Chef pribadi keluarga Rothschild membagikan pola makan yang mulai dihindari setelah usia 40 demi menjaga kesehatan hingga usia lanjut.
Memasuki usia 40 tahun, tubuh tak lagi bekerja seefisien dua dekade sebelumnya. Metabolisme melambat, massa otot berkurang, dan risiko penyakit kronis meningkat perlahan.
Dalam fase ini, pola makan bukan lagi sekadar soal selera. Ia menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas hidup jangka panjang.
Chef pribadi keluarga Rothschild menyebut ada sejumlah jenis makanan yang mulai dikurangi setelah usia 40. Bukan untuk mengekang kenikmatan, melainkan sebagai langkah preventif.
Menurutnya, kesadaran memilih asupan jauh lebih penting dibanding diet ekstrem. Tubuh membutuhkan nutrisi yang tepat, bukan sekadar pembatasan kalori.
Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Pendekatan yang diterapkan berfokus pada keseimbangan. Mengurangi makanan tinggi gula tambahan, lemak trans, dan olahan berlebih menjadi langkah awal.
Sebaliknya, konsumsi protein berkualitas, sayuran segar, lemak sehat, serta asupan serat diperbanyak. Tujuannya menjaga stabilitas gula darah, kesehatan jantung, dan fungsi metabolik.
Chef tersebut menekankan bahwa perubahan kecil yang konsisten lebih efektif dibanding transformasi drastis yang sulit dipertahankan.
Di usia 40 ke atas, tubuh juga membutuhkan perhatian pada inflamasi dan kesehatan pencernaan. Pilihan makanan berperan besar dalam dua aspek ini.
Filosofi yang dipegang sederhana: makan untuk energi dan keberlanjutan, bukan sekadar kenyang.
Bagi keluarga dengan tradisi panjang seperti Rothschild, disiplin pola makan dipandang sebagai investasi lintas generasi.
Pada akhirnya, hidup sehat hingga 90 tahun bukan ditentukan oleh satu menu ajaib, melainkan keputusan harian yang dijaga konsisten.
Penulis Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar