan budaya ,yang sampai saat ini masih sangat tidak layak untuk di lintasi oleh pengguna jalan tersebut, karna terdapat kerusakan yang cukup parah di berbagai areal jalan, sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan Lalu Lintas yang menimbulkan kerugian bahkan sampai menelan korban jiwa.

Bukan saja jalanan rusak yang kemudian merugikan para pengguna jalan, akan tetapi jalanan yang rusak pun sangat menggangu kesehatan masyarakat di sekitar pinggir jalan tersebut, yang di sebabkan oleh debu pada saat di lintasi oleh penggendara baik itu motor maupun mobil.

Muhammad Fauzi - Mahasiswa Uniibos

Seperti yang kita ketahui bahwa di dalam undang-undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai pengganti dari undang-undang No 14/1992 tentang LLAJ yang tertuang dalam pasal 24 ayat 1 di sebutkan bahwa

" Penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan Lalu Lintas "  

Sehingga dengan melihat kondisi fisik jalan seperti ini, akan sangat membahayakan para pengguna jalan dan sangat menganggu kondisi kesehatan masyarakat setempat, karna mengingat aktifitas lalu lintas di setiap harinya.


Tingkat kecelekaan sering terjadi tepat di bagian kerusakan jalan karna lantaran jalan tersebut, terdapat banyak kerusakan yang cukup parah dan ukuran ruas jalan yang terlalu kecil, serta tanah dan bebatuan akibat kerusakan jalan.

sehingga ketika Pemkab Flotim terus membiarkan hal tersebut maka, tingkat kecelakaan akan terus bertambah di setiap tahunya serta terganggunya kesehatan dari masyarakat.

Maka dalam persoalan tersebut, Muhammmad Fauzi juga mengingatkan kepada Pemkab Flotim agar tetap konsisten dalam membangun daerah dan tidak mengabaikan hal itu karna mengingat jalan tersebut belum mendapatkan perbaikan dan belum juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah daerah. **
Share:

Mahasiswa UNIMED Perpisahan Dengan Peternakan Sapi Enggal Mukti


Duta Nusantara Merdeka | Deli Serdang
Perpisahan Mahasiswa/Mahasiswi UNIMED dengan masyarakat pondok rawa
Sabtu,29 Agustus 2020 - 20:00:WIB malam 
Perpisahan Mahasiswa/Mahasiswi UNIMED Universitas Negeri Medan dengan peternakan sapi Enggal mukti

Selama satu bulan lebih, Mahasiswa/Mahasiswi Unimed Universitas Negeri Medan telah melakukan pengabdian di dusun XII pondok rawa Desa Sampali

Banyak momen-momen selama KKN menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa salah satunya adalah acara perpisahan antara kelompok KKN dengan warga dan anggota dari kelompok peternakan sapi Enggal mukti. Acara perpisahan di adakan di kantor peternakan sapi Enggal mukti. Acara perpisahan yang dihadiri oleh pak kadus  dusun XII pondok rawa,serta para tamu undangan lainnya


Selama menjalankan pengabdian di dusun XII Pondok rawa Desa Sampali banyak sekali kegiatan kegiatan positif yang mereka lakukan kususnya untuk masyarakat Dusun XII pondok rawa Desa Sampali antara lain kegiatannya ialah Membantu belajar mengaji di Masjid, Bimbingan belajar Siswa/siswi Paud, MIS, MTs dan MA, Bakti Sosial gotong royong bersama warga, Membantu kegiatan pemberian pakan di peternakan sapi enggal mukti serta ikut andil dalam mensukseskan acara memperingati Hari Ulang Tahun Rebublik Indonesia Ke 75

Pembukaan acara diawali dengan sambutan dari kelompok KKN, dalam kata sambutanya  mewakili rekan-rekannya Mengucapkan "Terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat dusun XII pondok rawa Desa Sampali yang telah menerima, mendidik dan membimbing untuk belajar terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat, serta di peternakan sapi enggal mukti untuk menjalankan program KKN, banyak sekali ilmu yang kami dapatkan selama mengabdi disini dan mudah-mudahan bermanfaat untuk kedepannya. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada peternakan Enggal mukti yang telah mendukung serta membantu kelancaran kegiatan kami selama mengabdi disini.

Dan juga memohon maaf jika selama kami menjalankan program KKN di sini ada prilaku atau ucapan yang kurang berkenan di hati masyarakat kami mohon maaf yang sebesar-besarnya"

Selanjutnya sambutan dari Ketua Enggal mukti mandiri   dalam momen ini M SUGITO memberikan semangat dan motivasi-motivasi kepada Mahasiswa/Mahasiswi KKN " semua para adik-adik hampir menyandang gelar Sarjana jadi gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperbaiki kualitas diri, memperdalam ilmu, rajin membaca dan raihlah cita-cita kalian serta jangan merasa puas dengan apa yang sudah adik-adik dapatkan karena sejatinya ilmu itu sangatlah luas tidak hanya di dalam kampus saja, jika suatu saat adik-adik semua sudah menjadi seorang Sarjana mudah mudahan ilmunya bisa bermanfaat bagi masyarakat serta nusa dan bangsa"

Dalam kesempatan ini  M Sugito juga mewakili seluruh masyarakat serta kelompok ternak sapi enggal mukti mandiri mengucapkan ribuan terima kasih terhadap Mahasiswa/Mahasiswi KKN atas pengabdiannya di peternakan sapi Enggal mukti dan juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya jika selama berada di dusun XXII pondok rawa Desa Sampali perilaku-perilaku atau pun ucapan-ucapan masyarakat yang tidak disengaja sekali mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Usai sambutan dari Ketua kelompok tani ternak Enggal mukti mandiri, acara dilanjutkan dengan pemberian Cinderamata oleh Mahasiswa KKN kepada ketua kelompok tani ternak enggal mukti mandiri  M SUGITO beserta anggota& d ditutup dengan doa serta makan bersama.**

Wartawan DNM : Didi Atmawijaya
Share:

Mahasiswa UNIMED Kunjungi Koptan Enggal Mukti Mandiri


Duta Nusantara Merdeka | Percut Sei Tuan - Deli Serdang

Mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) kunjungi Koptan Enggal Mukti Mandiri yang berada di Dusun XXII pondok rawa Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang (24/7)

Dalam kunjungan nya mahasiswa/wi UNIMED dipeternakan Enggal Mukti Mandiri di pondok rawa,sekaligus meminta permohonan izin untuk melakukan kegiatan program kuliah kerja nyata (KKN) yang akan dilakukan oleh mahasiswa/wi program studi biologi dari Universitas Negeri Medan. Untuk melakukan kegiatan KKN sekaligus melakukan studi ilmiah, ungkap salah seorang perwakilan mahasiswa UNIMED.

Sementara itu M Sugito selaku ketua kelompok tani ternak Enggal Mukti Mandiri beserta para pengurus pengurus nya,menyambut baik serta menerima dan memberi fasilitas tempat tinggal,untuk para mahasiswa/wi yang akan melakukan program kegiatan KKN (Kuliah kerja nyata)  Yang segera dilaksanakan.

Kami para pengurus  Kelompok tani ternak Enggal Mukti Mandiri,siap memfasilitasi mahasiswa UNIMED yang akan melakukan KKN di peternakan kami,seperti tempat tinggal," ungkap Sugito  mengakhiri. **

Wartawan DNM : Hasrat
Share:

UKM ByC Akan Membawa Mahasiswa Unibos Ke Ajang Internasional


Duta Nusantara Merdeka | Bosowa

ByC (Bosowa Youth Choir) merupakan UKM yang fokus pada pelatihan seni vokal Universitas Bosowa yang rencananya akan diresmikan sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus Universitas Bosowa

Personil Bosowa Youth Choir sampai sekarang berjumlah 34 orang yang terdiri dari beberapa fakultas di Universitas Bosowa.

Yudho Prasetya Wemben dipercaya sebagai ketua umum dan pendiri Bosowa Youth Choir bersama para pengurus inti pada hari ini (24 Oktober 2019) telah bertemu dengan Wakil Rektor 3 Universitas Bosowa untuk membicarakan rencana pembentukan UKM ini 

“UKM ini akan segera dibuatkan SK dan dilantik dan saya berharap Bosowa Youth Choir bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa Universitas Bosowa yang memiliki kemampuan dalam bernyanyi untuk mengembangkan bakatnya dan dipersiapkan untuk mengikuti lomba skala Nasional bahkan Internasional” terang Yudho Prasetya Wemben

Yudho Prasetya Wemben adalah mahasiswa dari Hubungan Internasional Fakultas Fisip Universitas Bosowa yang sudah lama melintang di dunia tarik suara diketahui yudho juga anggota dari HIPMI PT Universitas Bosowa lembaga pencetak pemimpin dari kampus Universitas Bosowa. **
Share:

Korban Berjatuhan Saat Demo, Indikator Gagalnya Program Promoter Polri


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Demonstrasi mahasiswa, pemuda dan masyarakat umum merebak dalam beberapa hari ini. Kalangan pelajar juga telah ikut turun ke jalan mengungkapkan aspirasinya. Menurut para pengunjuk rasa, demonstrasi terpaksa dilakukan. Penyebabnya, karena suara-suara rakyat yang disampaikan dalam bentuk tulisan, surat terbuka, petisi, dan diskusi-seminar di berbagai tempat tidak mendapatkan respon semestinya.

Eksesnya, korban berjatuhan. Fasilitas umum dan pribadi rusak di sana-sini. Saling memaksakan kehendak menyebabkan bentrok fisik tidak terelakkan. Provokasi memanaskan suasana dan memicu amarah makin membara. Sebaran informasi situasi terkini di lokasi unjuk rasa menumbuhkan penasaran dari warga lainnya. Jadilah suasana demonstrasi semakin riuh-rendah. Letupan senapan dan lemparan berbagai benda bersahutan di suasana makin kacau-balau itu.

Terlepas dari ada atau tidaknya dalang di balik munculnya parlemen jalanan; dan juga terlepas dari relevan atau tidaknya tuntutan yang disampaikan publik peserta aksi, penanganan atas hiruk-pikuk warga itu semestinya dilakukan dengan baik dan profesional. Polisi seharusnya mengedepankan pola kerja yang melindungi, mengayomi, dan melayani. Polri adalah instrumen yang disediakan negara untuk menjaga agar geliat masyarakat dalam aktivitasnya berjalan dengan baik, lancar dan aman.

Faktanya, cara polisi selama ini menangani unjuk rasa masih belum mencerminkan sosok polisi yang ideal. Negara sudah memberikan rambu-rambu bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bekerja sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Rakyat sudah membayar lunas seluruh anggota Polri, tidak lain adalah untuk melakukan tugasnya melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat.

Korban berjatuhan tatkala unjuk rasa menunjukkan satu hal: Promoter Polri tidak mewujud di lapangan. Visi Polri untuk menjadi Polisi yang Profesional, Modern, dan Terpercaya hanya slogan di standing-standing banner di kantor-kantor polisi belaka. Promoter hanya penghias bibir Kapolri dan jajarannya.

Apakah sulit bagi Polri untuk menangani unjuk rasa tanpa kekerasan? Apakah berat bagi Polri untuk menghadapi rakyat yang berdemonstrasi dengan tidak bertameng-berpentungan? Apakah sukar bagi Polri untuk menyikapi kehadiran para pengunjuk rasa dengan tebaran senyum dan sapaan yang menyejukkan? Apakah tidak ada cara lain yang lebih baik dalam menangani kerumunan massa demonstrasi yang tidak bersenjata? Apakah mustahil bagi Polri untuk menciptakan suasana sejuk dan damai di tengah suasana memanas para demonstran?

Jika jawaban-jawaban dari deretan pertanyaan di atas adalah sulit, berat, sukar, tidak ada cara lain, dan mustahil; maka itu berarti program Promoter Polri menghadapi jalan buntu alias gagal total. Bukankah ketika jatuh korban dari pengunjuk-rasa, berarti Polisi gagal melindungi rakyat yang menggaji dia? Berarti Polisi gagal mengayomi warga yang menyediakan seragam dan peralatan kerjanya? Berarti Polisi gagal melayani masyarakat yang membelikan pakaian dalam yang digunakannya sehari-hari?

Adalah wajar jika banyak pihak bertanya: Promoternya di mana Pak Polisi? Profesional apanya? Modernnya dimana? Bagaimana bisa dipercaya?

Atau mungkin Polri akan beralibi ‘memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum’? Kembali lagi pada pertanyaan-pertanyaan di atas tadi, apakah sulit memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang berunjuk rasa dengan tidak menembaki warga? Apakah tidak ada cara lain yang lebih ‘profesional, modern, dan terpercaya’ selain menghadapi para demonstran dengan pentungan, gas air mata, dan hantaman kekerasan fisik?

Ayo Polri, sekali-sekali coba resep ini saat menjaga para demonstran: perbanyak polwan yang berjaga, pakai pakaian biasa, bisa berbatik ria, dan putarkan lagu dangdut di tengah ramainya para pengunjuk rasa. Dijamin acara demo berubah menjadi konser musik dangdut. Unjuk rasa dapat berlangsung lancar, damai dan everybody happy. (Arianto)

_Oleh: Wilson Lalengke_

Share:

50 Mahasiswa Terima Beasiswa Penuh dari Perhimpunan INTI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pengurus Daerah Perhimpunan INTI DKI Jakarta menggelar Seminar dengan tajuk Kebangkitan Tiongkok, Obor dan Implikasinya Terhadap Indonesia hari Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 09.00 - 13.00 wib bertempat di Auditorium Perhimpunan INTI MGK Kemayoran Office Tower B lantai 10, JI.Angkasa kav. B6, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Seminar dibuka dengan Pembukaan / Pengantar Dialog: Prof. A. Dahana, Ph.D selaku Guru Besar Chinese Studies Universitas Indonesia dengan para Pembicara: Prof. Anwar Nasution, Ph.D selaku Guru Besar lImu Ekonomi, Universifas Indonesia, Dr. Drs. Krisno Legowo, MSi selaku Pengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Johanes Herlijanto, M.Si., Ph.D selaku Pengajar, Universitas Pelita Harapan, dr. Indra Wahidin selaku Ketua Harian Perhimpunan INTI, dimoderatori: Pusanti BA, MA, Ph.D Candidate.



Prof. A. Dahana, Ph.D selaku Guru Besar Chinese Studies Universitas Indonesia dalam sambutan pembukaan menyampaikan, seminar ini akan membahas tiga issue baru yaitu: kebangkitan Tiongkok, jalur sutera baru dan perang dagang Amerika dan Tiongkok, karena perkembangan Tiongkok di bidang ekonomi mencengangkan dunia, apakah Tiongkok akan menggantikan Amerika sebagai Penguasa dunia? Seminar ini juga merupakan bagian dari pembekalan bagi 50 mahasiswa/mahasiswi yang akan berangkat ke Tiongkok.

Prof. Anwar Nasution, Ph.D selaku Guru Besar lImu Ekonomi, Universifas Indonesia mengatakan, Tiongkok telah mengintrodusir enam jenis kebijakan strategis dibidang ekonomi, politik dan keamanan yang akan mempengaruhi sistem ekonomi, keuangan, politik dan keamanan regional dan internasionalnya. Kebijakan itu mencerminkan kesiapan negara itu untuk mengambil peranan yang Iebih besar dalam kepemimpinan politik. ekonomi dan militer dunia.



"Perekonomian Tiongkok tumbuh diatas 10% selama 40 tahun berturut-turut, karena Tiongkok  berorientasi pada eskpor. Tiongkok itu membuat barang kebutuhan sehari-hari untuk ekspor, bukan membuat pesawat terbang, seperti Habibie. Presiden Jokowi harus mendorong serta meningkatkan ekspor dan berorientasi pada eskpor, jika ingin perekonomian Indonesia  tumbuh diatas 10%," tegas Anwar.

Pada kesempatan ini, Dr. Indra Wahidin, Ketua Harian Perhimpunan INTI mengatakan, sejalan dengan kebangkitan Tiongkok di sektor ekonomi dan kancah perpolitikan internasional, dapat dipastikan disepanjang jalur sutera akan menjadi motor penggerak atau lokomotif untuk meningkatkan perekonomian dan peradaban, serta mensejahterakan kehidupan rakyat disepanjang jalur sutera dan memberi kontribusi terhadap perdamaian dunia.


Tahun ini, kata Indra, Perhimpunan INTI bekerjasama dengan Kedutaan Besar Tiongkok memberikan bea siswa kepada anak-anak muda Indonesia untuk menuntut ilmu ke berbagai universitas ternama di Negara Tiongkok . Anak-anak muda yang dikirim ke Tiongkok dari berbagai provinsi di Indonesia, bukan hanya yang etnis Tionghoa saja, tapi justru yang etnis Tionghoa yang lebih sedikit, dan terdiri dari bermacam-macam suku di Indonesia.

"INTI tahun lalu memberangkatkan 20 mahasiswa ke Tiongkok, sedangkan tahun ini, memberangkatkan 50 mahasiswa/mahasiswi dengan beasiswa penuh untuk menuntut ilmu ke berbagai universitas terkemuka di Tiongkok," tutup dr. Indra Wahidin. (Arianto)




Share:

IKLAN

IKLAN

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Agama Agraria AIDS Air Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPJS BPN BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjil Genap Garut Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPM IPPI Islam IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemenkes Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Narkoba Narkotika NasDem Nasional Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Pameran PAN Pancasila Papua Parawisata Pariwisata Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Patroli PC PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPWI Pra Kerja Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simpan Pinjam Simulasi Smartphone Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumut Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PRO KONTRA VAKSINASI

~> Program Vaksinasi Yang Diluncurkan Pemerintah Mendapat Sorotan Dari Berbagai Masyarakat, sehingga terjadi pro dan kontra

<~ Memang Sebenarnya Harus Jelas Disampaikan, Maksud dan Tujuan Vaksinasi, Karena dilapangan Ada Perbedaan Orang Yang Akan Divaksin dan Yang Tidak Boleh Divaksin, membuat masyarakat Bingung

Link Terkait

close
Banner iklan disini