Dunia modeling Jakarta kembali diguncang aksi kriminal jalanan. Model photoshoot Ansy De Vries mengalami luka berat usai menjadi korban pembacokan komplotan begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu malam, 16 Mei 2026. Hingga Senin, 18 Mei 2026, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Sumber Waras dalam kondisi belum sadar.
Peristiwa itu terjadi saat Ansy pulang dari sesi pemotretan dan menumpang ojek online melintasi ruas pinggir tol Kebon Jeruk. Jalan yang mulai sepi diduga dimanfaatkan empat pelaku bermotor untuk melancarkan aksinya. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam.
Ansy De Vries Diserang Saat Pulang Photoshoot
Menurut informasi yang beredar dari keluarga korban, serangan berlangsung sangat cepat. Pengemudi ojek online yang membawa Ansy ikut menjadi korban setelah tangannya terkena sabetan senjata tajam.
Sejumlah pekerja kreatif di Jakarta Barat mengaku terpukul mendengar kabar tersebut. Di dunia modeling dan fotografi, perjalanan malam selepas syuting atau photoshoot memang bukan hal baru. Namun belakangan, rasa aman di jalan mulai terasa mahal.
Make up artist Zara, rekan korban, membenarkan kondisi Ansy yang masih kritis. “Ansy belum sadar. Aku dapat info dari pacarnya. Minta doanya ya teman-teman,” ujarnya.
Keterangan keluarga yang beredar di media sosial menyebut luka di bagian kepala korban cukup serius. Diduga, senjata tajam yang dipakai pelaku dalam kondisi berkarat sehingga memperparah infeksi. Pembengkakan terjadi dari bagian dahi hingga wajah.
Yang membuat keluarga terpukul, Ansy disebut masih sempat menghubungi kerabat setelah kejadian. Dalam pesan singkat itu, korban mengaku merasa pusing sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
Teror Begal Jakarta Barat Kembali Jadi Sorotan
Kasus begal brutal di Kebon Jeruk ini memicu reaksi luas di media sosial. Tagar tentang dukungan untuk Ansy ramai bermunculan sejak Minggu malam. Banyak fotografer, model, hingga pekerja kreatif mempertanyakan keamanan jalanan Jakarta Barat pada malam hari.
Di sejumlah titik pinggir tol dan jalur minim penerangan, aksi kriminal disebut makin meresahkan. Beberapa warga mengaku mulai membatasi aktivitas malam karena khawatir menjadi sasaran pelaku jalanan.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum mengumumkan identitas pelaku. Empat orang yang diduga terlibat dalam penyerangan masih diburu aparat.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto



































