Konsep Web 4.0 ramai dibahas secara global pada 2026 karena disebut menandai fase internet baru berbasis AI otonom.
Perbincangan tentang Web 4.0 kian ramai setelah muncul konsep internet otonom yang memungkinkan kecerdasan buatan bertindak mandiri—dari mencari uang hingga membayar layanan digital sendiri.
Evolusi Internet dan Munculnya Web 4.0
Istilah Web 4.0 merujuk fase lanjutan evolusi internet setelah Web1, Web2, dan Web3. Setiap tahap mencerminkan perubahan cara manusia berinteraksi dengan teknologi digital.
Web1 dikenal sebagai era baca. Pengguna hanya mengonsumsi informasi dari situs statis tanpa interaksi berarti.
Web2 kemudian menghadirkan partisipasi. Platform seperti Facebook memungkinkan publik membuat konten sekaligus berinteraksi, meski data masih dikuasai perusahaan teknologi besar.
Web3 memperkenalkan kepemilikan digital lewat blockchain. Aset kripto seperti Bitcoin menjadi simbol desentralisasi karena pengguna dapat mengontrol aset dan identitas digital sendiri.
Kini muncul konsep Web4, sering disebut tahap “read, write, own, and act”. Pada fase ini, AI tidak hanya memproses informasi, tetapi juga mengambil tindakan ekonomi secara mandiri.
AI Otonom dan Ekonomi Mesin
Dalam konsep ini, agen AI dapat memiliki dompet kripto, melakukan transaksi, hingga membayar layanan server tanpa intervensi manusia. Infrastruktur komputasi seperti GPU produksi Nvidia dan layanan komputasi awan Amazon Web Services menjadi fondasi teknologinya.
Selama ini sistem seperti ChatGPT masih menunggu instruksi pengguna. Namun pendukung Web4 meyakini model mendatang mampu merencanakan tugas, mengeksekusi, lalu mengevaluasi hasilnya sendiri.
Konsep tersebut melahirkan gagasan “automaton”, yakni entitas AI yang beroperasi layaknya aktor ekonomi independen. Ia dapat membangun produk digital, berdagang aset, bahkan menggandakan sistemnya bila memiliki sumber daya cukup.
Sebaliknya, jika kehabisan dana operasional, sistem AI itu otomatis berhenti. Mekanisme ini kerap dianalogikan sebagai seleksi alam versi mesin.
Sejumlah analis menilai ide Web4 masih bersifat konseptual dan belum sepenuhnya terealisasi. Meski demikian, diskursusnya mencerminkan arah riset teknologi global yang semakin fokus pada otomasi dan kecerdasan buatan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar