Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

PRABOWO PARADOKS INDONESIA



Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Membaca buku Prabowo Subianto, dengan judul Indonesia Menang, sungguh mengasyikkan, saya menangkap selain sebagai seorang militer, dia juga seorang motivator yang unggul dan ambisius untuk kemajuan sumberdaya manusia Indonesia.

Keberhasilan anak buah binaannya di KOPASUS dalam menaklukan puncak Mount Everest, membina padepokan pencak silat yang menghasilkan Atlit Dunia berprestasi Emas di berbagai event internasional, demikian juga keberhasilannya di tanah air membina olahraga Kuda dan Polo yang berprestasi di tingkat Asia.

Ketika Membaca Buku Paradoks Indonesia, kita bisa lebih dalam melihat sosok Prabowo dalam visi dan misinya tentang Indonesia. 

Membaca buku ini, sama saja kita membaca beberapa rangkaian buku dalam satu teks bacaan mengenai Indonesia versi Prabowo. Visi berdasarkan fakta yang menggambarkan kondisi rakyat Indonesia saat ini, Negara Kaya Raya tapi kondisi rakyat Indonesia yg umumnya masih Miskin. Bukunya ini menggambarkan secara keseluruhan situasi paradoks yg dialami rakyat Indonesia selama sekian puluh tahun pembangunan nasional di Indonesia.

Kedua buku di atas pada intinya mengajak semua komponen bangsa Menuju Indonesia Menang, Menuju Indonesia Besar, dan Menuju Indonesia Adil Untuk semua. Sungguh mulia dan hebat cita cita penulis kedua buku ini, saudara Prabowo Subianto.

Sebagai Paslon Pilpres, Prabowo telah berhasil menggaet hati rakyat Indonesia, terutama Ulama, Habib dan umat, wabil khusus kaum emak emak yang berlebel BEM, yakni Barisan Emak Emak Militan. Massa 212  pun tumpah mendukung full tanpa reserve. Mereka bergerak histeris atas inisiatif sendiri berkorban diri materiil dan in materil, sambil diiringi doa, zikir dan takbir bertalu talu, baik Prabowo hadir dalam setiap sesi kampanye atau pun tidak. 

Proses pemilu pun berlangsung diiringi militansi pendukung Prabowo yang siap berjihad memenangkan Prabowo, apalagi setelah mendapat dukungan legitimasi IJTIMA ULAMA, sungguh luar biasa dan ini terjadi untuk pertama kalinya justru di era reformasi.

Kampanye Prabowo tercatat yang hadir selalu membludak, di banding petahana Jokowi yang eventnya berlangsung di seluruh. Indonesia.

Intrik pun berlangsung massif dan membelah rakyat Indonesia. Apalagi pelaksanaan pemilu berlangsung dalam proses berat sebelah condong ke petahana sejak mulai penentuan DPT hingga proses kampanye yang melibatkan aparat dan PNS.

Rekayasa dan mobilisasi di sana sini memicu emosi akar rumput yang pro Prabowo kian mengental dengan cap pemilu curang dan jihad. Alhasil hari pencoblosan pun tiba dan entah sihir TSM, atau jampi jampi tingkat Dewa, kecurangan terlihat di depan mata tapi di MK akhirnya memenangkan petahana Jokowi. Kalau pakai logika Rocky Gerung #diMenangkan.

Masalahnya kemudian Prabowo yang selalu tampil berapi api dalam retorika kampanye, telah membawa psikologi massa kepada bara api yg siap meledak sewaktu waktu jika Prabowo kalah. Kalimat "saya sudah membuat surat wasiat", "siap berjuang untuk rakyat sampai titik dara penghabisan", "saya sudah mewakafkan diri", dan banyak lagi kalimat retorika Prabowo telah memancing massa akar rumput bahkan elit politik ikut memanaskan situasi.

Situasi tidak dapat dielakkan, belasan Rakyat mati sia sia kena peluru tajam, dan ratusan pendemo yang protes di depan BAWASLU terhadap Pemilu Curang menjadi tersangka hingga saat ini dalam proses hukum.

Walaupun sebelumnya penangkapan elit elit politik pro Paslon Prabowo terjadi mengiringi panasnya situasi politik yang berkembang. Kivlan Zen, Soenarko, Eggi Sujana, Ahmad Dani, Lius Sungkarisma, dengan tuduhan bervariasi dari Hate speech, hoax, makar dan rencana pembunuhan. Sebelumnya sudah ditandai dengan penangkapan atas kasus yang dramatis terhadap diri Ratna Sarumpaet.

Dalam hal ini patut kita bertanya apakah Prabowo secara moral ikut bertanggung jawab atas situasi ini? Dapat dimengerti Prabowo telah memberi saham terbesarnya terhadap situasi ini, yang dibaca oleh rakyat baik dalam artikulasi politiknya maupun gestur yang  terbaca pada setiap pertemuan dengan para pendukungnya.

Sikap Prabowo yang tadinya retorik tidak menerima hasil pemilu dan tidak melanjutkan gugatan nya ke MK, ternyata melenceng. Sikapnya yang tidak mendukung rakyat relawan turun ke jalan protes atas persidangan MK, membuat rakyat semakin ragu atas sikapnya, tapi toh rakyat tetap mbalelo dan tetap turun ke jalan untuk mendukungnya agar Hakim MK punya keberanian pilihan sikap atas ketidak adilan terhadap suara daulat rakyat yang di manipulasi.

Putusan MK pun bisa diduga, dan memenangkan petahana Jokowi. Relawannya pun kecewa berat, tapi sekali lagi Prabowo tampil untuk mengatakan Retorika oposisinya, akan tetap bersama rakyat Timbul Tenggelam.

Para relawan sekalipun kecewa dengan putusan MK mereka tetap semangat akan berjuang bersama Prabowo, sebab yang ada di pikiran mereka saat itu sejalan dengan pikiran oposisi dan anti rekonsiliasi, karena kemenangan petahana Jokowi telah merampas Daulat Rakyat untuk kemenangan Prabowo.

Seperti petir disiang bolong, tiba tiba Prabowo bertemu Jokowie di atas moda tranportasi MRT Lebak Bulus, viral di media main stream dan Medsos, entah inisiatif siapa, atau memang ini sudah dirancang lama oleh kedua belah pihak?
Yang pasti REKONSILIASI yang amat di tunggu tunggu sejak lama oleh petahana Jokowie pun terjadi.

Relawan meradang dari Sabang sampai Merouke, Ulama menjadi terdiam terpaku ada yang bereaksi seperti Habib Novel Bamukmin tidak dapat menerima kenyataan ini. Barisan Emak Emak Militan menangis Histeris tidak percaya dengan Pertanyaan sama. Masa Prabowo tega menghianati kami?

"Masih panas kuburan anak anak kami yang mati sahid itu di depan Bawaslu untuk PS, kok tega menghianati kami?" Teriak salah satu emak2 yg menelpon saya sambil terisak. "Suami saya sampai hari ini masih di tahan di Polda", "..saya selalu ikut turun ke jalan", ".. saya gadai itu mobil, "..saya jual motor", "..ada suami teman saya jual rumah untuk membiayai relawan keliling Indonesia untuk sosialisasi memenangkan PS.." Celetuk Emak Emak di Medsos." Ampuunn membuat saya terhenyak.

Sejenak saya merenung, berpikir dan mendesah panjang. Ada ide dibenak saya nakal bermain, bertanya dan menggelitik lucu dibatin saya. Apakah  kekuatan pikiran paradoks yang menjadi ide tulisan Prabowo, juga ikut bermain mempengaruhi alam bawah sadar Prabowo untuk mengambil sikap paradoks pada moment yang sangat penting bagi para pendukungnya itu? 

Ada beberapa kejadian menarik prabowo yang terekam di benak kita. Pertama, saat kalah Prabowo mengatakan tidak akan ke MK tapi sebaliknya ke MK. Kedua, soal kata wakaf dan timbul tenggelam bersama rakyat, tapi melarang relawannya turun ke jalan untuk membelanya. Ambivalensi sikap makin terasa menemukan paradoks nya saat Prabowo bertemu Jokowi sebagai bentuk REKONSILIASI yang sebelumnya di umbar dalam mimik retorika tetap tegar menempuh jalan perlawanan OPOSISI demi menghormati para pendukungnya. 

Namun nasi telah menjadi bubur, Rekonsiliasi telah terjadi, seperti Tulisan besar yang dimuat di cover depan media Tempo, "Yang Lalu Biarlah Berlalu." Gambar Jokowi membonceng Prabowo dengan tangan melambai, seakan berkata good bye relawan, da daaaa.."

Drama Prabowo Paradoks Indonesia telah menemukan akhir ceritanya, tapi entah sampai kapan cerita kontroversial ini akan berakhir, publik masih menunggu, wait and see.

Seperti ungkapan Rocky Gerung, secara keseluruhan menilai pertemuan itu seperti menggelar karpet merah untuk menutupi banyak sampah di lantai kereta politik. "Terlihat indah di mata, tapi semua tahu apa yang disembunyikan."

#DuniaPolitikPanggungSandiwara.
_________
Penulis :
Muhammad Nur Lapong,
Direktur LBH ForJIS
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IKLAN MURAH

SUSU KURMA AULIA

SUSU KURMA AULIA
Pesan Silahkan Klik Gambar

BREAKING NEWS

~||~ Wabah Virus Corona (Covid-19) Semakin Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Di Rumah ~||~ Aktifitas Di Luar Rumah Wajib Gunakan Masker Dan Patuhi Protokol Kesehatan ~||~ #DIRUMAHSAJA ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno ~ Karakter Bangsa

KILAS BALIK BUNG KARNO KARAKTER  BANGSA Soekarno ketika pidato kata sambutan setelah menerima ijazah gelar Insinyur dari I...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI

loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Follow by Email

Label

#2019GantiPresiden Accounting Aceh Adat Istiadat Advokat Agama Agraria AIDS Aksi Album Anak Anti Korupsi Artikel Asahan Asian Games Asuransi Asusila Award Bakti Sosial Bandara Banjir BANK Bapenas Bappenas Basarnas Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Berita Bhayangkara Bhayangkari Bisnis BNI BNN BPJS Buka lapak Bukit Asam Buku Bung Karno Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Capital market Cerpen Citilink conference Covid-19 Covid19 Cuaca Curanmor Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Desa Dialog Digital Dirgahayu HUT RI Diskusi Duka Cita E-Money Ekonom Ekonomi Electronics Empat Pilar Entertainment Es cream event Fashion Festival Film Film Horor Film seri Anak Fintech Forum Furniture G30S/PKI Games Gebyar Kemerdekaan Geng Motor Go Pay Go-Jek Gojek Gotong Royong Grab Gym ham Harbolnas Hewan Hiburan HIV Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek Industri Informasi Infrastruktur Internasional Internet Investor IPM Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jokowi Jurnalis Kaliber Kampanye Kampus Kamtibmas Karaoke Karhutla KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kekerasan Keluarga Kemanusiaan Kemendikbud Kemenhub KEMENPAN-RB Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Kilas Balik Bung Karno Kivlan Zen kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Koperasi Kopi Korupsi Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal Kuliner Kutai Kartanegara Lakalantas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku Legislatif LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup Listrik lomba lari LPS Mahasiswa Mainan anak Majalengka Makanan Jepang Mall Market Outlook Masjid Masker Mata Uang Media millenial Minuman Keras Minuman sehat Miras Mobil MOI Motivasi MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musik Narkoba Narkotika Nasional Natal New Normal NKRI NU Office Olah Raga Olahraga Opini Organisasi Otomotif P Pagelaran Pahlawan Pameran Papua Parawisata Pariwisata Partai Politik Pasar Pasar modal Patroli PC PDI Perjuangan pe Pegadaian Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Peluncuran Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengajian Pengamanan Penganiayaan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perikanan Peristiwa Perjudian Perkawinan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pinjam meminjam uang Polairud Polantas Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Pornografi Pra Kerja Pramuka Praperadilan Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan Public Expose Publik expose Puisi Pusat Perbelanjaan PWI Ragam Ramadhan Reksadana Relawan Jokowi Remisi Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward Robot Rumah Rumah sakit Rups RUU Saber Pungli Sahabat Anak Salon Samosir Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri Satlantas Satwa Sejarah Sekolah Sembako Seminar Senjata Sepak Bola Separatis Sepeda sehat Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturrahim Simpan Pinjam Smartphone Soekarno Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Suku bunga Sumatera Barat Sumatera Utara Sumut Superstore Suplemen Surat Terbuka Survei Survey susu Syariah Syawal Talkshow Tawuran Teknologi Terorisme Tiket Tips TNI TNI AU TNI-Polri Tokoh Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Palsu Ujaran Kebencian UKM umkm Undang-Undang UNIMED Universitas Unjuk Rasa UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Valentine Day Virus Corona Walikota Wanita Wartawan Webinar Wirausaha WNA Workshop

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

VIRUS COVID-19

Wabah Virus Corona (Covid-19) Sudah Menyerang Indonesia, Setiap Hari Korban Semakin Bertambah Sampai ada yang Meninggal, Rakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Bagai Tersambar Petir Mendengar Virus Corona.

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA

PRO KONTRA RUU HIP

~> RUU HIP saat ini sedang Hangat Dipersoalkan, Karena Banyak Pihak yang telah Menolaknya, Baik dari Kalangan Ormas Hingga Partai Politik, Sehingga Terjadi Pro Dan Kontra.

<~ Memang Sebaiknya Persoalan Pancasila Tidak Usah Diganggu Gugat, Karna itu merupakan Landasan Dasar Dalam Berdirinya Negara Indonesia, Sudah Final Masalah Pancasila.

Link Terkait

close
Banner iklan disini